fanfiction for our soul

Arsip Penulis

my ex stalker (yunjae) chap 3


Tittle: my ex stalker
Genere: drama, au,mpreg
Main cast: yunho, jaejoong, heechule,changmin
Author: feby dyanna
Part: 3
a/n: okk this is the last my fic, setelah ini clear sy bernenti nulis hahah 😀
thanks alot for your koment slama ini huhuh

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

malam yang sunyi, dua orang pria sedang tidur diatas ranjang .
tak ada yang bersuara hanya suara deruan nafas yang terasa semakin mencekam setelah pergumulan yang cukup memanaskan.yunho memeluk erat tubuh telanjang heecule.
Memberinya sebuah kehangatan yang mungkin sempat tidak ia berikan beberapa waktu lalu.
Ia menarik kain satin putih polos yang menutupi tubuh polos mereka,setelah pertengakaran kecil beberapa jam lalu ,namun mereka memutuskan mengakhirinya dengan seks.

Pria bermata musang itu sedikit merenungkan kejadian beberpa detik lalu,semuanya terasa bagiakan mimpi buruk sekaligus mimpi indah.
Dimana ia bertemu dengan jaejoong yang sedang sakit di rumah sakit dan kini ia malah berakhir di atas ranjang dengan orang yang tidak ia cintai sama sekali.
Itu benar-benar terasa rumit bagi nya.

Nafas yunho terasa tercekat, dada nya terasa semakin sakit melihat heechule yang sedang tertidur pulas disebalah nya,jelas saja ia tidak menicntai pria itu,semua sentuhan-sentuhan dan perhatian yang ia berikan adalah plampiasan atas kekosongan hati nya saat harus melpasakan cinta pertama nya “kim jaejooong”

Namun ia tidak menyangka , kalau ia sudah melangkah sejauh ini dan harus menanggung resiko yang benar-bnar berada di luar dugaan nya.
Dimana ia akan memiliki seorang anak dari pria yang tida ia cintai sama sekali.

Perlahan yunho beranjak dari tempat tidur nya, ia tidak bisa jauh lebih lama memandangi kekasih nya itu. Ada banyak hal buruk yang terus memabayangi nya ketika harus menatap wajah cantik hechule.
Ia takut mnyakiti heechule,biar bagaimana pun heechule hanyalah korban dari kekosongan hatinya ia tidak pernah bersalah.
Yunho berdiri, ia menarik tirai hitam yang menutupi jendela kamar nya . mata coklat nya melirik kerah jalanan kosong di luar sana.sekosong hati nya sekarang.

~~der~der~

Yunho tersentak, ia melihat ponsel nya yang bergetar di antara pakayan –pakayan nya yang berserakan di atas lantai.perlahan tangan nya terulur mengambil ponsel dan melihat nama yang sangat spesial (joongie) tertera disana.

Namun ia mengabaikan nya, pria itu memutuskan untuk membakar sebatang nikotin dan mulai menghisap nya. Ia harus tenang,tidak boleh gegabah, ini adalah pilihan nya.
Ia sudah memutuskan untuk memilih heechule dan melepaskan jaejoong,well heechule jauh lebih membutuhkan nya . bibir tipis nya terus mengeluarkan kumpulan asap nikotin. Ia menarik nafas panjang dan pikiran nya kembali dimana ia terakhir menemui jaejoong dirumah sakit .

“maaf kan aku jae”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

Seperti biasa, pagi yang cerah namun terasa kosong.
Yunho terus mengalami suasana yang sama , dimana ia menghadapi heechue di meja makan dan mereka mulai berfikir dalam benak masing –masing.

Yunho melirik heechule yang sedang menghabiskan sarapan nya dengan nafsu yang tidak seprti biasanya, well mungkin itu karna mahluk lain yang sedang tumbuh dalam perut pria itu.
Yunho meneguk air putih yang tersimpan disebelah sarapan nya,tiba-tiba ia merasa kenyang hanya dengan melihat hechule menyantap semua sajian yang ada diatas meja.

“ kau sudah kenyang yun??” heechule melirik kearah yunho,yunho membalas dengan senyum tipis yang sexi di bibir nya. Yunho sudah berjanji pada dirinya sendiri ia tidak akan menyakiti siapapun juga, termasuk pria yang ada di depan nya itu.
yunho bangkit dari posisi mua, ia menghampiri heechule di sebrang sana dan mengecup pelan dahi pria itu.

“aku pergi dulu, dan maslalah pernikahan kita”

“yunho lisent, aku tidak mau menikah” yunho berhenti ,ia melabarkan bola mata nya melihat kearah heechule dengan pandangan tidak percaya, sekaligus shock ia memang berharap tidak berakhir dengan menikah dengan heechule, tapi ia harus bertanggung jawab atas mahluk yang sedang tumbuh di perut pria itu.

“tapi…”

“aku tidak bisa menikah sekarang, dengar prnikahan hanyalah symbolic kita saling mencintai dan maslah orang yang sering kau sebut dalam tidur mu jeje joongie ah aku lupa aku tidak peduli aku tahu kau jauh lebih mencintai ku dan anak kita ? benar kan??”

Yunho kembali terpaku dada nya terasa sesak mendngar seklasrasi singkat] yang keluar dair bibis heechule ,ia tidak langusng menjawab mlainkan hanya dia m dan memandang heechule dengan rasa takut.

“baiklah aku pergi dulu oke?”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
“aku harus membawa yunho sekarang juga” changmin sedikit tak tenang ia mengingat lagi bagaimana jaejoong menangis hanya untuk meminta nya melepaskan jaejoong, itu terdenganr tidak masuk akal,well yunho hanyalah mantan stalker sekaligus bajingan yang benar-benar sudah menghancurkan semua kebahagiaan changmin.

Pria jangkun itu sedikit menghentakan kakinya diatas lanati marmer , nyaris 30 menit ia menunggu di ruang tunggu kantor yunho ,tapi pria itu belum menampakan tanda-tanda kehadiran nya.

“changmin” changmin tersentak ,ia melabarkan mata nya melihat pria yang ia sudah tunggu-tunggu terkejut atas kehadiran nya disana.
Changmin berdiri , ingin rasa nya ia membunuh pria yang sedang menatap nya dengan tatapan angkuh itu.

