fanfiction for our soul

[Lomba Fanfiction genre 1] You Are So Pretty


Title: You are So Pretty

Author: forfeitmasins

Rating: PG-15

Pairing: Onkey!!!

 

You Are So Pretty

By: forfeitmasins

Musik techno yang  diputar sebagai  latar belakang menghentak begitu keras sampai gendang telinga Jinki terasa seakan-akan hendak meledak.

Sepasang kaki indah yang ramping dan panjang itu terus menghantuinya. Cara pemilik kaki itu menggoyangkan  pinggulnya dengan sensual, dan dua bukit yang menonjol di belakangnya seakan menantangnya untuk mengelus mereka. Bagaimanapun Jinki terpaksa harus menelan ludah melihat tulang pipi yang tinggi itu membingkai seraut wajah indah  (seaneh itulah, memanggil wajah seorang laki-laki indah, hanya saja, dia tidak bisa menemukan kata sifat lain yang lebih cocok  untuk melukiskan wajah surgawi itu tanpa terdengar terdengar melebih-lebihkan). Sudah tak terhitung Jinki melakukan melakukan ‘solo’ hanya karena dia bisa (dan putus asa, tapi Jinki menolak untuk mengakuinya). Kim Kibum, nama pria itu.

Dia habiskan Grateful Dead-nya dengan cepat. Pegangannya  pada gelas Collin itu tak lagi sekencang sebelumnya, tangannya gemetar, dan dia mulai merasa pusing. Mungkin  itu karena gin di minuman tadi. Kemampuan sistem tubuhnya untuk menoleransi alkohol memang tidak terlalu baik, tidak seperti pria yang sedang menari erotis di hadapan Taemin, pemuda yang dia klaim sebagai putranya (Jinki melakukan ‘penelitian’ tentang itu, dia ingin mengetahui siapa lawannya, kan?) yang bisa meminum alkohol bergalon-galon tanpa menjadi mabuk.

“Buktikan kalau kau ini laki-laki, Bung,” sebuah suara mengejutkan Jinki dari lamunannya tentang sosok di tengah lautan testosteron, yang tampak berkeringat dan memerah, kelihatan luar bisaa seksi seperti bisaa.

“Huh?” Jawabnya nggak nyambung.

Temannya hanya menyeringai dan mengambil langkah panjang menuju lantai dansa. Jinki menatap lanati dansa dengan pandangan kosong ketika dilihatnya temannya itu menyelipkan dirinya diantara dua tubuh seksi yang telah menari lebih dulu. Rasanya Jinki ingin mengutuk temannya si dinosaurus genit itu. Jinki dengan senang hati akan membantainya kalau saja dia itu bukan spesies langka, satu-satunya dinosaurus yang masih hidup di dunia ini yang bernama Kim JongHyun, sebagai bonusnya; dia bisa menyanyi. Selain itu, seseorang yang dikenal sebagai sahabatnya pasti akan mengulitinya hidup-hidup. Itu akan mengurangi kesempatan Jinki untuk mengencaninya (walaupun ‘kesempatan’ itu memang dari awal tidak ada, dengan sedih dia harus mengakuinya) tapi dia benar-benar tidak mau mengambil risiko.
Tapi JongHyun tahu bahwa dia telah lama menaruh hati pada sahabatnya itu –juga rahasia-rahasia kotor lainnya, sebenarnya. Dan dia tidak menyalahkan Jinki yang telah jatuh terlalu dalam pada sahabatnya itu. ‘Sulit untuk tidak jatuh cinta padanya, dia pernah mengaku pada Jinki. Apalagi mengingat pertemuan pertama Jinki dengannya; Kibum hanya mengenakan celana pendek yang ekstra pendek, tank topnya transparan oleh keringat, menggoyangkan pinggulnya dengan sangat seksi bersama dengan putranya, dan tertawa riang di dalam studionya. Prospek bertatap muka secara langsung dengan Kibum membuang rasa percaya dirinya keluar jendela.

 

“Kau cuma perlu mendatanginya dan ajak dia keluar, sederhana seperti itu. Mudah kan? ” Jonghyun menyarankan.

“Aku benar-benar sibuk tahu,” Jinki menolaknya

. “Iya deh,” Kata Jonghyun mengejek.

  Jinki memilih untuk menyembunyikan diri di belakang tumpukan kertas kerja, menyibukkan diri dengan meninjau ulang laporan pemegang saham yang dibuat oleh sekretarisnya daripada menuruti anjuran Jonghyun.

