fanfiction for our soul

Ku ingin kau tau//MyungYeol Ver.


 

 

Title : Ku ingin kau tau

 

Author : Queenloveminho aka Hyo

 

Genre : Romance and cri tw ndri ea^^

 

Rating : PG-15

 

Length : Oneshoot

 

Cast :

 

Lee Sungyeol ( Yeol )

 

Kim Myungsoo ( L )

 

Other Cast :

 

Nam Woohyun ( Woohyun )

 

Lee Howon ( Hoya )

 

Kim Sunggyu ( Gyu ) *nyempil dkit*

 

Jang Dongwoo ( Dongwoo )

 

WARNING!! YAOI, Shoneun-ai, Boys love, BoysXBoys, typo, gaje.. GA SUKA JGN DBCA Say.. DILARANG BASHING karna ga cocok ma COUPLE nya.. Harus tinggalkan KOMEN ok ^^

 

Disclaimer : Cast and other cast milik aku.. hehehe.. murni hasil imajinasiku loh.. jangan di Copas tanpa ijin.. Hargailah aku berkarya.. jangan lupa habis Read Coment n juga Like ea….. hehehehe😀

 

NB: Ini FF oneshoot aku, Ada lirik lagu favoritku yg aq masukin ke ceritanya.. *So sad bgt lgux bwt aq#gtw klo bwt reader* aq lagi demen bgt MyungYeol couple^^ FFnya juga pernah aku publish d WP aq (http://queenloveminho.wordpress.com/ dan Hanaee Fanfic dengan versi couple BB laen.

 

Disini L itu lebih tua 1 tahun dari Sungyeol,, juga Woohyun, Sunggyu, Dongwoo, Hoya yang masih anak SMA disini seumuran ma Sungyeol. Semoga sukses ini Fanfic saya dengan Couple Baru yaitu MYUNGYEOL COUPLE^^❤

 

 

 

 

***^_^_^_Happy Reading_^_^_^****

 

 

Yeollie’s PoV

 

“Ya! Hoya-ah, jangan mengodaku.. #pletakk# ini hadiah untukmu..” marahku padanya sambil menghadiahkan sebuah jitakan keras tepat dikepalanya.

 

Sambil mengusap-usap kepalanya dia mengomel “Huh, kenapa kau selalu memukul kepalaku sih, memang salah jika aku berkata seperti itu padamu, kau ini namja babo sih.. dasar!” ucapnya menoyor pelan kepalaku.

 

“Yak! Beraninya kau padaku, salah sendiri kau punya mulut tapi tidak bisa diam.. selalu saja mengejekku karna hal itu..” ujarku kesal menatapnya.

 

Sambil terkekeh dia mencibir “Dasar namja.. menyukai namja saja tidak mau mengakuinya, malah sekarang kesal sendiri karna namjanya sudah memiliki kekasih.. kau memang bodoh, lelet sekali sih.. akhirnya kau didahului namja lain.. kasian kasian *ala upin ipin#kok tw ya si hoya# abaikan saja* kalo sudah begini kau sendiri yang menyesal kan..”

 

“Sudah cukup!! jangan menceramahiku seperti itu donk, telingaku jadi panas mendengarnya.” teriakku menatap tajam kearahnya.

 

“Lebih baik kau jadian saja denganku, daripada kau terus memandangnya yang tak pernah memandangmu, apa kau tidak lelah terus mencintainya diam-diam seperti ini, aku saja lelah setiap hari terus melihatmu yang hanya bisa memandangnya saja dari kejauhan.” sahutnya padaku.

 

“Huh.. Semudah itukah kau mengatakan itu semua padaku, sepertinya otakmu harus di restart ulang agar kau tidak melantur seperti ini, kau kan sudah mempunyai Dongwoo, apa kau tidak mengingatnya, itu urusanku jika aku bersikap seperti itu, tak usah mempermasalahkan hal itu lagi.” sungutku kesal.

 

“Aisshh.. tentu saja aku selalu mengingatnya, tidak mungkin aku melupakan namjachingu ku sendiri, walaupun kau sangat imut dan juga cantik menurutku, hajiman (Tetapi) penampilanmu sedikit cupu dan kau juga babo tentang perasaanmu itu, kenapa tidak di ungkapkan saja sih, kenapa repot-repot tetap menyimpannya sendiri..” gerutunya panjang lebar padaku.

 

“Sudahlah. Jika waktunya sudah tepat, pasti aku akan menyatakan perasaanku padanya, kau tak perlu khawatir padaku, gumawo Hoya-ah, kau sahabatku satu-satunya yang paling mengerti aku, pulanglah, aku ingin sendirian sekarang.” balasku padanya.

 

Kulihat dia menghela nafasnya sejenak “Baiklah jika itu maumu, aku juga tidak bisa memaksamu, aku hanya ingin kau segera menemukan kebahagiaanmu, aku pamit pulang. Bye.” setelah membelai lembut kepalaku dia langsung menghilang dibalik pintu kamarku.

 

“Hati-hati.” ucapku walau mungkin tidak terdengar jelas olehnya.

 

Sekarang disinilah aku, sendirian memikirkan semua yang Hoya katakan padaku, aku memang namja babo, yeah namja babo… huh.. ini karna aku tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan perasaanku pada Woohyun. Yeah.. Woohyun adalah namja yang aku cintai selama 3 tahun ini, aku hanya bisa memandangnya saja tanpa menyatakan perasaan yang aku miliki untuknya, aku memang menyesal karna tidak secepatnya mengungkapkan cintaku padanya, sampai akhirnya dia sekarang telah menerima namja yang bernama Kim Sunggyu itu sebagai namjachingu nya, Hmmm.. Kim Sunggyu adalah namja yang mengejar-ngejarnya selama beberapa bulan terakhir ini, rasanya memang sangat menyakitkan menerima kenyataan pahit ini, tapi aku pun tak bisa melabraknya karna aku bukan siapa-siapa Woohyun, mungkin yang dia tau aku hanyalah seorang namja yang berpenampilan cupu dan si kutu buku, dia tidak pernah memandangku, hanya aku saja yang dengan setia selalu menatapnya dari kejauhan tanpa berani mendekatinya, begitu sangat beruntung Sunggyu itu menjadi kekasihnya, mungkinkah aku bisa menyatakan perasaanku padanya? Aku juga tidak bisa selamanya memendam cinta ini untuknya, karna ini juga akan sangat menyakitkan untukku, semoga saja aku bisa melakukannya.

 

************^_^_^_^_^_^_^***************

 

 

Hoya’s PoV

 

Aku tidak habis pikir kenapa Yeollie bodoh sekali mencintai namja yang bernama Woohyun itu selama 3 tahun ini tanpa menyatakan perasaannya itu, apa hebatnya namja itu, Yeollie selalu saja memandang kearah namja itu, mencintai namja itu secara diam-diam padahal namja itu saja tidak pernah sekalipun memandangnya, aku selalu saja dengan sengaja terus-menerus mengodanya karna kebodohannya itu, aku ingin dia segera sadar dan menemukan kebahagiaannya tanpa harus terus memendam cintanya pada Woohyun, Huhh.. namja itu kini juga sudah memiliki kekasih, benar-benar memprihatinkan sekali nasib cinta Yeollie, tidak seperti nasib cintaku bersama Dongwoo namjaku yang selalu dihiasi kebahagiaan, walau aku sudah mempunyai kekasih, aku tetap selalu memperhatikan Yeollie sahabatku, dan berusaha menasehatinya agar tidak perlu repot-repot mencintai namja bernama Woohyun itu, tapi selalu berakhir seperti ini, iya dia selalu menyuruhku untuk meninggalkannya sendiri dulu, aku berpikir sebenarnya dia mendengarkan ucapanku selama ini atau tidak sih, kenapa dia tetap saja memendam cintanya yang sia-sia itu pada namja yang bernama Woohyun itu.

 

“Ommooo!! Aku jadi telat nih.. aigoooo.. bisa mati akuu!! aku harus menjemput dia sekarang, jika tidak namja itu pasti akan melemparku ke segitiga bermuda.” gerutuku sendiri.

