fanfiction for our soul

Posts tagged “jaejoong

REASON{CHAP2}{kyuhyuk,YunJae,OnKey,2Min,OnTae,Jongkey}


Anyeooongghaseooooo 😀

Ahahah ..

Ini tanisa balik lagi dengan my new projeck FF , REASON ohohoho ..

Moga moga ga bosen dan suka yaa 🙂 ehehe 🙂

Makasih udah mau baca 🙂 dan karena ini tahun baruuuu :)) HAPPY NEW YEAR WORLD 🙂 hahah 🙂 semoga cita cita kita selama ini bisa kita capai tahun ini hahah 🙂 amin 🙂 semoga aku terus berkarya *plak hahaha

 

 

TITLE  : REASON

CAST   : KyuHyuk , YunJae , OnTae , 2Min , JongKey , Onkey .

Genre : aku ga tauu (=’.’=)

Ratting : T to M .

 

 

REASON

 

” i-ini … Rumahmu ?? ” tanya  EunHyuk Dengan ragu , sedangkan KyuHyun hanya mengangguk  .

 

Perlahan , KyuHyun mulai berjalan memasuki rumahnya itu . Dan EunHyuk pun mengikutinya dari belakang .

 

EunHyuk Pov .-

 

R-rumah ini .. Harus kita tempati berdua ?? I-ini gila .. Bahkan hanya ada satu ranjang di rumah yang sangat teramat minimalis ini .

 

Babi , maksudku KyuHyun-ssi duduk di sisi ranjangnya .

 

” aku tau rumah ini memang tak bagus , tapi , setidaknya , sampai kau menang kompetisi itu , kau harus tinggal disini . Kalau kau tak mau , lebih baik kau tinggalkan rumah ini dan jangan pernah berharap aku akan mengajarimu bernyanyi . ” cih , seenaknya saja . Tapi harus bagaimana lagi ?? Aku sudah tak punya pilihan  . Sekarang aku sudah terdampar bersama Tuan babi hutan seenaknya ini .

 

” kau tidur di sofa . ”

MWO ?? Hell NO  ~ aku tak akan pernah mau tidur di sofa .

 

” Yah , Kau saja yang tidur di sofa !! Aku tak akan pernah mau tidur di sofa !! Bukankah tadi kau bisa tertidur seperti babi saat menunggu audisi ?? Itu sudah jelas kan ?? Kau memang sepantasnya tidur di sofa . ” cih , badanku akan remuk semua jika aku benar benar harus tidur di sofa .

 

” Mwo ?? Apa kau bilang ?? Babi ?? Mengapa kau menyebut dirimu sendiri , Stupid Monkey ?? ” Rasanya aku ingin menggeleng-nya menggunakan tracktor saat ini juga .

 

” W100 ribu .. ”

apa yang ia maksud dengan W100 Ribu ??

 

” kalau kau mau tidur di ranjang milikku , kau harus membayar W100 Ribu ?? ”

MWO ??  dia ini sungguh pemeras uang yang hebat !!

Aih , Bagaimana ini ?? badanku akan sangat remuk jika aku tidur di sofa jelek itu .

Haaahh~ Tuhaan~ tolong ambil aku ~ ToT

 

” mau atau tidak ?? ” sepertinya aku mengalami De javu .

 

” baiklah baiklah .. ” aku merogoh dompet yang ada di saku belakangku .

 

” W100 ribu kan ?? ” dia mengangguk dengan wajah datarnya . Perlahan , kukeluarkan uang sebesar W100 ribu lalu kuserahkan padanya .

 

Dengan senyuman manis yang sanggup membuatku mual setiap melihatnya , ia pun mengambil uang yang ada di tanganku .

 

” silahkan Tuan putri .. ” Y-yaahh ?? Tuan putri ??

 

” AKU BUKAN PEREMPUAN !! KAU BABI BODOH !! ” Ia hanya tersenyum *smirk* kearahku , lalu mulai mengambil Gitar Putihnya .

 

” apa kau sudah bisa bernyanyi menggunakan diafragma ?? ” hee ?? Diafragma ?? Aku baru dengar itu .

 

” belum , dan aku baru mendengarnya sekarang . ” dia menatapku dengan wajah yang super duper amat sangat datar .

 

” bagaimana kau bisa bernyanyi dengan baik kalau kau tidak mengenal teori teori-nya ?? Aisshh !” dia terlihat stress . Ahaha , senang juga melihatnya stress seperti itu .

 

” jadi begini , keluarnya suara yang benar itu dari rongga paru-paru , melewati saluran bronchi , melalu trachea , sesampainya di larynx , udara tersebut akan menggetarkan pita suara yang terdapar pada larynx , namun , suara itu masih sangat lemah . Baru setelah getaran itu memasuki salah satu rongga resonansi  *rongga mulut*  barulah suara itu dibentuk dengan kata kata oleh mulut dan sampailah suara tersebut ke telinga yang mendengarnya . ” aku mengangguk , dan mengucapkan kata ‘Oh’ setelah itu .

 

” kau mengerti ?? ”

 

” tidak ” aku menggeleng pelan .

 

” Stupid Monkey !! ” aku hanya menunduk , yah , apa boleh buat , aku memang tak mengerti dengan semua omong kosong yang ia katakan .

 

” sekarang kau berdiri . ” aku pun berdiri ,

 

” panggil aku seonsangnim . ”

 

” yah !! Memangnya kau siapa ??!! ” ucapku sembari menatap wajahnya yang semakin datar .

 

” cepat !! Aku tidak mau di sisa hidupku ini habis hanya karena mengajarimu bernyanyi . ” Baiklah , baiklah , aku mengalah lagi .

 

” ne , seonsangnim . ” Puas kau Tuan Cho ??

 

” perlahan , hirup udara melalui hidung , isi rongga dada sebanyak banyak nya , bahu jangan sampai terangkat . Kempiskan perut , tahan sampai 5 detik , lalu keluarkan dengan cara meniup perlahan , sampai nafas habis . ”

 

” Yah !! Lalu kapan kau akan mengajariku bernyanyi !! ”

 

” lakukan saja bodoh !! . ”

 

Aku pun melakukan apa yang ia katakan berulang kali . Pertama tama , memang sedikit sesak , tapi setelahnya , aku mulai terbiasa .

 

DRRRRT – DRRRRRRT –

 

Aku menoleh , getaran apa itu ??

 

” Yobseo ?? ” oh , ternyata handphone Milik si stupid pig ini ??

 

” Mwo ?? Baiklah , aku akan kesana .. ” aku hanya diam , Ia memang tak melakukan apapun sekarang . Tapi aura-nya seperti ia sedang menggenggau pisau dan siap siap untuk membunuhku jika aku mengeluarkan suara .

 

” tunggu ,siapa namamu?? ” ucapnya pada telepon genggam itu . *orangnya kali Hyuk . Babo !! #plak *

 

” K-kim Jaejang ? eh Mian jadi kau  … Kim .. Jae-joong ??  Baiklah , kirimkan alamatmu melalui pesan sekarang ok  ?? ”

 

BIIP –

 

” ada apa KyuHyun-ssi ?? ” tanyaku hati hati saat melihatnya mulai merubah ekspresi wajahnya .

 

” Cepat ikut aku !! ”

 

EunHyuk Pov End .-

.

.

JaeJoong Pov .-

 

” ahh .. Kau ini berat sekali . ” Kubaringkan tubuhnya di Ranjang milkku ini .

 

Kubuka dasi yang ia pakai dengan cepat .

Haaah ~ Mengapa ia pingsan saat melihat darah-ku ?? Bukankah seharusnya aku yang pingsan ?? Aishh , orang ini aneh sekali .

 

Tapi , Syukurlah orang yang tadi kutelfon itu akan segera datang kemari . Setidaknya orang ini tak akan merepotkanku terlalu lama .

 

” Engghh .. ” perlahan , ia mulai membuka matanya , lalu menatapku .

 

” Y-yaahh .. Kau siapa ?? ” ucapnya setengah sadar .

 

” Kau lupa ?? Kau telah melemparkan kaleng minuman bodoh itu  dan mengenai kepalaku yang langsung berdarah Bodoh !! ” ia hanya mengangguk pelan ,

 

” Y-yah .. Tapi .. Aku tak melemparnya , aku menendangnya .. ”

 

” terserahlah . ”

 

” T-tapi .. K-kau .. baik baik saja  ?? ” ternyata dia mempunyai sifat simpatik juga .

 

” aku baik baik saja . Kalau kau sudah Sehat Lebih baik kau pergi dari sini . ”

 

” cih , kau ini jahat sekali . Aku baru sadar , kau langsung mengusirku . ” dia ini sudah tua , tapi kenapa tingkahnya seperti anak kecil berumur 10 tahun ?? Haahh.

 

TING – TONG .

 

” Tunggu disini , aku akan membuka-kan pintu . Mungkin orang yang kutelfon untuk membawamu pergi sudah datang . ” ku balikkan tubuhku perlahan ,

 

GREEP – ia menggenggam tanganku , dan sukses membuatku berhadapan lagi dengannya .

 

” yah ,  siapa yang kau telfon ? Dan siapa yang akan datang ?? ” tanya-nya dengan wajah yang bisa kubilang serius .

 

” emhh .. Kalau tak salah , di kontak handphone-mu bernama .. Emhh .. C-cho .. Kyu-.. KyuHyun .. Ne .. Itu dia . ”

 

” hee ?? Apa aku tak salah dengar ?? Benar Cho KyuHyun ?? dan i..ia mau menjemputku ?? ” dia sangat aneh . Memangnya siapa Cho KyuHyun itu ?

 

aku  mengangguk perlahan .

 

” Yahh .. ” ia berdiri , dan mulai melangkah ke-arahku .

 

GREEP –

OMO – apa yang dia lakukan !!?? .

 

” YAH !! ” dengan cepat , kudorong ia dari tubuhku . Aishh , dia fikir apa yang dia lakukan ?? .

 

” Tolong bantu aku ne ?? ” ia tersenyum menatapku .

haah , Ada apa dengan-nya ??

lagipula , aku harus membantunya apa lagi ?? Sudah cukup ia membuatku repot dengan menyeretnya hingaa sampai ke apartemenku ini .

 

” please .. ”

 

Haahh , dia ini .

 

” baiklah , kau ingin aku melakukan apa ?? ” ia tersenyum dan hendak memelukku lagi sebelum kuberikan deathglare ini .

 

” bilang pada Cho KyuHyun bahwa aku masih pingsan , arasseo ?? ” eh ?? What the hell are you talking about ??

 

” please .. ” ia menatapku ,

 

Haahhh ..

 

” arasseo .. Arasseo .. ” dan ia kembali tersenyum bodoh .

 

TING -TONG -TING-TONG

 

Aku pun mulai berjalan menuju pintu itu , aihh , orang ini sangat tidak sabaran sekali .

 

CKLEK –

 

” anyeo- ”

belum sempat aku selesai bicara , ia langsung masuk begitu saja ke apartemenku . aisshh , kenapa aku harus terjebak diantara 2 orang gila ini ?? Dan , siapa namja pendiam itu ??

 

” dimana Cho YunHo ?? ” dia mulai membuka kamarku dengan sangat lancang dan menemukan orang aneh tadi sedang tidur atau yaah , pura pura pingsan . Dengan cepat , aku pun melangkah mengikutinya .

 

” Yahh Hyung .. ”

 

Hyung ??

aish ,ada apa denganku ?? mengapa aku begitu penasaran ??

 

” Hyung .. Ireona palli .. ”

kyuhyun  berdiri dengan tangan yang masih menggenggam tangan namja yang ada di sampingnya . Aissh , pasti namja itu muak sekali selalu berhadapan dengan KyuHyun-ssi .

 

” apa yang terjadi dengannya ?? ” KyuHyun-ssi menatapku dengan wajah yang khawatir .

 

” dia .. Dia hanya .. Melihat darahku . ”

 

” Mwo ?? Kau membiarkannya melihat darah ?? ” aku mengangguk dengan canggung . Memangnya kenapa dengan darah ?? Bukankah ia juga hidup karena darah bukan ?? Aish .. Weird .

 

” aisshh .. Ambilkan aku air ., ” apa ?? Apa dia bilang ?? Dia menyuruhku ??

 

” cepat . ” haahh , aku tak bisa berbuat apa apa lagi . Dengan setengah hati , aku pun mengambil sebotol air dingin yang ada di dalam lemari Es-ku .  Dan kuserahkan dengan cepat pada KyuHyun-ssi .

 

” aku tak sebodoh itu Hyung , aku tau kau berpura-pura . ”

 

OMO –

K-kenapa ia bisa tau .

 

” baiklah jika ini yang kau mau . ”

dengan perlahan , ia membuka botol itu dan ,

 

BYUUUR –

 

” YA !! CHO KYUHYUN !! ”

 

” Kau sudah sadar sekarang . Aku akan pergi . ”

 

” YAHH !! Kau harus dengar ini KyuHyun-ah . ”

Hey , sebenarnya apa yang terjadi disini ?? Sepertinya aku sama sekali tak dianggap .

 

” a-aku .. Aku bukanlah Kakak biologismu . ”

 

Jaejoong Pov End .-

 

KyuHyun Pov .-

 

” a-aku .. Aku bukanlah Kakak biologismu . ”

 

DEG –

 

Apa yang ia katakan ?? Apa ia melakukan hal itu hanya karena ingin aku menggantikan posisi-nya di perusahaan hotel bodoh itu ?? No , itu tak akan pernah terjadi  .

