fanfiction for our soul

AFTER LIFE {YUNJAE COUPLE STORY} ONE SHOOT YAOI


Title :  after life

author: jung rye sun

 length: one shoot ready……..

 rate:  PG-13….

genre: AU, romance,angst,…..

 

WARNING!!! don’t read this! if u don’t like yaoi!

annyeong!!!

saya sekarang gy fast posting neh!

hehehe……..

jangan lupa KOMEN!

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

*jaejoong POV*

tiga kali sudah ketukkan palu hakim dibunyikan, tanda selesai sudah perkara yang di ajukan. sebuah keputusan akhir telah terjadi. kutatap wajah orang-orang yang memakai jubah hitam menatapku turut prihatin, semua orang yang berada di ruangan itu seakan berkata “kau harus sabar”. yeah, mereka tak benar-benar mengerti apa yang aku rasakan saat ini.

kulihat wajahnya yang tampan tertunduk lesu, dia tak lagi terlihat menarik dan tegar. raut wajahnya yang tegas perlahan menampilkan kerutan-kerutan berarti di keningnya.

kuhampiri dirinya yang terdiam membisu meratapi nasib buruk yang dihadapinya saat ini. ini sangat berat……ini seperti sebuah bencana untuk kami. setelah segala hal yang telah kami lalui, semuanya harus terbuang sia-sia, dan kami harus kembali berpisah akibat hukuman di balik jeruji besi.

aku tak dapat berkata apa-apa untuknya, karena aku tahu, apa yang aku katakan tidak akan membuatnya kembali tersenyum seperti dulu. semuanya telah terjadi, hukum terkadang memang tidak adil, mereka memisahkan kami, memisahkanku dengan kekasih hatiku.

kuremas bahunya dengan erat, tanpa terasa setetes air mata mengalir di pipiku. aku tak ingin menangis, aku bahkan benci menangis. tapi rasanya dadaku begitu sesak, aku tak sanggup melihatnya terpuruk seperti ini.

“yun…..don’t be scared…..”

perlahan dia memalingkan wajahnya menatapku pilu. matanya yang hitam perlahan mulai berkaca-kaca.

“yun, kita akan terus bersama…..kau harus percaya padaku, kita tidak akan terpisah, aku mencintaimu jung yunho….”

aku berusaha tersenyum ceria, meskipun air mata terus mengalir tanpa henti di kedua belah pipiku. yunho yang melihatku, hanya bisa menatapku pilu.

“yun, all is well…..everything gonna be okay, i’ll stay with you…..”

kurasakan reflek tubuhku memeluknya dengan erat, saat itu juga kurasakan tubuhnya yang besar mulai terisak di bahuku.

terdengar sebuah tangisan memilukan, tangisan yang sangat menyayat hati membuat siapapun rasanya ingin menangis bersamanya. kubiarkan bahuku menjadi penahan beban tubuhnya, karena kesedihannya adalah kesedihanku, keterpurukannya adalah kehancuranku, dan tangisannya adalah pilu-ku.

“jae, aku tak akan pernah membiarkan kita terpisah lagi…….”

dia menatapku dengan tatapan elangnya, seakan ada sihir dalam tatapannya aku langsung mengangguk dengan mantap.

“aku tahu, dan aku akan mengikutimu kemanapun kau pergi……”

sejujurnya aku tak tahu apa yang harus kulakukan saat ini. tapi satu hal yang aku tahu……

