fanfiction for our soul

Posts tagged “choi minho

Prince Pinky I Love U ^^


Title: Prince Pinky I Love U^^

Author: Queenloveminho aka Dian

Genre: Romance mgkn^^

Rating: PG-15

Length: Oneshoot

Cast:

Choi Minho ( Minho )

Kim Kibum ( Key )

 

Disclaimer : Cast punya aku#plakk# cerita murni hasil pikiran aku.. jangan di  CoPas yo.. jangan bashing ok^^ ..

 

NB : Ini FF oneshoot lagi, sebelumnya aku adalah readers juga, ingatkah dengan ID ‘Queenloveminho’ ini adalah ID aku disetiap coment^^ , awalnya jadi pembaca setia FF tapi karna aku juga pengen coba jadi penulis, jadi terciptalah FF ini, mianhae kalo belum sempurna, namanya juga mazih baru dalam dunia tulis menulis FF^^ aq pke MinKey couple… jadi mian kalo kurang bagus *hargailah karyaku ini ea :)* ni FF juga udah di publish di WP aku ndri (http://queenloveminho.wordpress.com/

 

 

Happy membaca ea ^^

 

Minho’s PoV

@Taman

Begitu indahnya cintamu..

yang kau berikan untukku..

cause your in my heart..

and i love u forever ❤

kau yang mengisi relung jiwaku..
kimi ni muchu nanda..

i`m in love with you 

aishiteru ❤
bokuo mite kimi wa boku no mono

kaulah yang terbaik untuk diriku

i`m so crazy `bout you aishiteru

motto aishite boku wa kimi no mono

cintaku hanyalah untuk dirimu

i`m so in love with you aishiteru ❤

kimi nashi ja ikirarenai

ku ingin s`lalu denganmu

hanareta kunai aishiteru

shinjite


itsumo aishiteru, shiteru darro shiteru darro


kimi ga hosii bokuno kimochi wakkate


itsumo, itsumo, itsumo aishiteru

bokuo mite kimi wa boku no mono

kaulah yang terbaik untuk diriku

i`m so crazy `bout you aishiteru

motto aishite boku wa kimi no mono

cintaku hanyalah untuk dirimu

i`m so in love with you aishiteru

i`m so crazy ‘bout you aishiteru

i`m so in love with you aishiteru

 

 

Lantunan lagu favoritku terdengar indah dari headsetku, yang tiba-tiba langsung dimatikan oleh key, karna aku tak ingin membuatnya ngambek, jadi aku membiarkan saja dia mematikan ipodku.

“Minho-ya, apa kau sungguh sangat mencintaiku?” tanya key sambil memegang tanganku dan menatap mataku sangat dalam dengan mata kucingnya itu.

“Tentu saja aku mencintaimu chagi, sangat.. sangat.. sangat mencintaimu.” sahutku seraya menatap matanya dengan sangat lekat untuk meyakinkannya.

“Kenapa tidak pernah berkata ‘Aku cinta padamu’ sih ?” ucapnya bawel sedikit memanyunkan bibirnya yang berwarna pink. Membuatku terpesona dibuatnya. 🙂

“Ommona!! Kyeopta !! neomu kyeopta chagi…” balasku terkekeh geli dengan ekspresinya yang lucu itu.

“Ya! Waeyo? kenapa malah tertawa huh…!” sahutnya jutek.

“Kan tadi aku sudah bilang ‘Aku sangat mencintaimu’ , apa itu kurang? huh…!” balasku tak kalah jutek.

“Seberapa besar cintamu padaku chagi ?” tanyanya lagi seraya memegang kedua bahuku.

“Cintaku sedalam samudra, setinggi langit di angkasa… Cintaku sebesar dunia, seluas jagat raya ini kepadamu nae Kibum^^ saranghaeyo jeongmal saranghaeyo.” ucapku sehingga menimbulkan rona merah di kedua pipiku, aissshh.. malu rasanya sehingga aku menundukkan sedikit kepalaku.

“Jeongmalyo chagi? ucapnya membuatku semakin menundukkan kepalaku karna aku sangat malu menatap wajahnya yang sangat berseri. Sangat cantik untukku.

“Kenapa masih bertanya sih, tidak tau apa kalo sekarang mukaku memerah karna pertanyaannya itu..” gumamku sambil tetap menunduk.

Tak lama kemudian kurasakan kurasakan tangannya mendongakkan daguku, menatapku lekat-lekat dan tersenyum manis ke arahku, sedetik kemudian bibir tipis pinknya mendarat lembut di atas bibir tebal ku, mencium dengan sangat lembut, ciuman penuh cinta.

Tak lama kemudian ia melepaskan bibirnya dari bibir tebalku, sambil berkata “Aku sangat mencintaimu minho-ya, mencintaimu selamanya.” ujarnya tersenyum menawan padaku.

Sambil membalas mencium bibirnya sekilas aku berkata “Nado saranghae.. Kim kibum, kau milikku seorang.” tegasku dengan wajah berbinar-binar.

“Ya! Aku tentu saja milik kedua orang tuaku dong.” sahut key sambil memanyunkan bibirnya. Aissh..dia ini menantangku untuk menciumnya ya, suka sekali memanyunkan bibir sexynya itu, apa dia tidak tau jika sedari tadi aku sudah menahan diri agar tak menyerangnya. Huh. Cantiknya namjachingu ku ini.

“Kalau begitu lebih baik aku menikahimu saja, otthe? kau mau kan menikah dengan namja mu ini..” balasku kemudian menggenggam tangannya dan kulihat dahinya berkerut mendengar pertanyaanku. aku nekat seperti ini, karna aku terlalu mencintainya.

“Hmm… bagaimana yah? ” seru key membuatku deg-degan karna penasaran akan jawabannya.

“Kim Kibum , maukah kau menikah denganku? menjalani hidup ini bersamaku selamanya? dan menjadi ibu dari anak-anak ku kelak ? chagi-ya jawablah, jangan membuatku penasaran.” aku kembali mengulang pertanyaanku, sambil menatapnya lekat untuk menunggu jawabannya.

Tak lama kemudian dia pun menjawab “Ne~ aku mau menikah denganmu nae keroro, menemanimu menjalani hidup ini selamanya, dan sangat bersedia menjadi ibu untuk anak-anak mu kelak, aku akan menjadi istri yg baik untukmu..” jawabnya dengan wajah merona yang membuatnya sangat cantik dimataku.

“Gumawo chagi-ah, Prince Pinky I Love U, kau hanyalah miliku.” ucapku seraya tersenyum sangat manis sambil mengecup singkat bibir tipisnya.

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Key’s PoV

@Taman

Kuperhatikan sangat serius wajah tampan namjachingu ini, sangat tampan sekali, sehingga aku takut dia berpaling pada namja atau yeoja lain. Daritadi hanya memegang ipodnya dan terus memakai headsetnya. Karna aku kesal, akhirnya aku melepas headsetnya itu dan mematikan lagu yang tengah mengalun di ipodnya.

“minho-ya, apa kau sungguh sangat mencintaiku?” tanyaku sambil memegang tangannya dan menatap mata elangnya sangat dalam dengan mata kucingku ini.

“Tentu saja aku mencintaimu chagi, sangat.. sangat.. sangat mencintaimu.” sahutnya seraya menatap mataku dengan lekat.

“Kenapa tidak pernah berkata ‘Aku cinta padamu’ sih ?” ucapku bawel sedikit memanyunkan bibirku.

Ini yang aku herankan, namjaku ini jarang sekali mengatakan ‘aku cinta padamu’ yang membuatku curiga saja, jika dia memiliki namja atau yeoja lain dibelakangku, tapi kini dia malah mengodaku..

“Ommona!! Kyeopta !! neomu kyeopta chagi…” balasnya terkekeh geli menatapku.

“Ya! Waeyo? kenapa malah tertawa huh…!” sahutku jutek.

“Aisshhh… tak bisakah kau langsung menjawabnya.. malah seperti ini, suka sekali sih menggodaku” gerutuku dalam hati.

“Kan tadi aku sudah bilang ‘Aku sangat mencintaimu’ , apa itu kurang? huh…!” balasnya tak kalah jutek.

“Seberapa besar cintamu padaku chagi ?” tanyaku lagi seraya memegang kedua bahunya.

“Cintaku sedalam samudra, setinggi langit di angkasa… Cintaku sebesar dunia, seluas jagat raya ini kepadamu nae Kibum^^ saranghaeyo jeongmal saranghaeyo.” ucapnya langsung menundukkan sedikit kepalanya. Heh. Apakah dia malu, lucu sekali namjaku ini.

“Hahahaha.. sepertinya wajahnya memerah setelah mengatakan itu tadi padaku, membuatnya sangat tampan..” batinku dalam hati.

“Jeongmalyo chagi? ucapku sengaja membuatnya semakin merona karna aku sangat senang mendengar kata-katanya tadi.

Tak lama kemudian aku memegang wajahnya, mendongakkan dagunya, menatapnya lekat-lekat dan tersenyum manis ke arahnya, sedetik kemudian bibir tipisku mendarat lembut di atas bibir tebalnya, mencium dengan sangat lembut, ciuman penuh cinta yang aku berikan padanya, dengan segenap cintaku.

Tak lama kemudian aku melepaskan bibirku dari bibir tebalnya, sambil berkata “Aku sangat mencintaimu minho-ya, mencintaimu selamanya.” ujarku memamerkan senyumku yang sangat menawan padanya.

Dia balas mencium bibirku sekilas lalu berkata “Nado saranghae.. Kim kibum, kau milikku seorang.” tegasnya dengan wajah berbinar-binar.

“Aissh.. membuatku berdebar saja.. dasar keroro..” batinku sendiri.

“Ya! Aku tentu saja milik kedua orang tuaku dong.” sahutku sambil memanyunkan bibirku.

“Kalau begitu lebih baik aku menikahimu saja, bagaimana? kau mau kan menikah dengan namja mu ini..” balasnya kemudian menggenggam tanganku, dahinya berkerut menunggu jawabanku.

“Hmm… bagaimana yah? ” seruku sengaja membuatnya penasaran.

“Kim Kibum , maukah kau menikah denganku? menjalani hidup ini bersamaku selamanya? dan menjadi ibu dari anak-anak ku kelak ? chagi-ya jawablah, jangan membuatku penasaran.” dia kembali mengulangi pertanyaannya lalu menatap mata kucingku ini dengan sangat lekat.

“Ne~ aku mau menikah denganmu, menemanimu menjalani hidup ini selamanya, dan sangat bersedia menjadi ibu untuk anak-anak mu kelak, aku akan menjadi istri yg baik untukmu..” jawabku cepat padanya.

“Gumawo chagi-ah, Prince Pinky I Love U, kau hanyalah miliku.” ucapnya seraya tersenyum sangat manis sambil mengecup singkat bibir tipisku.

“Nado saranghae.” balasku memeluknya dan melingkarkan tangannya dipinggang rampingku.

 

The end

 

Aigoo..aigooo….gaje kah.. pendek kah, wkwkwkwk.. author lg kumat.. kumat gara2 trlalu cnta ma nae key..*minho ngambek dpojokan* *ditalak jd anae* #andweeeee*plakk#

RCL harus ea…. ^^

kalo ga dosa loh… hehehehe..

yang buka wajib Coment and like ea..

Iklan

Kuingin kau tau


Title : Ku ingin kau tau

Author : Queenloveminho aka Dian

Genre : Romance and cri tw ndri ea^^

Rating : PG-15

Length : Oneshoot

Cast :

Jung Jinyoung ( Youngie )

Choi Minho ( Minho )

Other Cast :

Kim Kibum ( Key )

Lee Chan Hee ( Chunji )

yang laen cri tw ndri ea^^

Disclaimer : Cast and other cast milik aku.. hehehe.. murni hasil imajinasiku loh.. jangan di Copas tanpa ijin.. jangan ngebash ea.. hargailah aku berkarya.. walau aq trbilang mzi bru dalam mnulis ff.. hehehehe 😀

NB: Ini FF oneshoot aku, sebelumnya aku adalah readers juga, ingatkah dengan ID ‘Queenloveminho’ ini adalah ID aku disetiap coment^^ , awalnya jadi pembaca setia FF tapi karna aku juga pengen coba jadi penulis, jadi terciptalah FF ini, mianhae kalo belum sempurna, namanya juga mazih baru dalam dunia tulis menulis FF^^ Ada lirik lagu favoritku yg aq masukin ke ceritanya.. *So sad bgt lgux bwt aq#gtw klo bwt reader* aq pke  MinYoung couple^^ FFnya juga pernah aku publish d WP aq (http://queenloveminho.wordpress.com/

***^_^_^_Happy Reading_^_^_^****

Youngie’s PoV

“Ya! Chunji-ah, jangan mengodaku.. #pletakk# ini hadiah untukmu..” marahku padanya sambil menghadiahkan sebuah jitakan keras tepat dikepalanya.

Sambil mengusap2 kepalanya dia mengomel “Huh, kenapa kau selalu memukul kepalaku sih, memang salah jika aku berkata seperti itu padamu, kau ini namja babo sih..dasar!” ucapnya menoyor pelan kepalaku.

“Yak! Beraninya kau padaku, salah sendiri kau punya mulut tapi tidak bisa diam.. selalu saja mengejekku karna itu..” ujarku kesal menatapnya.

Sambil terkekeh dia mencibir “Dasar namja.. menyukai namja saja tidak mau mengakuinya, malah sekarang kesal sendiri karna namjanya sudah memiliki kekasih.. kau memang bodoh, lelet sekali sih.. akhirnya kau didahului olehnya..kasian kasian*ala upin ipin#kok tw ya si chunji#abaikan saja* kalo sudah begini kau sendiri yang menyesal kan..”

“Sudah cukup!! jangan menceramahiku seperti itu donk, telingaku jadi panas mendengarnya.” teriakku menatap tajam kearahnya.

“Lebih baik kau jadian saja denganku, daripada kau terus memandangnya yang tak pernah memandangmu, apa kau tidak lelah terus mencintainya diam-diam seperti ini, aku saja lelah setiap hari terus melihatmu yang hanya bisa memandangnya saja dari kejauhan.” sahutnya padaku.

“Huh.. semudah itukah kau mengatakan itu semua padaku, sepertinya otakmu harus di restart ulang agar kau tidak melantur seperti ini, kau kan sudah mempunyai L.Joe, apa kau tidak mengingatnya, itu urusanku jika aku bersikap seperti itu, tak usah mempermasalahkannya lagi.” sungutku kesal.

“Aisshh.. tentu saja aku selalu mengingatnya, tidak mungkin aku melupakan namjachingu ku sendiri, walaupun kau sangat cantik, hajiman kau sedikit cupu dan babo tentang perasaanmu itu, kenapa tidak di ungkapkan saja sih, kenapa repot-repot tetap menyimpannya sendiri..” gerutunya panjang lebar padaku.