 

Setelah dua jam kemudian akupun sampai ke bandara internasional incheon, dan mengarahkan pandanganku keseluruh penjuru bandara yang nampak ramai ini “aissshhh… dimana sih dia, apa dia sudah pulang sendiri karna terlalu lama menungguku.” gerutuku sedikit kesal menoleh kesana kemari tapi tetap tak terlihat wajahnya itu.

 

“Ya!! Kau ini lama sekali sih! Aku sudah 6 jam menunggumu disini tau!! Kau kemana saja daritadi tidak datang-datang juga untuk menjemputku.. Hahh.” bentaknya menoyor kepalaku keras.

 

“Huh. Appoyo hyung, mianhae hyung.” erangku mengusap-usap kepalaku sambil meminta maaf padanya.

 

“Huh. Aku selalu saja menerima hadiah yang menyakitkan dikepalaku ini, padahal tadi kepalaku sudah sakit karna dijitak dengan keras oleh Yeollie sekarang kau juga ikut-ikutan hyung.” sungutku kesal dan tidak terrima pada namja yang kupanggil hyung ini.

 

“Salah sendiri, kau yang memulainya tau, rasakan saja jika begitu, Heii.. apa hubungannya aku ikut-ikutan dengan siapa yang kau bilang tadi itu?? Memangnya karna apa dia menjitakmu?? ” tanyanya penasaran.

 

“Namanya Yeollie, dia itu sahabatku, sudah-sudah aku tidak mau panjang lebar bercerita padamu..” putusku padanya.

 

“Ya sudah kalo begitu, sekarang kau angkat semua koper-koperku dan bawa masuk kemobil, ppalii..” suruhnya padaku.

 

“Huh.. Menyusahkan saja kau ini hyung, memangnya berapa lama kau akan tinggal di Korea? Banyak sekali sih barang-barangmu ini.” sahutku sebal.

 

“Mungkin saja selamanya, menurutku lebih enak tinggal di Korea daripada tinggal di Perancis, lagian umma dan appaku juga tidak mempermasalahkannya, karna mereka menitipkan aku pada kedua orangtuamu selama aku disini, dan kau… apa kau keberatan jika aku tinggal menetap di Korea? Apalagi aku tinggal bersama keluargamu disini.” balasnya sambil mengarahkan tangannya kearahku.

 

Sambil mengemudikan mobil aku menjawab “Aku tentu saja senang jika kau disini hyung, lagian juga ide yang bagus jika kau menetap di Korea, kau akan kuliah disini kan hyung?” tanyaku singkat.

 

“Ne. lihat saja nanti, bagaimana dengan sekolahmu disini, apa kau sudah mempunyai kekasih disini?” katanya singkat.

 

“Baik-baik saja hyung, Kalo aku pastinya sudah punya hyung, namanya Jang Dongwoo, kami berpacaran sudah cukup lama, bagaimana dengan kau sendiri hyung, apa disana kau tidak mempunyai kekasih?” tanyaku ingin tau.

 

“Anni. Aku ingin mencari di Korea saja, aku tidak terlalu berminat mencari kekasih di Perancis.” ucapnya singkat seraya menyunggingkan senyuman khasnya.

 

3 jam kemudian kami sampai dirumah, karna jalanan tadi sedikit macet, jadi kami sampai agak malam dirumah.

 

“Umma, aku pulang..” ujarku singkat memasuki rumah bersama dengan hyungku, agak kerepotan karna barang-barangnya berat sekali. Huh.. Menyusahkan..!!

 

“Aigooo, putra kecilku telah datang, kau sekarang sangat tampan sekali nak.. iyakan appa?” ujar umma mengusap kepala hyungku.

 

“Ne. Dia sekarang sudah menjadi namja dewasa yang sangat tampan. Sangat menawan sekali.” ujar appa mengiyakan kata-kata umma.

 

“Huh. Selalu saja aku dilupakan jika L hyung datang ke Korea, aku merasa menjadi anak angkat saja disini, sebenarnya anak umma dan appa itu aku atau dia sih, lagian juga aku tidak kalah tampannya dengan L hyung, malah aku jauh lebih tampan darinya.” rajukku pada mereka.

 

“Kau ini tidak tampan chagi, tapi kau ini sangat manis dan cantik.” seru umma sambil terkekeh.

 

“Aiishh, anak appa ini, pada kakak sepupu sendiri saja sudah iri, kami kan sudah lama tidak bertemu dengan L, jelas saja kami rindu sekali padanya yang sudah kami anggap seperti anak kami sendiri, sudah-sudah sana antar L kekamarnya, dan biarkan dia istirahat sekarang.” terang appa padaku.

 

“Ne appa, kkaja hyung.” ucapku pada appa dan langsung mengantar L  hyung menuju kamarnya.

 

 

**

 

 

“Selamat datang ke kamarmu hyung, kamar ini selalu dibersihkan umma, walau kau tidak sering ada disini, sekarang istirahatlah, aku juga sudah capek” ucapku berlalu meninggalkannya.

 

“Gumawo Hoya-ah, besok akan kuantar jemput kau kesekolah sebagai gantinya, otthe?” ucapnya menahanku.

 

“Ne, cheonmaneyo hyung. Memangnya kau bisa bangun lebih pagi dariku, aku malah takut jika aku akan terlambat untuk menunggumu bangun dari tidur nyenyakmu hyung..” kekehku pelan padanya.

 

“Lihat saja besok Hoya-ah, kau pasti akan kaget karna aku sudah bangun duluan sebelum kau.” balasnya menatapku tajam.

 

“Ya sudahlah, aku mau tidur.” ucapku benar-benar berlalu meninggalkannya sendiri dikamarnya.

 

Dia adalah kakak sepupuku, anak dari bibi yuri adik perempuan appa, namanya Kim Myungsoo tapi kami lebih sering memanggilnya dengan nama L, namja berwajah kyeopta yang jago basket, bertubuh lebih tinggi dariku.

 

**************^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_***********

 

 

Yeollie’s PoV

 

Ku ingin kau tau..

didalam hatiku telah lama tersimpan rasa cinta untukmu..

walau kau takkan pernah tau..

masihkah mungkin hatimu kan jadi milikku..

akankah kau mengerti perasaanku padamu..

walaupun kau takkan pernah tau..

mengertilah cinta ini tlah lama kupendam..

hanyalah kepadamu..

didalam hatiku..

haruskah ku ucapkan..

kata hati ini padamu..

atau hanya bermimpi hatimu untukku..

 

angin malam sampaikan..

kepada dirinya..

kuhanya bermimpi yang mendambakanmu..

 

Saranghaeyo Woohyun  <3

 

kuhapus air mataku setelah selesai menulis ungkapan hatiku padanya di dalam buku diary ku, iya benar jika selama ini aku hanya mengungkapkan betapa diriku mencintainya didalam diary ini, dia adalah cinta pertama untukku, apakah aku harus berubah agar dia memandangku, pagi ini seperti biasanya aku selalu menulis diary dulu sebelum berangkat kesekolah walau pada akhirnya air mataku selalu jatuh tanpa aku perintahkan, aku berjalan mendekat pada kaca besar dikamarku, memandang wajahku sendiri dan bergumam “Sepertinya kata-kata Dongwoo ada benarnya juga, baiklah lebih baik aku sedikit merubah penampilanku” aku melepaskan kacamata super tebalku, dan aku menganti kacamataku itu dengan softlens yang diberikan Dongwoo padaku. Hmm.. nampak berbeda saat tak menggunakan kacamata tebal ini, tapi lebih baik aku tak menggunakannya saja, kemudian aku pun sedikit memoles wajahku dengan pelembab wajah dan menyisir rambut blondeku ini yang selalu terlihat culun agar terlihat lebih imut*gyahahaha narsisnya*, akupun langsung keluar dari kamarku dan turun kebawah menuju meja makan.

 

“Pagi, umma, appa..” ucapku sambil mencium pipi umma dan appa secara bergantian.

 

“Pagi princess, kau sangat cantik hari ini, sepertinya ada yang beda darimu pagi ini, tapi apa ya..” ujar appa menatapku.

