fanfiction for our soul

Posts tagged “yunjae

REASON{CHAP3}{kyuhyuk,YunJae,OnKey,2Min,OnTae,Jongkey}


Anyeooongg chingudeeuul ~

Tanisa yang unyu unyu*hoeks* ini balik lagi dengan REASON CHAP 3 .

Gimana ?? Ada yang tertarik ahahah ??

 

COMMENT MENENTUKAN APAKAH FF INI AKAN LANJUT ATAU TIDAK .

 

So ?? Apa susahnya comment 1 ajah di tiap part ??

Yah , sebenernya udah emosi gara gara yang liat banyak tapi yang review cuma 10 ?? Macammana itu

=.=

 

Hubungi aku lewat :

 

Twitter    : @tanisaElf

Facebook : Tanisa Nursyifa (yeaayy punya FB juga )

No Handphone : 085794359886

Heheh promo dikit .

 

Oke kita mulai aja ya ..

 

HERE WE GO !!

TITLE : REASON

CAST  : KYUHYUK , YUNJAE , ONKEY , ONTAE , JONGKEY , 2MIN *mixyaoi.

GENRE : molla~

RATING : PG -NC .

 

” AKU SEDANG TAK BERMAIN MAIN BRENGSEK !! ” KyuHyun kembali menoleh , menatap YunHo dengan berjuta pertanyaan .

 

” saat itu .. Aku pergi ke ruangan kerja appa untuk mencari stamples kita . Dan.. Dan aku , menemukan sebuah surat yang tak pernah aku lihat sebelumnya di meja kerja miliknya . Tanpa berfikir 2 kali , Aku pun langsung membuka surat itu ,  dan .. dan surat itu .. Ternyata adalah surat adopsi atas nama Jung YunHo …  ya , Dia mengtadopsi-ku . ” KyuHyun melebarkan matanya , ia tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar .

 

Flashback .-

 

” I-ini .. Ini tak mungkin ” YunHo memandang surat yang ada di tangannya . Ia .. Ia sangat tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini .

 

Dengan cepat , ia meraih handphone yang ada di saku celana-nya , mencari nomor kontak ‘Appa’ yang selama ini ia anggap ‘appa’ biologisnya .

 

” Yob-yobseo .. A-appa .. ” Suaranya bergetar , ia .. Ia belum bisa menerima semua realitas ini .

 

Sebelumnya , Ia mengira , bahwa ia adalah orang yang paling bahagia di dunia ini karena mempunyai ‘appa’ yang selalu mendukungnya walaupun tak pernah ada umma dihidupnya , namun , ia sangat bahagia . ia mempunya Kedua dongsaeng yang juga selalu menyayanginya walau memang terkadang kurang ajar , tapi YunHo selalu menyayangi mereka .

 

” ne , ada apa YunHo-ah ?? ” suara berat di ujung telfon sana menyadarkan YunHo dari lamunannya .

 

” aku tak sengaja menemukan sebuah surat di meja kerjamu . Maaf jika aku lancang membukanya . Tapi , surat itu berisi ..  Surat adopsi-ku ?? J-jadi .. Apa Aku bukan anak kandungmu ?? ” YunHo sangat berharap bahwa ayahnya akan berkata ‘apa yang kau katakan ? Tentu saja kau anak biologisku’ dan memberikan bukti bukti yang pasti .

 

” Mungkin .. memang sudah saatnya kau tau semua ini , YunHo-ah .. ” YunHo terdiam , ternyata benar ?? Ternyata benar dia bukan asli keturunan Cho ?? .  Bukankah .. Bukankah itu berarti ,, Ia tak berhak menjadi Direktur di perusahaan hotel Skypark ?? Apa ini alasan ayahnya saat itu untuk membuat kyuhyun mau menjadi direktur di Skypark hotels ??

 

” YunHo-ah .. Mianhae .. Appa tak bermaksud untuk menyembunyikan ini , appa hanya menunggu waktu yang tepat . Dan mungkin , saat ini adalah saat yang tepat untuk memberitahumu . ” Suara Mr.Cho terdengar sangat tegas namun juga lembut di telinga YunHo .

 

Yunho terdiam , ia sama sekali tak tau apa yang harus ia katakan. Ia tak marah , ia sama sekali tak marah .. Ia hanya .. Kecewa . Ia kecewa karena keluarga yang sangat ia cintai ini , ternyata bukanlah keluarga aslinya .

 

” S-siapa .. Siapa orang tua-ku yang sebenarnya appa ?? ” Mr.Cho terdiam , ia cukup bingung harus menjawab apa sekarang , apa ia harus menceritakan semuanya ?? .

 

” Orang Tua biologismu , mereka  sudah tiada YunHo-ah . Saat kau masih berumur 7 tahun , Orang Tua-mu meninggal dalam sebuah kecelakaan Mobil . Dan .. Hanya kau yang selamat saat itu YunHo-ah . Mungkin tuhan memang sangat menyanyangi-mu . Karena kau satu satu-nya orang yang selamat dalam kecelakaan terhebat tahun itu . ” YunHo terdiam , ia sangat tak percaya dengan apa yang ia dengar . Bagaimana itu bisa terjadi ? saat itu umurnya masih 7 tahun .

 

” Appa bertemu dengan-mu di halaman rumah sakit saat itu . Dan .. Dan kau .. Kau Amnesia . ” dan alasan itulah yang membuat YunHo tidak bisa mengingat apapun tentang keluarga biologisnya . Oh tuhan , Rasanya YunHo ingin berteriak saat ini juga , ia masih belum bisa menerima apa yang terjadi sebenarnya .

 

” A-apa marga keluarga-ku appa ?? ” YunHo bertanya dengan pelan . Mr.Cho mengambil nafas , lalu membuangnya dengan perlahan .

 

” Jung .. marga keluarga-mu adalah Jung . Kau adalah anak dari teman bisnis-ku saat itu YunHo-ah . Dan itulah alasanku mengadopsimu . Perusahaan milik keluarga-mu saat itu telah menyelamatkan perusahaan hotel kita yang  hampir hancur . ” YunHo terus terdiam mendengar perkataan appa-nya . Ia Tak bisa berkata apapun lagi .

 

Flashback End .-

 

YunHo Pov .-

 

” dan aku tak akan lagi menjadi direktur di skypark hotel. aku tak berhak atas itu . Dan .. ini tugas-mu menjadi anak tertua di keluarga CHO . ” ujarku setelah menceritakan semua yang telah terjadi saat itu . Sejujurnya , aku memang sangat menginginkan jabatan itu , namun setelah aku mengetahui bahwa aku bukanlah Keturunan CHO family , aku akan menguburnya dalam dalam.

 

KyuHyun terdiam , menatapku .

 

” aku tak perduli dengan itu semua . Aku tak akan pernah menjadi direktur Skypark Hotel . Kau bisa Meminta Cho MinHo untuk menggantikanku . ”

KyuHyun mulai berjalan keluar dari apartemen ini , dan teman kecil-nya itu hanya mengikuti langkahnya .

 

Aku terdiam ,rasanya akan percuma jika aku berbicara dengan Cho KyuHyun yang sangat keras kepala .

Tapi , aku tetap menyayanginya sebagai adik-ku . Walaupun aku tau bahwa aku dan ia tak pernah mempunyai hubungan keluarga .

 

” Neo- Gwenchanaeyo ?? ” aku tersadar dari lamunanku , melihat namja cantik yang sedari tadi berdiri melihat pertengkaran keluarga kami .

 

Perlahan , aku mulai berdiri dari ranjang ini , lalu mulai melangkah mendekatinya .

 

GREEP –

 

Entah apa yang kupikirkan saat ini  , namun , aku sangat membutuhkannya saat ini .

Sebuah pelukan .

 

” Yah !! Lepaskan aku .. Yaahh !! ” ia mencoba mendorongku untuk melepaskan pelukan-ku . Namun aku tetap memeluknya , aku .. Aku tak punya siapapun lagi sekarang .

 

” Mianhae .. Tapi tolong .. Biarkan aku memeluk-mu sebentar saja . Jebal .. ” ucapku pelan tepat di telingannya . Ia berhenti memberontak dalam pelukanku . Ia hanya diam . Dan ku Peluk ia semakin erat .

 

Aku merasa .. Nyaman .

 

YunHo Pov End .-

 

KyuHyun Pov .-

 

Aku tak bisa berkata apa apa lagi kali ini . Apa yang ia katakan kali ini benar ?? Apa ia tak menipuku agar menggantikannya sebagai direktur Skypark Hotel ?? Aku memang sangat curiga kepadanya akhir akhir ini .. Dia .. Dia sangat memaksaku untuk menjadi direktur Skypark Hotel .  Sebenarnya , aku tak masalah jika aku memang harus menjadi direktur Skypark Hotel . Namun , aku tahu YunHo Hyung sangat menginginkan jabatan itu .

 

Jadi , inilah alasan appa saat memberiku Skrpark Hotel itu saat aku masih sangat muda ??

 

Flashback –

 

12 tahun yang lalu .

 

” KyuHyunnie .. Nanti saat kau berumur 24 tahun , kau harus bisa menjaga perusahaan keluarga kita ne ?? ” KyuHyun menatap bingung pada sang appa , bagaimana ia tak bingung ? ia masih berumur 12 tahun saat ini . Ia masih terlalu muda untuk membicarakan hal ini .

 

” Yahh .. Appa .. Mengapa Harus KyuHyunnie yang menjaga perusahaan appa ?? Aku lebih tua darinya . ” KyuHyun menoleh , melihat Hyung-nya yang saat ini sedang melangkah mendekati mereka berdua *mr.cho &KyuHyun*.

 

” kau juga harus bisa menjaga perusahaan kita YunHo-ah .. Kau harus membantu KyuHyun menjaganya . ” YunHo terdiam , mengapa harus KyuHyun ?? Bukankah dia lebih tua dan ia lebih dewasa dari KyuHyun ?? . Yah , itulah yang ada dalam fikiran anak berusia 16 tahun ini .

 

FLASHBACK END –

 

” YAAAHHH !!! KAU TULI !! ”  aku sedikit terlonjak mendengar teriakan cempreng tepat ditelinga-ku . Myoya ?? Aishh Monyet ini .

 

” MWOYA !? ” ku usap telinga ini dengan tanganku . Aisshh .. Sakit sekali .

 

” Kau berbohong padaku MR PIG !? ” haisshh , apa yang ia bicarakan ?? . aku hanya diam , mencoba mendengar-kannya lagi  .

 

” kau memeras uangku , dan kau membuatku harus pindah ke apartemen-mu yang super duper amat sangat kecil itu hanya karena tak ingin aku tinggal di SKYPARK HOTEL MILIKMU !?? HAA !! Sombong sekali kau TUAN CHO !! ”

 

” Lalu , aku berbohong apa padamu Stupid monkey ?? ”

 

” Kau kaya .. Kau mempunyai banyak uang .. MENGAPA KAU MASIH MEMERASKU BODOH ?! dan .. Yah .. KENAPA KAU MAU TINGGAL DI TEMPAT JELEK SEPERTI ITU BABI BODOH !!   ” haah , ternyata sulit membawa seekor monyet kemana mana .

 

” yah , apa aku pernah bilang bahwa aku adalah orang miskin yang tak mempunyai apa apa ?? Tidak-kan ?? Kau yang Pabo . ” ku dorong kepalanya dengan kedua jari-ku .

 

ia terdiam , terlihat bingung dengan perkataanku .

 

Senyum ini sedikit mengembang saat melihatnya seperti itu . Ia memang menyebalkan . Tapi , dia juga menyenangkan  .

 

Dengan perlahan , tanganku terjulur , mencoba mengacak rambut-nya .

Ia melihatku dengan death glare yang terlihat sangat di buat buat . Dan aku pun berhenti tersenyum , berpura pura melihat ke arah lain .

 

Ahh , ada apa denganku ??

 

” Aku tahu aku Kyeopta . ” Mwo ??aku langsung menatapnya . Sekeras mungkin kucoba untuk menahan tawaku ini ,, tapi …

 

” hahahaha .. ” aku tertawa , aku tertawa dengan sangat lepas kali ini . Tak ada beban . ini pertama kali-nya aku tertawa seperti ini di umur 24 tahun . Dan .. Dan ia lah yang pertama .