“mari kita bicara”


Dua pria tampan itu sedang duduk bersebrangan , memandang satu sama lain dengan tatapan penuh mistery.
Yunho meneguk secangkir kopi hitam untuk membuat dirinya relex jujur saja,ia memang tidak pernah menyukai changmin . dan ia juga sempat ingin membunuh pria di depan nya itu demi mendapatkan jaejoong beberapa tahun lalu, well itu masa lalu.

Changmin mesih memadangi yunho tanpa mengedipkan kelopak mata nya, rasa benci nya terhadap yunho sudah tak terkendali lagi, tetapi ia msih mengingat bagaimana jaejoong memohon dan meminta nya untuk melepaskan yunho dan membiarkan dirinya bahagia bersama bajingan yng ada di depan matanya,

“ jaejoong baik-baik saja kan?” yunho tidak tahu harus memluai perbincangan dari mana, ia harus memutar otak nya hingga menemukan sebuah topic pembicaraan yang mungkin bisa mencarikan suasana tegang di antar mereka,
Changmin hanya menarik nafas dalam. Ia menggeleng pelan sambil ikut meraih kopi hangat yang sejak tadi tidak ia sentuh sama sekali.

“ ia ingin aku melepaskan dirinya untuk bersama dengan dirimu”

Yunho tercekat, namun ia mesih menampilkan wajah datar nya, ia menyembunyikan
Emosi nya , tentu saja ia terkejut dengan ucapan changmin, ia tidak menyangka kalau orang yang benarbenar ia cintai (jaejoong) memang ingin bersama nya.

“dan aku ingin membuat jaejoong bahagia, aku mencintai nya sama seperti kau mencintai nya” sambung changmin dengan suara lebih pelan, ia menahan rasa sakit yang tiba-tiba menusuk dada nya.well ia harus merelakan jaejoong seperti yang pernah yunho lakukan 3 tahun silam.

“tidak bisa” suara baritone yunho menginterupsi di antara rasa sakit hati changmin, pria bermata sipit itu menundukan kepala nya, well ia tidak berani menatap changmin setelah mengucapkan dua kata dari bibir nya.

Changmin membelalakan mata nya,ia mengepalkan tangan kanan nya, hingga menampakan bukuh-bukuh jari nya yang mulai memutih karna rasa kesal sekaligus marah.

BUKKKK

Changim memberikan sebuah pukulan tepat di wajah tampan yunho, ia menarik dasi pria itu dan mulai mengangkat tubuh tinggi yunho dan mendekatkan nya pada dirinya.
Orang-orang di sekitar restoran melirik kearah ke dua namja itu,dan mulai berbisik satu sama lain.
Yunho hanya diam,ia tidak bisa melawan. Ini adalah salah nya dan ia hanya bisa meringis pelan merasakan ngilu di tulang pipi nya.

“APA MAKSUD MU TIDAK BISA HUH??? DIA MENCINTAI MU DAN SEMUA ITU SALAH MU” changmin berteriak tepat di wajah yunho, ia sudah kehabisan kesabaran nya. Dan ingin rasanya ia membunuh pria di hadapan nya setelah mendengar jawaban fatal dari pria menyebalkan di depan nya.

“AKU TIDAK BISA!! DAN AKU TIDAK MENCINTAI DIA LAGI!!! KAU DENGAR ITU SHIM CHANGMIN SEKARANG LEPASKAN AKU!!”

Changimin melepaskan kerah baju, yunho ia memang mulai tak nyaman ketika semua orang di restoran itu mulai memerhatikan mereka.
Pria jangkun itu hanya menarik nafas, ia harus berfikir jernih.

“kau pembohong”

“AKU TIDAK BISA.. AKU TIDAK BISA DENGARKAN AKU . AKU INI PECUNDANG AKU SUDAH MENGHAMILI KEKASIH KU AKU TIDAK BISA BERSAMA JAEJOONG”

Yunho tiba-tiba saja berteriak, tak ada yang mnyangka pria gagah itu kini menangis dan menjatuhkan air matanya di pipinya yang sedikit membiru.
Changmin tercengang, tubuh nya terasa kaku melihat orang yang sangat ia benci sedang menangis hebat di depan nya.

tbc

Iklan

my ex stalker chap 2 (yunjae)


Tittle: My Ex STALKER (sequel my stalker)
Genere: Yaoi.drama
Pairing:yunjea, yunchul
Rated: NC-17
Author: feby dyanna
Part: 2 a,b

“jaejoong kau akan baik-baik saja”sebuah suara menginterupsi disana,jaejoong nyaris tidak mengenal suara itu ,ia hanya menahan sakit yang tak tertahan kan di jantung nya.
Perlahan tangan jaejoong mencengkram erat tangan pria di sebelah nya.
Menahan rasa sakit yang mungkin entah untuk yang kesekian kali ia rasakan,
changmin menggenggam erat tangan jaejoong berhaap bisa memberinya kekuatann lebih saat itu .

“aggggggggggggrrrhhhhhhhhhhhhhhhhh” jaejoong menggeram,mengigit bibir bawah nya dan mengeluarkan cairan bening diwajah pucat nya nyais membuat changmin semakin tak tega melihat jaejoong begitu tersiksa.langkah nya behenti di depan UGD,ia sedkit menghapus keringat yang muncul di kening nya. Ia sedkit bernafas legah akhir nya ia bisa menghantarkan jaejoong tepat waktu ,ia tidak habis fakir bagaimana bila ia saat berada di kantor dan menemukan jaejoong sudah tak bernyawa lagi dirumah.ahh changmin mendesah pelan membuang semua bayangan-banyangan buruk yang mungkin saja bisa menimpah nya.
Dengan wajah kusut changmin menyandarkan punggung nya diantara kursi-kursi yang tersusun rapat didepan ruangan jaejoong.
Ia mendesah panjang,dan menutup mata nya untuk beberapa saat.

