fanfiction for our soul

BEAUTIFULL ONE EYE {YUNJAE COUPLE STORY} CHAPTER 10/10 END YAOI


title : beautifull one eye

author: jung rye sun

 length: 10/10

 rate:  NC 17

 genre: AU, romance, NC17, MPREG, …..

 WARNING!!! MPREG!!!don’t read this! if u don’t like yaoi!

 

 

Annyeong!!

 

LAST CHAP BABY!!! YEAHHH………hahaha…….

ucapkan selamat tinggal pada ff ini, hohoho……

terakhir neh, gw mau promosi ahhh……

follow me on twitter @anaknyaYunjae

ohya, jangan lupa COMMENT okay?!

neh, ff tamat deh……goodbye my readers wkwkwk………

 

ps: untuk chap ending ini tolong komen panjangan yah ^^ anggap aja hadiah bwt saya, hehehe……..

 

 

***********************************************************************

 

 

♫ hello beautifull by the Jonas brothers

 

 

*jaejoong POV*

 

Kuamati wajahku yang pucat di dalam cermin. Tak terasa setetes air mata mengalir begitu saja  di pipiku.

Wajah itu tidak sesuci dulu, banyak noda yang kasat mata membekas di dalamnya. Bagaikan sebuah gelas bening yang telah retak untuk selamanya, tak dapat kembali lagi meskipun waktu telah diputar.

Kuamati perlahan tanggalan di kalender yang terpatri di dinding kamarku yang kecil. Kulihat lingkaran merah yang kuhiasi dengan spidol. ‘my baby birthday’ jika hari itu tiba, aku merasa sangat bahagia.

Aku bahagia karena aku merasa bayi kecilku tumbuh semakin besar, dan pasti sangat cantik. Meskipun aku tak pernah melihatnya, tapi aku selalu dapat merasakan kehadirannya di setiap mimpiku.

Sekalipun dia tak pernah mengetahui siapa aku, miris…… anakku tak pernah mengenal ibunya.

Tapi akan jauh lebih miris lagi kalau dia tahu siapa ibunya. Aku mulai merasakannya sekarang aku memang belum pantas dan belum sanggup menjadi seorang ibu. Karena aku bukan seorang wanita, dan aku tak bisa bersikap layaknya ibu kebanyakan. Andai tuhan baik padaku, dia tak akan menciptakanku sebagai pria abnormal, bukannya aku tidak bersyukur telah dilahirkan kedunia ini.

Hanya saja aku merasa tuhan salah telah menciptakanku seperti ini, karena seharusnya tidak seperti ini.

 

“tokk…..tokk……”

Suara ketukkan pintu membuyarkan lamunanku. Buru-buru kubersihkan wajahku yang membengkak karena menangis semalaman.

“masuklah!”

Kulihat ternyata junsu yang berdiri di depan pintu seperti biasa dengan senyuman khas-nya.

“waeyo junsu?”

Dia menghampiriku dan memelukku pelan.

“ehh, waeyo?”

Tak seperti biasanya dia terlihat sangat senang. Wajahnya menampilkan kebahagiaan yang luar biasa.

“hyung, I have a good news for you!”

Kuatatap wajahnya yang tersenyum nakal padaku.

“what is it?”

Tiba-tiba dia menjulurkan jari manisnya yang telah berhiaskan cincin berwarna perak keemasan.

Aku tertegun sejenak memandang cincin itu dengan seksama.

“he gave me this ring, is that beautiful?”

Aku mengangguk pelan dan memeluknya erat memberikan selamat.

“su, you should promise me something”

Dia terkekeh pelan mendengar perkataanku.

“what is that?”

Kugenggam perlahan tangannya dan kutunjukkan cincin yang melekat manis di jari manisnya.

“kau lihat tanda cinta itu?”

Dia mengangguk pelan .

“itu tandanya kau miliknya seorang, kau tidak bisa membagi tubuhmu dengan yang lain selain dengannya. Memakai cincin itu bukan hanya hiasan su, itu adalah lambang cinta abadi”

Dia menatap kosong padaku, dan perlahan mata itu mulai berkaca-kaca.

“ne, hyung…… aku tahu”

Aku tertawa kecil melihat wajah kecilnya. Kupeluk dirinya erat. Junsu bukan teman biasa bagiku, dia sahabat dan juga adikku. Kami meniti karir kami susah payah di bar ini. Melewati masalah dan asam pahitnya kehidupan disini bersama. Aku selalu menginginkan sahabatku ini bahagia. Karena aku yakin orang baik seperti dia akan selalu mendapatkan kebahagiaanya.