 

Jinki meneguk  Allegria yang baru disodorkan oleh bartender, Maraschino Berry-nya terasa menyengat di lidahnya. Menghapus rasa asli vodka yang pahit. Saat itulah dia merasakan panas menguar dari sebelahnya. Dia lirik sebelahnya, dan dia hampir terkena serangan jantung.

“Minta Butterfly Nipple dong,” kata Kibum pada sang bartender.

Jinki berdoa pada siapa pun itu di atas sana, untuk memberkati mereka yang menamai minuman beralkohol itu dengan nama yang penuh skandal. Mendengar suaranya saja hampir membuat Jinki eargasm. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya melihhat pemilik suara seksi itu menggeliat dengan Jinki menunduk diatasnya.

Bartender itu mendengus. “Serius deh, Kibum,”

“Serius dong, aku sedang nggak mood untuk minum Fat Frog,” katanya sambil menyeringai.

Jinki meliriknya diam-diam dari balik poni.

Kibum menerima gelasnya, mencocol lapisan tipis krim Irlandianya dengan ujung telunjuknya. Kibum melirik Jinki sekilas. Telunjuknya dikulum dengan nikmat sampai bersih. Jinki bisa melihat otot merah muda yang basah itu mencuat keluar dari mulutnya. Oh, betapa Jinki ingin menghisap lidah itu.

“Terima kasih ya, Minho,” Kibum meloncat turun dari kursi tinggi dan melangkah ke lantai dansa lagi

. “Kapan saja, Kibum.”

Jinki  kembali mengamati Kibum beraksi di lantai dansa. Kibum menari dengan mesra dalam pelukan seorang bawahan Jinki dengan alunan musik slow yang diputar DJ. Jinki perhatikan pria itu dengan seksama –namanya Dongwoon- dan berjanji dalam hati bahwa dia akan memastikan Dongwoon tidak akan menjalani sisa hidupnya dengan damai. Pria itu menaruh tangannya di pinggang tipis Kibum itu. Gelas minuman milik Kibum memisahkan dada mereka dari bersentuhan. Mereka kelihatan saling berbisik intim. Jinki bisa melihat pria itu menyelipkan tangannya ke saku belakang celana skinny Kibum. Jinki hampir yakin dia meraba-raba bagian belakang Kibum itu. Apa yang membuatnya lebih jengkel, adalah Kibum kelihatan tidak keberatan sama sekali. Tersenyum ringan pada apapun itu yang rekannya katakan, melirik Jinki singkat sebelum mengalihkan perhatiannya kembali ke pria di depannya.

Jinki menghela napas dalam-dalam, tiba-tiba saja dia  merasa berton- ton bata dijatuhkan di atas kepalanya. Dia merasa kewalahan. Terlalu banyak alkohol, pikirnya. Atau mungkin cemburu? Jinki tak mengerti. Dia berjalan ke arah toilet dengan terburu-buru. Matanya kabur, dan dia tidak bisa melihat dengan jelas. Dia memercikkan air dingin ke wajahnya dari salah satu wastafel. Bertanya-tanya apa yang salah dengannya dalam hati. Dia sangat ingin meninggalkan pesta itu, tapi sayangnya dia tidak bisa. Dia harus tinggal untuk menghormati bosnya – sang pemilik pesta, yang telah menghilang ke dalam salah satu kamar VVIP dengan pacarnya – setidaknya untuk mengesankannya.

Jinki merenung sesaat sampai kepalanya berhenti berdenyut-denyut seakan mau meledak. Ketika dia mendongakkan wajahnya, dia hampir mendapat serangan jantung untuk yang kedua kalinya malam itu

. “Kalau kau lelah seharusnya pulang dong, nggak usah sok jadi bos teladan,” tegur orang itu kedengaran marah.

Jinki tidak menjawab, suaranya tertahan di tenggorokan dan dia ingin muntah. Perutnya terasa melilit-lilit. Ya Tuhan, apakah dia tadi pingsan dan sekarang sedang mimpi bertemu Kibum? Jinki mengucek matanya.

Kibum mengangkat alisnya yang dibentuk melengkung dengan rapi tinggi-tinggi. “Kenapa?” tanyanya.

“Um.. ha.. hai Kibum,” respon Jinki gugup. Bagaimana tidak, pria idamannya selama ini berdiri di depannya, dan sedang ngobrol dengannya.

“Hai, Jinki.” Dia berkata singkat.

Jinki terdiam, tidak tahu harus berkata apa lagi.

Kibum memutar bola matanya dengan jengkel. “Sini, Jin, berikan tangan kamu.”

Jinki menjulurkan tangannya, diam-diam bertanya-tanya dalam hati; bagaimana pria seksi ini mengetahui namanya (kemudian Jinki ingat kalau dia adalah bos Kibum). Kibum mencomot pulpen yang diselipkan di saku kemeja Jinki dan menuliskan sesuatu di pergelangan tangannya. Setelah mengembalikan pulpen itu ditempat sebelumnya, kedua tanganya merayap di atas dada jinki dan menarik dasinya ke depan.

Dia memajukan tubuhnya dan berbisik, “Aku mau nonton Harry Potter kemudian makan malam romantis di apartemenku. Bagaimana kedengarannya, hm?” Ia meluruskan tubuhnya, menatap Jinki dengan tatapan penuh harap

“Ba. ..bagus?” jawab Jinki ragu.

Lagi-lagi Kibum memutar bola matanya.  “Sekarang pulang dan tidur. Kau butuh beauty sleep, oke? Lagian Big Bos pasti nggak akan keberatan kalau kamu pulang” Suaranya lembut sambil mengelus pipi Jinki.

Jinki mengangguk penuh semangat. Kibum mengikik kecil. Ditatapnya bibir Jinki, lalu ke matanya. Kembali ke bibirnya dan memberinya kecupan ringan. Bibir Kibum terasa begitu lembut, seperti permen kapas dan dia berbauseperti schnapps Butterscotch. Manis.

“Sampai besok,” dia berputar dan keluar dari toilet sambil menggumamkan sesuatu seperti “… Jinki bodoh” dan sesuatu tentang siapa yang seharusnya membuat langkah pertama.

Jinki terdiam di tempat, tak bisa bergerak. Tadi itu bukan mimpi kan? Kibum mendatanginya dan meminta Jinki untuk mengajaknya kencan itu bukan mimpi kan? Jinki tersenyum lebar. Perasaannya tidak terlukiskan dengan kata-kata. Hatinya sesak dengan kebahagiaan dan rasanya akan meledak. Hubungan ini pasti akan dan harus bekerja, batinnya. Dan Jinki akan mengusahakannya dengan sekuat tenaga.
**

AN: Ahh. Sebenernya ini pake bahasa Inggris, saya tulis buat hadiah kelulusan n belum sempat saya publish. Tapi setelah di alih bahasakan kok jadi aneh gini yak? *garuk pantat* eeeeh, kok pantat si, =D ya udah deh

Chu buat yang suka ff ini

(づ ̄³ ̄)づ (づ ̄³ ̄)づ

 

 

18 responses

  1. augustine

    hey menyenangkan.ad onkey disini.onew lambat dech,,key bneran tuch ngajak onew kncan?jgn2 udah suka.ngelirik onew mulu c.

    8 Juli 2011 pukul 23:17

    • iya tu, mereka hobinya kan lirik2an =D thanks dah baca n komen bb❤

      10 Juli 2011 pukul 18:40

  2. Ini cuma segini doang? Atau akan ada part selanjutnya thor? Btw thor aku masih gabegitu ngerti-___________- aku coba baca ulang dulu deh ckckckck-___________- aku coba baca ulang dulu deh ckckckck

    9 Juli 2011 pukul 00:19

    • itu cuma one shot bb🙂 aduh, crita’a ga’ jelas kah? hehe, penulis’a juga g jelas si😄

      10 Juli 2011 pukul 18:52

  3. Park91

    Aga pusing sebenernya hehe #bodoh.

    Aku ngakak pas “Sini, Jin, berikan tangan kamu.” ahaha Jin ???

    Tp aku suka, suka *loncat2. Coz ini Onkey ^^rikan tangan kamu.” ahaha Jin ???

    Tp aku suka, suka *loncat2. Coz ini Onkey ^^

    9 Juli 2011 pukul 11:42

    • ahahaa, bnyak yang bingung yak *ngerasa gagal* hiks. inti’a si Jinki dah lama naksir Kibum tu, karena Jinki g’ pdkt juga si Kibum yang t’nyata tau lok Jinki naksir dy jadi g’ tahan sendiri terus dy deh yg nyamperin Jinki. Masi pusingkah? hehe

      10 Juli 2011 pukul 19:01

  4. Lee Hae Kyu

    Annyeong ^^
    FF-nya bagus, tp akhirnya ga begitu jelas
    Kibum beneran suka sama Jinki?
    Tp kok keliatan coman main-main?
    Trus ada beberapa tanda baca yg salah
    Hmm..
    Itu aja sih
    Maaf kl kesannya sok tau
    ^^
    Semoga menang
    Hwaiting!!!

    9 Juli 2011 pukul 17:34

    • mana mana? *celingak celinguk* ah, apa deh, saya nyerah g’ tw tanda baca yang mana :p
      beneran kok, si Kibum naksir beneran *menghasut mode on* ini kan onkey😉 n makasih bb❤

      10 Juli 2011 pukul 19:08

  5. @safly3424

    wah.. ini sih FF nya keren banget! Pemilihan katanya passss…..
    sering bikin cerpen yah??? ato jgan2 pernah bikn novel??? *nyelidik kaya detektif*😄
    tapi butuh pengetahuan n konsentrasi tinggi buat ngerti maksud ceritanya.. *halah lebe*
    kamu emang ahlinya deh.. *Two thumbs up*
    tapi bnyak kata2 erotisnya…. *sembunyi di balik tempurung ddangkoma(?)* ==”
    #nih orang GJ bnget sih# >o<"
    kalo jalan ceritanya siip dah! ga ada yg bisa di koment lgi… ^^ *kabur karna bnyak omong*
    eitss,, sebelum kabur saya akan berikan pesanpesan terkhir #PLAKHH
    good luck buat Jinki ! eh mksudnya buat Author… Haghaghag ^^

    10 Juli 2011 pukul 07:46

    • chuuu sekali lagi deh (づ ̄³ ̄)づ
      senengnya ada yang g’ ngerasa pusing pas baca ni ff ヽ(;▽;)ノato situ juga pusing pas baca’a? hadoh. g’ asik deh lok bnyak yg ngerasa g’ jelas ma cerita’a kya gini😦 *lari ke pojokan terus nangis guling-guling* bwt kata-kata erotis…. mana yak? *garuk-garuk hidung* perasaan PG semua deh kata-kata’a, hheee. maklum,ni yang nulis orang’a cabul banget jadi kalo’ belum hardcore semua masi PG menurut saya :3
      makasih dah baca n komen bb!!

      10 Juli 2011 pukul 19:33

  6. jungryesun

    hallo, sesepuh admin disini ^^ baru sempet komen nih karena baru ada waktu…..
    menurutku keseluruhan dari fanfic ini udah bagus, tinggal di tingkatin aja,
    tapi untuk ukuran fanfic one shoot ini terlalu pendek dan kecepetan,
    endingnya gantung, jadi kesannya gak ada akhir cerita yang jelas, harusnya kamu bikin long chap ini kesannya kek drabble, terus pemilihan kata-kata kamu udah bagus, cuman rate-nya jd PG-17 mungkin? karena kata2 nya vulgar dan banyak mengandung minuman keras,
    ywdh, lanjut yah, tunggu aja final result-nya ^^
    keep writing!

    19 Juli 2011 pukul 17:02

    • weeww, drabble? drabble lok saya cm 300an kata 0.o aaww, soal rating saya mah cm ikutan peraturan bwt kasi rating ikon dari gravatar, hhee. makasi sarannya ^^v

      27 Juli 2011 pukul 17:38

  7. ini baguuuss … tapi pendeeekkk .. ayoo panjangin lagi ya sayy ::) *hug

    26 Juli 2011 pukul 18:28

    • makasiii, laen waktu coba tulis yg lebi panjang deh.. ^^b

      27 Juli 2011 pukul 17:40

  8. Cherry Chibi

    hwahaaaa!!! tanggung!! lanjutin!! >.<
    bahasanya bagus kok… cm az agk ribet dikt… tp mungkn it faktor ak masih kecil~~(WHAT!?)

    bingung aja ama nama2 minumannya it~~ n apa td? yg manis td? itulah~~ *bukn bidang masak(?)* tp critanya bagus^^

    7 Agustus 2011 pukul 14:13

    • itu minuman asli’a ada semua loh, nma’a mang nyari yg sesuai ajah biar nyambung k crita. makasi makasi:D

      12 Oktober 2011 pukul 21:25

  9. DewiAriyani

    Cuma segitu.??? Gantung banget nih thor…
    Duh sih jinki lambat amat sih klo emang suka langsung ngomong aja…
    Itu juga sih key udah gerak duluan jinkinya malah kayak orang oon lama mikirnya…
    Ceritanya bagus tp lebih keren lagi klo ada sekuelnya…😀

    4 Oktober 2011 pukul 22:28

    • jinki mang oon😄 sequel? gimana yaaa :9

      12 Oktober 2011 pukul 21:27

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s