 

Aku mulai melangkah , meninggakannya sendirian dengan tatapan aneh itu dan kembali tertawa .

 

” yah , Tunggu aku .. !! ” ia pun sedikit berlari menghampiriku saat Ku-nyalakan motor ini , dan tanpa aba aba , ia langsung duduk di jok belakang . Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku saat aku melihatnya seperti anak kecil itu .

 

***

 

” yah !! dimana ini stupid pig ?? ”

 

” karaoke . ” ucapku singkat .

 

” hee ?? Karaoke ?? ”

 

” Ikuti saja . Bukankah kau mau belajar bernyanyi ?? ” ujarku dan langsung menarik lengannya .

Entahlah , mengapa aku suka sekali menarik lengannya seperti ini , ia seperti monyet bagiku *sialan*  .

 

Kami-pun mulai masuk ke dalam ruangan yang tak begitu besar ini . Dan ia berlari untuk mengambil mic . Kelakuannya sangat aneh , seperti masih berumur 10 tahun . Tapi setidaknya , perilaku aneh-nya itu bisa melupakan sedikit masalahku .

 

Ia pun mulai memilih lagu di layar itu , sementara aku hanya duduk memperhatikannya . Dan ia memilih Isn’t She Lovely *lagu solo KyuHyun waktu ss4 chingu eheheh*

 

” LeeJoon-sshi *dibaca (eejun)* Lovely~ .. LeeJoon-sshi wonderful ~. LeeJoon-sshi- ” what the hell ??

 

” Yah !! Yah !! Itu bukan LeeJoon-shhi bodoh .. ” aku mulai berdiri dan mengambil mic yang ada di genggamannya .

 

” dengarkan aku .. ” aku pun mengambil remote yang ada di tangannya,  lalu menekan tombol REPLAY .

 

” Isn’t she lovely ~

Isn’t she wonderfull~

Isn’t she precious ~

Less than one minute old ~

I never thought through love we’d be .

Making one as lovely as she~

But isn’t she lovely made from love~ ”

 

” OMO- IT’S AMAZING !!  ” aku tersenyum melihatnya yang masih  terdiam dengan mulut yang membentuk huruf ‘o’  . Dan lagi lagi aku menyembunyikan senyumanku saat ia menatap wajahku . aishhh .. What’s wrong with me ?? .

 

Ia pun kembali mengambil mic yang ada di tanganku . Dan mulai menyanyikan lagu itu dengan sangat .. Apa aku harus jujur ?? Emmhh .. Buruk .

 

Aku sedikit tertawa saat mendengar nada nada yang meleset dengan sempurna itu . Ia sangat payah . Tapi , aku sangat senang berada dekat dengannya . Haah , ini aneh .

 

KyuHyun Pov End .-

 

” ayo kita pergi . ” ucap KyuHyun dengan nada yang lebih keras kareana ruangan ini sudah penuh dengan musik dan suara fals milik  EunHyuk-shi .

 

” Mwo ?? Kita baru setengah jam berada di sini . ” Keluh EunHyuk tak rela . Di sini sangat menyenangkan menurutnya .

 

Dan dengan malas , KyuHyun mulai berdiri dan melangkah keluar dari ruangan ini , KyuHyun tau pasti bahwa EunHyuk pasti akan mengikutinya .. Dan … BINGO !!  Akhirnya EunHyuk keluar dari ruangan itu , dan mengikuti KyuHyun dengan umpatan umpatan yang ia tujukan pada namja yang ada di sebelahnya saat ini .

 

Tapi , Kedua namja itu berhenti melihat siapa yang berdiri di hadapannya .

 

” K-kau .. Tukang kebun .. Mesum . ?? ”

 

” Lee DongHae ?? ” .

 

.

 

.

 

.

 

” key-ah .. Sudah malam , sebaiknya kau tidur . Besok kau harus pergi ke kampus kan ? ” Jonghyun mulai berdiri dari duduk-nya ,

 

” ne . ” Key Mulai berdiri dari duduk-nya ,

 

” sebenarnya apa yang kau fikirkan Key ?? ” JongHyun mengelus pelan punggung namja yang ada di sampingnya itu . Key tersenyum , ia tahu , hanyalah JongHyun-Hyung yang selalu ada Untuknya , Hanya JongHyun-lah yang tahu semua tentang-nya .  Walaupun sebenarnya JongHyun adalah temannya , tapi , Key sudah menganggap JongHyung seperti kakak-nya sendiri .

 

” sebenarnya , aku tak percaya , persahabatan antara kita berlima , harus berakhir seperti ini hanya karena .. Cinta ?? ”

 

TBC –

 

OMO – Jadi gimana ini ?? HWAAA !! YunHo bukan anak keluarga CHO , terus apa yang akan dia lakukan setelah ini ?? Dan , mengapa EunHyuk sama KyuHyun berhenti hanya melihat seseorang ?? OMO~ siapa itu ?? terus terus .. Apa maksud key ngomong persahabatan ?? Emangnya siapa yang sahabatan ?? OMO OMO OMO

Ada yang penasaran ?? Ada yang penasaran ga ya ?? Hahaha ..

 

Yaudah .. Tungguin aja ya , hanya di REASON CHAP 4 ❤

 

COMMENT MENENTUKAN APAKAH FF INI AKAN LANJUT ATAU TIDAK .

 

Haahh , gimana gimana ??

Aku tau ini aneh .. Hehehe .

Tapi jangan pindah channel(?) dulu ya , aku bakalan nerusin ini fanficASAP  ohoho .

 

COMMENT MENENTUKAN APAKAH FF INI AKAN LANJUT ATAU TIDAK .

 

Iklan

THE TEDDY BEAR ( YUNJAE VERS )


anyeeoong 🙂

tanisa balik lagi bikin FF oneshoot

gyahyahah

ini yunjae lagi , tapi the teddy bear ada juga versi kyumin.

and ini WAJIB COMMENT , kudu musti 

yaudah deh , here we go aja , tapi sorry kalau jeleek 🙂

 

TITLE : THE TEDDY BEAR

AUTHOR : TANISA

CAST : YUNJAE

 

” Yuniieee-ah~ ” YunHo menatapku dengan senyum bodohnya , aish , dia ini , apa tidak bisa serius sedikit saja ??

 

” wae ?? ”

 

” kau bilang kita akan menikah ?? kenapa lama sekali ~ ”

 

”  apa kau tak bisa membicarakan hal lain ?? ” ucapnya dan kembali membaca buku bodohnya itu .

 

OooooooooooooooooooooooooooO

 

” Yunnie~ kapan kita menikah ?? Setidaknya kita harus memasang sebuah cincin yang sama~ ” ia menatapku , lalu kembali Memandang ke arah sungai Han ini .

 

” itu sama sekali tak penting Jaejoong-ah . ”

 

Aku terdiam , menatapnya

 

Apa aku pun tak penting dimatamu ??

 

OooooooooooooooooooooooooooO

 

” YunHo~ bisakah kita memakai cincin yang samaa ?? Bisakah ?? ” ia menatapku sebentar lalu kembali sibuk menyetir mobil ini .

 

” aish , bukankah sudah kubilang bahwa ini bukan saatnya ?? Ini sungguh hal yang tidak penting .  ”

 

DEG –

 

Apa menurutmu ini sama sekali tak penting ??

 

Sudahlah , sepertinya aku memang sudah tak berarti lagi dimatamu .

 

” Turunkan aku disini . ”

 

” Jae- ”

 

” apa kau tak dengar ?? TURUNKAN AKU DI SINI !! ”

 

Perlahan , air mata ini jatuh di pipiku ,

Aku .. Aku hanya ingin sebuah kepastian , aku .. Aku hanya ingin kita terikat satu sama lain . Aku ingin menikah denganmu , setidaknya , kita memakai sebuah cincin yang sama .

 

Perlahan , mobil ini berhenti ,

 

Ternyata kau sudah benar benar tak memperdulikanku lagi .

 

BRAAK –

 

Dengan cepat , kututup pintu mobil ini ,

 

” Joongie-ahh !! Chamkamannyo ,, kenapa kau jadi marah begini ?? ” ia mulai melangkah menyusulku , sementara aku berjalan dengan cepat di pinggir jalan ini .

 

GREEP –

 

Aku menoleh , ia menggenggam erat tanganku .

 

Sudahlah yun , jika kau sudah tak mencintaiku lagi ,dan kau tak ingin menikahiku , aku tak akan memaksamu lagi .

 

” ini … Untukmu .. ”

 

A-apa maksudmu ??

 

Kenapa kau memberikan boneka teddy bear ini padaku ?? Ini bukanlah yang kumau  .. Aku ingin kau , aku ingin kita saling memiliki seutuhnya dalam jalinan pernikahan . Bukan boneka bodoh ini .

 

” Kau sama sekali tak mengerti apa yang kurasakan . ” perlahan , ku-ambil boneka itu dari tangannya , lalu melemparnya ke tengah jalan itu ,

 

Ia tersenyum , lalu mulai melangkah mengambil boneka itu kembali ..

 

Tapi ….

 

 

DEG –

 

 

TIIIN – TIIIIN – TIIIIN .

 

 

” YUNHOOOO !! ”

 

OooooooooooooooooooooooooooO

 

 

” jae .. ayo kita pulang .. Ini sudah hampir hujan ”

 

Aku terdiam , memeluk boneka Teddy bear yang masih menyisakan sisa darahnya yang sudah mengering .

 

” aku mengerti perasaanmu .. ”

 

Umma berjalan meninggalkanku , hingga aku berada sendirian di sini,  Ani , tidak sendirian , namun , aku di sini bersama YunHo , ya , YunHo-ku ..

 

Kutatap batu nisan milik kekasihku ini  ,

 

Mianhae .. Aku .. Aku seharusnya tak berbuat sekasar itu padamu  ..

Harusnya aku mengerti jika kau memang belum siap untuk menikah denganku .

Seharusnya aku tak memaksamu .

 

air mata ini kembali mengalir di mataku . oh tuhan , mengapa kau membiarkan ini semua terjadi padaku ??

 

Aku memeluk erat Teddy bear yang ia berikan padaku dengan air mata yang mengalir di pipiku ..

 

” Will you marry me , Kim JaeJoong ?? ”

 

DEG –

 

Suara ini ..

Yun-yunho ??

Aku menoleh pada boneka Teddy bear yang kupeluk sedari tadi ,

Perlahan , kucoba lagi untuk menekan bagian perut boneka itu ..

 

” Will you marry me , Kim Jaejoong ?? ”

 

perlahan , air mata ini mengalir di pipiku .. kutatap boneka teddy bear itu ,

 

kalung yang dipakai oleh boneka itu adalah ..  Cincin ??

 

Perlahan , ku ambil kedua cincin yang masih menempel pada kalung itu ,

 

YUNHO

 

And

 

JAEJOONG

 

Air mata ini mengalir dengan deras , hatiku menangis , menyesali Takdir ini , takdir yang tak akan mungkin untuk diubah .

 

OooooooooooooooooooooooooooO

 

” JaeJoong-ah .. Kau harus makan .. ”

 

Aku terdiam , memeluk boneka teddy bear ini dan memandang kosong ke bawah sana , dimana semua orang orang sibuk dengan aktifitasnya masing masing .

 

” Joongie-ah .. YunHo pasti sudah bahagia di sana .. ini sudah 2 tahun kepergiannya , dan seharusnya kau sudah bisa menerima semuanya . ”

 

mataku mulai buram , buram karena air mata yang menggenang dimataku .

 

Umma benar , seharusnya aku sudah bisa menerima semua kenyataan ini , namun , mengapa itu sangat sulit untukku ?? Rasanya sangat sulit untuk melupakan segalanya .

 

GREEP –

 

Umma memelukku dengan erat , dan air mata ini kembali mengalir dengan derasnya .

 

” Will you marry me ,  Kim Jaejoong ?? ” boneka teddy bear ini kembali berbunyi karena pelukan kami .

 

Perlahan , umma melepaskan pelukanku , lalu mencium keningku pelan . Aku masih terdiam , tak ingin membalas apapun .