“Sudahlah. Jika waktunya sudah tepat, pasti aku akan menyatakan perasaanku padanya, kau tak perlu khawatir padaku, gumawo chunji-ah, kau sahabatku satu-satunya yang paling mengerti aku, pulanglah, aku ingin sendirian sekarang.” balasku padanya.

Kulihat dia menghela nafasnya sejenak “Baiklah jika itu maumu, aku juga tidak bisa memaksamu, aku hanya ingin kau segera menemukan kebahagiaanmu, aku pamit pulang.” setelah membelai lembut kepalaku dia langsung menghilang dibalik pintu kamarku.

“Hati-hati.” ucapku walau tidak terdengar olehnya.

Sekarang disinilah aku, sendirian memikirkan semua yang chunji katakan padaku, aku memang namja babo, aku tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan perasaanku pada Key, iya key adalah namja yang aku cintai selama 3tahun ini, aku hanya bisa memandangnya saja tanpa menyatakan perasaan yang aku miliki untuknya, aku memang menyesal karna tidak secepatnya mengungkapkan cintaku padanya, sampai akhirnya dia sekarang telah menerima namja yang bernama Lee taemin itu sebagai namjachingu nya, Lee Taemin adalah namja yang mengejar-ngejarnya selama beberapa bulan terakhir, rasanya memang menyakitkan menerima kenyataan pahit ini, tapi aku pun tak bisa melabraknya karna aku bukan siapa-siapa key, mungkin yang dia tau aku hanyalah seorang namja cupu yang kutu buku, dia tidak pernah memandangku, hanya aku saja yang menatapnya dari kejauhan, melihat tingkah lakunya yang sangat cerewet, dan tentang ketertarikannya pada fashion, juga keahliannya dalam memasak, begitu sangat beruntung taemin menjadi kekasihnya, mungkinkah aku bisa menyatakan perasaanku padanya? Aku juga tidak bisa selamanya memendam cinta ini untuknya, karna ini juga sangat menyakitkan untukku, semoga saja aku bisa melakukannya.

************^_^_^_^_^_^_^***************

Chunji’s PoV

 

Aku tidak habis pikir kenapa youngie bodoh sekali mencintai namja yang bernama key itu selama 3tahun ini tanpa menyatakan perasaannya itu, apa hebatnya namja itu, youngie selalu saja memandang kearah namja itu, padahal namja itu tidak pernah sekalipun memandangnya, aku selalu saja mengodanya karna kebodohannya itu, aku ingin dia segera menemukan kebahagiaannya tanpa harus terus memendam cintanya pada key, huh.. namja itu juga kini sudah memiliki kekasih, benar-benar memprihatinkan sekali nasib cinta youngie, tidak seperti nasib cintaku bersama L.Joe namjaku yang selalu dihiasi kebahagiaan, walau aku sudah mempunyai kekasih, aku tetap memperhatikan youngie sahabatku, dan berusaha menasehatinya agar tidak perlu repot-repot mencintai namja bernama key itu, tapi selalu berakhir seperti ini, iya dia selalu menyuruhku untuk meninggalkannya sendiri dulu, aku berpikir sebenarnya dia mendengarkan ucapanku selama ini atau tidak sih, kenapa dia tetap saja memendam cintanya yang sia-sia itu pada namja yang bernama key itu.

“Ommo!! Aku jadi telat nih.. aigoo.. aku harus menjemput dia sekarang, jika tidak namja itu pasti akan melemparku ke segitiga bermuda.” gerutuku sendiri.

Setelah dua jam kemudian akupun sampai ke bandara internasional incheon, dan mengarahkan pandanganku keseluruh penjuru bandara yang nampak ramai ini “aissshhh… dimana sih dia, apa dia sudah pergi sendiri karna terlalu lama menungguku.” gerutuku sedikit kesal.

“Ya! Kau ini lama sekali sih! Aku sudah 6 jam menunggumu disini tau! Kau kemana saja daritadi tidak datang-datang juga untuk menjemputku..hah.” bentaknya menoyor kepalaku keras.

“Huh. Appoyo hyung, mianhae hyung.” erangku mengusap-usap kepalaku sambil meminta maaf padanya.

“Huh. Aku selalu saja menerima hadiah yang menyakitkan dikepalaku ini, padahal tadi kepalaku sudah sakit karna dijitak dengan keras oleh youngie sekarang kau juga ikut-ikutan hyung.” sungutku kesal pada namja yang kupanggil hyung ini.

“Salah sendiri, kau yang memulainya tau, rasakan saja jika begitu, apa hubungannya aku ikut-ikutan dengan siapa yang kau bilang tadi? Memangnya karna apa dia menjitakmu?” tanyanya penasaran.

“Namanya youngie, dia sahabatku, sudahlah aku tidak mau panjang lebar bercerita padamu.” putusku padanya.

“Ya sudah kalo begitu, sekarang kau angkat semua koper-koperku dan bawa masuk kemobil, ppali..” suruhnya padaku.

“Huh. Menyusahkan saja kau ini hyung, memangnya berapa lama kau akan tinggal dikorea? Banyak sekali barang-barangmu ini.” sahutku sebal.

“Mungkin saja selamanya, menurutku lebih enak tinggal dikorea daripada tinggal di perancis, lagian umma dan appaku juga tidak mempermasalahkannya, karna mereka menitipkan aku pada kedua orangtuamu selama aku disini, dan kau.. apa kau keberatan jika aku tinggal menetap dikorea?” balasnya padaku.

Sambil mengemudikan mobil aku menjawab “Aku tentu saja senang jika kau disini hyung, lagian juga ide yang bagus jika kau menetap di korea, kau akan kuliah disini kan?” tanyaku singkat.

“Ne. lihat saja nanti, bagaimana dengan sekolahmu disini, apa kau sudah mempunyai kekasih disini?” katanya singkat.

“Baik-baik saja hyung, Kalo aku pastinya sudah punya hyung, namanya L.Joe, kami berpacaran sudah cukup lama, bagaimana dengan kau sendiri hyung, apa disana kau tidak mempunyai kekasih?” tanyaku ingin tau.

“Anni. Aku ingin mencari di korea saja, aku tidak terlalu berminat mencari kekasih perancis.” ucapnya seraya menyunggingkan senyuman.

3 jam kemudian kami sampai dirumah, karna jalanan tadi sedikit macet, jadi kami sampai agak malam dirumah.

“Umma, aku pulang..” ujarku singkat memasuki rumah bersama dengan hyungku, agak kerepotan karna barang-barangnya berat sekali.

“Aigooo, putra kecilku telah datang, kau sangat tampan sekali sekarang nak.. iyakan appa?” ujar umma mengusap kepala hyungku.

“Ne. Dia sekarang sudah menjadi namja dewasa yang sangat tampan.” ujar appa mengiyakan kata-kata umma.

“Huh. Selalu saja aku dilupakan jika minho hyung datang ke korea, aku merasa menjadi anak angkat saja disini, sebenarnya anak umma dan appa itu aku atau dia sih, lagian juga aku tidak kalah tampannya dengan minho hyung, malah aku jauh lebih tampan darinya.” rajukku pada mereka.

“Kau ini tidak tampan, tapi kau ini sangat cantik.” seru umma sambil terkekeh.

“Aiishh, anak appa ini, pada kakak sepupu sendiri saja sudah iri, kami kan sudah lama tidak bertemu dengan minho, jelas saja kami rindu sekali padanya yang sudah kami anggap anak sendiri, sudah antar minho kekamarnya, dan biarkan dia istirahat sekarang.” terang appa padaku.

“Iya appa, ayo hyung.” ucapku pada appa dan langsung mengantar minho hyung menuju kamarnya.

“Selamat datang ke kamarmu hyung, kamar ini selalu dibersihkan umma, walau kau tidak ada disini, sekarang istirahatlah, aku juga sudah capek” ucapku berlalu meninggalkannya.

“Gumawo chunji-ah, besok akan kuantar jemput kau kesekolah sebagai gantinya, otthe?” ucapnya menahanku.

“Ne, cheonmaneyo hyung. Memangnya kau bisa bangun lebih pagi dariku, aku malah takut jika aku akan terlambat untuk menunggumu bangun.” kekehku pelan padanya.

“Lihat saja besok chunji-ah, kau pasti akan kaget karna aku sudah bangun duluan sebelum kau.” balasnya menatapku tajam.

“Ya sudahlah, aku mau tidur.” ucapku benar-benar berlalu meninggalkannya sendiri dikamarnya.

Dia adalah kakak sepupuku, anak dari bibi yuri adik perempuan appa, namanya Choi Minho, namja kyeopta yang jago basket, bertubuh lebih tinggi dariku.

**************^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_***********

Youngie’s PoV

Ku ingin kau tau..

didalam hatiku telah lama tersimpan rasa cinta untukmu..

walau kau takkan pernah tau..

masihkah mungkin hatimu kan jadi milikku..

akankah kau mengerti perasaanku padamu..

walaupun kau takkan pernah tau..

mengertilah cinta ini tlah lama kupendam..

hanyalah kepadamu..

didalam hatiku..

haruskah ku ucapkan..

kata hati ini padamu..

atau hanya bermimpi hatimu untukku..

 

angin malam sampaikan..

kepada dirinya..

kuhanya bermimpi yang mendambakanmu..

 

Saranghaeyo key ❤

 

kuhapus air mataku setelah selesai menulis ungkapan hatiku padanya di dalam buku diary ku, iya selama ini aku hanya mengungkapkan betapa diriku mencintainya didalam diary ini, dia adalah cinta pertama untukku, apakah aku harus berubah agar dia memandangku, pagi ini seperti biasanya aku selalu menulis diary dulu sebelum berangkat kesekolah walau pada akhirnya air mataku selalu jatuh tanpa aku perintahkan, aku berjalan mendekat pada kaca besar dikamarku, memandang wajahku sendiri dan bergumam “Sepertinya kata-kata L.Joe ada benarnya juga, baiklah lebih baik aku sedikit merubah penampilanku” aku melepaskan kacamata tebalku, dan aku menganti kacamataku dengan softlens yang diberikan L.Joe padaku. Hmm.. nampak berbeda saat tak menggunakan kacamata, tapi lebih baik aku tak menggunakannya saja, kemudian aku pun sedikit memoles wajahku dengan pelembab wajah dan menyisir rambut blondeku ini yang selalu terlihat culun agar terlihat lebih lebih imut*gyahahaha narsisnya*, akupun langsung keluar dari kamarku dan turun kebawah menuju meja makan.

“Pagi, umma, appa..” ucapku sambil mencium pipi umma dan appa secara bergantian.

“Pagi princess, kau sangat cantik hari ini, sepertinya ada yang beda darimu pagi ini, tapi apa ya..” ujar appa menatapku.

“Wah.. anak umma sangat cantik tanpa memakai kacamata tebal itu, neomu yeppeo chagi, darimana kau mendapatkan ide memakai softlens, karna waktu itu saja kau umma suruh untuk mengganti kacamatamu dengan softlens tapi kau malah menolaknya.” sahut umma menatapku.

“Aku ingin sedikit merubah penampilanku umma, aku tidak mau terlihat selalu cupu..hehehe.. L.Joe   yang memberikan softlens ini untukku.” jawabku pada umma.

“Baiklah aku berangkat dulu umma, appa, kasihan lee ahjusshi yang menungguku daritadi didalam mobil.” pamitku mengigit rotiku, dan menyeruput susu buatan umma.

“Kkaja pak lee, kita langsung saja berangkat kesekolah.” ujarku pada pak lee sambil tersenyum.

“Tuan muda, hari ini anda sangat cantik sekali, saya senang sekali anda sudah tidak menggunakan kacamata itu lagi, lebih baik anda selalu seperti ini.” ujarnya jujur padaku, aku hanya menanggapi dengan senyum menawanku saja.

Tak perlu kaget jika semuanya berkata aku cantik, karna ini kelebihanku, aku diberi wajah yang lebih cantik dari semua yeoja, tapi sayangnya aku dulu sedikit culun dan menurutku panggilan princess tampaknya lumayan juga..hehe*kagak ada yg lucu oppa*.

Tak lama kemudian aku pun sampai didepan gerbang sekolah, waktu aku akan masuk ke dalam sekolah, ada yang memanggilku dari arah dalam mobil “Youngie-ah.” akupun menoleh kearah orang yang memanggilku, ternyata yang memanggilku adalah chunji.

“Eh, kau sudah sampai chunji-ah, tumben sekali kau diantar, biasanya kau kan membawa mobil sendiri.” tanyaku padanya.

“Ne, hyungku hari ini sudah berjanji akan mengantar jemputku kesekolah selama dia disini.” jawabnya sambil tersenyum.

“Hyung, sudah sana kau pergi untuk mendaftarkan diri di Universitas Konkuk, nanti terlambat.” ucapnya pada namja yang ada didalam mobil.

“Baiklah, selamat belajar chunji-ah.. hmm.. annyeoong..” ucap namja itu sambil menundukkan kepalanya kearahku, yang kutanggapi dengan senyumanku.

“Ckck, dasar hyungku itu, aku tidak menyangka jika dia banyak berubah setelah lama tak bertemu denganku, kkaja kita masuk.” ujarnya padaku sambil berjalan masuk kedalam sekolah.

“Dia itu hyungmu, setauku kau tidak mempunyai hyung juga dongsaeng, kau kan anak tunggal sama sepertiku, aku sangat kaget kau memanggilnya dengan sebutan hyung.” ujarku heran kepadanya.

Dia sedikit terkekeh lalu menjawab “Dia adalah kakak sepupuku, anak dari adik perempuan appa, namanya Choi Minho, selama ini dia tinggal di perancis bersama kedua orangtuanya dan juga hyungnya, sebenarnya dia orang korea, tapi karna appanya mengurus bisnis di perancis, dia dan keluarganya memilih pindah keperancis sejak dia masih SD, dan hanya mengunjungiku 1 tahun sekali, tapi kini dia akan tinggal menetap bersama dengan keluargaku di korea.” ujar chunji panjang lebar kepadaku, dan aku hanya menanggapi dengan ber ‘oh’ ria saja.

“Hari ini kau berbeda sekali, jauh lebih cantik dari sebelumnya, kau menerima saran L.Joe kemarin padamu, untuk menggunakan softlens dan sedikit memoles wajahmu itu, sungguh beruntung dirimu di anugerahi wajah secantik malaikat youngie-ah, jadi kau tak perlu susah-susah memakai kosmetik yang dapat merusak wajahmu itu, cukup sedikit memoles dengan pelembab saja sudah sangat cantik untuk dilihat.” ucapnya tersenyum bangga.

“Ne. Gumawo chunji-ah, kau dan L.Joe memang sahabat yang baik, tapi dimana dia sekarang, apakah belum datang.” ujarku pada chunji.

“Aku tidak tau, katanya tadi sih dia sudah ada dijalan menuju sekolah, nah itu dia baru keluar dari mobilnya, kita kesana dulu.” ucapnya sedikit menarikku kearah L.Joe.

