fanfiction for our soul

Posts tagged “fanfiction

Diproteksi: wwwmlp chap 5a (yunjae)


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

Diproteksi: wwwmlp 4b (yunjae)


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


wwwmlp chap 2 (yunjae)


tittle:whats wrong with my lile prince
genere:AU,yaoi
Rated:nc-21
author:feby dyanna.
leight: 2 of 10

—————chap 2——————————————————-

Seoul,hotel 17 februay 2003, 01.00 am

Pov yunho

“Membunuh hye sun” 3 kalimat yang cukup membuat ku gila.
Apa yang sebenar nya terjadi,aku tak percaya bagaimana mungkin.

“dimana hye sun?” Tanya ku kearah jaejoong yang mesih sibuk dengan pikiran nya sendiri.ia tak menjawab hanya seulas senyum yang ia tampakan dari balik wajah iblis nya.

“pshico” satu statement yang muncul di benak ku,namun langsung ku tepis jauh-jauh satment itu .
Dia adik ku jaejoong biar bagaimana pun aku msih merasa besalah pada nya.

“jae kita harus keluar dari sini” ucapku sembari menarik lengan nya,namun ia malah memberontak.

“aku tidak akan lari bersama mu yunho-hyung kau mau menjual ku lagi kah?” darah ku serasa berhenti mengalir saat kalimat itu keluar dari bibir merah nya.
Ia mesih mengingat itu kah?,dia mesih memendam kebencian pada ku .
Apa yang harus aku lakukan sekarang.
Jaejoong adik tiri ku .aku benar-banar menyesal
Andai kau mngerti isi hati ku,

**Flash back 2 hours before.. **
Suasana pesta hotel yang begitu sesak membuat jejoong benar -benar tidak betah untuk berada disana.

Ia hanya menggerutu kecil di balik pikiran nya,menatap setiap orang-orang yang hanya berbicara tentang bisnis yang sama sekali tak menarik untuk dirinya.

Ia menghela nafas panjang,dan memutuskan untuk beristirahat di salah satu kamar hotel.namun hye sun yang tak lain sang tunangan tak henti-henti nya menggandeng tangan jaejoong.

“oppa kau mau kemana? Tinggal lah disini aku mau mengenalkan mu pada teman-teman ku”suara manja hye sun yang mengganggu di telinga jaejoong benar-benar membuat nya muak.

“aku mau istirahat” tak ada yang berubah,jaejoong selalu menjawab dengan nada dingin kearah hye sun.

“uhm.. aku ikut!” ucap hye sun sembari mengikuti langkah sang tunangan nya.jaejoong melonggarkan dasi yang terikat rapi di lehernya.hye sun memandang jaejoong secara seksama.

Ia tak henti berdecak kagum kearah tunangan nya itu.

“oppa kau tahu yunho kan?sebenar nya appa menyuruh ku menikah dengan nya bukan dengan dirimu” seperti biasa sosok hye sun yang banyak bicara itu selalu mengusik pikiran jaejoong.

“lalu menikahlah dengan nya,kenapa kau memilhku yang hanya seorang mantan supir keluarga mu?”

“oppa aku mencintai mu dari pada siapa pun di dunia ini,aku tak mau menerima jung yunho anak kandung dari jung siwon yang terkenal dengan banyak masalah dengan wanita.”

DEG,,

“jung yunho?” hye sun mengangguk dan mendekatakan dirinya ketubuh jaejoong yang sedang santai membaringkan tubuh nya di atas ranjang.

“oppa saranghae” bisik hye sun berusaha mencuri ciuman jaejoong,namun dengan sigap jaejoong menghalanginya.

“jangan gila hye sun aku tak pernah mencinatai mu”

“OPPA KAU!! AKU MENCINTAI MU DAN KAU HARUS MENCINTAI KU JUGA” teriak hye sun dari balik wajah nya,jaejoong tak mengubris ia tahu sosok hye sun yang manja benar-benar membuat nya muak.

“KELUAR KAU!!”

