fanfiction for our soul

In Library [YooSu]


Disclaimer: DB5K (c) 2003 SMEnt.

Rate: T (jaga-jaga M)

Warning: OOC, OOC, OOC, AR, AU, typo(s), abal, DRABBLE.

(c) intan9095

##

‘Aku ngantuk!’

Junsu membantin sembari mengerjapkan matanya berulang-ulang kali. Rasa kantuk mulai merajainya di waktu yang tidak tepat. Junsu sengaja mengambil tempat di perpustkaan ini tepat saat pulang sekolah barusan, tepatnya hari Kamis sore dini hari. Karena besok ia harus dihadapi dengan berbagai kajian dari IPA, termasuk Fisika, yang ia berharap segera saja musnah dari muka bumi.

Ada satu hal yang membuatnya tidak bisa konsentrasi, hal yang membuatnya terus memijit keningnya dan terus berulangkali mendorong seseorang di sampingnya yang tak pernah berhenti untuk…

“Yoochun-sshi, menjauh sekarang,”

“Ti-dak. Ma-u,” yang bersangkutan tetap pada posisinya, kembali melanjutkan ‘kegiatanya’. Junsu jawsdrop.

Geez, cukup!”

Junsu meletakkan buku tebal dari tanganya di atas meja dan menggunakan kedua tanganya untuk mendorong Yoochun sejauh mungkin dari yang sekarang. Ia benar-benar ingin cepat menguasai setidaknya beberapa materi, andai pemuda berambut sedikit curly dengan sedikit warna blonde tersebut tidak terus saja menciuminya tanpa henti; kuping, pipi, sudut mata, hidung lalu turun ke tangan dan kembali ke leher dan parahnya Yoochun memberinya hickey dalam jumlah banyak pula. Sementara tangan lainya mengalungi leher Junsu dan membelai pipinya lembut. Terus berulang-ulang dan sepertinya tidak akan berhenti.

Kali ini, lidahnya kembali menjilati leher jenjang Junsu bak es krim lalu menggigitinya, “Loe enggak perlu khawatir sama keperjakaan loe, gue nggak bakal nyerang kemana-mana kok, hehe, hmm” tangan lainya sibuk berkutat pada ponsel, jari-jarinya menekan setiap tombol member pesan pada ibunya bahwa ia tengah belajar bersama Junsu yang memungkinkanya akan pulang larut malam.

“Sialan, enggak bisa, gue tetap aja khawatir dan lebih baik loe duduk di hadapan gu—”

Tiba-tiba Yoochun menarik pundak Junsu. Memutarnya hingga mereka sekarang berhadapan dengan jarak yang lumayan dekat.

“Nah, sekaranggue sudah ada di hadapan loe, ‘kan?” koorYoochun dengan wajah berseri-seri.

“Tuhan,” semakin lama, Junsu berpikir orang di hadapanya sekarang sedang bergurau atau memang bodoh? Junsu kembali membetulkan posisinya dan berkomat-kamit dalam hati agar benar-benar bisa fokus pada—

“I-idiot!? ” namun sepertinya ulah Yoochun semakin menjadi yang mulai menjilati kupingnya lalu mengigitnya. Lengan kirinya terangkat dan kembali mengalungi leher Junsu membuatnya melenguh pelan.

‘Baiklah,harus bisa konsen dan terasi—ehm, konsentrasi!‘ pikir Junsu mengabaikan ciuman-ciuman Yoochun yang mulai mendarat di kelopak mata kananya.

“Junsu,”

“hm,”

“Junsu-chan~”

“…”

“Park Junsu!”

“Hoek!”

“Oke, Junsu wa Yoochun no waifu~”

“…” *lempar golok*

“Junsu!”

“HAH!?”

Yoochun menciumi ujung bibir Junsu lalu berbisik, “Yakin nggak mau ambil kunci jawaban di kantor saja?”

“Brengsek, loe pikir gue bakal menjelma kayak loe yang sehari-harinya hanya mengandalkan contekkan, menyogok guru, or semacamnya?!”

