fanfiction for our soul

Posts tagged “comedy

ESCAPE {YUNJAE COUPLE STORY} CHAPTER 4/? YAOI


title: escape

author: jung rye sun

length: 4/?

rate: NC 17, AND THIS FANFIC IS CONTAIN OF MPREG!

genre: AU, romance, angst, MPREG,straight, comedy…

DON’T TRY TO READ THIS IF U ARE NOT FUJOSHI!

 

bonjour!!!!!!!!!

this is FAST POST! kekeke……..

gk nyangka banyak yg suka neh ff, #plakk saya

saya bahagia dgn respon kalian #hug satu2

 

ps: karena saya author yg sedang belajar, saya harap kalian bisa benar2 memberikan comment dalam arti kata kalian memberikan sebuah komen kritikkan yang sifatnya membangun saya agar bisa lebih bagus lagi di chapter berikutnya, bukan cuman sekedar bilang “author daebak, lanjut, etc……” saya ingin kalian menumpahkan unek2 kalian yang membuat kalian gk nyaman dgn ff saya, dengan begitu saya bisa memperbaikinya ^^

 

 

***************************************************

 

*jaejoong POV*

 

saat ini hatiku rasanya hancur berkeping-keping, aku tak pernah merasakan rasanya sakit yang sesakit ini. sebuah penolakan…..benar-benar membuatku seakan terpuruk ke dalam jurang yang paling dalam. tatapan wajahnya saat menolakku membuatku benar-benar tak bisa berbuat apa-apa. harusnya aku tak akan merasa sesakit ini, tah aku akan tahu bahwa ia akan menolaknya, tapi tetap saja sakit hati ini begitu dalam.

 

perlahan bulir-bulir air mata mengalir membanjiri pipi ku yang telah basah air mata. akhir-akhir ini aku menjadi lebih sensitive, aku tak pernah merasa seperti ini sebelumnya. akhir-akhir ini aku sering merasa ingin menangis, padahal aku benci menangis.

 

kuseka air mataku dengan kedua tanganku, kuhela nafasku dalam-dalam. perlahan aku bangkit dari kursi dan melangkahkan kaki dengan gontai. kulihat sekelilingku sepasang ayah dan ibu serta anak mereka sedang bermain dengan begitu bahagia. akankah suatu saat aku akan mengalaminya?

semakin kulihat mereka, semakin menambah rasa sakit dihatiku. kuputuskan untuk kembali ke rumah saja.

 

rintik-rintik hujan perlahan turun, orang-orang berlarian mencari tempat berteduh hanya aku yang berdiam dan tetap berjalan dengan santai. aku bahkan tidak merasakan kedinginan, tubuhku kebas. hujan ini seakan mewakili perasaanku yang sedang sedih. dalam hujan, air mataku mengalir menyatu bersama derasnya rintik hujan. rasa sakit dan kekecewaan bercampur di dalamnya. aku benar-benar hancur saat ini, kim jaejoong yang kini telah rapuh….

 

~~~

 

“hyung!”

junsu membukakan pintu untukku, dia hanya termangu melihatku yang acak-acakkan. tubuhku basah kuyup karena hujan deras yang mengguyur kota. junsu terlihat sangat khawatir, dan menyuruhku untuk cepat-cepat masuk.

“hyung-ahh, kau ini kenapa? basah kuyup seperti ini?! kasihan bayi-mu hyung, kalau kau sakit bagaimana?”

aku hanya terdiam mendengar ocehan junsu, tak satupun pertanyaannya yang dapat kujawab.

“bibirmu biru hyung, kau pasti kedinginan? aku akan membuatkanmu bubur hangat dan susu cokelat okay?”

buru-buru kutarik tangan junsu yang beranjak pergi.

“tidak usah, aku hanya ingin tidur……..”

junsu hanya terdiam dan membiarkanku memasuki kamar. kumasuki kamarku yang sangat gelap, namun kubiarkan lampu tak menyala, aku hanya ingin sendirian, aku hanya ingin merasakan benar-benar sendirian, aku ingin menangis sepuasnya, aku ingin mencurahkan kekesalan dan kemarahanku, biarkan aku menangis, biarkan aku meratapi nasibku yang buruk ini…..

 

“hyung?……kau sudah tidur hyung?…..kau belum makan malam,…..nanti kau sakit hyung!”

kututup telingaku dengan kedua bantal, aku tak mau mendengar suara apapun tidak junsu, yoochun atau changmin.

aku hanya ingin sendiri, benar-benar sendirian.

“baiklah…..jika kau lapar, bilang padaku hyung……”

junsu pun pergi meninggalkan kamar, kupejamkan mataku yang tidak mengantuk. aku tidak tertidur, namun aku hanya memejamkan mataku, memastikan bahwa saat aku membuka mataku semuanya akan kembali seperti dulu.

aku merindukan hidupku yang dulu…………

 

*junsu POV*

 

pagi hari jaejoong hyung yang biasanya akan menyapaku dengan ceria atau mengomeliku hanya diam saja. sejak kemarin dia tak mengatakan sepatah katapun padaku. matanya sembab seperti habis menangis semalaman.

aku yakin ada sesuatu yang sangat penting terjadi kemarin. jaejoong hyung tak pernah memangis seperti itu, aku hanya pernah melihatnya menangis sekali, itu pun saat aku masih kelas 3 SD, dia mangis karena dimarahi umma.

namun sekarang? apa yang menyebabkan ia seperti itu? dia tak pernah mau menceritakan masalahnya padaku.

 

“hyung, kau lapar? kau ingin makan? aku buatkan sarapan ya?”

hyung hanya menggelengan pelan dan mengambil air mineral. melihat hyung seperti ini membuatku merasa iba dengannya.

“hyung, kenapa kau diam saja? kau habis menangis kan?”

namun dia malah mengabaikanku dan berbalik memunggungiku pergi ke kamar. dengan kesal kususul dirinya.

aku harus tahu apa yang membuat hyung seperti ini,

 

“hyung!”

kubuka kamarnya dengan paksa saat dia akan menguncinya. ia hanya menatapku dengan jengkel.

“yak! aku bertanya padamu jawab aku hyung, apa yang membuatmu seperti ini huh?”

dia hanya melengos dan melempar tubuhnya ke tempat tidur.

“HYUNG!”

dengan kesal kuhampiri dirinya, hyung mulai menatapku kesal.

“WAE?! jangan ganggu aku!”

hyung mendorongku dengan kasar hingga terjatuh ke lantai.

“jika kau tidak mau menceritakan padaku, aku akan bilang pada changmin saja!”

dengan kesal kutinggalkan hyung-ku, kudengar teriakkannya dari dalam yang memaki namaku. namun hanya kuhiraukan dan segera ku telephone changmin, saat ini hanya dia yang dapat menangkan hyung-ku.

 

*jaejoong POV*

 

“yak hyung! kenapa kau?”

suara changmin benar-benar mengganggu tidurku. dengan kesal kulirik changmin yang menandangku aneh.

“AISHH, JANGAN GANGGU!”

kulempar bantal itu hingga mengenai wajahnya, bukannya meninggalkanku ia malah mendekat dan duduk disampingku sembari mengelus lembut rambutku.

“wae hyung? kau tidak mungkin menangis jika itu bukan masalah besar”

aku hanya terdiam, entah mengapa mendengar suaranya yang melembut membuat air mataku ingin mengalir lagi.

“bukan urusanmu min….”

ujarku dengan suara terisak, changmin perlahan mengangkat tubuhku. namun aku tidak menolaknya, dihadapkannya wajahku padanya.

“jika kau ingin menangis, mengislah hyung……menangislah di pundakku, jangan ditahan lagi……biarkan aku juga merasakan kesedihanmu hyung…….”

changmin tak pernah berbicara semanis ini padaku sebelumnya, kata-kata membuat sebulir air mata berhasil terjatuh bebas di pipiku.

perlahan ia memelukku hangat, sangat hangat…..aku tak berbicara sepatah katapun padanya, karena hanya isakkan yang berhasil kukeluarkan. hanya tangisan yang mampu mewakili perasaanku saat ini. aku tak pernah sehancur ini.

perlahan ia melepaskan pelukannya dan mengusap air mata di kedua pipiku.

“ceritakan padaku, apapun yang ingin kau ceritakan hyung…..ceritakan agar kau merasa lebih tenang,”

genggaman tangannya yang kuat pada jemari tanganku membuatku perlahan berani mengatakan dan menceritakan semua yang terjadi, terlihat wajahnya yang mulai menegang mendengar ceritaku. aku bercerita padanya layaknya seorang gadis remaja yang baru saja diputusi pacarnya. sebenarnya aku malu, tapi aku hanya ingin sedikit meringankan bebanku.

 

“begitulah min……mungkin memang aku yang salah…….”

perlahan changmin kembali memelukku erat, dia mencium tengkukku dengan lembut. aku tak pernah merasa sehangat ini di dekatnya ternyata changmin sangat menyenangkan.

“kau tidak salah hyung….yunho harus bertanggung jawab, aku berjanji akan membuatnya menyesali perbuatannya……aku akan berbicara lagi dengannya,”

kuhentakkan tubuhnya menjauh dariku,

“tidak! jangan kau berbicara apapun lagi dengannya! biarkan aku sendiri min, aku tak mau sakit hati lagi……”

changmin kembali menggenggam tanganku dengan erat,

“tapi dia harus mengakui janin itu, bagaimanapun juga kelak anakmu adalah penerus klan jung, pewaris tahta jung corp,”

kugelengkan kepalaku kuat-kuat,

“TIDAK! jangan pernah kau katakan apapun lagi padanya tentangku min! jangan ikut campur!”

melihat kemarahan pada mataku, membuat changmin akhirnya luluh dan mau mengikuti apa mauku.

“baiklah…..aku tak akan mengatakannya, tapi kau tidak boleh bersedih seperti ini lagi, aku ingin lihat hyung tersenyum lagi,”

changmin mencubit pipi-ku pelan, aku hanya tersenyum kecil.

 

changmin benar-benar memperlakukan berbeda, dia melindungiku, seakan dia adalah kekasihku. terkadang aku merasa perhatian-nya sangat berlebihan dan aku takut itu akan berdampak buruk padanya. namun, dia selalu mengelak dan berkata “aku melakukannya karena aku sayang padamu hyung!” jika ia sudah berkata begitu, aku tak bisa melarangnya melakukan apa yang ia inginkan. andai changmin adalah ayah anakku pasti aku akan sangat senang.

oohh, tidak! kim jaejoong mengapa kau berpikir seperti itu? aishh…….

 

*changmin POV*

 

saat ini aku berada di sebuah cafe dimana aku berjanji bertemu yunho-hyung. aku tahu jaejoong hyung pasti akan sangat marah padaku jika melakukan hal ini. namun, aku tak bisa membiarkannya menangis terus menerus hanya karena perlakuan kakak sepupu-ku.

“yoo, shim changmin!”

yunho hyung yang ditunggu akhirnya datang juga, ia menyapaku dengan ramah seperti biasanya.

namun hanya kubalas dengan senyum kecil,

“tumben sekali kau mengajakku bertemu? ada apa huh?”

aku tersenyum kecil, dan mengajaknya berbasa-basi sejenak. kami membicarakan bermacam-macam hal, sekaligus melepas rindu satu sama lain, dia juga mulai menceritakan rencana pernikahannya yang tinggal 3 bulan lagi.

aku tahu yunho-hyung sangat mencintai gadis itu, karena yunho hyung awalnya adalah pengagum dari gadis itu.

mendengarnya menceritakan gadis yang bernama jun jihyun itu membuatku memikirkan jaejoong-hyung. jika saat ini ia yang berada dalam posisiku tak terbayang rasa sakit hati yang begitu besar dalam hatinya, pantas saja kemarin ia menangis terus menerus, apalagi dalam kondisi-nya yang seperti itu.

 

“yak, changmin….kupikir pasti ada sesuatu yang akan kau bicarakan?”

perlahan kusesap cappucino di hadapanku, dan kutarik nafas dalam-dalam.

“hyung……kau mengenal kim jaejoong bukan?”

yunho-hyung menatapku dengan kaget, nampaknya dia terlihat sedikit panic.

“errr, tidak terlalu…..kami hanya sebatas tahu saja,”

aku tahu di dalam matanya ia berbohong, tentu ia tahu kim jaejoong.

“ada apa memangnya dengan orang itu?”

yunho-hyung mulai berbicara sedikit sarkastik tanpa menyebut nama jaejoong.

“aku mengajakmu kesini untuk membicarakan tentangnya hyung,”

yunho hanya menatapku bingung, dan kembali terlihat tak perduli.

“aku tahu hubunganmu dengan kim jaejoong, kau yang membuatnya hamil bukan?”

yunho-hyung mulai terlihat gelagapan dan menatapku takut-takut.

“t-tidak, kami tidak saling kenal….hamil? hahaha…….jangan bercanda min, pria seperti dia tak mungkin bisa hamil! dia hanya berbohong saja untuk mencari perhatian,”

BRAKK,

kugebrak meja dihadapanku membuat pengunjung lain spontan menengok ke arah kami.

“jangan jadi pengecut hyung! berani berbuat berani bertanggung jawab! kemana jung yunho yang katanya gentleman itu?! mengapa kau jadi pengecut begini”

yunho-hyung menatapku dengan murka.

“LALU KAU MAU APA HUH?! menyuruhku menikahinya?! kau bercanda! itu tak mungkin dan tak akan pernah terjadi!”

melihat hyung seperti ini rasanya sifat-nya yang baik hati seakan musnah ditelan bumi, dihadapanku saat ini hanya ada jung yunho si brengsek yang lari dari tanggung jawab.

“ya! paling tidak kau mau mengakui anakmu hyung! ANAKMU! itu milikmu hyung!”

yunho menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“TIDAK! itu bukan milikku!! bisa saja dia berbohong! dia menjebakku!”

PLAKK,

dengan kasar kutampar pipinya hingga berdarah.

“meskipun jaejoong hyung seperti itu! tapi dia tak pernah berbohong! apa lagi menyangkut masalah seperti ini! apa salahnya jika kau bertanggung jawab hyung?!”

yunho menatapku dengan murka.

“KAU TAK TAHU CHANGMIN! DIA BRENGSEK! dan aku tak sudi menikahi orang seperti dia! dia benar-benar jahanam changmin!! aku membencinya! sangat membencinya!”

kuhela nafasku dengan berat,

“tapi si brengsek itu mengandung anakmu saat ini hyung!”

yunho hyung menatapku tak percaya, di matanya aku melihat ketidak mampuannya untuk mengelak. namun rasa keras kepala membuatnya seperti ini.

“kau tak tahu min! hidupku hancur karena dia! dan aku tak akan sudi menikahinya! apalagi memiliki anak dengannya! tak akan!”

aku hanya terdiam mendengarnya,

“sebaiknya aku pergi saja sekarang, aku tak ingin membicarakan hal ini! jika kau menginginkan jaejoong ambil saja, nampaknya kau sangat perduli dengan pria itu, nikahi saja dia!”

DEG,

“apa-apaan kau hyung!”

yunho terkekeh pelan dan menatapku tajam.

“aku tahu, ada perasaan lebih dari sekedar teman di matamu min! itu sangat tersirat, jika kau suka ambil saja! aku tak membutuhkannya,”

yunho meninggalkanku dengan santai, aku tak membalasnya rasa kesal memenuhi hatiku.

 

~~~~

 

sepeninggal yunho hyung aku aku hanya terdiam memikirkan kata-katanya. aku tak dapat mengelaknya lagi.

sesungguhnya aku memang menyukai jaejoong hyung, setiap aku melihatnya timbul getar-getar cinta itu. bukan baru-baru ini aku mengalaminya, kurang lebih 15 tahun pertemanan kami aku telah merasakannya.

saat itu usiaku yang 2 tahu lebih muda darinya, dia terlihat sangat keren dia seperti superhero untukku. sosok ayah yang tidak kumiliki sejak kecil, membuatku mengaguminya lebih dalam lagi, hingga membuatku terperosok dan mencintainya.

namun, aku tak pernah berani mengungkapkannya. karena aku tahu dia bukan gay, dan aku tak mau dia membenciku karena aku mengatakan menyukainya. aku bukan sekedar menyukainya……tapi aku benar-benar mencintai sosok kim jaejoong……

 

*flashback*

 

“weekkk, dasar anak orang kaya! anak mami, huuuhh………”

sekomplotan anak yang lebih tua dariku menghampiriku, aku hanya anak yang baru berusia 12 tahun, sedangkan mereka sudah SMP, tubuh mereka juga lebih besar dariku. aku hanya bisa berdoa dan berharap ada sosok yang menolongku.

“sudah! kita ambil saja uang anak ini, pastinya dompetnya tebal!”

mereka dengan kasar menarik dan menggeledan tas-ku, mengeluarkan satu persatu barang yang ada disana dengan kasar. aku tak berkutik hanya menangis karena takut mereka melakukan sesuatu yang buruk padaku.

saat tiba-tiba, sosok anak berkulit putih dengan rambut cepak menghampiri kami. anak itu terlihat nakal dengan penampilannya yang seperti anak berandal, nampaknya anak itu satu sekolah dengan komplotan anak nakal ini. awalanya kupikir mungkin ia adalah ketua komplotan ini, karena saat dia datang komplotan itu terlihat ketakutan.

 

“YAK! beraninya kau memalak anak kecil! cari mati kau!”

dengan gaya-nya yang brandal dia membentak komplotan itu.

“a-ampun boss! ampun……..”

aku hanya ternganga tak percaya, komplotan brandal dengan pakaian menyeramkan seperti mereka takluk pada anak laki-laki ini? padahal dari ukuran tubuh jelas anak laki-laki ini lebih kecil dari mereka. bisa saja mereka mengeroyok 5 lawan 1, tah anak ini cuman sendirian.

“sudah! sana pergi kalian! jika kalian berani mengganggu anak ini! kuhabisi kalian!”

dan komplotan itu pun berlari tunggang langgang menjauhi kami.

 

“hey, kau tidak apa-apa?”

anak laki-laki itu bertanya lembut padaku,

“apa mereka menyakitimu adik kecil?”

aku hanya menggeleng pelan,

“nampaknya mereka membuatmu sedikit terluka,”

dia menyentuh luka kecil pada lututku dengan lembut.

“kau bisa infeksi, ayo aku akan mengobatimu…..”

dengan polos ku ikuti kemanapun dia mengajakku, dia memperlakukanku layaknya aku adalah adiknya sendiri.

ternyata tampang berandalnya tidak sesuai dengan tingkah lakunya, dia sangat baik.

 

*end flashback*

 

sejak hari pertemuan kami itu, aku dan jaejoong hyung semakin dekat. setiap pulang sekolah entah mengapa aku selalu mampir ke sekolahnya, meskipun seringkali aku harus bertemu komplotan anak nakal itu, aku tetap memberanikan diri mengajaknya pulang.

 

saat aku lulus SD, kuputuskan untuk masuk ke sekolah yang sama dengan jaejoong hyung agar aku tetap bisa bersamanya. ternyata dia sangat populer baik dikalangan guru ataupun siswa sekolah. meskipun dia terkenal nakal, namun ternyata dia juga cerdas, dia merupakan juara kelas berturut, calon pemegang sabuk hitam karate, atlet bulu tangkis, dan masih banyak lagi prestasi yang dia torehkan. yang tentunya membuatku semakin mengaguminya,

namun dibalik itu semua ia juga terkenal playboy, aku sering menemuinya sedang menggoda beberapa anak perempuan yang seangkatan denganku, meskipun begitu sikapnya tak membuatku kehilangan respek dengannya. karena, sejak saat itu kami bersahabat sangat dekat, dia menceritakan masalahnya padaku apapun itu aku pasti mengetahuinya, dan aku sangat senang mendengarkannya bercerita meskipun itu terkadang membuat hatiku sakit.

 

seiring berjalannya waktu, kami mulai berpisah karena jaejoong hyung memutuskan tinggal di seoul. akhirnya kami pun hanya bisa berbincang telephone atau internet, bahkan aku sempat kehilangan kontak dengannya hingga 1 tahun lebih.

dan saat kami bertemu kembali jaejoong hyung benar-benar telah berubah. dia sangat tampan, namun sekaligus cantik.

wajahnya yang polos berubah menjadi sedikit lebih keras. tubuhnya yang dulu kurus dan kecil pun terlihat sangat atletis.

dia telah menjadi bintang hallyu, pertemuan kami membuat kami dekat kembali. tapi saat itu aku yang sibuk dengan kuliah dan jaejoong hyung yang sibuk dengan karier-nya membuat kami kembali kehilangan kontak. dan saat bertemu lagi jaejoong hyung telah berusia 23 tahun, tepatnya saat itu ulang tahunnya, dan hari itu jaejoong hyung mengenalkannya pada sahabatnya park yoochun dan adiknya kim junsu. sejak hari itu kami sering bermain ber-4, yoochun yang playboy dan jaejoong hyung terkadang membuat aku dan junsu gemas dengan tingkah mereka. namun, aku tetap saja tak bisa menghilangkan perasaan terlarang itu, aku justru semakin mencintai sosoknya yang cantik saat ini.

 

tapi hatiku kembali hancur saat mendengar berita dia tengah mengandung dan itu adalah hasil perbuatan hyung-ku.

membuatnya yang menghancurkan dirinya sendiri membuatku merasa iba dan berusaha membahagiakannya. aku tahu dia tak akan pernah mencintaiku, tapi setidaknya aku ingin membahagiakannya sebagai sosok yang kucintai. setidaknya cinta tidak harus memiliki….aku mencintainya, tapi bertahan disampingnya adalah yang terpenting saat ini.

 

~~~

 

“gyaaa, changminnie………”

ahjumma memelukku dengan erat saat tahu aku yang mampir ke rumahnya. saat ini aku berada di rumah keluarga jung. tepatnya di rumah jung yunho, aku memutuskan untuk mengatakan hal ini pada ahjumma.

kupikir hanya beliau satu-satunya yang bisa menyadarkan anaknya yang bebal itu.

“minnie, tumben sekali kamu datang kemari? kamu merindukan ahjumma huh?”

ahjumma mencubit hidungku pelan. meskipun usiaku sudah 23 tahun tetapi ahjumma masih saja memperlakukanku layaknya anak berusia 10 tahun, dia bahkan lebih memanjakanku dibanding umma-ku sendiri.

“tentu saja aku merindukan ahjumma……..”

ahjumma hanya tersenyum kecil dan mempersilahkanku beristirahat sejenak.

 

“tadaaa…..minnie, ahjumma memasakkan banyak sekali makanan untukmu! ayo makan yang banyak”

aku paling menyukai berkunjung kerumah ini, karena selain ahjumma sangat baik padaku ia akan memasakkanku beragam makanan yang enak, yang jelas masakannya sangat memanjakan perut.

 

“minnie, tumben sekali kau kemari? pasti ada sesuatu yang ingin kau bicarakan bukan?”

seusai kami duduk-duduk di ruang keluarga sembari mengobrol dan bercerita.

“heummm……..ne……”

ahjumma menatapku dengan tajam, jujur aku gugup mengatakannya. aku hanya bisa berdoa semoga hal ini tidak membuat situasi semakin buruk.

“ahjumma……..aku memiliki seorang teman, namanya kim jaejoong……..”

perlahan kuceritakan satu persatu kronologis kejadian yang terjadi padanya. dan pada akhirnya tentang kehamilan jaejoong hyung yang membuat ahjumma terlihat sangat shock dan tidak percaya. kulihat dimatanya ada perasaan kesal dan tidak terima.

 

“ahjumma apa kau baik-baik saja?”

tanyaku takut-takut padanya yang terlihat menahan amarah mendengar ceritaku. tubuh tua-nya bergetar hebat mungkin menahan air mata.

“yunho…….aku tak percaya putraku melakukan hal menjijikkan itu……..dan mengapa?! mengapa itu dengan seornag pria!! kupikir anakku normal! dia tak akan seperti itu! arrrgggghhhhh……….”

ahjumma terlihat sangat terpukul, tapi lebih baik ia tahu sejak awal tentang semua ini.

setidaknya sakitnya akan sedikit berkurang karena ini di awal.

 

setelah ahjumma merasa sedikit tenang, kupastikan dirinya mau menerima jaejoong hyung. sejujurnya di matanya dia sangat menolak, tapi setelah kuyakinkan bahwa anak yang dikandung jaejoong hyung benar-benar anak jung yunho.

dia pun perlahan mulai luluh dan ingin bertemu jaejoong hyung.

“baiklah……aku ingin bertemu dengannya besok……..bisakah kau memberikan alamatnya padaku?”

dengan sedikit berat hati kuberikan alamat apartemen jaejoong hyung.

 

“terima kasih telah memberi tahu ahjumma changmin…..”

aku hanya tersenyum kecil, mendengarnya.

“aku akan memberikan perhitungan pada jung yunho, tega-teganya dia! padahal dia akan menikah sebentar lagi…….”

dengan lembut kugenggam tangan ahjumma tuk meredakan sedikit emosinya.

kuharap yang kulakukan benar, setidaknya jung yunho harus mau mengakui anak itu.

 

