fanfiction for our soul

Arsip Penulis

FF HanChul – Eternal Love [Part 3]


huaaaaaaaaa akhirnya lanjutkan lagi FF ini part 3

masih gak bisa tidur gara2 depan mata melihat Hanpa , ganteng, baik..ooohhhhh ueee gilaaaaa #stop it #mian curcol

Hanpa senyum saat aku kasih foto jumbo HanChul…hahahaha #norak #curcol lagi

okeh kembali ke cerita, , sepertinya FF ku kurang memuaskan,,,mianhae TT_TT

#nangis ala Bollywood

yasudahlah, gpp, yang penting share ajah, hahahahahahahahah #gila kumat

cekedot !

FF HanChul – Eternal Love [Part 3]

Cast :

Kim Heechul

Hankyung

OC :

Choi Siwon

Zhang Li Yin

Zhou Mi

Genre : YAOI/Romance

Author : Miss Heenim

@Heechul POV

Aku menatap Han, aku ingin tahu apa yang di katakan pria itu sampai Han tak bergeming dibuatnya. Aku lalu menoleh dan menatap pria itu. terlihat di matanya keseriusan yang dalam akan kata katanya barusan. Aku kembali menatap Han, dia terlihat sangat bingung. Aku terus menatapnya dan dia juga menatapku. Lalu Han menarik tanganku dan mengajakku pergi dari sana. Aku hanya mengikutinya.

Ku lihat pria itu menghela nafas dengan sikap Han yang mengacuhkan omongannya.

Han…jelaskan padaku apa yang terjadi….batinku

“Han, lepaskan aku…lepaskan aku….Han !” seruku

Han lalu menghentikan langkahnya dan melepaskan cengkraman tangannya di tanganku.

“Han…”

“Heechul…lihat aku….lihat mataku…” ucap Han tiba tiba sambil kedua tangannya memegang pipiku.

“Kau mencintaiku Heechul?” tanyanya

Aku mengangguk.

“Kau percaya padaku?”

Aku kembali mengangguk.

“Kau tahu Heechul, apapun yang terjadi, aku takkan meninggalkanmu, apapun kata orang, aku akan selalu ada di sampingmu, mengerti, ??” ucapnya lembut

Aku hanya mengangguk mendengar semua yang di ucapkannya.

“Lupakan kejadian barusan, dan lebih baik, ku antar kau pulang, bagaimana?”

“Aniyo, aku bisa pulang sendiri, Siwon menungguku di luar, “ ucapku

“Yah sudah, kau pulang saja, nanti ku hubungi, “

Aku lalu pergi meninggalkan Han, walau ragu tapi aku ingin terlihat tak memikirkannya. Aku tak mau Han tahu kalau sebenarnya aku mengkhawatirkan kejadian ini.

“Hyung, bagaimana?” Tanya Siwon saat aku sudah masuk ke dalam mobil

Aku hanya diam.

“Hyung, kau kenapa? Apa ada masalah?”

“Aniyo, gwenchanayo…” jawabku sambil tersenyum

“Kita pulang sekarang?”

“Ye,”

Siwon lalu melajukan mobilnya menjauh dari rumah sakit. Dan aku hanya diam memikirkan kejadian tadi.

Siapa pria itu? kenapa dia menampar Han ? dan apa yang di ucapkannya terakhir kali sehingga membuat Han begitu cemas.? Aku tak mengerti semua ini…..pikirku

@Hankyung POV

Aku sudah memikirkannya, aku takkan meninggalkan Heechul apapun yang terjadi, aku akan terus bersamanya, walau harus ku tukar dengan cita citaku.

Heechul, baru kali ini aku merasakan cinta yang begitu dalam, dan itu hanya kepadamu, aku rela meninggalkan semuanya demi bersamamu, aku hanya ingin kau selalu tersenyum, aku tak ingin kau menangis demi ku.

Aku memilihmu…..Heechul…

@Heechul POV

Aku tak bisa tidur malam ini. Aku terus memikirkan kejadian tadi siang.

Aku berniat untuk tidur, dan berharap esok pagi aku bisa melupakan kejadian itu. Tapi, tiba tiba Handphone ku berbunyi, aku melihat ke layar hp ku, aku tak mengenal nomor ini..

Dengan malas, aku pun menjawabnya.

“Yoboseyo, “ ucapku

“Kau Heechul??” Tanya seseorang diseberang sana

“Ye, nugu?”

“Aku tahu, kau pasti masih memikirkan kejadian di rumah sakit tadi kan?”

Tunggu !! dari mana dia tahu?

“Siapa kau, mau apa?”

“Jika kau ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya, temui aku, aku tunggu kau di café Elfish, sekarang  !” jelas orang itu dan dia langsung menutup teleponnya. Dari suaranya dia seorang wanita.

Café Elfish?? Itu kan café yang berada di sebelah rumah sakit..

Tanpa ba bi bu lagi, aku langsung menuju tempat yang dimaksud, tak berapa lama aku sampai dan aku lalu masuk kedalam café. Aku melihat ke sekitar, dan aku melihat seorang wanita yang sedang memperhatikan aku. Aku pikir, apa dia yang menelponku?

Aku pun memberanikan diri untuk menghampirinya.

“Maaf, apa kau yang menelponku tadi?” tanyaku ragu

“Ye, silahkan duduk, “ jawabnya sambil mempersilahkanku duduk

“Gomawo,”

Aku lalu duduk di depannya.

“Aku tahu, kau masih memikirkan kejadian tadi kan?” tanyanya

“Dari mana kau tahu? Dan kau siapa?”

“Namaku? Aku Hae In..aku bekerja di rumah sakit sebagai seorang suster,” jelasnya

“Lalu?”

“Pagi tadi, aku menyebar ini keseluruh staff rumah sakit,dan tentunya juga Han..” ucapnya sambil menyerahkan sebuah amplop  kepadaku.

Aku membuka dan mengambil isinya.

Betapa kagetnya aku saat aku  mengetahui isi amplop ini, beberapa lembar foto diriku dengan Han yang sedang berciuman di taman.

“Apa maksudnya ini? kau mengikuti kami?” tanyaku

“Tentu, Han menolak ajakanku untuk makan malam dengannya, dan dia malah pergi denganmu, aku pikir kalian hanya sekedar sahabat akrab, tapi ternyata di luar dugaanku, “ cibirnya

“Dan tidak hanya staff rumah sakit saja, tapi juga ku kirim ke ayah Han, yang tentunya pemilik rumah sakit, malamnya aku mengirim ke ayah Han terlebih dahulu lewat email, dan hasilnya sesuai perkiraanku, ayah Han datang ke rumah sakit, “ jelasnya

“Jadi, pria yang tadi itu..”

“Ya, dia adalah ayah Han, jadi intinya, hubunganmu dengan Han sudah diketahui oleh seluruh pihak rumah sakit dan juga ayah Han sendiri, “

Aku benar benar terkejut mendengar penjelasannya. Jadi…semua sudah tahu, bahkan sampai ke keluarga Han. Pantas saja Han bersikap seperti itu tadi.

“Wae? Kenapa kau melakukan ini? kau jahat, “ ucapku

“Aku menyukai Han, dan dia malah lebih memilihmu, kau kan namja, seorang namja tak patut berhubungan dengan namja juga, “

Ucapanya menusuk hatiku. Sakit rasanya mendengar perkataanya.

“Lebih baik kau pikirkan matang matang, tinggalkan Han atau kau akan membuat Han menderita,”

“Ne?”

“Ayah Han sudah  mengancam Han, jika Han lebih memlilihmu, gelar dokter yang dia sudah capai dengan susah payah akan di ambil oleh ayahnya sendiri, “

“Mwo?”

“Sekarang pasti Han sedang bingung, antara memilihmu atau cita citanya, ku tegaskan sekali lagi, tinggalkan Han atau kau akan membuatnya lebih menderita dari sekarang, !!” tegasnya. Dan dia pun pergi meninggalkan aku yang masih shock atas penjelasan tentang semua ini.

Setelah beberapa lama diam, aku lalu mengambil handphone di saku celanaku, dan menelpon seseorang.

“Yoboseyo, Siwon…”

“Hyung? Wae?”

“Bisa kau kesini?”

“Ne?”

“Bisa kau temani aku …” ucapku sambil menangis

“Hyung? Kau kenapa? Sekarang hyung dimana? Beritahu aku..”

“Café Elfish,”

“Ye, tunggu aku…”

Siwon lalu menutup teleponnya, aku masih menangis, dadaku sesak dan hatiku sangat sakit.

Han……

@Siwon POV

Apa yang terjadi dengan Heechul hyung, kenapa dia menangis?

Aku mempercepat laju mobilku agar cepat sampai ke café itu. Tak berapa lama kemudian aku sampai di café itu. Aku turun dari mobilku. Dan aku langsung menemukan Heechul hyung sedang berdiri di depan café sambil memegang sebuah amplop. Aku pun langsung menghampirinya.

