fanfiction for our soul

PLAYBOY BOYFRIEND {YUNJAE COUPLE STORY} CHPATER 13/? YAOI


title : playboy boyfriend

 

author: jung rye sun

length: 13/?

rate: maybe NC 17..

genre: AU, romance, NC17, and a little bit straight, OC…

WARNING!!! MPREG!!!don’t read this! if u don’t like yaoi!

annyeong!!!!!!

post gece, kejar setoran #plakk

ohya, jangan lupa seperti biasa COMMENT!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

I love you but it’s not so easy to make you here with me

I wanna touch and hold you forever

But you’re still in my dream

And I can’t stand to wait ‘till nite is coming to my life

But I still have a time to break a silence

When you love someone

Just be brave to say that you want him to be with you

When you hold your love

Don’t ever let it go

Or you will loose your chance

To make your dreams come true…

 

~~~

 

*jaejoong POV*

 

Pagi hari yang cerah, mengawali hariku berangkat bekerja. Seperti biasa kota seoul yang ramai oleh orang-orang yang berlalu lalang, mulai dari para pekerja hingga anak-anak sekolah. Kujalankan mobilku dengan kecepatan pelan. Hatiku sedang baik hari ini, entahlah aku memiliki kebiasaan buruk cepat sekali berubah mood, dan jika aku sedang senang aku akan berlaku seperti orang yang sedikit autis,

 

Beberapa karyawan menyapaku sopan, dan kubalas mereka dengan senyum lebar. Aku berjalan dengan tegap diatara mereka yang terlihat memandangku kagum. Kumasuki jalan menuju ruang kerjaku, saat seorang karyawan membukakan pintu dengan sopan. Kumasuki ruang kerjaku, dan betapa kagetnya aku melihat seikat bunga lily putih  tergeletak di meja kerjaku.

“siapa yang memberikan ini?”

Kulirik karyawanku itu dengan tatapan menyelidik.

“errr, saya tidak tahu tuan…… tadi ada kurir yang mengirimkannya pagi-pagi sekali,”

Aku hanya mengangguk pasrah mendengar jawabannya, kugenggam bunga itu dan kutatap tajam.

Sembari berpikir siapa yang memberikan ini?

Kucium aroma bunga lily yang menyegarkan, meski aku tak tahu siapa yang memberikan. Tapi aku senang, karena aku tahu ada seseorang yang menyukaiku.

Sejujurnya ini bukan kali pertama ada bunga lily yang tergeletak di meja kerjaku. Karena sudah beberapa minggu ini, orang itu sangat rajin mengirimiku bunga, meski akhirnya bunga itu akan berakhir di tong sampah. Kuangkat bunga itu dan kuletakkan di pojok ruangan, saat kulihat ada sebuah kertas yang terjatuh dari dalam bunga itu. Kubuka perlahan kertas berwarna pink dalam genggaman ku itu.

“untukmu cahaya putih yang cantik,

bunga yang suci melambangkan kepolosan hatimu,

selamat pagi cantik, semoga harimu menyenangkan”

aku hanya tersenyum membaca kata-katanya, entah mengapa hatiku menjadi sangat senang dengan melihat apa yang dia berikan padaku, aku tak mengenalnya, dan aku tak tahu siapa dia. Tapi kuharap suatu saat dia tak akan menjadi pecundang seperti ini dan mau menampakkan batang hidungnya di hadapanku. Aku bernjak menuju meja kerjaku dan mengambil berkas-berkas penting, dan keluar meninggalkan ruanganku menuju ruang meeting, dengan senyuman yang terus mengembang dibibirku.

Aku hanya sedang merasakan bahagia, dan aku ingin mengawaliku dengan semangat dan senyuman.

 

 

*yunho POV*

 

“appa!!! Kajja!!”

Aku berlari-lari kecil mengambil kunci mobilku,

“ne, kajja!”

Perlahan kujalankan mobilku dengan kecepatan sedang. Kulihat gadis kecilku yang asyik membaca buku pelajarannya.

“apa kau ada ulangan nanti?”

Dia hanya mengangguk kecil, lalu mendengus malas.

“hey, jangan mengeluh…..nanti  kalau dapat nilai bagus kan, appa akan bangga dengan rye sun”

Dia menatapku polos sejenak, lalu menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

“appa, kau akan pulang malam lagi hari ini?”

Aku hanya mengangguk pelan, dan kulihat wajahnya yang sedikit kecewa.

“ohh……”

Kuacak-acak rambutnya lembut, dia hanya tersenyum kecil.

“wahh, kita sudah sampai!”

Sebelum turun dari mobil kukecup kecil keningnya, dan kuamati tubuh kecilnya yang perlahan menjauh memasuki pekarangan sekolah, setelah memastikan dia telah masuk ke dalam sekolah, kujalankan mobilku kembali menuju kantor. Dalam perjalanan, sebuah sms masuk ke handphone ku.

 

From:0888XXXXXX

Tuan, kirimannya telah berhasil terkirim untuk hari ini

 

Aku tersenyum kecil, apa dia telah menerimanya? Apa reaksinya hari ini? Kuharap dia senang dan bahagia, aku mengirimkanmu bunga yang sesuai dengan kesukaanmu bukan?

Apa hanya berusaha mencuri perhatiannya akhir-akhir ini. Setelah malam saat aku berani menyatakan perasaanku secara blak-blak kan, dan dia yang terlihat pasrah menerima perasaanku. Aku mulai mencoba menarik hatinya kembali, tentunya dengan berbagai cara yang membuat dia senang.

Seperti mengirimkannya bunga setiap hari, meski aku berlaku sebagai secret admirer nya. Aku menyukai saat dia mulai membutuhkanku dan aku akan memberikan apapun yang dia inginkan dan butuhkan.

Karena aku mencintainya, mencintai seorang kim jaejoong.

 

*jaejoong POV*

 

Kumasuki pekarangan kantor jung corp, beberapa karyawan disini sudah mulai hafal dengan kehadiranku. Apalagi sejak perusahaanku dengan perusahaan ini mengadakan kerja sama dalam bidang bisnis. Sebenarnya aku masih tetap merasa ganjil apabila memasuki kantor ini, tentu saja karena pemilik dari kantor ini, jung yunho. Ahhh…….berbicara tentang dia membuatku hamper gila, aku bingung bagaimana harus bersikap dengannya, aku berusaha menutup hatiku untuknya. Tapi dia akan tetap meluncurkan cara agar tetap bisa bersama denganku. Dan terkadang aku kasihan padanya, mungkin itu yang membuatku harus sedikit melembut padanya. Bahkan aku benar-benar bingung denga  jung yunho saat ini. Dia yang kukenal sangat tidak perdulian dengan apapun saat ini menjadi seseorang yang begitu perhatian padaku. Dia sering menanyakan kabarku, sekedar sms tidak penting yang menanyakan sedang apa aku saat ini. Benar-benar mencurigakan manusia itu.

 

Kuketuk pelan ruang kerja yunho, dan tak lama kemudian dia tersenyum manis melihat kedatanganku.

“annyeong, jaejoong-sshi…bagaimana kabarmu hari ini?”

Aku hanya tersenyum kecut mendengar ucapannya.

“sudah kubilang berapa kali, namaku bukan jaejoong!”

Dia hanya tertawa kecil mendengar omonganku.

“tapi aku hanya memanggilmu jaejoong, kau mau apa? Heummm,”

Aku hanya mendengus kesal mendengar kata-katanya.

Dia sangat senang memanggilku dengan panggilan lamaku itu. Yeah, aku telah berganti nama dan aku benci dengan orang seperti dia yang memanggilku jaejoong.

“terserah! Aku kesini hanya ingin memberikan ini padamu”

Kusodorkan beberapa berkas map padanya, dia memperhatikan isinya dengan sangat teliti.

“ini tugas untuk anak buahmu, kau bisa kan mengontrol mereka?”

Ujarku dengan dingin, dia tak membalas hanya tetap asyik dengan kertas-kertas dalam genggamannya.

“baiklah, aku pergi…..”

Aku beranjak meninggalkan ruangan saat tiba-tiba tangannya yang kekar menahanku.

“hey! What are u doing!”

Kutepis tangannya sedikit kasar. Tapi dia kembali menggenggam tanganku erat.

Matanya yang bagaikan elang serasa menenggelamkanku. Aku tak tahu maksud dari semua ini.

Tapi kulihat makna tersirat di dalamnya. Yang menandakan dia begitu menginginkanku.

“jae…….”

Perlahan dia memelukku erat, tercium wangi parfume nya yang begitu maskulin.

Entah, mengapa aku seperti patung yang tak bisa bergerak bebas saat berdekatan dengannya.

Perlahan kesadaranku mulai kembali,

“lepas!”

Dan tiba-tiba dia menghentakan tanganku dengan keras, dia membuatku terpojok.

“yunho!”

Kutatap matanya dengan tatapan garang, perlahan setelah menyadari tatapanku dia mulai melepaskan pertahanannya. Setelah dia melepaskanku, cepat-cepat kutinggalkan kantor itu dengan perasaan gusar.

Jantungku jadi berdetak tak karuan karena dirinya yang terlihat liar.

Mengapa dia tak pernah bisa mengontrol dirinya? Dan mengapa aku mudah sekali jatuh ke pelukannya?

Hey, aku berusaha tidak menjadi sosok yang mudah untuknya, namun pertahananku selalu gagal.

Dan aku benci dengan diriku yang lemah ini, karena dia selalu bisa membuatku tak berkutik.

 

Kota seoul pada pukul 5 sore terlihat mulai ramai dengan toko-toko pinggir jalan.

Kuparkirkan mobilku di pinggir jalan, dan kumasuki sebuah coffee shop yang cukup ramai.

Seusai menyelesaiakn pekerjaan yang menumpuk di kantor, kuputuskan untuk menenangkan diri sejenak di coffee shop, menyendiri disini hingga malam.

“maaf, tuan ingin pesan apa?”

Seorang waitress menghampirku dan memberikanku sebuah daftar menu.

“hot cappuccino…..”

Waitress itu pun pergi untuk mengambil pesanan lain. Udara seoul saat ini sangat dingin.

Cuaca di langit juga terlihat mendung. Mulai tercium aroma-aroma akan turun hujan sebentar lagi.

Tak lama kemudian waitress itu kembali dengan segelas hot cappuccino.

Kuhirup pelan coffee itu, segelas hot cappuccino membuat hatiku sedikit tenang dan nyaman.

Tak lama berselang, benar saja kataku hujan langsung turun dengan derasnya.

 

Hujan mengingatkanku pada masa-masa kelamku lagi. Aku benci melihat turun hujan.

Aku benci mengingat kembali masa laluku dalam rintik-rintik hujan. Aromanya yang begitu tajam membuat pikiranku kembali melayang-layang. Dan tiba-tiba saja sosok itu hadir dalam benakku.

Pria yang pernah mengisi hari-hariku dahulu, tak bisa dipungkiri kita pernah bersama.

Kita pernah mengarungi asam pahitnya sebuah percintaan bersama. Dan hal itu tak bisa dengan mudah hilang begitu saja. Mengapa dia selalu hadir dalam pikiranku tuhan? Apa tak bisa dia menghilang dari hidupku? Meski aku menginginkan hal itu. Tapi disisi lain aku tak mau munafik jika terkadang aku membutuhkannya. Namun, sekarang berbeda. Aku bukan orang yang sama dengan beberapa tahun yang lalu, lagipula aku mempunyai tunangan yang menungguku dengan sabar di jepang. Yah, ueno juri gadis istimewa yang telah menemaniku beberapa tahun belakangan ini, tunanganku sekaligus calon istriku.  Aku jarang berhubungan dengannya sejak tiba di seoul. Kami hanya berkirim sms dan teleponan sesekali. Aku dan dia sama-sama sibuk jadi kami jarang berkomunikasi.

 

Perlahan kugenggam erat tanganku, saat kurasakan ada yang aneh pada jemariku. Kuraba jari manisku, saat kusadari aku tak memakai cincin tunanganku lagi. Lalu, kemana cincin itu?

Aku mulai sedikit panic mengingatnya, aku ingat saat pagi hari cincin itu masih kukenakan.

Dan bodohnya aku yang tidak merasakan ada yang aneh. Dan baru sekarang aku menyadarinya.

Aku berusaha mengingat-ingat apa saja yang kulakukan seharian ini. Saat akhirnya aku mulai menyadari.

Mungkin cincin itu jatuh saat aku di ruang kerja yunho. Tapi…… apa benar?

Apa cincin itu jatuh saat yunho menjebakku??

Perasaanku menjadi galau dan tidak enak seketika. Apa yang harus kulakukan?

Bertanya padanya apa kau melihat ada cincin yang terjatuh?

Aishh, bagaimana jika dia tak menemukannya. Apa yang harus kukatakan pada juri?

Mengatakan cincin pertunangan kami hilang? Ohh, tidak dia akan marah besar padaku.

Kuambil handphone ku dari saku kantongku, kubuka contact list, dan kutatap tajam nama jung yunho yang tertera di layar hadphoneku. Kutarik nafasku perlahan, dan memantapkan diri menghubunginya.

Sedetik…..dua detik……….tiga detik…….

KLIK,

“ne, yoboseyo…..”

Suaranya yang terlihat senang diseberang sana, mungkin mengetahui aku meneleponnya.

“ada apa jae? Tumben sekali kau menghubungiku?”

Kutelan ludahku dengan berat.

“errr…..yunho, emmm…….apa kau menemukan sebuah cincin berwarna silver? Dan ada permata ditengahnya?”

Hening sejenak di seberang sana.

“ne……..nampaknya cincin ini milikmu,”

Ohh, thanks god! Dia menemukannya, aku sedikit bahagia mendnegarnya.

“huffftt…….. terima kasih, bisakah kau menjaga cincin itu sebentar? Aku akan kembali menuju kantormu sekarang,”

Ujarku yang sedikit bersemangat.

“ehh, tak usah! Aku yang akan mengantarkannya untukmu, kau dimana sekarang?”

Ujarnya sedikit memaksa.

“ehh? Tapi aku tak mau merepotkanmu…..”

Dia hanya tertawa kecil diseberang sana.

“tidak, aku akan kesana segera….kau dimana?”

“err, aku ada di coffee shop di distric kota, yang berada tepat di persimpangan jalan raya”

“baiklah, aku akan segera kesana! Tunggu aku!”

KLIK,

Dan telepon pun terputus. Kutatap layar handphone ku sembari tersenyum lebar.

 

Hujan tak kunjung reda, malah semakin deras. Membuat suasana kota menjadi sunyi dan senyap.

Sudah 30 menit lamanya aku menunggu yunho yang tak kunjung datang juga.

Semoga saja tak terjadi apa-apa dengannya, apalagi dengan kondisi jalan raya yang licin dan basah.

Tak lama kemudian, tiba-tiba datang sosok pria yang memakai jas hitam dan Nampak terlihat kedinginan.

“jaejoong! Maaf aku telat,”

Kulihat hidungnya yang memerah karena kedinginan.

“yun, kau taka pa-apa? Kupesankan teh madu hangat untukmu yah?”

Dia hanya mengangguk pelan sembari menggosok-gosokkan tangannya.

Tak lama berselang waitress datang dengan segelas teh madu hangat,

“kenapa kau memaksakakn diri hujan-hujanan seperti ini? Kau bisa sakit yun,”

Dia hanya tersenyum kecil mendengar kekhawatiranku.

“tak, apa…..lagipula area ini sekaligus menuju jalan pulang ke arah rumahku”

Dia hanya tersenyum meyakinkanku, tapi bagaimanapun juga aku tetap merasa tak enak padanya.

“tapi mengapa kau bisa basah kuyup begitu? Bukankah kau bawa mobil?”

Dia hanya tersenyum kecil sembari menghirup teh nya.

“parkir di pinggiran jalan sudah penuh, jadi aku harus memakirkan mobilku di blok belakang toko, dan kebetulan aku tak bawa payung, jadi harus hujan-hujanan kesini”

Dengan entengnya dia tersenyum nakal padaku, aku yang mendnegarnya hanya bisa mendengus pasrah.

“hey, ini cincinmu….”

Dia menyodorkanku sebuah cincin dibalik sapu tangannya.

“nampaknya ini sebuah cincin tunangan,”

Dia menatap cincin itu dengan tatapan sedih, dan sedikit kecewa.

“eum, ne…….ini cincin tunanganku….”

Dia terlihat mendengus kecewa.

“jadi kau sudah punya tunangan?”

Tanyanya sembari tersenyum kecil, senyuman yang terlihat sangat dipaksakan.

Kuanggukkan kepalaku pelan mengiyakan.

“oohh……..jadi siapa dia? Pasti dia wanita yang beruntung,”

Dia tersenyum pahit menatapku,

“dia warga negara jepang, kami bertemu semasa aku kuliah di jepang….. dan, rencananya kami akan menikah, mungkin dalam waktu dekat……”

Kulihat wajahnya yang semakin menimbulkan guratan kekecewaan yang nyata. Aku tahu mungkin dia akan sakit hati mendengar ini semua. Tapi dia harus tahu apa yang sebenarnya, dan dia harus mulai belajar menerima, bahwa aku sudah menjadi milik orang lain.

“heumm, baiklah…..mungkin sebaiknya aku pulang”

Aku tak mau berlama-lama dalam kecanggungan ini dengannya.

“ehh, baiklah….ayo!”

Kulihat hujan yang tak kunjung reda , malah hujan semakin deras. Seperti menampakkan kesedihan yang tak terhingga pada perasaan hati. Setelah membayar di kasir, yunho menghampiriku.

“ayo!”

Kutatap wajahnya tidak yakin.

“tapi hujannya, sangat deras, dan kita tak membawa payung!”

Dia hanya tersenyum kecil padaku dan membuka jas hitam yang dia kenakan.

“sudahlah, ayo!”

 

Aku hanya menatapnya bingung.

“tapi……..”

Tanpa aba-aba dia menutupi kepalaku dengan jasnya, dan menuntunku menuju mobilku.

Buru-buru kubuka pintu mobil, kulihat yunho yang sudah basah kuyup dengan air hujan,

“yun, thanks! Apa kau taka pa-apa? Bagaimana jika kau sakit?”

Dia hanay tertawa kecil.

“tenang saja! Aku kebal kok, sudah cepat masuk kemobilmu sebelum kau basah kuyup! Dahh,”

Dia melambaikan tangannya dan langsung meninggalkanku menuju sisi tempat yang lain.

Perlahan kumasuki mobilku dan kunyalakan mesinnya.

Mengapa dia begitu baik padaku? Apa yang harus kulakukan padanya?

Dia memberikan segalanya untukku, dia membuatku merasakan diriku special dihatinya.

Tapi, apa yang dapat kubalas?? Menyakitinya? Aku sudah terlalu banyak membuatnya sakit hati,

Dan aku tak ingin menyakitinya lebih dalam, kupikir dia terlalu baik.

 

~~~

 

Pagi hari ini sebelum berangkat ke kantorku, aku harus mengambil beberapa berkas-berkas penting di kantor yunho dan mengurus beberapa masalah administrasi. Kuketuk pelan pintu ruang kerjanya, namun nampaknya taka da sahutan dari dalam, apa dia masuk terlambat?

Tak lama kemudian seorang karyawan menghampiriku.

“maaf tuan, tuan jung tidak masuk ke kantor hari ini….”

Kutatap wajahnya bingung,

“dia izin, katanya beliau sakit, jadi tidak bisa hadir…… katanya dia izin sekitar 3 hari, “

Perlahan rasa bersalah menghampiriku, pasti ini semua karena aku.

“baiklah, terima kasih…..”

Cepat-cepat kutinggalkan kantor itu, saat ini yang kuinginkan hanya mengetahui keadaannya dan memastikan kondisinya baik-baik saja. Entahlah, perasaanku sangat berkecamuk mendengar hal itu.

 

~~~

 

Akhirnya aku tiba di sebuah mansion mewah. Rumah ini cukup besar untuk ditinggali seorang duda beranak satu seperti dirinya. Perlahan kubunyikan pintu bel rumah, dan tak berselang beberapa lama seorang wanita tua paruh baya yang Nampak seperti pelayan membukakan pintu.

“maaf tuan mencari siapa yah?”

Wanita itu tersenyum ramah.

“saya mencari jung yunho, saya rekan bisnisnya”

Wanita itu hanya mengangguk pelan dan mempersilahkanku masuk.

“tuan jung sedang sakit saat ini, sebentar saya panggilkan……”

Sebelumnya dia mempersilahkanku duduk dan meninggalkanku sebentar.

Kupandangi rumah yang begitu megah ini, rumah yang di desain begitu minimalis dan sedikit bercampur dengan gaya vintage. Di sudut ruangan terdapat beberapa foto yang membuatku sedikit tertarik dan menghampirinya. Disana kebanyakan fotonya bersama seorang gadis kecil yang pasti putrinya.

Gadis kecil itu sangat cantik, wajahnya mirip dengan yunho. Mungkin usianya sekitar 7 tahun atau lebih.

Yunho terlihat begitu menyayangi putrinya itu, disisi lain ada foto mendiang istrinya bae seul gi,

Wanita yang dulu sempat kukenal sebentar, yah…… wanita yang memasuki hubunganku dengan yunho. Dan akhirnya membuat sebuah jurang kehancuran pada hubungan kita.

 

Tak lama kemudian wanita tua itu menghampiriku kembali.

“tuan, kata tuan jung anda silahkan menemui dia dikamarnya, nampaknya tuan jung tak bisa turun menemui anda….”

Wanita itu menuntunku ke tingkat dua rumah itu. Saat naik ke lantai dua kau akan disajikan dengan pemandangan yang langsung menjurus ke arah halaman yang menampilkan kolam berenang yang sangat besar.

Wanita itu mengetukkan pintu pelan, dan tak lama kemudian terdengar suara berat yang menyuruh masuk.

 

Perlahan kumasuki kamar itu, kulihat yunho yang duduk dengan lemas di tempat tidur.

Wajahnya yang biasanya ceria kini terlihat pucat, dan hidungnya yang terlihat memerah.

Beberapa kali kulihat dia bersin,

“annyeong……”

Ujarku kaku menyapanya, dia hanya tersenyum kecil membalasku.

“aku tak menyangka kau akan menjengukku jae, jika aku tahu….mungkin aku akan berpakaian lebih rapih dan keren, hehehe…….”

Aku hanya tersenyum kecil mendengar leluconnya.

“mainhae, yun! Pasti ini semua gara-gara aku…….”

Ktundukkan wajahku menahan perasaan bersalah, saat tiba-tiba tangannya dengan lembut mengangkat daguku.

“tidak, kau tidak salah……aku yang menginginkan hal ini,…”

Perlahan diusapnya lembut pipiku.

“kau tahu, awalnya aku kesal karena penyakit ini, tapi sekarang aku sadar…….tuhan begitu menyayangiku,”

Kutatap wajahnya dengan bingung.

“kau tahu? Karena jika aku tidak sakit, kau tidak akan bersusah-susah mau mendekat datang kepadaku, dan aku sangat bahagia karena kau datang untukku hari ini……”

Kutatap mata elang itu yang menampakkan kebahagiaan yang luar biasa.

“aku datang kesini, karena aku merasa bersalah padamu…….karena aku kau jadi sakit begini, jadi sudah sewajarnya bukan aku bertanggung jawab?”

Dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“tidak! Bagiku apapun alasanmu, kehadiranmu membuat aku kembali semangat jae, dan rasanya penyakit-penyakit itu hilang ditelan bumi,”

Tiba-tiba kurasakan pipiku mulai panas dan pastinya saat ini pipiku sudah memerah seperti tomat.

Ingin rasanya kututupi wajahku dengan bantal.

“errrr…….baiklah, aku akan membuatkan bubur untukmu! Kau belum makan bukan?”

Buru-buru aku kabur meninggalkan kamar, kutarik nafasku dalam-dalam.

Rasanya berada beberapa inci dengannya membuatku hamper kehabisan nafas.

 

Kuhampiri wanita tua yang tadi kujumpai di dapur.

“tuan? Apa yang akan tuan lakukan disini?”

Ujarnya sembari menatapku heran.

“errr, aku mau memasakkan bubur untuk yunho”

Wanita itu hanya tersenyum manis, dan meninggalkanku sendiri di dapur.

Rumah ini sangat besar, tapi yang tinggal begitu sedikit.

Betapa sepinya rumah ini, jika aku menjadi yunho aku tak akan betah tinggal disini.

 

Kubawakan semangkok bubur hangat ke kamarnya. Dan kulihat yunho yang telah mengganti pakaiannya. Dia terlihat tersenyum manis melihatku membawakannya makanan.

“makanlah selagi hangat,”

Dia hanya mengangguk pelan dan langsung melahap bubur itu.

Melihatnya seperti ini membuat hatiku sedikit terbuka untuknya.

“heumm, bubur ini sengat lezat jae!”

Ujarnya sembari mengacungkan kedua jempolnya, aku hanya tertawa kecil membalasnya.

“makananmu memang selalu enak jae, aku sangat suka masakanmu,”

Aku tersenyum kecil mendengar ucapannya.

Pikiranku kembali berlalu pada masa laluku, saat pertama kali aku masuk dapur.

Saat itu aku bertekad jadi ibu yang baik, aku belajar memasak dengan susah payah.

Aku ingat saat-saat masakan pertamaku dicicipi olehnya, ada rasa bangga yang begitu besar mengetahui masakanku diterima olehnya saat itu.

“jae?”

Suaranya membuyarkan semua lamunanku.

“kau sudah selesai?”

Dia hanya mengangguk pelan. Buru-buru kurapihkan peralatan makannya.

Dan  tiba-tiba tangannya menggenggam erat tanganku, matanya menatapku dalam seakan mengcunciku rapat dalam genggamannya. Saat tiba-tiba dia membalik tubuhku dengan mudahnya, dan aku terbaring dengan pasrah di atas tempat tidur. Entah, mengapa mata itu membuatku tak bisa berkutik. Dia bagaikan singa yang sedang menerkam mangsanya. Tubuhku benar-benar tak bisa digerakkan. Mataku tak henti-hentinya beralih dari wajah tampan itu. Wajah yang selama ini kurindukan pada sisi lain diriku.  Kehadirannya yang begitu kutunggu, namun juga kuhindari. Perlahan bibirnya menempel lembut pada bibirku, seperti ada sebuah magnet, bibirku membalas kecupannya.

“cuppp….cuppp……cuppp…….”

Perlahan lidahnya mulai bermain dengan lidahku, bibirnya yang tadi melunak kini mulai mengganas dan melumat bibirku tanpa ampun. Perlahan tangannya yang kekar mulai menggerayangi dadaku dengan pasrah. Ciumannya yang begitu memabukkan membuatku tak bisa kembali kea lam sadarku, dan aku sadar aku sedang berada di alam memabukkan jung yunho. Perlahan tanpa kusadari dia telah melepas kancing bajuku satu-persatu, dielusnya lembut dadaku dan dipelintirnya dengan lembut nippleku.

Saat tiba-tiba……

“appa!! Aku pulang!!”

DEG,

Tiba-tiba yunho langsung mendorongku ke sisi lain ruangan.

BRUKK,

Aku langsung terjatuh dengan pasrah di lantai. Tiba-tiba seorang gadis kecil muncul dari balik pintu dan berlari memeluk yunho. Buru-buru kurapihkan kemejaku yang berantakan.

Dan saat aku akan beranjak meninggalkan ruangan,

“appa! Ahjussi ini temanmu??”

Tiba-tiba gadis itu menatapku tajam, dan aku hanya membalasnya dengan senyuman aneh.

“hehe, ne……chagy, dia teman appa, dia menjenguk appa disini”

Gadis kecil hanya mengangguk pelan. Tiba-tiba dia langsung menghampiriku dan membungkukkan badannya.

“anyyeong ahjussi, jung rye sun imnida…….”

Dia tersenyum manis padaku.

“ne, rye sun….. hero kim imnida,”

Ujarku sembari menundukkan kepalaku.

“wow! Ahjussi orang jepang???”

Yunho hanya tertawa kecil,

“ani…..dia orang korea, hanya saja lama tinggal di jepang, kau panggil dia jaejoong ahjussi”

Kutatap wajah yunho dengan tatapan tajam membunuh.

“ani! Panggil ahjussi, hero ahjussi…..”

Gadis kecil itu hanya mengangguk dan wajahnya terlihat sedikit bingung

“ne, ahjussi…..”

 

 

*yunho POV*

 

Setelah rye sun dan jaejoong saling mengenal mereka sekarang Nampak begitu dekat.

Meski mereka baru berkenalan tak beberapa lama, tapi mereka terlihat sangat dekat.

Jaejoong terlihat ngemong dengan ryesun yang manja. Rye sun juga senang bertanya segala hal tentang jaejoong, dia terus membombardir jaejoong pertanyaan seputar Negara jepang, karena ketertarikannya pada Negara itu. Melihat jaejoong yang begitu dekat dengan anakku mengingatkanku pada kenangan pahit masa lalu.

 

Saat aku dan jaejoong harus kehilangan anak kami, anak yang gagal lahir kedunia ini.

Jika dia sudah besar, mungkin dia akan sangat lucu. Dia akan menjadi kakak nya rye sun.

Jaejoong yang terlihat begitu baik dengan rye sun, kembali membuat pikiranku berimajinasi.

Membayangkannya menjadi ibu dari anakku, dia pasti akan menajadi adorable umma.

Tiba-tiba jaejoong yang sedang bermain dengan rye sun mengalihkan pandangannya menatapku.

Dan dia tersenyum manis padaku, sangat manis.

 

Ohh,, kim jaejoong benar-benar membuatku tergila-gila. Senyumannya yang mempesona.

Bahkan kehadirannya rasanya membuat penyakit dalam tubuhku teranghkat seketika.

Sungguh efek kim jaejoong membuatku semakin menggil dengannya.

Nampaknya, aku harus benar-benar menjadikannya milikku kembali.

Dan memastikannya tak akan berpaling kepada siapapun, ya….. kim jaejoong kau akan jatuh kembali dalam pelukan seorang jung yunho.

 

TBC

comment sangat ditunggu! ^^

 

25 responses

  1. blingblingdya

    makin seru ceritanya😀
    yunho cepetan bikin jae balik lagi kaya dulu…i kaya dulu…

    3 Juli 2011 pukul 11:02

  2. haha kasian jae didorong yun lg asyik2nya, ternyata dia malu2 mau..
    AUTHOR lanjoott, aigoo seneng bgt dah ma author yg satu ne..next chap kejar setoran lg ya?kekeke

    3 Juli 2011 pukul 11:15

  3. Aiyuuki

    jaejoong, ayo kembali ma yunho,,
    kmu jg dah deket ma naknya yunho khan,,
    meskipun sedikit kasihan, tapi tinggalin ueno juri n balik ma yunho ja,,^^

    ditunggu chapter berikutnya y,,

    3 Juli 2011 pukul 11:44

  4. rara_cassielf

    Yeay…….jae udh ngebuka ht.a tuh bwt yun ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ
    Jae jg udh akrb ma ank yun

    Tunggu aplg ayo yun lamar lg jaejoong
    n hidup bersma slm.a

    Dtunggu klnjtn.a yaa thor

    3 Juli 2011 pukul 12:00

  5. Dianavl

    Jadi agak ngeri sma yunho wkwkwk….dia jadi ambisius kekeke… Yunho baru sadar kalau dia cinta sama jj pas jj udh prgi dan skrg ngjr2…ditunggu klanjutannya

    3 Juli 2011 pukul 13:14

  6. asiiik akhir’a blik lg
    yunpa bner” pria idaman dh rela ujan2an demi jaepa
    smoga cpet2 blik dh mreka brdua
    tpi thor q msih bingung entr tunangn’a jaepa gmna? Klo yunjae br’1pria idaman dh rela ujan2an demi jaepa
    smoga cpet2 blik dh mreka brdua
    tpi thor q msih bingung entr tunangn’a jaepa gmna? Klo yunjae br’1

    3 Juli 2011 pukul 13:18

  7. febrianti

    tambah seru ja ceritanya… ayo yunho bwat jaejong suka gi… lanjut author…

    3 Juli 2011 pukul 13:20

  8. Huaaah ._.
    Sumpah yunpa rela bgt ujan2nan demi jaema. Sungguh yunpa baik bgt *senyum bareng changmin*

    cie jaema sama yunpa ciuman n.n ikutan dund *ditabok

    tapi ga hot nih ngapain sih anak.a si yunpa dateng segala *tendanganakyunpa kan jadinya kurang hot. Ckckck *senyum bareng changmin*

    cie jaema sama yunpa ciuman n.n ikutan dund *ditabok

    tapi ga hot nih ngapain sih anak.a si yunpa dateng segala *tendanganakyunpa kan jadinya kurang hot. Ckckck

    3 Juli 2011 pukul 13:43

  9. cherry

    makin seru ja ceritanya…
    di tunngu kelanjutannya…

    3 Juli 2011 pukul 13:47

  10. Tanjunxiu

    Wah, daebak umma,, *cipok jae
    kirain tadi langsung ke nc yg lebih hotz,
    yah,, gak jd deh karna rye sun keburu pulg :-C

    td sempet kasian ma appa, saat tau umma dah tunangan.
    Ayo appa, rebut umma lgi, jgn sampe diambil org!! *semangat 45

    3 Juli 2011 pukul 14:22

  11. TaemiNica

    udah,,,,jae terima ge ja yunhi nya..
    Dah baik bnget tu mau ujan2an demi jae
    Wlaupun tu kan taktik yun jga biar dpat p’hatian jae.
    Hmmm,,rye sun cpat dkat ma tun ya,,
    B’arti lagkah ptma dah dpat..
    Tinggal yun nya ja dan jae jga pstinya..
    Ayo kembalilah xan b’dua…
    Next chap author….

    3 Juli 2011 pukul 14:42

  12. Q g bisa koment apa2 cingu, aq hanya bisa bilang aku suka ceritanya n mau nunggu lanjutannya. Gomawo ffnya. Gomawo ffnya

    3 Juli 2011 pukul 19:30

  13. Park91

    Yunho tulus tulus ada maunya kkkk

    Huh Jae, skrng mah di gerepe2 Yunho iya2 aja haha. Berdoa smg tunangannya jae di jepang sana selingkuh, n mutusin Jae, hahaha *ketawa iblis*

    4 Juli 2011 pukul 08:21

  14. annyonghaseyoo~….
    klo yunho kayak gini aku suka…..
    moga jajoong makin deket sama anak yunho (aq lupa namanya)
    dan jaejoong bisa membuka hatinya buat yunho…
    lanjut ne…
    annyong~…

    4 Juli 2011 pukul 14:34

  15. venus

    wah setuju banget jae jd ummany sunny. . Hehe. . Kshan yunjae. . Duh g ksampaian niat dihati, gr2 dgangguin sun. . Gyaaaa. . Haha. .

    4 Juli 2011 pukul 20:33

  16. hehe jae dah mulai mau ma yun, dah pdkt ma anak yun lg, cie cie jae hahaha
    ayo yunjae bersatu dong n_n
    next!

    4 Juli 2011 pukul 23:10

  17. huwaa.. admin juga membuatku gila karena sudah membuat ku penasaran dengan kelanjutan’a !!.. huwaaa….. Lanjutkan chingu hingga titik darah penghabisan!!.. hahaa~ #bahasa ku ..😀

    7 Juli 2011 pukul 12:46

  18. Uwooo..jaema dah ngebuka hatinya buat yunpa ampe mo di grepe2 *plak
    Sun-ahh km dtng di wktu yg ga tpat,ga jd deh punya ade hohoho

    7 Juli 2011 pukul 23:24

  19. jaema udh mulai trpesona lg ma pesona appa.. mudah2an mreka bner2 brsatu..

    8 Juli 2011 pukul 20:31

  20. yunjaelovers

    makin seru nich
    oh ya q panasaran nich dl kan pernah diceritain
    ada anak yang nama nya moonbin itu siapa?????
    penasaran coz dl ktnya dia kakaknya rye sun

    19 Juli 2011 pukul 15:37

  21. niiz

    Pemaksa !!! Dasar yunhoo >< ak mw koment apa ya ? Rasanya ga ada yg mw dkomenin =="

    23 Juli 2011 pukul 02:51

  22. princessradita

    ㅋㅋㅋ
    Kasian amat Jae dijorokin ama Yunho.. Untung gk kenapa2 muka cantiknya
    Hihihi :p

    9 Agustus 2011 pukul 22:39

  23. reyICmkpoplovers

    otak gw masiih aja bales dendam isi.a,,
    gni ni kta”.a :
    ‘coba jae bles dendam k mendiang tu yeoja jalang lewat anaknye. pan yg jdi ank yunjae hrus bang mimin’
    aje gilee..#abaikan otak setan ane thor
    hahaha

    22 Januari 2012 pukul 22:52

  24. ChanNuriza

    aku baca ini sambil dengerin wasurenaide dan feelnya tambah dapet… balikan aja deh mereka.. prutasi(?) saya..

    4 Februari 2012 pukul 16:11

  25. firegirl97

    Author, q mw nanya nih…
    Playboy boyfriend yg part 12 kok ga bisa di buka ya ???
    Ada apa ??

    18 Maret 2012 pukul 08:37

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s