fanfiction for our soul

PLAYBOY BOYFRIEND { YUNJAE COUPLE STORY} CHPATER 15/15 END YAOI


author: jung rye sun

length: 15/15

rate: maybe NC 17..

genre: AU, romance, NC17, and a little bit straight, OC…

WARNING!!! MPREG!!!don’t read this! if u don’t like yaoi!

Annyeong!

Hallo, author kembali lagi! Hahaha…….

This is the last chap, jujur gw takut hasilnya jelek dan tidak memuaskan maafin yeh klo jelek tapi mau gimana saya kan Cuma author amatiran^^

Goodbye my long fanfic, thanks untuk para readers yang setia ^^

 

**********************************************************************

 

*jaejoong POV*

 

Akhirnya aku kembali menginjakkan kakiku di jepang. Ku amati bangunan besar yang tampak lengang di hadapanku. Sebuah mansion berukuran sedang yang kutempati selama tinggal di jepang, kumasuki perlahan kediamanku. Saat kurasakan hawa dingin yang begitu menyengat, hampa……

Aku tak pernah merasa sehampa ini sebelumnya, tapi saat ini aku seperti berada dalam kubangan kegelapan yang mengitariku.

 

Ddrrrttt………….

Cepat-cepat kuangkat telepon yang bergetar di saku celanaku. Dan kulihat nama juri tertara disana.

“ya,…”

Ujarku lemah,

“hero-kun! Apa kau sudah tiba?”

Tanyanya dengan sangat penasaran.

“heumm, yah aku baru saja tiba di rumah, ada apa?”

Terdengar suara kegirangan di seberang sana.

“aku sangat senang mendnegarmu kembali ke jepang, honey. Maaf aku tidak bisa menjemputmu di bandara, kau tahu aku harus menjaga oka-san di rumah sakit, heumm……..bagaimana jika besok kita bertemu? Aku sangat rindu padamu,”

Terdengar suaranya yang sangat excited di seberang sana.

“heumm, yah….baiklah, besok aku akan menjemputmu di rumahmu, aku juga merindukanmu….. err, juri aku lelah, bagaimana jika kita sambung besok lagi, aku ingin tidur”

Ujarku mencari-cari alasan untuk menghindar darinya.

“ya, oyasumi…..aishiteru hero-kun,”

Tak lama kemudian telepon pun terputus.

 

Kuletakkan barang-barangku seenaknya di kasur, aku sangat malas saat ini merapihkannya. Entah mengapa ada perasaan yang sangat ganjal terus membayangiku. Kau tahu apa perasaanku saat ini?

Aku ingin berteriak sekeras-kerasnya, aku ingin kembali ke korea, aku ingin bertemu dengannya, aku ingin membalas semua perkataanya dan mengatakan aku juga merasakan hal yang sama dengannya.

Tapi ego ku melawannya, ego ku mengatakan untuk jual mahal dengannya. Kubuka dompet kulit milikku, dan kuambil selembar foto berukuran kecil dari sela-sela dompet. Foto yang kudapatkan saat yunho dan aku masih berpacaran, foto saat aku menjadi calon istrinya dulu. Yunho masih sangat muda dan tampan, dan aku masih terlihat seperti remaja tanggung. Aku telah membakar dan menghilangkan barang-barang yang ada sangkut paut dengannya. Tapi entah mengapa aku tak sanggup membakar foto ini. Karena, hanya difoto ini kami benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih. Terlihat yunho yang sedang melingkarkan tangannya di pinggangku. Dia juga terlihat sedang mencium tengkuk-ku. Foto yang sangat intim dan mesra. Karena aku sadar momen –momen itu sangat jarang terjadi diantara kita berdua.

 

Aku mencintainya tuhan, tapi aku terlalu munafik untuk tidak mau mengakuinya. Aku terlalu keras kepala untuk menghapusnya dari ingatanku tapi nyatanya aku tak pernah bisa……

Bukankah aku seperti seorang pecundang? Yang tidak bisa memilih diantara dua cinta…..

 

*yunho POV*

 

Kutatap selembar foto kusam yang selalu kusimpan aman di kotak rahasia pribadiku. Wajahnya begitu cantik dan bersinar, senyumnya begitu lebar. Bibir merahnya terlihat begitu memabukkan. Aku tak percaya aku pernah memilkinya, aku pernah hidup bersamanya, tapi aku menyia-nyiakan dirinya.

Aku tertawa sinis menertawakan diriku sendiri. Kini nasi sudah menjadi bubur. Dia telah menolakku secara tidak terhormat. Dan ingin menghapusku selamanya dalam hidupnya. Apa yang harus kuperbuat? Tah selama ini memang aku yang salah…..

 

“appa…..apa yang kau lakukan disini? Kau masih bekerja?”

Rye sun berdiri di depan ruang kerjaku lengkap dengan piyama tidurnya.

“err, aniya….”

Aku tersenyum kecil, dan buru-buru kembali kumasukkan foto berharga itu ke kotak rahasiaku.

“aniya, appa hanya sedang mengurus beberapa dokumen, ayo tidur ini sudah malam!”

Buru-buru kugendong rye sun ke kamar tidurnya, kembali kumatikan ruang kerjaku dan meninggalkan ruangan itu.

 

Kubaringkan tubuh mungilnya di tempat tidur.

“appa…..aku mau bobok sama appa,”

Kubaringkan tubuhku disampingnya, meskipun sebenarnya sangat tidak nyaman tidur di single bad berdua, tapi demi anakku apapun kulakukan.

“aigoo, anak appa sudah gendut, satu kasur berdua sempit sekali rasanya,”

Rye sun merengut menatapku kesal.

“bukan aku yang gendut, tapi badan appa yang gede!”

Aku hanya tertawa kecil mendengar ocehan anakku,

“yasudah, ayo tidur…..”

Kubelai lembut rambutnya yang harum buah strawberry, perlahan karena lelah mataku yang mulai terasa berat pun terpejam.

 

~in yunho’s dream~

 

Aku berada di sungai han yang sangat indah saat ini. Pemandangannya begitu indah tidak seperti biasanya. Air sungai begitu tenang seakan sungai sedang tertidur. Perlahan kurasakan sebuah tangan yang halus dan lembut menutup mataku.

“yak! Siapa ini?”

Perlahan dia melepaskan tangannya, perlahan kuliaht siapa orang yang berada di belakangku.

