fanfiction for our soul

Time To Love part 2


Title : “Time To Love” *ga tau dah ni nyambung apa kagak ==”

Genre : comedy (?), romance (?), family, shonen-ai, yaoi, mpreg

Length : ga banyak-banyak (?)

Cast :

–       park geonil *Cho Shin Sung*

–       kim sungje *Cho Shin Sung*

–       other Cho Shin Sung members~

Summary : kim sungje, namja cantik yang kaya dan terhormat meminta tolong kepada park geonil, si kutu buku yang menyukainya untuk mengakui anak di dalam kandungannya itu sebagai anaknya, dengan jaminan sungje akan belajar mencintai geonil dan menerima apa adanya. Maukah geonil mengakui anak itu setelah sungje menolak cintanya mentah-mentah?

Disclaimer : all cast in this ff is belong to me *digaplak* and the story also mine. Jadi kalo ternyata ada ff yang mirip ama ff ini, itu bukan kesengajaan ^^

A/N : inilah chapter 2 dari ff nista ala laila a.k.a anaknya yunjae dan geonje *yunhak pundung

Belom ada rahasia terkuak sih.. tapi nanti bakal terbuka dengan sendirinya ^^

Don’t forget, gue author amatiran *walaupun udah dari kelas 1 jadi author dadakan* ga mungkin bikin ff keren kayak yang laen.. hoho~~

 

***

 

<< Prev

 

Sungje berbaring di kasur tempat geonil tidur. Keadaannya sama seperti sofa tadi. Sama sekali tidak empuk!

“ahh~~ kalau aku punya uang aku benar-benar ingin mengganti perabotannya! Benar-benar tidak seperti perabotan manusia.” Sungje menggeleng.

“huh??” sungje langsung bangun dan melihat sebuah bingkai di meja belajar geonil yang diposisikan tengkurap. Sungje mengangkatnya dengan hati-hati dan ragu. Ini bukan miliknya.

“j-jihyuk..??”

 

PART 2 >>

 

Sungje menggelengkan kepalanya terus untuk memastikan matanya benar. Berkali-kali ia lihat foto yang ada di dalam bingkai itu. Foto dua orang namja, yang satu geonil, dan yang satu—

“Makanan siap..” kata geonil dingin.

Sungje kembali membalikkan bingkai foto itu. Lalu berdiri dan keluar bersama geonil.

 

*

 

“kau penasaran kan kenapa jihyuk ada di foto itu bersamaku?” tanya geonil seakan mengetahui kesunyian sungje (?)

Sungje mengangguk. Lalu menyuap sesendok nasi.

“kenapa kau bisa tahu aku bingung karena itu?” tanya sungje.

Geonil tertawa kecil. “ck.. dari tadi aku memperhatikanmu, tahu! Kau terus memperhatikan fotonya! Entah fotoku atau jihyuk yang kau lihat.”

Sungje melempar garpu ke arah geonil. Tapi langsung bisa ditangkap geonil.

“aku belum mau menceritakan hubungan sebenarnya. Tapi pasti aku ceritakan kok..” kata geonil tanpa disuruh.

Sungje mendengus. “memangnya aku suruh kau menceritakan hubungan sebenarnya? Aku tidak mau tahu apapun masalah di keluargamu!”

“kalau keluarga jihyuk?” geonil berusaha mengompori.

“sudahlah!! Otakku lama-lama bisa meledak kalau kau mengucapkan namanya. Aku benar-benar merindukannya!” *ini curhatan author !! ASLI LAGI KANGEN ABAH JIHYUK !!

Sungje membalikkan sendoknya dan berdiri dari kursinya.

“kalau mau pulang besok saja. Sekarang banyak ‘penunggu’ di jalan!” kata geonil mencoba menakuti sungje. *ni anak jail amat ihh!! ck..

“huh??” sungje kembali duduk. “maksudmu??”

“aku pernah melihat, eumm..” geonil berdeham agar suaranya terdengar se-horor mungkin. “aku terbangun malam itu, dan aku menatap ke arah jendela. Ada kegaduhan diluar. Dan saat aku lihat, tidak ada siapa-siapa. Dan suaranya masih ada. So? Ada ‘penunggu’nya kan?”

Sungje menahan mulutnya agar tidak berteriak memalukan dirinya sendiri. Keringat dingin sudah mengucur dari dahinya.

