fanfiction for our soul

PLAYBOY BOYFRIEND {YUNJAE COUPLE STORY} CHAPTER 12/? YAOI


title : playboy boyfriend

author: jung rye sun

length: 12/?

rate: maybe NC 17..

genre: AU, romance, NC17, and a little bit straight, OC…

WARNING!!! MPREG!!!don’t read this! if u don’t like yaoi!

 

Annyeong chingudeul!!!!

seperti biasa FAST POSTING ^^

hehehe……

jangan lupa comment kalian yah!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

*yunho POV*

 

Aku berlari ditengah derasnya hujan yang melanda kota seoul pada malam hari ini. Kulirik jam tangan di tangaku yang telah menunjukkan pukul 11 malam. Kuraba-raba kantong jasku mencari kunci mobil.

Saking terburu-burunya kunci itu sempat jatuh terpental. Buru-buru kunyalakan mobil itu.

Ditengah malam yang dingin dan sepi aku menyetir mobilku dengan kecepatan 125, aku terpaksa melakukannya karena anakku manungguku dirumah saat ini. Aku harus kembali tidak menepati janjiku padanya. Dan aku yakin sampai rumah nanti, dia akan marah besar padaku.

 

Kuparkirkan mobilku dengan asal di teras rumah. Aku berlari kecil menuju jalur pintu masuk utama rumah. Rumahku terlihat sudah gelap, aku sedikit lega karena kupikir anakku pasti sudah tertidur.

Kubuka pintu masuk dengan perlahan takut membangunkan orang rumah yang sedang terlelap tidur.

Dan saat kunyalakan lampu ruang tengah,

“appa……..”

Kulihat gadis kecilku duduk di sofa dengan tatapan menerawang, wajahnya yang polos terlihat sedikit pucat dengan boneka yang diapit dengan kedua tangannya. Kuhampiri gadis kecilku perlahan.

Dia hanya menatapku polos, dengan matanya yang tajam.

“sunni-ahh….. kau belum tidur, sayang?”

Dia hanya menggelengkan kepalanya pelan.

“appa……kau bohong!”

Perlahan air matanya mengalir di kedua pipinya yang chubby.

“hey, don’t cry…..i’m sorry…..”

Kupeluk tubuhnya perlahan, kurasakan bahunya yang sedikit bergetar karena menangis terisak.

“appa jahat…….”

Dia terus menangis di dalam pelukanku, kubiarkan dia mengeluarkan kekesalannya padaku.

Karena aku tahu, aku yang salah. Dalam beberapa hari ini, aku benar-benar taka da waktu dengannya.

Karena tugasku di kantor yang begitu menumpuk dan sulit untuk diabaikan. Dan itu semua membuat waktuku dengan putri kecilku tersita, bahkan aku harus melewatkan janjiku untuk mengikuti pertemuan orang tua tadi sore, aku tahu betapa kecewanya putriku padaku.

“baby, listen me……”

Kubelai lembut pipinya yang memerah karena menangis.

“appa melakukan semua ini untukmu juga, untuk kau bisa bersekolah, bisa bermain, membeli boneka, jika appa malas bekerja, nanti appa tidak bisa membelikanmu boneka teddy lagi,”

Rye sun mengerucutkan bibirnya membentuk pout.

“tapi, aku tidak punya teman kalau tidak ada appa…..”

Kubelai lembut rambutnya yang panjang dan bergelombang.

“appa janji, jika appa ada waktu kita akan menghabiskan waktu seharian bersama, bagaimana?”

Dia hanya menganggukkan kepalanya pelan.

“sekarang….peluk appa,”

Kurasakan tangannya yang kecil memelukku erat, kucium lembut tengkuknya.

“appa……”

“ne….”

“aku tak mau kau menikah lagi……”

Dia melepaskan pelukanku perlahan, dan menatapku sendu.

“waeyo? Bukankah kau ingin umma?”

Dia mengangguk pelan dan memalingkan wajahnya sejenak dariku.

“tapi……aku takut,”

Kutatap wajahnya bingung.

“takut kenapa?”

Dia mengerucutkan bibirnya kecil.

“jika kau menikah lagi,……. Kau akan lebih sayang istri barumu, dank au akan melupakanku, aku tak mau…… teman-temanku bilang, ibu tiri itu jahat!”

Aku tertawa kecil mendengarkan penuturan putri kecilku.

“haha…. Kau tahu darimana ibu tiri itu jahat?? Ibu tiri kan tidak selalu jahat, baby….”

Dia menggelngkan kepalanya kuat-kuat.

“tapi di tv banyak ibu tiri yang sering menyiksa anaknya,”

Oh, ok pengaruh televise lagi.

“yeah, itu hanya sebagian dari acting sayang, ibu tiri tidak jahat….”