“Ayolah, loe itu menyimpan kharisma, sekali kedip beres kok!” Yoochun mulai mengirup dalam-dalam wangi rambut Junsu, tanganya masih membelai lehernya.

Junsu menggelengkan kepala, kembali membaca setiap deretan kalimat dalam buku.

“Junsu~”

Yang dipanggil menghiraukan panggilan Yoochun. Akhirnya ,Yoochun mengambil insiatif; mendekatkan wajahnya lalu mengecup pelan kedua bibir Junsu yang menjadi incaran utamaYoochun sejak tadi. Hanya kecupan singkat dan dia masih mendapati Junsu tetap pada pandangan SANTAI kearah buku.

Sebuah ide (gila) muncul. Yoochun semakin merapatkan diri menautkan jari-jarinya pada jemari Junsu yang di simpanya di atas buku. Junsu tampak tidak mempedulikanya.

“Aaa~ Junsu-ah… loe marah?”

Tidak ada jawaban. Junsu hanya menghela nafas panjang. Yoochun segera menarik leher Junsu lalu kembali menciumnya. Kali ini ia melumatnya walau tidak mendapat balasan, ia lalu mempergunakan jari-jari yang barusan mengalungi leher Junsu *kok kayak Chun yg jadi uke-nya? =,=a*  lalu melepaskan ciumanya dan dengan cepat jari-jarinya masuk ke dalam mulu t Junsu dan membukanya, Yoochun segera kembali menciumi Junsu, lidahnya melesat masuk, menjelajahi apa yang ada di dalam sana. Sementara Junsu sendiri, memejamkan matanya kuat-kuat dan mendorong tubuh Yoochun dengan sebelah tanganya yang bebas karena tangan lainya masih digenggam oleh tangan Yoochun.

Mmhh, Yo-Yochun,”

Yoochun terus menciuminya dengan membabi buta. Saat Junsu membuka kedua matanya, saat itu juga ia dapat melihat Yoochun mendelik tajam padanya. Ia segera menyingkirkan buku di dekat tangan Junsu hingga jatuh dari meja dan menarik kedua tanganya. Ia mendorongnya hingga terbaring pada kursi panjang tersebut dan menahan kedua tanganya di atas kepalanya.

“Ma-mau apa loe?!” Junsu terkejut ketika sebelah tangan Yoochun mulai menyelinap masuk ke dalam kemeja Junsu, meraba-raba yang ada di dalamnya hingga mendapati apa yang ia incar. Junsu membelak, kedua pipinya memerah.

“Loe jahat, barusan gue malah dicuekin, jadi sekarang loe musti membayar itu semua, Junsu-chan, hahaha!”

Junsu bergidik melihat tawa aneh dari Yoochun, sepertinya ada yang tidak beres, ia tidak mau sesuatu terjadi padanya di tempat ini, tepatnya perpustaan sekolah dan bagaimana bila tiba-tiba petugas melihat mereka?!

Junsu memejamkan matanya kuat-kuat lalu mendorong kuat-kuat tubuh Yoochun, “Hentikan! Yoochun! Sialan!”

Junsu sudah setengah hampir pada posisi duduknya namun ia kembali terbanting pada kursi dan bibirnya terkunci kembali oleh bibir Yoochun. Tak berapa lama setelah tangan Yoochun meraba-raba perutnya dan mendarat pada nipple Junsu, ciumanya turun pada leher dan membuat banyak sekali mark. Keduanya benar-benar atmosfir ruangan memanas, padahal ruangan tersebut berdinding tinggi, sangat tinggi (dalam maksud hitungan dua lantai) dan sepi karena waktu sudah menunjukan hampir sore, Junsu tetap tidak bisa melawan dan pasrah menjadi bagian ‘bawah’ atas perlakuan Yoochun, sahabatnya.

Ya, tentu saja sahabat karena Junsu belum bisa menerima Yoochun sebagai kekasihnya, sejak 4 tahun lalu, malah.