 

“Wah.. anak umma sangat cantik tanpa memakai kacamata tebal itu, neomu yeppeo chagi, darimana kau mendapatkan ide memakai softlens , karna waktu itu saja kau umma suruh untuk mengganti kacamata tebalmu dengan softlens tapi kau malah menolaknya.” sahut umma menatapku.

 

“Aku ingin sedikit merubah penampilanku umma, aku tidak mau terlihat selalu cupu..hehehe.. Dongwoo  yang memberikan softlens ini untukku.” jawabku pada umma.

 

“Baiklah aku berangkat dulu umma, appa, kasihan Choi ahjusshi yang menungguku daritadi didalam mobil.” pamitku mengigit rotiku, dan menyeruput susu buatan umma.

 

“Kkaja pak Choi, kita langsung saja berangkat kesekolah.” ujarku pada pak Choi sambil tersenyum.

 

“Tuan muda, hari ini anda sangat cantik sekali, saya senang sekali anda sudah tidak menggunakan kacamata itu lagi, lebih baik anda selalu tampil seperti ini.” ujarnya jujur padaku, aku hanya menanggapi dengan senyum menawanku saja.

 

Tak perlu kaget jika semuanya berkata aku cantik, karna ini kelebihanku, aku diberi wajah yang lebih cantik dari semua yeoja, tapi sayangnya aku dulu sedikit culun dan menurutku panggilan princess tampaknya lumayan juga..hehehe*kagak ada yg lucu oppa*.

 

Tak lama kemudian aku pun sampai didepan gerbang sekolah, waktu aku akan masuk ke dalam sekolah, ada yang memanggilku dari arah dalam mobil “Yeollie-ah.” akupun menoleh kearah orang yang memanggilku, ternyata yang memanggilku adalah Hoya.

 

“Eh, kau sudah sampai Hoya-ah, tumben sekali kau diantar, biasanya kau kan membawa mobil sendiri.” tanyaku padanya.

 

“Ne, hyungku hari ini sudah berjanji akan mengantar jemputku kesekolah selama dia disini.” jawabnya sambil tersenyum.

 

“Hyung, sudah sana kau pergi untuk mendaftarkan diri di Universitas, nanti terlambat.” ucapnya pada namja yang ada didalam mobil.

 

“Baiklah, selamat belajar Hoya-ah.. hmm.. annyeoong..” ucap namja itu sambil menundukkan kepalanya kearahku, yang kutanggapi dengan senyumanku.

 

“Ckck, dasar hyungku itu, aku tidak menyangka jika dia banyak berubah setelah lama tak bertemu denganku, kkaja kita masuk.” ujarnya padaku sambil berjalan masuk kedalam sekolah.

 

“Dia itu hyungmu, setauku kau tidak mempunyai hyung juga dongsaeng, kau kan anak tunggal sama sepertiku, aku sangat kaget kau memanggilnya dengan sebutan hyung.” ujarku heran kepadanya.

 

Dia sedikit terkekeh lalu menjawab “Dia adalah kakak sepupuku, anak dari adik perempuan appa, namanya Kim Myungsoo tapi kami lebih sering memanggilnya L, selama ini dia tinggal di Perancis bersama kedua orangtuanya dan juga hyungnya, sebenarnya dia orang Korea, tapi karna appanya mengurus bisnis di Perancis, dia dan keluarganya memilih pindah ke Perancis sejak dia masih SD, dan hanya mengunjungiku 1 tahun sekali, tapi kini dia akan tinggal menetap bersama dengan keluargaku di Korea.” ujar Hoyai panjang lebar kepadaku, dan aku hanya menanggapi dengan ber ‘OH’ ria saja… Hmmm… L nama yang sangat mudah untuk di ingat.” Gumamku tersenyum.

 

“Hari ini kau berbeda sekali, jauh lebih cantik dari sebelumnya, kau menerima saran Dongwoo kemarin padamu, untuk menggunakan softlens dan sedikit memoles wajahmu itu, sungguh beruntung dirimu di anugerahi wajah secantik malaikat Yeollie-ah, jadi kau tak perlu susah-susah memakai kosmetik yang dapat merusak wajahmu itu, cukup sedikit memoles dengan pelembab saja sudah sangat cantik untuk dilihat.” ucapnya tersenyum bangga.

 

“Ne. Gumawo Hoya-ah, kau dan Dongwoo memang sahabat yang baik, tapi dimana dia sekarang, apakah belum datang.” ujarku pada Hoya.

 

“Aku tidak tau, katanya tadi sih dia sudah ada dijalan menuju sekolah..  Nah,,  itu dia baru keluar dari mobilnya, kita kesana dulu.” ucapnya sedikit menarikku kearah Dongwoo.

 

“Annyeong chagi-ah, kau tampan sekali hari ini, aku semakin cinta padamu.” Ucap Hoya entah itu rayuan atau kenyataan, aku tak mau ambil pusing melihat kemesraan kedua sahabatku ini.

 

“Annyeong chagi-ah, annyeong Yeollie-ah, Wah kau cantik sekali hari ini Yeollie-ah, kau tidak perlu memakai kacamata itu lagi sekarang, softlens itu bisa bertahan lama, dan aku juga sudah menyiapkan banyak stok untukmu, hehehe… kau kan tau jika perusahaan appa ku adalah perusahaan softlens terbaik di dunia*rada ngaco ne orang*, kau pasti bisa menarik perhatian semua namja, asalkan jangan sampai menarik perhatian Hoya dariku.” ucapnya panjang lebar memandangku, akupun menyipitkan mataku kearahnya dan dia hanya menanggapi dengan kekehannya “hehehe, aku bercanda Yeollie-ah, jangan dianggap terlalu serius kata-kataku yang terakhir tadi. ok..” dia tersenyum kearahku.

 

“Ya sudah kita masuk saja kekelas sekarang juga.. Kkaja Hoya..!” ucapku menarik tangan Hoya sambil sedikit berlari.

 

“Ya! Jangan tinggalkan aku sendirian..!” ucap  Dongwoo mengejarku dan Hoya.

 

“Brakkk.. brukkk… gedebak..gedebukk!! *suara orang jatuh nih!! ==”* “ Huh, appoyo!” pekikku dan Hoya bersamaan.

 

“Chagi-ah, kau tidak apa-apakan, kau juga kan Yeollie-ah?” tanya Dongwoo padaku.

 

“Hmm… mianhae.. aku tidak sengaja menabrakmu tadi, sini kubantu kau untuk berdiri.” ujar Woohyun padaku sambil mengulurkan tangannya padaku. Benar namja itu adalah Woohyun, namja yang menabrakku dan Hoya adalah Nam Woohyun.

 

Sambil menggapai uluran tangannya aku berkata “Gumawo ea, nado mianhae karna aku juga salah.” ucapku tersenyum padanya.

 

“Siapa namamu? aku belum pernah melihatmu disini sebelumnya, apa kau murid baru?” tanyanya padaku.

 

“Aa- anni, aku bukan murid baru, dan namaku Lee Sungyeol.” ujarku padanya.

 

“Ya tuhan, selama ini dia tidak menganggapku ada.. apakah aku hanyalah di anggap angin yang berlalu olehnya, mengenal namaku saja tidak, malang sekali nasibku ini.” batinku dalam hati, menahan sakit didalam hatiku yang tiba-tiba datang.

 

“Chagi-ah, sedang apa kau disini bersama dengan mereka, ayo kita segera pergi, kan kita ada urusan penting.” ucap namja itu yang tiba-tiba datang sambil mengerlingkan matanya kearah Woohyun, dan namja itu adalah Sunggyu kekasihnya Woohyun.

 

“Ehm ne chagi, kkaja, Sungyeol-ssi aku pergi dulu, oh yeah, namaku Woohyun, Nam Woohyun.” ucapnya berlalu meninggalkanku dengan Hoya dan Dongwoo.

 

Tak lama kemudian setelah kepergian Woohyun, kurasakan airmataku jatuh tanpa kuperintah membasahi pipiku.