~~~

 

*jaejoong POV*

 

TING…TONG………

suara bell pintu membuatku terbangun dari tidurku, dengan malas aku berjalan dengan gontai menghampiri pintu.

kupikir itu pasti changmin, yoochun atau junsu. kubuka pintu dengan malas, saat aku terbelalak melihat sosok wanita yang sudah cukup tua namun sangat cantik.

 

dia tersenyum kecil padaku, melihatnya yang nampaknya datang bersama bodyguard membuatku berpikir ia pasti orang kaya. namun dia siapa?

“annyeong……jaejoong-sshi?”

mengapa dia tahu namaku?!

“n-ne……”

aku tersenyum kecil meskipun tetap bingung.

“bolehkah aku masuk?”

pertanyaannya membuatku menunduk malu karena ketidak sopanan ku.

“mianhae…..silahkan masuk……”

dia melenggang melewatiku dengan gaya-nya yang sangat anggun.

 

“aku baru menyadari kau juga aktor seperti putraku jaejoong sshi”

pernyataanya membuatku sedikit berpikir, apakah aku mengenal anaknya? diriku yang baru bangun tidur membuat diriku tak seutuhnya sekarang.

“kau mungkin bingung mengapa aku ada disini…….”

dia tersenyum kecil, dan aku hanya menatapnya takut-takut. aku hanya merasakan feeling tidak enak tentang wanita ini.

“kudengar….kau hamil??”

DUAARR,

rasanya seperti ada petir yang menyambarku saat ini, darimana ia tahu?!!

“d-darimana kau tahu?!”

dia hanya tersenyum kecil, dan perlahan mendekat padaku.

“tak penting aku mengetahuinya darimana, aku ibu dari jung yunho……dan janin itu milik anakku bukan?”

GLEK,

aku hanya bisa menelan ludah mendengar pertanyaannya.

“karena hal ini menyangkut keluargaku……..aku akan memastikan janin mu benar-benar milik keluarga jung,

jika kau benar-benar hamil aku ingin melihat buktinya, kita akan melakukan pemeriksaan, kuharap ini buka sebuah kebohongan yang konyol jaejoong sshi,”

cara bicara wanita ini benar-benar mirip dengan putranya, sangat dingin dan kaku. dia bahkan terlihat sedikit menyeramkan.

“kita akan melakukan test, dan kau harus mengikutinya……..karena kau telah mengandung janin yang mungkin penerus dari harta keluarga jung,”

aku tak bisa menolak, wanita ini akan terus memaksa. sejujurnya aku menjadi sangat takut. karena kupikir yang di inginkannya hanyalah anakku, dia hanya menginginkan penerus untuk keluarganya tapi tidak diriku.

aku takut…….sangat takut…….dan aku berharap ketakutanku tidaklah terjadi…………

 

TBC

 

Iklan

ESCAPE {YUNJAE COUPLE STORY} CHAPTER 3/? YAOI


title: escape

author: jung rye sun

length: 3/?

rate: NC 17, AND THIS FANFIC IS CONTAIN OF MPREG!

genre: AU, romance, angst, MPREG,straight, comedy…

DON’T TRY TO READ THIS IF U ARE NOT FUJOSHI!

annyeong!!!

kangen ff ini gak?!

kalo kangen comment yang banyak biar saya gece postingnya, hahaha………..

 

bentar ada yg ketinggalan, follow me on twitter @anaknyaYunjae

 

 

**********************************************************

 

 

*jaejoong POV*

 

“hyung-ahh……”

junsu memandangku dengan tatapan polosnya, aku hanya meliriknya sejenak dan kembali asyik dengan komik dragon ball ditanganku.

“hyung, kenapa kau tidak pada jung yunho? kan, kau bisa menikah dengannya hyung, lalu aku akan memilki kakak ipar yang populer, siapa tahu dia juga bisa membawaku ke dunia entertainment, ahh…….”

junsu tersenyum-senyum aneh, aku yang melihat tingkahnya hanya memanyunkan bibir malas dan melanjutkan bacaanku kembali.

“hyung, kau dengarkan aku tidak sih?!”

aku hanya terus membaca dan mengabaikan protesan-nya.

“yak, hyung!”

dengan kesal junsu mengambil komik yang sedang kubaca, spontan dengan kesal aku berteriak padanya.

“YAK! kau menggangguku saja! ahh, kembalikan komikku!”

junsu yang ketakutan karena kubentak akhirnya mengembalikan komik itu padaku.

“hyung, kau jawablah pertanyaanku! aishh, hyung…..”

aku pun melepaskan pandanganku dari komik yang sedang kubaca, aku paling kesal dengan pertanyaan ini.

“kau tahu kenapa?……….”

kutatap wajah junsu dengan tajam, junsu hanya menggelengkan kepalanya polos.

“karena dia MUSUHKU! mengerti kau? dan dia sangat membenciku! jika aku meminta pertanggung jawaban, dia akan menertawakanku junsu! dan aku tak mau!”

junsu hanya melongo mendengar pernyataanku.

“tapi, jung yunho itu baik hyung……dia tidak seperti hyung!”

HEY! apa maksudnya itu? apa aku jahat?

“maksudmu?!”

junsu hanya tersenyum kecil,

“yunho kan bukan playboy sepertimu hyung, dia sangat baik….lihat saja di tv, dia sering ikut kegiatan sosial……”

junsu terus saja menceritakan kebaikan-kebaikan yunho seakan dia sudah mengenal yunho sejak lama,

aku yang mendengarkannya hanya cemberut melihat adikku yang rasanya tidak melihat apapun kebaikan yang ada pada diriku, apa sih yang kau harus banggakan dari jung yunho? aku masih lebih keren daripada yunho.

“stop! okay?! aku tak mau mendengar kisahmu tentang kebaikan jung yunho, berhenti atau kutendang kau dari rumahku junsu! lebih baik, daripada kau terus menerus menggangguku, kau pergi saja sana jalan-jalan, aku mau sendiri! okay?!”

junsu hanya menatapku dengan kesal, dan melemparkan bantal ke wajahku lalu berlari keluar rumah.

 

apa bagusnya jung yunho? okay, dia baik, dia gentle atau apalah! aku tidak perduli. kenapa mereka bertiga sama saja?

tidak adikku junsu, lalu yoochun dan parahnya changmin juga selalu membela yunho. kalau dia orang baik, dia akan bertanggung jawab tanpa diminta, seenaknya meniduri orang dan sekarang malah mau menikah? apa yang itu dikatakan orang baik?

oh, baiklah aku memang sering melakukan hal itu. tapi kini aku sadar diperlakukan seperti itu sangat tidak menyenangkan.

aku tak pernah benar-benar tahu, hukum karma itu berlaku di dunia. aku ingat sekali mantan-mantanku sering mencaci ku.

“jaejoong, aku bersumpah kau akan merasakan penderitaanku! kau akan merasakan penderitaan yang lebih dalam!”

ya, kata-kata itu kembali terngiang di kepalaku. karma…..ohh, karma…..

paling tidak harusnya tidak memberikan karma yang abnormal seperti ini,

hamil? seorang pria? pria hamil?

dunia akan menertawakanku, yahh……aku tak siap sangat tak siap. andai changmin tidak mengancam akan membunuhku dan menghancurkan karierku, aku pasti sudah menggugurkan bayi ini. si food monster itu benar-benar seorang monster!

dia rajanya para monster-monster, ahhh……changmin!! ingin rasanya aku membunuhmu!

 

~~~

 

dengan malas kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi, kucuci wajahku dengan beberapa kali bilasan air bersih.

perlahan tatapan terhenti menatap wajah yang terpatri di cermin. wajah tampan, sangat tampan. kulitnya putih dan mulus, matanya indah dan besar terlihat sangat dalam, hidungnya yang terukir dengan sempurna. dan tubuhnya yang indah dan atletis. kau tahu? betapa aku sangat mengagumi wajah dalam cermin itu. aku mungkin harus bersyukur pada ayahku yang tampan yang mewariskan wajah itu padaku. ya, wajah sempurna ini kudapatkan dari ayahku yang sangat tampan, ibuku harusnya bersyukur suami-nya dulu orang yang sangat tampan, aku yakin umma tertarik pada appa karena ketampanannya.

 

namun, perlahan tatapan itu terhenti di sebuah gundukkan kecil di bagian perutku. kuhela nafas panjang.

kusentuh gundukkan kecil yang mengeras itu, saat itu juga pesona aura ketampananku berkurang hingga 75%. kandunganku kini sudah memasuki bulan ketiga, dan sebentar lagi aku akan memiliki tubuh yang bengkak mungkin.

 

kukepalkan tanganku erat pada pinggiran washtafel. aku tak siap! aku tak pernah menginginkan semua ini.

aku tak ingin memilikinya, aku ingin menggugurkannya saja. aku tidak membencinya, hanya saja aku tidak menginginkannya. dan jika dia terlahir mungkin saja dia akan membenciku. aku tak mau, lebih baik ia tak pernah ada.

lagipula usiaku masih muda, aku baru 25 tahun. dan aku masih ingin bersenang-senang. bagaimana bisa aku harus memiliki anak? mengurus diriku sendiri saja aku belum becus?

 

“dddrrrttt…..ddrrrttt……..”

tiba-tiba handphone yang ada dalam kantongku bergetar, segera kuangkat dan disana tertera nama changmin.

“ne, changmin? wae?”

ujarku dengan malas,

“hyung, ingat! hari ini jadwal check up bukan? apa kau mau kuantar ke rumah sakit?”

aku mendesah panjang, selama ini changmin-lah yang paling rajin mengingatkanku. membawakanku macam-macam vitamin, bahkan membelikanku susu-susu hamil yang rasanya membuatku ingin muntah.

“errr, yeah! tak usah aku akan pergi sendiri……..”

terdengar hening di seberang sana,

“okay, baiklah…..hati-hati hyung,”

lalu telephone pun terputus, changmin bertindak seakan dia adalah ayah dari bayi ini. diantara ketiga dongsaengku hanya changmin yang mencurahkan perhatian terbesar padaku. meski seringkali kutolak, tetapi changmin tetap saja memaksakan kehendaknya padaku, sehingga terkadang ia terlihat egois dan otoriter.

 

~~~

 

aku terduduk di ruang tunggu menunggu panggilan, untuk menyamarkan identitasku. aku memakai jacket musim dingin dan memakai topi kupluk lengkap dengan masker berwarna putih, aku pun memakai kacamata minus guna semakin menyamarkan identitasku. meskipun kerap kali beberapa orang tampak memerhatikanku tajam, namun biasanya aku akan langsung menjauhkan diri dari mereka.

“nyonya kim jaejoong sekarang giliran anda…..”

WTF! mengapa dia memanggilku nyonya?! aku kan masih laki-laki enak saja dia memanggilku nyonya.

dengan kesal dan menatap suster itu tajam aku berlalu memasuki ruangan dokter.

 

seperti biasanya dokterku yang bernama choi siwon menyambutku dengan hangat. dia adalah dokter yang sangat baik, dia sangat ramah padaku, memperlakukanku layaknya seorang teman. dan dia berjanji menjadi dokter pribadiku sampai aku melahirkan jika aku menginginkan anak ini tetap hidup.

“annyeong, jaejoong-sshi….kau nampak lebih gemuk sekarang”

aku hanya tersenyum kecil, yah tentu aku lebih gemuk kan aku sedang mengandung.

“kau berdandan seperti ninja setiap kali kesini jaejoong-sshi,”

aku hanya tertawa kecil, meski dalam hatiku

“kau bodoh, jelas saja aku begini! bagaimana reputasiku jika orang tahu siapa aku,”

dokter siwon seperti biasa, mengecek tekanan darahku dan mengambil beberapa sample darah. aku hanya terdiam sembari memandangi isi ruangan itu.

 

di meja kerjanya, bukan document penting yang diletakkan disana, tapi banyak sekali foto keluarga. dia seringkali menceritakan betapa cantik istrinya dan sempurnanya dia, dokter siwon terlihat sangat mencintai istri-nya yang memang cantik. dan kau tahu, sang istri ternyata termasuk MANTAN-ku, hahaha…..

ini sungguh mengejutkan, saat aku dalam kunjungan kedua-ku, aku melihat foto istrinya dan mencermatinya dengan seksama, wajahnya memang sangat mirip dengan mantanku yang bernama jung rye sun. lalu, iseng-iseng aku bertanya padanya, dan benar saja nama istrinya memang jung rye sun. aku hanya tersenyum, meskipun aku sangat shock.

lalu ia bertanya, memang ada apa dengan istrinya itu?, dan aku hanya menjawabnya dengan enteng. nampaknya istrimu adalah mantan kekasihku. dan, yaahh…..kami pun mulai bercerita-cerita, dia memaklumi diriku yang memang notabene-nya seorang playboy. tapi mungkin sekarang dia akan tertawa dengan keadaanku.

 

“kondisimu cukup baik jaejoong-sshi, tapi kuharap kau tidak terlalu lelah…ohya, kuharap ayah bayi ini menjagamu dengan baik, karena kandunganmu sebenarnya sangat lemah….”

dia tak tahu saja bahwa aku sendiri tanpa ayah dari bayi ini.

“dokter….aku ingin mengatakan sesuatu padamu…”

aku menundukkan wajahku dalam-dalam, dokter siwon hanya menatapku tajam.

“a-aku….aku…….ingin menggugurkan kandunganku saja, aku tak bisa! aku belum siap!”

wajah dokter siwon berubah menjadi sangat serius, wajahnya sedikit menegang.

“apa kau yakin dengan yang kau katakan?”

aku hanya mengangguk pelan dan mengalihkan pandanganku tak berani menatapnya.

“apakah kau bersungguh-sungguh ingin membunuh anak itu?”

aku hanya terdiam tak sanggup menjawabnya, aku ingin tapi di sisi lain aku juga tidak menginginkannya.

“jaejoong-sshi, apakah kau tidak mau melihat anak itu mentap dunia? apa kau menginginkan hidupmu dihantui rasa bersalah sepanjang hayat-mu? apa kau menginginkan kesendirian dalam hidupmu menjadi lebih lama?”

ya, aku memang sendirian. changmin pernah mengucapkan kalimat yang sama padaku. aku jadi kembali mengingat kata-katanya.

“hyung, kau bilang kau sendirian? kau tak memiliki siapa-siapa? jika anak itu hadir kau tak lagi sendirian hyung? kau akan mulai mengerti untuk apa kau hidup, dan kau tahu alasanmu untuk tetap bertahan? apa kau akan merelakan anak itu pergi sia-sia?”

kalimat changmin saat itu terasa menohokku, aku tak bisa berkata apa-apa lagi. dan kini pertanyaan sama diajukan kembali padaku.

 

“a-aku tak tahu……”

dokter siwon hanya menatapku dengan tajam, perlahan wajahnya yang keras mulai melembut kembali.

“kau harusnya bersyukur jaejoong-sshi…….kau lihat istriku? dia begitu menginginkan seorang anak, begitupun aku…… kami sudah menikah selama 5 tahun, dan hingga detik ini kami tidak memilki seorang anak. istriku telah divonis tidak akan bisa memiliki anak….”

aku hanya menunduk mendengar penjelasannya,

“dan, kau…..tuhan telah memberikan anugerah terindah dalam kehidupanmu, kau bisa mengandung. dan itu adalah darah dagingmu sendiri, kau tahu diluar sana banyak pasangan yang tak bisa memilki anak dan harus mengadopsi, namun kau…….”

ya, aku memang jahat….tapi aku benar-benar merasa tak akan bisa.

“tetapi jika itu sudah menjadi pilihanmu….aku tak bisa berkata apa-apa, aku hanya berharap kau bisa memikirkannya matang-matang, dunia mu sekarang bukan yang sebenarnya jae….kau akan menemukan arti hidup sebenarnya jika kau membesarkan anak ini,”

aku memang pengecut, aku bersikap seakan aku kuat akan semuanya. tetapi di dalam hati kecilku aku menangis.

katakanlah aku hanya seorang pecundang, tapi inilah aku.

“jaejoong-sshi, maukah kau ikut jalan-jalan denganku sebentar? nampaknya sekarang sudah jam istirahat, aku bisa menunjukkan sesuatu padamu……”

aku hanya mengangguk pelan mengiyakan ajakkan-nya, meskipun aku tak tahu dia akan membawaku kemana.

 

~~~

 

dokter siwon mengajakku mengelilingi bagian rumah sakit, menceritakan bermacam-macam pasien yang ia temui padaku.

yang aku respon dengan sebuah senyuman kecil, aku tak tahu ia ingin membawaku kemana. sampai pada saat ia terhenti dan mengajakku memasuki sebuah laboratorium dan mengajakku menengok ke bagian dalamnya.

disana terdapat banyak sekali bayi-bayi kecil yang baru lahir. aku hanya tersenyum kecil melihat betapa manisnya bayi-bayi kecil itu. tak ada yang jelek, wajah mereka semua sangat mempesona. wajah polos mereka terlihat sangat cute dan begitu suci. ia mengajakku memasuki bagian paling dalam ruangan. disana dokter siwon mengajakku ke tempat tersendiri dimana terdapat seorang bayi yang sangat cantik di sebuah ranjang bayi. bayi itu begitu manis, gerak-geriknya begitu lucu. namun, bayi ini tidak terlihat seperti baru dilahirkan.

 

“annyeong, hee gi…..”

dokter siwon menyapa bayi itu dengan lembut dan menggendong tubuh kecil itu. bibirnya yang mungil bergerak lucu, dia sedkit terisak kecil.

“jae, bayi ini sangat lucu bukan? namanya park hee gi, aku yang memberikan-nya nama, park dari marga ibu-nya”

aku hanya menatap bayi kecil itu, matanya tidak bisa membuka secara sempurna, sungguh manis.

“apa kau ingin menggendongnya?”

“eeh, aku?”

“ya, apa kau tidak ingin mencoba menimang bayi lucu ini?”

dengan gugup dan sedikit takut, ku ulurkan tanganku dan menggendong bayi itu dalam pelukanku.

“kau sangat kaku jaejoong-sshi,”

aku hanya tersenyum kecil, tentu saja aku kan tidak pernah menggendong anak kecil, apalagi anak bayi.

tapi perlahan, rasa kaku pada tanganku mulai menghilang seiring dengan bayi lucu ini yang menggeliat lucu dalam pelukanku.

“dokter, mengapa nampaknya anak ini tidak seperti anak-anak yang baru saja lahir?? dia terlihat sudah cukup besar,”

dokter itu hanya tersenyum kecil mendengar pertanyaanku.

“ya, usianya memang sudah 2 bulan. dan 2 bulan sudahl lamanya gadis kecil ini hidup sendirian, sebatang kara….”

aku menatap wajah dokter itu bingung,

“gadis kecil ini tak lagi bisa melihat warna-warni dunia, cerahnya matahari dan terangnya bulan, ia tak bisa lagi melihat indahnya dunia ini…….”

apa maksud dokter ini?

“apa maksudmu………..apa……….dia buta?”

dokter itu hanya mengangguk pelan dan menundukkan wajahnya sedih, kutatap wajahnya yang mungill. tepat saat kutatap waja kecil itu, anak itu membuka matanya. mata-nya begitu indah, namuan ada titik putih yang kutemukan disana, benar katanya anak ini memang buta.

“dia buta dan sebatang kara, kasihan gadis kecil ini. dia harus sendirian dalam kegelapan…..tanpa ayah dan ibunya,”

kutatap kembali wajah bayi itu, dia tersenyum kecil. si kecil ini mungkin tidak tahu hidupnya tidaklah akan semudah yang dipikirkannya.

“ibu-nya pergi sesudah melahirkannya, dan sebelumnya dia sempat ingin menggugurkan anak yang ia kandung, dengan alasan ayah bayi ini tidak mau bertanggung jawab dan ia hidup sendirian, dan saat ia menggugurkan anak itu dengan obat-obatan berbahaya, itu justru tidak membuatnya kehilangan anak ini, mungkin semangat bayi kecil ini untuk menatap dunia begitu besar, sehingga ia tetap bertahan…..sehingga saat ia terlahir ia mengalami kerusakan pada matanya akibat obat-obatan yang dikonsumsi ibunya dulu, dan ibunya pun harus meninggalkannya sendirian……”

kembali kutatap bayi kecil dalam gendongaku ini, insting-ku sebagai calon orang tua kembali hidup.

mengapa ibu itu begitu tega sehingga membuat anaknya seperti ini? dan meninggalkan-nya setelah dia melahirkan anaknya? ibu macam apa dirinya?

“jae, jika kau menggugurkan anakmu…..kau jauh lebih jahat daripada ibu itu, setidaknya dia akhirnya mau melahirkan anak ini…..”

aku hanya menunduk dalam, melihat bayi ini membuat rasa takutku semakin besar. aku takut jika aku akan menjadi manusia yang lebih buruk. telah banyak dosa dan kesalahan yang kuperbuat dalam hidupku, dan jika aku menggugurkannya mungkin aku akan menjadi manusia paling jahat.

“jadi apa kau masih menginginkan aborsi?”

DEG,

pertanyaan itu telak mengenaiku……

 

kata-kata jahat changmin pun mulai terngiang-ngiang kembali di kepalaku.

“kau bilang, jika kau memiliki keluarga nanti, kau tidak ingin jadi orang tua seperti orang tuamu kan hyung? kau tidak mau memperlakukan anakmu seperti umma mu, dan kau tidak mau seperti appa-mu yang tidak bertanggung jawab, dan jika kau mau menggugurkan anak itu, sama saja kau lebih buruk daripada mereka hyung, setidaknya mereka masih mengizinkanmu untuk menatap dunia hyung…….”

kata-kata itu begitu dalam tapi memang benar, aku bukan orang yang bisa mengelak tentang hal seperti itu.

 

“jadi bagaimana jaejoong-sshi?”

dokter siwon menatapku dengan lembut. perlahan kutarik nafas dalam-dalam.

“baiklah, aku tidak akan menggugurkannya…….”

dokter siwon tersenyum kecil padaku dan menepuk pelan pundakku.

“oeekkk……oekkk……”

tiba-tiba bayi kecil dalam gendonganku ini menangis keras, aku yang tak terbiasa menjadi panic.

“tenang jaejoong-sshi, coba sebentar aku akan memeriksanya…”

aku hanya terdiam saat dokter itu mengendus pelan bayi itu.

“nampaknya dia buang air besar…..”

MWOYA?!

“apa?!”

aku menatap seram ke arah bayi itu, dokter siwon mengambil bayi kecil itu ke dalam gendongannya dan memanggil seorang suster untuk mengurus bayi itu. kucium tangan kiriku dengan perlahan, dan benar saja, tanganku jadi bau.

ahh…..damn,

“jaejoong-sshi, apa kau tidak ingin belajar mengganti popok? kau bisa ikut dengan suster ini,”

aku hanya menggeleng cepat, gila saja! oh, tidak!

“euumm, tidak….tidak terima kasih,”

dokter siwon hanya tertawa pelan melihat tingkahku,

“suatu saat kau juga akan mengalami situasi itu jaejoong-sshi, kau yang harus menggantikan popok anakmu kelak,”

ahh……..baru saja dia meyakinkanku, dan sekarang aku jadi kembali takut.

oh, tuhan betapa menyedihkannya hidupku…….

 

~~~

 

kugenggam secarik kertas itu dalam genggamanku, karena aku menggenggamnya terlalu keras. bentuknya sekarang sudah mulai tidak layak, di dalam kertas itu tertera sebuah nomor penting. ya, di dalam kertas itu adalah nomor handphone jung yunho yang changmin berikan padaku. aku ingin mengatakan hal ini, tapi di sisi lain aku juga tidak ingin ia tahu, dan aku takut pilihanku ini akan berdampak buruk padaku.

 

dengan takut, perlahan kuhampiri meja telephone, dengan takut-takut dan tangan gemetar ku tekan tuts telephone itu.

nada sambung pun mulai berbunyi, saat itu juga aku berharap ia tak mengangangkatnya, tapi ternyata itu salah.