“Hyung, kau baik baik saja? Apa yang terjadi?” tanyaku cemas

Heechul hyung tak menjawab, dia malah menangis. Aku langsung panik dan mengajaknya masuk ke dalam mobil.

“Hyung…tolong jangan buat aku cemas, ceritakan apa yang terjadi..” bujukku saat di dalam mobil

Heechul hyung lalu menceritakan semuanya. Aku kaget mendengar semua ini. Heechul hyung lalu memberikan amplop yang dipegangnya sedari tadi kepadaku.

Aku membukanya dan isinya adalah beberapa lembar foto Heechul hyung yang sedang berciuman dengan Han hyung.

Kalau boleh jujur, hatiku sakit melihat foto foto ini. Tapi ternyata lebih sakit lagi melihat Heechul hyung terus terusan sedih dan menangis.

“Hyung, kau jangan menangis lagi, Han hyung takkan meninggalkanmu, dia takkan memilih yang lain, dia pasti memilihmu,” ucapku

“Karena itu, karena hal itu lah, aku tak mau dia menderita karena itu,”

“Hyung….”

“Han pernah bilang, dia takkan meninggalkanku sebelum aku yang meninggalkannya,”

“Hyung…”

“Aku akan meninggalkannya, agar dia bisa dengan mudah meninggalkanku…” ucap Heechul hyung tegas

Hyung…sedalam itukah rasa cintamu pada Han hyung..???

@Hankyung POV

Aku memandangi layar handphone ku, sedari tadi berniat ingin menghubungi Heechul. Saat aku ingin menelponnya tiba tiba handphone ku lebih dulu berbunyi. Aku melihat layar handphone ku.

Hae In…??? ada apa malam malam begini menelponku ?

Aku lalu menjawab teleponnya.

“Yoboseyo, “ sapaku

“Hankyung, aku sendirian di sebuah café, mau temani aku? Aku sekarang sedang menunggumu untuk datang kesini, “ jelasnya

Karena dia sudah terlanjur berada di sana, dengan malas aku pun mengiyakan ajakannya.

“Baiklah, tunggu aku, aku akan segera kesana,” ucapku

Lalu aku menutup teleponku dan segera menuju ke tempat dimana Hae In berada.

Tak berapa lama kemudian aku sampai, aku lalu masuk ke dalam café tersebut, dan langsung menemukan Hae In disana.

“Kau baik baik saja ?” tanyaku yang melihatnya hampir mabuk

“Ye, aku baik baik saja, oh ya Hankyung…….bisa antarkan aku pulang?” tanyanya

Aku diam sejenak

“Baiklah, ayo kita pulang, “ ajakku

Aku lalu memapah Hae In yang sudah setengah mabuk untuk beranjak keluar dari café. Aku pun mengantarnya pulang ke rumahnya dengan mobilku.

Tak berapa lama, aku sampai di rumahnya. Aku membawanya masuk ke dalam. Dan membaringkannya di kasur.

“Kau istirahat saja, aku pulang dulu, “ ucapku

Aku beranjak pergi meninggalkan Hae In, tapi tiba tiba Hae In menarik tanganku. Akupun jadi mendekat ke dirinya.

Aku mencoba melepaskan diri, karena aku tak suka bau alcohol dari mulutnya.

Tapi, Hae In terus mendekatkan dirinya padaku. Bahkan dia sekarang mencoba memelukku. Aku berusaha untuk menjauhinya, tapi dia semakin erat memelukku.

“Hae In…kau ini kenapa? Lepaskan aku…” ucapku

“Aku mencintaimu Han, temani aku  malam ini…” bujuknya

Dia benar benar sudah gila.

“Mianhae…aku…”

Kata kataku terhenti saat aku melihat beberapa lembar foto terhampar di meja samping tempat tidur. Aku melihat lebih teliti foto itu adalah foto diriku dengan Heechul.

“Lepaskan !” seruku dan membuat Hae In melepaskan pelukannya.

“Apa ini? apa maksud dari foto foto ini?” tanyaku sambil mengambil foto itu.

“Iya, sesuai yang ada di pikiranmu, aku lah yang memotret kalian dan menyebarkannya ke seluruh isi rumah sakit dan tentu juga ayahmu, “ jelas Hae In

“Ne? kau benar benar sudah gila Hae In,”

“Ye, aku memang gila, aku gila karena mencintaimu Han,” ucapnya sambil berusaha mendekatiku lagi

“Menjauh dariku, aku tak suka kau yang seperti ini,” tolakku

“Wae? Apa karena namja itu? Heechul ? kau itu normal Han, kau tak sepantasnya menyukai namja juga, kau bukan gay, “ seru Hae In

“Kau tak tahu apapun tentang Heechul, dia lebih berarti dari pada apapun, dia mencintaiku tulus tanpa alasan apapun, dan begitu juga aku, aku mencintainya sangat tulus, aku tak perduli dengan perkataan orang, aku memang seperti ini, aku gay? Iya itu benar, dan perasaanku mengatakan, aku lebih baik memilih Heechul bahagia dari pada aku yang bahagia, kau sudah jelas?” ucapku

Hae In hanya diam

“Heechul punya hati yang baik, dia tak sepertimu, aku pergi dulu, kau istirahat saja, permisi…” lanjutku dan akupun pergi meninggalkan Hae In yang masih diam.

Heechul…..apapun yang terjadi……aku akan tetap memilihmu…..batinku

@Author POV

Heechul….ini semua karena Heechul, aku takkan tinggal diam….gumam Hae In

Hae In benar benar kesal atas perlakuan dan perkataan Han tadi.

#2 hari kemudian

@Hankyung POV

Sudah 2 hari ini Heechul tak bisa kuhubungi. Aku menelponnya selalu tak aktif.

Ada apa ini? kenapa Heechul terlihat seperti menghindariku……

Malam ini, aku memutuskan untuk kerumahnya. Aku khawatir, aku takut kalau dia ternyata sedang sakit.

Tak berapa lama akupun sampai di depan rumah Heechul. Aku turun dari mobilku dan berjalan menuju persis depan pintu gerbangnya. Aku menekan bel rumahnya yang berada di samping pintu gerbang. Tapi, tak ada jawaban dari dalam rumah.

Apa Heechul tak didalam….batinku

Aku mencoba sekali lagi, tapi nihil. Aku pun memutuskan untuk pergi, tapi tiba tiba……

“Han hyung….!!!” Seru seseorang memanggilku

Aku pun menoleh dan betapa kagetnya aku saat aku melihat orang yang berdiri menunduk di sebelah orang yang memanggilku tadi.

@Heechul POV

Aku baru saja pulang dari rumah Siwon, sudah 2 hari aku menginap di rumahnya. Handphone pun aku non aktifkan. Aku benar benar sudah menjauh dari Han, aku ingin dia memilih kehidupannya yang normal dan pergi dariku.

Ya, malam ini Siwon memaksaku untuk pulang kerumah, awalnya aku menolak tapi akhirnya kuturuti juga. Aku diantar dengan mobil Siwon sampai ke rumah. Tapi, saat aku hampir sampai, aku melihat ada seseorang di depan gerbang rumahku. Aku memperjelas penglihatanku.

Itu Han….!!!!!!!! Seru hatiku

Akupun menyuruh Siwon berhenti

“Siwon, hentikan mobilnya disini, “ucapku

“Wae hyung?” Tanya Siwon, dia lalu melihat ke depan, dan akhirnya dia tahu tanpa perlu ku jawab

Aku terus memandangi Han yang sedang menekan bel rumahku berkali kali. Jujur, aku ingin sekali bertemu dengannya. Tapi, aku tak bisa…..maaf Han……

“Hyung…temuilah dia, “ ucap Siwon

“Aniyo, aku tak mau,”

“Hyung, kau tak kasihan dengan Han hyung? Dia sangat khawatir denganmu hyung,”

Aku tahu Siwon, aku tahu itu, tapi aku tak bisa…..aku tak bisa menemuinya…….

Kulihat Han sudah ingin pergi dari rumahku. Tapi tiba tiba Siwon keluar dari mobil dan membuka pintu mobilnya disampingku dan menarikku keluar. Dan dia berteriak memanggil Han.

“Han hyung !!!!!!!!!” seru Siwon

Dan itu membuat Han menoleh. Aku hanya bisa menunduk, aku tak berani menatap Han.

“Heechul….” Ucap Han

“Hyung….” Panggil Siwon padaku. Dia lalu meninggalkan aku berdua dengan Han dan masuk ke mobil.

“Heechul…ada apa denganmu? Kau seperti menghindariku,” Tanya Han sambil berjalan menghampiriku

Aku hanya bisa diam. Aku tak tahu harus bilang apa.

“Heechul, katakan padaku, kau kenapa?”