“Annyeong chagi-ah, kau tampan sekali hari ini, aku semakin cinta padamu.” ucapnya entah itu rayuan atau kenyataan, aku tak mau ambil pusing melihat kemesraan kedua sahabatku ini.

“Annyeong chagi-ah, annyeong youngie-ah, wah kau cantik sekali hari ini yougie-ah, kau tidak perlu memakai kacamata itu lagi sekarang, softlens itu bisa bertahan lama, dan aku juga sudah menyiapkan banyak stok untukmu, hehehe, kau kan tau jika perusahaan appa ku adalah perusahaan softlens terbaik di dunia*rada ngaco ne orang*, kau pasti bisa menarik perhatian semua namja, asalkan jangan sampai menarik perhatian chunji dariku.” ucapnya panjang lebar memandangku, akupun menyipitkan mataku kearahnya dan dia hanya menanggapi dengan kekehannya “hehehe, aku bercanda youngie-ah, jangan dianggap terlalu serius kata-kataku yang terakhir tadi. ok..” dia tersenyum kearahku.

“Ya sudah kita masuk saja kekelas sekarang juga.” ucapku menarik tangan chunji sambil sedikit berlari.

“Ya! Jangan tinggalkan aku sendirian.” ucap  L.Joe mengejarku dan chunji.

“Brakkk.. brukkk… gedebak..gedebukk!! *suara orang jatuh* “ Huh, appoyo!” pekikku dan chunji bersamaan.

“Chagi-ah, kau tidak apa-apakan, kau juga kan youngie-ah?” tanya L.Joe padaku.

“Hmm.. mianhae.. aku tidak sengaja menabrakmu tadi, sini kubantu kau untuk bangun.” ujar key padaku sambil mengulurkan tangannya padaku. Benar namja itu adalah key, namja yang menabrakku dan chunji adalah key.

Sambil membalas uluran tangannya aku berkata “Gumawo ea, nado mianhae karna aku juga salah.” ucapku tersenyum padanya.

“Siapa namamu? aku belum pernah melihatmu disini sebelumnya, apa kau murid baru?” tanyanya padaku.

“Anni, aku bukan murid baru, namaku Jung Jinyoung.” ujarku padanya.

“Ya tuhan, selama ini aku hanyalah di anggap angin yang berlalu olehnya, mengenal namaku saja tidak, malang sekali nasibku.” batinku dalam hati, menahan sakit didalam hatiku yang tiba-tiba datang.

“Chagi-ah, sedang apa kau disini bersama dengan mereka, ayo kita segera pergi, kan kita ada urusan penting.” ucap namja itu yang tiba-tiba datang sambil mengerlingkan matanya kearah key, dan namja itu adalah taemin kekasihnya key.

“Ehm ne chagi, kkaja, jinyoung-ssi aku pergi dulu, oya, namaku key.” ucapnya berlalu meninggalkanku dengan chunji dan L.Joe.

Tak lama kemudian setelah kepergian key, kurasakan airmataku jatuh tanpa kuperintah membasahi pipiku.

“Youngie-ah, jangan menangisinya lagi, sia-sia semua yang kau lakukan kini, sudahlah lupakan dia, kau dengar sendiri kan, dia tadi tidak mengenalmu sama sekali, aku tidak tau karna apa dia tidak mengenalmu walau kau sudah berubah sedemikian mungkin seperti saat ini, padahal selama ini kau selalu memandangnya, dia benar-benar namja yang babo.” ujar L.Joe  agak kesal padaku.

“Sudah joe-ya, jangan seperti ini pada youngie, ulljima youngie-ah, jangan menangisinya lagi, anggap saja kau tidak bertemu dengannya hari ini.” ucap chunji memelukku.

“Lebih baik nanti kau pulang saja denganku juga hyungku, aku akan mengantarmu pulang, dan sekarang lebih baik kau hapus airmatamu ini, kau sudah aku anggap sebagai Hyung ku selain sahabatku, ayo kita masuk kekelas sekarang.” ujar chunji mengelus puncak kepalaku.

**************^_^_^_^_^_^_^_^_^_^*************

Minho’s PoV

 

Namja tadi sangat cantik sekali, dadaku bergetar menatapnya, wajahnya yang memang sudah dianugerahi kecantikan luar biasa oleh yang maha kuasa, tadi chunji memanggilnya youngie, berarti dia adalah sahabat chunji, aku tidak sabar bertemu dengannya lagi nanti, semoga saja chunji mengenalkannya denganku, aissshhh… kenapa aku ini, kenapa jadi senyum-senyum sendiri seperti ini, apakah aku terkena love at first sight.. hahahaha..ada-ada saja, tidak mungkin ah, tapi aku lihat saja nanti, apakah benar yang sedang terjadi padaku kini. Diparis tidak ada yang membuat dadaku bergetar, mungkin saja getaran ini adalah getaran cinta.

Setelah selesai urusan pendaftaranku sebagai mahasiswa di Universitas Konkuk, akupun langsung menjalankan mobilku menuju Seongji High School yang menjadi sekolah chunji, nampaknya aku tidak terlalu lama membuatnya menungguku, karna aku baru lihat jika sekumpulan anak sekolah sedang berjalan keluar sekolah yang menandakan mereka sudah pasti pulang sekolah, akupun keluar dari mobil, dan menunggunya sambil berdiri disisi kiri mobilku, ea mobilku sendiri yang langsung dikirimkan appa lewat jasa pengiriman seminggu sebelum aku datang ke korea, tak lama kemudian chunji pun menghampiriku bersama dua namja disampingnya.

“Hyung, kau menunggu lama ya?” tanyanya padaku.

“Anni. Aku juga baru datang kok, hmm.. namja-namja disampingmu ini siapa chunji-ah? Kau tidak mau mengenalkannya padaku.” ujarku sambil mengarahkan pandanganku pada 2 namja didepanku.

“Owh ini hyung, yang ini namanya L.Joe dan dia adalah namjachingu ku dan yang ini adalah youngie sahabatku.” kata chunji padaku.

“Annyeong, choi minho imnida. Mannasseo bangapseumnida.” ucapku pada mereka.

“Annyeong hyung, L.Joe imnida.” ucapnya sambil membungkukkan sedikit badannya.

“Hmm.. annyeong hyung.. Jung Jinyoung imnida.” ucap namja ini pelan sekali sambil membungkukkan badannya.

“Hyung, kita antar L.Joe pulang terlebih dulu ya.” ucapnya langsung duduk dibelakang bersama youngie.

“Youngie-ah, sudahlah tidak perlu menangisinya lagi, dia tidak pantas untukmu, jika kau terus seperti ini, kau sendiri yang akan terluka, lupakan saja dia, aku yakin nanti kau akan mendapatkan namja yang lebih baik darinya, jadi jangan penuhi pikiranmu dengan segala hal tentangnya lagi.” ujar chunji sambil memeluk youngie.

“Youngie-ah, sebenarnya aku ingin sekali memukul namja itu, namja yang telah membuat sahabatku menangis seperti ini, aku sarankan agar kau segera melupakannya karna sekarang dia telah memiliki kekasih, aku yakin kau pasti akan segera menemukan kebahagiaanmu youngie-ah.” ucap L.Joe pada youngie.

“Sebenarnya ada apa sih ini, aku jadi bingung sendiri dengan arah pembicaraan mereka bertiga, sepertinya aku harus menanyakan tentang hal ini nanti pada chunji.” batinku menatap youngie dari kaca mobilku.

“Hyung, belok kiri, rumah besar itu hyung tolong berhenti didepannya.” ujar chunji padaku.

“Chagi-ah, aku pamit ya, youngie-ah, ingat kata-kataku ea, hyung aku pamit, gumawo ea hyung, semuanya, annyeoong.” ucap L.Joe keluar dari mobilku.

“Bye chagi.” ucap chunji singkat.

Kulihat youngie hanya diam saja daritadi, tidak bicara sepatah kata pun.

Sesaat kemudian ada yang memegang pundakku “Minho hyung, chunji-ah, tolong bawa aku ke sungai han sekarang juga.” pinta youngie padaku dan chunji.

“Hyung, kita ke sungai han sekarang, ppali hyung.” pinta chunji padaku.

“Ne. Kita akan segera sampai disana.” balasku padanya.

@Sungai Han

 

Sesampainya di sungai han, youngie langsung berlari kebangku taman dan menangis disana, aku yang tak tau apa-apa mencoba mendekatinya, dan sepertinya chunji mendukungku, jika aku saja yang menghampirinya sendiri, perlahan tapi pasti, aku mendekat kearahnya dan duduk tepat disampingnya.

Sedikit mengamati matanya yang sembab karna menangis, aku pun mulai bersuara “Youngie-ah, neo gwaenchana? Aku bisa meminjamkan dadaku untuk tempatmu menangis dan menjadi tempatmu bersandar.”  ucapku padanya.

Tak lama kemudian dia sudah menangis dipelukanku, kurasakan kemejaku agak basah karna airmatanya, melihatnya seperti ini, membuatku ingin tetap selalu disampingnya, entah apa yang aku rasakan padanya kini, perasaan yang tulus dari hatiku kurasakan padanya, mungkinkah aku benar-benar jatuh cinta dengannya, jika memang benar semua yang terjadi padaku ini adalah cinta, aku bersedia mencintainya dan menjaganya agar tak terlukai lagi.

“Ulljima youngie-ah, aku memang tidak tau apa-apa tentang yang kau alami saat ini, hajiman, jika kau membutuhkan tempat untuk bersandar, aku dengan senang hati bersedia menjadi sandaranmu, tidak perlu sungkan padaku, dan sekarang cobalah untuk melupakan segala sesuatu yang akan membuatmu terluka, aku yakin kau pasti bisa jika kau mempunyai keinginan dan niatan yang sungguh-sungguh.” ujarku mempererat pelukanku padanya dan membelai lembut rambut blondenya ini.

Sudah 2 jam berlalu dia masih dalam keadaan memelukku dengan erat, kulihat chunji yang sedang duduk dibangku depanku kini tersenyum lebar kearahku dan menggerakkan bibirnya seolah berkata ‘chukae’ , hah. Chukae untuk apa memangnya, aissshh.. dasar dongsaeng aneh.

“Hyung, gumawo, untuk semua ini.” kata youngie singkat padaku.

“Ye?” ucapku bingung.

“Jeongmal gumawo minho hyung, karna kau sudah meminjamkan dadamu untukku menangis, dan untuk semua kata-katamu, dan semoga aku bisa segera melupakannya dari hidupku.” ujarnya padaku.

“Ne. Cheonmaneyo. Aku sangat senang bisa membantumu youngie-ah.” balasku padanya sambil membelai lembut puncak kepalanya.

“Hyung, apakah aku boleh memelukmu seperti ini lagi nantinya?” tanyanya polos.

“Ne tentu saja boleh youngie-ah, kapanpun kau membutuhkanku, aku akan selalu siap siaga untuk menjadi sandaranmu, sudah sore lebih baik kita pulang sekarang.” ucapku padanya.

Sambil melepaskan pelukannya dia berkata padaku “Gumawo hyung, karna aku merasa sangat nyaman berada didalam pelukanmu.” ucapnya mengukir senyuman diwajah cantiknya. Aishhh cantiknya*cengar cengir#plakk*

“Apa kau mau aku gendong sampai ke mobil youngie-ah?” tanyaku padanya.

“Memangnya boleh hyung? Apa tidak merepotkanmu hyung?” tanyanya balik kepadaku.

“Anniyo, malah aku sangat senang sekali, kau kan bisa bersandar di punggungku nanti.” jawabku padanya.

“Geurrae hyung.” diapun langsung naik kepunggungku.

“Ehemm.. aku sampai dilupakan nih, kalian malah asyik-asyikan bergendong-gendong ria seperti ini.” ucap chunji mengagetkanku dan youngie. Aku saja sampai lupa jika masih ada chunji disini, karna terlalu asyik bersama youngie disampingku.

“Wah..wah.. jika seperti ini lebih baik kau jadian saja dengan hyungku youngie-ah, dia adalah namja yang sangat baik loh.” ucap chunji ‘lagi’ pada youngie.

“Eh.. youngie-ah, wajahmu kenapa jadi memerah seperti itu, hahahaha.. lucu sekali..” goda chunji pada youngie.

“Huh. Kau ini !!*Pletakk* rasakan ini..” ucap youngie dengan sukses melancarkan pukulan tepat dikepala chunji.

“Huuuaahh ummma, appoyo!! tega sekali kau menjitakku keras sekali youngie-ah, memangnya aku salah apa sampai-sampai kau memukulku seperti ini, sakit tau!” erang dan omel chunji memanyunkan bibirnya.

“Salah sendiri kau juga yang mengodanya sih. Jadi rasakan itu.” ucapku membela youngie.

“Huaahh.. kalian ternyata sama saja, kalian cocok sekali jika menjadi pasangan kekasih, kalian sama-sama sadis orangnya, suka sekali memukul kepalaku, nanti kalo aku gagar otak bagaimana?” seru chunji tidak terima.

“Memang otakmu harus di restart ulang agar lebih baik dalam berpikir, tidak tinggal enteng mengatakan sesuatu seperti itu.” balas youngie padanya.

“Sudah..sudah.. lebih baik kita pulang sekarang, daripada terus berdebat seperti ini.” ucapku menengahi mereka.

*^*^*^*^*^*^*

Youngie’s PoV

 

“Gumawo hyung, karna telah membuatku tidak bersedih lagi.” ucapku pada minho hyung.

“Chunji-ah, jeongmal mianhae ea.. nado gumawo..hehehehe..” cengirku pada chunji.

“Ne. Cheonmaneyo youngie-ah.” ucap minho oppa sambil tersenyum padaku.

“Youngie-ah, ingat ya, jangan memikirkan hal yang tidak penting lagi, arrasseo?” kata chunji padaku.

“Youngie-ah, masuklah sekarang, dan segeralah istirahat ya..” ujar minho oppa padaku.

“Ne hyung.” balasku sambil tersenyum.

“Kau sangat cantik jika kau selalu tersenyum youngie-ah.” ucap minho oppa, seketika wajahku memanas, mungkin saja saat ini semburat merah yang menghiasinya.

“Gumawo hyung, aku masuk dulu ya. Annyeong.” balasku singkat.

*^*^*^*^*^*^*^*

Keesokan harinya**

@School

Hari ini aku sudah bertekad akan menyatakan perasaanku pada key, aku tidak ingin terlalu lama lagi menyimpan rasa ini untuknya, aku tidak berharap dia membalas cintaku, karna aku tau diri jika dia kini sudah memiliki taemin, jadi aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku ini saja padanya tanpa mengharapkan balasan darinya.

Sesaat setelah sampai digerbang sekolah, ada yang memanggilku “Youngie-ah.” ternyata minho hyung, tapi aku tidak melihat chunji, kemana dia? Kulihat minho hyung berjalan menghampiriku.