Dia menatapku polos, dan perlahan mengalungkan tangannya di bahuku.

“appa, kau harus berjanji satu hal padaku…..”

Kunaikan sebelah alisku , bertanya apa itu?

“kau tak boleh melupakanku jika punya istri baru, dan satu lagi! Kau harus mencari umma yang baik hati seperti bidadari.

“hahaha…… siap bos!”

Kuangkat tanganku membentuk tanda hormat. Dan gadis kecilku hanya tertawa kecil melihat tingkahku.

 

“nah, sekarang saatnya tuan putri untuk tidur!”

Kuangkat tubuh kecilnya ala bridal style. Kuletakkan tubuh kecil itu di tempat tidur perlahan.

“good nite, have a nice dream…..”

Perlahan dia menutup matanya. Kumatikan lampu perlahan dan kubetulkan selimutnya sehangat mungkin.

“have a nice dream too, appa…..”

Aku hanya tersenyum kecil dan pergi meninggalkan kamar.

 

Kutatap wajahku di kaca westafel, wajahku sidah tidak muda lagi. Usiaku sudah kepala tiga.

Aku sudah memiliki seorang anak, dan aku adalah seorang single parents. Tapi rye sun membutuhkan sosok ibu dalam hidupnya saat ini. Sosok yang dapat memperhatikannya, mengajaknya bermain, dan tentunya membuat kehangatan di rumah ini. Tapi, sosok itu yang selalu ada dalam benakku.

Dia tak mau pergi dari pikiran-pikiran gilaku saat ini. Mungkin ini yang dinamakan cinta gila. Aku benar-benar dibuat gila olehnya. Dia benar-benar membuatku buruk saat dia menatapku. Tatapan matanya yang bagaikan menelanjangiku. Aku tahu, telah banyak luka yang kubuat dalam hatinya, luka yang begitu perih yang membekas tanpa mau hilang sedikitpun. Aku tahu dia pasti sangat membenciku.

Tapi….. apa tidak ada lagi sebuah kesempatan untukku?

Kesempatan untuk membuat dunia kami menjadi lebih baik, melupakan yang lalu dan membuat lembaran baru. aku hanya ingin dia tahu dan turut merasakan perasaanku ini.

Karena aku mencintai sosok itu, sangat mencintainya…….

Dan kuharap semua orang mau mengerti dengan keadaanku yang seperti ini.

 

 

Maybe I know somewhere

deep in my soul

that love never lasts.

And we’ve got to find other ways

to make it alone.

Keep a straight face.

And I’ve always lived like this

keeping a comfortable distance.

And up until now I had sworn to myself

that I’m content with loneliness.

Because none of it was ever worth the risk.

Well you are the only exception……

 

~~~

 

Aku berjalan cepat menuju tempat meeting berlangsung, yam hari ini aku akan kembali melakukan meeting dengan perusahaan CJ coorperation, dan itu tandanya aku akan bertemu dengannya.

Dan itu pula yang membuatku semangat hari ini, karena dengan begitu aku bisa memperhatikannya lebih dekat. Kulangkahkan kakiku semakin cepat, saat tiba-tiba di persimpangan jaejoong muncul dengan para assistennya. Kukembangkan senyumku menyapanya, namun dia hanya melengoskan wajahnya seakan tidak melihatku yang jelas berada di depan matanya. Aku terdiam sejenak, dan tertawa pahit. Itu sudah biasa untukku, beberapa bulan berhubungan dengannya dia selalu bertindak acuh padaku, seakan kita tidak saling mengenal. Dia tak pernah sekalipun tersenyum padaku, atau menyapaku sopan. Bahkan dia enggan melaksanakan pertemuan berdua denganku, dia hanya menyuruh asssistennya dan mengerahkan segala macam cara agar tidak bertemu denganku. Kulangkahkan kakiku kembali dengan lunglai menuju ruang meeting. Mungkin tuhan ingin membalas kejahatan yang pernah kulakukan padanya. Ya…. Mungkin ini yang disebut dengan karma masa lalu.

 

~~~

 

Saat meeting sedang berlangsung, beberapa kali mata kami saling bertemu. Pikiranku sedikit terpecah sehingga tidak mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan oleh pembicara.

Aku sibuk dengan sosok dihadapanku ini, dia benar-benar mencuri perhatianku dan membuatku terpikat dengannya. Cara dia minum, cara dia duduk, dan cara dia melamun sangat lucu dan khas, cara dia mengatasi kebosanannya dengan memainkan jemarinya dan mengerucutkan bibirnya kecil. Membuatnya semakin manis. Oh, tuhan……. Aku benar-benar tergila-gila dengannya.

Tapi sayangnya sifat dinginnya tetap ditampilkan padaku. Jika dia tahu aku sedang menatapnya dia akan memberikan tatapan datar yang membunuh padaku. Sehingga membuatku salah tingkah sendiri.