aku akan memeberikan segalanya untuknya, sekalipun itu sangat berharga

~~~

kami berjalan beriringan di tepi pantai pasir putih yang indah. yunho sama sekali tidak ingin tersenyum hari ini.

dia bahkan tak mau menjawab apapun pertanyaanku. rasanya aku seperti berjalan dengan orang bisu.

aku tahu bagaimana suasana hatinya, pasti rasanya sangat buruk. andai semua hal itu tidak terjadi. tentu kami tidak akan bernasib seperti ini. perlahan kenangan-kenangan itu mulai kembali berputar dalam benakku, kenangan yang sesungguhnya ingin aku lupakan tapi tak pernah bisa menghilang dari pikiranku.

#flashback

hari ini appa merekrut seorang manager perusahaan yang baru. dia sangat tampan dan berpendidikan namanya jung yunho. perusahaan appa bukanlah perusahaan biasa, namun sebuah perusahaan besar yang sebenarnya merupakan pusat kegiatan mafia di korea, khususnya kota seoul. appa merupakan pimpinan tertinggi dalam organisasi hitam rahasia yang penduduk korea kenal dengan “BLACK DEATH” sebuah komplotan mafia raksaksa di korea. ayahku adalah pendiri dari organisasi ini. dia berlatar dari keluarga yakuza, karena kakekku merupakan mantan petinggi yakuza, jadi tak heran ayahku menuruni sifatnya ini. bisa dibilang ayahku sangat jahat, semua orang tahu organisasi yang ayahku dirikan.

mereka mengembat harta orang, melakukan pembunuhan sadist bagi siapapun yang mengganggu, bahkan mereka mengambil alih perusahaan penting di korea sebagai sarang bagi organisasi gelapnya berlangsung.

jung yunho mungkin masih sangat polos saat ini. dia tak tahu sesungguhnya dia berada dalam mulut singa saat ini. jika aku dirinya aku tentu tidak akan mau bekerja sama dengan orang seperti setan layaknya appa. itu salah satu alsan aku membenci ayahku sendiri.

“yak, kim jaejoong! lihat anak muda ini, dia begitu hebat! kau harus seperti dia! huh, hahaha…..”

yunho yang terus menerus dipuji ayahku hanya tersenyum bangga menatapku. aku tak perduli si tua bangka itu terus membandingkanku dengan orang-orang kesukannya, dan aku tak perduli dengan manusia bodoh seperti jung yunho.

“jaejoong, kau harus belajar banyak dari pemuda jung ini! kau harus menjadi pria sejati seperti dirinya!”

dia menepuk pundak jung yunho dengan bangga. yah, sekarang mungkin si bodoh itu boleh senang ditinggikan oleh ayahku, tapi lihat saja nanti dia akan menyesal memasuki neraka bisnis ini.

~1 month later~

“jae, apa kau sibuk hari ini?!”

aku hanya menatap malas wajahnya dan beralih membereskan buku-buku ku yang berserakan di meja.

“entahlah,”

yunho mulai mengalihkan perhatianku dengan membantu membereskan buku-buku.

“heumm, bagaimana jika nanti malam kita ke night club……disana ada pesta besar malam ini, cmon jae! kita senang-senang!”

dia menatapku ceria berusaha meyakinkanku. aku hanya menatapnya malas.

“errrr, aku tak tahu…mungkin aku sibuk”

dengan kilat dia langsung mengambil paksa tas yang ada dalam genggamanku.

“HEY! kembalikan!”

dia tersenyum nakal dan berlari meninggalkanku. sebelum dia keluar pintu ruanganku dia berteriak,

“aku akan mengembalikan tas ini! tapi kau harus datang malam ini ke night club ja 7! aku menunggumu, BYE!”

aku hanya bisa mendengus kesal dan menghentak-hentakan kakiku dengan malas di tanah.

akhir-akhir ini, yunho dan aku sapat mengobrol cukup dekat. kupikir sebenarnya dia orang yang cukup menyenangkan, dan cara dia berpikir cukup dewasa. meskipun sebenarnya aku tak begitu suka padanya. tentu karena appa yang terus menerus memujinya, yunho yang terbaik menurutnya. yeah, segala pujian itu untuk membuatnya mencintai appa dan akhirnya tidak akan menolak apapun yang dia perintah. sungguh ironis, nasib yunho akan digantung apabila keinginan si tua bangka tidak terpenuhi. terkadang terbesit untuk mau menolongnya, tapi apa dikata, dia sudah terlanjur masuk ke lubang buaya, jadi dia harus menanggung resikonya. jika sudah berhubungan dengan appa hanya ada dua pilihan “lakukan atau mati” kuharap dia cepat menyadari kebodohannya. karena yang dia lakukan saat ini sesungguhnya hanya sebuah sandiwara.

~~~

kumasuki sebuah night club yang terletak di jantung ibukota. para pemuda-pemudi berdansa ria menikmati alunan musik hingar-bingar yang menghentak. rasanya diriku saat asing dengan hal-hal seperti ini, karena aku merupakan orang yang tertutup dan benci keramaian. kuperhatikan satu persatu sudut ruangan mencari keberadaan yunho, saat tiba-tiba seseorang memanggilku,

“jae! come here!”

yunho melambaikan tangannya padaku, kuhampiri dirinya yang sedang bersama seorang gadis cantik yang kupikir adalah gadis sewaan.

” aku tak mau lama-lama disini, sekarang mana tasku?!”

dia tertawa sinis, dan menatapku mencela.