 

” itu sama sekali tak menarik,  tuan Cho YunHo . ”

 

” aku serius kali ini . ” aku menoleh , menatapnya , Sungguh , ini benar benar tak lucu lagi .

 

” kau tau mengapa aku sangat takut  untuk melihat darah ?? ”

Aku terdiam , menunggunya berbicara lagi .

 

” karena , saat aku masih berumur 7  tahun , aku dan orang tua -ku mengalami kecelakaan . Dan , hanya akulah yang selamat dalam kecelakaan itu  . ”

 

Apa yang dia bicarakan ? . Ini sebuah joke yang sangat keterlaluan .

 

” Jangan meng-ada-ada . Apapun upaya-mu  aku tak akan pernah mau menggantikan posisi-mu . ” aku mulai melangkah lagi , .

 

” AKU SEDANG TAK MAIN MAIN BRENGSEK !! ” aku kembali menoleh , melepaskan genggaman tanganku pada EunHyuk .

 

A-aku tak pernah melihatnya seperti ini . A-ada apa sebenarnya ? .

 

KyuHyun Pov End .-

 

.

 

.

 

.

 

” MinHo Hyung !! Andwe !! Stop Hyung .. Please .. Hiks .. ” air mata mengalir dari pipi sang namja cantik yang sedari tadi mencoba melerai kedua orang yang ada di hadapannya untuk saling memukuli .

 

BUG –

 

 

” BRENGSEK !! BERANI-BERANI-NYA KAU MENYENTUH NAE TAEMIN !! ” ucap seorang namja tampan itu lalu menggenggam kerah namja yang ada di hadapannya .

 

” Hyung .. Lepaskan Onew Hyung .. Please .. ” namja yang bernama MinHo itu menoleh , melihat kekasih-nya menangis dan mencoba melarangnya memukuli namja brengsek yang ada di hadapannya . Dengan cepat , ia melepaskan kerah yang di pengangnya ,

 

” JADI KAU LEBIH MEMILIH DIA !!?? FINE , AKU AKAN PERGI !! JUST GO WITH YOUR STUPID DAMN MAN !! ” MinHo pun melangkah pergi  , ia benar benar tak mau lagi ada di dalam situasi memuakkan ini . Ia .. Ia sudah sangat lelah tepatnya.

 

GREEP – sebuah tangan menahannya untuk terus berjalan , ia menoleh , melihat TaeMin yang terus menggenggam tangannya .

Dengan cepat , ia pun menghempaskan tangannya , membuat Taemin terjatuh dan melepaskan genggamannya .

 

” Deon Khatjimara Hyung .. Jebal .. Jangan tinggalkan aku … Mianhae .. A-aku tak akan pernah melakukan itu lagi .. Aku akan selalu bersamamu hyung .  ”  MinHo menatap TaeMin yang menangis , sebenarnya , ia sangat tak ingin membuat TaeMin-nya seperti ini ,  ingin memeluknya , ingin menjaga Taeminnya dari siapapun . tapi , apa boleh buat jika yang menghancurkan ini semua adalah kekasihnya sendiri . Sudah berulang kali ia menemukan TaeMin bersama dengan salah satu temannya itu ,  atau yang kita tahu bernama Onew . Dan ia pun sudah memaafkan Taemin berpuluh-puluh kali . Ia sangat ingin percaya pada kekasihnya ini . Tapi sayang , semuanya sudah terlalu jelas baginya . Mungkin , mulai sekarang , ia tak bisa  akan percaya pada TaeMin -kekasihnya itu lagi .

 

Onew Pov .-

 

”  Deon Khatjimara Hyung .. Please .. Jangan tinggalkan aku … Mianhae .. A-aku tak akan pernah melakukan itu lagi .. Aku akan selalu bersamamu hyung . ” aku menatapnya .. Menatapnya dengan seluruh rasa sakit dihatiku .

 

TaeMin-ah .. Apa kau tak bisa membiarkannya pergi ??

Apa kau benar benar tak bisa berpaling darinya ??

Apa kau benar benar mencintainya ?

 

” TaeMin-ah … ” ucapku perlahan ,  dia menatapku .

Oh tuhan , mengapa begitu menyakitkan saat melihatnya menangis untuk orang lain yang dicintainya ??

 

” Hyung .. Kumohon .. Tinggalkan aku .. Lupakan aku Hyung .. aku bukanlah untukmu … K-kau harus sadar itu . Dan .. Aku .. Aku sama sekali tak mencintaimu . ”

 

DEG –

 

Jadi kau benar benar tak mencintaiku ?? Itu maksud-mu ?? Lalu .. Mengapa kau selalu memberikanku harapan ?? Kenapa kau lakukan itu jika kau tak mencintaiku ??

aku terdiam , walaupun begitu .. a-aku mencintaimu TaeMinnie .

 

I-ini tak adil TaeMinnie .. Ini tak adil untukku . Kau akan pergi bersamanya dan kau akan bahagia bersamanya .. Lalu .. Lalu bagaimana denganku ?? Apa kau tak pernah berfikir bagaimana perasaanku ??

 

” Nan saranghaetdago .. ” ia menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya .

Apa sekarang kau membenciku ??

 

” Jangan pernah katakan kata kata itu lagi dihadapanku .. ” ia menatapku , lalu mulai berdiri dan berlari menjauhiku .

 

TaeMin-ah .. Aku .. Aku sangat mencintaimu , tolong lihatlah aku Kali ini saja , kau harus tau siapa yang benar benar tulus mencintaimu dan siapa yang akan benar benar menjagamu .

 

Onew Pov End .-

 

 

MinHo Pov .-

 

BRAAK –

Kututup pintu mobil ini dengan sekali hentakan .

 

” ARRRRGGGHH ”

Perih .. Rasanya sungguh perih hati ini menjalani sedih yang tak pernah berhenti . Letih , aku sudah lelah dengan semuanya , hati ini terus kau sakiti , dan perasaan ini selalu kau bodohi .

Dimana dirimu yang mencintaiku sepenuh hati , Taem ??

 

Baiklah , Aku yang akan pergi , jika kau enggan memilih , cintaku ini bukan tempat persinggahanmu .

 

Ku nyalakan mesin mobil ini , dengan cepat , Ku jalankan mobil ini dengan kecepatan penuh . Aku .. Aku tak peduli lagi sekarang .

 

MinHo Pov End –

 

.

 

.

 

” yah , kenapa kau disini ?? sudah malam , dan disini sangat gelap . Kau akan kedinginan Key . ” Namja cantik bernama key itu menoleh , melihat orang yang sudah ia anggap ‘hyung’ sedang membuka Jaketnya .

 

Key Pov .-

 

” pakailah ”

 

”  kau akan kedinginan tanpa jaket itu Hyung . ” ia tersenyum , sangat lembut membuatku tersenyum canggung ke-arahnya .

 

” gwenchanna . Aku memang suka dengan udara seperti ini . Yah , pakailah .. ” haahh , dia selalu seperti ini . Dengan perlahan , aku pun mengambil Jaket yang ia sodorkan padaku .

 

” Gomawo .. ” ucapku sembari memakainya .

Ia tersenyum ,

 

” ne .. ”

 

Aku terdiam ,

Aku .. Aku memang tak ingin banyak berbicara saat ini .

Aku tak percaya melihatnya sejelas itu .

J-jadi apa yang dikatakan orang orang itu benar ?.. Onew Hyung benar benar mencintai TaeMinnie ?? . Aku mungkin memang bukan siapa siapa bagi Onew Hyung , aku tak berhak melarangnya untuk mencintai siapapun . Aku .. Aku dan dia hanya teman .. Ya .. H-hanya teman .

 

Key Pov End .-

 

 

TBC – waahh sebenernya YunHo itu siapa yaa ?? Terus , Taemin sama siapa dong kalau gitu ?? Hyaaa~ ada apa dengan Key ?? Maksudnya apaan tuuhh ?? Hahah

 

penasaran ??

 

Penasaran ?? Ahaha

 

Saksikan hanya di REASON 🙂

nyahahahha ..

 

Sampai jumpa di episod selanjutnya ..:)

 

aku yakin 1 comment ga akan buat kalian mati : ) ehhehe

NO SR

NO SILENT RIDER !!

sekali lagi HAPPY NEW YEAR 🙂 ahahhaha

Iklan

THE TEDDY BEAR ( YUNJAE VERS )


anyeeoong 🙂

tanisa balik lagi bikin FF oneshoot

gyahyahah

ini yunjae lagi , tapi the teddy bear ada juga versi kyumin.

and ini WAJIB COMMENT , kudu musti 

yaudah deh , here we go aja , tapi sorry kalau jeleek 🙂

 

TITLE : THE TEDDY BEAR

AUTHOR : TANISA

CAST : YUNJAE

 

” Yuniieee-ah~ ” YunHo menatapku dengan senyum bodohnya , aish , dia ini , apa tidak bisa serius sedikit saja ??

 

” wae ?? ”

 

” kau bilang kita akan menikah ?? kenapa lama sekali ~ ”

 

”  apa kau tak bisa membicarakan hal lain ?? ” ucapnya dan kembali membaca buku bodohnya itu .

 

OooooooooooooooooooooooooooO

 

” Yunnie~ kapan kita menikah ?? Setidaknya kita harus memasang sebuah cincin yang sama~ ” ia menatapku , lalu kembali Memandang ke arah sungai Han ini .

 

” itu sama sekali tak penting Jaejoong-ah . ”

 

Aku terdiam , menatapnya

 

Apa aku pun tak penting dimatamu ??

 

OooooooooooooooooooooooooooO

 

” YunHo~ bisakah kita memakai cincin yang samaa ?? Bisakah ?? ” ia menatapku sebentar lalu kembali sibuk menyetir mobil ini .

 

” aish , bukankah sudah kubilang bahwa ini bukan saatnya ?? Ini sungguh hal yang tidak penting .  ”

 

DEG –

 

Apa menurutmu ini sama sekali tak penting ??

 

Sudahlah , sepertinya aku memang sudah tak berarti lagi dimatamu .

 

” Turunkan aku disini . ”

 

” Jae- ”

 

” apa kau tak dengar ?? TURUNKAN AKU DI SINI !! ”

 

Perlahan , air mata ini jatuh di pipiku ,

Aku .. Aku hanya ingin sebuah kepastian , aku .. Aku hanya ingin kita terikat satu sama lain . Aku ingin menikah denganmu , setidaknya , kita memakai sebuah cincin yang sama .

 

Perlahan , mobil ini berhenti ,

 

Ternyata kau sudah benar benar tak memperdulikanku lagi .

 

BRAAK –

 

Dengan cepat , kututup pintu mobil ini ,

 

” Joongie-ahh !! Chamkamannyo ,, kenapa kau jadi marah begini ?? ” ia mulai melangkah menyusulku , sementara aku berjalan dengan cepat di pinggir jalan ini .

 

GREEP –

 

Aku menoleh , ia menggenggam erat tanganku .

 

Sudahlah yun , jika kau sudah tak mencintaiku lagi ,dan kau tak ingin menikahiku , aku tak akan memaksamu lagi .

 

” ini … Untukmu .. ”

 

A-apa maksudmu ??

 

Kenapa kau memberikan boneka teddy bear ini padaku ?? Ini bukanlah yang kumau  .. Aku ingin kau , aku ingin kita saling memiliki seutuhnya dalam jalinan pernikahan . Bukan boneka bodoh ini .

 

” Kau sama sekali tak mengerti apa yang kurasakan . ” perlahan , ku-ambil boneka itu dari tangannya , lalu melemparnya ke tengah jalan itu ,

 

Ia tersenyum , lalu mulai melangkah mengambil boneka itu kembali ..

 

Tapi ….

 

 

DEG –

 

 

TIIIN – TIIIIN – TIIIIN .

 

 

” YUNHOOOO !! ”

 

OooooooooooooooooooooooooooO

 

 

” jae .. ayo kita pulang .. Ini sudah hampir hujan ”

 

Aku terdiam , memeluk boneka Teddy bear yang masih menyisakan sisa darahnya yang sudah mengering .

 

” aku mengerti perasaanmu .. ”

 

Umma berjalan meninggalkanku , hingga aku berada sendirian di sini,  Ani , tidak sendirian , namun , aku di sini bersama YunHo , ya , YunHo-ku ..

 

Kutatap batu nisan milik kekasihku ini  ,

 

Mianhae .. Aku .. Aku seharusnya tak berbuat sekasar itu padamu  ..

Harusnya aku mengerti jika kau memang belum siap untuk menikah denganku .

Seharusnya aku tak memaksamu .

 

air mata ini kembali mengalir di mataku . oh tuhan , mengapa kau membiarkan ini semua terjadi padaku ??

 

Aku memeluk erat Teddy bear yang ia berikan padaku dengan air mata yang mengalir di pipiku ..

 

” Will you marry me , Kim JaeJoong ?? ”

 

DEG –

 

Suara ini ..

Yun-yunho ??

Aku menoleh pada boneka Teddy bear yang kupeluk sedari tadi ,

Perlahan , kucoba lagi untuk menekan bagian perut boneka itu ..

 

” Will you marry me , Kim Jaejoong ?? ”

 

perlahan , air mata ini mengalir di pipiku .. kutatap boneka teddy bear itu ,

 

kalung yang dipakai oleh boneka itu adalah ..  Cincin ??