 

“Yeollie-ah, jangan menangisinya lagi, sia-sia semua yang kau lakukan kini.. Sudahlah lupakan dia, kau dengar sendiri kan, dia tadi tidak mengenalmu sama sekali, aku tidak tau karna apa dia tidak mengenalmu walau kau sudah berubah sedemikian mungkin seperti saat ini, padahal selama ini kau selalu memandangnya, dia benar-benar namja yang sangat  babo.” ujar Dongwoo  agak kesal padaku.

 

“Sudah Dongwoo-ya, jangan seperti ini pada Yeollie.. Ulljima Yeollie-ah, jangan menangisinya lagi, anggap saja kau tidak bertemu dengannya hari ini.” ucap Hoya memelukku.

 

“Lebih baik nanti kau pulang saja denganku juga hyungku, aku akan mengantarmu pulang, dan lebih baik sekarang kau hapus airmatamu ini, kau sudah aku anggap sebagai Hyung ku selain sahabatku, ayo kita masuk ke kelas sekarang.” ujar Hoya mengelus puncak kepalaku.

 

**************^_^_^_^_^_^_^_^_^_^*************

 

L’s PoV

 

Namja tadi sangat cantik sekali, dadaku bergetar hanya dengan menatapnya saja, wajahnya yang memang sudah dianugerahi kecantikan luar biasa oleh yang maha kuasa.. Hmmm.. tadi Hoya memanggilnya “Yeollie”, berarti dia adalah sahabat Hoya yang waktu itu pernah dia sebut, aku tidak sabar bertemu dengannya lagi nanti, semoga saja Hoya mengenalkannya denganku, aissshhh… kenapa aku ini, kenapa jadi senyum-senyum sendiri seperti ini, apakah aku terkena love at first sight.. hahahaha.. ada-ada saja, tidak mungkin ah, tapi aku lihat saja nanti, apakah benar yang sedang terjadi padaku kini. Di Perancis tidak ada yang membuat dadaku bergetar seperti ini, mungkin saja getaran ini adalah getaran cinta.

 

**

 

 

Setelah selesai urusan pendaftaranku sebagai mahasiswa di Universitas ini, akupun langsung menjalankan mobilku menuju Seongji High School yang menjadi sekolah Hoya, nampaknya aku tidak terlalu lama membuatnya menungguku, karna aku baru lihat ada sekumpulan anak sekolah sedang berjalan keluar sekolah yang menandakan mereka sudah pasti pulang sekolah, akupun keluar dari mobil, dan menunggunya sambil berdiri disisi kiri mobilku, ea Mobilku sendiri yang langsung dikirimkan appa lewat jasa pengiriman seminggu sebelum aku datang ke Korea, tak lama kemudian Hoya pun menghampiriku bersama dua namja disampingnya.

 

“Hyung, kau menunggu lama ya?” tanyanya padaku.

 

“Anni. Aku juga baru datang kok, hmm.. namja-namja disampingmu ini siapa Hoya-ah?  Kau tidak mau mengenalkannya padaku.” ujarku sambil mengarahkan pandanganku pada ke 2 namja didepanku.

 

“Owh ini hyung, yang ini namanya Dongwoo dan dia adalah namjachingu ku dan yang ini adalah Lee Sungyeol sahabatku.” kata Hoya padaku.

 

“Annyeong, Kim Myungsoo imnida. Panggil saja aku L .. Mannasseo bangapseumnida.” ucapku pada mereka.

 

“Annyeong hyung, Jang Dongwoo imnida.” ucapnya sambil membungkukkan sedikit badannya.

 

“Hmmm.. annyeong hyung.. Lee Sungyeol imnida.” ucap namja ini pelan sekali sambil membungkukkan badannya.

 

“Hyung, kita antar Dongwoo pulang terlebih dulu ya.” Ucap Hoya langsung duduk dibelakang bersama Sungyeol.

 

“Yollie-ah, sudahlah tidak perlu menangisinya lagi, dia tidak pantas untukmu, jika kau terus seperti ini, kau sendiri yang akan terluka, lupakan saja dia!! aku yakin nanti kau akan mendapatkan namja yang lebih baik darinya, jadi jangan penuhi pikiranmu dengan segala hal tentangnya lagi.” ujar Hoya sambil memeluk Sungyeol.

 

“Yeollie-ah, sebenarnya aku ingin sekali memukul namja itu tadi, namja yang telah membuat sahabatku menangis seperti ini, aku sarankan agar kau segera melupakannya karna sekarang dia telah memiliki kekasih, aku yakin kau pasti akan segera menemukan kebahagiaanmu Yeollie-ah.” ucap Dongwoo pada Sungyeol.

 

“Sebenarnya ada apa sih ini..?? ^^? aku jadi bingung sendiri dengan arah pembicaraan mereka bertiga, sepertinya aku harus menanyakan tentang hal ini nanti pada Hoya.” batinku menatap Sungyeol dari kaca mobilku.

 

“Sungyeol-ah,, Uljimmaaa baby” ucapku dalam hati sambil menatapnya dari arah kaca mobil.

 

“Hyung, belok kiri, rumah besar itu hyung tolong berhenti didepannya.” ujar Hoya padaku.

 

“Chagi-ah, aku pamit ya, Yeollie-ah, ingat kata-kataku ea, hyung aku pamit, gumawo ea hyung, semuanya, annyeoong.” ucap Dongwoo keluar dari mobilku.

 

“Bye chagi.” ucap Hoya singkat.

 

Kulihat Sungyeol hanya diam saja daritadi, tidak bicara sepatah kata pun.

 

Sesaat kemudian ada yang memegang pundakku “L hyung, Hoya-ah, tolong bawa aku ke sungai Han sekarang juga.” pinta sungyeol padaku dan hoya.

 

“Hyung, kita ke sungai Han sekarang, ppali hyung.” pinta Hoya padaku.

 

“Ne. Kita akan segera sampai disana.” balasku padanya.

 

@Sungai Han

 

Sesampainya di sungai Han, Sungyeeol langsung berlari kebangku taman dan menangis disana, aku yang tak tau apa-apa mencoba mendekatinya, dan sepertinya Hoya mendukungku, jika aku saja yang menghampirinya sungyeol sendiri, perlahan tapi pasti, aku mendekat kearahnya dan duduk tepat disampingnya.

 

Sedikit mengamati matanya yang sembab karna menangis, aku pun mulai bersuara “Yeollie-ah, Neo gwaenchana? Aku bisa meminjamkan dadaku untuk tempatmu menangis dan menjadi tempatmu bersandar.”  ucapku padanya.

 

Tak lama kemudian dia sudah menangis dipelukanku, kurasakan kemejaku agak basah karna airmatanya, melihatnya seperti ini, membuatku ingin selalu ada disampingnya, entah apa yang aku rasakan padanya kini, perasaan yang tulus dari hatiku kurasakan padanya, hanya untuknya..  mungkinkah aku benar-benar jatuh cinta dengannya, jika memang benar semua yang terjadi padaku ini adalah Cinta, aku bersedia mencintainya setulus hatiku dan menjaganya agar tak terlukai lagi. Dia terlalu berharga untuk di sakiti. Aku akan mencintaimu Sungyeol-ah…” ucapku dalam hati.

 

“Ulljima yeollie-ah, aku memang tidak tau apa-apa tentang yang kau alami saat ini, hajiman.. jika kau membutuhkan tempat untuk bersandar, aku dengan senang hati bersedia menjadi sandaranmu, tidak perlu sungkan padaku, dan sekarang cobalah untuk melupakan segala sesuatu yang akan membuatmu terluka lagi, aku yakin kau pasti bisa jika kau mempunyai keinginan dan niatan yang sungguh-sungguh.” ujarku mempererat pelukanku padanya dan membelai lembut rambut blondenya ini.

 

Sudah 2 jam berlalu dia masih dalam keadaan memelukku dengan erat, kulihat Hoya yang sedang duduk dibangku depanku kini tersenyum lebar kearahku dan menggerakkan bibirnya seolah berkata ‘CHUKAE HYUNG’ , Hah. Chukae untuk apa memangnya, aissshh… dasar dongsaeng aneh.

 

“Hyung, gumawo, untuk semua ini.” kata yeollie singkat padaku.

 

“Ye?” ucapku bingung.