“yoboseyo? nugu?”

otak-ku mulai berpikir keras menjawab pertanyaannya.

“errr…….annyeong?…….”

“ne, annyeong, siapa ini?”

kutarik nafas dalam-dalam sebelum mengatakannya.

“aku……kim jaejoong…….”

heing sejenak di seberang sana,

“ya, ada apa? darimana kau tahu nomorku?”

aku terdiam sejenak,

“tak penting kau tahu darimana,……..aku…….aku……..err……..”

“ya?”

“bisakah, k-kita bertemu hari ini? aku, ingin mengatakan sesuatu yang penting padamu……”

yunho terdiam sejenak di seberang sana,

“memang kau ada urusan apa denganku?”

seperti biasa, ia bertanya dengan dingin padaku.

“a-aku……ada yang ingin kubicarakan, kumohon….ini sangat penting yunho-sshi,bisakah kita membicarakannya di cafe terdekat saat makan siang?”

dalam hati aku berdoa agar ia mau mengiyakan ajakanku.

“maaf aku tak ada waktu jaejoong-sshi, aku tak bisa jika kau mengajakku membicarakan hal ini sekarang, hari ini aku harus menuju incheon untuk menjalani pemotretan disana,”

aku menghela nafas pasrah, lalu terlintas ide di benakku.

“baiklah, bagaimana jika di sungai han?? kau dapat sekalian lewat sana untuk pergi menuju incheon. lagipula, aku hanya ingin mengatakan hal ini sebentar saja,”

dia menghela nafas berat,

“mengapa kau begitu memaksa eoh?….baiklah, kita bertemu disana jam 11, aku tidak mau menunggu…jika kau lama aku akan langsung meninggalkanmu,”

belum apa-apa dia sudah mengancamku, dasar jung yunho…..

“ne, arraseo….”

lalu telephone pun ditutup, aku tersenyum kecil. tapi senyumanku memudar kembali. apakah kiranya ia akan menerimaku dan anak ini? setidaknya dia mau mengakui anak ini sudah cukup bagiku…..

 

~~~

 

aku terduduk di tepi sungai han yang indah, aku tak pernah bosan ke tempat ini. tempat yang sangat menyenangkan untuk bersantai. aku memetik bunga-bunga kecil dan mematahkan kelopaknya satu persatu. menunggu jung yunho ternyata sangat menakutkan, jantungku tak berhenti berdetak dan rasanya aku ingin kabur saja, jika mengingat sulit rasanya mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengannya lagi.

 

tak lama kemudian sosok yang ditunggu itupun datang menghampiriku, seperti biasa dia terlihat sangat charming dan cool bahkan dari kejauhan sekalipun. tak ada senyuman sekecil aappun yang tergoreskan di bibirnya.

“annyeong……”

ujarku menyapa-nya ramah saat ia menghampiriku. yunho pun duduk disampingku yang kosong. beberapa lama kami hanya saling terdiam tak mengatakan apa-apa.

“ada apa sebenarnya? mengapa kau memaksaku menemuimu?”

kutundukkan wajahku dalam-dalam, aku sangat takut mengatakannya dan aku takut dengan responnya.

“jaejoong-sshi, jangan membuatku datang kesini dengan percuma, karena kau telah membuang waktuku yang sangat berharga untuk bertemu denganmu…..”

belum apa-apa dia sudah sangat dingin padaku.

“yun…yunho…..a-aku…..aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu, i-ini sudah sangat lama, hanya saja aku terus menyembunyikannya darimu….”

yunho menatapku tajam dengan mata musangnya.

“k-kau ingat malam itu? saat kita….eumm……itu, err…..”

aku mulai kebingungan merangkai kata-kata.

“jaejoong-sshi, bisakah kau berbicara dengan jelas?!”

aku hanya mengangguk pelan, dan menelan ludahku dengan susah payah.

“yunho, aku hamil……..”

hening sejenak……….

tak ada yang berbicara……

“APA?!!”

yunho menatapku kejam, lalu berganti dengan tawa-nya yang terdengar menyeramkan.

“hahaha….lelucon darimana ini?! mana bisa kau?? hahaha…..jangan menipuku kim jaejoong, kau ingin menipuku huh? mengatakan lelucon yang sama sekali tidak lucu ini?!”

lelucon katanya?? kau tahu betapa susahnya aku mengatakan hal itu?!

“aku tidak berbohong!! aku berani bersumpah! aku mengandung anakmu saat ini, darah dagingmu yunho…..”

yunho terbelalak mendengar pernyataanku. dan tiba-tiba ia menarik kerah bajuku.

“jangan bercanda kau?!! ini benar-benar tidak lucu! kau pria! dan pria tidak bisa mengandung! jangan mencoba mempermainkanku!!!”

matanya menatapku kejam, begitu menyeramkan…..entah, seperti ada dorongan emosi yang sangat dalam dari hatiku.

bulir-bulir air mata mulai mengalir di pipiku,

“aku tidak berbohong……aku mengatakan yang sebenarnya………mengapa kau tidak percaya?”

aku mengatakan hal itu seperti seseorang yang sedang berbisik-bisik. yunho hanya menatapku tak percaya, dan perlahan dia melepaskan tangannya dari kerah bajuku.

“apakah aku harus percaya????”

tatapannya kosong memandang kosong ke pemandangan di hadapannya.

“kau bisa memegang kata-kataku…….aku membawa buktinya,”

kuambil sebuah kertas putih yang terlipat acak-acakkan, kuserahkan kertas itu dan langsung direbut oleh yunho.

tak lama kemudia ia tertawa menakutkan dan memandangku tak percaya,

“apa-apaan ini?!!”

ia melemparkan kertas itu tepat di wajahku,

“mengapa ini bisa terjadi?!! mengapa kau bisa?!!”

yunho mengacak-acak rambutnya frustasi.

“kau…ahh, damn!!”

aku hanya menunduk takut, yunho sangat menyeramkan saat ia marah membuatku tak berani membantahnya.

“mengapa hal ini bisa terjadi?!! ahhh, mengapa kau begitu ceroboh sih?! jika kau tahu kau bisa hamil mengapa kau mau saja melakukan hal itu?!! seharusnya kau berhati-hati!!”

apa-apaan dia?! seenaknya menyalahkanku?!

ini kan bukan murni kesalahanku, dia yang membuat ini semua terjadi.

“KAU MENYALAHKANKU HUH?!! BRENGSEK KAU! aku tak pernah menginginkan hal ini terjadi!! mana aku tahu aku bisa hamil!!! kau yang memaksaku melakukannya!! dasar kau brengsek!!!”

aku menangis semakin keras, ia hanya menatapku dalam lalu membungkukkan wajahnya dan berteriak frustasi.

“kenapa semua ini terjadi padaku huh?!! aku selalu sial semenjak mengenalmu kau tahu?!!”

yunho terus membentakku yang hanya menangis keras karenannya, aku lelah……aku lelah membalasnya,

biarkan ia meluapkan perasaan dan kekesalannya padaku, karena aku juga pernah jahat padanya.

“mengapa harus kau?! mengapa?!!! arrrrggghhh………”

yunho terus menatapku dengan kesal,

“kenapa kau hanya menangis huh? kemana jaejoong yang kuat itu?! mengapa kau menangis? hey! jawab aku!”

kuangkat wajahku dan menatapnya dengan tatapan memohon.

“kumohon, bertanggung jawab untukku dan anakmu…….”

yunho menggelengkan kepalan dan mengacak-acak rambutnya frustasi.

“bagaimana bisa aku percaya anak itu anakku?!! bisa saja kau berbohong itu mungkin anak pria lain, dan karena aku habis tidur denganku, kau mengatakan anak itu anakku!”

BUAAGH,

kupukul wajahnya dengan keras, ia balas menatapku murka.

“AKU TIDAK SEJALANG ITU!!”

aku hanya menangis, benar kataku perlakuan seperti ini yang akan kudapatkan jika mengatakan padanya.

“hiks……yunho, jadi kau tidak mau bertanggung jawab?”

yunho terdiam dan menatapku marah.

“kau tahu?! aku sudah memiliki seorang kekasih, ia akan menjadi istriku, kami akan menikah 3 bulan lagi, apa menurutmu mungkin jika aku meninggalkan gadis yang jelas-jelas sempurna untuk menjadi pendamping hidupku untukmu?”

DEG,

rasanya seperti ada sebilah pedang yang menusuk jantungku.

“maaf……aku tak bisa, aku tak siap…….”

yunho menundukkan kepalanya menahan emosi yang meluap dalam dadanya.

“maaf jaejoong-shhi, waktuku sudah habis…..aku harus pergi, permisi……”

sosok itu pun pergi meninggalkanku begitu saja, meninggalkanku yang hancur berkeping-keping akibat penolakkannya.

benar bukan? dia pasti akan menolakku, cinta itu tak mungkin hadir dihatinya untukku.

dan sekarang apa yang harus kulakukan? aku sendiri……. penolakan itu begitu menyakitkan untukku.

perlakuan dinginnya seakan menohokku, aku tak pernah ditolak siapapun……apalagi dalam hubungan cinta,

lalu sekarang? aku benar-benar mengalami semua hal yang kulakukan sendiri, boomerang itu benar-benar tepat menghancurkanku, menghancurkan kim jaejoong hingga berkeping-keping…..

 

TBC

 

ahhhhh, gaje yah?!!! iyaaaaahhh,

#ngaso di jalan


ESCAPE {YUNJAE COUPLE STORY} CHAPTER 2/? YAOI


title: escape

author: jung rye sun

length: 2/?

rate: NC 17, AND THIS FANFIC IS CONTAIN OF MPREG!

genre: AU, romance, angst, MPREG,straight, comedy…

DON’T TRY TO READ THIS IF U ARE NOT FUJOSHI!

annyeong!!!

kali ini saya baliknya gece ^^ kekeke……..

aduhh, saya stress mikirin part NC, meskipun saya terlihat yadong

tapi sbnrnya saya itu masih polos dan innocent, meskipun org2 gk percaya

tapi tetep aja, saya itu masih CUTE

kalo NC nya gk HOT mohon dimaafkan #bow

 

*********************************************************

 

*jaejoong POV*

 

junsu, yoochun, dan changmin saat ini sedang memandangiku dengan tatapan memburu. yoochun hanya menatapku seperti orang bodoh seperti biasanya. aku yang diperhatikan sejak tadi hanya melirik-lirik ke arah lain. saat ini aku duduk di hadapan mereka seperti seorang tersangka.

ini semua karena changmin! yak shim changmin!

ingin rasanya aku memukul wajahnya saat ini, ternyata aku sangat salah bercerita dengannya. kupikir dia tidak akan mengatakan hal ini kepada siapapun. tapi bahkan dia memberitahu adikku junsu. rasanya aku mau mati saat junsu

mengetahui hal ini.

 

~flashback~

 

pagi itu hari yang cerah, minggu pagi yang menyenangkan seperti biasanya.hari minggu adalah hari yang paling kucinta karena di hari minggu aku tak ada job apapun, dan artinya aku bisa bersantai sepuas hatiku.

tapi hari itu bukan bersantai yang aku dapatkan, malahan aku menjadi manusia galau luar biasa.

 

tumben sekali di pagi hari di hari minggu seperti ini telephone rumahku sudah berdering. segera kuhampiri dan mengangkat telepon itu. dan saat ku angkat……..

“HYUUUUUNGGGG!!!!!”

seketika aku langsung menjauhkan telepon itu dari telingaku. suaranya seperti kucing terlindas mobil.

tapi nampaknya aku tahu orang ini.

“ne…ne, siapa ini???”

ujarku sedikit memelankan suaraku.

‘YAK HYUNG!! KAU LUPA ADIK SENDIRI HUH?!!”

DEG,

ohya, pantas saja aku kenal dengan suara memekakan telinga ini.

“YAK! bisakah kau tidak berteriak?! telingaku sakit mendengar suaramu!”

ujarku balas membentaknya.

“yak, hyung! jahat sekali kau ini!”

mengapa dia menelepon teriak-teriak dan sekarang dia bilang aku jahat?? memang aku salah apa?

“yak! jahat apanya?! memang aku melakukan apa padamu?!”

hening sejenak di seberang sana.

“hyung……..ahh, aku bingung mengatakannya…..”

junsu terdengar seperti sedang berpikir keras.

“katakan saja, ada apa? kau mau bertanya apa?”

terdengar desahan nafasnya yang berat di ujung sana.

“hyung, aku mendapatkan kabar dari changmin hyung……….katanya,……errr…..katanya, kau hamil??”

DUARRR,

rasanya aku seperti merasa atap rumahku rubuh dan menimpa tubuhku.

“APA?! changmin memberitahumu?!!”

junsu hanya terdiam tidak menjawab pertanyaanku.

“errr, hyung tapi apakah itu benar??”

apa yang harus kulakukan sekarang? mengatakan “ya” padanya? aku bahkan tak siap dengan semua ini.

aku takut junsu akan mengatakan hal ini pada umma. jika iya mati sajalah aku.

“su……jika aku mengatakan yang sebenarnya, apa kau mau berjanji padaku?”

hanya keheningan yang terdengar di seberang sana.

“aku mohon su! jangan katakan pada umma tentang semua ini, jika kau menyayangiku kau harus menolongku, su..please!”

junsu menarik nafas dengan tertahan.

“baiklah aku tak akan mengatakan pada umma…..”

aku tersenyum senang mendengar kata-katanya.

“tapi kenapa hyung? bukannya umma harusnya tahu tentang hal ini? dia kan ibu kita hyung,”

aku hanya terdiam mendengar pertanyaanya.

 

sejak aku masih kecil, hubunganku dengan umma memang tidak begitu baik. umma seringkali marah-marah padaku dan menjadikanku pelampiasan kemarahannya. apalagi saat usiaku menginjak 5 tahun, umma menikah lagi dengan seorang pria yang sekarang menjadi ayah tiriku dan ayah kandung junsu. kami memang kakak adik, tapi kami berbeda ayah. ayah tiriku memang baik, tapi ada kalanya kau akan merasa terasing dan menjadi orang lain saat bersama ibu-mu yang sudah menikah dengan orang lain. melihat umma yang terlihat lebih mencintai adikku dan seringkali merasa dirinya pilih kasih padaku membuatku muak dan di usiaku yang ke 15, aku memutuskan tinggal sendiri di seoul.

bukan sebuah pilihan yang mudah untuk usiaku saat itu, meskipun ayahku selalu memberikan uang saku yang besar dan segala fasilitasku tetap dipenuhi olehnya. aku tetap saja merasa kesepian. aku merasa hidup sendirian di dunia ini.

aku mencintai ayah tiriku, tapi aku lebih memilih ingin mengenal ayah kandungku. aku tak pernah mengetahui siapa ayahku. karena setiap aku bertanya, umma akan langsung marah-marah dan menyuruhku untuk tidak bertanya lagi.

meskipun aku seringkali iri hati pada junsu, tapi tetap saja aku sangat menyayangi adikku yang manis itu.

dia sangat baik dan polos, dia lebih terlihat seperti anak baik-baik, berbeda sekali denganku yang suka membangkang.

junsu selalu menuruti kemauan umma dan appa, membuat dia semakin dicintai seperti anak emas.

 

“hyung, kenapa kau diam??”

aku hanya menghela nafas berat.

“aku belum siap su, tapi aku berjanji saat aku sudah siap mengatakannya, aku akan mengatakan pada umma sendiri”

junsu hanya menggumam tak jelas.

“hyung, siapa ayah janin itu?”

DEG,

apa aku harus mengatakannya?

“heumm, sudahlah kau tak perlu tahu….”

ujarku mendesah pasrah.

“yak! jika hyung tidak memberitahuku, aku akan mengatakan pada umma!”

aishh, kenapa anak ini malah mengancamku!

“yaya, jangan junsuku sayang…..jangan….kau ingin aku mati cepat huh? please!”

terdengar suara tawanya yang khas di seberang sana.

“hahaha……makanya! hyung harus memberitahuku, atau jika hyung tak mau aku akan……”

“yaya, jangan……oke! baiklah aku akan memberitahumu…..”

hufffttttt……….

aku bersiap-siap melepaskan telepon itu kalau-kalau tiba-tiba junsu berteriak dan merusak pendengaranku.

“dia……eumm, dia…..errr……..”

rasanya seperti ada sesuatu yang menyumbat kerongkonganku.

“yak! siapa hyung?”

junsu mulai tidak sabar karena sikapku.

“dia jung yunho”

langsung saja buru-buru kujauhkan telepon itu dari telingaku.

“YAAAAAAAAKK, HYUNG!!! OMONA!!! DIA AYAHNYA?!!”

tiba-tiba aku mendengar seperti ada yang memanggil junsu.

“yak! junsu! kenapa kau berteriak seperti itu?! suaramu itu bising sekali, siapa yang hamil huh?!”

omo, itu suara umma….

ahhh, junsu paboya!

“eerrr, aniya umma….itu temanku katanya dia hamil,”

aku hanya bisa berdoa supaya umma tidak menanyakan lagi dan bertambah curiga dengan si anak bodoh ini.

“hyung…..hyung, mianhae……ahh, hampir saja! pyuuhh…….”

ingin rasanya kulakban mulut anak ini.

“PABOYA! kau mau membunuhku huh?! bodoh kau! untung umma tidak curiga!”

junsu hanya cengengesan di seberang sana.

“yak, hyung aku bangga padamu……”

ehh, dia bilang bangga padaku? apa yang harus dibanggakan dari pria hamil sepertiku?

“kau tahu kenapa hyung?……karena ribuan wanita yang menginginkan jung yunho, namun hanya kau yang berhasil menaklukannya…..ahh, hyung chukkae! pasti anak itu kelak akan sangat cantik atau tampan, ahh….aku jadi tak sabar keponakanku cepat lahir….”

junsu tidak tahu saja cerita sebenarnya, aku tak mau membuatnya bersedih dan semakin kecewa pada hyung-nya yang bodoh ini. aku tak ingin dia kehilang respek padaku, bagaimanapun juga harusnya aku menjadi panutannya.

tapi aku malah memberikan contoh yang tidak baik padanya.

“ya…..dia pasti akan sangat sempurna,”

kata-kata junsu membuat pikiranku melayang-layang kembali. anak ini pasti akan sangat cantik atau tampan.

mungkin setampan aku jika dia laki-laki, atau mungkin yunho. tapi jika dia perempuan……kuharap wajahnya tidak mirip denganku. tapi aku hanya merasa wajahku terkadang membawa masalah, meskipun orang-orang mengakui wajahku ini sangat sempurna.

“hyung, kau tak boleh lelah yah, hati-hati disana! kuharap yunho hyung, mau merawatmu dengan baik…..kau harus bahagia okay? aku ingin kau tidak terlalu stress menjalani masa kehamilanmu, karena katanya kalau ibunya stress akan berdampak fatal pada bayi hyung……”

junsu terus saja memberikan wejangan padaku, gayanya memberikan nasehat seperti seorang umma. aku hanya menjawabnya dengan menggumam kecil.

“hyung, sudah dulu ya telepon-nya, aku mau latihan futsal dulu….”

tak lama kemudian telepone-pun terputus. aku hanya menarik nafas tertahan.

 

~end flashback~

 

dan sekarang mereka semua memandangiku dengan tatapan kejam.

“yak hyung, kau ini…..hamil tidak bilang padaku! aku kan sahabatmu hyung, katanya kita soulmate?”

yoochun terus membombardirku dengan ocehannya yang terdengar seperti ceramah.

“ya, mianhae……aku minta maaf……aku hanya tidak mau merepotkan kalian…..”

aku pura-pura menyesal dengan tatapan memelas.

“lalu apakah kau sudah memberitahu yunho hyung?”

junsu yang sedari tadi diam mulai membuka pertanyaannya.

“belum……..”

yoochun dan junsu hanya menatapku shock dan tak percaya. changmin yang sedari tadi hanya memandangiku, terlihat tertawa mengejek.

“katanya kau gentleman hyung? tapi hanya memberitahu pada jung yunho saja kau tak berani……”

ingin rasanya aku memukul wajah changmin yang sangat menyebalkan. enak sekali dia berbicara, dia tak tahu saja beratnya menjadi sepertiku.

“sudahlah, aku tak meminta kalian mengasihaniku saat ini, menolongku atau apapun itu! aku tak butuh! kalian disini hanya membuatku semakin terpuruk saja kalian tahu?! lebih baik kalian pulang saja sana! dan kau changmin……”

bentakku mengacungkan telunjukku tepat di depan hidungnya.

“jangan berbicara seenaknya! kau gampang saja berbicara seperti itu! kau tak tahu beratnya menjadi seperti aku! mengapa kau tidak mau mengerti aku lelah!”

junsu mulai terlihat memandangku iba.

“hyung, sabar….jangan seperti itu, kasihan bayi hyung…..”

junsu berusaha menangkanku, dengan mengusap pundakku pelan.

“hyung…….maaf tapi aku begitu karena aku menyayangimu, dan aku tak mau kau kesulitan,”

changmin menundukkan kepalanya dalam-dalam, aku yang melihatnya seperti itu menjadi tidak tega.

“yasudah, tidak apa……maaf aku membentak kalian,”

mereka bertiga hanya tersenyum dan memelukku erat. pelukan mereka terasa hangat di tubuhku.

aku bahagia masih ada 3 manusia paling berharga dalam hidupku, meskipun mereka seringkali menyebalkan tapi inilah gunanya sahabat, meski aku sering marah pada mereka tapi sesungguhnya aku sangat mencintai ketiga dongsaeng-ku ini, ketiga adik-adikku yang menyebalkan ini, hahaha…….

 

“hyung, ayo ceritakan kenapa kecelakaan itu bisa terjadi, aku ingin mendengar saat kalian…..auhh, ayo hyung!”

yoochun yang paling mesum diantara kami hanya terlihat tersenyum aneh dan tidak jelas.

“haruskah? kupikir aku harusnya menghilangkan bagian yang itu……”

mereka hanya menggumam tidak jelas mendengar jawabanku.

“ayolah hyung, kan kita sahabat……ayo hyung, kami kan perlu tahu seseru apakah malam pertama-mu hahaha…..”

PLUKK,

kupukul wajah changmin dengan bantal yang sejak tadi kupegang erat.

 

sebenarnya itu bukan malam pertamaku, aku bukan anak kemarin sore yang baru melakukan seks. tapi tepatnya malam itu pertama kalinya aku dirasuki, dan itu dengan seorang pria. aku yang tak pernah dirasuki karena selalu merasuki tentu saja merasakan hal itu sangatlah aneh, dan kau tahu? rasanya sangat menyakitkan! meskipun aku tidak dalam keadaan 100 % sadar, tapi aku dapat merasakan kesakitan yang luar biasa itu. sampai-sampai hingga detik ini aku masih berpikir.

mengapa para wanita nampaknya fine-fine saja saat dirasuki, bukankah rasanya amat sangat menyakitkan?

ohh, baiklah dari pada mendengar pertanyaan anehku ini….lebih baik langsung saja kuceritakan pertemuanku itu.

 

~flashback~

 

hari itu perusahaan management artis kami sedang mengadakan pesta besar. terhitung hari itu adalah anniversarry perusahaan yang ke-25 tahun. pesta itu benar-benar dilakukan sehari semalam. banyak sekali artis-artis yang berdatangan kesana. mulai dari yang sangat populer atau yang hanya artis amatiran.

 

malam itu bar dihentakkan dengan para wanita cantik dan pria tampan yang datang. kami melakukan macam-macam kegiatan disana. minum-minum dengan teman-teman artisku.

dan saat itu jung yunho ternyata juga datang ke pesta, dia yang terlihat paling cool diantara kami. gayanya tidak flamboyan seperti kami. dia terlihat gentle dengan semua wanita. berbeda denganku yang terlihat seronok.

saat itu temanku andy hyung memanggil yunho dan mengajaknya bergabung dengan kami. awalnya yunho terlihat enggan dan menolak, apalagi saat dia melihat ada diriku, semakin malas-lah dia bergabung. tapi karena andy hyung memaksa dia tak bisa menolak.

“yoo, semua! kita kedatangan si tampan jung yunho, lihat temanku ini…….dia begitu tampan kan?! ahh, ayoo….minum ini yunho…..”

andy hyung memberikan segelas besar beer padanya. dengan sigap yunho menghabiskannya, dia menghabiskan minuman itu tanpa jeda! wow, aku tak tahu ternyata dia hebat dalam minum.

dia terlihat semakin dengan tingkahnya itu, saat itu entah mengapa dia malah terduduk di sebelahku.

 

kami melakukan berbagai permainan, mulai dari tantangan bermain poker dan banyak lagi. sampai tiba-tiba andy hyung mengajak kami berduel minum. pemenangnya mendapatkan uang yang lumayan banyak, dan tentu saja berbondong-bondong mereka menginginkannya. aku melihat wajah yunho yang tidak begitu senang, dia memang bukan seperti orang yang menyukai keramaian pesta seperti ini.

“hyung, aku ingin pulang, aku ada urusan aku pamit dulu….”

baru saja yunho akan beranjak, andy hyung segera menarik yunho kembali.

“yak! jung yunho, kau ini! kita kan sedang bersenang-senang, sudah lupakan saja urusanmu itu, masih ada hari lain untuk memikirkannya!”

andy hyung yang paling senior diantara kami, tentu saja membuat kami semua tak enak hati jika harus menolaknya.

jadilah yunho tidak jadi pergi, dan diapun hanya menonton kami dengan malas yang sedang bermain.

 

“baiklah!! sekarang giliranmu kim jaejoong! yeah……siapa yang kira-kira akan jadi lawannya? heumm……”

disini aku terkenal dengan raja minum, aku yang paling banyak bisa menghabiskan bergelas-gelas beer. dan jika mereka melawanku aku tak ada yang bisa memastikan apa lawanku akan menang atau tidak,

“aku!”

yunho maju dengan wajah cool-nya, dia berjalan mendekatiku dan menatapku tajam.

“kau yakin yunho-sshi??? lawanmu adalah raja minum disini,”

yunho yang diragukan hanya menatap andy hyung tajam.

“b-baiklah…..kim jaejoong versus jung yunho!”

 

saat ini dihadapanku tersedia puluhan gelas beer yang harus kami habiskan dengan cepat. aku tersenyum mengejek yunho yang duduk disampingku. aku tak yakin pria ini bisa mengalahkanku.

“1…..2….3…….GO!”

satu persatu gelas itu dengan mudah kuhabiskan, hingga tibalah di gelas yang ke 18, aku mulai merasa mual dengan beer itu, dan kepalaku mulai terasa sangat pening. yunho yang disampingku dengan seperti biasa, wajahnya yang cool terus mencoba menghabiskannya.

waktupun berlalu cepat sampai tiba saatnya, dan kau tahu tentu siapa yang memenangkannnya……aku!

yeah, yunho hanya telat beberapa detik setelah aku. semua orang di seisi bar bertepuk tangan riuh menyorakkan namaku.

yunho disampingku hanya terdiam dan memandangku kesal.

dalam hatiku aku berkata “kau tak akan bisa menaklukanku jung yunho! hahaha……”

 

pertarungan kami pun selesai, dan saat yunho akan bangkit berdiri dari kursi tiba-tiba tubuhnya kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh. dengan reflek aku yang berada disampingnya menangkap tubuhnya yang akan terjatuh.

dan saat itu, matanya yang tajam menatapku dalam. aku terpukau……ternyata matanya begitu dalam dan indah.

“yunho sshi kau tidak apa-apa?”

andy hyung menghampiri kami dan terlihat sangat khawatir.

“jae, cepat kau bawa dia ke kamar hotel di atas, nampaknya dia terlalu banyak minum”

“t-tapi hyung…….kenapa aku?!”

“yak, sudah jalankan saja perintahku! kau juga cuci wajahmu yang kucel itu,”

jika sudah disuruh olehnya, mana bisa lagi aku menolak.

 

dengan tergesa-gesa kupapah tubuh yunho yang sangat berat itu. karena mabuk dia hanya menggumam tidak jelas seperti orang tidur. beberapa kali dia memaki-maki namaku. karena dia sedang tidak sadar aku hanya berusaha sabar saja, jika dia sedang sadar mungkin aku akan memukul wajahnya. enak sekali orang itu seenaknya memaki-maki namaku. padahal aku keberatan membawa dia menuju kamar.

 

setelah memasuki kamar buru-buru kurebahkan tubuhnya yang berat di atas tempat tidur. tadinya aku ingin langsung meninggalkannya, tapi aku memutuskan untuk membuka sepatunya dulu dan membuatkannya teh hangat.

entah apa sepertinya ada malaikat yang sedang menghinggapiku, sehingga aku baik padanya.

perlahan kubukakan sepatunya dan kubuka beberapa kancing bajunya. tanpa sengaja kulihat wajahnya saat sedang tertidur. entah mengapa, menurutku wajah itu terlihat sangat lucu, wajahnya sangat kecil seperti alien. berbanding terbalik dengan tubuhnya yang atletis. kupikir dia sedikit lebih cute saat tertidur.

 

dan saat aku akan meninggalkannya, tiba-tiba aku merasakan tangannya menyentuhku dengan lembut.

“don’t leave me………i’m alone…….don’t leave me please!…..”

aku tersentak kaget melihat perlakuannya, semakin lama tangannya semakin menguat.

“yak! yunho….lepaskan!”

aku yang masih dalam keadaan setengah sadar juga, tiba-tiba kehilangan keseimbangan saat tangan yunho menyentak tanganku dengan kasar. dan tanpa kusadari tubuhku terjatuh tepat diatasnya. tapi bukannya menghempaskan tubuhku.

yunho malah memelukku dengan erat.

“harum…..ahh……..mengapa kau begitu harum?…….”

aku mulai merasa ada yang tidak beres terjadi disini, perlahan aku berusaha melepaskan pelukannya.

tapi baru saja aku melonggarkan tangannya, pegangannya kembali menguat.

“yunho-yahh! sadarlah! ini aku kim jaejoong musuhmu!! hey, jangan sentuh-sentuh aku!”

tiba-tiba dia membelalakkan matanya, matanya yang tadi terpejam menatapku sangat dalam.

“ini aku kim jaejoong, hey!”

tapi bukannya melepaskan pelukannya, dia malah bangun dan menatapku dalam. tiba-tiba jemarinya yang lembut mulai menari-nari di pipiku, aku yang merasakan sengatan itu seakan terhipnotis. aku diam, hanya diam tidak bergerak sama sekali.

 

“kau harus menjadi milikku malam ini…….”

aku hanya menganga mendengar ucapannya, dan tanpa aba-aba dia membalik tubuhku dengan kasar menjadi dibawahnya.

“yunho! apa yang kau lakukan?!! sadar hey!”

yunho hanya tersenyum menyeramkan malam ini,

“aku tak tahu kau cantik……kau akan menjadi milikku malam ini, hahaha…….”

tawanya sungguh membuat bulu kudukku berdiri.

 

*author POV*

 

perlahan yunho mulai memainkan bibir jaejoong, memakan bibir merah cherry itu dengan lahap. jaejoong hanya terdiam tak sanggup merespon. perlahan tangan-tangan yunho mulai nakal menyusuri setiap bagian tubuh pria manis itu.

dan tangan itu pun berhenti pada nipple jaejoong dan memainkannya dengan seksama.

“aahhh……hhmmmpphh……….ahh……..”

desahan-desahan itu semakin lama semakin mengeras, perlahan itu bukan lagi desahan panik dan ketakutan.

melainkan desahan karena kenikmatan tiada tara.

“yunhooo………ahhh……..”

yunho perlahan menggigit nipple yang berwarna merah muda itu. menyesapnya seperti seorang bayi yang kelaparan saat disusui ibunya.perlahan tangan nakal itu mulai meraba ke bagian bawah tubuh jaejoong. meremasnya dengan keras, membuat jaejoong sedikit menjerit dibuatnya.

“ahhh, yunho……mau apa kau?!”

yunho hanya diam memandangi junior jaejoong yang berdiri tegang menanggapi rangsangannya. jaejoong mulai merasa ada hal yang tidak beres.

“yun! jangan!”

jaejoong mulai berontak dalam genggaman yunho, namun tenaga yunho yang lebih besar darinya membuatnya harus tertahan.

perlahan tangan yunho mulai cekatan membuka celana jaejoong, dan itu tentu membuat jaejoong menjerit ketakutan.

melihat yunho yang sudah bersiap memakannya.

“yunho! hentikan! ini tidak benar……ahhhhhhhhhhhhh………………….”

terlambat yunho tanpa aba-aba memasukkan tiga jarinya ke dalam hole jaejoong yang sempit. yunho menjilat ketiga jarinya itu dan mengemutnya dalam mulutnya.

“jaejoong, ini baru pemanasan……kau akan merasakan lebih nanti,”

jaejoong hanya menggeleng ketakutan melihat sikap buas yunho.

yunho mulai membuka celananya dan terlihatlah juniornya yang sangat besar! itu junior terbesar yang pernah jaejoong lihat sejauh ini.

jaejoong semakin ketakutan melihat benda besar itu, dia harus menghentikan yunho sebelum dia berhasil memasukkannya.

“yaaaakk, hentikan! kau tak boleh memasukkannya padaku……”

jaejoong menjambak rambut yunho dengan kasar, hal itu bukan membuat yunho marah malah membuatnya semakin buas.

yunho membuak kedua kaki jaejoong dengan paksa dan menyumpal mulut jaejoong dengan tangan kirinya.

“jangan banyak bicara sayang, kau akan merasakan kenikmatan ini…..”

perlahan yunho mulai memasukkan juniornya yang berukuran super itu ke dalam hole jaejoong yang sangat sempit.

“hhhmmmppphhh……….hmmmpphh………..”

jaejoong ingin menangis saat benda itu terasa menerobos hole-nya. jaejoong benar-benar merasakan kesakitan yang amat sangat pada bagian bawahnya.

“uuuhhh…….kau sempit sekali honey!………uuhh………ahhh………..”

yunho menggerakkan pinggulnya maju mundur berusaha memasukkan benda itu kedalam hole jaejoong. dan membuat jaejoong semakin berteriak karena kesakitan.

“hhhhmmmpph………..k-kumohon…….hen-hentikan………..ahhh………..s-sakit…….yunh…..”

BLESH,

akhirnya setelah sekian lama yang menyiksa junior itu berhasil masuk dengan sekali hentakan keras dari sang pemilik yang membuat jaejoong menjerit tertahan.

tiba-tiba jaejoong merasakan ada yang aneh pada dirinya, rasanya cum-nya akan keluar.

“ahhh…….aku ingin keluar………”

yunho tersenyum manis memandangnya.

“baiklah, kita akan keluar bersama…….”

dan saat itu juga jaejoong merasakan muncratan spermanya kemana-mana, dan yunho yang mengeluarkannya dalam tubuhnya.

jaejoong sedikit merasa lega, dan entah karena kelelahan dia merasa mengantuk. dan tiba-tiba dia merasakan sebuah bibir yang lembut menempel pelan pada bibirnya.

“guten natch…….”

suara itu terdengar pelan tapi memabukkan…….membuat jaejoong terlelap dalam tidurnya,

 

jaejoong tidak benar-benar menikmati malam itu. justru dia merasakan ketakutan dan kesakitan. membuatnya tidak mau mengalami hal itu lagi, cukup terakhir kali dalam hidupnya.

namun, dia tak mengetahui kalau malam itu adalah malam yang akan mengubah kehidupannya secara keseluruhan.

 

*end author POV*

 

