fanfiction for our soul

Posts tagged “yoosu

Satu Hubungan [1shoot / YooSu]


Sequel dari “Still have dolphin”

DB5K (c) 2003 SMEnt.

by intan9095

Warning: mengandung tentang pengidap penyakit Skizofrenia (secara kejiwaan), typo(s), OOC (semoga enggak ada).

Author’s note:  MOHON MAAF, sekali lagi MAAF karena fanfic yang berjudulkan XIAH “also kill the bastard like you” akan saya tarik lagi, sekaligus menghapusnya dari blog ini saja. Karena setelah membaca ulang secara keseluruhan, fanfic tersebut fokus pada pair STRAIGHT, walau nantinya akan bermunculan pair JunChun, YunJae, SaiMin, dsb, walau kemungkinan berEndingkan Boyslove (entah mau menjadi pair yang bersama atau terpisah), sekali lagi inti cerita tersebut adalah STRAIGHT.

Mohon maaf semuanya atas kecerobohan saya >< Sekali lagi maaf, bagi yang masih berminat untuk membaca, bisa dilihat dari note FB saya ^^ Terimaksih.

##

Aku terperangah. Takjub sungguh pada dua objek yang ku lihat sekarang. Melikuk-likuk dan melompat-lompat melewati setiap cincin dan mendarat kembali, menghasilkan banyaknya gemercik air yang menerpa kulitku. Ternyata, tidak ada salahnya untuk mengikuti usul ‘dia’ untuk seperti ini.

Ah, sudah hampir berjam-jam terlewati, aku benar-benar telah terhipnotis, mungkin? Bahkan sama sekali tidak merasa jengah. Tidak akan. Aku merasa sepertinya dua objek itu tengah bernyanyi di setiap atraksi mereka. Aku berpendapat demikian. Namun sepertinya sosok di sampingku saat ini berbeda haluan—dalam pendapat…

“Yoochun-ah! Lihat itu! Lihat!” jari telunjuknya menunjuk sebuah objek yang sedang mencoba mendekati tepian kolam mendekati kami. Wow, makhluk ini manis sekali. Sedikit menyilaukan akibat terik sinar matahari, tidak menyulitkan juga untuk melihatnya lebih dekat.

“Boleh aku pegang?” tanyaku pada sang pawang. Cukup satu anggukan, perlahan aku mengulurkan tanganku, menyentuh kulitnya yang licin dan basah. Ia bersuara. Ini yang ku sebut ia sedang bernyanyi. Kenapa? Itu…

“Aku mau pegang juga, Yoochun! Jangan curang!” sebuah tangan lainyapun ikut terulur. Ikut merasakan lumba-lumba abu-abu putih ini. Aku merasa sepertinya lumba-lumba ini baru saja tersenyum lebar, ada kecendrungan seperti mengatakan sesuatu yang tidak aku pahami. Maka aku hanya mengernyitkan kening. Lain halnya dengan pemuda di sampingku ini, ia seperti benar-benar mengerti bahasa lumba-lumba, terus tersenyum dan sesekali berbicara sendiri. Aku kembali menarik tanganku. Ia melirik ke arahku, lalu iapun ikut menarik tanganya. Aku hendak mengambil handuk dari dalam tas untuk membersihkan tangan yang masih terasa licin, namun ia menghentikan gerakanku dengan menahan pundak ku.

“Jarang sekali kamu menyentuh lumba-lumba lho. kalau di bersihkan, percuma saja barusan kamu menggoda lumba-lumba itu. Hahaha!”

Aku berani bersumpah. Dia dapat melihat air wajahku yang begitu memalukan saat ia tertawa barusan. Bagaimana tidak? Ia tertawa lepas dengan wajahnya yang masih basah oleh gemercik air barusan serta efek cahaya yang entah dari lampu di sekitar sini atau memang dari matahari atau dari dirinya sendiri? Apapun itu, ini yang aku sebut barusan.

Ia tertawa seperti lumba-lumba, ia bernyanyipun tak akan pernah lepas dari oktaf-oktaf lumba-lumba. Sifatnya yang periang dan selalu pada jalan positif di benaknya adalah kunci dari setiap keberhasilan yang ia dapat.

Aku sangat bersyukur saat ia mengatakan bahwa hanya aku sahabat pertama dan mungkin sahabat terakhirnya pada masa berkepanjangan ini *lebay*. Ku anggap itu guyonan buatanya. Tapi yang aku dapat hanya pukulan telak di pelipisku karena tidak mempercayainya. Sejak saat itu aku telah mengetahui semuanya. Ia hanya sendiri dan benar-benar kesepian. Semua temanya telah mengkhianatinya. Ironis.

Ia kembali bertaut pada lumba-lumba yang masih berdiam diri di tepian menyaksikan kami berdua yang sibuk adu argument.

“Baiklah, memang itu kemauanmu, sayang sekali.” Ia bangkit berdiri dan membenahi barang-barang yang tergeletak tidak beraturan di lantai. Menenteng tasnya kembali lalu pergi meninggalkan tempat.

Buram…

#

Yoochun membeku di tempat dalam beberapa detik, kekosongan terhadap pandanganya berubah jauh seperti memicing. Ia berdiri lalu melirik pada kolam di sampingnya, seringai kecil tampak di wajahnya…

#

Yoochun POV

Ada satu hal yang masih terbesit di pikiranku, mengapa panggilanku untuk memintanya kembali tidak di hiraukan? Aku rasa dia dapat mendengarnya dengan baik.

Setelah mengucapkan salam hangat pada pawang, aku langsung ikut menyusulnya. Tak seperti yang di harapkan, dia sudah berjalan jauh sepertinya. Aku tidak dapat melihat siluet bayangnya sama sekali. ‘Apa ini perasaanku saja ya? Bukankah barusan itu jalan arah renovasi tegangan tinggi?’pikirku. Ya, ini memang jalan yang sudah memasuki daerah alat-alat berbahaya. Memang sejak kapan dia berani mengarah pada hal beginian? Aku harus mengejarnya, anak itu selalu nekat.

“Ah, apa ini?”

“Junsu-ah!”

Kenapa dengan bocah itu? Dia sedang dalam situasi tidak memungkinkan. Berdiri yang dekat pada tabung besar berisi bahan bakar dan kabel-kabel listrik yang berbelit di sekelilingnya. Junsu? Ia sedang berjongkok memunguti sesuatu di bawah sana, aku langsung mendekatinya. Namun ternyata ia sudah dalam posisi berdiri lagi dan berbalik. Mimik wajahnya berubah menjadi sangat ceria begitu melihatku. Ia langsung berjalan cepat ke arahku, langkahnya terhenti.

Aku memang sedang tidak salah lihat, bukan?

Kakinya terbelit oleh kabel listrik barusan. Ya memang hanya terbelit. Namun apa selanjutnya itu yang membuatku entah berpikir kemana dengan tidak menentu. Beberapa teriakan dari konduktor—terlihat seperti itu di sekitarnya, meneriakinya untuk melepas sepatu semacam boots kulitnya dan pergi lari. Aku yakin sebenarnya Junsu mendengar itu semua, tetapi dia tetap bersikeras menarik-narik kakinya penuh kepanikkan. Sangat panik sampai kakinya benar-benar terikat pada simpul kabel.

Aku membeku di tempat. Seakan pembuluh darahku berhenti menyalurkan sel-sel darah dari dalam tubuhku pada jantung yang hanya memompa dilema. Banyak sekali potongan-potongan kisah yang tiba-tiba menyusup ke dalam pikiranku, dimana salah satunya adalah sesaat sebelum Junsu keluar dari wahana atraksi beberapa waktu,

Bukan. Tetapi beberapa tahun lalu…

Flashback on

“Aku tidak terlalu menginginkan ini semua, sungguh. Ta-tapi aku sangat bersyukur kamu mau berteman untukku…”

“Ja-jadi, kamu sudah tahu ‘kan penyebab aku tidak mempunyai teman sampai saat ini? Maksudku, aku tidak tergantung pada penyebabnya. Tapi aku penah membuat sebuah permohonan saat ulang tahunku, itu… ya, agar kamu tidak menjauh dariku karena — Hehehe..”

Flasback off

Mengharukan sekali, aku tidak mengingat utuh apa yang ia ucapkan di kelas saat pelajaran selesai. Padahal saat itu aku berkonsentrasi penuh pada apa yang ia katakana sampai membuatnya menjatuhkan bulir-bulir air mata yang tak pantas ia keluarkan sebagai lelaki.

Kepalaku di buat sakit untuk mengingat itu semua sampai aku melupakan sosok yang sedang di ambang pengakhiran hidup di hadapanku yang begitu lemah tak bisa berbuat apa-apa. Semakin ramai, semakin di kerumungi pengunjung. Ini bukan tontonan!

“Aaaaahh!”

Aku dapat mendengar teriakanya, teriakan yang mengingatkanku pada lumba-lumba barusan. Ya, perlahan aku mulai mengingat itu semua. Tetapi, tidak tepat pada waktunya sampai saat tabung itu jatuh dan tumpahlah semua isi tersebut. Ada beberapa pesan yang barusan dipampang sebelum berbelok pada jalan panjang ini.

Mungkin aku sedang berkhayal jika ternyata semakin jelas suara-suara gemuruh seperti lebih dari seorang di dekatku—kenyataan di sini semua dalam masa keheningan. Aku merasa seperti ada sebuah kehangatan yang merengkuhku sampai aku melihat sinar matahari mulai berubah memerah darah, aku tidak peduli.

Ya, aku dapat memastikan semua janjiku untuk Kim Junsu akan berakhir di sini. Aku memang sudah tidak bisa menepati janji saat listrik itu bereaksi oleh cairan minyak yang menjalar hingga terbakar sudah apa yang ada di hadapanku. Awal adalah ledakan setelah seseorang memanggil namaku penuh harap lalu terakhir adalah lautan api yang bersulut-sulut hingga melahap semuanya. Jeritan-jeritan memilukan ikut menyertai pemandangan na’as tersebut.

“Tuhan…”

Akhir dari semua ini adalah saat dimana tubuhnya jatuh, di dekat kakiku dengan keadan yang sangat mengerikan, bahkan untuk di lihatpun tak layak, sangat. Lalu barulah semua itu muncul, sinar barusan semakin terang dan terlalu cepat dan sangat cepat, semakin silau…


“Chun…”

.

“Chunnie…”

.

“Chunnie-ah!”

.

“Yoochun! Yoochun! Sadar! Hei!”

Apa itu barusan? Sebuah tangan sudah merengkuhku dan menepuk-nepuk pipiku dengan hebat sampai sakitnya tak terhingga. Aku tidak bisa membuka kedua mataku, terlalu berat dan ya, aku sepertinya menangis dalam keadaan seperti ini.

Telingaku dapat mendengar banyaknya suara yang begerumuh di sekitarku, entah itu wanita maupun pria, yang jelas jumlahnya terlalu banyak, salah satunya suara Junsu.

“Jangan membuatku tambah khawatir! Park Yoochun!”

Aku membuka kedua mataku perlahan, sangat pelan sampai rengkuhan pada tubuhku mengerat. Basah, tubuhku terasa basah dan rambutku lumayan berat akibat menyerap banyak air. Dan hal pertama yang aku lihat saat semua jelas adalah sosok Junsu yang tersenyum penuh arti dan mengehala nafas lega begitu melihatku. Ia basah, sama sepertiku, sebenarnya apa yang terjadi? Bukan hanya dia, pawang yang barusan aku lihat saja ikut menghela nafas lega dengan beberapa orang lainya yang tidak aku kenali.

“Lain kali jangan tiba-tiba menceburkan diri ke kolam ya! Untung lumba-lumba itu menangkap tubuhmu cepat, kalau tidak, entah aku dapat melihatmu bernafas lagi atau tidak sekarang!”

Dan aku mulai mengerti apa dari yang aku alami barusan. Terlalu terbawa dalam pikiran sendiri sampai aku melakukan tindakan berbahaya dan membayangkan hal itu terjadi pada Junsu. Aku mulai mengerti mengapa ia di jauhi teman-temanya. Aku mengetahui sekarang posisi akulah yang seharusnya di jaga dan bersyukur mendapat sahabat terbaik sepertinya, membawaku pada tempat yang sesuai dan mengetahui semua kelemahan dan kelebihanku.

Mungkin memang selayaknya untuk di jauhi karena akan berakibat fatal. Namun aturan tersebut sama sekali tidak berlaku untuknya, ia menyayangiku dan sebaliknya. Menerima apa adanya karena ini atas Tuhan yang mentakdirkan.

“Gomen, Junsu-ah,” tanpa sadar kedua pipi itu bersemu ketika aku mengecup bibirnya sekilas.

#

OMAKE

JBUURRR!

Junsu menghentikan langkahnya. Ia segera berbalik begitu mendengar suara keras dari arah belakangnya, perasaanya memang dari awal sudah buruk ketika meninggalkan Yoochun di sana. Ternyata memang benar, tiba-tiba saja Yoochun berlari mendekati pinggiran kolam dan melompat hingga beberapa orang di sana yang tersisa terkejut.