 

” umma harus pergi sekarang chagia .. ”

 

Umma melangkah meninggalkanku sendirian di balkon ini .

 

2 tahun yang lalu , kau  selalu menemaniku yun , namun , semenjak kepergianmu , semuanya terasa hampa , rasanya tak ada lagi semangat dalam hidupku .

 

A-apa mungkin aku harus menyusulmu agar rasa rindu ini berakhir ?? A-apa aku harus benar benar menyusulmu agar rasa sakit ini bisa terobati ?? Apa aku harus mati agar aku bisa bertemu denganmu lagi ??

 

Perlahan , aku mulai melangkah ke ujung balkon ini dengan memeluk boneka teddy bearku dengan erat ..

 

aku menoleh ke bawah , melihat tanah yang sangat terlihat tinggi dari sini .

 

sebentar lagi ..

 

Sebentar lagi aku akan bertemu denganmu yun.. Aku akan bertemu denganmu ..

 

perlahan , kupejamkan mataku , dan mulai melemaskan seluruh tubuhku .

 

BRAAAK –

 

Rasa sakit mulai menjalar di seluruh tubuhku , nafasku mulai melemah , namun Teddy bear ini masih berada di dalam pelukanku .

 

” Will you marry me , Kim Jaejoong ?? Will you marry me , Kim JaeJoong??Will you marry me , Kim JaeJoong??Will you marry me , Kim JaeJoong ?? ”

 

hanya suara teddy bear itu yang dapat kudengar saat ini , Hingga akhirnya , aku tak dapat lagi menahan semua rasa sakit ini , dan , semuanya terasa gelap .

 

” Will You mary me , Kim JaeJoong ?? ”

 

END –

 

Gantuuung giniiii !! Gyaaaa aneh , jelek , abal , amit amit lah naon iyeu ? Aisshh jinjaaaa !!

COMMENT ITU DIWAJIBKAN !! 

 


my ex stalker chap 2 (yunjae)


Tittle: My Ex STALKER (sequel my stalker)
Genere: Yaoi.drama
Pairing:yunjea, yunchul
Rated: NC-17
Author: feby dyanna
Part: 2 a,b

“jaejoong kau akan baik-baik saja”sebuah suara menginterupsi disana,jaejoong nyaris tidak mengenal suara itu ,ia hanya menahan sakit yang tak tertahan kan di jantung nya.
Perlahan tangan jaejoong mencengkram erat tangan pria di sebelah nya.
Menahan rasa sakit yang mungkin entah untuk yang kesekian kali ia rasakan,
changmin menggenggam erat tangan jaejoong berhaap bisa memberinya kekuatann lebih saat itu .

“aggggggggggggrrrhhhhhhhhhhhhhhhhh” jaejoong menggeram,mengigit bibir bawah nya dan mengeluarkan cairan bening diwajah pucat nya nyais membuat changmin semakin tak tega melihat jaejoong begitu tersiksa.langkah nya behenti di depan UGD,ia sedkit menghapus keringat yang muncul di kening nya. Ia sedkit bernafas legah akhir nya ia bisa menghantarkan jaejoong tepat waktu ,ia tidak habis fakir bagaimana bila ia saat berada di kantor dan menemukan jaejoong sudah tak bernyawa lagi dirumah.ahh changmin mendesah pelan membuang semua bayangan-banyangan buruk yang mungkin saja bisa menimpah nya.
Dengan wajah kusut changmin menyandarkan punggung nya diantara kursi-kursi yang tersusun rapat didepan ruangan jaejoong.
Ia mendesah panjang,dan menutup mata nya untuk beberapa saat.

“Shin chang min sedang apa kau disini” changmin mendongak mendengar sebuah suara baritone menyebut nama lengkap nya.ia melirik sekilas ke seorang pria jangkun dengan kulit kecoklatan yang di balut dengan jacket hitam dan jeans hitam mambuat pria itu tampak sangat gagah.
Well, sosok itu sosok yang sudah lama ingin ia jumpai dan akhirnya ia bisa melihat lagi sosok itu.
“jung yunho” sapa changmin seraya berdiri,dan memasang senyumlebar kearah yunho.
Yunho balas tersenyum ia juga tidak menyangka bisa berjumpa dengan changmin disaat yang sangat tidak terduga.
Yunho memberi secangkir kopi yang baru saja ia beli untuk dirnya dan heechule,namun nampak nya pria hamil itu tidak begitu menyukai kopi dan memutuskan untuk pulang dan menghindari pemeriksaan kandungan nya.
“aku mengantarkan seseorang untuk memeriksakan dirinya namun dia malah meninggalkan ku sekarang” yunho memulai pembicaraan ,sambil menyeruput kopi yang sedikit mulai mendingin itu dari tangan nya,well ia tidak bisa jujur sekarang, jujur bahwa heechule sedang hamil anak nya ia benar-benar pengecut.
Changmin hanya mengangguk tanda mengerti,terlebih lagi ia tidak ingin mengembil pusing tentang orang yang di bincangkan yunho.
“lalu apa yang kau lakukan disini?” Tanya yunho dengan nada sedikit penasaran,
“jaejoong berada di ruangan UGD,aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat untuk mengurangi penderitaan jaejoong” tambah changmin sedikit mengeluh pelan dari nada bicaranya.
Yunho sedikit terhenyak,memandang changmin dengan tatapan nyaris tidak memepercayainya.namun ia hanaya memilih diam dan tidak berkomentar.
“ku pikir bila kau menyerahkan jaejoong ketangan ku dia akan jauh lebih bahagia terlebih lagi ia mengidap penyakit yang aku tahu itu tidak mudah untuk disembuhkan,namun kenyataan nya berbeda aku tahu kalau ia mesih mencintai mu mengharapkan dirimu berada disisi nya”changmin memandang kea rah cup kopi nya dengan tatapan sedih ia juga tidak tahu harus bagaimana menjelaskan semuanya,ia ingin kim jaejoong bahagia walaupun harus bersama yunho.
“penyakit?” yunho mendelik,ia juga hampir kehilangan akal sehat nya setelah mencerna ucapan changmin.
“yah sejak kecelakaan itu ternyata bukan tangan nya saja yang lumpuh tapi organ jantung nya juga bermasalah”

Perlahan kaki jenajang yunho memasuki ruangan yang sangat ia benci sejak dulu `UGD`,bahkan ia tidak berharap bahwa jaejoong lah yang berada diruangan itu.tertidur dengan selang oksigent yang tersambung di wajah jaejoong.
Ia melihat sosokjaeoong yang lemah,yunho benar-benar tak sanggup harus menyaksikan ini.
“kau baik-baik saja kan kim jaejoong” yunho menyentuh pelan tangan dingin jaejoong,well tangan itu jauh lebih kecil dan kurus dari yang pernah ia senttuh beberapa tahun lalu.
Perlahan tangan nya memebanrkan poni yang menutupi kelopak mata jaejoong yang sedang tertidur lelap .

Entah untuk menit keberapa yunho berdiri disana,memrhatikan jaejoong yang mesih telelap.ia tidak ingin pergi walaupun ponsel di kantong nya bergetar untuk yang kesekian kali.
`heechule` yah siapa lagi yang bisa menghubungi nya disaat-saat seperti ini,yunho hampir sedikit muak dengan kelakuan kekasih nya itu belakangan ini.apalagi tentang anak yang yunho juga tidak begitu yakin dengan itu semua.

“changmin itu kau” sekejap yunho membuang pikiran nya tentang heechule,ia melirik jaejoong yang sepertinya sudah siuman.ia mengangguk pelan memberi belaian lembut di kening jaejoong.
“kau baik-baik saja kan?” yunho tak tahu harus bebicara apa,perasaan nya tidak bisa membohongi dirinya ia mesih mencintai jaejoong bahkan cinta nya tidak kurang seperti dulu ia menjadi stalker jaeoong.ia menghawatirkan jaejoong sekarang.

POV JAEJJONG.

Aku terbangun ,untuk beberapa saat mengingat lagi rasa sakit yang mesih menghantui pikiran ku.
Ah aku hampir saja menyerah dan ingin segera mati bila mengingat rasa sakit itu.aku begreak berharap menemukan changmin disamping ku,yah siapa lagi kalau bukan dia.
“changmin itu kau kan?” tanya ku dengan nada ragu-ragu,ia mengangkat wajah nya dan yah bukan changmin melainkan yunho. Jung yunho mantan stalker ku,aku mendelik untuk beberapa saat rasanya tenggorokan ku mesih tercekat melihat nya disini bagaimana bisa ia berada disini. Apa changmin yang memberi tahu?.

“kau baik-baik saja kan?” ia menatap ku dengan tatapan yang sejak lama aku rindukan,ke-2 bola mata coklat nya benar-benar membuat ku hampir gila.aku merindukan tatapan dan mata itu.
Aku mengangguk,dan sedikit tersenyum kearah nya,walaupun akau tahu senyuman ku pasti terlihat sangat aneh sekarang,ia membelai kening ku menatap wajah ku dengan seksama.
“Aku mencintai mu jung yunho “
Teriak ku dalam hati.

End pov

Part 2b.

Mata bening jaejoong tidak bisa tertutup,walaupun ia tahu obat tidur yang bereaksi di tubuhnya mulai bekerja,ia mesih menatap yunho yang sejak tadi memendang nya dan tidak berbicara apapun kecuali hanya menyentuh nya dengan lembut,well jaejoong menyukainya.

“changmin yang memberi tahu mu aku disini huh?” jaejoong memulai pembicaraan,sedikit beusaha bediri dari posisi tidur nya,meraih tangan yunho untuk membantunya bangkit.
Yunho segera membantu jaejoong,ia tahu jaejoong juga mulai bosan dengan swasana ini dimana tidak ada perbincangan sama sekali.

“yah tadi aku menemani teman dekat ku untuk periksa kesehatan,tidak sengaja berjumpa denga changmin” jelas yunho sedikit gugup,jaejoong mengangguk tanda mengerti “teman dekat? Orang special untuk mu?” jaejoong juga tidak mengerti entah kenapa ia menjadi sangat tertarik membincangkan sahabat dekat yang dimaksudkan yunho.