 

“Jeongmal gumawo L hyung, karna kau sudah mengijinkanku meminjam dadamu untukku menangis, sampai membuat kemejamu ini menjadi basah dan Jeongmal gamsahamnida untuk semua kata-katamu, dan semoga aku bisa segera melupakannya dari hidupku.” ujarnya padaku.

 

“Ne. Cheonmaneyo. Aku sangat senang bisa membantumu Yeollie-ah.” balasku padanya sambil membelai lembut puncak kepalanya.

 

“Hyung, apakah aku boleh memelukmu seperti ini lagi nantinya?” tanyanya polos. Menggemaskan sekali.

 

“Ne tentu saja boleh Yeollie-ah, kapanpun kau membutuhkanku, aku akan selalu siap siaga untuk menjadi sandaranmu, sudah sore lebih baik kita pulang sekarang.” ucapku padanya.

 

Sambil melepaskan pelukannya dia berkata padaku “Gumawo hyung, karna aku merasa sangat nyaman berada didalam pelukanmu.” ucapnya mengukir senyuman diwajah cantiknya. Aishhh cantiknya*cengar cengir#plakk*

 

“Apa kau mau aku gendong sampai ke mobil Yeollie-ah?” tanyaku padanya.

 

“Memangnya boleh hyung? Apa tidak merepotkanmu hyung?” tanyanya balik kepadaku.

 

“Anniyo, malah aku sangat senang sekali, kau kan bisa bersandar di punggungku nanti.” jawabku padanya.

 

“Geurrae hyung.” diapun langsung naik kepunggungku.

 

“Ehemm.. aku sampai dilupakan nih, wah.. wah.. kalian malah asyik-asyikan bergendong-gendong ria seperti ini.” ucap Hoya mengagetkanku dan Yeollie. Aku saja sampai lupa jika masih ada Hoya disini, karna terlalu asyik bersama Yeollie disampingku.

 

“Wah..wah.. jika seperti ini lebih baik kau jadian saja dengan hyungku Yeollie-ah, dia adalah namja yang sangat baik loh.” ucap Hoya ‘lagi’ pada yeollie* ini mah Promosi* #plakk#.

 

“Eh.. Yeollie-ah, wajahmu kenapa jadi memerah seperti itu, terlihat seperti kepiting rebus tau..>,< hahahaha.. lucu sekali..” goda Hoya pada Yeollie.

 

“Huh.. Kau ini !!*Pletakk* rasakan ini..!” ucap Yeollie dengan sukses melancarkan pukulan tepat dikepala Hoya.

 

“Huuuaahh ummma, appoyo!! tega sekali kau menjitakku keras sekali Yeollie-ah, memangnya aku salah apa sampai-sampai kau memukulku seperti ini, sakit tau!” erang dan omel Hoya memanyunkan bibirnya.

 

“Salah sendiri kau juga yang mengodanya sih. Jadi rasakan itu.” ucapku membela Yeollie.

 

“Huaahh.. kalian ternyata sama saja, sama-sama ‘Devil’ kalian cocok sekali jika menjadi pasangan kekasih, kalian sama-sama sadis orangnya, suka sekali memukul kepalaku, nanti kalo aku gagar otak bagaimana?” seru Hoya tidak terima.

 

“Memang otakmu harus segera di restart ulang agar lebih baik dalam berpikir, tidak tinggal enteng mengatakan sesuatu seperti itu.” balas Yeollie padanya.

 

“Sudah..sudah.. lebih baik kita pulang sekarang, daripada terus berdebat seperti ini.” ucapku menengahi mereka.

 

*^*^*^*^*^*^*

 

Yeollie’s PoV

 

“Gumawo hyung, karna telah membuatku tidak bersedih lagi.” ucapku pada L hyung.

 

“Hoya-ah, jeongmal mianhae ne.. nado gumawo..hehehehe..” cengirku pada Hoya.

 

“Ne. Cheonmaneyo Yeollie-ah.” ucap L hyung sambil tersenyum padaku.

 

“Yeollie-ah, ingat ya, jangan memikirkan hal yang tidak penting lagi, arrasseo?” kata Hoya padaku.

 

“Yeollie-ah, masuklah sekarang, dan segeralah istirahat ya..” ujar L hyung padaku.

 

“Ne hyung.” balasku sambil tersenyum.

 

“Kau sangat cantik jika kau selalu tersenyum Yeollie-ah.” ucap L hyung. Seketika wajahku memanas mendengar kata-katanya itu, mungkin saja semburat merah yang menghiasi wajahku saat ini.

 

“Gumawo hyung, aku masuk dulu ya. Annyeoong.” balasku singkat. Mempercepat sedikit langkahku, aku tidak mau dia melihat wajahku yang memerah ini..

 

*^*^*^*^*^*^*^*

 

Keesokan harinya**

@School

 

Hari ini aku sudah bertekad akan menyatakan perasaanku pada Woohyun, aku tidak ingin terlalu lama lagi menyimpan rasa ini untuknya, aku tidak berharap dia membalas cintaku, karna aku tau diri jika dia kini sudah memiliki Sunggyu, jadi aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku ini saja padanya tanpa mengharapkan balasan darinya.

 

Sesaat setelah sampai digerbang sekolah, ada yang memanggilku “Yeollie-ah.” ternyata L hyung, tapi aku tidak melihat Hoya, kemana dia? Kulihat L hyung berjalan menghampiriku.

 

“Hai hyung, Hoya mana hyung?” tanyaku padanya.

 

“Hoya tadi sudah dijemput oleh Dongwoo, katanya dia mau berangkat bersama namjanya saja, jadi dia tidak berangkat bersamaku.” Jawabnya cepat.

 

“Lalu ada apa hyung kemari jika tidak sedang mengantar Hoya?” tanyaku ‘lagi’ pada L hyung.

 

“Uhmm.. itu.. aku ingin menemuimu saja Yeollie-ah, apakah hari ini perasaanmu sudah membaik Yeollie-ah?” ucapnya padaku.

 

“Sudah hyung, semua ini karna kau hyung, gumawo ea.” balasku padanya.

 

“Ne Yeollie-ah.” Jawabnya memamerkan senyum itu lagi. Senyum yang membuat hatiku nyaman ketika berada di sampingnya. *neomu neomu kyeopta*

 

“L hyung, Yeollie-ah, annyeoong.” sapa Dongwoo padaku.

 

“Ne. Pagi Dongwoo-ya.” ucapku dan L hyung bersamaan.

 

“Ciyeeee…  kompak sekali sih kalian ini, sepertinya kalian berjodoh deh..” seru Hoya terlihat heboh  menatapku dan L hyung.

 

“Jangan menggodaku Hoya-ah..” ucapku kesal padanya.

 

“*Pletakk* Jangan menggoda Yeollie lagi Hoya-ah..” ujar L hyung setelah menjitak kepala Hoya.

 

“Huuaahh.. appoyo hyung!!” erangnya sambil mengusap kepalanya.

 

“Ya! Hyung kau tega sekali menjitak kepala Nae Hoya.” bela  Dongwoo mengelus-elus kepala Hoya.

 

“Sudah hyung, kasihan Hoya dari kemarin sudah jadi bulan-bulanan kita, nanti dia bisa lupa ingatan jika terus mengalami jitakan..” ucapku pada L hyung.

 

“Hoya-ah, Dongwoo-ya , hari ini aku sudah bertekad akan menyatakan semuanya pada Woohyun.” kataku pada Hoya dan Dongwoo mantap.

 

“Kau yakin Yeollie-ah? Sudah mantap akan menyatakan semuanya pada Woohyun?” tanya Hoya agak ragu.

 

“Ne. Sangat yakin.” ujarku singkat dan mantap.

 

“Lalu setelahnya, apa yang akan kau lakukan?” tanya Dongwoo padaku.

 

“Aku tidak akan berharap dia membalas perasaanku ini, karna aku tau diri jika dia sudah memiliki Sunggyu, aku akan berusaha melupakannya dari hidupku, melenyapkan rasa ini dari hati dan pikiranku.” ucapku dengan sangat yakin menatap kedua sahabatku.