Geonil hampir saja tertawa keras. Tapi demi menjaga aktingnya, dan juga sungje, maka ia menutup mulutnya rapat-rapat.

“kau menakutiku!!” sungje mengepalkan tangannya.

“tapi itu kenyataannya..” geonil membereskan piring yang berantakan di atas meja. “sudah jam 12. ke kamar sana!”

Sungje langsung menggeleng. “kalau denganmu aku kesana!”

Geonil menggeleng sambil tersenyum. “wae? Kau sudah mulai menerimaku?”

“ya sudah, aku pulang saja! Dari tadi kau menggodaku terus!” sungje berdiri dan mengambil tas-nya.

“kau kan tahu aku menyukaimu. Mumpung sedang dekat, lebih baik aku jahili terus.”

“GEONIIIIIIIIIIIIIIIL!!!!!” sungje melempar tas-nya yang penuh dengan buku.

 

*

 

Sungje menutup pelan rumah susun geonil. Bukan rumahnya juga sih, karena dia hanya menumpang.

Sungje masih kesal karena geonil menjahilinya. Tapi perasaan takut menghantuinya setelah ia turun satu tangga.

“ahh.. itu kan hanya akal-akalannya saja! Kenapa aku harus takut?” sungje berusaha mensugesti dirinya sendiri agar tidak takut. “Sungje-ya, fighting!!”

Sungje berjalan penuh percaya diri ke bawah. Lalu melanjutkan jalan di kegelapan tengah malam. Suara burung hantu milik salah satu pemilik rumah susun berhasil membuat nyali sungje ciut.

Khukhu..kukhu..

“aaaaaa~~!!!” tanpa sadar sungje berteriak. Tapi ia langsung menutup mulutnya.

 

Sementara itu, geonil memperhatikan semua kejadian itu dari dalam dan tertawa puas. Sungje berhasil melawan ketakutannya juga ternyata..

 

*

 

Keesokan paginya, geonil dibuat kaget plus sport jantung lagi oleh sungje. Namja cantik itu menjelaskan semua yang terjadi tadi malam.

“kau tahu, umma dan appaku hampir menamparku tadi malam karena pulang sendirian! Naik taxi pula. Sudah tahu keluargaku benci dengan taxi!” sungje mengatakannya dengan wajah pucat. “dan mereka memberi ‘kita’ hukuman!!”

Mata geonil langsung membulat sempurna. Hukuman apa lagi? Cambuk? No.. no.. no.. aku sudah kapok!! Kata geonil dalam hati.

“hukuman apa?” geonil berusaha bertanya, walaupun perasaannya kini campur aduk. Takut, kaget dan marah.

“WE WILL GET MARRIED!!! DUA MINGGU LAGI!!” teriak sungje yang terdengar seperti orang yang amat sangat panik.

“MWOOOOOOO?!!! AISHHHH.. AKU BELUM SIAP!!” geonil mengacak rambutnya.

“KAU KIRA AKU SUDAH SIAP?!! SAMA SEKALI TIDAK!!”

Geonil menendang kursi reot yang ada di dekatnya sampai hancur. “sialan!! Jihyuk sialaaaaaaan!!” maki geonil.

Sungje jadi merasa bersalah telah melibatkan geonil dalam masalahnya sendiri. Mana jihyuk pakai acara kabur keluar negeri. Dan hebatnya lagi, jihyuk ke luar negeri SEHARI sebelum sungje periksa kandungan!

“mianhae..” sesal sungje sambil menundukkan kepala.

Hati geonil langsung luluh mendengar ungkapan penyesalan dari bibir sungje. Ia tersenyum lalu mengelus puncak kepala sungje dengan sayang.

“gwaenchana. Aku kan sudah janji. Hmm.. pasti kau belum makan cukup? Eh aku sudah belikan susu! Kau mau?”

“ANI!!” tolak sungje langsung. “aku tidak suka susu!”

“ini kan untuk anakmu, bukan untukmu, weeekk :p” goda geonil yang berhasil membuat wajah sungje memerah.

“aaahhh!! Ternyata kau benar-benar jahil ya??”

Geonil tertawa kecil. Lalu mengeluarkan sesuatu dari tas-nya.

“aku memang jahil dari dulu. Mau tahu siapa yang sering kukerjai dari kecil? Tapi sekarang dia malah mengerjaiku balik, malah lebih parah dari mengerjai.”