“yeah, smart boy! untuk apa kau belajar susah payah? huh? kau ini kerajinan!”

gadis bodoh disampingnya hanya tertawa kecil dan menatapku dengan tatapan aneh.

“sudahlah, ayo kita menghilangkan stress! minumlah bersamaku, aku akan membayar semuanyaa…..”

tanpa aba-aba dia langsung menarikku duduk di kursi bar dan memesa sebotol besar beer. dituangkannya bir itu kedalam gelas kosong berukuran cukup besar.

“minumlah!”

dia memaksaku untuk meminum minuman itu, sejujurnya aku tak pernah mencoba minuman seperti itu. tapi ada keinginan kuat dan tertarik untuk mencobanya. akhirnya kutenggak minuman itu dengan ganas dan sesekali melihat wajah yunho yang tersenyum puas.

tak terasa sudah 3 gelas aku habiskan, kurasakan kakiku rasanya tak menapak lagi di tanah. omongan yang keluar dari mulutku lebih kepada racauan aneh yang tak berguna. namun, yunho hanya meladeniku dengan tertawa kecil dan menatapku serius. aku sendiri bahkan tak tahu apa yang aku omongkan saat ini. perlahan aku bangkit dari kursi, saat tiba-tiba tubuhku yang sempoyongan hampir saja jatuh, untungnya yunho memegangiku dengan erat.

“jae, nampaknya kau mabuk berat…..lebih baik kau kugendong, kau tak bisa berjalan dalam keadaan seperti ini,”

dengan kasar kutepis tangannya dan berjalan sempoyongan, entah kemana arahnya.

“hey! kim jaejoong……tuh, kau mabuk berat! daripada kau kenapa-kenapa lebih baik kugendong saja!”

tiba-tiba dia mengangkat tubuhku dengan paksa dan menggendongku seperti menggendong karung beras.

“yak!!! jung yunho!!! turunkan aku!!! ahhhhh, fuck you!!”

dia bahkan tidak mendengarkan kata-kataku dan membiarkanku berkicau dalam gendongannya.

“huaaahhh, akhirnya! ayo masuk ke mobil! aku akan mengantarmu!”

dia menurunkanku dari gendongannya, tapi karena tubuhku yang tak siap akhirnya aku malah terjatuh.

“auww!!! sakit!”

yunho yang melihatku terjatuh langsung menatapku panik.

“hey, hey…….aduhh, kau ini! ada-ada saja,”

cepat-cepat dia ambilkan sebuah plester warna-warni.

“huh, kau memakaikanku mainan anak TK???”

aku menatap plester yang berada di genggamannya dengan kesal.

“itu lebih baik daripada lukamu jadi infeksi,”

perlahan dia memakaikan plester itu pada lututku yang terluka. saat ini wajahnya hanya berada 1 inci di depanku.

kurasakan wajahnya mulai berubah, aku tak tahu apa mataku yang rusak atau mulai katarak.

tapi wajahnya jadi sangat tampan…… seakan wajahnya mulai bercahaya…….

“selesai!”

dia menatapku sembari tersenyum sangat manis, senyumannya benar-benar memabukkan. wajahnya yang tersenyum membuatku ingin sekali menggapainya, memeluknya dan menciumnya?

“jae, hello???”

entah ada sengatan listrik aneh dalam diriku, tanganku bergerak tiba-tiba menyentuh pipinya yang lembut.

dia hanya menatapku dengan tatapan bingung……

“jae, kau?……”

aku tak tahu apa yang sedang merasukiku sehingga aku bisa berbuat seperti ini. saat tiba-tiba akhirnya aku tersadar dan melepaskan tanganku dari wajahnya.

“mianhae……”

aku segera bangun dan beranjak pergi saat tiba-tiba tangannya menahanku.