 

Perlahan , ku ambil kedua cincin yang masih menempel pada kalung itu ,

 

YUNHO

 

And

 

JAEJOONG

 

Air mata ini mengalir dengan deras , hatiku menangis , menyesali Takdir ini , takdir yang tak akan mungkin untuk diubah .

 

OooooooooooooooooooooooooooO

 

” JaeJoong-ah .. Kau harus makan .. ”

 

Aku terdiam , memeluk boneka teddy bear ini dan memandang kosong ke bawah sana , dimana semua orang orang sibuk dengan aktifitasnya masing masing .

 

” Joongie-ah .. YunHo pasti sudah bahagia di sana .. ini sudah 2 tahun kepergiannya , dan seharusnya kau sudah bisa menerima semuanya . ”

 

mataku mulai buram , buram karena air mata yang menggenang dimataku .

 

Umma benar , seharusnya aku sudah bisa menerima semua kenyataan ini , namun , mengapa itu sangat sulit untukku ?? Rasanya sangat sulit untuk melupakan segalanya .

 

GREEP –

 

Umma memelukku dengan erat , dan air mata ini kembali mengalir dengan derasnya .

 

” Will you marry me ,  Kim Jaejoong ?? ” boneka teddy bear ini kembali berbunyi karena pelukan kami .

 

Perlahan , umma melepaskan pelukanku , lalu mencium keningku pelan . Aku masih terdiam , tak ingin membalas apapun .

 

” umma harus pergi sekarang chagia .. ”

 

Umma melangkah meninggalkanku sendirian di balkon ini .

 

2 tahun yang lalu , kau  selalu menemaniku yun , namun , semenjak kepergianmu , semuanya terasa hampa , rasanya tak ada lagi semangat dalam hidupku .

 

A-apa mungkin aku harus menyusulmu agar rasa rindu ini berakhir ?? A-apa aku harus benar benar menyusulmu agar rasa sakit ini bisa terobati ?? Apa aku harus mati agar aku bisa bertemu denganmu lagi ??

 

Perlahan , aku mulai melangkah ke ujung balkon ini dengan memeluk boneka teddy bearku dengan erat ..

 

aku menoleh ke bawah , melihat tanah yang sangat terlihat tinggi dari sini .

 

sebentar lagi ..

 

Sebentar lagi aku akan bertemu denganmu yun.. Aku akan bertemu denganmu ..

 

perlahan , kupejamkan mataku , dan mulai melemaskan seluruh tubuhku .

 

BRAAAK –

 

Rasa sakit mulai menjalar di seluruh tubuhku , nafasku mulai melemah , namun Teddy bear ini masih berada di dalam pelukanku .

 

” Will you marry me , Kim Jaejoong ?? Will you marry me , Kim JaeJoong??Will you marry me , Kim JaeJoong??Will you marry me , Kim JaeJoong ?? ”

 

hanya suara teddy bear itu yang dapat kudengar saat ini , Hingga akhirnya , aku tak dapat lagi menahan semua rasa sakit ini , dan , semuanya terasa gelap .

 

” Will You mary me , Kim JaeJoong ?? ”

 

END –

 

Gantuuung giniiii !! Gyaaaa aneh , jelek , abal , amit amit lah naon iyeu ? Aisshh jinjaaaa !!

COMMENT ITU DIWAJIBKAN !! 

 


Diproteksi: IDOL SHOPPING ( chap 23 ) ^^


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


XIAH “also kill the bastard like you” P3


sebelumnya, saya slaku author yg membuat ff ini ikhlas senantiasa *halah* jika kalian para pembaca kurang ‘mau’ memberi komentar ToT yg jelas pada intinya saya hnya mau ff ini diminati dan sdikit ‘bermutu’. Paling tidak, saya bisa dikenal sdh ckup #ngarep ==”

Warning : Alternative Universe, Out Of Character.
Disclaimer : I do not own them.
Genre : Action, Romance, Suspense.
Note : Sho-ai and Straight, Adult (18+)
Main pair : JunChun
By : Intan9095

#

Chapter Three : Decode

#

“Akkh…”

Tangan kirinya terangkat, menempatkan telapaknya pada pipi kiri yang baru saja mendapat tampar dari ibunya. Memerah seiring menjalarnya rasa nyeri. Micky hanya tertunduk tanpa memberi respon pada hal tersebut. Tangan wanita itu kembali menepuk bahu Micky, “Aku melakukan ini karena aku menyayangimu. Jangan pernah dekat-dekat denganya, sewaktu-waktu, kamu bisa mati.” Lirihnya.

Micky mengadah, kedua iris rube bertemu.

Dan ia sadar, sedalam-dalamnya ia menggali sebuah jawaban dari semua pertanyaanya pada kedua mata ibunya, tidak akan membuahkan hasil. Menyadari, ibunya hanya menyunggingkan senyum kecil lalu menarik tanganya dan melangkah mundur.Berbalik menjauhi tempat dengan memberi isyarat pada anak buahnya untuk meninggalkan tempat denganya.

Ketika pintu garasi dibukakan oleh salah seorang anggota, walau samar-samar, wanita ini dapat mendengar apa yang dilontarkan Micky saat itu,

“Aku bisa membuktikan semua persepsimu adalah samar.”

Wanita tersebut menarik nafas panjang dan melengang keluar tanpa merespon. Pintu tertutup bersamaanya dengan kursi kayu terbanting dan hancur porak-poranda.

“Nyonya, apa anda sudah tahu siapa pria yang di temui tuan kemarin?” tanya salah seorang anggota pribadi wanita tersebut sembari menyamai langkahnya.

“Tidak. Tapi, aku sudah mendapat sebuah jawaban dari apa yang telah aku analisis.”

Semuanya terdiam dilingkupi keheningan yang hanya bersuarakan setapak sepatu berpantovel anggota.

“Dia adalah….”

############################

“Xiah.”

Kedua pupil lolite Yunho membulat. Di tatapnya kedua pupil topaz Changmin meminta penjelasan lebih, namun yang bersangkutan tidak memberi respon apapun selain kembali memutar kursi lalu berkutat kembali pada notebook biru kelamnya. Sesekali ia meraih cup tinggi bertuliskan McD berisikan cola dan menyedotnya.

Changmin menghela nafas panjang, “Tsk, aku tidak tahu harus memulai dari mana, hmm…” kedua tanganya dilipat di atas meja dengan menatap gusar pada layar notebook..

Changmin POV

Bagaimana aku harus menjelaskan sekarang? Semuanya sudah berlalu bertahun-tahun, hah. Bagaimana juga aku bisa… ha, Yunho. Dia tidak pernah tahu bagaimana cerita ini berjalan, mungkin tidak akan pernah mau peduli. Aku melihat kewibawaanya yang duduk tegap melihat antrian kasir di samping dengan seksama.

Hari sabtu, seharusnya dengan mengajaknya ‘liburan’ aku bisa tahu sisi lain dari pria ini, seharusnya. Apa setiap hari, setiap bulan bahkan selama hidupnya hanya tampang kecut yang menganggambarkan dirinya? Kami-sama! Tidak ada yang lebih baik untuk aku lihat apa? Sudah itu, dia terlihat tua pula, Ha, aku sangat bersyukur karena masih dikaruniai ke-awet-muda-an sampai sekarang.

“Changmin.”

Sekarang dia memanggilku. Kemungkinan-kemungkinan yang dilakukanya adalah kembali menginterogasiku atau menyuruhku lagi untuk membelikannya es krim. Lebih baik tidak perlu digubris. Masih banyak hal penting yang harus aku lakukan di notebook ini, biar dia rasakan jika tidak di pedulikan itu menyebalkan.

“Changmin, berhenti.”

Kemungkinan lain, sudah berani mengintimidasiku. Ha, Kami-sama… apa aku boleh untuk hari ini menyesali telah meminta dia bekerja sama? Bolehkah? Hmp, lebih baik aku pulang. Ya itu benar. Pulang, merebahkan diri di ranjang nan empuk lalu mandi dan setelah itu makan—dan oh! Hari ini aku bisa memesan bebas makanan rupanya, ah…aku bisa minta belikan apa saja. Dan itu juga menjadi keberuntunganku dalam sehari tidak melihat tampang tua berkecut seperti Jung Yunho ini. Hahaha!

“Aku dapat membaca itu semua, Changmin.”

Changmin POV off

Jemari pria berkulit porselen berhenti menari-nari pada keyboard. Mulutnya menjeblak setengah membuka dengan ketidaknyamanan yang di hadapinya sekarang. Perlahan, kedua matanya memutar ke sudut mata demi sebuah jawaban dari pertanyaan yang sedetik lalu terlintas, ‘Benda apa yang menempel di kepalaku?’ dan tidak sampai dua detik ganti memutuskan untuk tidak mengetahui jawaban, sebaiknya. Lebih baik karena jawabanya adalah moncong pistol silver mengkilap sudah siap menjebol kepalanya—jika sampai ia salah berbuat itu akan terjadi. Sayang nyawa, sayang nyawa. Lebih baik tidak merespon.

Perlahan , Yunho mencondongkan badanya lebih dekat pada Changmin. Kepalanya ikut demikian sampai jarak antara wajah Changmin dengan Yunho menipis, semakin.

Kali pertama yang menajubkan untuk Shim Changmin berhasil mendapat kesempatan untuk dapat pada posisi ‘berbahaya’ seperti ini, lebihnya lagi dengan Yunho. Tidak dapat dijabar ulang bahkan memang tidak tahu bagaimana Changmin sekarang, wajah itu terlalu dekat, terlalu dan sangat sangat dekat. Sampai hidung keduanyapun bersentuhan kecil. Andai barusan ia memilih duduk di seberang Yunho, ia tidak akan mendapat jarak se-minim sekarang.

“Mau mulai macam-macam denganku, hm?”

Diketahui satu hal yang terjadi adalah…antara kedua pipi Changmin yang sedikit bersemu dan kedua matanya yang semakin menyipit. Rona merah muncul di kedua pipinya ketika Yunho berdesis kecil dengan deru nafas yang menerpa wajahnya. Itu sangat terasa. Jangan anggap ini dilebih-lebihkan, silahkan coba kalian dekati para buronan besar dengan jarak seperti ini di tambah dengan sebuah senjata sudah siap pada pelipismu dan sekali dilakoni akan mati, bagaimana?

“Ma-maaf…tolong kamu men-”

“Aku tua? Tampang tua katamu? Che, kalau begitu aku yang akan membuat tampangmu tidak kalah buruk sekarang.”

Tangan porselenya yang lain segera mencegat tangan Yunho yang mulai merogoh sesuatu di saku celananya. Mau dia sedang bercanda atau tidak, ceritanya akan lain. Apapun itu, yang harus diketahui Changmin adalah kenapa pria ini tahu apa yang di pikirkanya barusan? Apa ternyata dia juga memiliki kekuatan mistis? Ah…notebook.. Kedua matanya beralih pada layar notebook dan memperhatikan apa yang layar tampilkan di sana, menjeblak, Changmin tersenyum penuh penyesalan dan kekhawatiran dengan nyawa belahan jiwa tersayang—berlebihan.

Hari pertama, mendapat pelajaran tentang; jangan mendekati benda apapun itu yang dapat menjabarkan isi hati ketika bersama Yunho dalam bentuk apapun.

Jelas, sangat jelas dengan ukuran font mencolok, tertulis semua umpatan Changmin barusan. Sekarang Changmin baru menyadari, kebiasaanya yang menulis diari juga adalah poin buruk ketika dengan sendirinya ia sudah mengetik unek-uneknya pada Yunho. Sekarang, tinggal menunggu peluru itu benar-benar menjebol kepalanya atau menunggu respon Yunho selanjutnya. Changmin memilih option pertama ketimbang harus berurusan dengan si darah dingin ini.

###################

Serpihan kaca menjadi senjata terakhir wanita berkulit sedikit tan ini untuk mengorek kembali apa yang ada di dalam leher para agen mentri yang di incarnya dengan pria berkulit tan pula. Lorong nan dulunya di warnai dengan hitam keabu-abuan dengan marmer hijau telah dinodai dengan banyaknya bercak serta darah yang merembes dari korban terakhir—mungkin sekarang yang terakhir di temui Krystal dan Junsu. Selongsong peluru habis, pakailah benda terdekat yang memungkinan untuk merengut nyawa.

Selagi Junsu menyelesaikan ‘korban’nya, Krystal telah duluan melempar pria yang baru saja melukai paha kirinya dengan cutter kecil. Sekarang, yang harus di carinya adalah dimana pintu masuknya ruangan cleaning service? Oke, menarik. Dari sekian penjahat yang ada, hanya mereka yang memilih ruang tersebut ketimbang tangga darurat atau lompat langsung dari jendela.

Belum sampai selangkah, sebuah tangan sudah menarik lenganya untuk berhenti.

“Aku selesaikan sendiri..”

Di tengah temaram pagi—tirai tebal menutupi jendela-jendela juga menutup masuknya sinar sang surya, hanya sepintas yang terlihat dari wujud mereka. Mata. Sesama hitam, sesama gelap, sesama bengis dan sesama musuh. Keduanya diam dilingkupi suhu dingin pada tempat. Umumnya, selalu hanya pandangan penuh cinta pada setiap pasangan kekasih, umumnya. Umumnya untuk mereka adalah saling membenci. Bukan cinta, bukan kasih sayang atau cinta sebatas teman.