“Shin chang min sedang apa kau disini” changmin mendongak mendengar sebuah suara baritone menyebut nama lengkap nya.ia melirik sekilas ke seorang pria jangkun dengan kulit kecoklatan yang di balut dengan jacket hitam dan jeans hitam mambuat pria itu tampak sangat gagah.
Well, sosok itu sosok yang sudah lama ingin ia jumpai dan akhirnya ia bisa melihat lagi sosok itu.
“jung yunho” sapa changmin seraya berdiri,dan memasang senyumlebar kearah yunho.
Yunho balas tersenyum ia juga tidak menyangka bisa berjumpa dengan changmin disaat yang sangat tidak terduga.
Yunho memberi secangkir kopi yang baru saja ia beli untuk dirnya dan heechule,namun nampak nya pria hamil itu tidak begitu menyukai kopi dan memutuskan untuk pulang dan menghindari pemeriksaan kandungan nya.
“aku mengantarkan seseorang untuk memeriksakan dirinya namun dia malah meninggalkan ku sekarang” yunho memulai pembicaraan ,sambil menyeruput kopi yang sedikit mulai mendingin itu dari tangan nya,well ia tidak bisa jujur sekarang, jujur bahwa heechule sedang hamil anak nya ia benar-benar pengecut.
Changmin hanya mengangguk tanda mengerti,terlebih lagi ia tidak ingin mengembil pusing tentang orang yang di bincangkan yunho.
“lalu apa yang kau lakukan disini?” Tanya yunho dengan nada sedikit penasaran,
“jaejoong berada di ruangan UGD,aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat untuk mengurangi penderitaan jaejoong” tambah changmin sedikit mengeluh pelan dari nada bicaranya.
Yunho sedikit terhenyak,memandang changmin dengan tatapan nyaris tidak memepercayainya.namun ia hanaya memilih diam dan tidak berkomentar.
“ku pikir bila kau menyerahkan jaejoong ketangan ku dia akan jauh lebih bahagia terlebih lagi ia mengidap penyakit yang aku tahu itu tidak mudah untuk disembuhkan,namun kenyataan nya berbeda aku tahu kalau ia mesih mencintai mu mengharapkan dirimu berada disisi nya”changmin memandang kea rah cup kopi nya dengan tatapan sedih ia juga tidak tahu harus bagaimana menjelaskan semuanya,ia ingin kim jaejoong bahagia walaupun harus bersama yunho.
“penyakit?” yunho mendelik,ia juga hampir kehilangan akal sehat nya setelah mencerna ucapan changmin.
“yah sejak kecelakaan itu ternyata bukan tangan nya saja yang lumpuh tapi organ jantung nya juga bermasalah”

Perlahan kaki jenajang yunho memasuki ruangan yang sangat ia benci sejak dulu `UGD`,bahkan ia tidak berharap bahwa jaejoong lah yang berada diruangan itu.tertidur dengan selang oksigent yang tersambung di wajah jaejoong.
Ia melihat sosokjaeoong yang lemah,yunho benar-benar tak sanggup harus menyaksikan ini.
“kau baik-baik saja kan kim jaejoong” yunho menyentuh pelan tangan dingin jaejoong,well tangan itu jauh lebih kecil dan kurus dari yang pernah ia senttuh beberapa tahun lalu.
Perlahan tangan nya memebanrkan poni yang menutupi kelopak mata jaejoong yang sedang tertidur lelap .

Entah untuk menit keberapa yunho berdiri disana,memrhatikan jaejoong yang mesih telelap.ia tidak ingin pergi walaupun ponsel di kantong nya bergetar untuk yang kesekian kali.
`heechule` yah siapa lagi yang bisa menghubungi nya disaat-saat seperti ini,yunho hampir sedikit muak dengan kelakuan kekasih nya itu belakangan ini.apalagi tentang anak yang yunho juga tidak begitu yakin dengan itu semua.

“changmin itu kau” sekejap yunho membuang pikiran nya tentang heechule,ia melirik jaejoong yang sepertinya sudah siuman.ia mengangguk pelan memberi belaian lembut di kening jaejoong.
“kau baik-baik saja kan?” yunho tak tahu harus bebicara apa,perasaan nya tidak bisa membohongi dirinya ia mesih mencintai jaejoong bahkan cinta nya tidak kurang seperti dulu ia menjadi stalker jaeoong.ia menghawatirkan jaejoong sekarang.

POV JAEJJONG.

Aku terbangun ,untuk beberapa saat mengingat lagi rasa sakit yang mesih menghantui pikiran ku.
Ah aku hampir saja menyerah dan ingin segera mati bila mengingat rasa sakit itu.aku begreak berharap menemukan changmin disamping ku,yah siapa lagi kalau bukan dia.
“changmin itu kau kan?” tanya ku dengan nada ragu-ragu,ia mengangkat wajah nya dan yah bukan changmin melainkan yunho. Jung yunho mantan stalker ku,aku mendelik untuk beberapa saat rasanya tenggorokan ku mesih tercekat melihat nya disini bagaimana bisa ia berada disini. Apa changmin yang memberi tahu?.

“kau baik-baik saja kan?” ia menatap ku dengan tatapan yang sejak lama aku rindukan,ke-2 bola mata coklat nya benar-benar membuat ku hampir gila.aku merindukan tatapan dan mata itu.
Aku mengangguk,dan sedikit tersenyum kearah nya,walaupun akau tahu senyuman ku pasti terlihat sangat aneh sekarang,ia membelai kening ku menatap wajah ku dengan seksama.
“Aku mencintai mu jung yunho “
Teriak ku dalam hati.

End pov

Part 2b.

Mata bening jaejoong tidak bisa tertutup,walaupun ia tahu obat tidur yang bereaksi di tubuhnya mulai bekerja,ia mesih menatap yunho yang sejak tadi memendang nya dan tidak berbicara apapun kecuali hanya menyentuh nya dengan lembut,well jaejoong menyukainya.

“changmin yang memberi tahu mu aku disini huh?” jaejoong memulai pembicaraan,sedikit beusaha bediri dari posisi tidur nya,meraih tangan yunho untuk membantunya bangkit.
Yunho segera membantu jaejoong,ia tahu jaejoong juga mulai bosan dengan swasana ini dimana tidak ada perbincangan sama sekali.

