fanfiction for our soul

ESCAPE {YUNJAE COUPLE STORY} CHAPTER 2/? YAOI


title: escape

author: jung rye sun

length: 2/?

rate: NC 17, AND THIS FANFIC IS CONTAIN OF MPREG!

genre: AU, romance, angst, MPREG,straight, comedy…

DON’T TRY TO READ THIS IF U ARE NOT FUJOSHI!

annyeong!!!

kali ini saya baliknya gece ^^ kekeke……..

aduhh, saya stress mikirin part NC, meskipun saya terlihat yadong

tapi sbnrnya saya itu masih polos dan innocent, meskipun org2 gk percaya

tapi tetep aja, saya itu masih CUTE

kalo NC nya gk HOT mohon dimaafkan #bow

 

*********************************************************

 

*jaejoong POV*

 

junsu, yoochun, dan changmin saat ini sedang memandangiku dengan tatapan memburu. yoochun hanya menatapku seperti orang bodoh seperti biasanya. aku yang diperhatikan sejak tadi hanya melirik-lirik ke arah lain. saat ini aku duduk di hadapan mereka seperti seorang tersangka.

ini semua karena changmin! yak shim changmin!

ingin rasanya aku memukul wajahnya saat ini, ternyata aku sangat salah bercerita dengannya. kupikir dia tidak akan mengatakan hal ini kepada siapapun. tapi bahkan dia memberitahu adikku junsu. rasanya aku mau mati saat junsu

mengetahui hal ini.

 

~flashback~

 

pagi itu hari yang cerah, minggu pagi yang menyenangkan seperti biasanya.hari minggu adalah hari yang paling kucinta karena di hari minggu aku tak ada job apapun, dan artinya aku bisa bersantai sepuas hatiku.

tapi hari itu bukan bersantai yang aku dapatkan, malahan aku menjadi manusia galau luar biasa.

 

tumben sekali di pagi hari di hari minggu seperti ini telephone rumahku sudah berdering. segera kuhampiri dan mengangkat telepon itu. dan saat ku angkat……..

“HYUUUUUNGGGG!!!!!”

seketika aku langsung menjauhkan telepon itu dari telingaku. suaranya seperti kucing terlindas mobil.

tapi nampaknya aku tahu orang ini.

“ne…ne, siapa ini???”

ujarku sedikit memelankan suaraku.

‘YAK HYUNG!! KAU LUPA ADIK SENDIRI HUH?!!”

DEG,

ohya, pantas saja aku kenal dengan suara memekakan telinga ini.

“YAK! bisakah kau tidak berteriak?! telingaku sakit mendengar suaramu!”

ujarku balas membentaknya.

“yak, hyung! jahat sekali kau ini!”

mengapa dia menelepon teriak-teriak dan sekarang dia bilang aku jahat?? memang aku salah apa?

“yak! jahat apanya?! memang aku melakukan apa padamu?!”

hening sejenak di seberang sana.

“hyung……..ahh, aku bingung mengatakannya…..”

junsu terdengar seperti sedang berpikir keras.

“katakan saja, ada apa? kau mau bertanya apa?”

terdengar desahan nafasnya yang berat di ujung sana.

“hyung, aku mendapatkan kabar dari changmin hyung……….katanya,……errr…..katanya, kau hamil??”

DUARRR,

rasanya aku seperti merasa atap rumahku rubuh dan menimpa tubuhku.

“APA?! changmin memberitahumu?!!”

junsu hanya terdiam tidak menjawab pertanyaanku.

“errr, hyung tapi apakah itu benar??”

apa yang harus kulakukan sekarang? mengatakan “ya” padanya? aku bahkan tak siap dengan semua ini.

aku takut junsu akan mengatakan hal ini pada umma. jika iya mati sajalah aku.

“su……jika aku mengatakan yang sebenarnya, apa kau mau berjanji padaku?”

hanya keheningan yang terdengar di seberang sana.

“aku mohon su! jangan katakan pada umma tentang semua ini, jika kau menyayangiku kau harus menolongku, su..please!”

junsu menarik nafas dengan tertahan.

“baiklah aku tak akan mengatakan pada umma…..”

aku tersenyum senang mendengar kata-katanya.

“tapi kenapa hyung? bukannya umma harusnya tahu tentang hal ini? dia kan ibu kita hyung,”

aku hanya terdiam mendengar pertanyaanya.