~~~

 

*jaejoong POV*

 

pagi itu aku terbangun dengan tubuh yang sangat lemas, kurasakan tubuhku yang polos tanpa sehelai benangpun menempel pada tubuhku. aku hanya bisa mendesah pasrah, aku tak tahu saat ini apa yang kurasakan.

kecewa, marah, sedih…..semua bercampur menjadi satu. orang yang menjadi musuhku yang berhasil merusak pertahananku, mengapa dia begitu lemah tadi malam? mengapa dia tak bisa menentang yunho? mengapa dia seperti terbawa oleh arus permainan yang diberikan yunho?

 

yunho perlahan mulai menggeliat disampingnya, dan tiba-tiba dia membelalakkan mata kaget melihat diriku disampingnya tanpa sehelai benangpun melekat.

“YAK! kim jaejoong! apa yang kau lakukan padaku?!”

yunho menatapku dengan pandangan bodohnya.

“PABO! justru harusnya aku yang bilang seperti itu! apa yang kau lakukan padaku?!!”

yunho menatapku dengan polos, dan kembali mengingat-ingat hal yang ia lakukan tadi malam.

“t-tapi itu tidak mungkin! itu pasti karena kau yang merayuku!”

BUAGHH,

kulayangkan pukulanku hingga membuatnya terjatuh dari tempat tidur.

“AKU TIDAK PERNAH MERAYUMU! brengsek kau! sekarang kau menyalahkanku?!! kau yang memaksaku melakukan hal itu?! kau tahu rasanya?! SAKIT! dan sekarang kau bahkan seenaknya melupakannya?! brengsek kau!”

yunho hanya terdiam sembari mengelus pipinya yang lebam akibat pukulanku.

“oh, tuhan…..mengapa aku begitu bodoh dan polosnya hingga mau berhubungan dengan orang sebrengsek kau! ahh, mengapa harus dengamu?! ahhh, menyebalkan!”

yunho hanya menatapku aneh, entah apa itu ekspresinya.

“mianhae…….”

hanya kata itu yang mampu keluar dari bibirnya. apa dia tak tahu betapa sakitnya diriku?

“minhae jae, aku khilaf…..”

ya, kata-kata itu……khilaf, kata-kata alasan yang digunakan untuk kabur dari tanggung jawab. kau tahu rasanya diriku sekarang ini? kata-kata yang seringkali ku ucapkan itu menjadi boomerang ku, aku yang sering mengucapkan itu pada mantanku, kini merasakan hal yang dialami mereka. mudah saja baginya mengatakan “khilaf dan maaf” tapi dia tak tahu bekas itu tak akan pernah hilang sampai kapanpun. perbuatan burukku seakan menjadi karma untukku saat ini.

“jae apa kau memaafkanku?”

aku hanya terdiam dan menatapnya nanar.

“jika aku mengatakan tidak, apakah kau akan perduli? tah, ini sudah terjadi…….”

aku hanya memandangnya nanar, aku tak tahu apa yang harus kuperbuat sekarang, itu hanya sebuah kecelakaan yang tak disengaja.

“minhae jae………”

yunho terlihat merasa sangat bersalah, meski begitu mungkin itu goal terbesar dalam hidupnya. akhirnya dia bisa mengalahkanku meskipun itu tanpa sengaja.

“lupakan semua ini yun, anggap saja malam itu tak pernah terjadi, anggap saja setelah ini kita tak saling mengenal kembali, anggap saja ini hanya sebuah kecelakaan…..paling tidak kau tidak perlu ketakutan karena aku tak akan hamil”

yunho hanya mengangguk pelan dan pergi meninggalkanku menuju kamar mandi. kudengar suara air yang sangat deras, suara itu terasa mewakili perasaanku, aku ingin menangis……aku ingin berteriak…..tapi aku laki-laki……

dan laki-laki tak boleh menangis.

 

kami keluar dari hotel dengan wajah biasa saja, terasa tak ada apapun yang terjadi di antara kami. yunho terlihat kembali dengan gaya cool dan angkuhnya, ia pun pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal padaku.

mungkin ini yang terbaik, melupakan kenangan itu untuk selamanya dan menganggapnya tak pernah terjadi.

 

~end flashback~

 

“begitulah ceritanya…….setelah itu, tak beberapa lama kami melakukan sex, aku mulai merasa ada yang aneh pada diriku,aku merasakan sering mual setiap pagi dan akhirnya kuketahui sebagai morning sickness, dan aku semakin cepat lelah dan seringkali tidak enak badan, karena hal itu terjadi hampir 2 bulan, maka kuputuskan memeriksakan diriku ke dokter, dan……dokter mengatakan aku mengandung…..”

aku hanya menunduk malu mengucapkannya, mereka bertiga hanya menatapku dalam dengan iba.

“itu pasti berat untukmu hyung, tapi……kami berjanji akan selalu disampingmu, kami akan menemanimu hyung”

aku hanya tersenyum manis, dan memeluk ketiga dongsaengku dengan erat.

“terima kasih, paling tidak kalian tidak jijik padaku……..”

mereka melepaskan pelukan dan menatapku bingung.

“jijik? untuk apa? justru kami semakin mencintaimu hyung…….jaejoong hyung, ahhh…….”

ketiganya menghambur memelukku, aku hanya tertawa melihat tingkah mereka.

setidaknya aku memiliki orang-orang yang perduli padaku dan mencintaiku apa adanya.

 

TBC

comment yah!! ^^

biar author jadi rajin kekeke……..


ESCAPE {YUNJAE COUPLE STORY} CHAPTER 1/? YAOI


title: escape

author: jung rye sun

length: 1/?

rate: NC 17, AND THIS FANFIC IS CONTAIN OF MPREG!

genre: AU, romance, angst, MPREG,straight, comedy…

DON’T TRY TO READ THIS IF U ARE NOT FUJOSHI!

 

ANNYEONG!!!

author gelo balik lagi dengan ff yang beda lagi #plakk

inspirasi gk bisa ditahan man! kalo dah keluar gak bisa ditahan2 kek buang gas, entar perut kita malah sakit! iye gak?

yuukk, hahaha…….

saya gy pengen baca mpreg tapi! gk nemu -__-

okay i think i must writing jaejoong strong character alone, yeah no one make it to me! hiks…….#poor author

 

************************************************

 

cinta tidak memandang kamu lelaki atau perempuan

cinta tidak datang tanpa kau sendiri yang menjemput cinta itu

cinta tak akan pernah hadir tanpa kau yang mencoba

cinta adalah suatu ikatan yang diagungkan

cinta dan air matamu menyatu saat kau sedih ataupun senang

cinta tak mengenal tahta karena cinta adalah kemurnian jiwa dan hati,

 

~~~

 

jaejoong menatap nanar kertas di hadapannya, tangannya gemetaran hebat. diantara ingin melihatnya atau tidak menginginkannya sama sekali. dada-nya sesak, dan ketakutan dengan isi di dalam kertas itu. tinggal membaca kalimat yang tertera di kertas tersebut namun rasanya matanya seperti terkontrol dan kaku.

“huffftt, relax…….relax…….”

jaejoong berusaha menenangkan dirinya mati-matian dan perlahan membaca kertas itu. semakin kebawah semakin pucat pasi-lah wajahnya. mencapai kalimat terakhir tangannya yang gemetar sedari tadi spontan menghempaskan kertas itu menjauh. tubuhnya lemas, seperti orang yang ingin mati. kakinya gemetaran hebat sembari mengingat dosa yang telah dia lakukan. dia tak pernah setakut dan sepanik ini sebelumnya. saat dia membaca sebuah kalimat yang bertuliskan

“POSITIVE”

rasanya ia ingin mati saat itu juga dan berharap tuhan mengambil nyawanya. jaejoong terduduk diam seperti mayat hidup memandang kertas tersebut dengan tatapan kosong. tak ada air mata yang mengalir di pipinya. hanya sebuah senyum bengis keluar dari bibirnya yang merah. senyuman menertawakan kebodohannya sendiri.

dan saat itu juga dia merasakan dia berada dalam sebuah masalah besar dan fatal.

 

A frozen tear melted here 

Between the man-made lake 

And the ice that wouldn’t break

A drowning note fury wrote

That caused the earth to quake

Confidence to shake

Sorry, my mistake…

 

~~~

 

“hyung! tokk…..tokk…..”

wajah yoochun menyembul di balik pintu kamar jaejoong. yoochun tersenyum kecil dan melenggang masuk ke kamar hyung-nya.

“sedang apa kau?”

jaejoong hanya tersenyum kecut dan buru-buru menyembunyikan kertas tadi di balik punggungnya.

“ada apa chun? kenapa kau senyum-senyum begitu?”

yoochun menggeleng pelan dan tiba-tiba memeluk jaejoong erat.

“w-wae?”

jaejoong yang dipeluk spontan dengan gugup balas memeluk yoochun.

“AKHIRNYA KIM MIN YOUNG MAU KENCAN DENGANKU HYUNG!! GYAAA…….”

yoochun loncat-loncat seperti anak kecil dan menarik jaejoong berdiri lalu memeluk jaejoong layaknya anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah.

“yaya…..chun! berhenti menarik-narik tanganku! sakit tauk!”

jaejoong pura-pura memonyongkan bibirnya dan dibalas tepukan pelan di kepalanya oleh yoochun.

“yak, hyung jangan mulai…..”

jaejoong tersenyum jahat lalu,

“aku tak akan memberitahu hal ini pada manager! asal kau mentraktirku?! bagaimana?”

yoochun menatap jaejoong dengan pasrah, sesungguhnya dia enggan mengeluarkan uang untuk hyung-nya. karena yang ada hyung-nya itu bakal membuatnya bangkrut hari itu juga.

“errr, b-baiklah…..”

jaejoong menepuk-nepuk kepala yoochun dengan pelan.

“good boy! hahaha……”

 

*jaejoong POV*

 

aku terduduk di toilet dengan tatapan kosong dna menerawang. aku tak menyangka hal ini akan terjadi padaku

aku kembali menatap kertas yang tertulis manis disana POSITIVE, ingin rasanya aku membakar kertas sialan itu.

hanya mengumpat yang aku lakukan saat membaca kalimat itu lagi. apa yang harus aku lakukan sekarang?

karier-ku sedang di atas, dan tiba-tiba berita ini menghancurkan segalanya. hal yang paling ku pikir tak akan pernah mungkin terjadi padaku sampai kapanpun, tapi nyatanya……

aku bahkan enggan mengucapkan kalimat itu, yang aku tahu saat ini di perutku yang sixpack ini ada ada sesuatu yang hidup disana, ini gila! ada janin disana!

kau tahu berapa lama aku berusaha mendapatkan tubuh keren seperti ini huh?! dan tiba-tiba suatu saat perutku akan membengkak, dan tubuhku akan menjadi gemuk! ahhhh……..tidak!

aku masih ingin jadi pria tampan yang digilai para wanita, aku belum siap menjadi seperti ini, bahkan tak pernah siap!

ini semua karena pria sialan itu, andai waktu itu kami tak minum-minum bersama, andai waktu itu dia tak mengajakku main poker, andai saat itu aku tidak mabuk berat, andai saat itu…..ahhh, pokoknya aku menyesal!

ya, tapi kini penyesalanku tak akan pernah ada gunanya, semuanya hanya sebuah penyesalan bodoh.

apa yang harus kulakukan sekarang? bilang padanya, “hey, i’m pregnant ur baby” WTF! dia hanya akan menertawakanku.

lalu, bagaimana dengan karier entertainment ku? bagaimana aku bilang pada managerku? dan bagaimana pula aku harus menjelaskan pada pimpinan frame-ku? aku artis terkenal dan aku….ahh, ini gila! aku tak siap!

apalagi aku masih mengincar han hyo jo supaya jadi pacarku, dan sekarang mana mau dia dengan orang seperti ku??

dengan frustasi ku acak-acak rambutku, dan kucoba mencuci wajahku berkali-kali di washtafel.

 

~flashback~

 

aku seorang sosok yang sempurna, itulah yang semua orang katakan padaku. aku tampan, aku mapan dan tentunya aku terkenal. tak ada wanita yang akan menolak jika aku mendekat. di dalam dunia hiburan persaingan sangatlah ketat.

meskipun aku sudah sangat terkenal sebagai hallyu actor, tapi aku juga memiliki seorang saingan. ya, pria itu entah mengapa selalu menjadi saingan terberatku. bahkan saat diajang penghargaan bergengsi-pun dia selalu menjadi sainganku meperebutkan tropy. ya, dialah the prince ‘jung yunho’ ohh, aku muak mendengar mereka seringkali mengangungkan namanya dan membandingkanku dengannya.

 

“yaak, yunho oppa tampan sekali! lihat, oh tuhan dia sangat keren di majalah evisu ini,”

seorang gadis terlihat sedang membaca majalah sembari berhisteria dengan temannya.

“ahh, tidak menurutku kerenan jaejoong oppa, lihat dia sangat manly di majalah ELLE ini!”

aku hanya tersenyum manis, sambil mendoakan anak itu yang telah memujiku, hahaha….

 

jung yunho bukanlah sosok baru yang ku kenal di dunia industri hiburan ini. dia adalah juniorku di masa SMU. yang aku heran adalah, dulu si yunho itu sangat culun dan cupu. dan jika kau lihat sekarang ohh, image itu seakan sudah terbakar habis dengan penampilannya saat ini. dia benar-benar telah berubah seutuhnya. aku yang dulu seniornya saja merasa hampir tak mengenalinya. aku jadi kembali teringat masa-masa saat dia masih amat cupu.

 

The sun rose high

And went screaming by 

And the moon surveyed the scene

Silent and serene

While cops set cones

Around broken bones

Saying, “For heaven’s sake

What an obvious mistake”

Up came back down 

While I was sewing up my stitch 

And dreaming in the ditch

So sick of my sweet self 

And everything I made 

 

 

~~~

 

“oppa mianhae….aku tak bisa melanjutkan hubungan kita,”

seul gi menatap yunho dengan tatapan sendu, yunho yang mendengar hal itu hanya bisa menatap tak percaya.

“a-apa m-maksdumu seul gi??”

yunho menatap seul gi dengan mata berkaca-kaca, aku yang melihat hanya tertawa kecil.

“aku sudah tidak mencintaimu oppa, aku….a-aku……”

seul gi susah payah menalan ludahnya mengeluarkan kalimat itu.

“apa? apa yang membuatmu seperti ini bae seul gi!”

yunho menatap mantan kekasihnya itu dengan nanar.

“karena dia sudah menjadi milikku jung yunho,”

aku muncul sembari memberikan kecupan hangat di pipi seul gi, yang spontan membuat yunho menatapku murka.

“hyung-nim! kau!! arrgghhh…..”

yunho mengepalkan tangannya erat-erat, aku tahu saat ini dia sangat ingin meninjuku. tapi tak berani karena memukulku sama dengan memasukkannya ke lubang neraka.

“mianhae oppa, mianhae…..t-tapi aku lebih mencintai jaejoong oppa”

mendengar perkataan seul gi, membuatku semakin merapatkan pelukanku pada pinggang rampingnya.

“kau dengar yunho? seul gi memilihku, jadi kuharap mulai sekarang kau menjauh dari kehidupan kekasihku….”

dengan angkuh kutuntun seul gi meninggalkan yunho yang berteriak frustasi karena ditinggalkan kekasihnya tercinta.

 

seul gi dan yunho memang sudah cukup lama berpacaran, entah karena setan apa seul gi mau berpacaran dengan si cupu yunho. dia bahkan menolak pria-pria populer sekolah. namun tentu saja tak akan ada yang bisa menolak pesonaku. pesona kim jaejoong terlalu memabukkan untuk dilawan. dan hanya beberapa kali rayuan dan sedikit perhatian bae seul gi pun mampu meninggalkan jung yunho. kau boleh memberikan applause padaku saat ini.

 

~end flashback~

 

bayangan perbuatan jahanamku dulu padanya semakin membuatku berpikir. pasti saat itu dia mendoakan hidupku sengsara makanya tuhan memberikan karma padaku. aku pasti berdosa besar saat itu padanya.

aku memang pria flamboyan, mantan kekasihku tersebar dimana-mana. aku masih normal, aku bahkan tak bisa mengerjakan perempuan sama sekali, dan sekarang aku…..ahh, bagaimana bisa aku jadi orang tua yang baik pada anakku? yang ada anakku bakal hidup sengsara nanti denganku. kuhela nafas berat memikirkan apa yang harus kulakukan selanjutnya.

siapa yang harus kuberitahu tentang hal ini? yoochun? ahh, tidak yang ada mulutnya yang ember bakal membuatku semakin terpuruk nanti, atau junsu adik tiriku? ahh, aku tak mau tiba-tiba bibirnya yang sering keceplosan itu membeberkan rahasiaku, bisa mati aku oleh umma ku yang galak. lalu, siapa??

ahh, changmin! yaya, hanya dia yang dapat kuberitahu hal ini, dia kan cool dan bisa selalu menenangkan aku yakin dia tak akan memberitahu siapapun, ahh….iya aku harus menelepon changmin.

 

“yoboseyo?”

terdengar suara berat changmin di seberang sana,

“hey, min….apa aku mengganggumu?”

terdengar suara sedikit rusuh disana, aku yakin mungkin dia baru bangun tidur.

“tidak hyung, hanya aku baru bangun tidur”

aku hanya menggumam tak jelas,

“min, kau ada urusan hari ini heumm?”

“wae hyung?”

perlahan kuputar-putar kancing kemejaku.

“bisakah kita bersantai di cafe, heumm? sudah lama kita tak bertemu bukan?”

berusaha mencari alasan yang pas, tapi aku bukan tukang ngibul yang professional

“yah, hyung…. pasti ada sesuatu yang ingin kau ceritakan padaku, kan kau selalu memanggilku kalau lagi ada masalah saja”

mungkin changmin bermaksud menyindir, karena aku yang memang sering mengarang  alasan saat dia mengajak bertemu.

“ya, bukan gitu min….ak-”

“ne, ne……arraseo hyung! tak apa, aku hanya bercanda, baiklah kita mau ketemuan dimana?”

buru-buru kuputar otakku memikirkan tempat yang tepat.

“errr…bagaimana kalau di mirotic cafe? kalau jam makan siang apa kau bisa?”

ujarku sedikit takut-takut dia tak bisa.

“okay, baiklah…..”

yes! hahaha…..

“okay, hyung aku belum mandi neh! baru bangun tidur,”

“yaya, mian mengganggumu, bye”

“bye!”

 

~~~

 

kupilih-pilih pakaian yang ada di almariku, mencari pakaian yang kira-kira catchy jika menempel di tubuhku.

melihat kaus v-neck berwarna merah muda serta setelan celana jeans dengan robekkan ala anak rock. menjatuhkan pilihanku pada kedua pakaian yang satu setel itu.

segera kupakai kaus itu dan mematrikan penampilanku pada cermin. sempurna….kau memang tampan kim jaejoong.

ujarku berbicara pada diri sendiri.

tapi perlahan tatapan ceria itu mulai meredup saat kuperhatikan perutku yang mulai terlihat berisi.

beberapa bulan lagi, aku tidak akan bisa mengenakan pakaian ini lagi. tak akan bisa membanggakan tubuhku yang indah ini.

 

~~~

 

changmin terlihat sudah menungguku sedari tadi, dia hanya tersenyum kecil melihat kedatanganku.

“hyung, telat lagi…”

aku hanya terkekeh pelan, dia tahu betul tabiatku yang tak pernah tepat waktu.

“mianhae min…….”

sebelum menuju topik pembicaraan kami berbasa-basi dulu guna merefleksikan pembiacaraan yang mungkin bakal membuat changmin berteriak atau menjerit, oh tidak ini berlebihan.

 

~~~

 

“APAAAA?!!!”

buru-buru kubungkam mulut changmin dengan kedua telapak tanganku.

“yaya, pelan-pelan min….”

changmin menatapaku dengan tatapan bodoh.

“katakan kau sedang mengibuliku hyung!! ini april mop kan?! iya kan?!”

PLUKK,

kupukul kepalanya dan membuatnya merintih pelan.

“sakit hyung!”

changmin menatap tidak terima.

“untuk apa aku berbohong padamu min!”

changmin hanya melongo tak percaya dengan yang aku katakan,

“l-lalu, kau beneran…..eumm…..itu….”

changmin membicarakan kalimat itu dengan bahasa isyarat, dan aku hanya mengangguk pelan.

“INI GILA!”

changmin menggaruk-garuk rambutnya entah karena gatal atau bingung.

“ya, memang gila…”

ujarku santai sembari mengesap hot cappucino yang kupesan tadi.

“l-lalu siapa ayahnya hyung?”

changmin mencoba kembali terlihat santai dan tenang.

“aku ayahnya,”

jawabku santai,

“YAK HYUNG! maksudku yang membuatmu begitu!”

changmin kembali naik emosinya.

“errrr…itu….”

tak lama sebelum kuselesaikan pembicaraanku. di televisi muncul sosok itu dalam iklan minuman bersoda.

wajahnya sangat tampan dalam iklan tersebut.

kutatap dengan tatapan kosong televisi itu,

“yak, hyung! kau kutanya malah diam, siapa?”

bentakan changmin membuatku kembali ke alam sadarku.

“ohh, heumm……pria yang ada di iklan itu,”

changmin menganga parah mendengar jawabanku, dan kutahu nampaknya ada sesuatu yang salah.

“APAAAAAAAAAA?!! JUNG YUNHO!!!”

suaranya yang besar membuat seisi cafe saat ini melirik kami dan menatap kami dengan tatapan bingung.

“yayaya!! changmin jangan keras-keras PABO!”

aku hanya tersenyum meminta maaf kepada orang-orang yang merasa terusik karena teriakan changmin.

“hyung! kau membunuhku!”

“yaya, wae?”

aku menatapnya bingung.

“benar jung yunho huh?? dia ayahnya?”

aku hanya mengangguk pelan mengiyakan.

“kau yakin? tidak bohong kan?”

aku kembali mengangguk.

“kau sedang tidak menipuku kan hyung? kau tak bohong kan hyung?”

PLUKK,

“YAK, BENERAN PABO!”

jawabku dengan kesal dengan pertanyaan bodohnya itu.

changmin terlihat menghela nafas frustasi,

“aku tak menyangkan yunho hyung yang tampan dan baik hati itu, rela bersetubuh denganmu….”

hey! apa maksudnya? aku kan korbannya!

“yak, maksudmu?!”

changmin menatapku santai dan menyeruput perlahan coffee nya.

“ya, seleranya dalam memilih pria tampan sudah sangat jatuh nampaknya, masak iya dia mau tidur denganmu hyung, kau kan…….yahh, begitulah, aku tak bisa membayangkan kau jadi ibu rumah tangga, mau jadi apa anakku nanti,”

PLUKK,

sekali lagi pukulanku melayang padanya.

“yak! maksudmu aku sangat buruk eoh?! kau tak tahu betapa sempurnanya diriku huh!”

changmin hanya menggumam tak jelas.

“tapi hyung, kau sudah memberitahu yunho hyung?”

aku menggeleng lemah dan menundukkan wajahku dalam-dalam.

“aku tak berani……”

changmin hanya menggelengkan kepalanya dan menatapku iba sejenak.

“hyung, dia perlu tahu! dia harus tahu hyung hamil anaknya, janin itu punya ayah hyung”

mendengar kata-kata janin itu punya ayah, membuatku bergidik ngeri, lalu aku apa? ibu?

“t-tapi…ahh, dia kan sudah punay tunangan min,”

changmin menatapku dalam.

“dia sudah bertunangan dengan jung jihyun, apa kau lupa? berita-berita di infotainmen, mereka akan menikah….aku tak mau merusak kebahagian orang lain,”

changmin menggelengkan kepalanya kesal.

“lalu? apa yang akan kau lakukan? menyiksa dirimu sendiri? kau mampu merawat anak itu?”

aku menggeleng perlahan, aku tidak mau merawatnya…..mungkin aku memang harus memilih jalan itu.

“a-aku..aku…..akan menggugurkannya min,”

PLAKK,

changmin menamparku tepat di pipi kiriku,

“YAK!”

changmin menatapku dengan marah dan perlahan membuatku terdiam karena tatapannya.

“kau tahu betapa bencinya aku akan kata-kata itu hyung? jika kau menggugurkannya aku akan menghancurkanmu hyung!”

wae?

“t-tapi kenapa? dia anakku, mengapa kau marah?!”

changmin menatapku dengan tajam.

“dia berhak melihat dunia hyung, jika kau berani menggugurkannya aku akan memberitahukan kehamilanmu pada publik,”

tatapan menyeramkan changmin membuatku bergidik ngeri.

“aku tidak main-main hyung, jadi jangan abaikan kata-kataku”

tatapan elang changmin sudah pasti membuatku membeku ditempat, changmin tak pernah bercanda jika dia sudah berbicara serius.

“ohya, hyung! yunho hyung itu kakak sepupuku, dan…..kau tahu maksudku bukan, anak yang kau kandung adalah penerus utama klan jung, dan pewaris tahta jung corp,”

DEG,

“what?! t-tapi margamu shim???”

changmin terkekeh pelan,

“ibu-nya yunho hyung, kakak dari umma ku hyung, maka itu marga kami berbeda”

jung corp? ya, aku tahu perusahaan raksaksa itu, yunho memang tak hanya tampan, populer dan bertalenta, tapi dia juga sangat kaya raya. dia adalah pewaris utama perusahaan perdagangan internasional terbesar di korea.

bahkan kudengar perusahaan itu berhasil masuk sebagai daftar nama perusahaan top versi majalah forbes.

dan mungkin saja anak ini akan menjadi pewaris kekayaan itu.

“yunho hyung, pasti tak akan menyia-nyiakan anak itu hyung, dia akan menjadi anak emas keluarga jung”

aku tak tahu diantara takut dan tidak. aku bahagia juga mendengar anakku ini mungkin akan menjadi anak emas kelak, tapi keluarga jung terkenal sangat ketat dan selektif, aku bisa gila jika memiliki keluarga seperti itu.

“aku tak tahu min, aku takut……”

aku hanya menundukkan wajahku takut-takut. haruskah aku bilang pada yunho?

“terserah kau mau bilang atau tidak, tapi ingat jangan pernah berniat menggugurkannya hyung, atau kau akan menderita!”

aku tak mungkin melanggar manusia setan di hadapanku ini,

“ne, arraseo……”

mempertahankan anak ini? mengatakannya pada yunho? meminta pertanggung jawaban pria itu?

aku bahkan masih NORMAL! aku masih suka wanita sexy dan cantik, aku masih mencintai menonton video porno, aku masih cinta hidupku yang dikelilingi wanita cantik,

dan satu hal, aku masih PERKASA!