“ah iya dia dari jepang,datang kekorea bersama ku”
Jaejoong mengagguk mencoba memahami ucapan pria yang tampan di samping nya,well ia merasa bahagia karna yunho yang sedang bersama nya , hatinya merasa tenang melihat seseorang yang ingin ia temui berada disana dan memberinya tatapan penuh perhatian.
Ia sudah lama memimpikan hari itu, hari dimana ia merasa sudah tak sanggup lagi untuk hidup karna penderitaan penyakitnya namun ada seorang yunho disamping nya, mendukung nya untuk menghadapi semua mimpi buruk itu.

~~~~~~
Kaki yunho terasa kaku untuk memasuki mansion mewah nya, dia sedang memutar otak nya mencari alas an yang tepat untuk membuat sosok heechule kekasih nya memaafkan nya karma tidak pulang semalaman.
Terkadang yunho berfikir bahwa hunungan nya dengan heechule benar-benar sudah tidak terasa nyaman lagi, tetapi kenyataan menyatkan bahwa kekasih nya itu sedang mengandung,well yunho semakin sulit untuk melangkah.

“kau” yunho sedikit memicingkan matanya, melihat heechule sedang tertidur pulas di sofa , dengan beberapa botol soju yang berantakan menghiasi meja di depan nya,yunho menggelengkan kepala nya mencoba menarik nafas agar emosi nya tidak meledak di pagi yang dingin itu.
Ia mencoba menyentuh tubuh kekasih nya itu dengan tangan nya, sosok kekasih nya itu hanya menggeliat.

“heechule-shi .. heechule” suara baritone yunho sedikit bergetar, mencoba menahan amarah nya terhadap kekasih nya yang memang sangat ceroboh menjaga diri sendiri. Sosok itu tak kunjung bangun, well mungkin 6 botol suju membuat heechule mabuk berat.

“kau tidak peduli lagi dengan ku?” tangan lemah heechule manarik jacket yunho,yang bersiap untuk meninggal kan nya disana.ia menatap yunho dengan mata nya yang sediki tertutup. Yunho mencoba berbicara namun semua kata-kata ny terasa lenyap memandang wajah heechule yang sedang sangat buth perhatian ,mungkin.

“aku peduli.. aku peduli dengan mu dan bayi kita, maaf karna sempat tidak mempercayai mu tentang kehamilan mu kemarin” yunho memeluk heechule dengan erat, ia harus melakukan ini. Mau ataupun tidak mau ini adalah kenyataan pahit atas pilihan yang ia pilih beberapa tahun lalu. Ia sudah memilih heechule dan harus melupakan sosok jaejoong mulai dari sekarang.

tbc


Diproteksi: our destiny (epilog wwmlp) chap 1 ~~yunjae~~


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


FAKE/YunJae/Oneshoot/PG-13


Anyeong……………………Drabbel saraf bin ajaib nih :D,Moga suka,No bashing

Tittel    :           FAKE

Pairing :           Yunho-Jaejong

Cameo :           Hangeng-Heechul

Genre   :           PG-13,Angst*Littel*,Romance

Author :           Jung Kimi a.k.a Kim Kimi

~Author POV~

“AWAS…………….”

‘Shuuuu’

Sebuah Bola meluncur ke arah Seorang Namja cantik,panggil Saja Jaejong yang sedang memakan bekalnya di bawah pohon di dekat lapangan,Karena Instingnya kuat,dengan santainya di tundukan kepalanya,membuat Bola itu meluncur melewatinya

“Selamat”Ucapnya sambil mengangkat kepalanya lagi,sambil mengelus-elus dadanya

“AWWWWW”Pekik Nyaring seseorang dari arah belakang Jaejong

Dengan alis terangkat heran,Jaejong melihat ke arah belakangnya,tempat di mana suara itu berasal,Di sana Terdapat sebuah sosok,Ralat seorang Namja Tampan,yang sedang memegangi Hidungnya,yang sepertinya terkena Bola nyasar tadi

“Gwenchan?”Prihatin Jaejong,sambil memberikan sebuah Tisue pada Namja tampan yang hidungnya mulai berdarah,Namja itu memandang Jaejong lalu duduk di samping Jaejong,sambil menerima Tisue yang di berikan Jaejong

“Hah………..Gumawo,Ck Hidungku sakit sekali”Keluh Namja tampan Tadi,”Nugu??”Tannyanya samil melihat ke arah jaejong

“Kim Jaejong Imnida,Mian gara-gara Aku menghindar,malahan kena kau”Sesal jaejong,padahal tentu saja Dia tak salah

“Gwenchana,Kau tak salah,Yang salah Hanya Anak-anak Club Bola itu saja”Cengir namja Tampan,”Ah sampai lupa,Kenalkan Jung Yunho Imnida”Katanya

“Nde”Angguk Jaejong,sambil mengulum senyum

“Hei jaejong-ahh”Panggil Yunho,membuat Pandangan jaejong yang entah mengarah kemana,mengarah ke arah Yunho

“Nde?”

“Mau jadi pacarku???”Ucapnya dengan Ceniran lebar

“HAH?????”Pekik Jaejong,sambil memandang Yunho Heran

“Wae???,Ada yang salah???”

“Tentu saja ada,Dengarkita baru saja berkenalan kurang dari beberapa menit,Aku bahkan tak mengenal dirimu,selain kau itu adalah Anaka seorang Jung Yunho,pemilik perusaha’an terbesar di Korea,Adik dari seorang Jung Hangeng,Dan Ketua Osis sekolah ini,Sekaligus Playboy di sini”Jawab atau Bahkan jelas Jaejong lengkap

“Kau Bukan seperti orang yang baru mengenalku beberapa Menit,Bkan???”Cengiran Jahil terukir jelas di wajah tampan Yunho,membuat Jaejong sedikit Blushing karenanya

“Jangan berpikir macam-macam,itu hanyalah sebuah pengetahuan umum di sini!!!,Kau pasti Akan hal itu,bila setiap hari semua orang di sekitarmu trus menceritakan Hal itu”Jelas Jaejong

“Owh……,Soo apa kau mau pacaran dengan ku???”Tannya Yunho lagi

Jaejong tampak sedang berpikir keras,lalu Dia mengangguk kecil,”Baiklah”

Yunho tersenyum cerah,lalu mencium pipi putih Jaejong sekilas,”Sekarang kau adalah nae Boojae OK??”

Wajah Jaejong memerah,karena di cium tiba-tiba,tapi tetap saja Dia mengangguk malu-malu

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“Boo~……….,Ayo pulang”Senyum cerah Yunho menghiasi wajah tampannya,sambil menyeruakan kepalanya dari jendela di samping tempat duduk jaejong

“Kau membuat Ku terkejut Yunnie~………”Kesal jaejong sambil mem’Pouth kan bibirnya,membuat wajah cantiknya semakin imut

“Aigooo…………..,Chagia Ku Neomu Kyopta”Gemas Yunho sambil mencubit pipi Jaejong pelan,”Kajja Kita pulang,Tapi jalan-jalan dulu yah??”

“U’um”Angguk Jaejong,lalu berjalan keluar kelasnya,Di pintu Yunho sudah menunggu sambil mengulurkan sebelah tangannya,dengan Riang di raih Jaejong tangan Yunho yang terulur,Lalu mereka berdua Berjalan sambil bergandengan tangan

“Sejak kap………………an??”Tanya seorang Siswa sambil melongo melihat adegan YunJae tadi

“Molla,Kau tahu??”Tanya seorang Siswa pada temannya yang sama-sama berwajah Err Agak Bodoh saking terkejutnya

“Nado Molla”Jawabnya

Bukan hanya mereka saja yang heran,namun semua mata yang melihat pasangan yang sangat baru itu,pasti akan melongo dan bertanya-tanya,’Sejak kapan sang Jung Yunho yang notabene Playboy sekolah,Bisa bergandengan mesra dengan sang Beautiful Namja incaran semua Namja tampan di sekolah mereka?’,Hanya pertanyaan itu yang ada di otak semua siswa sekarang,Biarkanlah mereka dulu

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“Kau ini kenapa selama beberapa hari ini selalu pulang terlmabat Jongie????”Tanya sang umma,sambil membereskan barang-barang yang entah apa saja macamnya

“Si Yunie~……Setiap pulang pasti ngajakin jalan-jalan dulu Umma,makanya Aku pulang telat”Jawab Jaejong santai,sambil membongkar-bongkar barang di sana

“Yunie??,Nugu??”Heran sang Umma

“Pacarku”

“HAH????????”Pekik Ummanya membuat Adik Perempuan Jaejong muncul dari arah tangga lantai Dua

“Waeyo??????”Tannya Adik Jaejong heran

“Oppa mu punnya pacar”Jawab sang umma,sambil memandang sang Anak Laki-laki

“Jinjja??,Hwaa……….Chukkae Oppa,Akhirnya kau bisa punnyapacar Juga”Ucap Adiknya entah mengucapkan selamat atau mengejek

“U’um,Kya………….Kita harus merayakan ini,Umma mau ke super market duluuntuk membli bahan makanan,Kau Kimi Siapkan alat-alatnya di dapur”Perintah sang Umma

“Siap”Hormat sang Anak,lalu berlari ke arah dapur,sedangkan Sang Umma menghilang di balik pintu keluar

“HYA…………KALIAN TERLALU BERLEBIHAN”Teriak Jaejong,namun tak mendapat Tanggapan dari Dua yeoja yang sudah terlalu semngat itu

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“Boo………………,Ayo pulang”Ajak Yunho,yang sudah berdiri di pintu kelas Jaejong seperti hari-hari yang lalu

“Ah,Nde”,Dengan cepat di masukannya semua yang ada di atas mejanya ke dalam Tas,lalu dengan berlari kecil ke arah Yunho,”Kajja”Senyum manis merekah di bibir merah Jaejong,membuat Yunho yang melihatnya ikut tersenyum

“Ayo”,Sama seperti kemarin-kemarin mereka berdua berjalan melewati lorong-lorong sekolah dengan bergandengan mesra,dan juga bercengkramah

Walau mereka sudah berpcaran kurang lebih 2 minggu,tetap saja pandangan Heran dari Siswa lain selalu mengiringi langkah mereka,’Bagaimana mungkin seorang Jung Yunho yang Hampir,Ralat selalu berpacaran tak lebih dari 2 hari,bisa berpacaran dengan seorang Kim Jaejong lebih dari satu minggu’Mungkin itulah pertanyaan yang ada di benak mereka

“Habis ini langsung pulang kan???”

“U’um”,Angguk Jaejong,setelah berjalan-jalan hampir seharian

‘CIIIIIT’

Sebuah Mobil Mewah berwarna Merah,tiba-tiba berhenti di samping mereka,membuat Yunho dan jaejong menghentikan langkahnya

“Anyeong Yunho-ahh~……….”Sapa seorang Namja cantik,Panggil saja Kim Heechul,yang sekarang berubah marga menjadi Jung Heechul,setelah menikahi Kaka Yunho

“AH……….Anyeong Hyung”Balas Yunho sambil tersenyum

“Mau Makan bersama???,Aku dan Hannie tadi sudah janjian mau makan di Restoran langganan kita,Kau mau ikut?”Tawarnya

“Ani Hyung,Aku tadi sudah makan bersama pacarku”Tolah Yunho sopan

“Nugu??”

“AH,Anyeong~……….Kim Jaejong imnida”Kenal Jaejong sambil sedikit menundukan kepalanya

“Ahh~………….Kyeopta,pilihan Yunho memang tak salah yah,Hahaha!!,Semoga Kau sabar menghadapi Yunho yang keras kepala ini yah,Baiklah Aku pergi dulu,dah Yunho,Dah Jae~…….Senang mengenalmu”,Lalu Mobil itu pergi meninggalkan Yunho Dan jaejong

‘Ku Tahu sejak lama di hatimu sudah ada seseorang yang special,seseorang yang sudah ada sejak lama,seseorang yang kau Cintai,seseorang yang memiliki hatimu’Guman Jaejong dalam Hati,saat melihat tatapan terluka Yunho,sambil mengawasi Mobil sang Kaka Ipar yang sudah menjauh pergi

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“Kau ini aneh sekali Boo,Bukannya liburan musim panas seperti ini ke pantai,kau malahan ke Rumah Sakit”Heran Yunho sambil berjalan beberapa langkah di belkang Jaejong,sambil memperhatikan Jaejong yang berjalan di depannya

Jaejong berbalik ke arah Yunho,Lalu tersenyum cerah mengalahkan Cerahnya sang surya,”Hahaha……..,mau bagaimana lagi,Aku alergi dengan musim panas,pasti setiap musim panas kulitku gatal-gatal,jadi mending juga berobat,dari pada bermain di pantai”Jawab Jaejong santai,sambil menutup kedua matanya merasakan angin di Taman Rumah Sakit

