fanfiction for our soul

Bad Boy Good Boy Part 4


Title : “bad boy good boy”

Genre : yaoi, comedy (garing), crazy lah pokonya (?)

Rate : PG 13

Length : chaptered (4/??)

Main cast : GD X TOP

 

Hola hola hola holaaaaaaa !!!!!!

I’m back again bawain ff GTOP yang udah beberapa taun lumutan di blog😀 *plak

Ada yang masih inget dan pengen lanjutannya? Silakan dibaca *mending ada yang mau

Ingat *banyak bacot* semua bahasa ancur disini disengaja..!! so, mau protes langsung sama saya aja..

 

****

 

 

<< previous part

 

“KELUAR DAN JANGAN KEMBALI LAGI..!!!”

Ji yong menghembuskan nafas panjang sambil tersenyum terpaksa. Lalu berdiri dan melangkahkan kaki kecilnya keluar. Seung hyun memandanginya dengan pandangan biasa. Setelah itu kepalanya kembali berdenyut. Sakit.. sangat sakit..

“arrrggghhh..” rintih seung hyun sambil memegangi kepalanya. “ji yong-ah, mana es-nya??”

Sunyi~

Seung hyun baru ingat kalau ia baru saja mengusir ji yong. Seung hyun meraba-raba lantai untuk menemukan benda kecil yang dibalut kain putih itu. Akhirnya ia menemukannya. Dan langsung menempelkannya di kepalanya.

“ji yong-ah..” teriak seung hyun. “ji yong!!” panggil seung hyun. “JI YONG..!! KAJIMA..!!”

Seung hyun langsung berlari keluar setelah memastikan kepalanya tidak pusing lagi, dan juga setelah memakai pakaian ekstra hangat untuk menghangatkan tubuhnya di malam berhujan ini.

 

Part 4 >>

 

Ji yong memeluk dirinya sendiri karena kedinginan di sebuah ruko yang sudah tutup. Ia menyesali perbuatannya yang mengiyakan permintaan seung hyun. Kenapa aku yang keluar? Ahh~ pabo!!!!

Sementara itu, seung hyun dengan susah payah mencari ji yong. Kenapa susah? Karena ada game center yang baru dibuka, dan game-game yang dibawa adalah game-game terbaru dan paling daebak di pasaran. Akhirnya ia ikut mengantri walaupun akhirnya ia harus menelan pil pahit karena harus mengalah pada anak yang lebih muda darinya.

Ia keluar dan melanjutkan misi mencari ji yong. Tapi saat sudah sampai tempat yang agak jauh, seung hyun lupa kalau ia tadi membawa mobil. Dan ia pun kembali kesana untuk menjemput mobil cantiknya yang stay tune (?) di parkiran game center.

Setelah menaiki mobil, ia memastikan tidak ada yang ketinggalan lagi. Dan pergi meninggalkan game center yang makin lama makin padat. Ini setan apa sih yang ada di tubuh gue? Kenapa sampe sekarang gue kagak berhasil nemuin ji yong? Ckckck..

Kita tinggalkan keun seung hyun yang satu ini, dan kembali melihat ji yong yang madesu.

Ji yong mengecek HP-nya. Siapa tahu seung hyun SMS. Tapi buru-buru ia mengenyahkan pikiran gilanya dan membuka aplikasi game. Dipilihlah miami knight dan jadilah “ji yong in wonderland” *AUTHOR GILA..!!!

PLUP..

“yahh.. lupa nge-cass!! Bakka bakka!!” ji yong mengutuki dirinya sendiri karena lupa mengecas HP-nya. Batre sekarat, diusir, ga bawa duit, matilah..

 

***

 

Seung hyun sedang menyetir di jalan sekitar myong dong. Tetap ramai seperti biasanya. Ia memperhatikan jalan, siapa tahu ji yong muncul dengan senyum manisnya yang selalu menggoda author untuk selingkuh *astagfirullah.. dari tadi gue rusuh deh ==”

Ia meraba-raba saku celananya untuk mencari benda kotak berwarna hitam yang selalu digunakan untuk menelepon dan SMS, tentunya kalau ada pulsa. Kalau tidak? Ya tidak dipakai. Kasihan si HP..

“ampun dah! Kan di cass. Gimana mau dibawa? Ahh~~ susah lagi deh!!” kata seung hyun sambil memukul tombol klakson. Dan terdengarlah TIIIIIIN~ dengan suara yang keras. Membuat orang-orang langsung kesal dan memaki-maki mobil seung hyun *bukan orangnya loh..

 

Sekarang, keduanya memliki kendala yang sama. HP ketinggalan, dan tidak ada hiburan. Semuanya serba baheula (?) tidak ada HP, tidak ada alat komunikasi, bahkan kentongan pun tidak ada. Mungkin itu akan membantu sedikit walaupun orang-orang akan mengira seung hyun sedang ronda gratisan.

 

In author mind :

 

Seung hyun : *mukul kentongan, pake kaos warna putih, pake sarung di selempangin, celana pendek* JI YONG.. JI YONG..!!

Tung.. tung.. tung.. tung.. tung..

Orang-orang : ada apa sih ? ==”

Anak kecil : bang, ada yang ulang tahun ya? *ga nyambung !!

Kakak anak kecil itu : bukan ultah, dodol!! Itu penjual cendol!

Anak kecil : cendol? Padahal aku nyari dawet..

Kakak : abang sih pengennya pocari sweat. Lee jung hoon ganteng sih!!

Anak kecil : abang gak normal !!

 

#ok, abaikan ini dan kembali ke cerita

 

***

 

Karena author baik hati dan tidak sombong, ada baiknya author mempertemukan mereka. Disinilah mereka bertemu^^

 

“hiks.. hiks.. ji yong..” isak seung hyun karena tidak menemukan ji yong, padahal sudah dua jam lebih ia mengitari kota seoul.

Seorang cowok manis berbadan gembul seperti doraemon mendatangi seung hyun. Ia menanyakan kabar ke seung hyun.

“emang kamu siapa?” tanya seung hyun polos, sambil menyeka air matanya.

Dan musik trot look at me, gwi-seon pun langsung mengalun keras memekakan telinga pengunjung pasar (?) myong dong. Semuanya menutup kuping dan orang yang baru ditemui seung hyun yang gajenya tidak terhingga itu langsung bernyanyi.

“ANNYEONGHASEYO DAESUNG IMNIDA~!!” ia berteriak dengan kencangnya melebihi suara gita ketawa yang sampe 10 oktaf (?) dan suara changmin DBSK dicampur changmin 2AM bersama dengan jonghyun shinee yang digabungkan. Pengennya sih tambahin sungje supernova. Tapi suara dia ga tinggi-tinggi amat #digiles uje

Seung hyun langsung menutup kupingnya sambil berteriak untuk menghentikan hentakan musik bar (?) ala nenek moyang dulu. Ia meminjam suara orang-orang yang ditulis di atas dan memanggil nama JIYONG.

“JIYONG~A PULANG..!! AKU TIDAK AKAN MENGUSIRMU LAGI..!!”

Ji yong mendengar teriakan itu. Ia langsung bangun dari tidurnya yang hanya diberi alas kardus pemberian seorang pedagang indonesia yang menjual indomie.

“ga mungkin seung hyun punya suara segede itu! Ckckck..”

Jiyong kembali merebahkan dirinya. Lalu memejamkan mata perlahan. Dan dia tidak ingat lagi ada dimana.

 

*lah.. lah.. ga jadi ketemu dong GTOP??? *author lari ke pelukan sungje

 

***

 

Keesokkan harinya, ji yong dan seung hyun terbangun di waktu yang sama—walaupun tidak ada yang menyadari—dan langsung mencari tahu dimana tempat yang sedang mereka tumpangi.

 

@ seung hyun place

 

Seung hyun membuka matanya dan menyadari bahwa keramaian ini tidak ada di kamarnya. Ia mengedarkan pandangan kesana-kemari untuk mengetahui dimana ia berada.

“mah.. mah.. kasian!!” kata seorang anak kecil pada ibunya sambil menunjuk seung hyun yang sedang menatap mobilnya dengan wajah madesu.

“iya.. saking pengennya sama mobil itu sampe diliatin! Ckckck..” balas ibunya sambil menatap iba ke seung hyun.

“kasih duit dong ma.. kasiaaan!!”

“iya.. iya..” ibu itu mengambil uang kertas bertuliskan berapa won *gue males nulis nominal* “nih kasih ke mas-nya..”

Anak itu segera berlari ke arah seung hyun. Lalu memberikan uang yang diberi ibunya pada seung hyun.

“buat apa?” tanya seung hyun.

“ini buat hyung. Emang sih gak cukup buat beli mobil itu. Tapi ini cukup kok buat hyung makan!” kata anak kecil itu polos.

Seung hyun hampir saja berteriak untuk mengatakan bahwa itu mobilnya. Mobil kesayangannya yang dipakai untuk berjalan-jalan dan mencari ‘istri’-nya.

“semoga hyung bisa beli mobil yang lebih bagus dari yang ini. Amiiiiin~” anak kecil itu lalu pergi dari hadapan seung hyun.

Orang ini mobil gue! Batin seung hyun. Ahh.. mending cari dia aja dah!

Seung hyun mengambil kunci di saku jaketnya. Lalu ia menekan sebuah tombol. Setelah itu ia masuk ke dalam mobil dan kembali melanjutkan misi yang tertunda.

 

@ ji yong place

 

Ji yong berjalan tak tentu arah. Ia baru saja diusir oleh pemilik kios dan harus menanggung malu dari orang-orang yang berlalu lalang di pasar. Ji yong bingung akan tinggal dimana setelahnya. Ia tidak punya uang untuk menyewa tempat, tidak punya nyali untuk kembali ke rumah orangtuanya, dan tidak cukup tenaga untuk berjalan.

TIIIIIIIIIIIIN~~

Ji yong tidak sadar kalau ia sudah sampai di jalan besar. Dan ia menyebrangi jalan di trotoar—padahal rambu pejalan kaki berwarna merah. Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan membuat jiyong terpental—walau hanya beberapa meter.

“auuuuuu.. dasar orang kaya!!” kata jiyong sambil memegangi pantatnya yang jatuh duluan.

Seorang pemuda dengan gagahnya keluar dari mobil berwarna merah itu. Bukannya menolong, pemuda itu malah memarahi ji yong.

“ya! Punya mata gak sih? Itu rambu warnanya merah!” sembur pemuda itu kejam.

Jiyong menghentikan kegiatan mengusap pantatnya. Ia menatap si pemuda penabraknya dan langsung terkejut.

“j-jiyong??” tanyanya tak percaya.

“s-seungri?” balas jiyong.

Lelaki bernama seungri itu langsung mengulurkan tangannya untuk membantu jiyong berdiri. ia langsung mempersilakan jiyong naik ke mobilnya.

“kenapa sendirian di jalan?” tanya seungri di dalam mobil.

Jiyong menggeleng. “diusir seung hyun!”

DEG—

“s-seung hyun?” tanya seungri bingung. “ada hubungan apa kau dengannya?”

“k-kami—“

 

VI
VI
VI like this
Come step to this

 

Lagu what can I do mengalun lembut dari HP seungri. Tanda ada telepon masuk. Ia lalu memasang headset dan berbicara dengan sang penelpon.

“ne?.. ohh.. iya.. ada lah.. ok..”

Seungri melepas headsetnya dan menatap lelaki di sebelahnya sambil tersenyum manis. Detak jantung jiyong jadi tidak karuan melihat senyum manis lelaki itu.

“umm.. kau tidak ikut camping?” tanya seungri membuyarkan lamunan jiyong.

“eh?” jiyong baru ingat. HARI INI HARI CAMPING!!

“aku juga tidak ikut. Banyak malah yang tidak ikut!” kata seungri.

“issshhh.. aku lupa!! Aku ingin ikut!!” kata jiyong dengan paniknya.

“tenanglah..” seungri mencoba menenangkan lelaki manis di sebelahnya. “minggu depan ada camping lagi kok. Dijamin lebih seru dari yang sekarang.”