 

~~~

A friendly flare

Flashed mid-air

There was a twinkle in your eye

A smoke signing in the sky

And I feel deep in love 

Asleep, looking wide awake

Like a wave that wouldn’t break

Sorry, my mistake…..

 

aku terduduk di depan sungai han, disini benar-benar tempat yang tepat untuk orang-orang yang sedang galau sepertiku.

udara hari ini begitu dingin, membuatku merapatkan jaketku dan membetulkan topi kupluk-ku.

saat ini aku sedang berfikir, kau tahu?

aku sama sekali bukan pria yang matang, aku senang berfoya-foya, seks dengan gadis-gadis cantik,

tapi……

apa tuhan memberikanku cobaan ini agar aku berubah? agar kecelakaan itu membuatku lebih dewasa?

tapi mengapa cobaan ini begitu berat? setidaknya aku masih lebih memilih tuhan melumpuhkan kakiku dalam sebuah kecelakaan, tapi ini…….

mengingat malam yang nista itu membuatku berpikir aku bertindak seperti gadis bodoh yang terbuai oleh seks sesaat.

dan parahnya pria yang pertama kali yang meniduriku yang langsung menjebol pertahananku!

aku jadi menyesal akan kata-kata umma, dia dulu sering berpesan padaku.

“hati-hati pada laki-laki”

aku tak mengerti maksudnya dulu, aku laki-laki dan aku mengabaikan umma, dan kini….

mungkin ini karma diiriku yang selalu mengabaikan kata-kata umma, aku yang selalu membangkang dan jadi anak nakal.

dan sekarang aku menyesal, jika sekarang aku masih 10 tahun mungkin aku akan menangis meraung-raung.

aku menyesal, dan tak cukupkah tuhan memberikan cobaan ini padaku?

aku menyesal menjadi orang yang seringkali menyakiti orang lain, menyakiti para wanita diluar sana yang berstatus mantanku, dan tentunya menyakiti pria yang membuatku berbadan dua.

mungkin tuhan mengabulkan sumpah serapah-nya dulu untukku. aku memang brengsek dan aku menyadarinya, tapi aku tak ingin ini semua harus terjadi padaku, setidaknya seharusnya tuhan memilihkan hukuman yang lebih rasional….

aku mungkin terlihat bodoh karena protes pada tuhan saat ini, dan mungkin tuhan menutup pintu maafnya untukku…

 

TBC 

 

gimana???

jaejoong disini jadi cowok narsis yang flamboyan, gak kebayang yah cowok kek gitu ntar ketemu cowok macem yunho,

hahaha……

ohya, chap depan akan diceritakan proses terjadinya benih-benih cinta YUNJAE, hahaha…….

jadi….NEXT CHAPTER NC! (berbahagialah wahai kau para shipper) *lol*

 

follow me on twitter @anaknyaYunjae


YUNHO’S UNDERWEAR/ ONESHOOT


Tittle : Yunho’s Underwear

Author : LYunjae aka Lyl-Yunjaeholic

Genre : Comedy

Rated : G

Cast : All DongBangShinKi Member


Sore itu di apartemen DongbangShinKi, terdengar suara gaduh memenuhi setiap sudut ruangan. Didapur, terlihat lead vocal mereka, Kim Jaejoong tengah berkacak pinggang dihadapan seorang pria berwajah imut. Ia menatap tajam Junsu –pria imut- dengan tatapan seolah-olah hendak memakannya hidup-hidup. Suaranya yang biasa terdengar lembut, kini menggelegar bagai petir di sore bolong *a/n. mange ada? Siang bolong kaleee kwakwakwak XD*

— Flashback —

“Jaejoongie apa kau melihat celana dalamku?”

Yunho, sang leader bertanya pada kekasihnya yang sedang menyiapkan sarapan untuk para member. Jaejoong mengalihkan pandangannya pada Yunho yang kini berdiri disampingnya.

“Tidak!” Jaejoong menggeleng polos. Yunho nampak murung setelah mendengar jawaban Jaejoong.

“Memangnya celana dalam yang mana Yun?”

“Celana dalam yang kau belikan di Jepang, yang warna putih dengan motif hati berwarna merah” Yunho menjawab dengan nada sedih.

“Mwo?? Yang itu?” mata Jaejoong terbelalak.

Yunho mengangguk lemah dan berjalan mendekati meja makan, kemudian menarik kursi yang biasa ia tempati. Dilihatnya wajah Jaejoong dengan bertopang dagu. Sebenarnya Yunho takut Jaejoong akan marah padanya karena ia telah menghilangkan celana dalam kesukaan Jaejoong. Jaejoong sangat menyukai Yunho memakai celana dalam itu.

“Bukankah kemarin kau menaruhnya ditempat cucian Yun?” sekali lagi Yunho mengangguk

“Ya, tapi saat aku akan mengambilnya ternyata sudah tak ada”

“Sudah kau cari di lemari?”

Jaejoong membelakangi Yunho, mematikan kompor dan meletakkan telur mata sapi terakhir di piring kelima. Lalu meletakkan piring itu diatas meja makan. Ia mengambil duduk dihadapan Yunho. Berusaha bersikap sewajarnya, meskipun sebenarnya iya kecewa karena celana dalam pemberiannya hilang. Melihat wajah sedih Yunho, Jaejoong tak tega untuk memarahinya.

“Aku sudah mencarinya kemana-mana. Dilemari, dibawah tempat tidur, di kamar mandi, di jemuran, di kamar YooSuMin, bahkan di bawah sofa, tapi tidak ada”

“Nanti aku bantu carikan”

Jaejoong melemparkan sebuah senyuman manis pada Yunho, dan Yunho pun menghela napas lega. Jaejoong tak memarahinya.

=====

Benar saja, setelah mereka sarapan, Yunho dan Jaejoong mencari celana dalam itu disetiap sudut apartemen sampai siang. Namun celana dalam putih dengan motif hati berwarna merah itu tak kunjung mereka temukan. Jaejoong yang kelelahan, langsung merebahkan dirinya diatas sofa. Disusul oleh Yunho disampingnya. Yunho melirik Jaejoong, kekasihnya itu kini terlihat kesal karena celana pemberiannya benar-benar hilang.

“Ya! Changmin ah, apa kau melihat celana dalam Yunho yang putih, terus motifnya hati berwarna merah?” Jaejoong bertanya pada Changmin yang sedang menikmati snack kentang ditangannya sambil menonton televisi.

“Hihak!” *a/n. tidak!*

Changmin menjawab disela-sela kunyahannya, tanpa memandang Jaejoong dan Yunho sekalipun. Jaejoong mendegus sebal melihat tingkah si magnae itu.

“Jaejoongie…” panggil Yunho lembut. Jaejoong menoleh cepat.

“Ya?”

“Mianhae…aku sudah menghilangkan celana dalam itu” kata Yunho penuh penyesalan. Jaejoong mencoba tersenyum, meskipun sebenarnya dia sangat kesal. Karena bagaimanapun celana dalam itu sangat unik baginya. Apalagi jika Yunho yang memakainya. Ia akan terlihat sangat cute dimata Jaejoong. *a/n. gag isa bayanginNa >_< *

“Hei Yoochun ah!”

Jaejoong memanggil pria bersuara husky yang tengah berjalan melewatinya. Yoochun menoleh dan mendekati Jaejoong dan Yunho. Memandang keduanya dengan heran.

“Ada apa hyung?”

“Lihat celana dalam Yunho tidak?” tanya Jaejoong langsung. Yoochun mengerutkan keningnya. Menatap Yunho dan Jaejoong bergantian.

“Memangnya Yunho hyung punya celana dalam yah?” Yunho dan Jaejoong saling berpandangan, kemudian…

BUK!

Sebuah bantal kecil sofa mendarat mulus diwajah Yoochun. Yoochun mengerucutkan bibir dan mengelus-elus dadanya.

“Ku pikir Yunho hyung tak pernah memakai celana dalam” gerutunya sebal.

PLETAK!

“AUUWW!”

Kini remote TV yang mendarat di dahi lebarnya. Berhasil menciptakan sebuah benjolan indah berwarna merah keunguan disana. Mungkin saat ini ada burung-burung yang berkicauan diatasnya. Seperti film kartun hahaha.

Sementara Yunho hanya terbengong. Terkejut akan tindakan Jaejoong pada Yoochun. Yunho pun diliputi rasa takut.

‘Gawat’ pikirnya

“Sudah pergi sana! Kau pikir aku tak mampu membelikan Yunnie Bearku celana dalam?? Enak saja kau menghina!” seru Jaejoong kesal. Dan sebelum mendapat serangan kembali, Yoochun lari terbirit-birit.

“Boojae, sabar…sabar…” Yunho mengelus-elus lengan Jaejoong dengan lembut. Mencoba menjinakkan kekasihnya, saat kedua tanduk yang sempat ia lihat muncul diatas kepala Jaejoong.

“Bagaimana aku bisa sabar kalau dia seenaknya saja bilang begitu? Lagipula kenapa kau tak memarahinya sih? Dia kan sudah menghinamu Yun! ”

“Ehh ohh aku pikir Yoochun hanya bercanda” jawab Yunho sambil menggaruk-garuk kepalanya.

“Yoochun hyung benar”

Tiba-tiba Changmin menyahut sambil membuang bungkus snacknya yang sudah kosong di atas meja, kemudian meraih bungkus lain yang masih penuh. Yunho dan Jaejoong memandangnya heran. Bukankah si monster makanan itu tadi sibuk nyemil? Lalu kenapa ia masih bisa menyambung?

“Maksudmu?” Jaejoong bertanya. Ia tak mengerti akan arah pembicaraan Changmin.

“Yunho hyung kan memang jarang pakai celana dalam” celetuk Changmin seraya kembali mengunyah snacknya.

Mata Yunho dan Jaejoong terbelalak mendengarnya.

“UAPPPAAA???” seru mereka berdua bersamaan. Changmin tersentak dan terjungkal dari sofanya. Bungkus snack yang semula ditangannya kini terlepas dan isinya berceceran di lantai.

“Huwaaaaa makanankuuuu!”

Changmin mencoba memunguti snacknya namun sebuah tangan meraih bungkus snacknya lebih cepat. Changmin mendongak. Dilihatnya Jaejoong yang menatap tajam padanya dengan bungkus snack ditangan kanannya. Satu kata yang ada di pikiran Changmin.

MAMPUS!

“Coba kau ulangi lagi perkataanmu!” perintah Jaejoong.

“Eng…yang…yang…mana hyung?”

“Jangan berpura-pura bodoh Shim Changmin!!!”

“Ung yang Yoochun hyung benar?” Jaejoong menggeleng cepat.

“Yang…Yunhohyungjarangpakaicelanadalam?” Changmin menjawabnya cepat. Tentu saja, ia tak mau makanan yang ada ditangan Jaejoong akan menjadi korban bukan?

“Lebih jelas!!”

“Yunho hyung…jarangpakaicelanadalam?”

“KURANG JELAS!!!”

“Yunho-hyung-jarang-pakai-celana-dalam!!”

Dan… Pletak!!

Sebuah pukulan mendarat mulus di kepalanya. Changmin meringis sambil mengelus-elus kepalanya. Jaejoong beranjak, berniat hendak membuang bungkus snack ditangannya.

“Hyuuuung mau kau kemanakan makananku??” rengek Changmin sambil membuntuti Jaejoong. Tangannya menarik-narik lengan Jaejoong, namun Jaejoong tetap tak menghiraukannya. Sementara Yunho hanya dapat memandang Changmin dengan iba sekaligus kesal tentunya.

Jaejoong sudah hampir membuang snack itu ditempat sampah, namun Changmin dengan cepat menghentikan gerakannya.

”Hyung, aku mohon jangan korbankan makananku. Aku saja yang kau hukum, jangan dia. Dia tak salah apa-apa” rengek Changmin.

“Oh oke, kalau begitu aku tak akan membuangnya, aku akan menyimpannya” kata Jaejoong. Changmin menghela napas lega.

‘Nasib makananku selamat! Yosh!’ soraknya dalam hati.

“Tapi aku juga tak akan memberikannya padamu” lanjut Jaejoong.

“Eh? Lalu untuk apa kau menyimpannya?”

“Untuk makanan tikus!”

“Huwaaaaa Hyuuuuuung jangaaaaaaann!!!”

======

Hari sudah sore, Yunho masih terus mencari-cari celana dalamnya. Ia tak mau jika Jaejoong juga memarahinya. Sudah cukup Yoochun dan Changmin saja. Apalagi malam ini, adalah schedule mereka berdua untuk melakukan ‘rutinitas’ mereka. Dan Yunho tahu, Jaejoong tak akan mau melakukannya jika ia tak memakai celana dalam putih bermotif hati warna merah itu. Tentu Yunho tak ingin melewatkan schedule ‘rutinitas’ mereka untuk malam ini bukan?

“Sialan! Kemana sih CD itu?” Yunho mengumpat. Lemari pakaian yang sudah ia bongkar untuk kesekian kalinya kini nampak semakin parah. Isinya berhamburan keluar, memenuhi lantai dan juga ranjangnya. Tak hanya lemari, kamarnya pun kini terlihat seperti kapal pecah.

Sementara itu, Jaejoong tengah duduk di kursi meja makan sambil menikmati secangkir teh hijaunya. Seharian mencari celana dalam membuat pikirannya lelah juga. Jaejoong mengedarkan pandangan kesekelilingnya. Sepi. Ia hanya mendengar suara Yunho yang mendengus dan membanting barang di kamar mereka. Semua member sedang melakukan aktifitas mereka masing-masing. Yunho yang sibuk mencari celana dalam, Yoochun yang pergi untuk membeli kaset, Changmin yang asyik membaca Bleach di ruang tengah, dan Junsu yang entah pergi kemana. Setelah sarapan tadi ia tak melihat Junsu sama sekali.

‘Mungkin ia tidur di kamarnya’ pikir Jaejoong.

Ceklek!

Jaejoong menoleh saat terdengar suara pintu dibuka. Dilihatnya kepala Junsu muncul dari pintu kamarnya yang separuh terbuka. Pria imut itu menengok ke kiri dan ke kanan memastikan keadaan diluar, sebelum akhirnya ia keluar dan menutup pintu dengan hati-hari. Tak ingin menimbulkan suara.

Sementara itu, Jaejoong yang berada didapur, merasa heran akan sikap Junsu yang mencurigakan. Dilihatnya Junsu berjalan dengan sedikit berjinjit dan kepala menengok ke sekeliling.

‘Kenapa dengannya?’ pikir Jaejoong.

Junsu berjalan menuju dapur dengan langkah pelan. Terlihat sekali pria imut itu sedang menghindari sesuatu atau mungkin seseorang. Junsu menghela napas lega begitu sampai didapur. Matanya terpejam dan tangannya mengelus-elus dadanya.

“Fiuhh selamat…selamat…” ujarnya.

“Apanya yang selamat?”

Junsu berjingkat. Segera ia membuka matanya dan menatap ke asal suara. Dilihatnya Jaejoong sedang duduk di kursi meja makan tengah menatapnya heran. Nampaknya Junsu tak menyadari keberadaan Jaejoong saat ia memasuki dapur.

“Ehh ohh Jaejoong hyung?”

“Apanya yang selamat?” Jaejoong kembali mengulang pertanyaannya.

Junsu menggeleng cepat. “Bukan—bukan apa-apa” sahutnya gugup.

“Aku—aku hanya ingin mengambil minum” tambahnya seraya berjalan mendekati lemari es. Ia mengambil sebotol air mineral dari dalamnya dan meneguk setengahnya. Sementara itu Jaejoong masih menatap gerak-gerik aneh Junsu yang mencurigakan.

Merasa diperhatikan, Junsu menoleh pada hyungnya itu dengan gugup.

“Ke—kenapa melihatku seperti itu hyung?” tanyanya. Ia berusaha untuk menutupi kegugupannya.

“Kau kenapa sih?” bukannya menjawab, Jaejoong malah melemparkan pertanyaan padanya. Junsu menggeleng cepat. Kemudian pria imut itu menutup pintu lemari es yang masih terbuka dengan kikuk. Bagaimana tidak?pandangan Jaejoong benar-benar membuatnya kewalahan.

Duk!

Sekotak yogurt terjatuh dari lemari es saat Junsu hendak menutupnya. Buru-buru Junsu berjongkok untuk memungutnya. Beruntung tutup kotak yogurt itu tak terbuka, kalau tidak isinya pasti sudah terceceran di lantai dan itu berarti Junsu mendapat tugas tambahan untuk membersihkannya. Dan Junsu berharap itu tak akan terjadi. Karena seharian ini ia tak ingin melakukan apapun, ia hanya ingin mengurung diri di kamar. Menghindari celotehan dan pandangan member-membernya.

Jaejoong terkejut saat melihat Junsu yang tengah berjongkok untuk memungut kotak yogurt. Ia bangkit dari duduknya, berkacak pinggang dan menatap Junsu dengan pandangan murka.

“JUNSUUUUUUUU!!!!!!!!”

Junsu terkejut. Hampir saja jantungnya copot jika ia tidak cepat-cepat mengontrol keterkejutannya. Bahkan Yunho dan Changmin yang sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing kini berlarian menuju dapur. Mencari tahu apa yang membuat lead vocal mereka itu meraung kencang bagai harimau yang telah diganggu tidurnya.

Junsu berdiri dengan kotak yogurt yang masih ditangannya. Dilihatnya Jaejoong yang wajahnya mendadak berubah menyeramkan. Bahkan lebih menyeramkan dibanding biasanya. Junsu menatapnya heran.

“Ada apa hyung?” tanyanya polos. Sementara Yunho dan Changmin mengintip dari pintu. Bersamaan dengan itu, Yoochun yang baru pulang menatap keduanya dengan heran dan akhirnya turut mengintip.

“MENGAPA KAU MEMAKAI CELANA DALAM MILIK YUNHO?????”

— End of Flashback —

Junsu gelagapan. Sedangkan Yunho, Changmin dan Yoochun terkejut. Dilihatnya Jaejoong yang berjalan mendekati Junsu masih dengan berkacak pinggang. Junsu yakin, ia melihat dua tanduk muncul di kepala Jaejoong beserta kobaran api menyelubungi tubuh hyung tertua itu.

Jaejoong mengangkat tangannya dan menarik turun celana pendek berwarna hitam yang dipakai Junsu. Sehingga kini terlihatlah sebuah celana dalam putih bermotif hati berwarna merah dibalik celana hitamnya. Yunho semakin terkejut, kemudian ia menyeruak masuk dan berdiri di samping Jaejoong. Ditatapnya Junsu dengan pandangan tak percaya.

Sementara itu, Yoochun dan Changmin masih bersembunyi dibalik pintu dapur dan memandang Junsu dengan iba.

‘Kau tak akan selamat Kim Junsu’ batin keduanya.

“Junsu! Mengapa kau memakai CD ku??” seru Yunho. Kini sama seperti Jaejoong, ia pun berkacak pinggang dihadapan Junsu.

Junsu semakin menunduk. Tak berani menatap kedua hyung didepannya.

“Maaf—maafkan aku Yunho hyung. Aku benar-benar tak sengaja”

— Flashback —

Kemarin siang, Junsu membawa setumpuk baju kotornya ke tempat cucian. Diletakkannya baju-baju itu diatas tumpukan baju kotor member lain, kemudian ia memasukkan satu persatu bajunya kedalam mesin cuci. Beruntung kali ini tak ada salah satu dari baju kotornya yang berwarna putih. Seluruh bajunya berwarna gelap dan juga 2 potong celana jeans hitam. Karena jika ada, maka ia harus mencuci bajunya dengan terpisah. Dan Junsu tak mau menghabiskan waktu berlama-lama hanya untuk mencuci kan? Menurutnya bermain game justru lebih asyik dari pada mencuci. Namun tanpa Junsu sadari, sebuah celana dalam putih dengan motif hati berwarna merah turut masuk ke dalam mesin cuci bersama baju-bajunya.

Tut!

Dan Junsu pun menekan tombol ON. . .

— End of Flashback —


“Jadi maksudmu celana dalam Yunho terkena lunturan jeansmu, begitu?” tanya Jaejoong tak percaya. Junsu mengangguk lemah sambil menunjuk bagian belakang celana dalam Yunho yang dipakainya.

“Junsu! Kau tahu kan seberapa berharganya celana dalam itu untukku? Itu pemberian Jaejoong! Iya membelinya saat kita di Jepang!” Yunho benar-benar kesal sekarang. Celana dalamnya sudah tak lagi terlihat manis dan cute seperti semula. Lantas bagaimana nasib ‘rutinitas’nya nanti malam?

“Maaf hyung…”

“Lalu kenapa kau memakainya?” tanya Jaejoong. Nampaknya amarah Jaejoong melebihi amarah Yunho.

“Aku bingung harus menyembunyikannya dimana, makanya aku pakai saja” jawab Junsu polos.

“Tapi kalau Yunho hyung mau, aku akan mengembalikannya kok! Sebentar!” tambahnya.

Junsu berlari ke dalam kamarnya. Meninggalkan Yunho dan Jaejoong yang menatapnya heran. Bahkan Yoochun dan Changmin pun demikian. Pandangan mereka berempat kini beralih pada pintu kamar Junsu yang tertutup. Dan beberapa menit kemudian, pria imut itu kembali dengan sebuah kain berbentuk segitiga ditangannya.

“Yunho hyung, ini aku kembalikan. Karena kau sudah tahu, jadi buat apa menutupinya? Ini!” Junsu menyodorkan kain yang ternyata celana dalam Yunho yang semula berwarna putih bersih, kini berwarna keabu-abuan kepada Yunho.

Yunho, Jaejoong, Yoochun dan Changmin melongo bersamaan. Menatap si pria imut yang memasang wajah polos tak berdosanya.

“Kau pikir aku masih mau menerimanya setelah CD ku kau pakai huh?” tukas Yunho sebal.

“Tapi yang terpenting kan aku sudah mau mengembalikannya…” Junsu menjawab dengan nada kecewa.

“KIM JUNSU BODOH!! SEBAGAI HUKUMAN, KAU HARUS MENCUCI PIRING, MENCUCI MOBIL, DAN MENCUCI PAKAIAN SELAMA 3 BULAN!!!” raung Jaejoong murka.

>__<

===FIN===


HAHAHAHA

Ottoke??gejeh bgd yah?? Ini FF masih panas bgd, baru keluar dr oven hehe. Inspirasinya gr2 td pagi kakakQ nyari celana dalem ponakanQ. Cuz ponakanQ ngambek gag mau kalo gag pake ntu celana dalem kesayangannya hahah LOL.

Just for fun yah! makasi en d tggu commentna. . . ^^


Troubl3 of gay (part 3 end)


Tittle:trouble of guy
Author: feby
Genere:romantic,comedy
Part: 3 of 3
Ratting:pgo13,mpreg
Pairing: our love couple yunjae >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>&

Senyum lebar mengihiasai wajah mrs jung,semua keinginanya akan segera tercapai.

“jaejoong sayang mulai sekarang panggil aku umma!” perintah mrs jung,sambil membelai rambut halus jaejoong.

“nde~”jawab jaejoong singkat,senyum manis kembali menghiasi wajah nya,senyum yang hampir pudar karna perlakuan yunho hari ini.

“nah~ sekarang istirahat lah.ini kamar yunho.dan mulai sekarang akan menjadi kamar kalian berdua,umma harus mengurus sesuatu”

“tapi umma yunho..” belum selesai jaejoong mengucapkan kata-katanya mrs jung sudah memotong.

“jaejoong sayang,umma akan mengurus semuanya,kau tidak perlu kahwatir.tugas mu hanya menajaga dirimu dan cucu umma”jelas smrs jung dengan lembut.jaejoong hanya mematung berusaha mencerna kalimat yang di ucapkan mr jung kepada nya tadi.

>>>>>esok paginya<<<<<

“JUNG YUNHO!!!”teriak mrs jung sambil memukul kepala yunho denga tangan nya.

“umm nenek sihir,kenapa kau di apartement ku”jawab yunho malas,yang masih setengah sadar.

“APA KAU BILANG!!,YUNHO AYO BANGUN!! UMMA TIDAK AKAN MEMAAFKAN MU UNTUK KALI INI!”bentak mrs jung sambil berdecak pinggang,sedetik kemudian yunho pun sadar dari tidurnya.ia bangkit dan memandang kearah umma nya sadar kalau ia tidak sedang bermimpi.

“umma”

“yunnie kau harus pulang,umma tidak mau melihat mu disini!”seru mrs jung sambil menarik koper dan memasukan semua pakaian-pakaian yunho ke dalam koper secara sembarangan.

“umma kau kenapa sih?,apakah umma demam?” heran yunho,namun tak di ubris oleh mrs jung ia menarik yunho sengan paksa ke dalam mobil.yunho yang baru saja bangun tidur menggunakan boxer berwarna merah dan juga kaus dalam singlet pada saat itu.

“umma..”yunho mengelu manja pada mrs jung.

******
Jaejoong lengkap dengan porn merah nya,sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan.tapi ia tidak melihat sosok mrs jung pagi ini.dan memutuskan untuk melangkah keluar mencari mrs jung.dan tiba-tiba mobil mersih hitam berhenti di depan rumah kediaman keluarga jung.jaejoong membelalakan matanya melihat siapa yang keluar dari dalam mobil.
Seorang pria yang taka asing lagi dengan wajah kusut yang menggunakan singlet dan boxer yang melekat di tubuh nya.

“yun.. yunnie” ucap jaejoong,terbata-bata

“KAU!!” yunho tak kalah terkejut,menatap jaejoong yang berada dirumahnya.ia mengacak-acak rambutnya.menandakan kekesalannya.

“joongie sayang,kenapa diluar ayo masuk!” perintah mrs jung sambil merangkul jaejoong lembut.

“nde umma”jawab jaejoong ramah,dan seulas senyum terpancar di bibir merahnya.

######

“yunnie kau mesih marah dengan ku?” tyk jaejoong,saat yunho memasuki kamar nya.

“…”

“yunnie,miyanhe aku tidak tahu harus pindah kemana lagi.aku kan sdang hamil”
Jelas jaejoong ,yunho melirik jaejoong.

“ham.. hamil,kau pikir aku bisa kau bodohi dengan trik mu itu” uajar yunho ketus,jaejoong hanya mengendus ia mencoba bersabar.ia tahu yunho tidak akan semudah itu mempercayainya.seperti ia mempercayainya beberapa hari yang lalu.

“yunnie~ aku tidak bohong” jaejoong memayunkan bibirnya,yunho berusaha tidak mengubrisnya.ia menarik nafas dalam-dalam dan meninggalkan jaejoong dan berusaha menemui ummanya.

“umma ku pikir kau sudah salah sangka di buta jaejoong itu.”

“mout,maksudmu?” heran mrs jung yang sedang sibuk di taman belakang rumah.

“jaejoong itu namja umma,dia tidak mungkin hamil”yunho tetap teguh pada pemikiran nya.mrs jung hanya terkekeh melihat tingakah putra nya.

“yunnie ~ mana ada pria secantik jaejoong,hahahah” mrs jung mulai terkekeh sendiri memikirkan apa yang di ucapkan yunho barushan.

“umma~ aku dulu sekelas dengan nya di sma.dan di itu mengatakan kalau dia .”belum selesai yunho menjelaskan semua yang ada di pikiran nya,jaejoong berlari girang menghampiri mrs jung dan yunho.

“yunnie aku ingin minum es krim,ayo temani aku membeli nya”pinta jaejoong manja,sambil memegang lengan yunho.yunho ingin melepaskan tangan itu.tapi mrs jung sudah memasang wajah horror membuat yunho tak bisa berkutik.

“akh~~ joongie sayang kau spasti sedang ngidam,yunho ayo temani calon istrimu.”
Perintah mrs jung.sambil melirik kea rah yunho.

“MOUT!!, CALON ISTRI!”yunho terkejut mendengar kata-kata itu,ia tak habis fikir harus menikah dengan seorang pria yang hampir membuat nya gila sepekan terakhir ini.

“ah~~ sudah tidak usah banyak tanyak yunnie,ayo cepat temani jaejoong.”

******************
Jejoong menyendok eskirim nya,dan memnuhi mulut nya.

“yumm kamoo nyoon eskmokri (yunnie kamu gak mau eskrim)?”yunho hanya memandang kea rah jaejoong yang memakan es krim seperti anak kecil,yunho sedikit terkekeh melihat tingkah manis jaejoong

“hya jaejoong,makanlah pelan-pelan kkau seperti anak kecil” ledek yunho,yang dari tadi tidak mengerti ocehan pria cantik di depan nya.