Nnnhhh, to-tolong berhenti,

Yoochun berhenti sejenak saat sedang menggigiti nipple Junsu, ia tersenyum lembut lalu mengecup puncak hidung Junsu, “Sebentar lagi, baby.”

Sial, gue bakal balas dendam setelah ini!’ Junsu menggigit kuat bibirnya hingga membiru ketika lidah itu kembali hilir mudik di nipplenya lalu menghisapnya tanpa ampun. Keduanya berkeringat banyak hingga kemeja masing-masing menepak pada kulit mereka.

30 menit berlalu…

Oh my fire truck God…”

Keduanya mematung. Jantung masing-masing terus berdetak kencang. Benar dugaan Junsu, habislah mereka, di keluarkan dari sekolah lalu di tendang dari keluarga dan setelah itu menjadi gelandangan.

Dammit! ‘ umpat Junsu membantin. Karena ia yang di ‘bawah’ dan tidak dapat melihat seseorang tersebut di balik meja, ia hanya bisa menoleh ke samping dan memejamkan matanya kuat-kuat, wajahnya memerah serta bulir-bulir keringat masih terlihat jelas dari pelipisnya.

Yoochun menelan ludah sesaat lalu ia menoleh…

“Halo, Changmin, hehehe,”

‘Oh, tiang listik  itu ternyata,’ pikir Junsu menghela nafas lega.

“Hehe, aku mampir ke sini mau bikin rangkuman untuk besok saja. Tapi kebetulan aku punya firasat untuk datang ke sini dan, ya, aku lihat Junsu belajar dengan sangat tekun walau kau mencumbu dia terus, hahaha!” Changmin tertawa hambar sembari menggaruk belakang kepalanya yang banyak kutu *digaplok sarung*. Ia lalu duduk bersebrangan dengan mereka dan menaruh beberapa buku tebalnya di meja.

“Hahaha! Awalnya aku ada niat untuk langsung membawanya ke kamar mandi—ITTAI!!” Yoochun menjerit ketika Junsu mencubit tanganya yang masih menahan kedua tanganya. Changmin bergeser sedikit lalu melihat ke bawah meja sekarang.

Sōdatta, kau membuatnya seperti calon pemerkosaan, hyung,” desis Changmin menggelengkan kepalanya lalu kembali pada posisi duduknya, membuka buku.

“Oh ya? Kalau begitu aku akan memperkosanya sekarang di sini, kamu harus melihatnya untuk masa depan, Changmin, hahaha—UWAA!!”

“BRENGSEK LOE!! LEPASIN GUE!!” jerit Junsu sambil meront-ronta heboh karena tubuhnya yang dijadikan ‘kursi’ oleh Yoochun. ‘Ah, pakai cara ini saja’ pikir Junsu lalu mengangkat lututnya dan… LUCKY!! Yoochun terlonjat kaget sekaligus jatuh dari kursi, ternyata Junsu berniat untuk membunuh ‘kesejatian’ Yoochun itu.

“Hahaha!! Sakit hyung? Nanti aku sunatin, deh, biar sakitnya hilang, hahaha!” tawa Changmin menggema pada ruangan besar ini melihat Yoochun terkapar di lantai dengan memegangi ‘aset’nya. Junsu bangkit lalu duduk dan menemukan Changmin yang sudah ambil ancang-ancang menyunati Yoochun.

“Changmin-ah, anteringue pulang yuk!”

“Huh? Terus Yoochun-hyung gimana?”

“Gue uda peduli! Palingan, nanti kalau ada tante-tante girang yang nyasar ke perpustakaan ini, pasti bakal jadi incaranya, hahaha!” Junsu langsung menenteng tasnya lalu menarik Changmin. Meninggalkan yang Yoochun mulai manyun.

“Mungkin bisa gue melanjutkan lagi setelah berhasil menyelinap masuk ke dalam kamarnya, ehm, kalau perlu ajak Changmin deh,” pikir Yoochun mulai bejad. Ia menyeringai mengerikan yang siapapun melihatnya langsung ngompol *disate reader*.