“Aku….aku….aku ingin….hubungan kita berakhir,” ucapku berat

“Ne?” kau bilang apa?apa yang sebenarnya telah terjadi Heechul, kenapa kau tiba tiba bilang seperti itu?” seru Han

“Aku tahu semuanya Han, aku tahu tentang foto kita, aku tahu tentang ayahmu yang datang ke Korea, aku tahu Han….” Jelasku

“Heechul…”

“Aku tahu, ayahmu mengancammu, aku tahu semua Han, aku tahu….” Ucapku lagi

Han hanya diam, dia tak berkata apapun

“Kau pernah bilang kan Han, kau takkan meninggalkanku sebelum aku yang meninggalkanmu, dan sekarang, aku akan meninggalkanmu Han, pergilah, jangan temui aku lagi, “ ucapku menahan tangis

“Kau tahu Heechul, aku memilihmu, aku memutuskan untuk memilihmu, tapi kenapa kau bilang seperti itu padaku Heechul…kenapa??”

“Aku tahu kau pasti akan memilihku, jadi kuputuskan untuk meninggalkanmu, agar kau bisa dengan mudah memilih, mana yang terbaik bagimu,”

“Terbaik bagiku? Kau pikir dengan pergi meninggalkanku itu adalah yang terbaik bagiku?”

“Aku sudah pikirkan ini Han, kau tak boleh membuang cita citamu hanya demi aku, kau tak boleh kecewakan keluargamu, kau tak boleh membuat malu kelaurgamu Han…” ucapku  menangis

“Aku takkan meninggalkanmu Heechul, “ ucapnya tegas

“Ku mohon Han, jangan persulit posisiku, ku mohon pergilah, aku sudah melepaskanmu,”

Aku pun kembali menuju mobil Siwon, aku masuk kedalamnya dan menyuruh Siwon untuk cepat pergi.

“Heechul, ku mohon jangan tinggalkan aku…. !!!! ” Seru Han dari balik jendela mobil

“Siwon, jalankan mobilnya, “ ucapku

Tapi, Siwon malah diam dan tak menjalankan mobilnya.

“Heechul, kalau itu alasannya aku takkan pernah mau meninggalkanmu, walaupun kau meninggalkanku, aku takkan meninggalkanmu !!!!!! ” seru Han lagi sambil mengetuk ngetuk kaca mobil

“Siwon, jalankan mobilnya..” pintaku

“Hyung…”

“Heechul, ku mohon jangan pergi…. !!!!!! ” Seru Han

“Siwon, jalankan mobilnya, ku mohon Siwon….ku mohon….” Pintaku sambil menangis

Akhirnya Siwon pun melajukan mobilnya, tapi Han tetap saja mengetuk ngetuk kaca mobil.

Siwon semakin mempercepat laju mobilnya, dan kulihat Han berusaha mengejarku tapi tak bisa.

Maaf Han….ini yang terbaik buat hidupmu…kembalilah normal….maafkan aku Han….maafkan aku….

@Hankyung POV

Aku tak percaya Heechul mengatakan itu padaku. Heechul, aku tahu semua perkataanmu tak berasal dari hatimu.

Aku kembali ke mobilku, melajukannya kembali pulang kerumah. Sesampainya di rumah, aku langsung menemui  ayahku di ruang kerjanya.

Aku langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.

“Aku….aku akan kembali ke Beijing, “ ucapku tiba tiba

Ayah terlihat sangat kaget dengan keputusanku yang mendadak, tapi perlahan dia tersenyum.

“Bagus, itu baru anak ayah, kau memang bisa membuat bangga ayah dan juga ibumu,” ucap ayah

Mendengar kata ibu, aku jadi langsung teringat dengan ibu di Beijing.

“Bagaimana keadaan Ibu?” tanyaku

“Ibu mu baik baik saja, dia masih terus menanyakan bagaimana kabarmu di Korea, “ jelas ayah

Aku hanya tersenyum lalu pergi menuju kamarku.

Heechul..jika ini keputusanmu..baiklah…aku akan pergi…

#keesokannya

@Siwon POV

Heechul hyung benar benar sangat sedih, dia hanya melamun dari tadi. Hyung..apa yang harus aku lakukan agar kau kembali tersenyum…..

Tiba tiba handphone Heechul hyung berbunyi, Heechul hyung sepertinya tak mau melihat siapa yang menelponnya. Aku lalu mengambil handphone nya yang tergeletak dia atas meja samping tempat dia melamun.

Aku melihat ke layar handphone, ternyata bukan telepon masuk, melainkan sebuah pesan, aku membukanya dan kulihat Han hyung mengirimi Heechul sebuah pesan.

…Heechul kau ingin aku pergi? Baiklah aku akan pergi, jika kau ingin melihatku untuk terakhir kali, aku ada di Bandara Incheon, gomawo Heechul atas semuanya…..

Aku kaget atas pesan Han hyung barusan, aku lalu memberitahu Heechul hyung.

“Hyung, Han hyung akan pergi hari ini, dia bilang, jika kau ingin melihatnya untuk yang terakhir kalinya, dia ada di bandara Incheon, hyung….pergilah temui Han hyung…” ucapku

Heechul hyung menoleh padaku.

“Siwon, antarkan aku ke Incheon, Siwon antarkan aku kesana, “ ucap Heechul hyung

Aku pun mengantarkan Heechul hyung ke Incheon, saat di perjalanan, Heechul hyung tampak cemas. Tak berapa lama kami sampai di bandara, Heechul hyung langsung masuk dan mencari Han hyung. Aku pun segera mengikutinya. Heechul hyung terlihat sangat kebingungan, aku juga ikut mencari, dan saat aku menoleh kebelakang, aku melihat Han hyung bersama dengan ayahnya, menunggu untuk naik ke pesawat.

Aku menoleh ke Heechul hyung berniat memberitahunya, tapi Heechul hyung sudah lebih dulu melihatnya.

Heechul hyung terdiam dan hanya bisa menatap Han hyung dari jauh. Aku tak tahan lagi….

“Han hyung !!!!!!!!!!!!” seruku memanggil Han hyung

Han hyung menoleh, dan betapa kagetnya melihat aku dan Heechul hyung ada di sini.

Aku menggandeng tangan Heechul hyung dan kuajak menghampiri Han hyung.

“Heechul…kau datang?” ucap Han hyung

“Aku..aku hanya datang untuk mengucapkan selamat tinggal, “ ucap Heechul hyung dengan membelakangi Han hyung

Han hyung tampak kaget dengan pernyataan Heechul hyung barusan.

“Heechul, aku tahu kau tak mau aku pergi kan? Kau masih mencintaiku kan?” ucap Han hyung

“Aniyo, aku sudah melupakanmu Han, pergilah. “ ucap Heechul hyung

“Lihat aku Heechul, lihat mataku dan bilang kalau kau telah melupakanku, “ ucap Han hyung

Heechul hyung diam. Aku tahu sebenarnya Heechul hyung tak mau Han hyung pergi.

Heechul hyung tiba tiba berbalik menghadap Han dan melihat matanya.

“Aku telah melupakanmu dari hidupku Han,” tegasnya menahan tangis

Han hyung benar benar terkejut, bahwa Heechul hyung mampu mengatakan hal itu.

Heechul hyung kemudian berbalik lagi membelakangi Han hyung.

“Hangeng, sedang apa kau? Cepat !” seru ayah Han

“Pergilah Han, ayahmu sudah menunggumu, “ucap Heechul hyung

“Baik, aku akan pergi Heechul, terima kasih atas cinta yang kau berikan padaku, dan aku tak menyesal bisa mencintai seorang namja sepertimu, aku bahagia Heechul….” Ucap Han hyung

Lalu Han hyung pun pergi berjalan menghampiri ayahnya.

Tak berapa lama kemudian, aku melihat pesawat yang sudah lepas landas. Mungkin itu pesawat Han hyung.

Aku merasakan tanganku basah. Heechul hyung menangis. Dia menangis sambil masih menggenggam tanganku. Han hyung tak tahu bahwa dari tadi Heechul hyung berusaha menahan tangisnya dengan menggenggam tanganku kuat kuat.

Aku lalu memeluk Heechul hyung, ku biarkan dia menangis di pelukanku.

Hyung…aku mencintaimu..ku mohon janganlah menangis…biarkan aku membahagiakanmu……batinku

TBC

Iklan

FF HanChul – Eternal Love [Part 2]


A-CHalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh…jamaah ooh jamaah…alhamdu…lillah….

aku kembali… !!!!!!!

mianhae kalau FF ku tidak bagusss dan tidak sesuai di hati kalian…aku bukan author handal…

#nangis di jidat Uchun

ssssllrrrpppp

#narik ingus

dan banyak sekali typo, kegejean didalam FF ini…

harap maklum yah…

klo suka, alhamdullilah yah sesuatu bgt….

happy reading….dan..bershowerlah

 

 

 

FF HanChul – Eternal Love [Part 2]

Cast :

Kim Heechul

Hankyung

OC :

Choi Siwon

Zhang Li Yin

Zhou Mi

Genre : YAOI/Romance

Author : Miss Heenim

 

 

@Heechul POV

Sudah hampir 2 bulan aku menjalin hubungan tak layak dengan Han, walau aku sudah tak tinggal di rumah sakit lagi, Han selalu rutin menemuiku setiap dia selesai tugas di rumah sakit.