“yah tadi aku menemani teman dekat ku untuk periksa kesehatan,tidak sengaja berjumpa denga changmin” jelas yunho sedikit gugup,jaejoong mengangguk tanda mengerti “teman dekat? Orang special untuk mu?” jaejoong juga tidak mengerti entah kenapa ia menjadi sangat tertarik membincangkan sahabat dekat yang dimaksudkan yunho.

“ah iya dia dari jepang,datang kekorea bersama ku”
Jaejoong mengagguk mencoba memahami ucapan pria yang tampan di samping nya,well ia merasa bahagia karna yunho yang sedang bersama nya , hatinya merasa tenang melihat seseorang yang ingin ia temui berada disana dan memberinya tatapan penuh perhatian.
Ia sudah lama memimpikan hari itu, hari dimana ia merasa sudah tak sanggup lagi untuk hidup karna penderitaan penyakitnya namun ada seorang yunho disamping nya, mendukung nya untuk menghadapi semua mimpi buruk itu.

~~~~~~
Kaki yunho terasa kaku untuk memasuki mansion mewah nya, dia sedang memutar otak nya mencari alas an yang tepat untuk membuat sosok heechule kekasih nya memaafkan nya karma tidak pulang semalaman.
Terkadang yunho berfikir bahwa hunungan nya dengan heechule benar-benar sudah tidak terasa nyaman lagi, tetapi kenyataan menyatkan bahwa kekasih nya itu sedang mengandung,well yunho semakin sulit untuk melangkah.

“kau” yunho sedikit memicingkan matanya, melihat heechule sedang tertidur pulas di sofa , dengan beberapa botol soju yang berantakan menghiasi meja di depan nya,yunho menggelengkan kepala nya mencoba menarik nafas agar emosi nya tidak meledak di pagi yang dingin itu.
Ia mencoba menyentuh tubuh kekasih nya itu dengan tangan nya, sosok kekasih nya itu hanya menggeliat.

“heechule-shi .. heechule” suara baritone yunho sedikit bergetar, mencoba menahan amarah nya terhadap kekasih nya yang memang sangat ceroboh menjaga diri sendiri. Sosok itu tak kunjung bangun, well mungkin 6 botol suju membuat heechule mabuk berat.

“kau tidak peduli lagi dengan ku?” tangan lemah heechule manarik jacket yunho,yang bersiap untuk meninggal kan nya disana.ia menatap yunho dengan mata nya yang sediki tertutup. Yunho mencoba berbicara namun semua kata-kata ny terasa lenyap memandang wajah heechule yang sedang sangat buth perhatian ,mungkin.

“aku peduli.. aku peduli dengan mu dan bayi kita, maaf karna sempat tidak mempercayai mu tentang kehamilan mu kemarin” yunho memeluk heechule dengan erat, ia harus melakukan ini. Mau ataupun tidak mau ini adalah kenyataan pahit atas pilihan yang ia pilih beberapa tahun lalu. Ia sudah memilih heechule dan harus melupakan sosok jaejoong mulai dari sekarang.

tbc


hurt >> yunjae<< (three shoot)


Tittle : hurt

Genere : angst, yaoi

Author : feby dyanna

Leight : 3 shoot

Pairing : yunjae

A/N : Hi everyone yeah I writte a new one hove you enjoy it, and than uh yeah I cant writte some nc again hahah im so sorry so thisis not sumut ^^” …

chap 1
—————————————————————————————-

shoot one

Sunyi , deritan ranjang yang terdengar bagaikan siksaan dimalam itu, kim jaejoong namja manis yang nyaris bertelanjang dada itu sedang meringkuk meremas seprai di kasur yang sejak tadi berdecit karna gerakan yang ia timbul kan diatas sana.

Mata indah nya terpejam,mengeluarkan titihan air mata yang mungkin sudah ia tahan agar tidak meleleh namun sekarang malah mulai membasahi pipi indah nya.

Ia mengatupkan bibir merah nya, mencoba mengeluarkan sebuah teriakan depresi dari kerongkongan nya yang kering kerontang, namun sia-sia ia hanya dapat mengutuki semua dalam pikiran nya. Tak ada kalimat yang keluar hanya sebuah udara hampa yang ia rasakan keluar disana.

“lupakan semuanya kim jaejoong lupakan lupakan” suara itu lagi, bisikan kecil yang terngar sayup-sayup diantara erangan jaejoong yang menahan rasa sakit,marah ,bingung dan perih yang tidak terdfinisakan. Jaejoong tidak dapat berfikir siapa orang yang sudah mengucapkan kalimat yang membuat pikiran nya terasa semakin kacau,

“AHHHH STOP IT PLEASEEEEEEE”akhirnya nada suara yag keluar dari kerongkongan nya pecah begitu saja disaat ia benar-benar merasa frustasi, hening.

Pria it mulai mengatur nafas nya kembali, tangan nya yang sejak tadi mencoba untuk menghancurkan seprai tempat tidur kini sudah terhenti. Ia merasakan semua tenaga nya sudah sampai dititik yang terakhir, bahkan untuk membuka celah untuk melihat pun ia tak mampu.

Perlahan kamar yang terlihat remang-remang itu mulai kembali sunyi, suara deritan ranjang maupun erangan jaejoong mulai melamah dan nyaris tak menimbulkan suara lagi.

Well ia sudah mengeluarkan semua tenaganya selama 2 jam dalam sesi `pncucian otak`

Yang direncanakan kekasih atau lebih tepat nya teman tidurnya `JUNG YUNHO`

dibalik sana sepasang mata coklat sedang mencoba untuk mengumpat dibalik pintu kamar , ia mencoba menahan tangisan nya saat mendengar teriakan yang baru saja ia dengarkan dari bibir indah yang sering ia nikmati.

Teriakan seorang kim jaejoong benar-benar menyiksanya sekarang.

Keringat dan air mata yang memandikan tubuh sempurna itu membuat yunho bergidik, well dia benar –benar seorang pengecut.

“jaejoong sorry kau harus mengalami semua ini, aku begitu penecut dan menganggap semua ini adalah jalan terbaik untuk kita” gumaman kecil keluar dari bibir kecil yunho, ia kembali menyembunyikan dua bola mata coklat di kelopak matanya yang basah.