Yunho tersenyum kecil,melihat pemandangan di depanya,seorang Kim Jaejong Namja Cantik yang Baik,Ramah dan Pintar memasak tetunya,yang sangat sempurna,namun~………..,”Boo………”

“Hmm???”Sahut Jaejong tanpa membuka matanya

“Kita akhiri saja semua ini”Ucapnya tegas

Jaejong membuka matanya pelan,lalu mengarahkan manik matanya menatap langsung ke mata Yunho,dan tersenyum lembut,”Nde~………”

“Kau tak marah??”Heran yunho,padahal Dia sudah siapa menerima segala umpatan atau pukulan dari Jaejong

“Hahaha……….,Untuk apa Aku marah,Apakah Kau lebih suka menjalani hubungan yang penuh kebohongan ini???,Ragamu selalu ada di sampingku,namun Hatimu telah di miliki oleh orang lain,Orang yang lebih dulu dari ku”Terang Jaejong sambil menutup matanya lagi

“Mianhe………,Aku terlarut dalam segala yang ada di dirimu,Ku terlarut dalam matamu,Ku terlarut di dalam Senyummu,dan Aku terlalu terlarut dan bermanja dengan Sifatmu”Ucap Yunho sambil mendekat ke arah jaejong,dan di peluknya Tubuh kurus Jaejong ke dalam pelukannya,”Terimakasih untuk Dua Bulan terbaik di hidupku,ku harap Kau menemukan yang terbaik untuk Hidupmu”Bisiknya,lalu melepas pelukan itu

“Gwenchana,Kau tak usah mengantarku pulang,Aku bisa pulang sendiri”Senyum manis merekah di bibir jaejong,lalu dengan langak pelan di tinggalkannya Yunho yang masih berdiri di tengah Taman

‘Kau tahu Yunho,Jujur saja bersama mu selama Dua bulan ini membuatku mencintaimu,Nan Sarangheyo’Guman Jaejong dalam Hati

Sebuah hubungan ‘Palsu’ yang mereka lalui dengan senyuman dan penuh kemesraan,namun Bila Hati salah satu dari pasangan itu tak ada,apa yang kalian perbuat?,Apakah kalian akan mengambil keputusan yang sama dengan Pasangan di ‘Atas’ Atau memilih jalan sendiri

THE END

COMENT 😀 MOGA GAK ADA MISSTYPO AMIN….


FF : “sweet promise” part 1


Title : “sweet promise”

Length : insya allah 2shoot :p

Cast : yunjae~

FF ini terinspirasi dari film jepang yang judulnya “I give my first love to you” jadi kalo ada bagian yg agak sama maklumi aja.. tafsiran (?) kehidupan disini MURNI tafsiran (?) saya yg terlalu menggampangkan hidup!

Ditunggu komennya lohh.. tapi khusus yg iklas!!!^_^ makasih

&&& sweet promise &&&

“yunnie janji bakal selalu disamping joongie!”

“joongie juga janji kalau joongie akan selalu disamping yunnie sampai joongie mati!”

Itu semua memang hanya janji. Janji manis yang di kemukakan dua orang anak laki-laki kecil berusia 9 tahun, yang selalu bersama saat berada di ruangan penuh suka cita—yang sebenarnya adalah jalan menuju surga, yaitu ruang permainan khusus anak-anak penderita kanker.

Semua perawat sudah tahu, dua anak berumur 9 tahun itu memang sering bertanya tentang kehidupan setelah kematian. Bahkan dengan polosnya mereka menginginkan sebuah kehidupan yang kekal, tanpa ada kesakitan di sekujur tubuh. Perawat itu memang butuh kesabaran ekstra.

***

TTTIIIINNNGGGGGGGGG…

Bel pulang berdenting keras dengan semangatnya, membuat anak-anak yang ada dalam keadaan yang sangat terdesak bisa bernafas lega karena ada si penyelamat.

“kkhhh.. benar-benar si kim botak itu tidak punya perasaan!” keluh jae joong setelah bertemu yunho.

“hey.. nanti kau akan menyesal lho mengatakannya!” kata yunho sambil tersenyum.

“aku tahu!” jae joong membuka bungkus permen untuk dimakannya. Dan tak lupa untuk laki-laki di sampingnya.

“lalu kenapa kau mengatakan itu?” tanya yunho setelah memasukkan permen ke mulutnya.

“karena aku tahu penyesalan datang terakhir, dan semua orang pun tahu itu. Jadi, aku tidak kaget kalau menyesal di akhir nanti.” Jawab jae joong, mungkin tanpa berpikir.

Sudah 7 tahun melewati masa di dalam ‘kurungan surga’ di rumah sakit. Yunho dan jae joong, dua anak jelmaan malaikat yang membuat semua orang bahagia, masih bisa bertahan hidup. Sebenarnya dokter sudah mendiagnosa kalau dua anak itu hanya bisa bertahan 5 tahun lagi. Tapi ternyata mereka masih bisa bertahan 2 tahun setelahnya, walau bergantung pada obat-obatan dan kemoterapi.

“kau tahu, saat kim botak itu mengajariku, kepalaku langsung sakit. Tidak kuat menampungnya!” kata jae joong, dengan gaya cute-nya yang membuat orang gemas. Tapi untuk yunho, semua itu membuatnya cemas. Takut jae joong meninggalkannya duluan.

KKKKRRRIIINNNGGGG…

Jam weker bulat bergambar doraemon berteriak kencang menyuruh sang empu bangun karena hari sudah harus dimulai.

“ahh.. ini kan hari sabtu!!” kata jae joong malas sambil mematikan jam weker doraemon-nya.

Dddrrrttt… ddrrrttt..

Sekarang HP-nya bergetar menyuruhnya untuk mengangkatnya. Nomor yang sangat dikenal. Langsung saja ia memencet tombol hijau dan mendekatkan HP-nya ke kupingnya.

“ne??”

“JOOONGGGIIIEE BANGUN!!!!!”

Teriakan super keras itu membangunkan jae joong dari alam bawah sadarnya. Ia baru sadar kalau hari ini adalah harinya check up untuk melihat perkembangan kanker di otaknya. Ia selalu check up bersama yunho, kegiatan ini sebenarnya sudah berlangsung selama ia hidup.

“ne, kau tunggu di kamarku, ok? Aku akan mandi!”

Bip—

Sambungan telepon di putus tanpa perasaan. Langsung saja jae joong masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.

Yunho memutar knop pintu kamar jae joong dan masuk ke dalamnya setelah melihat keadaan kamar yang selalu rapi. Koleksi buku, kaset, accesoris lain di tata dalam beberapa ruangan terpisah di satu lemari. Sangat rapi! Mungkin semua orang yang masuk kamar itu tidak percaya kalau lelaki itu sendiri yang merapikannya. Bagaimana tidak? orang tuanya selalu punya pekerjaan di luar negeri, saudaranya yang lain tidak bisa diterima oleh jae joong. So, harus diakui kalau jae joong sendiri yang merapikan.

“kau sudah lebih dari 7 tahun ini masuk ke kamarku. Kenapa masih terpesona juga?” canda jae joong setelah keluar dari kamar mandi.

Yunho tersenyum, senyum termanis yang tidak pernah ia berikan pada siapapun kecuali jae joong, sang lelaki manis yang jadi pujaan di sekolah.

“kau tahu, aku masih bingung dengan otakmu. Pelajaran pak kim kau bilang susah, pekerjaan rumah seperti ini malah gampang. Ckckck..” balas yunho.

“cepat pakai bajumu. Nanti kau dimarahi dokter shim!” kata yunho setelah terpaku beberapa saat karena terpesona dengan penampilan lelaki di depannya yang sedang telanjang dada itu.

“ne, yunho ssi!!”

@ dr shim’s room

“ini memang mukjizat. Kau bisa hidup sampai 2 tahun setelahnya. Tapi—“ dokter shim changmin melihat hasil rontgen otak jae joong. “—keadaan makin memprihatinkan!”

Jae joong menanggapinya dengan santai. Ia tahu kalau keadaan akan menjadi bak sinetron murahan yang menjual overacting pemainnya, kalau tidak ya body.

“aku tahu!” kata jae joong akhirnya, dengan nada santai. “aku tahu kalau hal ini akan datang. So, berapa lama aku bisa hidup lagi?”

Dokter shim menggeleng. “belum ada diagnosa.”

“ok. Sekarang, bagaimana dengan yunho?”

“biar dia yang mendengarnya. Sekarang, kau keluar.”

Jae joong mengikuti saran dokter spesialis kankernya dari kecil. Lebih baik ia tidak ikut campur urusan orang. Biarlah ia mengurus urusannya sendiri, dan yunho mengurus urusannya sendiri.

Dokter shim memperhatikan bayangan pasien kecilnya yang telah menjadi dewasa itu keluar. Kim jae joong, anak dari keluarga pengusaha ternak yang menderita kanker otak, yang tidak pernah tersenyum pada orang selain partner-nya—yunho, dan tidak pernah peduli nasib. Ia selalu yakin kalau tuhan telah mengaturnya sehingga ia tidak perlu susah-susah mengaturnya juga.

“dokter!!” panggil yunho, partner jae joong yang paling ceria, murah senyum, dan peduli pada nasib. “bagaimana? Apa aku bisa lebih lama?”

Dokter shim tersenyum. “belum ada diagnosa lagi. Aku bukan tuhan disini.” Jawab dokter shim. “penyakitmu menyebar dengan sangat lambat. Jadi kau bisa santai.”

Yunho tersenyum senang. Waktuku masih banyak untuk menemani joongie di dunia!

“tetap jaga kesehatan.” Dokter shim menunjuk dadanya. “check up terus jangan sampai darah putih mendominasi. Dan hatimu—“

Yunho mengangguk. Lalu keluar dari ruangan penuh misteri itu untuk menemui sang pujaan hati. Jae joong sudah bosan menunggu rupanya. Ia duduk sambil mengadukan kedua ibu jarinya, menentukan siapa pemenangnya. Setelah yunho mendepaninya, jae joong baru sadar.

“kau sudah selesai?” tanya jae joong sambil berdiri.

“kau bisa lihat sendiri.” Jawab yunho.

“aku yakin kau akan sembuh.”

“tidak.” Yunho merangkul bahu lelaki itu. “kanker belum ada obatnya. Kau tahu itu kan?”

“yeah, aku tidak perlu memikirkannya. Tuhan sudah mengaturnya. Jadi, tidak ada hak untukku menghancurkannya. Now, ke ruangan anak-anak?”

Yunho mengangguk. “aku yakin mereka sudah menunggu!”

“ya tuhan, aku lupa bawa cokelat! Bagaimana??”

“ok. Kita pulang sebentar dan kesini lagi. Kau sudah menyiapkannya kan pasti?”

Jae joong mengangguk. Lalu masuk ke dalam mobil sedan yunho.

***

“anak-anak!!!” sapa jae joong ceria saat memasuki ruangan paling mencolok di rumah sakit itu.

“pagi anak-anak!!” sapa yunho juga.

“PAGI HYUNG.. OPPA..!!” sahut anak-anak penderita kanker itu.

“bagaimana kabar kalian hari ini?” tanya jae joong sambil duduk di depan seorang anak laki-laki penderita kanker otak, sama sepertinya.

“BAIK HYUNG.. OPPA..” jawab anak-anak itu tanpa mempedulikan lagi penyakitnya.

Di saat seperti ini, jae joong selalu ingat masa-masa dalam kurungan indah itu. Anak-anak lain menganggapnya sebagai taman bermain, atas usulan suster-suster yang bertugas disana. Tapi bagi jae joong, itu adalah tempat paling menakutkan yang pernah ada. Tempat itu bukannya menentramkan, tapi malah mencemaskannya. Tempat itu malah membuat jae joong harus setiap hari menahan sakit kalau-kalau teman-temannya disitu meninggal satu demi satu. Mereka—anak-anak penderita kanker—harus diberi ujian mental seperti itu. Betapa sakitnya melihat formasi anak-anak disana tumbang satu demi satu!

“jae joong hyung, ini masih bersisa!” kata joo hwan sambil memberikan cokelat padanya.

“hah?” jae joong jadi salah tingkah.

“makanya, jangan melamun terus!” sahut yunho dari barisan belakang. “coklat sudah kubagikan dari tadi!”