“hallo, chagi……”

Sesosok wanita dengan dress putih mendekatiku perlahan. Oh, tuhan….ini tidak mungkin!

“s-seul gi??”

Dia tersenyum kecil, perlahan dia memberikan pelukan hangat padaku.

“apa kau merindukanku?”

Aku masih tak percaya wanita yang berarti dalam hidupku setelah sekian lama pergi akhirnya menampakkan dirinya kembali dihadapanku. Aku pasti sedang bermimpi, ya sebuah mimpi yang indah.

Dirinya begitu cantik bak malaikat, yah aku sadar seul gi seorang malaikat saat ini.

“y-yaa…tentu, aku sangat-sangat merindukanmu,…..”

Dia tersenyum manis dan menatapku dalam.

“tapi…..mengapa kau meninggalkanku begitu cepat? Bukankah kau bilang mencintaiku? Mengapa kau membiarkanku hanya hidup berdua bersama buah hati kita, apa kau tidak menyayanginya lagi”

Dia tertunduk lemah mendengar kata-kataku.

“ada sesuatu yang akan kau ketahui nanti, mengapa tuhan mengambilku lebih cepat dan membiarkan kalian berdua, aku selalu mencintai kalian. Kau suamiku yang paling kucintai….”

Kurasakan tangannya yang dingin dan lembut membelai pipiku lemah.

“kau tahu, sejak kepergianmu aku selalu berharap dan berdoa dapat sekali saja dipertemukan denganmu….aku selalu berdoa agar dapat melihatmu kembali seul gi, dan akhirnya doa ku terkabul aku dapat bertemu kau lagi meski lewat mimpi”

Dia hanya tersenyum manis mendengarkanku, jemarinya yang lentik tetap membelai pipiku lembut.

“bagaimana kabar rye sun?”

Tanyanya menatapku polos.

“baik, dia sangat baik! Kau tahu, dia tumbuh menjadi gadis yang cantik sepertimu, dan dia sangat aktif”

Dia hanya tertawa kecil mendengarnya.

“ya, aku tahu karena aku memantau dan melihatnya….. “

Dia tersenyum manis padaku, dan tiba-tiba perlahan senyuman itu menghilang menjadi sebuah wajah yang dipenuhi kesedihan.

“ada apa seul gi?”

Dia hanya menggeleng pelan, dan perlahan tangannya yang dingin menggenggam tanganku erat.

“kau tahu?….aku pernah membuat suatu kesalahan besar…..”

Aku menatapnya bingung, dan dia hanya menundukan wajahnya tak mau menatapku.

“ya…..kesalahanku adalah, aku pernah memutus tali cintamu dengan seseorang yang sangat kau cintai, aku telah membuatnya terputus, dan saat ini aku sedang berusaha menyatukannya kembali. Aku membuatmu berpisah dengan jodohmu….maafkan aku, aku sadar aku telah menyakiti dia begitu banyak, aku telah membuatnya hancur dan terpuruk….”

Perlahan setetes air mata mengalir di pipinya.

“aku tak mengerti apa maksudmu? Apa itu tali cinta? A-aku tak mengerti yang kau bicarakan,”

Dia tersenyum kecil dan menatapku tajam.

“setiap manusia terlahir dengan tali cinta-nya masing-masing, tali cinta adalah suatu benang merah yang menghubungkan dua insan manusia untuk bersatu. Jodohmu adalah orang yang benang merahnya tersambung denganmu, dan orang itu adalah dia mantan kekasihmu, dan tali cinta itu akan terputus apabila ada sosok lain yang menghampiri kehidupanmu, dan akulah penyebab kehancuran itu”

Dia menudukkan kepalanya dalam-dalam, dan perlahan jemarinya menggenggam ku erat.

“kau tahu? Meskipun kita telah menikah tapi kita tidak memiliki tali cinta itu….karena aku dan kau tidak berjodoh,”

Dia tersenyum pahit disela kesedihannya.

“dan aku akan menebus semua kesalahanku dengan menjadi penyambung tali cinta kalian, karena aku diberikan tugas mulia ini, maukah kau membantuku?”

Aku hanya mengangguk pelan sembari berusaha mencerna kata-katanya.

Perlahan dia mengangkat kedua tanganku dan menggenggamnya erat.

“jung yunho, dia menantimu! Susul dia, dia adalah jodohmu dia takdirmu, kau dan dia memang harus bersatu……dia hanya berusaha membohongi hatinya, sesuangguhnya dia amat sangat mencintaimu,

Dia akan menjadi pendamping hidupmu untuk selamanya yun,dia yang akan menjadi ibu dari anak-anakmu…..aku ingin hidup tenang, tanpa merasa berdosa kepada kalian berdua, biarkan aku melihat kalian berdua bahagia….”

Aku mengangguk pelan dan menatapnya dalam.

“jadi, apa yang harus kulakukan? Dia akan menikahi tunangannya…….”

Seul tersenyum kecil,

“kau harus melakukannya dengan caramu sendiri, buat dia menyadari kalau dia tak akan bisa hidup tanpamu jung yunho, kau pasti bisa! Karena sejujurnya kalian saling mencintai, sebelum semuanya terlambat yun……”

Tiba-tiba dia mendekat dan mencium pipiku pelan.

“now, I must go…. Senang bisa berjumpa denganmu, jaga mereka untukku rye sun dan jaejoong……

Goodbye….”

Dan perlahan, dirinya menghilang menjadi pusaran angina dalam sebuah bayangan.

Dan saat itu pula sebuah cahaya yang menyilaukan serasa menusuk mataku…….

 

~end of yunho’s dream~

 

Kukerjapkan mataku perlahan, sinar matahari yang menyilaukan memaksaku untuk terbangun dari tidurku. Kutepuk-tepuk pipiku pelan memastikan mimpi itu telah berakhir.

Kutatap putri kecilku yang masih tertidur lelap disampingku.

Apa maksud dari kata-kata seul gi dalam mimpiku tadi?

Terakhir dia mengatakan jaejoong…..jadi maksudnya dia adalah jodohku?

Apa seul gi berubah menjadi dewi aprodhite? Dia menyampaikan pesan itu untukku.

Perlahan kurasakan hembusan angin pagi hari yang begitu menyejukkan dan aku merasakan sebuah kekuatan, spirit yang membangkitkanku untuk mengejarnya kembali.