Membuang jauh-jauh rasa kasihan ataupun cinta yang sempat ia rasakan pada pria cantik yang sedang terlelap disana.

Debaran jantung yunho seolah tak berhenti, menatap pilu kerarah tubuh sempurna yang sekarang tertutup kain satin , ia ingin menghentikan semua rencana gila nya namun

Semua sudah terlambat.mungkin jaejoong tidak akan mengenal nya lagi saat ia sadar nanti.

“Mr jung mission complete”

Suara bass seseorang yang sepertinya pasih berbahasa inggris itu menyadarkan lamunan yunho,yunho mencoba mengahapus sisa-sisa buih air matanya dan kembali melirik kearah pria tampan yang sedang memberinya senyuman keberhasilan.

“well thankyou , mr park you can leave now, I will transfer my invoice tomorrow” suara serak yunho sedikit membuat pria garang yang baru saja menyelesaikan missi nya hanya tersenyum kecut dan menghilang dibalik pintu usang kamar apartement jaejoong.

(POV YUNHO: ini yang aku inginkan aku tak boleh menyesalinya , kim jaejoong thankyou untuk semuanya selama ini)

— a new day in seoul—

Pria tampan itu sedang berdiri angkuh diatas altar , mata musang nya mesih melirik dengan seksi pada gadis bergaun putih sempurna yang membuat gadis itu terlihat seperti boneka.

“oppa kita akan menikah,aku merasa ini bagaikan mimpi” suara manja gadis itu berbisik lemah di telinga yunho, memberikan senyum yang sangat gembira di wajah nya, well ia menantikan sebuah sumpah pasangan pengantin yang bebrapa menit lagi akan segera terlaksana.

“henna-shi”

“uhm??” gadis manis itu memudarkan senyum lebar diwajanya, ia menatap bingung kearah yunho yang terlihat semakin mempesona disebelahnya , membuat yunho harus menarik nafas untuk yang kesekian kali. Ia tidak mungkin menghancurkan pesta ini.

“I love you” tiga kalimat manis yangpenuh dengan kebohongan itu akhirnya keluar dari bibir seksi seorang jung yunho,gadis manis disebelah nya hanya bias mendelik dan mencoba mencubit kulit nya berharap bahwa itu bukan lah sebuah mimpinya.ia tidak pernah mendengar kalimat itu sejak berjumpa dengan yunho 5 tahun lalu,pipinya perlhan meona merah namun yunho malah memasang ekspresi menyesal disana ,well ia pembohong.

*********

“ jaejoong kim jaejoong “bibir merah pria manis itu tampak nya mesih sedikit asing mengumamkan nama yang terdengar asing ditelinganya, sungguh ironis itu adalah nama nya sendiri.

“HYaaa”teriakan nya terdengar seikit frustasi ,ia bangun dari tidur panjang nya 3 hari lalu dan nyaris tak mengingat apapun.

(POV jaejoong: shit what the hell )

“apakah kaubaik-baik saja?” jaejoong sedikit mendongak melihat karah seorang pria tampan yang mengenakan seragam putih sedang menatap nya dengan seulas senyum manis dibibir nya . jaejoong menggelengkan kepalanya ia benar-benar tidak pada kondisi yang baik sekarang,

“kau ditemukan pingsan dikamar itu,dan tidak ada tanda-tanda orang lain disana , hump aku tidak tahu apa motif dibalik semua ini . tapi ciri –ciri dari semua yang aku dapatkan kalu ada kegiatan pencucian otak terhadap diri andatn kim”ucap pria jangkun itu dengan nada intelektual nya, bahkan jaejoong sedikit sulit untuk mencerna penjelasan dokter muda itu.

“tenang lah semua akan segera membaik

Ohya perkenalkan aku adalaj seorang ahli psikologis yangmungkin kedepan nya akan menangani anda . nama ku jng changmin” jaejoong mengagguk mmberikan ekspresi tanda tanyayang besar diwajah nya, ia mesih bingung dan semua terlihat kacau dimatanya. Ia mesih bingung akan semua yang terjadi pada dirinya.

******

Yunho mesih menghisap sebatang nikotin yang bersangga dibibir tipisnya, asap yang menggepul nyaris menutupi wajah tampan nya yang terliat semakin fustasi .

Ia sedikit mengekrutkan kening nya sambil mengecek ponsel di tangan nya , ia mesih sibuk mencari-cari sebuah nomor kontak di ponsel nya.

“Hya bagaimana apakah kau tidak menemukan nya?” suara panic yunho terdengar sedikit serak , membuat dongseang nya (jung changmin) terpancing untuk mendengakan perbincangan hyung nya di sana.

Perlahan yunho bangkit dari atas sofa sambil mematikan api pada puntungan nikotin yang sempat ia nikmati beberapa hisapan sejak tadi, ia mulai mengurut kening nya saat berusaha mencerna informasi yang ia dapatkan dari anak buah nya.

Informasi yang sangat mengecewakan nya.

“KAU SUDAH MENCARI NYA DENGAN BENAR KAN!!!”yunho nyaris berteriak, membuat dongseang nya changmin yang sejak tadi mengumpat semakin serius menguping perbincangan yang menurut nya menarik .

“Yunho oppa kau disana?” yunho mematikan ponselnya, memutuskan sambungan begitu saja ketika mendengar suara istrinya yang sedang memangggil namanya.

Ia mengalihkan matanya melirik keaah henna yang sedang berbalik memandang yunho dengan penuh tanda Tanya diwajah nya.

Yunho menyunggingkan senyum tipis diwajah nya sambil sedikit bergidik melihat istrinya disana.

“aku ingin membicarakan sesuatu” ucap henna dengan sedikit ragu-ragu diwajahnya,yunho mengagguk merasakan tatapan istrinya memang sdikit mencurigakan , apakah ia akan membahas tentang bulan madu mereka yang memang benar-benar hancur, atau membahas tentang mimpi yunho yang nyaris menyebut-nyebut nama `joongie` setiap malam.

“ well oppa aku butuh sedikit ketenanganm humm tentang bulan madu kita

Aku tidak tahu apakah semua ini ada hubungan nya tentang massa lalu mu