Jae joong tersenyum sinis. Lalu menerima cokelat dari anak penderita kanker darah itu.

“kenapa masih bersisa 1?” gumam jae joong.

“shin ae meninggal kemarin.” Joo hwan menjawab gumaman jae joong.

Shin ae.. shin ae.. jae joong ingat! Itu adalah anak perempuan penderita kanker hati. Anak itu telah memberi kesan yang baik bagi anak-anak, dan jae joong sendiri. Tanpa sadar air matanya pun turun tanpa disuruh.

***

“inilah yang kubenci kalau mendatangi tempat itu!” kata jae joong setelah keluar dari surganya anak-anak penderita kanker.

Yunho mengiyakan. “kau ingat, aku pernah menangis saat lee hwan tidak kuat menahan kanker hatinya?”

Kejadian itu sudah terjadi 5 tahun lalu, saat mereka berdua berumur 11 tahun. Lee hwan juga teman jae joong. Tapi jae tidak terlalu menganggapnya teman. Itu semua untuk menghindari sakit hati terhadap orang-orang di dekatnya.

“kau salah jika menganggap semua orang adalah musuh!” kata yunho. “toh kau sudah ditakdirkan begitu.”

“aku tidak menganggap semua orang itu musuh kok!” jae joong memasukkan lollipop yang ia beli tadi ke mulutnya. “aku hanya menganggap mereka angin, yang akan datang lalu pergi lagi.”

“kau memang perlu pelajaran untuk ini. Hanya satu yang belum bisa kau lakukan, jae!” yunho mempercepat langkahnya menuju mobil.

“kapan lagi kau kemo?” tanya yunho di mobil.

Jae joong masih mengemut lolli-nya. “mungkin besok?”

“kenapa tak sekalian hari ini?”

Jae joong menggelengkan kepalanya. “aku takut rambutku akan berkurang lagi, dan akhirnya nanti malah menyebar lebih cepat.”

“ckckck..” yunho mendecakkan lidah. “mana mungkin kemo menghasilkan itu??”

“kau bisa lihat aku! Setiap hari pasti rambutku rontok. Kenapa sih harus begini kejadiannya?? Ckckck..”

Yunho menaikkan dua bahunya. Lalu memasukkan gigi untuk menambah kecepatan mobilnya.

###

“aku tidak bisa melakukan apapun lagi,” kata dr shim melihat hasil rontgen otak jae joong. “harapanmu untuk hidup lebih lama menipis.”

Seperti biasa jae joong tidak menampilkan ekspresi kekagetan. Seperti semua sudah diketahui sebelumnya. Ia hanya menyunggingkan senyum manis.

“arasso!”

“mau tahu berapa lama lagi?” tawar dr shim.

Jae joong mengangguk mantap. Entah kenapa ia melakukannya padahal sebenarnya ia belum siap mendengarnya.

“2 bulan!”

Kali ini jae joong menggigit bibir bawahnya. Lalu duduk bersandar di sofa ruangan dokter shim sambil menatap langit-langit ruangan. Dokter shim sudah tahu kejadiannya bakal begini. Mana ada orang yang terlihat sangat tegar disaat diagnosis kematian?

“kau tidak perlu khawatir. Kau masih bisa bertahan lebih lama kalau tuhan mengizinkan.” Kata dokter shim mengobati kecemasan jae joong.

“aku tidak cemas!” kata jae joong. “aku hanya ingin cepat-cepat mencicipi kehidupan dunia setelah kematian!”

Jae joong adalah anak yang suka berkhayal. Selama di ruangan khusus anak kanker hanya dia yang diam dan tidak menikmati yang ada. Orang tuanya selalu menitipkannya setiap hari ke tempat itu bersama jung yunho, partnernya. Seharian hanya dipenuhi dengan khayalan dari buku yang pernah dibacanya.

“aku ingin jadi malaikat penjaga kalau aku mati nanti!” kata jae joong saat itu.

“boleh aku ikut?” tanya yunho yang sudah mulai menikmati khayalan jae joong.

Jae joong mengangguk. Diikuti sorakan meriah yunho.

“dokter??” jae joong mengguncang-guncangkan tubuh dokter shim yang sedari tadi tidak bergerak dari tempatnya.

“eh? Ada apa?” tanya dokter shim balik.

“harusnya aku yang bertanya!” jae joong menggelengkan kepalanya. “ok. Aku sudah selesai. Gamsahamnida!!”

Setelah membungkuk hormat pada dokter yang menjaganya sejak kecil, jae joong keluar ruangan. Biasanya yunho sudah menunggu di depan ruangan sambil berkacak dada menanti jawaban jae joong. Sekarang tidak. Yunho ada urusan dengan ‘teman’ perempuannya.

Entah kenapa jae joong selalu merasa risih melihat yunho berdekatan dengan teman-temannya. Jae joong merasa disingkirkan oleh yunho. Hanya yunho yang menjadi teman jae joong, dan jae joong teman sejati yunho. Itu yang diucapkan dua anak itu.

***

“kenapa?? Apa aku kurang menarik?” tanya seorang perempuan pada jae joong.

“tidak!” jawab jae joong santai. “kau hanya salah memilihku.”

“aku merasa benar!” belanya.

“tapi kenyataannya kau salah. Kau memilih orang yang penyakitan, bodoh, sinis, egois, dan kejam bagimu.”

Perempuan itu diam. Memang benar jae joong seperti itu. Tidak pernah sekalipun jae joong menyembunyikan sifatnya.

“aku punya kanker otak. Kau tahu kan penyakit gila itu? Dan 2 bulan lagi, kau tidak bisa melihatku lagi! Mungkin lebih cepat? Aku harap begitu!”

Perempuan itu menundukkan kepala. “jadi, kau menolakku?”

“itu kau tahu!” jawab jae joong. “aku tidak mau kau menangisiku bila aku pergi saat aku dipangkuanmu seperti di sinetron itu! Aku ingin kau bahagia dan tidak melihat orang sejahat aku.”

Perempuan itu menyimpan kekaguman pada jae joong. Tidak ada orang yang blak-blakan tentang kehidupannya. Jae joong tidak egois! Ia tidak suka dekat dengan orang karena takut orang itu akan terus-terusan mengingat kematiannya, masa hidupnya, masa sekolahnya, dan lain-lain.

“aku mengerti!” kata perempuan itu. “kau memang orang yang baik!”

“baik?” jae joong mengernyit mendengar kata itu.

“yeah..” perempuan itu menatap jae joong. Masih ada sedikit air mata yang membasahi pipinya. “tidak ada orang yang berpikiran jauh seperti itu. Tapi, caramu salah! Kau memang harus belajar tentang kehidupan yang lebih jauh.”

Perempuan itu lalu menundukkan badan hormat. Lalu pergi dari lab bahasa yang sudah kosong sedari tadi dan tidak ada lagi yang belajar di lab itu. Jae joong hanya bisa diam dan merenungi perkataan perempuan itu yang INTINYA sama seperti perkataan yunho.

“joongie, apa yang kau lakukan disitu?!!” tanya yunho dari pintu lab.

Jae joong berjalan mendekati yunho. “harus berapa kali kubilang jangan memanggilku dengan nama itu lagi!!”

Yunho hanya tersenyum manis. Lalu merangkul jae joong yang sudah dianggap menjadi adiknya ke lapangan.

Seperti biasa, pelajaran olahraga di habiskan di pinggir lapangan. Yunho dan jae joong menopang dagunya masing-masing. Ingin merasakan asyik dan lelahnya berolahraga.

“andaikan aku punya kesempatan merasakannya!” gumam jae joong.

“kita dilahirkan di tempat yang sama, waktu berbeda, dan kondisi yang sama. Jadi, tidak hanya kau yang belum merasakannya. Temanmu di sebelah sini, juga belum pernah merasakannya!” hibur yunho.

“tapi setidaknya kau masih bisa bernafas lega. Nah aku?” jae joong menggelengkan kepalanya. “aku hanya bisa diam dari kecil. Memandangi teman-teman sebayaku yang berjatuhan karena bermain bola. Keringat mengucur deras, senyum mengembang,”

“memangnya kau dari kecil sudah diketahui kanker otaknya?”

“belum.” Kata jae joong. “pertama aku memang terlahir tidak sehat. And then aku mempunyai tumor. Tapi didiamkan selama beberapa tahun. Untungnya perkembangannya tidak terlalu cepat. Beberapa bulan sebelum ulangtahun-ku yang ke-9, aku tidak pernah sekolah karena setiap datang aku langsung mimisan, dan akhirnya aku dibawa pulang. Dan tepat beberapa hari setelah umur 9 tahun, barulah diketahui kanker otaknya!” jae joong menelan ludahnya karena lelah menceritakan pengalaman kelam-nya. “kau sendiri bagaimana?”

Yunho tertawa miris. “aku memang lebih beruntung daripada kau!”

“ya sudah, jangan ceritakan! Malah membuatku iri.”

“ehm???”

“ok ok. Ceritakan atau kau kubunuh!”

Yunho menelan ludahnya untuk melegakan tenggorokannya. “kecil dulu, ayahku selalu mengajariku olahraga. Tapi aku tidak bisa! Malah ayahku sampai kesal denganku. Dan saat aku ingin berolahraga, disitulah penyakitku datang!”

“kok bisa?”

“yeah..” yunho menceritakan semuanya. “aku juga bingung. Yang pasti, aku langsung muntah darah setelah berloncatan. Kakakku sampai bilang kalau aku vampir karena memuntahkan banyak darah. Setelah itu, aku pingsan. Dan akhirnya aku di diagnosis liver. Tapi ternyata aku leukimia. Untungnya tidak terlalu parah. Yah.. hatiku juga harus dijaga memang. Ckckck.. memang tuhan aneh!”

Jae joong menatap yunho. “maksudmu?”

“yeah.” Yunho tersenyum menghadap anak-anak yang bermain basket di lapangan. “untuk apa tuhan menciptakan makhluknya kalau kita akan kembali lagi? Itu kan menyusahkan! Ckckck..”

“kau tidak boleh begitu!” jae joong menepuk pundak yunho sambil tersenyum. “tuhan menciptakan kita untuk memberi pelajaran tentang kehidupan pada orang lain.”

“tapi kenapa harus aku yang begini? Kenapa bukan anak yang ingin mendapatkannya atau setidaknya anak yang malas. Kenapa—kenapa harus aku?”

“just god who knows that!” jae joong tersenyum miris. “kita lahir tidak bisa menentukan siapa ibunya, kapan lahirnya, tempat lahirnya, dan kondisi yang diinginkan. Orang tua bayi memang ingin mempunyai anak yang sehat, cerdas, dan kuat. Mana ada orang tua yang tidak mau? Cerdas karena itu akan membuatnya dan keluarganya terlihat terhormat, sehat dan kuat karena itulah yang diperlukan untuk menggapai cita-cita!”

Yunho mencerna kata-kata lelaki di sebelahnya. Baru kali ini lelaki itu mengatakan hal tentang kehidupan. Biasanya jae joong selalu pasrah, tidak peduli dengan apa yang tuhan perbuat untuknya. Menurutnya itulah yang terbaik.

“aku memang tidak peduli dengan kehidupan ini.” Kata jae joong mengerti pikiran yunho. “tapi aku tahu jalan pikiran tuhan!”

“yeah, aku memang tidak bisa membodohimu untuk urusan seperti ini.” Kata yunho pasrah.

Dua orang itu terdiam beberapa saat. Mereka hanya menatap kosong ke arah depan. Tanpa disadari, seorang laki-laki tinggi dan tampan pujaan wanita datang sambil melemparkan bola basket ke arah yunho. Reflek yunho langsung menengok. Ingin tahu siapa yang dengan sengaja melemparkan bola itu.

“enak ya jadi kalian!” kata yoochun, lelaki itu. “tak perlu susah-susah, berlarian kesana kemari saat pelajaran olahraga!”

Yunho  tersenyum sinis. “what?! Enak? Kau kira berada dekat dengan kematian enak apa?! Malah aku yang ingin jadi sepertimu.”

“yeah, aku juga kanker loh!” yoochun mengambil bola basket yang ada di pangkuan yunho. “KANtong KERing! Hahaha..”

