fanfiction for our soul

ESCAPE {YUNJAE COUPLE STORY} CHAPTER 3/? YAOI


title: escape

author: jung rye sun

length: 3/?

rate: NC 17, AND THIS FANFIC IS CONTAIN OF MPREG!

genre: AU, romance, angst, MPREG,straight, comedy…

DON’T TRY TO READ THIS IF U ARE NOT FUJOSHI!

annyeong!!!

kangen ff ini gak?!

kalo kangen comment yang banyak biar saya gece postingnya, hahaha………..

 

bentar ada yg ketinggalan, follow me on twitter @anaknyaYunjae

 

 

**********************************************************

 

 

*jaejoong POV*

 

“hyung-ahh……”

junsu memandangku dengan tatapan polosnya, aku hanya meliriknya sejenak dan kembali asyik dengan komik dragon ball ditanganku.

“hyung, kenapa kau tidak pada jung yunho? kan, kau bisa menikah dengannya hyung, lalu aku akan memilki kakak ipar yang populer, siapa tahu dia juga bisa membawaku ke dunia entertainment, ahh…….”

junsu tersenyum-senyum aneh, aku yang melihat tingkahnya hanya memanyunkan bibir malas dan melanjutkan bacaanku kembali.

“hyung, kau dengarkan aku tidak sih?!”

aku hanya terus membaca dan mengabaikan protesan-nya.

“yak, hyung!”

dengan kesal junsu mengambil komik yang sedang kubaca, spontan dengan kesal aku berteriak padanya.

“YAK! kau menggangguku saja! ahh, kembalikan komikku!”

junsu yang ketakutan karena kubentak akhirnya mengembalikan komik itu padaku.

“hyung, kau jawablah pertanyaanku! aishh, hyung…..”

aku pun melepaskan pandanganku dari komik yang sedang kubaca, aku paling kesal dengan pertanyaan ini.

“kau tahu kenapa?……….”

kutatap wajah junsu dengan tajam, junsu hanya menggelengkan kepalanya polos.

“karena dia MUSUHKU! mengerti kau? dan dia sangat membenciku! jika aku meminta pertanggung jawaban, dia akan menertawakanku junsu! dan aku tak mau!”

junsu hanya melongo mendengar pernyataanku.

“tapi, jung yunho itu baik hyung……dia tidak seperti hyung!”

HEY! apa maksudnya itu? apa aku jahat?

“maksudmu?!”

junsu hanya tersenyum kecil,

“yunho kan bukan playboy sepertimu hyung, dia sangat baik….lihat saja di tv, dia sering ikut kegiatan sosial……”

junsu terus saja menceritakan kebaikan-kebaikan yunho seakan dia sudah mengenal yunho sejak lama,

aku yang mendengarkannya hanya cemberut melihat adikku yang rasanya tidak melihat apapun kebaikan yang ada pada diriku, apa sih yang kau harus banggakan dari jung yunho? aku masih lebih keren daripada yunho.

“stop! okay?! aku tak mau mendengar kisahmu tentang kebaikan jung yunho, berhenti atau kutendang kau dari rumahku junsu! lebih baik, daripada kau terus menerus menggangguku, kau pergi saja sana jalan-jalan, aku mau sendiri! okay?!”

junsu hanya menatapku dengan kesal, dan melemparkan bantal ke wajahku lalu berlari keluar rumah.

 

apa bagusnya jung yunho? okay, dia baik, dia gentle atau apalah! aku tidak perduli. kenapa mereka bertiga sama saja?

tidak adikku junsu, lalu yoochun dan parahnya changmin juga selalu membela yunho. kalau dia orang baik, dia akan bertanggung jawab tanpa diminta, seenaknya meniduri orang dan sekarang malah mau menikah? apa yang itu dikatakan orang baik?

oh, baiklah aku memang sering melakukan hal itu. tapi kini aku sadar diperlakukan seperti itu sangat tidak menyenangkan.

aku tak pernah benar-benar tahu, hukum karma itu berlaku di dunia. aku ingat sekali mantan-mantanku sering mencaci ku.

“jaejoong, aku bersumpah kau akan merasakan penderitaanku! kau akan merasakan penderitaan yang lebih dalam!”

ya, kata-kata itu kembali terngiang di kepalaku. karma…..ohh, karma…..

paling tidak harusnya tidak memberikan karma yang abnormal seperti ini,

hamil? seorang pria? pria hamil?

dunia akan menertawakanku, yahh……aku tak siap sangat tak siap. andai changmin tidak mengancam akan membunuhku dan menghancurkan karierku, aku pasti sudah menggugurkan bayi ini. si food monster itu benar-benar seorang monster!

dia rajanya para monster-monster, ahhh……changmin!! ingin rasanya aku membunuhmu!

 

~~~

 

dengan malas kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi, kucuci wajahku dengan beberapa kali bilasan air bersih.

perlahan tatapan terhenti menatap wajah yang terpatri di cermin. wajah tampan, sangat tampan. kulitnya putih dan mulus, matanya indah dan besar terlihat sangat dalam, hidungnya yang terukir dengan sempurna. dan tubuhnya yang indah dan atletis. kau tahu? betapa aku sangat mengagumi wajah dalam cermin itu. aku mungkin harus bersyukur pada ayahku yang tampan yang mewariskan wajah itu padaku. ya, wajah sempurna ini kudapatkan dari ayahku yang sangat tampan, ibuku harusnya bersyukur suami-nya dulu orang yang sangat tampan, aku yakin umma tertarik pada appa karena ketampanannya.

 

namun, perlahan tatapan itu terhenti di sebuah gundukkan kecil di bagian perutku. kuhela nafas panjang.

kusentuh gundukkan kecil yang mengeras itu, saat itu juga pesona aura ketampananku berkurang hingga 75%. kandunganku kini sudah memasuki bulan ketiga, dan sebentar lagi aku akan memiliki tubuh yang bengkak mungkin.

 

kukepalkan tanganku erat pada pinggiran washtafel. aku tak siap! aku tak pernah menginginkan semua ini.

aku tak ingin memilikinya, aku ingin menggugurkannya saja. aku tidak membencinya, hanya saja aku tidak menginginkannya. dan jika dia terlahir mungkin saja dia akan membenciku. aku tak mau, lebih baik ia tak pernah ada.

lagipula usiaku masih muda, aku baru 25 tahun. dan aku masih ingin bersenang-senang. bagaimana bisa aku harus memiliki anak? mengurus diriku sendiri saja aku belum becus?

 

“dddrrrttt…..ddrrrttt……..”

tiba-tiba handphone yang ada dalam kantongku bergetar, segera kuangkat dan disana tertera nama changmin.

“ne, changmin? wae?”

ujarku dengan malas,

“hyung, ingat! hari ini jadwal check up bukan? apa kau mau kuantar ke rumah sakit?”

aku mendesah panjang, selama ini changmin-lah yang paling rajin mengingatkanku. membawakanku macam-macam vitamin, bahkan membelikanku susu-susu hamil yang rasanya membuatku ingin muntah.

“errr, yeah! tak usah aku akan pergi sendiri……..”

terdengar hening di seberang sana,

“okay, baiklah…..hati-hati hyung,”

lalu telephone pun terputus, changmin bertindak seakan dia adalah ayah dari bayi ini. diantara ketiga dongsaengku hanya changmin yang mencurahkan perhatian terbesar padaku. meski seringkali kutolak, tetapi changmin tetap saja memaksakan kehendaknya padaku, sehingga terkadang ia terlihat egois dan otoriter.

 

~~~

 

aku terduduk di ruang tunggu menunggu panggilan, untuk menyamarkan identitasku. aku memakai jacket musim dingin dan memakai topi kupluk lengkap dengan masker berwarna putih, aku pun memakai kacamata minus guna semakin menyamarkan identitasku. meskipun kerap kali beberapa orang tampak memerhatikanku tajam, namun biasanya aku akan langsung menjauhkan diri dari mereka.

“nyonya kim jaejoong sekarang giliran anda…..”

WTF! mengapa dia memanggilku nyonya?! aku kan masih laki-laki enak saja dia memanggilku nyonya.

dengan kesal dan menatap suster itu tajam aku berlalu memasuki ruangan dokter.

 

seperti biasanya dokterku yang bernama choi siwon menyambutku dengan hangat. dia adalah dokter yang sangat baik, dia sangat ramah padaku, memperlakukanku layaknya seorang teman. dan dia berjanji menjadi dokter pribadiku sampai aku melahirkan jika aku menginginkan anak ini tetap hidup.

“annyeong, jaejoong-sshi….kau nampak lebih gemuk sekarang”

aku hanya tersenyum kecil, yah tentu aku lebih gemuk kan aku sedang mengandung.

“kau berdandan seperti ninja setiap kali kesini jaejoong-sshi,”

aku hanya tertawa kecil, meski dalam hatiku

“kau bodoh, jelas saja aku begini! bagaimana reputasiku jika orang tahu siapa aku,”

dokter siwon seperti biasa, mengecek tekanan darahku dan mengambil beberapa sample darah. aku hanya terdiam sembari memandangi isi ruangan itu.

 

di meja kerjanya, bukan document penting yang diletakkan disana, tapi banyak sekali foto keluarga. dia seringkali menceritakan betapa cantik istrinya dan sempurnanya dia, dokter siwon terlihat sangat mencintai istri-nya yang memang cantik. dan kau tahu, sang istri ternyata termasuk MANTAN-ku, hahaha…..

ini sungguh mengejutkan, saat aku dalam kunjungan kedua-ku, aku melihat foto istrinya dan mencermatinya dengan seksama, wajahnya memang sangat mirip dengan mantanku yang bernama jung rye sun. lalu, iseng-iseng aku bertanya padanya, dan benar saja nama istrinya memang jung rye sun. aku hanya tersenyum, meskipun aku sangat shock.

lalu ia bertanya, memang ada apa dengan istrinya itu?, dan aku hanya menjawabnya dengan enteng. nampaknya istrimu adalah mantan kekasihku. dan, yaahh…..kami pun mulai bercerita-cerita, dia memaklumi diriku yang memang notabene-nya seorang playboy. tapi mungkin sekarang dia akan tertawa dengan keadaanku.

 

“kondisimu cukup baik jaejoong-sshi, tapi kuharap kau tidak terlalu lelah…ohya, kuharap ayah bayi ini menjagamu dengan baik, karena kandunganmu sebenarnya sangat lemah….”

dia tak tahu saja bahwa aku sendiri tanpa ayah dari bayi ini.

“dokter….aku ingin mengatakan sesuatu padamu…”

aku menundukkan wajahku dalam-dalam, dokter siwon hanya menatapku tajam.

“a-aku….aku…….ingin menggugurkan kandunganku saja, aku tak bisa! aku belum siap!”

wajah dokter siwon berubah menjadi sangat serius, wajahnya sedikit menegang.

“apa kau yakin dengan yang kau katakan?”

aku hanya mengangguk pelan dan mengalihkan pandanganku tak berani menatapnya.

“apakah kau bersungguh-sungguh ingin membunuh anak itu?”

aku hanya terdiam tak sanggup menjawabnya, aku ingin tapi di sisi lain aku juga tidak menginginkannya.

“jaejoong-sshi, apakah kau tidak mau melihat anak itu mentap dunia? apa kau menginginkan hidupmu dihantui rasa bersalah sepanjang hayat-mu? apa kau menginginkan kesendirian dalam hidupmu menjadi lebih lama?”

ya, aku memang sendirian. changmin pernah mengucapkan kalimat yang sama padaku. aku jadi kembali mengingat kata-katanya.

“hyung, kau bilang kau sendirian? kau tak memiliki siapa-siapa? jika anak itu hadir kau tak lagi sendirian hyung? kau akan mulai mengerti untuk apa kau hidup, dan kau tahu alasanmu untuk tetap bertahan? apa kau akan merelakan anak itu pergi sia-sia?”

kalimat changmin saat itu terasa menohokku, aku tak bisa berkata apa-apa lagi. dan kini pertanyaan sama diajukan kembali padaku.

 

“a-aku tak tahu……”

dokter siwon hanya menatapku dengan tajam, perlahan wajahnya yang keras mulai melembut kembali.

“kau harusnya bersyukur jaejoong-sshi…….kau lihat istriku? dia begitu menginginkan seorang anak, begitupun aku…… kami sudah menikah selama 5 tahun, dan hingga detik ini kami tidak memilki seorang anak. istriku telah divonis tidak akan bisa memiliki anak….”

aku hanya menunduk mendengar penjelasannya,

“dan, kau…..tuhan telah memberikan anugerah terindah dalam kehidupanmu, kau bisa mengandung. dan itu adalah darah dagingmu sendiri, kau tahu diluar sana banyak pasangan yang tak bisa memilki anak dan harus mengadopsi, namun kau…….”

ya, aku memang jahat….tapi aku benar-benar merasa tak akan bisa.

“tetapi jika itu sudah menjadi pilihanmu….aku tak bisa berkata apa-apa, aku hanya berharap kau bisa memikirkannya matang-matang, dunia mu sekarang bukan yang sebenarnya jae….kau akan menemukan arti hidup sebenarnya jika kau membesarkan anak ini,”

aku memang pengecut, aku bersikap seakan aku kuat akan semuanya. tetapi di dalam hati kecilku aku menangis.

katakanlah aku hanya seorang pecundang, tapi inilah aku.

“jaejoong-sshi, maukah kau ikut jalan-jalan denganku sebentar? nampaknya sekarang sudah jam istirahat, aku bisa menunjukkan sesuatu padamu……”

aku hanya mengangguk pelan mengiyakan ajakkan-nya, meskipun aku tak tahu dia akan membawaku kemana.

 

~~~

 

dokter siwon mengajakku mengelilingi bagian rumah sakit, menceritakan bermacam-macam pasien yang ia temui padaku.

yang aku respon dengan sebuah senyuman kecil, aku tak tahu ia ingin membawaku kemana. sampai pada saat ia terhenti dan mengajakku memasuki sebuah laboratorium dan mengajakku menengok ke bagian dalamnya.

disana terdapat banyak sekali bayi-bayi kecil yang baru lahir. aku hanya tersenyum kecil melihat betapa manisnya bayi-bayi kecil itu. tak ada yang jelek, wajah mereka semua sangat mempesona. wajah polos mereka terlihat sangat cute dan begitu suci. ia mengajakku memasuki bagian paling dalam ruangan. disana dokter siwon mengajakku ke tempat tersendiri dimana terdapat seorang bayi yang sangat cantik di sebuah ranjang bayi. bayi itu begitu manis, gerak-geriknya begitu lucu. namun, bayi ini tidak terlihat seperti baru dilahirkan.

 

“annyeong, hee gi…..”

dokter siwon menyapa bayi itu dengan lembut dan menggendong tubuh kecil itu. bibirnya yang mungil bergerak lucu, dia sedkit terisak kecil.

“jae, bayi ini sangat lucu bukan? namanya park hee gi, aku yang memberikan-nya nama, park dari marga ibu-nya”

aku hanya menatap bayi kecil itu, matanya tidak bisa membuka secara sempurna, sungguh manis.

“apa kau ingin menggendongnya?”

“eeh, aku?”

“ya, apa kau tidak ingin mencoba menimang bayi lucu ini?”

dengan gugup dan sedikit takut, ku ulurkan tanganku dan menggendong bayi itu dalam pelukanku.

“kau sangat kaku jaejoong-sshi,”

aku hanya tersenyum kecil, tentu saja aku kan tidak pernah menggendong anak kecil, apalagi anak bayi.

tapi perlahan, rasa kaku pada tanganku mulai menghilang seiring dengan bayi lucu ini yang menggeliat lucu dalam pelukanku.

“dokter, mengapa nampaknya anak ini tidak seperti anak-anak yang baru saja lahir?? dia terlihat sudah cukup besar,”

dokter itu hanya tersenyum kecil mendengar pertanyaanku.

“ya, usianya memang sudah 2 bulan. dan 2 bulan sudahl lamanya gadis kecil ini hidup sendirian, sebatang kara….”

aku menatap wajah dokter itu bingung,

“gadis kecil ini tak lagi bisa melihat warna-warni dunia, cerahnya matahari dan terangnya bulan, ia tak bisa lagi melihat indahnya dunia ini…….”

apa maksud dokter ini?

“apa maksudmu………..apa……….dia buta?”

dokter itu hanya mengangguk pelan dan menundukkan wajahnya sedih, kutatap wajahnya yang mungill. tepat saat kutatap waja kecil itu, anak itu membuka matanya. mata-nya begitu indah, namuan ada titik putih yang kutemukan disana, benar katanya anak ini memang buta.

“dia buta dan sebatang kara, kasihan gadis kecil ini. dia harus sendirian dalam kegelapan…..tanpa ayah dan ibunya,”

kutatap kembali wajah bayi itu, dia tersenyum kecil. si kecil ini mungkin tidak tahu hidupnya tidaklah akan semudah yang dipikirkannya.

“ibu-nya pergi sesudah melahirkannya, dan sebelumnya dia sempat ingin menggugurkan anak yang ia kandung, dengan alasan ayah bayi ini tidak mau bertanggung jawab dan ia hidup sendirian, dan saat ia menggugurkan anak itu dengan obat-obatan berbahaya, itu justru tidak membuatnya kehilangan anak ini, mungkin semangat bayi kecil ini untuk menatap dunia begitu besar, sehingga ia tetap bertahan…..sehingga saat ia terlahir ia mengalami kerusakan pada matanya akibat obat-obatan yang dikonsumsi ibunya dulu, dan ibunya pun harus meninggalkannya sendirian……”

kembali kutatap bayi kecil dalam gendongaku ini, insting-ku sebagai calon orang tua kembali hidup.

mengapa ibu itu begitu tega sehingga membuat anaknya seperti ini? dan meninggalkan-nya setelah dia melahirkan anaknya? ibu macam apa dirinya?

“jae, jika kau menggugurkan anakmu…..kau jauh lebih jahat daripada ibu itu, setidaknya dia akhirnya mau melahirkan anak ini…..”

aku hanya menunduk dalam, melihat bayi ini membuat rasa takutku semakin besar. aku takut jika aku akan menjadi manusia yang lebih buruk. telah banyak dosa dan kesalahan yang kuperbuat dalam hidupku, dan jika aku menggugurkannya mungkin aku akan menjadi manusia paling jahat.

“jadi apa kau masih menginginkan aborsi?”

DEG,

pertanyaan itu telak mengenaiku……

 

kata-kata jahat changmin pun mulai terngiang-ngiang kembali di kepalaku.

“kau bilang, jika kau memiliki keluarga nanti, kau tidak ingin jadi orang tua seperti orang tuamu kan hyung? kau tidak mau memperlakukan anakmu seperti umma mu, dan kau tidak mau seperti appa-mu yang tidak bertanggung jawab, dan jika kau mau menggugurkan anak itu, sama saja kau lebih buruk daripada mereka hyung, setidaknya mereka masih mengizinkanmu untuk menatap dunia hyung…….”

kata-kata itu begitu dalam tapi memang benar, aku bukan orang yang bisa mengelak tentang hal seperti itu.

 

“jadi bagaimana jaejoong-sshi?”

dokter siwon menatapku dengan lembut. perlahan kutarik nafas dalam-dalam.

“baiklah, aku tidak akan menggugurkannya…….”

dokter siwon tersenyum kecil padaku dan menepuk pelan pundakku.

“oeekkk……oekkk……”

tiba-tiba bayi kecil dalam gendonganku ini menangis keras, aku yang tak terbiasa menjadi panic.

“tenang jaejoong-sshi, coba sebentar aku akan memeriksanya…”

aku hanya terdiam saat dokter itu mengendus pelan bayi itu.

“nampaknya dia buang air besar…..”

MWOYA?!

“apa?!”

aku menatap seram ke arah bayi itu, dokter siwon mengambil bayi kecil itu ke dalam gendongannya dan memanggil seorang suster untuk mengurus bayi itu. kucium tangan kiriku dengan perlahan, dan benar saja, tanganku jadi bau.

ahh…..damn,

“jaejoong-sshi, apa kau tidak ingin belajar mengganti popok? kau bisa ikut dengan suster ini,”

aku hanya menggeleng cepat, gila saja! oh, tidak!

“euumm, tidak….tidak terima kasih,”

dokter siwon hanya tertawa pelan melihat tingkahku,

“suatu saat kau juga akan mengalami situasi itu jaejoong-sshi, kau yang harus menggantikan popok anakmu kelak,”

ahh……..baru saja dia meyakinkanku, dan sekarang aku jadi kembali takut.

oh, tuhan betapa menyedihkannya hidupku…….

 

~~~

 

kugenggam secarik kertas itu dalam genggamanku, karena aku menggenggamnya terlalu keras. bentuknya sekarang sudah mulai tidak layak, di dalam kertas itu tertera sebuah nomor penting. ya, di dalam kertas itu adalah nomor handphone jung yunho yang changmin berikan padaku. aku ingin mengatakan hal ini, tapi di sisi lain aku juga tidak ingin ia tahu, dan aku takut pilihanku ini akan berdampak buruk padaku.

 

dengan takut, perlahan kuhampiri meja telephone, dengan takut-takut dan tangan gemetar ku tekan tuts telephone itu.

nada sambung pun mulai berbunyi, saat itu juga aku berharap ia tak mengangangkatnya, tapi ternyata itu salah.

“yoboseyo? nugu?”

otak-ku mulai berpikir keras menjawab pertanyaannya.

“errr…….annyeong?…….”

“ne, annyeong, siapa ini?”

kutarik nafas dalam-dalam sebelum mengatakannya.

“aku……kim jaejoong…….”

heing sejenak di seberang sana,

“ya, ada apa? darimana kau tahu nomorku?”

aku terdiam sejenak,

“tak penting kau tahu darimana,……..aku…….aku……..err……..”

“ya?”

“bisakah, k-kita bertemu hari ini? aku, ingin mengatakan sesuatu yang penting padamu……”

yunho terdiam sejenak di seberang sana,

“memang kau ada urusan apa denganku?”

seperti biasa, ia bertanya dengan dingin padaku.

“a-aku……ada yang ingin kubicarakan, kumohon….ini sangat penting yunho-sshi,bisakah kita membicarakannya di cafe terdekat saat makan siang?”

dalam hati aku berdoa agar ia mau mengiyakan ajakanku.

“maaf aku tak ada waktu jaejoong-sshi, aku tak bisa jika kau mengajakku membicarakan hal ini sekarang, hari ini aku harus menuju incheon untuk menjalani pemotretan disana,”

aku menghela nafas pasrah, lalu terlintas ide di benakku.

“baiklah, bagaimana jika di sungai han?? kau dapat sekalian lewat sana untuk pergi menuju incheon. lagipula, aku hanya ingin mengatakan hal ini sebentar saja,”

dia menghela nafas berat,

“mengapa kau begitu memaksa eoh?….baiklah, kita bertemu disana jam 11, aku tidak mau menunggu…jika kau lama aku akan langsung meninggalkanmu,”

belum apa-apa dia sudah mengancamku, dasar jung yunho…..

“ne, arraseo….”

lalu telephone pun ditutup, aku tersenyum kecil. tapi senyumanku memudar kembali. apakah kiranya ia akan menerimaku dan anak ini? setidaknya dia mau mengakui anak ini sudah cukup bagiku…..

 

~~~

 

aku terduduk di tepi sungai han yang indah, aku tak pernah bosan ke tempat ini. tempat yang sangat menyenangkan untuk bersantai. aku memetik bunga-bunga kecil dan mematahkan kelopaknya satu persatu. menunggu jung yunho ternyata sangat menakutkan, jantungku tak berhenti berdetak dan rasanya aku ingin kabur saja, jika mengingat sulit rasanya mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengannya lagi.

 

tak lama kemudian sosok yang ditunggu itupun datang menghampiriku, seperti biasa dia terlihat sangat charming dan cool bahkan dari kejauhan sekalipun. tak ada senyuman sekecil aappun yang tergoreskan di bibirnya.

“annyeong……”

ujarku menyapa-nya ramah saat ia menghampiriku. yunho pun duduk disampingku yang kosong. beberapa lama kami hanya saling terdiam tak mengatakan apa-apa.

“ada apa sebenarnya? mengapa kau memaksaku menemuimu?”

kutundukkan wajahku dalam-dalam, aku sangat takut mengatakannya dan aku takut dengan responnya.

“jaejoong-sshi, jangan membuatku datang kesini dengan percuma, karena kau telah membuang waktuku yang sangat berharga untuk bertemu denganmu…..”

belum apa-apa dia sudah sangat dingin padaku.

“yun…yunho…..a-aku…..aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu, i-ini sudah sangat lama, hanya saja aku terus menyembunyikannya darimu….”

yunho menatapku tajam dengan mata musangnya.

“k-kau ingat malam itu? saat kita….eumm……itu, err…..”

aku mulai kebingungan merangkai kata-kata.

“jaejoong-sshi, bisakah kau berbicara dengan jelas?!”

aku hanya mengangguk pelan, dan menelan ludahku dengan susah payah.

“yunho, aku hamil……..”

hening sejenak……….

tak ada yang berbicara……

“APA?!!”

yunho menatapku kejam, lalu berganti dengan tawa-nya yang terdengar menyeramkan.

“hahaha….lelucon darimana ini?! mana bisa kau?? hahaha…..jangan menipuku kim jaejoong, kau ingin menipuku huh? mengatakan lelucon yang sama sekali tidak lucu ini?!”

lelucon katanya?? kau tahu betapa susahnya aku mengatakan hal itu?!

“aku tidak berbohong!! aku berani bersumpah! aku mengandung anakmu saat ini, darah dagingmu yunho…..”

yunho terbelalak mendengar pernyataanku. dan tiba-tiba ia menarik kerah bajuku.

“jangan bercanda kau?!! ini benar-benar tidak lucu! kau pria! dan pria tidak bisa mengandung! jangan mencoba mempermainkanku!!!”

matanya menatapku kejam, begitu menyeramkan…..entah, seperti ada dorongan emosi yang sangat dalam dari hatiku.

bulir-bulir air mata mulai mengalir di pipiku,

“aku tidak berbohong……aku mengatakan yang sebenarnya………mengapa kau tidak percaya?”

aku mengatakan hal itu seperti seseorang yang sedang berbisik-bisik. yunho hanya menatapku tak percaya, dan perlahan dia melepaskan tangannya dari kerah bajuku.

“apakah aku harus percaya????”

tatapannya kosong memandang kosong ke pemandangan di hadapannya.

“kau bisa memegang kata-kataku…….aku membawa buktinya,”

kuambil sebuah kertas putih yang terlipat acak-acakkan, kuserahkan kertas itu dan langsung direbut oleh yunho.

tak lama kemudia ia tertawa menakutkan dan memandangku tak percaya,

“apa-apaan ini?!!”

ia melemparkan kertas itu tepat di wajahku,

“mengapa ini bisa terjadi?!! mengapa kau bisa?!!”

yunho mengacak-acak rambutnya frustasi.

“kau…ahh, damn!!”

aku hanya menunduk takut, yunho sangat menyeramkan saat ia marah membuatku tak berani membantahnya.

“mengapa hal ini bisa terjadi?!! ahhh, mengapa kau begitu ceroboh sih?! jika kau tahu kau bisa hamil mengapa kau mau saja melakukan hal itu?!! seharusnya kau berhati-hati!!”

apa-apaan dia?! seenaknya menyalahkanku?!

ini kan bukan murni kesalahanku, dia yang membuat ini semua terjadi.

“KAU MENYALAHKANKU HUH?!! BRENGSEK KAU! aku tak pernah menginginkan hal ini terjadi!! mana aku tahu aku bisa hamil!!! kau yang memaksaku melakukannya!! dasar kau brengsek!!!”

aku menangis semakin keras, ia hanya menatapku dalam lalu membungkukkan wajahnya dan berteriak frustasi.

“kenapa semua ini terjadi padaku huh?!! aku selalu sial semenjak mengenalmu kau tahu?!!”

yunho terus membentakku yang hanya menangis keras karenannya, aku lelah……aku lelah membalasnya,

biarkan ia meluapkan perasaan dan kekesalannya padaku, karena aku juga pernah jahat padanya.

“mengapa harus kau?! mengapa?!!! arrrrggghhh………”

yunho terus menatapku dengan kesal,

“kenapa kau hanya menangis huh? kemana jaejoong yang kuat itu?! mengapa kau menangis? hey! jawab aku!”

kuangkat wajahku dan menatapnya dengan tatapan memohon.

“kumohon, bertanggung jawab untukku dan anakmu…….”

yunho menggelengkan kepalan dan mengacak-acak rambutnya frustasi.

“bagaimana bisa aku percaya anak itu anakku?!! bisa saja kau berbohong itu mungkin anak pria lain, dan karena aku habis tidur denganku, kau mengatakan anak itu anakku!”

BUAAGH,

kupukul wajahnya dengan keras, ia balas menatapku murka.

“AKU TIDAK SEJALANG ITU!!”

aku hanya menangis, benar kataku perlakuan seperti ini yang akan kudapatkan jika mengatakan padanya.

“hiks……yunho, jadi kau tidak mau bertanggung jawab?”

yunho terdiam dan menatapku marah.

“kau tahu?! aku sudah memiliki seorang kekasih, ia akan menjadi istriku, kami akan menikah 3 bulan lagi, apa menurutmu mungkin jika aku meninggalkan gadis yang jelas-jelas sempurna untuk menjadi pendamping hidupku untukmu?”

DEG,

rasanya seperti ada sebilah pedang yang menusuk jantungku.

“maaf……aku tak bisa, aku tak siap…….”

yunho menundukkan kepalanya menahan emosi yang meluap dalam dadanya.

“maaf jaejoong-shhi, waktuku sudah habis…..aku harus pergi, permisi……”

sosok itu pun pergi meninggalkanku begitu saja, meninggalkanku yang hancur berkeping-keping akibat penolakkannya.

benar bukan? dia pasti akan menolakku, cinta itu tak mungkin hadir dihatinya untukku.

dan sekarang apa yang harus kulakukan? aku sendiri……. penolakan itu begitu menyakitkan untukku.

perlakuan dinginnya seakan menohokku, aku tak pernah ditolak siapapun……apalagi dalam hubungan cinta,

lalu sekarang? aku benar-benar mengalami semua hal yang kulakukan sendiri, boomerang itu benar-benar tepat menghancurkanku, menghancurkan kim jaejoong hingga berkeping-keping…..

 

TBC

 

ahhhhh, gaje yah?!!! iyaaaaahhh,

#ngaso di jalan

28 responses

  1. Tanjunxiu

    Kyaa~~appa kejam!
    Kalo appa g mau tanggung jawab,
    gimana dengan umma?
    Apa g kasian??
    Crita.y bener2 keren.
    Bikin emosi meluap *alay mode on

    9 Juli 2011 pukul 14:47

  2. JJnaomi

    aaah akhirnya update!
    isshh Yunho nyebelin~
    katanya baik, baik apaan tuh -_-
    kasian Jaema~😦
    tp pasti Yunho nanti tanggung jwb kan?

    lanjut author!! ga sabar!

    9 Juli 2011 pukul 14:57

  3. Reekynie

    wah yunho kejam, jae kasian bgt..duh penasaran gmn ntr yunho yg cool dan kejam itu klepek2 jatuh cinta ma jaejong..
    Lanjot thor keren!

    9 Juli 2011 pukul 15:14

  4. Nurarihyon

    KYAAAAA~ author kasian banget pacarku (?) Lagi hamil eh yunho gamau tanggung jawab.. TT^TT nice ff thor!
    Cepet lanjut ya thor, gasabar nunggu lanjutannya! FIGHTING AUTHOR ~ kekeke

    9 Juli 2011 pukul 15:38

  5. May민

    aish, dari chapter 1 penasaran sama reaksi yunho pas jae kasih tau. dan terjawab sudah di part ini. sukses chingu..sukses buat aku menitikan air mata. sedih T^T
    oh ayolah, kenapa mesti di tolak? jae bawa yunho kerumah sakit dan buktiin klo yunho itu appa dari bayinya~ *korban sinetron*

    mau nanya, itu ada ‘angst’ di genrenya ya? jangan bilang…..*ngebayangin yg engga2*
    jebal ya onnie angst-nya jangan dibikin parah *readers gatau diri, minta mulu*
    gitu aja deh, hwaiting ya onn buat next chapternya^^

    9 Juli 2011 pukul 16:03

  6. Woey Yun, itu anakmu tau!!
    Aish, kasian Jae harus mengalami ini.
    Kenapa Jae yg slalu menderita sih??
    Yg tabah Jae, pertahankan anak itu meskipun Yunho gak mau bertanggung jawab.
    Author-shi, sepertinya pinter bgt ya bikin yang angst,
    apa resepnya?#plakk
    kalau q pasti gak bakalan bisa bikin angst.
    Hehehe

    9 Juli 2011 pukul 16:12

  7. Riezma

    Hueee~
    aku mewek bacanya.
    Yunpa gmn sih?
    G gentle bgt!#plak
    cepet lnjt y thor!!
    Penasaran dgn nasib jaema slnjtnya.!
    Penasaran dgn nasib jaema slnjtnya.

    9 Juli 2011 pukul 16:18

  8. Kasian jaema . Parah bgt yunpa malah ga ngakuin itu anaknya *bunuhyunpa -_- thor lanjutannya cepet ya? Aku penasaran bgt nih-_- *bawel abisnya seru bgt thor bikin penasaran. Apakah jaema bakal ngurus anaknya sendirian atau engga aduuuh penasaran-_- *bunuhyunpa -_- thor lanjutannya cepet ya? Aku penasaran bgt nih-_- *bawel abisnya seru bgt thor bikin penasaran. Apakah jaema bakal ngurus anaknya sendirian atau engga aduuuh penasaran-_-

    9 Juli 2011 pukul 16:28

  9. Dianavl

    Bener SPEECHLESS liat reaksinya yunho….yunho kejam+tega sma jaejong…author cpt lanjutin pnsaran sma klanjutannya

    9 Juli 2011 pukul 17:31

  10. eunjoo lee

    Lanjutin!
    Lanjutin!
    Lanjutin!
    #plak~bawel.

    Ayo dilanjut thor,, penasaran sama nasib’a jaema,,
    Yunpa harus sama jaema!!!
    Gak boleh sama yg lain.. #plakk~ditimpuk sendal.

    ok,, silahkan dilanjut thor, dr dp saya makin banyak cingcong.. Hehe..🙂
    Fighting thor!!! ~^^~

    9 Juli 2011 pukul 17:40

  11. rara_cassielf

    ‎​(•̃┌┐•̃'”)
    Yunho…..u such a bad bod
    Sp cba yg bwt jae jd hamil kek gni
    Knp lu g tanggung jawab huh? #esmosi

    Duhh ksian jaema
    Gmna itu nsib dia……

    Update.a jgn lm² ya thor

    10 Juli 2011 pukul 08:02

  12. maiezzjonghyun

    wah akhir ny pikiran jelek jaemma ilang juga…

    #babay eomma ngelus dada (?)

    ah kasian jaemma kok yunppa nolak yah …
    aq gak nyangka yunppa setega ntu ya alloh…
    trus ntar jaemma ama sapa??

    liatin aja yunppa pasti nyesel..
    tenang jaemma aq dukung eomma trus…

    lanjut author makin seru cerita ny neh…

    10 Juli 2011 pukul 15:56

  13. annyonghaseyoo~…
    yah yunhooo, kejam ah…
    nanti pasti bakalan nyesel…
    autor, jangan bikin hidup jaejoong susah ya….
    amin..(kayak berdoa aja)…
    lanjut ne!!!…
    annyong~..

    10 Juli 2011 pukul 16:50

  14. annyeong..
    wah bojae beneran kena karma. tambah menyakitkan lagi dy merasa terhina atas perlakuan yunho. ya! junsu kau liat sendiri apanya yg baik dari yunho. ga ada bagus2nya sama sekali. sudahlah jae, ga usah ditemui lagi yunhonya, karna hidup dg nya sama seperti dineraka. ayo buat yunho menyesal menolakmu. jgn pernah memaafkanx.
    ditunggu lanjutannya. gomawo a terhina atas perlakuan yunho. ya! junsu kau liat sendiri apanya yg baik dari yunho. ga ada bagus2nya sama sekali. sudahlah jae, ga usah ditemui lagi yunhonya, karna hidup dg nya sama seperti dineraka. ayo buat yunho menyesal menolakmu. jgn pernah memaafkanx.
    ditunggu lanjutannya. gomawo

    12 Juli 2011 pukul 06:55

  15. kasian umma d tolak mentah” ma yunho. .
    jgn frustasi umma, umma hrs brsbr. .kasian umma d tolak mentah” ma yunho. .
    jgn frustasi umma, umma hrs brsbr. .

    14 Juli 2011 pukul 12:17

  16. yunjaePoreper

    aishhh…. yunpa kok gitu sih… kasian jeje..
    tapi kayanya jeje beneran kena karma deh.. #plak
    beruntung jeje punya dokter kaya Siwon
    dan gak jadi ngebunuh(?) baby nya…
    yang sabar ya Jaema..

    15 Juli 2011 pukul 22:09

  17. niiz

    Pertama mewek bacanya tapi udah mau terakhir aku malah emosi apa.apaan dia seenaknya blg maap ! Kurang ajar banget pdhal itu anaknya kan ? Apaan coba, idiihh panas hatiku.

    20 Juli 2011 pukul 02:11

  18. panas dingin bacanya!
    Astaga , part ini bikin nangis ;(
    Karma untuk Jae Umma-nya bener-bener deh! Poor Umma TT^TT
    Mending Jae sama Changmin aja deh #plak #ditabok.Yunho
    Lanjut thor ;(

    23 Juli 2011 pukul 15:58

  19. himeShara..

    kyaaa…
    skali.na c jaema udah mau jujur ma c yunpa…
    eh c yunpa malah kyk gtu><!!!!
    hauuuuuuuu
    T______T
    i hate yunpa…
    *di tendang ma cassie*

    29 Juli 2011 pukul 20:38

  20. ommmmooooooo………… kasian bnget jaema… yunpa tega bnget……….

    31 Juli 2011 pukul 12:53

  21. princessradita

    Huuuuuh.. Yunho kok gk mau tanggung jwb sh? Kasian kn jae umma..
    Jae umma ama changmin aja deh.. Kn lbh perhatian tuh..

    9 Agustus 2011 pukul 15:01

  22. han aram

    yunhooooo..
    aku cekek kauuuu..
    tega” nha ngebuang jeje yg jelas” kamu hamilin..

    ada anak mu d perut nha jejee…

    22 September 2011 pukul 09:41

  23. DewiAriyani

    Kasian jae oppa ditolak ama yunpa…yunpa kejam knpa gak mau bertanggung jawab…>,<
    Berani berbuat hrs berani bertanggung jawab dong yunpa jgn jd pengecut…
    Jae jgn digugurin ya babynya…^^
    Pokoknya daebak deh nih ceritanya…
    Ada unsur lucunya di tiap chapnya jd gak melulu sedih…😀

    10 Oktober 2011 pukul 18:48

  24. luv_yunjae_love

    ikut sakit liat umma jae digituin ma appa yunnie…
    emang sech wajar aja reaksinya gitu,,,
    secara cowok bisa hamil..
    mana ada yg gk shock dengernya…

    27 November 2011 pukul 09:49

  25. ChanNuriza

    hahaha author nyantumin diri jadi istri siwon.. good good.. wkwkwkwkwk
    wuah ga mau tanggung jawab tapi yaa maklum lah awalnya musuh bebuyutan trus udah punya tunangan.. ckckckck

    4 Februari 2012 pukul 13:41

  26. Kim jun sal

    Huaaa,, jaejoong kasihan, yunho jahat,,kok dia gt ma jaejoong,,padahal jaejoong lg ngandung anak’y,,hueee ;'(

    13 Maret 2012 pukul 07:50

  27. firegirl97

    Yunho kau sialan !!!!
    Berani2nya kau mukul jae, ibu dari anak kamu sendiri !!!!

    17 Maret 2012 pukul 13:48

  28. stevani

    aku salah aku pikir yunho emang suka ma jaejong dr awall..

    Lannjutt aahh..
    Penasaran akuttt..

    25 Agustus 2012 pukul 19:48

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s