“BERANI SEKALI OPPA MENGUSIR KU!!
OPPA KAU SEHARUS NYA SADAR DIRI KELUARGA MU MENJUAL MU DAN KAU DIPUNGUt OLEH AYAH KU DI TENGAH JALAN.SEHAUSNYA OPPA BERTERIAMAKASIH PADA KELUAGA KU”

PLAKKK

Sebuah tamparan mulus mendarat di pipi hye sun.
Hye sun memegangi pipi kanan nya yang terasa perih itu,

“oppa katakana kau mencintai ku ,bila tidak aku akan benar-ban meninggalkan mu dan memilih yunho”

Jaejoong tertegun beberapa saat,bagaimana bisa ia membiarkan gadis ini menikah dengan yunho.

“tidak bisa “ dua kalimat yang muncul begitu saja di pikiran jaejoong.kau tidak bisa memiliki nya hye sun .gumam jaejoong sembari bangkit dari ranjang dan mendorong hye sun kesudut ruangan.

Tampak jaejoong menikmati tangan nya yang mencekngkram leher hye sun dengan ganas.
Hye sun terlihat kesakitan dan kehabisan nafas ,namun jaejoong mengindahkan semua itu.

Sudah lama ia ingin membunuh anak manja yang benar-benar membuat nya semakin muak akan dunia.

“oppa.. uhuk.. uhukk” hye sun benar-benar kehabisan nafas ,sampai jaejoong melepaskan cekikan nya.

Hye sun tampak pucat,ia benar-benar kalut sekarang ia ingin berlari kabur meninggalkan tunangan nya yang benar-benar gila itu.

Namun belum banyak langkah yang hye sun ambil jaejoong sudah menarik nya dan meraih kepala hye sun dan menyatukan nya dengan tembok hotel.

Dug.. dug..
Jaejoong benar-benar menikmati semua kekeasan yang ia lakukan terhadap hye sun,hingga darah mengalir deras dari kepala itu.

Jaejoong menghentikan tindakan nya ketika ia sadar hye sun sudah seutuhnya tidak bernafas lagi.

“apa yang aku lakukan?” Tanya jaejoong pada dirinya sendiri,faktanya ia baru saja sadar telah membunuh tunangan nya sendiri sekarang.

Ia peluk tubuh hye sun yang sudah tidak bernyawa lagi,dan mengelus kepala wanita itu hingga darah nya ikut menodai kemeja jaejoong yang berwarna putih.

“miyanhe hye sun.. miyanhe” jaejoong menyesali perbuatan nya sendiri,dengan langkah gemetaran ia berlari keluar kamar hotel,dan masuk ketoilet
Meringkuk disana samapai yunho.. menemukan nya

==end flash back==

Seoul,hotel 18 februuari 2003,06.00 am

Jaejoong dan yunho tak bergeming didalam toilet,mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

Hingga sinar mentari mauncul dan menembus dari sela-sela jendela toilet itu.

Tak ada spatah kata pun yang terucap dari bibir mereka,
Yunho yang sadar matahari sudah terbit dengan sigap membuka kemeja yang penuh dengan lumuran darah itu dari tubuh jaejoong.

“apa yang kau lakukan!” jaejoong yang sedikit beontak namun yunho tak menghiraukan nya.
Ia buka kemeja itu dan menggantikan nya dengan jas hitam miliknya.

“ayo tidak ada orang yang boleh melihat mu begini” ajak yunho menarik lengan jaejoong. Secara paksa.

=========
mobill audy hitam milik yunho tampak sedang melacu kencang di tengah kota seoul yang sepi,
Yunho memerhatikan jaejoong yang mesih membatu di samping nya.
Tampak jaejoong tak mau melirik pria yang sedang menyetir disamping nya.

“yunho-hyung” panggil jaejoong tanpa menatap mata yunho,yunho hanya melirk berusaha berkonsentrasi dengan jalan didepan nya.

“bisakah kau turun kan aku disana” tunjuk jaejoong ke sebuah sungai,yang tak lain adalah sungai han.