Tapi mungkin aku butuh waktu untuk menyesuaikan diri sebagai istrim,aku akan pindah ah tidak maksudku aku akan pergi sementara waktu kerumah haelomnie di busan. Aku ingin bertukar pikiran dan belajar untuk menjadi istri yang baik dengan nya dan aku akan kembali segera oppa tidak keberatan kan?”

Ujar gadis manis itu dengan bahasa yang jelas dan lembut,well henna adalah seorang gadis manis yang lembut bahkan yunho merasa tak tega melihat istrinya harus mengambil keputusan itu.

Yunho menaris nafas panjang sebelum akhirnya mengagguk setuju.

“lakukan lah yang menurut mu benar henna ,aku akan mendukung mu”

Kaki jenjang yunho menyusuri koridor apartemet tua yang biasanya lalui untuk berjumpa dengan jaejoong.

“yunho help me ahhhh” jeritan malam itukembali menghantui pikiran nya saat melalui koridor yang terkesan sedikitmengerihkan untuk yunho.

(POV YUNHO:f*ck I don’t care I wanna meet him)

Jari-jari yunho terasa bergetar hebat saat memegang knock pintu, ia semakin tak percaya kalu jaejoong pria manis itu telah pergi entah keman dan tidak akan mengingat dirinya lagi.

Pintu lusuh yang temakan usia yang berdiri kokoh didepan apatemen jaejoong perlah terbuka,namun semuanya benar –benar berubah aura kesepian begitu terasa menyambut kedatanga yunho.

Tak ada tanda-tanda kehidupan disana,tak ada tanda-tanda kehangantan cinta seperti sebulan yang lalu yunho menginjakan kaikinya disana.

Tak ada ciuman ataupun sambutan hangat lagi dari jaejoong, semua yang ada didalam apatement itu terasa sepi dan penuh akan kesedihan.

Yunho mnejatuhkan kedua lutunya , ia merasa semakin tak kuat untuk terus berjalan hingga kekamar jaejoong, kamar dimana biasanya mereka berbagi cinta dan kehangatan.

Kaki nya terasa benar-benar lemah untuk menopang berat tubunnya,semua benar-benar sudah terarjadi. Dan tak ada yang bias merubah keironisan takdir itu.

Pria tampan yang terliahat kekar dan tampan itu sekarang sedang menagis dan berteriak memanggil –manggil nama “jaejoong”


Diproteksi: our destiny (epilog wwmlp) chap 1 ~~yunjae~~


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


wwwmlp chap 6 (end)


Tittle: wwwmlp (whats wrong with my little prince)
Genere; yaoi,incest,mpreg
Rated: nc 21
Author: feby dyanna
Leight : 6 of 6 (end)
A/n: thanks a lot , I have many problems so I just ending this story ^_^
And there will be a sequel hohoh

-the hel–

Setitik air mata terasa tak bisa ia hentikan lagi untuk keluar dari salah-selah mata nya yang tampak indah.seluruh yang ada didalam perutnya sudah ia tumpahkan kedalam wesatfel,well dia pria yang sedang hamil.

“what the hell I hate this foods” makian yang keluar dari bibir merah nya terdengar begitu kasar di ruangan dapur,ia memandang jijik pada sup yang baru saja yunho sajikan untuk sarapan pagi mereka.
Namun yunho seolah tak menghiraukan semua itu.emosi seorang jung jaejoong memang benar-benar tidak terkontrol dengan baik sejak beberapa bulan lalu.

“kau membenci makanan nya atau yang membuat makanan nya huh?”yunho sedikit meledek sambil kembali menyendok sup kaleng yang susah payah ia buat untuk sarapan pagi itu.
Jaejoong mendelik,ia segera menyeruput air mineral yang tersimpan diatas meja menghindari tatapan yunho.

“entah lah yang pasti setelah aku mengeluarkan mahluk ini di jepang 5 bulan lagi aku berhap tidak akan pernah menemui kalian lagi”ucapan cetus itu membuat yunho menghentikan aktifitasnya mengunyah makanan,ia membenci ucapan jaejoong yang memang sedikit keterlaluan,bagaimana bisa menyebut nama darah daging nya dengan sebutan `mahluk`

DUKK
Suara hentakan tangan yunho,membuat jaejoong tersentak,well mungkin yunho sedang kehabisan akal karma pernyataan pahit yang baru saja kelua dari bibir adik tirinya itu.

“Kau tidak mengharapkan anak itu?” suara baritone yunho yang terdengar tegar kini terasa sedikit begetar,jaejoong menelan ludah menatap kearah yunho yang sedang menggempalkan tangan nya siap untuk membuat semua yang ada di meja makan hancur karna kekesalan nya,namun sepertinya itu tidak akan terjadi .
Yunho bangkit dari tempat duduk mmbuang wajah murka nya dengan tidak memandang jaejoong lebih lama lagi.

“kau bisa membunuh nya sekarang jika kau rasa itu mengganggu kehidupan mu”

Nafas jaejoong bagaikan tercekat saat mendengar pernyataan terakhir dari pria tampan yang sekarang sedang meninggalkan nya di meja makan.well ia memang membenci anak itu tapi ia mesih memiliki akal sehat ia tidak mungkin membuang atau pun membunuh anak itu setalah 4 bualn ia menghadapi semua ini,menghadapi neraka.


– leave this town-

jaejoong menghentak-hentakan sepatu bot nya,jacket hitam kulit nyaris menutupi kulitnya yang putih sempurna itu, masker putih juga tak lupa ia kenaakan untuk menutupi wajah nya yang tak bercelah sedikitpun,ia tidak mau seorangpun melihat kepergian nya atau lebih tepat nya mengetahui alasan keperian nya,meniggalkan korea.

“Are you ready?” suara yunho menyadarkan jaejoong,jaejoong mengagguk pelan tanpa sadar sebuah tangan hangat menggenggam tanganya menuntun nya untuk masuk kedalam persawat.

(jaejoong pov: good bye seoul)

Yunho`s pov

Aku terdiam melirik kaearh jaejoong yang lebih banyak berdiam daripada memaki ataupun marah kepada diriku,suck! Itumembuat ku jauh lebih kahwatir daripada ia hanya berdiam dan termenung sepanjang hari yang hanya melirik menara Tokyo dari jendela apartement kami.