 

~~~

 

Seung hyun kembali ke rumah dengan perasaan cemas. Ia takut terjadi sesuatu pada ‘istri’ paksaannya.

Seung hyun mencari HP LG optimus yang selalu menemani hari-harinya saat ada pulsa. Ia lalu menekan angka 3 sampai operator menyambungkannya dengan si pemilik nomor ber-dial 3.

“number you are calling, is out of area..”

“shittt!! Dimana sih dia??” seung hyun kembali menekan angka 3 agak lama. Tapi tetap saja jawaban yang di lontarkan operator sama.

“apa gue telpon seungri?” tanyanya pada diri sendiri. “tapi dia kan ga tau nomor jiyong! Tatap muka aja kayaknya ga pernah!”

Tapi ia buru-buru mengingat kejadian lain. “pernah deng waktu di kantin. Kan jiyong nabrak seungri ampe jatoh! Ckckckck..”

Seung hyun kembali bermonolog, “uhmm.. nanti malah ditanyain lagi sama seungri hubungan gue sama jiyong apaan. Kan ga mungkin gue bilang suami-istri! Yang ada pingsan dia.”

“okelah..” seung hyun mencari nomor telepon seungri di phonebook-nya.

“yoboseyo?”

“eh, gue ke rumah lo ya!!”

“ngapain?”

“gue stress ni vi.. okay??”

“umm.. yaudah deh..”

“oke!! Thanks seungri-ku cintaku sayangku manisku..”

 

***

 

Sementara itu di seberang, seungri mengeliatkan tubuhnya di sofa karena geli dengan ucapan seung hyun.

“amit-amit.. amit-amit..”

Ji yong keluar dari kamar mandi dan langsung disambut mantra gaje seungri. Ia memiringkan wajahnya untuk memastikan bahwa itu bukanlah mimpi.

“kenapa?” tanya jiyong polos.

Seungri langsung memposisikan dirinya duduk dengan rapi di sofa. Ia mempersilakan tamunya duduk di sampingnya.

TING TONG.. ASSALAMUALAIKUM..

“yahh udah dateng ni!” kata seungri.

“siapa?” tanya jiyong.

“kalo di sekolah kita temen sekelas, tapi diluar, kita sepupu!” jawab seungri sambil berdiri dari posisinya.

Ji yong menggeleng. “bodo amat!”

 

***

 

Seungri menatap sepupunya dari atas-bawah, dari kiri-kanan, serong kiri-serong kanan. Tidak ada yang berubah dari sepupunya yang satu ini.

“apa maksud lo tadi bilang pake sayang cinta manis?” tanya seungri ketus.

Seung hyun memanyunkan bibirnya *sumpah gw ngebayangin jadi kesel ndiri ==”*

“udah ih! Geli gue! Masuk aja..” seungri menyuruh tamu tak diundangnya itu masuk. *lah?? Tadi kan dibolehin.. gimana sih..?

Ji yong menoleh ke belakang. Dua orang lelaki tampan nan perkasa (?) di mata wanita datang dengan gayanya yang cool. Ji yong tidak mengedipkan mata melihat salah satu dari mereka.

“j-j-ji-yong??” pekik seung hyun.

“aaaaahhhhh.. sssshhh..”

“gggggrrrrrrr…”

“mmmppphhhh…”

 

TBC

 

*lah.. lah.. kok jadi gini ??? ganti ganti!!* *penonton ke-ce-wa karna ga jadi TBC

 

Seungri menatap sepupunya dari atas-bawah, dari kiri-kanan, serong kiri-serong kanan. Tidak ada yang berubah dari sepupunya yang satu ini.

“apa maksud lo tadi bilang pake sayang cinta manis?” tanya seungri ketus.

Seung hyun memanyunkan bibirnya *sumpah gw ngebayangin jadi kesel ndiri ==”*

“udah ih! Geli gue! Masuk aja..” seungri menyuruh tamu tak diundangnya itu masuk.

Ji yong menoleh ke belakang. Dua orang lelaki tampan nan perkasa (?) di mata wanita datang dengan gayanya yang cool. Ji yong tidak mengedipkan mata melihat salah satu dari mereka.

“j-j-ji-yong??” pekik seung hyun.

“s-s-seung..”

“YONGIEEEEEEEEEEE!!!!!!”

“HYUNNIEEEEEEEEEE!!!!”

“I MISS U!!!!”

“MISS U TOO!!!”

Mereka melepas rindu hanya dengan ucapan seperti itu. Tanpa ada pelukan ala film india, tanpa ada ciuman ala film korea, dan tanpa ada bokep ala film jepang.

Seungri hanya bisa menganga lebar. Di bawahnya sudah tersedia sebuah ember besar yang siap menampung ilernya yang berjatuhan layaknya hujan turun di atas payung hitam (?)

Ternyata hubungan jiyong dan seung hyun makin hancur saja! Bukannya tambah baik, malah aneh. Yaah.. emang pasangan aneh #dilemparGTOPkedormsupernovatepatnyakepelukansungje

“kenapa kamu ngilang?!”

“loh kan kamu yang ngusir?”

“siapa yang ngusir?”

“kamu!”

“oh iya!!” seung hyun menepuk jidatnya. “TAPI KENAPA KAMU PERGI?!”

“kan diusir!”

“oh iya!!”

Hening~

Iler seungri bertambah banyak di bak cucian *author lieur* seung hyun menatap wajah madesu istri/suaminya. Lalu melangkah ke depan satu langkah. Otomatis jiyong juga ikutan mundur satu langkah ke belakang.

 

#backsound : semakin ku kejar semakin kau jauh – 5 minutes

 

“jiyong-ah..” seung hyun memasang tampang panik.

“jangan deket-deket!!” kata jiyong sambil terus mundur ke belakang.

“jiyong-ah, wae?? Salah apa aku sama kamu??”

“awas aja!! Jangan deket-deket!!”

Jiyong meraba benda di belakangnya. Sebuah raket listrik!! Jiyong mengayunkannya ke depan seung hyun. Kini seung hyun yang menghindar. Mana mau sih orang ganteng kayak seung hyun mau kehilangan muka gantengnya??? Yang punya muka jelek aja ga mau mukanya ilang!

“LABA-LABANYA KE MUKA!!!!!” teriak jiyong panik. Tanpa basa-basi ia mengayunkan raket listriknya ke muka seung hyun. And then…

 

TBC *asli !!!!!

 

Huahahahaaa..

Makin ancur aja nih ff !!

Udah ah ga mau lanjutin ==” *readers pesta

Padahal rencananya pengen masukin NC *mumpung lagi bokep ni otak

Yaudah lah.. udah nasib Cuma sampe segini.. ga papa kan ???

 

Oh ya, sedikit promo !!

Follow twit saya yah @GeoniLaila *mention ya kalo mau follback !! tenang..saya pasti follback kok ^^

Trus visit my blog juga : http://kumpulanfanfic.wordpress.com

 

Makasih !!!! xDD

6 responses

  1. aduuuhhhhhhhhhhhhhhh
    yang terakhir bikin sakit perut ketawanyaa hahahahahaha…
    gaxapalahkocak sekali kali /////
    bagus kok onie…….
    baca lagi ah,,,,

    21 November 2011 pukul 20:51

  2. hahaha… minum konidin !! xDD #salahalamat
    makasih yaaa udah mau baca n komen :))

    24 November 2011 pukul 16:08

  3. GTOP😄
    poor top,,,, ky gmana jadi.a tuh mka kekeke

    27 November 2011 pukul 23:51

  4. Lee Ji Hwa

    *ngakak guling-guling* xD

    29 November 2011 pukul 11:35

  5. kepalaku pusiiiiingg
    kehidupan gtop semakin menggila
    setelah baca rasanya aku ikut gilaaaaaaa ~.~

    3 Desember 2011 pukul 17:29

  6. Dejae fuera

    Hahaha sumpah ni ff ngeselin…….. #ditabok
    tpi lucu + seru…
    lanjutin…. >////<

    10 Desember 2011 pukul 21:51

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s