 

sejak aku masih kecil, hubunganku dengan umma memang tidak begitu baik. umma seringkali marah-marah padaku dan menjadikanku pelampiasan kemarahannya. apalagi saat usiaku menginjak 5 tahun, umma menikah lagi dengan seorang pria yang sekarang menjadi ayah tiriku dan ayah kandung junsu. kami memang kakak adik, tapi kami berbeda ayah. ayah tiriku memang baik, tapi ada kalanya kau akan merasa terasing dan menjadi orang lain saat bersama ibu-mu yang sudah menikah dengan orang lain. melihat umma yang terlihat lebih mencintai adikku dan seringkali merasa dirinya pilih kasih padaku membuatku muak dan di usiaku yang ke 15, aku memutuskan tinggal sendiri di seoul.

bukan sebuah pilihan yang mudah untuk usiaku saat itu, meskipun ayahku selalu memberikan uang saku yang besar dan segala fasilitasku tetap dipenuhi olehnya. aku tetap saja merasa kesepian. aku merasa hidup sendirian di dunia ini.

aku mencintai ayah tiriku, tapi aku lebih memilih ingin mengenal ayah kandungku. aku tak pernah mengetahui siapa ayahku. karena setiap aku bertanya, umma akan langsung marah-marah dan menyuruhku untuk tidak bertanya lagi.

meskipun aku seringkali iri hati pada junsu, tapi tetap saja aku sangat menyayangi adikku yang manis itu.

dia sangat baik dan polos, dia lebih terlihat seperti anak baik-baik, berbeda sekali denganku yang suka membangkang.

junsu selalu menuruti kemauan umma dan appa, membuat dia semakin dicintai seperti anak emas.

 

“hyung, kenapa kau diam??”

aku hanya menghela nafas berat.

“aku belum siap su, tapi aku berjanji saat aku sudah siap mengatakannya, aku akan mengatakan pada umma sendiri”

junsu hanya menggumam tak jelas.

“hyung, siapa ayah janin itu?”

DEG,

apa aku harus mengatakannya?

“heumm, sudahlah kau tak perlu tahu….”

ujarku mendesah pasrah.

“yak! jika hyung tidak memberitahuku, aku akan mengatakan pada umma!”

aishh, kenapa anak ini malah mengancamku!

“yaya, jangan junsuku sayang…..jangan….kau ingin aku mati cepat huh? please!”

terdengar suara tawanya yang khas di seberang sana.

“hahaha……makanya! hyung harus memberitahuku, atau jika hyung tak mau aku akan……”

“yaya, jangan……oke! baiklah aku akan memberitahumu…..”

hufffttttt……….

aku bersiap-siap melepaskan telepon itu kalau-kalau tiba-tiba junsu berteriak dan merusak pendengaranku.

“dia……eumm, dia…..errr……..”

rasanya seperti ada sesuatu yang menyumbat kerongkonganku.

“yak! siapa hyung?”

junsu mulai tidak sabar karena sikapku.

“dia jung yunho”

langsung saja buru-buru kujauhkan telepon itu dari telingaku.

“YAAAAAAAAKK, HYUNG!!! OMONA!!! DIA AYAHNYA?!!”

tiba-tiba aku mendengar seperti ada yang memanggil junsu.

“yak! junsu! kenapa kau berteriak seperti itu?! suaramu itu bising sekali, siapa yang hamil huh?!”

omo, itu suara umma….

ahhh, junsu paboya!

“eerrr, aniya umma….itu temanku katanya dia hamil,”

aku hanya bisa berdoa supaya umma tidak menanyakan lagi dan bertambah curiga dengan si anak bodoh ini.

“hyung…..hyung, mianhae……ahh, hampir saja! pyuuhh…….”

ingin rasanya kulakban mulut anak ini.

“PABOYA! kau mau membunuhku huh?! bodoh kau! untung umma tidak curiga!”

junsu hanya cengengesan di seberang sana.

“yak, hyung aku bangga padamu……”

ehh, dia bilang bangga padaku? apa yang harus dibanggakan dari pria hamil sepertiku?

“kau tahu kenapa hyung?……karena ribuan wanita yang menginginkan jung yunho, namun hanya kau yang berhasil menaklukannya…..ahh, hyung chukkae! pasti anak itu kelak akan sangat cantik atau tampan, ahh….aku jadi tak sabar keponakanku cepat lahir….”

junsu tidak tahu saja cerita sebenarnya, aku tak mau membuatnya bersedih dan semakin kecewa pada hyung-nya yang bodoh ini. aku tak ingin dia kehilang respek padaku, bagaimanapun juga harusnya aku menjadi panutannya.

tapi aku malah memberikan contoh yang tidak baik padanya.

“ya…..dia pasti akan sangat sempurna,”

kata-kata junsu membuat pikiranku melayang-layang kembali. anak ini pasti akan sangat cantik atau tampan.

mungkin setampan aku jika dia laki-laki, atau mungkin yunho. tapi jika dia perempuan……kuharap wajahnya tidak mirip denganku. tapi aku hanya merasa wajahku terkadang membawa masalah, meskipun orang-orang mengakui wajahku ini sangat sempurna.

“hyung, kau tak boleh lelah yah, hati-hati disana! kuharap yunho hyung, mau merawatmu dengan baik…..kau harus bahagia okay? aku ingin kau tidak terlalu stress menjalani masa kehamilanmu, karena katanya kalau ibunya stress akan berdampak fatal pada bayi hyung……”

junsu terus saja memberikan wejangan padaku, gayanya memberikan nasehat seperti seorang umma. aku hanya menjawabnya dengan menggumam kecil.

“hyung, sudah dulu ya telepon-nya, aku mau latihan futsal dulu….”

tak lama kemudian telepone-pun terputus. aku hanya menarik nafas tertahan.