“Hai hyung, chunji mana hyung?” tanyaku padanya.

“Chunji tadi sudah dijemput oleh L.Joe, katanya dia mau berangkat bersama namjanya saja, jadi dia tidak berangkat bersamaku.” jawabnya.

“Lalu ada apa hyung kemari jika tidak sedang mengantar chunji?” tanyaku ‘lagi’ pada minho hyung.

“Uhmm.. itu.. aku ingin menemuimu saja youngie, apakah hari ini perasaanmu sudah membaik youngie-ah?” ujarnya padaku.

“Sudah hyung, semua ini karna kau hyung, gumawo ea.” ucapku padanya.

“Ne youngie-ah.” jawabnya.

“Minho hyung, youngie-ah, annyeoong.” sapa L.Joe padaku.

“Ne. Pagi L.Joe.” ucapku dan minho hyung bersamaan.

“Ciyeee, kompak sekali sih kalian ini, sepertinya kalian berjodoh deh..” seru chunji menatapku dan minho hyung.

“Jangan menggodaku chunji-ah..” ucapku kesal padanya.

“*Pletakk* jangan menggoda youngie lagi chunji-ah..” ujar minho hyung setelah menjitak kepala chunji.

“Huuaahh.. appoyo hyung!!” erangnya sambil mengusap kepalanya.

“Ya! Hyung kau tega sekali menjitak kepala chunji-ku.” bela  L.Joe mengelus-elus kepala chunji.

“Sudah hyung, kasihan chunji dari kemarin sudah jadi bulan-bulanan kita, nanti dia bisa lupa ingatan jika terus mengalami jitakan..” ucapku pada minho hyung.

“Chunji-ah, Joe-ya , hari ini aku sudah bertekad akan menyatakan semuanya pada key.” kataku pada chunji dan L.Joe mantap.

“Kau yakin yougie-ah? Sudah mantap akan menyatakan semuanya pada key?” tanya chunji agak ragu.

“Ne. Sangat yakin.” ujarku singkat dan mantap.

“Lalu setelahnya, apa yang akan kau lakukan?” tanya L.Joe padaku.

“Aku tidak akan berharap dia membalas perasaanku ini, karna aku tau diri jika dia sudah memiliki taemin, aku akan berusaha melupakannya dari hidupku, melenyapkan rasa ini dari hati dan pikiranku.” ucapku dengan sangat yakin menatap kedua sahabatku.

“Aku akan selalu mendukungmu youngie-ah.” ucap chunji yang diikuti anggukan kepala L.Joe.

“Ayo kita masuk kedalam, biasanya key sudah datang lebih pagi dari taemin, jadi aku tidak perlu mengganggu jadwal mereka untuk berduaan, dan lebih baik aku langsung saja bilang padanya.” ujarku pada chunji dan L.Joe .

“Minho hyung, aku masuk dulu ya.” kataku sambil tersenyum padanya.

“Ne youngie-ah.” balasnya sambil tersenyum menawan padaku. Akupun langsung masuk menuju kedalam sekolah bersama L.Joe  berlalu meninggalkannya minho hyung dengan chunji.

Setelah sampai didepan kelas key, aku langsung menyuruh L.Joe untuk meninggalkanku sendiri, lalu akupun beranjak menghampiri key yang sedang duduk manis di bangkunya.

“Key-ssi, bisakah aku bicara denganmu? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.” kataku padanya.

“Ada apa jinyoung-ssi? Bicaralah disini saja.” ucapnya padaku.

Sesaat setelah kupastikan kelas itu masih sepi, aku pun membuka suara “Key, aku akan mengungkapkan sesuatu padamu, kuharap kau tidak kaget mendengarnya nanti..” setelah menghela nafas sejenak aku langsung melanjutkan kata-kataku tadi.. “Key, sudah 3 tahun ini aku mencintaimu, sejak pertama kali kita bertemu saat kau dan aku masih kelas 3 smp, mungkin saja saat itu dan sampai sekarang kau tidak pernah memandang kearahku, dan aku tidak berharap kau mau membalas perasaanku, karna aku sangat tau diri jika kau sudah memiliki kekasih, geurrae.. gumawo sudah meluangkan waktumu sedikit, untuk mendengarkan pernyataanku ini.” ucapku mengakhiri kata-kataku padanya dan berlalu meninggalkannya.

“Mulai hari ini, aku akan melupakan cintaku padamu key, dan membuka hatiku untuk cinta yang baru, selamat tinggal cinta pertamaku.” ucapku dalam hati.

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Minho PoV

“Hyung, nanti kau jemput youngie pulang sekolah ya.. aku takut dia kembali seperti kemarin lagi, karna hari ini adalah akhir penantian cintanya, dan kuharap dia bisa segera melupakan key, dan menemukan cinta sejatinya.” ujar chunji padaku.

“Ne. Pasti aku akan menjemputnya nanti, aku yakin dia pasti akan kuat chunji-ah.” balasku padanya.

Aku jadi ingat cerita chunji tadi malam tentang apa yang terjadi pada youngie, sehingga dia sangat rapuh seperti kemarin.

#Flashback#

 

“Hyung, kulihat tadi youngie sangat nyaman berada disampingmu, kuharap dia bisa secepatnya melupakan perasaannya pada key, kasihan sekali youngie itu hyung.” ujar chunji padaku.

“Memangnya apa yang terjadi pada youngie? Dan siapa itu key? Apa hubungan mereka berdua chunji-ah?” tanyaku ingin tau.

“Youngie, selama 3 tahun ini mencintai key tanpa mengungkapkan perasaanya pada key, youngie selalu saja memandang key dari kejauhan tanpa menyatakan cintanya pada key, sampai pada akhirnya beberapa waktu yang lalu key sudah mempunyai namjachingu yang bernama taemin, saat itu youngie sangat terluka, tapi dia masih saja memendam cintanya itu pada key, walau harus terluka karna melihat kemesraan key dan taemin didepan matanya,  akupun dan  L.Joe sudah menasehatinya agar menyatakan perasaannya itu, tapi youngie hanya bilang ‘jika waktunya sudah tepat, pasti aku akan menyatakan perasaanku padanya’ hanya itu yang dikatakannya pada kami, dulu youngie adalah namja cupu yang kutu buku, dia dulu memakai kacamata yang sangat tebal dan penampilannya pun biasa-biasa saja, padahal dia itu sangat cantik meskipun tidak terlalu memperhatikan penampilannya sendiri, mungkin saja karna itu key tidak pernah memandang kearah youngie, karna youngie hanya seorang namja cupu yang kutu buku, saat L.Joe menyarankan pada youngie agar merubah sedikit penampilannya agar key memandang youngie yang selama ini mencintainya, tapi itu semuanya jadi sia-sia, karna tadi sewaktu masuk kedalam sekolah youngie tak sengaja bertabrakan dengan key, saat itu juga youngie baru mengetahui kalo selama ini key tidak pernah menggangapnya ada, selama ini dia hanya dianggap seperti angin yang berlalu oleh key, dan ini adalah puncak kesedihan yang youngie rasakan.” ceritanya panjang lebar padaku sambil menitikkan airmatanya.

“What? Seorang chunji menangis? Memang sangat menyedihkan sekali kisah cinta yougie, wajar saja jika chunji sampai menangis menceritakan ini semua, chunji sebagai sahabatnya sangat prihatin dengan nasib cinta youngie, aku juga dapat merasakan apa yang chunji rasakan kini.” ucapku dalam hati.

“Jadi tadi itu dia menangis seperti itu karna key, seperti apa sih namja yang bernama key itu, tidak berperasaan sekali dia itu, menyakiti namja secantik dan sebaik youngie, aku ingin sekali membahagiakannya dan membuatnya melupakan namja sialan itu dari hidupnya.” ucapku pada chunji. *mian key oppa#jangan cincang aku#abaikan*

“Kau serius hyung, aku tidak mau kau nantinya malah menyakiti youngie juga.” tanyanya sedikit ragu.

 

“Ne. Sangat yakin, aku tidak menyakitinya karna sepertinya aku telah mencintainya saat jumpa pertama dengannya, dan sudah bertekad untuk menjaga dan mencintainya, setelah melihatnya sangat rapuh tadi.” ucapku sangat yakin.

 

“Aku percaya padamu hyung, aku berharap dia bahagia bersamamu, kau harus bersungguh-sungguh menjaga dan mencintainya, awas saja jika kau menyakitinya hyung, kau akan kulempar ke segitiga bermuda nantinya.” katanya padaku diakhiri nada mengancam.

 

“Pegang janjiku ini padamu, aku akan menjaga dan mencintainya, aku akan membuatnya selalu bahagia chunji-ah.” balasku mantap padanya.

 

“Gumawo hyung.” ujarnya sambil memelukku.

 

#End Flashback#

 

“Memang sudah seharusnya aku menjaga dan mencintai youngie setulus hatiku, namja sebaik dia memang tidak pantas untuk namja yang bernama key itu.” ucapku dalam hati.

“Hyung, minho hyung.. kau melamun ya.” panggil chunji menyadarkanku dari lamunanku sesaat tadi.

“Anni. Hanya sedang berfikir saja, oh ya, apa saja hal-hal yang disukai  youngie chunji-ah?” ucapku padanya.

“Youngie itu orangnya simple hyung, dia suka sekali bunga mawar putih, suka eskrim coklat vanilla, suka sekali dengan warna biru sepertimu hyung, suka boneka dolphin warna biru, kalau soal makanan dia tidak terlalu pemilih, asalkan makanan itu sehat dan bergizi.” ungkapnya padaku.

“Oh begitu ya, baiklah sampai jumpa nanti sore.” pamitku padanya.

“Hati-hati hyung.” balasnya.

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Youngie’s PoV

Akhirnya bel tanda jam pelajaran berakhir pun sudah berbunyi, chunji dan L.Joe pun menghampiri bangku ku.

“Youngie-ah, ayo kita pulang bersama.” ucap mereka serempak. Kami pun berjalan keluar kelas, tanpa sengaja aku berpapasan dengan key dan taemin yng sedang bergandengan tangan dengan mesra, chunji dan L.Joe pun langsung menarikku menjauh dari mereka berdua.

“Youngie-ah, neo gwaenchana?” tanya chunji padaku.

“Nan gwaenchana, ayo pulang.” jawabku berjalan menuju luar sekolah.

Kulihat dari arah parkiran ada minho hyung yang sedang melambaikan tangannya kearahku, aku, chunji juga L.Joe pun langsung menghampirinya.

“Annyeong youngie-ah, kau mau pulang ya? bagaimana jika aku yang mengantarmu pulang?” ucapnya padaku.

“Gumawo hyung, apa tidak merepotkanmu nantinya?” tanyaku.

“Anniyo, aku malah sangat senang mengantarmu pulang kerumah.” jawabnya sambil tersenyum.

“Sudah youngie-ah, jangan menolak tawaran hyungku, lebih baik kau pulang bersamanya saja.” sahut chunji padaku.

“Aissshh, ya sudah, aku pulang bersama minho hyung saja, aku tau kau sedang ingin pulang berdua saja dengan L.Joe , dasar kau ini.” ucapku padanya.

“Kkaja youngie-ah silakan masuk.” ujar minho hyung membukakan pintu untukku.

“Gumawo hyung.” sahutku.

“Chunji, L.Joe, aku pulang duluan ya.. annyeoong..” pamitku pada mereka berdua.

“Hyung, bisakah kau membawaku pergi ke sungai han sekarang juga?” tanyaku pada minho hyung.

“Ne. Kita akan kesana sekarang juga.” balasnya singkat.

***^^^***

@Sungai Han

 

Setelah menempuh perjalanan dari sekolah ke sungai han, akhirnya aku sampai juga disini, aku mengajak minho hyung duduk dibangku yang kemarin kami tempati, sejenak keheningan melanda kami berdua, sampai akhirnya aku berkata padanya “Hyung, aku sudah mengungkapkan semuanya padanya, ada rasa lega dalam hatiku ini hyung setelah aku menyatakan cintaku pada key, aku juga sudah bilang padanya jika aku tidak berharap dia membalas cintaku ini padanya, aku hanya ingin menyatakan cintaku saja kepadanya, dan aku akan berusaha melupakannya dari hidupku, melenyapkan semua rasa dan segala ingatan tentangnya dari hati dan pikiranku, aku yakin bisa melupakannya dan membuka hatiku untuk cinta yang baru hyung.” ungkapku panjang lebar pada minho hyung.

“Kau sungguh yakin dengan semua yang kau lakukan ini youngie-ah?” tanyanya padaku.

“Aku sangat yakin hyung. Bolehkah aku memelukmu hyung?” ujarku padanya.

Sambil merentangkan tangannya dia menjawab “Seutuhnya dada ini milikmu, kau boleh setiap saat memelukku jika kau mau.” lalu tersenyum.

Tak kusia-siakan aku pun langsung memeluknya “Gumawo hyung.” seruku dalam pelukannya.

“Ne, cheonmaneyo.” bisiknya ditelingaku.

“Youngie-ah, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” tanyanya masih memelukku.

“Silakan hyung.” jawabku singkat.

“Youngie-ah, bolehkah aku mencintaimu? Bolehkah aku menjagamu selamanya?” tanyanya yang langsung membuatku melepaskan pelukanku darinya.

“Hyung, kau jangan bercanda, ini tidak lucu tau.” kataku padanya.

“Anniyo, aku sangat serius dengan kata-kataku ini padamu.” jawabnya mantap.

Aku sangat kaget dia menanyakan hal ini, padahal kan aku baru bertemu dengannya, walaupun jujur aku akui jika aku sangat nyaman berada didekatnya, tapi aku tidak mau menjadikannya pelampiasanku saja karna key, itu sama saja dengan aku menyakitinya secara tidak langsung, apa aku harus mencoba membuka lembaran cerita baru dengannya, semoga saja jawabanku ini tidak menyakitinya.

“Hyung, aku tidak mau menyakitimu, kau tau kan jika aku baru saja menyatakan perasaanku pada key, aku tidak mau menjadikanmu sebagai pelampiasan semata.” ujarku padanya. Lalu dia mengenggam kedua tanganku dan menjawab “Youngie-ah, kau tadi kan bilang akan membuka hatimu untuk cinta yang baru, apa salahnya jika kita jalani dulu semua ini pelan-pelan saja, aku yakin jika kau bisa melupakannya dan setulusnya mencintaiku, kau mau kan menjadi namjachingu ku?” ucapnya padaku.

“Ne hyung, aku mau menjadi namjachingu mu, semoga aku bisa melupakan key dari hidupku mulai saat ini.” jawabku memeluknya dengan erat.

“Gumawo youngie-ah.” ujarnya sambil membelai lembut rambutku.

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*

Minho’s PoV

 

Akhirnya aku menyatakan perasaanku ini padanya, walau aku bukanlah orang yang romantis, dan mungkin saat itu adalah saat yang tidak tepat untuknya, tapi aku yakin itu adalah saat yang tepat untukku membuatnya selalu tersenyum.