Aku menyalakan sebatang rokok,memandang nya lebih sedikit teliti ,walaupun ini kegiatan membosan kan tapi memastikanjaejoong tidak melakukan hal-hal konyolitu jauh lebih baik.

“berikan aku sebatang”suara jaejoong menginterupsi ,aku. sedikit melirik kearah nya yang entah sejak kappa berada di dekatku dan memegang sebatang rokok ditangan nya.
Aku berdecak lidah,pria ini benar-benar aneh.

“tidak kau sedang mengandung ,kau ingin menyiksa bayi kita huh?” aku emarik kembali rokok yang sudah menempel dibibir merah nya,pria ini bena-benar sudah depessi kah?
Ahh ini semua kesalhan ku.

Normal pov
“masalah anak ,ah tidak aku sudah memikirkan semuanya dan yah setelah semua berakhir kau boleh meninggalkan kami setelah anak kitaterlahir kedunia”jelas yunho dengan suara lebih lunak ,ia sudah memikirkna hal ini untuk beberapa lama hingga saat nya ia memutuskan.hal ini dan mungkin ini adalah keputusan yang memang jaejoong ingin kan.
Mata jaejoong melebar ,ia menemukan kedua bola mata coklat milik yunho yang entah untuk berapalama dia sudah tak pernah menatap nya lagi.

“mak..maksudmu”

Yunho kembali menarik nafas nya lebih dalam,ia takut membuat kesalahan fatal ntuk kedua kali nya dimana ia sudah menjual jaejoong adik tirinya dulu,dan sekarang ia tidak mau membuat jaejoong kembali menderita hanya karna keegosian nya dan alas an anakyang jelas-jelas tidak pernah diinginkan jaejoong.

“aku ingin kau bahgia sepnuh nya,pilihlah wanita yang baik dan hyura kita kau bisa menemuinya .kau ataupun istri masa depan mu saat ada kesempatan aku akan berbohong pada hyura kita kalau kau adalah paman nya” tambah yunho ,kini suaranya sedikit serak walau ia beusaha untuk mengucapkan semuanya dengan tegas.
Yunho ,erasa hatinya hancur berkeping-keping setelah memutuskan semua ini.

“hyu—hyura?”jaejoong memanggil nama itu ,jujur saja penjelasan yang yunho beberkan beberapa detik lalu membuat pikiran nya semakin rumit,ia meman sempat membahas akan meninggalkan anak nya bersama yunho beberapa bulan lalu.tapi entah megapaia mnjadisangat terpukul data yunho menyurh meninggalkan nya dan mencari wanita baik-baik.

“yah aku sudah memutuskan jung hyura nama anak kita”

–hyura–

“selamat tuan anak walaupun puteri anda lahir secara sesar tapi ia sangat cantik dan terlihat sangat sempurna”e seorang sustr berwajah manis itu menjelaskan semuanya kepadayunho dengan senyum yang mngembang diwajah nya.yunho berusah mencerna ucapan suster yang sedang menatap nya dengan wajah bebinar-binar.
Yunho terhenti seketika,ia sangat terharu setlah nyaris seharian ia hanya bisa duduk dan berdoa untuk ke-2 orang yang paling penting didalam hidup nya.

Suara tangisan bayi menyadarkan yunho,ia mengalihkan pandangannya melihat kepada seorang susuter lain yang sedang menggendong bayi cantik. Yunho melihat nya lebih dekat itu nyata,
Puteri kecil nya sudah terlahir kedunia,ia benar-benar sudah menjadi seorang ayah.

“hyura” yunho memenggil nama puteri nya itu, mencoba untuk menemukan kosa kata yang tepat untuk mengungkapkan kebahagiaan nya . ia meneteskan air matanya,ia terharu melihat puterinya yang sedang menangis dan berusaha membuka mata nya.

“hyura papa disini..”

Yunho memasuki ruangan putih yang terasa dingin sedingin seorang pria yangsedang terbaring lemah diatas ranjang .mata indah itu mesih terpejam dengan indaha nya yunho mengusa kening adik nya , ia sangat bersyukur semua nya akan kembali normal. Dan ia berharap jaejoong bias menemukan kebahagiaan nya setelah semua ini berakhir.

Perlahan mata indah itu terbuka, jaejoong meringis pelan menggerakan tubuh nya yang terasa hamper mati rasa, ia melirik bahwa yunho sedang menatap nya dengan dekat.
Jantung nya berdetak kencang.

“hyura kita selamat”jaejoong menarik nafas ketika mendengar informasi yang baru saja ia dapat kan, ia memang tak pernah ingin melihat puteri nya karna ia akan segera meninggalkan nya. Dan kenyataan pahit itu membuat jaejoong terpuruk.
Ia akan benar-benar mendapatka kebahagiaan nya setelah semua ini berakhir bnarkah?

“aku tidak ingin melihat nya” suara serak jaejoong terdengar begitu lemah,namun telinga yunho mesih bias menangkap kosa kata itu dengan baik, ia mengerutkan kening nya melirik jaejoong yang sedang terpuruk sambil menumpahkan air mata nya.

“aku tidak mau mlihat hyura kita..aku tidak mau”

End==

Okkaiakan ada sekuel, I will update it soon just leave koment fo r me thankyou ^_^”


MY EX STALKER 1b (YUNJAE)


Tittle: MY EX STALKER
Genere: AU,Yaoi
Rated: nc-
Leight: 1b
Author:feby dyanna.^.^

W g mau lama-lama hahah kita habiskan saja cerita lama ini #plakkkk
Sengaja tidak saya protect,karma saya adalah author yang baik *pd*
———————————————–

Yunho menghempaskan tubuh nya diatas kursi kerjanya,sambil sedikit memijat kening nya yang terasa pusing akibat alcohol.
Dada nya mesih terasa sesak sejak mengingat ucapan yang keluar dari bibir jaejoong tadi siang.`setidaknya aku bukan menjadi pecundang yang membiarkan orang yang dicintainya direbut orang lain`
Suara penuh penekanan kim jaejoong tadi siang mesih begitu lekat di benak yunho mendadak ia sadar kalau ia hanyalah serang pecundang yang tidak berani menghadapi kenyataan sekarang.ia tidak mampu menghadapi maslalah nya bahkan ia tidak mampu mengahadapai kim jaejoong sekarang.

“mengabaikan makan malam dan memilih minum-minuman di bar itulah alasan mu tidak ikut makan malam bersama ku huh??”heechule bedecak pinggang siap menghakimi yunho yang sedang memandang nya dengan tatapan kusut sekarang.
“aku lelah bisakah kita bincangkan ini besok”yunho sadar pikiran nya benar-benar kacau sekarang,pertemuan nya dengan jaeoong bukanlah hal yang ia harapkan sebelumnya,bahkan yunho tak tahu perkataan jaejoong tadi siang kini benar-benar membuatnya menjadi dua kali lipat merasa bersalah seblum ia kembali berjumpa dengan jaejoong.

Heechule hanya mnaikan alis mata nya ,melirik sekilas kearah sang kekasih dengan tatapan sdikit horror.”baiklah tuan jung ,aku tidak tahu masalah apa yang sebenarnya kau hadapi di kantormu .kita bicarakan besok” heechule sedikit melunakan suaranya.yunho sedikit benafas legah ,melihat kekasihnya itu akhirnya sedkit bisa memahaminya walau sebenarnya sifat `memahami` sangat langka untuk ia dapatkan dari kekasinhnya itu.

———-
Jaejoong mendesah pelan,membalik-balikan tubuh nya hingga membuat sprai yang ia tiduri terlihat sangat berantakan,ia menarik nafas panjang sebelum akhirnya memutuskan untuk bangkit dan mencari udara segar. Jaejoong melirik kearah balkon rumah yang mesih terang karna cahaya lampu yang ternyata mesih menyala.sekejap ia merasakan ada sesoramg Disana well changmin berada disana fokus membaca buku sambil menyeruput kopi di tangannya.
“belum tidur?” jaejoong mmbuka topic pembicaraan sebelum changmin melirik nya dengan tatapan heran,” aku yang seharusnya bertanya kenapa kau mesih berkeliaran di jam segini huh” changmin sdikit marah sambil melirik arlojinya .jaejoong tersenyum pahit sebelum akhirnya menambil tempat untuk duduk disebalah kekasihnya itu.
“tadi siang aku berjumpa dengan jung yunho”
Entah apa yang membuat jaejoong ingin membicarakan hal ini,menyimpan nya lama-lama pun rasanya tidak akan membuat nya semakin baik pikir jaejoong.changmin menutup buku yang sejak tadi ia baca kini pandangan nya malah focus kpada jaejoong.
“ia mengeahui keadaan mu huh??” suara changmin begtu lembut,bahkan tidak ada getaran-getaran keraguan disana.perlahan jaejoong menggeleng sambil menyentuh tangan changmin.”kurasa aku mesih mencintai nya”
Changmin nyaris melebarkan matanya,menatap jaejoong hampir tak percaya.
“aku tahu itu” sahut changmin.jaejoong mendadak begitu puas dengan yang ia dengar dari mulut changmin sendiri,ia tahu changmin bukan lah pria jahat yang akan membiarkan nya hidup dalam kesulitan sedikit pun.
Mata bulat jaejoong sedikit berbinar-binar menatap ke dalam mata changmin.

“aku tidak akan membiarkan mu terluka,menangis aku sudah banyak menyusahkan mu sejak incident aku menghilang dan kehilangan semua memoriku tentang dirimu aku tidak ingin membuat mu menjadi kim jaejooong yang galau” changmin sedikit meyakinkan jaejoong,jaejoong tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya.ia tahu kalau pria dihadapan nya ini benar-benar sudah dewasa jauh dari yang ia pikirkan sebelum nya.
——-


Yunho menyantap sarapan nya dengan wajah sedikit muram,ia melihat disebrang sana sang kekasih `heechule` sedang menatap nya dengan tatapan dingin.
Seolah sedang marah,kesal,bingung ah yunho benci itu.
Perlahan yunho meyendok nasi kimchi yang sepertinaya sudah mulai mendingin karana sejak tadi yunho malah asyik mengaduk-aduk nya seperti tidak berselerah untuk memakan nya.

“tadi sahabat mu yang benama shin chang min menghubungi,dan meminta mu untuk menghubungi nya kembali” yunho yang baru saja menyendokan nasi kimchi ke mulutnya nyaris memuntahkan semua nya ,mendengar perkataan heechule dari sebrang meja nya.
Ia meletakan kembali sendok nya dan kini melihat heechule dengan tatapan bingung.

“aku tak tahu entah kenapa sejak kita pulang kekorea sikap mu menjadi aneh..
Sejak malam kau menolaku.. dan orang yang benama jaejoong sampai shin changmin
Aku tidak tahu itu semua,kupikir mereka adalah orang-oang dimasa lalu mu.
Aku harap mereka tidak akan merusak hubungan kita” tambah hecchule yang kini malah ikut mengaduk-aduk makanan nya dan tidak nafsu untuk melanjutkan sarapan itu.

Yunho bingung,ia tidak tahu harus mejelaskan dari mana,dan ia juga tidak punya keberanian untuk menjelaskan siapa itu jaejoong,dan siapa itu shin chang min ahh ia benar-benar pecundang. Yunho sedikit mengutuk dirinya sendiri dalam pikiran nya.
“aku bias terlambat kekantor, mungkin aku akan pulang telambat jangan menunggu ku okkai “ entah apa yang membuat yunho ingin menghindari kekasih nya itu untuk saat ini,ia
benar-benar bingung sekarang.
Yunho meraih jas dan juga koper nya seraya meninggalkan heechule yang mesih duduk gusar disana.
“kau menghindari ku jung yunho,kau.. kau tidak akan bisa mninggalkan ku karna kartu matimu ada ditangan ku” yunho menghentikan langkah nya,menoleh kearah heechule yang sedikit mendelik kearahnya.well mungkin yunho sudah menguji ksabaran kekasih nya itu hingga titik puncak kesabarannya mulai habis sekarang.
“maksudmu?” sahut yunho dengan nada sedikit lunak,ia tahu ia sedang bersalah sekarang.
“aku hamil…”

Tbc buehehehe koment woii ahh w mau update part 2a nih… –goemensai—


Diproteksi: wwwmlp chap 5a (yunjae)


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini: