fanfiction for our soul

Lagu Cinta Untukmu//Myungsoo Ver.


Title : Lagu Cinta Untukmu

Author : Queenloveminho aka Hyo

Genre : Sad, Romance and cri tw ndri ea^^

Rating : PG-15 – NC-21

Length : 2-2

Cast :

Lee Sungyeol ( Yeol )

Kim Myungsoo ( L )

Other Cast :

Lee Hoya ( Hoya ) *minjem nama*

Nam Woohyun ( Woohyun ) *muncul dikit*

Lee Sungjong ( Sungjong ) *muncul dikit*

Dll..

WARNING!! YAOI, Shoneun-ai, Boys love, BoysXBoys, typo, gaje.. GA SUKA JGN DBCA Say.. DILARANG BASHING karna ga cocok ma COUPLE nya.. Harus tinggalkan KOMEN ok ^^

Disclaimer : Cast and other cast milik aku.. hehehe.. murni hasil imajinasiku loh.. jangan di Copas tanpa ijin.. Hargailah aku berkarya.. jangan lupa habis Read Coment n juga Like ea….. hehehehe😀

NB: Ini FF curcol … aku buat untuk ungkapan cinta aku buat seseorang,  Huft… tp ending nyata aq ma dy sad ending.. :’(  py q g suka sad ending.. jdi crita ini aq buat happy ending bwt MyungYeol…..  mav kalo rada Gaje juga puanjaaaanggg banget yeah..  Disini semuanya masih anak SMA…. yeeyyee… ^^

♥∞∞HapPy ReadiNg∞∞♥

Myungsoo Pov

JRREEEENNGGG~~

Kupetik gitarku perlahan merangkai nada indah untuk mengiringi lagu ciptaanku untuknya.. meskipun dia mungkin tidak akan pernah mendengarnya..

Ini karena kamu datang kepadaku~

 

Untuk tinggal di hatiku siang dan malam~

 

Dunia mempunyai jalan~

 

Dunia mempunyai tangga~

 

Mempunyai cinta dan hati~

 

Yang mempertemukan kita~

 

 Di dunia ini kita berdua~

 

 

By : Myungsoo

 

Lagu sederhana yang aku buat untukmu sungyeol-ah.. yeah .. namja cantik nan imut yang sudah menarik perhatianku sejak pertama kali dia bersekolah di Infinite High School.. sosoknya yang pendiam dan suka menyendiri membuatku penasaran dengan namja ini.. aku selalu mengikutinya tanpa dia ketahui.. mungkin hanya di dalam sekolah saja aku selalu mengamatinya.. aku takut tertangkap olehnya jika saja aku terus mengikutinya selama 24 jam..

Sudah lama aku menyukainya.. lebih tepatnya aku sudah jatuh hati padanya, hatiku sudah terpaut padanya seorang sejak awal bertemu dengannya.. dialah orang yang aku cintai.. lucu sekali aku mencintainya tapi aku hanya bisa memendam cintaku padanya..

Aku meletakkan gitarku diranjang yang ada di kamarku, aku beranjak berjalan mendekati jendela kamarku.. menatap bintang yang sedang bertaburan dengan indahnya di atas sana.. menulis namanya diatas sana, disekitar bintang yang bersinar  gemerlap dengan indahnya  bertaburan di angkasa luas.. menulis nama orang yang ku cintai.. dia cinta pertamaku.. Lee Sungyeol❤ Saranghae..

JRRREEENGGG~~~~~

Aku kembali memetik senar pada gitarku untuk menghasilkan nada sederhana lagi untuk dia yang aku cinta.. walau tercipta dari kata-kata yang sederhana, bagiku ini adalah ungkapan perasaanku untuknya.. Lee Sungyeol..

Satu-satunya bintang~

Yang selalu kutunggu setiap hari~

 

Aku ingin bintang yang sama..~

 

Yang juga sedang kau lihat~

 

Hanya bintang itu~

By : Myungsoo

Hanya bisa merangkai nada-nada sederhana untuknya.. tanpa bisa mengutarakan padanya.. bodohnya diriku ini.. sepertinya aku memang benar-benar bodoh hanya bisa menatapnya saja tanpa bisa menyapanya, memang benar aku sungguh mencintainya.. tapi kapan aku bisa mendekatinya secara langsung.. walaupun tidak mungkin untuk aku bisa  menjadi kekasihnya.. yang penting aku bisa selalu ada didekatnya menjadi temannya, aku sudah bersyukur..

Yeah.. inilah aku Kim Myungsoo.. aku adalah seorang namja yang terbilang tampan namun dingin dan cuek dengan apa yang ada disekitarku.. Aku masuk kedalam tim basket tapi aku tidak mau menjadi ketuanya, itu karna aku tidak terlalu terobsesi pada basket, aku bermain basket untuk sekedar menyalurkan hobiku saja. Dan satu lagi alasanku masuk kedalam tim basket.. yaitu untuk menarik perhatian Sungyeol seorang. Mungkin saja dengan cara ini aku bisa menarik sedikit perhatiannya padaku walaupun aku tidak yakin dia akan meresponnya. Aku tidak terlalu suka jika para yeoja selalu mengejar-ngejarku, mereka sungguh membuatku risih dibuatnya. Imageku yang dingin dan cuek ini membuat para yeoja jarang ada yang mau menempel padaku. Aku tidak akan merespon apapun yang yeoja-yeoja itu katakan. Meskipun mereka akan berteriak-teriak  tidak jelas saat aku sedang latihan basket di lapangan basket, namun sepertinya sangat membuat telingaku iritasi mendengar teriakannya itu.

*waktu aku skipp*

Apa usahaku ini membuahkan hasil yang membahagiakan bagiku.. jawabannya adalah Yeahh memang benar . Sudah satu tahun ini aku memperhatikannya dan menatapnya secara diam-diam. Tuhan mendengarkan doaku ^^ thanks GOD.

Saat itu saat aku sedang latihan basket bersama tim basketku.. sengaja aku mengoper bola kearah temanku Hoya, namun tak kusadari bahwa lemparan itu terlalu jauh sehingga terbang melesat kearah namja cantik yang sedang berdiri tidak jauh dari lapangan.

*#JBBUUKKKKKK#*

Terdengar pekik kesakitan dari arah namja cantik itu. Aku hampiri namja yang sedang jatuh terduduk di lantai itu sambil memegangi hidungnya yang berdarah, dari arah samping sepertinya aku mengenali siapa namja ini. Setelah berada di depannya pun aku sedikit berdebar-debar, ternyata namja yang terkena lemparan bolaku adalah sungyeollie-KU.. oomooonaaa.. pasti sakit sekali. Cerobohnya aku ini.. kenapa sampai mengenai hidungnya yang mancung itu, sehingga membuatnya sedikit berdarah.. aku dekati namja itu dan mensejajarkan tubuhku menunduk di dedepannya.

“Huh…. Apppooooyoo….” pekiknya kesakitan.

Mian nae sungyeol, aku benar-benar tidak sengaja. Wajahnya sangat cantik dan sungguh mulus terlihat sedekat ini.

“Hmmm.. Neo gwaenchana?? Mianhaeyo.. aku tidak sengaja tadi..” ucapku menunduk memandang wajahnya yang cantik.

Kenapa dia diam saja menatapku seperti itu, apakah dia akan memarahiku. Ku ulangi lagi bertanya padanya. Sedikit menepuk pundaknya untuk memastikan dia tidak marah padaku.

“Neo, jaljinaesseo ?? ( Kau baik2 saja ??) apakah hidungmu sakit??” tanyaku memegang pundaknya.

“Gwaenchana.. memang sedikit appo..” jawabnya cepat.

Ommonaa.. dia manis sekali.. kenapa hanya berkata seperti itu.. hidungnya pasti sangat sakit terkena lemparanku yang terbilang sedikit sadis itu.

“Hidungmu berdarah!! Ayo kita obati hidungmu di UKS sekolah..” ajakku memegang tangannya dan langsung mengendong tubuhnya ini yang terbilang ringan dan ramping untuk ukuran seorang namja.

Apa ini hanya perasaanku saja jika dia sedang menatapku yang sedang mengendongnya. Ahh sudahlah mungkin ini hanya perasaanku saja yang sedikit berlebihan.

Aku mendudukannya diranjang yang ada didalam UKS sekolah ini secara perlahan.

“Sini aku obati hidungmu..” ujarku dengan membawa kapas dan betadine ditanganku.

“Dokternya sedang tidak ada, jadi aku saja yang mengobatimu.. duduklah di dekatku..” pintaku lembut padanya. Memang pas sekali dokter yang berjaga di UKS sekolah ini sedang tidak masuk. Jadi aku bisa mengobati sungyeol dengan tanganku sendiri.

“Aku sungguh minta maaf karena bola itu terlempar kearahmu dan membuatmu terluka..” ucapku lirih. Mana tega aku melempar bola sialan itu kearah sungyeol yang aku cintai.

“AAAkkkhh…Appoo..” ucapnya sedikit memanyunkan bibirnya kearahku.

Hmmm.. yeppeo.. bibir itu manis sekali jika sedang mengerucut seperti itu. Tanganku ini tidak hati-hati sehingga aku tidak sengaja menekan hidungnya yang terluka. Mian nae sungyeolliee:(.

“Uhhmm.. mian.. mian.. aku tidak sengaja..” aku menunduk minta maaf padanya. Bodohnya aku membuatnya kesakitan lagi.

“Ne , gwaenchana..” dia menjawab singkat. Daritadi dia tidak banyak bicara padaku. Membuatku merasa sangat bersalah padanya. Akan ku obati hidungmu ini perlahan-lahan. Sungyeol-ah.

“Yuupzz.. sudah selesai…” seruku agak senang. Aku ingin memastikan dia tidak marah padaku. Karna aku sudah selesai mengobati hidungnya itu dengan lembut dan hati-hati.

“Gomawo..” ucapnya tersenyum lembut padaku. Cantik.. Sungguh cantik sekali senyuman ini. Sedikit terpaku dengan senyumannya tapi langsung aku menjawabnya di selingi senyuman khas dariku.

“Cheonma..” balasku memamerkan senyumku yang indah bagiku.

Karna terlalu khawatir dan sengaja ingin berkenalan lebih dekat dengannya, akupun dengan sengaja membuat sedikit alasan untuk meminta nomornya.

“Jika terjadi sesuatu padamu setelah kejadian ini, kau bisa menghubungiku. ” ucapku padanya. Dia hanya menggangguk mengiyakan.

“Mana ponselmu? Aku akan memberimu nomerku untuk kau simpan.. untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu padamu..” pintaku padanya.

“Ini ponselku..” dia memberikan ponselnya padaku. Langsung saja dengan sangat senang hati aku mengetikkan nomorku di ponselnya ini.

“Ini nomerku.. ehmm tunggu… nah sudah… ini hpmu..” aku menggembalikan ponselnya setelah mencoba memiscal nomor ponselku tadi.

“Baiklah, sampai jumpa.. Lee Sungyeol…” ceplosku menyebut namanya. Bodohnya aku, bisa-bisa aku ketauan  menyebut namanya padahal kami belum berkenalan.

Aku ingin segera pergi sebelum dia menyadari jika aku memanggil nama lengkapnya namun saat akan beranjak pergi dari UKS, sungyeol menahanku. Apakah aku ketauan. Huh.. gawat.

“Jjankanman..” cegahnya padaku. Akupun menoleh kearahnya.

“Kau tau namaku dari mana..??” tanyanya penasaran menatapku. Ommoo.. dia menyadarinya..

“Aku tau namamu dari name tag mu ini..” ucapku sambil menunjuk name tagnya yang tertera di sebelah kiri dadanya.. iya kau benar myungsoo. Kau  memang pintar mengelak. Hehe.

“Namamu Lee Sungyeol,  benar bukan??”aku mengulang menyebut namanya untuk meyakinkannya..

“Iyya benar.. Aku kira kau.. uppsss.. bukan…” aku penasaran karna dia tidak meneruskan kata-katanya.

“Ada apa sungyeol-ah..? kau kira apa tadi.. kenapa memutus kata-katamu tadi..” tanyaku sedikit curiga jika dia tau aku sedang berbohong.

“Aniyeyo!” balasnya cepat.. berarti tidak ada masalah.

“Ohya sudah, Ommoo.. aku belum memberitau namaku padamu.. Hmm..  Aku Kim Myungsoo.. baiklah aku pergi dulu.. annyeoong..” ucapku lalu berlalu pergi meninggalkannya sendiri di UKS. Hampir saja aku lupa memperkenalkan diriku padanya, apa jadinya jika tadi aku lupa menyebut namaku padanya.

Semenjak hari itu, aku dan sungyeol pun sering smsan dan telepon, bahkan kami disekolah sudah menjadi teman yang sangat dekat & akrab. Hari-hariku semakin indah kujalani dengannya.

Kemanapun aku pergi aku selalu mengajaknya, seperti saat ini. Aku sedang mengajaknya makan di kedai kecil di pinggir jalan.

“Ahjumma aku pesan mie ramyeon dan kimchi 2 porsi ea?” teriakku pada ahjumma penjual makanan.

“Ne. Akan segera datang.” Sahut ahjumma menanggapiku.

Aku berjalan kepojok kedai ini untuk mengambil 2 botol air mineral untukku dan sungyeol.

“Myungie-ah, kau suka makan di pinggir jalan juga ea?” tanyanya padaku.

“Ne. Asalkan makanan itu sehat dan membuatku kenyang, tidak masalah bagiku makan ditempat seperti ini.” Jawabku tersenyum kearahnya.

“Waeyo yeollieh-ah?” tanyaku ‘lagi’ padanya. Yeah .. aku memanggilnya ‘yeollie’ agar lebih terasa dekat denganku. Akupun menyuruhnya memangilku ‘myungie’ saja. Manis sekali kan..:)

“Aniyo. Gwaenchana.” Balasnya tersenyum kearahku.

“Ahjumma, aku mau tumis cumi-cumi sekalian juga ea?” yeollie memesan pada ahjumma penjual makanan juga.

“Ne. Segera siap..”  sahut ahjumma itu.

Beberapa menit kemudian..

“Ini makanannya sudah datang.. silakan dinikmati..” ujar ahjumma itu menaruh pesanan kami di meja.

“Myungie-ah, Kau ingin makan cumi-cumi?” tanya yeollie padaku.

Tidak menjawabnya, akupun malah bertanya balik padanya.

“Pernakah kau mendengar cerita tentang cumi-cumi?” tanyaku padanya.

“Tidak pernah.” Jawabnya singkat padaku.