Candaan yoochun tak digubris oleh dua sehabat itu. Malah dua orang itu merasa tersindir karena penyakit mematikan seperti K.A.N.K.E.R itu diplesetkan. Mereka yang mengatakannya tidak tahu seberapa bahayanya penyakit berhuruf 6 itu.

“kenapa? Kalian tersindir? Ohh.. maaf! Tapi inilah kenyataannya. Kalian harus melawannya!” kata yoochun, entah menyemangati atau menyindir.

“kami sudah cukup lelah melawannya.” Jawab yunho. “kau tidak tahu betapa susahnya hidup seperti ini.”

“yeah..” yoochun menerima botol berisi air mineral dari junsu, pacar rahasianya. “aku belum pernah merasakannya! Aku penasaran bagaimana berteman dengan kematian itu.. ckckck..”

“enak!” jawab jae joong. “sangat enak! Kau coba saja. Berteman dengan kematian itu sama seperti berteman dengan tuhan. Kau bisa dekat dengannya. Apapun yang kau mau pasti terwujud!”

“kalau begitu, aku harus belajar dari kalian.” Yoochun tersenyum sambil melambaikan tangan dan langsung pergi.

“kau mengerti maksudnya??” tanya yunho, menatap jae joong di sebelahnya.

“mungkin dia punya sesuatu yang di sembunyikan.” Jawab jae joong, santai. Seperti tidak menyadari omongannya.

***

“bisa kau jelaskan apa maksudmu tadi?” tanya yunho pada yoochun, setelah pelajaran olahraga selesai.

Yoochun tersenyum. “nothing mean!” katanya sambil meneguk coca cola-nya. “entah kenapa aku benar-benar bersyukur punya teman sepertimu!”

“kenapa?”

“aku dilahirkan menjadi anak yang cerdas, pintar, sehat. Sedangkan kau dan jae joong, cerdas, pintar, tapi sakit! Apa yang perlu dibanggakan? Ckckck..”

PLAK!

Yunho langsung menonjok pipi yoochun sampai lelaki itu tersungkur kebawah. Kini yunho ada di atasnya.

“APA MAKSUDMU MENGATAKANNYA, HAH?!” teriak yunho.

Dua orang itu menjadi pusat perhatian anak-anak. Yunho terus-terusan melayangkan pukulan mematikan ke wajah yoochun.

“STOP!!!!” teriak seorang laki-laki, yang membuat dua orang itu berhenti baku hantam.

***

“ada untungnya kau melakukan itu?” tanya jae joong saat mereka berdua di kelas, tinggal berdua.

Yunho diam. Hanya menunduk dan matanya mengikuti arah gerak kaki jae joong.

“kenapa tak jawab?!” tanya jae joong sambil memukul meja keras. “ADA UNTUNGNYA KAU MELAKUKAN ITU?”

Yunho mendongakkan kepala. Ia menghentikan langkah jae joong yang berjalan mengelilinginya. Tatapan tajamnya mengarah pada tatapan tajam jae joong. Sempat ada pertarungan mata sebelum jae joong mengalihkan pandangannya dan pergi dari kelas yang sudah sepi satu jam lalu.

Besoknya, jae joong tidak masuk sekolah. Begitu juga sampai seminggu kemudian. Yunho merasa kesepian di kelas. Sendirian tanpa ada orang yang bisa diajak bicara tentang kehidupan yang makin lama makin menipis. Atau mungkin.. jae joong benar-benar sudah parah??

Yunho langsung berlari kencang ke rumah jae joong tanpa peduli teriakkan guru, satpam, dan teman-temannya yang menyuruhnya untuk tetap di sekolah. Bahkan beberapa guru sudah menyiapkan motor untuk membantu mengejar yunho yang kabur.

*jae joong POV*

“ayolah, mau apa lagi kau disini? Tidak ada waktu lagi! 2 bulan itu tidak lama, jae joong!!” kata appa.

Aku tetap diam. Tidak menyahuti. Bahkan kata-kata itu saja hampir tidak terdengar di kupingku. Aku menaikkan kaki ke atas meja. Badanku kusandarkan pada sandaran sofa yang empuk.

“maka itu aku tetap disini.” Kataku akhirnya. “aku tinggal menunggu kematian. Gampang kan?”

“joongie..” umma mengelus rambutku. “tolonglah. Jangan bersikap seperti anak kecil.”

“anak kecil?” aku menegakkan posisiku. Kuarahkan tatapanku ke tatapan umma. “malah inilah yang dimaksud dewasa. Aku sudah berpikir jauh. Apanya yang kecil?”

Appa duduk di depanku. Pancaran matanya mengisyaratkan permohonan. “ikut ke new york, berobatlah!”

Aku menggeleng. “malah aku akan menemui ajal lebih cepat. Aku masih ingin menikmati hidup. Walau hanya satu jam!”

Umma mengelus lenganku. “ayolah.. kau anakku satu-satunya. Aku tidak mau kau pergi!”

“tapi aku harus pergi.” Aku menegaskan. “tidak ada manusia yang tidak akan pergi. Pasti akan berakhir sama! Kalau begitu memang tidak usah ada makhluk di dunia. Haahh~”

“dasar anak ini! Harusnya aku tidak memberimu buku tentang kematian sebelumnya!” appa beranjak pergi meninggalkanku.

Aku memang mendapatkan pelajaran kehidupan ini dari sebuah novel, yang bercerita tentang anak penderita kanker yang menggampangkan hidup, yang akhirnya meninggal dalam keadaan menyesal.

Tapi aku tidak berpikir aku akan menyesal. Bagiku penyesalan hanyalah sebuah angin yang akan pergi lagi kalau sudah membuat orang merasa sedikit lebih sejuk.

Aku merebahkan diri di sofa. Tanganku kujadikan bantal untuk melihat langit-langit rumahku yang dianggap orang sangat bagus. Padahal itu hanya ada ukiran berbentuk galaksi.. umm.. andromeda? Dan juga rasi cassiopeia.

“JOONGIE!!!” teriak seseorang.

Aku tersadar dari lamunanku dan menoleh ke asal suara. Suara yang ku kenal. Suara berat, bass, dan—

“KEMANA SAJA KAU?!!” teriaknya panik sambil mendekatiku.

Aku hanya diam dan mempersilakannya untuk berbicara lebih banyak. Aku bosan kalau aku terus yang berbicara. Mungkin orang ini ingin memarahiku karena aku tidak masuk selama seminggu karena kondisiku yang makin parah.

Dokter sudah memvonisku akan mati lebih cepat. Aku biasa saja. Kematian adalah hal yang biasa dikalangan makhluk hidup. Bahkan makhluk yang tidak hidup seperti i-pod kesayanganku juga bisa mati kapan saja kalau ada sedikit kecelakaan.

“ku kira kau sudah mati!” kata yunho sambil duduk di sebelahku.

“ku harap juga begitu.” Kataku mengiyakan ucapannya.

“aku hanya bercanda, joongie!! Kenapa kau meresponnya begitu??” yunho memelukku. “aku kira kau sudah mati!!” terdengar isak tangis dari bibirnya.

Aku tahu ia hanya bercanda. Tapi aku juga ingin mati. Untuk apa aku hidup kalau aku hanya sendiri? Bukan.. hanya ada yunho? Jung yunho, orang yang mau mendengarkanku selama ini, orang yang mau menemaniku selama ini, orang yang mau membantuku menyadarkan kehidupanku..

“sebenarnya kau mau apa kesini?” tanyaku akhirnya.

Yunho mengangkat wajahnya. Masih ada sedikit air mata yang mengaliri wajahnya. Ia tersenyum sambil mengacak-ngacak rambutku yang tinggal sedikit. Seperti saat berumur 9 tahun dulu..

“aku ingin bertemu denganmu!” jawab yunho.

Mwo? Bertemu denganku? Dasar orang aneh!! Yunho memang suka melantur. Tapi aku melihat keseriusannya mengatakan ini. Kenapa??

“kau tahu, selama seminggu ini aku dihantui kesepian. Aku kesini juga dikejar-kejar oleh guru-guru. Aku—aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa teman seperjuanganku!” kata yunho panjang lebar.

*Jae joong POV end*

“kau tahu, selama seminggu ini aku dihantui kesepian. Aku kesini juga dikejar-kejar oleh guru-guru. Aku—aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa teman seperjuanganku!” kata yunho panjang lebar.

Jae joong mengernyit. “ternyata kau hanya menganggapku sebagai teman perjuangan ya?”

Yunho tersentak. “memangnya kau mau aku anggap apa?”

“sahabat? Mungkin? Entahlah!”

Yunho tersenyum dibalik air matanya. “dasar!! Oke, mulai sekarang aku menganggapmu sebagai sahabat. Sahabat sejati!!” yunho menaikkan satu jari kelingkingnya. “sahabat sejati! Selamanya..”

Jae joong menggigit bibir bawahnya. Menahan air mata yang sebentar lagi akan keluar. Dengan gemetar jae joong menaikkan satu jari kelingkingnya untuk dikaitkan dengan kelingking besar yunho. Dan hari itulah mereka resmi menjadi sahabat sejati.

“aku tidak janji akan selamanya!” kata jae joong. “tinggal sedikit waktuku di dunia..”

Yunho tersentak. “apa maksudmu??”

Jae joong tersenyum tanpa sadar. “yeah.. beberapa minggu lalu dokter shim memberitahukan umurku yang tinggal menghitung minggu.. haahh..”

*yunho POV*

“yeah.. beberapa minggu lalu dokter shim memberitahukan umurku yang tinggal menghitung minggu.. haahh..”

Kenapa anak itu masih bisa santai dengan umurnya?? Aku benar-benar tidak bisa membaca jalan pikiran anak itu. Ia meninggalkan kesan yang tidak menarik agar orang-orang tidak mengingatnya dan menjadikannya kenangan, ia selalu mengatakan tidak pernah menyesal..

“sekarang kita bukan berlomba untuk hidup lebih lama. Tapi mati lebih cepat..” kata jae joong. “mungkinkah aku duluan?”

Aku diam. Aku tidak mau menanggapi hal gila seperti ini. Untuk apa juga aku memikirkan kematian? Lebih baik menunggu Tuhan yang akan menjemput kita nanti. Kematian itu takdir. Untuk apa takdir dijadikan taruhan?

“kita keluar?” tanya jae joong dengan wajah ceria.

“hah??” aku bingung melihatnya cepat merubah mood-nya.

“kita keluar. Sebelum aku tidak bisa keluar lagi!”

Yunho pun langsung berdiri mendengar sahabatnya mengajak keluar. Itu berarti jae joong sudah mengerti pemanfaatan waktu sebelum mati.

TBC

Apakah yang akan terjadi setelahnya??

Semoga aja bakal beneran 2SHOOT.. haha.. di part 2 insya allah ada NC dan saya protect..

Oh ya,, saya udah ganti nomer loh jadi 085697824342.. jadi kalo mau ngirim mario tinggal SMS itu aja *plakk

Gomawo 4 understanding^^

Maap kepanjangan..


I Know i’m Wrong,But i’m still Loving U/Epiloq/Junsu view/1S


Back whit epiloq nya!!!^^
Kekekeke moga suka ini akan jadi FF yang paling pendek kali yah!!!,hahahahaha baca aza dah 😀

Titel:Sorry,I know i’m wrong,but i’m still loving U Epiloq Junsu View

Genre:Angst,PG-15

Cast:Yoochun X Junsu,

Disclaimer:Mereka punnya tuhan,namun FF ini adalah FF saya,jadi no CoPas 😀

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“Chunie……”Panggil Namja imut pelan,sambil mengulurkan tangan kanannya ke arah sang Tambatan Hati

”Waeyo Chagia???”Jawab sang Namja Tampan sambil menggenggam tangan sang Kekasih yang terulur

“Aku…………….tak kuat lagi!!!,cepat pergilah…….”Lirihnya,matanya mulai tertutup perlahan,”Saranghae……….”Bisiknya,lalu gengaman tanganya mulai melemah

“Aku tak akan pernah meninggalkanmu,aku akan selalu mencintaimu,aku tahu aku salah,namun aku tetap mencintaimu!!!”Ucap Sang namja pelan

‘BRAK’

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“Kring……….Kring………..Kring’

“Ahh…….”Igau Dua orang Namja bersamaan,namun berada di tempat yang berbeda

“Mimpi lagi………..”Guman Namja yang Berwajah Tampan,sambil menggosok wajahna Kasar