 

“Aku akan selalu mendukungmu Yeollie-ah.” ucap Hoya yang diikuti anggukan kepala Dongwoo.

 

“Ayo kita masuk kedalam, biasanya Woohyun sudah datang lebih pagi dari Sunggyu, jadi aku tidak perlu mengganggu jadwal mereka untuk berduaan, dan lebih baik aku langsung saja bilang padanya.” ujarku pada Hoya dan Dongwoo .

 

“L hyung, aku masuk dulu ya.” kataku sambil tersenyum padanya.

 

“Ne Yeollie-ah.” balasnya sambil tersenyum menawan padaku. Akupun langsung masuk menuju kedalam sekolah bersama Dongwoo  berlalu meninggalkan L hyung dengan Hoya.

 

Setelah sampai didepan kelas Woohyun, aku langsung menyuruh Dongwoo untuk meninggalkanku sendiri, lalu akupun beranjak menghampiri Woohyun yang sedang duduk manis di bangkunya.

 

“Woohyun-ssi, bisakah aku bicara denganmu? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.” kataku padanya.

 

“Ada apa Sungyeol-ssi? Bicaralah disini saja.” ucapnya padaku.

 

Sesaat setelah kupastikan kelas itu masih sepi, aku pun membuka suara “Woohyun-ssi, aku akan mengungkapkan sesuatu padamu, kuharap kau tidak kaget mendengarnya nanti..” setelah menghela nafas sejenak aku langsung melanjutkan kata-kataku tadi.. “Woohyun-ssi, sudah 3 tahun ini aku mencintaimu, sejak pertama kali kita bertemu saat kau dan aku masih kelas 3 Smp, mungkin saja saat itu dan sampai sekarang kau tidak pernah memandang kearahku, dan aku tidak berharap kau mau membalas perasaanku ini, karna aku sangat tau diri jika kau sudah memiliki kekasih, geurraeyo… gumawo sudah meluangkan waktumu sedikit, untuk mendengarkan pernyataanku ini.” ucapku mengakhiri kata-kataku padanya dan berlalu meninggalkannya sendiri. Entah mengapa dia tidak mengejarku, tapi itu semua sudah tidak penting lagi untukku.

 

“Mulai hari ini, aku akan melupakan cintaku padamu Woohyun-ah, dan aku akan mulai membuka hatiku untuk cinta yang baru, selamat tinggal cinta pertamaku.” ucapku dalam hati dan sedikit mengusap mataku yang berkaca-kaca.

 

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

 

L’s PoV

 

“Hyung, nanti kau jemput Yeollie pulang sekolah ya.. aku takut dia kembali down seperti kemarin lagi, karna hari ini adalah akhir penantian cintanya, dan kuharap dia bisa segera melupakan Woohyun, dan segera menemukan cinta sejatinya. Orang yang benar-benar tulus mencintainya” ujar Hoya padaku.

 

“Ne. Pasti aku akan menjemputnya nanti, aku yakin dia pasti akan kuat Hoya-ah.” balasku padanya.

 

Aku jadi ingat cerita Hoya tadi malam tentang apa yang terjadi pada Yeollie, sehingga dia sangat rapuh seperti kemarin.

 

#Flashback#

 

“Hyung, kulihat tadi Yeollie sangat nyaman berada disampingmu, kuharap dia bisa secepatnya melupakan perasaannya pada Woohyun, kasihan sekali Yeollie itu hyung.” ujar Hoya padaku.

 

“Memangnya apa yang terjadi pada Yeollie? Dan siapa itu Woohyun? Apa hubungan mereka berdua Hoya-ah?” tanyaku ingin tau.

 

“Yeollie, selama 3 tahun ini mencintai Woohyun tanpa mengungkapkan perasaanya yang sesungguhnya pada Woohyun. Yeollie selalu saja dengan setia memandang Woohyun dari kejauhan tanpa menyatakan cintanya pada Woohyun, sampai pada akhirnya beberapa waktu yang lalu Woohyun sudah mempunyai namjachingu yang bernama Sunggyu, saat itu Yeollie sangat terluka, tapi dia masih saja memendam cintanya itu pada Woohyun walau harus terluka dan menagis karna melihat kemesraan Woohyun dan Sunggyu didepan matanya,  akupun dan  Dongwoo sudah menasehatinya agar menyatakan perasaannya itu secepatnya, tapi Yeollie hanya bilang ‘jika waktunya sudah tepat, pasti aku akan menyatakan perasaanku padanya’ hanya itu yang selalu dikatakannya pada kami, dulu Yeollie adalah namja yang berpenampilan cupu dan si  kutu buku, dia dulu memakai kacamata yang sangat tebal dan penampilannya pun biasa-biasa saja, padahal dia itu sangat cantik sayangnya dia tidak terlalu memperhatikan penampilannya sendiri, mungkin saja karna itu Woohyun tidak pernah memandang kearah Yeollie, karna Yeollie hanya seorang namja cupu yang kutu buku, saat Dongwoo menyarankan pada Yeollie agar merubah sedikit penampilannya agar Woohyun memandang Yeollie yang selama ini mencintainya, tapi itu semuanya jadi sia-sia, karna tadi sewaktu masuk kedalam sekolah Yeollie tak sengaja bertabrakan dengan Woohyun, saat itu juga Yeollie baru mengetahui kalo selama ini Woohyun tidak pernah menggangapnya ada, perasaanya itu hanya sia-sia saja selama ini dia hanya dianggap seperti angin yang berlalu begitu saja oleh Woohyun, dan ini adalah puncak kesedihan yang Yeollie rasakan.” ceritanya panjang lebar padaku sambil menitikkan airmatanya.

 

“What? Seorang Hoya menangis? Demi apa dia menangis? Memang sangat menyedihkan sekali kisah cinta Yeollie, wajar saja jika Hoya sampai menangis menceritakan ini semua, Hoya sebagai sahabatnya sangat prihatin dengan nasib cinta Yeollie aku juga dapat merasakan apa yang Hoya rasakan kini.” ucapku dalam hati.

 

“Jadi tadi itu dia menangis seperti itu karna Woohyun, seperti apa sih namja yang bernama Woohyun itu, tidak berperasaan sekali dia itu, menyakiti namja secantik dan sebaik Yeollie, aku ingin sekali membahagiakannya dan membuatnya melupakan namja sialan itu dari hidupnya.” ucapku pada Hoya *mian namo oppa#jangan cincang aku# abaikan*

 

“Kau serius hyung, aku tidak mau kau nantinya malah menyakiti Yeollie juga.” tanyanya sedikit ragu.

 

“Ne. Sangat yakin, aku tidak menyakitinya karna sepertinya aku telah mencintainya saat jumpa pertama dengannya, dan sudah bertekad untuk menjaga dan mencintainya, setelah melihatnya sangat rapuh tadi.” ucapku sangat yakin.

 

“Aku percaya padamu hyung, aku berharap dia bahagia bersamamu, kau harus bersungguh-sungguh menjaga dan mencintainya, awas saja jika kau menyakitinya hyung, kau akan kulempar ke segitiga bermuda nantinya.” katanya padaku diakhiri nada mengancam.

 

“Pegang janjiku ini padamu, aku akan menjaga dan mencintainya, aku akan membuatnya selalu bahagia Hoya-ah. Ini janjiku sebagai seorang namja yang tulus akan selalu setia mencintainya.” balasku mantap padanya.

 

“Gumawo hyung.” ujarnya sambil memelukku.

 

#End Flashback#

 

“Memang sudah seharusnya aku menjaga dan mencintai Yeollie setulus hatiku, namja sebaik dia memang tidak pantas untuk namja yang bernama Woohyun itu.” ucapku dalam hati.

 

“Hyung, L hyung.. kau melamun ya.” panggil Hoya menyadarkanku dari lamunanku sesaat tadi.

 

“Anni. Hanya sedang berfikir saja, oh ya, apa saja hal-hal yang disukai  Yeollie? hoya-ah.” ucapku padanya.