Kami biasa pergi ke kedai minuman dan makan makan. Dan yang paling membuatku senang adalah Han mengenggam tanganku saat sedang berjalan jalan. Aku ingin sekali tertawa riang saat itu, kami benar benar seperti orang yang sedang berpacaran.

Walau begitu, kami tak merasa malu. Di hadapan banyak orang kami bermesraan, karena semua orang menganggap kami adalah sepasang sahabat yang sangat akrab. Mereka tak berfikir bahwa kami mempunyai hubungan yang lebih dari sekedar sahabat.

 

“Han, bagaimana kerjamu di rumah sakit?” tanyaku saat kami sedang berjalan jalan sambil menikmati ice cream yang kami beli di sebuah toko tadi.

“Lancar, “

“Han, boleh aku bertanya sesuatu?”

“Apa?”

“Kau tak merasa malu Han, kau tak risih sama sekali, kau seorang Dokter, aku tak mau jika seluruh karyawan rumah sakit menghinamu karena kau seorang gay, apalagi kau pemilik sebuah rumah sakit di China, apa kau tak takut akan gelarmu? kau tak takut dengan reputasimu ? jika iya, kau masih punya kesempatan untuk meninggaliku,” ucapku

Dia berhenti berjalan. Lalu dia menatapku.

“Aku akan merahasiakannya dari mereka, dan ingat Heechul aku takkan pernah meninggalkanmu, sebelum kau yang meninggalkanku,” ucapnya

Aku tersenyum. Aku senang. Dan ku mohon tepati ucapanmu Han……batinku

 

 

“Nah, kita sudah sampai, masuk sana, diluar dingin, “ ucap Han saat tiba di depan rumahku

“Kau tak mau mampir Han?” tanyaku

“Ani, sudah malam, besok aku harus berangkat pagi pagi,”

“Han, kau hati hati yah, setelah pulang langsung tidur, dan….aku senang kau tak malu dengan hubungan kita,”

“Sekali lagi kuucapkan aku tak pernah menyesal untuk hubungan kita, dan kuharap kau jangan pernah ungkit lagi tentang ini, “

Aku mengangguk. Tiba tiba dia maju menghampiriku. Dan………….

CUP !

Dia mencium keningku. Kurasa mukaku benar benar merah saat ini.

“Jaljayo Cinderella ku…” ucapnya

Aku benar benar sangat malu saat dia mengucapkan hal itu.

Dia lalu pergi meninggalkan aku yang tengah berdiri karena ciumannya tadi.

“Han……” panggilku

Dia menoleh, dan saat itu juga………

CUP !

Aku mencium pipinya, “Jaljayo Pangeran China ku, “ ucapku

Lalu aku langsung pergi dari hadapannya dan masuk kedalam rumah.

Aku tersenyum malu sambil memegangi keningku. Aku benar benar telah menyukaimu Han. Dan aku takkan pernah meninggalkanmu.

 

 

 

@Author POV

Tiba tiba Han mencium kening Heechul, dan itu membuat Heechul malu seketika.

Dan setelah itu Heechul juga mencium pipi Han, Heechul lalu berlari masuk kedalam rumahnya, sementara Han memegangi pipinya sambil tersenyum malu. Han lalu pulang kerumahnya.

Mereka tak tahu bahwa ada seseorang yang melihat kejadian barusan.

Orang itu terlihat sangat sedih, lalu orang itu pergi melajukan mobilnya menjauh dari rumah Heechul.

 

 

#keesokan harinya

“Dokter Han, bisa bicara sebentar?” Tanya salah seorang suster

“Ye, mau bicara apa?”

“Apa nanti malam kau ada acara?” Tanya suster itu

“Ne? hmmmm, mianhae, aku ada janji dengan seseorang,” jawab Han

Wajah suster itu tampak kecewa

“Dengan siapa? Kekasihmu kah?”

Han hanya tersenyum, “ Sudahlah, kan lain waktu bisa, “

Han lalu pergi meninggalkan suster itu. Suster itu tampak tak senang jika Han menolak ajakannya.

“Hya ! Hae In, jangan bengong saja, pasien di kamar no 11 membutuhkanmu, “ ucap salah seorang suster lain

“Ye, gomawo,” Suster Hae In lalu pergi ke kamar no 11

 

 

“Dokter Han, kau sudah mau pulang?” Tanya Suster Hae In

“Ye,”

“Kau ingin segera bertemu dengan orang yang menunggumu yah?”

“Hae In, maaf jika aku menolak ajakanmu tadi, lain waktu kita bisa keluar bersama kan?”

Hae In hanya tersenyum kecil.

Han lalu pergi keluar dari rumah sakit dan segera menuju sebuah tempat. Hae In yang melihatnya segera mengikutinya.

 

 

Ternyata Han menuju taman hiburan. Dia lalu mulai mencari seseorang, dan saat dia menemukannya dia segera menghampirinya.

Han menyentil pelan telinga orang yang tengah di hadapannya.

“Han,” ucap orang itu kesal

“Mianhae, sudah lama Heechul?” Tanya Han kepada orang itu yang ternyata Heechul. Heechul yang memakai baju putih dan mengenakan kacamata langsung cemberut dipermainkan seperti itu.

“Aniyo, kajja, aku sudah tak sabar ingin masuk kedalam, ayo..” ajak Heechul sambil menarik tangan Han

 

Disamping itu, Hae In yang sedari tadi mengikuti Han, kaget melihat Han ternyata menemui seorang pria. Apa persahabatan mereka sangat akrab??? Batin Hae In

Hae In lalu masuk kedalam dan terus mengikuti kemanapun Han dan Heechul pergi.

 

 

@Heechul POV

“Han, belikan aku Ice Cream, “ ucapku pada Han

“Baiklah, Cinderella,”

“Han….”

“Ne?”

“Cepat yah  Pangeran China,”

Aku senang, bahagia, Han, aku takkan melupakan semua kejadian yang indah saat bersamamu. Aku takkan melupakannya apalagi membuangnya.

“Ini, “ ucap Han sambil memberikan Ice Cream cokelat padaku.

“Gomawo, “

Aku pun menikmati Ice Cream yang di belikan Han.

 

 

@Hankyung POV

“Heechul, sudah larut, ayo kita pulang,” ucapku

“Han, sebentar saja, aku masih ingin duduk di sini dulu, “ jawab Heechul yang kini tengah bergelayut manja di lenganku.

Kami sedang duduk di sebuah taman yang sepi sambil menikmati indahnya langit.

“Han….lihatlah kelangit, ucapkanlah sebuah kalimat yang menurutmu adalah diriku,”

“Shining Star,”

“Ne?”

“Bagiku kau adalah bintang bersinar,  seperti berlian kecil,  membuatku jatuh cinta, “ ucapku

“Han….saranghae….” ucapnya sambil menatapku

Aku hanya diam, lalu aku mendekatkan wajahku pada wajahnya dan mencium keningnya. Lalu ciumanku turun ke hidungnya dan mendarat persis di bibir pink-nya.

Walau sekilas, dia terlihat sangat senang.

“Han……sampai akhir hidupku, aku menyerahkan seluruh hatiku, jadi jangan pernah kau permainkan aku, dan jangan tinggalkan aku” ucapnya dan dia lalu mencium lembut bibirku

Ini pertama kalinya aku mencium dan dicium oleh seorang namja. Tapi entah kenapa ini terasa berbeda. Bibirnya lembut dan hangat. Kami berciuman di tengah taman yang sepi. Tak ada yang melihat kami melakukan ini. Jika ada, aku tak perduli. Biar mereka tahu, bahwa kami tengah menikmati cinta, cinta yang tulus walau tak normal.

 

 

#keesokannya

“Wah apa benar yah, masa sich? Itu gossip kali..” bisik sekelompok suster

Kenapa sich? Rame rame begini, dan semua orang di rumah sakit melihatku dengan tatapan aneh. Kenapa yah…? Batinku

Aku lalu kembali ke ruanganku, dan saat aku ingin membuka pintu. Salah seorang dokter memanggilku.

“Han…!!” serunya

“Ye, ada apa?” tanyaku

“Han, aku tak menyangka, kau seperti itu Han, yah tapi mau bagaimana lagi, itu sudah takdir, semoga berhasil dan lancar yah, aku mendukung kok,” ucapnya

“Maksudmu apa?”

“Han, sudahlah jangan malu padaku, aku takkan menjauhimu kok, “ ucapnya lagi sambil meninggalkanku

Maksudnya apa sich? Aku tak mengerti…aneh ……gumamku

Aku lalu membuka pintu ruanganku dan masuk. Saat aku ingin duduk aku melihat ada sebuah amplop besar di mejaku. Aku lalu mengambilnya dan membuka amplop itu.

Aku kaget saat melihat isinya.

Siapa yang melakukan ini? tak mungkin !

Jadi karena ini semua orang di rumah sakit menatap dan melihatku aneh…….gumamku sambil menghela nafas panjang.

 

 

@Author POV

Seorang pria masuk ke dalam ruangan kantor yang cukup besar dengan membawa sebuah amplop di tangannya.