Beberapa lumba-lumba di dalam kolam sana segera mengejar tubuh Yoochun yang semakin tenggelam ke dalam, jauh… membiarkan air terhisap ke dalam tubuhnya…

“Yoochun! Yoochun!” jerit Junsu sembari melepas tasnya dan melemparnya sembarang. Ketika ia hendak ikut melompat, sebuah tangan menahan dirinya…

“Jangan lakukan itu, sudah aku minta pada mereka untuk menolong temanmu.” kata pawang tersebut menunjuk ke dalam kolam—lumba-lumba.

Junsu terdiam, beberapa saat kemudian tubuh Yoochun terlihat mengambang di sana…

#

“Arigatou.. hmm…”
“Panggil saja Changmin.”

“Ah ya Changmin, aku berterimakasih banyak. Jika kamu tidak cepat meminta lumba-lumba itu mengejar Yoochun, mungkin aku sudah kehilangan dia sekarang. Sekali lagi, aku berterimakasih banyak!” Junsu membungkuk sedalam-dalamnya.

“Tidak perlu membungkuk seperti itu tuan…” Changmin segera membetulkan posisi Junsu untuk kembali berdiri tegak. “Yang penting sekarang temanmu sudah tertolong dan baik-baik saja bukan?”

Junsu mengangguk cepat lalu tersenyum hangat. Tak berapa lama kemudian ia kembali menunduk. Mereka berada di depan tempat dimana para pengunjung yang menerima kecelakaan untuk menetap di situ *aye kaga tau namanya apa -,-*, hari menunjukan petang.

“Kalau boleh tahu, kenapa dengan temanmu?”

Junsu menghela nafas panjang lalu tersenyum kembali, “Tidak ada apa-apa, dia frustasi mungkin atas kepergianku barusan, hehehe.”

‘Dasar bocah kepedean’ pikir Changmin. “Ah, aku serius~”

“Yayaya, itu rahasia, nanti akan kuceritakan jika kita sudah saling mengenal, hmm.. hampir 10 tahun!”

Changmin jawsdrop. Junsu menepuk bahunya, “Aku mengenalmu tuan Shim. Jangan pura-pura, dulu kita satu tempat kerja bukan? Aku ingat kamu orang yang seenaknya merubah atmosfir di pub saat aku berusaha menenangkan Yoochun. Memangnya kita mau kawinan apa?” lalu mendorong bahunya keras yang hampir saja Changmin oleng.

“Hahaha! Aku kira kamu sudah lupa, padahal sudah 2 tahun loh kita enggak reunian lagi. Ya aku lakukan itu karena aku rasa kamu seperti istri pengganti kekasih Yoochun, dan… hati-hati dalam mengucapkan antara kawin dengan menikah ya, beda makna loh~” Changmin mengacak-acak rambut Junsu sambil tertawa renyah, sedikit ada senyum misterius di wajahnya. Junsu menepis tangan Changmin lalu mendengus.

“Dasar mesum! Piktor! Racun dunia!” umpat Junsu.

“Ngaco.”

“Apapunlah, aku mau membawa Yoochun pulang dan ka—”

“Aku memang tidak mengenal Yoochun secara baik-baik. Tapi aku tahu kamu denganya sudah bersahabat baik hampir 25 tahun. Lain halnya denganku, aku juga tidak tahu jelas bagaimana perasaanmu ketika tahu dia memang sedang ‘sakit’. Tapi aku tahu kamu menyimpan rahasia di balik hatimu yang sesungguhnya, Junsu. Dia juga merubah hidupmu. Begitupun sebaliknya…”

Changmin mendekati Junsu lalu memegang kedua bahunya, “Persahabatan kalian sangat kuat dan aku berpikir tidak hanya cukup jika hanya di pegang oleh 2 orang, jika boleh.. boleh aku ikut bergabung? Aku ingin membantu meringankan beban kalian. Terutama Yoochun, pasti suatu saat nanti ‘penyakit’ itu hilang, dia akan kembali normal. Betul?”

Junsu tidak dapat berekspresi apapun lagi, entah harus bahagia atau sedih atau bagaimana, ia hanya tersenyum lebar lalu mengangguk,

“Tentu! Dia pasti sembuh! Pasti! Dan kita akan bersahabat! Changmin, terimakasih!” Junsu berhambur memeluk Changmin dengan hal yang paling tidak ingin diperlihatkannya. Menangis.

Iklan

In Library [YooSu]


Disclaimer: DB5K (c) 2003 SMEnt.

Rate: T (jaga-jaga M)

Warning: OOC, OOC, OOC, AR, AU, typo(s), abal, DRABBLE.

(c) intan9095

##

‘Aku ngantuk!’

Junsu membantin sembari mengerjapkan matanya berulang-ulang kali. Rasa kantuk mulai merajainya di waktu yang tidak tepat. Junsu sengaja mengambil tempat di perpustkaan ini tepat saat pulang sekolah barusan, tepatnya hari Kamis sore dini hari. Karena besok ia harus dihadapi dengan berbagai kajian dari IPA, termasuk Fisika, yang ia berharap segera saja musnah dari muka bumi.

Ada satu hal yang membuatnya tidak bisa konsentrasi, hal yang membuatnya terus memijit keningnya dan terus berulangkali mendorong seseorang di sampingnya yang tak pernah berhenti untuk…

“Yoochun-sshi, menjauh sekarang,”

“Ti-dak. Ma-u,” yang bersangkutan tetap pada posisinya, kembali melanjutkan ‘kegiatanya’. Junsu jawsdrop.

Geez, cukup!”

Junsu meletakkan buku tebal dari tanganya di atas meja dan menggunakan kedua tanganya untuk mendorong Yoochun sejauh mungkin dari yang sekarang. Ia benar-benar ingin cepat menguasai setidaknya beberapa materi, andai pemuda berambut sedikit curly dengan sedikit warna blonde tersebut tidak terus saja menciuminya tanpa henti; kuping, pipi, sudut mata, hidung lalu turun ke tangan dan kembali ke leher dan parahnya Yoochun memberinya hickey dalam jumlah banyak pula. Sementara tangan lainya mengalungi leher Junsu dan membelai pipinya lembut. Terus berulang-ulang dan sepertinya tidak akan berhenti.

Kali ini, lidahnya kembali menjilati leher jenjang Junsu bak es krim lalu menggigitinya, “Loe enggak perlu khawatir sama keperjakaan loe, gue nggak bakal nyerang kemana-mana kok, hehe, hmm” tangan lainya sibuk berkutat pada ponsel, jari-jarinya menekan setiap tombol member pesan pada ibunya bahwa ia tengah belajar bersama Junsu yang memungkinkanya akan pulang larut malam.

“Sialan, enggak bisa, gue tetap aja khawatir dan lebih baik loe duduk di hadapan gu—”

Tiba-tiba Yoochun menarik pundak Junsu. Memutarnya hingga mereka sekarang berhadapan dengan jarak yang lumayan dekat.

“Nah, sekaranggue sudah ada di hadapan loe, ‘kan?” koorYoochun dengan wajah berseri-seri.

“Tuhan,” semakin lama, Junsu berpikir orang di hadapanya sekarang sedang bergurau atau memang bodoh? Junsu kembali membetulkan posisinya dan berkomat-kamit dalam hati agar benar-benar bisa fokus pada—

“I-idiot!? ” namun sepertinya ulah Yoochun semakin menjadi yang mulai menjilati kupingnya lalu mengigitnya. Lengan kirinya terangkat dan kembali mengalungi leher Junsu membuatnya melenguh pelan.

‘Baiklah,harus bisa konsen dan terasi—ehm, konsentrasi!‘ pikir Junsu mengabaikan ciuman-ciuman Yoochun yang mulai mendarat di kelopak mata kananya.

“Junsu,”

“hm,”

“Junsu-chan~”

“…”

“Park Junsu!”

“Hoek!”

“Oke, Junsu wa Yoochun no waifu~”

“…” *lempar golok*

“Junsu!”

“HAH!?”

Yoochun menciumi ujung bibir Junsu lalu berbisik, “Yakin nggak mau ambil kunci jawaban di kantor saja?”

“Brengsek, loe pikir gue bakal menjelma kayak loe yang sehari-harinya hanya mengandalkan contekkan, menyogok guru, or semacamnya?!”

“Ayolah, loe itu menyimpan kharisma, sekali kedip beres kok!” Yoochun mulai mengirup dalam-dalam wangi rambut Junsu, tanganya masih membelai lehernya.

Junsu menggelengkan kepala, kembali membaca setiap deretan kalimat dalam buku.

“Junsu~”

Yang dipanggil menghiraukan panggilan Yoochun. Akhirnya ,Yoochun mengambil insiatif; mendekatkan wajahnya lalu mengecup pelan kedua bibir Junsu yang menjadi incaran utamaYoochun sejak tadi. Hanya kecupan singkat dan dia masih mendapati Junsu tetap pada pandangan SANTAI kearah buku.

Sebuah ide (gila) muncul. Yoochun semakin merapatkan diri menautkan jari-jarinya pada jemari Junsu yang di simpanya di atas buku. Junsu tampak tidak mempedulikanya.

“Aaa~ Junsu-ah… loe marah?”

Tidak ada jawaban. Junsu hanya menghela nafas panjang. Yoochun segera menarik leher Junsu lalu kembali menciumnya. Kali ini ia melumatnya walau tidak mendapat balasan, ia lalu mempergunakan jari-jari yang barusan mengalungi leher Junsu *kok kayak Chun yg jadi uke-nya? =,=a*  lalu melepaskan ciumanya dan dengan cepat jari-jarinya masuk ke dalam mulu t Junsu dan membukanya, Yoochun segera kembali menciumi Junsu, lidahnya melesat masuk, menjelajahi apa yang ada di dalam sana. Sementara Junsu sendiri, memejamkan matanya kuat-kuat dan mendorong tubuh Yoochun dengan sebelah tanganya yang bebas karena tangan lainya masih digenggam oleh tangan Yoochun.

Mmhh, Yo-Yochun,”

Yoochun terus menciuminya dengan membabi buta. Saat Junsu membuka kedua matanya, saat itu juga ia dapat melihat Yoochun mendelik tajam padanya. Ia segera menyingkirkan buku di dekat tangan Junsu hingga jatuh dari meja dan menarik kedua tanganya. Ia mendorongnya hingga terbaring pada kursi panjang tersebut dan menahan kedua tanganya di atas kepalanya.

“Ma-mau apa loe?!” Junsu terkejut ketika sebelah tangan Yoochun mulai menyelinap masuk ke dalam kemeja Junsu, meraba-raba yang ada di dalamnya hingga mendapati apa yang ia incar. Junsu membelak, kedua pipinya memerah.

“Loe jahat, barusan gue malah dicuekin, jadi sekarang loe musti membayar itu semua, Junsu-chan, hahaha!”

Junsu bergidik melihat tawa aneh dari Yoochun, sepertinya ada yang tidak beres, ia tidak mau sesuatu terjadi padanya di tempat ini, tepatnya perpustaan sekolah dan bagaimana bila tiba-tiba petugas melihat mereka?!

Junsu memejamkan matanya kuat-kuat lalu mendorong kuat-kuat tubuh Yoochun, “Hentikan! Yoochun! Sialan!”

Junsu sudah setengah hampir pada posisi duduknya namun ia kembali terbanting pada kursi dan bibirnya terkunci kembali oleh bibir Yoochun. Tak berapa lama setelah tangan Yoochun meraba-raba perutnya dan mendarat pada nipple Junsu, ciumanya turun pada leher dan membuat banyak sekali mark. Keduanya benar-benar atmosfir ruangan memanas, padahal ruangan tersebut berdinding tinggi, sangat tinggi (dalam maksud hitungan dua lantai) dan sepi karena waktu sudah menunjukan hampir sore, Junsu tetap tidak bisa melawan dan pasrah menjadi bagian ‘bawah’ atas perlakuan Yoochun, sahabatnya.

Ya, tentu saja sahabat karena Junsu belum bisa menerima Yoochun sebagai kekasihnya, sejak 4 tahun lalu, malah.

Nnnhhh, to-tolong berhenti,

Yoochun berhenti sejenak saat sedang menggigiti nipple Junsu, ia tersenyum lembut lalu mengecup puncak hidung Junsu, “Sebentar lagi, baby.”

Sial, gue bakal balas dendam setelah ini!’ Junsu menggigit kuat bibirnya hingga membiru ketika lidah itu kembali hilir mudik di nipplenya lalu menghisapnya tanpa ampun. Keduanya berkeringat banyak hingga kemeja masing-masing menepak pada kulit mereka.

30 menit berlalu…

Oh my fire truck God…”

Keduanya mematung. Jantung masing-masing terus berdetak kencang. Benar dugaan Junsu, habislah mereka, di keluarkan dari sekolah lalu di tendang dari keluarga dan setelah itu menjadi gelandangan.

Dammit! ‘ umpat Junsu membantin. Karena ia yang di ‘bawah’ dan tidak dapat melihat seseorang tersebut di balik meja, ia hanya bisa menoleh ke samping dan memejamkan matanya kuat-kuat, wajahnya memerah serta bulir-bulir keringat masih terlihat jelas dari pelipisnya.

Yoochun menelan ludah sesaat lalu ia menoleh…

“Halo, Changmin, hehehe,”

‘Oh, tiang listik  itu ternyata,’ pikir Junsu menghela nafas lega.