“Baiklah, Aku akan menceritakannya padamu..” tuturku padanya. Dan dia hanya mengangguk saja.

“Pada suatu waktu. Ada dua ekor cumi-cumi. Mereka telah melakukan perjalanan sampai akhirnya bertemu. Kemudian, mereka jatuh cinta dan mereka menjadi pasangan sampai akhirnya mereka menikah. Pada hari pernikahan. Pendeta cumi menyuruh mereka untuk berpegangan tangan. Jadi, mereka saling berpegangan tangan.” Aku akhiri ceritaku.

“Memegang tangan..   berpegangan tangan ..  memegang tangan.. berpegangan tangan.. memegang tangan..” aku mengucapkannya sambil merekatkan kedua tanganku satu persatu.

“Myungie-ah, kau  gila ya.. tapi lucu..” ujarnya padaku.

“Yang menceritakan atau cumi-cuminya..?” tanyaku memastikan dan sedikit mengodanya.

“Yang menceritakan..  eh. Cumi-cuminya.. umm.. aku bingung.” Ucapnya membuatku tersenyum dibuatnya. Namja ini selain cantik juga manis sekali.

“Aku jadi tidak mau memakannya..” ujarnya menatapku.

“Aku tidak pernah lagi makan cumi-cumi sejak aku mendengar cerita ini..” sahutku padanya.

“Jadi..  Apakah kau pernah memegang tangan seseorang seperti cumi-cumi tadi?” tanyanya padaku. Aku sedikit menerawang memandang jalan lalu beralih memandangnya.

“Sekali. Dengan seorang namja berwajah cantik yang hidungnya terluka saat dia jatuh karna terkena lemparan bolaku..  jadi aku memegang tangannya, Hmm.. aku bahkan menggendongnya..” ungkapku padanya.

“Hahahaha.. myungie-ah, kau ini lucu sekali..” sahutnya hanya tertawa menanggapi jawabanku. Itulah jawaban yang sebenarnya yeollie-ah. Kaulah yang menjadi pertama. Yang kupegang erat tangannya.

Apa dia mengira aku hanya bercanda dengan jawaban itu. Apakah dia tidak menyukaiku. Huh. Malangnya diriku.

**∞♥∞

♥waktu aku skipp♥

Sudah 1 tahun ini aku jalani setiap hariku dengannya, aku bahagia selalu dengannya walaupun mungkin dia tidak mencintaiku.. rasa cintaku ini tidak berkurang sedikitpun padanya. Aku tetap sangat mencintainya. Hingga suatu kejadian buruk menimpah keluargaku. Yang membuatku harus terpaksa menyimpan rapat-rapat rasa cintaku ini untuknya.

@Dirumah

Saat aku akan melangkah kedalam rumah, tidak sengaja aku mendengar percakapan appaku dengan seseorang.

“Kau harus segera mengembalikan uangku..!! perusahaanmu itu sudah bangkrut sejak dulu jika aku tidak menopang keuanganmu..!! jika kau tidak bisa mengembalikan secepatnya , anakmu harus menjadi kekasih anakku..!!” ujar namja tua dengan seenaknya pada appaku.

“Apa  maksudmu?? Dengan anakku harus menjadi kekasih anakmu hah..” sahut appa.

“Anakku Lee Sungjong itu sangat ingin mempunyai kekasih, dan setelah aku memperlihatkan foto anakmu yang tampan itu pada anakku, setelahnya dia bilang dia menyukai anakmu.. karna anakku itu masih SMA dan dia juga masih sangat muda, jadi aku putuskan untuk mengabulkan keinginan sungjong untuk menjadikan anakmu itu kekasih anakku. Jadi dengan begitu kupikir kita bisa tetap saling membantu.. bagaimana??” cerita namja tua itu padaku.

“Oh.. DAMN..!! apalagi ini.. kegilaan apa ini.. bisa-bisanya orang itu berkata seperti itu.” Makiku dalam hati.

“Anakku tidak  akan mau Lee Jongguk-ssi.. dia saja tidak pernah mengenal anakmu sungjong, bagaimana bisa myungsoo langsung mau menjadi kekasih anakmu..huh..” sahut apa pada namja tua yang bernama ‘Lee Jongguk’ itu.

“Hah.. terserah kau saja bodoh!! Asal kau tau saja Kim Minsuk, anakku itu sangat berharga untukku, aku tidak akan menyerahkannya pada namja yang asal-asalan..!! sudah untung aku memberikanmu kesempatan untukmu lepas dari jeratan hutang yang akan membuatmu bangkrut sampai keakarnya..!! tapi kau terlalu banyak alasan.. kau mau kubuat keluargamu bangkrut tak tersisa.. HAH !!” dibalasnya kata-kata appa lebih menyakitkan aku rasa.

Karna aku tidak tahan, akupun masuk kedalam rumah dan menghampiri appaku serta namja tua itu.

“Myungsoo-ah.. kau harus membantu appa nak? Appa sedang kesusahan.” Pinta appa padaku. Apakah aku harus mengorbankan perasaanku demi appa?? Baiklah, demi keluargaku, lagian sungyeol juga ternyata tidak mencintaiku. Dengan terpaksa aku akan menerima semua ini.

“Baiklah. Aku mau menurutimu Lee ahjussi.. tapi jangan kau coba menghancurkan perusahaan appaku.” Sahutku menatap wajah Lee jongguk ahjussi itu.

“Yeah.. baguslah.. anak pintar.. kau harus menjaga anakku dengan baik jika begitu.” Ujarnya terkekeh.

“Pertemukan dulu aku dengan anakmu lee ahjussi.. mana mungkin aku menjadi kekasihnya tetapi dia saja tidak ada disini.” Sahutku menatapnya.

“Besok anakku sungjong akan datang dari Taiwan langsung untuk menemuimu.. bersiap-siaplah untuk besok.. ” ucapnya tegas.

“Ne. Aku tunggu..” jawabku malas.

“Baiklah aku pergi dulu.. masih banyak urusan yang harus aku selesaikan..” pamitnya sedikit sombong.

Setelah kepergiannya, akupun hanya bisa diam.. menanti kemalanganku besok. Bagaimana bisa aku menjadi kekasih namja yang bernama Lee Sungjong itu, jika aku saja tidak mengenalnya, apalagi aku tidak mencintainya. Bagaimana dengan nasib sungyeol jika aku nantinya bersama dengan namja itu..

“Myungsoo-ah, maafkan appamu ini nak.. aku tidak bisa menjadi appa yang baik untukmu..” ucap appa dengan wajah sedihnya.

“Sudahlah appa.. aku hanya tidak ingin melihat keluarga kita menderita.. aku ingin bertemu umma.. dimana umma sekarang appa?”tanyaku pada appa.

“Ummamu ada dikamar nak, dia tadi sedikit syok melihat lee jongguk itu disini..” balas appa singkat.

“Baiklah, aku akan kekamar untuk menemui umma.” Ucapku langsung berjalan menaiki tangga untuk kelantai atas.

Aku berjalan perlahan mendekati kamar utama dirumah ini, kubuka perlahan pintu kamar umma, melangkahkan kakiku perlahan ketepi ranjang dimana ummaku tengah duduk membelakangiku sambil menangis. Kuhampiri ummaku dan akupun langsung mengambil tempat disampingnya.

“Umma, uljimaaa.. umma tidak perlu menangis lagi, umma tenang saja ne, aku akan membantu keluarga kita semampuku.” Ujarku pada umma.

“Dan mengorbankan hati serta cintamu untuk orang yang kau cintai selama ini myungsoo-ah.. untuk bersama dengan orang yang tidak kau cintai sama sekali..” sahut umma menatapku.

Umma tau segalanya tentang perasaanku pada sungyeol, aku selalu bercerita apapun itu pada umma mengenai aku dan sungyeol.

“Umma mendengar apa yang mereka bicarakan myungsoo-ah.. hati umma tidak rela jika kau menuruti permintaan lee jongguk itu.. umma ingin kau mengejar cintamu sendiri bukan malah menuruti keinginan lee jongguk itu.” Seru umma padaku.

“Gwaenchanayo umma, aku ingin berbakti pada kedua orang tuaku umma, aku tidak mau melihat kalian kesusahan. Lagian sungyeol tidak mencintaiku umma..” ucapku sedih pada umma.

“Waeyo.. Apa dia menolak cintamu myungsoo-ah??” umma bertanya padaku.

“Anni.. Aku bahkan tidak berkata apapun padanya tentang perasaanku ini umma..” ceritaku pada umma.

“Waeyo tidak menyatakan cintamu padanya myungsoo-ah.. apa kau tidak menyesal menerima semua ini. Umma takut kau nantinya akan menyesal dengan keputusanmu ini.” Ucap umma khawatir padaku.

“Gwaenchana umma, aku sudah bersiap untuk menghadapi ini semua, walau mungkin hatiku tak akan rela menerima ini semua” aku mengucapkan kata terakhir itu dalam hatiku.

Yeaaahh.. mulai hari ini hidupku akan berubah, apakah akan ada yang tersakiti dengan keputusanku ini.. aku juga tidak tau.

#Esoknya#

TINGTONG~~~

TINGTONG~~

TINGTONG~~~~

Suara bel mengusik keheningan yang ada didalam rumahku, apakah ada tamu. Oh ya aku lupa, anak lee jongguk ahjussi itu mungkin sudah datang. Aku berjalan menuruni tangga untuk segera membuka pintu dengan wajah malasku.

“Ne. Gidariseyo ! ( tunggu sebentar !).” aku berjalan mendekat kearah pintu.

Setelah membuka pintu, aku pun dengan santainya menyuruh namja itu masuk kedalam rumah dan menyuruhnya untuk duduk di sofa. Tetapi namja itu hanya diam saja berdiri mematung di depan pintu. Aisshh.. kenapa namja ini, wajahnya cukup cantik, tapi tidak ada yang bisa menandingi kecantikan sungyeollie-KU. Apa dia sedang terpaku menatapku , akupun sedikit menepuk wajahnya agar dia segera tersadar dari kekagumannya akan ketampananku ini.

“Masuklah.. jangan menatapku seperti itu.. kau bisa duduk disana..”ujarku padanya.

“Ehh.. ehmm .. Ne.” Dia hanya mengangguk saja. Dan segera melangkah masuk kedalam rumahku dan langsung mendudukan dirinya disofa ruang tamu.

“Sebentar, aku akan memanggil kedua orangtuaku.” Ucapku langsung melengos pergi meninggalkannya sendiri disana.

Tak lama kemudian akupun turun bersama dengan kedua orangtuaku dan langsung duduk berhadapan dengan namja cantik itu.

“Annyeong Ahjumma, Ahjussi, Kim Myungsoo hyung, Lee Sungjong imnida. Bangapseumnida.” Ucapnya tersenyum lalu membungkuk memperkenalkan dirinya padaku dan kedua orangtuaku.

“Ne.. nado bangapseumnida sungjong-ah..” ucap umma dan appaku. Aku hanya mengangguk saja menanggapi perkenalan dirinya tadi.

“Ahjumma, ahjussii, appaku tidak bisa datang kemari, karena beliau sedang menghadiri rapat di luar negeri.. appa bilang selama liburan 2 bulan ini, appa mengijinkanku untuk berlibur ke seoul untuk menemui myungsoo hyung disini. Tenang saja ahjumma, ahjussii, appaku telah menyiapkan sebuah apartemen yang akan kutinggali bersama dengan pelayanku untuk meenemaniku selama berada disini. Jadi aku tidak akan merepotkan kalian selama berada disini.” Ceritanya panjang lebar pada kedua orangtuaku. Ternyata namja ini agak cerewet rupanya. Semoga saja 2 bulan kedepan aku jalani dengan baik walau harus menutupinya dari sungyeol. Semoga saja tidak ketauan oleh sungyeol.

“Hyung.. myungsoo hyung..” dia menggoyang-goyangkan tanganku untuk menyadarkanku atas lamunanku sesaat tadi.

“Wae sungjong-ah?” tanyaku singkat. Sejujurnya aku malas berlama-lama dengannya. Tapi apa boleh buat, semua ini aku lakukan demi keluargaku. Aku tidak mau melihat keluargaku menderita karna appanya.

“Ayo hyung, kita pergi berjalan-jalan hari ini.. ini kan hari sabtu. Sekolahmu pasti libur kan.. ayolah hyung..”pintanya sedikit manja padaku.

“Baiklah, aku akan mengajakmu ke taman hiburan saja bagaimana sungjong-ah..” tawarku padanya.

“Kurasa itu ide yang sangat bagus hyung, ayo kita segera pergi..” ajaknya padaku.

“Tunggulah sebentar, aku akan berganti pakaian dulu, tidak mungkin aku keluar dengan pakaian rumah seperti ini..” ujarku padanya. Dia hanya mengangguk menanggapinya.

Tak lama kemudian akupun siap untuk pergi bersama sungjong ke taman hiburan yang ada di pusat kota seoul.

“Ayo sungjong-ah. Umma, appa, aku pergi ya. Annyeong..” pamitku pada kedua orangtuaku.

“Hati-hati myungsoo-ah.” Ucap umma dan appa bersamaan.

**##∞∞∞

“Hyung, aku mau naik yang itu hyung..” sungjong menunjuk permainan halilintar yang sedang naik turun diatas sana.

“Kau yakin ingin naik itu, aku takut terjadi apa-apa denganmu nantinya setelah naik itu.” Ucapku sedikit ragu menuruti keinginannya.

“Ani hyung. Aku tidak akan kenapa-napa jika kau selalu ada disampingku..” ucapnya mengenggam tangan kiriku.

“Baiklah, tunggulah ditempat tunggu didekat permainan itu, aku akan membelikan tiketnya untuk kita berdua..” ujarku padanya.

“Ne hyung. Aku tunggu disana ya.” Sahutnya tersenyum riang padaku.

“Huh. Dasar anak kecil.” Gumamku singkat menatapnya pergi ketempat yang kusuruh tadi.

∞∞∞

“Ini tiketnya sungjong-ah.. ayo kita naik.” Ucapku menarik tangannya masuk kearea permainan.

“Gumawo hyung.” Balasnya singkat padaku. Mukanya terlihat sedikit merona kulihat. Apa dia terlihat sedang malu.

Aku dan diapun segera duduk ditempat yang bersampingan setelah memberikan tiket masuk kepada petugas tadi.