 

~~~

 

“hyung, kapan kau akan mencari kekasih?”

Junsu tersenyum menggodaku. Aku hanya tertawa pelan mendengar perkataanya.

“aku sedang tidak berminat”

Dia memanyunkan bibirnya sedikit mendengar penolakanku.

“nampaknya kita tak akan bisa mengadakan double date”

Aku tertawa kecil sembari menoyor kepalanya pelan.

“kau ini, aku saja belum punya pasangan. Bagaimana mau double date?”

Dia hanya terkikik pelan dan kembali memainkan cincin di jemarinya itu.

“aku bisa mencarikannya untukmu hyung,”

Dia tersenyum nakal, aku hanya membalasnya dengan gelengan kepala.

“yeah, aku tak butuh, karena aku tahu calonmu selalu yang aneh-aneh junsu”

Dia tertawa pelan mendengar jawabanku.

“karena kau membingungkan hyung, seperfect apapun orang yang kukenalkan padamu, selalu kau bilang, he’s not my type, aigoo…..”

Aku terdiam sejenak mendengar perkatannya. Ya, tak ada satupun sosok yang kuanggap sempurna selain dia. Meskipun dia menyakitiku berkali-kali. Namun, harus kuakui hatiku terlanjur jatuh padanya.

Dan mungkin hingga kapanpun aku tak akan menemukan sosok yang tepat.

“hyung??”

Dia melambaikan tangannya pelan di depan wajahku.

“kenapa kau malah diam??”

Kugelengkan kepalaku kuat-kuat.

“aniya, it’s nothing”

Aku kembali larut ke dalam pikiran-pikiranku yang sedang berkecamuk, hingga kenangan beberapa hari yang lalu terlintas kembali di benakku.

 

~flashback~

 

Pria itu memberikan secarik kertas padaku. Perlahan di dekatkannya dirinya denganku.

“datanglah ke pesta ulang tahun putri kita, aku menunggumu”

Kupandangi secarik kertas tersebut dengan tatapan kosong.

Aku benar-benar tak tahu apa yang harus kulakukan pada hal ini.

“I’ll be waiting for you…..”

Perlahan dia pergi meninggalkanku yang sejak tadi hanya duduk termangu.

Kugenggam kertas kecil dalam genggamanku erat, dadaku rasanya sangat sesak. Seperti ada Sesutu yang memaksa keluar.  Rasanya dadaku begitu sesak hingga ingin menangis. Aku merasa begitu sensitive akhir-akhir ini. Dan aku sangat membenci diriku yang sensitive ini.

 

Ingin rasanya kubuang kertas ini ke tong sampah dan tak mengingat hal itu lagi. Aku tak ingin kehadiranku malah menghancurkan hari terbaik bagi putriku. Aku tak mau dia merasa malu dan kecewa dengan adanya aku. Ya! Aku ibu yang pengecut, bahkan dengan anaknya sendiri. Aku hanya tak mau dia kecewa setelah tahu siapa aku. Karena aku yakin masih banyak wanita diluar sana, yang aku yakin pantas dipanggil umma olehnya. Karena dia gadis baik-baik, dan aku menginginkan dia memiliki orang tua yang sempurna. Aku ingin anakku hidup dengan dunia yang sempurna dan berkecukupan. Aku tak ingin hidupnya menjadi sama denganku. Seorang anak yang tak pernah merasakan belaian kasih sayang orang tuanya. Aku hanya tak mau nasib burukku diulang kembali oleh anakku.

 

 

~end flashback~

 

Kutenggak sebotol minuman beralkhohol hingga tak tersisa. Mood ku yang sedang tidak baik membuatku kembali menjadi pecandu minuman keras. Karena bagiku saat ini tak ada yang lebih baik dari pada minuman yang bisa membuatmu mabuk karena itu dapat sedikit menenangkan pikiranmu yang sedang berkecamuk hebat.

“hyung, kau sudah menghabis 2 botol… kau gila,”

Kulihat yoochun yang sejak tadi menatapku dengan tatapan bingung. Wajahnya mulai sedikit kabur dari pandanganku karena terlalu mabuk. Tanpa memperdulikannya kubuka botol ketiga dan menghabiskannya seperti orang kehausan.

“yak, hyung!!”

Diambilnya botol itu dari bibirku. Dengan marah kugapai-gapai botol yang berada dalam genggamannya itu.

“give it to me!!”

Dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“tidak hyung! What’s wrong with you??!”

Kudorong tubuhnya yang berada di hadapanku.

BUAGGH,

“GIVE IT TO ME!!”

Dia menjauhiku perlahan sembari memegang sebelah pipinya yang terkena tonjokkan dariku.

“YOOCHUN-AHH!!”

Teriakku frustasi memanggil namanya yang berlari menjauh.

“AAARRRRGGGGHHHHHH……………………”

Kulempar semua barang yang berada di hadapanku dengan membabi buta. Kulihat mata beberapa orang menatapku bingung. Mereka pasti berpikir sekarang aku adalah orang gila.

Ahhh, aku mau mati saja rasanya.

 

“jae?”

Sebuah suara menyadarkanku dari tidurku.

“kau mabuk??”

Kulihat wajah itu yang terlihat buram di mataku.

“ok, come on! Kau mabuk”

Dia menyeretku paksa masuk kedalam kamarku. Dibantingnya tubuhku diatas kasur.

Dilepaskannya sepatuku dan jaket yang kukenakan. Aku hanya terdiam tak berkutik, mungkin karena sudah terlalu lelah.

“kau ingin kubuatkan susu hangat?”

Ujarnya pelan sembari menatap wajahnku dalam. Aku hanya membalasnya dengan gelengan lemah.

“baiklah, tidur saja….”

Perlahan dia bangun dari sisi tempat tidur dan beranjak meninggalkanku.

“heechul hyung!”

Pria itu berbalik dan kembali menatapku bingung.

“wae?”

Kugoreskan senyuman kecil dibibirku dengan susah payah.

“thanks,”

Dia hanya membalas perkataanku dengan senyuman kecil.

“hyung!…… bisakah kau temani aku disini? Aku tak mau sendiri,”

Pria itu menutup pintu kamar kembali dan urung meninggalkanku. Perlahan dia kembali duduk di sisi tempat tidur disampingku.

“apa masalah yang sedang menimpamu jae?”

Kutatap wajah itu dengan tatapan sendu. Aku ingin menangis sepuas hatiku. Ingin rasanya aku beberkan semua perasaanku pada orang lain. Tapi aku tak tahu bagaimana mengatakannya.

“katakana apa yang terjadi jae?, aku akan mendengarkannya”

Dibelainya pelan tanganku lembut, sebelumnya dia tak pernah sebaik ini padaku. Tapi aku bersyukur bisa lebih dekat pada seniorku yang satu ini.

“hyung, apa perasaanmu jika kau memiliki seorang anak yang tidak pernah kau temui?”

Dia menghela nafasnya berat, perlahan ditatapnya mataku dalam.

“aku tahu dirimu jae. Aku tahu segalanya tentangmu, meskipun kita tidak dekat…….. aku tahu kau memiliki anak. Karena, nasib kita sama jae…..”

Aku terdiam sejenak mencerna setiap kata-kata yang mengalir dari bibirnya.

“aku sama sepertimu jae, takdir kita sama…. Kita terlahir untuk menjalani jalan kehidupan yang sama. Dan semuanya untuk orang yang kita cintai.”

Perlahan kulihat setetes bulir air mata mengalir dari wajah cantiknya.

“kau memiliki anak juga hyung??”

Dia hanya mengangguk pelan sembari tersenyum.

“ne, I have a child too…..”

Tiba-tiba senyumannya kembali menjadi wajah muram.

“tapi anakku tidak bersamaku lagi….”

Kutatap wajahnya dengan tatapan bingung.

“maksudmu hyung?”

Dia tersenyum pahit dan kembali dengan alam pikirannya.

“dia diadopsi dengan keluarga kaya raya setelah beberapa bulan aku melahirkannya, karena aku tak sanggup membiayai dan mengurusnya”

Kugenggam tangannya yang sedikit bergetar.

“kau harusnya bersyukur ayah dari anakmu mau bertanggung jawab dan merawatnya, karena orang itu bahkan tidak mau mengakui anaknya sama sekali,”

Kulihat mata yang selalu hidup itu kini meredup. Sinarnya mulai menghilang seiring cerita yang mengalir dari bibirnya. Aku tak tahu aku masih lebih beruntung daripada dirinya. Setidaknya ayah dari anakku mau merawatnya dengan sepenuh hati. Meskipun aku yang meninggalkannya hingga menjadi single parent.

“hyung……” kugenggam tangannya erat.

“aku yakin, anakmu tumbuh sehat dan bahagia disana…… suatu saat takdir pasti akan mempertemukan kalian,”

Dia tersenyum manis padaku dan memelukku erat.

“jae, ada sesuatu yang dapat kau raih. Mengapa kau melepaskannya begitu saja?”

Kulepaskan pelukannya dan menatapnya dengan tatapan bingung.

“maksudmu hyung?”

Dia kembali tersenyum dan menggenggam tanganku erat.

“kau tahu, hanya orang bodoh yang menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Kau bisa bertemu dengannya. Meskipun kau tak mau dia mengakuimu, paling tidak kau bisa hadir dihadapannya sebagai sosok lain.”

Kuatatap wajahnya dalam, mengapa sepertinya dia tahu segalanya tentang diriku?

Dia bahkan tahu tentang masalah yang ingin kukatakan padanya.

“hyung, mengapa kau tahu semua masalahku?”

Dia hanya tertawa kecil mendengar perkataanku.

“entahlah, mungkin karena kita mempunyai naluri yang sama, ahh… lupakanlah,”

Aku hanya tersenyum kecil mendengar pernyataanya.

“hyung, apa aku harus datang ke pesta ulang tahun anakku besok?”

Dia menganggukkan kepalanya mantap.

“tentu, dia melihat siapa kejutan yang akan datang padanya”

Aku merasa sedikit lebih kuat setelah bercerita dengannya. Malam itu kami habiskan dengan saling bercerita tentang kehidupan kita, sekian tahun kami saling mengenal. Baru mala mini kami merasa begitu dekat dan saling menceritakan pahitnya kehidupan yang kami alami. Seperti seseorang yang satu naluri kami tertawa dan menangis bersama. Aku tahu kehidupannya jauh lebih berat daripada diriku. Meninggalkan anaknya yang mungkin telah berusia 10 tahun. Dia tak sekalipun melihat putra kecilnya itu selama bertahun-tahun lamanya. Setidaknya aku tahu, aku masih sedikit lebih beruntung darinya.

Dan aku bersyukur pada tuhan karena itu.

 

~~~

 

Kurapikan pakainku serapih mungkin. Terpatri di cermin diriku yang terlihat sangat rapih dengan kemeja yang terlihat tidak terlalu formal. Meskipun aku hanya akan menghadiri sebuah pesta ulang tahun anak kecil berusia 5 tahun, bagiku ini adalah pesta penting dalam hidupku. Tak henti-hentinya aku tersenyum melihat diriku sendiri dalam cermin itu.

“jae! Are u ready?”

Heechul hyung menampakkan dirinya dari balik pintu dan menatapku sembari tersenyum.

“ne,”

Kukepalkan erat tanganku yang gemetar karena gugup.

Perlahan heechul hyung membimbingku berjalan meninggalkan kamar sembari membantuku membawa koper.

Saat beranjak keluar bar, kulihat yoosu yang sedang bercumbu panas di counter bar.

“ehemm…….”

Melihatku mereka hanya tertawa pelan, dan yoochun kembali melakukan aktiftasnya memberikan kissmark pada leher junsu.

“hyung, k-kau mau kemana?”

Ujarnya yang sedang dimabuk kenikmatan.

“aku mau ke seoul, mungkin beberapa hari, kau harus menggantikan aku junsu,”

Dia hanya mengangguk pelan,

“take care,”

Ujarnya sembari berbisik ditelingaku,

“yeah,……”

Kuatatap yoochun yang sejak tadi masih asyik bermain dengan nafsu akan junsu-nya,

“yak! Park yoochun! Kau tak memberikan salam perpisahan padaku?!”

Dia terkikik pelan mendengar perkataanku,

“mianhae hyung, take care…. Semoga kau menemukan partnermu di seoul,”

Yoosu tertawa pelan,

“aissh! Kalian ini, baiklah aku pergi sekarang”

Kulihat heechul hyung yang sejak tadi tertawa geli melihat kami.

 

~~~

 

Para manusia-manusia sibuk berlalu lalang di bandara keberangkatan pulau jeju.

“jae, take care”

Aku mengangguk pelan, dan memberikan pelukan hangat padanya.

“aku akan jaga diri hyung, tenang saja”

Aku tersenyum manis meyakinkan hyung ku ini.

“hyung, aku harus masuk ke biarding pass sekarang, karena sebentar lagi jam keberangkatan”

Perlahan kulepaskan pelukannya dan berjalan menjauh, kumasuki boarding pass. Perlahan kubalikkan tubuhku untuk melihat hyung terakhir kalinya. Namun, ternayat dia sudah pergi. Aku menghela nafas berat. Ahh, sebentar lagi waktunya tiba.

~~~

 

Kuhirup udara segar yang berada disekitarku. Setelah sekian lama aku meninggalkan kota yang hiruk pikuk ini, kini aku kembali lagi. Kembali ke kota tempat mengalami banyak pengalaman hidup.

Tiba-tiba handphoneku bergetar di saku kemejaku.

‘ddrrrrttt……….drrrttt…………’

“yoboseyo?”

Hening sejenak di seberang sana.