“hey….hey…. tak apa, aku menyukainya…..”

dia mengunci tubuhku dengan rapat, dan anehnya aku tidak menolak. perlahan diangkatnya daguku dengan lembut. perlahan bibirnya yang lembut melekat dengan nikmat dengan bibirku, tangannya yang nakal perlahan mulai menjalari tubuhku. ciumannya semakin memanas dan hebat, saat tiba-tiba kurasakan…. ada sesuatu yang salah,

BRUKK,

kudorong tubuhnya dengan kasar menjauhiku,

“hey, what’s wrong?”

dia menatapku bingung, aku hanya menggeleng pelan dan berlari sejauh mungkin meninggalkannya.

aku tak tahu apa yang terjadi pada diriku, mengapa aku bisa begitu bodoh dengan melakukan hal itu. aku bukan gay! dan aku tidak gila untuk mau memacarinya.

~~~

sejak kejadian itu kami tak lagi saling bicara, yang ada setiap kami berpapasan aku selalu membuang muka dan mengalihkan diri. aku tak tahu, tapi aku hanya malu dan tak siap berdekatan dengannya mengingat kejadian gila yang terjadi beberapa waktu lalu. jika dia berusaha mendekatiku dan mengajaknya berbicara aku akan selalu pergi menjauh, katakanlah aku pengecut…..

tapi aku memang belum siap menatap wajahnya, mengingat betapa memalukannya aku hari itu. dan kau tahu hal parah yang aku lakukan. aku telah memberikan first kiss-ku kepada seorang pria yang baru kukenal selama sebulan! gila! pertama kalinya aku merasakan sebuah ciuman dan itu dengan seorang pria, sungguh menyedihkan.

tapi, aku tak dapat berbohong…. sejak malam dimana dia telah menciumku, aku tak bisa berhenti memikirkannya. setiap saat yang ada di benakku hanya wajahnya. apakah aku mulai gila? saat belum beberapa lama aku membaca artikel di sebuah website yang mnegatakan, jika kita jatuh cinta yang hanya di benak kita hanya si dia. tak ada yang dapat kita lakukan dengan benar selain membayangkannya. tapi masalahnya masa iya aku jatuh cinta dengan seorang pria?

tapi aku merasa aku bukan gay, hanya saja kuakui benih-benih itu ada dan mulai tumbuh.

melihat yunho yang terus menerus mendekatiku membuatku kasihan. dia bahkan terlihat frustasi akhir-akhir ini.

seringkali aku melihatnya sedang sengaja menatapku tajam, seolah ingin sekali mengahmpiriku. tapi aku hanya bisa menjauh dan terus menjauh.

malam ini seperti biasa aku hanya menonton tv sambil ditemani cemilan favoritku. sebagai seorang single dan tinggal sendirian di apartment terkadang ini terasa sangat membosankan. mungkin kau akan bertanya, mengapa aku tidak tingga dengan ayahku yang kaya raya saja? jawabannya adalah, tinggal dengannya sama saja bunuh diri. yeah, rumahku saat ini merupakan sarang komplotan menyeramkan yang digawangi ayahku, jadi lebih aman aku berada di luar rumah ketimbang di dalam rumah, dan dengan cara ini pula aku dapat menyembunyikan identitasku sebagai anak mafia kelas berat di korea.

dalam kebosananku yang terus menerus membolak-balik stasiun tv, tiba-tiba terdengar bel berbunyi. kulangkahkan kakiku dengan malas membuka pintu. siapa tamu yang berkunjung? aku kan jarang sekali mendapat tamu.

kubuka pintu dengan perlahan saat tiba-tiba ketemukan sosok jung yunho di hadapanku.

“hey, jae!”

bagai melihat sosok horror langsung saja kututup pintu, namun yunho dengan tenaganya yang kuat berhasil menahan pintu itu.