Sungje menggeleng. “aku kan sudah bilang, tidak mau tahu masalah apapun yang terjadi di keluargamu!”

“ya sudah. Ternyata kau bukan orang yang penuh penasaran seperti yang kemarin ya.”

Sungje meninju pundak geonil. “keumanhae!! Aku tidak mau ingat itu lagi.” Sungje berbalik badan untuk kembali ke kelasnya. Sudah beberapa kali ia membolos di pagi hari.

“bawa susunya kalau mau kebawah!” kata geonil tanpa membalik badannya sambil mengaduk-ngaduk sesuatu (?)

“ani!”

“ya sudah. Aku tidak mau menikah denganmu nanti!”

Sungje langsung mempan.

“nah gitu dong!! Ini..” geonil menyerahkan segelas susu hangat pada sungje.

“dapat air darimana? Dari got-kah?” tanya sungje sengit.

“mana mungkin aku berani menaruh air comberan di gelas istriku?” goda geonil.

“amit-amit!!”

Geonil hanya menanggapinya dengan tawa garing.

 

*

 

“benar, orang tuamu tidak memberiku waktu untuk menjadi ‘suami’ yang baik?” tanya geonil dua hari berikutnya.

Sungje mendengus. “dari kemarinpun aku sudah bilang KALAU MEREKA INGIN SECEPATNYA!! Kan kandunganku hampir 3 bulan..”

Geonil mengangguk. “then?”

“kata mereka, kalau aku ngidam di rumah kan tidak ada yang mau jalan mencarinya. Nanti anaknya ileran terus..”

Geonil tertawa keras. Membuat sungje reflek menyumpal mulut geonil lengan jasnya yang tidak dipakai.

“panggil aku saja.” Geonil tersenyum.

“ogah!!”

 

*

 

Sungje langsung pulang tanpa menunggu geonil setelah bel berbunyi. Ia langsung membuka pintu BMW ayahnya yang stay di depan gerbang.

Di rumah, ia langsung disambut oleh ayahnya yang menyuruhnya untuk periksa kandungan. Sebenarnya ia ingin menolaknya mentah-mentah. Tapi karena ia anak yang baik, jadilah sungje ikut ayahnya ke rumah sakit. Bertemu dengan dokter kwangsu yang sudah tahu kehamilan sungje.

“kalau bukan karena kau aku tidak mungkin kesini, bodoh!!!” sungje mengeplak kepala dokter kwangsu dengan topinya.

Dokter kwangsu mengelus kepalanya. “jweisonghamnida, tuan. Aku kan keceplosan!”

“alah.. dasar!! Kau tidak tahu kan malunya aku karena meminta tolong geonil mengakuinya!”

Dokter kwangsu memasang wajah bersalahnya. “jweisonghamnida..”

“ya sudah. Mulai saja pemeriksaannya. Aku tidak mau marah-marah lagi!”

 

*

 

“akhirnya..” sungje merebahkan dirinya di kasur empuknya. Ia berguling-gulingan saking lelahnya. Ternyata setelah memeriksa kandungan ibunya langsung menariknya ke butik untuk memilih-milih dress. Tapi belum ada satupun yang dibeli karena sungje ngambek duluan.

Drrrttttt… drrrrtttt..

HP sungje bergetar dua kali. Menandakan SMS masuk. Mata Sungje langsung melebar kala melihat jumlah message yang ditinggalkannya lebih dari 2 jam. 32 message!! Dan pengirimnya pun hanya satu orang!

“ckck.. benar-benar banyak pulsa orang ini!”

Sungje membuka pesan itu satu-satu dan menghapusnya setelah membacanya. Lalu ia tinggalkan HP-nya dan tidur.

 

*

 

Geonil menatap bingung kala melihat sungje diam tanpa ekspresi di balkon atas tempatnya biasa merenung. Geonil melangkah mendekati lelaki itu.

“kau menangis?” tanya geonil sedikit panik.

Sungje mengangguk.

“wae?”

Sungje diam. Geonil menarik nafas dalam dan menghembuskannya.

“kau bisa cerita sekarang padaku. Tenang saja. Tempat ini kan tertutup.” Geonil mencoba memancing sungje. “kau tidak mau menikah? Okay. Aku akan bilang pada orangtuamu.”