#FIN#

Author’s note: gaje banget ‘kan? =,=a bahasanya campur sari, sengaja sih #plaak# ini fanfic drabble LAMA & cuman dikit saia edit2, jadi klo kata2nya abal, maaf ya ><

Sōdatta: rupanya begitu ya

Ittai: Sakit!

Junsu wa Yoochun no waifu: istri yoochun adalah junsu (or semacamnya lah -,-v)

komennya ya~

11 responses

  1. chun pervert sekalee,
    orang su-ie lagi belajar kok digangguin.. ==”
    ditendang kan jadinya, pas ‘itu’ lg..
    rasain tuh.. hahaha *ketawa di atas penderitaan chun*
    sii tiang listrik gangguin reader tuh,
    orang lg nunggu lemonannya yoosu kok, tiba2 nongol kayak setan..

    28 Juni 2011 pukul 08:35

  2. saia baru tau blog ini,.dan lngsung dpt yoosu

    aigoo..chun pervert dah,ga tau apa su lg blajar? *tumben pula su blajar? -_-* #slapped by su#
    mimin lg sbnrnya ngintip yoosu apa blajar? #slapped again#😀

    28 Juni 2011 pukul 22:55

  3. Yoloh ngakak sumpah wkwkwk yoochun pervert sejati! Hahaha astagf nyebut2 sumpah lol abis, mana si changmin nya kaya orang polos gt lg anjir nambah ngakak, buat drabble nya lg thor kalo gak buat full sekuel nc nya di kamar junsu /plak *ketularan pervertnya yoochun* hehe mana si changmin nya kaya orang polos gt lg anjir nambah ngakak, buat drabble nya lg thor kalo gak buat full sekuel nc nya di kamar junsu /plak *ketularan pervertnya yoochun* hehe

    29 Juni 2011 pukul 00:08

  4. JungAngel_LovelyXiah

    Uchun pervert,My Junsu hti2.Min jgn mw!My Junsu hny milikku!Bwt Uchun aj yg jd Uke.My Junsu seme*dpluk My Junsu*lnjtkn!!

    29 Juni 2011 pukul 07:19

  5. wah, sugoi ne….Su bs tahan d’ciuman maut chun…..

    kekekekekeke changmin polos” gmn……

    cba ampe NCnya😄

    29 Juni 2011 pukul 07:27

  6. wah, wah, wah, tahan aj c Su d’gtuin ma Chun…klo aq dah aq babat tuh XP

    coba ad NCnya, lbih mantap ini….kekekekekkeke

    good job thor^^

    29 Juni 2011 pukul 07:36

  7. annyonghaseyoo~..
    yoochun bener” pengen makan junsu(?)!!!!….
    changmin dateng di saat yang gak tepat….
    buat yang yoosu lagi dong….
    annyong..

    29 Juni 2011 pukul 17:45

  8. Uchun pervert bgt!!!su’ie kan mo belajar mlah di grepe2,untung miniie dateng selamet deh kesucian(?) su’ie#apadeh
    Buat lgi dunk chingu NC nya tmbahin*yadong akut*

    30 Juni 2011 pukul 20:49

  9. rara_cassielf

    Wow…..chun pervert bgt dsni
    N junsu tahan bgt dgodain kek gtu -_____-

    Nice drabble thor

    1 Juli 2011 pukul 11:11

  10. SusuPisangRasaAyam

    Nchun sumpah ya ._.

    12 Agustus 2011 pukul 12:54

  11. Waw Yoochun pervert abis ..
    Mau kau apakan umma angkat ku haha Park Yoochun #pllak ..
    Jdi kebaan pas Yoochun mnggil junsu Park Junsu trys umma muntah ..
    Hahaha #reader gaje ..
    Keren thor ff’a , ini di bkin lanjutannya dong ..

    17 September 2011 pukul 18:00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s