“jae please! dengarkan penjelasanku!”

kami terus menerus adu kekuatan dengan pintu. yunho yang sudah kehabisan kesabaran mulai meluapkan emosinya.

“LISTEN ME!!!”

BRAKK,

pintu terbuka dengan kasar dan yunho dengan mata elangnya yang menyeramkan mendorongku kasar hingga terjengkang ke sofa.

“hey!! apa-apaan kau!”

yunho menatapku tajam dan matanya dipenuhi oleh amarah.

” APA MAUMU JUNG YUNHO?!!”

perlahan dia mulai kembali meredam emosinya dan menatapku dalam.

“dengarkan aku…….ciuman itu bukannya tidak berarti untukku, bagiku itu sangat berarti…..”

perlahan matanya yang dipenuhi amarah mulai kembali melembut. digenggamnya kedua tanganku dengan erat.

“jae, aku tak tahu ada apa dengan hati ini….tapi disini….”

dia menunjuk ke arah dadanya.

“rasanya sakit, sakit saat kau menjauhiku, dan tak mau menatapku…… aku akhirnya dapat menyadari satu hal jae,…..”

dia mulai mendekati wajahku dan menatapku dalam,

“aku mulai mencintaimu……”

aku hanya bisa terdiam mendengar kata-kata itu, belum pernah seumur hidup ada orang yang mengatakan hal itu padaku.

“jae, maukah kau menjadi kekasihku?”

kata-kata nya entah mengapa membuatku seperti gadis kecil yang diberi permen oleh ayahnya.

hatiku terasa berbunga-bunga, namun aku tak mau menunjukkannya.

“jae, please……don’t ignoring me,”

mendengar kata-katanya membuatku tiba-tiba langsung menganggukan kepalaku, dan saat itu juga bibirku yang awalnya kelu mengeluarkan sepatah kata

“aku mau”

yunho yang mendengar hal itu spontan langsung berteriak kegirangan, saking senangnya ia bahkan langsung memelukku dengan erat dan memberikan ciuman bertubi-tubi pada bibirku. dan anehnya aku tak menolak justru meresponnya.

“jika kau menginginkan sesuatu untuk pertama kalinya, aku akan memberikannya untukmu……”

dia tersenyum jahat dan perlahan membuka satu persatu kancing bajuku.

“saranghae kim jaejoong……”

dalam sebuah bisikkan aku berbicara

“na do saranghae…….”

dan malam itu menjadi milik kami berdua. hanya aku dan yunho.

~5 months later~

kami benar-benar menyembunyikan hubungan kami dengan hati-hati. dan tanpa terasa kami sudah menjalani hubungan ini selama 5 bulan. dan selama 5 bulan itu kami melewati masa-masa indah bersama. jujur saja, aku tak pernah mengalami hal-hal indah selain bersama yunho. dia begitu menyenangkan, dia selalu melindungiku dan selalu ada untukku jika aku membutuhkannya. dia senantiasa membantuku dalam segala hal. akhirnya aku menyadari bahwa sejak awal aku memang sudah menyukainya. dan kini aku benar-benar dimabuk cinta akan dirinya. aku tak perduli cap orang di sekitarku tentang kami. yang aku tahu adalah dia mencintaiku dan aku mencintainya itu sudah cukup untukku.

karena hal itu pula aku semakin takut jika appa benar-benar menjerumuskannya ke dalam bisnis gelap komplotannya.

aku tak mau yunho terlibat masalah berat. aku tak siap jika sesuatu terjadi padanya. dan jujur, aku sangat takut jika appa akan mengetahu bahwa aku sangat mencintai yunho, dan kami berpasangan. dan kini tugasku untuk melindunginya, karena aku tak mau dia celaka…. dan kuharap aku belum terlambat.

~~~

kulihat appa di ruangannya sedang tertawa bahagia dengan rekan via pertelephonenya. terlihat 2 buah koper berisi uang yang berada di sisi kanan dan kirinya. aku berasumsi bahwa ia baru saja menghancurkan sebuah perusahaan atau lebih tepatnya menjarah uang mereka. tapi siapa kali ini yang membantunya? dan nampaknya kejahatannya itu berhasil.

saat aku akan meninggalkan ruangan kulihat yunho yang hampir berjalan kearahku, tapi setelah melihatku, dia malah menjauh ketakutan. kupikir kali ini pasti ada yang salah……

~~~

“yun, katakan sejujurnya padaku! aku mau kejelasan!”

kuatatap wajahnya penuh amarah. aku tahu dia pasti melakukan sesuatu yang salah.

“yunho! kau punya mulut! bicara padaku!”

dia menatapnku dengan sendu dan perlahan dia mengacak rambutnya frustasi.

“baiklah…….jae!…….. aku melakukan bisnis gelas ayahmu itu, aku mencuri dana khas SMentertainmetn, kau pasti tahu perusahaan itu, dan parahnya………”

dia mulai menatapku ketakutan.

“aku membunuh pemimpin perushaaanya…”

WHAT?!

apalagi sekarang?! apakah dia mulai gila?!

“stupid! sudah kubilang berhenti dekati ayahku! jangan kau masuki lebih jauh lagi! tapi kau melanggarnya!”

dia menatapku ketakutan dan perlahan meraih tanganku.

“aku tahu aku bodoh! dan aku minta maaf kumohon maafkan aku! aku sangat mencintaimu jae, dan aku tidak mau mati muda……”

aku menatapnya dengan iba. aku tahu ini bukan salahnya seutuhnya, ayahku memperkerjakan orang baik sepertinya. sungguh berdosa besar ayahku si bodoh itu! lebih baik dia yang mati dibanding yunho. karena orang yang jahat sama sekali tidak berharga.

“baiklah, aku memaaafkanmu……”

dia langsung tersenyum senang dan memelukku dengan erat.

“thanks…..viene danke,”

aku hanya tersenyum kecil dan balas memeluknya. aku hanya bisa berdoa semoga setelah ini semuanya baik-baik saja.

~6 months later~

aku mencium akhir-akhir ini appa menaruh kecurigaan pada hubungan kami. kurasa dia mulai penasaran dengan aku dan yunho lakukan selama ini. dan aku khawatir dia akan mencelakai kami berdua. karena appa sangat benci dengan seorang gay.

malam itu aku dan yunho pulang ke apartemenku, aku tak menyadari bahwa ada seseorang yang membuntuti kami.

seperti biasa yunho yang horny mulai mengajakku bercumbu mesra. saat kami sedang berada dalam sensasi kenikmatan klimax tiba-tiba bel berbunyi. perlahan kubukakan pintu apartemen dan melihat 2 orang anak buah appa yang bertubuh besar menatapku garang.

“tuan muda, tuan besar ingin bertemu anda sekarang!”

dengan tidak sopan pria besar itu menarik tanganku kasar.

“hey!!! don’t touch me!”

kutepis tangannya dengan kasar. yunho yang melihat kejadian itu tentu marah dan mencaci pria itu.

namun mereka tidak mendengarkan, bahkan akhirnya mereka menarikku paksa.

mereka menyeretku dengan paksa meninggalkan apartemen, yunho yang aku tak tahu nasibnya emmbuatku khawatir. apakah pria tambun yang satu lagi membuatnya celaka? aku sangat ketakutan saat ini, apalagi dengan orang besar aneh suruhan ayahku yang berada di sampingku. tak lama kemudian pria yang tadi menahan yunho kembali dan memasuki mobil. kuatatap wajahnya dengan amarah,

“hey, kau! jika kau mencelakai yunho, akan kubunuh kau…..”

dia hanya tersenyum meremehkan, dan di dalam mobil aku hanya bisa berdoa, semua akan baik-baik saja.

~~~

akhirnya kami tiba di rumahku yang sangat besar. appa telah menungguku dengan tenang di dalam ruangan keluarga.

disana berdiri beberapa assistennya yang cukup kukenal.

“welcome home, my son….”

dia memberikanku pelukan kilat dan menatapku dengan senyumannya yang memuakkan.

“appa, apa maumu?!”

dia menatapku dengan tajam dan perlahan mendekatiku.

“kau mau tahu apa mauku?”

dia menatapku dengan senyum meremehkannya dan mengambil sebuah amplop cokelat dan membukannya.

“lihat foto ini!”

dia melemparkan foto-foto itu tepat mengenai wajahku.

“a-apa-apaan ini?!”

ku amati foto-f

dia menatapku sinis dan membuang ludahnya kasar.

“kau menjijikkan jae!!! aku tak pernah mendidikmu menjadi banci! sejak kapan kau suka pria huh?!”

aku hanya terdiam dan menatapnya tak berminat.

“apa itu penting?!”

dia menatapku dengan murka dan menampar wajahku.

PLAKK,

“aku tak pernah memilki anak yang seorang gay! tidak akan!!!”

aku tertawa mengejeknya.

“huh, kalau begitu tak usah anggap lagi aku anakmu! karena aku sudah tak tahan menjadi anakmu!”

PLAKK,

“beraninya kau berbicara lancang padaku! akan kubunuh yunho sialan itu!”

tak lama kemudian sosok yang dibicarakan itu datang.

“apa maumu?! kau hanya ingin menghina kami hah?! apa masalahnya jika anakmu mencintai pria?!”

dia menatapku penuh amarah.

“AKU TAK PERNAH MEMILIKI ANAK SEPERTI KAU! AKU TAK MENGINGINKAN ANAK SEPERTIMU! LEBIH BAIK KAU MATI! AKU TAK SUDI MEMILIKI ANAK SEPERTIMU!”

aku hanya bisa tertawa saat ini, dan aku tak pernah menginginkan ayah brengsek sepertimu!

jika kau bukan ayahku, mungkin saat ini aku masih memiliki ibu. betapa bencinya aku pada pria tua bangka ini.

dia telah membunuh ibuku. ya, ibuku yang katanya mati bunuh diri sebenarnya dibunuh oleh tangan ayahku sendiri!

aku ingat sekali malam itu, saat umma dan appa bertengkar hebat. umma mengamcam akan membawaku pergi. tapi appa mengamuk dan menyakitinya dengan membabi buta, hingga akhirnya umma tak lagi bernayawa.

aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri dan itu adalah alasan utamaku sangat membencinya.