HZZZEEEEPPP…. HHHAAAPPP… HZZEEEPPP.. *suara permainan halilintarnya ==” rada aneh suaranya*

Dia terlihat ketakutan sepertinya, karna dari awal halilintar ini bergerak naik turun, dia selalu memegang erat lenganku. Dan matanya pun dia pejamkan. Sesudahnya permainan ini selesai, aku pun segera beranjak pergi dari area tersebut bersamanya. Dan semakin kurasakan lenganku tetap dipegang dengan erat olehnya. Sedikit risih dan membuatku menoleh kearahnya.

“Ada apa sungjong-ah? Ommoo.. kau berkeringat banyak sekali.. ayo kita duduk disana.” Ajakku sedikit khawatir melihat keadaannya.

“Tunggu sebentar disini, aku akan membelikan minuman untukmu. Tunggu disini ne.” Dia hanya mengangguk menurut.

Apa dia sangat ketakutan naik permainan itu tadi, aisshh.. aku merasa sedikit bersalah padanya..

“Ini sungjong-ah.. minumlah..” aku menyodorkan minuman kearahnya. Aku berjongkok didepannya, dan mengusap keringatnya dengan sapu tanganku ini.

“Hyung, gomawo. Kau sudah perhatian padaku.” Dia mengulum senyum manis kearahku. Aku hanya menanggapinya dengan balas tersenyum kearahnya.

“Hyung, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.. bolehkah hyung?” dia meminta ijin padaku.

“Ne. Silakan saja sungjong-ah..” jawaabku singkat padanya. Aku tau kearah mana pembicaraan ini nantinya, aku sudah bersiap dengan semua yang akan terjadi setelah ini. Huft .. mian sungyeol-ah..😦

“Myungsoo hyung, aku menyukaimu hyung.. aku mulai mencintaimu sejak melihat fotomu yang diberikan appa padaku sebulan yang lalu.” Ungkapnya dengan semburat merah menghiasi wajahnya.

Aku hanya diam menatapnya. Haruskah semua ini terjadi.

“Aku mau kau menjadi namjachinguku hyung.. kau mau kan hyung??” dia tersenyum menatapku.

Apa aku harus menjawab ‘iya’. Aku saja baru bertemu hari ini dengannya. Dan seharusnya dia tidak perlu secepat ini menyatakan cintanya padaku. Memang dasar lee jongguk ahjussi itu, kenapa dia seenaknya mengatur semua ini.

“Ne. Aku mau jongie-ah.. ayo kita pergi makan. Aku lapar jongie-ah..” ucapku menerima pernyataan cinta ‘sepihak’ nya padaku. Dia langsung berdiri dan memelukku erat.

“Gumawo myungsoo hyung. Kau memanggilku jongie tadi, berarti aku akan memanggilmu soo hyung, bagaimana..?” tanyanya padaku.

“Baiklah jongie-ah, ayo kita pergi sekarang juga. Aku benar-benar sangat lapar.” Ucapku mengalihkan sedikit perhatiannya untuk melepas pelukannya dariku.

“Wah hyung, ini adalah kencan pertama kita dong.” Ucapnya dengan semangat.

“Dari awal memang ini sudah kencan kita chagi..” ucapku tersenyum miris kearah lain. Oh haruskah aku meneruskan ini semua.. aku harus memanggilnya dengan sebutan chagi dan mengangapnya kekasihku.. padahal didalam hatiku sama sekali tidak rela.

*waktu aku skipp ea.. males nulis myungjong moment lama-lama ntar mlah bkin aku nangis sendiri*#mian readers-_-#

Sudah dua bulan berlalu,  hubunganku dengan sungyeol tetap berjalan seperti biasanya, tidak ada perkembangan apapun pada hubungan kami, hanyalah terjalin sebuah persahabatan seperti biasanya, hanya bedanya sekarang perasaanku sangatlah mendalam untuk sungyeol seorang dihatiku, bahkan cinta yang diberikan sungjong selama dua bulan ini pun tidak dapat menembus kedasar hatiku yang terdalam. Karna aku telah mengunci  hatiku dari cinta yang lain. Karna cintaku hanya untuk sungyeol seorang.

Hari ini sungjong akan kembali ke Taiwan untuk mulai masuk sekolah kembali setelah libur musim panasnya dilewatinya selama 2 bulan di korea bersamaku. Aku pun mengantarkannya kebandara untuk melepas kepergiannya yang mungkin untuk sementara waktu ini berpisah denganku. Aku sedikit lega sudah tidak melewati hari-hariku bersamanya lagi. Aku tidak perlu pulang cepat hanya untuk menemuinya lagi. Aku akan bisa melewati hari-hariku lagi dengan sungyeol disampingku. Kuakui memang aku tidak mencintai sungjong, tapi aku tetap menyayanginya seperti adikku sendiri.  Kuharap suatu saat dia mengerti. Dan tidak merasa sakit hati.

“Chagi-ah, jaga dirimu baik-baik disini.. arraa???” ucapnya memelukku.

“Ne. Aku akan baik-baik saja disini. Kau belajar yang rajin disana.” Balasku mengusap belakang kepalanya.

“Arrayo chagi. Annyeoongg..” dia mengangguk dan melepaskan pelukannya di tubuhku. Dan dia pun segera masuk keruang bording pass.

“Hmm.. aku merindukanmu yeolliee-ah…” gumamku menatap foto kami berdua yang sengaja kujadikan walpaper ponselku khusus sungyeol saja. Yeah benar aku mempunyai 2 ponsel yang kugunakan sekarang. 1 ponselku aku khususkan untuk menyimpan semua memori tentang aku dan yeollie. Dan 1 ponsel lagi untuk keluargaku dan sungjong. Agar aku lebih mudah untuk menghubungi sungyeol tanpa membuat curiga sungjong.

****###****

Sepulang aku dari bandara, akupun mengajak sungyeol untuk janjian bertemu di taman kota, aku ingin mengajaknya berjalan-jalan bersama.

To: Nae Yeollie

 

Yeollie-ah, ayo jalan-jalan siang denganku.. aku sedang ingin bersepeda hari ini..

Tak lama kemudian ponselku bergetar..

Dret..drett..dret..

: Nae Yeollie

Ayo myungie-ah.. sampai ketemu disana.. 🙂

 

Aku tersenyum sambil memasukkan ponselku kedalam saku celanaku dan langsung menuju parkiran dan segera menggendarai mobil audi hitamku ini kelokasi pertemuanku dengan sungyeol.

Lumayan lama juga aku sampai disana, dikarenakan jalanan yang sedikit macet. Aku langsung melangkahkan kakiku ketempat dimana  biasa aku duduk bersama sungyeol.

“Mianhe yeollie-ah.. aku terlambat lama sekali.. aku harus mengantarkan saudaraku kebandara dulu.. maaf sudah membuatmu menunggu lama.” Ucapku lirih menatap wajah cantiknya.

“Gwaenchana myungie-ah.. aku mengerti kok. Sudahlah, ayo kita bersepeda.. kau tidak lupa membawa sepedanya kan myungie..” ucapnya tersenyum padaku. Cantik sekali senyuman ini.

“Kkaja yeollie..” ucapku menggandeng tangan kirinya, menuntunnya berjalan kearah mobilku.

“Myungie, kau membawa apa saja.. masa kau hanya membawa sepeda saja..” tanyanya memanyunkan bibirnya yang imut itu kearahku.

“Tenang saja, aku membawa cukup uang untuk berjaga-jaga dijalan. Biarkan mobilku ini disini saja. Kita akan bersepeda tidak jauh dari sini.” Sahutku menatapnya gemas. Andai saja dia tau jika selama ini aku selalu bertahan didepannya, bertahan untuk tidak kehilangan akal saat bersamanya. Aku selalu saja ingin memeluknya, tapi aku urungkan niatku itu karna aku tidak ingin ketauan olehnya.

Aku membuka bagasi mobilku dan mengeluarkan sepeda lipat dari dalam sana. Sepeda mungil yang cukup dipakai berdua saja. Romantis kan. Meskipun kami bukan sepasang kekasih, aku harap semoga suatu hari nanti dia akan menjadi milikku untuk selamanya. *kita semua bilang ‘AMIEN’*

“Ayo naik.. kita mulai bersepedanya sekarang.. berpeganglah yang erat dipinggangku, jika perlu peluk saja aku dengan erat.” Ujarku santai kepadanya.

“Ne myungie-ah.. ayo jalan..” dia menuruti kata-kataku sambil mengeratkan tangannya melingkari pinggangku. Betapa senangnya hatiku ini.

Kami berkeliling memutari jalanan disekitar taman dengan penuh gelak tawa. Ini yang selalu aku kagumi dari sungyeol. Senyuman yang selalu membuatku bahagia hanya dengan menatap wajahnya. Aku sangat mencintaimu sungyeol-ah.

Tiba-tiba saja hujan turun dengan deras membasahi bumi, seketika itu juga membuatku dan sungyeol mau tidak mau terpaksa untuk bergerak cepat mencari tempat berteduh.

“Kenapa hujan turun dengan tiba-tiba sih.. membuat kita menjadi basah kuyup seperti ini.” Gerutuku sendiri.

“Myungie-ah, cuacanya dingin sekali.. aku kedinginan tau..” ucapnya semakin mengeratkan tangannya di pinggangku.

“Bagaimana jika kita terjang saja hujannya untuk segera sampai di mobilku. Biar kita sekalian berteduh disana.” Ujarku kepadanya.

Dan dia hanya diam menanggapi perkataanku tadi, tunggulah sungyeolliee.. aku akan mempercepat mengayuh sepeda ini. Setelah sampai di depan mobilku, aku membawa sungyeol masuk kedalam mobil dan aku segera melipat dan menyimpan sepedaku kembali kedalam bagasi mobil. Segera aku masuk kedalam mobil, dan kulihat sungyeol hanya menggigil tubuhnya karna kedinginan. Aku segera  memakaikan jaketku yang ada di jok belakang mobilku ke tubuh sungyeol. Terpaksa aku harus segera membawanya pulang kerumahku.

Sesampainya dirumah, akupun langsung menggendongnya masuk kedalam rumah tanpa menghiraukan umma yang sedang memanggilku. Ummaku akhirnya mengikutiku masuk kedalam kamar.

“Siapa namja yang kau bawa pulang ini myungsoo-ah??” umma bertanya padaku, meminta penjelasanku.

“Dia Lee Sungyeol umma, tadi kami kehujanan dijalan ketika sedang bersepeda. Karna aku tidak tau rumahnya, jadi aku membawanya pulang kemari. Sepertinya dia sedang kedinginan umma. Aku harus segera mengganti pakaiannya, agar dia tidak masuk angin.” Jelasku pada umma.

“Ommooo.. ini sungyeol itu kan.. dia yang kau… uuppsss.. umma hampir kelepasan” umma sedikit kaget hampir saja umma membuatku ketauan.

“Umma tolong buatkan sup untuk sungyeol.. aku akan membantunya berganti pakaian.” Umma menatap horor padaku setelah aku mengucapkan kata-kata yang terakhir.

“Ne. Arraso. Aku tidak akan menyentuhnya.. aku tidak akan melakukan apapun padanya disaat seperti ini umma.. jangan khawatir.” Ucapku meyakinkan umma.

“Aku hanya akan menyiapkan air hangat untuknya mandi, dan segera membawa baju ganti untuknya.” Ucapku ‘lagi’ memandang umma yang masih tak beranjak dari tempatnya.

“Ayolah umma. Aku tidak mau dia nanti menjadi sakit.” Akhirnya setelah sedikit memaksa ummapun segera turun kebawah dan membuatkan sup hangat untuk sungyeol.

Setelah menutup pintu kamarku, akupun beranjak kekamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk sungyeol mandi dan membawa sekalian baju ganti untuknya.

“Sungyeol-ah, mandilah dengan air hangat yang sudah aku siapkan untukmu dikamar mandi. Aku juga sudah menaruh baju ganti di rak kecil didalam sana untukmu.”pintaku pada sungyeol yang sedikit bergetar badannya mungkin karna efek dingin.

“Go..Gomawo myungie..” ucapnya lirih.

BLLAAMMMM…

Pintu kamar mandi sudah tertutup, dan itu tandanya sungyeol sedang mandi. Aku keluar meninggalkan kamarku dan membawa 1 stel baju untuk kubawa pergi mandi dikamar mandi yang ada di dekat ruang keluarga. Setelah selesai mandi, akupun menghampiri umma yang sedang membuat sup untuk sungyeol.

“Umma, apakah supnya sudah jadi?” aku bertanya pada umma. Umma hanya mengangguk dan memberiku nampan berisi semangkuk sup yang masih panas dan teh hangat.

“Gomawo umma..” ujarku tersenyum kearah umma.

Aku pun melangkahkan kakiku memasuki kamarku. Kulihat sungyeol yang sudah selesai mandi berdiri mengamati kamarku. Apa yang aneh dengan kamarku. Apakah dia menemukan sesuatu yang mencurigakan. Tidak. Tidak. Semua hal-hal yang akan membuatnya curiga sudah aku simpan rapi di dalam lemari rahasiaku. Jadi sepertinya tak ada yang terlewat olehku untuk disembunyikan. Aku melangkah mendekati meja yang ada di dalam kamarku dan meletakkan nampan itu disana.

“Waeyo yeollie-ah?? Apa ada yang aneh dengan kamarku??” aku bertanya sedikit penasaran padanya.

“Anni. Hanya saja aku sedikit kagum denganmu, karna kamarmu rapi sekali.. apakah kau yang membersihkan kamarmu sendiri..” ucapnya bertanya padaku.

“Ne. Tentu saja. Aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuh atau memindahkan barang yang ada didalam kamarku ini. Aku turun tangan sendiri untuk membersihkan kamarku. Maid hanya bertugas sesuai perintahku saja.” Ucapku menerangkan pada sungyeol.

“Ini supnya. Masih panas. Ummaku yang membuatkannya untukmu.. makanlah supaya badanmu terasa hangat.” Ucapku mengusap lembut puncak kepalanya.

“Ne. Gomawo myungie-ah..” dia tersenyum padaku. Lalu menyendokkan dan sedikit meniup sup dan dimasukkan kemulutnya. Aku rasa dia masih sangat merasa kedinginan sekarang.

“Apa kau kedinginan yeollie-ah..  sepertinya malam ini kau harus menginap disini. Aku tidak bisa membiarkanmu pulang dengan keadaan seperti ini.” Dia hanya diam mengangguk saja. Tiba-tiba saja dia menangkupkan wajahnya diatas meja. Apa yang dia lakukan.

“Yeollie-ah, kau ke….” ucapanku terpotong saat aku merasakan panas diwajah serta tubuhnya.

“Apakah dia demam..” gumamku sendiri. Akupun segera mengendongnya ke ranjang king size ku ini. Membaringkan tubuh rampingnya ini di ranjangku. Menyelimutinya dan segera mengompres panas nya dengan pengompres instan yang ada di dalam laciku.

Aku beranjak turun kebawah untuk mengambilkannya obat penurun panas serta memberitaukan pada umma keadaan sungyeol saat ini.

“Ada apa myungsoo-ah?” tanya umma khawatir.

“Dia sedang demam umma. Bisakah umma memberikanku obat penurun panas. Aku akan merawat dan menjaganya sampai dia sembuh.” Ujarku pada umma.

Aku kembali kedalam kamarku dengan membawa nampan yang berisikan es untuk mengompresnya sebagai pengganti pengompres instan tadi dan obat penurun panasnya. Aku memasangkan termometer untuk mengukur suhu panas tubuhnya dan membantunya untuk minum obat.

“Yeollie-ah, minum ini.. ayo aku bantu..” ucapku membantunya duduk untuk meminum obatnya. Setelah itu aku menyuruhnya kembali berbaring.

“Tidurlah lagi yeollie-ah, aku akan menjagamu disini.” Ucapku mengusap lembut wajahnya yang sedikit memerah karna suhu panas tubuhnya.

“Ah.. aku hampir lupa memeriksa suhu panasmu..” aku mengambil kembali termometer yang aku pasang untuk memeriksa panasnya.

“Ommooo.. Panasnya tinggi sekali.. 36°  ini panas sekali.. semoga kau cepat sembuh yeollie-ah..” aku menghidupkan penyejuk ruangan agar kamarku tidak terlalu lembab.

“Mungkin sekarang kau tidak akan sadar apa yang akan aku bicarakan. Mungkin saja kau akan lupa. Tapi aku hanya ingin bilang padamu. ‘Aku sangat mencintaimu’ Meski kau tak merasakan hal yang sama kepadaku. Cepatlah sembuh untukku.” Ucapku mencium keningnya, kedua matanya, kedua pipi chubinya, hidung mancungnya, dan yang terakhir. CHU!! Aku mencium bibirnya yang pucat ini.

Ini adalah ciuman pertamaku sungyeol-ah. Aku sengaja memberikannya padamu. Kau adalah yang pertama dalam hidupku. CHUU!! Aku mencium bibirnya kembali dan sedikit melumatnya dengan lembut sedikit agak lama. Namun tak lama kemudian aku akhiri karna aku takut ketauan olehnya. Biarlah hal ini hanya aku sendiri yang tau.

Setelah aku mengganti kompresnya, akupun tak bisa menahan kantukku lagi dan akhirnya akupun terlelap disampingnya.

∞∞♥∞∞

Paginya

“Uhm.. Hoooaaammmm..” aku menguap dan segera bangun dari tidurku, sedikit merenggangkan otot-otot tubuhku. Lalu segera menatap wajah cantik yang sedang tertidur dengan nyenyak didepanku. Akupun segera memeriksa keadaannya.

“Huh.. syukurlah.. panasnya sudah turun.. aku akan mengambilkan sarapan untuknya, karna ini sudah jam 7..” setelah aku memeriksa keadaannya akupun berniat akan pergi kedapur untuk membawakan sarapan untuknya. Tapi ada yang memegang tanganku. Aku menoleh kearahnya. Ternyata dia sudah bangun dari tidurnya.

“Kau sudah bangun yeollie-ah? Apakah ada yang sakit?” aku bertanya dengan nada yang khawatir padanya.

“Ehmm.. ne. Aku merasa masih sedikit agak pusing myungie-ah..” ucapnya sedikit lirih.

“Baiklah, akan kuambilkan sarapan dan obat untukmu. Tunggulah sebentar disini dan tetap berbaringlah dengan baik.” Ujarku lembut padanya.

“Uhm.. Ne myungie-ah.” Dia mengangguk dan segera berbaring kembali diranjang.

Akupun beranjak pergi dari kamar untuk pergi kedapur, aku melihat umma sedang ada didapur, aku langsung menghampiri umma.

“Umma, hari ini memasak apa? Umma, sungyeol masih merasa sedikit pusing jadi aku harus memberikan obat apa untuknya?.” Tanyaku pada umma.

“Ommoo.. berikan obat ini untuknya.. dan bawakan bubur juga susu hangat ini untuknya.” Umma beranjak ketempat obat dan langsung memberikan nampan yang sudah tersedia bubur serta susu hangat dan juga obat padaku.

“Ah.. gomawo umma. Umma memang selalu mengerti apa yang aku butuhkan.” Aku tersenyum simpul pada umma dan umma hanya mengangguk tersenyum padaku.

Aku membawa nampan tersebut langsung menuju kekamarku di lantai 2. Setelah sampai kamar, akupun segera mendudukan diriku ditepi ranjang dan berhadapan langsung dengan sungyeol.

“Yeollie-ah, aku membawakan sarapan daan obat untukmu. Ayo dimakan buburnya, umma membuatkannya untukmu. Apa aku perlu menyuapimu.” Dia mengangguk lemah, akupun segera menyuapinya.

“Buka mulutmu yeollie-ah.. Aaa.. Hmm.. apa buburnya rasanya enak..” aku sedikit bertanya padanya.

“Ne. Bubur buatan ummamu enak sekali myungie-ah.” Jawabnya singkat.

“Tentu saja yeollie-ah, umma memasaknya dengan penuh cinta sebagai bumbunya. Hehehehe..” ucapku sedikit terkekeh padanya. Namun kulihat dia terlihat murung mendengar jawabanku.

“Ada apa yeollie-ah? Kenapa kau jadi murung?” aku khawatir dengan perubahan sikapnya.

“Ani. Hanya saja aku sedikit iri denganmu, ummamu sangat menyayangimu. Dia selalu bisa membuat anaknya bahagia ada didekatnya. Berbeda sekali denganku. Sudahlah lupakan saja apa yang aku katakan barusan.” Ucapnya memotong kata-katanya tadi. Memang apa yang seedang terjadi padamu sungyeol-ah.

“Kau memangnya kenapa sungyeol-ah? Apa maksudmu dengan ‘berbeda sekali denganku’? berceritalah padaku.” Tanyaku dan pintaku padanya.

“Bukan apa-apa.. hanya saja ummaku selalu tidak ada dirumah begitu juga dengan appaku. Mereka jarang sekali ada didekatku. Jadi aku sedikit iri saja denganmu.” Ujarnya sedikit menerawang langit-langit kamarku.

“Tenang saja yeollie-ah, aku ada disini untukmu. Kau bisa menganggap ummaku sebagai ummamu sendiri, begitu juga dengan appaku. Umma dan appa pasti senang sekali memiliki anak secantik dirimu.” Ucapku langsung menaruh mangkuk bubur dimeja dan beralih memeluknya dengan erat. Kuusap punggungnya dengan tanganku dan menaruh daguku diatas kepalanya.

“Aku akan menjagamu yeollie-ah.. karna kau adalah sahabat terbaikku. Dan juga cintaku.” Janjiku padanya namun aku mengucapkan kalimat terakhir didalam hatiku. Aku berjanji tidak akan melukaimu yeollie-ah.

**∞∞**

*#waktu aku skipp lagi#*

Selama 4 bulan ini kujalani hariku dengan sungyeol yang selalu setia menemaniku setiap harinya disampingku. Mulai dari berangkat sekolah bersama, istirahat bersama, pulang sekolah bersama, bermain basket berdua, bermain-main di game centre, berjalan-jalan di taman hiburan bersama. Itu hal yang sangat menyenangkan untukku. Sampai akhirnya sesuatu yang tak terduga terjadi. saat yang mengejutkan untukku dan hari buruk dimana sebuah kenyataan terungkap.

Hari ini seperti biasa aku dan sungyeol bermain basket berdua setelah pulang sekolah, sebelumnya dia tidak bisa bermain basket dan akupun akhirnya mengajarinya bermain basket sampai akhirnya dia sudah bisa bermain basket seperti sekarang ini, namun sayangnya dia tetap belum bisa menyaingi permainan basketku. Hari sudah beranjak sedikit sore. Aku dan sungyeol pun segera bergegas merapikan barang-barang kami berdua dan ingin segera pulang.

“Kkaja yeollie-ah.. kita pulang..” ajakku padanya.

“Ne kkaja.” Sahutnya padaku.

Saat aku melangkahkan kakiku dan sungyeol berdampingan di koridor sekolah, tiba-tiba saja ada yang memanggilku.

“Myungsoo hyung….!!” panggil seseorang dari arah koridor sekolah. Aku dan sungyeol menoleh pada sosok yang tengah berlari kearah kami.

Namun tiba-tiba saja.

HUUUPPP!!

“Chagiya, Bogoshippooyoo …” seru namja cantik yang kukenal memelukku dengan erat. Dia adalah sungjong kekasih ‘sepihak’ ku. Akhirnya hal yang tak aku inginkan terungkap juga, apa yang aku harus katakan pada yeollie.

“Chagiya?? Dia kekasihmu myungie-ah??” tanyanya memandangku tak percaya. Aku tak bisa berbuat apapun dan aku hanya mengangguk saja menatapnya. Mianhae .. jeongmal mianhae sungyeol-ah.

“Nado Bogoshipooo chagi…” balasku pada sungjong sambil membalas pelukannya.

Tiba-tiba saat aku menoleh kearah sungyeol, sungyeol sudah tidak ada disampingku. Kulihat dia sudah melangkah jauh kearah gerbang sekolah pergi meninggalkanku. Langsung saja aku segera mengejarnya dan menahan kepergiannya.

“Yeollie-ah… jjankanmannyoo..” cegahku padanya.. setelah aku berada didepannya, diapun menoleh kearahku.

“Ehmmm.. Waeyo Myungie-ah?” tanyanya singkat.

“Kau kenapa pergi begitu saja..?? kenapa tidak menungguku ??” balasku bertanya padanya. Aku takut dia marah padaku karna membohonginya selama ini.

“Aku tidak mau mengganggu kalian tadi, jadi aku berinisiatif untuk pulang sendiri..” jawabnya padaku. Aku tidak mau dia salah paham padaku karna keberadaan sungjong.

“Yeollie-ah, maaf tidak memberitaukannya padamu, maaf aku tidak memberitaumu jika aku sudah mempunyai namjachingu.” Ujarku lirih. Akupun melanjutkan ceritaku.

“Dia selama ini tinggal di Taiwan bersama keluarganya.. kami berpacaran 6 bulan yang lalu dan kami juga jarang bertemu beberapa bulan ini.. aku kaget tiba-tiba dia sudah ada disekolah ini tadi.” Terangku menatapnya.

“Gwaenchana, lagian itukan hakmu.. yeah itu adalah hakmu untuk tidak memberitauku jika kau sudah punya namjachingu. Lagian kan aku bukan siapa-siapamu.. aku hanya kau anggap sebagai teman..” Sahutnya tersenyum kearahku. Aku terkejut dengan apa yang dikatakannya. Apakah selama ini kau hanya menganggapku sebagai teman saja. Apa dia tidak mencintaiku juga. Sedikit sakit mendengar penuturannya tadi padaku. Tak menyadari jika sungjong sudah ada di belakangku.

“Myungsoo hyung, dia siapa hyung?” tanya sungjong menunjuk sungyeol.

“Ah.. ini Lee Sungyeol.. teman baikku chagi.. kenalkan yeollie-ah.. ini Lee Sungjong..” ujarku mengenalkan sungjong pada sungyeol, begitupun sebaliknya pada sungyeol.

“Lee Sungjong imnida ^^ namjachingu myungsoo hyung.. bangapseumnida.” Dia membungkuk memperkenalkan dirinya pada sungyeol. Suaranya terlihat lembut dan ramah.

“Ngg.. aku Lee Sungyeol.. nado bangapseumnida..” dia menundukkan wajahnya sedikit kearah sungjong.

“Hyung ayo kita pergi, kau kan sudah janji padaku akan mengajakku jalan-jalan jika aku pulang kesini. Kkaja chagiya.” Pinta sungjong dengan tangan bergelayut manja di lenganku. Apa boleh buat, aku mau tak mau harus tetap menurutinya.

“Ehmm.. sungyeol-ah.. aku .. aku.. tidak bisa pulang bersamamu hari ini.. mianhae.. jeongmal mianhae sungyeol-ah..” aku memegang lembut pundaknya. Sebenarnya berat untukku meninggalkannya. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.

“Algesseumnida. ( aku mengerti.) pergilah dengan namjachingumu, aku akan pulang sendiri..” sahutnya sedikit mengangguk lalu mendongakkan kepalanya sambil tersenyum lembut padaku. Senyumanmu begitu sangat menyakitkan untukku. Karna dengan tidak sengaja kau  merestui hubunganku dengan sungjong.

“Mau aku panggilkan taksi untukmu sungyeol-ah??” tawarku padanya.

“Dwaesseo.( Tdk prlu.) aku bisa memanggil taksi sendiri.. sudahlah.. Jalka. (pergilah.) dia sudah menunggumu..” dia tersenyum ‘lagi’ menjawabku.

“Geurraeyo. (baiklah.) aku pergi dulu sungyeol-ah… annyeoong..” pamitku padanya..

“Ne.. hati-hati myungie-ah..” ucapnya melambaikan tangannya kearahku.

“Kau juga hati-hatilah yeollie-ah.” Jawabku dalam hati.

Setelah mobilku sudah berlalu menjauh dari gerbang sekolah, akupun tidak lagi melihat sosok namja cantik yang aku cintai. Aku hanya menfokuskan diriku untuk menyetir.

“Hyung, kita shopping yuk.. aku juga ingin bersamamu hari ini.” Ucapnya yang aku tanggapi dengan anggukan malas.

“Semua hal yang tak kuinginkan terjadi juga, kenapa sikap sungyeol hanya seperti itu saja. Padahal aku ingin dia menentang hubunganku dengan sungjong. Jika dia melakukannya, aku akan dengan senang hati meninggalkan sungjong. Haruskah aku tetap menjalani semuanya dengan sungjong.

**♥**

Sejak hari itu sungyeol tidak masuk sekolah, aku mencoba mencari tau pada wali kelasnya dikarenakan aku dan sungyeol berbeda kelas. Wali kelasnya berkata sungyeol sedang sakit dan ijin seminggu tidak masuk sekolah. Dia kenapa, apa yang terjadi padanya.

Sudah tiga hari berlalu diapun juga tidak masuk sekolah dan tidak sekalipun memberikan kabar untukku. Aku sudah hampir frustasi ditinggalkan olehnya tanpa kabar sedikitpun. Aku berulang kali mencoba menghubungi ponselnya tapi ponselnya tidak aktif. Aku juga mengirimkan pesan puluhan kali tapi tidak sekalipun dibalas olehnya. Kau kemana sungyeol-ah.