Dia juga berkali-kali menatapku kesal dan tidak senang, seakan dia sangat rishi di ruangan itu dan ingin rapat segera selesai dan dia bisa menghilang dari hadapanku.

 

Cara dia bebrbicara di depan podium, sangat berbeda dengan jaejoong yang kukenal dulu. Jaejoong yang tidak pernah serius mengerjakan apapun. Menganggap segala hal itu adalah hal mudah dan sepele.

Dia terlihat sangat dewasa, dan…..heumm, tampak seperti pria sejati. Aku tak tahu dia telah berubah haluan atau belum. Tapi kim jaejoong yang manis tidak pernah bisa luput dari ingatanku.

Kim jaejoong yang selalu bersikap manis dan tertawa di tengah rasa sakitnya.

Aku mencintai senyuman nya yang dulu, senyuman yang terpaksa tapi memabukkan. Jika aku melihat jaejoong yang sekarang, aku seperti melihat pembiasan pada diriku sendiri. Aku yang dulu sangat arogan dan terkesan sok memimpin. Aku melihat diriku yang dulu padanya. Apa dia berubah seperti ini hanya untuk topeng? Atau sikapnya memang seperti ini?

Aku tak tahu pasti, tapi dia benar-benar berubah secara keseluruhan. Meski kami jarang bertemu tapi aku sering memperhatikannya. Dan aku tahu, jaejoong ku yang dulu mulai menghilang perlahan ditelan bumi. Digantikan dengan sosok pria tampan yang dingin, tuan hero kim.