“gwaenchana. Aku bisa mengatasi sendiri.” Kata sungje dengan suara bergetar.

Geonil mengambil botol minum dari tas-nya. “ini, minum dulu!”

Sungje menggeleng. “tidak perlu. Aku mau kembali ke kelas!”

Sungje maju dan berjalan dengan langkah gontai. Geonil langsung menarik tangannya dari belakang.

“kau tidak bisa ke bawah kalau tidak mau cerita!” ancam geonil.

“lepass!!!” sungje menghentakkan tangannya ke bawah. Tapi cengkraman elang geonil tetap saja tidak bisa dikalahkan.

“lalu untuk apa kau kesini kalau tidak ada masalah? Menungguku?” tanya geonil jahil (lagi)

Sungje menatap sinis geonil. “ckckck.. memangnya tidak ada yang bisa aku tunggu ya? Terus bermimpi kalau aku menunggumu!”

“aku selalu menunggu..”

 

*

 

“tidak pulang?” tanya geonil langsung ketika ia melihat sungje berdiri mematung di depan pagar. Padahal mobil BMW ayahnya stay di depan.

Sungje menggeleng. Geonil menghembuskan nafas panjang.

“ada apa?” tanyanya lembut.

Sungje menatap geonil. Matanya dipenuhi oleh keputusasaan. Berkaca-kaca, tapi tidak bisa mengeluarkan air matanya. Reflek geonil langsung memeluknya. Kejadian itupun langsung menjadi tontonan gratis untuk anak-anak supernova high school.

Geonil tidak merasa malu atau apapun karena memeluk calon istrinya di depan umum. Malah ia makin mengeratkan pelukannya setelah mendengar isak kecil dari sungje.

“jweisonghamnida..” seorang pelayan dari keluarga sungje membungkukkan badan ke geonil. Ia lalu menyuruh geonil untuk menunduk sedikit karena ingin memberitahukan sesuatu yang membuat sungje jadi semerana itu.

“ok. Aku ikut!” geonil mengangguk lalu menuntun sungje yang masih ada di pelukannya naik ke BMW ayahnya.

 

*

 

“aku tidak mau pakai dress!!!” teriak sungje setelah ibunya memamerkan dress-dress cantik untuk pernikahan.

Ibunya menghela nafas. “sungje-ah..”

“anii!! Aku tidak mau pakai, TITIK!!!” sungje langsung berdiri dari tempatnya dan berjalan meninggalkan tempat.

“tanggung jawablah dengan kesalahanmu!” gertak geonil yang membuat langkah panjang sungje terhenti.

Sungje tersenyum sinis membelakangi geonil. “cih! Memangnya kau bisa bertanggung jawab dengan kesalahanmu sendiri?”

“bahkan kesalahanmu pun aku bisa pertanggung jawabkan.” Balas geonil sinis.

Ibu sungje mengernyitkan dahi. Tidak mengerti pembicaraan dua lelaki yang beranjak dewasa ini.

“aku bisa beberkan semuanya kalau kau mau, kim sungje!” kata geonil setelah itu.

Sungje membalikkan badannya. “aku tidak mau terbongkar sekarang, park geonil. Jadi, apa yang harus aku lakukan? Memakai dress di hari pernikahan?” sungje mengernyitkan dahi.

“apa harus aku yang pakai dress-nya? Kau mau aku jadi wanitanya dan kau jadi lebih pendek dari sang wanita? Eum?” tawar geonil dengan senyum menawannya *sumpah dah gue ga bisa lepasin pandangan ni anak kalo lagi senyum ==

“ya sudah kau saja! Aku bisa menambahkan sol di sepatuku kalau mau.” Sungje membalas dengan sewot.

“aku juga bisa kalau begitu.”

“ya sudah. Aku tetap jadi pengantin lelakinya!”

“pengantin lelaki? Secantik itu?”

“bukannya kau yang ingin menjadi wanitanya? Tadi kau bilang kan??” sungje mengedipkan sebelah matanya untuk membalas geonil.

“siapa yang mau? Kan aku mengatas namakan kau..”

“AAARRRRRGGGGGHHHHHHH!!!!!!”

Akhirnya, setelah tawar-menawar tidak jelas yang dilakukan geonil dan sungje, mereka sepakat pernikahan itu akan dilaksanakan, dengan sungje sebagai model wanitanya.

Semua dress yang ada dicoba sungje. Ada yang kekecilan, ada yang pas tapi warnanya ‘nggak banget’, dan ada juga yang pas dan bagus, tapi tidak diminati sungje.

“padahal ini bagus loh je! Kenapa nggak mau sih, sayang?” tanya mrs kim bingung.

“kenapa nggak dua-duanya aja pake tuxedo sih, mi? Aku nggak suka banget ih!!” jawab sungje dengan manjanya *UMMAAAAA!! GUE TERPESONA U,U

“aneh dong nanti.. kan nggak enak juga diliat orang..” kata mrs kim bijaksana.

“ya udah! Nggak usah nikah juga nggak papa kan? Ayolah, mi!!” sungje menatap ibunya dengan puppy eyes.

Mrs kim menggeleng sambil mengelus rambut putra semata wayangnya. Lalu mengecup pucuk kepalanya dengan sayang.

“mami juga nggak mau liat kamu nikah semuda ini, sayang..” air mata mrs kim keluar begitu saja. “mami masih mau ngeliat kamu main-main dan nakal-nakalan. Mami nggak akan marah!”

Air mata sungje juga langsung mengalir deras. Ia memeluk ibunya agar tidak terekspos wajahnya yang sembab.

“ckck.. ternyata manja..” batin geonil sambil tersenyum kecil.

“umm.. ajumma, boleh aku undur diri?” pamit geonil ragu. Ia ingin pergi bukan karena bosan. Tapi karena ia tidak mau mengganggu moment keluarga kim, dan juga tidak mau mengingat masa lalu yang kelamnya.

“eh? Mianhae.. gara-gara sungje manjanya kumat, jadinya kamu didiemin..” sekarang mrs kim memakai bahasa yang biasa dipakai untuk berbicara dengan anaknya.

Geonil tersenyum. “a-aniyo, ajumma.. aku harus pergi..”

“ya sudah.” Umma sungje tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sekaranglah waktunya berbicara dengan anak semata wayangnya yang sudah dewasa itu.

 

*

 

Seperti biasanya. Geonil dibuat sport jantung (?) oleh sungje karena ia datang tiba-tiba setelah geonil memasuki gerbang pagi-pagi sekali. Nafas sungje tak beraturan saat mengatakan pengumuman lanjutan tentang pernikahannya. Untungnya masih pagi dan tidak ada yang datang setelah geonil. Jadilah sungje blak-blakan di depan gerbang.

“umma sudah bilang ke appa kalau pernikahan ini tidak bisa ditunda sampai minggu depan!” kata sungje.

“umma dan appa? Bukannya ‘mami-papi’??”

Sungje menendang kaki geonil dengan segenap tenaga ala lelaki biasa. “tidak ada waktu bercanda! Besok kita sudah melaksanakan pemberkatan!”

Mata geonil langsung melebar.

Hari ini sabtu. Besok.. MINGGU?!! Batin geonil berteriak sendiri.

“nanti kau jadi tamu istimewa keluarga kim!” sungje tersenyum sinis. “nanti appa akan menjemput di depan mall.”

Sungje langsung berlari menjauhi geonil.

“YAAA, JANGAN LARI!!!!!” teriak geonil panik sambil berlari mendekati sungje.

 

*

 

Pulang sekolah..

 

Sungje lebih dulu sampai di tempat janjian. Sekarang, tepat 8 menit ia menunggu kedatangan geonil dan juga ayahnya.

Suasana sore di kota seoul itu terlihat sangat sibuk. Kendaraan melimpah ruah di jalanan seperti sampah. Cahaya pudar matahari tenggelam dan lampu kota bercampur menjadi pemandangan indah menyinari kota.

Sungje mengalihkan pandangannya ke samping. Toko bulgogi. Tiba-tiba perutnya berbunyi. Cacing perut dan anaknya menginginkan makanan itu.

“mau kemana?” tanya seseorang dengan suara berat khas-nya yang membuat sungje tidak jadi melangkahkan kakinya.

Sungje menatap geonil dengan tatapan memohon. Jari telunjuknya menunjuk satu toko pinggiran yang menjual bulgogi. Geonil menghela nafas.

“ayolaah.. aku benar-benar ingin! Anak ini juga ingin..” kata sungje.