“LEBIH BAIK! KAU MATI DARIPADA MENJADI GAY!”

ohyeah, sebentar lagi nasibku akan seperti ibuku.

“BUNUH AKU! aku lelah hidup menderita karenamu! seharusnya kau membunuhku juga saat kau menghabisi nyawa umma! brengsek kau!”

appa semakin menatapku murka, dia menyiapkan sebuah pistol dan memasukkan peluru kedalamnya. jika dia menarik pelatuk itu, maka tamatlah riawayatku.

“kau ingin kematian! maka aku akan menghantarkan kematian untukmu!”

perlahan kupejamkan mataku rapat-rapat, sebentar lagi aku akan mati….selamat tinggal jung yunho, aku mencintaimu.

DORR………DORR…….

kubuka mataku perlahan, aku tak percaya ini seharusnya aku sudah mati…

kulihat tubuh ayahku perlahan tumbang, 2 buah tembakan bersarang di tubuhnya.

“JAE!”

yunho berlari menghampiriku dan memelukku erat,

kulihat anak buah appa mulai mendatangi appa yang tergolek lemas, dan kuyakini dia mati.

“ayo lari!”

yunho menarikku dengan kasar menjauhi rumah besar itu. pria itu sudah mati, dia sudah pergi. dan dia tak akan mengganggu hidupku lagi….

“jae, kita akan pergi jauh……”

yunho menatapku dengan tatapan serius.

“kita akan pergi sejauh mungkin meninggalkan seoul, karena sekarang aku adalah buronan……”

kutatap wajah yunho yang kelelahan penuh rasa iba. ini semua salahku aku membiarkan segalanya terjadi begitu buruk.

“yunho mianhae……”

dia hanya tersenyum manis dan menggenggam tanganku erat.

saat itu dia meyakinkanku bahwa semuanya akan baik-baik saja, tapi aku merasa segalanya belum selesai sampai disini.