 

~end flashback~

 

dan sekarang mereka semua memandangiku dengan tatapan kejam.

“yak hyung, kau ini…..hamil tidak bilang padaku! aku kan sahabatmu hyung, katanya kita soulmate?”

yoochun terus membombardirku dengan ocehannya yang terdengar seperti ceramah.

“ya, mianhae……aku minta maaf……aku hanya tidak mau merepotkan kalian…..”

aku pura-pura menyesal dengan tatapan memelas.

“lalu apakah kau sudah memberitahu yunho hyung?”

junsu yang sedari tadi diam mulai membuka pertanyaannya.

“belum……..”

yoochun dan junsu hanya menatapku shock dan tak percaya. changmin yang sedari tadi hanya memandangiku, terlihat tertawa mengejek.

“katanya kau gentleman hyung? tapi hanya memberitahu pada jung yunho saja kau tak berani……”

ingin rasanya aku memukul wajah changmin yang sangat menyebalkan. enak sekali dia berbicara, dia tak tahu saja beratnya menjadi sepertiku.

“sudahlah, aku tak meminta kalian mengasihaniku saat ini, menolongku atau apapun itu! aku tak butuh! kalian disini hanya membuatku semakin terpuruk saja kalian tahu?! lebih baik kalian pulang saja sana! dan kau changmin……”

bentakku mengacungkan telunjukku tepat di depan hidungnya.

“jangan berbicara seenaknya! kau gampang saja berbicara seperti itu! kau tak tahu beratnya menjadi seperti aku! mengapa kau tidak mau mengerti aku lelah!”

junsu mulai terlihat memandangku iba.

“hyung, sabar….jangan seperti itu, kasihan bayi hyung…..”

junsu berusaha menangkanku, dengan mengusap pundakku pelan.

“hyung…….maaf tapi aku begitu karena aku menyayangimu, dan aku tak mau kau kesulitan,”

changmin menundukkan kepalanya dalam-dalam, aku yang melihatnya seperti itu menjadi tidak tega.

“yasudah, tidak apa……maaf aku membentak kalian,”

mereka bertiga hanya tersenyum dan memelukku erat. pelukan mereka terasa hangat di tubuhku.

aku bahagia masih ada 3 manusia paling berharga dalam hidupku, meskipun mereka seringkali menyebalkan tapi inilah gunanya sahabat, meski aku sering marah pada mereka tapi sesungguhnya aku sangat mencintai ketiga dongsaeng-ku ini, ketiga adik-adikku yang menyebalkan ini, hahaha…….

 

“hyung, ayo ceritakan kenapa kecelakaan itu bisa terjadi, aku ingin mendengar saat kalian…..auhh, ayo hyung!”

yoochun yang paling mesum diantara kami hanya terlihat tersenyum aneh dan tidak jelas.

“haruskah? kupikir aku harusnya menghilangkan bagian yang itu……”

mereka hanya menggumam tidak jelas mendengar jawabanku.

“ayolah hyung, kan kita sahabat……ayo hyung, kami kan perlu tahu seseru apakah malam pertama-mu hahaha…..”

PLUKK,

kupukul wajah changmin dengan bantal yang sejak tadi kupegang erat.

 

sebenarnya itu bukan malam pertamaku, aku bukan anak kemarin sore yang baru melakukan seks. tapi tepatnya malam itu pertama kalinya aku dirasuki, dan itu dengan seorang pria. aku yang tak pernah dirasuki karena selalu merasuki tentu saja merasakan hal itu sangatlah aneh, dan kau tahu? rasanya sangat menyakitkan! meskipun aku tidak dalam keadaan 100 % sadar, tapi aku dapat merasakan kesakitan yang luar biasa itu. sampai-sampai hingga detik ini aku masih berpikir.

mengapa para wanita nampaknya fine-fine saja saat dirasuki, bukankah rasanya amat sangat menyakitkan?

ohh, baiklah dari pada mendengar pertanyaan anehku ini….lebih baik langsung saja kuceritakan pertemuanku itu.

 

~flashback~

 

hari itu perusahaan management artis kami sedang mengadakan pesta besar. terhitung hari itu adalah anniversarry perusahaan yang ke-25 tahun. pesta itu benar-benar dilakukan sehari semalam. banyak sekali artis-artis yang berdatangan kesana. mulai dari yang sangat populer atau yang hanya artis amatiran.

 

malam itu bar dihentakkan dengan para wanita cantik dan pria tampan yang datang. kami melakukan macam-macam kegiatan disana. minum-minum dengan teman-teman artisku.

dan saat itu jung yunho ternyata juga datang ke pesta, dia yang terlihat paling cool diantara kami. gayanya tidak flamboyan seperti kami. dia terlihat gentle dengan semua wanita. berbeda denganku yang terlihat seronok.

saat itu temanku andy hyung memanggil yunho dan mengajaknya bergabung dengan kami. awalnya yunho terlihat enggan dan menolak, apalagi saat dia melihat ada diriku, semakin malas-lah dia bergabung. tapi karena andy hyung memaksa dia tak bisa menolak.