“jae, ini aku yunho……”

DEG,

Ada apa dia meneleponku?

“waeyo?”

Tanyaku heran padanya.

“kau ada dimana sekarang jae?”

“aku berada di seoul sekarang, waeyo? Aku baru tiba,”

“ohh, kau akan menginap dimana?”

Aku terdiam sejenak memikirkan tempat yang tepat.

“mungkin di hotel terdekat, wae?”

Hening sejenak di seberang sana.

“bagaimana jika kau menginap dirumahku?……… errr, itu jika kau mau”

Aku terdiam sejenak memikirkan permintaannya.

“err,….. nampaknya tidak yun, aku masih tak siap”

Terdengar helaan nafasnya yang berat di seberang sana.

“baiklah, aku sudah mengirimkan supir pribadiku untuk mengantarmu selama di seoul”

Aku terdiam sejenak, lalu kutatap sekeliling di sekitarku.

“untuk apa?”

Tanyaku bingung.

“tentu untuk memudahkanmu pabo, ahh……. Yasudah, kau keluar gerbang timur saja, nanti ada supirku yang akan memberikan tanda padamu, bye…”

Dan telepon pun terputus, akhirnya aku  memutuskan pergi ke gate timur. Dan benar saja sesosok pria berpakaian rapih melambaikan tangannya padaku, sembari memanggil namaku. Dia dating bersama sebuah mobil sedan hitam, audi R8.

“tuan kim, silahkan masuk….”

Dia membukakan pintu mobil dengan hormat. Dan menaruh barang-barangku di bagasi.

“gomawo,”

Dia hanya membalas dengan tersenyum kecil.

“kita akan kemana tuan kim?”

Ujarnya yang bersiap menjalankan mobil tersebut.

“ke hotel terdekat dari kediaman tuan jung,”

Supir itu hanya mengangguk pelan dan membawaku pergi meninggalkan bandara.

Sepanjang perjalanan kuamati kota seoul yang terlihat sedikit berubah, aku ingat setiap detail kota ini, karena aku dulu tinggal cukup lama disini, aku melihat toko –toko kecil yang dulu berjejer di pinggir jalan telah menjadi plaza kecil yang terlihat cukup mewah. Semuanya sudah berubah sejak beberapa tahun lalu. Suasana kota yang kurindukan, dan sosok-sosok yang kurindukan. Semuanya ada disini, di kota ini.

Tanpa terasa aku tersenyum kecil mengingat memori kecil yang terlintas dalam benakku.

Aku merindukan segalanya yang berada disini, terutama aku merindukanmu……

 

~~~

Pesta malam ini akhirnya tiba juga. Sebelum pergi kutatap diriku serapih mungkin di kaca.

Setelah kurasa segalanya telah sempurna aku beranjak keluar pintu hotel, saat tiba-tiba.

“jae……”

Sosok tampan itu datang menghampiriku. Wajahnya yang tampan terlihat sangat sempurna dengan balutan jas mahal yang melekat di tubuh kekarnya.

“y-yun…..kau?”

Dia hanya tersenyum manis padaku.

“kau tidak terlihat cantik malam ini jae,…..harus kuakui kau tampan,”

Aku tertawa pelan mendengar leluconnya,

“aku lebih tampan darimu jung yunho,”

Dia mengulurkan tangannya padaku. Aku menatapnya bingung.

“come on mr. kim jaejoong……..”

Kuraih tangan itu perlahan dan membiarkannya menuntun jalanku. Aku tidak merasa rishi saat ini, namun entah mengapa aku begitu bahagia. Dia menuntunku dan membukakan pintu mobil untukku.

Selama perjalanan kami hanya terdiam tak bersuara, karena kami bahkan tak berani saling menatap satu sama lain, hanya suara music yang menghentak yang menemani perjalanan kami. Aku tak ingin bertanya dan tak ingin berbicara, aku hanya ingin berharap saat ini tidak akan berakhir, saat dimana aku berada disampingnya dan merasakan kehangatannya meskipun aku tak berada dalam dekapannya.

Aku ingin membencinya dengan segenap hatiku, namun membencinya bagiku sama saja meletakkan gunung di atas dadaku, dan membuatku gila secara perlahan.

 

~~~

 

Aku berdiri tegang di depan rumah yang terlihat lebih kecil dan minimalis, rumah ini Nampak lebih kecil dari rumah lama yang memang sangat besar. Kulihat rumah itu yang sejak tadi ramai oleh beberapa tamu undangan yang memasuki ruangan satu persatu. Orang-orang mungkin tak akan menyangka ini hanya sebuah pesta ulang tahun bagi anak kecil berusia 5 tahun.

“ayo….”

Yunho menuntunku secara perlahan memasuki mansion besar ini. Pertama kalinya memasuki ruangan ini, kau akan disajikan dengan dekorasi mewah yang dipadukan dengan warna merah muda. Terlihat elegant sekaligus glamour, yunho menarikku ke bagian sisi ruangan pesta.

“yun…. Kau mau membawaku kemana?”

Dia hanya tersenyum kecil.

“kau tidak mau membawakan kue ulang tahun untuknya?”

Aku menatapnya bingung, kulihat segerombolan anak kecil yang sedang berlari-lari asyik bermain bersama. Diantara mereka terlihat gadis kecil yang entah mengapa, aku merasa dia lebih menonjol diantara yang lain,

“jae, kau tebak yang mana jung jiyool?”

Yunho menatap nakal padaku, aku hanya membalasnya sinis. Kutatap wajah mereka satu persatu. Dan ku tatap wajah salah satu gadis kecil yang terlihat lebih mungil, wajahnya sangat menarik. Aku seperti melihat sesuatu dalam dirinya. Apa mungkin dia?

“jae, kau sudah bisa menebaknya?”

Kuanggukan kepalaku pelan,

“aku merasa gadis itu, jung jiyool…….benar bukan?”

Kutunjuk gadis kecil dengan dress merah jambu itu. Yunho hanya tersenyum Nampak mengiyakan.

“naluri seorang ibu memang tak penah salah,”

Aku tersenyum kecil dan kembali menatap kea rah gadis kecilku. Hi, jiyool……

Kau ingat aku? Apa kau mengenaliku?

~~~

 

Yunho memberikanku sebuah kue ulang tahun yang dihiasi ornament boneka khas anak kecil.

“kenapa aku?”

Dia hanya menatapku seakan berkata, sudahlah ikuti saja. Aku hanya mendengus pasrah.

Semua orang sekarang telah berkumpul di ruangan tengah, jiyool yang terlihat sangat senang diantara teman-temannya, dan kulihat Jessica yang mendampinginya berdiri protective di sampingnya. Aku merasa Jessica lebih terlihat sebagai ibunya, tentunya karena dia wanita.

“jae, kau siap?”

Aku mengangguk mantap,

Dan lampu ruangan itu mendadak gelap, ruangan itu menjadi sunyi tanpa suara. Saat tiba-tiba  yunho menyalakan lilin yang ada di atas kue dalam peganganku.

Perlahan semua orang di dalam ruangan itu menyanyikan lagu happy birthday, seolah sebuah pesta besar ruangan mendadak riuh dan ramai, aku berjalan pelan mendekati gadis kecil yang menatap dengan pandangan berbinar-binar melihat kue dalam genggamanku ini. Wajahnya Nampak begitu bahagia, dia tak henti-hentinya tersenyum dan tertawa.

“HAPPY BIRTHDAY JIYOOL-AHH!!”

Yunho memeluk gadis kecil itu dengan erat dan penuh sukacita. Gadis itu hanya terkikik geli melihat tingkah ayahnya. Kuletakkan cake itu didepannya,

“tiup lilin-nya, tiup lilinnya……..”

Ruangan kembali ramai, dan tubuh kecil itu mencoba memandamkan lilin yang ada dihadapannya.

WUSSH……..

Lilin itu padam dalam satu kali tiupan, aku hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah anak ini.

Yunho yang terlihat bahagia memeluk gadis kecil itu penuh sukacita, aku hanya bisa melihatnya dari sini,

Aku pengecut karena tak berani berkata, hi baby….. this is me your mother.

Jessica yang menyadari kehadiranku, manatapku kaget dan tersenyum kecil padaku.

Yunho yang melihatku hanya diam saja, seakan berkata. Apa yang kau lakukan? Kau seharusnya memperkenalkan diri padanya.

Aku tak sanggup berada di hadapannya, aku menjadi pengecut. Aku langsung pergi menjauhkan diriku dari keramaian pesta. Aku memutuskan menghirup udara segar di halaman yang luas. Udara malam yang dingin membuat diriku yang panas sedikit lebih baik.

“jaejoong-sshi,”

Kulihat wanita itu berdiri di hadapanku.

“Jessica?”

Dia hanya tersenyum manis padaku.

“boleh aku duduk disampingmu?”

Aku hanya mengangguk pelan, jujur aku sedikit gugup berada di dekatnya.

Kami hanya terdiam asyik dengan pikiran masing-masing.

“ehh….”

Kami memulai percakapan bersamaan,

“kau duluan Jessica-sshi,”

Namun, dia hanya menggeleng pelan.

“aniya, kau duluan…….”

“tidak kau saja,”

Dia hanya menatapku pasrah.

“mengapa kau meninggalkan ruangan begitu saja? Kau tidak memberikan salam pada jiyool?”

Aku menggelengkan kepalaku pelan.

“tidak,……”

Dia menatapku dengan tatapan tajam.

“waeyo jaejoong shhi?”

Aku tak berani menatap mata itu, karena aku pengecut.

“bukankah kau ingin bertemu dengannya? Kenapa?! Katakana padaku?”

Perlahan air mata mengalir dari mata indah wanita itu. Aku hanya menatapnya kaget.

“kau tahu……… sekuat apapun aku berusaha menggantikan dirimu, semuanya tak pernah sama, mereka tetap menunggumu jaejoong shhi, jiyool menantikan kehadiranmu………”

Dia menatapku dengan matanya yang berkaca-kaca.

“aku iri padamu, aku iri atas semua yang kau dapatkan. Kau memenangkan kompetisi ini pada akhirnya jaejoong-sshi, semua usahamu untuk bertahan tak sia-sia, yunho terlalu mencintaimu hingga detik ini”

Dadaku terasa sesak mendengar kata-kata itu, apa yang harus kukatakan.

“jaejoong-sshi, ….. aku mengaku kalah darimu, aku memberikan mereka semua padamu, dan…. Kau harus menjaga mereka untukku, promise me,”

Digenggamnya tanganku erat, aku tak bisa berkata apa-apa melihat mata itu.

“kau sudah mendapatkan apa yang seharusnya kau dapatkan jaejoong –sshi, aku tahu mereka tak akan pernah menjadi milikku, berjanjilah padaku menjaga mereka, jika tidak……”

Dia menatapku dalam dan tiba-tiba tersenyum manis.

“aku akan mengambil mereka darimu, dan membiarkan mereka tak mengenalmu lagi”

Aku merasa tubuhku gemetaran hebat, aku tak tahu tapi aku hanya ingin menangis.

Diantara sedih dan bahagia, aku sedih karena tak dapat jadi yang terbaik untuk mereka. Namun, bahagia karena mereka masih menginginkanku.

“menangislah jika kau ingin menangis……..”

Jessica memberikan pelukan hangatnya untukku.

“kau mendapatkan suatu hal yang sempurna jae, kau meninggalkannya maka kau orang paling bodoh di dunia ini,”

Perlahan air mata itu mengalir di kedua pipiku. Aku tak tahu, tapi aku hanya ingin menangis saat ini.

Saat aku mendengar cerita-cerita wanita dihadapanku ini. Betapa dia sangat bahagia merawat kedua orang yang penting dalam hidupku. Dia melakukan hal yang seharusnya tak dilakukan olehnya, karena dia begitu menginginkan berada dalam posisiku, aku tak tahu berapa banyak terima kasih yang harus ku ucapkan pada wanita cantik ini. Dia terlalu baik untuk disakiti.

 

~~~

 

Kumasuki ruangan yang mulai sepi itu, tamu-tamu undangan telah meninggalkan pesta satu-persatu.

Jessica menuntunku mendekati jiyool yang sedang terduduk manis dengan boneka teddy bear raksaksa dia gengamannya.

“jiyoolie,”

Gadis kecil itu menatap sekilas dan tersenyum kecil.

“umma!”

Dia memeluk Jessica sangat erat, mendengar gadis itu memanggil Jessica umma, membuatku hatiku sedikit sakit dan merasa terbuang.

Yunho datang menghampiri kami dan tersenyum manis padaku.

“jiyool, ada yang datang membawakanmu hadiah”

Gadis itu menatapku dengan tatapan polosnya,

“hadiah?”

Dia melihat bungkusan kado yang cukup besar dalam genggamanku.

Yunho memberikan isyarat untuk mendekat dengan jiyool.

“errr……. Annyeong,……… jiyool”

Oh, aku pasti terlihat seperti orang bodoh saat ini.

“this is for you,”

Aku menyodorkan sebuah kotak padanya. Dia tersenyum senang menatapku.

“jiyool, kau tidak melupakan sesuatu?”

Yunho mengingatkan jiyool sesuatu.

“ne,….. oppa, gomawo!”

Aku hanya tersenyum kecil. Hey, dia memanggilku oppa? Apa aku terlihat terlalu muda untuk ukuran ahjussi?

“ne, jiyool-ahh……..”

Aku membalasnya dengan senyuman kecil.

Perlahan tangan mungilnya berusaha membukan kotak kado itu dengan susah payah.

“boleh aku membantu?”

Dia hanya mengangguk pelan, aku duduk disamping dirinya dan mengambil kotak itu dari tangannya.

Membuka kotak itu dengan hati-hati dan perlahan.

“wow!”

Gadis kecil itu terlihat sangat kagum dengan kotak kaca berisi kota bersalju di dalamnya.

Di pandanginya hadiah itu lekat-lekat.

Yunho dan Jessica yang melihat kami dari jauh hanya menatap lucu sembari terkiki pelan.

“kau suka jiyool-ahh?”

 

Dia mengangguk pelan,

“gomawo oppa, ini sangat keren!”

Aku tertawa kecil mendengar ocehannya.

“bolehkah oppa memelukmu jiyool?”

Tanyaku memandang gadis kecil itu dengan tatapan lembut. Dia terdiam sejenak lalu, memelukku pelan.

Tanpa kusadari tanganku mendekap tubuh kecil ini dengan erat. Kucium wangi tubuhnya yang kuringdukan selama ini. Tidak pernah berubah…… dia bayi kecilku.

“bolehkah aku memelukmu lebih lama jiyool-ahh…… selama yang aku mau?”

Gadis itu tidak berkutik sedikitpun, dia hanya terdiam dalam dekapanku. Aku merasakannya, aku merasakan dia mulai sadar akan kehadiranku.

“aku mencintaimu jiyool-ahh….. aku merindukanmu…. Mianhae……..”

Ingin rasanya aku tak pernah melepaskan pelukan ini lagi. Biarkanlah jika ajal menjemputku saat ini. Aku akan merasa menjadi manusia paling bahagia di dunia.

 

~~~

 

Jiyool tertidur dalam dekapanku di tempat tidurnya.  Kutatap sebuah gambar yang diletakkannya di sisi tempat tidur. Gambar seorang ayah dan ibu dengan dirinya di tengah-tengah. Keluarga yang sempurna.

Kuusap lembut rambutnya yang tebal, kukecup pelan keningnya.

‘tokk…tokk…..’

Yunho muncul dari balik pintu dengan senyum mengembang di bibirnya.

“apa aku mengganggu?”

Aku menggeleng dan kembali mengeloni jiyool. Perlahan yunho naik ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di sisi lain tempat tidur jiyool. Seperti yang Nampak dalam gambar itu. Aku, jiyool, yunho……

 

“hei….”

Yunho menatapku dalam dengan tatapan musangnya.

“terima kasih jae,”

Aku mengangguk pelan dan tersenyum manis padanya.

“kau umma terbaik……..”

Dia mengelus pelan rambut tebal jiyool dan perlahan menyentuh jemariku yang juga berada disana.

“aku tak yakin……..”

Yunho menggelengkan kepalanya pelan.

“nope, bagiku kau tetap yang terbaik….”

Aku tersenyum pilu mendengar ucapannya.

“apa kau tak akan membiarkannya mengenalmu?”

Aku menggelengkan kepala kuat-kuat,

“biarlah seperti ini, dia cukup mengenalku oppa-nya…..”

Yunho tertawa kecil mendengar jawabanku.

“oppa? Kau lebih cocok dipanggil ahjumma,”

Aku tersenyum kecil mendengar ejekkannya.

“tanyakan sendiri pada putrimu kenapa memanggilku oppa,”

Dia kembali menatapku dalam, diambilnya tanganku yang berada di rambut jiyool.

Dikecupnya pelan ujung tanganku.

“untukku kau umma-nya, sampai kapanpun jae……..”

Dikecupnya sekali lagi tanganku.

“terima kasih karena telah memberikan anugerah terindah dalam hidupku, kim jaejoong-sshi, aku mencintaimu………..”

Tanpa terasa air mata menetes dari kedua kelopak mataku tanpa permisi.

“biarkan mala mini milik kita bertiga, kumohon hanya malam ini…… biarkan jiyool dengan mimpi indahnya……..”

Dan malam itu kami terlelap dalam satu tempat tidur yang sama. Hal yang selalu kunantikan. Kami tertidur dengan buah hati kami yang berada di tengah kami. Aku tahu saat ini, jiyool sedang bermimpi indah. Karena senyuman tak henti-hentinya menghiasi wajah mungil itu.

Aku hanya berharap kepada tuhan. Biarkan hari ini tak pernah berakhir. Biarkan pagi tak akan pernah datang menjemput. Biarkan mimpi indah ini berlangsung selamanya. Biarkan aku terbuai dalam mimpi indahku bersama orang yang kucintai.

 