 

“Yeollie itu orangnya simple hyung, dia suka sekali bunga mawar putih, suka eskrim coklat vanilla, suka sekali dengan warna biru sepertimu hyung, suka boneka dolphin warna biru, kalau soal makanan dia tidak terlalu pemilih, asalkan makanan itu sehat dan bergizi.” ungkapnya padaku.

 

“Oh begitu ya, baiklah sampai jumpa nanti sore.” pamitku padanya.

 

“Hati-hati hyung.” balasnya.

 

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

 

Yeollie’s PoV

 

Akhirnya bel tanda jam pelajaran berakhir pun sudah berbunyi, Hoya dan Dongwoo pun menghampiri bangku ku.

 

“Yeollie-ah, ayo kita pulang bersama.” ucap mereka serempak. Kami pun berjalan keluar kelas, tanpa sengaja aku berpapasan dengan Woohyun dan Sunggyu yang sedang bergandengan tangan dengan mesra, Hoya dan Dongwoo pun langsung menarikku menjauh dari mereka berdua.

 

“Yeollie-ah, Neo gwaenchana?” tanya Hoya padaku.

 

“Nan gwaenchana, ayo pulang.” jawabku berjalan menuju luar sekolah.

 

Kulihat dari arah parkiran ada L hyung yang sedang melambaikan tangannya kearahku.. Aku, Hoya juga Dongwoo pun langsung menghampirinya.

 

“Annyeong Yeollie-ah, kau mau pulang ya? bagaimana jika aku yang mengantarmu pulang?” ucapnya padaku.

 

“Gumawo hyung, apa tidak merepotkanmu nantinya?” tanyaku.

 

“Anniyo, aku malah dengan senang mengantarmu pulang kerumah.” jawabnya sambil tersenyum.

 

“Sudah Yeollie-ah, jangan menolak tawaran hyungku, lebih baik kau pulang bersamanya saja.” sahut Hoya padaku.

 

“Aissshh, ya sudah, aku pulang bersama L hyung saja, aku tau kau sedang ingin pulang berdua saja dengan Dongwoo , dasar kau ini.” sahutku padanya.

 

“Kkaja Yeollie-ah silakan masuk.” ujar L hyung membukakan pintu untukku.

 

“Gumawo hyung.” sahutku.

 

“Hoya, Dongwoo, aku pulang duluan ya.. annyeoong..” pamitku pada mereka berdua. Mereka hanya melambaikan tangan kearahku. Mobil pun berlalu menjauh dari dua insan yang tengah bertabur bunga cinta yaitu DongYa.

 

“Hyung, bisakah kau membawaku pergi ke Sungai Han sekarang juga?” tanyaku pada L hyung.

 

“Ne. Kita akan kesana sekarang juga.” balasnya singkat.

 

***^^^***

@Sungai Han

 

Setelah menempuh perjalanan dari sekolah ke Sungai Han, akhirnya aku sampai juga disini, aku mengajak L hyung duduk dibangku yang kemarin kami tempati, sejenak keheningan melanda kami berdua, sampai akhirnya aku berkata padanya “Hyung, aku sudah mengungkapkan semuanya padanya, ada rasa lega dalam hatiku ini hyung setelah aku menyatakan cintaku pada Woohyun, aku juga sudah bilang padanya jika aku tidak berharap dia membalas cintaku ini padanya, aku hanya ingin menyatakan cintaku saja kepadanya, dan aku akan berusaha melupakannya dari hidupku, melenyapkan semua rasa dan segala ingatan tentangnya dari hati dan pikiranku, aku yakin bisa melupakannya dan membuka hatiku untuk menerima cinta yang baru hyung.” ungkapku panjang lebar pada L hyung.

 

“Kau sungguh yakin dengan semua yang kau lakukan ini Yeollie-ah?” tanyanya padaku.

 

“Aku sangat yakin hyung. Bolehkah aku memelukmu hyung?” Ungkapku padanya.

 

Sambil merentangkan tangannya dia menjawab “Seutuhnya dada ini milikmu, kau boleh setiap saat memelukku jika kau mau.” Balasnya lalu tersenyum.

 

Tak kusia-siakan aku pun langsung memeluknya “Gumawo hyung.” seruku dalam pelukannya.

 

“Ne, cheonmaneyo.” bisiknya ditelingaku.

 

“Yeollie-ah, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” tanyanya masih memelukku.

 

“Silakan hyung.” jawabku singkat.

 

“Yeollie-ah, bolehkah aku mencintaimu? Bolehkah aku menjagamu selamanya?” tanyanya yang langsung membuatku melepaskan pelukanku darinya.

 

“Hyung, kau jangan bercanda, ini tidak lucu tau..” kataku padanya.

 

“Anniyo, aku sangat serius dengan kata-kataku ini padamu.” jawabnya mantap menatap tepat pada mataku.

 

Aku sangat kaget dia menanyakan hal ini, padahal kan aku baru bertemu dengannya, walaupun jujur aku akui jika aku sangat nyaman berada didekatnya, tapi aku tidak mau menjadikannya pelampiasanku saja karna Woohyun, itu sama saja dengan aku menyakitinya secara tidak langsung, apa aku harus mencoba membuka lembaran cerita baru dengannya, semoga saja jawabanku ini tidak menyakitinya.

 

“Hyung, aku tidak mau menyakitimu, kau tau kan jika aku baru saja menyatakan perasaanku pada Woohyun, aku tidak mau menjadikanmu sebagai pelampiasan semata.” ujarku padanya. Lalu dia mengenggam kedua tanganku dan menjawab “Yeollie-ah, kau tadi kan bilang akan membuka hatimu untuk menerima cinta yang baru, apa salahnya jika kita jalani dulu semua ini pelan-pelan saja, aku yakin jika kau bisa melupakannya dan setulusnya mencintaiku, kau mau kan menjadi namjachingu ku?” ucapnya menyakinkanku.

 

“Ehmmm.. Ne hyung, aku mau menjadi namjachingu mu, semoga aku bisa melupakan Woohyun dari hidupku mulai saat ini.” jawabku memeluknya lagi dengan erat.

 

“Gumawo Yeollie-ah.” ujarnya sambil membelai lembut rambutku dan mengecup puncak kepalaku.

 

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*

 

L’s PoV

 

Akhirnya aku menyatakan perasaanku ini padanya, walau aku bukanlah orang yang romantis, dan mungkin saat itu adalah saat yang tidak tepat untuknya, tapi aku yakin itu adalah saat yang tepat untukku membuatnya selalu tersenyum ketika di sampingku.

 

Hari ini aku akan menjemputnya disekolah, dan tentang aku dan Yeollie kemarin, aku belum memberitahu Hoya & Dongwoo, aku akan memberi mereka kejutan nanti. Aku menunggu Yeollie pulang sekolah di tempat parkir seperti biasa, tapi karna aku penasaran bagaimana suasana didalam sekolahnya, akupun melangkahkan kakiku masuk menyusuri koridor sekolah, dari kejauhan kulihat Yeollie keluar dari kelasnya bersama Hoya dan Dongwoo, tapi dari arah belakang Yeollie, muncul namja yang memegang tangan Yeollie-KU, dan mengajaknya berbicara, sejenak aku mulai  menghentikan langkahku dan bersembunyi dibalik dinding tepat dibelakang mereka.

 

“Sunyeol-ssi, aku ingin berbicara denganmu, apa kau ada waktu?” ucap namja itu pada Yeollie-KU lalu melepaskan tangannya dari Yeollie-KU.

 

“Ada apa Woohyun-ssi? Bicara disini saja tidak apa-apakan?” ujar Yeollie singkat.

 

“Ne. Yeollie-ah, mianhae karna selama ini aku tidak menyadari perasaanmu padaku, tapi apakah kau mau memberiku kesempatan untukku membalas cintamu padaku selama ini, maukah kau menerimaku sebagai namjachingu mu?” ucap namja yang bernama Woohyun itu pada yeollie-KU.

 

“Aisshh, apa yang namja itu lakukan, wah.. wah.. seenaknya saja pada namjaKU.” batinku.

 

Aku ingin melangkah mendekati mereka, tapi kata-kata Yeollie membuatku menghentikan niatku itu.