“Maaf, Tuan…anda harus melihat ini…” ucap pria itu dalam bahasa China

Orang yang di panggil Tuan itu lalu menerima amplop itu dan membukanya. Dia kaget saat melihat isinya.

Beberapa lembar foto seorang pria yang sedang bermesraan.

“Pesankan aku tiket ke Korea sekarang juga…” suruh Tuan itu

Pria itu lalu bergegas keluar dan segera pergi.

 

 

 

@Heechul POV

“Yoboseyo…Siwon?”

“Hyung…ada apa ? pagi pagi telepon aku…” tanyanya

“Hya ! kau kemana saja…akhir akhir ini kita jarang bertemu, mampirlah ke rumahku, aku tunggu kau, aku punya banyak cerita indah yang ingin ku bagi bersamamu, aku tak mau dengar kata tidak, ku tunggu kau 15 menit lagi..arraseo ?! ” ucapku sambil menutup telepon

Aku menelpon Siwon, aku ingin membagi kesenanganku dengannya.

 

 

@Hankyung POV

Aku diam beberapa saat sambil memandangi isi amplop itu. sekarang seluruh rumah sakit tahu bahwa aku mempunyai hubungan khusus dengan Heechul. Amplop yang berisi beberapa lembar foto ku yang sedang berciuman dengan Heechul mungkin sudah tersebar luas. Apa yang harus aku lakukan??

Tiba tiba Handphone ku berdering, aku melihat layar hp ku.

♥Cinderella♥

Heechul….

“Yoboseyo.. Han…” ucap Heechul di seberang sana

“Ye..ada apa?”

“Han..kenapa nada bicaramu aneh, terjadi sesuatu di rumah sakit?” tanyanya.

Aku tak mungkin memberitahunya. Aku tak mungkin memberitahunya bahwa semua orang di rumah sakit telah mengetahui tentang hubungan ku ini.

“Aniyo…” jawabku

“Benar? Aku hanya ingin mengatakan kau harus sarapan, jangan sampai kau sakit…ara??”

“Ye, gomawo, Heechul kututup yah, aku masih ada urusan,”

“Ye, annyeong,”

Aku menutup teleponku sambil menghela nafas panjang.

Heechul…apapun yang terjadi…aku takkan meninggalkanmu…itu janjiku padamu….

 

 

 

@Heechul POV

Aku merasa Han berbohong padaku, apa yang sebenarnya terjadi??

Han…aku mencintaimu Han…jangan tinggalkan aku….batinku

Ketukan pintu membuyarkan lamunanku.

Aku segera menuju pintu dan membukanya. Ku lihat Siwon datang dengan membawa sesuatu di tangannya.

“Siwon..?? cepat sekali…” ucapku

Siwon hanya tersenyum.

“Ayo masuk, “ suruhku

Siwon lalu masuk kedalam dan aku menutup pintuku.

“Hyung, aku bawa sesuatu untukmu…” ucapnya

“Apa?”

“Taaddaaaa….jjangmyeon….~~~”

“Siwon..tak usah repot repot membawa makanan segala, “

“Hyung, aku tahu hyung pasti belum sarapan, dan aku datang dengan membawa makanan fav hyung…”

“Gomawo,”

“Hyung..ada apa? Kau terlihat sedih? Han hyung kah?”

“Aniyo, tak apa apa…”

“Hyung..ceritalah padaku,”

“Tadi aku menelpon Han…dan dari nada bicaranya dia seperti sedang ada masalah, aku takut hubunganku dengan Han telah di ketahui oleh rumah sakit. Aku takut Han malu dengan ini, “ ucapku

“Hyung, takkan terjadi apapun, sudahlah Hyung jangan sedih terus, bagaimana kalau nanti kita kesana, untuk memastikan tak ada yang terjadi, bagaimana???” Tanya Siwon

Aku hanya mengangguk.

“Nah, sekarang kita makan, makan yang banyak ya hyung..” ucapnya

“Ye, kau juga….”

Aku dan Siwon lalu menikmati jjangmyeon yang di bawanya. Aku mencoba tersenyum walau aku masih memikirkan Han.

 

 

“Siwon, kita jadi menemui Han kan??” tanyaku

“Ye, “

“Bisakah kita pergi sekarang?”

“Tentu,”

“Gomawo,”

Aku dan Siwon keluar dari rumah dan masuk kedalam mobil Siwon. Lalu Siwon melajukan mobilnya menuju rumah sakit.

Tak berapa lama, aku dan Siwon sampai ke rumah sakit, aku melirik jam tanganku. Ini waktunya makan siang, semoga saja Han tak sibuk.

“Aku menunggu di mobil saja Hyung, masuklah…” ucap Siwon yang tak mau ku ajak masuk kedalam

Aku lalu masuk kedalam, dan aku langsung bertanya kepada suster yang berjaga di depan.

“Aku mencari Han, apa dia ada?” tanyaku dalam bahasa Korea pada suster itu

“Dokter Han? Mungkin sedang keluar makan siang……..oh itu dia,” tunjuk suster itu ke arah lift yang tak jauh di belakangku. Untungnya suster itu bisa berbahasa Korea.

Aku menoleh dan kulihat Han sedang sibuk memeriksa file di tangannya.

“Han…~~” seruku

Han menoleh, dari ekspresi wajahnya dia tampak kaget dengan kedatanganku. Aku lalu menghampirinya.

“Heechul, apa yang kau lakukan disini?” tanyanya

“Tentu saja menemuimu, memangnya mau apa lagi…” jawabku

“Heechul, kita bicara di luar saja,”

“Wae? Han sebenarnya ada apa? Apa yang terjadi?” tanyaku

“Aniyo, tak terjadi apa apa,”

“Kau bohong ! Han jelaskan padaku..”

Kata kataku terpotong saat aku melihat reaksi seluruh staff dan suster rumah sakit saat melihat aku dan Han. Tatapan mereka seperti tatapan menyindir atau menghina. Ada apa ini??

“Han, ada apa dengan mereka? Han katakan padaku,  Han jawab aku !” seruku

“Heechul dengarkan aku, kau tak usah perdulikan tentang mereka…kau…”

Kata kata Han terhenti saat salah seorang dokter menyindir kami.

“Hya ! sedang ada masalah kah? Han jangan buat dia marah, kau lihat kan, dia sampai kemari menemuimu, kalau dia punya salah maafkanlah, kasihan dia nanti malam tak ditemani olehmu…” sindirnya

“Iya Han ! kan tak enak jika kalian bertengkar di sini, membuat kami iri saja,” sahut yang lain nya

“Han…jadi mereka tahu kan Han, mereka…….mereka tahu tentang kita……Han jawab aku..ku mohon jawab aku..” ucapku sedih

“Iya, mereka sudah tahu, tapi aku tak masalah, Heechul aku tak menyesal…kau harus percaya aku..” ucap Han

“Han…kau…”

“Aku takkan meninggalkanmu, kau harus ingat kata kataku..aku takkan meninggalkanmu sebelum kau yang meninggalkanku, “

Aku hanya mengangguk.

Lalu tiba tiba datang seorang pria tengah baya dan dia berhenti di depan kami berdua. Kulihat ekspresi Han tampak kaget melihatnya. Siapa dia?

“Jadi, ini kerjaanmu di Korea?” ucapnya dalam bahasa china

Han hanya diam.

“Aku…aku…”

PLAK !

Pria itu menampar Han. Han hanya diam saja.

“Kau ingin mempermalukan keluarga? Hah?”

“Aku….”

PLAK !

Pria itu kembali menampar Han. Sebenarnya apa yang mereka bicarakan.???

“Apa aku mengajarimu menjadi seorang gay? Kau ingin membuat ibu mu lebih menderita lagi? hah?”

“Maaf…”

PLAK !

Pria itu menampar Han untuk yang ketiga kalinya. Dan aku hanya diam saja.

“Pulang, kembali ke Beijing..”

“Aku tak mau…”

Pria itu kembali ingin menampar Han tapi ku tahan. Aku tak mau Han di tampar terus terusan.

“Maaf, aku tak tahu apa yang kalian bicarakan, tapi ku mohon jangan tampar dia lagi, “ ucapku memohon

“Heechul sudahlah, ayo kita pergi, permisi” ucap Han sambil membungkukkan badannya

“Selangkah lagi kau berjalan, jangan harap kau menyandang gelar Dokter lagi, “ ucap pria itu

Han tiba tiba berhenti. Aku tak tahu ada apa sebenarnya? Dan aku tak tahu apa yang terjadi. Han ada apa ini???

 

 

@Hankyung POV

Aku tak percaya, Ayah ada di sini. Dan dia mengetahui hubunganku dengan Heechul. Ayah pasti merasa sangat malu. Aku kahwatir dengan Ibu, aku takut jika Ibu mengetahui hal ini, sakitnya akan tambah parah.

Tapi..aku benar benar mencintai Heechul. Dan baru kali ini aku merasakan cinta yang tulus. Walau seperti ini aku bahagia.