“Hehe, aku mampir ke sini mau bikin rangkuman untuk besok saja. Tapi kebetulan aku punya firasat untuk datang ke sini dan, ya, aku lihat Junsu belajar dengan sangat tekun walau kau mencumbu dia terus, hahaha!” Changmin tertawa hambar sembari menggaruk belakang kepalanya yang banyak kutu *digaplok sarung*. Ia lalu duduk bersebrangan dengan mereka dan menaruh beberapa buku tebalnya di meja.

“Hahaha! Awalnya aku ada niat untuk langsung membawanya ke kamar mandi—ITTAI!!” Yoochun menjerit ketika Junsu mencubit tanganya yang masih menahan kedua tanganya. Changmin bergeser sedikit lalu melihat ke bawah meja sekarang.

Sōdatta, kau membuatnya seperti calon pemerkosaan, hyung,” desis Changmin menggelengkan kepalanya lalu kembali pada posisi duduknya, membuka buku.

“Oh ya? Kalau begitu aku akan memperkosanya sekarang di sini, kamu harus melihatnya untuk masa depan, Changmin, hahaha—UWAA!!”

“BRENGSEK LOE!! LEPASIN GUE!!” jerit Junsu sambil meront-ronta heboh karena tubuhnya yang dijadikan ‘kursi’ oleh Yoochun. ‘Ah, pakai cara ini saja’ pikir Junsu lalu mengangkat lututnya dan… LUCKY!! Yoochun terlonjat kaget sekaligus jatuh dari kursi, ternyata Junsu berniat untuk membunuh ‘kesejatian’ Yoochun itu.

“Hahaha!! Sakit hyung? Nanti aku sunatin, deh, biar sakitnya hilang, hahaha!” tawa Changmin menggema pada ruangan besar ini melihat Yoochun terkapar di lantai dengan memegangi ‘aset’nya. Junsu bangkit lalu duduk dan menemukan Changmin yang sudah ambil ancang-ancang menyunati Yoochun.

“Changmin-ah, anteringue pulang yuk!”

“Huh? Terus Yoochun-hyung gimana?”

“Gue uda peduli! Palingan, nanti kalau ada tante-tante girang yang nyasar ke perpustakaan ini, pasti bakal jadi incaranya, hahaha!” Junsu langsung menenteng tasnya lalu menarik Changmin. Meninggalkan yang Yoochun mulai manyun.

“Mungkin bisa gue melanjutkan lagi setelah berhasil menyelinap masuk ke dalam kamarnya, ehm, kalau perlu ajak Changmin deh,” pikir Yoochun mulai bejad. Ia menyeringai mengerikan yang siapapun melihatnya langsung ngompol *disate reader*.

#FIN#

Author’s note: gaje banget ‘kan? =,=a bahasanya campur sari, sengaja sih #plaak# ini fanfic drabble LAMA & cuman dikit saia edit2, jadi klo kata2nya abal, maaf ya ><

Sōdatta: rupanya begitu ya

Ittai: Sakit!

Junsu wa Yoochun no waifu: istri yoochun adalah junsu (or semacamnya lah -,-v)

komennya ya~


VIVA Rock [1 / ?]


Summary: Siapa sangka, Yunho semula berencana memanfaatkan cuti 3 bulan ke Jakarta, bertemu ketiga sahabat yang amat dirindukannya yang justru memiliki perubahan 180 derajat dari yang dikenalnya?

Disclaimer: DB5K (Yunjaeyoosumin) © 2003 SMEnt.

Rating: T / M

Pairing: YooSu & HoMin (maybe YunJae?).

Genre: Humor/Romance

Warning:  Alternate reality, OOC, non-EYD, SHOTA, pengulangan kata *semoga enggak ada*, typo(s), if you don’t like the pair provided, don’t push yourself to read, don’t like don’t read?

Author: intan9095

##

Hari itu, hari dimana semua sedang berlibur umum. 2 minggu. Libur yang lumayan panjang dan hari itu juga pada hari ke-3, Yunho memutuskan untuk berlibur ke Jakarta selama beberapa hari yang tidak di setujui oleh pemuda berambut model Final Fantasy karena di sana nanti Yunho pasti akan di temui wanita-wanita cantik –yang sudah jelas ia juga mata jelalatan seperti Yoochun- dan mengajak wanita-wanita tersebut ke sana-kemari hingga seminggu berturut-turut tidak pulang. Itu yang di cemaskan seorang Kim Jaejoong.

“Aiissh! Yunho-ah! Tetaplah di Korea! Sebentar lagi kau akan melakukan tour ‘kan? Persiapkan diri dari sekarang! Jangan pikirkan liburan!” dari nada di telepon tersebut, sudah jelas Jaejoong sudah hampir meledak karena sulit untuk menasehati Leader TVXQ ini yang sedikit keras kepala.

“Masih lama, urusi saja urusanmu di sana, aku hanya sekedar liburan untuk mencuci mata. Kamu seperti ibu-ibu takut kehilangan SUAMI tersayang sepanjang masa kalau seperti itu, haha!” Yunho masih menggenggam ponsel slip-nya sembari melangkah pelan ke lemari pakaianya, membukanya lalu mengeluarkan beberapa baju dan celana serta dalaman.

Geezzz… apapunlah! Sudah ku beritahu yah! Huh! Yaudah! SELAMAT MALAM JUNG YUNHO!!!”

Tuuut…tuuuut

Yunho menyeritkan dahi keheranan setelah menerima hentakan telepon yang di putus Jaejoong di seberang sana. Marah. Yunho menggelengkan kepala lalu mulai mempacking persiapanya untuk besok berangkat ke Indonesia, tepatnya ke Jakarta. Tak berapa lama setelah Yunho hampir selesai mempersiapkan semuanya, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka…

“Hyung~” Dari balik pintu terlihat Changmin menyembulkan kepalanya dengan ekspresi menyedihkan, Yunho sweatdrop.

“Wae? Min-ah?”

“Mau kemana? Pergi kok gak ngajak-ngajak? Hyung jahat sekali! Aku di lupakan begitu sa—“

“Cerewet, kalau mau ikut bilang aja. Ehmm..” Yunho berhenti sejenak memerhatikan Changmin yang tampak seluruhnya begitu ia berjalan mendekati Yunho. Yunho merasakan sesuatu yang berdesir di dalam tubuhnya begitu melihat pakaian yang di kenakan Changmin malam ini ; boxer putih tipis pendek 10-15cm di atas lutut, kaos panjang tanpa lengan berwarna hijau, handuk yang mengalungi lehernya ; ia berkeringat, rambutnya lumayan basah, kaosnya menepak –memperlihatkan sepasang nipple di dadanya- dan celanaya yang juga menepak –memperlihatkan bentuk pahanya …. begitu menggoda iman Jung Yunho.

“Apa hyung? Eh! Aku ke sini sekalian mau minta bantuan hyung nih! Boleh?” Changmin berdiri di depan cermin panjang di samping lemari pakaian Yunho sembari menyeka beberapa tetes keringat yang mulai agak mengerti dari pelipisnya –dan membuat Yunho menelan ludah berulang kali- dan dengan narsisnya ia bergaya macam model di majalah satwa *disate*.

“E-eh? Bo-boleh. Btw, malam-malam begini kenapa kamu berkeringat? Apa yang telah kamu perbuat?” Yunho menurunkan koper dari atas ranjangnya tanpa melepas satu objek di depan cermin tersebut dari pandanganya.

Changmin menggaruk kepalanya yang tak gatal, lalu ia tersenyum lebar, “Itu.. hehe. Aku habis main engklek sama tetangga sebelah, katanya kalau main begituan malam-malam, keringat yang keluar engga akan ngejeblak terus terbentuknya otot-otot akan lancar, itu sih katanya.. hehe, lumayan berkeringat ‘kan hyung? Tidak hitam pula. Tapi sayang langsung di lempar pentongan sama satpam! Gara-gara berisik, uhm, pengen lagi, kurang banyak nih keringatnya! Oh! Hyung! Bantu aku betulkan keran di kamar mandi dong! Aku engga bisa mandi! Tapi, kalau hyung mau, aku boleh ya, numpang mandi di kamar mandi hyung?? Hehehe,”

Yunho diam sejenak. Mencerna apa yang di katakan Changmin barusan baik-baik, ia berbicara layaknya kereta express. Tiba-tiba sebuah ide yang entah dari mana induknya berasal muncul…

“Ehm, omong-omong tentang kamar mandi aku memang tidak bisa berurusan dengan keran, lagian aku ada permainan untukmu! Mau? Dan memang masih jaman ya main engklek? =_____=; bagusan main gaplek *sama aja!!*” Yunho mendekati Changmin…

Changmin mengedipkan matanya dua kali tanda tak mengerti, “Permainan apa??! Kayaknya menarik! EH?? Walau engga jaman tapi masih enak di mainin tahu!” ia manyun. Yunho yang melihatnya terlihat tak tahan untuk mencubit pipi Changmin yang begitu menggemaskan ‘omo~ manis sekali magnae satu ini! Pantes ibu-ibu jahe itu iseng-iseng nyicipin anak ini, ternyata~ ah! Udah engga tahan!’ batin Yunho mulai jengah melihat Changmin siap ‘makan’ itu, tiba-tiba ia sudah tepat berdiri di belakang Changmin, sangat dekat sampai junior Yunho bertemu dengan bokong Changmin *saya tulis bokong ya cz pantat cmn sebutan buat jujun =o=a*..

Changmin terkejut, “Hyu-hyung?!”

“Permainanya menarik banget! Nah, kamu masih mau berkeringat lebih engga? Dari pada mandi sekarang, percuma lho~ penyakitnya masih hajatan tuh, mending di keluarin cepet-cepet! Dari pada K.O beneran? Ya engga?” Yunho mulai berjinjit *dia kependekan dari min =.=* lalu menaruh dagunya di bahu kiri Changmin, kedua tanganya yang bebas mulai melingkari pinggang Changmin ‘masih basah ternyata’ pikir Yunho.

“EEEEHHH?! Aku engga mau K.O sekarang! Aku belum membalaskan dendamku sama pantat bebek itu!!”

“Yaudah, jadi mau engga??” Yunho mulai mengecup leher jenjang Changmin, bibirnya terasa basah karena masih ada sisa keringat di leher tersebut, tidak menjijikan, justru itu menambah jiwa hasrat Yunho.

“Ennggh…” ini dia suara yang di tunggu-tunggu Yunho! “Ma-mau sih, tapi sebelumnya, eerr… ah!? APA YANG SEDANG HYUNG LAKUKAAAAAN?!!” seru Changmin begitu ia benar-benar fokus pada cermin di hadapanya dan ia dapat melihat lehernya sendiri sedang di ciumi penuh nafsu oleh sahabatnya sendiri. Pikiran Changmin mulai IYA-IYA.

Tidak memperdulikan teriakan Changmin, Yunho semakin menjadi, tangan kirinya ia masukan kedalam kaos Changmin lalu meraba-raba apa yang ada di sana, dari perut, bermain-main dengan udelnya hingga membuat Changmin melenguh pelan dan naik keatas, keatas hingga mencapai dua titik sensitive di dadanya, memelintirnya…

“Aaahhh, hyu-hyung…”

Yunho menyeringai, ia menarik Changmin ke pinggir ranjang lalu melemparnya –dengan sekuat tenaga- hingga terbaring di sana, Yunho langsung merangkak penuh horror kearah Changmin yang tengah bergidik sampai akhirnya Yunho berada tepat di atas si tiang listrik itu *di hajar FG MAX*.

“Nah, permainanya di mulai… sekarang.” Ucap Yunho setengah berbisik dengan senyum penuh ‘maksud’ lalu menautkan bibirnya pada bibir Changmin. Awal, saling menekan dengan lama dan berakhir dengan saling beradu lidah…

##

13.25 AM

-ANCOL, JAKARTA-

“BRENGSEK ENTE!! NGAPAIN ANE DI BAWA-BAWA KE TEMPAT GINIAN?!!” pekik Junsu saat mendapati dirinya sudah berada di kerumunan orang-orang berkulit sawo matang dan kebanyakan wajah tak terurus sampai ada yang berukulit hitam mengkilat yang ternyata sedang manteng di samping Junsu dengan mengalungkan kardus bekas yang berisi Rokok, Air mineral dan sebagainya. Junsu menatapnya ngeri begitu bapak-bapak tersebut mulai mengedipkan matanya genit kearah Junsu serta menyeringai lebar yang memperlihatkan gigi hancur gingsul sana-sini sampai ada yang item-item.

“AIGOOO~!!!” Junsu langsung mengapit kedua tanganya pada sebelah tangan Yoochun yang masih berkutat pada cilok di depanya. Ia begitu serius menatap sang abang yang tengah membentuk si aci menjadi bulatan sedang dan di lemparnya ke wajan berisi kolam minyak HITAM.

“Yoochun! Yoochun-ah!! Ayo pergi! Aku engga tahan!” Junsu menarik-narik lengan Yoochun dengan langkah kaki besar bersiap kabur dari tempat perkumpulan abang-abang pedagang kaki lima di atas jembatan warna-warni yang sempit di atas sungai belukar yang HIJAUnya semakin membuat Junsu memperbesar mulut nga-nga-nya, alisnya mengangkat seketika.

“Ahh~ Junsu-ah, ini menarik! Mereka tidak mengenal kita sebagai TVXQ! Jadi kita bebas, sudah di sini aja! Lihat! Sepertinya abang-abang itu tertarik denganmu! Ayok dekati! Haha!” Yoochun tertawa renyah dengan teganya sambil menunjuk a’a yang giginya tak kalah mengerikan di mata Junsu dan lagi salah satunya entah itu engkong-engkong atau apa yang jelas pria gendut dengan perut sebesar gaban dan tanpa mengenakan baju mengelus-elus perutnya lalu menaikan sebelah tanganya member isyarat pada Junsu untuk ‘mendekat’ padanya.

“ANDWAEEE!!! YOOCHUN-AH!! JANGAN BERGURAU!! AKU TAKUT!!”

“Aissh, kalau kamu takut melihat mereka, kenapa kamu engga takut waktu berpapasan dengan orang gila di dekat PRJ yang lagi bugil? Aku lihat kamu malah nafsu melihatnya, aigo~ Junsu mulai nakal ya?!! Hahaha!!!” Yoochun semakin menambah Junsu naik darah dengan kata-katanya yang membuat abang cilok di hadapan mereka ikut-ikutan terkikik pelan.

Junsu manyun, “I-itu ‘kan wajar! Pasti selain akupun yang melihatnya akan langsung….langsung… err…” Junsu menunduk, wajahnya memerah malu, tidak tahu apa alasan tepat atas perbuatan memalukanya barusan. Yoochun tertawa.

“Ohh, jadi menurutmu itu wajar kalau tiba-tiba melihat orang bugil langsung terangsang? Bahkan orang yang tak terurus juga? Kalau begitu, nanti setelah dari sini kamu harus melihatku bugil ya, aku mau melihat reaksimu kalau terangsang dengan melihat pemuda yang begitu tampan dan memiliki perfect body ini… ehmm..” Yoochun mendekatkan wajahnya sembari menahan tawa begitu melihat reaksi Junsu berubah menjadi seperti lumba-lumba kecil yang wajahnya entah berekspresi terkejut atau duplikat setan *kabur sebelum dibacok FG XIAH*.

“Ehem, maaf akang, ini ciloknya, 3 ribu. Mau pakai saos apa aja?” dan abang cilok pun memecah dunia YOOSU. Di sini YOOSU dapat berbicara bahasa Indonesia dengan fasih setelah belajar selama 2 hari *bhs Indo di mata mereka terlalu gampang -.-* namun untuk bahasa daerah seperti ‘AKANG’ barusan belum mereka mengerti –khusus buat yoochun, junsu lumayan tuh-.

Yoochun mengerutkan alis, “Akang? Maksudnya?”

Abang cilok menghela nafas yang membuat Junsu langsung menutup hidungnya dengan sebelah tanganya, ‘baunya mematikan!’ pikir Junsu.

“Akang itu ya akang, situ kan cowok, jadi di panggilnya akang, situ juga udah besar, jadi di panggilnya Akang. Masa ndak tahu?” abang cilok geleng-geleng kepala sok ngeguru yang kecewa pada muridnya.

“Eehh? Gitu ya? Ok! Aku mengerti!” Yoochun menjentikan jarinya tanda mengerti lalu tersenyum lembut pada abang cilok. “Hmm… tadi nanya apa ya?” dan itu sukses membuat bang cilok klepek-klepek setengah hidup mendapatkan senyuman maut yang memabukan dari seorang PARK YOOCHUN. Junsu mual.

“Yoochun,, dari pada kamu kebanyakan tepar pesona, mendingan cepat pesan ciloknya! Aku sudah engga tahan tahu!!” hardik Junsu mulai melepas lengan Yoochun lalu memunggunginya sembari melipat kedua tanganya di dada.

Yoochun tidak memperdulikanya, ia masih saja berkutat pada abang cilok yang menurutnya lebih menarik dari pada Junsu. ‘pasti Su-ah lagi PMS, ckck.’ Batin Yoochun mengada-ngada.

“EH MAS! CAKEP AMAT SIH?!! SINI DONG TEMANI SAYA~ huhuhuu!” tiba-tiba sosok waria muncul dengan pakaian mininya yang menampakan kaki kerempeng berkerut dan wajah yang naudzubillah hampir saja Junsu stroke di tempat ketika telunjuk waria tersebut mencoel dagu Junsu dengan genitnya.

“JAUH-JAUH KAU!!” Junsu mendorong waria itu sekuat mungkin.

“Aaaahh! Jahat dueeh! Jangan dorong-dorong duoonk!” bukanya takut atau lari, waria tersebut semakin kegatelan dan tiba menggandeng lengan Junsu seenaknya. Junsu membelak.

“HEEY!! BENCONG GIGI TONGGOS!! LEPASIN!! SAYA MASIH SUCI!! AAAAAHH!!” seru Junsu di sertai pekikan khas lumba-lumbanya mulai menarik-narik lenganya yang terbilang bisep tersebut. Ia memang hanya menggunakan kaos cotton zebra tanpa lengan dan memakai celana coklat terang yang panjang dan sabuk besar bertuliskan XIAH. Satu hal yang membuat abang-abang di sana nafsu melihat Junsu adalah kaosnya yang agak ketat sampai memperlihatkan lekuk tubuhnya yang… woooww itu dan di masukan ke dalam celana, mana lagi celananya juga lumayan ketat yang memperlihatkan PANTAT BEBEK JUTAAN DOLLAR kebangganya semakin menggiurkan. Jalan sedikit saja pantatnya goyang sana sini, aaahh saya jadi ikut-ikutan O///O *di tojos pembaca*.

Abang cilok yang memerhatikan adegan tak layak itu langsung mengadu pada Yoochun yang tengah asik menggoreng aci yang sudah di bulatkan –ingin nyoba katanya-.

“Mas! Itu temanya engga di tolong? Itu warianya bahaya lho, dengar-dengar waria itu pernah memerkosa orang! Gawat tuh mas!”

Jinjja? Ahh, kalau begitu bagus, jadi saya tidak perlu harus membeli film porno pada sohib saya, tinggal melihat teman saya saja di perkosa waria itu. GRATIS.” Jawab Yoochun santai yang masih berjongkok dengan tangan kananya mengaduk-aduk aci di kolam minyak tersebut. Tangan kirinya sudah di gantungi 2 tas milik Yoochun sendiri dan Junsu.

Abang cilok melotot, mulutnya nganga 20,5cm begitu mendengar jawaban Yoochun.

“YOOCHUUUUUN!! HELEP MEH!!!” Junsu berteriak kencang sembari menganggapai-gapai Yoochun dengan bahasa asingnya yang asal-asalan. Ia mulai di tarik menjauh sedikit oleh waria tersebut. Abang-abang yang barusan ngumpul termasuk abang-abang perut buncit barusan tertawa terpingkal-pingkal melihat Junsu seperti wanita yang mau di perkosa beneran.

“Aissh, merepotkan! Yasudah, eh mas… saya beli lagi 20 biji, jadi berapa totalnya? 5 ratus rupiah aja ya? Duit saya di makan sama teman saya itu buat beli pembalut.” Yoochun bangkit berdiri lalu mengeluarkan uang logam senilai Rp.500.

“Engga bisa—“

CLING!

Yoochun menarik kedua sudut bibirnya dengan slowmotion, membentuk senyuman katagori PENAKLUK yang siapapun akan melayang melihatnya, tentunya abang cilok ini harus menelan ludah menyaksikan adegan slow dari Yoochun sampai sebuah senyum menyilaukan membuat abang cilok ini menerima gope-an dari Yoochun seperti terhipnotis. Yoochun membawa plastic hitam berisi banyak cilok lalu berbalik mendekati Junsu yang tengah berteriak kemana-mana.

“Ahh mas ini cantik juga! Ikut akyu yuk!! Kita jadi partner dalam  acara ‘MENCARI BRONDONG KOTA’ di sini, lumayan cakep-cakep lho!” waria itu mulai noel-noel Junsu lagi lalu menunjuk segerombolan abang-abang barusan yang mulai memasang wajah ‘maksud’ pada Junsu. Bulu-bulu kuduk Junsu seketika goyang Inul semua melihatnya.

“AAHH!! NOOO!!! ANDWAEE!! LEPASKAN!! HUEEEE~ ENYAAAAK!!! AAAHHHH!” dan perlu di perhatikan, pekikan Junsu pada saat ‘aah’ memang seperti lumba-lumba, namun patut di curigai, termasuk Yoochun yang mendengar hampir dalam teriakan Junsu dengan ‘aahh’seperti sedang… you know that. Sekarang Junsu mulai meraung-raung meminta di lepaskan dan itu membuat Yoochun jawsdrop mati-matian melihatnya. Bahkan beberapa ibu-ibu dan bapak-bapak sampai orok-orok yang lewat di jembatan tersebut di buat melotot melihat adegan di depan mereka, pemuda dengan tubuh perkasa bertingah seperti wanita saat mau di culik oleh waria kerempeng.

GLEP!

Tiba-tiba Yoochun menggenggam pergelangan Junsu yang sedang di apit oleh kedua tangan waria tersebut. Dengan sekali tarik yang menyakitkan, Yoochun melepaskan tangan waria tersebut lalu menarik Junsu keluar dari jembatan tersebut. Langkahnya cepat hingga membuat orang-orang di sana berpikir, ‘inikah telenovela yang biasa tayang di TV?’ .

“Engga nyangka, ternyata lumba-lumba berpantat montok ini sangat menggemaskan kalau sudah di ambang pencurian kesucianya, Hahaha!” Yoochun masih membawa Junsu ke area parkiran dan masih saja tertawa setelah mengucapkan kata-kata barusan.

“YA!! JANGAN TERTAWA!! Aku takut tahu!! Dasar brengsek! Cepat kita pulang!!!”

“Engga mau, masak udah di sini dengan gampang kamu bilang langsung pulang? Engga asik! Kita main-main dulu yuk di sini!”

“YOOCHUN!!” Junsu berusaha melepaskan diri.

“Ah, aku lupa! Kalau kita menginap di hotel Ancol itu, banyak bertemu fans pasti, kita menginap di motel pinggiran jalan aja yuk! Yang dekat-dekat sini aja, biar besok kita main ke dufan! Yuk!!!” Yoochun dengan gamblang berhenti melangkah hingga membuat Junsu tak seimbang dalam berdiri lalu ia menabrak Yoochun, dan kalian tahu apa yang terjadi?

TBC…

Author’s note: mohon komennya klo suka >< biar dilanjut, klo dikit, agak ciut juga >< Thx~


Sleeping At Junsu’s


Disclaimer: I do not own them.

Author: Intan9095

Pairing: JunChun/YooSu

Genre: Romance/Humor

Rated: T

Warning: AU, Shonen-Ai, OOC, copyright (i just write)

Canon: Sleeping at Naruto’s © MAYO [Doujinshi]

##

Padahal tinggal sekian detik pemuda berkulit porselen itu menyelesaikan klimaks mimpinya. Padahal dengan begitu, sulung Park itu akan mengabadikanya. Padahal pula, jika ia tidak tersedot kembali ke dunia nyata—yang membuatnya harus membuka kedua matanya karena sesuatu. Yoochun memastikan bahwa semalam sampai pagi ini tubuhnya masih utuh bergelung dalam selimut dan semalam pun ia tidak sampai menghabiskan lebih dari delapan mangkuk ramen.

Ah, salahkan rivalnya yang mengancam akan menggunduli Yoochun jika tidak menghabiskan delapan mangkuk itu. Melawan pun—bahkan niatnya mau melempari sofa pada wajah yang tengah tersenyum lebar itu—tidak akan ada pengaruh. Ya, si sulung Park itu sadar diri bahwa dalam keadaan numpang tidur di apartemen orang yang tidak bisa macam-macam.

Lalu?

“Hn?”

Sesuatu yang berat. Sesuatu yang besar. Sesuatu yang membuat pernafasanya menjadi terbatas. ‘Sialan…’ pikir Park Yoochun yang tanpa menunggu kesadaranya penuh untuk menyambut pagi hari dini demi mengetahui apa kejanggalan yang membuat mimpinya lenyap. Bulu kuduknya tiba-tiba saja tersetrum ketika nafas panjang dan tenang menyapa lehernya dari ‘seseorang’.

“Bangun idiot,” Yoochun mengangkat lengan kananya, mendorong wajah pelaku ‘penindihan’ di atas tubuhnya. Ini sudah hampir ke dua kalinya dirinya dianggap sebagai guling kesayangan rivalnya karena pekan lalu Yoochun seenaknya memberikan guling tersebut pada anjing peliharaan tetangganya.

“Kau itu berat, Junsu!” sambung Yoochun yang mulai menyingkap selimutnya dan mendorong pemuda berulit tan tersebut sampai hampir berguling ke samping.

Hampir.

Dengan pelan Junsu mengangkat tubuhnya masih dengan kedua mata yang terpejam, “hmm?”

Get off me!” seru Yoochun yang kelabakan menahan dagu Junsu dengan telapak tangan kirinya ketika wajah itu hampir bertemu dengan wajahnya. Akhirnya, kedua tanganya pun ikut mendorong wajah nan manis itu dengan kasar.

“Uuuhh… menyebalkan.” Setelah hampir seluruh kesadaranya penuh, Junsu mengucek sebelah matanya masih dengan posisinya yang berada di atas Yoochun—sebelah tanganya lagi menahan tubuhnya.

Yoochun menghela nafas panjang, “Sekarang apa lagi alasanmu?” tanya Yoochun sambil menyelimuti dirinya sendiri tanpa menatap yang ditanya.

Butuh sampai satu menit untuk mencerna maksud dari pertanyaan Yoochun, Junsu pun kembali memejamkan matanya kemudian berguling ke samping kiri Yoochun.

Asleep,” merebahkan diri senyaman mungkin, “kau membiarkanku membereskan makan malam sendirian dan jangan salahkan aku karena langsung lompat ke tempat tidur, aku capai.”

“Lalu lupa menggunakan selimut?”

“Aku tidak sempat.”

Moron.” Yoochun bangkit mengambil posisi duduk dan menatap speechlees pada Junsu, “Kau bisa masuk angin, cepat masuk.”

Sepasang mata Junsu menatap Yoochun yang sudah mengangkat selimutnya, ia menyengir lebar lalu masuk ke dalam selimut. “Arigatou, forehead!

Beruntung sekarang masih pada pukul 04.00 pagi dan Yoochun masih terlalu lemas untuk menghantam kepala itu dengan lampu buffet—yang pertengkaran masalah ‘ejekan nama’ tidak akan usai kurang dari dua puluh menit. Pada  akhirnya Yoochun turut merebahkan diri, awalnya ingin memunggungi si Kim, tapi jatuhnya malah berhadapan dengan cengiran si Kim, entah apa yang dimakan oleh keka—maksudnya pada kawannya semalam sampai masih bertahan dengan senyum memuakkan itu, apa isi ramen semalam itu ada bubuk beracun?  Itu yang dipikirkan Yoochun, bukan Author.

“Dan jangan menempel-nempel padaku, walau kau kedinginan.”

“E-eehh? Tapi akhirnya kita juga bisa tidur ‘kan? Aku tidak akan bisa tidur jika tidak menempel pada—“

JLEB!

“—mu” Junsu menatap horror pada sebilah pisau daging yang sudah menancap sempurna di samping wajahnya, tepatnya pada bantalnya. ‘Belajar darimana dia bisa melakukan hal ini?’ pikir Junsu muali berkeringat dingin.

“Kau sadar sekarang, duckbutt?

.

.

.

“BANTALKU!!!”  jerit Junsu histeris. Ia langsung memosisikan tubuhnya tengkurap sembari menangisi bantalnya yang sudah mencapai ajal.

Yoochun tersenyum sadis lalu membalik tubuhnya, memunggungi Junsu seraya memejamkan mata, “Berisik, aku mau tidur!”

“Kau kejam..” menatap punggung Yoochun dengan mata yang berkaca-kaca, contohnya lihat ekspresi Rock Lee, “Aku akan mengingat ini, Yoochun!”

“Hn.”

“Gulingku, bantalku, boxerku, sikat gigiku, ramenku, sofaku, sekarang hatiku kau sakiti! Huhuhu…”

Yoochun mendecih ilfeel, ‘Sudah berapa sinetron yang ia tonton?

“Sudahlah. Kau bisa selalu menggunakan itu sebagai bahan untuk membuat boneka Changmin bodohmu yang lain.” Ucap Yoochun datar, seharusnya datar namun jatuhnya terdengar penuh kecemburuan? Kesal? Entahlah, Yoochun hanya mengernyit dahi tidak suka saat membayangkan salah satu boneka raksasa buatan Junsu yang selalu menemaninya tidur karena memang Junsu hanya tinggal seorang diri di apartemenya.

Mungkin ini yang menyebabkan Yoochun tiba-tiba membuat rencana menginap di rumah Junsu. Padahal seharusnya ia sedang berada di meja belajarnya, mempersiapkan diri untuk ujian lusa nanti dan mengalahkan otak emas Kim Junsu. Bukannya malah membantu rivalnya itu—bahkan menemaninya bermain playstation sampai larut malam dan yang parah siang barusan membantunya untuk mengejar anak anjing milik tetangganya yang kabur sampai ke ladang sawah. Sungguh bukan sifat Park Yoochun.

“Ah, boneka yang itu sebenarnya sudah usang dan sudah menjadi korban makan siang anjing milik Yunho. Mungkin aku bisa menambalnya dengan ini.” Gumam Junsu sembari menatap langit-langit kamarnya, mengingat bonekanya sudah terongok di pojok ruang kamarnya.

Tiba-tiba ia berpikir, ucapan Yoochun barusan sama saja dengan menyindirnya—boneka bodoh berarti boneka buatanya tidak lebih bodoh dari Junsu sendiri dan dengan bodohnya Junsu baru menyadari ucapan bodoh dari Yoochun—well, dan masih banyak kebodohan lainya hingga Junsu menampakkan ekspresi frustasi. Junsu yang niatnya akan menghujani protes kesumat pada Yoochun langsung terdiam membeku.

“…Yoochun?”

“Zzz…”

Kadang Junsu tidak habis pikir, kenapa rivalnya itu bisa kejam dan dingin padanya semenjak ia mengetahui bahwa Junsu adalah ketua OSIS dan selebihnya siswa dengan catatan merah karena kebiasaan membolos bahkan tak luput dari perkelahian. Juga saat Junsu memenangi audisi pencarian bakat vokal seluruh sekolah. Padahal sebelumnya, tiga tahun silam Junsu masih ingat jelas, Yoochun tak lebih dari bocah yang hiperaktif.

Wajahnya yang tengah tertidur itu bahkan bisa mengenyahkan bayang nonrasional Junsu mengenai pemuda berkening lebar di hadapanya.

Damai.

Err—manis?

“Tertidur? Begitu cepatnya,” Junsu menyeringai jahil. Dengan gerakan pelan ia merengkuh Yoochun pada lehernya dan menenggelamkan wajahnya pada rambut dan tengkuk Yoochun. Menggerak-gerakan wajahnya pada rambut itu sembari menghirup aroma mint favoritnya pada rambut Yoochun dan tertawa kecil.

Junsu terdiam sejenak. Ia sedikit mengangkat tubuhnya kembali dan memindahkan tanganya untuk menggenggam punggung tangan Yoochun yang berada di samping wajah Yoochun sendiri.

“Yoochun,” mendekatkan bibirnya pada telinga Yoochun, “Apa kau mencoba untuk tidak menyukai boneka Changminku? Kenapa?” lalu mengangkat wajahnya untuk memandang wajah itu, “Yoochun~”

Junsu tertawa dalam diam mendapat warna wajah Yoochun yang seharusnya tidak ada itu keluar—merah muda. Ya, Junsu tahu Yoochun mendengarnya barusan dan Junsu—err, bangga?—dapat membuatnya bersemu dalam keadaan begini ditambah keningnya yang berkerut dalam berupaya menahan—entah itu debaran jantung atau rona pada wajahnya.

“Mungkin lain waktu, aku bisa membuat sebuah boneka Yoochun—“

DON’T EVEN TRY!!”

“—so you were awake! Ahahaha!”

OMAKE-

Boneka Changmin d sini yg dimaksud tuh, bonekanya emang kloningnya dari Changmin alias persis.

Gmn buatnya? Tanyakan pada MR.XIAH dah~ XD

P.S::

Mungkin emang bnyak yg ga ngerti maksudnya ini apa yg terjadi, jdi sekilas ini intinya ‘Yoochun menginap dirumah Junsu karena boneka kloning Changmin’ atau lbih blak2an ya krena ‘cemburu’ jadi tiba2 aja Chun pngen nyingkirin boneka itu dgn dirinya sndiri tanpa alasan yg jelas XD.

Mslh mreka pacaran atau tidaknya, itu terserah imajinasi kalian sbg pembaca saja 😉 tpi kalau membaca FF ini dgn teliti lg, pasti tahu jawabanya 😉 Yg pisau itu, itu muncul tiba2 krena ini FF humor yg slalu muncul sesuatu tanpa kurang masuk akal XD

Ok sgini aja penjelasanya 😀

Arigatou~


I Know i’m Wrong,But i’m still Loving U/Epiloq/Junsu view/1S


Back whit epiloq nya!!!^^
Kekekeke moga suka ini akan jadi FF yang paling pendek kali yah!!!,hahahahaha baca aza dah 😀

Titel:Sorry,I know i’m wrong,but i’m still loving U Epiloq Junsu View

Genre:Angst,PG-15

Cast:Yoochun X Junsu,

Disclaimer:Mereka punnya tuhan,namun FF ini adalah FF saya,jadi no CoPas 😀

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“Chunie……”Panggil Namja imut pelan,sambil mengulurkan tangan kanannya ke arah sang Tambatan Hati

”Waeyo Chagia???”Jawab sang Namja Tampan sambil menggenggam tangan sang Kekasih yang terulur

“Aku…………….tak kuat lagi!!!,cepat pergilah…….”Lirihnya,matanya mulai tertutup perlahan,”Saranghae……….”Bisiknya,lalu gengaman tanganya mulai melemah

“Aku tak akan pernah meninggalkanmu,aku akan selalu mencintaimu,aku tahu aku salah,namun aku tetap mencintaimu!!!”Ucap Sang namja pelan

‘BRAK’

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“Kring……….Kring………..Kring’

“Ahh…….”Igau Dua orang Namja bersamaan,namun berada di tempat yang berbeda

“Mimpi lagi………..”Guman Namja yang Berwajah Tampan,sambil menggosok wajahna Kasar

“Yoochun itu siapa sih???,Kok selalu muncul dalam mimpiku???”Ucap seorang Namja imut,lebih-lebih pada dirinya sendiri

“Mimpi yang aneh!!!”Guman Keduanya bersamaan kembali,lalu beranjak ke kamar mandi masing-masing

“JUNSU-AHH!!!!!!!!!!!!!,PALLI………………….KAU MAU KAMI TINGGAL HAH???”Teriak Seorang Namja cantik kepada anak tertuanya,yang belum saja keluar dari kamarnya

“NDE UMMA!!!,CHANKAMAN!!!”Balas Namja imut yang di panggil Junsu tadi,lalu bergegas keluar dari kamarnya membawa dua buah koper besar

“Lama sekali???”Tannya Ummanya sesaat Junsu sampai di hadapannya

“Mianhe umma!!”Sesal Junsu

“Gwenchana,ayo palli kita berangkat ke rumah baru!!!”Girang Umma Junsu,seperti anak-anak

“YA!!!,Boo…..jangan seperti anak kecil!!,sadar umur!!!”Ingat Appa Junsu,kepada istrinya,yang lebih bersemangat dari pada anaknya sendiri

“U’umm,benar kata Appa Umma!!!”Anak Bungsu menambahkan

“HYA JUNG YUNHO!!!,SHIM CHANGMIN!!!,KALIAN TAK DIAM,KALIAN TAK AKAN DAPAT MAKAN DAN UANG JAJAJN SEBULAN!!!”Teriak Umma Junsu Kesal

“Hya….BooJaejong!!!,Aku bercanda!!!,jangan marah ya!!,otte???”Bujuk Yunho pada sang istri

“Nde Umma,jangan marah ya…..,Nanti cantiknya Umma berkurang loh!!!”Rayu Changmin

“Hya….sudahlah!!,kapan kita berangkatnya Hah???”Penengah Junsu

“Ya sudah!!,palli kita berangkat!!”Suruh,lebih tepatnya perintah Jaejong pada sang suami

“Nde…”Jawab Yunho malas-malasan,lalu mereka semua memasuki mobil sedan merah keluarga mereka

“Selamat tinggal My sweet Home!!”Bisik Junsu pelan,sambil menatap rumah tempat lahirnya,sesaat sebelum menutup pintu mobil

“Appa,rumah yang akan kita diami itu,bagaimana sih???”Penasaran Changmin

“Hmm………..Appa juga tak tahu pastinya!!!,yang Appa tahu,rumah itu sangat indah,dan juga memiliki kisah tersendiri!!!”Jawab Jung Yunho,sambil terus mempokuskan diri menatap jalan raya

“Kisah apa??”Kali ini sang Umma yang penasaran

“Kalau tak salah,rumah itu dulu pernah di diami,seorang keluarga,yah sekitar 40 tahunan yang lalu!!!,Pemilik rumah itu memiliki seorang Anak laki-laki yang Tampan,dan Juga memiliki seorang Anak Tiri Laki-laki yang Imut,dan ceritanya bahwa Kedua anak itu saling mencintai!!”Jawab Yunho

“Apakah mereka jatuh cinta,saat mereka sudah menjadi saudara??”Junsu ikut penasaran

“Tidak!!,mereka sudah lama saling mencintai,namun karena pernikahan kedua orang tuanya,mereka memutuskan memendam rasa cinta mereka!!,Dari pada mengorbankan Orang Tua mereka!!!”

“Terus”Desak Jaejong

“Akhirnya mereka saling menutupi perasaan masing-masing!!!,3 Tahun mereka bisa bertahan menyimpan perasaan mereka!!,3 tahun juga mereka harus merasakan sakit!!,dan kalau tak salah sih katanya sang Namja Tampan sudah mempunyai kekasih lain,namun walau dia memiliki kekasih lain,Dia tetap mencintai Saudara Tirinya!!”

