fanfiction for our soul

[Lomba Fanfiction genre 3 Oneshoot] You’re My Sweet Love


Title: You’re My Sweet Love
Author: Socko Shawol MVP Potterheads (Putri Destyanti Choerunnisa)
Genre: Fluff + Smut
Rating: NC-17
Pairing: Onkey – Onew & Key
Disclaimer: I don’t own them..just the story..
Summary: Key yang tak mau mengakui perasaannya terhadap Jinki.

Key bosan. Di teguknya hingga habis punch apple yang sudah bersamanya sejak tadi. Sudah gelas yang ketiga rupanya. Sedari tadi yang dilakukan oleh Key hanyalah bulak-balik menuju pantry untuk mengambil minuman—sendirian. Seharusnya Key menikmati malam itu. Malam kemenangan dimana SHINee berhasil membawa pulang dua piala bergengsi dari Golden Disc Awards. Semua anggota SM Town berada di pesta itu—Super Junior, SHINee, SNSD, F(X), TVXQ, dan yang lainnya—semua merayakan malam istimewa tersebut. Semuanya—kecuali Key.

 

Entah kenapa mood Key cukup down pada malam itu. Dia juga bingung—entah ada apa sebenarnya dengan dirinya. Key juga tahu, seharusnya ia bahagia di malam itu dan merayakan pesta dengan mood yang ceria seperti sunbae dan hoobae-nya yang lain. Namun sebaliknya, yang ada hanyalah wajah judes Key yang sedari tadi minum di atas sofa di pojok ruangan sendirian.

 

Sebenarnya ada alasannya kenapa mood Key cukup buruk, namun Key sama sekali tidak menyadarinya. Moodnya tiba-tiba saja menjadi buruk tepat ketika mereka mendapatkan penghargaan itu. Saat turun dari panggung penghargaan, ketika sempat dilihatnya sang leader SHINee yang so adorable itu memeluk sunbae-nya sendiri—Jessica. Sebenarnya pelukan tersebut hanyalah sebuah rasa appreciate dan congratulate antara Sunbae dan Hoobae, namun entah mengapa Key merasa dadanya menjadi panas seperti mau meledak. Apalagi ketika Leader SHINee itu menyunggingkan senyumannya yang semanis malaikat pada Jessica, membuat wajah Key menjadi merah mendidih.

 

Key tak mengerti, kenapa ia bisa sekesal itu. Setahunya sang Leader yang bernama Jinki itu memang selalu baik pada semua orang. Tapi kali ini berbeda, Key merasa kebaikan Jinki berbeda jika terhadap Jessica, dan percaya atau tidak, Key tak mau memikirkan lebih jauh soal ini. Ia tak mau berpikir yang bukan-bukan. Memang apa pedulinya jika Jinki memang menyukai Jessica dan pada akhirnya mereka berpacaran? Apa urusannya? Toh tak ada apa-apa antara dirinya dan Jinki. Hanya sebatas rekan kerja yang tinggal bersama di bawah satu dorm.

 

Begitulah, keputusan Key berakhir di pemikiran tersebut. Key menuju pantry lagi dan again mengambil punch apple kesukaannya sebelum kembali lagi menuju sofa yang sedari tadi didudukinya. Disana Key hanya melamun saja, mengamati orang-orang yang sedang berpesta—berlalu lalang, mengobrol, dan menari mengikuti irama musik—dan sesekali meneguk minumannya. Lama-lama Key bosan juga. Ia tak tahu harus melakukan apa, hingga akhirnya ia memutuskan untuk keluar ruangan saja—menghirup udara malam. Ketika ia bermaksud berdiri, seseorang memanggil namanya.

 

“Kibum-ah!” panggilnya. Ternyata sang Leader yang sedari tadi sempat dipikirkannya.