“Maaf, aku tak tahu apa yang kalian bicarakan, tapi ku mohon jangan tampar dia lagi, “ ucap Heechul memohon saat ayah ingin kembali menamparku

Aku tak tega melihatnya seperti ini, aku tak mau dia menangis.

“Heechul sudahlah, ayo kita pergi, permisi” ucapku sambil membungkukkan badan ku  di hadapan ayahku

“Selangkah lagi kau berjalan, jangan harap kau menyandang gelar Dokter lagi, “ ucap ayah.

Ucapannya mendadak membuat langkahku terhenti. Aku tak percaya ayah akan mengatakan hal itu. gelar dokter yang ku raih dengan susah payah. Gelar ini adalah cita citaku sejak kecil. Dan ayah dengan gampangnya akan mengambilnya.

Aku bingung. Aku menatap Heechul. Aku melihat ke khawatiran dan kecemasan di matanya. Dia pasti sangat mencemaskan aku. Tapi jika aku memilihmu, aku akan kehilangan sesuatu yang sejak kecil susah payah ku raih. Tapi jika aku tak memilihmu aku akan kehilangan seseorang yang selalu memberikan senyum indahnya padaku.

Apa yang harus ku pilih.?????

 

 

TBC

 

huweee TT_TT

gomenasai kalo tak memuaskan…hahahahaa

#author gak waras


FF HanChul – Eternal Love [Part 1]


annyeong haseyo *ala Yoogeun*

perkenalkan diriku yang paling penuh dengan aegyo *ditabok*

aku author baru,  ini FF ke 7 aku, tapi di blog ini, ini FF PERTAMA ku…

semoga suka, maklumi lah typo, gaje, dan kejelekan FF ini,

aku cuma author FF FB….TT_TT …. #nangis ujan2an#

sekali lagi salam kenal

gomawo

#tebar pakaian dalam DBSK n SUJU member#

 

 

FF HanChul – Eternal Love [Part 1]

Cast :

Kim Heechul

Hankyung

 

OC :

Choi Siwon

Zhang Li Yin

Zhou Mi

 

Genre : YAOI/Romance

Author : Miss Heenim

 

“AKU BOSAN !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” seruku

 

Aku benar benar bosan berada di sini, setiap hari  yang kukerjakan hanya istirahat, dan memakan makanan rumah sakit. Menyebalkan, ini semua karena kaki ku, seandainya saja aku tidak mengalami kecelakaan dan tidak patah tulang, aku mungkin sudah jalan jalan dengan temanku.

 

Kalau mau pergi, aku pasti harus pakai tongkat. Walau sudah 2 minggu aku disini tetap saja, kakiku masih terasa sakit. Aku tak tahan, aku mau jalan jalan keluar.

 

Aku lalu turun dari tempat tidurku, mengambil tongkat yang ada disebelahku. Dan mulai berjalan membuka pintu dan keluar.

 

Aku berkeliling taman. Dan berhenti tepat di depan sebuah pohon besar. Aku melihat keatasnya. Dan kulihat seekor kucing lucu ada disana.

 

“Wah…lucunya, kucing kau jangan kemana mana yah, aku akan kesana, !!!” seruku

 

Aku pun berusaha naik ke pohon, tapi baru saja aku mengangkat kaki kiriku…

 

Akh !!!

 

Sakit !

 

Ukh menyebalkan kaki ini, aku kan ingin menolong kucing itu, nanti kalau dia jatuh bagaimana?…….omelku pada kakiku sendiri

 

Aku berusaha lagi, kali ini lebih sakit, aku tak perduli aku tetap memanjat ke atas. Dan dengan susah payah aku berhasil berada di salah satu dahan pohon yang besar.

 

“Kucing, tunggu yah, aku akan kesana.” Ucapku

 

Perlahan lahan aku mendekati kucing itu, dan aku berhasil meraihnya.

 

“Kucing, kau tidak apa apa kan? Lihat nich kaki ku sampai sakit begini gara gara kau, kau jangan bandel yah, nanti kalau kau sampai jatuh bagaimana?” ucapku sambil menggendong dan mengelus elus kucing itu

 

Tiba tiba aku merasakan ngilu di kaki ku, dan keseimbanganku goyah,

 

Aaakkkkkhhhhhh !!!!!!!!!

 

Tidak, aku tak jatuh kebawah, ada yang menahan tubuhku……..batinku

 

Aku membuka mataku perlahan, dan aku melihat seorang pangeran tampan di depan mataku.

 

“Kau baik baik saja?” tanyanya lembut

 

Aku hanya mengangguk, aku tak bisa berkata apapun. Rasa ngilu di kaki ku tiba tiba lenyap.

 

Meow…

 

Aku menoleh ke kucing yang masih ku peluk.

 

“Kelihatannya kau terluka, mari ku obati…” ucapnya sambil melihat pipiku yang tergores ranting pohon tadi

 

Aku hanya bisa mengangguk sambil menatapnya.

 

 

 

 

 

“Bagaimana? Sudah lebih baik kah?’ Tanyanya setelah selesai memeriksa kaki ku dan menempelkan plester di wajahku yang tergores tadi.

“Iya,” jawabku singkat

“Lain kali hati hati yah, sudah tahu kaki mu luka, masih saja manjat pohon, itu tidak baik buat kakimu, harusnya 1 minggu lagi kau sudah bisa pulang, tapi karena kau nakal, jadi nambah 2 minggu lagi, kau lihat kan, kaki mu kembali membiru, lain kali jangan yah, paham?” jelasnya

 

Sekali lagi aku hanya mengangguk, aku benar benar terpesona oleh kelembutan bicaranya.

 

“Namamu siapa?” tanyanya

“Ne?”

“Namamu, aku tanya siapa namamu?”

“Heechul, Kim Heechul, “ jawabku

“Hangeng, tapi kau bisa memanggilku Hankyung, “ jelasnya

 

Pelafalan bahasa koreanya aneh, “Kau bukan orang Korea?” tanyaku

“Ye, aku berasal dari Beijing, “

“Waw, pantas, bahasa korea mu aneh,” ucapku polos

“Kalau begitu, mau kau ajarkan bahasa korea untukku?” tanyanya

 

Aku tak percaya dengan yang dikatakannya…tanpa sadar aku mengangguk. Dia tersenyum, senyumnya sangat indah, terlihat bahwa dia orang yang sangat sabar dan penyayang.

 

Aku menyukainya, ya aku menyukainya.

 

“Yah sudah, sekarang kita berteman, bagaimana?” tanyanya sambil mengacungkan jari kelingkingnya ke hadapanku

“Ye, berteman…” jawabku sembari mengaitkan jari kelingkingku

“Dan maaf, di rumah sakit tidak boleh membawa kucing masuk kedalam kamar,” ucapnya

 

Akh iya, kucing lucu tadi…aku hampir lupa.

 

“Boleh aku minta tolong?” tanyaku

“Apa?”

“Bagaimana, kalau kau yang merawat kucing itu, dia kucing yang lucu, kasihan jika tak ada yang merawatnya,” bujukku

“Baiklah,”

“Oh ya, aku belum memberinya nama, namanya Heebum, bagaimana?”

“Nama yang bagus, aku suka,”

 

 

 

 

Sudah hampir berjalan 2 minggu aku berteman dengannya, kami bercanda bersama, menghabiskan waktu bersama, dia menceritakan semua kehidupannya di Korea, dia juga bercerita bahwa ayahnya sempat melarangnya bekerja menjadi dokter di Korea, karena menurut ayahnya rumah sakit di Beijing juga bagus, jadi tak perlu jauh jauh ke Korea. Tapi Han menolak, dia mengatakan ada sesuatu di Korea yang membuatnya betah dan nyaman di Korea.

 

Dan selama 2 minggu itu, aku menyukainya, aku ingin sesuatu yang lebih darinya. Bukan sekedar berteman. Aku tahu mungkin aku salah, tapi apa rasa di hatiku bisa di ubah? Tak bisa. Aku tak bisa merubahnya. Dia berbeda dengan yang lainnya. Dia dokter yang sangat ramah, dia menyapa semua pasien disini dan mengajaknya bercanda bersama. Pantas saja jika dia menjadi dokter terbaik di rumah sakit ini.

 

Ya ! aku mencintainya. Bodoh mungkin, walau begitu, aku tak ingin dia tahu, aku tak mau dia tahu bahwa aku mencintainya, aku takut dia akan membenciku, aku tak mau itu terjadi.

 

 

 

“Hyung, kau melamun ,” ucap seseorang mengagetkanku

“Aish, kau ini, kau mengagetkanku tahu,” seruku pada seorang temanku yang sedang menjengukku

“Habis, hyung dari tadi melamun, hyung mengacuhkanku,” ucapnya

“Mianhae Siwon, “ ucapku pada orang itu yang bernama Siwon

 

Ya Choi Siwon, dia adalah temanku, umurnya memang lebih muda dariku. Tapi dia lah satu satunya teman yang bisa mengerti keadaanku, mengerti seperti apa aku, dia memahami bahwa aku tak pernah bisa mencintai seorang yeoja, aku juga tak tahu kenapa, tapi aku tak menyesal dilahirkan seperti ini. dan Siwon lah yang selalu men support ku, dia tak membenciku, dia juga tak merasa aneh padaku yang hanya menyukai seorang namja yang notabene berjenis kelamin sama denganku.