“Akhirnya??”Changmin tambah penasaran

“Akhirnya,mereka berdua mati dalam kebakaran!!!,Di rumah itu!,Mayat mereka berdua di temukan dalam ke’adaan Hangus,namun ada sesuatu yang membuat semua orang tersentuh!!”

“Apa??”Penasaran Jaejong

“Tangan mereka berdua masih terjalin,walau kebakaran itu membuat mereka berdua mati,namun………..mereka tetap saling mencintai sampai akhir hayat mereka!!”Jelas Yunho

(“Chunie……”Panggil Namja imut pelan,sambil mengulurkan tangan kanannya ke arah sang Tambatan Hati

”Waeyo Chagia???”Jawab sang Namja Tampan sambil menggenggam tangan sang Kekasih yang terulur

“Aku…………….tak kuat lagi!!!,cepat pergilah…….”Lirihnya,matanya mulai tertutup perlahan,”Saranghae……….”Bisiknya,lalu gengaman tanganya mulai melemah

“Aku tak akan pernah meninggalkanmu,aku akan selalu mencintaimu,aku tahu aku salah,namun aku tetap mencintaimu!!!”Ucap Sang namja pelan)

“Ahh………”Eluh Junsu,saat sekelebat bayangan yang selalu muncul di mimpinya,tampak nyata dalam ingatannya,”Siapa Namja itu???”Bisiknya

“Kau tahu dari mana Yunnie???”Tannya Jaejong

“Aku mendengar dari penjaga rumah itu,katanya dia mendengar cerita itu dari orang tuanya!!!,dan orang tuanya merupakan salah satu sahabat Almarhum!!”

“Owh………….”

“Yosh…….kita sudah sampai!!!,keluarkan barang kalian!!”perintah sang Appa,sesampainya sedan merah itu di depan sebuah rumah bergaya Eropa clasic,namun tak meninggalkan kesan Korea di dalamnya,di dominasi dengan Cat Putih,dan tanaman hijau yang indah,membuat rumah itu sungguh cantik

“Aigooo……….Bagus sekali!!!!”Kagum Junsu sambil memperhatikan setiap sudut rumah itu

Yunho dan Jaejong tersenyum,”Baguskan!!,rumah ini di perbaiki lagi,setelah kebakaran,tanpa merubah satu incipun bentuk dari rumah yang lama!!!”Jelas Yunho

“Ayo masuk!!!,bawa tas masing-masing!!”Ingat Jaejong,lalu mereka sekeluarga masuk kedalam rumah itu

“Waw……….dari luar saja sudah bagus!!!,di dalamnya rupanya tambah bagus lagi ya!!!”Kagum Changmin,sambil melihat-lihat interior rumah itu

“Tentu saja!!,Nah kamar Kalian berdua di lantai atas!!!,kamar Changmin pintu pertama,dan Kau Junsu pintu ke’dua!!!,Otte???”

“Nde umma”Jawab mereka serempak lalu,sama-sama ke atas,memastikan keadaan kamar masing-masing

‘SRAK’

“Umm………udaranya lumayan sejuk”Ucap Junsu,sesaat setelah membuka Jendela gesernya,”Kamar siapa ya itu???”Guman Junsu,saat melihat sebuah jendela yang berada di seberang kamarnya,”Apakah tampan???”Gumannya lagi,sambil berpangku tangan di Jendela

‘SRAK’

Jendela kamar sebelah terbuka,nampak seorang Namja Tampan menatap kaget ke arah Junsu,Junsu juga tak kalah kaget,mereka berdua seakan mengalami De Javu

(”Gumawo~……^^,kenalkan aku Kim Junsu,kelas 2SD!!!!!!!”Kenalnya sambil membungkuk hormat

“Hihihi,aku Park Yoochun,kelas 3SD,sepertinya aku lebih tua dari mu^^!!!!!!!”Balas anak lak-laki ber’Hoddy merah bernama Yoochun,sambil mengacak rambut anak laki-laki ber’Hoddy biru di depannya yang bernama Junsu

“Nde,jadi aku akan memanggilmu Hyung~^^!!!!!!!,senang berkenalan denganmu Hyung!!!!!!!”

“Sama-sama!!”

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
“Kalau beitu pacaran saja dengan Junsu,Junsu masih nganggur kok!!!”Enteng seorang Namja cantik,yang membuatku terhenyak

‘Hei jangan se’enaknya menjodohkan Junsu ku,eh apa tadi Junsu ku??,sadarlah Park Yoochun,dia adik mu!!’Maki ku dalam hati

“Itu tak akan terjadi,bila Junsu tak bisa melupakan cinta pertamanya!!!”Jawab Changmin sambil melihat ke arah Junsu,yang wajahnya sudah mulai memerah menahan malu,yang membuat kerutan samar di keningku

“Diam lah,Shim Changmin,ini bukan urusanmu!!!”Kesal Junsu sambil menatap tajam Changmin,tanpa bisa menyembunyikan semburat merah di wajahnya,dan yang di omeli hanya mengangkat bahu tak peduli,”Hyung kenapa ke sini??”Tannya Junsu sambil menatap ke arahku

“Ingin mengajakmu pulang bersama,bisakah???”

“Umm,nde!!,ayo kita pulang,tak usah mendenarkan ocehan gla orang-orang ini!!!”Katanya sambil menarik tanganku keluar dari kelasnya

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

”Umm….memangnya siapa cinta pertama mu???”Tannyaku akhirnya sambil menatap wajahnya,sambil menghentikan langkahku,ku lihat dia sedikit terkejut lalu menundukan kepalanya dalam

“Memangnya kenapa Hyung???”Tannyanya pelan,sambil menunduk

“Hanya penasaran!!”

“Nanti saja Hyung,tunggu sampai aku sudah siap,untuk menjawabnya!!!”Jawabnya sambil tersenyum lembut,lalu berjalan duluan meninggalkan diriku

“Su-ie…………….entah kenapa ku harap Namja itu aku,walau ku tahu ini salah,tapi bolehkan aku berharap”Bisikku pelan,sambil menatap punggung Junsu yang kian menjauh

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“Jadi karena Euhyuk-hyung sibuk Hyung mengajakku??”Tannyaku sedikit cemburu,’Hei Junsu tak ada Hak untukmu cemburu’Teriakku dalam hati

“Umm aniyo,memang rencananya aku mau mengajakmu ke sini hari ini,sekalian bersama Hyukie juga,tapi karena Hyukie sibuk,yah kita berdua saja,Hmm……”Dia menatapku sambil tersenyum,”Mau kan???,Anggap saja kita sedang berkencan!!!”

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“SARANGHAE!!!”Teriak Yoochun,menarik perhatian orang lain

“Aigo……pelankan suaramu Chunie!!!,itu memalukan!!!”Malu Junsu sambil mendelik marah Ke arah Yoochun,walau tak bisa di pungkiri kini wajahnya memerah

“Aku akan terus berteriak!!,sampai kau menjawabnya!!!”Ngeyel Yoochun,yang sudah siap-siap ingin berteriak lagi

“Stttt………”Junsu langsung membungkan mulut Yoochun dengan kedua tangannya,”nde….nde……,Nado saranghae!!”Ucap Junsu pelan,sambil menundukan kepalanya malu,wajahnya sudah semerah tomat

“Eh???”Kaget Yoochun,seakan tak mempercayai pendengarannya

“Ikhh……..Nado Saranghae!!!,Kalau tak mendengar lagi,ya sudah tak jadi!!!”Ngambek Junsu sambil membalikan badanya dan cemberut

Yoochun terkekeh pelan,lalu membalikan badan Junsu menghadapnya,”Nde,mulai sekarang kau Nae chagia!!!,Nde??”

“Umm”Angguk Junsu malu-malu

Yoochun kembali terkekeh pelan,lalu memluk Junsu Hangat,”Aku tak akan meninggalkanmu,aku akan selalu ada untukmu!!!”Bisik Yoochun pelan di telinga Junsu

“Aku percaya padamu!!”Balas Junsu sambil menengelamkan kepalanya di pelukan hangat Yoochun

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“Ku rasa kau tahu jawabnya!!!”Jawabku sekenannya

Yoochun memejamkan matanya,lalu di tariknya tubuhku mendekat,dan di peluknya aku,’Hangat’

“Biarkan seperti ini Chagi!!!”Ucapnya pelan,sambil menyembunyikan wajahnya di perutku

Ku bungkukan tubuhku,sehingga aku bisa memeluknya,”Mianhe………ku rasa kita harus mengakhiri hubungan ini!!!”Ucapku,dan dengan segera air mata itu tumpah dari mataku)

Sekelebat bayangan di mimpi mereka,kembali menyeruak,saat pandangan mata mereka bertemu,semua mimpi yanhg terus menghiasi mimpi mereka berdua,gambaran yang mungkin dari masa lalu mereka,kembali menyeruak saat kedua orang tiu bertemu,setelah terdiam beberapa lama,mereka berdua mulai bertukar senyum

“Tetangga barukah??”Sapa Namja Tampan di sebrang

“Umm,Junsu ibnida!!!”Kenal Junsu sambil tersenyum Manis

“Yoochun Ibnida!!”Yoochun tersenyum tak kalah manisnya

Di sinilah awal Hubungan mereka di Mulai dan Di akhiri pada masa Lampau
Dan sekarang Takdir kembali mempertemukan mereka di tempat Yang sama,walau di waktu yang berbeda,dan mungkin juga kan akhir yang berbeda?

END
JUNSU VIEW IS END
MOHON COMENT NYA^^
YANG SUJU COUPEL,SAYA MENTOK DI BAGIAN KANGTEUKNYA
HAHAHAHHA


Sorry,I know i’m wrong,but i’m still loving U!/Shoot3/End


Balik ini part terakhir,kekekekeke mianhe lama,salahkan saya ka rna lama XD,karna lama saya akan post ending langsung XD

 

Titel:Sorry,I know i’m wrong,but i’m still loving U!

 

Genre:Angst,PG-17*Ada adegan kiss nya soalnya,dikit lowh,dikit XD*

 

Cast:Yoochun X Junsu,Yoochun X Eunhyuk,Junsu X Changmin,Yunho X Jaejong

 

Disclaimer:Mereka punnya tuhan,namun FF ini adalah FF saya,jadi no CoPas 😀

 

“Waeyo Hyung???,mau kau bawa ke mana aku???”Heran Junsu yang masih di tarik Yoochun sampai keluar rumah mereka,lalu Yoochun langsung memasukan Junsu ke dalam mobilnya,lalu dia juga ikut masuk dan duduk di belakang kemudi

 

“Hyung,Mau kau bawa ke mana aku???”Takut Junsu,takut-takut kalau Hyung nya ini sudah gila

 

Yoochun kembali tersenyum sambil memandang Junsu,”Ayo Kita ke taman hiburan Su-ie!!!!!”Girang Yoochun sambil menjalankan mobilnya

 

“HAH!!!!!!”Kaget Junsu mengema di dalam mobil

 

~Junsu POV~

 

Aku hanya bisa melongo melihat tempat yang merupakan tujuan dari jalan-jalan kami berdua,dan kau tahu dia bawa aku ke mana???,Hei dia membawa ku Ketaman hiuran,ku ulangi sekali lagi dia membawaku KETAMAN HBURAN!!!,Aigooo apa yang manusia ini pikirkan,ck

 

“Su-ie~…………..,kenapa diam saja???,Kau tak suka kah??”Terlihat jelas raut kekecewaan di wajah Yoochun-hyung,membuatku tak tega untuk mengatakan tidak

 

Ku gelengkan kepala ku pelan,”Ani Hyung,aku hanya bingung saja kenapa kau mengajakku ke sini??,kenapa bukan Eunhyuk-hyung saja???”Heranku sambil menatap wajahnya

 

“Hmm……,Hyukie hari ini sedang sibuk!!!,jadi aku mengajakmu deh!!”Ucapnya enteng dengan senyum yang selalu k impikan hanya untukku,yah yang selalu ku impikan hanya untukku

 

“Jadi karena Euhyuk-hyung sibuk Hyung mengajakku??”Tannyaku sedikit cemburu,’Hei Junsu tak ada Hak untukmu cemburu’Teriakku dalam hati

 

“Umm aniyo,memang rencananya aku mau mengajakmu ke sini hari ini,sekalian bersama Hyukie juga,tapi karena Hyukie sibuk,yah kita berdua saja,Hmm……”Dia menatapku sambil tersenyum,”Mau kan???,Anggap saja kita sedang berkencan!!!”

 

~BLUSH~

 

‘Ya Tuhan…………………..,Ku yakin wajahku sudah memerah sekarang!,Apa katanya tadi??,kencan??,KENCAN????,Tidak salahkah???,Omo haruskah aku bahagia???,Tapi~………….,Aku adiknya tak mungkin aku mencintai kakak sendiri seperti ini!!,Tuhan maafkan aku yang tak bisa menghilanghkan perasaan ini!’Gumanku dalam hati

 

“Hya,Su-ie???,uljima!!!,kenapa menangis???”Lembut Yoochun-hyung sambil mengusap air mata di pipiku

 

“Ahh mianhe hyung,mataku ke lilipan!!”Bohongku sambil menghapus jejak air mata di wajahku dengan kasar,Ya tuhan kenapa aku bisa menangis?