 

“<span>Ne, hyung?” Key tak berhasil menyembunyikan rasa senangnya ketika melihat Jinki. Padahal beberapa menit yang lalu moodnya kan sedang turun.</span>

 

“Kok tidak bergabung dengan yang lainnya? Dari tadi kuperhatikan kau sendirian saja.” Jawab Jinki. Key hampir saja tersenyum lagi akan pernyataan Jinki—dia memperhatikanku?? Oh silly you, Almighty Key, tentu saja dia juga akan memperhatikan seluruh member SHINee lainnya! Dia kan Leader.. Aisshh.. face the reality! Key berkutat dengan pemikirannya.

 

“Kibum?” tanya Jinki sekali lagi karena Key mendadak tak bersuara.

 

“Ah, Ne! Umm.. aku.. eng.. sebenarnya agak tidak enak badan..” Owh great Key! Kenapa juga harus mendadak gagu seperti itu?! Key merutuki dirinya sendiri.

 

“Hah? Benarkah? Mungkin ini semua karena manajer hyung yang sengaja memperpadat jadwal kita… Kalau kau tidak enak badan sebaiknya kau kembali ke dorm. ” JInki berada pada keputusannya. Dengan lembut ia merangkul bahu kurus Key dan membimbingnya menuju pintu luar.

 

“Tunggu disini sebentar..nanti kuantar kau..” ucap Jinki ketika mereka sampai di pintu keluar.

 

“Hyung mau kemana?” Key nyaris berteriak ketika Jinki membalikan tubuhnya.

 

“Aku akan menemui Manajer hyung terlebih dahulu dan anak-anak..” Jinki tersenyum pada Key tepat sebelum dirinya berbalik dan berlari kecil menuju Manajer mereka.

 

Entah kenapa kali ini mood Key menjadi naik dengan cepat akan kenyataan bahwa Jinki akan mengantarnya menuju dorm karena khawatir dengan dirinya—minus fakta bahwa sebenarnya Key sehat-sehat saja. Walaupun Key tahu sang Leader begitu perhatian dan baik kepadanya, pasti karena memang itu tugasnya. Namun Key tetap saja merasa senang,

 

Key melihat Jinki kembali berlari kecil, menuju ke arahnya sambil membawa dua jaket tebal.

 

“Pakailah..” tuturnya lembut, menyerahkan salah satu jaket tebal tersebut yang berwarna hitam. “Sekarang kan bulan desember.”

 

Key meraih jaket pemberian Jinki tersebut dan segera memakainya. Dengan ujung matanya, Key juga melihat Jinki yang sedang memakai jaket tebalnya yang berwarna putih—membuatnya semakin adorable and shining.

 

“Kajja… ayo kita pergi.” Ucapan Jinki membuyarkan fantasi sederhana Key. Key hanya mengangguk dan pada akhirnya mengikuti irama langkah Jinki di sebelahnya, menuju dorm SHINee.

 

______________

 

*DORM*

 

“Kami pulang…”

 

“Kami pulang…”

 

Key dan Jinki mengucapkannya berbarengan ketika masuk melalui pintu dan berjalan menuju ruang tengah.

 

“Sebaiknya kau langsung ke kamar, Kibum-ah. Aku akan mengambilkanmu teh hangat.” Papar Jinki pada Key.

 

“Tak usah Hyung. Terimakasih telah mengantarku, tapi.. apa sebaiknya hyung tidak kembali kesana?” tolak Key, cukup membuat keduanya terkejut dengan perkataannya. Kau munafik Key! Bukankah keberadaannya saat ini lebih dari segalanya??.. lagi-lagi Key mengumpat dirinya.

 

“Tidak, Kibum-ah.. aku tak akan kembali lagi ke pesta. Salah satu memberku sakit, masa aku enak-enakan disana?..” jawab Jinki kemudian, tak lupa mengeluarkan senyuman yang menurut Key lebih dari 10.000 watt.. ahh.. menyilaukan… Pikirnya.

 

“Ya sudah kalau begitu..” Key tak membantah lagi. Ia pun menuju kamarnya. Dan seperti yang Jinki bilang tadi, kini ia menuju dapur untuk membuatkan Key teh panas.

 

Ketukan terdengar di kamar Key. Key yang baru saja mengganti pakaiannya dengan piyama buru-buru berbaring di atas tempat tidur.

 

“Masuk..” katanya.

 

Pintu pun terbuka, memperlihatkan Jinki yang sedang membawa secangkir teh panas untuknya.

 

“Ini, teh..” papar Jinki. A little bit awkward moment at that time actually.. anak kecil saja tahu bahwa yang dibawa oleh Jinki adalah teh. Entah kenapa Jinki jadi orang yang suka berbasa-basi seperti itu saat ini.

 

“Aku taruh disini ya…” Jinki kembali berbicara, mencoba mencairkan suasana yang sedikit tegang di antara mereka. Di letakkannya teh yang tadi di bawanya di atas meja dekat tempat tidur. Setelah itu Jinki mulai melepas jaket tebalnya dan rompi casualnya yang kemudian ia taruh di atas kursi di ruangan itu–yang pada akhirnya Jinki hanya memakai kaos abu-abunya saja. Setelah itu Jinki berjalan menuju tempat tidur Key dan duduk di tepinya.

 

“Istirahat ya Kibum-ah…” tuturnya sambil menepuk lembut kaki Key.

 

“Hyung?”

 

“Hmm?”

 

“Hyung yakin tidak mau kembali ke sana? Maksudku benar-benar yakin?..” pertanyaan Key membuat Jinki mengerutkan alisnya yang tebal, membuat mata sipitnya semakin tidak terlihat.

 

“Kenapa kau bersikeras begitu? Apa ada yang kau sembunyikan?” Gulp! Key menelan ludah. Kini ia terjebak dalam pertanyaannya sendiri.

 

“Eng.. hyung, sebenarnya… aku tidak sakit..” Key membetulkan posisinya yang tadinya berbaring menjadi posisi duduk. Diintipnya ekspresi Jinki olehnya karena kini Key tampak menundukkan wajahnya, merasa bersalah.

 

“Maksudmu?” Jinki menatap Key lekat-lekat, berusaha mencerna kata-katanya.

 

“Mian hyung.. aku.. tadi hanya bosan saja sebenarnya.. setelah sebelumnya moodku memburuk.. jongmal mianhe hyung” aku Key. Ia siap jika saat itu juga sang Leader akan memarahinya.

 

“Aigoo… syukurlah kau tidak sakit Kibum-ah.. syukurlah..” Jinki memeluk Kibum dengan erat, bernafas lega. Key bingung, kenapa Jinki tidak marah??

 

“Hyung.. kau tidak marah??” tanya Key, matanya berkaca-kaca. Jinki melepaskan pelukannya. Dipandanginya sang diva tersebut dengan heran.

 

“Kenapa kau menangis Kibum-ah?..”

 

“Aku..aku merasa bersalah karena telah membohongi hyung..maka aku-aku..” Key tak melanjutkan kata-katanya. Disekanya air matanya, ia menunduk malu.

 

“Hmm.. tak usah kau masalahkan hal itu.. pokoknya aku senang, karena pada kenyataannya kau baik-baik saja..” Jinki tersenyum simpul, membuat Key merasa semakin tak enak padanya.

 

“Maka itu hyung.. karena aku baik-baik saja, sebaiknya hyung kembali ke sana.. mungkin orang-orang sedang menunggu hyung.. dan bagaimana dengan member SHINee yang lain?”

 

“Anak-anak tidak usah dikhwatirkan.. mereka juga sebentar lagi pulang kok. Lagipula aku juga bingung jika harus kembali kesana.. Apa yang harus kukerjakan? Lebih baik aku disini bersama member-ku sendiri, lebih terasa nyaman..” lagi-lagi Jinki tersenyum, kali ini senyumannya lebih mengembang.

 

“Lalu bagaimana dengan Sicca-Noona??” Key tak percaya kata-kata itu begitu saja meluncur dari bibir tipisnya. What the Heck You’re talking about, Key?! Dan benar saja, kini senyuman dari wajah Jinki memudar, digantikan dengan sorotan matanya yang keheranan.

 

“Memangnya kenapa dengan Jessica?” tanya Jinki datar.

 

“A-aku.. aku kira.. hyung sedang bersama-sama dengan Sicca-Noona di pesta tadi. Bukankah sejak kita mendapat penghargaan hyung selalu bersama-sama dengannya..” Key menggigit bibir bawahnya, mencoba mengurangi rasa gugupnya karena menyatakan hal bodoh itu terhadap Jinki.

 

“Apa sih yang kau bicarakan Kibum? Aku dan Jessica tak ada hubungan apa-apa.. Kenapa kau men-judge-ku seolah-olah aku dan dia mempunyai hubungan lebih? Kita semua teman kan..” papar Jinki. Entah kenapa setelah mendengar pengakuan Jinki tersebut Key merasa amat senang. Semburat merah mewarnai pipinya yang tirus. Karena malu, lagi-lagi Key menundukkan kepalanya semakin dalam.

 

“Hei, Kibum.. kenapa kau tiba-tiba punya pikiran seperti itu?” Jinki mendekat ke arah Key, mencoba memandang wajahnya. Namun Key kali ini bungkam.

 

“Kibum-ah.. kenapa kau menundukkan wajahmu seperti itu?..” tapi Key tetap diam seribu bahasa.

 

“Yah! Kibum-ah..” Jinki mengangkat dagu Key dengan jemarinya. Betapa kagetnya ketika lagi-lagi ia mendapati Key dengan mata yang berkaca-kaca dan kali ini kedua pipinya tampak merona berwarna merah muda.

 

Spontan Key beranjak turun dari tempat tidur dan menutupi mukanya dengan tangannya—takut ditanya-tanya. Sikap Key yang seperti itu malah membuat Jinki semakin penasaran. Ia pun ikut beranjak dari tempat tidur dan mencoba menghapiri Key yang kini sedang memunggunginya.

 

“Kibum-ah.. kau cemburu?..” Entah ada angin apa yang membuat Jinki bertanya seperti itu. Namun pertanyaannya itu berhasil membuat Key membalikkan tubuhnya dan mau menghadap Jinki.

 

“A-aku? Kenapa harus?” gagapnya.

 

“Bagaimana aku bisa tahu? IQ-ku tidak cukup pintar untuk urusan seperti ini…” elak Jinki, tak mau menjawab pertanyaan Key, namun tubuhnya semakin dekat ke arahnya.

 

“Hyung..a-aku..” Key tak dapat menjawab. Ia merasa jantungnya terus berdebar tak karuan karena Jinki yang kini semakin mendekat ke arahnya. Namun detik itu juga akhinya Key sadar bahwa namja di hadapannya inilah yang sedari tadi membuat dirinya merasa menjadi orang bodoh. Key akhirnya menyadari bahwa ia menyukai sang Leader SHINee, Dubu—Lee Jinki.

 

“Kau berbohong padaku supaya aku dapat menemanimu? Kau cemburu dengan kedekatanku dan Jessica?” suara Jinki kini berubah lirih.

 

“Aku, sebenarnya hyung… tidak berencana seperti itu..”

 

“Jawab yang jujur Kibum-ah..” kini Jinki menatap Key dengan mata kecilnya, membuat kaki Key mendadak lemas seperti agar-agar.

 

“Aku..menyukaimu, Jinki hyung..” Key menunduk lagi, namun segera dihentikan oleh Jinki yang mengangkat dagunya dengan lembut.

 

“Nado.. aku juga menyukaimu Kibum-ah.. kau tahu tidak betapa khawatirnya aku ketika kau bilang kau tidak enak badan?” Jinki membelai lembut rambut Key. Wajah Key saat ini benar-benar seperti udang rebus.

 

“Tapi hyung..jika member yang lain tahu tentang perasaan kita.. dan manajer hyung.. dan para shawol di luar sana.. dan..” Key terus saja mengoceh tak karuan. Untunglah Jinki dengan cepat meletakkan jari telunjuknya di atas permukaan bibir tipis Key yang berwarna pink itu.

 

“Bisa tidak kita fokus dulu dengan perasaan kita masing-masing?” Key terdiam. Bibir merah muda itu juga tetap bungkam ketika Jinki merendahkan kepalanya, mengecupnya pelan.

 

“Saranghae,” bisiknya, seperti musik di telinga Key. “Sekarang, Kibum, beritahu aku perasaanmu yang sesungguhnya..”

 

Key tak menjawab. Sekali ini, dibiarkannya intuisinya bekerja melampaui pikirannya. Jinki mengeram pelan ketika Key mendekat dan membalas kecupannya. Jinki balas menciumnya lebih bergairah dan hangat. Keduanya menjauhkan tubuh mereka sesaat, menghayati sensasi yang tertinggal di bibir mereka masing-masing. Jinki lagi-lagi mendaratkan ciumannya pada bibir Key yang berwarna pink menggoda itu, dan kali ini Key pasrah dan membuka mulutnya.

 

Key membiarkan Jinki menelusuri ruang di dalam mulutnya, merasakan sensasi aliran listrik di tubuhnya saat lidah mereka bersentuhan, dan hangat nafas di depan wajahnya. Tangan Jinki melingkari pinggang Key, yang pelan-pelan merosot ke bawah. Ketika tangannya berhenti di pantatnya, Jinki menariknya lebih dekat, merapatkan dada mereka yang terbakar karena permainan sentuhan tadi.

 

Key berjalan maju, mengikuti gerakan Jinki yang pelan-pelan mundur dan terduduk di tempat tidur. Ciuman mereka semakin dalam dan Key meletakkan sebelah kakinya yang jenjang di atas tempat tidur. Key berada di atas pangkuan Jinki, merasakan sesuatu yang mengeras di balik celana jeans-nya, dan sedetik kemudian Key juga menyadari bahwa miliknya juga telah mengeras. Wajah Key merona ketika menyadari hal itu, tapi tidak terpikir untuk mengakhiri permainan tersebut barang sedikit pun.

 

Key menjauhkan wajahnya dan menggigit pelan daun telinga Jinki dengan gaya menggoda. Key merasa jantungnya berdebar tak karuan ketika dagu Jinki tak sengaja bersentuhan dengan kulit lehernya.

 

Key menangkup wajah Jinki dan menunduk, mengarahkan bibirnya ke leher Jinki, mengecup jakunnya yang menggoda. Jinki membalasnya dengan menciumi sepanjang garis rahang namja itu. Ciuman itu meninggalkan jejak basah dari daerah dekat telinga hingga jakun Key.

 

Should we continue this?” tanya Jinki, terlihat agak khawatir.

 

You’re asking me?” balas Key sambil tertawa sinis, menatap Jinki dengan kedua mata kucingnya yang tajam namun cantik. “Setelah semua yang kau lakukan barusan?”

 

“Tapi–”

 

Shut up and kiss me.” Key memotong ucapannya dan kemudian kembali menekankan bibirnya dengan semangat, tangannya bergerak agak terburu-buru menarik ujung t-shirt yang dipakai Jinki. Mereka berdua pun pada akhirnya saling melucuti pakaian mereka. Adegan selanjutnya akan menjadi pemandangan terpanas yang dapat dibayangkan oleh seluruh manusia normal di belahan dunia manapun.

 

—————

 

Keesokan paginya, keduanya seperti hampir tak memiliki tenaga untuk bergerak terlalu banyak. Jinki masih tersengal-sengal ketika menjatuhkan dirinya di sebelah Key. Dengan gerakan lembut, tangannya menarik Key mendekat padanya. Dicumnya bahu telanjang Key dengan sayang.

 

Sesaat kemudian, helaan nafas mereka kembali normal, Key tersenyum penuh arti ke arah Jinki.

 

“Annyeong..” sapanya dengan nada bercanda.

 

“Annyeong..”

 

I’ve never seen your chest this close.” Key meletakkan kepalanya di atas dada Jinki dan sesaat kemudian ia tersenyum senang Karena mendengar suara jantung namja itu yang berdegup lembut untuknya.

 

You must be happy then..” seringai Jinki, melancarkan aksi teasing-nya terhadap Key. Key yang malu spontan memukul ringan dada Jinki yang kemudian dibalas olehnya dengan mengelus rambut Key, menelusuri setiap helai rambutnya dengan jemari.

 

Hening sesaat di antara mereka berdua. Tak ada yang bicara. Keduanya hanya saling mendengarkan irama nafas dan bunyi degup jantung masing-masing. Tak ada pagi yang lebih manis dari ini.

 

“Hyung?.. apa anak-anak masih tidur?..” tanya Key kemudian.

 

For God’s sake Kibum-ah.. setelah yang kita lakukan semalam, kau masih saja memanggilku ‘hyung?’” Jinki tertawa kecil, sementara lengannya semakin erat memeluk tubuh Key ke arahnya.

 

“Ah ne, jadi.. apa sebaiknya kita bangun Jinki? Aku harus menyiapkan sarapan…” Key balas tersenyum, jemarinya membelai pipi Jinki yang chubby namun lembut itu.

 

“Biarkan saja mereka membuat sarapan mereka sendiri.. lagipula hari ini hari minggu kan.. jadwal kita kosong..” tutur Jinki tak jelas, seperti tak peduli. Matanya kini terpejam dan mulai menciumi kembali rambut Key yang harum.

 

“Mungkin kali ini kau benar.. sebaiknya kita nikmati apa yang ada sekarang…” Key mengangguk pelan.

 

Wow, you learn fast to understand me, pretty..” sambung Jinki sambil tersenyum, memamerkan gigi kelincinya yang putih. Key kembali mendekat ke namja itu, mendaratkan ciuman basah dan panas ke bibir Jinki.

 

Life’s too short to spend alone, y’ know that… since now, just be with me My Diva…” bisik Jinki di sela-sela morning-passionate-kiss mereka.

 

END

 

5 responses

  1. Park91

    Yeyeyey.. Ada onkey yeyeye…

    Eh itu anak2 yg laen pulang ke dorm jam brp ?? Apa mereka g curiga apa yg dilakuin sm onkey ?? Hoho, onkey baru jadian aja langsung aksjalskdjk xDDDdorm jam brp ?? Apa mereka g curiga apa yg dilakuin sm onkey ?? Hoho, onkey baru jadian aja langsung aksjalskdjk xDDD

    9 Juli 2011 pukul 11:28

  2. Lee Hae Kyu

    Annyeong ^^
    Hmm…
    Itu ada beberapa pemilihan kata yg kurang tepat
    Trus ada kata ‘Karena’ di tengah kalimat tp pake huruf besar
    Jd, hati-hati
    Hmm..
    Alurnya sedikit kecepetan ga sih? *baca lg*
    Tp pas baca dr awal sampe akhir, bagus kok cerita-nya
    Feel-nya dpet kok
    Sekian review-nya
    maaf kalo kesannya sok tau
    Semoga menang ^^
    Hwaiting!!

    9 Juli 2011 pukul 16:29

  3. IntanKey

    onkey baruu jdian tpii udah nc’an gtuhhh,,,,,,,,,,,

    11 Juli 2011 pukul 17:35

  4. luphmax

    key belon jadian aja dah cemburuan gitu, gmana klo dah jadian???
    bner2 bs dimonopoli tuh onew…

    8 Agustus 2011 pukul 02:45

  5. DewiAriyani

    Wah sih key jd bad mood krn cemburu ya….
    Aigo onewnya sweet banget ama key..perhatian banget juga ternyata.. Gak nyangka onkey trrnyata saling suka…
    Duh mereka naru jadian langsung nc-an..😀
    Pokoknya onkey sweet couple deh selain 2min ^^v

    4 Oktober 2011 pukul 21:19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s