#end flashback

setelah beberapa bulan pencarian polisi, akhirnya mereka menemukan yunho. dan dalam sidang pembelaan yunho tidak dapat dimenangkan karena dia memang bersalah. dia bersalah dengan tuduhan membunuh. dan dijatuhi hukaman 7 tahun kurungan penjara. tragis, dia tidak bersalah…..karena dia membunuh orang yang benar. tak perduli statusnya tersangka saat ini aku tetap membelanya dan berada disampingnya. karena aku mencintaninya…..

~~~

kami berdiri di sebuah tebing tinggi yang curam, yunho menggenggam tanganku dengan kuat.

“betapa indahnya pemandangan ini…..seperti surga,”

aku hanya tersenyum kecil mendengar pembicaraanya.

“jae, setelah sekian lama kita bersama….aku tak ingin kehilanganmu lagi,”

dia menatapku dengan matanya yang dalam.

“aku juga yunho,”

angin berhembus sangat kencang, membuat suasana begitu romantis dan indah.

“jae, jika aku menginginkan pergi ke surga..maukah kau ikut menemaniku? mengikuti setiap derap jejak langkahku?”

perlahan tangannya menggenggam tangaku erat.

“aku akan mengikutimu kemanapun kau pergi yun…..karena aku mencintaimu,”

aku merasa ada sesuatu yang salah, tanpa terasa air mataku mulai menetes tanpa sebab.

“dan, jika aku ingin mengikuti kematian yang datang dihadapanku, maukah kau ikut bersamaku?”

DEG,

ada perasaan ketakutan yang besar dalam diriku tapi aku ingin melakukannya.

“ya, aku mau…..”

yunho yang mendengarnya tersenyum lebar, begitu indah.

“dan maukah kau mengikuti kematian bersamaku saat ini? taka akn ada lagi penghalang di antara kita, tak ada lagi kisah menyedihkan antara kita, hanya sebuah perpisahan yang indah…….”

aku merasakannya, bahwa aku ingin bersamanya….aku ingin berada di sampingnya setiap saat, dan aku ingin hidup abadi bersamanya.

“siapkah kau menjemput kematian?…….”

aku tak menjawab, bibirku kelu….aku hanya bisa memeluk tubuhnya erat, begitu erat…….

“pejamkan matamu jae boo, pegang aku erat-erat karena kita akan menjemput surga…..”

perlahan kupejamkan mataku dan kupeluk erat tubuhnya, perlahan kurasakan tubuh kami mulai melayang terbang dan akhirnya memasuki dunia baru menjemput sebuah kematian yang indah……….

*author POV*

dua insan yang saling mencintai itu tersenyum dengan manis. kini, mereka tak lagi merasakan kesulitan dan kesakitan, semuanya telah terbayar. hasil sebuah pengorbanan cinta yang terbayar lunas. mereka saat ini berjalan bergandengan tangan menyongsong kehidupan baru di dunia dan di alam yang lain. sampai kapanpun tetap bersama dan tak akan pernah terpisah…..YUNJAE

THE END

huaaaaaahhhhhhhhhhhh…………….seleseeee!!!

sebenernya saya merasa sangat tidak puas dgn ff ini! alasannya adalah ONE SHOOT!

masih banyak yang ingin saya sampaikan dan ceritakan tapi waktu jua yang memisahkan kita #apa kale?

yasudah, daripada awak banyak bacot!

saya gak minta macem2 cuma tolong yah!

DON’T BE SILENT READERS!

follow me @anaknyaYunjae

14 responses

  1. wah dalem ceritanya,,, T.T sungguh menyedihkan,, oh ya chingu katanya M-preg tapi kok gak ada tulisan yang menggambarkan kalau jaema lagi hamil?? mian,, banyak protes,,,🙂

    28 Juni 2011 pukul 20:03

  2. cherry

    wah… kok the end sih????

    28 Juni 2011 pukul 22:39

  3. yunjae casshipper

    mati? aarrgghhhh aku sebel kalo udh ujung”nya mati deh, sediiiiiih ToT

    28 Juni 2011 pukul 23:40

  4. Tanjunxiu

    Kisah cinta yunjae couple memang sejati.
    Aq suka ni ff,
    meski crita.y mengharukan n sad ending T_T

    29 Juni 2011 pukul 05:54

  5. TaemiNica

    kok bunuh diri seh?
    Huwaa ga rela aku..
    Tpi dari pda mrka mdrita.
    Hiks hiks.
    Cinta YunJae memang ga ada mati nya..
    Slalu b’sama.

    29 Juni 2011 pukul 09:39

  6. Lanlopumin

    Tragiss…cinta yg penuh perjuangan..
    Tapi kenapa mereka bunuh diri?! Ga papa deh yg penting yunjae selalu bersama..

    29 Juni 2011 pukul 10:59

  7. jungryesun

    karena copas, mpreg nya lupa dihilangkan, hehehe…….mianhae all #bow

    29 Juni 2011 pukul 17:12

  8. annyonghaseyoo~
    mian baru komen…^^.v….
    jadi akhitnya tu mereka mati sama sama ya…
    aduh gimana gitu ysa perasaannya pas baca…
    nih ff bener” nguras emosiiii….
    i like it….
    annyong…

    29 Juni 2011 pukul 17:29

  9. bunuh diri yach…..????
    Dalam banget kisahnya…….
    Dlm dunia nyata ada g’ yach yang kayak gini?????????

    29 Juni 2011 pukul 21:37

  10. Hwaaa..knp hrz mati?! Yunjae memang tak terpisahkan.
    Tragis bgt chingu ceritanya menohok hatiq#apa lah bhasa gw
    YUNJAE IS REAL , AKTF!!!

    30 Juni 2011 pukul 21:54

  11. knapa endingny Yunjae jdi mati bareng??
    tak rela,,tak rela,,tak rela,,,,,,,
    T.T

    1 Juli 2011 pukul 22:57

  12. han aram

    T.T

    yunho ga salah..
    hakim nha bodo ah..
    ~3~

    tpi seenggaknha mereka bahagia d alam sana..

    21 September 2011 pukul 09:29

  13. Jung Nickey U-Chunnie YunJae

    akhir yg sedih tp membahagiakan*nah loh*
    wlopun yunjae’y mati,v mrk bhgia d alam sana..
    demi nyelamatin jaema appa bunuh mr.kim,uhhmm appa emng suami ideal,hoho*ngaco.com*

    16 November 2011 pukul 15:54

  14. ChanNuriza

    aseeeek mati bunuh diri #bletak!
    oya yg bunuh ayahnya jeje itu yunho yak? hehehe
    nice ff

    4 Februari 2012 pukul 11:50

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s