 

“Kau ini,dongsaeng kesayangan Park Yoochun tak boleh menangis,otte???”Kecam Yoochun-hyung sambil memegang kedua bahuku

 

“Nde,Hyung!”Ucapku pelan,yah selamanya Kim Junsu yang kini telah Menjadi Park Yoochun hanyalah seorang adik Untuk seorang Park Yoochun

I don’t care who you are
I don’t care what you
I still love you
but I care
when I know you’re my older brother

 

~Author POV~

 

“Hyung belikan minuman dulu ya,otte???”Tanya Yoochun setelah mereka menaiki segala wahana yang ada

 

“Uum”Angguk Junsu,lalu Yoochun pergi meninggalkanya,”Kenapa semua ini harus terjadi pada kita berdua ya??”Gumannya sambil terus menatap punggung Yoochun yang kian menjauh

 

“Junsu kah??”Tannya Seseorang dari belakang Junsu,saat Junsu membalikan badannya di sana telah berdiri seorang Shim Changmin sambil melangkah menuju tempat Junsu duduk

 

“Kau ke sini bersama siapa???”Tannya Junsu,setelah Changmin duduk di sampingnya

 

“Bersama nae Jagiya ^^,tapi dia sedang ke toilet jadi aku di suruhnya menunggu di sini!!!,Kau sendiri ke sini bersama siapa??”Balik Tanya Changmin

 

“Bersama Yoochun-hyung!!”Jawab Junsu pelan sambil menatap jauh ke depan

 

“Owhh………”Changmin terdiam,ikut menikmati pemandangan kerumunan orang di depannya yang penuh dengan tawa

 

“Auu….”Pekik Junsu tiba-iba sambil memegang mata kirinya

 

“Waeyo??,Gwenchana???”Khawatir Changmin sambil memegang tangan Junsu dan menariknyamenjauh dari matanya

 

“Mata ku kemasukan debu!!!”Eluh junsu,dengan mata yang mulai memerah

 

“Owh……..,sini ku tiup!!!”Lalu dengan lembut Changmin meniup mata kiri Junsu yang kemasukan debu,tanpa mereka sadari seorang Yoochun berjalan dengan riang ke arah sang adik duduk,dan betapa kagetnya saat dia melihat Changmin seperti mencium adiknya

 

“Apa Changmin kah…………..,laki-laki yang di sukai Junsu???”Gumannya tanpa tahu hal yang ada di pikirannya salah

 

love don’t look at the status or caste
also love knows no good or bad way as a person
but brotherly love will heed
although they are only half brother

 

 

‘You Got The Wrong Number
You Got The Wrong Number
I’m Sorry. You Got The Wrong Number
So Don’t Call Me No More’

 

Dering Ponsel Changmin membuat Changmin dan Junsu yang sedang asik mengobrolpun terganggu

 

“Yoboseyo,waeyo chagia???,Mianhe tadi aku bertemu Junsu jadi kami ke asikan mengobrol,kekekeke,iya aku segera ke sana!!,Nde akan ku sampaikan salammu!!,Nde….Bye~!!(Klap)”Dengan sekali hentakan di tutupnya falp Ponselnya,lalu memandang ke arah Junsu,”Mianhe Junsu-ahh,Chagiaku sudah ngomel-ngomel di kiranya aku hilang,hahahaha,ku tinggal dulu ya,Gwenchana???”

 

“Gwenchana!!”Dengan sekali anggukan dan sebuah senyum kecil,”Paling sebentar lagi Chunie kembali!!!”

 

“Anyeong^^~”Pamit Changmin lalu pergi menghilang

 

“Uwhhh………….Hyung ke mana sih!!!”Eluh Junsu sambil mengerucutkan Bibirnya lucu

 

karena bosan di langkahkan kakinya menuju sebuah stand yang menjual Mainan,saat sedang asik-asiknya melihat-lihat,ada seseorang yang merangkulnya dari belakang,sehingga membuat Junsu membalikan badanya cepat

 

“Aigoo…………Hyung,kau mengagetkanku!!!!”Kesal Junsu sambil meniju lengan Yoochun pelan

 

“Kau yang mengagetkanku!!!,Ku kira kau tadi di culik!!!”Canda Yoochun sambil tersenyum lebar

 

“Kau kira aku anak 5 tahun!!!,Babo!!”Kesal Junsu lalu kembali menyibukan dirinya dengan memilih mainan-mainan yang ada

 

“Ingin membeli apa???”Tannya Yoochun sambil merangkul leher Junsu

 

“Nan Molla!!!”Bisik Junsu masih terus melihat-lihat mainan yang ada

 

“Kalau begitu nanti saja belinya,saat mau pulang!!!,Kita main lagi saja!!!”Ajak Yoochun sambil menarik tangan Junsu lembut,lalu mengandengnya sambil berjalan

 

“Kita mau main apa lagi???”

 

“Hmm………biasanya sore-sore seperti ini bagusnya naik bianglala saja!!!,Mau kan??”

 

“Terserah Hyung saja!!!”Pasrah junsu sambil mengikuti langkah lebar Hyungnya

 

 

I’ll be honest
about these feelings
feeling that there is a long time
feeling that only I know
maybe even god don’t know
I just want you to know
so you’ll be mine

 

“Wuahhhhhhhhh………………Bagus sekali!!!”Kagum Junsu saat melihat pemandangan dari atas Bianglala

 

“Tentu saja!!!,makanya Hyung mengajakmu ke sini,pemandangan dari sini saat sore hari sangat bagus bukan??”

 

“U’um”Angguk Junsu dengan semangat,”Indah sekali~!!!”

 

“Tapi tak ada yang seindah diri mu!!”Kata Yoochun sambil tersenyum

 

Junsu menatap ke wajah Yoochun,lalu tersenyum mengejek,”Jangan Gombal,Katakan itu ke Eunhyuk,dia Namjachingumu,aku bukan siapa-siapa!!”Kata Junsu pelan

 

Yoochun Menggeleng,lalu mengenggam sebelah tangan Junsu yang bisa di jangkaunya,”Kau salah…”Lirihnya

 

“Jangan seperti ini!!!,kau membuat ku sakit!!”Guman Junsu sambil mencoba melepaskan tangannya,namun yang terjadi genggaman tangan Yoochun semakin erat

 

“Dengarkan aku dulu su-ie!!!,Naega Jongmal Sarang, past,now and forever!!”Lirih Yoochun sambil menatap kedua bola mata Junsu

 

Junsu membeku,satu kata yang tak seharusnya di ucapkan di antara kakak beradik ini,sebuah kata yang menyesakkan,namun selalu di harapkan

 

“Hyung~………mengertilah!!,kita kakak adik,dan aku tak ingin menyakiti Eunhyuk!!!”Lirih Junsu

 

“Itu Hanya alasanmu saja kan!!!,katakan saja kalau kau mencintai Changmin!!!”Kata Yoochun sambil menatap Tajam Junsu

 

“Apa maksudmu???”Tak mengerti Junsu

 

“Memangnya Kau kira aku tak melihat kejadian tadi!!,saat aku meninggalkanmu sebentar!!!”Ingat Yoochun

 

Junsu menghela napas berat,”Ani,kau salah~………….,tadi mataku kelilipan,jadinya Changmin membantuku meniup debunya!!!”

 

“Mianhe~……,untung aku tak terbawa emosi!!!”Sesal Yoochun

 

“Hyung……,lupakan yang pernah terjadi antara kita berdua!!!”Gumanya,namun bisa di tangkap oleh telinga Yoochun

 

“Tak akan pernah bisa,aku tak mungkin melupakannya!!!”Yoochun mengelengkan kepalanya pelan,sambil menunduk

 

“Tapi ini salah~!!!”Pelan Junsu,matanya sudah mulai berair

 

“Tak ada yang salah!!!,tak ada yang salah!!!”Guman Yoochun sambil mengelengkan kepalanya lagi

 

“Hyung”Junsu mengangkat Wajah yoochun menatapnya,”Lihat aku!!!,Kita ini kakak adik,kita sekarang saudara!!!”Jelasnya

 

“TAPI KITA HANYA SAUDARA TIRI KIM JUNSU!!!!”Bentak Yoochun keras

 

“DENGARKAN AKU PARK YOOCHUN!!!!,Tak peduli saudara tiri,atau saudara kandung!!!,Kita sekarang tetap saudara!!!”Ucap Junsu pelan,cairan bening sudah menghiasi wajahnya

 

“But,i can’t erase these love!!,i can’t!!!”Lirih Yoochun pelan,lalu mengecup kedua pipi Junsu”I can’t”,lalu kekening Junsu “I can’t”,kedua kelopak mata Junsu yang sudah terpejam merasakan kehangatan cinta Yoochun,dan yang terakhir di bibir mungil Junsu,”I can’t”Ucapnya lagi setelah melepas bibirnya dengan bibir Junsu

 

“U must do it!!!,it’s wrong!!!”ucap Junsu pelan sambil menatap kedua bola mata Yoochun yang sama merahnya seperti matanya

 

“How can I do that!!,aku terlalu mencintaimu!!!”Balas Yoochun sambil mengenggam kedua tangan Junsu

 

“Tolonglah!!,sudah ada Eunhyuk!!,kau harus bisa mencintainya!!!”Ucap Junsu sambil membelai pipi Yoochun pelan

 

Yoochun menggeleng lemah,”Tak bisa,aku memang menyayanginya,aku sudah mencoba mencintainya,namun aku tak bisa melupakan perasaan ini!!!”Kata Yoochun sambil memegang dadanya

 

Junsu terdiam,isak tangisnya bergema,tak jauh beda dengan Yoochun,mereka berdua menangisis Cinta mereka,sebuah Cinta yang tak mungkin Bersatu~

 

~Flashback~

 

Di taman saat sore hari,merasakan keramaian di sore hari,saat banyak anak-anak bermain,atau sepasang kekasih yang bergandengan mesra,atau hanya sekedar sebuah keluarga kecil yang mengajak anaknya jalan-jalan,sambil bercanda ria,tak terkecuali kedua anak SMP yang sedang duduk berdua menikmati pemandangan yang ada

“Su-ie!!!”Panggil Yoochun SMP,sambil menatap wajah Junsu malu-malu

“Umm??”Junsu mengangkat kepalanya menghadap wajah Yoochun

“Hmm……..begini!!!,tapi……..setelah mendengarnya kau jangan menjauhiku ya??”Ragu Yoochun sambil menggaruk belakang kepalanya

“Tentu saja!!!”Angguk Junsu,sambil tersenyum manis

Yoochun menghela napas panjang,lalu menatap kedalam mata Hitam Junsu,”Junsu-ahh~……Saranghae!!!”Ucap Yoochun Lantang

Junsu terdiam,mata sipitnya membulat kaget,”Maksud Mu??”

“SARANGHAE!!!”Teriak Yoochun,menarik perhatian orang lain

“Aigo……pelankan suaramu Chunie!!!,itu memalukan!!!”Malu Junsu sambil mendelik marah Ke arah Yoochun,walau tak bisa di pungkiri kini wajahnya memerah

“Aku akan terus berteriak!!,sampai kau menjawabnya!!!”Ngeyel Yoochun,yang sudah siap-siap ingin berteriak lagi

“Stttt………”Junsu langsung membungkan mulut Yoochun dengan kedua tangannya,”nde….nde……,Nado saranghae!!”Ucap Junsu pelan,sambil menundukan kepalanya malu,wajahnya sudah semerah tomat

“Eh???”Kaget Yoochun,seakan tak mempercayai pendengarannya

“Ikhh……..Nado Saranghae!!!,Kalau tak mendengar lagi,ya sudah tak jadi!!!”Ngambek Junsu sambil membalikan badanya dan cemberut

Yoochun terkekeh pelan,lalu membalikan badan Junsu menghadapnya,”Nde,mulai sekarang kau Nae chagia!!!,Nde??”

“Umm”Angguk Junsu malu-malu

Yoochun kembali terkekeh pelan,lalu memluk Junsu Hangat,”Aku tak akan meninggalkanmu,aku akan selalu ada untukmu!!!”Bisik Yoochun pelan di telinga Junsu

“Aku percaya padamu!!”Balas Junsu sambil menengelamkan kepalanya di pelukan hangat Yoochun

A promise that must be kept

But can’t be denied

That~

Destiny and God

In control

“Yoboseyo~…………….Chagia!!!,Mianhe kita tak jadi jalan hari ini!!!,Appa mengajak Hyung makan siang bersama!!!,Gwenchana???”Tannya Yoochun takut-takut Junsu marah,bagaimanapun mereka sudah berjanji akan jalan-jalan siang ini dari satu minggu yang lalu

“Ahh…..Nde,Gwenchana Chunie!!,Umma juga mengajaku keluar tadi,Ini saja aku baru mau menelponmu,eh rupanya kau menelponku duluan!!!”Jawab Junsu dari seberang telpon

“Huh,padahal kita kan mau merayakan dua bulan,kita jadian!!!,Hmm kalau nanti sore ada waktu kan???”Harap yoochun

“Umm……..,kita lihat nanti ya!!!,soalnya kalau jalan bareng Umma pasti lama!!!”Jawab Junsu sedikit pelan

“Yah~.!!!,Gwenchana!!!,Pokonya selamat hari jadian kita yang ke dua bulan chagia!!!….Muachhhh!!,Anyeong!!!”Buru-buru Yoochun memutus telpon

Wajah Junsu memerah karena kelakuan Namjachingnya itu,”Dasar……”Dengsunya pelan,walau tak bisa di pungkiri senyum cerah menghiasi wajahnya

“Junsu……….,Ayo cepat!!!”Teriak Ibunya dari luar kamar

“Ah……..Nde umma!!!”Balas Junsu lalu buru-buru keluar kamar

~Yoochun POV~

“Yoochun-ahh!!!”Panggil Appaku

“Ah nde???,Waeyo appa???”Jawabku sambil mengangkat kepalaku menghadapnya

“Hmm…..sebenarnya,Appa membawamu makan kesini untuk mengenalkan calon istri appa padamu!!!”Ucap Appaku sambil malu-malu,yah~…………Ummaku sudah meninggal saat aku kelas 3SD,jadi tak salah bila Appaku ingin menikah lagi Bukan???