Saat ini sudah seminggu berlalu, dan sungyeol pun tetap tak ada kabar. Seminggu ini kulewati dengan hampa tanpa sungyeol disampingku. Setiap hari hanya ada sungjong yang menemaniku. Sepertinya keputusan sungjong akan pindah sekolah ke Infinite High School hanya makin memperkeruh suasana hatiku yang sedang kacau ini.

Aku sedang duduk memandang kearah jendelaku. Menatap bintang-bintang yang selalu menemani malamku yang terasa hambar tanpa sungyeol. Aku menyambar gitar yang kuletakkan disamping meja belajarku. Kemudian akupun mengambil buku laguku. Buku kumpulan lagu yang kubuat untuk sungyeol.

JJREEENGGG~~

JJREEENGGGG~~

Memetik senar gitar sedikit lirih dari sebelumnya.

Senin, aku menunggu~

 

Selasa, aku masih menunggu untuk melihat~

 

Melihat.. melihat.. apakah kau baik-baik saja~

 

Rabu, kau masih tidak di sini~

 

Pagi, atau nanti~

 

Kamis juga tidak ada~

 

 Jumat atau sabtu atau bahkan minggu~

 

Tiada hari aku tidak merindukanmu~

 

Tidak ada hari kau akan kembali~

 

Menjadi tua dalam hari-hari kita~

 

Hari dimana aku bertemu kau~

 

Hari dimana kau didekatku~

 

Hari dimana aku mencintaimu~

 

Hari dimana kita berpegangan tangan~

 

Hari dimana aku berbicara denganmu~

 

Hari dimana kau mendengarkanku~

 

Berapa lama akan seperti ini? Aku tidak tau.~

 

Berapa bulan atau tahun?~

 

Berapa banyak miliaran kenangan masa lalu kita?~

 

Aku selalu merindukanmu~

 

By : Myungsoo

 

JJREEENGG~~~~

Aku mengakhiri petikan pada gitarku. Kenangan-kenanganku bersamanya selama ini terlalu indah untuk dilupakan begitu saja. Kau dimana sungyeol-ah. Aku merindukanmu disini. Aku bodoh sekali karna selama ini aku tidak bertanya padamu dimana kau tinggal, itu juga karna kau selalu mengalihkan pembicaraan kita jika aku sudah bertanya tentang tempat tinggalmu. Aku juga begitu patuh padamu untuk tidak mengikutimu pulang sampai dirumah. Itu karna aku tidak ingin membuatmu marah dan pergi meninggalkanku. Apakah saat ini kau sedang marah padaku sungyeol-ah. Maka dari itu kau pergi menghilang tanpa memberiku kabar sampai hari ini.

****♥****

2 Hari Kemudian

“Myungsoo-ah, kau harus sarapan.. jangan pergi dulu, ini masih pagi sekali dan kau belum sarapan.” Tuntut umma padaku.

“Ne. Umma. Aku akan makan.” Sahutku langsung duduk dan memakan roti yang sudah umma siapkan. Hanya sekali suapan aku pun menyudahi sarapanku dan segera meminum habis susuku. Aku pun segera pamit pada umma.

“Umma, aku berangkat sekolah dulu. Annyeong.” Pamitku  pada umma.

“Myungsoo-ahh, kau harus habiskan sarapanmu nak..” ujar appa padaku.

“Aku sudah kenyang appa, aku pergi dulu.” Pamitku pada appa.

“Ya sudah, hati-hatilah dijalan.” Ucap umma dan appaku.

Aku mengendarai mobilku dengan perlahan memasuki halaman parkir sekolah, akupun segera beranjak pergi ke arah kelasku. Tapi aku memasuki kelas sungyeol terlebih dahulu, seperti biasanya, aku masih menunggunya untuk masuk sekolah. Hari-hari sebelumnya memang tak nampak sosoknya dikelas ini. Namun sedikit terkejut dengan apa yang aku lihat, akupun langsung berlari menghampiri sosok cantik itu. Sungyeol kini ada dihadapanku, aku tak menyia-yiakan waktu akupun langsung memeluknya dengan erat.

“Yeolliee-ah, Bogoshipoosoo..” aku mempererat pelukanku padanya. Aku begitu sangat merindukannya. Dia menghilang tanpa kabar selama seminggu lebih dan kini dia sudah kembali berada di dalam pelukanku.

“Uhm.. Nado Bogoshipoosoo. Rindukah denganku..” Ucapnya padaku.

“Neomu..neomu bogoshipoosoo.” Seruku yang masih memeluknya dengan erat.

“Sudah lepaskan, sesak sekali dipeluk seperti ini olehmu..” ucapnya memanyunkan bibirnya kearahku.

“Uhh.. kau tak merindukanku yeah.. kau jahat sekali padaku.. kenapa menghilang tiba-tiba.. aku selalu mencarimu tau..” ungkapku jujur padanya.

“Ne. Ne. Arraseo.. mana mungkin aku tidak merindukan sosok Kim Myungsoo ini.. Aku sakit selama ini dan aku juga tidak bisa mengabarimu karna orangtuaku membawaku ke Busan.” Jelasnya padaku. Sedikit tidak percaya, tapi untuk apa dipermasalahkan. Yang penting sungyeol sudah ada disampingku, itu sudah cukup untukku.

“Jangan pergi lagi tanpa memberi kabar padaku. Atau aku akan sangat marah padamu.” Titahku padanya.

“Ne. Algesseumnida.” Ucapnya tersenyum kearahku.

Aku juga merindukan senyuman ini. Senyuman cantiknya. Walau sedikit terlihat lain untukku.

***♥***

“Yeollie-ah, apa yang kau lakukan di Busan.” Aku bertanya padanya sambil meminum colaku. Saat ini aku ada di kantin bersamanya.

“Aku menjenguk saudaraku dan menemaninya disana. Dan aku juga ingin menyembuhkan sakitku.” Balasnya padaku.

Aku hanya ber ‘Oh’ ria saja menanggapinya. Kau tidak sakit karna aku kan yeollie-ah.

“Hyung, ternyata kau ada disini, aku mencarimu ke kelasmu tapi kau tidak ada.” Seru sungjong yang tak kusadari sudah ada disampingku.

“Aku sudah lapar, jadi aku mengajak sungyeol kemari. Maaf aku tidak tau jika kau mencariku tadi.” Sahutku santai padanya.

“Oh, sungyeol hyung, annyeoong..” sapanya membungkuk pada sungyeol.

“Ne. Annyeong.” Sahutnya singkat.

“Sungyeol hyung, kenapa tidak pernah kelihatan disekolah.” Tanyanya memandang sungyeol.

“Aku ada urusan penting. Lalu kenapa kau ada disini sungjong-ah?” sungyeol balik bertanya pada sungjong.

“Uhmm.. Choiyo( aku). Itu karna aku ingin selalu ada di dekat soo hyung.” Terangnya pada sungyeol.

“Maksudmu kau pindah sekolah kemari?. Soo hyung? apa itu myungsoo.” Tanya sungyeol yang hanya dibalas senyuman dan sebuah anggukan oleh sungjong.

“Sungjong benar-benar menggangguku saat ini. Apa yang harus aku jelaskan pada sungyeol.” Aku membatin.

“Chogiyo ( Permisi), boleh aku duduk disini..” sapa seseorang yang berdiri di belakang sungyeol.

“KAU!!… Kau namja itu kan.. kenapa kau ada disini..” sungyeol menatap kaget namja itu.

“Yeah.. ini aku.. Nam Woohyun.. apakah kau merindukanku Lee Sungyeol.. Aku bersekolah disini, dan aku satu kelas dengannya.” ucap namja itu dengan sangat PD pada sungyeol. Menunjuk diriku. Dan dia langsung mendudukkan dirinya disebelah sungyeol.

“Ani. Jadi kau murid disini dan sekelas dengan myungie.” Tanggap sungyeol mengerti.

“Apa kau sudah baikan.. Kau sudah tidak seperti kemarin lagi kan.” Dia bertanya pada sungyeol dan sedikit membuatku penasaran.

“YAK..!! YAK!! Sudah jangan dibahas lagi. Jaga mulutmu tuan Nam.” Ucap sungyeol langsung beranjak pergi meninggalkanku sendiri dikantin.

“Sungyeol-ah, tunggu aku..” aku tak menghiraukan sungjong dan namja yang bernama nam wooohyun itu. Aku segera mengejar sungyeol yang sudah pergi meninggalkannku.

Aku mengejar dia secepat mungkin. Akhirnya aku menemukannya berada sendirian di taman sekolah. Aku langsung menghampirinya.

“Kau kenapa pergi begitu saja..?  Dan ada hubungan apa kau dengan Nam Woohyun itu?” tanyaku dengan nada cemburu.

“Aku hanya ingin pergi ketaman. Karna aku sudah lama tidak kesini. Namja itu, aku tidak sengaja bertemu dengannya. Sudahlah tidak ada yang perlu dibahas. Dia bukan siapa-siapaku dan tidak ada hubungan apa-apa denganku.” Ujarnya padaku.

“Benarkah begitu? Aku pikir dia seseorang yang pernah kau cintai.” Ucapku sedikit melantur. Mana mungkin aku bilang jika saat ini aku sungguh sangat cemburu dengan kehadiran namja yang bernama Nam Woohyun itu.

“Tentu saja bukan, apa kau berharap seperti itu huh..” sahutnya sedikit jutek.

“Hahahaha.. Tentu saja tidak. Dia sama sekali tidak cocok denganmu.” Jawabku sedikit tertawa. Tentu saja hanya aku yang cocok denganmu.

“Menurutmu siapa yang cocok denganku.” Dia menembakku dengan pertanyaan yang membuatku sedikit gugup.

“Oh.. tentang hal itu aku juga tidak tau. Tapi hanya aku yang cocok berdampingan denganmu.” Aku mengungkapkan kata terakhir didalam hatiku.

“Aiisshh.. kau ini sungguh aneh.” Dia geleng-geleng menanggapi jawabanku.

****♥****

Hari ini aku sudah ada janji dengan sungyeol untuk pergi ketaman hiburan di pusat kota dengannya. Aku pun sudah bersiap-siap dari tadi. Aku sudah mempersiapkan diriku untuk berkencan dengan sungyeol. Yeah. Aku mengucapkan kata ‘berkencan’ karna menurutku ini adalah waktu berduaku dengannya. Karna selama ini ada sungjong diantara kami berdua. Aku sangat terganggu dengan kehadiran sungjong disaat aku berdua dengan sungyeol.

TOK…

TOK..

Siapa lagi itu yang datang mengetuk kamarku pagi-pagi seperti ini. Jangan-jangan sungjong lagi. Sepertinya dugaanku benar.

“Hyung, Soo hyung.. kau ada didalam hyung. Bolehkah aku masuk..” suara sungjong bergema didepan kamarku. Aisshh. Apa yang dia lakukan pagi ini disini. Dia selalu datang disaat yang tak tepat.

“Uhm.. kenapa kau ada disini jongie-ah? Aku akan pergi bersama sungyeol. Aku ada urusan penting dengannya.” Ujarku padanya setelah aku membuka pintu kamarku.

“Hyung tak bolehkah aku ikut denganmu hyung?” pintanya memelas padaku.

“Anniya. sungjong-ah, dari kemarin kita selalu pergi bersama. Apa kau tak bosan humm.” Ujarku agak malas padanya.

“Oh ayolah hyung, aku ingin ikut denganmu.” Dia merajuk padaku.

“Ani. Jebal  Sungjong-ah, Berikan aku waktu bersama dengan sahabatku. Mengertilah sedikit tentang  hal ini. Karna aku selalu mengertimu. Kita sudah sering pergi bersama. Tolong mengertilah.” Tuturku padanya.

“Tolonglah hyung, aku tetap ingin ikut denganmu. Yeah hyung. Aku ingin ikut denganmu..” sahutnya tetap memaksaku. Aku rasa aku sudah sangat sabar menghadapi sikapnya yang seperti anak kecil ini. Dia tetap selalu seperti ini. Apakah kedua orangtuanya terlalu memanjakannya.

“Aku sudah bilang tidak padamu. Tolong jangan buat aku marah padamu. Lagipula kau kan tau jika selama seminggu lebih aku tak bertemu sungyeol sahabatku. Aku juga ingin punya privasi sendiri. Jadi kumohon mengertilah aku.” Ujarku tegas padanya.

“Lebih baik kau pulang jongie-ah, hati-hati di jalan. Aku pergi dulu.” Ucapku agak lembut padanya. Aku mengusap puncak kepalanya sebelum aku pergi.

****♥****

To: Nae Yeollie

Yeollie-ah, ayo jalan-jalan ke taman hiburan di pusat kota. Aku akan menunggumu disana. Jadi cepatlah datang menemuiku.  Annyeongg^^

 

From: Nae Yeollie

Sippo Myungie-ah, tunggu aku disana.. See you^^

 

Aku memasukkan ponselku kedalam saku celanaku dan mulai mengendarai mobilku menuju ke pusat kota. Sesampainya disana, aku segera memarkir mobilku dan segera beranjak ke taman hiburan yang tak jauh dari sini.

“Kemana sungyeol.. apa dia belum datang.. baiklah akan kutunggu dia didepan sini.” Aku berdiri didepan pintu masuk sambil menunggu sungyeol datang.

“Myungie-ah, Annyeoong^^.. apa kau telah lama menungguku.. humm..” dia menepuk pundakku dari samping dan berkacak pinggang menatapku.

“Anni. Kkaja kita jalan-jalan..” sahutku sedikit mengacak-acak rambutnya.

“YAK! Rambutku jangan di acak-acak. Aku sudah susah-susah menatanya, tapi kau malah mengacak-acaknya.” Ucapnya mempoutkan bibir manisnya itu.

“Mian. Baiklah ayo kita naik kincir angin.” Ucapku langsung menariknya kearea permainan setelah sebelumnya aku membeli tiket masuk terlebih dahulu.

***♥***

“Hahaha.. kau kenapa myungie-ah.. wajahmu terlihat aneh jika seperti itu..”ujarnya mengejekku.

“Haiisshh.. kau ini jangan menertawakanku. Aku sedikit takut tau naik Roller Coaster setinggi itu..” aku memanyunkan bibirku kearahnya.

“Uhmm.. Kyeopta^^..” gumamnya pelan.

“MWOO..” aku pura-pura tidak dengar ketika dia memujiku.

“Ani. Hanya saja kkau terlihat lucu hari ini.” Sangkalnya tertawa kearahku.

“Gomawo. Aku senang sekali di puji olehmu.” Balasku tersenyum.

“Hehehe.” Dia tetap tertawa. Aku bahagia bisa membuatmu tetap bahagia disampingku. Aku rindu senyuman itu.

“Ayo Pulang.” Ujarku mengandeng tangannya. Dia hanya terdiam menerima sikapku ini. Namun tetap mengikutiku berjalan.

**

“STOPP.. aku turun disini saja. Aku akan naik bis untuk pulang.” Ucapnya memintaku berhenti di tempat pemberhentian bus.

“Eh.. Yeollie-ah, biarkan aku mengantarmu pulang kerumahmu.” Balasku padanya.

“ANDWEE!!.. aku bisa pulang sendiri.” Ucapnya menolak tawaranku.

“Waeyo?? Selama ini kau tidak pernah memperbolehkanku mengantarkanmu pulang.” Ujarku menuntut jawaban darinya.

“Uhm. Itu karna aku tidak mau kau tau. Sudahlah suatu hari nanti kau akan kuberitau tempat tinggalku. Tapi tidak untuk sekarang.” Jawabnya membuatku penuh dengan tanda tanya.

“Tapi sungyeol-ah.. aku..” ucapku terpotong oleh kata-katanya.

“Jangan mengikuti aku pulang!. Jika tidak aku akan benar-benar marah padamu!.” Ucapnya to de poin menatapku.

“Ne. Arrayo.” Ucapku mengangguk patuh padanya.

“Baiklah aku pulang dulu. Ingat apa yang aku katakan tadi padamu myungie-ah.” Pamitnya sedikit curiga padaku.

“Ne. Ne. Aku janji tidak akan mengikutimu.” Sahutku membuat tanda ^^V di tangan kananku.

“Bye.” Ucapnya menaiki bis yang lewat di depannya.

“Aisshh.. Lee sungyeol.. kau membuatku gila karnamu..” teriakku memukul kemudi mobilku.

###♥###

Sesampainya dirumah

“Aku pulang..” seruku memasuki rumah.

“Myungsoo-ah, kau tadi kemana.” Tanya umma padaku.

“Aku tadi pergi bersama dengan sungyeol umma..” jawabku pada umma.

“Kau tidak mengajak sungjong ikut bersamamu?.” Tanya umma ‘lagi’ padaku.

“Aku tidak mengajaknya pergi bersamaku. Aku tidak mau dia mengangguku saat bersama dengan sungyeol. Tadi dia memaksa untuk ikut tapi tetap aku tidak mengijinkannya untuk ikut denganku. Umma kan tau, jika selama ini aku selalu menuruti keinginannya. Tapi kali ini terpaksa aku tidak menurutinya. Dia selalu bersikap seenaknya padaku umma. Sungguh aku sangat lelah selalu mengalah untuk dia.” Ceritaku pada umma.

“Umma tau nak. Semoga saja appamu bisa segera melunasi hutangnya. Agar kau tidak menderita seperti ini lagi nak. Dan kau bisa mengejar cintamu sendiri. Tanpa harus menjalani hal seperti ini lagi.” Hibur umma padaku.

“Ne umma. Aku kekamar dulu umma. Kepalaku sedikit pusing.” Pamitku pada umma. Ditanggapi anggukan oleh umma.

Aku melangkahkan kakiku kedalam kamar. Mengambil gitarku dan aku petik senar-senarnya mengiringi nadaku ‘lagi’ . Aku tidak tau sampai kapan aku akan begini.

JRRENGG~~

Mencintaimu tetapi kau tidak tau.

 

Hanya menyimpannya di dalam hatiku.

 

Ingin kita bersama~

 

Mencintaimu tapi kau tidak tau.

 

Mencintaimu andai saja kau tau.

 

Mencintaimu tetapi kau tidak tau.

 

By : Myungsoo

 

Aku melanjutkan memetik gitarku, sungguh aku sudah ingin menyerah saja pada nasib cintaku yang bertepuk sebelah tangan padanya. Aku tidak sanggup ditolak olehnya. Maka dari itu selama ini aku hanya diam menunggunya membuka hatiku. Menunjukkan perasaannya padaku. Dan menentang hubunganku dengan sungjong. Apa aku hanya bisa bermimpi untuk memilikinya. Dan hanya bisa berharap dia menyadari cintaku ini dengan sendirinya. Hanya tuhan yang menentukan takdirku dengannya.

JREENGGGG~~~~

Tidak tau berapa lama itu~

 

Bahwa aku harus menolak segala sesuatu~

 

Menyembunyikan semua kebenaran di hati ku~

 

Setiap kali kita bertemu~

 

Setiap kali kau memandangku ~

 

Aku hanya berpura-pura bertahan~

 

Taukah kau betapa aku menahan diriku~

 

Dapatkah kau dengar itu?

 

Hatiku..~

 

Memberitaumu bahwa aku mencintaimu~

 

Tapi aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku yg sebenarnya~

 

Bisakah kau dengar itu?

 

Hatiku..~

 

Menanti kau membukanya~

 

Hanya dapat berharap kau mengetauinya~

 

Suatu hari~

 

Meskipun aku mencintaimu~

 

Walaupun aku merasakannya~

 

Tetapi jauh di dalam hati tidak cukup berani~

 

Setiap kali kita bertemu~

 

Setiap kali kau memandangku~

 

Aku hanya berpura-pura bertahan~

 

Tahukah kau betapa aku menahan diriku~

 

Dapatkah kau dengar itu?

 

Hatiku…~

 

Mengatakan padamu aku mencintaimu~

 

Tetapi aku tidak bisa mengutarakan perasaanku sebenarnya~

 

Bisakah kau mendengar hatiku..~

 

Menunggu kau membukanya~

 

Hanya dapat berharap kau akan mengetauinya~

 

Suatu hari~

 

 

“Yeollie-ah, maukah kau menjadi pacarku?

 

 

Bisakah..  kau mendengar itu?

 

Hatiku…~

 

Memberitaumu bahwa aku mencintaimu~

 

Tetapi aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku yang sesungguhnya~

 

Bisakah kau mendengar bahwa..?

 

Hatiku…~

 

Masih menunggu kau membukanya~

 

Hanya dapat berharap kau akan mengetauinya~

 

Bahwa aku disini untuk mencintaimu~

 

Aku memohon agar kau mengetauinya~

 

Suatu hari~

 

Dapatkah kau dengar itu?

 

Hatiku..~

 

Mengatakan bahwa aku mencintaimu~

 

Tapi aku tak bisa mengungkapkan perasaanku yang sesungguhnya~

 

Dapatkah kau dengar itu?

 

Hatiku….~

 

Masih menunggu kau untuk membukanya~

 

Hanya bisa berharap  kau akan mengetauinya~

 

Bahwa aku disini untuk mencintaimu~

 

Kumohon agar kau mengetauinya~

 

Suatu hari~

By : Myungsoo

 

Mungkin ini adalah lirik terpanjang yang aku ciptakan untukmu. Ini adalah ungkapan keseluruhan dari hatiku. Aku mencintaimu sungyeol-ah. Aku harap kau merasakannya juga. Aku mengusap air mataku ini yang tak terasa telah terbebas dengan indah menuruni kedua pipiku.

****♥****

“Hari ini aku tak melihat sungyeol dikelasnya dan dikantin, dimana dia..  baiklah akan kucari dia di taman sekolah.” Seruku dalam hati.

∞Taman Sekolah∞

“Nah, itu dia.. sedang apa dia memegang gitar.. kenapa tidak mengajakku..” saat aku ingin menghampirinya, tak sengaja aku mendengar nada yang mengalun dari gitarnya. Nada yang sangat sedih. Aku memutuskan tetap mengintai dan mendengarnya dari balik pohon tak jauh dari tempatnya duduk memainkan gitarnya mengiringi lirik yang sedikit membuatku mengerutkan dahiku.

JRREEENGG~~~

Pertama kali bertemu~

Ku selalu ingat dirimu~

Meski hanya dalam angan~

Kau selalu terbayang~

 

 

Engganku melupakanmu~

Karnaku mencintaimu~

Meski hanya dalam mimpi~

Hiasi tidurku~

 

 

Hanya dirimu kasih~

Buatku bahagia~

Meski kau tlah berdua~

Ku kan menanti~

 

 

Hadirmu selalu membuat ku tabah tuk menjalani semua derita~

Meski kau telah berdua dan berlalu~

Namun ku kan berdoa slamanya untukmu~

 

 

Senyummu selalu terbayang~

Hiasi indah hariku~

Meski terkadang perih~

Menusuk kalbu~

 

 

Hanya harap dan doa~

Moga engkau bahagia~

Lagu ini tercipta~

Hanya untukmu sayang~

 

Apa aku tak salah dengar. Lirik lagunya menggambarkan perasaannya pada seseorang. Saat aku ingin menghampirinya dan menanyakan tentang lagu itu, kulihat namja bernama woohyun itu mendahuluiku menghampiri sungyeol. Jadi kuputuskan ingin mendengarkan percakapan antara sungyeol dan namja itu dibalik pohon ini, siapa tau ada hubungannya antara woohyun dengan lagu yang sungyeol nyanyikan tadi.

“Annyeooong ^^ bolehkah aku duduk disampingmu..?” tanya namja itu tersenyum manis. Cih. Senyumannya membuatku ingin muntah*mian hyunnie oppa*

“Ne. Duduklah Woohyun-ah..” sahut sungyeol padanya.

“Aku jarang melihatmu tersenyum.. dan yang kulihat jika kau sedang tersenyum itu sepertinya kau paksakan sekali.. tidak baik jika kau hanya memaksa dirimu tersenyum sedangkan hatimu saja menangis.. apa kau tersenyum seperti itu untuk menunjukkan kau yang bahagia..?? menurutku itu malah sangat menunjukkan sekali jika hal itu terpaksa kau lakukan.. Kau Mencintai Myungsoo kan..??” ujarnya panjang lebar menatap sungyeol.. Aku sekarang baru menyadari senyumnya yang dulu seakan berbeda dengan yang sekarang. Karna aku merasa memang sedikit lain setiap melihat senyumnya. dan kata-kata woohyun benar-benar membuatku mencelos.. Benarkah yang dikatakan namja itu.

“Anniya..! Jangan sok tau… kau tidak tau apa-apa tentang aku!!.. jadi jangan bicara seenaknya padaku..!!” ucap sungyeol mengelak atas peryataan woohyun itu..

“Sungyeol-ah, tolong jangan buat aku kecewa mendengar jawabanmu itu.” Pintaku dalam hati.

Namja itu tetap saja memaksa sungyeol untuk menjawab pertanyaanya. Maksudku menjawab pertanyaannya tentang perasaan sungyeol padaku lebih tepatnya.

“Lagu itu.. Lagu yang kau nyanyikan tadi.. Lagu yang kau ciptakan untuknya kan… Lagu untuk Myungsoo kan??!! Keujyo! (Bnar, kan!.)” tanyanya menatap sungyeol tajam sambil memegang erat pundaknya.

“Kau mencintai MYUNGSOO kan??!! Keujyo! ” tanyanya ‘lagi’ menekankan namaku.

“YAA!! Museun soriya? (Ap yg kw bcrakan?.) aku sudah bilang padamu jangan sok tau.. kau itu tidak berhak mencampuri urusanku!! AKU MENCINTAINYA memang apa urusanmu.! Kenapa memaksaku untuk menjawab pertanyaanmu yang sangat sok tau itu sih!! Lepaskan aku!!” balas sungyeol ketus menekankan namaku sambil menatap woohyun tajam dan melepas tangannya dari pundaknya.

Aku langsung berlari meninggalkan taman sebelum sungyeol memergokiku sedang mengupingnya dan woohyun. Aku langsung berlari kearah kelasku secepat mungkin. Setelah sampai dikelas, aku putuskan untuk ijin pulang pada guru dengan alasan kepalaku sedang sakit. Karna memang sebenarnya aku sedang sakit tapi tetap kupaksakan masuk sekolah demi bertemu dengan sungyeol.*nasib orang kasmaran yeah*#di lempar bibir L#*dtendang jauh ma yeol*

****♥****

Sesampainya dirumah, akupun langsung menaiki tangga menuju kekamarku. Didalam kamar aku berlonjak-lonjak senang. Akhirnya sungyeol mengucapkan kata ‘keramat’ itu untukku. Dia juga mencintaiku. Hatiku sangat senang. Thanks woohyun telah tidak dengan sengaja menolongku membongkar perasaan sungyeol untukku. Maafkan aku sungjong, setelah ini aku tidak akan lagi meneruskan hubungan ini denganmu. Karna alasanku menerimamu menjadi kekasihku karna sungyeol tidak mencintaiku. Tapi ternyata aku salah menduganya, dan sekarang semuanya berbeda, ternyata sungyeol juga mencintaiku. Aku akan segera mengungkapkan perasaan ini pada sungyeol.

#####∞♥∞#####

“Mian sungjong-ah, aku tak bisa meneruskan hubungan kita lagi. Aku harap kau segera mendapatkan penggantiku dihatimu. Gumawo telah menemaniku selama ini. Kau adalah adik yang sangat baik. Mianhae , jeongmal mianhae. Jangan salahkan aku atas semua ini, salahkan saja keegoisan appamu itu, yang telah mengorbankan perasaan anaknya sendiri.” Ucapku menatap sungjong dengan pandangan sendu.

“Gwaenchana hyung, aku sudah tau yang sebenarnya. Mian telah memisahkanmu dengan cintamu. Kejarlah dia hyung. Aku akan mendukungmu sepenuhnya. Hwaiting!!” sahutnya tersenyum menatapku.

“Gomawo. Kurasa kau cocok dengan Woohyun. Cobalah mendekatinya. Dan kurasa dia juga menyukaimu.” Ucapku tersenyum padanya.*bisa2 aku dilempar pake wajan ma gyunie umma#piss umma ^^V*

“Kau bisa saja hyung. Baiklah akan kucoba..” dia tersenyum membalas ucapanku.

Masalah sungjong sudah beres, sekarang tinggal masalah pernyataan cintaku pada sungyeol. Besok adalah Hari ujian akhir sekolah (UNAS). Hari kelulusanku dan sungyeol tinggal sebentar lagi. Aku akan mengungkapkan perasaanku padanya. Lebih istimewanya lagi adalah aku akan melamar sungyeol menjadi istriku. Menjadikannya milikku untuk selamanya.

 

Myungsoo Pov End

∞∞∞♥∞∞∞

Yeollie Pov

Sampai sekarang aku masih tidak tau siapa orang yang telah menguping percakapanku dengan Woohyun saat itu. Sudah lewat 6 bulan tapi semuanya masih baik-baik saja. Hubunganku dengan myungsoo tetap berjalan dengan baik, bahkan sangat baik. Karna tiba-tiba saja aku mendapat kabar dari myungsoo jika dia dan sungjong sudah putus. Ini kabar yang sangat baik. Karna peluangku untuk mencintainya tidak ada lagi pesaing sekarang. Jadi mungkin saja orang yang mengupingku itu tidak mengenal myungsoo. Karna bisa saja setelah orang itu membeberkannya ke myungsoo otomatis hubunganku dan myungsoo akan buruk jadinya, bukan malah sebaliknya seperti sekarang ini. Kenapa harus myungsoo yang aku cintai.?? Aku juga tidak tau. Karna selama ini aku hanya mengikuti apa kata hatiku saja.

Tanganku mulai memetik senar pada gitarku untuk menghasilkan nada sederhana untuk mengiringi lantunan lirik yang kunyanyikan ini.

JREENGG~~~

Aku tidak tau~

 

Mengapa harus kamu~

 

Yang menjadi satu-satunya dalam hatiku~

 

Banyak orang yang kutemui~

 

Tetapi harus kau pada akhirnya~

 

Yang ada dihatiku~

 

Cinta~

 

Bukan suatu kebetulan~

 

Cinta~

 

Bisakah menghubungkanmu denganku~

 

Hanya hati yang tau jawabannya~

 

Siapakah yang ada di mimpiku~

 

Kamulah yang telah kutunggu-tunggu~

 

Karena hatiku meminta~

 

Karena hatiku berkata~

 

Ada untukmu selamanya~

 

Karena hatiku~

 

Tidak pernah bimbang~

 

Bahwa kaulah satu-satunya~

 

Tidak banyak alasan~

 

Itu hanya karena hatiku telah memilihmu~

 

By : Sungyeol

 

 

∞∞∞∞∞∞

Semakin dekat saja hari kelulusanku dari Infinite High School ini. Aku rasa tak punya waktu banyak lagi bersama myungsoo. Karna orang tuaku akan mengajakku tinggal dan melanjutkan kuliah ke Perancis. Aku takut tidak dapat bertemu dengan ‘Cinta Pertama’ ku lagi disini. Myungsoo-ah saranghae.

“Lee Sungyeol-ssi, cepatlah temui aku di lapangan.. ada hal penting yang akan kusampaikan padamu.” Seru seseorang dari arah Loudspeaker sekolah. Aku mengenalnya. Ini suara myungsoo. Aku yang merasa disebut namanya oleh myungsoo akhirnya menurut padanya dan segera menuruni tangga dan berlari kearah lapangan sekolah seperti apa yang dia suruh tadi.

“Hosh.hoosh.hosh.. huh. Ada apa  menyuruhku kemari?” aku mendongakkan kepalaku kearahnya dan betapa kagetnya aku melihat semua siswa-siswi disekolahku sudah memenuhi lapangan sekolah. Woaahhh.. ada apa ini, aku sampai tidak sadar jika lapangan ini dipadati oleh para murid satu sekolah. Mungkin tadi aku berlari tidak memperhatikan sekelilingku. Jadi aku tidak begitu melihat mereka yang tiba-tiba memberiku jalan menuju tempat myungsoo saat ini. Tak sengaja aku melihat sungjong dan woohyun di antara kerumunan siswa.

“Kau terlihat lelah sekali.. Ini minumlah dulu.. Kasian sekali kau sampai berlari seperti itu demi aku.” Ujarnya menyodorkan botol minuman kearahku. Aku hanya diam dan meneguk air dalam botol itu sampai habis.

“Yak!! Kau ini sudah membuatku berlari sejauh itu. Memangnya ada apa? Kenapa mereka semua ada disini?”sahutku ketus padanya. Aku sangat takut jika saja myungsoo memanggilku kemari hanya untuk meminta sungjong kembali padanya didepan mataku dan ratusan murid disekolah ini. Ommo.. aku tidak akan sanggup.>.<

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku sangat menyukaimu. Sudah mencintaimu selama 3 tahun ini. Tapi aku tau sekarang, bahwa hal yang seharusnya kulakukan. Dan harus sudah kulakukan dari dulu adalah memberitau kepadamu bahwa Aku  mencintaimu. Aku sangat bodoh harus membuatmu menunggu selama itu. Aku bahkan selalu menyatakan betapa aku mencintaimu dalam sebuah lagu yang kuciptakan untukmu.”

“Nae namjachin-guga doe-eojullaeyo? (maukah jadi pacar ku?). Saranghamnida.. (Aku cinta kamu).”Ungkapnya sangat jelas terdengar dengan indah di telingaku. Apa benar dia menyatakan cintanya padaku. Semua murid yang mendengarkannya hanya bersorak riuh makin membuat suasana semakin ramai untukku.

“Nan Mollayo. (Aku tidak tau.).” aku menjawabnya dan tiba-tiba saja aku memutus ucapanku. Dia hanya menatap terkejut kearahku.

“Yeollie-ah, aku tau jika kau juga mencintaiku. Kenapa kau sekarang hanya berbicara seperti ini padaku.” Ujarnya lirih menatapku. Sorakan semua murid sedikit redup. Aku pun melanjutkan kata-kataku yang sempat kuputus tiba-tiba.

“Nan Mollayo…  Eum..  Bagaimana aku bisa hidup tanpamu .! Jika aku tidak menerima cintamu myungie-ah. Aku bodoh telah jatuh cinta pada namja yang benama Kim Myungsoo. Namja yang mampu membuat aku selalu bahagia disampingnya. Juga mampu membuatku berurai airmata melihatnya bersama namja lain. Jangan buat aku kecewa lagi pada sikapmu selama ini yang seolah –olah tak mencintaiku myungie-ah. Kau membuatku sedikit frustasi tau.!! Aku sangat mencintaimu. Neomu-neomu saranghae.” Sahutku panjang lebar padanya. Dia langsung memelukku dengan erat. Seketika suasana lapangan sekolah menjadi sangat ramai akibat sorak sorai para murid tentang pernyataan cinta myungsoo padaku.

“Ya! Lepaskan aku. Disini banyak orang. Ayo cepat kita segera pergi dari sini.” Seruku padanya yang tetap memelukku dengan erat.

“Uhm.. Ne. Kkaja kita pergi.” Dia melepas pelukannya dari tubuhku dan segera mengengam tanganku. Membawaku pergi dari kerumunan para murid.

Sesampainya di mobilnya, kami segera masuk kemobil dan dia segera menggendarai mobil audi hitamnya keluar melewati arah gerbang sekolah.

“Kita akan kemana yeollie-ah?” tanyanya padaku. Tangannya mengenggam erat tanganku.

“Kkaja kita kerumahku myungie-ah.. Aku kan sudah berjanji padamu jika suatu saat nanti aku akan memberitaumu dimana aku tinggal.” Sahutku menjawab pertanyaannya itu.

“Jinjayo. Dengan senang hati chagi-ah.” Ucapnya membuat pipiku bersemu. Mendengar panggilan baruku setelah resmi menjadi kekasihnya. Romantis ataupun tidak saat dia menyatakan cintanya padaku, tapi aku tetap menikmatinya.

Yeollie End Pov

####♥####

Myungsoo Pov

Aku sampai di tempat yang selama ini sungyeol tinggali, rumah ini tidak seperti apa yang dia ceritakan padaku. Rumah ini sangat jauh dari perkiraanku. Rumah ini sangat mewah dan sangat besar 3x lipat dari rumahku. Jadi karna ini dia tidak memperbolehkanku untuk mengetaui tempatnya tinggal. Aku turun dari mobilku masih dengan wajah yang sedikit kaget dengan apa yang aku lihat. Dia mengandeng tanganku memasuki istananya yang sangat mewah ini. Melewati para maid yang hanya menunduk hormat saat aku dan sungyeol melewati mereka. Sungyeol langsung mengajakku kelantai atas rumahnya. Dan ternyata benar dugaanku. Dia membawaku masuk kekamarnya. Dan kamarnya pun sangat luas dan sangat indah dengan perpaduan Kuning dan Hijau menjadi warna kamarnya.

“Duduklah chagi, jangan menatapku seperti itu.” Mungkin dia merasa sedikit risih saat aku menatapnya dengan lekat. Dia menyuruhku duduk disofa didekat tempat tidurnya.

“Kenapa tidak jujur padaku tentang semua ini. Jadi karna ini kau selalu menolak ajakanku untuk mengantarmu pulang kerumah.” Ucapku pelan padanya. Dia hanya mengangguk mengiyakan.

“Aku hanya ingin kau tau jika aku adalah seorang Lee sungyeol yang sederhana bukanlah Lee sungyeol dari keluarga yang sangat berada. Aku tak  mau didekati banyak orang hanya karna aku berasal dari keluarga kaya. Aku menyembunyikannya darimu karna aku yakin suatu saat kau pasti akan tau dengan sendirinya.” Ceritanya padaku. Dia mendudukkan dirinya disampingku. Setelah tadi sempat menutup dan mengunci pintu kamarnya.

“Aishh.. kau ini.. tentu saja aku mencintaimu sangat tulus tanpa memandang statusmu chagi.” Ucapku mendekatkan wajahku kearahnya. Merekatkan hidungku tepat dihidungnya yang mancung. Memandang wajahnya mulai dari matanya yang indah, mengecupnya perlahan, dan meneruskan mencium kedua pipinya, mengesekkan hidungku kearah hidungnya. Merambat menuruni dagunya. Lebih tepatnya kearah dimana bibirnya singgah. Menciumnya perlahan. Seperti apa yang sudah aku lakukan sebelumnya. Lebih tepatnya kejadian yang tak dia ketaui. Saat itu aku menciumnya diam-diam. Aku menciumnya pelan dan sedikit melumatnya. Melumatnya dan sedikit mendorong lidahku memasuki mulutnya. Mengajaknya bertukar saliva melalui ciuman kami yang disebut battle tongue. Aku semakin mempererat pelukanku pada pinggang rampingnya itu. Dan tangannya yang semakin mengalung indah dileherku. Menarik tengkukku untuk memperdalam ciuman ini. Ciuman ini bertahan cukup lama dan semakin membuatku panas dibuatnya. Setelah berciuman cukup lama aku dan yeollie langsung menghirup udara banyak-banyak akibat ciuman panas tadi.

Sambil mengusap pipinya, aku berbisik ditelinganya “I love you nae sungyeol, i want you more..” menjilat tengkuknya.

*scene NC aku ambil dri ff Ncku seblumxdan sedikit aku ubah*

Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, seketika wajahku memanas saat aku mulai mendekatkan ‘lagi’ wajahku kearah yeollie, jarak wajah kami tidak ada sampai sejengkal, sungguh dekat sekali hingga aku bisa merasakan deru nafasnya menerpa wajahku, aku mendekatkan diriku lagi dan agak memiringkan kepalaku, dan kini puncak hidungku sudah menyentuh pipinya, spontan aku menutup kedua mataku dan dengan perlahan bibirku sudah menyentuh bibir manisnya, menciumnya dengan lembut dan lama, hingga aku mencoba untuk menerobos mulutnya dan menjelajahi mulutnya, lalu aku mencoba bermain dengan lidahnya, menghisap dan sedikit menggigit lidahnya,   dia pun membalas ciumanku dengan lembut dan saat ini lidahku sedang beradu dengan lidahnya, memainkan lidah kami berdua didalam mulutnya, bertukar saliva, menghisap dan melumat bibirnya dengan lembut lalu aku memperdalam ciuman kami dengan cara memegang tengkuknya, dan menciumnya sangat lama.

*^*^*^*^*^*^

Author’s PoV

Sampai akhirnya *skipp*

*maunya lanjut ato d skipp ne, aq sbnernya blm siap bkinnya tapi dcoba deh, mudah2an bagus n hot#plakk#* lanjut..

Myungsoo mengarahkan tangannya masuk kedalam kaos sungyeol dan menanggalkan pakaiannya, Myungsoo pun sedikit melepas ciumannya dan beralih keleher jenjang sungyeol ia menghisap titik sensitifnya sehingga meninggalkan bekas merah keunguan disana*warnanya kyg gtu kan*. Ia melihat bekas yang ia berikan pada sungyeol dan tersenyum bangga, kau adalah milikku, pikirnya. Secara sengaja sungyeol menggerakkan tubuhnya mendekat dengan myungsoo sehingga ia bisa merasakan junior mereka bersentuhan, mereka mendesah bersamaan. Ahhhh… mereka mulai menanggalkan pakaian masing-masing, dengan gerakan cepat myungsoo membantu sungyeol melepas celana sekolahnya dan boxer kuning yang berbalut indah ditubuhnya kemudian langsung melepas cd yang tersisa ditubuh sungyeol, sungyeol pun dengan sebaliknya yang dilakukan myungsoo padanya, ia pun melucuti boxer hijau yang dikenakan myungsoo, dengan cepat myungsoo memposisikan dirinya berada dibawah sungyeol, sungyeol menyengir lebar. Matanya menatap myungsoo manja.

Perlahan dengan pasti mereka berciuman lagi, bibir myungsoo langsung turun sambil mencium leher sungyeol, menambah koleksi tanda merah keunguan di leher jenjang sungyeol untuk memberi tanda bahwa sungyeol hanyalah miliknya dan lanjut bermain di nipple merah muda sungyeol, membuat sungyeol mendesah dan mencengkram rambut cepak myungsoo, myungsoo terus melanjutkan belaiannya dan turun mencium dan memberi tanda diperut sungyeol, mengusap-usap dan membelai lembut paha putih sungyeol dan juga memberi tanda yang sama dibagian paha mulus sungyeol, kemudian tangan myungsoo beralih meraih junior sungyeol, tanpa aba-aba langsung menggenggam erat junior sungyeol, sedikit memberi pijatan pada juniornya, meremas dan memasukkannya kedalam mulutnya, myungsoo memasukkan junior sungyeol kedalam mulutnya dan memberikan sensasi pada junior sungyeol, tangan kirinya sedikit meremas batang junior sungyeol, lalu tangan kanannya meremas bagian belakang ( ? ) sungyeol dengan sangat lembut yang menghasilkan desahan bertubi-tubi dari bibir manis sungyeol, yang membuat myungsoo semakin bersemangat, sungyeol menelan ludah, matanya terpejam erat menerima sentuhan lembut dari myungsoo.

“A-aahh..s-stop myungie-ahh …aa-akku mau kelluarr myungiee-ahh!”, teriak sungyeol, mencapai puncaknya, myungsoo menatap sungyeol lalu tersenyum dan mempercepat gerakannya.

“Croootttt” cairan manis sungyeol keluar dan memenuhi mulut myungsoo, dengan lahap myungsoo pun menelan semuanya, membuat desahan sungyeol semakin bergema dan sangat mengodanya.

“Sekarang gantian aku yeobo, aku ingin memakanmu” ujar sungyeol menyeringai menatap myungsoo yang sekarang sudah ada dibawahnya, mungkin memang bermain di atas sofa tidak begitu leluasa, tapi ini mengasyikkan sekali.

“Ahhhhh… ppali yeollie-ahh.. iya begitu.. terus yeollie-ahh..” racau myungsoo yang sedang dimanjakan oleh sungyeol.

“Aaaakhh.. chagiii….” teriak myungsoo karna sungyeol sedikit mengigit junior myungsoo.

“Mianhae yeobo” cengir sungyeol lalu melanjutkan permainannya pada junior myungsoo, junior myungsoo sangat besar dan panjang (?) lebih dari junior sungyeol, membuat sungyeol semakin bernafsu memuaskan myungsoo. Dengan cepat sungyeol memaju mundurkan kepalanya untuk menikmati junior myungsoo, tak lama kemudian myungsoo pun mencapai klimaksnya dan menyemburkan cairan manisnya didalam mulut sungyeol, membuat sungyeol kewalahan menelan semua cairannya dan mengakibatkan sungyeol sedikit tersedak karnanya.

Sungyeol memanyunkan bibirnya dan berkata pada myungsoo “Yeobo, kau ini!aku tersedak tau!.” marah sungyeol melepas junior myungsoo.

Myungsoo pun langsung beranjak dari posisinya dan langsung memeluk sungyeol dan melumat bibir sungyeol, hal ini membuat sungyeol langsung membalas ciuman myungsoo dengan ganas. *kekeke#plakk* myungsoo langsung mengangkat tubuh sungyeol dan menggendong tubuh sungyeol dengan bridal style lalu berjalan kearah ranjang kamar sungyeol tanpa melepas ciumannya, sesampainya diranjang sungyeol, myungsoo menidurkan sungyeol diatas ranjang king size milik sungyeol, dan memposisikan tubuhnya diatas sungyeol. Tanpa aba-aba lagi tangan myungsoo memasuki bagian belakang (?) sungyeol, membuat sungyeol sedikit berteriak kesakitan.

“AAAKKHH!”, sungyeol berteriak, ia terkejut, jari myungsoo sudah masuk ke lubang perawannya.#plakk#

“I wanna preparing you baby~..relax… mianhae, tunggu sebentar”, kata myungsoo lalu beranjak turun dari ranjang dan membuka tas sekolah miliknya mengambil lotion*ato semacamnya gitu, author kurang ngerti* myungsoo langsung berbalik menaiki ranjang dan menatap sungyeol dengan lembut.

“Aku akan menggunakan ini sebagai pelumas agar kau tidak merasa sakit chagi.” ujar myungsoo sambil mengoleskan lotion ke tangan kanannya dan lubang perawan sungyeol#plakk# myungsoo pun kembali memasukkan jarinya, membuat sungyeol sedikit berteriak lagi namun sedikit tertahan karena sentuhan myungsoo pada juniornya, myungsoo sedikit dapat bernafas lega, karna ini yang pertama bagi mereka, pastinya sungyeol akan merasakan sakitnya, myungsoo menambahkan jari yang lain dan menggerakkannya seirama, myungsoo mencium puncak kepala sungyeol untuk lebih tenang dan nyaman, perlahan sungyeol menegakkan tubuhnya.

“Chagi, kau sudah siap?”, tanya myungsoo, sungyeol mengangguk, myungsoo langsung mengeluarkan jarinya dan mengoleskan lotion pada juniornya dan langsung mengarahkannya masuk kedalam lubang perawan milik sungyeol, myungsoo memasukkan juniornya perlahan, sungyeol terlihat mendesis kesakitan, menggigit bibir bawahnya.

“AAAAKKHH… M-YUNGSOOO…”, sungyeol mencengkram seprainya setelah junior myungsoo masuk sepenuhnya kedalam tubuhnya dan sedikit mengeluarkan airmatanya. Dari arah lubang perawan sungyeol sedikit mengalir darah, membuat myungsoo sedikit menghentikan gerakannya dan membelai tubuh sungyeol untuk lebih relax.

“Chagi, apa masih terasa sangat sakit? Jika masih, aku akan mengeluarkannya saja …”, myungsoo berusaha mengeluarkan juniornya dari lubang perawan sungyeol, namun sungyeol menarik tubuh myungsoo untuk melanjutkannya  lagi.

“Anni, lanjutkan saja, nanti pasti tidak sakit lagi”, seru sungyeol, ia berusaha menegakkan tubuhnya, meraih tangan myungsoo untuk membelainya, dan dengan perlahan myungsoo menggerakkan tubuhnya memasukkan dan mengeluarkan juniornya, myungsoo memperhatikan wajah sungyeol yang meringis kesakitan, namun ia juga tidak bisa diam saja, ia juga membantu sungyeol untuk mengurangi rasa sakitnya dengan menggerakkan pinggulnya seirama. Perlahan tapi pasti tubuh sungyeol mulai relax dan hanya desahan yang bergema keluar dari mulut sungyeol, tangan myungsoo meneruskan bermain di junior sungyeol, membuat sungyeol merasa terbang melayang.

“Yeollie-ahh … nikmaat seekaaliii milikmuuu..”, desis myungsoo, sungyeol hanya tersenyum manis.

“A-aahhh … aaakuu…keluuarrr..myungiee.. AHHHHH…ahhh..ahh…”, sungyeol mendesah kencang, dan ia mencapai klimaks sehingga cairannya membasahi perut myungsoo, tidak lama kemudian myungsoo menyusulnya mencapai klimaks AAAHhhhh.. dan mengeluarkan cairannya ke dalam tubuh sungyeol.

“Hmm…nikmat sekalii sungyeol-ah”, puji myungsoo seraya mencium bibirnya, sungyeol hanya tersenyum dan langsung membalas mencium myungsoo.

“Kau juga yeobo…”, bisik sungyeol pada myungsoo, myungsoo tumbang disamping sungyeol, dan segera mengeluarkan juniornya yang membuat sungyeol sedikit meringis kesakitan, sedikit cairan myungsoo keluar bersamaan dengan darah perawan(?) sungyeol, myungsoo langsung memeluknya dengan erat dan perlahan, karena ia tahu badan sungyeol pasti sakit semua karna apa yang baru saja dia lakukan.

“I love you … nae myungsoo…kau sangat hebat”, puji sungyeol, myungsoo menggelengkan kepala.

“I Love you too… kau juga sangat nikmat sekali…”, puji myungsoo. Sungyeol tersenyum dan memukul dada bidang myungsoo.

“Tidurlah yeollie-ah, kau pasti sangat lelah.” ujar myungsoo sambil menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua.

“Saranghae baby…”, bisik myungsoo mencium bibir sungyeol, dan mereka terlelap dalam tidurnya.

Keesokan hari^^

Tubuh sungyeol dan myungsoo yang masih berbalut selimut dan masih memejamkan  matanya sampai cahaya yang begitu menyilaukan menerpa wajah sungyeol dan membuatnya sedikit membuka matanya, dan berbalik menghadap arah belakang dan melihat posisi nyaman myungsoo saat tertidur sambil memeluk pinggangnya dengan erat, memberi kecupan manis dibibir myungsoo yang membuat badan myungsoo menggeliat kecil dan sedikit membuka mata bulatnya “Morning chagi, apa tidurmu semalam nyenyak?” ucap myungsoo langsung mencium bibir sungyeol.

“Ne. Sangat nyenyak sekali saat kau peluk yeobo, aku mau mandi dulu yeobo, badanku sangat lengket sekali.” seru sungyeol langsung beranjak dari ranjang dengan tubuh telanjangnya yang membuat myungsoo sedikit tergoda, namun pada saat sungyeol akan melangkahkan kakinya untuk berjalan menuju kamar mandi tiba-tiba dia meringis kesakitan “Aaakkkhhh…” sambil memegang tubuh bagian belakangnya(?) dan seketika membuat myungsoo menghampirinya, “Wae chagi?” tanya myungsoo sedikit panik. Sungyeol menatap myungsoo sambil berkata “Aakkkhhh..appoo yeoboo..” membuat myungsoo tertawa kecil dan langsung menggendong tubuh ramping sungyeol kedalam kamar mandi, myungsoo memutuskan untuk mandi bersama sungyeol, myungsoo menyabuni tubuh sungyeol dengan lembut dan sedikit bermain dengan junior sungyeol, yang membuat sungyeol sedikit mendesah karna tindakan myungsoo ini, akhirnya sungyeol pun membalas mencium myungsoo dan…. TIITT.. *Ncx lanjutin ndri ya..wkwkwk#saya ga kuat ngetiknya#antara deg2an ma kepanasan ndri#plakk* setelah selesai bermain-main didalam kamar mandi tadi, akhirnya myungsoo dan sungyeol keluar dari kamar mandi berbalut handuk menutupi tubuh mereka, setelah berpakaian mereka memutuskan untuk sarapan bersama.

Sungyeol menyuruh maidnya untuk membawakan sarapan mereka kekamar, dia berbicara melalui telepon kamarnya, karna kondisi sungyeol yang sedikit susah berjalan myungsoo mengajak sungyeol untuk duduk disofa kamar sungyeol saja.

Pintu kamar sungyeol di ketuk oleh main yang membawakan sarapan kami. Aku beranjak kearah pintu untuk mengambil alih membawa nampan itu masuk kekamar. Langsng saja para maid kembali pada pekerjaannya.

Myungsoo menaruh nampan di meja. Dan menyerahkan sarapan milik sungyeol, sambil menikmati sarapan mereka berdua. Setelah selesai sarapan, sungyeol baru sadar dan nampak kaget melihat pakaian mereka berserakan dilantai dekat sofa, dan membuatnya bersemu mengingat apa yang tadi malam dan pagi ini mereka lakukan, sedikit menbersihkan pakaian mereka dan menaruhnya di keranjang baju kotor, sekarang sungyeol sedang memakai kaos yang nampak kebesaran ditubuh rampingnya dan memakai celana pendek miliknya, sungyeol dan myungsoo sedikit berbincang .

“Chagi-ah, sabtu besok kerumahku ne. Umma dan Appa ingin bertemu denganmu.” Ajakku padanya.

“Sippo ^^” balasnya tersenyum.

####∞∞♥∞∞####

“Umma, Appa, aku ingin menikahi sungyeol dan aku ingin menjadikan dia ibu dari anak-anakku kelak. Kami meminta restu pada kalian.” Ujar myungsoo pada umma dan appanya. Membuat sungyeol sedikit terkejut dengan ucapannya tadi.

“Tentu saja kami akan merestui kalian untuk menikah. Apa kalian ingin dinikahkan secepatnya.” Tuan Kim balik bertanya pada myungsoo dan sungyeol. Membuat pipi sungyeol merona merah.

“Secepatnya juga boleh appa.” Tanya myungsoo membuat sungyeol mengerutkan keningnya.

“Tentu saja boleh. Aku akan memberitau kedua orang tua sungyeol kalo begitu.” Ucap tuan kim girang menatap istrinya yang hanya mengangguk senang.

“Gumawo appa, umma. Oya aku dan sungyeol kekamar dulu ne.” Sahut myungsoo menarik sungyeol pergi dari ruang keluarga di kediaman keluarga Kim menuju kekamarnya.

Sesampainya dikamarnya, myungsoo langsung menutup serta mengunci pintu kamarnya dan sungyeol langsung membaringkan badannya di ranjang myungsoo.  Disaat sungyeol memejamkan matanya, dia tak menyadari jika myungsoo menatapnya sangat lekat dan mulai  menaikkan tubuhnya diatas tubuh ramping sungyeol, bibir tipis myungsoo langsung mencium bibir manis warna pink milik sungyeol, menjilat, mengulum dan sedikit mengigit, sungyeol pun tak tinggal diam, dia sudah membuka mulutnya untuk memberi ruang untuk myungsoo bermain didalam mulutnya, mereka bertukar saliva, saling mengulum satu sama lain, sungyeol menarik tengkuk myungsoo semakin dekat kearahnya dengan tangan kirinya dan tangan kanannya membelai lembut rambut myungsoo, merasakan sensasi lidah myungsoo yang bermain didalam mulutnya, perutnya serasa tergelitik dengan perlakuan myungsoo ini, detik kemudian myungsoo langsung menindih tubuh sungyeol yang ada dibawahnya, myungsoo masih mencium sungyeol dengan lembut dan penuh cinta, hal ini yang membuat sungyeol sangat mencintai myungsoo, selain namjanya ini tampan, dia adalah orang yang sangat baik dan tipe orang yang sangat lembut dan sangat setia padanya, myungsoo  berbisik ditelinga sungyeol membuat sungyeol tersipu malu ”Yeollie-ah, Selamanya aku akan mencintaimu, Akan selalu aku berikan cintaku padamu seutuhnya, Setulus hatiku Sepenuh jiwaku hanya untukmu sayang, Setelah lulus nanti aku akan langsung menikahimu, Aku akan membuat hari-harimu bahagia chagi, Karna satu cintaku hanya untukmu seorang, Hanya untuk Lee Sungyeol.” setelahnya myungsoo terus melanjutkan permainannya bersama sungyeol.

“YA! MYUNGSSOOO….AAAAAKKKHHHHH…… SAAAKKIIIIITTTTT!!” teriak sungyeol membahana diseluruh penjuru kamar myungsoo.

THE END ^^

Yuhuy… udah THE END… puanjanng bgt kan kayag kereta yang ga nyampe-nyampe.. hahaha.. mian kalo rada membosankan.. habis tangan pengen ngetik mulu. Hehehe.. ada yang mau sequel mereka yang nikah dan punya baby ga*evil smirk* kalo mau komen ea.. ntar saya buatin sequelnya. Dan lagi-lagi pasti ada aja Ncnya.. hehehehe *evil smile*  sippo.. gumawo.. Annnyeoooong^^

One response

  1. YeolHo_Wife

    wowww daebak krendd bgd cerita.a andai infinite bwt film singkat dri ff ini pasti bkal sru bgd!!
    lanjut dong chingu pas myungyeol nikah n punya baby😀 ditunggu ya sequel.a ^^

    20 Maret 2012 pukul 06:24

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s