 

~~~

 

Rapat berjalan sangat lama bayangkan saja, kami rapat dari jam 3 sore dan baru selesai jam 8 malam.

Sudah berapa lama aku duduk di kursi ruang meeting.

Kugerakkan tubuhku yang terasa sangat pegal kekiri dan kekanan, sedikit pemanasan agar tubuhku tidak sakit.

Tiba-tiba kulihat sosok itu yang sedang asyik berbincang-bincang dengan beberapa orang, yang ku ketahui sebagai assistennya. Dia terlihat sangat sibuk dan seperti memberikan arahan pada semua anak buahnya itu. Salah satu anak buahnya ada yang menatapku dan memberikan salam hormat padaku.

Dia sempat melirik sebentar melihat siapa yang disapa anak buahnya itu. Dan kembali melengos setelah tahu yang dilihatnya itu aku.

 

Kuhela nafasku berat, aku benar-benar bingung dengan sikapnya. Padahal aku sudah memberikannya perhatian lebih. Aku berusaha tampil sebaik mungkin dan sesempurna mungkin dihadapannya.

Namun, dia tetap saja menganggapku tidak ada. Padahal, aku ingin sekali saja paling tidak dia tersenyum padaku. Namun, rasanya itu sangat sulit.

Kulangkahkan kakiku berat menuju ruang kerjaku, kulewati koridor yang mulai gelap karena para karyawan satu-persatu mulai meninggalkan kantor dan kembali kerumah.

Kuamati jam di dinding ruang kerja yang telah menunjukkan pukul 8 lewat, hamper jam 9.

Akhirnya kuputuskan untuk kembali kerumah. Kurapihkan semua barang dan kuletakkan berkas-berkas dengan rapih lalu meninggalkan ruangan kantor yang gelap sempurna.

 

Kulangkahkan kakiku dengan santai di koridor kantor yang sepi. Saking sepinya bahkan kurasa aku sedang sendirian disini. Para karyawan yang lembur saat ini berada di lantai 5 sedangkan aku berada di lantai 6, jadi pantas saja jika koridor ruangan sangat gelap. Aku sedikit merinding karenanya, apalagi mendengar berita-berita tentang kantor yang menyeramkan di malam hari, tentang penampakan-penampakan yang terjadi. Karena biasanya jam segini, aku tak sendirian. Tapi assistenku sudah pulang duluan karena ada keperluan. Jadi aku harus sendiri,

 

Tiba-tiba kulihat sosok itu dihadapanku yang sedang mencari-cari sesuatu dalam tas kerjanya.

“hi, jae…..sedang apa kau?”

Dia tampak kaget melihatku di hadapannya dan menatapku malas.

“nothing,”

Ujarnya dingin dan berjalan pelan meninggalkanku.

“hey! Wait!”

Kukejar dirinya dan kuhampiri dirinya yang terlihat malas melihat wajahku.

“kau pulang sendiri?”

Ujarku menerawang, dia hanya mengalihkan pandangannya.

“bukan urusanmu,”

Kuhela nafasku berat, aku yakin dia pasti akan jawab begitu.

“errr, kupikirnini sudah malam, bagaimana jika kuantar?”

Dia menatapku bingung, lalu kembali membuat tampang tak acuh.

“aku bawa mobil, sudahlah……aku harus buru-buru”

Dia pergi begitu saja meninggalkanku. Iya, juga! Untuk apa aku mengajaknya?

Tah, dia juga bawa mobil pastinya.

Akhirnya kulangkahkan kakiku gontai memasuki lift.

 

Aku berjalan pelan sembari bersiul, saat kulihat sosok itu sedang menelepon di koridor menuju pintu keluar. Ditutupnya telepon itu, dan dia kembali berjalan menusuri koridor.

Tiba-tiba aku merasa ingin mengikutinya, aku ingin tahu banyak tentang dirinya saat ini.

Akhirnya kuputuskan menguntitnya dari belakang. Kuikuti dirinya yang bergerak menuju basement parkiran. Saat tiba-tiba aku menginjak sebuah kaleng bekas minuman.

Dia langsung membalikan wajahnya, mengahadapku dan menatapku bingung.

 

“apa yang kau lakukan disini?”

Aku hanya menggaruk-garuk kepala bingung dan tertawa kecil.

“kau menguntitku?!”

Aku hanya menundukkan kepala dan menatapnya dengan senyum kecil yang dipaksakan.

“errrr, mianhae…..”

Di acuhkannya diriku dan kembali berjalan kearah mobilnya.

“hey! Wait!”

Aku berlari kecil kearahnya, dia terlihat malas menatapku.

“apa lagi?”

Kuhembuskan nafasku berat, dan mencoba membuat wajah seserius mungkin.

“jae……..aku lelah dengan semua ini,”

Dia tertawa sinis, dan menatapku tak acuh.

“aku serius! A-aku……aku ingin mendapatkan kesempatan kedua darimu,”

Dia tertawa sinis dan menatapku tajam.

“hanya itu?”

Kugelengkan kepalaku kuat-kuat,

“tidak! Aku ingin kau kembali padaku jae, aku ingin kau memaafkanku, aku ingin…….kau menjadi milikku lagi,”

Dia menatapku dengan tatapan tajam dan dingin.

“haha, mudah sekali kau berbicara seperti itu. Apa perdulimu padaku? Aku sudah melupakanmu, jadi kuharap kau lupakan saja aku,”

DEG

Seperti ada boomerang yang mengenai wajahku, mendengar kata-katanya membuatku sedikit jatuh.

“jae, mengapa kau selalu bersikap seperti ini padaku?! Aku sudah mencoba memberikan perhatian lebih padamu! Aku berusaha kembali lagi membuat kau mencintaiku, tapi kau selalu menutup dirimu!!”

Dia hanya tertawa pelan dan mengalihkan pandangannya dariku.

“aku tak butuh perhatianmu tuan jung! Aku tak butuh apapun darimu!”

Kutatap wajahnya frustasi.

“lalu…..apa yang akan membuat kau memaafkanku?!”

Dia hanya menatapku dengan tatapan datarnya.

“kau tak perlu melakukan apa-apa, karena aku tak membutuhkannya…..oh, shit! Lupakan aku! Kita punya kehidupan masing-masing, kau punya keluarga sendiri. Dan aku punya kehidupanku sendiri.

Mengapa kau selalu menggangguku jung yunho! Kau manusia paling menyebalkan di muka bumi ini!!

Kau menghancurkan hari-hariku yang indah di seoul! Ahhh,”

Dia menatapku kesal seakan ingin meninjuku.

“jae, aku berubah untukmu! Aku mencintaimu! Hanya katakan, apa yang kau inginkan sehingga kau mau paling tidak memaafkanku! Saat kau melihatku, kau seperti melihat sampah yang menjijikkan dihdapanmu! Kumohon, jae! Katakana apa yang harus kulakukan agar kau memaafkanku?!”

Dia menatapku dengan tatapan tajam,

“baiklah…….aku akan memaafkanmu jika kau mampu membangkitkan anakku kembali, kau mampu?…. hahaha, kau tidak akan bisa jung yunho!”

Kulihat matanya yang berkaca-kaca. Aku tahu rasa sakit itu, karena aku juga merasakannya.

Ya, aku ingat…..anak kami, anakku dan jaejoong.

“kau tidak bisa bukan? Jadi, taka da alas an untukku untuk memaafkanmu, aku sudah cukup sakit denganmu jung yunho, hidupku berantakan karenamu, dan aku tak mau jatuh di lubang yang sama bersamamu, masuk kedalam kubangan lumpur yang sama, jadi lupakan aku!”

Aku terdiam mendengar kata-katanya .

“tapi kim jaejoong a-“

“dan satu lagi! Disini tidak ada kim jaejoong, tapi hero kim! Aku tak mengenal kim jaejoong, permisi tuan jung….”

Dia meninggalkanku begitu saja dan memasukki mobilnya. Mobil itu berlari dari hadapanku dan meninggalkanku yang berdiri lemas sendirian di tempat parkir.

 

Pikiranku kembali melayang ke beberapa tahun lalu, saat jaejoong masih mengandung anak kami.

Masa-masa yang kita lalui bersama sebagai pasangan, hingga detik-detik kehancuran akibat kematian anak kami. Ya, segalanya berubah di hari itu sejak kematian anak kami. Jaejoong yang meninggalkanku begitu saja tanpa meninggalkan jejak. Keterpurukanku yang ditinggalkan olehnya. Hingga akhirnya aku mau menjalani kehidupan baru, kehidupan yang kulalui bersama mendiang istriku. Meskipun begitu, aku tak bisa memungkiri rasa cinta yang begitu besar yang telah tertanam subur dalam hatiku.

Aku masih mencintainya hingga detik ini, aku menginginkannya menjadi milikku, tak perduli apapun statusnya saat ini, aku ingin dirinya. Aku ingin kim jaejoong ku kembali padaku.

Dan aku akan melancarkan segala cara, agar dia kembali jatuh kedalam genggamanku.

 

Kulangkahkan kakiku dengan mantap meninggalkan tempat parkiran dengan senyuman mengembang.

Tunggu hingga waktunya tiba jae, aku akan membuatmu kembali padaku.

Aku akan mendapatkanmu kembali……

 

 

*jaejoong POV*

 

BRAKK,

Kuhempaskan tanganku pada stir mobil,

“BRENGSEK!!!”

Perlahan air mataku mulai mengalir di pipiku, aku benci menangis karenanya.

“AAARRRGGGHHH……….”

Kurem mendadak mobil yang kukendarai di bahu jalan.

Aku merasa dadaku begitu sakit dan hal ini sangat menyiksaku.

 

Aku benci setiap kali harus melihat wajahnya, aku benci saat tahu ternyata dia sedang memperhatikanku. Aku benci saat dia mencurahkan perhatiannya padaku. Aku benci dengan segala perlakuannya, aku benci saat dia menatapku dengan tatapannya yang tajam. Aku ingin melupakannya dan membuatnya menghilang dari hidupku selamanya. Aku tahu, ini resiko yang harus kujalani jika kembali ke kota seoul, yah…… bertemu dengan si keparat jung yunho!

Aku membencinya, sangat membencinya. Tapi aku benci jika juga harus menyadari bahwa hatiku sakit saat aku tiba-tiba merindukannya. Aku benci pada jantungku yang akan berdebar tak karuan saat dia berada di dekatku. Aku benci pada diriku yang akan mulai salah tingkah saat dia memperhatikanku.

Aku benci segalanya tentang jung yunho, dan aku ingin memusnahkannya dari hidupku, berharap dia tak akan kembali dan menggangu ketentraman hidupku.

 

~~~

 

“berikan aku vodka….”

Kutundukkan kepalaku sejenak meredam rasa pusing di kepalaku.

Hentakan music di bar malam terus menggoyang seisi bar, berbagai para wanita dan pria bayaran memulai aksi mereka mencari pelanggan yang ingin tidur dengan mereka.

“ini tuan…..”

Kutenggak vodka itu hingga tetes terakhir seperti hanya meminum air putih.

kutuangkan kembali sebotol besar vodka itu kedama gelasku, saat tanpa terasa aku sudah menenggak beberapa gelas vodka, yang membuat kepalaku semakin berat, dan kesadaranku mengabur.

Perlahan aku bangun dari duduk dengan tubuh sempoyongan, dan saat kurasakan tubuhku akan terjatuh, seseorang menahanku dari belakang.

“jae?! Kau baik-baik saja?”

Pandanganku yang sedikit mengabur membuatku berusaha keras melihat wajah sosok itu.

“jae…….”

Jung yunho!!! Apa-apaan dia disini?! Kulepaskan pelukannya padaku. Kulangkahkan kakiku dengan malas meninggalkannya.

“hey!”

Tiba-tiba tangannya menggenggam tanganku erat.

“lepaskan!”

Kudorong tubuhnya hingga membentur dinding. Dia terlihat sedikit kaget namun kembali mendekat.

“jae…..”

Kutatap dirinya dengan death glare ku,

“menjauh!!! Jangan mendekat! Ahhh…….”

Kudorong tubuhnya berkali-kali untuk menjauhiku, namun dia tetap berusaha mendekat.

“APA MAUMU?!!!”

Tatapannya mulai melunak padaku, disentuhnya pundakku pelan. Namun kutepis dengan cepat.

“aku ingin bersamamu…….”

Kutatap dirinya dengan marah, namun dia hanya tersenyum kecil.