Aku tersenyum,”Gwenchana,hmm….kapan ayah akan menikahinya???”Tannyaku balik,sambil menyantap makananku lagi

“Jadi……,Kau setuju??”Ragu Appaku

“Tentu saja!!!,Tak ada alasan aku menolaknya bukan???”Balikku sambil tersenyum lagi

“Hah~……,Baguslah,Appa kira kau tak akan setuju!!”Kata Appaku sambil meyenderkan tubuhnya ke senderan kursi

“Tak ada alasan untukku,sampai harus menolaknya,tak ada~!!!”Jawabku sekenannya

~Junsu POV~

“Umma,sebenarnya kita mau makan di mana sih???”Tanyaku,sambil memandang Ummaku yang sedang menyetir mobil,kalian pasti bertanya kenapa bukan aku yang menyetir???,tentu saja karena aku baru kelas Dua SMP,dan mana boleh membawa Mobil,walau Aku bisa,tetap saja Umma tak membolehkanku,dia takut kecelakaan yang menimpa Appa 4taun yang lal menimpaku,Yah~……….kecelakaan yang merneggut Appaku selamanya

“Hmm………sebenarnya,Umma ingin mengenalkanmu kepada calon Appa barumu!!,dan Hyung barumu!!!”Jawab Umma sambil tersenyum senang

“Owh…..Hyung baruku memangnya umur berapa???”Penasaranku

“Kalau umur pastinya Umma juga tak terlalu tahu,yang pasti dia setahun lebih tua dari mu!!”Jawab Umma sambil memarkirkan mobil kami di salah satu Restoran yang lumayan terkenal di Seoul

“Owh…….,wah aku tak sabar melihat wajah Hyung baruku!!!:Ucapku Riang sambil mengandeng Tangan Umma,masuk ke dalam restoran

Semoga Hyung orang yang baik!!!’Batinku

~AuthorPOV~

“Jiyol-Ahh………..”Panggil Appa Yoochun,saat melihat Seorang Ahjuma bersama anaknya memasuki restoran

“Mianhe,kami terlambat!!!”Sesal Ahjuma itu sambil duduk di depan Appa Yoochun,sedangkan Anaknya duduk berhadapan dengan Yoochun

“Gwenchana!!!,owh ya kenalkan ini anakku!!”Ucap Ayah Yoochun,sambil menunjuk Yoochun yang sudah berdiri

“Anyeong………choneun Park Yoochun ibnida!!!”Kenalnya sambil membungkuk hormat

“Ahh……,nde,kenalkan ini anak Ahjuma,Junsu perkenalkan dirimu!!!”Ucap Umma Junsu sambil menyuruh Junsu berdiri

Yoochun tercekat,saat mendengar nama seorang Junsu di sebutkan,ketakutan mulai merayapinya,’Aishh bisa saja namanya sama Park Yoochun,yang memiliki nama seperti Chagiya,cuman bukan satu orang’Yakinnya dalam hati,dengan ntakut-takut dia melihat wajah orang di depannya

“Kim Junsu ibnida!!!,Bagesubnida!!”Ucap Junsu lirih,sambil menatap nanar ke arah Yoochun yang terbelalak kaget

“Su-ie~…………”Bisik Yoochun pelan,sangat pelan

in control is a God
Human is only able to accept fate
but that does not mean ~
Human must surrender it?

~Junsu POV~

“Anyeong chagia!!!”Sapa Yoochun,saat melihatku memasuki taman yang sering kami berdua kunjungi

“Anyeong..”Balasku sambil tersenyum,lalu berdiri di tepat di depannya yang sedang duduk di salah satu kursi taman

“Chagia………kenapa kau memanggilku ke sini???”Tannya Yoochun sambil mengenggam kedua tanganku

“Ku rasa kau tahu jawabnya!!!”Jawabku sekenannya

Yoochun memejamkan matanya,lalu di tariknya tubuhku mendekat,dan di peluknya aku,’Hangat’

“Biarkan seperti ini Chagi!!!”Ucapnya pelan,sambil menyembunyikan wajahnya di perutku

Ku bungkukan tubuhku,sehingga aku bisa memeluknya,”Mianhe………ku rasa kita harus mengakhiri hubungan ini!!!”Ucapku,dan dengan segera air mata itu tumpah dari mataku

love that has been released
but can
t be forgotten
and love it
increasingly developing
although not in realizing

~Junsu POV END~

~Flashback END~

~In Home~

 

“Hyung kau tak makan dulu???”Tanya Junsu saat melihat Yoochun langsung menuju ke kamarnya

 

“Ani,aku sangat lelah,tak apakan??”Balik Yoochun sambil tersenyum lemah

 

“Gwenchana!!!”Angguk Junsu

 

Lalu Yoochun melanjutkan langkahnya lagi,Junsu hanya bisa menatap punggung Yoochun yang telah menghilang di balik pintu kamarnya,pungung sang Mantan kekasih,yang telah menjadi kakaknya

 

“Mianhe Chunie,ku tau kau sakit!!,Namun di sini ebih sakit!!”Ucapnya meremas dadanya sambil bersandar ke dinding,tubuhnya merosot jatuh,terduduk di lantai yang dingin,sambil mulai mengeluarkan cairan bening itu lagi dari matanya

 

“Mianhe,ku tahu kau juga sakit!!!,tapi aku tak bisa menyimpan perasaan ini lebih lama lagi!!!”Lirih Yoochun,sedari tadi,dia mendengarkan kata Junsu,walau bisa di bilang suara Junsu hanya seperti bisikan dari balik kamarnya,namun tak bisa menghalanginya untuk mendengarkannya,sama seperti Junsu dia juga telah terduduk di lantai yang dingin,bersandar di pintu,dan menangis.

 

Setelah puas menangis,Yoochun melangkah keluar dari kamarnya,di dapatinya orang yang dicintainya,tertidur di lantai yang dingin,bekas air mata masih terlukis jelas di wajah putihnya,dengan pelan Yoochun mendekati Junsu,berjongkok di depannya,lalu mengusap pipi Junsu lembut,lalu mengangkat tubuh mungil itu ke kamarnya,membaringkannya pelan,menutupi nya dengan selimut hangat,tak lupa mengecup kening Junsu lembut,berjalan pelan ke arah sofa di dekat Tempat Tidur Junsu,memperhatikan sang tambatan hati tertidur pulas,Yoochun tersenyum samar,lalu melangkah keluar kamar Junsu,”Saranghae”Ucapnya pelan sesaat sebelum menutup pintu kamar Junsu

 

 

“Uhuk…….uhuk……uhuk……..,Asap apa ini???”Heran Yoochun,yang sudah melihat kamarnya penuh dengan asap hitam pekat,yang menganggu tidurnya

 

“KEBAKARAN………..KEBAKARAN……….”Teriak orang ribut di depan rumahnya,sontak membuat Yoochun membuka matanya lebar-lebar,dengan perasaan cemas dia berlari keluar kamarnya,di luar kamarnya api sudah membaka lebih dari setengah rumahnya,”Junsu-ahh!”Ucapnya pelan sambil berlari ke kamar Junsu,tak di pedulikannya kobaran apai yang melukai badanya,yang ada di pikirannya sekarang hanyalah seorang Park Junsu

 

‘BRAK’

 

Di tendangnya pintu yang sudah hampir hangus terbakar itu,maanya terbelalak saat melihat sebuah sosok yang meringkuk di sudut kamar,yang masih belum terjamah api

 

“JUNSU”Pekiknya,sambil menerjang kobaran api,lalu berjongkok di depan Junsu yang menatapnya dengan tatapan takut,saat melihat wajah Junsu yang ketakutan langsung di peluknya Junsu

 

“Chunie…..”Lirih Junsu sambil menangis di dalam pelukan Yoochun

 

“Uljima……,ayo cepat kita keluar!!”Ajak Yoochun sambil mengangkat Junsu berdiri,lalu menarik tangannya keluar,namun saat mereka sudah hampir mencapai pintu,pelapon kamar Junsu runtuh,dan menindih kaki Junsu

 

“Aaaaa…..appo!!”Rintih Junsu merasakan perih dan sakit di kakinya

 

“JUNSU”Kaget Yoochun sambil berusaha mengangkat balok-balok kayu yang menindih kaki Junsu

 

“Chunie……,palli,biarkan saja aku di sini!!!”Teriak Junsu

 

Yoochun menggelengkan kepalanya cepat,”ANI,aku tak akan pernah meninggalkanmu!!!,bila aku harus mati,aku lebih memilih mati bersamamu!!!”Ucapnya masih berusaha mengangkat balok-balok kayu

 

“Andwae……chunie,jebal!!,tinggalkan saja aku!!!”Pinta Junsu,air matanya sudah tumpah,tak bisa di bendung lagi

 

Yoochun tak menghiraukan perkataan Junsu,dia terus saja berusaha mengangkat balok-balok kayu yang sudah terbakar itu,tak di perdulikannya tangannya yang sudah melepuh,dan mengeluarkan darah segar

 

“Chunie……”Panggil Junsu pelan,sambil mengulurkan tangan kanannya ke arah Yoochun

 

”Waeyo Chagia???”Jawab Yoochun sambil menggenggam tangan Junsu yang terulur

 

“Aku…………….tak kuat lagi!!!,cepat pergilah…….”Lirih Junsu,matanya mulai tertutup perlahan,”Saranghae……….”Bisiknya,lalu gengaman tanganya mulai melemah

 

“Aku tak akan pernah meninggalkanmu,aku akan selalu mencintaimu,aku tahu aku salah,namun aku tetap mencintaimu!!!”Ucap Yoochun pelan

 

‘BRAK’

 

Kali ini,balok-balok kayu yang jatuh,menimpa Yoochun,tepat di kepalanya,membuatnya menyusul sang tambatan hati yang lebih dulu pergi darinya~

Mereka berdua pergi dalam kedamaian

Dalam genggaman tangan yang tak terpisahkan.

 

END

 

UDAH GW BIKINI 13 PAGE NIH!!!!,13PAGE

Jadi jangan nntut sequel or apapun yah T.T,kalo epiloq aq usahain,tapi gak janji 😛


STILL HAVE DOLPHIN


Disclaimer : I do not own them.

Warning : PG-13, Shou-ai.

Note : Yoosu drabble fict 😀 (berusaha buat yg vers. Yunjae tpi kagak bisa T^T)

Author : Intan9095

“Malam, my dolphin.”

Lagi, menarik nafas, memejam mata lalu menghela nafas panjang. Kedua sudut bibirku seakan telah kelu untuk ditariknya demi sosok yang begitu tidak mengharapkan—yang semua makhluk punya—emosional. Ia begitu rajin menyebutku lumba-lumbanya. Entah apa yang semalam ia pikirkan untuk memulai tingkah konyol ini. Apapun itu sekarang, aku tetap harus di sampingnya. Setiap detik mengumbar segala ekspresi yang—menurutnya—manis.

Aneh, aku tidak peduli, dia sudah menganggapku panutan hidup terakhirnya pada masa berkepanjangan ini. Ha, untuk yang barusan memang terlalu berlebihan.

Ia memilih untuk duduk di dekatku, menaruh ponsel dan kunci mobil sampai hal selalu ia bawa sejak dulu, yang sudah susah payah aku buat agar ia tak membawanya—dan itu berhasil—dan sekarang itu terjadi lagi. Rokok. Mengadahkan kepala, lagi-lagi tampang yang aku benci. Aku berkata datar…

“Kamu lagi.”

Ia tersenyum kecut. Jari-jari kirinya memijit-mijit kening. Aku baru menyadari ia begitu kusut, sangat kusut, tak selayaknya penerus Mobiletic Corp berpenampilan seperti ini. Aku mengernyitkan dahi begitu ia menyentuh simpul dasinya, membukanya dengan acak lalu melonggar. Dua kancing teratas meja sengaja terbuka. Aku tak melihat jasnya, sepertinya sudah ia simpan di mobil. Rambut jingga kecoklatan kesayangnya yang biasanya selalu rapih kini sepantaran dengan sekumpulan rakyat jelata di jalanan.

Hanya satu hal terpenting yang tak akan merubah dari pesonanya. Pesona yang mampu mengikat gender apapun itu, pria maupun wanita.

Termasuk aku?

(lebih…)