“Yoochun itu siapa sih???,Kok selalu muncul dalam mimpiku???”Ucap seorang Namja imut,lebih-lebih pada dirinya sendiri

“Mimpi yang aneh!!!”Guman Keduanya bersamaan kembali,lalu beranjak ke kamar mandi masing-masing

“JUNSU-AHH!!!!!!!!!!!!!,PALLI………………….KAU MAU KAMI TINGGAL HAH???”Teriak Seorang Namja cantik kepada anak tertuanya,yang belum saja keluar dari kamarnya

“NDE UMMA!!!,CHANKAMAN!!!”Balas Namja imut yang di panggil Junsu tadi,lalu bergegas keluar dari kamarnya membawa dua buah koper besar

“Lama sekali???”Tannya Ummanya sesaat Junsu sampai di hadapannya

“Mianhe umma!!”Sesal Junsu

“Gwenchana,ayo palli kita berangkat ke rumah baru!!!”Girang Umma Junsu,seperti anak-anak

“YA!!!,Boo…..jangan seperti anak kecil!!,sadar umur!!!”Ingat Appa Junsu,kepada istrinya,yang lebih bersemangat dari pada anaknya sendiri

“U’umm,benar kata Appa Umma!!!”Anak Bungsu menambahkan

“HYA JUNG YUNHO!!!,SHIM CHANGMIN!!!,KALIAN TAK DIAM,KALIAN TAK AKAN DAPAT MAKAN DAN UANG JAJAJN SEBULAN!!!”Teriak Umma Junsu Kesal

“Hya….BooJaejong!!!,Aku bercanda!!!,jangan marah ya!!,otte???”Bujuk Yunho pada sang istri

“Nde Umma,jangan marah ya…..,Nanti cantiknya Umma berkurang loh!!!”Rayu Changmin

“Hya….sudahlah!!,kapan kita berangkatnya Hah???”Penengah Junsu

“Ya sudah!!,palli kita berangkat!!”Suruh,lebih tepatnya perintah Jaejong pada sang suami

“Nde…”Jawab Yunho malas-malasan,lalu mereka semua memasuki mobil sedan merah keluarga mereka

“Selamat tinggal My sweet Home!!”Bisik Junsu pelan,sambil menatap rumah tempat lahirnya,sesaat sebelum menutup pintu mobil

“Appa,rumah yang akan kita diami itu,bagaimana sih???”Penasaran Changmin

“Hmm………..Appa juga tak tahu pastinya!!!,yang Appa tahu,rumah itu sangat indah,dan juga memiliki kisah tersendiri!!!”Jawab Jung Yunho,sambil terus mempokuskan diri menatap jalan raya

“Kisah apa??”Kali ini sang Umma yang penasaran

“Kalau tak salah,rumah itu dulu pernah di diami,seorang keluarga,yah sekitar 40 tahunan yang lalu!!!,Pemilik rumah itu memiliki seorang Anak laki-laki yang Tampan,dan Juga memiliki seorang Anak Tiri Laki-laki yang Imut,dan ceritanya bahwa Kedua anak itu saling mencintai!!”Jawab Yunho

“Apakah mereka jatuh cinta,saat mereka sudah menjadi saudara??”Junsu ikut penasaran

“Tidak!!,mereka sudah lama saling mencintai,namun karena pernikahan kedua orang tuanya,mereka memutuskan memendam rasa cinta mereka!!,Dari pada mengorbankan Orang Tua mereka!!!”

“Terus”Desak Jaejong

“Akhirnya mereka saling menutupi perasaan masing-masing!!!,3 Tahun mereka bisa bertahan menyimpan perasaan mereka!!,3 tahun juga mereka harus merasakan sakit!!,dan kalau tak salah sih katanya sang Namja Tampan sudah mempunyai kekasih lain,namun walau dia memiliki kekasih lain,Dia tetap mencintai Saudara Tirinya!!”

“Akhirnya??”Changmin tambah penasaran

“Akhirnya,mereka berdua mati dalam kebakaran!!!,Di rumah itu!,Mayat mereka berdua di temukan dalam ke’adaan Hangus,namun ada sesuatu yang membuat semua orang tersentuh!!”

“Apa??”Penasaran Jaejong

“Tangan mereka berdua masih terjalin,walau kebakaran itu membuat mereka berdua mati,namun………..mereka tetap saling mencintai sampai akhir hayat mereka!!”Jelas Yunho

(“Chunie……”Panggil Namja imut pelan,sambil mengulurkan tangan kanannya ke arah sang Tambatan Hati

”Waeyo Chagia???”Jawab sang Namja Tampan sambil menggenggam tangan sang Kekasih yang terulur

“Aku…………….tak kuat lagi!!!,cepat pergilah…….”Lirihnya,matanya mulai tertutup perlahan,”Saranghae……….”Bisiknya,lalu gengaman tanganya mulai melemah

“Aku tak akan pernah meninggalkanmu,aku akan selalu mencintaimu,aku tahu aku salah,namun aku tetap mencintaimu!!!”Ucap Sang namja pelan)

“Ahh………”Eluh Junsu,saat sekelebat bayangan yang selalu muncul di mimpinya,tampak nyata dalam ingatannya,”Siapa Namja itu???”Bisiknya

“Kau tahu dari mana Yunnie???”Tannya Jaejong

“Aku mendengar dari penjaga rumah itu,katanya dia mendengar cerita itu dari orang tuanya!!!,dan orang tuanya merupakan salah satu sahabat Almarhum!!”

“Owh………….”

“Yosh…….kita sudah sampai!!!,keluarkan barang kalian!!”perintah sang Appa,sesampainya sedan merah itu di depan sebuah rumah bergaya Eropa clasic,namun tak meninggalkan kesan Korea di dalamnya,di dominasi dengan Cat Putih,dan tanaman hijau yang indah,membuat rumah itu sungguh cantik

“Aigooo……….Bagus sekali!!!!”Kagum Junsu sambil memperhatikan setiap sudut rumah itu

Yunho dan Jaejong tersenyum,”Baguskan!!,rumah ini di perbaiki lagi,setelah kebakaran,tanpa merubah satu incipun bentuk dari rumah yang lama!!!”Jelas Yunho

“Ayo masuk!!!,bawa tas masing-masing!!”Ingat Jaejong,lalu mereka sekeluarga masuk kedalam rumah itu

“Waw……….dari luar saja sudah bagus!!!,di dalamnya rupanya tambah bagus lagi ya!!!”Kagum Changmin,sambil melihat-lihat interior rumah itu

“Tentu saja!!,Nah kamar Kalian berdua di lantai atas!!!,kamar Changmin pintu pertama,dan Kau Junsu pintu ke’dua!!!,Otte???”

“Nde umma”Jawab mereka serempak lalu,sama-sama ke atas,memastikan keadaan kamar masing-masing

‘SRAK’

“Umm………udaranya lumayan sejuk”Ucap Junsu,sesaat setelah membuka Jendela gesernya,”Kamar siapa ya itu???”Guman Junsu,saat melihat sebuah jendela yang berada di seberang kamarnya,”Apakah tampan???”Gumannya lagi,sambil berpangku tangan di Jendela

‘SRAK’

Jendela kamar sebelah terbuka,nampak seorang Namja Tampan menatap kaget ke arah Junsu,Junsu juga tak kalah kaget,mereka berdua seakan mengalami De Javu

(”Gumawo~……^^,kenalkan aku Kim Junsu,kelas 2SD!!!!!!!”Kenalnya sambil membungkuk hormat

“Hihihi,aku Park Yoochun,kelas 3SD,sepertinya aku lebih tua dari mu^^!!!!!!!”Balas anak lak-laki ber’Hoddy merah bernama Yoochun,sambil mengacak rambut anak laki-laki ber’Hoddy biru di depannya yang bernama Junsu

“Nde,jadi aku akan memanggilmu Hyung~^^!!!!!!!,senang berkenalan denganmu Hyung!!!!!!!”

“Sama-sama!!”

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
“Kalau beitu pacaran saja dengan Junsu,Junsu masih nganggur kok!!!”Enteng seorang Namja cantik,yang membuatku terhenyak

‘Hei jangan se’enaknya menjodohkan Junsu ku,eh apa tadi Junsu ku??,sadarlah Park Yoochun,dia adik mu!!’Maki ku dalam hati

“Itu tak akan terjadi,bila Junsu tak bisa melupakan cinta pertamanya!!!”Jawab Changmin sambil melihat ke arah Junsu,yang wajahnya sudah mulai memerah menahan malu,yang membuat kerutan samar di keningku

“Diam lah,Shim Changmin,ini bukan urusanmu!!!”Kesal Junsu sambil menatap tajam Changmin,tanpa bisa menyembunyikan semburat merah di wajahnya,dan yang di omeli hanya mengangkat bahu tak peduli,”Hyung kenapa ke sini??”Tannya Junsu sambil menatap ke arahku

“Ingin mengajakmu pulang bersama,bisakah???”

“Umm,nde!!,ayo kita pulang,tak usah mendenarkan ocehan gla orang-orang ini!!!”Katanya sambil menarik tanganku keluar dari kelasnya

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

”Umm….memangnya siapa cinta pertama mu???”Tannyaku akhirnya sambil menatap wajahnya,sambil menghentikan langkahku,ku lihat dia sedikit terkejut lalu menundukan kepalanya dalam

“Memangnya kenapa Hyung???”Tannyanya pelan,sambil menunduk

“Hanya penasaran!!”

“Nanti saja Hyung,tunggu sampai aku sudah siap,untuk menjawabnya!!!”Jawabnya sambil tersenyum lembut,lalu berjalan duluan meninggalkan diriku

“Su-ie…………….entah kenapa ku harap Namja itu aku,walau ku tahu ini salah,tapi bolehkan aku berharap”Bisikku pelan,sambil menatap punggung Junsu yang kian menjauh

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“Jadi karena Euhyuk-hyung sibuk Hyung mengajakku??”Tannyaku sedikit cemburu,’Hei Junsu tak ada Hak untukmu cemburu’Teriakku dalam hati

“Umm aniyo,memang rencananya aku mau mengajakmu ke sini hari ini,sekalian bersama Hyukie juga,tapi karena Hyukie sibuk,yah kita berdua saja,Hmm……”Dia menatapku sambil tersenyum,”Mau kan???,Anggap saja kita sedang berkencan!!!”

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“SARANGHAE!!!”Teriak Yoochun,menarik perhatian orang lain

“Aigo……pelankan suaramu Chunie!!!,itu memalukan!!!”Malu Junsu sambil mendelik marah Ke arah Yoochun,walau tak bisa di pungkiri kini wajahnya memerah

“Aku akan terus berteriak!!,sampai kau menjawabnya!!!”Ngeyel Yoochun,yang sudah siap-siap ingin berteriak lagi

“Stttt………”Junsu langsung membungkan mulut Yoochun dengan kedua tangannya,”nde….nde……,Nado saranghae!!”Ucap Junsu pelan,sambil menundukan kepalanya malu,wajahnya sudah semerah tomat

“Eh???”Kaget Yoochun,seakan tak mempercayai pendengarannya

“Ikhh……..Nado Saranghae!!!,Kalau tak mendengar lagi,ya sudah tak jadi!!!”Ngambek Junsu sambil membalikan badanya dan cemberut

Yoochun terkekeh pelan,lalu membalikan badan Junsu menghadapnya,”Nde,mulai sekarang kau Nae chagia!!!,Nde??”

“Umm”Angguk Junsu malu-malu

Yoochun kembali terkekeh pelan,lalu memluk Junsu Hangat,”Aku tak akan meninggalkanmu,aku akan selalu ada untukmu!!!”Bisik Yoochun pelan di telinga Junsu

“Aku percaya padamu!!”Balas Junsu sambil menengelamkan kepalanya di pelukan hangat Yoochun

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“Ku rasa kau tahu jawabnya!!!”Jawabku sekenannya

Yoochun memejamkan matanya,lalu di tariknya tubuhku mendekat,dan di peluknya aku,’Hangat’

“Biarkan seperti ini Chagi!!!”Ucapnya pelan,sambil menyembunyikan wajahnya di perutku

Ku bungkukan tubuhku,sehingga aku bisa memeluknya,”Mianhe………ku rasa kita harus mengakhiri hubungan ini!!!”Ucapku,dan dengan segera air mata itu tumpah dari mataku)

Sekelebat bayangan di mimpi mereka,kembali menyeruak,saat pandangan mata mereka bertemu,semua mimpi yanhg terus menghiasi mimpi mereka berdua,gambaran yang mungkin dari masa lalu mereka,kembali menyeruak saat kedua orang tiu bertemu,setelah terdiam beberapa lama,mereka berdua mulai bertukar senyum

“Tetangga barukah??”Sapa Namja Tampan di sebrang

“Umm,Junsu ibnida!!!”Kenal Junsu sambil tersenyum Manis

“Yoochun Ibnida!!”Yoochun tersenyum tak kalah manisnya

Di sinilah awal Hubungan mereka di Mulai dan Di akhiri pada masa Lampau
Dan sekarang Takdir kembali mempertemukan mereka di tempat Yang sama,walau di waktu yang berbeda,dan mungkin juga kan akhir yang berbeda?

END
JUNSU VIEW IS END
MOHON COMENT NYA^^
YANG SUJU COUPEL,SAYA MENTOK DI BAGIAN KANGTEUKNYA
HAHAHAHHA