Hari ini aku akan menjemputnya disekolah, dan tentang aku dan youngie kemarin, aku belum memberitahu chunji & L.Joe, aku akan memberi mereka kejutan nanti. Aku menunggu youngie pulang sekolah di tempat parkir seperti biasa, tapi karna aku penasaran bagaimana suasana didalam sekolahnya, akupun melangkahkan kakiku masuk menyusuri koridor sekolah, dari kejauhan kulihat youngie keluar dari kelasnya bersama chunji dan L.Joe, tapi dari arah belakang youngie, muncul namja yang memegang tangan youngie, dan mengajaknya berbicara, sejenak aku menghentikan langkahku dan bersembunyi dibalik dinding tepat dibelakang mereka.

“Jinyoung-ssi, aku ingin berbicara denganmu, apa kau ada waktu?” ucap namja itu pada youngie lalu melepaskan tangannya dari youngie-ku.

“Ada apa key-ssi? Bicara disini saja tidak apa-apakan?” ujar youngie singkat.

“Ne. Youngie-ah, mianhae karna selama ini aku tidak menyadari perasaanmu padaku, tapi apakah kau mau memberiku kesempatan untukku membalas cintamu padaku selama ini, maukah kau menerimaku sebagai namjachingu mu?” ucap namja yang bernama key itu pada youngie.

“Aisshh, apa yang namja itu lakukan, seenaknya saja pada namjaku.” batinku. Aku ingin melangkah mendekati mereka, tapi kata-kata youngie membuatku menghentikan niatku itu.

“Mianhae key-ssi, aku tidak bisa, karna aku sudah mempunyai namjachingu , bukannya waktu itu aku sudah bilang padamu jika aku tidak mengharapkan balasan cinta darimu, lagian juga kau sudah mempunyai taemin disampingmu.” tuturnya sangat jelas terdengar olehku.

“Aku dan taemin sudah putus kemarin, setelah aku menyadari semua ini, menyadari bahwa kau mencintaiku, kau pasti berbohong, kau tidak mempunyai namjachingu kan? tidak mungkin jika namja ini kekasihmu kan?” ujarnya menunjuk L.Joe.

“Anni. L.Joe bukan namjachingu ku, dia adalah sahabatku dan juga namjachingu chunji sahabatku, dan kenapa kau harus putus dengan taemin? memangnya aku menyuruhmu untuk memutuskannya dan menerima cintaku, begitu kah? penyesalan pasti akan datang belakangan, lebih baik kau kembali saja dengan taemin.” jawab youngie menatap key.

“Jangan seperti ini youngie-ah, aku yakin kau masih mencintaiku kan?” ucap key lalu memeluk youngie.

“Lepaskan aku key-ssi.” ujar youngie mencoba melepas pelukan key darinya.

“Ya! Lepaskan namjachingu ku.. seenaknya saja kau memeluknya..” teriakku langsung melepas pelukan key dari youngie-ku.

“Chagi-ah, neo gwaenchana?” ucapku khawatir memegang wajah youngie.

“Nan gwaenchana hyung.” jawab youngie tersenyum padaku.

“Hyung, kau dan youngie.. kalian berdua.. wahh.. chukae hyung.” ujar chunji & L.Joe bersamaan.

Aku tidak menjawab kata-kata chunji & L.Joe, akupun langsung menatap tajam ke arah key.

“Key-ssi, mudah sekali kau berubah pikiran, kemana saja kau sebelumnya, kau pun tidak pernah merasakan bahwa ada seseorang yang mencintaimu yang sudah lama memendam cintanya padamu, dan sekarang dengan mudahnya kau memintanya menjadi kekasihmu, kau ini laki2 macam apa? lebih baik kau urusi saja namjamu yang bernama taemin itu, jangan pernah mengganggu YOUNGIE-ku lagi.” ujarku menekankan nama youngie dan menatapnya tajam dengan mata elangku*key oppa, mianhae:) jangan bantai saya#ppopo oppa#abaikan*

“Ayo youngie-ah jangan perdulikan dia lagi.” ucapku menarik tangan youngie menjauh dari key.

“Jjakanman hyung, aku hanya ingin mengucapkan sesuatu padanya.” pinta youngie padaku.

“Ne.” jawabku singkat.

“Key-ssi, mianhae, semua yang kau lakukan kini sia-sia saja, aku sudah memiliki namja yang tulus mencintaiku, aku tidak bisa menerimamu menjadi kekasihku, itu semua karna kesalahanmu sendiri. Annyeooong.” ucap youngie beranjak meninggalkan key, dan langsung menggandeng tanganku.

Sesampainya di parkiran, kulihat wajah chunji dan L.Joe  menatap kami penasaran.

“Ya! Apa yang kalian lihat sih? Kenapa menatapku seperti itu?” ucapku pada mereka.

“Hyung, youngie-ah, kalian sudah resmi jadian sejak kapan? Kenapa tidak memberitauku sih..” tanya chunji padaku.

“Iya hyung, youngie-ah, kenapa kami malah baru tau sekarang, wahh, chukaeyo ea? Aku senang sekali melihatmu kini bersama minho hyung, hyung, jagalah youngie baik-baik ea?” ujar L.Joe semangat.

“Pasti. Aku akan menjaga dan mencintainya setulus hatiku.” ucapku mantab. Kulihat wajahnya bersemu merah.

**

“Youngie-ah, masuklah kedalam rumah, dan istirahatlah chagi.” ucapku pada youngie setelah mobilku sampai didepan rumahnya.

“Ne chagi, gumawo. CHU..” jawabnya lalu mencium pipiku, lalu beranjak membuka pintu mobilku.

“Jjakanman, yongie-ah, saranghae nae chagi..” ucapku menahannya pergi dan langsung membelai lembut wajahnya.

Pelan tapi pasti, kudekatkan wajahku kearah wajahnya, menatap lembut matanya, hidungnya, lalu menyentuh lembut dagunya, mendekatkannya kearahku, dan sedetik kemudian bibir tebalku telah menempel dengan sempurna dibibir mungilnya, mengecap dan melumatnya dengan lembut dan lama.

“Saranghae youngie-ah.. jeongmal saranghae.” ucapku sambil melepaskan ciumanku pada bibirnya. Kulihat wajahnya sangat merah.

“Nado saranghae minho hyung..” ucapnya mengukir senyuman padaku.

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Youngie’s PoV

 

Mulai hari itu aku sedikit demi sedikit melupakan perasaanku pada key, dan akhirnya setelah 5 bulan aku mengenal minho hyung, perasaanku pada key, yang semula sangat mendalam, lama kelamaan pun pudar bersama dengan rasa sakit yang aku alami, aku mencoba untuk merelakan key bersama dengan taemin, ya walaupun cinta pertama itu tidak mudah untuk dilupakan. Tapi kini aku telah memiliki minho hyung disisiku, minho hyung yang kini aku cintai setulus hatiku. Namja yang akan kucintai untuk selamanya.

“Minho hyung, saranghaeyo..”

The end …..

wkwkwkwkwkwkwk… endingnya rada gaje ya.. tak apalah.. kepanjangan bgt ya… mian kalo ada miss typo dll.. jangan lupa RCL..  ok readers….

RCL.. RCL *Joget Bonamana Bareng wookie oppa, kyu oppa, minnie oppa, hae oppa, wonnie oppa* gyahhahahaha … gumawo ea… sampai jumpa lagi… *peluk cium smuax* annyeooong..


Love at first sight


Title : Love at first sight^^

Author : Queenloveminho aka Dian

Genre : Romance^^ n cri tw ndri ea^^

Rating : PG-15

Length : Oneshoot

Cast :

Kim Kibum ( Key )

Choi Minho ( Minho )

Kim ( Lee ) Taemin ( Minnie )

Lee Jinki ( Onew )

Other Cast :

Lee Jaejin ( Jinnie )

Park Hyun Chul ( Karam )

Park Jung Soo ( Teukie )

Kim Heechul ( Chullie )

Lee Sungmin ( Minnie sweet )

Lee Hyukjae ( Hyukkie )

Kim Ryeowook ( Wookie )

Choi Jonghun ( Jongshin ) *numpang lewat*

Woo Hyunmin ( Hyunmin ) *numpang lewat*

Kim Young Woon ( Kangin ) *numpang ngomong#plakk*

Hangeng ( Hankyung ) *numpang lewat*

Cho Kyuhyun ( Kyunnie ) *numpang lewat*

Lee Donghae ( Hae ) *numpang lewat*

Kim Jong Woon ( Yesung ) *numpang lewat*

Disclaimer : Minho, Key, Taemin, Onew milik aku #plakk# other cast juga milik aku tapi mreka cmua udah punya Seme *bener kan ( ? )* crita juga milik aku, murni tulus hasil imajinasiku 🙂 jangan di Copas yo, awaz jantungan *apa’an lage* disini cmua other cast umurnya sama ma minho, nyunyu juga, py cuma minnie yang maknae ea.. jangan ngebash ok readers..

NB : FF ini adalah FF YAOI pertama aku *Readers: prok..prok..prok.. horee* agaknya judul ga nyambung ma critanya *mungkin halusinasiku aja#plakk* n aq pke MinKey couple… jadi mian kalo kurang bagus *hargailah karyaku ini ea :)* ni FF juga udah di publish di WP aku ndri (http://queenloveminho.wordpress.com/

^_^Happy Reading^_^

Key’s PoV

Ruang Latihan

 

Aha! Listen Boy.. My first love story..

My angel.. and my girls..

My sunshine..

Oh! oh! Lets go..

Neomu neomu meotjyeo..nooni nooni booshuh..

Soomeul moth shigettsuh ddeuleeneun gul

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

O neomu bukkeureoweo chyeodabol su eopseo

Sarange ppajyeotseo soojoobeun geol

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

Eotteoge hajyo (eotteokhajyo) ddeuleeneun maeum (ddeileeneun maeum)

(Dugeun dugeun dugeun dugeun) dugeun dugeun georyeo bamen jamdo mot eerojyo

Naneun naneun babongabwayo

Geudae geudae bakke moleuneun babo

Geulaeyo geudael boneun nan

Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no…

Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh…

Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee…

O juhjeun nunbit (oh yeah) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah)

Oneomu yeppeo mami neomu yeppeo

cheot nune banhaet seokkok jjipeun gul

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

Neomuna ddeluhguhwuhmanjil suga eopseo

Sarange tabeoryeo hookkeunhan geol

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

Eojjeomyeon joa (eojjeomyeon joayo)

Soojoobeun naneun (soojoobeun nanaunyo)

(Molla molla molla molla) mollahamyeon maeil geudaeman geurijyeo

Chinhan chingudeureun mahajyo

Jeongmal neoneun jeongmal motmolryeo babo

Hajiman geudael boneunnan

Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no…

Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh…

Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee…

O juhjeun nunbit (oh yeah) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah)

Maldo mothaet geol

Neomu bukkeureoweo naneun nan

Yong iga eopneun geolkka

Eotteokhaeya joeun geolkka

Dugeun dugeun mam jorimyeo

Barabogo itneun nan (ya)

Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no…

Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh…

Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee…

O juhjeun nunbit (oh yeah) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah)

Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no…

Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh…

Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee…

O juhjeun nunbit (oh yeah) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah)

 

Aku melenggak lenggokan tubuhku mengikuti alunan lagu bersama delapan orang lainnya, ada Teukie, Chullie, Minnie sweet, Jinnie, Wookie, Karam, Hyukkie, dan namdongsaeng ku Minnie. Kami semua sedang berlatih dance untuk acara festival sekolah bulan depan, dengan diiringi lagu GEE ‘Girls Generation’ , dan grup dance ku ini namanya ‘Beautiful Boys’ . Oh ya aku Kim Kibum, tapi semua orang memanggilku ‘Key’ just call me ‘Key’ oc ^^ , untuk seorang namja, parasku bisa dibilang lebih cantik dari yeoja loh, walau sifatku yang cerewet ini bisa melebihi yeoja pada umumnya.. hahaha..*kagak lucu* aku bersekolah di SHINee Super High School, sekolah khusus untuk namja, tidak ada seorang pun yeoja yang bersekolah di sekolah khusus kami. Aku mempunyai namdongsaeng yang bernama Kim Taemin yang lebih muda setahun dariku, namja cantik nan imut, adikku yang sangat aku sayangi, apapun yang dia mau selalu aku berikan dan kuturuti, ya karna dia satu2 nya orang yang aku sayangi selain kedua orangtuaku, aku juga mempunyai 7 sahabat yang sangat dekat denganku mereka adalah Teukie, Chullie, Minnie sweet, Jinnie, Wookie, Karam, dan Hyukkie. Dimanapun ada mereka pasti disana juga ada aku.

“Jinnie-ah, tolong lenturkan sedikit tubuhmu itu, karna gerakan pinggangmu tidak jelas terlihat olehku, kau seperti mayat hidup saja jika menari.. lihat aku, seperti ini kau gerakan pinggangmu ea.” ujar teukie membenarkan dance jinnie yang sudah seperti zombie.

“Lebih baik kita istirahat dulu saja, kasihan mereka semua sudah latihan selama 6 jam lamanya dari subuh tadi, otte?” ucapku menatap teukie ‘leader’ ku .

“Ok kita istirahat dulu, setelah itu kita latihan sekali lagi ya, baru kita ganti baju dan langsung mengikuti pelajaran.” seru teukie pada semua member ‘Beautiful Boys’.

Kulihat ada sekumpulan namja yang memasuki ruang latihan kami, huh. Mereka lagi rupanya, ya mereka adalah namjachingu dari k7 sahabatku, mereka semua adalah Kangin, Hankyung, Kyunnie, Jongshin, Yesung, Hyunmin, dan yang terakhir Donghae, tiba2 dari arah belakang muncul Onew yang masuk belakangan dan berdiri di samping minnie adikku, apa mereka punya hubungan, kenapa dekat sekali yah.. karna aku malas melihat mereka semua yang berpasangan, akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari ruang latihan ini dan jalan2 keliling sekolah, daripada melihat mereka bermesraan didepanku.

“Aku keluar dulu ya, disini panas sekali karna diruangan ini sudah dipenuhi oleh banyak orang, nanti aku pasti kembali..” ujarku pada mereka semua.

“Tunggu Key-ah, kenapa harus keluar? Biasanya juga kau diam disini atau biasanya kau selalu berlatih menari sendiri jika kami sedang berpacaran..” seru chullie menatapku sambil tetap memeluk namjachingu nya.

“Apa karna kau tidak mempunyai namjachingu, makanya kau merenggut sendiri seperti itu.” sahut jinnie menatapku sambil tertawa menggejekku.

“Aaiissshh,, sudahlah.. jangan cerewet, suka2 aku donk, mau punya namjachingu atau tidak, kenapa kalian yang repot.” seruku kesal sambil memanyunkan bibirku.

“Uhm.. minnie, kau dengan onew berpacaran ya. Aku senang sekali jika kalian berpacaran.” seruku ‘lagi’ sangat riang menatap mereka.