 

“Mianhae Woohyun-ssi, aku tidak bisa menerimamu, karna aku sudah mempunyai namjachingu , bukannya waktu itu aku sudah bilang padamu jika aku tidak mengharapkan balasan cinta darimu, lagian juga kau sudah mempunyai Sunggyu disampingmu.” tuturnya sangat jelas terdengar olehku.

 

“Aku dan Sunggyu sudah putus kemarin, setelah aku menyadari semua ini, menyadari bahwa kau mencintaiku, kau pasti berbohong, kau tidak mempunyai namjachingu kan? tidak mungkin jika namja ini kekasihmu kan?” ujarnya menunjuk Dongwoo.

 

“Anni. Dongwoo bukan namjachingu ku, dia adalah sahabatku dan dia adalah namjachingu Hoya sahabatku, dan kenapa kau harus putus dengan Sunggyu? Memangnya aku menyuruhmu untuk memutuskannya dan menerima cintaku, begitu kah? penyesalan pasti akan datang belakangan, lebih baik kau kembali saja dengan Sunggyu.” jawab Yeollie menatap Woohyun.

 

“Jangan seperti ini yeollie-ah, aku yakin kau masih mencintaiku kan?” ucap Woohyun lalu memeluk Yeolli-KU.

 

“Lepaskan aku Woohyun-ssi.” ujar Yeollie mencoba melepas pelukan Woohyun darinya.

 

“YA!!! Lepaskan namjachingu ku.. seenaknya saja kau memeluknya..” teriakku langsung melepas pelukan Woohyun dari Yeollie-KU.

 

“Chagi-ah, Neo gwaenchana?” ucapku khawatir memegang wajah Yeollie.

 

“Nan gwaenchana hyung.” jawab Yeollie tersenyum padaku.

 

“Hyung, kau dan Yeollie..  kalian berdua.. wahh.. chukae hyung.” ujar DongYa bersamaan.

 

Aku tidak menjawab kata-kata DongYa Couple, akupun langsung menatap tajam ke arah Woohyun.

 

“Woohyun-ssi, mudah sekali kau berubah pikiran, kemana saja kau sebelumnya, kau pun tidak pernah merasakan bahwa ada seseorang yang mencintaimu dan sudah lama memendam cintanya padamu, dan sekarang dengan mudahnya kau memintanya menjadi kekasihmu, kau ini laki-laki macam apa? lebih baik kau kembali saja pada namjamu yang bernama Sunggyu itu, jangan pernah mengganggu SUNGYEOLLIE-KU lagi.” ujarku menekankan nama Sungyeol dan menatapnya tajam dengan mata elangku*Woohyun oppa, mianhae:) jangan bantai saya#ppopo oppa# abaikan*

 

“Ayo Yeollie-ah jangan perdulikan dia lagi.” ucapku menarik tangan Yeollie menjauh dari Woohyun.

 

“Jjakkanman L hyung, aku hanya ingin mengucapkan sesuatu padanya.” pinta Yeollie padaku.

 

“Ne. Silakan chagi” jawabku singkat.

 

“Woohyun-ssi, mianhae, semua yang kau lakukan kini sia-sia saja, aku sudah memiliki namja yang tulus mencintaiku, dan dia adalah L hyung .. aku tidak bisa menerimamu menjadi kekasihku, itu semua karna kesalahanmu sendiri. Annyeooong.” ucap Yeollie beranjak meninggalkan Woohyun, dan langsung menggandeng tanganku.

 

Sesampainya di parkiran, kulihat wajah DongYa Couple  menatap kami penasaran.

 

“Ya! Apa yang kalian lihat sih? Kenapa menatapku seperti itu?” ucapku sedikit risih pada mereka berdua.

 

“Hyung, Yeollie-ah, kalian sudah resmi jadian sejak kapan? Kenapa tidak memberitauku sih..” tanya hoya padaku.

 

“Iya L hyung, Yeollie-ah, kenapa kami malah baru tau sekarang, wahh, chukaeyo ea? Aku senang sekali melihatmu kini bersama L hyung, hyung, jagalah Yeollie baik-baik arra?” ujar Dongwoo semangat.

 

“Pasti. Aku akan menjaga Sungyeol dan mencintainya setulus hatiku.” ucapku mantab. Kulihat wajahnya bersemu merah.

 

**

 

“Yeollie-ah, masuklah kedalam rumah, dan istirahatlah chagi.” ucapku pada Yeollie setelah mobilku sampai didepan rumahnya.

 

“Ne chagi, gumawo. CHU..” jawabnya lalu mencium pipiku, lalu beranjak membuka pintu mobilku.

 

“Jjakkanman,Yeollie-ah, Saranghae Nae Chagi..” ucapku menahannya pergi dan langsung membelai lembut wajahnya.

 

Pelan tapi pasti, kudekatkan wajahku kearah wajahnya, menatap lembut kedua matanya yang indah, hidung mancungnya, lalu menyentuh lembut dagunya, mendekatkannya kearahku, dan sedetik kemudian bibirku telah menempel dengan sempurna dibibirnya, mengecap dan melumatnya dengan lembut dan lama.

 

“Saranghae Yeollie-ah.. Jeongmal Saranghae.” ucapku sambil melepaskan ciumanku pada bibirnya. Kulihat wajahnya yang sangat merah.

 

“Nado saranghae L hyung..” ucapnya mengukir senyuman padaku.

 

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

 

Yeollie’s PoV

 

Mulai hari itu aku sedikit demi sedikit melupakan perasaanku pada Woohyun, dan akhirnya setelah 5 bulan aku mengenal L hyung, perasaanku pada Woohyun, yang semula sangat mendalam, lama kelamaan pun pudar bersama dengan perginya rasa sakit yang aku alami, semua ini karna L hyung yang dengan sabar menantiku untuk sepenuhnya mencintainya seorang.. HANYA MYUNGSOO SEORANG DIDALAM HATIKU, JIWAKU DAN HIDUPKU mulai saat ini.. aku mencoba untuk merelakan Woohyun bersama dengan Sunggyu, ya walaupun Cinta Pertama itu tidak mudah untuk dilupakan. Tapi kini aku telah memiliki L hyung disisiku, L hyung yang kini aku cintai Setulus Hatiku. Namja yang akan ku Cintai untuk Selamanya.

 

“L hyung, saranghaeyo..”

 

 

 

 

 

The end …..

 

 

 

 

 

 

wkwkwkwkwkwkwk… endingnya rada gaje ya.. tak apalah.. kepanjangan BANGET kaya kereta  ya… mian kalo ada miss typo dll.. jangan lupa RCL..  ok readers….

 

RCL.. RCL *Joget Bonamana Bareng wookie oppa, kyu oppa, minnie oppa, hae oppa, wonnie oppa* gyahhahahaha … gumawo ea… sampai jumpa lagi di ff selanjutnya… *peluk cium smuax* annyeooong..

5 responses

  1. shim youngMin

    so sweet bgt,walaupun mreka baru aja kenal tp mreka bs lngsung jadian
    keren bikin sequel dong…..
    kkkkkkk😄

    15 Februari 2012 pukul 22:22

  2. YeolHo_Wife

    haha ksian woohyun ditolak my sungyeol wkwk :p . untung my sungyeol jdian.a ama L😀 aq rela dh klo ma dia mah haha
    daebak crita.a romantis :))
    minta sequel.a chingu ^^

    20 Maret 2012 pukul 06:54

  3. hoyatichan

    Wohoooo~ ciyeeciyee Myungyeol !

    Sequel thor ! Jebaaall~~! *kedip kedip*

    23 April 2012 pukul 13:21

  4. DewiAriyani

    Memang sulit loh melupakan cinta pertama..tp salut buat sungyeol yg bisa membuka hati buat L..
    L keren banget loh di sini gak salah deh klo aku ngefans berat ama L…
    Ceritanya menarik dan enak untuk d baca krn alurnya bagus..
    Buat author daebak..
    Klo bisa buatin lanjutan kisahnya mereka berdua..heheheh ^^

    24 April 2012 pukul 14:18

  5. mama dimas

    panjaaaaaang banget..
    MyungYeol JJANG
    Author Daebak

    8 Juli 2012 pukul 20:39

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s