Aku akan merebutmu kembali, tak perduli seberat apapun penghalang dihadapanku nanti.

 

~~~

“apa?! Appa akan ke jepang??? Lalu bagaimana dengan aku?? Bagaimana dengan pekerjaan apa di kantor?”

Putriku sangat terkejut mendengarkan keinginanku untuk ke jepang. Ya, aku telah memutuskan akan menyusulnya ke jepang, dan aku akan membawanya pulang sebagai milikku.

“hanya sebentar sayang, ayolah…..”

Rayuku berusaha membujuknya.

“lalu aku bagaimana? Aku akan ditinggal berdua dengan bibi, ahh….appa, aku tak suka dirumah tanpa appa!”

Kudekati putriku perlahan, dan kubelai pipinya lembut.

“appa berjanji saat pulang nanti, akan membawa hadiah terindah untukmu!”

Dia menatapku bingung,

“hadiah?? Hadiah apa?”

Aku tersenyum misterius,

“kau akan lihat nanti, itu kejutan! Hehehe………”

Dia kembali merengut dan memalingkan wajahnya kesal.

“hey, please! Appa akan menyuruh changmin ahjussi menjagamu, bagaimana? Dia orang yang sangat baik, dia akan menjagamu selama appa pergi, ayolah sayang…..”

Akhirnya rye sun pun menganggukkan kepalanya pasrah.

 

~~~

 

“ya, changmin! Please, bantu aku menjaga rye sun  selama aku pergi! Kau ini tega nian padaku! Kau kan sudah lama bekerja menjadi assistenku”

Changmin tetap asyik dengan cheese burger ditangannya.

“aniya! Kau tahu aku tak bisa menjaga anak kecil! Lagipula kau juga menyerahkan tugas-tugas seenaknya kepadaku! Untuk apa pula kau kesana?”

Aku merengut kesal menatap changmin yang mengacuhkanku.

“ada sesuatu yang sangat penting yang harus kulakukan disana, ini masalah pribadiku! Tapi aku harus kembali mendapatkan orang itu sebelum terlambat, karena dia sangat berharga untukku, aku tak mau dia diambil oleh orang lain…….”

Perlahan changmin menatapku penuh selidik.

“jangan bilang, orang yang kau cari hero-san?”

DEG,

“t-tahu darimana kau??”

Ujarku dengan gugup.

“hahaha……benar tebakanku selama ini!….heumm, aku sudah mencium gelagat aneh sejak kita menjalin hubungan bisnis dengannya, kau kelewat perhatian padanya. Dan tanpa kau sadari kau bersikap seperti orang gila jika tak melihatnya seharian, jadi benar selama ini….are u gay?”

Tatapan changmin membuatku bingung harus menjawab apa padanya.

“errr…..entahlah, kupikir tidak……”

Dia menatapku bingung,

“tidak?? Tapi kau menyukai hero-san?!”

Aku mengangguk pelan, dan menghela nafas berat.

Ya, aku bukan gay tapi aku mencintainya seorang, aku mencintai jaejoong.

“entahlah, aku mencintainya meskpiun dia pria, dan pria yang membuatku tertarik hanya dia seorang, karena dia pernah menjadi sosok paling berarti dalam hidupku”

Changmin hanya mengangguk-angguk sok mengerti.

“yeah, aku tahu hero-san memang sangat cantik, bahkan untuk ukuran seorang pria, dan bahkan dia lebih cantik dari kekasihku, aigooo……andai dia perempuan sudah kunikahi dia!”

PLETAK,

“tidak akan pernah shim changmin! Aku akan membunuhmu jika kau menikahinya!”

Ujarku dengan kesal.

“hahaha…..”

Changmin hanya tertawa melihat tingkahku.

“tenang hyung, aku tak akan mengambilnya darimu….hahaha,”

Aku hanya mendengus kesal dan segera meninggalkan ruangan.

 

~~~

 

“appa! Jangan lama-lama pulangnya…..”

Putri kecilku mendekapku erat dalam gendonganku. Pemberitahuan pesawat keberangkatan pun telah terdengar, tanda aku harus segera masuk ke dalam pesawat.

“ne, I promise…..”

Kupeluk erat tubuh mungilnya.

“appa, bawakan aku hadiah kejutan itu jika kau pulang nanti! Jangan lupa!”

Aku mencubit hidungnya pelan,

“araseo tuan putri! Hehehe….yak! shim changmin jaga anakku yah”

Kuserahkan rye sun ke dalam dekapan changmin.

“ne, hyung!”

Rye sun terlihat senang dan nyaman bersama changmin.

“baby, jangan nakal araseo? Jangan membuat ahjussi mu susah,”

Rye sun hanya mengangguk kecil tanda mengerti.

“baiklah, aku pergi goodbye!”

Kulambaikan tanganku sembari meninggalkan mereka berdua. Yah…aku akan menyusulmu kim jaejoong.

You should be mine…….

 

 

*jaejoong POV*

 

Hari ini aku berkencan dengan juri, kami berencana mencari-cari baju untuk pernikahan. Ya, juri memaksaku untuk menemaninya fitting baju pernikahan. Kami telah membicarakan hal ini dengan keluarga juri. Dan mereka menyetujui apabila pernikahan diadakan secepat mungkin sebelum operasi oka-san dilaksanakan, hanya sebuah pesta sederhana, karena pernikahan ini dilaksanakan begitu mendadak berbeda dengan perkiraan kami. Awalnya aku sangat keberatan dengan pernikahan yang akan diadakan 5 hari lagi, tapi aku tak mungkin menolak karena kami juga harus memikirkan kondisi oka-san. Juri terlihat asyik mencoba-coba beberapa gaun pengantin. Dan aku hanya menghela nafas berat.

Bingung akan apa yang harus kulakukan.

 

Karena bosan kuputuskan untuk memainkan hp-ku. Dan saat kulihat disana tertera miscall dari jung yunho. Untuk apa dia meneleponku? Perasaanku ingin menanyakan ada apa, tapi rasa ego ku mengatakan tidak usah. Akhirnya kuputuskan untuk menghiraukan miscall darinya.

“hero-kun! Apa gaun ini cocok untukku?”

Juri tampil dengan sebuah gaun berwarna keemasan, terlihat sangat vintage dan glamour.

“eumm, ya….sangat cocok”

Juri tersenyum senang mendengar responku. Andai saat ini hanya ada dia seorang dihatiku.

Pasti aku akan mantap memilihnya menjadi pendamping hidupku. Namun, sayang hatiku telah terbagi dengan sosok lain. Sosok menyebalkan yang sebenarnya aku sayangi.

 