~~~

 

Sudah 5 hari aku lalui dengan menetap di seoul, yunho menyuruhku untuk tinggal dirumahnya. Dia memaksaku dengan mmebawa paksa barang-barangku. Aku sangat kaku dengan jiyool, aku akui itu. Namun entah mengapa gadis itu tidak merasa asing padaku. Dia mengajakku bermain layaknya dia mengajak main ayahnya.  Jujur saja aku bahagia dengan sifatnya yang seperti ini, dia mau menerimaku apa adanya, sekalipun dia tak pernah benar-benar tahu siapa aku.

 

Hari ini adalah hari kepulanganku kembali ke pulau jeju, sudah 5 hari lamanya aku meninggalkan pulau itu. Masih ada pekerjaan yang harus kulakukan. Kutenteng koperku yang tak begitu berat karena isinya hanya sedikit. Aku kembali teringat saat-saat itu. Saat aku akan meninggalkan rumah lama dan pergi selamanya dari sini.

 

Yunho telah siap berdiri di depan pintu menantiku. Disana juga ada Jessica yang tersenyum manis sembari menggendong jiyool. Jika aku tak salah lihat, aku melihat jiyool Nampak tidak senang, dia terlihat sedih.  Yunho membantuku membawakan semua barang ke dalam bagasi.

“semuanya siap,a yo berangkat”

Kumasuki mobil dengan gugup, Jessica mempersilahkanku duduk di samping yunho.

Entah mengapa aku merasakan kesediha tergores di wajah mungil putri kecilku itu.

~~~

 

Akhirnya kami sampai di bandara dengan selamat. Sebelum memasuki kawasan boarding pass. Kusempatkan memberikan salam perpisahan pada mereka. Aku merasa sedikit tenang karena ada Jessica di sisi yunho. Karena, aku yakin dia bisa menggantikanku. Karena dia terlihat dengan sukarela.

“yunho- sshi, Jessica-sshi terima kasih atas keremahan kalian menyambut kedatanganku…..”

Yunho hanya membalasnya dengan senyuman kecil, begitupun dengan Jessica.

Kutatap jiyool yang berada di sisi yunho, gadis itu menatapku polos. Seperti ada pikiran yang berkecamuk dalam otaknya.

“jiyool-ahh….. kau tak boleh nakal yah, kapan-kapan oppa akan datang kembali mengunjungimu,”

Kuelus lembut pipinya yang tembam dan merah itu.

Perlahan aku berjalan meninggalkan mereka. Meninggalkan orang yang kucintai.

 

~Author POV~

 

Gadis kecil itu sibuk memflashback semua kata-kata yang dia dengar. Dia berusaha mencerna kembali semuanya dengan baik. Meskipun dia tak mengerti mengapa semua ini terjadi.

Dia menginginkan jaejoong oppanya tetap bersamanya. Dia merasa dia tak ingin kehilangan sosok baru dalam hidupnya itu.

 

~flashback~

 

“jiyool-ahh……….”

Jessica mengusap lembut rambut tebal gadis kecil itu.

“kau rindu umma kandungmu bukan?”

Gadis itu mengangguk mantap.

“kau tahu?……… dia sudah berada sangat dekat denganmu saat ini,”

Jessica tersenyum manis sembari menatap lembut gadis kecil itu.

“katakana sayang padanya, karena dia umma mu, “

Gadis itu menatap bingung pada wanita di sampingnya itu.

“apa umma kandungmu adalah kau?”

Wanita itu hanya menggeleng pelan.

“bukan aku, tapi dia yang memberikanmu hadiah ini…..”

Dia menunjukkan kotak kaca pemberian jaejoong pada gadis itu.

“tell, that u love him…….. he’s ur mother,”

Gadis itu hanya terdiam tidak mengerti apa yang dikatakan wanita itu. Disisi lain itu mungkin hanya pembicaraan biasa sebelum tidur yang sering wanita itu bicarakan. Namun, disisi lain dia juga membenarkan kata-kata wanita itu. Karena dia merasakan perasaan itu. Meski dia tak yakin sekalipun.

 

~end flashback~

 

Perlahan gadi kecil itu mulai mengumpulkan dirinya kembali ke kehidupan nyata.

“jiyool-ahh….. kau tak boleh nakal yah, kapan-kapan oppa akan datang kembali mengunjungimu,”

Perlahan dia merasakan tatapan sedih pria di hadapannya itu. Dia tahu meskipun terlihat tegar, tapi sesungguhnya dia sedang menangis. Dan dia merasakannya, dia merasakan dia tak mau kehilangan pria yang ada dihadapannya ini. Dia tak ingin kehilangan pria ini untuk kedua kalinya. Dia tak ingin kehilangan umma-nya………..

 

~jaejoong POV~

 

Kumasuki pelataran boarding pass dengan perasaan hampa dan kosong. Rasanya kakiku begitu lemas untuk digerakkan. Aku tak sanggup melangkahkan kaki lebih jauh lagi.

Tiba-tiba……

“UMMAAAA………….”

Sebuah jeritan anak kecil yang menangis dikejauhan membuatku terkejut. Dan betapa kagetnya aku anak kecil itu berlari menerobos pintu penjagaan areal masuk boarding pass.

“ummaaa………”

Anak kecil itu berlari padaku dan memeluk kakiku erat.

“ummmaa, jangan pergi……..”

 

Aku berusaha mengembalikan diriku yang tidak seutuhnya disini. Rasanya aku mau pingsan mendengar apa yang diucapkan anak ini. Kuamati gadis kecil itu sekali lagi, dia menggelayut di kakiku sembari menangis. Apa ini benar jiyool??

“jiyool-ahh?? K-kau??”

Kubungkukkan tubuhku menatap wajahnya yang memerah karena menangis.

“apa yang kau katakana tadi?”

Gadis itu menatap dengan tatapan polosnya.

“umma…….”

Tanpa terasa kedua air mataku mengalir begitu saja dikedua pipiku.  Kudekap tubuh kecil itu dengan erat. Kukecup lembut keningnya.

“katakana sekali lagi, sayang……..”

‘umma….’ Kudengar gadis itu berbisik di telingaku. Kupeluk erat gadis kecil itu seakan tak akan kulepas lagi. Kuliahat tatapan orang-orang yang menatap kami bingung. Namun, aku menghiraukannya, kubiarkan waktu ini menjadi milik kami berdua, me and my little baby.

Dari jauh sosok kuat itu menitikkan air matanya melihat pemandangan indah dihadapannya, pemandangan yang selalu dia nantikan selama bertahun-tahun. Jessica tersenyum manis melihat pertemuan keluarga yang sudah lama berpisah itu. Itu bukan apa dan bagaimana, tapi itu semua memang sudah seharusnya, setiap orang memiliki takdirnya sendiri bukan? Kau juga, bersama orang yang kau cintai suatu saat nanti. Kau akan membangun kisah itu dengan caramu sendiri.

 

~~~

 

~7 years later~

 

“ummaa!!!”

Teriakkan histeris itu memenuhi rumah.

“waeyo?!”

Aku kaget melihat putriku yang berdiri ketakutan di depan kamar mandi.

“what’s wrong sweety?”

Ujarku yang tanpa kusadari masih memakai apron, karena aku sedang memasak tadi.

“umma, aku berdarah…….”

Ehh??

Aku memandangnya kaget sekaligus ketakutan.

“huaaa, aku berdarah umma, hiks…..hiks…….”

Aku memandang ngeri kea rah celana yang dia perlihatkan padaku.

“k-kenapa ini?”

Dia hanya menggeleng lemah, perlahan kukumpulkan kembali akal sehatku.

Wait!

Berapa usia anakku sekarang??

Heumm………..

Aha!

Jika dikalkulasi 6 juni besok putriku berusia 12 tahun, berarti tandanya.

“baby, tampaknya umma tahu!”

Anak itu menatap ibunya bingung.

“apa?”

Ibunya tersenyum manis sembari tertawa pelan.

“you are teenager now!! Itu pubertas namanya, itu menstruasi!”

Jiyool menatap ibunya bingung, dia mengingat pelajaran biology yang diajarkan gurunya di sekolah tentang alat reproduksi, kalau tak salah gurunya  memang pernah menjelaskan hal itu padanya.

“jadi! Baby umma, sudah besar sekarang! Itu tandanya, kau memasuki masa gadis-mu, ohh… rasanya baru kemarin aku menggendongmu”

Jiyool memandang ibunya jijik.

“yeah, umma……… kemarin adalah 12 tahun yang lalu,”

Kutatap tajam putri kecilnya yang beranjak dewasa itu.

“ok, aku akan memberi tahu appa mu! Dan kita akan mengadakan pesta, ahahaha…….”