“yoo, semua! kita kedatangan si tampan jung yunho, lihat temanku ini…….dia begitu tampan kan?! ahh, ayoo….minum ini yunho…..”

andy hyung memberikan segelas besar beer padanya. dengan sigap yunho menghabiskannya, dia menghabiskan minuman itu tanpa jeda! wow, aku tak tahu ternyata dia hebat dalam minum.

dia terlihat semakin dengan tingkahnya itu, saat itu entah mengapa dia malah terduduk di sebelahku.

 

kami melakukan berbagai permainan, mulai dari tantangan bermain poker dan banyak lagi. sampai tiba-tiba andy hyung mengajak kami berduel minum. pemenangnya mendapatkan uang yang lumayan banyak, dan tentu saja berbondong-bondong mereka menginginkannya. aku melihat wajah yunho yang tidak begitu senang, dia memang bukan seperti orang yang menyukai keramaian pesta seperti ini.

“hyung, aku ingin pulang, aku ada urusan aku pamit dulu….”

baru saja yunho akan beranjak, andy hyung segera menarik yunho kembali.

“yak! jung yunho, kau ini! kita kan sedang bersenang-senang, sudah lupakan saja urusanmu itu, masih ada hari lain untuk memikirkannya!”

andy hyung yang paling senior diantara kami, tentu saja membuat kami semua tak enak hati jika harus menolaknya.

jadilah yunho tidak jadi pergi, dan diapun hanya menonton kami dengan malas yang sedang bermain.

 

“baiklah!! sekarang giliranmu kim jaejoong! yeah……siapa yang kira-kira akan jadi lawannya? heumm……”

disini aku terkenal dengan raja minum, aku yang paling banyak bisa menghabiskan bergelas-gelas beer. dan jika mereka melawanku aku tak ada yang bisa memastikan apa lawanku akan menang atau tidak,

“aku!”

yunho maju dengan wajah cool-nya, dia berjalan mendekatiku dan menatapku tajam.

“kau yakin yunho-sshi??? lawanmu adalah raja minum disini,”

yunho yang diragukan hanya menatap andy hyung tajam.

“b-baiklah…..kim jaejoong versus jung yunho!”

 

saat ini dihadapanku tersedia puluhan gelas beer yang harus kami habiskan dengan cepat. aku tersenyum mengejek yunho yang duduk disampingku. aku tak yakin pria ini bisa mengalahkanku.

“1…..2….3…….GO!”

satu persatu gelas itu dengan mudah kuhabiskan, hingga tibalah di gelas yang ke 18, aku mulai merasa mual dengan beer itu, dan kepalaku mulai terasa sangat pening. yunho yang disampingku dengan seperti biasa, wajahnya yang cool terus mencoba menghabiskannya.

waktupun berlalu cepat sampai tiba saatnya, dan kau tahu tentu siapa yang memenangkannnya……aku!

yeah, yunho hanya telat beberapa detik setelah aku. semua orang di seisi bar bertepuk tangan riuh menyorakkan namaku.

yunho disampingku hanya terdiam dan memandangku kesal.

dalam hatiku aku berkata “kau tak akan bisa menaklukanku jung yunho! hahaha……”

 

pertarungan kami pun selesai, dan saat yunho akan bangkit berdiri dari kursi tiba-tiba tubuhnya kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh. dengan reflek aku yang berada disampingnya menangkap tubuhnya yang akan terjatuh.

dan saat itu, matanya yang tajam menatapku dalam. aku terpukau……ternyata matanya begitu dalam dan indah.

“yunho sshi kau tidak apa-apa?”

andy hyung menghampiri kami dan terlihat sangat khawatir.

“jae, cepat kau bawa dia ke kamar hotel di atas, nampaknya dia terlalu banyak minum”

“t-tapi hyung…….kenapa aku?!”

“yak, sudah jalankan saja perintahku! kau juga cuci wajahmu yang kucel itu,”

jika sudah disuruh olehnya, mana bisa lagi aku menolak.

 

dengan tergesa-gesa kupapah tubuh yunho yang sangat berat itu. karena mabuk dia hanya menggumam tidak jelas seperti orang tidur. beberapa kali dia memaki-maki namaku. karena dia sedang tidak sadar aku hanya berusaha sabar saja, jika dia sedang sadar mungkin aku akan memukul wajahnya. enak sekali orang itu seenaknya memaki-maki namaku. padahal aku keberatan membawa dia menuju kamar.

 

setelah memasuki kamar buru-buru kurebahkan tubuhnya yang berat di atas tempat tidur. tadinya aku ingin langsung meninggalkannya, tapi aku memutuskan untuk membuka sepatunya dulu dan membuatkannya teh hangat.

entah apa sepertinya ada malaikat yang sedang menghinggapiku, sehingga aku baik padanya.

perlahan kubukakan sepatunya dan kubuka beberapa kancing bajunya. tanpa sengaja kulihat wajahnya saat sedang tertidur. entah mengapa, menurutku wajah itu terlihat sangat lucu, wajahnya sangat kecil seperti alien. berbanding terbalik dengan tubuhnya yang atletis. kupikir dia sedikit lebih cute saat tertidur.