 

Aku masih ingat kata katanya yang selalu membuatku menjadi percaya diri jika ada yang menyindir bahwa aku ini gay,

 

“Cinta itu bisa datang dimana saja, cinta tak memperdulikan umur, tak memperdulikan warna kulit, tak memperdulikan beda bahasa, tak memperdulikan harta, dan juga tak membedakan jenis kelamin, kita bisa mencintai siapapun, bahkan dengan orang yang berjenis kelamin sama dengan kita, “

 

Kata kata Siwon selalu membuatku percaya, bahwa aku manusia, aku bisa merasakan cinta. Walau pandangan orang tak normal. Aku tak perduli. Aku tetap mempertahankannya.

 

 

 

“Memangnya hyung sedang memikirkan siapa?” Tanya Siwon

“Ani, mau tahu saja kau, “ucapku

“Hya ! hyung sekarang sekarang sudah main rahasia-rahasia an denganku?” omelnya

 

“Ahhh, aku tahu, jangan jangan hyung suka dengan dokter itu yah?” seru Siwon tiba tiba

“Ne? hahahah, mana mungkin!” elakku

“Tapi kenapa muka hyung merah?” tanyanya

“Itu, oh itu…karena…”

“Hyung, bisakah tak berbohong padaku?” tanyanya

 

Aku memang belum pernah berbohong pada Siwon. Jadi dia tahu kalau aku berbohong atau tidak.

 

“Iya, aku menyukainya,” jawabku

 

“Tapi aku tak ingin dia tahu, dia tak boleh tahu kalau aku mencintainya, “ lanjutku

“Hyung, kenapa berubah jadi pesimis begini? Semangatlah hyung ! aku akan membantumu,” ucap Siwon

 

Aku hanya diam. Aku tak yakin, kalau Han juga suka padaku.

 

 

 

 

#keesokannya

Aku mencoba menggerakkan kaki kiriku, lumayan lah sudah  tidak sesakit dulu. Aku pun mencoba berjalan keluar dan kulihat Han sedang mengobrol dengan seorang suster.

 

Aku mencoba menguping pembicaraan mereka. Dan sepertinya suster itu menyukai Han.

 

“Dokter Hankyung apakah menjadi dokter adalah impianmu?” Tanya suster itu

“Iya, itu cita citaku,” jawab Han

“Oh ya, boleh aku bertanya sesuatu?”

“Apa?”

“Kau sudah punya kekasih?”

“Ne? belum?”

“Tipe mu seperti apa?”

“Aku suka yeoja yang baik hati, selain menyayangiku, dia juga menyayangi keluargaku,”

 

DEGH !!!

 

Yeoja?

 

Entah kenapa hatiku sangat sakit mendengar itu, Heechul…sadarlah dia menyukai yeoja, dia normal Heechul…dia tidak menyukai namja sepertimu, dia bukan gay, dia bukan sepertimu, dia itu normal….batinku

 

Perlahan air mataku menetes, aku lalu pergi meninggalkan mereka.

 

Di kamar aku menangis, aku salah besar, aku menyukai seorang namja yang jelas jelas dia menyukai yeoja. Dia berbeda denganku, dia bukan gay, dia normal…

 

Aku bodoh …………gumamku

 

 

 

“Hyung, aku datang…….”sapa Siwon

 

Aku menoleh, Siwon kaget melihatku yang menangis. Dia langsung memelukku.

 

“Hyung, wae? Kenapa menangis? Adakah yang menyakiti hatimu?” tanyanya

 

Aku masih terus menangis. Dadaku sesak, hatiku benar benar sakit saat ini.

 

“Hyung, jawablah, jangan buat aku bingung,” ucap Siwon memegang pipiku

“Han….Han tidak menyukai ku, dia normal, dia tak menyukai namja, dia menyukai yeoja, dia berbeda dneganku Siwon, dia pasti akan membenciku jika dia tahu kalau aku mencintainya, dia tak menyukaiku, “ jawabku terisak

“Hyung, sudah jangan menangis, sudah…..”

 

Maaf Han, mulai saat ini, aku akan melupakan rasa sukaku. Aku akan menjauh darimu. Aku tak ingin jika setiap hari aku melihatmu aku bisa semakin menyukaimu. Aku takut jika aku tak bisa mengalahkan rasa cintaku. Kau orang yang baik Han, aku tak mau kau menjadi sepertiku. Maafkan aku…..

 

Aku memutuskan menjauh darinya. Setiap dia datang ke kamarku aku hanya membalasnya dengan senyuman. Jika dia mengajakku jalan jalan aku selalu bilang, aku ingin istirahat saja, aku tahu Han pasti menyadari bahwa aku menjauhinya. Tapi hanya ini yang bisa kulakukan.

 

 

 

 

 

“Heechul….” Sapa Hankyung

 

Aku benar benar kaget akan kedatangannya di kamarku. Malam malam begini.

 

“Kenapa akhir akhir ini kau selalu berusaha menghindariku Heechul, apa aku punya salah padamu?” Tanya Han

“Ani,” jawabku tanpa menoleh padanya

“Bohong !”

 

Air mataku jatuh. Aku tak mau dia tahu kalau aku menangis.

 

“Kenapa Heechul, apa ada yang salah? Kenapa setiap aku mencoba mendekatimu kau selalu saja menjauh, katakan padaku Heechul, jika aku punya salah aku minta maaf, jangan buat aku bingung, atau jangan jangan kau sudah tak mau berteman denganku lagi,?”

“Aniyo, “

“Lalu kenapa?”

“Karena….karena aku menyukaimu Han…” jawabku

“Ne?”

“Aku mencintaimu, aku mengharapkan sesuatu yang lebih darimu, “

“Jadi, karena itu kau menajuhiku?”

“Ye, aku takut, jika aku semakin dekat denganmu, aku semakin mencintaimu Han, aku tahu kau normal, kau berbeda denganku, aku tak mau kau sepertiku, aku tak mau………” jelasku sambil menangis

 

Aku tahu Han pasti marah padaku. Dia telah salah memilih teman. Maafkan aku Han…

 

“Kau mencintaiku? Heechul, kita sama, seorang namja, kau menyukaiku yang nota bene berjenis kelamin sama denganmu, kau tahu itu Heechul, itu tak mungkin, “ ucapnya

“Mianhae….” Ucapku pelan

“Heechul…aku…”

“Aku tahu, aku tahu jawabanmu, kau normal Han, kau tak sepertiku, aku sudah mengaku padamu, jadi semuanya terserah padamu, “ ucapku

 

“Aku lelah, aku ingin istirahat, tolong tinggalkan aku, aku mau tidur,” lanjutku

 

Han juga tak banyak bicara, dia lalu pergi dari kamarku. Aku hanya bisa menangis, hatiku sakit, sangat sakit.

 

Mianhae Han…

 

 

@Heechul POV

“Hyung, makanlah, dari kemarin kau belum makan, “ ucap Siwon

“Aku tak lapar Siwon, pergilah, aku ingin sendirian, “

 

Sudah 2 hari ini aku tak nafsu makan. Dan juga sudah 2 hari ini Han tak pernah mengunjungi kamarku. Jujur , aku merasa kehilangan sosoknya yang lembut dan penyayang. Dan setiap memikirkannya air mataku selalu menetes.

 

Aku tak pernah seperti ini sebelumnya. Tapi hanya demi seorang namja bernama Hankyung, aku selalu menangis. Apa aku seperti seorang yeoja? Yang selalu menangis ketika sakit hati? aku juga punya air mata. Aku pasti bisa menangis juga.

 

 

 

“Hyung, ku mohon, jangan seperti ini terus, makanlah, “ bujuk Siwon

“Keluarlah Siwon, aku ingin sendiri, tinggalkan aku, “ ucapku

 

Siwon akhirnya mengalah. Dia pun pergi keluar dan meninggalkanku sendiri di kamar.

 

Saat Siwon keluar, air mataku kembali menetes. Aku benar benar tak bisa menyembunyikan kesedihan dan rasa sakit dihatiku.

 

Aku beranjak dari tempat tidurku, mengambil tongkat penyangga di sebelahku dan berjalan keluar dari kamarku. Aku berniat menghirup udara segar pagi hari ini. Akupun menuju atap rumah sakit ini.

 

 

 

 

@Siwon POV

Heechul hyung, kenapa? Kenapa demi Han hyung, kau sampai seperti ini?

Tak bisakah kau melihat cinta yang lain?

Tak bisakah kau melihat perasaanku hyung?

Perasaan yang sama seperti yang kau miliki kepada Han hyung.

 

“Han hyung, bisa bicara sebentar?” tanyaku saat melihat Han hyung sedang mengajak seorang pasien bercanda di taman rumah sakit.

 

Dia mendongak, dia diam sejenak. Dan tak lama kemudian dia mengangguk.