Jiyool menatap ibunya malas, seakan berkata ‘terserah kau saja’

 

~~~

 

“yeobo!”

Terdengar suara jaejoong yang membahana di seberang sana.

“waeyo joongie?”

Ujarnya sedikit kaget, dikiranya ada sesuatu hal yang terjadi.

“kau tahu Sesuatu jung yunho?!”

Yunho mendengus bingung mendengar perkataanku.

“apa?”

Aku tertawa kecil.

“putri kita sudah besar sekarang,”

“maksudmu??”

Yunho membetulkan posisi duduknya di seberang sana.

“dia mengalami haid pertamanya!”

Ujarku sembari tertawa kecil.

“hahahah………lalu bagaimana dia?”

Kubetulkan letak telepon dalam genggamanku.

“awalnya sedikit panic, tapi dia nampaknya mulai berusaha membiasakan diri”

Yunho mengangguka tanda mengerti diseberang sana.

“ya, yeobo!”

“waeyo?”

“jangan pulang malam-malam yah,”

“wae?”

“aishh,”

Jaejoong membenarkan kembali letak telepon dalam genggamannya.

“jika kau pulang malam, hari ini. Kau tak akan dapat jatah sebulan!”

Telepon pun kututup kasar, hahaha………

 

~~~

 

“daddy’s home!!”

Yunho muncul sembari membawakan bunga lily putih.

“this is for you my baby, “

Yunho memberikan bunga itu pada jiyool,

“wae? Kenapa tidak untuk umma?”

Jiyool menatap ayahnya bingung.

“umma sudah terlalu banyak mendapat Bungan dari appa, sekarang saatnya kau yang dapat bunga, anggap saja ini harimu jiyool-ahh…….”

Yunho menatapku dengan tatapan konyolnya.

“baby, aku tidak telat bukan malam ini?”

Aku tertawa kecil mendengar rayuannya.

“tidak, kau tepat waktu…….”

Perlahan dia mulai mencium bibirku ganas terus dan terus berlanjut hingga dia mulai meraba perutku dan punggungku.

“yayaya! Kalian tidak akan membuat adik dihadapanku bukan?!”

Jiyool menatap kami dengan tatapan bingung.

“of course, kau belum cukup umur”

Yunho tertawa kecil menggodanya.

“yeah, itu urusan orang dewasa……. Jangan ganggu aku dengan kegaduhan kalian dikamar,”

Ujarnya menatap kami malas.

“yup,”

Yunho menggendongku alas bridal style ke kamar. Diciuminya leherku dengan ganas sepanjang perjalanan menuju kamar.

Diletakkannya tubuhku yang sudah tak berdaya di atas tempat tidur.

“jae……”

“eummmhh………”

Dia membuaiku kedalam nikmat surgawi dengan memelintir nippleku.

“ayo kita buat adik untuk jiyool,”

Perlahan kubelalakan mataku menatapnya dengan tatapan tajam.

“what?!”

Dia menatapku bingung.

“waeyo?? Kau tak mau”

Kugelengkan kepalaku kuat, aku masih trauma karena melahirkan jiyool meski itu sudah beberapa tahun yang lalu.

“baby kecil kita sudah remaja, dia sudah beranjak dewasa….. rumah ini sepi jae,”

Kutatap wajah tampan yang sudah mulai menua itu.

“aku akan menjagamu kali ini jae, I promise”

Dia membentuk tanda v pada kedua tangannya.

“huffftttt……… baiklah, tuan jung yunho”

Kami tertawa pelan dalam dunia kami saat ini.

 

7 tahun yang lalu setelah kejadian di bandara itu, hidupku berubah. Aku kembali menyandang nama jung jaejoong, kami membesarkan jiyool bersama. Melihatnya tumbuh menjadi gadis yang beranjak dewasa adalah sebuah kepuasan tersendiri. Rasanya aku telah kehilangan waktu 5 tahun bersamanya dan aku sangat menyesalinya, aku mencintai keluargaku. Dan aku ingin memberikan yang terbaik untuk mereka.

Haelmoni, do u look at me now?

Aku bahagia sekarang, aku mengerti apa itu cinta dan keluarga.

Umma jung, apa kau tenang disana?

Aku kembali, aku berjanji akan menjaga jung yunho hingga akhir hayatku.

 

Ahh…….

Bagaimana denganmu?

Kisahmu dimulai dari sekarang bukan?

 

~salam manis mrs.jung

 

 

The End

akhirnyaaaaaaaa……………

selesai sudah fanfic gaje ini!

COMMENT PLEASE! ^^

 

 

48 responses

  1. Reekynie

    Suka baaannggeettt…#smbl cubit2 pipi yunho trus kabur(?)
    Akhir yg menyenangkan…
    Terharu banget liat endingnya..jadi pengen nikah(?)
    akhrnya jiyool yg mempersatukan jae ma yun..jessica jg akhrnya ngalah..
    Yoosu couple parah ih, ga liat wkt dan tmpt hajar trus, ga da rem nya..kekeke
    Author daebak..20 jempol buat author..#pinjem jmpl kaki org yg lg lwt didpn ku(?)

    10 Juli 2011 pukul 14:03

  2. dira

    Waahh senengnya keluarga yunjae bahagia
    jessica baik yah xD *plakk
    untung jiyool ga nolak jae sbg umma nya
    yoosu kapan nikah? *lari
    ayoo thor, bikin ff lagi.. yg banyak yah
    kekeke…

    10 Juli 2011 pukul 14:25

  3. eunjoo lee

    Huaaaaa…. ¤.¤
    Udh abis??

    Cerita’a ok bgt!!
    Pas ending’a dpt bgt thor…
    Jd gak gantung..
    Se-truk jempol bwt author yg udh berhasil menyelesaikan ff ini…
    Yeee!!!!!
    #Tepuk tangan,
    Prok..prok..prok..😀

    10 Juli 2011 pukul 16:25

  4. Tanjunxiu

    Huwaa~~
    so sweeet bangetz *hug author
    akhir yg sangat menyenangkan,
    happy ending yunjae love story ^^
    g sia2 umma menderita selama ini,
    terbayar sudah dg kebahagiaan yg didapat,
    kembali dg keluarga yg drindukan.
    Aq baca mpe nangis pas moment jiyool manggil umma,
    rasa.y aq ikut merasakan =.=
    gomawo thor, ffmu sungguh2 keren.
    I like it😛
    dtunggu karya2mu yg lain,
    Always Keep The Faith!

    10 Juli 2011 pukul 18:47

  5. hhuuwaaa.. Aq ska crita’a..
    Akhr’a jaeppa bhagia.. Jga..
    Untung sica.. Nydar.. Klo yunppa it cma buat jaeppa..
    Yunjae is real.. !! *hhaaa..*
    annyeong..🙂

    10 Juli 2011 pukul 20:14

  6. chabie

    akhrx ni ff tamat jg hehehd. .t. d chap trkhr mengharu biru . . .yoosu yg tak kenal tmpt jk brmesraan. . heechul d sni sgt dwsa n bijak bgtu jg dgn jessika yg dg sukarela mundur dr kompetisi mrbut jung family hehe. . . plg terhru adgn jaema ma jiyol d bndra. . hati cp yg tak trsntuh jk putrix mau mengkuix n memangilx . . .happy ending akrx yunjae . . .hehe

    author request dong. . . bkin sequel donk hehehe . . . .

    wasalamru . . .yoosu yg tak kenal tmpt jk brmesraan. . heechul d sni sgt dwsa n bijak bgtu jg dgn jessika yg dg sukarela mundur dr kompetisi mrbut jung family hehe. . . plg terhru adgn jaema ma jiyol d bndra. . hati cp yg tak trsntuh jk putrix mau mengkuix n memangilx . . .happy ending akrx yunjae . . .hehe

    author request dong. . . bkin sequel donk hehehe . . . .

    wasalam

    10 Juli 2011 pukul 20:14

  7. rara_cassielf

    Uwaaaa……suka…..q ska bgt ma cerita.a (ʃƪ´▽`)♥

    Seneng bgt liat yunjae kmbli bsma n hidup bhg breng jiyool
    Pkok.a nihh ff manis bgt bwt q, hihhihihi

    Agak kagok jg liat peran jessica dsni biasa kan dia antagonis, ahaha

    Nice ff thor
    Mksih udh bwt ff yg kek bgni (ɔ ˘⌣˘)˘⌣˘ c)

    10 Juli 2011 pukul 20:54

  8. cherry

    I Like it… s0 sweet….
    jaejoong awet muda kali ya,,, ampe di panggil oppa ma anaknya…

    Nice FF
    buat author “terus berkarya!!!!!”

    10 Juli 2011 pukul 21:19

  9. Kereeenn
    endingnya suka bgt thor..
    Akhirnya keluarga Jung kembali bersatu.
    Salut bgt ama Jess yg rela mundur demi kebahagiaan Jiyool ama Yunho.
    Ama Chullie yg nasehatin Jae supaya gak nyia-nyia’in kesempatan kembali ama kluarganya. Sikap mereka amat sangat dewasa.

    Wkwkwk,
    q sempet ketawa2 geje pas bagian Jiyool lagi dapet.
    Gak kebayang aja, soalnya kan Jae itu namja.
    Hehehe

    author buat Yoosu juga donk!!
    Yunjae lagi juga boleh!
    Ayo tetap semangat.
    Fighting author-shi..

    11 Juli 2011 pukul 07:44

  10. Akhir na happy ending juga.
    gak nyangka ternyata chulli juga punya cerita kehidupan yang sama seperti jaema, gomawo chulli karena udah ngasih nasehat buat jaema agar jaema berani muncul di hadapan jiyool. Emank ya hati seorang ibu pasti gak pernah salah, jaema dengan mudah na tau yg mana jiyool kecil na walau lama gak bertemu jiyool na.
    hehehehee……. yunpa kalah tampa ama istri sendiri di ultah anak na, yei yunpa nyatain cinta na langsung di hadapan jaema dengan di saksiin jiyool yg sedang terlelap ama mimpi indah na.
    Gomawo jiyool karena berhasil ngehalangi jaema tuk pergi lagi yg kedua kali, n selama mengadi seorang gadis yg cantik.
    akhir na jaema bahagia juga.

    11 Juli 2011 pukul 08:48

  11. Park91

    Yaaaah happy ending *joget2*

    Yunjae yunjae yunjae yunjae lalala… XDD

    11 Juli 2011 pukul 10:14

  12. park min gi

    Ooo my god! This is totally awesome~ *loncat2 bahagia(?)
    Sumpah ini ceritanya bagus banget loh author,
    Aku ngefans deh sama author (?).😄
    Pertamanya sih ceritanya agak ngeselin tu yunho nya kejam,
    Tapi ending perfect banget deh ampuuunnnn xD
    Author DAEBAKKKK~~~!!! *teriak pake toa di telinga yunjae

    11 Juli 2011 pukul 18:51

  13. akhirnya bahagia !!!!!!
    bikin epilognya dong onnie.. hehe..
    critain kluarga jung yang bahagia❤ #reader sarap

    12 Juli 2011 pukul 17:35

  14. Annyeong…
    Mianhe baru coment di chap terakhir #bungkuk2
    akhirnya happy ending juga…
    Sudah cukup aq melihat yunjae menderita selama ini #plakk lebaaayy

    13 Juli 2011 pukul 17:44

  15. so sweet. . . . .
    sumpah baru kali ni Q bca ff paling menyentuh. . .
    kirain tadinya jae bkal plg trus ninggalin yunho dan jiyool lgi, eh gk tw_a ada surprise. . .
    Ini hadiah Q bwt author krn udah bwt ff sebagus dan seromantis ini. . .
    buat lgi y author. . .
    d tggu kreasi bru yunjae_a. . .
    Always Keep The Faith

    13 Juli 2011 pukul 22:06

  16. yunjaePoreper

    wiuhhh………….. publishnya cepet euy..
    pas nyasar lagi kesini, ehh… udah publish last partnya..
    walaupun bacanya ngebut, tapi ini FF keren banget,,
    (komennya aku gabungin disini aja yah)
    ceritanya bner2 menyentuh..
    apalagi masa2 penderitaan jeje.. beuhh.. gak kuat deh..
    tapi akhirnya yunpa malah kepincut sama jeje dan gak bisa berpaling kelain hati sampe rela menunggu bertahun-tahun buat jeje..
    pokoknya t.o.p b.g.t deh..
    kalo kata anak2 suju, GORGEOUS.. hehehe_
    bikin lagi FF keren kaya gini donk…^^

    15 Juli 2011 pukul 22:02

  17. TT^TT
    Author sshi, Kau sungguh tega padaku, aq dikira gila karena nangis di depan laptop. Ngebayangin Jae Umma yg mw pisah dg anaknya entah kenapa air mataku gak kebendung. FF ini berbahaya buatku.

    Saya Reader yg baru gabung di sni *gak ada yg tanya* dan baru baca ni chap, tp kerasa banget di hati. Author sshi, dua jempol untukmu d(*O*)b

    Akan aq baca chap sebelumnya
    Keep writing Author sshi, and
    Hwaiting !!!!!

    19 Juli 2011 pukul 17:29

  18. niiz

    Kumasuki pelataran boarding pass dengan
    perasaan hampa dan kosong. Rasanya kakiku
    begitu lemas untuk digerakkan. Aku tak sanggup
    melangkahkan kaki lebih jauh lagi.
    Tiba-tiba……
    “UMMAAAA………….”
    Sebuah jeritan anak kecil yang menangis
    dikejauhan membuatku terkejut. Dan betapa
    kagetnya aku anak kecil itu berlari menerobos
    pintu penjagaan areal masuk boarding pass.
    “ummaaa………”
    Anak kecil itu berlari padaku dan memeluk kakiku
    erat.
    “ummmaa, jangan pergi……..”
    Aku berusaha mengembalikan diriku yang tidak
    seutuhnya disini. Rasanya aku mau pingsan
    mendengar apa yang diucapkan anak ini. Kuamati
    gadis kecil itu sekali lagi, dia menggelayut di
    kakiku sembari menangis. Apa ini benar jiyool??
    “jiyool-ahh?? K-kau??”
    Kubungkukkan tubuhku menatap wajahnya yang
    memerah karena menangis.
    “apa yang kau katakana tadi?”
    Gadis itu menatap dengan tatapan polosnya.
    “umma…….”
    Tanpa terasa kedua air mataku mengalir begitu
    saja dikedua pipiku. Kudekap tubuh kecil itu
    dengan erat. Kukecup lembut keningnya.
    “katakana sekali lagi, sayang……..”
    ‘umma….’ Kudengar gadis itu berbisik di
    telingaku. Kupeluk erat gadis kecil itu seakan tak
    akan kulepas lagi. Kuliahat tatapan orang-orang
    yang menatap kami bingung. Namun, aku
    menghiraukannya, kubiarkan waktu ini menjadi
    milik kami berdua, me and my little baby ====>>> ya allah dibagian ini aku menangis sambil ketawa, nyentuh banget di hati ampe merinding aku. Aku ga bisa koment panjang tp yg pazt aku suka banget sama ff.nya mulai dr karakter castnya, jlan crta, tiap kata tiap kalimat buad aku jth cinta. Good job thor.
    ataran boarding pass dengan
    perasaan hampa dan kosong. Rasanya kakiku
    begitu lemas untuk digerakkan. Aku tak sanggup
    melangkahkan kaki lebih jauh lagi.
    Tiba-tiba……
    “UMMAAAA………….”
    Sebuah jeritan anak kecil yang menangis
    dikejauhan membuatku terkejut. Dan betapa
    kagetnya aku anak kecil itu berlari menerobos
    pintu penjagaan areal masuk boarding pass.
    “ummaaa………”
    Anak kecil itu berlari padaku dan memeluk kakiku
    erat.
    “ummmaa, jangan pergi……..”
    Aku berusaha mengembalikan diriku yang tidak
    seutuhnya disini. Rasanya aku mau pingsan
    mendengar apa yang diucapkan anak ini. Kuamati
    gadis kecil itu sekali lagi, dia menggelayut di
    kakiku sembari menangis. Apa ini benar jiyool??
    “jiyool-ahh?? K-kau??”
    Kubungkukkan tubuhku menatap wajahnya yang
    memerah karena menangis.
    “apa yang kau katakana tadi?”
    Gadis itu menatap dengan tatapan polosnya.
    “umma…….”
    Tanpa terasa kedua air mataku mengalir begitu
    saja dikedua p

    20 Juli 2011 pukul 22:03

  19. Happy ending kan? hehehe

    Huaaaaa , terharu banget baca partnya Jae & Jiyool :’)
    Umma , akhirnya km bisa bersama anakmu :’)

    Astaga , Jiyool norak! Masa puber aja ga tau? #plak #ditabok.YunJae
    Ihiiiiy , Yunho appa yadong deh ==’
    Di ajarin changmin(?) ya? hahaha

    21 Juli 2011 pukul 18:53

  20. XaN

    waaww 3 kata bwt ni ff
    1. keren
    2. keren
    3. keren

    kta2nya bagus terharu juga bacanya

    24 Juli 2011 pukul 18:08

  21. princessradita

    Yeaaaaaayy ╭(^▽^)╯ happy ending
    Btw, jiyool benar2 anak yg cool.. Begitu tenang nerima jae sbg umma naa.. Trus cool bgt pas Yunho&jae ciuman di depan dia
    °˚°\=D/ЋΐЋΐ Ћΐ:D°˚°

    9 Agustus 2011 pukul 16:36

  22. paulina

    whoaaaa author!!!!! keren banget ne crita!!! mian ya daku baru komen skrg coz baru baca dari 1-ending!!! dapet banget feelnya, jalan critanya ga bertele-tele,n penokohannya jelas. bikin lagi donk thor crita kayak gini ketagihan ne…..

    19 Agustus 2011 pukul 18:30

  23. Jung HyoJae_Cassieland

    Daebak! terharu banget QAQ
    #nangis gaje

    Keren banget deh author, aku suka sama ceritanya
    ash…YunJae is the best! Aku juga terharu bgt pas jiyool panggil umma QAQ
    Ikatan Ibu & Anak gak pernah salah!
    #plak

    Pokoknya aku suka banget sama cerita ini
    DAEBAK! >o<b

    24 Agustus 2011 pukul 23:43

  24. Author! HYA aku baru bisa comment sekarang!-_- aku udh baca ff ini beberapa bulan yg lalu dan baru comment sekarang hihi. Aku gabakal mau comment dr PC soalnya takut ketauan umma appaku hehe >.<
    Thor aku suka bgtbgtan sama ff ini, pengen deh aku unjukin ff ini ke yunjaenya langsung kkkkk #ngarepabis
    Ff ini bgs thor aku gabosen2 bacanya hehe~ daebak author! Bikin ff lebih banyak lagi ya kkk ^0^

    11 September 2011 pukul 15:04

  25. loveyesung

    Wah author skrng sdh makin hebat bkin ff nya sedikit typo manusiawilah😀
    Sbenernya cerita jae pregnant dgn yunho yg gk menyadari perasaannya dah banyak yg nulis
    Tp ff yg ini sukses bkin sy terharu, gomawo author sdh ngepost ff yg bagus ini
    Ayo bkin ff lg yg lebih bagus author hwaiting !!!

    11 September 2011 pukul 23:50

  26. maknae96

    terharu pas si jiyool pertama kali manggil jaemma “Ummaa” aku sampe nangis !! T_T
    kereeeeeeen ><

    14 September 2011 pukul 19:52

  27. reina

    berakit-rakit dahulu bersenang-senang kemudian deh, terus berkarya author. daebak

    15 September 2011 pukul 23:51

  28. icha cassieopeia

    Gak bzaaa brkta2, ak sukaa bgt, trutama yg bgian lasr chap. Tak brtelen ampe tersenyum ama nangizz kyk org sarap akunya. Wlopun ak bca nie ff lewat samsung galazy tablett. Ttap trasa bgt feelnya trsampaikan tnpa titik koma, gud job dechh wat authornya yg top bgt. Ttaplah brkarya buat ff yunjae yg kerenzz abiezss yooo, bleh request gak watt ff homin dunkkk plizzz. Biar lbih brwarna ajaa hehehehe

    20 September 2011 pukul 21:08

  29. han aram

    T.T
    nangis bombai…
    cerita ending nha bagus banget..
    apalagi wktu jiyool manggil jeje umma..

    bikin adek buat jiyool donk..

    22 September 2011 pukul 11:17

  30. ChinaTsu ariHyoshiie

    Akhirna end jg…
    Happy end..bgus lah..
    Terharu bcana..hikz…T.T

    1 November 2011 pukul 09:47

  31. putri as park min-ah

    Sumpah ini keren !!
    Gila . Aku bener2 speechless ..

    dari awal sampe hampir akhir asik2 sedih2 . Tapi akhirnyaaa happily ever after … Yeyyy !!

    Aa aku bener2 terkontaminasi virus yunjae sekarang !! Dan itu gara2 ff disini >o< aa ..

    19 November 2011 pukul 01:47

  32. Chunda Pandita

    KEREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEN
    maaf ya author ga bisa komen panjang-panjang…
    abis ini tuh keren bangeett
    akhirnya happy ending yaaaaaaah
    aaaah pingin deh punya emak kayak jaemma

    21 November 2011 pukul 09:25

  33. luv_yunjae_love

    hiks…
    ini air mata bahagia yg keluar …
    senengnya cerita nie happy bngt ending nya…
    tp gk kelamaan tu bikin adik buat jiyool…
    padahal tu dh umur 12 tahun…
    *plak

    26 November 2011 pukul 11:25

  34. HSebby

    suka!!!!!!!! bgs bgt!!! aku suka!!! <3<3<3

    14 Desember 2011 pukul 15:31

  35. HUAAAA~ aku suka. yeahh happy ending!!!
    kirain bakal sad ending tadinya ternyata FUAHHH~ endingnya memuaskan!!! khe khe khe

    meski adegan NC-nya kurang menurut akuh #plakkk…. ketauan pencinta NC….

    kekekekekke…
    good job for author!!!!

    aku suka banget sama ceritanya!!! cuman yah yang aku bingungin!!! kenapa yah??? fanfic yunjae yang kubaca disini selaluuuuuu ajah jaejoongnya yang menderita???? #garuk.garuk kepala

    but what ever lah!!! yang penting yunjae bersama selamanyaaaaaaa >o<

    22 Januari 2012 pukul 11:24

  36. ChanNuriza

    ya ampuuuuuunnn *peluk author* aku terharuuuuu.. akhirnya happy end.. syukur deh kirain gak bakal nyatu lagi gra2 jeje mau pergi.. hahaha adegan jiyool panik gra2 mens unik bnget.. gimana nanganinnya yak kn yg cewek dia doang tp jeje ngerti tuh kayanya.. muahahaha like it.. nice ff.. semangat buat karya selanjutnya thor.. XDDD

    30 Januari 2012 pukul 00:13

  37. leesowon

    Wuaaaah daebak daebak daebak \(^o^)/
    Ceritanya bener-bener ada pait dan manisnya
    Bs bikin terharu *sampe hampir nangis* sekaligus senyum” sendiri *gila kali* xD
    Tp tiap adegan NC” nya aku langsung skip *blm cukup umur nih kkk*

    Seneng deh ternyata akhirnya happy ending
    Pengen deh punya ortu kyk Jaema dan Yunpa , pasti bakal harmonis bgt keluargaku..
    Dan yg bikin menarik ternyata disini Jessica sifatnya ga egois , beda sama FF YunJae lain yg dibikin kejam perannya
    Jd pengen liat wujud Jiyool , secantik apa ya hasil produksi(?) antara Jaema dan Yunpa itu? Kkk~ xD

    Pokoknya suka bgt deh sama ni FF , neomu neomu chua! ^^
    Banyak bgt nih amanat buat reader” nya
    Daebak deh buat authornya😀

    27 Februari 2012 pukul 21:59

  38. fieeYJ

    mian chingu, aq gk bsa kment ff mu sblum x td. gk pp kn klo aq kment x skrang?

    umma ngdpetn kbhagiaan x jg, mski pun hrus ngalamn brbgai hal bruk sblum x

    appa, buat adik x yg bnyak ne? klo bsa kmbar, hehe

    4 Maret 2012 pukul 02:55

  39. Cjj

    Happy ending
    jung family akhrnya bhagia
    wait wait jaema bsa tw mslah menstruasi jg ya
    ckckck

    16 Maret 2012 pukul 09:36

  40. firegirl97

    Waahhh…
    So sweet….
    Akhirx jae ma jiyool bersama kembali..

    17 Maret 2012 pukul 05:46

  41. Yunna

    huft legaaaaaaaa happy ending!!!! prok prok proookkk😄
    sweet bgt endingnya suka bgt unn^^

    22 Maret 2012 pukul 01:22

  42. huwaaa author! Aku padamu!*nemplok ke author*
    tau ngk thor, udah berapa kali gne nangis ngegara nih ff?? Nyesek bner thor.

    Jung yunho akan slalu bersama kim-jung- jaejoong😀

    nc.annya knp ngk di buat thor -__-

    sekian…*kissu jauh author*plakk

    24 Maret 2012 pukul 20:50

  43. woah.. tamat.. beautiful end chap ^^ \(>o<

    hahhh finaly umma mnggapai kebagian'a brsma org yg bnr ia cintai n buah hati'a.. love this story tp aq agak nga suka ma umma yg ngrutukin takdir'a sbgai namja yg abnormal menurut'a.. aq nga prnah anggap Jaema abnormal or jijik sma hal'a ma Yunpa, Yunjae itu takdir n anugrah yg indah dr Tuhan bg aq🙂

    pkok'a jeongmal gomawo dah bt aurhor yg dah bkin ni ff,, daebak.. -hug author-

    7 April 2012 pukul 23:44

  44. woah.. tamat.. beautiful end chap ^^ \(>o<

    hahhh finaly umma mnggapai kebagian'a brsma org yg bnr2 ia cintai n buah hati'a.. love this story tp aq agak nga suka ma umma yg ngrutukin takdir'a sbgai namja yg abnormal menurut'a.. aq nga prnah anggap Jaema abnormal or jijik sma hal'a ma Yunpa, Yunjae itu takdir n anugrah yg indah dr Tuhan bg aq🙂

    pkok'a jeongmal gomawo dah bt aurhor yg dah bkin ni ff,, daebak.. -hug author-

    7 April 2012 pukul 23:51

  45. jungnie

    hiks hiks …
    terharuuuuuuuuu
    ceritaku … aku nunggu yoppa, hiks hiks
    (nangissenyumnangis)

    3 Mei 2012 pukul 18:03

  46. ninaMVP ^^

    daebak ceritanyaaaa!! tapi kasian jaejoong dari awal disakiti mulu ma yunho trus di jessica itu ganggu aja -____- endingnya bagus, akhirnya jaejoong bisa ktmu lg ma anaknya sekaligus bisa balik jadi istri yunho, pokoknya ni ff bagus dah😉

    19 Juni 2012 pukul 10:45

  47. stevani

    Deabakkk bgt…

    Sempet nangis pas dibandara anterin jeajoong pulangg..

    Tpi ending na memuaslan🙂

    Kirain jae bakal ga mau lg ma yunhoo..
    Tpi untunglah..

    Ada sekuel ga???

    Bikin dong…
    Heheheh

    22 Agustus 2012 pukul 22:55

  48. FFx keren kok thor!
    nggak gaje” juga…
    aq nangis wkt mbaca chap.10 ….
    pokokx DAEBAKKK!!!! ^-^

    18 Desember 2012 pukul 14:26

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s