~~~

Setelah puas dengan fitting pakaian di berbagai toko. Kamipun memutuskan untuk pulang karena hari sudah malam. aku menyetir dalam keheningan diantara kami berdua, tak tahu harus membuka percakapan apa.

 

Setelah mengantarkan juri pulang aku memutuskan untuk langsung kembali ke rumah. Kulihat di pekarangan rumahku terparkir sebuah mobil Subaru berwarna putih. Yang kuyakini ada orang di dalamnya, tapi untuk apa malam-malam dirumahku?

Kuberhentikan mobilku tepat di depan mobil itu, kubuka pagar perlahan dan saat tiba-tiba sosok itu keluar dari mobil.

“y-yunho! What are u doing here?!”

Yunho menghampiriku sembari tersenyum lebar, dan hamper saja dia memelukku.

“I miss u jae, really miss u…..”

Dilingkarkannya tangannya dengan erat di pinggangku.

“are u crazy?!! Don’t touch me!”

Namun, sial pelukannya semakin erat hingga terasa hembusan nafasnya yang bau alcohol di tengkukku.

“hey! Kau mabuk?!! Lepas…yun……..”

Aku berusaha melepaskan diriku dengan memukul-mukul tubuhnya namun pelukannya malah makin mengerat.

“jae, let me be with u tonight, please…..just tonight!”

Suaranya lemah dan terdengar parau entah mengapa membuatku tak tega.

“ok….come in”

Kulirik sekelilingku untuk memastikan taka da yang melihat kami, kutarik segera tubuhnya yang besar yang masih saja bergelayutan di tubuhku.

“yun! Kau berat….hentikan!!..”

Kudorong tubuhnya dengan kasar di sofa.

“apa yang kau inginkan?! Berhenti mengikutiku!!”

Dia tertawa sinis menatapku, tatapannya membuatku ingin melemparnya dengan batu.

BRUKK,

Kulemparkan sebuah bantal tepat mengenai wajahnya.

“diam kau disitu! Jangan ikuti aku!”

Buru-buru aku bergegas meninggalkannya ke dapur mengambilkan segelas air hangat dengan perasan jeruk nipis untuknya. Saat tiba-tiba sebuah tangan kekar melingkar di pinggangku.

Dia terus-menerus mencium tengkukku dengan kasar.

“ahhh….don’t…..ahh, don’t do…..that!”

Kuakui aku mulai terhanyut dengan permainannya. Dan perlahan kurasakan tangannya mulai meraba bagian dalam kaos-ku, tangannya mulai nakal memainkan nipple ku.

“stop it! Ahh, ……yun!”

Sial dia semakin menguasaiku, dia mulai membalik tubuhku berhadapan dengannya.

Diciuminya bibirku dengan ganas, bibirnya melumat bibirku seperti orang kesetanan sampai-sampai aku tak bisa bernafas.

“hhhmmmpphh…….yun…..hmmmppphh……u-u….kill..me!ahh…..”

Tiba-tiba kurasakan juniorku yang mulai menegak sejak tadi. Oh, shit!

“you are mine kim jaejoong…..mine!…..”

Tangannya yang kekar menggendongku paksa dan melemparkanku diatas sofa. Aku mulai ketakutan melihat wajahnya yang menyeramkan. Oh, tidak….ini terulang kembali! Dia mabuk dan dia akan memperkosaku, seperti waktu itu, tidak! Aku tidak mau! Aku hanya ingin melakukannya dengan sadar tidak seperti ini.

“hentikan!!! Aku tak mau! Lepaskan aku! Aku tak mau seperti ini!!”

Dia menatapku heran, aku berontak dalam pelukannya yang begitu kuat. Tak terasa air mata mengalir di pipiku. Aku tak tahu, aku hanya takut dan aku merasakan aku tidak siap. Aku tidak mau, tidak seperti ini caranya.

“aku tak mau yunho! Jangan paksa aku melakukan yang kau mau?!! Aku bukan milikmu! A-aku…..jangan paksa aku dengan cara seperti ini! Kau menyiksaku!”

Yunho membisu menatapku, matanya yang tadi dibayangi oleh setan perlahan kembali sadar.

“mianhae…..”

Dibelainya lembut pipiku, kurasakan jemarinya menghapus air mata yang mengalir di pipiku.

“aku sadar…..dan aku mencintaimu, itu alasan mengapa aku menginginkan milikmu, aku ingin kau seutuhnya…..aku mencintaimu kim jaejoong, I love you……please let me mark you as mine,”

Kugelengkan kepalaku kuat-kuat menolak segala macam sugesti yang dia berikan padaku.

“no! please stop! I don’t want it…….”

Yunho menatapku lemah dan pasrah,

“kau tahu! Aku sudah memiliki tunangan, dan kami akan menikah 5 hari lagi. Apa kau tega menghancurkan semuanya? Menghancurkan rencanan yang telah kami bangun bertahun-tahun?!

Biarkan aku dengan jalanku yun! Kita berbeda! Jangan paksa aku untuk mengikutimu!”

Dia tertawa sinis menatapku.

“BULLSHIT! I don’t care……bagiku kau milikku dan selamanya tetap milikku”

Kutundukkan wajahku lemah, aku tak punya cara ampuh untuk menjauhkan dirinya dariku.

Aku mebenci diriku yang terlihat lemah dan tak berdaya di hadapannya.

“I’m tired…….aku lelah! Kau tahu?! Kau selalu memaksakan kehendakmu tanpa mau meikirkan aku! Kau sama seperti jung yunho yang dulu tak pernah berubah! Bisakah kau sedikit hargai perasaanku!

Aku melakukan semua ini demi kita! Demi masa depan kita! Kau butuh bahagia! Tapi bukan denganku! Aku bukan jodohmu!”

Wajah yunho perlahan mulai mematung, dia terdiam tanpa ekspresi menatapku kosong.

“kau salah…..salah jae, kita berjodoh, tuhan telah  mentakdirkan kita berdua, tapi tali cinta itu putus, dan aku harus menyambungkannya kembali,”

Kutatap wajahnya dan memandangnya tak mengerti. Aku tak mengerti apa maksud ucapannya.

“aku tak mengerti ucapanmu…..”

Perlahan dia mendekatkan wajahnya tepat beberapa inci dihadapanku.

“kita berjodoh, kau salah…….dan tuhan telah mentakdirkan kau menjadi milikku……”

Dibelainya lembut bibirku dan dikecupnya pelan, namun aku tak berkutik aku hanya terdiam mengikuti irama permainannya.

“izinkan aku memilikimu malam ini saja jae, just one night! Aku tahu kau akan menikah dengannya, setelah hari ini aku akan pergi darimu, biarkan aku mendapatkan salam perpisahan darimu jae, biarkan aku merasakan dirimu terakhir kalinya, jika aku telah menyakitimu lebih banyak, biarkan aku hapus semua rasa sakit itu, biarkan aku menebusnya malam ini dengan cinta kita berdua….”

Dan perlahan tubuhnya mulai merasukiku, membawaku terbang mencapai nirwana.

Malam itu dia memperlakukanku layaknya sebuah perhiasan yang sangat berharga.

Aku bisa merasakan kehangatannya lebih dalam, dan setelah sekian lama aku mulai merasakan kembali kesempatan untuk cinta itu kembali terbuka……

 

~~~

 

Sinar matahari terasa menusuk mataku yang sedang terlelap tidur, dan kurasakan aku tertidur di atas tubuh kekar itu. Dadanya yang bidang sejak malam menjadi lahan tempatku berbaring.

Perlahan kukenakan kemeja miliknya yang kebesaran karena bajuku sudah hancur terkoyak olehnya.

Ya, tadi malam benar-benar fantastis, setelah sekian lama akhirnya aku bisa merasakannya kembali.

Namun, perasaan bersalah itu kembali membayangiku. Aku telah melakukan kesalahan besar, kini aku benar-benar telah mengkhianati juri. Aku telah membuatnya sakit hati. Aku benar-benar pria brengsek.

“jae…..”

Yunho segera terbangun dari tidur lelapnya saat dilihatnya diriku berdiri dihdapannya.

“morning, aku telah menyiapkan sarapan kecil untukmu….err, yun bisakah setelah itu kau meninggalkan rumahku, kau berjanji tadi malam adalah yang terakhir”

Yunho menatapku polos, dan tersenyum pahit kepadaku.

“baiklah…..”

Ujarnya dan beralih menuju kamar mandi.

 

*yunho POV*

 

Hari ini adalah hari pertemuanku dengan juri-san. Dia adalah tunangan jaejoong. Aku mendapatkan nomornya dari anak buahku yang selama ini emmantau jaejoong dan melacaknya. Jika terdengar dari nada suaranya juri-san memang ornag yang sangat lembut dan baik.  Jaejoong pasti akan membunuhku jika dia tahu aku akan membeberkan segalanya tentang hubungan kita.

Tapi juri harus tahu, dia akan menjalani suatu pernikahan yang palsu apabila menikah dengan jaejoong.

 

Tak lama kemudian sesosok wanita cantik mengenakan dress berwarna pink serta cardigan putih mengahmpiriku. Wajahnya terlihat sangat cantik dengan senyumannya yang lebar dan manis.

“permisi, anda tuan jung?”

Aku mengangguk pelan, dan mempersilahkannya duduk.

“anda ingin pesan apa juri-san?”

Dia menggeleng pelan menolak tawaranku.

“tidak, terima kasih”

Aku hanya tersenyum kecil membalasnya.

“maaf, ada apa anda ingin berbicara dengan saya disini? Dan anda siapa?”

Aku terdiam sejenak mencoba menenangkan hatiku dan menormalkan intonasi suaraku.

“baiklah, perkenalkan saya jung yunho…saya tahu anda sama sekali tidak mengenal saya, ini semua ada sangkut pautnya dengan jaejoong…….dia, jaejoong adalah kekasih saya”

Juri terlihat sangat terkejut mendengarnya, namun dia kembali menenangkan dirinya.

“jadi hero-kun gay??”

Dia menatapku dengan nanar.

Aku hanya bisa menghela nafas berat.

“aku tak tahu, tapi kami saling mencintai dan hubungan kami telah terajut bahkan sebelum jaejoong mengenalmu juri-san. Sebelum kalian saling mengenal banyak hal yang terjadi antara aku dan jaejoong yang membuat kami berpisah, namun tuhan akhirnya berbaik hati mempertemukan kami kembali.

Maaf aku membuatmu terkejut, tapi kau harus tahu kau hanya akan menjalani suatu perniakahan palsu tanpa cinta dengannya,kumohon pikirkanlah lebih lanjut ini semua”

Dia terdiam dan matanya terlihat berkaca-kaca aku tahu berat baginya.

“tuan jung, kau tahu? Aku telah mencium gelagat anehnya sejak kami pertama kali bertemu tapi aku hanya menghiraukannya, jadi benar ada sosok yang sangat dia cintai itu, dan itu adalah kau…..”

Dia terdiam mematung menudukan wajahnya yang kecewa.

“maaf…maafkan aku, tapi aku hanya ingin kau tidak menyesal di kemudian hari….”

Juri mengangguk lemah dan menatapku nanar.

“meski aku ingin memutuskan ini semua, tapi aku tak punya hak lebih lanjut….aku tak akan mengatakan aku membrikan hero-kun padamu saat ini, tapi…aku akan membiarkannya memilih antara aku atau kau.

Aku akan membiarkannya memilih antara kita, siapa yang berhak mendampinginya, maaf tuan jung, saya harus segera pergi, permisi….”

Dia meninggalkanku begitu saja, membiarkanku yang tercengang menatapnya.

 

Apa yang harus kulakukan saat ini? Aku tak mungkin membiarkan jaejoong memilih juri, tapi wanita itu juga wanita yang baik, dan dia tak pantas untuk disakiti.

Jika kau tahu, mungkin aku memang orang yang jahat, orang yang paling egois.

 

*jaejoong POV*

 

Seluruh keluarga sibuk menyiapkan berbagai perlengkapan untuk upacara pernikahan yang sebentar lagi akan dimulai. Kuhentak-hentakan kakiku sejenak karena gugup, jujur aku takut, aku gelisah aku merasa tak siap, semakin matang persiapan pernikahan semakin takutlah diriku. Aku menjadi pengecut saat ini dan aku benci diriku yang seperti ini.

“jae…”

Suara lembut umma menyadarkanku dari lamunanku.

“umma,”

Aku berlari kepelukannya yang hangat, dia mencium keningku lembut.

“sebentar lagi kau akan menjadi seorang suami, kau harus bisa menjaga keluargamu, araseo?”

Aku mengangguk pelan tanda mengerti. Aku tak yakin dengan ini semua.

“ayo, para tamu undangan telah menunggu di luar, upacaranya akan diadakan beberapa saat lagi”

Kutarik nafas dalam –dalam sebentar lagi adalah awal dalam perjalanan baruku. Semoga semuanya baik-baik saja.

 

~~~

 

Saat ini aku sudah siap dengan berdiri di depan altar menyambut kedatangan calon mempelai wanita.

Aku melirik bagian di bangku para tamu, namun aku tak menjumpai sosoknya. Bodohnya aku mengharapakannya datang, dia tak akan datang. Dari kejauhan juri dengan gaunnya yang indah mulai memasuki pelataran pintu masuk. Dia terlihat sangat anggun dengan gaun-nya. Perlahan sosoknya mulai mendekat, senyumnya yang lebar menghiasi bibirnya yang mungil. Kusambut jemarinya dengan perasaan cinta.

 

~~~

 

“saat ini kita semua hadir disini untuk menjadi saksi cinta atas upacara pernikahan tuan hero kim dan nona ueno juri, dan saya berdiri disini selaku perwakilan sebagai saksi syah berjalannya pernikahan.

Baiklah….kita akan memulai upacaranya………..”

Jantungku berdebar tak karuan, perasaanku sangat kacau dan aku ketakutan.

Aku menantikan sosok itu,aku ingin melihat wajahnya untuk terakhir kalinya.

“anda, sauadara hero kim, bersediakah anda menjadi suami bagi saudari ueno juri, dna menjadikan diri anda sebagai sosok yang menemani dikala sedih dan senang, dikala suka dan duka, –“

BRUKK,

Terdengar pintu terbuka dan sosok itu muncul disaat yang tidak tepat! Sosok itu menatapku tajam, sekaan berkata tidak jae, kutelan ludahku sendiri aku benar-benar kalut saat ini. Aku takut, aku benar-benar tak siap dengan ini semua.

“bersediakah anda? Tuan hero kim?”

Pendeta menatapku dengan tajam, kutatap juri yang sejak tadi menundukkan wajahnya tak mau melihatku.

“ya…….aku bersedia,”

Dan semuanya telah berakhir……ohh, tuhan!

“lalu, apakah anda nona ueno juri bersedia menjadi istri dari tuan hero kim dan menjadikan anda sosok yang emenmani dikala sedih dan senang, dikala suka dan duka, hingga maut memisahkan, bersediakah anda?”

Juri menunduk lemah,

“saya…………….tidak bersedia,”

Dia menatapku dengan tatapan tajam. Dan seketika semua orang dalam ruangan tercengang mendengar perkataanya. Mereka tak menyangka akan apa yang juri ucapkan.

“maaf, maaf untuk semua yang ada disini, tapi……saya memang tidak berhak menjadi istri dari hero-kun,

Karena…ada orang lain yang lebih pantas memilikinya. Maaf aku membuat kalian kecewa……tapi ini sudah menjadi keputusanku, maaf……..”

Setetes air mata mengalir di pipinya yang putih merona, aku hanya terdiam tercengang melihatnya meninggalkanku sendirian di depan altar. Aku tak percaya ini semua terjadi padaku.

Dia meninggalkanku setelah apa yang aku lakukan selama ini.

Dan tiba-tiba sebuah tangan menarikku menjauhi altar, dia mengajakku berlari menjauhi keramaian dan membawaku ke sebuah taman kecil di belakang gereja.

“yun…..apa yang kau lakukan disini? Mengapa kau—“

Dan dia membungkamku dengan sebuah kecupan hangat di bibirku.

“yun……”

Kusentuh bibirku dengan gemetar, aku tak tahu sekarang harus senang atau sedih.

Dan tiba-tiba sosok juri menghampiriku bersama ibuku.

“hero-kun…..”

Dia tersenyum manis, seakan telah melupakan kejadian tadi.

Aku hanya terdiam memandangnya tak percaya.

“maafkan aku mempermalukanmu, tapi aku punya alasan lain…….”

Juri lalu mengalihkan pandangannya pada yunho.

“tuan jung, aku menyerahkan hero-kun padamu. Jaga dia baik-baik aku yakin kalian akan menjadi couple paling bahagia, kalian memang seharusnya bersatu.”

Kutatap juri tak percaya akan apa yang dia katakana, perlahan yunho mengeratkan genggamannya padaku.

“jae, umma menginginkan yang terbaik untukmu…dan jika memang pria ini yang terbaik, umma akan mengijinkannya bersamamu……”

Oh, good! Aku tak percaya umma bahkan membiarkanku bersama yunho?

“umma……..”

Kupeluk tubuh ibuku erat, aku sangat beryukur punya ibu seperti dirinya, dia selalu mengerti apa yang aku mau.

“terima kasih……gomawo………”

Tak terasa sebulir air mata mengalir di pipiku karena rasa bahagia yang begitu besar.

“I love you jae,”

Yunho membisikkan kata-kata indah di telingaku.

“ok, this is marriage proposal……untuk yang kesekian kalianya, kim jaejoong will you marry me?”

Aku tertawa kecil melihatnya berlutut dihadapanku lengkap dengan sebuah cincin berlian.

Kutatap wajah umma dan juri yang tersenyum lebar melihat kami.

“huffttt……..yeah, I do……”

Yunho langsung memelukku dan memutar-mutar tubuhku dalam pelukannya seperti orang kesetanan.

Dia tak hentinya tersenyum dan mengatakan aku cinta padamu kim jaejoong.

“I love you too……”

Dan hari itu adalah hari terindah yang pernah terjadi dalam hidupku. Hari dimana lembaran baru kembali terbuka untukku.

 

 

~5 year laters~

 

“papa!! Aku pergi kikwang sudah menungguku, bye!”

Rye sun meninggalkan rumah dan tak lupa memberi kecupan kecil padaku.

“bye, honey! Hati-hati dijalan”

Ya, rye sun yang dulu hanya seorang gadis kecil kini telah bertransformasi menjadi sosok gadis yang beranjak dewasa. Dia sudah memiliki acaranya sendiri dia tumbuh dewasa seiring berjalannya waktu.

Dan aku……ya, aku telah menjadi anggota keluarga jung, namaku kini jung jaejoong.

Itu bukan mauku, tapi suamiku memaksaku mengganti nama depanku. Apa boleh buat aku tak bisa menolak, tak terasa kami telah menikah kurang lebih 5 tahun. ya, 5 tahun yang lalu dia melamarku dan tak lama dia langsung menikahiku di paris, perancis. Hanya sebuah upacara sederhana tapi sangat sacral.

Aku bersyukur yunho tidak menuntut apa-apa dariku. Aku tak menyangka akhirnya sekian lama aku menanti, aku bisa menyandang nama jung sebagai margaku.

 

Kami telah menutup lembaran hitam masa lalu kami dan berjanji tak akan membahasnya lagi.

Aku merasa segalanya sudah tergantikan, karena aku akhirnya bisa menjalani hidupku sebagai sosok baru. menjadi orang tua untuk rye sun dan calon anak kami.

 

“umma…….”

Yunho yang baru bangun tidur langsung memelukku erat.

“don’t call me umma, yun! Kau bau! Mandi sana,jangan ganggu aku! Aku sedang membuat sarapan”

Yunho mengerucutkan bibirnya lucu.

“aigoo, aegya….umma sangat jahat kepada appa, appa tidak boleh dekat-dekat aegya!”

Aku tertawa kecil melihat tingkah konyolnya. Dia sangat menyayangi janin yang berada dalam kandunganku saat ini. Dia selalu memperhatikanku dan merawatku dengan baik. Dia bahkan bertransformasi dari seorang ayah yang sibuk menjadi ayah yang baik dan selalu ada di rumah.

“aigoo, jung yunho! Mandi, atau kau tidak akan mendapat jatah sarapan dariku!”

Yunho kembali memajukan bibirnya.

“tapi, ada satu syarat!”

Dia memberikan smirk kecil padaku, tandanya ada sesuatu yang harus di dapatkan.

“cium!….”

Dia memonyong-monyongkan bibirnya dihdapanku,

“no! mulutmu bau!”

Tiba-tiba yunho menarik wajahku dan mencium bibirku paksa.

“yak! Jung yunho!!!”

Dia tertawa kecil dan segera berlari memasuki kamar mandi. Aku hanya menghela nafas pasrah melihat tingkah suamiku, yang semakin tua semakin aneh.

 

~~~

 

“jae, aegya menendang-nendang, is that hurts?”

Yunho membelai lembut kandunganku yang sudah memasuki bulan ke 7, ya 2 bulan lagi buah hati kami akan lahir ke dunia ini.

“tidak, aegya kita sangat aktif….”

 

Yunho manggut-manggut sok mengerti.

“ya, aegya seperti umma-nya yang tidak bisa diam!”

Kukerucutkan bibirku tak setuju.

“kenapa aku?!”

Yunho tersenyum kecil.

“just kidding baby,”

Aku tersenyum penuh kemenangan, semenjak aku hamil akulah yang berkuasa di rumah.

Yunho tak bisa menolak apapun perintahku.

“jae, aku dengar baby kita menedang, ouch…….nampaknya dia akan jadi pemain bola seperti cha bong gun! Hahaha……..”

Aku memperbaiki posisiku menjadi lebih nyaman, sejak tadi yunho asyik berkomunikasi dengan bayi yang ada dalam kandunganku. Dia sangat menikmati percakapan kecil dengan bayi kami.

“jae……..”

Aku mendongak malas menatap wajahnya yang tersenyum lebar.

“thank you for being my wife and mother of my child…..”

Dikecupnya lembut bibirku. Aku cinta dirinya yang selalu memperlakukanku istimewa.

Aku mencintai suamiku,

“umma saranghae……”

PLETAK,

“don’t call me umma, jung yunho!! I’m still appa!!”

Yunho hanya mengagguk takut-takut meniyakan kata-kataku.

Yahh, meskipun nyatanya aku disini yang menjalani peran sebagai ibu tapi aku kan tetap laki-laki.

Jadi aku tak mau dipanggil umma,

 

See? That’s my family, my little family……..

Setelah mengalami sebuah perjalanan panjang menemukan cinta sejati, akhirnya aku mendapatkan cinta itu kembali. Aku yang awalnya seorang playboy yang tidak mengenal cinta, akhirnya mulai merasakan apa itu cinta. Aku bersyukur tuhan telah memberikanku banyak cobaan.

Karena dibalik cobaan itu banyak orang baik yang kutemui yang membantuku dalam menjalani hidup.

Aku mencintai suamiku, dan aku mencintai anak-anakku.

Dan akhirnya aku tahu, baby kecilku tidak dilahirkan kedunia ini karena ada sesuatu yang akan dia berikan padaku. Semoga dia bahagia disana, malaikat kecilku.

 

That’s my life story and how about you? ^^

 

My sweet regards,

Mr.jung jaejoong

 

 

 

the end

 

tunggu karya saya selanjutnya ^^

28 responses

  1. happy ending.. aku suka….. bagus sekali…

    7 Juli 2011 pukul 19:48

  2. uuhhuhuu… So sweet bngt yunpa.akhir’a jdi kluarga kcil yg bhgia hahahahaha

    7 Juli 2011 pukul 20:10

  3. devilmimi0301

    kyaaaaa~! happy ending!! KEREN BNGT chingu! aku suka konflik2nya..berasa bnget~~! xD keep writing yaa ^^

    7 Juli 2011 pukul 21:30

  4. rara_cassielf

    (ʃƪ´▽`)♥
    Akhir.a happy ending

    Mksih thor udh ngebwt ff yg bgus kek gini
    Dtunggu krya selanjut.a

    7 Juli 2011 pukul 22:11

  5. Dianavl

    Endingnya keren chingu :*…..critanya bagus daebak pokoknya…o ya jgn lupa lanjutin yang love tragedy+beautiful on eye+escape ya chingu..chingu fighting :)njutin yang love tragedy+beautiful on eye+escape ya chingu..chingu fighting🙂

    7 Juli 2011 pukul 22:19

  6. Park91

    Yeiiiy hepi ending yeeeeey *joget bonamana*

    Ga tau harus ngomong apa lagi, tengkyu authoooor =D

    7 Juli 2011 pukul 23:08

  7. Reekynie

    Prikitiew buat YunJae, happy ending..keren thor..
    Btw ff ESCAPE ma LOVE TRAGEDI YUNJAE nya dilanjutin dong thor..nanggung crtanya syg ga lanjut, yayayayayaya????
    DAEBAK AUTHOR…

    7 Juli 2011 pukul 23:50

  8. yeyyy…Happy ending! Saia suka chingu yunjae brsatu n mnjadi keluarga yg bahagia
    Keren ni ff,chingu lanjutin yg ESCAPE saia tunggu janjimu huhahaha*plak

    8 Juli 2011 pukul 06:54

  9. KyuNanda

    huuaaa,, akhirnya mrk bersatu utk selamanya..

    8 Juli 2011 pukul 09:00

  10. cherry

    I like klo Happy Ending….

    8 Juli 2011 pukul 10:35

  11. Tanjunxiu

    So sweeeet~~
    yunjae happy ending ^^
    g kerasa dah chap terakhir.
    Daebak author,,
    aq suka semua ffmu ttg yunjae *hug author😉

    8 Juli 2011 pukul 12:50

  12. febrianti

    akhirny ending jg.. seneng2, akhirny bersatu jg… like this…

    8 Juli 2011 pukul 12:51

  13. akhir’a mereka bersatu juga!… ending yg seperti ini yg aku tunggu .. hehehee~ sedikit terharu sama seul gi ygdatang di mimpi yunho.. *me:huwwaa… Rye sun : cupp..cupp… udah jangan nangis.. toh sekarang ahjjushi tampan dan appa bersatu kembali.. tapi kenapa bukan aku yg bersatu sama ahjusshi tampan??… Tidak adil!.. Hueee…. #menangis bareng2* Plakk~!!!!…
    HaHaHaHaaaa~ bikin lagi thor yg lebih dalem lagi dari ini bikin Reader nangis 2hari dua malem.. hahaa~… Lanjutkan di ff yg lain thor!! -.<

    8 Juli 2011 pukul 12:52

  14. happy ending.. so sweet^^

    8 Juli 2011 pukul 22:13

  15. nde… ditunggu karya selanjutnya..
    mian,, tapi aku ngerasa agak aneh dikit ketika ada scriptnya seul gi. but it’s oke.. happy ending.gomawo cingu ff-nya

    9 Juli 2011 pukul 20:57

  16. annyonghaseyoo~…
    mian baru komen, aku sibuk banget nih….
    jongmal mianheyoo~..
    udah berakhir happy….
    buat yang baru yaaaa…
    annyong~…

    10 Juli 2011 pukul 17:35

  17. seneng bgt ma author yang ini…tapi author bukanya jung rye sun itutemen kencannya jeje di kantor dulu???terus kpas dulu yunho katanya masih suka ma seulgi…n pas ketemu yunho ketemu jeje lagi (di chapter berapa aku lupa) koq yunho bilang kalau sebenarnya yang dia sukai itu jeje??? maaf author bayak naya buat masuka aj supaya besok ceritanya tambah sip…ju2r ya aku sebel bgt ma yunho disini…dia selingkuh ma seulgi tanpa mikir perasaannya jeje pdh yunho kan yang udah memperkosa jeje…n dulu janji mau berusaha mencintai jeje…sebel bgt gue pas yunho bilang kalau dai hanya menginginkan anaknya jeje doank…n iudah itu ditinggal sendirian lagi di kamar….harusnya sebagai laki2 sejati dia minta maaf, berjanji tidak akan selingkuh lagi, lalu menemani jeje yang sedang terpuruk bgt….*hehehe koq jadi gue sih yang ngatur2 ceritanya *digampar author* cuman mau bilang selamat buat author yang sudah berhasil mengaduk2 emosiku….pokoknya lanjut dah author…..

    18 Juli 2011 pukul 17:27

  18. niiz

    Huaaaa ga jadi nimpuk author pake tiang listrik😀 wkwkwk aku bahagia ternyat happy ending ^^ yeaah

    23 Juli 2011 pukul 03:25

  19. DewiAriyani

    Akhirx the last part…
    Happy ending buat jaema n yunpa…^^
    Senang dengan ending yg bahagia seperti ini…
    Ayo thor buat crta bru lagi yg bagus kayak gini..!!!

    28 Juli 2011 pukul 00:21

  20. ending yang indah… duh jadi terharu deeeh..
    aku suka yunpa ma jaema blik lge.. author DAEBAK!!!! aku tunggu krya selanjtnya..

    1 Agustus 2011 pukul 08:15

  21. princessradita

    Yunjae couple jjaang!!!
    Uuuuh~ sweet bgt akhirnyaaa…

    9 Agustus 2011 pukul 22:56

  22. theana

    hmmmmm,,,

    18 Agustus 2011 pukul 19:52

  23. *B2TY*KAZU*KISS~ME*

    kyaaa… so sweet… wkkk si bong gun dmsukn!! nice thor..:) dtnggu cerita lain’a.. ne!! see you next time… (@_@).d

    7 September 2011 pukul 14:54

  24. reyICmkpoplovers

    Daebak thor..
    ending indah..
    tp, kmana anak uno dgn si yeoja jalang ??
    bgus deh dy gx muncul.
    bkin gw gedek..
    hahaha
    klu tu ank bkn ank kndung yunho sih gpp..
    lah ini, pan klu nikah + pny ank = pernah NC’an.
    ane gak redoh dunia akherat yunho NC’an ama org laen kec jae..
    kekekekekk

    22 Januari 2012 pukul 23:09

  25. Elenoir

    OH MY GOD! MERINDIING~
    aah nangis seneng di last chap. Gak kaya di chap sebelumnya yg nangis gara2 kasian ama Jaema plus nge-bego2in yunpa T^T

    pokoknya Daebak !!

    4 Februari 2012 pukul 13:42

  26. ChanNuriza

    BENERAN MEWEEEEKK.. HUWEEEEEEEE..
    MAKASIH BUAT AUTHOR YG UDAH BIKIN CERITA SEKEREN INI, BIKIN SAYA TERHARU #caps sengaja diinjek

    4 Februari 2012 pukul 16:44

  27. fieeYJ

    akhr x hepi ending jg, juri sngt baik mau ngrelain umpa brsama.

    4 Maret 2012 pukul 04:40

  28. firegirl97

    Kya…. ^_^
    Akhirx jae ma yunho bersatu kembali….
    Hore…!!!😀

    18 Maret 2012 pukul 12:51

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s