“Baiklah, aku mau pergi jalan2 dulu ya, nanti aku akan kembali lagi. Annyeooong.” pamitku menutup pintu.

Aku berjalan menyusuri setiap lorong di sekolahku ini, sekolah yang sangat luas dan nyaman sekali. Bukannya aku tidak laku, memang banyak sekali namja yang tampan, dan sebenarnya mereka banyak yang menyukaiku dan mendekatiku, tapi aku sendiri malas meladeni mereka semua, karna belum ada namja yang menarik perhatianku sampai saat ini.

“Brukkkk..gedebak..gedebuk..*suara orang jatuh(?)* ahh.. appoyo!!” pekikku kesakitan sambil memegang tubuh bagian belakangku yang sukses mencium lantai dengan sempurna(?).

“Ya! Hati2lah jika berjalan.” seruku memanyunkan bibirku.

“Hmm yeppeo..” gumam namja itu tersenyum padaku.

“Ya! Kau tadi bilang apa? Bukannya minta maaf, malah berkata seperti itu.” ucapku tetap memanyunkan bibirku.

“Ah.. apa kau mendengar apa yang aku katakan barusan ya?” tanyanya sambil tersenyum menawan padaku.

“Mianhae.. jeongmal mianhaeyo, aku tidak sengaja, karna tadi aku sedikit tersandung. Maukah kau memaafkanku?” ucapnya sambil tersenyum.

“Aiisshh namja ini tampan sekali, aku tidak mampu menolak pesonanya, tapi aku tidak boleh terpesona begitu saja.” batinku

“Ne. Aku maafkan, lain kali jangan kau ulangi ya, hmm, apa maksudmu tadi berkata bahwa aku ‘cantik’ hah?” ucapku menatapnya, tapi yang ditatap malah tersenyum saja.

“Hello… kau melamun ya?” ucapku sambil menggibas2kan tanganku didepan wajahnya.

“Hmm.. gumawo sudah memaafkanku.. kau memang cantik.. wajar jika aku berkata seperti itu.” jawabnya tetap tersenyum.

“Aneh sekali dari tadi kau suka sekali tersenyum sendiri, daripada aku ikut gila, lebih baik aku kembali saja untuk latihan. Annyeoooong.” ujarku langsung berlari meninggalkannya sendiri.

“Huh .. orang yang aneh.. kenapa suka sekali tersenyum sendiri.. cakep2 kok aneh.. siapa namanya ya.. ahh sudahlah tidak penting.” ucapku dalam hati.

Sesampainya di ruang latihan, kulihat mereka semua masih tetap pada posisinya masing2 disamping kekasih mereka, hmmm.. dunia serasa milik mereka saja.

“Hai semua… Aku kembali.” teriakku pada mereka, kulihat mereka agak terkejut dengan kedatanganku.

“Owh, key-ah , sudah kembali, cepat sekali.” seru karam padaku.

“Tentu saja, jika aku lama2 meninggalkan kalian pasti nantinya kalian semua keasyikan sendiri dengan namjachingu kalian semua, ayo kita mulai latihannya.” seruku semangat.

“Baiklah kita mulai saja latihannya.” ucap minnie sweet memasang wajah aegyo nya.

“Iya kita mulai saja, setelah itu kan kita bisa langsung masuk ke kelas.” sahut wookie menarik hyukkie dari pelukan donghae.

“Ya! Wookie-ah, kenapa kau menggangguku dengan donghae sih? Aku kan lagi kangen2an tau.” sungut hyukkie agak kesal pada wookie.

“Hyung, kau itu bermesraan2an tidak melihat orang2 yang ada di sekelilingmu, kau kira kami disini ini adalah patung ya.” celetuk minnie menatap hyukkie, yang langsung mendapat jitakan dari hyukkie.

“Huh.. appoyo!” pekik minnie mengusap2 kepalanya yang kesakitan.

“Ya! Kau apakan adikku, jangan berani menjitak dia, karna aku saja sebagai hyung nya belum pernah menjitaknya.” ujarku menjitak ganti kepala hyukkie.

“Oke sudah cukup dengan ribut2nya, kita mulai saja latihannya, tidak perlu meributkan masalah ini.” ucap teukie menengahi aku dan hyukkie.

“Kalian semua lebih baik kembali saja ke kelas duluan, nanti kami akan menyusul.” ucap sang leader pada para namja didepan kami.

“Baiklah, selamat latihan ya.” ucap kangin lalu beranjak keluar setelah mencium kening teuki kekasihnya yang langsung di contoh oleh yang lainnya.

Setelah kepergian para namja sahabatku tadi, latihan dance kami mulai hanya sekali latihan, setelah selesai kami semua langsung membersihkan diri dan segera berganti baju seragam lalu kemudian beranjak masuk kedalam kelas, semua sahabatku duduk bersama dengan namjachingu mereka dibangku pojok belakang, sedangkan onew duduk dengan minnie dibangku tengah, tidak perlu kaget jika minnie bisa sekelas denganku, bukannya aku tidak naik kelas, tapi minnie bisa lompat ke kelas 3 karna program kelas spesial dan otaknya yang encer yang membuatnya bisa satu kelas denganku, kalo aku jangan di tanya lagi, karna aku pastinya lebih memilih duduk sendiri dibangku depan, itu karna aku namja yang pintar*sok ne bang konci#plakk*, tak lama setelah bel pelajaran pun dimulai, di tengah2 pelajaran tiba2 terdengar ketukan dari arah pintu kelasku, dan masuklah kepala sekolahku dengan seorang namja , dan ternyata namja yang disampingnya itu adalah namja yang tak sengaja bertabrakan denganku tadi, dan anehnya dia sedang tersenyum tepat ke arahku, huh.. dasar aneh..==”

Setelah kepala sekolahku selesai berbicara dengan Park sonsengnim, pak kepala sekolah langsung meninggalkan namja tadi, kudengar bisik2 di belakangku, firasatku tidak enak nih..

“Perhatian semuanya, ada murid baru di kelas ini, silakan perkenalkan dirimu.” ujar park sonsengnim pada namja itu.

“Annyeonghaseyo, Choi Minho Imnida, saya pindahan dari SM High School.. mannasseo bangapseumnida..” ucapnya sambil tersenyum menawan. *author aja mpe cnta mampus ma ne orang#pletakk*

“Oya, minho-ya, kau bisa duduk sebangku dengan key..” ujar park sonsengnim menunjuk mejaku.

“Oh benar firasatku tadi, ini sebabnya kenapa mereka semua berbisik2 dibelakangku, dasar mereka..” gerutuku pelan, tak menyadari jika dia sudah duduk disampingku.

“Annyeong, Choi Minho imnida..” ujarnya tersenyum sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan denganku.

“Kim Kibum Imnida.. panggil saja Key.” sahutku membalas uluran tangannya dengan memasang senyumanku. Walau aku agak sebal dengan sahabat2ku karna mereka sekarang tengah tersenyum nakal padaku, huh menyebalkan.

*^_^_^_^_^_^*

Minho’s PoV

Hari ini adalah hari pertamaku disekolahku yang baru setelah pindah dari sekolahku yang lama SM High School, aku pindah kesini, karna disekolah lamaku terlalu banyak yeojanya, mereka semua adalah yeoja yang sangat menggagumiku dan sangat menggangguku dimanapun aku berada, susahnya jadi mahluk ciptaan Tuhan yang paling tampan disekolah, akhirnya aku putuskan untuk pindah ke SHINee Super High School ini, sekolah khusus namja, jadi aku tidak perlu khawatir karna disini tidak ada satupun yeoja yang menggangguku, semua guru disini pun juga namja semua, karna masih pagi akupun berjalan2 mengelilingi sekolah ini, setelah itu baru aku akan menemui pak kepala sekolah, di tengah2 aku sedang asyik berjalan, tiba2 kakiku tersandung sesuatu dan akhirnya aku menabrak seorang namja di depanku.

“Brukkkk..gedebak..gedebuk..*suara orang jatuh(?)* ahh.. appoyo!!” pekiknya kesakitan sambil memegang tubuh bagian belakangnya yang sukses mencium lantai dengan sempurna(?).

“Ya! Hati2lah jika berjalan.” serunya memanyunkan bibirnya.

“Omona! Umma, dia cantik sekali jika sedang manyun seperti itu” batinku sambil menatap wajahnya.

“Hmm yeppeo..” gumamku tersenyum padanya.

“Ya! Kau tadi bilang apa? Bukannya minta maaf, malah berkata seperti itu.” ucapnya tetap memanyunkan bibirnya.

Dia memang cantik, namja yang memiliki paras yang cantik.

“Ah.. apa kau mendengar apa yang aku katakan barusan ya?” tanyaku sambil tersenyum menawan padanya. Aku tebarkan senyumanku yang memang penuh charisma ini padanya.

“Mianhae.. jeongmal mianhaeyo, aku tidak sengaja, karna tadi aku sedikit tersandung. Maukah kau memaafkanku?” ucapku sambil tersenyum.

“Ne. Aku maafkan, lain kali jangan kau ulangi ya, hmm, apa maksudmu tadi berkata bahwa aku ‘cantik’ hah?” ucapnya menatapku, aku hanya bisa tersenyum memandangnya.

“Hello… kau melamun ya?” ucapnya sambil menggibas2kan tangannya didepan wajahku. Huh.. kau cantik sekali , jika kau mendekat aku pasti bisa jantungan, aku masih saja tersenyum padanya, namun secepatnya aku sadar dan menjawabnya.

“Hmm.. gumawo sudah memaafkanku.. kau memang cantik.. wajar jika aku berkata seperti itu.” jawabku tetap tersenyum.

“Aneh sekali dari tadi kau suka sekali tersenyum sendiri, daripada aku ikut gila, lebih baik aku kembali saja untuk latihan. Annyeoooong.” ujarnya langsung berlari meninggalkanku sendiri.

“Hmm.. sepertinya aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya, tapi aku tidak tau siapa namanya, semoga saja nanti aku akan bertemu lagi dengannya.

Akupun langsung berjalan ke ruang kepala sekolah, setelah berbincang sedikit tentang keahlian bermain basketku dengan beliau, akupun langsung diantar menuju ke kelasku, setelah pak kepala sekolah masuk, akupun mengikutinya masuk kedalam kelas tersebut, aku langsung terpesona melihat pemandangan di depanku, ternyata namja cantik itu ada dikelas ini, senangnya hatiku, akupun hanya bisa tersenyum memandangnya, memandang namja cantik dengan mata kucingnya yang sangat tajam dan mempesona untukku, tak lama setelah pak kepala sekolah selesai berbincang2 dengan guruku dan langsung meninggalkan ku bersama guruku yang kuketahui namanya Park Jaebum, beliau pun menyuruhku untuk memperkenalkan diriku didepan kelas.

“Perhatian semuanya, ada murid baru di kelas ini, silakan perkenalkan dirimu.” ujar park sonsengnim padaku.

“Annyeonghaseyo, Choi Minho Imnida, saya pindahan dari SM High School.. mannasseo bangapseumnida..” ucapku sambil tersenyum menawan. *author aja mpe cnta mampus ma diriku#pletakk*

“Oya, minho-ya, kau bisa duduk sebangku dengan key..” ujar park sonsengnim menunjuk meja namja cantik itu, akupun langsung berjalan menghampiri bangkunya yang ada tepat lima langkah didepanku, aku melihat dia belum menyadari jika aku sudah duduk disebelahnya, akupun langsung mengajaknya untuk berkenalan.

“Annyeong, Choi Minho imnida..” ujarku tersenyum sambil mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan dengannya.

“Kim Kibum Imnida.. panggil saja Key.” sahutnya membalas uluran tanganku dengan memasang senyumannya. Uhm.. neomu yeppeo..neomu joahae.. ternyata tangannya halus sekali untuk seorang namja.

“Mulai hari ini aku akan berusaha untuk mendekatimu.” batinku bersemangat.

*^_^_^_^_^_^_^*

Author’s PoV

 

Tanpa disadari oleh minho, jika ada seorang namja cantik nan imut dia adalah Kim Taemin yang sedang menatapnya diam2, namja itu terpesona pada minho, bahkan dia telah menyukainya pada saat jumpa pertama dengannya tadi.

“Neomu kyeopta^^.” ucap minnie dalam hati.

Teet..teet..teet.. bel jam istirahat pun berbunyi, semua siswa beranjak pergi ke kantin kecuali key, minho dan 17 orang lainya, semua sahabat key dan para namjachingu mereka pun menggerumuni bangku key untuk berkenalan dengan minho.

“Hai minho-ya, aku teukie imnida sambil mengulurkan tangan*skipp* sampai pada perkenalan antara minnie dan minho, minnie merasa senang sekali bisa berkenalan langsung dengan minho, akhirnya panggilan melalui speaker sekolah yang ditujukan pada key dan minho untuk segera datang keruang kepala sekolah, mereka akhirnya langsung beranjak menuju kantor kepala sekolah.

Tok..tok..tok.. “Iya masuk.” ucap kepala sekolah kim dengan singkat.

“Silakan duduk.” lanjut kepala sekolah.

“Ada apa bapak memanggil saya kemari? Apakah saya membuat masalah?” tanya key agak bingung, karna dia murid terbaik dan multitalenta disekolah.

“Aku memanggilmu untuk membicarakan tentang konsep dance yang akan kau tampilkan di festival sekolah, apakah sudah di siapkan dengan baik?” ujar kepala sekolah pada key.

“Tenang saja pak, saya dan semua member saya, sudah menyiapkannya dengan baik, saya jamin pada waktu tampil di acara festival sekolah sebulan lagi pasti hasilnya akan membuat anda puas.” jelas key sambil memamerkan senyumnya.

“Baguslah jika begitu, aku akan mendukungmu.” ucap kepala sekolah membalas senyum key.

“Dan untukmu minho-ya, aku ingin kau bergabung dengan tim basket yang di ketuai oleh kangin, otthe?” tanya kepala sekolah pada minho.

“Saya sangat setuju pak, walau ini yang pertama untuk saya bergabung di tim basket sekolah ini, saya akan berusaha sebaik mungkin.” ucap minho senang.

“Baiklah, kalian boleh kembali pada kegiatan kalian masing2.” ujar pak kepala sekolah mengakhiri perbincangan mereka.

Setelah keluar dari ruangan kepala sekolah, minho dan key hanya berjalan dengan diam, key hanya berjalan sambil menunduk, sampai pada akhirnya tak sengaja ada yang hampir menabrak key dan itu membuat jantung key dan minho saling berdetak.

“Key-ah, awaaasss di depanmu..” belum sampai minho menyelesaikan ucapannya, ia langsung menarik key kedalam pelukannya.

Sejenak keduanya masih diam membatu di posisi mereka yang sekarang sudah menyatu dalam pelukan tangan kekar minho.

“Hmmm.. minho-ya.. bisakah kau lepaskan pelukanmu ini, aku sedikit sesak.” ujar key pada minho, minho hanya menggaruk2an kepalanya yang tak gatal.

“Uhm.. mianhae, aku hanya tak ingin kau terluka karna ditabrak olehnya tadi.” ucap minho pelan pada key.

“Gwaenchana. Gumawo.” ujar key tersenyum pada minho.

“Cheonmaneyo.. ehm, bisakah kau mengantarku perpus key-ah.” tanya minho pada key.

“Ne. Mari kuantar kau kesana.” sahut key pada minho.

*^_^_^_^_^_^_^*

Key’s PoV

 

Setelah keluar dari ruang kepala sekolah, rasanya jantungku hampir copot setiap kali dekat dengannya, choi minho, baru pertama kali aku merasa seperti ini bila dekat dengan namja, biasanya sih aku tidak merasakan apapun terhadap semua namja yang ada di dekatku, tapi ini beda, apa ini cinta, apa benar jika aku mencintainya, sambil memikirkan ini aku sampai tidak sadar jika ada seorang namja yang sedang bermain skeatboard didepanku dan hampir saja aku tertabrak olehnya, jika saja minho tidak menolongku.

“Key-ah, awaaasss di depanmu..” belum sampai minho menyelesaikan ucapannya, ia langsung menarikku kedalam pelukannya.

Sejenak tubuhku serasa diam membatu di posisi yang sekarang sudah menyatu dalam pelukan tangan kekar minho.

“Hmmm.. minho-ya.. bisakah kau lepaskan pelukanmu ini, aku sedikit sesak.” ujarku pada minho, minho hanya menggaruk2an kepalanya yang tak gatal. Sebenarnya tidak masalah dia memelukku, tapi yang jadi masalahnya adalah aku malu jika degupan jantungku terdengar olehnya.

“Uhm.. mianhae, aku hanya tak ingin kau terluka karna ditabrak olehnya tadi.” ucap minho pelan padaku. Aisshhh… perhatian sekali dia ini, padahal kita baru pertama bertemu.

“Bolehkah aku menyukaimu? Atau mencintaimu?” batinku dalam hati menatapnya.

“Gwaenchana. Gumawo.” ujarku tersenyum pada minho.

“Cheonmaneyo.. ehm, bisakah kau mengantarku perpus key-ah.” tanya minho padaku.

“Ne. Mari kuantar kau kesana.” sahutku pada minho.

@Perpus

“Memangnya kau mau mencari buku apa minho-ya?” tanyaku padanya.

“Aku ingin melihat2 dulu key-ah.” jawabnya singkat padaku sambil tersenyum.

“Baiklah jika begitu, aku juga mau mencari buku dulu ya.” ujarku memancarkan senyum menawanku, kulihat dia jadi melongo menatapku.

“Minho-ya, neo gwaenchana?” ucapku menepuk2 kedua pipinya.

“Ehmm.. nn.. ne key-ah, nan gwaenchana.” jawabnya sedikit salah tingkah.

Aku mencari2 buku resep masakan, biasanya aku membelinya di toko buku, tapi untuk apa ada perpus disekolah kalo tidak dimanfaatkan, aku namja yang suka sekali memasak, hampir semua sahabatku dan semua orang yang mencicipi masakanku pasti selalu ketagihan untuk mencobanya lagi dan lagi.

“Huh.. bukunya tinggi sekali tempatnya ada di atas sana, bagaimana aku bisa menggambilnya ya.” gerutuku menatap buku yang ada diatas sana yang tak tergapai olehku.

“Key-ah, ada apa.. apa kau butuh bantuanku?” ucapnya menawarkan bantuan.

“Ne, itu minho-ya, buku resepnya letaknya tinggi sekali aku tidak bisa menggapainya.” jawabku jujur sambil menunjuk kearah buku itu.

“Oh itu.” katanya singkat, sejenak kurasakan dia seperti memelukku dari belakang, karna posisinya tadi ada dibelakangku, dan aku didepannya, aku memutar tubuhku menghadap kearahnya, tubuh kami berdua sangat dekat sekali, hmm.. wangi yang sangat menawan, aroma parfumnya maskulin sekali, tidak seperti parfumku yang beraroma sweet stroberry.

“Ini bukunya, ehmm.. buku resep key-ah?” tanyanya sedikit kaget menatap buku yang digenggamnya.

“Ne. Memangnya kenapa dengan buku resep ini minho-ya? Kau pikir karna aku namja, jadi aku tidak pintar dalam hal memasak ya?” ujarku menyipitkan mataku.

“Hmm.. kukira begitu tadinya, bagaimana jika nanti aku mengantarmu pulang, karna aku membawa motor dan aku sekalian mencicipi masakanmu nantinya. Otthe?” tanyanya padaku.

“Ok, nanti aku akan pulang bersama denganmu nanti, ayo kembali ke kelas.” ucapku padanya.

“Ehem.. ciyeee… key-ah dan minho-ya sekarang dekat sekali ya, padahal baru bertemu tadi.” sindir semua sahabatku dan kekasihnya padaku dan minho.

“Ya! Apa yang kalian bicarakan sih, oya mana minnie namdongsaeng ku yang imut itu?” tanyaku pada mereka semua.

“Kulihat tadi onew mengajak minnie pergi ketaman sekolah, mungkin saja dia akan menyatakan cintanya pada adikmu, dan nantinya pasti jadi giliranmu dengan minho, iyakan minho-ya?.” sahut chullie sedikit cekikikan menatap wajahku yang tiba2 memerah mendengar kata2nya barusan dan di ikuti tawa berjama’ah dari yang lainnya.. kulirik minho hanya tersenyum mendengar ucapan teman2ku.

*^_^_^_^_^_^_^*

Minho’s PoV

Rasanya hari ini hari yang sangat menyenangkan untukku, melihat wajah memerah key, saat sahabat2nya menggodanya tadi dengan mengait2kan namaku, hari ini aku akan mengantarnya pulang, sekalian mengunjungi rumahnya untuk yang pertama kalinya, aku sudah berjalan di parkiran dengan key yang sekarang berjalan disampingku.

“Key-ah, ayo naiklah, ini helmnya, mian bukan warna pink seperti warna favoritmu.” ucapku padanya.

“Gwaenchana. Bagaimana bisa tau jika aku menyukai warna pink? Warna biru juga sangat bagus. Aku juga menyukainya.” tuturnya padaku.

“Aku mengetahuinya, karna kau selalu memakai semua benda yang berwarna pink tadi, Pegangan yang kuat ya, aku akan sedikit ngebut nih.” ujarku padanya sambil melingkarkan tangannya erat ke pinggangku.

“Ne.” balasnya singkat.

Aissshhh.. jangan sampai jantungku berdetak hebat saat dipeluk olehnya seperti ini, aku pasti akan ketahuan olehnya nanti.

**

“Masuk minho-ya, anggap saja seperti dirumah sendiri, sebentar aku akan panggilkan umma dan appaku dulu.” ujarnya meninggalkanku diruang tamu, kulihat disana banyak sekali fotonya, semuanya nampak cantik, dan jika aku boleh menilai, key dan minnie adiknya, lebih cantik key seorang*minnie jgn bnuh diri, mzih ada aku kok#plakk*

“Minho, kenalkan ini appa dan ummaku, appa, umma ini minho murid baru dikelasku.” ujarnya tersenyum pada umma appanya.

“Hai minho-ya, sering2 main kemari ya. Jangan sungkan2 ya.” ucap appanya padaku.

“Hmm, key-ah, minho ini namjachingu mu yah? Kalian sangat akrab sekali, umma sangat setuju jika kau dekat dengannya lebih dari teman.” ucap ummanya menatapku dan key, sedangkan appanya hanya tersenyum menatap wajah key.

“Saya main kesini karna saya ingin mencicipi masakan buatan key ahjumma, ahjussi.” sahutku memamerkan senyumanku.

*^_^******

Sudah sebulan aku dekat dengan key, aku juga sudah mengenalnya dengan dekat, setiap hari kami mengghabiskan waktu bersama, kadang aku menemaninya berlatih menari, juga kadang dia yang menemaniku berlatih basket, rasanya sangat indah, tapi aku belum berani menggungkapkan perasaanku padanya, aku sangat menyayanginya, bahkan kini perasaan itu sudah melebihi rasa sayangku pada sahabatku sendiri, karna aku mencintainya sebagai orang yang benar2 ku cintai lebih dari sahabat.

*^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_^*

Key’s PoV

 

Hari ini aku dan semua member ‘Beautiful Boys’ akan segera dipanggil untuk tampil membawakan dance kami dipanggung festival, senangnya aku, karna semuanya sudah kami persiapkan dengan baik, apalagi jinnie yang dulu dancenya sudah mirip dengan mayat hidup, kini dia sudah ahli dalam melenturkan tubuhnya, lincah sekali dia sekarang jika menari, aku sangat menghargai kerja kerasnya yang hingga hari ini sangat bersemangat sekali dalam festival ini.

“Kami panggilkan, ‘Beautiful Boys’ dengan lagu ‘Gee Girls Generation’.” ujar pembawa acara pada kami semua.

Aha! Listen Boy.. My first love story..

My angel.. and my girls..

My sunshine..

Oh! oh! Lets go..

Neomu neomu meotjyeo..nooni nooni booshuh..

Soomeul moth shigettsuh ddeuleeneun gul

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

O neomu bukkeureoweo chyeodabol su eopseo

Sarange ppajyeotseo soojoobeun geol

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

Eotteoge hajyo (eotteokhajyo) ddeuleeneun maeum (ddeileeneun maeum)

(Dugeun dugeun dugeun dugeun) dugeun dugeun georyeo bamen jamdo mot eerojyo

Naneun naneun babongabwayo

Geudae geudae bakke moleuneun babo

Geulaeyo geudael boneun nan

Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no…

Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh…

Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee…

O juhjeun nunbit (oh yeah) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah)

Oneomu yeppeo mami neomu yeppeo

cheot nune banhaet seokkok jjipeun gul

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

Neomuna ddeluhguhwuhmanjil suga eopseo

Sarange tabeoryeo hookkeunhan geol

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

Gee..gee..gee..gee.. baby..baby..baby..

Eojjeomyeon joa (eojjeomyeon joayo)

Soojoobeun naneun (soojoobeun nanaunyo)

(Molla molla molla molla) mollahamyeon maeil geudaeman geurijyeo

Chinhan chingudeureun mahajyo

Jeongmal neoneun jeongmal motmolryeo babo

Hajiman geudael boneunnan

Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no…

Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh…

Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee…

O juhjeun nunbit (oh yeah) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah)

Maldo mothaet geol

Neomu bukkeureoweo naneun nan

Yong iga eopneun geolkka

Eotteokhaeya joeun geolkka

Dugeun dugeun mam jorimyeo

Barabogo itneun nan (ya)

Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no…

Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh…

Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee…

O juhjeun nunbit (oh yeah) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah)

Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no…

Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh…

Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee…

O juhjeun nunbit (oh yeah) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah)

 

Kami mengakhiri dance dengan sangat baik, Rasanya senang sekali bisa menjadi penampil terbaik dan terfavorit dalam festival ini.

^_^_^_^*****************

Sudah sebulan ini aku dekat dengan minho, aku malu untuk mengungkapkan perasaanku padanya, sahabat2ku saja aku suruh untuk tutup mulut dulu, agar tidak diketahui oleh orang lain kecuali kami ber8, tidak termasuk minnie, karna sepertinya dia juga menyukai minho, walau dia tidak bilang, tapi aku tahu, tiba2 minnie adikku duduk disampingku sambil tersenyum.

“Key hyung, aku mau cerita nih.” ucapnya tersenyum padaku.

“Ada apa minnie-ah.” ujarku singkat.

“Aku menyukai minho hyung, aku ingin sekali dia jadi namjachingu ku. DEG..” ucapnya riang padaku, dadaku sakit sekali mendengarnya, bahwa adikku menyukai namja yang kucintai.

“Baiklah aku akan melepas minho, dan menyimpan sendiri rasa ini untuknya, karna aku ingin minnie bahagia.” batinku, aku hanya tersenyum menanggapi menatap wajah bersemu adikku, walau rasa sakit ini tiba2 mendera dadaku.

“Bagus jika begitu, kau ungkapkan saja cintamu padanya, nanti keburu ada yang menarik perhatiannya darimu.” ucapku menyemangati namdongsaeng ku ini, padahal didalam hatiku saat ini kurasakan sakit jika mengetahui cintaku pada minho tidak akan kuungkapkan sama sekali padanya.

***^_^_^_^****

Minnie’s PoV

Sejak pertama bertemu dengan minho hyung, aku sudah menyukainya, walau onew hyung telah menyatakan cintanya padaku, tapi dengan halus aku menolaknya.

#Flashback#

@Taman sekolah

 

“Minnie-ah, saranghae, jeongmal saranghae.. maukah kau menjadi namjachingu ku?” ungkap onew hyung sambil mengenggam tanganku dan memamerkan senyuman gigi kelincinya padaku.

 

“Ehm.. mianhae hyung, aku tidak bisa menerima cintamu, karna aku telah menyukai minho hyung, jeongmal mianhae hyung.” ucapku melepas genggaman tangannya.

 

“Jadi kau menyukainya ya, kenapa kau tidak menyukaiku minnie-ah, selama ini kita selalu bersama, apa kau tidak pernah merasakan debaran jantungku saat aku bersamamu.” ujarnya dengan raut wajah yang kecewa.

 

“Entahlah hyung, aku bingung, tapi hyung tidak marah kan padaku.” sahutku padanya, aku memang bingung, karna di sisi lain aku merasa nyaman dekat dengannya, tapi di satu sisi lainnya aku juga menyukai minho hyung.

 

“Baiklah jika memang seperti itu, aku akan tetap menunggumu sampai kau mencintaiku dengan sendirinya.” ucapnya berlalu meninggalkanku sendiri ditaman.

 

#End Flashback#

 

Festival sekolah sudah diadakan hari ini, semuanya sangat meriah, aku ingin menyatakan perasaanku ini pada minho hyung, sudah lama aku memendam rasa suka ini padanya, tapi aku malu untuk menyatakannya, jadi kuputuskan untuk bercerita pada key hyung, aku menghampirinya yang sedang duduk sendiri dipojok ruangan.

“Key hyung, aku mau cerita nih.” ucapku tersenyum padanya.

“Ada apa minnie-ah.” ujarnya singkat.

“Aku menyukai minho hyung, aku ingin sekali dia jadi namjachingu ku.” ucapku riang padanya. Kulihat wajah hyungku sedikit kaget, tapi akhirnya dia tersenyum padaku.

“Bagus jika begitu, kau ungkapkan saja cintamu padanya, nanti keburu ada yang menarik perhatiannya darimu.” ucap key hyung menyemangatiku.

Tanpa menunggu waktu lama akupun langsung beranjak mencari minho hyung untuk menyatakan cintaku padanya, kulihat namja berperawakan tinggi jangkung, dengan rambut cepak sedang duduk sendiri ditaman sekolah, akupun langsung menghampirinya.

“Hyung, aku mau bicara sesuatu padamu, kau sedang tidak sibuk kan?” tanyaku memasang senyuman kearahnya.

“Ehmm. Anni. Memangnya ada perlu apa denganku, sepertinya penting sekali.” ujarnya menatapku.

“Minho hyung, joahae hyung, maukah hyung menjadi namjachingu ku..” ungkapku padanya. Kulihat dia agak kaget dengan pernyataan cintaku padanya.

“Minnie-ah, mianhae, aku tidak bisa.” jawabnya singkat, aku agak kecewa, lalu kutanyakan lagi jawabannya.

“Hyung, kau mau kan jadi kekasihku?” tanyaku memastikan padanya.

“Mianhae minnie-ah, aku tidak bisa menyukaimu.. karna aku sudah mencintai orang lain.. dan orang itu adalah Kim Kibum hyungmu..DEG..” ujarnya padaku, tiba2 air mataku jatuh begitu saja tanpa kuperintah membasahi pipiku.

“Jadi dia mencintai key hyung, dan sepertinya key hyung juga mencintainya, tapi bagaimana denganku.” batinku.

“Minnie-ah, kau tidak apa2 kan, ulljima.. jangan menangis, mianhae jika aku menyakiti hatimu, aku tidak berniat melukai hatimu. Mianhae.. jeongmal mianhaeyo..” ucapnya padaku, dan dia langsung menarikku kedalam pelukannya, mengusap2 punggungku untuk menenangkanku.

“Gwaenchana hyung, benarkah kau mencintai hyungku, apa kau sungguh2 mencintainya hyung, kau tidak akan melukainya kan.” kataku padanya, sambil membalas pelukannya.

“Ne, aku sangat mencintainya minnie-ah, aku mencintainya sejak pertama kali berjumpa dengannya di koridor sekolah pada saat pertama aku masuk kesekolah ini, aku sangat bersungguh2 dengan perasaanku ini, karna ini kali pertama aku jatuh cinta minnie-ah.” terangnya padaku, sangat menghayati setiap ucapannya tadi.

“Aku rela jika yang kau cintai itu adalah hyungku, walau aku sedih karna tidak bisa menjadi kekasihmu hyung, jagalah hyungku baik2, aku sangat menyayanginya, karna selama ini dia selalu memberikan semua yang ku inginkan, dan sepertinya dia merelakanmu untukku karna dia sangat menyayangiku, sehingga kebahagiaannya sendiri dia lupakan.” ujarku pada minho hyung.

“Jinjja? gumawo minnie-ah, kau memang adik ipar yang baik, bagaimana jika kau dengan onew saja, karna aku lihat dari matanya jika dia amat sangat mencintaimu, apa kau tidak ada perasaan dengannya?” ucapnya padaku masih tetap dengan posisi memelukku.

“Aku sebenarnya bingung hyung dengan perasaanku padanya, aku sangat nyaman berada disampingnya, itu saja yang kurasakan padanya.” jawabku agak bingung.

“Itu namanya kau juga mencintainya, hanya saja kau sedang dilema karna kau juga menyukaiku, tapi aku yakin jika perasaanmu padanya lebih kuat dibanding perasaanmu untukku.” ujarnya yakin.

“Baiklah jika begitu hyung, lebih baik kau lepaskan pelukanmu ini sebelum ada orang yang salah paham dengan kelakuanmu ini.” ucapku padanya, kemudian dia langsung melepas pelukannya.

“Carilah onew, dan ungkapkan perasaanmu padanya.” ucapnya menyemangatiku.

“Ok, kau juga sebaliknya ya hyung. Annyeooong.” ujarku berlalu meninggalkannya.

*****^_^_^_^_^**

Onew’s PoV

Sudah dari awal aku mencintainya waktu key mengenalkan minnie padaku tepat pada saat pertama minnie masuk ke kelasku, aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya, namja berparas cantik nan imut itu, tapi kini hatiku sakit saat tau jika minnie ternyata menyukai minho, dan menolak pernyataan cintaku.

#Flashback#

@Taman sekolah

 

“Minnie-ah, saranghae, jeongmal saranghae.. maukah kau menjadi namjachingu ku?” ungkapku sambil mengenggam tangannya dan memamerkan senyuman gigi kelinciku padanya.

 

“Ehm.. mianhae hyung, aku tidak bisa menerima cintamu, karna aku telah menyukai minho hyung, jeongmal mianhae hyung.DEG..” ucapnya melepas genggaman tanganku.

 

“Jadi kau menyukainya ya, kenapa kau tidak menyukaiku minnie-ah, selama ini kita selalu bersama, apa kau tidak pernah merasakan debaran jantungku saat aku bersamamu.” ujarku dengan raut wajah yang kecewa.

 

“Entahlah hyung, aku bingung, tapi hyung tidak marah kan padaku.” sahutnya padaku.

 

“Sebenarnya aku tidak rela jika minnie menyukai minho, dan menolak cintaku seperti ini, tapi biarlah aku tetap mencintainya.” batinku.

 

“Baiklah jika memang seperti itu, aku akan tetap menunggumu sampai kau mencintaiku dengan sendirinya.” ucapku berlalu meninggalkannya sendiri ditaman.

 

#End Flashback#

 

Hari ini sepi sekali rasanya, walau ada banyak orang yang menghadiri festival sekolah ini, dan mereka semua berpasangan. Aku cukup bahagia bisa melihatnya tadi di atas panggung saat dia menari tampak ‘neomu yeppeo’ , dan kini aku ada disini, di pojok ruangan memandang mereka semua, kini dipikiranku hanya tersita oleh minnie seorang, aku merasa ada yang menepuk punggungku, akupun menoleh, dan kudapati wajah seseorang yang kucintai ada tepat di belakangku.

“Onew hyung, aku ingin berbicara denganmu. Bisakah kau ikut aku keluar dari ruangan ini.” ucapnya tepat didepan telingaku, karna suasana disini ramai sekali.

“Ne.” ucapku singkat.

Dia menggandeng tanganku berjalan menyusuri setiap koridor sekolah, dan ini membuat jantungku berdetak kencang, akhirnya dia berhenti di tempat sepi, lalu berdiri dihadapanku.

“CHU.. saranghae onew hyung.” ucapnya setelah mencium bibir tebalku.

“Minnie-ah, kau jangan bercanda, kenapa tiba2 kau menciumku?” ucapku dengan wajah memerah karna ciumannya tadi.

“Aku menciummu, karna aku mencintaimu hyung, aku sudah mengerti semua jawaban dari kebingungan ku selama ini, selama ini aku selalu merasa nyaman berada disampingmu, aku menyayangimu, tapi aku juga menyukai minho hyung, jadi aku sedikit dilema memutuskan perasaanku ini padamu, hingga akhirnya aku terlanjur menolakmu waktu itu. Aku menyesal, dan aku akui sekarang jika aku juga mencintaimu hyung.” ungkapnya padaku sambil mengulas senyuman dibibirnya.

“Jinjja minnie-ah, kau juga mencintaiku, gumawo minnie-ah, jadi sekarang kau resmi menjadi namjachingu ku.” ujarku langsung memeluknya.

“Ya! Hyung. Seharusnya kau menembakku lagi, bukan malah seperti ini, kau ini tidak romantis sekali sih.” ucapnya melepas pelukanku dan memanyunkan bibir tipisnya.

“Ok ok. Minnie-ah, maukah kau menjadi namjachingu ku, karna aku sangat mencintaimu.” ucapku sambil mengecup kedua tangannya sangat lembut dengan bibir tebalku ini. Wajahnya tampak memerah karna aksiku ini.

“Ne hyung, nado saranghae..” ucapnya singkat, lalu akupun segera menciumnya dengan lembut dan lama.

************^_^_^_^_^_^_^_^************

Key’s PoV

 

Ya Tuhan, benarkah tadi yang kulihat ditaman, minho berpelukan dengan minnie adikku, apakah minnie sudah menyatakan cintanya, dan apakah minho juga menerima pernyataan cinta dari minnie, hatiku sakit melihat mereka berpelukan tadi, mungkin memang aku harus melupakan rasa cintaku ini padanya.

“Key-ah, kau sedang apa?” tanya sebuah suara yang ku kenal tepat didepanku.

“Eumhh.. minho-ya , aku tidak sedang apa2, memangnya ada apa minho-ya?” balasku padanya. Kutatap matanya sangat berbinar2, apakah dugaanku benar.

“Aku ingin berbicara denganmu key-ah, bisakah kau ikut denganku.” ucapnya padaku.

“Ne. Silakan saja.” ucapku singkat. Apa dia mau membicarakan tentang adikku minnie. Sepertinya aku harus siap menerima kenyataan yang akan terjadi.

“Bukan disini key-ah, tempat ini terlalu ramai, kita kesana saja.” ujarnya sambil menggandeng tanganku, jantungku memang berdetak kencang, tapi semua itu tidak menutupi rasa cemasku akan apa yang dia katakan nanti padaku, mungkin ini mengenai minnie, tak lama setelah berjalan dia menghentikan langkahnya tepat di tempat pertama kali aku dan dia bertemu.

“Key-ah, apakah kau ingat ini tempat apa? Ini adalah tempat dimana pertama kali aku bertemu denganmu, pertemuan yang sangat indah.” ujarnya tersenyum padaku.

“Ne, aku ingat minho-ya, lalu ada apa kau membawaku kemari?” tanyaku padanya.

“Ehmm, key-ah, tadi minnie pergi menemuiku dan dia juga menyatakan cintanya padaku, lalu aku..” ucapnya terputus olehku.

“Kau sudah jadian dengan adikku, chukae minho-ya.” ujarku meneruskan kata-katanya sambil menjabat tangannya.

“Baiklah jika begitu aku pergi dulu ya.” ujarku ‘lagi’ padanya, karna sekarang aku sedang menahan agar tangisku tidak pecah saat di depannya.

“Tunggu key-ah.” ucapnya lalu menarikku kedalam pelukannya. Tiba2 saja tangisku pecah di dada bidangnya ini, diapun kemudian mengusap2 punggungku untuk menenangkanku.

“Tolong lepaskan aku minho-ya..” ucapku sedikit melepas pelukannya, tapi langsung ditahan olehnya.

“Key-ah, biarkan saja seperti ini, jebal..” pintanya padaku, akupun dengan begitu saja mengijinkannya tetap memelukku.

“Key-ah, saranghae.. jeongmal saranghae.. will you be my boyfriend?” ucapnya sambil melepas pelukannya dan langsung berlutut  dihadapanku, dia tersenyum menawan padaku.

“Minho-ya, apa yang sedang kau lakukan, kau jangan main2, aku tidak bisa menerimamu sebagai kekasihku.” ujarku padanya. Dia sedikit kaget dengan ucapanku.

“Wae key-ah? Kenapa menolakku? Bukannya kau juga mencintaiku? Apa ini karna pernyataan cinta minnie adikmu padaku tadi, kau tidak perlu khawatir, karna aku sudah menolaknya dengan halus.” terangnya padaku.

“Mwo? Kau menolaknya? Kenapa kau menolaknya minho-ya? Dia menyukaimu tau..” ucapku sedikit kesal menatapnya, sedangkan yang ditatap hanya tersenyum tidak jelas.

“Ya! Kenapa diam saja, malah tersenyum tidak jelas seperti itu.” sungutku agak kesal sambil menghentakkan kakiku dilantai dan memanyunkan bibirku.

“Hmm.. karna aku mencintaimu key-ah, hanya kau yang kucintai, lagian juga orang yang di cintai minnie sebenarnya bukan aku, tapi orang itu adalah onew, selama ini minnie hanya mengalami dilema saja karna dia menyayangi onew dan menyukaiku, jadi kau tidak perlu marah seperti itu, lagian juga kau marah karna apa memangnya? kau marah karna kau cemburu pada minnie ya?” ujarnya padaku.

“Aissshh kau ini PD sekali minho-ya, memangnya kau pikir aku sangat menyukaimu.. hah..” tuturku padanya.

“Ne, tentu saja, aku melihatnya dari mata kucingmu itu, bahwa kau begitu sangat mencintaiku. Mencintai choi minho seorang.” ucapnya sambil tersenyum. Aku langsung terdiam karna ucapannya itu.

“Ja..jadi kau dan minnie tidak berpacaran, benar begitu minho-ya?” tanyaku padanya dengan wajah yang bersemburat merah karna malu. Ommo umma.. aku maluu..

“Ne, aku tidak berpacaran dengannya, jadi sekarang will you be my boyfriend?” ujarnya menatap mataku dengan mata elangnya itu.

“Yes.” jawabku singkat langsung memalingkan wajahku karna malu.

“Gumawo key-ah, saranghae, neomu neomu saranghae.” ucapnya kemudian mencium keningku.

Tak lama kemudian dia mendekatkan wajahnya kearahku, dan seketika waktu terasa berhenti untuk sejenak, aku kehilangan kesadaranku, karna sekarang bibir tebalnya tepat diatas bibir tipisku, aku merasakan ciuman pertamaku dengan namja yang aku cintai, dan ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan padanya.

“Brukkkk, brakkkk,, gedebak..gedebukk.. bruaaaakkkkk!!!!*suara orang jatuh* Huaaahhh… appoyo!!” ucap suara2 dibelakangku. Aku dan minho melepaskan ciuman kami dan menatap kaget pada ke 18 orang yang sedang terjatuh dengan posisi saling bertindihan tengah cengar cengir menatap kami.

“Ya! Apa yang sedang kalian lakukan.. heh.. kalian sedang mengintipku eo.. dasar kalian ini..” teriakku agak kesal dan malu karna ketauan oleh mereka semua.

“Key-ah, minho-ya, kami hanya sedang melihat2 pemandangan indah, tapi tiba2 saja kami semua tersandung dan terjatuh tepat disini.” ucap chullie padaku dan minho. Yang lainnya hanya berangguk ‘ria’ menanggapi ucapan chullie.

“Chukae ea, akhirnya kalian bersatu juga.” ucap semuanya padaku. Dan itu langsung membuatku malu.

Tiba-tiba minho menarikku kedalam pelukannya.

“Key-ah, saranghae.. CHU..” tiba2 minho menciumku.

“Nado saranghae.. Choi Minho…” balasku.

Cinta memang indah.. jangan coba2 jatuh cinta jika kita tidak ingin terlukai, tapi alangkah baiknya kita merasakan yang namanya cinta walau harus terluka karna cinta, karna mungkin saja kebahagiaan telah menantimu didepan*ngarang ne orang#plakk*.

The End…

Hohohohohoho… gaje kah ff yaoi ku ini,,, *jangan bantai saya* saya kan hanya ingin berimajinasi saja.. ok… jangan lupa RCL … dan sampai berjumpa di ff yaoi selanjutnya… hug.. chu.. *plakk*