 

dan saat aku akan meninggalkannya, tiba-tiba aku merasakan tangannya menyentuhku dengan lembut.

“don’t leave me………i’m alone…….don’t leave me please!…..”

aku tersentak kaget melihat perlakuannya, semakin lama tangannya semakin menguat.

“yak! yunho….lepaskan!”

aku yang masih dalam keadaan setengah sadar juga, tiba-tiba kehilangan keseimbangan saat tangan yunho menyentak tanganku dengan kasar. dan tanpa kusadari tubuhku terjatuh tepat diatasnya. tapi bukannya menghempaskan tubuhku.

yunho malah memelukku dengan erat.

“harum…..ahh……..mengapa kau begitu harum?…….”

aku mulai merasa ada yang tidak beres terjadi disini, perlahan aku berusaha melepaskan pelukannya.

tapi baru saja aku melonggarkan tangannya, pegangannya kembali menguat.

“yunho-yahh! sadarlah! ini aku kim jaejoong musuhmu!! hey, jangan sentuh-sentuh aku!”

tiba-tiba dia membelalakkan matanya, matanya yang tadi terpejam menatapku sangat dalam.

“ini aku kim jaejoong, hey!”

tapi bukannya melepaskan pelukannya, dia malah bangun dan menatapku dalam. tiba-tiba jemarinya yang lembut mulai menari-nari di pipiku, aku yang merasakan sengatan itu seakan terhipnotis. aku diam, hanya diam tidak bergerak sama sekali.

 

“kau harus menjadi milikku malam ini…….”

aku hanya menganga mendengar ucapannya, dan tanpa aba-aba dia membalik tubuhku dengan kasar menjadi dibawahnya.

“yunho! apa yang kau lakukan?!! sadar hey!”

yunho hanya tersenyum menyeramkan malam ini,

“aku tak tahu kau cantik……kau akan menjadi milikku malam ini, hahaha…….”

tawanya sungguh membuat bulu kudukku berdiri.

 

*author POV*

 

perlahan yunho mulai memainkan bibir jaejoong, memakan bibir merah cherry itu dengan lahap. jaejoong hanya terdiam tak sanggup merespon. perlahan tangan-tangan yunho mulai nakal menyusuri setiap bagian tubuh pria manis itu.

dan tangan itu pun berhenti pada nipple jaejoong dan memainkannya dengan seksama.

“aahhh……hhmmmpphh……….ahh……..”

desahan-desahan itu semakin lama semakin mengeras, perlahan itu bukan lagi desahan panik dan ketakutan.

melainkan desahan karena kenikmatan tiada tara.

“yunhooo………ahhh……..”

yunho perlahan menggigit nipple yang berwarna merah muda itu. menyesapnya seperti seorang bayi yang kelaparan saat disusui ibunya.perlahan tangan nakal itu mulai meraba ke bagian bawah tubuh jaejoong. meremasnya dengan keras, membuat jaejoong sedikit menjerit dibuatnya.

“ahhh, yunho……mau apa kau?!”

yunho hanya diam memandangi junior jaejoong yang berdiri tegang menanggapi rangsangannya. jaejoong mulai merasa ada hal yang tidak beres.

“yun! jangan!”

jaejoong mulai berontak dalam genggaman yunho, namun tenaga yunho yang lebih besar darinya membuatnya harus tertahan.

perlahan tangan yunho mulai cekatan membuka celana jaejoong, dan itu tentu membuat jaejoong menjerit ketakutan.

melihat yunho yang sudah bersiap memakannya.

“yunho! hentikan! ini tidak benar……ahhhhhhhhhhhhh………………….”

terlambat yunho tanpa aba-aba memasukkan tiga jarinya ke dalam hole jaejoong yang sempit. yunho menjilat ketiga jarinya itu dan mengemutnya dalam mulutnya.

“jaejoong, ini baru pemanasan……kau akan merasakan lebih nanti,”

jaejoong hanya menggeleng ketakutan melihat sikap buas yunho.

yunho mulai membuka celananya dan terlihatlah juniornya yang sangat besar! itu junior terbesar yang pernah jaejoong lihat sejauh ini.

jaejoong semakin ketakutan melihat benda besar itu, dia harus menghentikan yunho sebelum dia berhasil memasukkannya.

“yaaaakk, hentikan! kau tak boleh memasukkannya padaku……”

jaejoong menjambak rambut yunho dengan kasar, hal itu bukan membuat yunho marah malah membuatnya semakin buas.

yunho membuak kedua kaki jaejoong dengan paksa dan menyumpal mulut jaejoong dengan tangan kirinya.

“jangan banyak bicara sayang, kau akan merasakan kenikmatan ini…..”

perlahan yunho mulai memasukkan juniornya yang berukuran super itu ke dalam hole jaejoong yang sangat sempit.

“hhhmmmppphhh……….hmmmpphh………..”

jaejoong ingin menangis saat benda itu terasa menerobos hole-nya. jaejoong benar-benar merasakan kesakitan yang amat sangat pada bagian bawahnya.

“uuuhhh…….kau sempit sekali honey!………uuhh………ahhh………..”

yunho menggerakkan pinggulnya maju mundur berusaha memasukkan benda itu kedalam hole jaejoong. dan membuat jaejoong semakin berteriak karena kesakitan.

“hhhhmmmpph………..k-kumohon…….hen-hentikan………..ahhh………..s-sakit…….yunh…..”

BLESH,

akhirnya setelah sekian lama yang menyiksa junior itu berhasil masuk dengan sekali hentakan keras dari sang pemilik yang membuat jaejoong menjerit tertahan.

tiba-tiba jaejoong merasakan ada yang aneh pada dirinya, rasanya cum-nya akan keluar.

“ahhh…….aku ingin keluar………”

yunho tersenyum manis memandangnya.

“baiklah, kita akan keluar bersama…….”

dan saat itu juga jaejoong merasakan muncratan spermanya kemana-mana, dan yunho yang mengeluarkannya dalam tubuhnya.

jaejoong sedikit merasa lega, dan entah karena kelelahan dia merasa mengantuk. dan tiba-tiba dia merasakan sebuah bibir yang lembut menempel pelan pada bibirnya.

“guten natch…….”

suara itu terdengar pelan tapi memabukkan…….membuat jaejoong terlelap dalam tidurnya,

 

jaejoong tidak benar-benar menikmati malam itu. justru dia merasakan ketakutan dan kesakitan. membuatnya tidak mau mengalami hal itu lagi, cukup terakhir kali dalam hidupnya.

namun, dia tak mengetahui kalau malam itu adalah malam yang akan mengubah kehidupannya secara keseluruhan.

 

*end author POV*

 

~~~

 

*jaejoong POV*

 

pagi itu aku terbangun dengan tubuh yang sangat lemas, kurasakan tubuhku yang polos tanpa sehelai benangpun menempel pada tubuhku. aku hanya bisa mendesah pasrah, aku tak tahu saat ini apa yang kurasakan.

kecewa, marah, sedih…..semua bercampur menjadi satu. orang yang menjadi musuhku yang berhasil merusak pertahananku, mengapa dia begitu lemah tadi malam? mengapa dia tak bisa menentang yunho? mengapa dia seperti terbawa oleh arus permainan yang diberikan yunho?

 

yunho perlahan mulai menggeliat disampingnya, dan tiba-tiba dia membelalakkan mata kaget melihat diriku disampingnya tanpa sehelai benangpun melekat.

“YAK! kim jaejoong! apa yang kau lakukan padaku?!”

yunho menatapku dengan pandangan bodohnya.

“PABO! justru harusnya aku yang bilang seperti itu! apa yang kau lakukan padaku?!!”

yunho menatapku dengan polos, dan kembali mengingat-ingat hal yang ia lakukan tadi malam.

“t-tapi itu tidak mungkin! itu pasti karena kau yang merayuku!”

BUAGHH,

kulayangkan pukulanku hingga membuatnya terjatuh dari tempat tidur.

“AKU TIDAK PERNAH MERAYUMU! brengsek kau! sekarang kau menyalahkanku?!! kau yang memaksaku melakukan hal itu?! kau tahu rasanya?! SAKIT! dan sekarang kau bahkan seenaknya melupakannya?! brengsek kau!”

yunho hanya terdiam sembari mengelus pipinya yang lebam akibat pukulanku.

“oh, tuhan…..mengapa aku begitu bodoh dan polosnya hingga mau berhubungan dengan orang sebrengsek kau! ahh, mengapa harus dengamu?! ahhh, menyebalkan!”

yunho hanya menatapku aneh, entah apa itu ekspresinya.

“mianhae…….”

hanya kata itu yang mampu keluar dari bibirnya. apa dia tak tahu betapa sakitnya diriku?

“minhae jae, aku khilaf…..”

ya, kata-kata itu……khilaf, kata-kata alasan yang digunakan untuk kabur dari tanggung jawab. kau tahu rasanya diriku sekarang ini? kata-kata yang seringkali ku ucapkan itu menjadi boomerang ku, aku yang sering mengucapkan itu pada mantanku, kini merasakan hal yang dialami mereka. mudah saja baginya mengatakan “khilaf dan maaf” tapi dia tak tahu bekas itu tak akan pernah hilang sampai kapanpun. perbuatan burukku seakan menjadi karma untukku saat ini.

“jae apa kau memaafkanku?”

aku hanya terdiam dan menatapnya nanar.

“jika aku mengatakan tidak, apakah kau akan perduli? tah, ini sudah terjadi…….”

aku hanya memandangnya nanar, aku tak tahu apa yang harus kuperbuat sekarang, itu hanya sebuah kecelakaan yang tak disengaja.

“minhae jae………”

yunho terlihat merasa sangat bersalah, meski begitu mungkin itu goal terbesar dalam hidupnya. akhirnya dia bisa mengalahkanku meskipun itu tanpa sengaja.

“lupakan semua ini yun, anggap saja malam itu tak pernah terjadi, anggap saja setelah ini kita tak saling mengenal kembali, anggap saja ini hanya sebuah kecelakaan…..paling tidak kau tidak perlu ketakutan karena aku tak akan hamil”

yunho hanya mengangguk pelan dan pergi meninggalkanku menuju kamar mandi. kudengar suara air yang sangat deras, suara itu terasa mewakili perasaanku, aku ingin menangis……aku ingin berteriak…..tapi aku laki-laki……

dan laki-laki tak boleh menangis.

 

kami keluar dari hotel dengan wajah biasa saja, terasa tak ada apapun yang terjadi di antara kami. yunho terlihat kembali dengan gaya cool dan angkuhnya, ia pun pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal padaku.

mungkin ini yang terbaik, melupakan kenangan itu untuk selamanya dan menganggapnya tak pernah terjadi.

 

~end flashback~

 

“begitulah ceritanya…….setelah itu, tak beberapa lama kami melakukan sex, aku mulai merasa ada yang aneh pada diriku,aku merasakan sering mual setiap pagi dan akhirnya kuketahui sebagai morning sickness, dan aku semakin cepat lelah dan seringkali tidak enak badan, karena hal itu terjadi hampir 2 bulan, maka kuputuskan memeriksakan diriku ke dokter, dan……dokter mengatakan aku mengandung…..”

aku hanya menunduk malu mengucapkannya, mereka bertiga hanya menatapku dalam dengan iba.

“itu pasti berat untukmu hyung, tapi……kami berjanji akan selalu disampingmu, kami akan menemanimu hyung”

aku hanya tersenyum manis, dan memeluk ketiga dongsaengku dengan erat.

“terima kasih, paling tidak kalian tidak jijik padaku……..”

mereka melepaskan pelukan dan menatapku bingung.

“jijik? untuk apa? justru kami semakin mencintaimu hyung…….jaejoong hyung, ahhh…….”

ketiganya menghambur memelukku, aku hanya tertawa melihat tingkah mereka.

setidaknya aku memiliki orang-orang yang perduli padaku dan mencintaiku apa adanya.

 

TBC

comment yah!! ^^

biar author jadi rajin kekeke……..

29 responses

  1. jd yg pertma lg neh..Author Saranghae..!! Akhrnya kau mengabulkn permintaanku..muach muach..hehehe
    akhrnya bc part II jg, wah ada NC nya kekeke..#dasar yadong..
    Lanjot thor mkn seru..

    2 Juli 2011 pukul 19:10

  2. Gimana nasibnya Jae nih??
    Yunho mau tanggung jwb gak thor??
    Tanggung jwb kan?
    Ya kan thor?
    Ayow lanjut thor,
    jgn lama2!
    oh ya d genrenya kan ada angst.
    Jgn kejam2 ya!!
    Lanjut, fighting..

    2 Juli 2011 pukul 20:14

  3. Dasar yunpa udah nidurin jaema malah bilang jaema yang merayu na. hehehehe,………