“yunnie kau tidak marah lagi dengan ku?” tyk jaejoong.dengan wajah polos.

“akh~ sudah lah ayo habiskan dan pulang,aku mesih banyak urusan”selah yunho mengalihkan pembicaraan.

Yunho menyetir mobil audy hitam nya,suasana di dalam mobil kembali sepi.jaejoong duduk manis di sebalah yuho.

“yunnie~ aku ingin bertanya pada mu” ucap jaejoong ragu-ragu.

“katakan”balas yunho kembali dingin.

“umma akan menikah kan kita besok,apakah kau tidak akan menolak nya?tyk jaejoong,yang mulai memasang wajah cukup serius.membuat suasana dalam mobil menjadi mencekat.
Yunho hanya diam dan mengendus.

“entahlah mungkin aku akan kabur di pesta penikahan kita besok” jawab yunho,dengan datar.jaejoong terdiam dan berfikir sesaat dalam benaknya sendiri.

"Hya jung yunho,aku tidak tahu menahu tentang jebakan junsu dan yoochun,aku hanya..” belum selesai jaejoong membela dirinya,yunho sudah memotong semua ucapan jaejoong.

“diamlah jae ,aku sedang menyetir”bentak yuho dengan nada tak kalah tinggi dari jaejoong.

***@ home

“joongie sayang,kau sudah pulang” sapa mrs jung dari balik pintu.

“nde~ sudah umma”jawab jaejoong ramah,yang diiringi seulas senyum keterpaksaan nya.ia menyeka air mata yang baru saja menetes dari mata nya.

“joongie sayang kau menangis sayang?”tyk mrs jung,yang sedari tadi memerhatikan wajah jaejoong.
Jaejoong memeluk mrs jung,yunho hanya memerhatikan sikap mereka berdua.

“umma~ apa sob sob apa sob salah ku kenapa tidak ada pria yang mau mencintaiku sob secara tulus hiks T.T”rengek jaejoong,dalam pelukan mrs jung.

“hya oljimma joongie sayang,kasihan anak mu”ucap mrs jung seraya membelai rambut halus jaejoong dengan lembut.

“umma dan yunho mencintai mu sayang” tambah mrs jung,sambil menepuk pelan bahu jaejoong.

“umma tapi dia tidak” balas jaejoong,sambil mengarahkan jari telunjuk nya ke arah yunho.

“MOUTT!! AKU!!”heran yunho

PLTAKK

“hya jung yunho,apakah sudah menjadi banci sekarang,berani berbuat tapi tak bernai bertanggung jawab!”bentak mrs jung,yunho semakin tak percaya dengan posisi nya saat ini.yunho tak bisa melawan sang umma yunho hanya menggerutu kecil.

>>>>>>>>>>

“joongi sayang,jangan kahwatir tidak mungkin yunho tidak mencintai wanita secantik dirimu”jaejoong berfikir sejanak,mengungat kalimat terakhir yang di ucapkan mrs jung.
Ia bolak balikan tubuh nya di ats ranjang.dan berusaha memejam kan matanya.

Yunho yang sedang melangkah ke arah kamarnya,arloji di tangan nya sudah menunjukan pukul 12 malam,lampu kamarLampu kamar yang biasanya gelap.kini terang benerang,sudah tidak diragukan lagi pasti sosok jaejoong berada didalam ssana pikir yunho.
Jaejoong sedang tertidur dengan lelap,yunho menghampiri jaejoong dan memerhatikan wajah jaejoong lebih dekat.

Paras wajah putih jaejoong,bulu matanya yang lentik menunjukan seberapa cantik nya pria yang tertidur di itu
“jangan mneatap ku seperti itu,aku memang lebih tampan dari diri mu!”ucap jaejoong,yang mesih memajamkan matanya.membuat yunho terkejut.

“kau~ kau pintar sekali berakting tidur!”selah yunho,sambil menata tak percaya ke arah jaejoong.

“yunnie~ aku mana bisa tidur sekarang,sedangkan anak mu dari tadi memanggil nama mu terus” ucap jaejoong manja.

“anak ku?”

Jaejoong mengangguk kepalanya,yunho masih tak percaya dengan kalimat jaejoong yang membahas masalah anak dan anak.
Ia tak ingin mencari ribut,dan membangunkan seluruh penghuni rumah di tangam malam.
Yunho menarik nafasnya dalam-dalam dan membaringkan tubuh nya disebalah jaejoong.

“yun..” pangiil jaejoong.

“umm”

“aku banyak pikiran,kita ke pub yuk?” pinta jaejoong manja,ia memang sedikit tertekan belakangan ini memikirkan bagaimana nasib nya dan anak nya nati.

“aku lelah.”jawab yunho ketus,berusaha memejamkan matanya yang di sebalah jaejoong,seperti biasa jaejoong tidak akan diam jika permuntaanya kepada yunho tidak di penuhi .ia berusah mengganggu yunho.

“yunniE ayolah,,kau besok akan meninggalkan ku di pesta pernikahan kan?,anggap saja ini pesta perpisahan kita.”tambah jaejoong,membuat yunho tak bisa bicara apa-apa lagi.

“kau mau?” jaejoong sedikit antusias,melihat yunho bangkit dari tempat tidurnya.“cepatlah ,ini untuk yang terakhir kali,aku menuruti permintaan mu” jawab yunho tegas,jaejoong tersenyum manis san menganggukan kepalanya.

@pub

“hahah yunnie,kita memang oran tua yang buruk .sewaktu hamil kita malah mabuk-mabukan di pub hahah” oceh jaejoong,yang mulai mabuk’

Yunho tahu ia menyetir,jadi ia hanya memesan jus timun(a/n:nie author gendeng hahah di pub mesen jus timun pulaxx)
“apa kau benar-benar hamil jae,kau kan pria mana mungkin?”gumam yunho.

“hya jung yunho,aku juga pertama seperti mu.sulit mempercainya tapi hiks.. hiks.. “ jaejoong mulai menangis walaupun mabuk ia bisa merasakan kekecewaan di hatinya,

“ayu kita pulang sekarang,nanti kalau umma tahu aku bisa di bunuh oleh nenek sihir karna mengajak mu minum”ajak yunho sambil memapah tubuh jaejoong ke dalam mobil.sepanjang perjalanan jaejoong hanya mengigau dan mencaci maki nam yunho.

“yunnie kau bajingan,bangsat aku menyesal mencintai mu.aku bodoh ,aku memang guy yang terkutuk”yunho sedikit miris mendengar ucapan-ucapan jaejoong yang di bawah kesadaran nya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“jaejoong sayang,kau sudah siap kan?,yatuhan kenapa dengan mata mu sayang,hari inikan hari pernikahan mu?” ujar mrs jung sambil menyentuh wajah jaejoong,yang beralas make up tipis, dan yang sudah berbalut gaun pengantin putih yang cantik.

“umma~ aku tidak”belum selesai jaejoong untuk menghentikan pernikahan ini,seseorang memanggil dari balik pintu

“mrs jung sekarang saatnya sang pengantin keluar” perintah ssrg dari balik pintu.
Mrs jung tersenyum lebar.ia menggenggam tangan jaejoong yang dingin karna gugup atau karna takut di tinggalkan yunho di moment yang sangat ia impikan dari dulu.
Ia mencintai yunho.

******
Semua para tamu undangan sudah duduk manis,jaejoong memerhatikan nya.junsu dn yoochun juga tampak tersenyum baahagia.saat jaejoong berjalan di atas altar semua kamera memancarkan cahaya nya.dan semua pasangan mata tertuju ke arah jaejoong,
Ia memang bukan artis terkenal,tapi yunho adalah aktor yang sangat terkenal.

Jaejoong terlalu gugup,ia melihat ke arah yunho yang sedang menunggu,Semua para tamu undangan sudah duduk manis,jaejoong memerhatikan nya.junsu dn yoochun juga tampak tersenyum bahagia.saat jaejoong berjalan di atas altar semua kamera memancarkan cahaya nya.dan semua pasangan mata tertuju ke arah jaejoong,

Ia sudah sampai di depan pastor,yunho mengulurkan tangan nya, ragu-ragu jaejoong menerima uluran tangan yunho.

“yunnie kau tidak jadi kabur” tyk jaejoong sambil berbisik “sebentar lagi” balas yunho.

“mr jung yunho apakah kau bersedia menikah dengan kim jaejoong,bersumpah akan selalu mencintainya dan menjaganya sampai maut memisahkan kalian?” ucap sang pastor,

“aku..” belum selesai yunho menyelesaikan kalimat nya

“auuuu….” suara erangan keluar dari mulut kecil jaejoong,ia tersungkur sambil memegangi perutnya yang memang belum membuncit karan memasuki bulan pertama.

Semua para hadirin tak berkedip dan sedikit panik melihat pengantin wanita,jaejoong tersungkur memegani perut nya.yunho tak kalah terkejut.

“jae kau kenapa?” tyk yunho cemas.”AUUUU aku juga tidak tahu perut ku sakit sekali,auuuu ajj tolong.. auuu” jaejoong semakin meronta kesakitan.mata yunho semakin membelalak saat melihat percikan darah menodai gaun pengantin jaejoong.
Semua para undangan panik.para wartawan tak mau melwatkan kesempatan ini.mereka memfoto-foto adegan itu..

Dengan sigap yunho menggendong tubuh jaejoong,dengan brige style.ia berlari dari gereja walaupun wartawan menyerubungi.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

yunho berjalan mondar –mandir depan ruangan perawatan jaejoong,seraut ekspresi cemas menghantui dirinya.Mrs jung tak kalah cemas ia menunggu sambil berdoa.

“hya jung yunho tak bisa kah kau ikut berdoa, dan tidak mondar-mandir seperti cacing kepanasan seperti itu”protes mrs jung,

“yunho duduklah dan tenangkan dirimu” tambah yoochun,junsu pun mengangguk tanda setuju

“tenang bagaimana mungkin aku tenang,jaejoong sedang berjuang degan anak ku di dalam” bentak yunho terhadap umma dan yoosu dan yoosu balik memandang tajam kearah yunho,

Seorang dokter keuar dari ruangan jaejoong,ekspresi wajah dokter terlihat lesu.
“ottoke?” tyk yunho ,menatap ke wajah dokter.di ikuti mrs jung dan juga pasangan yoosu.

“hum.. jaejoong selamat,tapi sayang bayi nya tidak dapat di selamatkan,karna istri anda mengalami pendarahan yang cukup serius akibat terlalu stress “ jelas dokter,membuat yunho bergidik mendengar nya.

“APA TIDAK MUNGKIN ITU TERJADI,JAEJOONG LALU ANAK KAMI .” yunho mencengkram kerah baju seragam dokter.ia sudah mengepalkan tangan nya siap untuk meninju dokter karna mendengar penjelasan dokter .dengan sigap yoochun menghalanginya.

“hya yunho~ sabar dulu,kau tidak bisa menyalahkan dokter” ucap yoochun menjauhkan yunho dari dokter,segera dokter melangkah meninggalkan mereka yang mesih terpaku.
Mrs jung tak percaya ia harus kehilangan cucunya ,ia menangis sejadi-jadi nya didepan ruang rawat jaejoong,namun junsu memelauk erat mrs jung dan menenagkan nya.
*********
Dengan langkah gontai yunho keluar dari rumah sakit,ia merasa menyesal namun tak ada gunanya.tatapan nya kosong,menerawang entah apa yang ada di benak nya sekarang.

Ia menghampiri suatu kedai,dan membeli sebungkus rokok,dan segera menghisapnya.
Asap menggepul keluar dari mulutnya.wajah nya begitu tersiksa dengan posisi ini,bahkan untuk melihat kim jaejoong pun ia tak punya keberanian lagi.

“PENGCUT!!,KAU PANTAS MATI JUNG YUNHO” maki yunho kepada dirinya sendiri.dan berlutut di pinggir jalan kota seoul.beberapa orang pengendara kaki yang berlalu lalang melirik yunho.namun tak berani menegur ataupun mendekati.

*******
Tubuh jaejoong terbaring pucat di rumah sakit.tangan nya bergerak –gerak lemah menandakan akan segra sadar dari biusan.

“eng…” erang jaejoong sambil menggeliat gelisah di atas ranjang rumah sakit.
Mrs jung dan pasangan yoosu segera menghampiri jaejoong.
Tak lama jaejoong membuka matanya.

“jaejoong sayang sudah sadar?” sapa mrs jung sambil membelai rambut halus jaejoong.

“umma~” balas jaejoong dengan suara lemah,dan menatap kesekeliling ruangan,ia sadar ada dimana sekarang.namu ia tak menemukan sosok yunho .

“umma apa yang terjadi?” heran jaejoong,sambil mengusap-usap matanya yang baru sadar dari tidurnya.

Mrs jung terenyum kecut “tadi pas pesta pernikahan kau tiba-tiba pingsan dan..”
Belum selesai mrs jung mengatakan bahwa jaejoong kehilangan anak nya junsu sudah memotong nya “dan kau kelelahan dan stress berat jaejoong,kau ini hampir saja kehilangan anak mu dasar pabo!” omel junsu,yoochun dan mrs jung menatap heran ke arah junsu.
Tahu bahwa semua itu hanya acting belaka~

“umma ~benarkah?” tyk jaejoon hampir tak percaya.mrs jung mengangguk pelan dan memeluk erat sosok jaejoong,air mata membanjiri pakaian pasien jaejoong.

“oh~ anak manis maaf kan umma yah,umma hampir kehilangan mu” ucap jaejoong,sambil mengelus perut nya yang rata seulas senyum terpancar dari wajah jaejoong.pasangan yoosu menatap dengan pandangan miris,mereka sadar kebohongan apa lagi yang mereka ciptakaan saat ini.

“umma yunnie dimana?” tyk jaejoong,dengna mata berbinar-binar

“ah~ dia sedang menebus obat mu sayang,jaejoong sayang sekarang kau istirahat yah”Mrs jung sudah terlanjur berbohong,ia tak ingin melihat jaejoong kecewa.
,jaejoong tak menolak ia langusung mematuhi perintah mrs jung dan kembali memajamkan matanya.

*******
Yunho tertidur di dalam mobilnya,yang terparkir di gedung rumah sakit,ia tak punya muka untuk menemui jaejoong.
Ia raih ponsel nya dan melihat ada 10 misscall dari yoochun,12 dari nenek sihir. Dan 43 miscall dari junsu.ada 15 massage yang masuk.

Segera ia buka dan hampir seluruh isi pesan nya sama,menyuruh yunho segera datang.
Yunho berfikir keras sambil mengacak-acak kasar rambutnya.

Setelah beberapa menit ia putuskan untuk menghampiri ruangan jaejoog,jam menunnjukan pukul 3 pagi.saat yunho hendak masuk ke ruangan jaejoong.
3 orang sosok yang tak asing lagi menatap kearah nya.

Suasana hening, hingga junsu dengan berani mengucapkaan suaranya

“yunho kita harus melakukan sesuatu” ucap junsu,menatap tajam kearah yunho.

“mout?? Maksud mu?” tanyak yunho heran.

“kami sudah terlanjur berbohong pada jaejoong,bilang kepadanya kalau anak nya mesih ada dan tidak keguguran” jelas yoochun,membuat yunho mengerutakan alisnya.

“maksudmu!,apakah kalian sudah gila” bentak yunho,sambil menatap ke tiga sosok di depannya.

“hya~ yunho kau tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan anak,karna kau bukan wanita” ucap mrs jung menangis ,namun junsu langsung menengankan mrs jung.

“wanita..”gumam yunho,ia tahu bahwa mereka semua tidak sadar bahwa jaejoong adalah pria,namun bukan waktunya membicarakan hal itu.

“tapi~ apakah dia percaya?” tyk yunho ragu-ragu.

“dia percaya ,lagi pula kata dokter ia tidak harus ,melakukat guret pada rahimnya.
Entahlah kata dokter janin yang di perut jaejoong gugur dan keluar pada saat pendarahan”jelas yoochun sambil mencengkram erat lengan yunho,yunho berfikir sejeanak .

“yunho ,apakah kau tidak kasihan melihat jaejoong,ia sudah cukup tersakiti selama ini” tambah mrs jung.membuat yunho semakinteerdesak akan posisi nya.
Dengan nada mantap ia menjawab “baiklah~”membuat mrs jung dan juga yoosu bernafas sedikit legah

*************
Pagi itu juga yunho sudah berda di samping ranjang jaejoong,sambil memegang erat tangan jaejoong.jaejoong yang terbangun
Langsung haru dan bahagia meneylimuti dirinya.

“yunnie~” sapa jaejoong,membangunkan yunho.
Yunho langsung sadar dan mengusap-usap matanum simpya

“jaejoong kau sudah bangun?” tyk yunho,sebuah senyum simpul,menghiasi wajah yunho saat itu.jaejoong mengangguk dan menatap mata yunho lekat-lekat.

“yunnie~ kau tidak jadi kabur?”

Yunho menarik nafas nya dalam-dalam,pertanyaan jaejoong sedikit menyengat hatinya.
Yunho menggelengkan kepalanya “tidak,tidak akan pernah jaejoong,aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi” jelas yunho sambil mendratkan kecupan kilat di bibir jaejoong.sontak jaejoong terkejut,seketika wajah nya memerah.belum pernah yunho memperkalukannya seperti ini.batin nya

“yunnie~ kau tidak akan menyesal kan?,akh.. kau sudah mempercayai anak kita yah.syukurlah kemarin aku hampir keguguran .membuat kau tidak jadi kabur”ucap jaejoong asal.

“HYA.. JAEJOONG JANGAN BICARA SEPERTI ITU!”bentak yunho kepada jaejoong,jaejoong langsung teridiam seribu bahasa,baru saja yunho memperlakukan nya dengan lembut namun sudah kembali membentaknya.jaejoong memayunkan bibirnya.
Yunho sedikit syhok dengan bentakan nya tadi.

“bo jae. aku tidak bermaksud membentak mu,aku hanya..”yunho berusah menjelaskan dengan nada lembut unutk meluluhkan hati jaejoong pada saat itu.tidak sia-sia jaejoong yang teralanjur cinta mati dengan yunho langsung jatuh dalam buaian yunho.

“tadi kau panggil aku apa yun? Ucap jaejoong ragu-ragu

“akh.. iya bo jae nama calon istri ku”ucap yunho mantap.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Selang bebrapa minggu,jaejoong dan yunho sudah berdiri kembali di atas altar,namun kali ini tidak ada raut tegang,dan keterpaksaan.
Raut wajah mereka yang bergitu alami dan bahagia.para hadirin melirik pengantin wanita yang berjalan dan menatap bahwa umma nya mrs kim ikut menghadiri pesta pernikahan nya.

Gaun pengantin putih mutiara,dengan buklet mengiringi langkah jaejoong di atas altar.
Tampak sosok cantik jaejoong yang membuat hampir seluruh tamu undaangan menaruh ppanangan kagum kearah jaejoong.

“jung yunho apakah kau bersedia menikah,dan mencintai kim jaejoong dengan sepeuh hatimu dan beredia menjaga serta melindunginya sampai maut memisahkan kalian?”tyk seorang pastor di depan yunjae.

“aku bersedia!” ucap yunho dengan nada lantang.

“dan kau mrs kim jaejoong,bersediakah kau menerima penikahan ini dan menjadi istri jung yunho.sampai maut memisahkan kalaian?”

“aku bersedia!”seru jaejoong, “dengan ini kalaian resmi menjadi sepasang suami istri”ucap seorang pastor memberkati ke dua pasangan yunjae.

Jaejoong menyematkan cincin pernikahannya di jari manis yunho,sebalik nya dengan yunho menyematkan cincin dijari manis jaejoong,yang di akhiri dengan ciuman lembut tanpa nafsu.

“hana.. dhul… shet…”booklet bunga mawar putih perniakah yang di bawa jaejoong di lemparkan secara sembarang,dan junsu meraih nya.semua orang tepuk tangan .memndakan pasangan yoosu akan segera menyusul untuk pernikahan selanjutnya.
Mungkin.

******

Yunjae tiba di depan kamar ,yunho sudah menggendong jaejoong dengan bilge style.tanang jaejoong mencenkram erat leher yunho
Dan memnbekap mulut jaejoong dengan ciuman yang panas dan tak melepaskan nya.

pov jaejoong

“mmph.. mmpph mmph…”desahaan keluar dari selah-selah ciuman panas kami.di depan kamar.
Bagaikan mimpi rasany,sekarang aku menikah dengan pria idaman ku yunho.
Desahan keluar dari ciuman panas kami,ia melemparkan tubuh ku ke atas kasur yagn di penuhi bunga mawar,serbak aroma mawar memenuhi kamar kami.

Aku melepaskan ciuman itu “host-host-host” nafas kami semakin tak teratur.

“yunnie~~” panggil ku dengan nada manja,sambil menatap lekat kearah matanya.

“mm..”

“aku tidak mau melakukan malam pertama kita yunnie~,aku kan sedang mengandung.”protes ku saat yunho mulai membuka pakaian pengantin ku,namun ia hanya mengendus dan menarik nafas dalam-dalam.

“bo jae,aku ingin membuktika cinta ku padamu,malam ini” jwab yunho,membuat ku tak bisa berkutik.aku teridaiam sejanak.namun ia sudah mencium leher ku membua ku semakin bergidik.

“ungggg…..” keluhan keluar dari mulut ku,saat ia mulai mengecup dan memberikan kiss mark disana.

“yunn~ tidak bisakah kita lakukan setelah bayi kita lahir?”tyk ku ragu-ragu,namun ekspresi wajah yunho semakin berubah pucat pasih.
Ada guratan kesediah disana.membuatku ining menarik ucapan ku tadi.

“yunnie kau marah pada ku,baiklah kita lanjutkan saja”pintah ku.

Yunho pov

Sedikit terkejut saat jaejoong bilang akan melakukan malam pertama saat anak kami lahir,namun keberuntungan berpihak kepa ku malam ia segera menarik ucapan nya
Membuatku tersenyum licik.

Tanpa basa-basi ku lucuti pakaian jaejoong,tubuh nya tak berubah sedikit pun.saat kami melakukan nya sulu di bali.
Tubuh rampingnya,kulitnya yang mulus membuat ku semakin mencintainya.
Menyesal aku menolaknya dulu.namu bukan itu yang harus ku pikirkan sekarang melainkan berkonsentrasi untuk memuaskan nya malam ini.
Demi mendapatkan buah hati kami lagi,yang hilang karna kebodohan ku.

Kuciumi nipple jaejoong hingga turun ke perutnya

“ngnggg ahhh ngunggg ah ahhhh” erang jajoong saat ku mulai mengigit kecil nipple nya dengan pelan,ku tatap jaejoong memejamkan matanya,dan menikmati sentuhan yang ku berikan.
keringat menetes dari kening nya .membuat ku semakin memanas.

ku raih junior jaejoong,dan ku kocok dengan tangan ku sendiri.

“ng.. ahhhhh… ahhhh yunnie… ahhb dont tase me… ahhh” desah jaejoong,saat ku mainkan junior nya,aku terkekeh kecil melihat malaikat di depan ku.

Tanpa basa-basi aku turun ke selangkangan jaejoong,dank kulum junior nya.
Dengan sekuat tenaga seperti unutk menarik seluruh sperma di dalam nya.

Jaejoong menggeliat ke nikmatan “ngggg ahhhh nggg ahhh feel nie yunnie ahhhh”desah jaejoong membuat ku semakin kuat mengulum juniornya,

“jae mendesah lah~,jangan di tahan” ucapku sambil tersenyum licik.

“nggg ahahhh hhhhh aaaaaa hhhhh yun ahhhh faster yunnie ahhhh” pinta jaejoong semakin menggeliat dengan skuluman ku.

Dan crot~croT sperma nya menghujani mulutku.

“yunnie~ sudah yah aku lelah” pinta jaejoong,memang hari ini begitu melelahkan karna pesta pernikahan kami yang menguras cukup banyak tenaga.
Tapi aku mesih harus menebus semua kesalahan ku.

“bo jae saranghae” ucap ku,karna tak punya kata-kata lain selain kalimat ini.

“nado saranghae”balas jaejoong sambil tersenyum simpul,ku regangkan kaki jaejoong ku arahkan junior ku ke dalam lubang kecilnya.

Erangan ,desahan demei desahan,keluhan menggema di kamar bercinta kami.

“engg ahhh ahhh sakit yun akkkh akkk nggggg akhhh”

“you r so tight bo ahhh aahhh nggg ahhh ahhhh”

“yunn… ahhh stoppp ahhh ahhahh engg ahhhh”

Dengan ritme dsahan ku,ku genjot semakin kuat dan membuat kami klimaks dan jatuh bersamaan,kupeluk tubuh ramping jaejoong.dan mengecup lembut bibir nya.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

1bulan kemudian~~

“hoek hoek” jaejoong bolak-balik ke atas westafel.

“bo jae kau kenapa chaggi,wajah mu pucat?” tyk yunho menatap jaejoong ,

“entahlah yunnie~ mungkin gejala hamil,tapi kenapa baru sekarang yah~,dan inikan sudah masuk bulan ke3 kenapa perutku mesih rata”jeran jaejoong pada dirinya sendiri.

“Entahlah jae,lebih baik kita segera ke dokter” saran yunho sambil,jaejoong menyetujui.seperti yang di duga jaejoong memang positive hamil 1 bulan.
Yunho tersenyum gembira,akhirnya ia bisa menebus kesalahan nya.

”yunnie~ kenapa aku hamil 1 bulan,seharusnya kan 3 bulan”protes jaejoong,sambil mengekspresikan kekesalan di wajah nya.
Yunho terkekeh kecil di buat malaikat nya.

“entah lah bo jae, yang penting aku akan selalu menjaga mu dan menjaga anak kita!”ucap yunho sambil memeluk pinggang ramping jaejoong dan mengecup bibir merah jaejoong dengan lembut.

Masalah dari percintaan guy,yah cinta dari pasangan guy bukan lah hal yang buruk,tapi mungkin akan mengalami berbeagai masalah.
Kebohongan,kejujuran,salah sangka ,kemunafikan,kekesalan,penyesalan semua kenikmataan,keindahan semua terjadi pada maslah cinta.
Baik percintaan gay maupun bukan.

End^^


Troubl3 of gay (part 2)


Tittle:trouble of guy ❤
Author: feby dyanna siwonelf
Genere:romantic
Part: 2 of ?
Ratting:nc 17
Pairing: our love couple yunjae >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

1 minggu setelah jaejoong tinggal bersama yunho di apartement,yunho mulai terbiasa dengan segalanya.namun tetap saja ia harus menjaga jarak dengan kim jaejoong pikir nya.

Jaejoong mengepack barang-banrang nya di dalam koper.ia harus melakukan syuting serial drama terbaru nya hari ini.
Namun karna syutting yang akan dilakukan di luar negeri .mengharuskan mereka meninggalkan korea untuk beberapa saat.

“hya kim jaejoong kau sudah siap?” tanyak yunho dari balik pintu

“nde~ yunnie masuk saja” balas jaejoong,tanpa menunggu lama yunho segera masuk dan melihat apa yang di lakukan jaejoong .

“hya kau mau syuting atau mau minggat ha!”
Heran yunho melihat jaejoong yang membawa 2 buah koper besar.

“ahahah ia aku juga tidak yakin dengan apa yang ada di dalam nya,yunnie~ angkatin koper aku donk!” perintah jaejoong meninggalkan yunho dikamar dan bergegas ke luar halaman rumah.yunho hanya mengangguk dan menyeret koper jaejoong,yang tanpa sadar sudah di perbudak jaejoong.

Pasangan yoosu sudah menunggu di dalam mobil,jaejoong yang keluar dengan girang memasuki mobil di ikuti yunho yang mengangkat koper –koper jaejoong.

Persawat segera lepas landas,yunjae dan yoosu melewati perjalanan penerbangan ke Indonesia,sembari membuat syutting film drama terbaru yunjae “beranak dalam kubur”
Junsu yang tidak dapat duduk tenang,di dalam persawat.
Ia hanya membolak balikan buku yang ia pegang.