“ARRRGGHH, BRENGSEK KAU!!”

Kulepaskan pukulanku padanya, namun berhasil dia tahan. Berkali kali aku mencoba memukulnya namun dia selalu berhasil menangkisnya, hingga akhirnya aku kehabisan tenaga dan hamper terjatuh lemas jika dia tak menahanku.

“jae-ahh…….”

Perlahan air mataku mulai mengalir begitu saja, kutatap matanya tajam.

“mengapa kau lakukan ini semua padaku yunho?! KENAPA?!!! Kau tak puas menghancurkanku?!!”

Tiba-tiba diangkatnya daguku lembut.

“aku hanya berusaha menunjukkan rasa cintaku yang begitu besar padamu……”

 

 

*yunho POV*

 

Sosok itu menatapku dengan tatapan lemah, matanya telah berair menampakan dirinya yang sesungguhnya, dirinya yang terlihat kuat namun sebenarnya sosok yang rapuh.

“mengapa kau menginginkanku? Setelah kau melepaskanku? Apa yang kau harapkan dari pria yang hancur sepertiku?!! Apa?!!!”

Tangisannya yang memilukan membuatku merasa semakin bersalah.

“aku menginginkanmu, karena aku mencintaimu! Kau sosok yang selalu menempati hatiku, aku tak bisa melupakanmu jae! Aku gila karenamu! Bahkan hingga detik ini!!”

Matanya menatapku dengan tatapan tak percaya, seakan berkata itu tidak mungkin.

“aku sudah berubah, yunho. Aku straight! Aku punya kekasih! Aku akan menikah! Apa lagi yang kau harapkan dariku! Kau juga telah memilki keluarga dan anak bukan?! Lalu apa yang kau harapkan dari sebuah hubungan masa lalu?!!”

DEG,

Dia straight? Jaejoong berpacaran dengan seorang wanita?

Tapi mengapa aku masih merasa tidak yakin, aku tahu dia memang straight awalnya. Tapi aku yakin dia masih mencintaiku dan menyimpan rasa padaku.

“a-aku memang punya anak, tapi istriku sudah meninggal…..dan aku masih mencintaimu,”

Dia menatapku dengan tatapan tak percaya.

“aku lelah yunho, aku lelah dengan kehidupan masa laluku, aku lelah nasib  burukku yang selalu membayangiku! Kumohon…….biarkan aku menjalani hidup baruku! Tanpa ada gangguan! Aku ingin kembali membuka lembaran baru!!”

Dia menatapku frustasi dengan segala hal yang terjadi padanya, aku tahu ini sangat berat.

“dan biarkan aku menjadi bagian lembaran barumu jae……”

Kubelai lembut pipinya yang telah dibanjiri air mata.

“biarkan aku bersamamu, kali ini aku berjanji jae…….”

Aku jatuh berlutut dihadapannya, kugenggam tangannya yang mulus dengan erat.

“bagiku, apapun dan siapapun dirimu……aku mencintaimu,…… dan biarkanlah aku menjadi bagian dari lembaran buku kehidupan baru untukmu, kau tetap kim jaejoong dimataku, kim jaejoong ibu dari anakku, meski anak kita telah di surga……aku tahu dia bahagia melihat kita, I love you….”

Dia hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun, ditundukannya wajahnya tak mau melihatku.

Kurasakan tubuhnya bergetar hebat menahan isak tangisnya.

“jae…….aku mencintaimu apa adanya, aku hanya ingin kau, kau tak boleh menangis”

Kupeluk tubuh rapuh itu dengan erat, kurasakan dirinya yang berusaha berontak dalam pelukanku.

“kumohon jae…..malam ini, biarkan aku memlukmu, hanya malam ini……”

Kekuatannya melemah, dan akhirnya dia terjatuh dalam pelukanku. Menangis dengan pasrah di bahuku.

Aku mendengar tiap isakannya, isakan tangis yang begitu memilukan. Berapa banyak sakit yang telah kubuat untuknya? Aku telalu banyak menyakitinya…..

“jae,”

Kubelai lembut pipinya yang lembut, wajahnya yang memerah dan matanya yang besar membuatnya terlihat manis sekaligus cantik.

“kau cantik……”

Kutatap bibir cherry-nya yang tebal menggiurkan.

“cupp……”

Dia tak berkutik, hanya terdiam dengan ciuman kilat yang kuberikan.

Disentuhnya bibirnya pelan, seakan tak percaya tadi aku menciumnya.

“jae, biarkan malam ini menjadi malam kita………..”

Kurapatkan pelukanku di pinggangnya yang ramping. Perlahan bibirnya dan bibirku bertemu.

“hhhmmpphhh……..hpphhh…….”

Kukulum bibir cherry itu dengan nimat, manis yang ditimbulkan dari bibirnya membuatku menikmatinya semakin dalam, dan aku semakin larut dalam ciuman panas yang kami lakukan.

“jae saranghae……”

Kubisikkan pelan kata cinta itu ditelinganya, dan mencium tengkuknya pelan.

“ahhh…….saranghae……”

Aku mendengar kata-kata itu! Aku mendengarnya! Meskipun sangat pelan,

Kueratkan pelukanku padanya, seakan tak akan kulepaskan lagi tubuhnya.

 

Jika tuhan mengijinkan, biarkan mala mini tak pernah berakhir. Biarkan cinta kami terus berjalan indah seperti malam ini. Tuhan, kuharap kau mendengar doaku, biarkan kami bersama, dan biarkan aku membahagiakannya. Apapun dan siapapun dirinya, aku menerimanya apa adanya………

Aku mencintainya dengan segenap hatiku, dan kuharap semuanya akan mengerti.

 

 

TBC

 

Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………………….

Ihh, gaje euy!

Aduhhh, saya bingung bikin kata2 yg lebih romantic,

Kacau!!!

#stress

28 responses

  1. yes ak yg pertama!! Iya kn?
    Author dr td pg ak mondar mandir di ff ne cm nungguin author haha lebay..
    Oh jae, udah deh trima yun lg, dia jg tersiksa..huhu thor mkn bgs crtanya, lanjut thor..btw ne brp part ya thor??

    2 Juli 2011 pukul 16:03

  2. cherry

    i like this story…
    4 jempol bwt author…
    lanjutannya jgn lama” ya…. [ngarep mode on]

    2 Juli 2011 pukul 16:37

  3. rara_cassielf

    Yesssss……yun ad kmjuan
    Ayo yun trus yakinkn jae klo bnr² cnt ma jae

    Ehemm… itu mrka mo bkin anak lg yaaa….hihihihi

    Dtunggu klnjutn.a yaa thor \(●ˆ▽ˆ●)/

    2 Juli 2011 pukul 17:54

  4. yunjae casshipper

    gyaaaaa~
    yunjae balikan lagiiiiii asik euuuy *jogetbarengjunchan hehehehehe

    duh authornya meni hebat, updatenya tiap hari jadi gak bosen nunggunya
    update soon~ *udh penasaran soalnya*he

    duh authornya meni hebat, updatenya tiap hari jadi gak bosen nunggunya
    update soon~ *udh penasaran soalnya*

    2 Juli 2011 pukul 18:18

  5. Ceritanya makin seru,,
    huaaa
    apakah mreka akan NC-an??
    Semoga saja jika itu bisa menyatukan mereka..
    Tp kalau Jae kembali pd Yunho gmn ama ceweknya Jae yg d Jpng??
    Ntar tiba2 dia nongol lagi d Seoul nyari Jae..
    Aahh,, lanjut aja de thor..

    2 Juli 2011 pukul 18:26

  6. febrianti

    ah… akhirnya.. bingung mo comment pa??

    2 Juli 2011 pukul 19:26

  7. blingblingdya

    waaaa part yg ini sedih😦

    2 Juli 2011 pukul 22:01

  8. dira

    Yeyy yunjae balikan!
    satukan mereka lg😀
    tapi nasib pacarnya jae gmn? o.o

    2 Juli 2011 pukul 22:04

  9. hduh… Thor bkin psing n dilema gra2 crita’a yg rumit.ksih’n yunho sllu g d’gubris ma jae tpi pda akhir’a mreka blik lg
    q brhrap thor cpet up load ff lnjut’n’a

    2 Juli 2011 pukul 22:05

  10. Aiyuuki

    mmm,,
    what should i say??
    akhirnya, yunho jujur ma jaejoong,,
    ayo, yunjae balikan lagi,,

    thanks for the fast update,,

    2 Juli 2011 pukul 23:07

  11. Tanjunxiu

    Arghh, napa tbc pas lg seru2.y??? =.=
    kata.y td benci sm appa,
    lha kok diem ja waktu dkisu appa. Ckckck,
    umma blg benci tp masih cnta kan?? *senyum2 geje

    cp blg ni ff tambah geje n kacau??
    Menurutku malah semakin manis n romantis.
    Pokok.y bikin reader ketagihan ^^ kan?? *senyum2 geje

    cp blg ni ff tambah geje n kacau??
    Menurutku malah semakin manis n romantis.
    Pokok.y bikin reader ketagihan ^^

    3 Juli 2011 pukul 00:41

  12. Akhirnya *dancing

    aaa author penasaran ini kenapa tbc? -_,- semoga yunjae bersatu! Amien amien!!!

    semoga jae bakal bahagia sama yunho !!! Aaa cepetan thor lnjutannya. Penasaran n.n *ditabokatu! Amien amien!!!

    semoga jae bakal bahagia sama yunho !!! Aaa cepetan thor lnjutannya. Penasaran n.n *ditabok

    3 Juli 2011 pukul 03:17

  13. Dianavl

    Thor…ini jj bnran udh maafan blm sma yunho??…..atau jgn2 ini cman gara2 jj mabuk?….ditunggu klanjutanya

    3 Juli 2011 pukul 03:29

  14. TaemiNica

    aku mengerti,,
    Sangat mengerti dg hubungan xan jung yunho.
    aku juga b’harap xan kmbali b’sama.
    Walaupun d pungkiri,tapi jae masi cinta banget ma yun.
    T’gambar dari kata2 benci yg sbenarnya kerinduannya pada yun.
    Dan jae juga ga nolak ciuman tu,,,
    Bukankah tu sebuah tanda kalo jae jga maaasi cinta?
    Kah,,cepatlah yunjae b’satu ge.

    3 Juli 2011 pukul 10:22

  15. annyonghaseyoo~…
    wahhh…moga jaejoong mau terbuka juga perasannya sama kayak yunho…
    kalo dlh kehidupan nyata memang sulit rasanya nerima yunho lagi…
    lanjutttt
    annyong~..

    3 Juli 2011 pukul 11:22

  16. Park91

    Abis ini mereka bener baikan ga ? Takutnya besoknya Jae lgsng berubah lg huhuhuhu

    Eh sedikit kritikan yah, maap sebelumnya. anaknya Yunho karakternya kek gimana deh ? Aku agak risih dia manggil yunho ‘kau’ kurang sopan kayaknya.Jadi manggilnya appa aja gitu, hehe *just my opini*ikit kritikan yah, maap sebelumnya. anaknya Yunho karakternya kek gimana deh ? Aku agak risih dia manggil yunho ‘kau’ kurang sopan kayaknya.Jadi manggilnya appa aja gitu, hehe *just my opini*

    4 Juli 2011 pukul 08:00

  17. teukiteuki

    ya ampun terharu banget…yunjae bersatu kembali…lanjut

    4 Juli 2011 pukul 14:56

  18. asik dah yunjae balikan
    Prikitiw n_n
    ayo jae ma yun z mantap dah pokok.a hehehe
    next!

    4 Juli 2011 pukul 22:34

  19. Akhirnya yunjae balikan lg!!!!*sujudsyukur*
    toh lanjutnya da NC kan?*pervert akut*
    Rye sun bakal trima umma g ya?terima yah..yah?*pegang golok*

    7 Juli 2011 pukul 22:55

  20. Akhirnya yunjae balikan lg!!!!*sujudsyukur*
    toh lanjutnya da NC kan?*pervert akut*
    Rye sun bakal trima umma g ya?terima yah..yah?*pegang golok*ert akut*
    Rye sun bakal trima umma g ya?terima yah..yah?*pegang golok*

    7 Juli 2011 pukul 22:56

  21. yunjaelovers

    yeiiii yunjae balikan
    harus ituu mah
    trs nanti bakal ada nc-an nya gak

    19 Juli 2011 pukul 15:02

  22. niiz

    Plaaakkk *timpuk kepala author* romantiis amiiit ??? Hahahaha sukka.sukka ayo.ayo bikin anak lagi :-Damiiit ??? Hahahaha sukka.sukka ayo.ayo bikin anak lagi😀

    23 Juli 2011 pukul 02:38

  23. DewiAriyani

    Maaf thor bru bsa komen d chap ini…
    Suka banget sama crta ini apalagi chap yg ini… Ayo dong jaema yunpax di maapin tuh…

    27 Juli 2011 pukul 15:44

  24. princessradita

    Iiiihhh~ ayo yunho appa berjuang!!! Kejar lg jae umma.. Fighting!!!
    Yunho appa romantiiissss~

    9 Agustus 2011 pukul 22:25

  25. SusuPisangRasaAyam

    GA IKLAS GA IKLAS BENCI YUNHO!!!! BENCI!

    13 Agustus 2011 pukul 11:55

  26. kimyunmi

    satu kata,

    DAEBAK!

    aku suka bgt ffnya. Apalagi yg BOE. Sedih ampe nangis guling2, selimut basah air mata, *serius thor*

    8 September 2011 pukul 23:33

  27. reyICmkpoplovers

    tetep berasa galaunye..
    hadeeh..
    susah euy bangkitin mood lagi..

    22 Januari 2012 pukul 22:42

  28. ChanNuriza

    perubahan besar di chapter ini!! yihaaaaa… penulisan udah bagus,ceitanya mendetail, trus penggambaran perasaannya lebih bagu drpd chap sebelumnya.. ^.^

    4 Februari 2012 pukul 15:55

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s