fanfiction for our soul

Posts tagged “U-know

YOU ARE MINE {YUNJAE COUPLE STORY} CHAPTER 2/? YAOI


title : you are mine
author: jung rye sun aka devi hartady
length : 2/?
rate : PG13 < i dunno! maybe…>NC 17
genre: AU, romance,nc17…
WARNING!!! MPREG!!!
don’t read this! if u don’t like yaoi!

********************************************************************

play: greeting-insa by hero jaejoong

barami momun gu shigan jocha
naegen nomu mojarangor
hanbone miso majimag insa haneyo
sarang hamnida guder

shigane jichyodo sarange aphado
gu shigan jocha chuogigo
majimag insa haneyo
sarang hamnida sarang hamnida HA~

Fly away, fly away love HOO~
Fly away, fly away love
Fly away, fly away love

ne senge dan hanbone saranga annyong

******************************************************************

*jaejoong POV*

rasanya aku mau mati sekarang juga! aku mau ditelan bumi saja!
kenapa semua ini harus terjadi padaku???
apa salahku tuhan??!!
aku tak sanggup menghadapi hal ini!
“hyung!”
suara junsu membangunkan lamunanku.
“hyung kau tak apa??”
aku memberikan anggukan kecil padanya.
“hyung sebaiknya kau beri tahu yunho hyung! ia pasti akan senang, jika mendengar berita ini!”
aku hanya bisa menundukkan kepalaku
benarkah dia akan bahagia jika mendengar hal ini??? apakah dengan keadaanku sekarang dia akan mencintaiku kembali?? atau mungkin dia tak akan pernah mau mengakui anak ini???
apa yang harus aku lakukan sekarang???
“hyung!”
junsu kembali menyadarkanku dari lamunanku.
“hyung kau kenapa sih? sejak tadi melamun terus?!”
“aniya!”
junsu terus memandangiku dengan tatapan penuh selidik.
“hyung… aku tahu sedang ada yang salah pada dirimu, pasti ini menyangkut kau dan yunho hyung kan?? kulihat akhir-akhir ini hubungan kalian sudah tidak harmonis lagi! apakah kalian….”
“putus!”
sambungku.
“HYUNG!!! benarkah??? oh my god!!! t-tapi kenapa???”
junsu terlihat sangat syok. dia adalah orang yang paling dekat denganku dan yunho, dia mengetahui segalanya tentang kami. dia sangat mengetahui kalau dahulu kita adalah pasangan yang sangat mesra dan harmonis. ya dahulu…

aku menceritakan segalanya pada junsu. dan kalian tahu junsu langsung tak henti-hentinya meneteskan air mata mendengar ceritaku.
“hyung! aku tak pernah menyangka yunho hyung tega melakukan semua ini padamu! dia seperti bukan yunho hyung yang aku kenal! yunho hyung tak akan melakukan hal sekasar itu! d-dia seperti orang yang sedang dirasuki setan!”
aku memberikan senyum kecil pada junsu.
“sudah su, jangan menangis lagi! aku tak apa-apa kok! aku baik!”
aku memberikan senyum palsuku padanya. sakit rasanya, saat kita bilang kita baik-baik saja padahal hati kita sedang hancur berkeping-keping. rasanya kalimat itu seperti busur tombak yang menghujam jantungku.
“hyung! aku berjanji aku akan selalu ada disisimu! aku tak akan ada seorangpun yang menyakitimu dan bayimu! aku akan selalu ada untukmu hyung! sekarang yang penting kau harus merawat anak itu dengan baik! aku bersedia jadi orang tua angkatnya! hehehe…”
“gomawo su! aku sangat beruntung bisa memilki sahabat sepertimu, aku tak tahu kepada siapa aku harus menceritakan masalhku jika bukan padamu! gomawo su!”
junsu langsung memelukku, tak terasa air mata mengalir di pipiku. paling tidak bebanku berkurang sedikit karena ada seseorang yang paling tidak perduli padaku. tapi aku tetap tak tahu haruskah aku tetap mempertahankan anak ini???

“hyung! mulai sekarang aku tak mau melihatmu sedih-sedih lagi! ayo supaya kau semangat kita shopping! gimana???”
“uhhmmm….” aku pura-pura berpikir.
“aahh…hyung! ayolah!”<puppy eyes>
“hmmm…ok!”
“yeee!!!” tanpa babibu dia langsung menarikku mengikutinya.

aku menghabiskan waktuku seharian ini belanja dengan junsu. menyenangkan aku dapat melupakan masalahku sejenak. aku mulai lelah menemaninya keliling mall memasuki counter pakaian satu persatu, huufftt… capek!
“su, aku capek! kau lanjutkan saja hunting pakaian! aku mau istirahat! ok!”
“ok! nanti kalau aku sudah selesai aku hubungi hyung! ok!”
akhirnya kami berpisah.

saat aku sedang jalan-jalan aku melihat toko perhiasan.
wow, cincin diamon nya keren banget!

http://www.amazon.com/Beautiful-Rolex-style-Yellow-gold-White-gold-Diamond/dp/B000GA3JP2/ref=sr_1_7?ie=UTF8&tag=onlinebusi0a6-20&s=jewelry&qid=1230623724&sr=1-7
<klo mw liat cincinnya>

saat aku sedang asyik mengamati cincin itu. tiba-tiba aku melihat sosok pria yang aku kenal.
pria itu… jung yunho! bersama gadis brengsek itu!
aku memutuskan mengamati mereka dari jauh.

*yunho POV*

“oppa! kau lihat cincin ini bagus yah! aku ingin cincin ini untuk pesta pertunangan kita!”
<cincin yang sama yang dilihat jaejoong>
“hmmm.. yah!”
“bagaimana kalau kau belikan aku cincin ini? aku suka ini oppa!”
“hmmm…yah!”
hari ini aku harus menemani ahra membeli cincin untuk pertunangan kami.
ya kami akan bertunangan. sejujurnya aku tak pernah mencintainya. karena aku sudah memiliki orang yang paling aku cintai di dunia ini. dan ia tak pernah tergantikan. dia adalah kim jaejoong. sejujurnya aku merasa sangat bersalah karena mencampakkannya. ini semua harus aku lakukan demi umma ku. umma yang sudah melahirkan dan membesarkanku hingga seperti sekarang. umma tak pernah meminta apapun dariku tapi beberapa bulan yang lalu dia didiagnosa menderita penyakit kanker rahim stadium lanjut dan dokter memperkirakan usianya mungkin tak sampai setahun lagi.

-flashback-

“yunho!”
“ne, umma!’
aku menggenggam jemari umma erat.
“yun, jau tahu kan usia ku sudah tak lama lagi, bolehkah aku meminta suatu permintaan padamu??”
“apa itu umma?”
“kau tahukan aku ingin melihatmu bahagia, memiliki keluarga kecil, menikah di altar dengan wanita yang kau cintai…”
aku memandangi wajah umma ku yang penuh harapan.
“aku ingin sebelum aku pergi, aku sudah memliki cucu. aku menginginkan seorang cucu yun!”
“t-tapi…”
“aku tahu kau mencintai pria itu! tapi apakah dia bisa memberikanmu kebahagian? aku meragukannya! kau tahu aku tak pernah setuju atas hubungan kalian! dia tak akan pernah bisa memberikanmu keturunan! siapa yang akan melanjutkan bisnis keluarga kita? siapa yang akan meneruskan klan jung jika kau bersamanya?? yunho kau tahu aku tak pernah meminta apapun darimu, sebagai seorang anak maukah kau mengabulkan permintaanku??’
aku hanya terdiam tak bisa menjawab.
“kumohon nikahi go ahra! dia wanita yang baik aku menyukainya”
apa!!! menikahi go ahra??!!
“t-tapi umma aku tak bisa ak-”
“jika kau tak mau menikahinya sama saja kau membunuhku dengan cepat jung yunho!!!”
“tapi umma! aku tak bisa! aku tak mencintainya! aku tak bisa menikahi orang yang tak pernah aku cintai!”
“tapi dia gadis yang baik jung yunho! dia lebih baik daripada kekasihmu! aku tak perduli! jika kau menolak jangan harap kau bisa melihatku hidup lebih lama!”
DEG…
“t-tapi aku…”
tiba-tiba umma colapse.
“umma! umma… kumohon bertahanlah!”
dokter segera menghampirinya memakaikan alat-alat diseluruh bagian tubuhnya.
umma aku tak mau kehilangannya. aku mencintainya… tuhan aku akan melakukan apapun yang umma suruh asal kau jangan ambil nyawanya!

beberapa jam kemudian umma sadar dari koma-nya.
“yunho…’
“umma aku disini!’
aku menggenggam jemarinya. kucium keningnya.
“yun…”
“ne umma”
“apa kau mau menerima permohonanku??”
“……a-aku…..baiklah umma!”
aku terpaksa melakukannya. aku tak mau umma colapse lagi.
“gomawo yun! kau memang anakku yang paling baik!”
maafkan aku joongie. aku tahu mungkin aku telah mengambil keputusan yang menyakitkan. tapi kehidupan masih terus berjalan. dan joongie aku akan tetap mencintaimu selamanya. maafkan aku mengkhianatimu. kuharap suatu saat kau mengerti.

-end flashback-

“oppa! kau melamun apa sih?? lihat cincin ini! bagus kan! aku mau ini!”<puppy eyes>
“eh,eh… ya!”
tiba-tiba aku melihat seseorang yang sangat kukenal. itu jaejoong?? jaejoong sedang apa disini??
dia menatapku sejenak lalu dia langsung pergi.
“jae…”
“oppa!!! kau sedang lihat apa sih?! siapa itu jae?! tadi oppa seperti memanggil seseorang!”
tanyanya penuh selidik.
“aniya… sudahlah! lupakan!”
jae kau kah itu??

play: that should be me by justin bieber

That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me
That should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong
I can’t go on
‘Till you believe
That that should be me

*jaejoong POV*

aku sekarang sedang berada di bar malam. aku memutuskan kesini untuk melepaskan stress ku. aku berpisah dengan junsu saat di mall. aku beralasan padanya ingin pergi kerumah temanku.
aku menenggak segelas beer dengan ganas. aku tahu mungkin ini tak baik untuk kandunganku. tapi aku tak perduli. kenapa aku harus bertemu dengannya dengan wanita itu?? kenapa?? aku benci melihat mereka bermesraan! aku benci saat aku tahu mereka akan melangsungkan pertunangan. seharusnya orang yang bertunagan dengannya adalah aku! bukan wanita itu! dan kenapa yunho jauh lebih memilih bersama wanita otu ketimbang aku! aku yang sekarang sedang mengandung anaknya.
tiba-tiba sesosok laki-laki jangkung menghampiriku. seprtinya aku mengenalnya.
“hi, jae! sudah lama kita tak bertemu! sedang apa kau disini?!”
“hi, changmin!”
dia shim changmin, dia adalah temanku saat di bangku SMU.
“jae, sepertinya kau sedang ada masalah??”
aku memberikan senyum kecil padanya.
“jae kau makin cantik setelah lama aku tak melihatmu!”
kurasa dia mulai merayuku. dia sejak dulu memang menyukaiku. bahkan dia adalah rival abadi yunho.
aku memeberikan senyum kecil padanya.
“jae kau sendiri disini? tak baik loh untuk orang sepertimu berada di bar sendirian! bagaimana kalau aku temani??”
ah, kurasa dia mulai meluncurkan aksinya.
aku kembali menenggak beer ku. saat tiba-tiba dia membalikkan tubuhku berhadapan dengannya. dan menciumku. what the hell is that?!!
“yak! kau! apa-apaan kau ini changmin!!!”
“ups… maaf jae! aku tak kuasa melihat bibir sexy mu!!! hahaha…”
oh, tuhan sepertinya dia sedang mabuk.
dia menarikku ke pojok ruangan. aku berusaha melepaskan tanganku namun genggamannya terlalu kuat. dia melemparku ke tembok.
oh, tuhan apa yang mau dia lakukan padaku?!
“jae! i need u now…” dia berbisik di telingaku.
“j-jangan changmin! aku tak bisa!”
“jangan bilang itu karena si brengsek yunho! aku tak akan melepaskanmu kali ini kim jaejoong!!”
dia mendesakku hingga aku sesak napas.
dia mulai mencium leherku. dia menggigitnya cukup keras.
“Aaarrgghh…”
“jae kau sexy…”
oh, siapapun tolong aku!!!
kurasakan dia mulai turun kebawah. oh, jangan aku tak akan memberikannya padanya!
dengan sekuat tenaga aku meronta melepaskan diri. aku menendang juniornya. dia langsung jatuh terpelanting. aku langsung berlari sekuat tenaga, aku tak melihat kebelakang lagi aku terus berlari menyusuri koridor-koridor panjang hingga akhirnya kutemukan pintu keluar. aku langsung menyetop taksi.
dia dalam taksi aku tak bisa berhenti mengeluarkan air mataku. aku mengusap pelan perutku.
“baby, maafkan aku… aku tak bisa menjagamu dengan baik”
aku tak tahu aku akan pergi kemana sekarang, yang jelas aku tak mau pulang ke rumah. aku benci mengingat memori bersamanya terekam kembali di otakku saat aku pulang kerumah. maka itu aku memutuskan untuk tidak pulang.

*junsu POV*

sejak tadi aku terus menelepon hp jae hyung. tapi selalu gak diangkat. padahal ini sudah sangat malam ini sudah jam 10 malam. dia bahkan tak pernah pulang hingga selarut ini sendirian. saat tadi setelah pulang dari mall aku kerumahnya tak ada orang sama sekali. bahkan hingga sekarang. aku mencoba menghubungi beberapa teman dekatnya namun mereka semua tak ada yang tahu. hyung kau dimana sih??!!
“su, kau kenapa sih dari tadi gelisah sekali?”
suara yoochun membangunkan lamunanku.
“chunnie! jaejoong hyung belum pulang hingga sekarang! aku takut terjadi apa-apa dengannya!”
yoochun mendekapku pelan.
“sudahlah! pasti dia bersama yunho hyung!”
“tak mungkin! mereka sedang bermasalah sekarang pasti sekarang jae hyung sendirian bagaimana kalau terjadi apa-apa padanya chunnie?!”
“tenanglah su! jae hyung kan bukan anak-anak lagi! dia sudah besar dia kan bisa jaga diri!”
“tapi masalahnya sekarang berbeda chunnie! jae hyung sedang hamil!!!”
yoochun langsung shock.
“MWO??!! hamil???!!! kau tak bercanda su-ah??”
aku mengangguk kecil.
“tapi bagaimana bisa??? jae hyung kan laki-laki??? lelaki tak bisa hamil su!!”
“mana aku tahu!! yang jelas kenyataannya sekarang jae hyung sedang mengandung! dan akhir-akhir ini dia sedang banyak masalah! aku takut dia melakukan hal bodoh!”
“tenanglah su! jae hyung pasti baik-baik saja! coba kau telepon yunho hyung! kantak ada salahnya!”
aku mencoba menelepon yunho hyung tapi tak ada jawaban.
“chun, aku tak akan tenang sebelum menemukan jae hyung! aku akan kerumah yunho hyung sekarang!”
maaf jae aku harus melakukan ini. aku tak mau terjadi apa-apa padamu.

*yunho POV*

“oppa! kenapa kau jauh-jauh sih tidurnya! deketan donk!”
haah…
“oppa!!!”<ahra manyun>
“iya!”
ting…tong…
sepertinya ada yang datang.
“siapa itu oppa?? malam-malam begini bertamu!”
“yasudah aku yang bukakan pintu!”
saat kubuka pintu ku dapati junsu dan yoochun di depan pintu.
“junsu, yoochun, kalian ngapain malam-malam kesini? darimana kalian tahu aku tinggal disini?”
“aku diberitahu temanmu si seunghyun hyung!” ujar yoochun.
“hyung! aku tak punya banyak waktu! ini tentang jae hyung!”
“jae? ada apa? aku sudah tak ada hubungan lagi dengannya! kenapa kau mencariku karenanya??”
junsu menatapku marah.
“baiklah! mungkin kau tak ada hubungan lagi dengannya!!! tapi asal kau tahu!! jae hyung sekarang sedang mengandung anakmu! ANAKMU mr. jung yunho! dia membutuhkanmu! dan sekarang aku tak tahu dia dimana dia menghilang!!! dan kau tahu ini sudah sangat malam! kuharap sebagai ayah dari bayi yang dikandungnya kau masih memiliki rasa perduli!!! paling tidak perduli pada nasib anakmu!!!”
DEG… ucapan junsu bagai pisau yang sangat tajam bagiku.
jae hamil????
“junsu! kau jangan bercanda! ini sudah malam! bagaimana mungkin dia hamil! dia seorang pria! dan pria tak ada yang bisa mengandung!!! apa buktinya agar aku percaya bahwa dia hamil?? it’s impossible!!!”
dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan menyodorkan sebuah amplop berisi surat padaku.
disitu tertera
NAME: KIM JAEJOONG
AGE: 24
GENDER: MALE
RESULTS:POSITIVE
OH MY GOD!!! dia hamil!!! anakku!!!!!
“usianya sudah menginjak 3 bulan! kumohon! cari dia sekarang! aku tak mau terjadi apa-apa padanya!”
ujar junsu pelan.
dia hamil! dan itu adalah anakku!!! entah itu mukjizat atau apa! tapi aku bahagia sekarang!!! aku akan memilki anak dari orang yang aku cintai.
“oppa!!! sedang apa kau?! lama sekali!!!”
suara ahra membangunkan lamunanku.
junsu menatapku dengan tatapan memelas.
“baiklah! aku akan mencarinya!”
aku harus menemuinya.

“ahra! aku pergi dulu mungkin aku akan lama jadi kau tidur saja!”
“tapi oppa!!!” ujarnya merengek.
“aku pergi dulu!”
“oppa!!! oppa!!!!”
aku menghiraukan dia yang terus memanggilku.

*jaejoong POV*

malam yang dingin, tanah yang basah, diterangi cahaya bulan purnama.
aku terduduk sendirian di tepi sungai han. aku memetik sekuntum bunga. kucabut kelopaknya satu persatu.
aku mengusap perutku pelan.
“nak, kalau kau lahir nanti kau jadi perempuan atau laki-laki?? hmmm…”
aku menebaknya dengan kelopak bunga itu.
“cewek…cowok…cewek…cowok…”
hmmm…. kupikir tak masalah dia cewek ataupun cowok. yang pasti dia pasti akan sangat tampan atau cantik.
“mulai sekarang aku berjanji akan merawatmu dan membesarkanmu dengan baik! aku tak perduli omongan orang lain! aku mencintaimu! cepat lahir yah!”
entah, kenapa sekarang aku bahagia memilikinya. meski awalnya aku sangat takut. tapi perlahan aku bisa menerima keadaanya. aku pasti akan lebih bahagia lagi kalau yunho ada disini bersamaku.
aku berdoa dalam hati sembari memejamkan mata.
tuhan… aku ingin bertemu dengannya walau hanya sebentar, aku ingin melihat wajahnya tersenyum padaku. aku ingin melihatnya saat aku membuka mataku meskipun itu hanya mimpi sekalipun!”
perlahan kubuka mataku. dan kulihat sesosok pria tinggi tegap, tampan, membawa sebuah payung putih memandangiku dari jauh. sosok itu seperti yunho.
“y-yunho…”
sosok itu memeberikan senyumnya yang sangat manis padaku.

TBC

hayoo!!!

dikomen yg banyak n likenya donk!

jgn pelit2, biar authorny jd semangat! hehehe…..

Iklan

YOU ARE MINE {YUNJAE COUPLE STORY} CHAPTER 1/? YAOI


title : you are mine
author: jung rye sun aka devi hartady
length : 1/?
rate : PG13 < i dunno! maybe…>
genre: AU, romance,nc17…
WARNING!!! MPREG!!!
don’t read this! if u don’t like yaoi!

 

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

 

*jaejoong POV*

aku terdiam di bangku taman yang sepi ini. tak ada seorang pun. aku sendiri!
sejujurnya aku menginginkannya memelukku dan menghangatkanku di malam yang kelam ini. tapi mungkin sekarang dia membenciku dan tak akan lagi perduli padaku.

aku tak pernah berharap semua ini akan terjadi aku mencintainya, aku percaya padanya. namun akhir – akhir ini semuanya berubah aku merasa dia kini mulai menjauh dariku. setiap malam kami lalui dengan pertengkaran hebat. aku benci ini semua…
aku benci tatapan mata penuh kemarahan padaku, aku benci semua perlakuan kasarnya padaku, aku benci setiap kalimat kasar yang di tujukan padaku.
kemana dia yang dulu???
Dia yang dulu bahkan tak pernah berani sedikitpun menyakitiku tapi sekarang…
apa dia tak mencintaiku lagi??
mungkin karena posisiku di hatinya sudah tergantikan oleh wanita itu. ya, wanita yang membuat kekasihku terasa seperti orang lain untukku. dia membuat hubungan kami berantakan. aku benci wanita jalang itu. aku benci karena dia membuat hubunganku dengan kekasihku jung yunho berantakan. ya, dia jung yunho seseorang yang sangat berarti dalam hidupku yang telah menemaniku selama 6 tahun lebih. masa – masa yang indah bersamanya. tapi sekarang seperti menghilang entah kemana. itu semua karena wanita itu, wanita yang berusaha merebut posisiku di hati jung yunho, dia go ah ra…

seperti malam ini…

“siapa dia yunho?!”
sambil menunjukkan foto – foto yang kudapatkan dari internet.
“dia ah ra! kenapa sih jae?! aku capek sudahlah jangan membahas macam – macam! aku mau istirahat!”
“siapa dia yunho?! jawab aku!!! kenapa foto – foto ini mesra kalau kalian gak ada hubungan lain!!!”
“dia hanya rekan kerjaku! kan, kau tahu dia dan aku sedang membintangi serial drama yang sama! dia hanya teman kerjaku jae! sudahlah!!!”
“teman kerja kau bilang!!! memang aku tak tahu beberapa bulan ini setiap hari pasti dia meneleponimu!!! dia mengajakmu kencan!! aku tahu semua yun!!! jangan bohong padaku!!!”
“kubilang dia teman, ya teman!!! kau ini cemburuan sekali!!!”
dia beranjak ke kamar meningalkanku.

“aku bilang dia hanya temanku! kami hanya partner kerja kenapa pikiranmu kolot sekali sih jae?!”
“partner kerja katamu!!! tidak ada partner kerja yang memanggil dengan kalimat sayang!!!”
“ya, itu kan hak dia mau memanggilku apa!!! kau ini kenapa sih jae!”
“aku takut kehilanganmu yun! aku tahu dari semua yang sudah terjadi beberapa bulan ini! kau pasti ada apa – apa dengan ah ra kan!”
“kau apa -apaan sih!!! gayamu seperti anak kecil dewasa sedikit! dia hanya partner ku! kami bekerja secara profesional!! kami berteman seperti blayaknya teman biasa!!!”
“teman biasa?! hah, tak ada teman biasa yang menelepon sebelum kau tidur mengucapkan hal itu dengan kalimat – kalimat mesra! jika dia teman kenapa di hp mu banyak smsnya yg memakai kalimat – kalimat sayang! seperti hi, honey kau sudah tidur apa belum! itu yang kau bilang teman?!?!”
“terserah!!! sudahlah kau jangan bawel!!! itu tuntutan pekerjaan!!”
“ohya!!! bermesraan dengan partner kerjamu adalah tuntutan pekerjaan?!!”
“itu semua kan hanya untuk menaikkan rating drama saja!! sudahlah aku mau tidur!”
“heh, ya dengan begitu semua orang akan tahu kalu jung yunho terlibat cinta lokasi dengan go ah ra!!! itu lebih baik bukan daripada jung yunho diketahui berpacaran dengan kim jaejoong! maka semua orang akan tahu jung yunho seorang gay!! hahaha… aku tahu itu yunho!!!”
“diam kau! brengsek!!! tutup mulutmu!!! sekali lagi aku dengar kau bicara seperti itu! kuhajar kau!!!”
dia menatapku marah.
“bukankah memang begitu?!!! kau menyembunyikan semuanya! kau sembunyikan hubungan kita selama bertahun – tahun!! karena kau takut cap gay tertera di dirimu!!! bahkan kau sembunyikan aku!!! kau sembunyikan aku yang notabenenya adalah kekasihmu!!! jawab aku!!!”
PLAKK…

“tutup mulutmu! atau kubuat mulut itu tak bisa bicara lagi!”
aku memegangi pipiku dan menatapnya nanar. sakit rasanya, tapi hatiku jauh lebih sakit daripada tamparan ini.

drrrtt…drrrtt…drrrtt….
“ne, yoboseyo?! ahra wae?”
ahra dia menelepon lagi! tak tahu diri benar dia ini sudah jam 12 malam.
aku merebut hp yunho.
“hey! apa -apaan kau?!”
aku mengabaikannya.
“hallo! dasar kau wanita keganjenan!!! jung yunho sudah punya kekasih dan tak usah kau coba mendekatinya lagi!!! karena dia tak akan tertarik padamu!!! jadi mulai sekarang berhenti meneleponnya tiap malam!!!-“
dia merebut hp nya.
“apa – apaan kau jae?!! kau mau buatku malu?!!! pikir pakai otakmu!!!”
“kenapa?! kau tak suka?! itu hak aku karena dia penganggu!!! kenapa?! kau tak terima!!! kau ingin membelanya?! karena kau punya hubungan dengannya kan?!”
BUAAGHH….

kurasakan darah menetes dari bibirku. dia memukulku???
dia tak pernah memukulku?? ada apa dengannya??
dia menarik kerah bajuku, kulihat tatapan mata penuh amarah.
“sekali lagi kau seperti itu lagi!!! kita berakhir kim jaejoong!!!”
tanpa terasa air mataku mengalir. dia bukan jung yunho ku!

dia mengambil tas dan beranjak meninggalkanku.
“k-kau mau kemana?…”
“bukan urusanmu!!!”
“yun, ak-“
“diam jangan bicara!! aku tak mau mendengar suaramu!”
dia meninggalkan kamar, aku langsung mengejarnya.

“yun, kau mau kemana?! ini sudah sangat malam!”
aku menarik tangannya.
“kubilang itu bukan ursanmu!!! lepaskan tanganku!”
“tidak! kau tak boleh pergi!!! kau mau kemana?”
“kubilang lepaskan tanganku!!!”
“yun-“
dia menepis tanganku. dia mendorongku hingga terjatuh ke lantai.
“diam!!!”
aku menarik kakinya.
“kumohon jangan pergi! maafkan aku yun!!! maaf!!!”
“pergi jae!!!”
“gak mau!!!”
aku meraung – raung mendekap kakinya. aku tak perduli dia pikir aku gila atau apa, aku takut kehilangannya.

tiba-tiba dia menarik tubuhku dan melemparku jatuh terduduk di tanah.
“aaaarrrggghh….”
aku mengerang pelan kesakitan, dan kulihat tergores luka di sikutku.
dia bahkan tak menoleh sedikitpun padaku yang terluka karenanya.
tapi aku belum menyerah saat dia mulai menjalankan mobilnya perlahan, aku mengejarnya aku gedor kaca mobilnya tapi dia tak menghiraukanku! aku tak sanggup lagi mengejarnya akhirnya aku hanya bisa duduk terjatuh di tanah basah yang sangat dingin. aku merasakan kebodohanku dan ketololan ku karena cemburu pada kekasihku. tapi semua ada alasanya. aku cemburu karena aku mencintainya aku tak rela jika ada orang lain yang menggantikan posisiku di hatinya. aku tahu aku mungkin tak akan bisa memberikan apa yang dia inginkan. aku memang mungkin tak akan pernah bisa memberikan dia anak seperti yang dia harapakan. tapi aku bisa memberikan cintaku yang begitu besar padanya. aku merasa aku adalah orang paling bodoh di dunia ini. karena aku terlalu mencintainya, ya pria itu jung yunho. tapi sejujurnya aku merasa sangat bahagia saat aku mencintainya. apakah itu perasaan yang bodoh???

seberkas cahaya terang seperti menusuk mataku. kubuka mataku perlahan, kuraba sisi samping kanan tempat tidurku berharap orang yang kucintai terlelap di sampingku. tapi tak kutemukan apapun. aku bangun perlahan dari tempat tidurku, kubasuh wajahku dengan air segar tapi entah kenapa tak bisa menghilangkan mataku yang membengkak akibat menangisinya. kupandangi wajahku di cermin. aku seperti monster! itu seperti bukan aku. kuraba bibirku yang terluka. sakit rasanya tapi… hatiku jauh lebih sakit dibanding luka yang kuderita.

aku benar-benar tak ingin melakukan apapun hari ini. aku ingin sendirian dirumah berdiam diri.
aku menyalakan televisi, dan aku terus mengutak atik remote mencari acara tv yang bagus. tapi entah kenapa semua acara drama yang menceritakan pasangan yang sedang dimabuk asmara. aku benci melihatnya karena aku merasa melihat adegan mesra seperti itu membuat hatiku tambah sakit akibat ditinggalkannya.

tiba-tiba aku merasakan mual yang sangat diperutku.
“uuugghh….”
aku berlari ke toilet dan memuntahkan isi perutku. aku merasakan tubuhku bergetar hebat dan air mataku mengalir tiba-tiba. aku jatuh terduduk di lantai. aku menangis sejadi-jadinya disitu.

“ting….tong…”
sepertinya ada tamu datang ah, aku malas membukakan pintu.
lalu terdengar teriakan khas yang pagi-pagi membuat kupingku sakit. pasti itu dolphin.
“jaejoong hyung!!!!! yunho hyung!!!! anybody home!!!!!!helllo!!!”
aku berlari membukakan pintu. benar saja itu dolphin.
“hi, hyung!”
dia memelukku.
aku memberi senyum kecil padanya.
“kau ada apa kesini ??”
“hehehe…aku hanya ingin main! memang gak boleh??”
“hmmm… gak papa! ayo masuk!”
“ok!”
dia mengikutiku masuk ke ruang tamu. ohya! dia kim junsu. dia sahabatku usia kita sepantaran tapi entah kenapa dia memanggilku hyung.
aku membawakan segelas sirup untuknya.
“hyung kau tahu saja aku lagi haus banget!”
dia meminumnya sampai habis dalam sekali tenggak.

“hyung, kok wajahmu pucat?? kau sakit yah?? kau berantakan sekali hari ini!”
aku memberikan senyum kecil padanya.
“kau sakit hyung???”
dengan wajah penuh selidik.
belum sempat aku menjawab pertanyaannya, tiba-tiba kurasakan perutku kembali mual.
“uuggghh….” aku berlali ke toilet dan memuntahkan isi perutku junsu langsung menghampiriku membantuku memuntahkan isi perutku.
“hyung! kau kenapa?!”
kurasakan keringat dingin di sekujur tubuhku.
“hyung kau tahu! wajahmu seperti orang mau mati!”
dia membantuku berdiri, dan mendudukkanku di sisi tempat tidur.
“hyung kau sakit! wajahmu sangat pucat! mana yunho hyung?! kemana dia! apa dia tak tahu kau sedang sakit?!! sebaiknya aku meneleponnya!”
“j-jangan junsu!”
aku langsung menarik hp nya.
“tapi kenapa hyung?! yunho hyung harus tau! kau sedang sakit! ada apa denganmu?!”
“jangan junsu! jangan beritahu dia!”
kurasakan air mata mengalir dari pelupuk mataku.
“hyung…”
junsu langsung memelukku dan menenangkanku yang menangis.
“hyung aku tahu sedang ada masalah di hubungan kalian, maukah kau beritahukan padaku? paling tidak itu semua akan meringankan bebanmu!”
“aku tak bisa bilang padamu sekarang! mungkin nanti” aku menundukkan kepalaku.
“hyung! kau mungkin tak mau aku beritahukan hal ini pada yunho hyung! tapi kau harus ke dokter sekarang juga! atau kau akan kuadukan padanya!”
“t-tapi ak-“
“tak ada tapi-tapian! kau harus ke dokter sekarang juga!”

-rumah sakit-

“bagaimana keadaan hyungku dok?!”
sejak pemeriksaan yang tadi sudah kulakukan entah kenapa dokter memandangiku dengan tatapan aneh.
“haah….”dia membuang nafasnya berat.
“jujur saja tuan kim jaejoong, saya masih sulit memberikan hasil yang saya terima kepada anda. ada yang aneh pada diri anda. sampai saat ini jujur saja saya masih meragukan hal ini! karena ini tak pernah terjadi sebelumnya! maka itu say-“
“dok! apa hyung menderita penyakit mematikan seperti kanker?!!”
“hmmm…. mungkin lebih buruk! atau malah lebih baik dari kanker!”
“dok! bagaiamana hasilnya?? saya tak apa dengan hasilnya jika memang belum 100%! tapi saya ingin tahu kondisi saya!”
“baiklah! tuan jaejoong, kuharap setelah ini kau tidak pingsan atau apalah itu….
apa sekitar 3 bulan yang lalu anda berhubungan sex dengan pasangan anda??”

flashback

“aaarrggghhh jae!”
aku memelintir nipplenya sehingga ia mengerang.
dia membalikkan tubuhku kebawah.
“i’m in top jae!hahaha…”
dia menciumi dadaku yang bidang sesekali dia menjilat dengan lidahnya.
“kau manis jae!”
juniorku mulai menegak. dia meremas juniorku dengan keras.
“AAARRGGHH….”
eranganku membuatnya semakin liar. dia membuka celanaku secara paksa.
“jae kau ketat!”
dia menggesekkan juniorku pada juniornya.
“ahhh…. yun! geli!!!”
dia memasukkan juniornya ke hole ku.
“ARRRGGHH…..yun…bisakah….kau….ahhh….masukkan cepat!!!”
“tahan jae!”
akhirnya juiornya masuk dengan sempurna di hole ku.
“AARRGGHH….. jae!!! gak tahan!”
“ok! ahh…keluarkan yun!!”
akhirnya yunho mengeluarkan cum nya.
CROOTT…
aku langsung menelan cum nya. aku melumatnya dengan lahap.
“arrghhh jae! you are the best ever!”
“you too honey!”

end flashback

“kalau begitu! selamat tuan kim jaejoong! anda positif hamil 3 bulan!”
junsu terlihat syok mendengar pernyataan dokter.
dunia terasa runtuh di atas kepalaku. sepertinya aku ingin mati saat ini juga!
“anda bohong kan dok?! anda bercanda kan???”
“saya tidak bercanda! kami sudah melakukan tes sebanyak 3x dan hasilnya sama… anda positif hamil!”
OH MY GOD!!! dia bilang aku hamil???!!!! aku abnormal!!!
“i-itu tak mungkin dokter!!! aku laki-laki normal! aku terlahir sebagai laki-laki dan meskipun kenyataanya aku gay, tapi laki-laki tak ada yang bisa hamil!!!”
oh, tuhan! katakan ini hanya bohong! ini tak boleh terjadi! tamatlah riwayatku jika ini terjadi.
“tapi itu pengecualian padamu tuan kim jaejoong!”
dia menjelaskan padaku tentang apalah itu! aku tak mengerti, aku bahkan tak bisa mendengar omongan apapun dengan baik. aku merasa hidupku akan tamat sampai disini.
aku punya anak, tanpa ayahnya yang meninggalkanku.
dan anak ini adalah anaknya. anak pria itu.
jung yunho….

TBC

fanfic ini sebelumnya sudah pernah saya post kan,

nah, ini adlh ff pertama saya d blog ini!

jadi mohon bantuannya!

^_^


our life,our love (prolog)


uthor:hanae
rating:pg15-nc17YAOI

genre:tragedi romans

cast: hero jaejong->jae ,jung yunho->yunho , mickey yoochun-> yoochun , xiah junsu-> junsu max changmin->changmin

NOTE:nii ff pertama mian klu jelek,

JAE POV
07-07-07
hari ini adalah hari istimewa bagiku, hari ini aku akan menyatakan perasaan ku pada org yg ku cintai, dia adalah junsu sahabat ku sejak smp hingga aku sekarang duduk di kelas 2 sma, sebenarna aku malu mengungkapkan perasaanku padanya, tapi aku harus melakukannya sebelum junsu menjadi milik org lain.

author pov:
jae akan mengungkapkan perasaannya kepada junsu dan dia meminta salah seorg temannya untuk membantunya,

“yunho aku akan mengungkapkan perasaan ku pada junsu hari ini, aku minta tolong bantuannya iia” jae memohon kepada yunho agar rencananya berhasil

“yunho kenapa kau bengong,kau mau membantuku tidak?” uajar jae

“wae? , mian tadi aku bengong, tentu saja aku akan membantumu” ucap yunho

“ne, nnti istirahat aku akan memberitahumu apa yg mesti kau lakukan” ucap jae sambil berlalu pergi

yunho pov

“jae akan menyatakan cinta pada junsu?”

“apakan dia tidak bisa menangkap tanda-tanda yg aku berikan?”

“ciih dia sungguh pabo, apakah dia tidak tau bahwa aku begitu mencintainya,”

dia akan menyatakan perasaannya pada org lain, apa yg harus aku lakukan?

author pov
“jae akan menyatakan cintanya pada ku?” ujar seseorang yg menguping pembicaraan yunho danjae yg ternyata adalah junsu

“aku begitu mencintai jae, tapi yunho juga mencintai jae, apa yg harus ku lakukan?, apa aku harus mengalah memberikan jae kepada yunho, atau aku terima jae karna aku mencintainya dan membiarkan yunho terluka, tapi yunho adalah sahabat ku.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

apa yg harus dilakukan yunho dean junsu?

ayoo ada yg mau request?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
yg udah baca tolong like or comment tlg jgn jdi silent reader nii ff pertama kuk kritik saran sangat di butuhkan

hanae


PLAYBOY BOYFRIEND { YUNJAE COUPLE STORY } CHAPTER 6/? YAOI


title : playboy boyfriend

author: jung rye sun

length: 6/?

rate: maybe NC 17…

genre: AU, romance, NC17, and a little bit straight…

WARNING!!! MPREG!!!don’t read this! if u don’t like yaoi!

 

*jaejoong POV*

 

tak terasa sudah sekitar 2 bulan aku bersama yunho.

kami akan mengadakan pesta pernikahan 1 minggu lagi.

mood ku akhir-akhir ini benar-benar hancur.

rasanya aku ingin marah setiap saat,

dan kemarahan itu aku lampiaskan kepada yunho.

tapi entah mengapa dia sabar saja.

tak pernah sekalipun dia balas marah padaku.

padahal dulu dia seperti anjing herder bagiku.

 

karena pernikahan kami akan berlangsung seminggu lagi,

kami jadi sibuk mengurus segala macam kebutuhan yang dibutuhkan.

 

“jae, lihat ini! bagus tidak??”

yunho mengambilkan salah satu gaun yang dia temukan.

“kau kira aku wanita?! aku tak mau memakai gaun!”

dia langsung memanyunkan bibirnya.

“tapi kau pasti cocok!”

dia terus memaksaku memakai gaun itu.

“benar, tuan anda pasti terlihat sangat cantik dan anggun!”

pramuniaga itu juga ikutan memprovokator.

“oooh, shut up!!”

aku kesal jika seseorang menyurhku memakai pakaian wanita.

biar gini-gini aku kan masih laki-laki.

“jae, kali ini saja…please!”

yunho menampilakn wajah puppy eyesnya yg paling kubenci.

“jangan memohon speerti itu jung yunho!”

dia tidak menyerah menampilkan wajah puppy eyesnya.

“ok! baiklah! terakhir kalinya, awas kau!!”

ancamku ganas.

dia hanya nyengir-nyengir gak jelas.

 

gaun yang cantik,

<http://t2.gstatic.com/images?q=tbn%3AM78GcBuvvvyRnM%3Ahttp%3A%2F%2Fbride.ca%2Fwedding-ideas%2Fimages%2FBlog%2FGowns%2FFabrics%2FPeau-de-Soie.jpg&t=1>

aku masuk kedalam ruang fitting room.

kuperhatikan gaun itu dengan seksama.

sejak kapan aku mau disuruh pakai beginian??

hanya untuk menyenangkan dia??

kemasukkan setan apa aku??

 

“jae! sudah belum? kau lama sekali??”

aku sengaja memperlambatnya.

entah kenapa aku jadi malu.

“jae??”

dia terus menerus memamnggilku daritadi.

“iya, iya!”

perlahan kubuka tirai ruangan fitting room.

“OH MY GOD SUN!!!”

yunho tiba-tiba langsung bengong melihatku.

“w-wae??”

dia menatapku seperti orang yang habis meminum obat kuat.

“k-kau….. ini kau jae??”

aisshh…. dasar bodoh.

“ya, iyalah!! paboya!”

dia menggelengkan kepalanya kecil.

“kau cantik sekali!”

BLUSSH,

seketika pipiku memerah tomat.

entah mengapa ada perasaan sedikit senang dibalik kalimat itu.

meskipun sejujurnya aku tak pernah suka dibilang cantik.

“kau sangat pas dengan gaun itu! kau pasti akan sangat cantik jika di pernikahan kita

kau memakai gaun itu”

aku memberikan death glare padanya.

“tak akan pernah jung yunho!!!”

dia hanya bengong mendengar kalimatku.

“sudahlah! baju ini berat! aku mau ganti baju saja!”

aku beranjak meninggalkannya.

“eittss…. tunggu! kita foto dulu donk!”

ujarnya sembari menarik paksa tanganku.

“ahh, apaan sih kau?! aku tak mau!”

aku menepis tangannya yang mencengkramku erat.

“oh, ayolah jae! sekali-kali!”

“aniya!”

“ayolah!”

“aku tak mau!”

tiba-tiba dia menarikku paksa dan mendorongku ke tempat pemotretan.

fotografernya menatapku sembari senyum-senyum kecil.

“wah, calon pengantin yang serasi!”

yunho langsung menunjukkan tampang sok berkuasanya.

“tolong, nona bisakah anda merapat sedikit?!”

fotografer itu memberi aba-aba sejak tadi.

mengapa aku harus dipanggil nona??

“mengapa dia haru memanggilku nona?”

rutukku pelan.

“karena kau sedang memakai gaun tentu saja!”

jawabnya santai.

tiba-tiba dia melekkukan tangannya di pinggangku.

aku sedikit merasa risih awalnya.

tapi lama-lama aku mulai terbiasa.

aku tak pernah berada dalam jarak sedekat ini dengannya.

bau tubuhnya benar-benar laki-laki.

ehmmm…. maksudku jantan.

 

“jae…”

“hmmm….”

“apa kau sudah lelah??”

“tidak!”

kami berjalan-jalan disekitar pertokoan di kota.

“hey, bagaimana kalau kita mampir dulu ke coffe shop diseberang sana? sepertinya ramai”

dia menunjuk salah satu coffe shop di seberang jalan.

“yasudah….”

dia menggandeng tanganku menyebrangi jalan.

aku tak pernah sama sekali digandeng orang lain.

selalu aku yang menggandeng, tapi kali ini….

aku merasa malu, dan risih.

apalagi orang-orang melihat kami dengan tatapan aneh.

tapi entah mengapa yunho sepertinya santai saja.

dan, entah mengapa aku merasa terlindungi saat berada di dekatnya.

 

kami mengambil tempat duduk di pojok ruangan.

tempatnya sangat nyaman.

aku memesan caramel latte dan yunho cappucino.

belum lama waitres pergi meninggalkan meja.

tiba-tiba datang seorang wanita yang sangat cantik menghampiri kami.

“hai, maaf…. kau jung yunho?”

wanita itu menatap bertanya-tanya pada yunho.

“ne, k-kau….”

yunho terlihat kaget saat memandang wanita itu.

“masih ingat aku??”

yunho mengangguk kecil.

wanita itu langsung tersenyum cerah.

“bae seul gi…”

dia berbalik menatapku dan memberikan senyum manis.

wanita itu sangat cantik kupikir aku seharusnya menggodanya  dan menanyakan nomor telepon.

tapi sekarang tak tahu kenapa justru ada perasaan aneh saat melihat wanita itu.

“k-kau…. bukankah seharusnya ada di jepang seul gi?”

tanya yunho bingung.

wanita itu sedikit murung sangat ditanya hal itu.

“ne, aku kembali ke jepang 3 bulan yang lalu”

entah mengapa yunho terlihat salah tingkah di dekat wanita itu.

“bagaimana hubunganmu dengan kangta hyung?”

wanita itu tersenyum pahit.

“aku sudah bercerai dengannya 3 bulan lalu, makanya aku memutuskan kemabali ke korea”

“miahae….”

“tak apa….”

wanita itu mencoba membuka percakapan kembali.

“hey, kau datang bersama siapa yunho?”

dia bertanya bingung sembari menatapku.

“oh, dia adalah-”

“temannya!”

jawabku tegas.

wanita itu membulatkan bibirnya tanda mengerti.

yunho hanya menatapku dengan tatapan bingung.

“aku bae seulgi”

dia menjulurkan tangannya kepadaku.

“aku jaejoong, kim jaejoong…”

aku membalas uluran tangannya.

“senang bertemu denganmu jaejoong sshi”

aku hanya membalasnya dengan senyum kecil.

“drrrtttt……”

“yooboseyo?”

dia mengangkat hp nya yg berbunyi.

“oh, iya!…. baiklah…..aku akan sampai….. sebentar lagi….ok!”

dia menutup teleponnya mengkhiri pembicaraan.

“hey, aku sepertinya harus duluan! ada seseorang mencariku,

senang bertemu kalian berdua, kuharap lain kali kita bisa bertemu lagi!”

“oh, ne….”

yunho menatap seul gi yang berlalu dengan pandangan aneh.

dari tatapannya entah mengapa aku merasa ada yang aneh.

wajahnya berbeda saat menatap wanita itu.

seperti ada sesuatu.

 

setelah keluar dari coffee shop kami saling terdiam satu sama lain.

aku tak berani bertanya macam-macam pdanya.

dia terlihat murung setelah bertemu wanita itu.

wajahnya entah mengapa terlihat sedih.

tatapannya juga begitu sendu.

“hey, bagaimana kalau kita mampir ke sungai han?”

dia hanya mengangguk pelan menyetujui.

sepertinya ada sesuatu antara dia dengan wanita itu.

 

sungai han adalah tempat favoritku.

tempat ini selalu menyenangkan bagiku.

kami duduk berdampingan di sebuah kursi panjang.

sejak pertemuan tadi yunho hanya diam saja.

tak ada satu patah katapun keluar dari bibirnya.

wajahnya juga menunjukkan wajah kesedihan yang mendalam.

“hmmm…yun??”

dia menatapku sesaat.

“apa kau sedang ada masalah?”

dia menarik nafas berat.

“aniya….”

lalu kami kembali terdiam dan asyik dengan pikiran masing-masing.

 

“yun…”

“hmmm…..”

“kalau boleh tau…. seul gi itu siapamu??”

dia menatapku tajam.

“t-tapi kalu kau tak mau memberitahukannya tak apa!”

kataku mencoba tidak memaksa.

dia menarik nafas berat.

“dia mantan kekasihku….”

DEG,

entah mengapa ada perasaan bergejolak dihatiku mendengar kalimat itu.

aku mencoba bersikap tenang.

“dia mantan kekasihmu??”

“ne, mantan kekasihku yang paling aku cintai, sekaligus kubenci!”

wajahnya terlihat marah.

“wae?”

dia manatapku dalam.

“karena aku begitu mencintainya, tapi cintaku tak terbalaskan olehnya,

dia meninggalkanku demi pria lain yang lebih baik dariku. padahal saat itu kami hampir menikah”

senyumnya terlihat kelu.

“andai dia tak meninggalkanku saat itu, pasti sekarang kami sudah menjadi pasangan paling bahagia…”

ada perasaan sedikit kesal dihatiku mendengarnya.

“lalu…. apa kau masih mencintainya?”

tanyaku pelan.

dia mengangkat wajahnya menatap langit sejenak.

“ya,…. bahkan aku masih mencintainya hingga detik ini! aku pria yang menyedihkan bukan?”

dia tertawa pahit padaku.

rasanya kata-katanya tadi menohok hatiku.

dia masih mencintai seul gi??

lalu apa artinya semua perhatian yang dia berikan?

mengapa aku harus merasa marah dan kesal?

bukankah itu haknya? seharusnya aku tak perduli, toh kami memang tak pernah saling cinta.

“dia begitu berarti untukmu?….”

dia mengangguk pelan.

“aku tak tahu…. yang jelas perasaan itu belum hilang”

aku hanya bisa menundukkan kepalaku.

“jika dia mau kembali padamu….apa kau akan menerimanya kembali??”

tanyaku pelan.

dia menatapku dalam.

“entahlah…. aku memiliki kau sekarang”

jawabnya sembari menatap langit.

kata-katanya terdengar tidak bahagia.

aku tahu dia kecewa, dia mengalami dilema.

jika aku tak pernah hamil, mungkin dia sudah mengajak seul gi kembali bersamanya.

“aku tak apa…. kau tak perlu menghiraukan aku”

ada perasaan sakit yang amat sangat, saat aku mengatakan hal itu.

“aku tak akan melarangmu bersama seul gi jika kau mau….

aku tak mau menjadi bebanmu…”

dia menatapku dilema.

“jae, kau harus tahu satu hal….

aku memiliki tanggung jawab besar atasmu, aku sudah berjanji pada appamu,

dan janji itu tak mungkin kukhianati”

dia tersenyum kecil.

dari senyumnya kulihat guratan kekecewaan.

semuanya hanya sebuah keterpaksaan.

hubungan kami adalah sebuah sandiwara besar.

tak ada rasa cinta dan kesetiaan.

menyedihkan…..

hanya ada sebuah beban dan tanggung jawab.

itukah yang dimaksud keterpaksaan cinta??

aku adalah sebuah beban tanggungan untuknya.

dan diriku bukanlah sesuatu yang berarti untuknya.

aku tak tahu perasaan apa ini….

tapi, aku merasa sakit.

rasanya sakit ini begitu dalam.

saat benih-benih cinta dalam hatiku tumbuh,

inikah yang disebut cinta bertepuk sebelah tangan??

sesakit inikah rasanya??

inikah yang dinamakan cinta??

mengapa harus ada cinta jika hanya ada rasa sakit di dalamnya.

aku tak tahu arti cinta.

tapi sekarang aku tahu,

cinta adalah….. menyakitkan.

 

~~~

 

sesampainya di rumah kami hanya saling diam tak bicara.

rasanya saling menatap saja kami tidak.

aku memasuki kamar tidurku.

aku duduk disisi tempat tidur.

kubuka laci tempat tidur.

luambil sebuah buku harian kecil.

tak ada yang tahu kalau aku suka menulis diary.

diary bersampulkan warna biru yang selalu ada dalam tasku.

aku akan mencurahkan perasaanku saat gundah dan sedih pada diary itu.

atau saat aku butuh sebuah jawaban.

diary yang umma berikan untukku saat usiaku 11 tahun.

kubuka salah satu halaman diary itu.

kutemukan selembar kertas kecil yang tersimpan rapih disana.

tertera sebuah alamat di kertas itu.

aku tak tahu alamat apa itu.

kutemukan saat aku membongkar laci kerja appaku.

alamat ini terselip dalam foto-foto ummaku.

mungkin ini alamat umma.

aku tak tahu dimana dia.

sejak umma dan appa bercerai kami kehilangan kontak.

“tokkk….tokk…..”

aku langsung cepat-cepat menyembunyikan diary ku kembali.

“m-masuk….”

lalu muncullah yunho dari balik pintu.

“ayo makan, makan malam sudah siap”

“ne,”

aku memberikan senyum kecil,

dan mengikutinya menuju ruang makan.

 

suasana di meja makan sangat sepi.

hanya terdengar suara sendok dan piring yang beradu.

yunho terlihat tidak bernafsu makan dan murung.

seusai makan malam dia beranjak pergi ke balkon.

aku mengikutinya perlahan.

dia terlihat sedang berpikir keras tentang sesuatu.

“yun….”

dia langsung berbalik kaget melihatku menghampirinya.

“eh, jae…”

dia sedikit salah tingkah.

“kau sedang apa??”

“aniya…”

aku duduk disampingnya.

“kau sedang ada masalah??”

dia menggeleng pelan.

“jangan bohong! ceritakan saja padaku,…. tapi itu juga jika kau menganggapku sahabatmu”

ujarku santai.

dia menatapku dalam.

“pernahkah kau merasakan cinta jae??”

aku menatapnya bingung.

“memang kenapa??”

“hanya bertanya…”

dia tersenyum kecil.

“kupikir belum,….”

aku menatapnya sejenak.

“tapi mungkin aku mulai merasakannya…”

dia kembali menatapku tajam.

“haha…. aku tak berharap merasakan jatuh cinta!

karena cinta itu menyakitkan, cinta hanya penuh dengan pengkhianatan dan sakit hati…

iya, kan?”ujarku sembari tertawa pahit.

dia langsung menundukkan kepalanya.

“mungkin…. cinta yang menyakitkan!”

tatapannya kemabali kosong.

yunho….

sadarkah kau ada aku disini??

apa kau pernah melihatku disini?

apakah aku memilki makna dalam hidupmu?

sadarkah kau bahwa ada seseorang yang mulai mencintaimu….

atau aku hanyalah sebuah udara yang lewat bagimu?

salahkah aku yang mulai menyukaimu?…..

semoga aku masih memilki tempat dihatimu….

 

TBC

 

haduhhh….

apa-apaan ini! ff gue kok geje ginie seh?

wah, gawat2!<author stress>

kalo gue udah merasa sulit mengakhiri cerita ini,

itu tandanya ff ini udah gawat!

alias gue bakal kehabisan ide dalam waktu dekat.

adakah yang mau membantuku??

 

inget jangan lupa RCL!

gk ad protes ini kependekkan<mulai sangar>

hahaha…..