 

Aku dan Han hyung pun duduk di sebuah bangku yang ada di taman.

 

“Apakah ada yang ingin kau bicarakan?” tanyanya

“Ye, kenapa kau jarang menjenguk Heechul hyung di kamarnya?” tanyaku

 

Han hyung terdiam. Dia tak menjawab pertanyaanku.

 

“Han hyung, bisakah kau mencoba melihat hatinya lebih dalam? Dia sangat sedih, aku tak mau melihatnya sedih terus terusan, Han hyung, ku mohon, bisakah?” bujukku sambil membungkukkan badanku dihadapannya.

 

Han hyung yang kaget melihat sikapku, dia lalu berdiri dan diam sejenak seperti sedang berfikir.

 

“Siwon ssi, mianhae, aku tak bisa, aku tak bisa menyukai seorang namja, sekali lagi maaf….” Ucapnya

 

Dia pun pergi meninggalkanku di taman.

 

Han hyung, aku tahu kau bimbang, bukan tak bisa.

 

 

 

 

 

@Hankyung POV

Apa ucapanku tadi pagi benar?

Apa aku salah?

Kenapa seperti ini ?!

 

Aku ragu, apa benar aku tak menyukai Heechul atau aku takut untuk mengakuinya.???

 

Aku belum pernah menyukai seorang namja, aku tak mungkin mempunyai hubungan khusus dengannya. Tapi…..aku merasa kehilangan jika tak disampingnya. Aku merasa sepi, tak ada yang membuatku tertawa.

 

Kalau boleh jujur, aku merindukannya, merindukan kemanjaannya.

 

Meow…..

 

“Heebum? Mianhae aku lupa memberimu makan, sebentar yah aku ambilkan makananmu dulu,” ucapku pada Heebum yang sedang mengais ngais lantai apartemenku.

 

Semenjak hari itu, hari dimana aku pertama kali bertemu Heechul, aku merawat Heebum di apartemenku, aku sudah berjanji pada Heechul untuk memeliharanya.

 

Tiba tiba aku teringat Heechul, apa aku harus mengikuti yang di katakan Siwon tadi pagi. Apa aku harus melihat hatinya lebih dalam lagi.

Aku lalu membawa makanan dan susu untuk Heebum.

 

“Heebum, sini, aku sudah membawa makanan untukmu,” ucapku pada kucing lucu itu.

 

 

“Heebum, kau tahu sekarang apa yang kurasakan, ? kebimbangan yang setiap hari selalu menyelimutiku, apa kau bisa bantu aku untuk menghapus kebimbangan itu?” tanyaku sambil mengelus elus Heebum yang tengah menikmati makanannya.

 

“Heebum, aku butuh bantuanmu saat ini, jika kau pilih makanan, aku akan meninggalkan Heechul, tapi jika kau pilih susu aku akan mencoba melihat isi hatinya lebih dalam lagi, mencoba menyadari bahwa aku adalah takdirnya, memahami betapa penting diriku untuknya, Heebum, kumohon..” ucapku pada kucing itu sambil membagi jarak antara makanan dan susu yang kubawa dari dapur tadi.

 

Heebum lalu menghampiri makanan, dia mengendusnya, dan beberapa detik kemudian dia berbalik menghampiri susu dan meminumnya.

 

Aku tahu jawabannya……….. !!!

 

Saat itu juga aku langsung pergi menuju rumah sakit.

 

Sesampainya di rumah sakit, aku langsung menuju kamar Heechul. Saat ku buka pintun kamarnya, dia tak ada di dalamnya.

 

Heechul…kemana kau?

 

Aku tahu…iya aku tahu dimana dia….

 

Akupun pergi menuju tempat dimana Heechul berada.

 

 

 

 

 

@Heechul POV

Aku kembali ke tempat ini. Tempat dimana aku dan Han biasa bercanda bersama Heebum. Iya…di atap gedung rumah sakit ini. Disinilah aku dan Han berbagi cerita dan menghabiskan waktu bersama.

 

Tapi sekarang, semua tak ada lagi. Aku tak bisa merasakannya lagi.

 

“Heechul…..” panggil seseorang.

 

Aku menoleh, mencoba melihat siapa yang memanggilku barusan. Dan dia ternyata adalah orang yang telah membuatku menangis selama ini, orang yang telah membuat patah hatiku, orang yang telah menolak pernyataan cintaku.

 

Hankyung……gumamku

 

 

 

 

 

@Hankyung POV

“Heechul tunggu, “ ucapku saat melihatnya berusaha menghindar dariku

 

“Heechul, tunggu ku mohon,”

“Apa Han, ini sudah malam, aku mau kembali ke kamarku untuk istirahat, “ucapnya pelan

“Kau mau pergi? Kau mau menghindari takdirmu?” tanyaku

 

Heechul terdiam, aku berjalan menghampirinya dan memeluknya dari belakang.

 

“Kau mau menjauhiku? Kau mau pergi dariku disaat aku mulai mencoba masuk ke hatimu, mencari ketulusan di dalamnya,” ucapku

 

Dia menangis, aku semakin mempererat pelukanku.

 

“Maafkan aku, aku tak melihat hatimu terlebih dahulu, aku tak mencoba melihat ketulusanmu mencintaiku,”

 

Dia tetap menangis, aku membalikkan tubuhnya.

 

“Heechul, kau masih mencintaiku seperti 2 hari yang lalu?” tanyaku

“Han…….”

“Bisakah aku melihat lebih dalam lagi isi hatimu,?”

 

Heechul mengangguk. Matanya memancarkan kesenangan. Walau di penuhi dengan air mata tapi aku masih bisa melihat kebahagiaan di mata bulatnya.

 

Kami lalu duduk di pinggir atap, sambil memandangi langit.

 

Aku akan mencoba mencintaimu Heechul, aku memang belum pernah mencintai seorang namja, tapi demi mu aku akan mencoba. Aku akan berusaha untuk tidak menyakitimu Heechul, itu janjiku.

 

Maafkan aku Tuhan, jika aku mempunyai rasa ini, aku menjalani hubungan yang tak layak di matamu, aku tak menyesal, aku akan berusaha melindungi cintaku padanya, apapun yang terjadi.

 

“Han….” Panggilnya

 

Aku menoleh ke padanya yang sedang bersandar di bahuku.

 

“Ye…” jawabku

 

Dia mendongak menatapku, mencoba mencari kejujuran di sana.

 

“Kau tak menyesal Han?” tanyanya

“Kenapa harus menyesal, ini keputusanku,”

“Tapi, ini tak layak terjadi,”

“Cinta tak memandang jenis kelamin Heechul, kau bilang kau mencintaiku, aku pun sama, aku juga mencintaimu, dan aku akan mempertahankan cintaku,”

“Han….”

“Aku ingin cinta kita abadi, indah dan bersinar, biar semua orang tahu bahwa bukan hanya sepasang namja dan yeoja saja yang bisa merasakan indah dan abadinya cinta, kita juga bisa,”

“Han…..Saranghae…….”

“Nado….” Jawabku sambil mencium ubun ubunnya.

 

Entah kenapa hatiku lega, aku merasa sangat nyaman. Aku belum pernah merasa se nyaman ini.

 

Aku takkan pernah meninggalkanmu Heechul…takkan pernah…..

 

 

 

 

@Siwon POV

“Pagi…hyung sudah bangun kah?” tanyaku sambil membuka pintu kamarnya

 

Dan betapa terkejutnya aku saat melihat Heechul hyung bersama dengan Han hyung. Han hyung tertidur di samping Heechul hyung. Dan Heechul hyung bersandar pada dada Han hyung.

 

Jujur, hatiku sangat sakit melihat ini. Tapi baru kali ini aku melihat Heechul hyung tidur dengan tersenyum, dia terlihat sangat bahagia. Melihatnya seperti itu, aku tak bisa berbuat apapun, asalkan Heechul hyung bahagia, tak apa. Walau hatiku taruhannya.

 

Aku menaruh sarapan pagi Heechul hyung disamping tempat tidurnya. Sepertinya tindakanku barusan membangunkan Han hyung.

 

“Hooaaamm…..Siwon?”

 

Aku hanya tersenyum.

 

“Sudah pagi?” tanyanya

“Ne..”

 

Han hyung segera bangun dan menidurkan Heechul hyung ke posisi yang benar.

 

“Apa ada yang lihat?” Tanya Han hyung

“Aniyo, hanya aku,”

“Yah sudah aku pulang dulu untuk ganti baju, nanti aku kesini lagi, jangan bangunkan dia, dia masih terlalu lelah, “ ucap Han hyung

“Ye, “

 

Han hyung lalu pergi. Aku lalu duduk di samping Heechul hyung yang masih tidur.

 

“Hyung..apa kau bahagia? Kau terlihat sangat senang, aku ikut bahagia bersamamu, semoga takkan ada lagi air mata yang keluar dari mata indahmu,” ucapku sambil mengusap lembut kening Heechul hyung

 

Walau hatiku sakit, aku akan tetap tersenyum untukmu hyung……..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC