fanfiction for our soul

S.E.C.R.E.T (Part 1)


Title : S.E.C.R.E.T
Genre : romance, comedy, m-preg, boyxboy, YAOI, sedikit CANON, OOC, etc
Length :
Author : LaillaMP
Main Cast :
–    Park Geonil
–    Kim Sungje
Other Cast :
–    Kim Kwangsu
–    Yoon Sungmo
–    Song Jihyuk
A/N : ada yang sering main ke kumpulan fanfic? pasti liat ff ini. hehehe XDXD maap ya udah lama ga share ff disini😀 lagian kayaknya pada belom tau couple ini sih… biar saya kenalkan. look at the photo yaa🙂
Cerita ini murni fiksi dan dari otak gue tanpa paksaan siapapun. Gue bikin ff ini bukan untuk menjelekkan mereka, atau mengharap mereka beneran jadian atau kawinan. Sekali lagi ini FIKSI!!!!
Kalo ada ff yang sama kayak ff ini, itu bukan kesengajaan. Karena gue belum pernah baca ff yang kayak begini.

WARNING!!!
FF INI HARUS DIBACA OLEH ORANG YANG MENGERTI ANTARA FIKSI DAN NONFIKSI!! GUE GA NERIMA KOMENTAR BASHING!! INI CUMA FIKSI!!!!!!! OKAY???

***


Geonil dan Sungje duduk di kasur masing-masing. Baju mereka masih basah oleh keringat setelah konser. Wajah mereka juga menunjukkan kalau mereka benar-benar telah menguras tenaga.
Geonil lalu keluar kamar. Sungje menatap suaminya itu dengan tatapan penuh arti. Tapi ia tidak mau bertanya kemana lelaki itu akan pergi. Karena ia percaya, Geonil tidak akan keluar dorm tanpanya.
“Minum dulu. Nanti dehidrasi.” Kata lelaki itu lembut.
Sungje menatapnya lagi. Suaminya itu terlihat lebih lelah darinya. Tapi ia tetap memprioritaskan Sungje.
“Kau saja. Aku kan sudah minum.” Balas Sungje. Ia sebenarnya haus. Tapi melihat wajah Geonil yang seperti itu…
“Aku sudah minum juga. Kau kurang minum. Nanti kau dehidrasi. Ayolah!” katanya memaksa.
Sungje akhirnya menerima botol minuman itu dan meminumnya perlahan. Sisanya ia berikan pada Geonil yang langsung dihabiskannya juga.
“Tuh kan kau haus!” sungut Sungje.
Geonil tersenyum. “Aku tidak mau kau sakit. Sudah cukup aku melihatmu demam waktu itu.”

***

Tidak ada yang tahu apa hubungan diantara dua member terkenal Choshinsung ini. Park Geonil dan Kim Sungje, resmi menikah di sebuah negara yang memperbolehkan kawin sejenis sebagai pasangan sejenis. Err.. sebenarnya ada yang tahu selain mereka dan Tuhan, yaitu para member. Sang manager saja tidak tahu kalau sebenarnya mereka sudah menikah.
Ah ya, ini memang aneh. Geonil dan Sungje memang jodoh. Dari dulu berteman, SMP mulai suka, SMA berpacaran, setelah itu menikah dan sama-sama mencari pekerjaan di dunia hiburan. Kembali mereka dipertemukan di satu grup bernama Choshinsung ini. Lalu setelah itu mereka juga ditempatkan di satu kamar.
“Kenapa?” tanya Geonil melihat wajah Sungje yang memerah.
“Mungkin kepanasan.” Jawab Sungje tak acuh. Ia lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian lain yang lebih santai dan enak dipakai.
“Ambilkan bajuku!!” pinta Geonil manja.
Sungje mendengus kecil. “Cih.. ambil sendiri!”
“Aaaaa!!!”
“Punya tangan kan?”
Geonil berdiri. Ia lalu berdiri disamping Sungje karena lemarinya bersebelahan. Dengan jahil Geonil langsung mengecup kilat bibir Sungje dari samping.
DEG
Dunia Sungje berubah. Ia belum memilih baju sama sekali. Sekarang dunianya berubah menjadi dunia yang terlalu indah. Padang rumput yang luas, dengan bunga-bunga yang bermekaran di setiap mata memandang, berwarna warni dan menghujaninya, ada kupu-kupu cantik lewat untuk mengambil madu dari bunga-bunga itu.
“Cepat ganti baju. Aku tidak tahan melihat badanmu!” kata Geonil yang sudah berganti baju duluan.
Sungje tersenyum kecil. “Dasar!! Kalau kau mau kau boleh menyicipinya malam ini.” Sungje mengerling jahil.
“Ada manager Han. Nanti ketahuan lagi.” Geonil mengedipkan sebelah mata. “Aku memasak dulu ya.”
DEG
Sungje kembali terpesona melihat senyum itu. Walaupun senyum itu sudah sering diberikan, namun entah karena cinta yang berlebihan makanya efek senyum itu selalu terasa sangat kuat.

***

“Manager Han mana?” tanya Geonil sembari menaruh panci berisi ramen itu ke atas meja.
“Haaaaaa makanan!!!!!!!!!!!” semuanya tidak mengacuhkan pertanyaan Geonil—termasuk Sungje.
Geonil terpaksa duduk manyun sambil memperhatikan teman-temannya menghabiskan sepanci ramen itu.
“Lebih ekstrim punya Yunhak hyung!!” komentar Jihyuk.
Kwangsu mengangguk. “Orangnya lagi wamil eh!”
Sungje menyadari kalau ada atmosfer berbeda di depannya. Geonil sama sekali tidak menyentuh mangkuknya. Lagian juga buat apa menyentuh mangkuk kalau tidak ada yang bisa diisi di dalamnya?
“Mau kubuatkan lagi?” tanya Sungje lembut.
Geonil menggeleng.
“Waeyo?” tanyanya lagi.
Geonil kembali menggeleng. “Aku ke kamar!”
“Aniiiii!!!!” Sungje menarik tangan Geonil. “Kenapa lagi? Ngambek lagi?”
“Lagian pertanyaanku tidak dijawab!!”
“Pertanyaan yang mana?” tanya Jihyuk.
Geonil langsung diam. Ia mengambil air dan meminumnya langsung. Kalau ia tidak menatap Sungje yang masih asyik menyeruput kuah ramen buatan Geonil yang pedas itu mungkin ia sudah ke kamarnya langsung.
“Segitu terpesonanya dengan Sungje hyung!” kata Kwangsu menggoda.
Geonil tertawa kecil. “Dia memang mempesona. Lihat saja.”
Sungmo pura-pura terpesona, “Wuahhh!! Kalau tidak ada yang punya kunikahkan juga orang ini!”
“Manager Han tadi izin katanya mau menginap di rumah orangtuanya saja. Tidak jauh dari sini.” Kata Kwangsu akhirnya menjawab pertanyaan Geonil.
“Baguslah.” Geonil langsung tersenyum lega.
“Mau kau apakan Sungje hyung? Whoaaaa kau ganas Geonil-ah!!” Jihyuk menepuk pundaknya keras.
Geonil tertawa. “Ya kau bisa lihat nanti.”
“Geoniiiiiil!!!!!!!!!!!!” Sungje melempar garpu ke arah Geonil. Tapi Geonil yang sudah biasa terkena lemparan sesuatu langsung menangkapnya dan dengan santai menaruhnya diatas meja.
“Tenanglah. Aku tidak akan melakukan apa-apa padamu.”

***

NIIIIIIIIT NIIIIIIIIIIIT NIIIIIIIIIIIT NIIIIIIIIIIIIT!!!!!!!
Bunyi alarm pada iPhone Sungje yang menandakan sudah jam setengah 9. Hari ini Choshinsung tidak ada jadwal apa-apa. Jadi anak-anak bebas bangun jam berapa saja.
Sungje mengeliatkan tubuhnya. Lalu ia menatap Geonil yang tidur memunggunginya hanya dengan memakai kaus dalam dan boxer saja. Sungje tersenyum kecil. Ia berdiri dan tiduran diatas kasur Geonil. Menikmati hangatnya punggung lelaki itu. Ahhh… *authornyamupeng
“Sekarang mulai mendekati punggungku ya!” ucap Geonil geli.
Sungje makin mengeratkan pelukannya di punggung lelaki itu. “Ahh.. kenapa tak bilang kalau ini sangat hangat?”
Geonil tersenyum. “Lebih hangat yang didepan.”
“Lebih enak ini.” Sungje benar-benar menikmati hangatnya punggung Geonil.
“Kau tidak mau melihat wajah tampan didepan?”
Sungje menggeleng. “Aku sudah bosan dengan wajah itu!”
“Bosan kugoda kan?” Geonil tersenyum. Ia membiarkan Sungje merasakan kehangatan punggungnya. Ia juga ikut merasakan hangatnya pelukan Sungje.
“Hihihi…”

Klek….

Pintu dibuka. Geonil langsung membalikkan badan. Menyebabkan Sungje langsung tersungkur kebawah karena kasurnya sangat sempit.
Manager Han menatap bingung ke arah mereka berdua…
“Kalian sedang apa?” tanya Manager Han.
Geonil dan Sungje saling menatap. Lalu Geonil pura-pura mengucek matanya seperti habis bangun tidur.
“Sungje hyung membangunkanku. Karena aku tidak mau dibangunkan makanya aku mendorongnya. Begitu!!” Geonil tersenyum manis.
Manager Han mengangguk. “Oh. Sekarang memang tidak ada jadwal. Tapi kalian harus bangun. Beritahukan yang lain, aku mau menginap di rumah orangtuaku sampai besok.”
“Oh.. ne..” Geonil mengangguk malas.
Manager Han akhirnya menutup pintu. Sungje dan Geonil sama-sama menghela nafas lega. Mereka lalu saling menatap.
“Kau milikku sekarang, boo!!”
Sungje langsung berdiri dan kabur ke kamar Sungmo.

****

“Sudah lama ya kita tidak jalan-jalan.” Kata Sungje sambil menghirup udara musim semi yang sejuk.
Geonil mengangguk. “Kalau di Korea kita lumayan bebas. Tidak terlalu banyak yang tahu tentang kita. Apalagi ini di taman bunga.”
“Iya. Ahh.. Geonil-ah, kenapa aku baru tahu ada taman seindah ini?” Sungje menyentuh setiap tanaman yang dilewatinya.
Geonil menghela nafas. “Sebenarnya ada yang lebih indah dari taman ini.”
“Jinjja? Ah.. pasti itu terlalu indah! Ini saja sudah indah. Semua tanaman ada!!” Sungje tertawa kecil melihat kupu-kupu kecil beterbangan.
Geonil mengacak rambut Sungje gemas. “Kau yang paling indah dari semua yang ada di dunia ini.”
Blushhhh…
Sungje kehilangan dunianya lagi. Ia ditarik ke dunia Geonil yang indah dan romantis. Masih sama tempatnya. Di sebuah taman yang ditengahnya ada air mancur. Didekat air mancur ada sebuah meja kecil dan dua kursi.
“Ternyata semua godaanku masih berlaku ya.” Geonil tersenyum lebar. Ia lalu berlari cepat ke depan.
“YA!! Kau mau kemana?” Sungje mengikuti arah lari Geonil.
“Yogi!!!” teriak Geonil sambil tersenyum manis.
Sungje berlari mendekati Geonil. Detak jantungnya sudah tidak bisa diajak kompromi melihat senyum Geonil. Geonil menyelipkan sebuah bunga di kuping Sungje.
“Aku bukan yeo—“
“Bagiku kau segalanya untukku. Bukan yeoja, bukan pula namja. Kau adalah belahan jiwaku.” Geonil menyibakkan rambut Sungje yang mulai panjang. “Tapi jujur, kau benar-benar cantik, hime..”
Sungje menyembunyikan gurat merah itu. Tapi Geonil sudah melihatnya dan benar-benar ingin menciumnya sekarang.
“Kalau aku cium kau disini, kira-kira ada yang mengintip tidak?” tanya Geonil menggoda.
Sungje melihat keadaan sekitar. “Sepertinya tidak.”
“Ya sudah. Kucium mau?”
Sungje tersenyum. Iya.
Geonil menghela nafas. Lalu perlahan mendekati wajah Sungje. Sebisa mungkin ia menenangkan diri—karena ia selalu hilang kendali bila mencium lelaki cantik ini. Geonil menutup matanya. Begitu juga Sungje. Nafas tenang Geonil menyapu wajah cantik Sungje.
“Sungje hyung, Geonil-ah, kalian—ha?!!” Kwangsu yang kebetulan lewat mengganggu acara romantis pasangan itu.
Geonil dan Sungje langsung membuka matanya dan mengarahkan mata mereka ke arah si pengganggu dengan tatapan superkejam.
“M-mian.. kan aku tidak tahu kalau kalian…” Kwangsu mundur beberapa langkah.
“Sini kau!! Dasar pengganggu!!!!” Geonil langsung berlari mengejar Kwangsu.
“Huaaaaaaa Jihyuk-ah!!!!!!!!! Tolooooooong!!!!” teriak Kwangsu sambil berlari kencang—mencoba lebih kencang karena langkah kaki Geonil yang panjang mulai mendekatinya.
“Hahahahaaa…” Sungje tertawa kecil melihat raut wajah kecewa plus marah Geonil.

***

“Okay. Jangan marah lagi. Kau kan sudah besar.” Sungje mengelus lengan Geonil.
Geonil tersenyum kecil. “Lagian sudah dekat gitu—shhh!! Dasar!!! Kwangsu-yaaaa!!!”
“Ssssttt…” Sungje mencoba menenangkan. Ia menyandarkan kepalanya ke pundak Geonil. “Kalau kau mau, hari ini aku bisa memberikan lebih padamu.”
Geonil langsung menatapnya. “Kau mau?”
Sungje mengangguk. “ya… hitung-hitung agar kau tidak kecewa lagi. Daripada hanya ciuman, lebih baik langsung kan?”
“Yeah, you’re right..” Geonil tersenyum manis. “Benar? Kau tidak menyesal?”
Sungje menggeleng. “Aku melakukannya dengan suamiku sendiri. Wae? Memangnya kenapa? Kalau aku melakukan dengan suami orang mungkin aku akan menyesal.”
“Kenapa mungkin?”
“Karena aku pasti sudah senang karena aku disentuh oleh orang yang kucintai.”
Geonil menghela nafas. “Ya sudah. Berbaringlah. Aku tidak akan menyakitimu.”
Sungje langsung berbaring dikasur Geonil. Ia sudah siap dengan semua serangan dan kenikmatan yang akan diberikan suaminya itu padanya.
“Saranghae.” Kata Geonil tepat ditelinga Sungje. “Kau mendengarnya?”
Sungje mengangguk. “Nado saranghae..ahhh..” Sungje meringis pelan merasakan sedikit isapan di lehernya. “Jangan disitu. Nanti ketahuan..”
Geonil tertawa kecil. “Ah ya.”

***

NIIIIIIIIIT NIIIIIIIIIT NIIIIIIIIIIT NIIIIIIIIIIIIT!!!!!!
Alarm dari iPhone Sungje membangunkan Geonil dari tidurnya. Ia menatap Sungje yang tertidur memunggunginya dengan selimut putih menutupi tubuhnya yang hanya memakai kaus dalam dan boxer.
“Hiks… aaaa…” terdengar sedikit isakan dari Sungje.
Geonil langsung bangun dan memeriksa keadaan Sungje. Sungje menangis sambil memegangi perutnya yang sepertinya sangat sakit. Tanpa sadar air mata Geonil jatuh dan ia langsung menghapusnya. Isakan itu cukup menyakitkan untuknya.
“Yang mana yang sakit? Sttt… uljjima. Malhaebwa. Kita ke dokter setelah ini.” Kata Geonil sambil mengelus rambut Sungje.
Sungje membalikkan badan. Menatap Geonil yang sudah siaga disampingnya dan menenangkannya. Sungje langsung memeluk tubuh orang yang sangat disayanginya itu.
“Entah kenapa sakit sekali.. hiks.. perutku aaaa…”
“Ssssttt… nanti kita ke dokter. Aku akan bilang ke manager—“
“Sakiiiiiit aaaaa!!!!!”

***

“Sungje hyung kenapa?” tanya Sungmo.
Geonil menggeleng. “Molla. Tadi katanya perutnya sakit. Tapi tidak mau ke dokter.”
“Waktu dia demam juga kan sebenarnya tidak mau! Tapi kalau kita tidak menariknya ke rumah sakit dia pasti tidak akan sembuh!” kata Jihyuk sambil meminum susu kotaknya.
“Ya makanya!! Aku sudah bujuk dia. Dia berdiri saja tidak mau. Aku tidak bisa melihatnya menangis.” Geonil tersenyum miris.
“Tidak ada yang bisa melihat orang yang dicintainya menangis.” Kata Kwangsu.
Geonil sebenarnya masih marah pada Kwangsu karena kejadian kemarin. Tapi karena hari ini Sungje sakit, Geonil juga ikut lemas.
“Ya sudah aku cek dulu ya. Tidak apa kan?” Sungmo bersiap ke kamar GeonJe.
Geonil mengangguk. “Jangan terlalu keras.”
“Sungje hyung kan tidak bisa dikerasi!” Jihyuk menyeruput susu kotaknya sampai habis.
“Whoaaa Sungje hyuuung!! Kau harus ke dokter sekarang!!!!! Besok kita sudah ada jadwal lagi!!!!” teriak Sungmo histeris. Semua langsung mengerubungi kamar GeonJe.

***

“Hasilnya akan anda terima 3 hari lagi.” Kata si dokter yang memeriksa keadaan Sungje.
Geonil menahan tubuh Sungje yang lemas di pelukannya. “3 hari? Kita ada acara di Jepang.” Geonil mendesah berat.
“Kenapa tidak besok saja, dok? Besok sore kita sudah harus ada di Jepang.” Kata Sungmo memohon.
Dokter itu mengangguk. “Akan saya usahakan.”
Semua member Choshinsung mengucapkan terimakasih. Geonil dan Jihyuk membantu Sungje untuk keluar ruangan. Kondisi Sungje benar-benar lemah sekarang.
Menurut pengakuan Sungmo dan juga buktinya, Sungje tadi muntah-muntah dan berwajah sangat pucat. Ia menangis sambil memegangi perutnya.
Kalau Sungje perempuan Geonil percaya kalau itu adalah tanda-tanda orang hamil. Tapi Sungje laki-laki, dan Geonil sudah sangat mengetahui kalau laki-laki tidak punya rahim untuk menaruh benih cintanya. Laki-laki hanya bisa menghamili, tanpa bisa dihamili.

Besoknya…

“H-hamil?!!!!!!!!!” ucap semua member Choshinsung, termasuk Sungje yang masih lemas di samping Geonil.
“Saya juga tidak percaya. Tapi.. ah.. benar. Ini ada fotonya..” dokter itu menyalakan komputernya dan memperlihatkan hasil pemeriksaan di perut Sungje kemarin.
Sungje membelalakkan matanya. Ia menatap Geonil sekilas. Lalu Geonil menghela nafas.
“Gwaenchana. Ada aku.” Geonil tersenyum menyemangati. Sungje ikut tersenyum. Semua member Choshinsung pun lega.

***

“Bagaimana cara kita menutupinya?” tanya Jihyuk sesampainya di rumah.
Geonil mendesah berat. Sungje ikut-ikutan mendesah berat. Ia benar-benar takut kalau Geonil merasa bersalah dan akan meninggalkannya. Tapi sepertinya… meninggalkannya? Ckck.. keluar kamar saja ibaratnya harus ditemani. Tidak akan! Geonil tidak akan meninggalkannya apapun yang terjadi.
“Aku akan memikirkannya nanti.” Kata Geonil sambil menatap Sungje. “Yang penting sekarang aku harus menjaga tubuh istriku dan juga anakku.”
Sungje tersenyum menatap Geonil. Geonil ikutan tersenyum. Dorm Choshinsung pun disulap menjadi dunia GeonJe. Semua member langsung buru-buru mencari minum daripada melihat adegan sok romantis di depannya ini.
“Jangan bilang ke siapa-siapa.” Kata Geonil pada para member setelah mereka kembali dari dapur. “Jangan ada yang membocorkan kalau Sungje hamil!! Ah.. jangan membicarakan ini kalau manager Han tidak jelas keadaannya. Bisa saja dia—“
Klek..
Manager Han datang. Semua langsung kembali cool seperti biasa—kecuali Sungje.
“Sungje-ah? Kau terlihat pucat! Kau sakit lagi?” tanya Manager Han.
Sungje menggeleng. “Aniya. Tidak apa-apa.”
“Jinjjaro?” tanya manager Han tidak yakin.
Sungje tersenyum lemah. “Mungkin hanya kelelahan.”
“Kau kuat tidak ke Jepang hari ini? Kalau tidak—“
“Aku kuat kok!” Sungje langsung memutus pembicaraan.
“Okay.” Manager Han percaya saja tanpa menanyakan lebih. “Jam 4 di bandara Gimpo.”
“Kau mau kemana dulu?” tanya Sungmo.
“Ke Maroo Ent sebentar. Kalian tidak keberatan kan kutinggal?”
“Ooooh tentu tidak!” Geonil langsung menjawab spontan.
Semua member menghela nafas. Iya deh yang punya istri!!
“Aku pergi dulu. Kalau ada apa-apa telpon aku.” Manager Han mengakhiri pembicaraannya dengan member Choshinsung.

***

“Geonil-ah?” Sungje memanggil. Ia menatap Geonil yang sedang memilih baju untuk dibawa ke Jepang. Maklum karena kemarin mereka malah melakukan ‘itu’, bukannya beres-beres pakaian.
“Kau bisa tahan kan sampai bulan depan? Bulan depan kita bukan member Choshinsung lagi.”
“Haaa?!!” Sungje membelalakkan matanya lebar. “W-wae??”
Geonil menatap Sungje lembut. “Kau mau ketahuan kalau perutmu makin lama makin besar? Kau mau ketauan kalau kau hamil? Dan kau mau membunuh impianku untuk jadi ayah?” Geonil kembali memilih pakaian untuknya dan Sungje.
“A-ayah?”
Geonil mengangguk tak acuh.
Sungje tersenyum lebar. Ia berjanji akan terus mengikuti apapun saran Geonil untuk menjaga impiannya. Sungje tidak membayangkan kalau Geonil dan anaknya nanti bermain bersama. Bermain game dan kejar-kejaran. Hihihi…
“Wae? Kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Geonil yang ternyata sudah kembali dari kesibukannya.
“A-ani..” wajah Sungje memerah.
“Secepatnya aku akan menghadap CEO dan mengatakan kalau aku dan kau akan pergi ke Jerman untuk melanjutkan sekolah.”
“Salah satu impianmu…”
“Iya.” Geonil tersenyum. “Masih sakit?”
Sungje menggeleng. “Asalkan ada kau, mungkin aku tidak akan sakit lagi.”
“Okay. Istirahat dulu saja. 2 jam lagi kita berangkat.”
Sungje merebahkan diri di kasurnya menghadap samping, ke arah Geonil. Menikmati pesonanya yang tidak pernah habis dimakan waktu.
“Aku harap anakku laki-laki.” Geonil mulai berkhayal.
“Memang kenapa?”
“Aku ingin mengajarinya basket, rapping, taekwondo, dan berbicara. Aku ingin ia menjadi anak yang pintar omong dan pintar mengerjakan apapun.”
“Ckck.. anakku pasti begitu.” Sungje tersenyum. “Kalau ternyata yang lahir perempuan?”
“Aku ingin mengajarinya untuk kuat.” Geonil menghela nafas. Ia juga tiduran menghadap Sungje. “Aku ingin anak perempuanku tidak mudah tertipu oleh laki-laki. Anak perempuanku harus jauh lebih kuat dan tegar!”
“Sepertinya disitu ada kode untuk menghinaku ya?”
Geonil melongo. “Ha?!”
“Aku tidak kuat dan tegar, jadi kau ingin anak kita yang begitu.”
Geonil tersenyum manis. “Kau berpikir begitu? Aku malah menyukai sifatmu yang seperti itu. Manja, cengeng, dan mudah tersentuh. Karena kalau begitu, aku pasti dibutuhkan olehmu.”
Sungje tersenyum malu. Ia telah salah menilai lelaki ini. Lelaki yang terbaik untuknya.
“Tidur sebentar. Nanti kugendong sampai Haneda.”
“Memangnya bisa?”
Geonil menghela nafas. “Apa yang tidak aku bisa?”
Ya, Geonil multitalent dan multiarrogant. Ckckck..

***

1 minggu kemudian….
“Geonil-ah…” Kwangsu, Sungmo dan Jihyuk menganga lebar mendengar ucapan Geonil.
“Iya. Aku akan mengundurkan diri.” Geonil menjawab santai. Seolah ini tidak membutuhkan banyak biaya dan waktu. “Memaksa Sungje untuk tetap menari diatas panggung dengan keadaan perut yang makin hari makin besar tidak mudah.”
“Ya memang begitu kenyataannya.” Sungmo menghela nafas. “Keundae… bagaimana kita menjelaskan pada fans?”
“Jelaskan saja kalau aku dan Sungje akan melanjutkan sekolah diluar negeri.”
“Mereka pasti akan mencari infonya!!” Kwangsu mendengus.
“Ya  begitulah fans.” Geonil tersenyum. “Kadang aku tersenyum sendiri kalau ada fans yang mengkhawatirkanku. Tapi aku juga kesal kalau mereka terus mau mengorek hidupku.”
“Jadi intinya kau benar mau mengundurkan diri?” tanya Kwangsu mencoba mengarahkan pembicaraan awal.
Geonil mengangguk mantap. “Tidak kuat aku melihatnya merintih setelah menari dan bernyanyi.”
“Best Husband.” Sungmo mencibir.
“Makanya cari istri!! Tuh kembaranku nganggur!” kata Geonil sambil menunjuk author dibelakang komputer *gue : #telenjagung
Klek..
Manager Han datang. Membawa pesanan mereka—sebenarnya ini pesanan Sungje, tapi untuk solidaritas akhirnya mereka juga ikut makan—yaitu Indomie goreng!! *gleeeeek #GueIndomieLovers
“Aku tidak pernah membuat mie goreng.” Kata Manager Han sambil menggaruk kepalanya.
Geonil, si masterchef di Choshinsung juga ikutan menggaruk kepalanya. Lalu pandangan Geonil mengarah ke Jihyuk, si bakmie lovers *emangnya orang jawa namanya bakmie ==”
“Kenapa tidak dilihat dulu ada apa dibalik bungkusnya? Siapa tahu ada cara pembuatannya!” Jihyuk mencoba mencari solusi.
Manager Han mengeluarkan indomie goreng rasa pedas itu. Lalu baru menyadari kalau ada lampiran dibelakang. Tapi pakai bahasa inggris, bahasa internasional.
“Okay gampang. Aku kan jago bahasa inggris.” Geonil langsung mengambil mie goreng pedas itu dan membawanya ke dapur.
“Suamimu sombong!!” ucap Sungmo rada sinis pada Sungje. Sungje tersenyum malu.
“Sungmo-ah!!” Jihyuk memberikan kode. Tanpa sadar Sungmo telah menabuh genderang perang, memberitahu status Geonil dan Sungje.
“Kita saringnya pakai apa?!!” tanya Geonil dari dapur.

***

Masalah terus muncul.
Entah darimana Manager Han selalu menemukan hal ganjil pada Sungje. Biasanya Sungje enerjik dan selalu semangat dan tersenyum, sekarang lebih lesu dan hanya kadang-kadang tersenyum. Itu juga seperti terpaksa. Lalu manager Han memasuki kamar Geonil dan Sungje untuk mencari sesuatu yang bisa memberikan keterangan, tapi yang ditemukan hanya hasil pemeriksaan Sungje sebulan lalu.
“Usia kandungan 5 minggu?” manager Han menggeleng. Tidak ada yang bisa dilihat lagi.
Sungmo yang kamarnya berdekatan dengan Geonil-Sungje tak sengaja melewati kamar sepasang suami istri rahasia itu. Pandangannya mengarah pada Manager Han yang melihat hasil pemeriksaan pada tubuh Sungje sekitar sebulan lalu.
“H-hyung?” Sungmo memanggil. “Kau sedang apa?”
Manager Han gelagapan tertangkap basah melihat barang orang lain.
“Kau memang manager kami. Tapi kalau membongkar milik orang itu sama saja tidak sopan!” kata Sungmo judes. Ya, itu kenyataan. Itu hukum. Melihat barang lain tanpa izin adalah tidak sopan.
“Kau pasti tahu tentang ini.”
“Aku tidak harus tahu itu. Untuk apa aku tahu?” Sungmo menghela nafas.
“Kau pasti tahu kalau Sungje hamil!”
DEG
Sungmo tercekat. Tapi ia masih bisa menahan diri untuk tidak marah atau berteriak. Ia juga masih mencoba untuk tetap tenang dan santai.
“Itu urusannya. Aku tidak tahu dia hamil atau tidak.” Kata Sungmo.
“Oh. Lalu ini apa?”
Sungmo menghela nafas. “Kau percaya kalau laki-laki bisa hamil? Kau percaya saja dengan hasil itu?” Sungmo berusaha menutupi fakta. Ia harus profesional. Ini cita-citanya dulu, menjadi pengacara.
“Kalau laki-laki bisa hamil, berarti ada beberapa orang yang lahir dari laki-laki, mempunyai ibu laki-laki, mempunyai ayah yang laki-laki juga. Lalu kenapa Tuhan menciptakan kita berpasangan kalau ternyata dua insan ini bisa sama-sama mengandung?”
Sungje yang baru keluar dari kamar mandi bersama Geonil terkejut melihat Sungmo berbicara di depan kamarnya. Ia menatap Geonil. Geonil pun merangkul Sungje dan mengatakan, “Jangan takut. Ada aku.”
“Kalau aku melaporkanmu ke bos, mungkin kau tidak akan bisa bekerja lagi. Ini sudah melanggar hukum. Mencampuri urusan orang lain.” Kata Sungmo lagi.
“Ada apa?” tanya Geonil sok cool.
Sungje melepaskan rangkulan Geonil. Ia mencoba untuk tenang, walaupun beberapa kali malah gagal. Untungnya ia melihat Sungmo yang berusaha cool, jadi dia pun merasa harus sepertinya.
“Bisa kau jelaskan ini, Park Geonil?” tanya Manager Han sambil mengangkat amplop cokelat hasil pemeriksaan itu.
DEG
Geonil dan Sungje sama-sama tercekat. Entah ada angin apa akhirnya Jihyuk dan Kwangsu ikut berkumpul melihat pembicaraan serius antar manager dan artis.
“Ah, Kim Sungje? Bisa kau jelaskan maksud hasil pemeriksaan ini? Kau positif hamil, 5 minggu. Dan itu seminggu lalu. Jadi…”
“Kalau iya bagaimana? Aku menghamilinya.” Geonil berkata cool.
Sungmo menatap Geonil kesal. Tadi ia sudah mati-matian melawan manager Han, dan Geonil malah menantang manager Han dan itu membuktikan kalau Sungmo berbohong. Ah ya, pengacara ini mungkin gagal.
“Aku menghamilinya. Kau mau apa?” Geonil balas menantang.
“Kau…”
“Berapa yang harus kubayar untuk ganti ruginya? Berapa yang harus kuganti? Ah ya, aku lupa. Aku juga bisa carikan anggota baru untuk Choshinsung. Otte?”
“Geonil-ah…” Sungje hampir menangis.
Geonil menatap Kwangsu dan Jihyuk. “Bawa Sungje dulu.”
Kwangsu dan Jihyuk mengangguk. Mereka menuntun Sungje ke tempat yang lebih aman untuk melindungi janinnya agar tidak terbawa stress.
“Kita ke kamar ya, hyung?” Kwangsu membuka pintu kamarnya. Dan menemani Sungje disitu.

***

“Baru kali ini aku mendengar ada namja hamil. Bagaimana caramu menghamilinya?!!” Manager Han memukul kepala Geonil dengan amplop cokelat hasil pemeriksaan itu berkali-kali. “Baru kali ini aku menangani grup seperti kalian! Biasanya kalian penurut, kenapa sekarang—ckck.. benar-benar tak tahu terimakasih!”
“Mianhae..” ucap Geonil.
“Entah aku harus berkata apa pada CEO Kim. Ckck.. Park Geonil kau—“
“Okay aku salah! Dan aku akan membayar ganti ruginya. Aku akan keluar dari Choshinsung sekarang juga! Aku akan menghadap CEO Kim dan mengucapkan selamat tinggal dan hidup bahagia di tempat lain!”
“Geonil-ah, neo micheosso?!! Kau benar—“ Sungmo menggeleng.
Geonil menghela nafas. “Masih ada banyak orang diluar sana. Kau bisa mencari penggantiku dan Sungje hyung.”
“Apa kata Yunhak hyung kalau dia tahu grup ini pecah? Apa?!!”
Geonil tersenyum miris. “Itu salah satu resiko karena aku bertanggung jawab.”
“Terserah!!” Sungmo keluar dari tempat menegangkan itu.

****

‘Kim Sungje dan Park Geonil mengundurkan diri dari Supernova?!!’

Header di setiap postingan di grup atau komunitas khusus Choshinsung fans dibanjiri oleh berita itu. Geonil dan Sungje sudah resmi mengundurkan diri dari Choshinsung. Tentu saja dengan alasan yang dikarang, melanjutkan sekolah. Lagipula di Choshinsung mereka berdua belum lulus *digaplok
Di hari yang indah ini, para member Choshinsung mengantarkan dua member yang paling berpengaruh pada Choshinsung ini ke bandara. Tujuan yang tertera di tiket yang mereka bawa adalah Jerman.
“Jangan lupakan kami!” Kwangsu memeluk Geonil dan Sungje bergantian.
Sungje menitikkan air mata. Tidak kuat meninggalkan para member. Tapi karena kenyataan bahwa dia hamil harus ditutupi maka ia harus rela meninggalkan mereka dan semua kenangan manis dan pahit bersama.
“Entah apa yang akan Yunhak hyung lakukan kalau kau kembali. Aku tidak mau membayangkan.” Sungmo juga memeluk Geonil dan Sungje bergantian. “Jangan lupakan kami.”
“Tidak akan.” Geonil berucap yakin. “Aku masih akan mengontak kalian. Kalau kalian kangen tinggal telpon.”
Semua tertawa kecil.
“Hyuuuung!!!” giliran Jihyuk yang memeluk Sungje erat. “Hyung, jaga keponakanku ya! Dia pasti akan lucu!!”
Sungje tersenyum sambil membalas pelukan Jihyuk. “Iya. Tidak akan kusakiti ponakanmu.”
“Geonil-ah, awas kau menyakiti Sungje hyung! Kubunuh kau!!” Jihyuk mengancam Geonil.
Geonil tertawa. Ia memeluk tubuh besar si happy buta itu. “Jangan terlalu banyak makan mie karena aku tidak bisa memasak untuk kalian lagi.”
“Masakanmu pasti akan kurindu!!” Kwangsu berujar jahil.
Geonil dan Sungje tersenyum.
“Pesawat kami akan berangkat. Annyeong!!” Geonil melambaikan tangan.
Kwangsu, Sungmo dan Jihyuk melambaikan tangan untuk membalas ucapan perpisahan itu. Entah untuk sementara, atau malah selamanya.
“JANGAN LUPA KEMBALI!!!!” teriak Jihyuk sambil melambaikan tangan lebih cepat.
Geonil dan Sungje menoleh. Mereka mengangkat dua jempol masing-masing. “TIDAK AKAN LUPA!!!! TUNGGU KAMI!!”
Dan Geonil dan Sungje pun pergi untuk menutupi fakta. Sebuah rahasia yang seharusnya tidak terjadi di masa ini…

***

To Be Continued~~ *insya allah

Otte?!!
Ah ya, gue ga mau nerima komentar bashing!! Kan udah gue peringatin, DON’T LIKE DON’T READ!!!!!

3 responses

  1. gwechana sungje hyung…

    14 September 2012 pukul 12:54

  2. nindy

    wah, penasaran sama kelanjutannya?

    7 November 2012 pukul 22:28

  3. OMMO!
    bagus thor! aq suka bgt!
    daebak….daebak….!
    LANJUUUUUTTTTT!!!

    12 Desember 2012 pukul 17:21

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s