Oh, ada yang lupa. Bahkan teman pun tidak. Tidak bisa digambarkan sekarang bagaimana maksudnya, hanya menjelaskan kepalsuan untuk kedamaian dan pengkhianatan. Tiga. Tiga kesalahan dan dosa yang telah mereka perbuat. Kedamaian hanya untuk dunia masing-masing. Kedamaian hanya pada orang terpilih dari masing-masing. Kedamaian yang dicapai harus melakukan proses penghancuran, memalsukan dan tentunya pengkhianatan.

“Jangan mulai melanggar perjanjian. Saat kita bersama, jangan berani memerintahku.”

“Aku tidak peduli. Aku sudah disini, maka aku lakukan.”

Pertahanan tak kandas. Junsu tetap menenggelami diri pada kelamnya gelap dari kedua iris mata Krystal. Caranya untuk menaklukan berjunjung kemenangan untuk Junsu adalah berbicara dengan mata. Namun, tidak seperti harapan. Krystal menepis cengkraman Junsu lalu tetap beranjak dari tempat. Tidak mau kalah, Junsu kembali menarik Krystal yang langsung mendapat tonjok.

“Aku lakukan sendiri! Kau…kau juga ingin melakukanya sendiri ‘kan? Lakukan! Aku tidak peduli!”

Jeritan Krystal di mulai dengan mengarahkan ujung serpihan kaca pada leher Junsu yang meleset pada tembok. Yang bersangkutan sudah terlebih sampai pada lemari yang bersatu dengan dinding yang menjeblak membuka. Yang dicarinya sekarang dimana pemutih pakaian dan deterjen. Mungkin pencarianya harus ditunda oleh kursi kecil berbahan alumunium tebal terlempar kearahnya. Junsu melompat ke belakang dan sempat terjungkir di lantai, tidak sampai sedetik ketika ia bangkit berdiri lalu menahan kedua tangan Krystal yang hampir kembali menusuknya. Mata itu kembali memandang dengan tajam.

“Jangan buat aku sampai melukai wanita.” desisnya semakin mencengkram genggaman terhadap pergelangan tangan Krystal.

Dan hanya mendapat balasan sebuah seringai kecil dari lawan. Krystal menginjak kaki telapak atas kaki kiri Junsu lalu menendang perutnya dengan lutut kaki kananya. Sukses, Junsu menjungkir kembali sembari memegangi perutnya yang nyerinya mulai menjalar. Pada kesempatan itu, Krystal sudah mengambil dua bahan yang barusan tengah dicari oleh Junsu. Tidak sampai barang itu di bawanya, Junsu sudah menerjang Krystal hingga terbanting jatuh pada lantai bernodai darah. 2 botol berguling lepas dari genggaman Krystal, perhalan kedua tutup botol tersebut lepas…

DUAGH!

Sekali lagi, Krystal menghantam kening Junsu dengan keningnya sendiri dan itu tidak kunjung membuat Junsu lengah, ia yakin sekarang keningnya akan mulai mengeluarkan darah bersamaan dengan kening Krystal akibat gesekan serpihan kaca dengan kulit yang menempel pada keningnya barusan. Sekarang, bagaimana caranya untuk ‘menjinakan’ istrinya ini tanpa harus melukainya. Dalam masa hidupnya, selalu berpengangan pada satu prinsip untuk tidak melukai wanita dalam bentuk apapun dan kesalahan apapun dan kecuali yang notabene tidak penting—dilihat dari sekian ratus bahkan ribuan wanita terlibat dalam setiap aksinya hingga meninggal dengan proses yang sadis maupun tidak. Harus bagaimana? Bagaimana? Satu-satunya cara ada menghantam tengkuknya dengan sikut lalu ia akan tertidur pingsan. Tidak mungkin. Che, andai lawanya adalah sesama pria, mungkin sejak tadi ia sudah memenggal kepalanya.

Tunggu.

Bau ini…

“Shit! Sudah tercampur!!” umpat Junsu melihat sudah merembes luas deterjen dengan pemutih pakaian yang semakin kental baunya jelas sudah menjadi racun. Tidak, tidak bisa melarikan diri. Ia harus membunuh sisa komplotan yang berhasil melihat wajahnya, ya itu harus. Atau tidak tamatlah. Lagian, mau kabur dengan cara apapun, gedung sudah di kepung.

Junsu yang sangking terhanyut pada asumsi-asumsinya, Krystal mengambil kesempatan itu untuk membebaskan diri dari tubuhnya yang sempat tertindih tubuh Junsu dengan menyampingkan kepalanya dengan kasar hingga menjeduk dinding dengan suara keras. Luka di alami Junsu di bagian kepala. Dengan cepat, Krystal sudah berhasil mengambil pistol hitam kesayangan Junsu dari balik jasnya. Bagaimanapun, ia harus cepat melarikan diri sebelum paru-parunya mengkerut oleh racun yang tidak sengaja di buatnya.

Berlari cepat menuju jendela yang tidak memiliki gorden, ia pecahkan dengan menembakinya berulang kali dan melihat ke bawah yang ternyata dirinya sudah berada pada ketinggian 4 lantai. Masih minim, Pistol di tanganya, Itu berarti, ia dapat melakukan apapun.

Pagar, pagar beranda di lantai atas, ya, Tanpa basa-basi, ia arahkan moncong pistol pada ujung pagar di samping kananya aga teratas lalu menembakinya. Hanya jalan atas yang bisa menyelamatkanya. Di lain tempat, Junsu masih dengan sedikit nafas memegap mendekati botol dengan menjadikan lengan kemejanya sebagai cadar penutup ringan alat pernafasan yang sudah ia robek. Sesaat menarik nafas dan di tahanya saat kembali menuangkan isi dari kedua botol tersebut semakin meluas pada lorong. Tidak ada cara lain, selain berharap pada-Nya agar nyawanya tidak ikut rempuk. Nasi sudah menjadi bubur, maka tetap harus dilanjutkan walau kegagalan akan di terimanya.

Suara derap sepatu berpantovel dari kejauhan menandakan posisi Junsu telah di temukan, dan itu berarti, dia memiliki dua ‘tugas’ yang harus d tuntaskan dalam kesamaan waktu. Junsu membuka dua kantung panjang di kedua pahanya—terutama harus bersusah-susah mengakat roknya dulu mengingat penyamaranya sebagai ‘wanita’ masih berlanjut walau sudah melepastopeng elastis dan bajunya barusan, Sepasang matanya mengira-ngira kemana ‘mereka’ akan mengepungnya di antara tiga lorong di hadapanya saat ini.

“Ah, lama! Kalau begini, aku sudah tidak punya ide lagi!” rutuknya langsung berguling ke samping kanan dan menemukan sniper sejumlah orang banyak hampir mendekati tempatnya. Keterkejutan tampak pada sniper-sniper tersebut ketika Junsu keluar begitu saja dari balik dinding, tanpa membuang waktu, mereka langsung membidik Junsu dan menarik pelatuk… tidak sampai dua detik sebelumnya mereka langsung limbung jatuh ke lantai. Ada kejang pada diri mereka.

Sepertinya racun dari dua senyawa kimia itu telah merusak jaringan pernafasan paru-paru mereka. Beruntung bagi Junsu yang menahan nafas hanya langsung mendekati para sniper tersebut dan mengambil sebagian senjata api pada kantung pinggang dan di simpanya pada ransel besar yang di sampirkanya di lengan kanan hasil ‘penemuan’ dari seorang sniper di sana. Baru saja Junsu bangkit, tiba-tiba pandanganya beralih pada sepatu yang dikenakan ‘korban’nya, Junsu kembali berjongkok dan melepas sepatunya.

TAP TAP TAP!

Para sniper lain datang. Junsu berbalik menghampiri lemari berisi bahan-bahan kimia yang salah satunya ia mendapatkan deterjen barusan. Deru langkah para sniper semakin terdengar jelas, dengan tergesa-gesa Junsu terus mengobrak-abrik mencari sesuatu di antara jejeran botol pada rak hingga membuat sebagianya berjantuhan.

Switch. Kerongkongan Junsu terasa hangat dan perih, ia bernafas. Ini berarti sebentar lagi nasibnya akan sama pada korban-korban di lantai itu, tidak… tidak bisa, Junsu harus segera pergi sebelum akses pernafasnya benar-benar mati.

“Brengsek! Kemana benda itu, hah!?” Junsu menjerit frustasi. Ah… namun Junsu tidak habis akal ketika menemukan tiga ember berisi air yang telah kotor—mungkin sehabis di pakai untuk pel. Dirogohnya sebuah pistol mitraliur HK MP7 mengkilap di tangan kirinya dan tangan lainya mengangat ember-ember itu pada troley logam putih di samping lemari barusan.

DOR!

Sebuah perluru melubangi ganggang troley dan itu hampir melubangi tangan Junsu. Para sniper sudah menemukanya, Junsu segera mengkat pistolnya dan menarik pelatuk. Otomatis tidak hanya satu peluru yang keluar, bahkan lebih banyak sampai beberapa sniper yang jaraknya hanya 15 meter tersebut tumbang. Ia berbalik mendorong troleynya ke tempat yang lebih luas menjauhi para sniper yang jumlahnya semakin banyak mulai mengejarnya.

Biasanya Junsu jika sedang berlari langkahnya juga akan ikut besar dan kecepatanya juga tidak terlalu lambat, hanya karena sepatu hak dan lantai yang masih basah membuatnya harus ekstra hati-hati. Tangan kirinya masih terus berkutat pada pistol yang terus menembaki sniper-sniper di belakangnya. Sesekali pandanganyapun berlarih ke belakang juga pada jalan di depanya. Bulir-bulir keringat dengan darah yang bersatu di dahinya turun hingga pada kelopak mata Junsu dan itu membuat pengelihatanya buram juga agak lengket.

Sedikit lagi… sedikit lagi tempat yang di tujunya akan tercapai. Dadanya semakin sesak. Peluru habis. Ha, berapa lama Junsu menekan pelatuk itu memangnya? Frustasi, Junsu membanting pistol tersebut, berbalik membelakangi para sniper.. Dengan tenaga yang tersisa, berusaha mempercepat larinya dan menjaga posisi troley agar tidak menumpahkan air pada ember yang di bawanya.

Sebuah pintu.

Switch. Junsu membelok, membuka pintu besi putih dengan menjulurkan kartu ID bertulisan Broune—yang tak lain adalah milik pembawa acara yang ia ambil pada oprah beberapa jam lalu—pada konten sistem unutk membuka pintu, laser hijau menditeksi dalam hitungan detik, Junsu segera memutar kenop besar di tengahnya. Mendorong troley masuk dan menutup pintu tepat ketika segerombolan sniper tinggal berjarak 12 meter dari tempatnya.

################

Di kala alumunium pagar terjatuh ketika peluru memutus—yang dengan nekatnya Krystal menggunakan—kabel listrik membelit pagar hingga mematahkan tulang punggung para sniper di bawah, Kystal melepas higheelnya, talinya ia gigit untuk membawa sepatu, sementara tangan dan kakinya berusaha untuk memanjat ke lantai atas melalui pinggiran jendela dan pagar lain yang memungkinkan. Sebagian sniper yang selamat membidik Krystal sekali lagi dan peluru berhasil menempus bahu kanannya.

Krystal sempat menjerit kecil sembari mengigit bibir bawahnya, rasa perih pada lenganya hampir membuatnya memutuskan untuk lompat. Hampir, karena selanjutnya Krystal tetap meneruskan gerakanya, berusaha memudarkan rasa perih itu dan terus naik pada pagar dan pipa air di dinding. Beruntung ia sudah melepas kostum penyamaranya, sekarang hanya mengenakan celana jeans abu-abu dan kemeja putih agak melonggar yang sudah ternoda akibat merembesnya darah dari bahunya juga noda darah dari korbanya barusan.

Tangan kananya menggapai-gapai dataran pada atap, akhirnya ia sampai pada teratas gedung.

Deru nafasnya mulai tersengal-sengal karena membagi tenaganya untuk memanjat, menahan nyeri di pundak juga untuk menghindari setiap tembakan sniper. Dengan sedikit tertatih, perlahan melangkah pada atap gedung yang luas dan ada 3 bagian teksturnya cembung berwarna putih. Lengan kirinya terus memegang bahu kananya yang sudah di penuhi darah. Pistolnya sudah terbuang entah kemana. Tiba-tiba beberapa sniper ikut muncul dari pinggiran atap, sepertinya mereka berhasil mengejar Krystal sampai ke sini di tengah teriknya panas matahari yang menggerahkan. Krystal yang diliputi kegusaran antara rasa sakit dan pening tidak menyadari keberadaan sniper yang semakin dekat denganya…

Tangan itu menarik bahu Krystal…

BUGH!!

###############

“Berhenti! Tidak ada jalan bagimu untuk melarikan diri lagi!!”

‘Aish, seharusnya aku tahu kalau para sniper di sini lebih jenius.’ pikir Junsu masih sambil mendorong troley sampai pada tempat yang lebih luas. Di jejeri rak-rak tinggi berisi kaset rekaman dan alat soundsystem sampai barang lainya yang di definisi sebagai alat utama pada opera. Keselarasan para benda bermuatan elektron di setiap sudut pada ruangan mendominasi gelap dan aura menusuk—yang dimaksud adalah pendingin ruangan yang tak ayal membuat penat Junsu berkecamuk. Tidak ada lubang ventilasi udara, tidak ada jendela, tidak ada pintu, tidak ada apapun. Junsu geram. Tak segan, Junsu segera mengambil sebuah ember dari troley dan menumpahkan segala isinya pada lantai beralaskan marmer granit.

Semua dilakukan dengan sama sampai ember terakhir. Tidak cukup.

Tidak ada keran disini—tentu saja dengan akalnya yang di atas rata-rata seharusnya ia bisa menemukan setitik sumber air dari setiap inci ruangan. Kedua matanya menangkap Air Conditioner itu, besar dan selang-selang putih yang mencuat di pakui pada dinding-dinding. Namun, yang hampir membuat mentalitasnya menciut adalah bagaimana caranya mencabuti selang-selang tersebut sementara tingginya bahkan hampir empat meter.

“Ayolah, aku bukan spiderman!” Junsu membanting ember terakhir dari genggamanya. Masih memandang pada lintasan kemana benih air itu keluar dari selang spiral tersebut. Tiba-tiba Junsu menemukan sejenis kain. Hitam dan menutupi satu sisi pada dinding. Ya, sebersit cahaya menyelinap masuk dari pinggiranya, itu jendela. Tanpa pikir panjang, Junsu segera mengusap kening yang mulai terasa lengket oleh darah dan berlari pada objek tersebut. Sepertinya sniper-sniper itu berhasil membuka pintu pada lorong berkode barusan. Kaki kananya terangkat meminjak speaker kotak di samping rak. Memanjat pinggiran berkayu itu dan beridiri di atasnya, berjalan perlahan di atas rak menuju objek. Segera menarik paksa selang. Air keluar dari dalam sana dengan deras.

##############

Sesosok pria terjembab jatuh—niatnya adalah menembaki kepala Krystal. Sniper berhasil mengejarnya sampai ke atap. Apa harus lompat? Oh, bagus saja jika Krystal lompat dari ketinggian tidak main-main ini maka rencana yang disusunya dengan Junsu berakhir sudah selama enam tahun ini. Pria berbalut rompi hitam itu kembali berdiri, Krystal menarik pistol revolvernya dan menyikut selangkanganya dengan lututnya. Sebelum sniper lainya sampai, Krystal segera menarik pelatuk secara instens, selongsong peluru meloncat keluar dari badan pistol ketika benih peluru merengut nyawa pria itu.

Sniper 1 berhasil menyampai posisi Krystal berada—hendak meretaki bahunya yang telah di dahuli jackpot di tengkuk lehernya oleh sikut Krystal. Sniper 2 dan 3 membidik Krystal dari kejauhan, namun tak ayal menjadikan sniper lainya korban karena berusaha mengejar Krystal yang mengartikan tembakan mereka meleset. Sniper lainya berhasil meninju pipi kananya, segera Krystal menendang selangkangan sniper tersebut dengan lututnya dan pekelahian lainya berlanjut.

Tidak bisa. Lenganya banyak mengeluarkan darah sementara para sniper sudah berdatangan semakin banyak. Jika lenganya tidak cedera seperti sekarang, mungkin sudah ia patahkan kaki mereka semua dan melarikan diri. Ha, mengenai melarikan diri, bukankah ia sudah membaca struktur bangunan oprah ini sebelumnya?

Banyak jalan yang kemungkinan membuatnya bisa melarikan diri, satu-satunya cara adalah mengingat kembali jalan-jalan itu dan bukan waktunya untuk menggunakan cara itu dalam situasi genting sekarang. Mau sekuat apapun, Krystal tetaplah wanita yang tenaganya kalah banding dengan pria. Mau menggunakan otot pun yang lawanya hampir belasan itu malah akan menjerumuskan dalam jeruji besi dan sempurnalah impian untuk membuka kedok…

“Sudah tidak dapat melarikan diri, Xiah,” sebuah suara tetua mencuat gendang telinga Krystal. Sosok itu membelah barisan sniper di depanya untuk melihat siapa-anggota-Xiah-itu, “bahkan aku dibuat terkejut ternyata salah satunya adalah seorang manusia yang sangat di muliakan di muka bumi ini.”

Seringai tampak pada wajahnya. Krystal memutar kedua pupilnya sembari menarik nafas dalam-dalam. Tidak mau peduli itu siapa dan maunya apa sekarang. Tujuan terakhir Krystal saat ini adalah segera meninggalkan tempat ini. Sebersit gambar muncul di benaknya. Struktur gedung ini. Ya, ia tahu sekarang bagian mana ia bisa melarikan diri ketimbang menghiraukan para peringkusnya.

Sebuah helikopter mendekati atap gedung, walau jaraknya kurang lebih hanya 12 meter, pendengaran Krystal masih bisa menangkap gelombang udara yang saling bertabrakan dengan udara lainya di atas sana. Posisi Krystal sekarang tidak begitu jauh dari pada peringkus yang dipunggungnginya, sebelah tanganya mencengkram kuat kemeja putihnya, tangan kananya terangkat mengusap bercak darah yang keluar dari sudut bibir dan keningnya dengan punggung tanganya dan berakhir dengan merogoh saku celananya.

“Menyerahlah, akui semua dosamu dan akan kami tangkap pemimpinmu. Kau tidak perlu takut akan terancam mati karena kami akan melindungimu, my pet.”

Shut up.

Krystal menampik senapan yang nyaris mententuh punggungnya oleh tetua tersebut lalu menendang selangkangany, ia segera melompat ke samping untuk mengambil sebuah pistol dari seorang sniper yang Krystal pukul sebelumnya.

Satu… tidak, bahkan sampai delapan sisanya mulai menembak Krystal beruntun. Sementara Krystal yang tengah berguling menuju tepi atap gedung oprah, setiap lima detik membalas tembakan tersebut dengan pistolnya. Ketika pandanganya menangkap helikopter yang mulai mendarat, Krystal segera membuang pistolnya dan merogoh sesuatu dari kantung celananya. Segera Krystal lempar dua peledak kecil tersebut ke arah mereka yang salah satunya tepat mengenai badan helikopter.

Ledakan besar tak terhindarka.

################

“Dimana dia?”

“Mungkin sedang menyusun bahan peledak atau semacamnya. Tidak perlu khawatir.”

“Bisa saja ia bersembunyi, sisanya, segera jaga dua pintu barusan! Di sini tidak ada jendela, dia tidak akan bisa melarikan diri!”

“Ya,ya. Walau ia berhasil pun itu tidak masalah, asalkan aku dapat melihat sosok Xiah yang sebenarnya.”

“Terserahmu!”

4 sniper yang menempatkan posisi di samping rak membuat perseteruan yang tidak menyadari adanya seseorang mengendap di dekat mereka. Tiba-tiba ia menarik bahu salah seorang sniper lalu menyikut tarangnya dengan sikut lenganya.

Terkejut, para sniper lainya segera mengangkat pistol yang ditampik oleh Junsu. Perkelahian pun terjadi. Sulit digambarkan seperti apa kejadianya saat itu. Semua peringkus yang telah meminjak tempat tersebut ikut terbawa suasana hingga sebagian peringkus hampir seluruhnya mengalami luka yang monoton. Junsu berlari menjauhi mereka di antara rak yang menyulitkan pandang untuk menemukanya. Pada lorong di antara dua rak, Junsu memberhentikan langkahnya. Menggerling kedua matanya ke segala arah ketika derap sepatu para sniper sudah tidak kembali terdengar. Junsu menguatkan batinya dengan persepsi mereka sedang mengatur rencana di beberapa balik rak sambil terus mengawasi posisinya.

Dengan merogoh Micro Uzi dari kantung celananya, Junsu megarahkan moncol pistiol tersebut ke samping kanan dan menekan pelatuknya. Secara otomatis, banyaknya selongsong peluru keluar dari dalam sana.

“Arrgh!!”

Suara yang mengaduh kesakitan. Seringai kecil tampak pada wajah porselen Junsu. Ia berbalik dan menemukan seorang sniper yang siap menusuknya dengan pisau kecilnya, tidak habis cara, Junsu segera mengambil dua kotak kaset berlogam di rak dan di lemparnya tepat mengenai dahi sniper tersebut. Seorang lagi datang, mengarahkan pisaunya pada punggung Junsu yang sayangnya malah mengenai sniper yang barusan menjadi korban ‘kotak kaset’nya. Tidak sampai di situ, sebagian dari mereka mulai mendekati tempat Junsu dan itu menutup jalanya untuk melarikan diri. Ha, jika menggunakan pistol itu terlalu biasa, bagaimana dengan barang-barang yang ada di rak saja?

Dan terjadilah aksi saling melempar barang dari rak ke rak lainya dan melompat dari rak satu ke rak dua dan terus terjadi sampai pria yang dahulunya memiliki rambut pirang itu membelah kerumunan dari mereka menuju tempat awal Junsu melepas selang Air Conditioner sebelumnya. Andai ia tidak terisolasi seperti sekarang, mungkin ia sudah menggunakan Krystal untuk menjadi ‘tameng’nya saat ini.

Ah, mereka tidak menyadari, langkah mereka untuk mengejar Junsu semakin terasa basah oleh genangan air di lantai. Ya, memang tidak menyadari karena terlalu membabi buta dalam menghabiskan senapan demi seorang pria yang lihainya di atas rata-rata dalam menghindar. Setelah dengan susah payah menahan sakit pada tumitnya dalam menaiki rak, pandanganya terarah ke bawah melihat peringkusnya hampir seluruhnya masuk pada daerah ‘perangkap’nya, di potongnya kabel beraliran listrik yang masih aktif dari lubang penghubung sistem untuk oprah dengan belati yang ia dapat. Menarik nafas panjang dan di jatuhkanya kabel tersebut ke bawah.

Tidak banyak yang harus digambarkan bagaimana kejadian selanjutnya. Sudah dapat terbayang seperti apa reaksi yang ditimbulkan bila listrik bertemu air, ‘kan?

Junsu menoleh, di tatapnya sehelai kain hitam yang menutupi sesuatu. Cukup lama waktu yang digunakanya dalam berperang batin untuk menyingkap kain itu atau di diamkanya dan pergi dari ruangan melalui jalur yang sama—kenyataanya mustahil karena ia sendiri tidak bisa turun dengan tegangan listrik di bawah sana yang bisa saja langsung menghanguskanya. Sesaat, Junsu melupakan segala dilema tersebut dengan berbaring sembarimengatur nafasnya yang semenjak tadi terus terengah-engah. Ia bisa mengingat dari sekian hal yang dilakukanya untuk mengambil card program selalu berhasil melarikan diri dan tidak seperti yang sekarang bisa terjebak yang jumlah snipernya tidak lebih dari hari kemarin.

Ada sesak di antara pernafasanya. Mungkin racun dari kejadian sebelumnya masih bereaksi pada paru-parunya. Mungkin. Karena ada kemungkinan lain yang pernah dijabarkan oleh Krystal tentang ungkapan sesak itu bukan berarti kenyataanya sesak, namun sesak ketika merasakan halnya yang dialami setiap kaum. Terbesit wajah itu… membuat rasa sesak itu semakin menjadi. Mengapa, mengapa harus Micky? Mengapa harus dia yang membuatnya harus berpikir keras mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya sejak semalam lalu?

Tidak, tidak. Bukan saat yang tepat untuk berpikir rasional di saat genting sekarang. Junsu kembali memastikan kantung pinggangnya yang masih berisi card program dan kembali mencari cara untuk keluar dari dalam ruang sistem ini. Kain… kain hitam itu membuatnya kembali dalam posisi duduk dan mengulurkan lengan kananya untuk menyingkapnya, memuncual lubang besar yang berlorong panjang penuh dengan debu.

###############

Suara bertabraknya antara kulit dengan air membuahkan gemercik air yang bertumpahan ke pingir kolam. Melompat dari ketinggian yang tak kira-kira dan ternyata struktur yang sekenanya di ingat hingga Krystal meloncat dan mendarat di sini. Kolam ikan. Memalukan. Tapi jika di pandang dengan sikap intelek mafia, caranya mengambil keputusan tersebut sangat menajubkan—terlebih yang melakukan kegiatan ekstrim itu adalah wanita. Beruntung baginya yang sejak kecil sudah sering di latih pernafasan renang hingga tertahan lima menit itu pun kenyataanya ia bisa dan ia gunakan untuk bersembunyi di dasar kolam sambil mendekati pinggiran kolam.

Lima menit berlalu, kepalanya muncul dari dalam kolam dan melirik ke sekitar. Setelah di rasa aman, Krystal naik ke pinggiran kolam dengan sisa tenaganya untuk menahan rasa perih dari luka yang mencuat lebar dari lenganya. Bagaimanapun, Krystal tetaplah seorang wanita yang tidak bermental baja seperti pria dalam hal luka sekarang.

“Haa—haa. Sial! Haa—kemana Junsu sekarang…” gumamnya terdengar kesal sembari merogoh sesuatu di celananya. Sialnya, ponselnya sudah terlanjur kebasahan dan tentunya sudah tidak bisa di harapkan lagi kegunaanya. Tunggu, sepertinya ada sesuatu yang mengganjal pada kantung lainya. Setelah membenarkan posisi duduknya di pinggiran, ia mengambil benda berbentuk panjang berlogam yang terpahat acak di ujungnya. Seringai semakin mengembang di wajahnya ketika sebuah nama bergelantung pada benda tersebut.

Kunci mobil, milik salah seorang sniper yang menjadi korbanya di dalan gedung sebelumnya. Segera Krystal bangkit berdiri dengan sedikit kepayahan dan berlari kecil menuju area parkir yang jaraknya hanya beberapa meter dari tempatnya. Ia menekan tombol unlock dan lampu yang berkedip dua kali itu muncul dari C-class 230 berwarna coklat menua. Tidak memperdulikan bagaimana tubuhnya yang basah kuyup itu ikut membasahi jok kursi saat memasuki mobil, ia langsung menyalakan mesin dan menjalankanya keluar area parkir mencari posisi Junsu yang kemungkinan sudah berhasil meloloskan diri.

Berputar-putar pada setapak jalan aspal di sekitar gedung, tak terhitung jumlah pot, tempat sampah dan mobil yang Krystal tabrak, pikiranya kalut dalam pencarian sosok adorable itu. Tiba-tiba pagar kecil yang menutupi pembuangan udara dari ventilasi hitam terbanting jatuh menabrak kap mobil yang dikendarai Krystal. Terkejut, Krystal segera menekan pedal rem mendadak yang keterkejutanya semakin menjadi ketika sebuah tubuh ikut menabrak kap mobilnya yang keluar dari lubang tersebut.

Junsu.

Kedua mata Krystal membulat, “Junsu!” Kystal berseru kencang seraya keluar dari dalam mobil.

Menghampiri sosok yang terlihat mulai memucat dengan kondisinya yang sudah tidak memungkinkan dia baik-baik saja. Dipapahnya Junsu ke dalam mobil dan membaringkan dirinya pada jok belakang. Krystal kembali pada kemudi dan menginjak pedal gas, laju mobil yang sebelumnya lebih lambat sekarang menjadi sebaliknya.

Terlalu nekat. Junsu terlalu sensitif terhadap debu walau hanya semacam sebutir beras ia sudah pasti akan merasakan pusing, lalu bagaimana sekarang? Menggunakan jalur ventilasi yang justru membuatnya sendiri terkapar karena terlalu banyak menghirup udara kotor.

Mengingat mobil mereka sebelumnya sempat menjadi ‘korban’ balap liar di Seoul, mungkin untuk kedepanya mereka akan menggunakan mobil curian ini.

‘Barusan itu…’ Junsu membantin seraya mengerjapkan kedua matanya.

Flashback..

Helai rambut warna gading itu meneteskan peluh keringat. Saat itulah dua ‘saudari’ kembali di pertemukan, juga selalu dalam ke-tidak benaran waktu.

Oniks dan Safir…

Dua benua menyatukan insting tuk membuahkan asumsi, meliputi alir emosi dengan terfokus pada benua lain. Membuat dunia gelap. Dunia mereka, dunia yang telah menghitam menambah kegelapan belaka, menutup sirna rapat-rapat, membuang persepsi mentah-mentah. Tidak samanya, dan akan selalu berbeda di lihat seringai—tidak di pahami pemilik oniks ini, hanya cukup dengan ekspresi stoic. Melupakan yang lalu, pertemuan berakhir dengan di tandai tanya belum mereka pahami satu sama lain.

Junsu menyadari, bahwa semenjak sebelumnya… pria ini, pria di dekat pintu ruang yang baru saja tampak yang bernamakan Kim Jaejoong ini… mengawasinya dari salah seorang anggota sniper sebagai penyamaranya yang membuatnya terjebak. Dalam persekian detik, seulas senyum kecil mengembang pada wajahnya. Hanya sejenak, ketika mendapati Junsu tetap pada keangkuhanya seraya memasuki lubang ventilasi.

#############To Be Continued#############



XIAH “also kill the bastard like you”


Warning : Alternative Universe, Out Of Character.

Disclaimer : I do not own them.

Genre : Action, Romance, Suspense.

Note : Boyslove (Yaoi), slight Straight, PG 15 – ?, cerita masih dalam bagian masa lampau, akan jelas setelah masuk multichap.

Author : Intan9095

#

PROLOG 2

#

3 tahun kemudian…

12 September 2004, Seoul, Korea Selatan.

(lebih…)


YOU ARE MINE {YUNJAE COUPLE STORY} CHAPTER 2/? YAOI


title : you are mine
author: jung rye sun aka devi hartady
length : 2/?
rate : PG13 < i dunno! maybe…>NC 17
genre: AU, romance,nc17…
WARNING!!! MPREG!!!
don’t read this! if u don’t like yaoi!

********************************************************************

play: greeting-insa by hero jaejoong

barami momun gu shigan jocha
naegen nomu mojarangor
hanbone miso majimag insa haneyo
sarang hamnida guder

shigane jichyodo sarange aphado
gu shigan jocha chuogigo
majimag insa haneyo
sarang hamnida sarang hamnida HA~

Fly away, fly away love HOO~
Fly away, fly away love
Fly away, fly away love

ne senge dan hanbone saranga annyong

******************************************************************

*jaejoong POV*

rasanya aku mau mati sekarang juga! aku mau ditelan bumi saja!
kenapa semua ini harus terjadi padaku???
apa salahku tuhan??!!
aku tak sanggup menghadapi hal ini!
“hyung!”
suara junsu membangunkan lamunanku.
“hyung kau tak apa??”
aku memberikan anggukan kecil padanya.
“hyung sebaiknya kau beri tahu yunho hyung! ia pasti akan senang, jika mendengar berita ini!”
aku hanya bisa menundukkan kepalaku
benarkah dia akan bahagia jika mendengar hal ini??? apakah dengan keadaanku sekarang dia akan mencintaiku kembali?? atau mungkin dia tak akan pernah mau mengakui anak ini???
apa yang harus aku lakukan sekarang???
“hyung!”
junsu kembali menyadarkanku dari lamunanku.
“hyung kau kenapa sih? sejak tadi melamun terus?!”
“aniya!”
junsu terus memandangiku dengan tatapan penuh selidik.
“hyung… aku tahu sedang ada yang salah pada dirimu, pasti ini menyangkut kau dan yunho hyung kan?? kulihat akhir-akhir ini hubungan kalian sudah tidak harmonis lagi! apakah kalian….”
“putus!”
sambungku.
“HYUNG!!! benarkah??? oh my god!!! t-tapi kenapa???”
junsu terlihat sangat syok. dia adalah orang yang paling dekat denganku dan yunho, dia mengetahui segalanya tentang kami. dia sangat mengetahui kalau dahulu kita adalah pasangan yang sangat mesra dan harmonis. ya dahulu…

aku menceritakan segalanya pada junsu. dan kalian tahu junsu langsung tak henti-hentinya meneteskan air mata mendengar ceritaku.
“hyung! aku tak pernah menyangka yunho hyung tega melakukan semua ini padamu! dia seperti bukan yunho hyung yang aku kenal! yunho hyung tak akan melakukan hal sekasar itu! d-dia seperti orang yang sedang dirasuki setan!”
aku memberikan senyum kecil pada junsu.
“sudah su, jangan menangis lagi! aku tak apa-apa kok! aku baik!”
aku memberikan senyum palsuku padanya. sakit rasanya, saat kita bilang kita baik-baik saja padahal hati kita sedang hancur berkeping-keping. rasanya kalimat itu seperti busur tombak yang menghujam jantungku.
“hyung! aku berjanji aku akan selalu ada disisimu! aku tak akan ada seorangpun yang menyakitimu dan bayimu! aku akan selalu ada untukmu hyung! sekarang yang penting kau harus merawat anak itu dengan baik! aku bersedia jadi orang tua angkatnya! hehehe…”
“gomawo su! aku sangat beruntung bisa memilki sahabat sepertimu, aku tak tahu kepada siapa aku harus menceritakan masalhku jika bukan padamu! gomawo su!”
junsu langsung memelukku, tak terasa air mata mengalir di pipiku. paling tidak bebanku berkurang sedikit karena ada seseorang yang paling tidak perduli padaku. tapi aku tetap tak tahu haruskah aku tetap mempertahankan anak ini???

“hyung! mulai sekarang aku tak mau melihatmu sedih-sedih lagi! ayo supaya kau semangat kita shopping! gimana???”
“uhhmmm….” aku pura-pura berpikir.
“aahh…hyung! ayolah!”<puppy eyes>
“hmmm…ok!”
“yeee!!!” tanpa babibu dia langsung menarikku mengikutinya.

aku menghabiskan waktuku seharian ini belanja dengan junsu. menyenangkan aku dapat melupakan masalahku sejenak. aku mulai lelah menemaninya keliling mall memasuki counter pakaian satu persatu, huufftt… capek!
“su, aku capek! kau lanjutkan saja hunting pakaian! aku mau istirahat! ok!”
“ok! nanti kalau aku sudah selesai aku hubungi hyung! ok!”
akhirnya kami berpisah.

saat aku sedang jalan-jalan aku melihat toko perhiasan.
wow, cincin diamon nya keren banget!

http://www.amazon.com/Beautiful-Rolex-style-Yellow-gold-White-gold-Diamond/dp/B000GA3JP2/ref=sr_1_7?ie=UTF8&tag=onlinebusi0a6-20&s=jewelry&qid=1230623724&sr=1-7
<klo mw liat cincinnya>

saat aku sedang asyik mengamati cincin itu. tiba-tiba aku melihat sosok pria yang aku kenal.
pria itu… jung yunho! bersama gadis brengsek itu!
aku memutuskan mengamati mereka dari jauh.

*yunho POV*

“oppa! kau lihat cincin ini bagus yah! aku ingin cincin ini untuk pesta pertunangan kita!”
<cincin yang sama yang dilihat jaejoong>
“hmmm.. yah!”
“bagaimana kalau kau belikan aku cincin ini? aku suka ini oppa!”
“hmmm…yah!”
hari ini aku harus menemani ahra membeli cincin untuk pertunangan kami.
ya kami akan bertunangan. sejujurnya aku tak pernah mencintainya. karena aku sudah memiliki orang yang paling aku cintai di dunia ini. dan ia tak pernah tergantikan. dia adalah kim jaejoong. sejujurnya aku merasa sangat bersalah karena mencampakkannya. ini semua harus aku lakukan demi umma ku. umma yang sudah melahirkan dan membesarkanku hingga seperti sekarang. umma tak pernah meminta apapun dariku tapi beberapa bulan yang lalu dia didiagnosa menderita penyakit kanker rahim stadium lanjut dan dokter memperkirakan usianya mungkin tak sampai setahun lagi.

-flashback-

“yunho!”
“ne, umma!’
aku menggenggam jemari umma erat.
“yun, jau tahu kan usia ku sudah tak lama lagi, bolehkah aku meminta suatu permintaan padamu??”
“apa itu umma?”
“kau tahukan aku ingin melihatmu bahagia, memiliki keluarga kecil, menikah di altar dengan wanita yang kau cintai…”
aku memandangi wajah umma ku yang penuh harapan.
“aku ingin sebelum aku pergi, aku sudah memliki cucu. aku menginginkan seorang cucu yun!”
“t-tapi…”
“aku tahu kau mencintai pria itu! tapi apakah dia bisa memberikanmu kebahagian? aku meragukannya! kau tahu aku tak pernah setuju atas hubungan kalian! dia tak akan pernah bisa memberikanmu keturunan! siapa yang akan melanjutkan bisnis keluarga kita? siapa yang akan meneruskan klan jung jika kau bersamanya?? yunho kau tahu aku tak pernah meminta apapun darimu, sebagai seorang anak maukah kau mengabulkan permintaanku??’
aku hanya terdiam tak bisa menjawab.
“kumohon nikahi go ahra! dia wanita yang baik aku menyukainya”
apa!!! menikahi go ahra??!!
“t-tapi umma aku tak bisa ak-”
“jika kau tak mau menikahinya sama saja kau membunuhku dengan cepat jung yunho!!!”
“tapi umma! aku tak bisa! aku tak mencintainya! aku tak bisa menikahi orang yang tak pernah aku cintai!”
“tapi dia gadis yang baik jung yunho! dia lebih baik daripada kekasihmu! aku tak perduli! jika kau menolak jangan harap kau bisa melihatku hidup lebih lama!”
DEG…
“t-tapi aku…”
tiba-tiba umma colapse.
“umma! umma… kumohon bertahanlah!”
dokter segera menghampirinya memakaikan alat-alat diseluruh bagian tubuhnya.
umma aku tak mau kehilangannya. aku mencintainya… tuhan aku akan melakukan apapun yang umma suruh asal kau jangan ambil nyawanya!

beberapa jam kemudian umma sadar dari koma-nya.
“yunho…’
“umma aku disini!’
aku menggenggam jemarinya. kucium keningnya.
“yun…”
“ne umma”
“apa kau mau menerima permohonanku??”
“……a-aku…..baiklah umma!”
aku terpaksa melakukannya. aku tak mau umma colapse lagi.
“gomawo yun! kau memang anakku yang paling baik!”
maafkan aku joongie. aku tahu mungkin aku telah mengambil keputusan yang menyakitkan. tapi kehidupan masih terus berjalan. dan joongie aku akan tetap mencintaimu selamanya. maafkan aku mengkhianatimu. kuharap suatu saat kau mengerti.

-end flashback-

“oppa! kau melamun apa sih?? lihat cincin ini! bagus kan! aku mau ini!”<puppy eyes>
“eh,eh… ya!”
tiba-tiba aku melihat seseorang yang sangat kukenal. itu jaejoong?? jaejoong sedang apa disini??
dia menatapku sejenak lalu dia langsung pergi.
“jae…”
“oppa!!! kau sedang lihat apa sih?! siapa itu jae?! tadi oppa seperti memanggil seseorang!”
tanyanya penuh selidik.
“aniya… sudahlah! lupakan!”
jae kau kah itu??

play: that should be me by justin bieber

That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me
That should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong
I can’t go on
‘Till you believe
That that should be me

*jaejoong POV*

aku sekarang sedang berada di bar malam. aku memutuskan kesini untuk melepaskan stress ku. aku berpisah dengan junsu saat di mall. aku beralasan padanya ingin pergi kerumah temanku.
aku menenggak segelas beer dengan ganas. aku tahu mungkin ini tak baik untuk kandunganku. tapi aku tak perduli. kenapa aku harus bertemu dengannya dengan wanita itu?? kenapa?? aku benci melihat mereka bermesraan! aku benci saat aku tahu mereka akan melangsungkan pertunangan. seharusnya orang yang bertunagan dengannya adalah aku! bukan wanita itu! dan kenapa yunho jauh lebih memilih bersama wanita otu ketimbang aku! aku yang sekarang sedang mengandung anaknya.
tiba-tiba sesosok laki-laki jangkung menghampiriku. seprtinya aku mengenalnya.
“hi, jae! sudah lama kita tak bertemu! sedang apa kau disini?!”
“hi, changmin!”
dia shim changmin, dia adalah temanku saat di bangku SMU.
“jae, sepertinya kau sedang ada masalah??”
aku memberikan senyum kecil padanya.
“jae kau makin cantik setelah lama aku tak melihatmu!”
kurasa dia mulai merayuku. dia sejak dulu memang menyukaiku. bahkan dia adalah rival abadi yunho.
aku memeberikan senyum kecil padanya.
“jae kau sendiri disini? tak baik loh untuk orang sepertimu berada di bar sendirian! bagaimana kalau aku temani??”
ah, kurasa dia mulai meluncurkan aksinya.
aku kembali menenggak beer ku. saat tiba-tiba dia membalikkan tubuhku berhadapan dengannya. dan menciumku. what the hell is that?!!
“yak! kau! apa-apaan kau ini changmin!!!”
“ups… maaf jae! aku tak kuasa melihat bibir sexy mu!!! hahaha…”
oh, tuhan sepertinya dia sedang mabuk.
dia menarikku ke pojok ruangan. aku berusaha melepaskan tanganku namun genggamannya terlalu kuat. dia melemparku ke tembok.
oh, tuhan apa yang mau dia lakukan padaku?!
“jae! i need u now…” dia berbisik di telingaku.
“j-jangan changmin! aku tak bisa!”
“jangan bilang itu karena si brengsek yunho! aku tak akan melepaskanmu kali ini kim jaejoong!!”
dia mendesakku hingga aku sesak napas.
dia mulai mencium leherku. dia menggigitnya cukup keras.
“Aaarrgghh…”
“jae kau sexy…”
oh, siapapun tolong aku!!!
kurasakan dia mulai turun kebawah. oh, jangan aku tak akan memberikannya padanya!
dengan sekuat tenaga aku meronta melepaskan diri. aku menendang juniornya. dia langsung jatuh terpelanting. aku langsung berlari sekuat tenaga, aku tak melihat kebelakang lagi aku terus berlari menyusuri koridor-koridor panjang hingga akhirnya kutemukan pintu keluar. aku langsung menyetop taksi.
dia dalam taksi aku tak bisa berhenti mengeluarkan air mataku. aku mengusap pelan perutku.
“baby, maafkan aku… aku tak bisa menjagamu dengan baik”
aku tak tahu aku akan pergi kemana sekarang, yang jelas aku tak mau pulang ke rumah. aku benci mengingat memori bersamanya terekam kembali di otakku saat aku pulang kerumah. maka itu aku memutuskan untuk tidak pulang.

*junsu POV*

sejak tadi aku terus menelepon hp jae hyung. tapi selalu gak diangkat. padahal ini sudah sangat malam ini sudah jam 10 malam. dia bahkan tak pernah pulang hingga selarut ini sendirian. saat tadi setelah pulang dari mall aku kerumahnya tak ada orang sama sekali. bahkan hingga sekarang. aku mencoba menghubungi beberapa teman dekatnya namun mereka semua tak ada yang tahu. hyung kau dimana sih??!!
“su, kau kenapa sih dari tadi gelisah sekali?”
suara yoochun membangunkan lamunanku.
“chunnie! jaejoong hyung belum pulang hingga sekarang! aku takut terjadi apa-apa dengannya!”
yoochun mendekapku pelan.
“sudahlah! pasti dia bersama yunho hyung!”
“tak mungkin! mereka sedang bermasalah sekarang pasti sekarang jae hyung sendirian bagaimana kalau terjadi apa-apa padanya chunnie?!”
“tenanglah su! jae hyung kan bukan anak-anak lagi! dia sudah besar dia kan bisa jaga diri!”
“tapi masalahnya sekarang berbeda chunnie! jae hyung sedang hamil!!!”
yoochun langsung shock.
“MWO??!! hamil???!!! kau tak bercanda su-ah??”
aku mengangguk kecil.
“tapi bagaimana bisa??? jae hyung kan laki-laki??? lelaki tak bisa hamil su!!”
“mana aku tahu!! yang jelas kenyataannya sekarang jae hyung sedang mengandung! dan akhir-akhir ini dia sedang banyak masalah! aku takut dia melakukan hal bodoh!”
“tenanglah su! jae hyung pasti baik-baik saja! coba kau telepon yunho hyung! kantak ada salahnya!”
aku mencoba menelepon yunho hyung tapi tak ada jawaban.
“chun, aku tak akan tenang sebelum menemukan jae hyung! aku akan kerumah yunho hyung sekarang!”
maaf jae aku harus melakukan ini. aku tak mau terjadi apa-apa padamu.

*yunho POV*

“oppa! kenapa kau jauh-jauh sih tidurnya! deketan donk!”
haah…
“oppa!!!”<ahra manyun>
“iya!”
ting…tong…
sepertinya ada yang datang.
“siapa itu oppa?? malam-malam begini bertamu!”
“yasudah aku yang bukakan pintu!”
saat kubuka pintu ku dapati junsu dan yoochun di depan pintu.
“junsu, yoochun, kalian ngapain malam-malam kesini? darimana kalian tahu aku tinggal disini?”
“aku diberitahu temanmu si seunghyun hyung!” ujar yoochun.
“hyung! aku tak punya banyak waktu! ini tentang jae hyung!”
“jae? ada apa? aku sudah tak ada hubungan lagi dengannya! kenapa kau mencariku karenanya??”
junsu menatapku marah.
“baiklah! mungkin kau tak ada hubungan lagi dengannya!!! tapi asal kau tahu!! jae hyung sekarang sedang mengandung anakmu! ANAKMU mr. jung yunho! dia membutuhkanmu! dan sekarang aku tak tahu dia dimana dia menghilang!!! dan kau tahu ini sudah sangat malam! kuharap sebagai ayah dari bayi yang dikandungnya kau masih memiliki rasa perduli!!! paling tidak perduli pada nasib anakmu!!!”
DEG… ucapan junsu bagai pisau yang sangat tajam bagiku.
jae hamil????
“junsu! kau jangan bercanda! ini sudah malam! bagaimana mungkin dia hamil! dia seorang pria! dan pria tak ada yang bisa mengandung!!! apa buktinya agar aku percaya bahwa dia hamil?? it’s impossible!!!”
dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan menyodorkan sebuah amplop berisi surat padaku.
disitu tertera
NAME: KIM JAEJOONG
AGE: 24
GENDER: MALE
RESULTS:POSITIVE
OH MY GOD!!! dia hamil!!! anakku!!!!!
“usianya sudah menginjak 3 bulan! kumohon! cari dia sekarang! aku tak mau terjadi apa-apa padanya!”
ujar junsu pelan.
dia hamil! dan itu adalah anakku!!! entah itu mukjizat atau apa! tapi aku bahagia sekarang!!! aku akan memilki anak dari orang yang aku cintai.
“oppa!!! sedang apa kau?! lama sekali!!!”
suara ahra membangunkan lamunanku.
junsu menatapku dengan tatapan memelas.
“baiklah! aku akan mencarinya!”
aku harus menemuinya.

“ahra! aku pergi dulu mungkin aku akan lama jadi kau tidur saja!”
“tapi oppa!!!” ujarnya merengek.
“aku pergi dulu!”
“oppa!!! oppa!!!!”
aku menghiraukan dia yang terus memanggilku.

*jaejoong POV*

malam yang dingin, tanah yang basah, diterangi cahaya bulan purnama.
aku terduduk sendirian di tepi sungai han. aku memetik sekuntum bunga. kucabut kelopaknya satu persatu.
aku mengusap perutku pelan.
“nak, kalau kau lahir nanti kau jadi perempuan atau laki-laki?? hmmm…”
aku menebaknya dengan kelopak bunga itu.
“cewek…cowok…cewek…cowok…”
hmmm…. kupikir tak masalah dia cewek ataupun cowok. yang pasti dia pasti akan sangat tampan atau cantik.
“mulai sekarang aku berjanji akan merawatmu dan membesarkanmu dengan baik! aku tak perduli omongan orang lain! aku mencintaimu! cepat lahir yah!”
entah, kenapa sekarang aku bahagia memilikinya. meski awalnya aku sangat takut. tapi perlahan aku bisa menerima keadaanya. aku pasti akan lebih bahagia lagi kalau yunho ada disini bersamaku.
aku berdoa dalam hati sembari memejamkan mata.
tuhan… aku ingin bertemu dengannya walau hanya sebentar, aku ingin melihat wajahnya tersenyum padaku. aku ingin melihatnya saat aku membuka mataku meskipun itu hanya mimpi sekalipun!”
perlahan kubuka mataku. dan kulihat sesosok pria tinggi tegap, tampan, membawa sebuah payung putih memandangiku dari jauh. sosok itu seperti yunho.
“y-yunho…”
sosok itu memeberikan senyumnya yang sangat manis padaku.

TBC

hayoo!!!

dikomen yg banyak n likenya donk!

jgn pelit2, biar authorny jd semangat! hehehe…..


YOU ARE MINE {YUNJAE COUPLE STORY} CHAPTER 1/? YAOI


title : you are mine
author: jung rye sun aka devi hartady
length : 1/?
rate : PG13 < i dunno! maybe…>
genre: AU, romance,nc17…
WARNING!!! MPREG!!!
don’t read this! if u don’t like yaoi!

 

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

 

*jaejoong POV*

aku terdiam di bangku taman yang sepi ini. tak ada seorang pun. aku sendiri!
sejujurnya aku menginginkannya memelukku dan menghangatkanku di malam yang kelam ini. tapi mungkin sekarang dia membenciku dan tak akan lagi perduli padaku.

aku tak pernah berharap semua ini akan terjadi aku mencintainya, aku percaya padanya. namun akhir – akhir ini semuanya berubah aku merasa dia kini mulai menjauh dariku. setiap malam kami lalui dengan pertengkaran hebat. aku benci ini semua…
aku benci tatapan mata penuh kemarahan padaku, aku benci semua perlakuan kasarnya padaku, aku benci setiap kalimat kasar yang di tujukan padaku.
kemana dia yang dulu???
Dia yang dulu bahkan tak pernah berani sedikitpun menyakitiku tapi sekarang…
apa dia tak mencintaiku lagi??
mungkin karena posisiku di hatinya sudah tergantikan oleh wanita itu. ya, wanita yang membuat kekasihku terasa seperti orang lain untukku. dia membuat hubungan kami berantakan. aku benci wanita jalang itu. aku benci karena dia membuat hubunganku dengan kekasihku jung yunho berantakan. ya, dia jung yunho seseorang yang sangat berarti dalam hidupku yang telah menemaniku selama 6 tahun lebih. masa – masa yang indah bersamanya. tapi sekarang seperti menghilang entah kemana. itu semua karena wanita itu, wanita yang berusaha merebut posisiku di hati jung yunho, dia go ah ra…

seperti malam ini…

“siapa dia yunho?!”
sambil menunjukkan foto – foto yang kudapatkan dari internet.
“dia ah ra! kenapa sih jae?! aku capek sudahlah jangan membahas macam – macam! aku mau istirahat!”
“siapa dia yunho?! jawab aku!!! kenapa foto – foto ini mesra kalau kalian gak ada hubungan lain!!!”
“dia hanya rekan kerjaku! kan, kau tahu dia dan aku sedang membintangi serial drama yang sama! dia hanya teman kerjaku jae! sudahlah!!!”
“teman kerja kau bilang!!! memang aku tak tahu beberapa bulan ini setiap hari pasti dia meneleponimu!!! dia mengajakmu kencan!! aku tahu semua yun!!! jangan bohong padaku!!!”
“kubilang dia teman, ya teman!!! kau ini cemburuan sekali!!!”
dia beranjak ke kamar meningalkanku.

“aku bilang dia hanya temanku! kami hanya partner kerja kenapa pikiranmu kolot sekali sih jae?!”
“partner kerja katamu!!! tidak ada partner kerja yang memanggil dengan kalimat sayang!!!”
“ya, itu kan hak dia mau memanggilku apa!!! kau ini kenapa sih jae!”
“aku takut kehilanganmu yun! aku tahu dari semua yang sudah terjadi beberapa bulan ini! kau pasti ada apa – apa dengan ah ra kan!”
“kau apa -apaan sih!!! gayamu seperti anak kecil dewasa sedikit! dia hanya partner ku! kami bekerja secara profesional!! kami berteman seperti blayaknya teman biasa!!!”
“teman biasa?! hah, tak ada teman biasa yang menelepon sebelum kau tidur mengucapkan hal itu dengan kalimat – kalimat mesra! jika dia teman kenapa di hp mu banyak smsnya yg memakai kalimat – kalimat sayang! seperti hi, honey kau sudah tidur apa belum! itu yang kau bilang teman?!?!”
“terserah!!! sudahlah kau jangan bawel!!! itu tuntutan pekerjaan!!”
“ohya!!! bermesraan dengan partner kerjamu adalah tuntutan pekerjaan?!!”
“itu semua kan hanya untuk menaikkan rating drama saja!! sudahlah aku mau tidur!”
“heh, ya dengan begitu semua orang akan tahu kalu jung yunho terlibat cinta lokasi dengan go ah ra!!! itu lebih baik bukan daripada jung yunho diketahui berpacaran dengan kim jaejoong! maka semua orang akan tahu jung yunho seorang gay!! hahaha… aku tahu itu yunho!!!”
“diam kau! brengsek!!! tutup mulutmu!!! sekali lagi aku dengar kau bicara seperti itu! kuhajar kau!!!”
dia menatapku marah.
“bukankah memang begitu?!!! kau menyembunyikan semuanya! kau sembunyikan hubungan kita selama bertahun – tahun!! karena kau takut cap gay tertera di dirimu!!! bahkan kau sembunyikan aku!!! kau sembunyikan aku yang notabenenya adalah kekasihmu!!! jawab aku!!!”
PLAKK…

“tutup mulutmu! atau kubuat mulut itu tak bisa bicara lagi!”
aku memegangi pipiku dan menatapnya nanar. sakit rasanya, tapi hatiku jauh lebih sakit daripada tamparan ini.

drrrtt…drrrtt…drrrtt….
“ne, yoboseyo?! ahra wae?”
ahra dia menelepon lagi! tak tahu diri benar dia ini sudah jam 12 malam.
aku merebut hp yunho.
“hey! apa -apaan kau?!”
aku mengabaikannya.
“hallo! dasar kau wanita keganjenan!!! jung yunho sudah punya kekasih dan tak usah kau coba mendekatinya lagi!!! karena dia tak akan tertarik padamu!!! jadi mulai sekarang berhenti meneleponnya tiap malam!!!-“
dia merebut hp nya.
“apa – apaan kau jae?!! kau mau buatku malu?!!! pikir pakai otakmu!!!”
“kenapa?! kau tak suka?! itu hak aku karena dia penganggu!!! kenapa?! kau tak terima!!! kau ingin membelanya?! karena kau punya hubungan dengannya kan?!”
BUAAGHH….

kurasakan darah menetes dari bibirku. dia memukulku???
dia tak pernah memukulku?? ada apa dengannya??
dia menarik kerah bajuku, kulihat tatapan mata penuh amarah.
“sekali lagi kau seperti itu lagi!!! kita berakhir kim jaejoong!!!”
tanpa terasa air mataku mengalir. dia bukan jung yunho ku!

dia mengambil tas dan beranjak meninggalkanku.
“k-kau mau kemana?…”
“bukan urusanmu!!!”
“yun, ak-“
“diam jangan bicara!! aku tak mau mendengar suaramu!”
dia meninggalkan kamar, aku langsung mengejarnya.

“yun, kau mau kemana?! ini sudah sangat malam!”
aku menarik tangannya.
“kubilang itu bukan ursanmu!!! lepaskan tanganku!”
“tidak! kau tak boleh pergi!!! kau mau kemana?”
“kubilang lepaskan tanganku!!!”
“yun-“
dia menepis tanganku. dia mendorongku hingga terjatuh ke lantai.
“diam!!!”
aku menarik kakinya.
“kumohon jangan pergi! maafkan aku yun!!! maaf!!!”
“pergi jae!!!”
“gak mau!!!”
aku meraung – raung mendekap kakinya. aku tak perduli dia pikir aku gila atau apa, aku takut kehilangannya.

tiba-tiba dia menarik tubuhku dan melemparku jatuh terduduk di tanah.
“aaaarrrggghh….”
aku mengerang pelan kesakitan, dan kulihat tergores luka di sikutku.
dia bahkan tak menoleh sedikitpun padaku yang terluka karenanya.
tapi aku belum menyerah saat dia mulai menjalankan mobilnya perlahan, aku mengejarnya aku gedor kaca mobilnya tapi dia tak menghiraukanku! aku tak sanggup lagi mengejarnya akhirnya aku hanya bisa duduk terjatuh di tanah basah yang sangat dingin. aku merasakan kebodohanku dan ketololan ku karena cemburu pada kekasihku. tapi semua ada alasanya. aku cemburu karena aku mencintainya aku tak rela jika ada orang lain yang menggantikan posisiku di hatinya. aku tahu aku mungkin tak akan bisa memberikan apa yang dia inginkan. aku memang mungkin tak akan pernah bisa memberikan dia anak seperti yang dia harapakan. tapi aku bisa memberikan cintaku yang begitu besar padanya. aku merasa aku adalah orang paling bodoh di dunia ini. karena aku terlalu mencintainya, ya pria itu jung yunho. tapi sejujurnya aku merasa sangat bahagia saat aku mencintainya. apakah itu perasaan yang bodoh???

seberkas cahaya terang seperti menusuk mataku. kubuka mataku perlahan, kuraba sisi samping kanan tempat tidurku berharap orang yang kucintai terlelap di sampingku. tapi tak kutemukan apapun. aku bangun perlahan dari tempat tidurku, kubasuh wajahku dengan air segar tapi entah kenapa tak bisa menghilangkan mataku yang membengkak akibat menangisinya. kupandangi wajahku di cermin. aku seperti monster! itu seperti bukan aku. kuraba bibirku yang terluka. sakit rasanya tapi… hatiku jauh lebih sakit dibanding luka yang kuderita.

aku benar-benar tak ingin melakukan apapun hari ini. aku ingin sendirian dirumah berdiam diri.
aku menyalakan televisi, dan aku terus mengutak atik remote mencari acara tv yang bagus. tapi entah kenapa semua acara drama yang menceritakan pasangan yang sedang dimabuk asmara. aku benci melihatnya karena aku merasa melihat adegan mesra seperti itu membuat hatiku tambah sakit akibat ditinggalkannya.

tiba-tiba aku merasakan mual yang sangat diperutku.
“uuugghh….”
aku berlari ke toilet dan memuntahkan isi perutku. aku merasakan tubuhku bergetar hebat dan air mataku mengalir tiba-tiba. aku jatuh terduduk di lantai. aku menangis sejadi-jadinya disitu.

“ting….tong…”
sepertinya ada tamu datang ah, aku malas membukakan pintu.
lalu terdengar teriakan khas yang pagi-pagi membuat kupingku sakit. pasti itu dolphin.
“jaejoong hyung!!!!! yunho hyung!!!! anybody home!!!!!!helllo!!!”
aku berlari membukakan pintu. benar saja itu dolphin.
“hi, hyung!”
dia memelukku.
aku memberi senyum kecil padanya.
“kau ada apa kesini ??”
“hehehe…aku hanya ingin main! memang gak boleh??”
“hmmm… gak papa! ayo masuk!”
“ok!”
dia mengikutiku masuk ke ruang tamu. ohya! dia kim junsu. dia sahabatku usia kita sepantaran tapi entah kenapa dia memanggilku hyung.
aku membawakan segelas sirup untuknya.
“hyung kau tahu saja aku lagi haus banget!”
dia meminumnya sampai habis dalam sekali tenggak.

“hyung, kok wajahmu pucat?? kau sakit yah?? kau berantakan sekali hari ini!”
aku memberikan senyum kecil padanya.
“kau sakit hyung???”
dengan wajah penuh selidik.
belum sempat aku menjawab pertanyaannya, tiba-tiba kurasakan perutku kembali mual.
“uuggghh….” aku berlali ke toilet dan memuntahkan isi perutku junsu langsung menghampiriku membantuku memuntahkan isi perutku.
“hyung! kau kenapa?!”
kurasakan keringat dingin di sekujur tubuhku.
“hyung kau tahu! wajahmu seperti orang mau mati!”
dia membantuku berdiri, dan mendudukkanku di sisi tempat tidur.
“hyung kau sakit! wajahmu sangat pucat! mana yunho hyung?! kemana dia! apa dia tak tahu kau sedang sakit?!! sebaiknya aku meneleponnya!”
“j-jangan junsu!”
aku langsung menarik hp nya.
“tapi kenapa hyung?! yunho hyung harus tau! kau sedang sakit! ada apa denganmu?!”
“jangan junsu! jangan beritahu dia!”
kurasakan air mata mengalir dari pelupuk mataku.
“hyung…”
junsu langsung memelukku dan menenangkanku yang menangis.
“hyung aku tahu sedang ada masalah di hubungan kalian, maukah kau beritahukan padaku? paling tidak itu semua akan meringankan bebanmu!”
“aku tak bisa bilang padamu sekarang! mungkin nanti” aku menundukkan kepalaku.
“hyung! kau mungkin tak mau aku beritahukan hal ini pada yunho hyung! tapi kau harus ke dokter sekarang juga! atau kau akan kuadukan padanya!”
“t-tapi ak-“
“tak ada tapi-tapian! kau harus ke dokter sekarang juga!”

-rumah sakit-

“bagaimana keadaan hyungku dok?!”
sejak pemeriksaan yang tadi sudah kulakukan entah kenapa dokter memandangiku dengan tatapan aneh.
“haah….”dia membuang nafasnya berat.
“jujur saja tuan kim jaejoong, saya masih sulit memberikan hasil yang saya terima kepada anda. ada yang aneh pada diri anda. sampai saat ini jujur saja saya masih meragukan hal ini! karena ini tak pernah terjadi sebelumnya! maka itu say-“
“dok! apa hyung menderita penyakit mematikan seperti kanker?!!”
“hmmm…. mungkin lebih buruk! atau malah lebih baik dari kanker!”
“dok! bagaiamana hasilnya?? saya tak apa dengan hasilnya jika memang belum 100%! tapi saya ingin tahu kondisi saya!”
“baiklah! tuan jaejoong, kuharap setelah ini kau tidak pingsan atau apalah itu….
apa sekitar 3 bulan yang lalu anda berhubungan sex dengan pasangan anda??”

flashback

“aaarrggghhh jae!”
aku memelintir nipplenya sehingga ia mengerang.
dia membalikkan tubuhku kebawah.
“i’m in top jae!hahaha…”
dia menciumi dadaku yang bidang sesekali dia menjilat dengan lidahnya.
“kau manis jae!”
juniorku mulai menegak. dia meremas juniorku dengan keras.
“AAARRGGHH….”
eranganku membuatnya semakin liar. dia membuka celanaku secara paksa.
“jae kau ketat!”
dia menggesekkan juniorku pada juniornya.
“ahhh…. yun! geli!!!”
dia memasukkan juniornya ke hole ku.
“ARRRGGHH…..yun…bisakah….kau….ahhh….masukkan cepat!!!”
“tahan jae!”
akhirnya juiornya masuk dengan sempurna di hole ku.
“AARRGGHH….. jae!!! gak tahan!”
“ok! ahh…keluarkan yun!!”
akhirnya yunho mengeluarkan cum nya.
CROOTT…
aku langsung menelan cum nya. aku melumatnya dengan lahap.
“arrghhh jae! you are the best ever!”
“you too honey!”

end flashback

“kalau begitu! selamat tuan kim jaejoong! anda positif hamil 3 bulan!”
junsu terlihat syok mendengar pernyataan dokter.
dunia terasa runtuh di atas kepalaku. sepertinya aku ingin mati saat ini juga!
“anda bohong kan dok?! anda bercanda kan???”
“saya tidak bercanda! kami sudah melakukan tes sebanyak 3x dan hasilnya sama… anda positif hamil!”
OH MY GOD!!! dia bilang aku hamil???!!!! aku abnormal!!!
“i-itu tak mungkin dokter!!! aku laki-laki normal! aku terlahir sebagai laki-laki dan meskipun kenyataanya aku gay, tapi laki-laki tak ada yang bisa hamil!!!”
oh, tuhan! katakan ini hanya bohong! ini tak boleh terjadi! tamatlah riwayatku jika ini terjadi.
“tapi itu pengecualian padamu tuan kim jaejoong!”
dia menjelaskan padaku tentang apalah itu! aku tak mengerti, aku bahkan tak bisa mendengar omongan apapun dengan baik. aku merasa hidupku akan tamat sampai disini.
aku punya anak, tanpa ayahnya yang meninggalkanku.
dan anak ini adalah anaknya. anak pria itu.
jung yunho….

TBC

fanfic ini sebelumnya sudah pernah saya post kan,

nah, ini adlh ff pertama saya d blog ini!

jadi mohon bantuannya!

^_^