“su-ah kau kenapa baby?” tanyak yoochun,yang merasa junsu dari tadi tidak tenang disampingnya.

“chunnie aku takut,aku kan tidak bisa bahasa inggris apalagi bahasa Indonesia” gerutu junsu mencampakan buku nya yang tak lain adalah kamus conversation hangul-indonesia

“clamb down baby,aku akan selalu menjadi guide mu selama di sana”ucap yoochun menenangkan sosok kekasihnya.junsu hanya membalas dengan senyum.
******
“aku tidak suka naik persawat yunnie,kenapa kita tidak naik mobil saja”ujar jaejoong manja.

“kau pikir kita mau kemana!”

“yunnie aku takut!” jaejoong semakin manja dan menarik-narik kemaeja yunho,dengan tegas yunho menepisnya.

“chunnie lihat yunho dan jaejoong kenapa mereka selalu bertengkar yah,padahal mereka cocok sekali jika di pasangkan”komentar junsu sembari menunjuk yunjae yang duduk di seberang temapat meraka.
Yoochun hanya terkekeh

“aku sudah mempunyai rencana untuk menyatukan mereka baby” balas yoochun dan membisikan rencana nya tepat di telinga junsu.

“mwo? Kau serius chunnie?”

**********
Yunjaeyoosu sudah sampai di Bandara soekarno hatta,seorang pria yang sudah menunggu mereka minnie selaku sebagai guard mereka selama diindonesia.

“good afternoon sir,welcome to indonesia” ucap sembari memberi salam kepada tamu nya.dan segera mengantarkan mereka ke hotel karna waktu yang menunjukan saat nya untuk istirahat.

Im sorry sir ,we just have 2 rooms,another rooms has full” jelas minnie kepada yunjae dan yoosu.

“what!!,so how we can sleep”bentak yunho

“hya~ clamb down man,sudahlah lagi pula tidak mungkin kita mencari hotel lagi.sebaik nya kau tidur ajak jaejoong.dia kelihatan lelah.”

“yunnie~ aku ngantuk ayo tidur”pinta jaejoong sambil menusap-usap mata nya yang lelah.yunho merasa tak tega langsung mengangguk dan masuk ke dalam kamar yang di tujukan yoochun.sedetik kemudian yoochun menarik nafas nya legah.

“hufth.. untung saja yunho tidak curiga”

“chunnie.kita kan sudah memsan 3 kamar ,kemarin” heran junsu

“nde~ baby tapi kita memang harus membawa changmin untuk mendukung rencana mempersatukan yunjae”

“mwo,jadi ini juga strategi chunnie~”

*******
semua pemeran serial beranak dalam kubur versi yunjae sudah berkumpul,

“yunho ,jaejoong she is dewi persik who is will be ghost in this serial”jelas yoochun selaku produser mereka.

“good afternoon miss persik,nice to meet you” ujar yunho memperkenalkan diri dengan senyum yang manis membuat jaejoong risih.

“ah~ nice too meet you too mr jung,are you from korea right?” tiba-tiba saja percakapan yunho dan dewi persik menjadi akrab seperti tidak memerhatikan orang di sekeliling nya.
Membuat jaejoong terus menggerutu kecil.

“ah~ yes im from korea,”jawab yunho ramah.

“ I ever looked you on the tv jung yun ho,and I very love..”ucapan dewi terputus karna tiba-tiba jaejoong menyela pembicaraan mereka

“hya!! What are you saying miss persik,be polite please!” potong jaejoong dengan menaikan 2 oktaf nada suaranya.

“oh~ im sorry”

“no problem miss persik,hya jaejoong kau ini bersikap professional lah~”ucap yunho

“miss persik lets we continiue about oru topic on there” sambung yunho meninggalkan jaejoong yang sedang menahan amarah nya,dam memayunkan bibir nya sepanjang 3 inchi.

“ah~~ i think miss jaejoong have special feeling wirh you mr jung” sambung dewi dengna bincang-bincang nya kepada yunho.

“ah~ jaejoong,no we jast partner to work”

“oh~ i want to tell you,that ilove to watching drama korea” sambung dewi dengan topik nya yang di potong jaejoong.

“ah~ really?”

“yes~ do you know lee dong wook,i want you giveme his phone number” pinta persik kepada yunho.denagn raman yunho memberinya.sementara jaejoong yang memandang.

“jaejoong kau baik-baik saj” tiba-tiba junsu menghampiri jaejoong.

“junsu saipa wanita itu?”

“ah~ dewi persik jaejoong,dia adalah artis yang sedang hot di Indonesia.dan dia itu

“terkenal dengan tarian gergajinya.”yoochun menyambung ucapan junsu.

“chunnie apa itu tarian gergaji?”yoochun hanya terkekeh.

“apakah dia sudah menikah?” tyk jaejoong penasaran dalam benak nya.

“tidak dia seorang janda,kuharap tidak ada sekandal di antara mereka” jelas yoochun,yang membuat darah jaejoong mendidih.

“jaejoong kau menangis?” tanyak yunho,mengahampiri jaejoong

“aneyo”

“hya yoochun kau apakan jaejoong sampai menangis!” tyk yunho sedikit membentak

“aku~ mana aku tahu tanyakan saja pada diri mu”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
1 minggu mereka sudah membuat film itu,hari ini adalah syutting terakhir mereka

Action!! Suara yoochun menggelaggar di gedung tua itu

Sosok jaejoong sedang berlari-lari kehabisan nafas

“host-host-host-host-“keringat bercucuran dari kening jaejoong.

“lets we run!” ajak yunho menarik jaejoong berlari.

“yunnie who is she,she is ghost..”
Tanyak jaejoong yang mesih di rekam oleh berbagai macam kamera pembuatan film.

“yes,she is my ex -girl friend,dewi persik who have died 2 months agoo”

“you.. you bastard yunho!”

“baby~ lisent it has past.you are my soulmate now ,you are my life” rayu yonho.

Sesuai dengan cerita yang ada di sinopsis mengharuskan yunjae untuk berciuman,wajah mereka saling mendekat.yunho mulai mendekatkan bibir nya dengan bibir jaejoong.
Jaejoong mulai gugup dan bibir meraka saling menyentuh

CUT !!!

“hya apakah kalian tidak bisa melakukan lebih serius!!”bentak yoochun.

“miyanhe yoochun-shi”ucap jaejoong,dia tau kalau semua ini adalah kesalahan nya yang terlalu gugup dengan yunho.

“ha.. sudah lah~ sepertinya syuting hari ini selesai,dan kau yunho ajarkan jaejoong cara berciuman yang benar!”perintah yoochun sambil membubarkan semuanya.

“jaejoong kau baik-baik saja wajah mu merah” ujar yunho menatap jaejoong.

“aneyo~ aku baik-baik saja,yunnie kau mau mengajarkan aku kan,cara nya”tanyak jaejoong dengan wajah nya yang berbinar-binar.membuat detak jantung yunho semakin tak teratur.

“araseoo!”yunho menatap lekat wajah jaejoong,dan melumat bibir jaejoong dengan lembut yang lama kelama-an menjadi ciuman lembut itu berubah mnjadi penuh nafsu.
Nafas mereka saling memburu lidah mereka saling menjelajah menjadi satu.

“mpmmph mmmph.. mmmph” desah jaejoong tak tertahankan.namun yunho kembali kepikiran nya lagi,segera ia melepas ciuman itu dan berlari meninggalkan jaejong yang mematung.

“yunnie!!”bisik jaejoong.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
@ cafe paradise

“any problem mr jung?” tanyak dewi persik sambil memandang yunho yang terlihat kesal,bercampur bingung.

“ah~~ i`m not sure miss persik,I think that im anormal man.im not guy” Ucap yunho sembari meneguk wine di gelas nya.

“hm~~ so you love a man now” komentar dewi persik ,yunho menarik nafas nya dalam-dalam

“huftthhh may be.”

“mr jung,I have one people,may be he can help you.he is very famous in bali.you can go there” ujar dewi persik sambil memberi selembar kartu nama kepada yunho.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
POV JUNG YUNHO

HA~~~ aku yakin aku seorang pria tulen,bukan guy tapi kenapa aku bisa mencium jaejoong dengan nafsu brgitu. Hahh entalah apakah aku sudh menjadi guy sekarang.

Aku harus mencegah semua itu sebelum terlambat,dewi persik memberikan aku sebuah kartu nama ia menjelaskan bahwa orang ini bisa menyembuhkan penyakit seperti yang aku alami.segera ku luncurkan mobil ku kealamat itu.

“Tok-tok” perlahan kuketuk pintu itu,rumah itu cukup kecil menurut ku

“come in” perintah orang di dalam rumah,ragu-ragu aku masuk ,ku lihat ada seorang pria tinggi yang menggunakan pakain serba hitam dan menggunakan sesuatu di kepalanya yang aku tidak tahu jenis aksesoris apa itu (blangkon)

“kau ada apa kemari?” tanyak dia dengan suara tinggi,sepertinya aku mengenal nya tapi entah lah kupikir itu hanya perasaan ku saja.

“kau bisa bahasa korea?” tanyak ku ragu-ragu

“hahah tentu saja aku adalah max changmin,cucu ke 13 dari Max erot”balas dia dengan nada membanggakan.

“ah~ nde baiklah sebenar nya aku~”

“ah~ aku sudah tahu apa maslah mu,ini minumlah obat ini” tawar peria itu dengan memberikan sebuah botol yang berisi carian,aku menerima nya.

“tap~~”

“kau menyukai pria kan,itu akan membantu mu,sekarang kau keluar! Keluar!” usir dia dengan nada membentak membuat ku semakin terkejut dan lari dari hadapan orang aneh itu.

END POV YUNHO
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“yunnie kau dari mana?” cemas jaejoong yang menunggu yunho di depan kamar hotel

“kau belim tidur?”

“yunnie aku menunggu mu dari tadi”ucap jaejoong manja sambil menggandeng tangan yunho memasuki kamar.

“yunnie~ yang tadi” belum selesai jaejoong melanjutkan nya.

“lupakan saja!” jawab yunho dingin,membuat jaejoong tertunduk dan ingin menangis.

“jaejoong,kau tahu kan aku sangat mematuhi peraturan yang ada di dunia ini,aku tidak bisa mencintai pria.aku normal” jelas yunho sambil meregangkan kedua tangan nya kebahu jaejoong.

“tidak~~ aku mencintai mu yunnie sampai mati pun aku akan mengejar mu” jawab jaejoong mantap,membuat yunho semakin tidak bisa meneruskan kata-katanya yang mungkin akan membuat senyuman jaejoong memudar.

“ah~ terserah mu lah!,aku mau tidur” ujar yunho menghempaskan badan nya ke ranjang.

“yunnie ajari aku dulu,bagaimana caranya”

“ah~ shiro aku ngantuk”

“yunnie” rengek jaejoong .

“latihan saja dengan bantal!” balas yunho,namun jaejoong tidak mau kalah ia terus mengganggu yunho.

**************
Sementara di luar hotel

“bagaimana??”bisik yoosu dan minsik =>(dibaca changmin dewi persik)
Sedang mendengar pembicaraan yunjae di balik kamar hotel

“ha~~ entah lah aku tidak mendengar nya~” kesal changmin

“ah~~ masak belum berhasil juga!” grutu yoochun

“hm~~~ I believe that jung yunho loves kim jaejoong”ujar persik,sambil menenangkan mereka .

“really?” tyk yoochun dengan nada kembali semangant,

“hya~ chunnie dia ngomong apa aku gak ngerti,” balas junsu manja.

“ah~~ babby kita bahas di kamar saj yah!”jawab yoocun menggandeng tangan junsu kekamar.

*********
Sementara minsik sedang asik mengitari pesisir pantai kute.

“miss persik you are so gorgeous” rayu changmin sambil menatap dalam kea rah mata persik

“ah~~ thankyou” balas persik malu-malu

“are you have boy friend?” tyk chanmin ragu-ragu

“me,ah~~I am a widow now”

“why did you divorce with your husband?” tanyak chanmin dengan nada 2 oktaf lebih tinggi,karna semakin penasaran.

“ah~~ me I have personal reasson” ujar persik sambil melangkahkan kaki nya lebih cepat,dan changmin hanya mengikuti langkah gadis itu.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
“ok yunho jaejoong ini syuting terakhir,besok kita sudah kembali ke korea” saran yoochun

“ACTION!!”

Yunho melumat bibir jaejoong dengan lembut,mereka sudah mencoba nya tadi malam membuat jaejoong semakin terbiasa dan menikmati ciuman itu.
Perlahan namun lidah mereka sekarang sudah bergulat di dalam mulut masing-masing.
Air liur bercampur,mereka menikmati ciuman itu.hingga.

“CUTT”

“GOOD JOB!!!” teriak yoochun sambil memberikan high five kepada kru-kru nya.dan semabari tepuk tangan juga menggema menandakan bahwa syutting sudah selesai.

“tahankyou so much” ujar yunjae membungkukan badan mereka,wajah jaejoong dan yunho sudah merah seprti tomat.malu mungkin itu lah yang mereka rasakan,

Tiba-tiba tubuh yunho memanas ,ia tidak tahu hentah ada yang salah dari dirinya,segera ia memadang jaejoong yang di sebelah nya.

“yunnie kau baik-baik saja”tyk jaejoong cemas

“ah~nde ayo kita keluar!” ajak yunho menggandeng tangan jaejoong,namun
(krek-krek) “TIDAK MUNGKIN TERKUNCI!!!” teriak yunho

Yunho semakin tidak tahan lagi dengan gejala yang ada pada dirinya

FLASH BACK 2 HOURS AGO
“ah~ entah lah mau max erot,max changmin aku tak peduli,jangan sampai aku menajdi guy” gerutu yunho sambil menenguk obat yang ia dapat kan lemarin.

AND FASH BACK

Yunho menatap jaejoong,jaejoong tak kalah gelisah.ia takut dengan suasana gedung pada saat itu.walaupun di lubuk hati nya yakin bila di samping yunho dia akanmerasa nyaman.

“joongie~”

“um..” sgera yunho mencium bibir jaejoong dengan lwmbut,jaejoong tiak menolak karna di juga mencintai yunho dari dulu,yunho merasa panas.aura tubuh nya tidak dapat ia tahan lagi.Segera aku menindih nya dan memeberikan ciuman bertubi-tubi di leher nya

“ng.. ahhh.. ng… ahh… ng…ah..”

“sabar baby sempit!!”

“eng…. Ah….. ahhhh eng…..”

“ah…. Faster yunnie ahhhhhh”

“yunnie hentikan!!! Ahhhhhh”

“eng… ahh aku sebentar lagi baby…”

“enng.. ahhhh enggg ahhhhhh ahhhh aku mau kelu…”

“together baby… ahhhhhhhh eng … ahh”

mereka terlungkai lemas sampai di klimaks mereka masing-masing.

***************************************
Matahari masuk ke dalam gedung,jaejoong tak bisa bangkit bagian belakang dari tubuh nya terasa nyeri,ia sadar apa yang telah mereka lakukan kemarin.

“jaejoong kalian disana!” teriak seseorang dengan suara yang tak asing lagi,dialah yoosu.yunjae segera bangkit dan mengenakan pakaian mereka yang berserakan.

“HYA APA YANG KALIAN LAKUKAN,KENAPA KALIAN MENGURUNG KAMI!”
Murka yunho kepada yoosu

“ah~~ miyanhe yunho kami pikir kalian sudah keluar kemarin,jadi bagaimana malam kalian apakah banyak nyamuk?” goda yoochun membuat wajah jaejoong merah padam.

“AH!! DIAM KAU”

“yunnie aku lelah,aku mau istirahat di kamar!”seru jaejoong manja.tanpa perlawanan yunho memapah tubuh jaejoong ke dalam kamar hoel.ia tau jaejoong sedang kesakitan karna ulah nya kemarin.sedetik sosok yunjae hilang dari balik pintu.

“baby seperti nya kita berhasil!!” teriak yoochun sambil memerkan senyum kemenangan di wajah nya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“yunnie aku lapar~~~”ujar jaejoong manja di sebuah resotoran

“ah~ yasudah makan saja!” jawab yunho santai.

“aku mau kau suapi~~”

“ah baiklah”dengan wajah yang berbinar-binar daari mata jaejoong ,yunho tak bisa mengelak betapa cantik nya malaikat di depan nya.ia tak peduli lagi maslah dengan kenormalan.ia hanya menikmati momentnya yang sekarang.

“persawat penerbangan seoul ,akan segera berangkat di harapkan bagi peumpang segera menaiki persawat”suara itu berkumandang di Bandar soekarno hatta yunjae dan yoosu segara menaiki persawat.tak lupa chek in.

“yunnie~~ angkati koper nya!!” perintah jaejoong manja.

Sementara changmin~~~****~~~~~****

“miss persik,before I back to korea I want to tell u something” ujar changmin,sambil memegang tangan si persik

“what is that?” balas persik ,sambil menarik tangan nya dari changmin

“um~~ um~~ saranghae”

“what sarang? Sarang opo mas?? Sarang lebah,pa sarang macan?” tanyak persik heran

“oh~~ Im sorry ,I mean I ❤ you miss dewi”changmin mengutarakan perasaan nya,kepada ratu gergaji atau

si persik (a/n:author di bunuh binik changmin)

“ah~~ really,hahah I cant accept your love,I have boyfriend now,and I will merried with him soon” jawab persik,dengan nada datar.changmin menyadairi dirinya baru saja ditolak
Ia memasang wajah lemas.

“changmin~ im so sorry,but i`m happy to know you” balas persik sambil mencium tangan kanan changmin *woii persikkk don’t touch him*
Dan meninggalkan changmin yang mematung.dengan langkah gontai ia memasuki persawat.berpapasan dengan yunho.

“bukan nya dia max erot oh bukan max changmin” heran yunho dalam hati.namun mengabaikan nya karna yunho sedari tadi memerhatikan jaejoong yang menggerutu kecil.karna takut mabuk udara.

*`~*~*~*~*~*~*~we back to korea^^~*~*~*~*~*~*~*~*`

“hya kenapa kau tidak pulang menemui umma mu yunho~” ujar junsu yang sedang makan malam di apartemen .

“ah~~ aku malas,nanti umma menagih oleh-oleh yang tidak bisa aku berikan”
Jawab yunho sambil menyantap makan di depan nya.

“yunnie umma mu minta apa?” tyk jaejoong penasaran.

“ah~~ pasti umma mu minta cucu ka,tenang saja jaejoong akan memberikan nya segera”
Balas yoochun mantap,namun seketika makanan yang ada di mulut yunho menyembur ke muka yoochun,

“HYA.. YUNHO KAU !!”marah yoochun,sementara junsu sibuk menenangkan nya sambil mengelap wajah kekasih nya itu.
Jaejoong hanya terbahak-bahak melihat nya~~

******************************
Yunjae sedang bergandengan tangan dengan erat,semua kamera memerhatikan mereka.
Dan mengabadikan moment itu dengan kamera untuk di jadikan news besok di Koran seputar korea (a/n:author ngaco).hari ini hari perilisan film mereka”beranak dalam kubur versi yunjae”.para yunjae shipper pun datang untuk menyaksikan sekalian berjumpa dengan idola mereka.

Semua mata terpanah melihat,acting mereka.

“joongie aku ke toilet dulu” ujar yunho,wajah nya tetap dingin namun lambat laun jaejoong bisa merasakan kehangatan yunho,ia tersenyum manis dan mengangguk.

Yunho membasuh wajah nya dengan air,ia tak bisa berfikir lagi.mungkin kah ia sudah benar-benar jatuh cinta pada jaejoong,tanyak yunho dalam hati.
Pikiran nya buyar,ia mengacak-acak rambutnya sendiri.dan berbalik menggapai pintu.

Namun kebetulan sosok pria tinggi,sedang masuk ketoilet.yunho tak asing lagi dengan sosok itu.

“kau max changmin.” Tyk yunho ragu-ragu

“ah~ nde,apa kita pernah berjumpa.”

“bukan kah kau,pria yang menjadi pengobatan alternative di bali” tebak yunho

“ah~~ kau yunho yah?,hahah aku hampir lupa miyanhe.aku hari itu hanya di utus oleh yoosu untuk di bayar,tapi kelihatan nya tidak berhasil ”jawab changmin dengan nada polos,yunho menenangkan pikiran nya.mengepalakan tanan nya.memikirkan kalau semua ini adalah rencana mereka untuk menjebak nya dalam kekahwatiran akan dirinya sendiri.

“yunnie kenapa lama sekali” ujar jaejoong menarik lengan yunho,dengan tatapan dingin jyunho menepis nya.

“jae,yoochun,junsu aku ingin brbicara pada kalian!”perintah yunho,semua sadar bahwa yunho berekspersi dangat serius pada saat itu.membuat jaeyoosu menjadi tegang seperti terkena guncangan gemapa.

“apa maksud kalian dengan rencan ini” tanyak yunho dengan nada datar,namun penuh penekanan di setiap kaliamat nya.membuat tak ada seorang pun berani berkomentar.

“apa maksud mu yun”timpal jaejoong

“DIAM KAU!!” bentak yunho,memandang murka kearah jaejoong,yoosu sudah mnyadari kalau yunho menegtahui tak tik meraka.

“yun~ dengarkan dulu,aku melakukan semua ini untuk kebaikan mu,aku tahu kau mencintai jae tapi..”belum selsai yoochun bicara yunho sudah memotong nya dengan nada penuh penekanan.

“kebaikan ku kau bilag,ha kebaikan KAU PIKIR AKU GILA!!!,KARNA TIPU DAYA KALIA SEMUA AKU SUDAH TERJEBAK.AKU TAK PERCAYA ORANG-ORANG TERDEKAT KU TERTIPU KANRA MANUSIA SEPERTI DIA!” murka yunho menunjuk kea rah jaejoong,jaejoong menitihkan air matanya.tak pernah ia lihat yunho semarah itu,bahkan jaejoong tak menegerti apa yang yunho ucapkan.

“JANGAN MENANGIS,AKU TAK BUTUH TANGISAN ACTING MU!” teriak yunho,jaejoong hanya menangis dan membisu.air mata nya meleleh.

“hya jung yunho,jaejoong tidak ada ikut campur dalam dalang msalah ini”bela yoochun kepada jaejoong.

“HA!! TIDAK ADA KAU BILANG,KAU MEMBELANYA YOOCHUN
KENAPA?KENAPA? KAU MENYUKAI TUBUH NYA HA!”

BUKKK

Sebuah tinjuan melayang k muka yunho,yunho tak membalas dengan langkah gontai ia pergi meningalkan ruangan itu.dengan darah segar yang mengucur dari bibir nya.

“jaejoong kau baik-baik saja?” tyk junsu,menenangkan jaejoong wajah nya pucat.ia ketakutan melihat yunho yang angkuh namun baik dimaanya menjadi angkuh dan kejam membuat jaejong ak habis fakir.

“kaja!” ajak yoochun sambil membantu memapah jaejoong untuk pulang,namun tubuh nya mabruk seketiaka.

“mr kim jaejoong ah salah mrs jaejoong di nyatakan positive hamil 1 bulan” ujar sang dokter,membuat semua terkejut.namun jaejoong melebihi terkejut nya yoosu.

“HA!!!!! Tidak mungkin dokter,kau gila!” teriak jaejoong.

“jaejoong,kau kan wanita kenapa terkejut.lagi pula ini kan bisa menjadi acuhan agar yunho tanggung jawab.”ujar junsu,sambil menenangkan ketegangan suasana hati jaejoong.

“ah~ iya tapi aku..”belum selesai jaejoong mengatakan nya,yoosu sudah menarik jaejoong pulang ke apartement.
di dalam mobil jaejoong tidak habis pikir dengan apa yang terjadi pada dirinya.ia menggerutu kecil.junsu yang duduk di samping nya meremas tangan jaejoong.seolah mendukung jaejoong.

*****
Waktu menunjukan jam 12 malam,dengan langkah gontai yunho kembali ke apartement nya.suara bantingan pintu terdenganr nyaring.
Saat masuk yunho sudah di hadapkan oleh 3 orang yang membuatnya kesal hari ini.

“yunho~” sapa junsu dengan suara dholpine nya,namun yunho tak membalas.

“katakan!” perintah yunho,sambil mnatap tajam kearah 3 orang di depan nya.

“yunho~ jaejoong hamil.” Jawab yoochun mantap.suasana kembali tegang,jaejoong pun hanya mematung.seketika yunho terdengangar suara yunho yang terkekeh,mendengar ucapan yoochun.

“HYA~~ APA KAU GILA,lulucon apa lagi ini?” ujar yunho dengan nada meledek.

“INI TIDAK LULUCON BODOH!!” bentak junsu.aku punya buktinya memberikan sebuah hasil laboratorium,yunho meraih document itu dan dengan sekektika merobek kertas nya menjadi bebrapa lembar,membuat jaeyoosu mengangak kaget.
Dan yunho memasuki kamar nya dan membanting pintu kamar.

########################################

“umma~” jaejoong menelpon umma nya,untuk meminta penjelasan akan yang terjadi pada dirinya.

“ah~~ joongie akhirnya kau menelpon.umma sudah melihat film terbaru mu~ yatuhan kau cantik sekali disitu” omel mrs kim dari balik ponsel.

“iya~ umma aku ingin bertanya!”pinta jaejoong,dan sekaetika umma nya diam

“tanyak apa joongie?”

“apa gen dari keluarga kita mempunyai kelainan,atau seperti pria yang mengalami kehamilan gitu” tanyak jaejoong ragu-ragu.

“iya~ dari mana kau tahu joongie.padahal umma belum menceritakan nya pada mu.
Memang dulu pernah terjadi kejadian seperti itu,tapi sudah lama tidak ada lagi keanehan seperti itu,tapi tunggu jangan-jangan kau~”

“umma~~ aneyo aku tidak hamil”

“ah~ kau berbohong joongie katakana siapa appa nya.”
Seketika jaejoong memutuskan telpon nya,tidak inig di teroro sang umma.

(buk)suara bantingan pintu dari kamr jaejoong,membuat jaejoong meloncat kaget.

“yunnie~ kau “ sapa jaejoong ragu-ragu.

“KELUAR!,AKU SUDAH MUAK MELIHAT WAJAH MU!”perintah yunho,sambil memberikan 2 buah koper jaejoong,jaejoong mesih mematung dengna posisinya.

“KU BILANG KELUAR!!!”bentak yunho dengan pandangan muak kepada jaejoong,junsu yang mendengar ribut-ribut langsung keluar.

“hya yunho apa yang kau lakukan!”

“aku ingin dia keluar!” semua tahu reaksi yunho,tidak main-main.
Jaejoong meraih kopernya.dan segea keluar junsu membantunya.

“biar aku antar”tawar junsu.

“tapi kita mau kemana ,aku tidak mau pulang kerumah apalagi ke apartement ku yang lama” rengek jaejoong

“ah~ tenang saja jaejoong,aku tahu tempat yang pas untuk mu.”

“ajhumma!!” teriak junsu,dari balik kediaman rumah jung.

“ah~~ junsu sedang apa malam-malam kesini” Tanya mr jung yang menghampiri jaesu dari balik gerbang.

“ajhumma~~ igo uri jaejoong”

“ah~ yah aku sudah kenal,yatuhan kau cantik sekali jaejoong ajhumma sangat fans dengan mu”canda mr jung ssambil memeluk jaejoong.

“ajhumma~~ aku ingin menjelaskan sesuatu,tapi sebaik nya di dalam saja ya?” pinta junsu

*****

“MOUT!!!!! JAEJOONG HAMIL ANAKNYA YUNHO!!!!”
Junsu hanya mengangguk kan kepala nya,

“AIGOO~~” Seperti yang di harapkan mrs jung ,ingin mempunyai seorang cucu.betapa bahagia nya mrs jung.mrs jung memeluk jaejoong.

“jaejoong~ kau harus teap semangat!,seperti dulu kau mengejar yunho ok hwaitting!”
Ujar junsu sambil pamit pulang,jaejoong tersenyum kecut.
Dan membiarkan sosok junsu menghilang dari hadapan nya.