    Tapi kaya na lo jaema jujur ma yunpa pasti yunpa akan tanggung jawab tuch alna kaya na yunpa ngerasa bersalah juga udah nidurin jaema na. Lanjut autho.

    2 Juli 2011 pukul 20:39

  4. Qionnu

    Rajin2 lanjut ff thor..
    Trus jae mw ngasi tw yun ngga?? Apa mw ngurus baby itu ndiri??
    Ayok d.lanjut..njut..

    2 Juli 2011 pukul 20:56

  5. Lidyaatrueelf^^

    haddeehhh..
    gimana kelanjtuannya??
    gimana.. gimanaa??
    cepet di publish thorr..
    jangan lamaa..
    gak sabarr..
    #plaakk..
    hahah ~

    2 Juli 2011 pukul 21:14

  6. cherry

    aduh…
    penasaran banget ma kelanjutannya,,,,
    Don’t lama” publishnya….

    2 Juli 2011 pukul 22:08

  7. blingblingdya

    yunho jadi peran jahat mulu xD jadi peran jahat mulu xD

    2 Juli 2011 pukul 22:24

  8. Tanjunxiu

    Kya,,,
    yunjae nc.an secara g sadar a.k.a mabuk.
    Weleh,, weleh,,
    appa emg hebat n top abis.
    Bru maen sekali ja,
    dah langsung goal,, *kibarin spanduk yunjae nc // plakk, yadong kumat ^^

    3 Juli 2011 pukul 01:41

  9. Uwoo ._.
    Parah nih yunpa . Kira2 yunpa tanggung jwb ke jaema gatuh? -_-

    duh jadi penasaran kelanjutannya. Tpi semoga aja si yunpa mau tanggung jwb n.naran kelanjutannya. Tpi semoga aja si yunpa mau tanggung jwb n.n

    3 Juli 2011 pukul 05:37

  10. TaemiNica

    jdi bgitu critanya…
    Tu bnar2 karma jae..
    Kalo yun tau apa dia mau tanggung jawab ga ya?
    Kalo ga kasian banget jae nya.

    Hee,,minnie ku ma chunnie kok jadi mesum gitu seh?
    Aish,,dasar mereka ne..
    Tpi untung ada mreka, stidaknya jae ga sedih2 amat.

    3 Juli 2011 pukul 11:09

  11. annyonghaseyoo~…
    akhirnya part 2 muncull…
    aq suka ceritanya, enteng n menghibur….
    lanjut ya…
    di tunggu looo…
    annyong~…

    3 Juli 2011 pukul 11:13

  12. yunjaePoreper

    Jaema cepetan bilang donk sama Yunpa…
    kan kesian baby’nya ntar ga punya appa..
    berunrung Jae punya sodara2 yg menyayangi dan mau menerima dia apa adanya..
    lanjut thor… semangat ya..^^

    3 Juli 2011 pukul 15:01

  13. Gomawo ffnya cingu.. Fighting nulis part slanjutx

    3 Juli 2011 pukul 19:10

  14. JJnaomi

    hyaa akhrinya update jg ><

    3 Juli 2011 pukul 21:14

  15. KyuNanda

    keren thor,, lanjutin part 3 nya dong…😀

    7 Juli 2011 pukul 08:49

  16. maiezzjonghyun

    wah jaemma udah mulai nerima kayak ny…
    trus yunppa gmna??
    kand dy blom tw….
    trus mau nikah ma tunangan ny..
    wah makin rumit neh masa baby gak da bapak ny…
    kand kasian dy…

    lanjut author…:)

    8 Juli 2011 pukul 21:32

  17. rara_cassielf

    Duhhh……
    Ksian jae, udh dpersoka trus hamil pula, ckckck

    Ntar yun bklan tanggung jwb kan yaa….

    10 Juli 2011 pukul 07:36

  18. niiz

    Huaaa nc.nya ngebut amiiit >< kurang panaas thor =="

    20 Juli 2011 pukul 01:55

  19. Yunnie nya blum d critain… Lanjut..🙂

    20 Juli 2011 pukul 16:56

  20. astaga , Jae Umma pasrah banget sih? >,<
    Semangat dong umma!
    Masih ada YooSu & ChangSo (Changmin + Sona) disini yang bakal dukung umma! hahaha #plak #ditabok.Cassie

    kata-kata Jae jadi bomerang untuk dia sendiri ;(

    23 Juli 2011 pukul 15:40

  21. himeShara..

    gyaaaa…
    c yunpa dgn seenak.na meninggalkn c jae tanpa pamit…
    ah,, yunjae.na kapan nie???
    kasian ma c jaema…
    tanpa ada yunpa dy cman breng ketiga dongsaeng.na….

    yakkkkkk!!!!! yunho……
    cepet km tanggung jawab><!!!

    29 Juli 2011 pukul 11:33

  22. princessradita

    Junsu emg aneh, org hamil krn kecelakaan dibilang keren..
    Hihhihihii :p
    Kira2 gmn klo Yunho tau yah?

    9 Agustus 2011 pukul 14:54

  23. han aram

    huwaaaa..
    jangan” asli nha yunho emang suka jeje?
    ato wktu NC an sama jeje yunho bayanin org lain?

    jeje cepet kasi tau yunho donk..
    jangan d gugurin..

    22 September 2011 pukul 09:28

  24. DewiAriyani

    Yunpa dgn kata mianhe gak bakal membuat semuanya kembali seperti semula…
    Jae harusnya bilang ke yunpa biar bisa tanggung jawab tuh..
    Kayaknya yunpa ada rasa tuh ama jae buktinya dy gak marah pas tau mereka udah ncan…hehehehehehe

    10 Oktober 2011 pukul 18:07

  25. aii

    Omo umma hamil… Hehehe
    Ayo appa tanggung jawab krna uda memeperkosa umma *kata kata apa ini
    Hueehehehehhehe

    10 November 2011 pukul 18:49

  26. luv_yunjae_love

    yappariii….
    NC NC NC>>>
    *plak, alaynya kebangetan….
    tp mendingan bilang dech ama yunnie….
    biar dia tau kalau jae umma hamil…
    padahal pas abis NC tu jae smpt bilang “…paling tidak kau tidak perlu ketakutan karena aku tak akan hamil”
    yah, malah beneran hamil….

    26 November 2011 pukul 15:29

  27. ChanNuriza

    gila ya.. orang mabuk serem amat.. yg sabar ya je ntar juga bakal bersatu sama yunho.. salut sama 3 makhluk unik (?) itu (yoosumin) mau ngedukung jeje..

    4 Februari 2012 pukul 13:11

  28. Kim jun sal

    Kasian jaejoong,, yunho tanggungjawab kan??

    13 Maret 2012 pukul 07:10

  29. stevani

    Aaahh..
    Jeajong bilang aja sukaaa…

    Mau tambahkan #plak..

    Yunhoo.. Jgn mang incer jaejong ya??

    Lannjjuutt🙂

    25 Agustus 2012 pukul 19:27

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s