Geonil mengangguk. Lalu berjalan di belakang sungje, mengikutinya. Sungje memesan bulgogi banyak sekali. Geonil saja sampai tidak berkedip memandang seplastik sedang penuh (?) bulgogi.

“ada appa!!” pekik sungje ketika keluar dari toko bulgogi itu. Ia menyerahkan plastik hitam itu ke geonil untuk di amankan.

“aku titip, ok?” kata sungje sambil berjalan dengan cool-nya ke mobil BMW ayahnya.

“apa itu?” tanya ayah sungje menunjuk bungkusan plastik.

“bulgogi.” Jawab geonil jujur sambil tersenyum. “aku sudah lama tidak memakannya..”

“oh..” mr kim tidak berkomentar lebih. Ia menyuruh sungje dan geonil masuk ke dalam mobil dan membawa mereka ke rumah untuk memberitahukan semua yang sudah direncanakannya dan juga istrinya.

 

Akankah pernikahan itu dilaksanakan? Akankah berhasil seperti yang kita (?) harapkan? Dan apakah rumah tangga geonil dan sungje bisa dibangun meskipun sungje tidak mencintai geonil? Tunggu jawabannya di part selanjutnya, yang Insya Allah di-share ga lama dari yang ini ^^

 

TBC

 

***

 

Untuk kesekian kalinya, gue minta maaf karna ga memuaskan pemirsa semua (?) *plakk

Gue Cuma nyalurin apa-apa yang ada di pikiran. Kalo ngeganggu, mendingan ga usah dibaca ^^

14 responses

  1. wow……
    aq pengen tau masa kelamnya geonil……
    apa sungje beneran gx bakalan mau tau????????
    aku tebak nanti sungje bakalan tau saat semua mungkin sudah terlambat ato di saat dia merasa jauh….
    kok aku jd ngelanturya????
    tp itu yang aku pikirin……..
    lanjutkan pnie hehehehehe…

    13 Desember 2011 pukul 21:52

  2. hehehe… silakan tanya pada yang bermasalah #sodoringeonil
    nanti perlahan bakal diceritain. tau deh sungje mau tau apa nggak.. biar waktu yang menentukan #halah #lagigaje

    makasih yaa udah ngomen !! ^^

    17 Desember 2011 pukul 22:03

  3. sungje

    LANJUTIN😀
    saya gak sabaran😛

    23 Desember 2011 pukul 11:28

  4. sungje

    sungje sungje sungje :*

    23 Desember 2011 pukul 11:30

  5. sungje

    Sungje :’)

    23 Desember 2011 pukul 11:31

  6. sungje

    hoii hoii :O :O

    23 Desember 2011 pukul 11:33

    • sungje

      😀😀😀

      23 Desember 2011 pukul 11:34

  7. sungje

    😀

    23 Desember 2011 pukul 11:35

  8. geonil2

    ini lanjutan nye yee.. beh bener deh lama-lama gw jadi Gunje shipper haha.. ditunggu lg lanjutan nya, btw bakal jadi nc kagak yah 17 jg kagak kenape nape -_______-

    5 Januari 2012 pukul 02:18

    • wahahahaaa !! ayo jadi GJ shipper !! berhadiah piring jelek (?) loooh~~ #ditabok
      oke oke.. enceh nyusul yak kalo aye masih kuat~~

      9 Januari 2012 pukul 15:36

  9. Ping-balik: Time To Love part 3 « Yaoi Fanfiction

  10. DewiAriyani

    Wahhhh rasa penasaranku belum terjawab nih…
    Pokokx aku suka banget dgn crta ini..
    Lanjut deh aku ke part berikutnya..

    22 Februari 2012 pukul 19:59

  11. Ping-balik: Time To Love Part 4 « Yaoi Fanfiction

  12. Subhanallah makin rame aja ini ff gilaknya juga makin menjadi hahahahaha gila gila gila suka banget sama author yg bikin cerita ini siapapun dirimu apakah hantu kah hahaha *peace hehe* terimakasih karena kamu telah mendapat ide nista dari hubungan geonil dan sungje wakakaka tapi ini sungguh luar biasa daebak! Saya langsung ketagihan sama ceritanya aaaaaaa mantap! Lanjut baca next chap ah capcusss!😀

    9 Agustus 2012 pukul 20:53

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s