fanfiction for our soul

VIVA Rock [1 / ?]


Summary: Siapa sangka, Yunho semula berencana memanfaatkan cuti 3 bulan ke Jakarta, bertemu ketiga sahabat yang amat dirindukannya yang justru memiliki perubahan 180 derajat dari yang dikenalnya?

Disclaimer: DB5K (Yunjaeyoosumin) © 2003 SMEnt.

Rating: T / M

Pairing: YooSu & HoMin (maybe YunJae?).

Genre: Humor/Romance

Warning:  Alternate reality, OOC, non-EYD, SHOTA, pengulangan kata *semoga enggak ada*, typo(s), if you don’t like the pair provided, don’t push yourself to read, don’t like don’t read?

Author: intan9095

##

Hari itu, hari dimana semua sedang berlibur umum. 2 minggu. Libur yang lumayan panjang dan hari itu juga pada hari ke-3, Yunho memutuskan untuk berlibur ke Jakarta selama beberapa hari yang tidak di setujui oleh pemuda berambut model Final Fantasy karena di sana nanti Yunho pasti akan di temui wanita-wanita cantik –yang sudah jelas ia juga mata jelalatan seperti Yoochun- dan mengajak wanita-wanita tersebut ke sana-kemari hingga seminggu berturut-turut tidak pulang. Itu yang di cemaskan seorang Kim Jaejoong.

“Aiissh! Yunho-ah! Tetaplah di Korea! Sebentar lagi kau akan melakukan tour ‘kan? Persiapkan diri dari sekarang! Jangan pikirkan liburan!” dari nada di telepon tersebut, sudah jelas Jaejoong sudah hampir meledak karena sulit untuk menasehati Leader TVXQ ini yang sedikit keras kepala.

“Masih lama, urusi saja urusanmu di sana, aku hanya sekedar liburan untuk mencuci mata. Kamu seperti ibu-ibu takut kehilangan SUAMI tersayang sepanjang masa kalau seperti itu, haha!” Yunho masih menggenggam ponsel slip-nya sembari melangkah pelan ke lemari pakaianya, membukanya lalu mengeluarkan beberapa baju dan celana serta dalaman.

Geezzz… apapunlah! Sudah ku beritahu yah! Huh! Yaudah! SELAMAT MALAM JUNG YUNHO!!!”

Tuuut…tuuuut

Yunho menyeritkan dahi keheranan setelah menerima hentakan telepon yang di putus Jaejoong di seberang sana. Marah. Yunho menggelengkan kepala lalu mulai mempacking persiapanya untuk besok berangkat ke Indonesia, tepatnya ke Jakarta. Tak berapa lama setelah Yunho hampir selesai mempersiapkan semuanya, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka…

“Hyung~” Dari balik pintu terlihat Changmin menyembulkan kepalanya dengan ekspresi menyedihkan, Yunho sweatdrop.

“Wae? Min-ah?”

“Mau kemana? Pergi kok gak ngajak-ngajak? Hyung jahat sekali! Aku di lupakan begitu sa—“

“Cerewet, kalau mau ikut bilang aja. Ehmm..” Yunho berhenti sejenak memerhatikan Changmin yang tampak seluruhnya begitu ia berjalan mendekati Yunho. Yunho merasakan sesuatu yang berdesir di dalam tubuhnya begitu melihat pakaian yang di kenakan Changmin malam ini ; boxer putih tipis pendek 10-15cm di atas lutut, kaos panjang tanpa lengan berwarna hijau, handuk yang mengalungi lehernya ; ia berkeringat, rambutnya lumayan basah, kaosnya menepak –memperlihatkan sepasang nipple di dadanya- dan celanaya yang juga menepak –memperlihatkan bentuk pahanya …. begitu menggoda iman Jung Yunho.

“Apa hyung? Eh! Aku ke sini sekalian mau minta bantuan hyung nih! Boleh?” Changmin berdiri di depan cermin panjang di samping lemari pakaian Yunho sembari menyeka beberapa tetes keringat yang mulai agak mengerti dari pelipisnya –dan membuat Yunho menelan ludah berulang kali- dan dengan narsisnya ia bergaya macam model di majalah satwa *disate*.

“E-eh? Bo-boleh. Btw, malam-malam begini kenapa kamu berkeringat? Apa yang telah kamu perbuat?” Yunho menurunkan koper dari atas ranjangnya tanpa melepas satu objek di depan cermin tersebut dari pandanganya.

Changmin menggaruk kepalanya yang tak gatal, lalu ia tersenyum lebar, “Itu.. hehe. Aku habis main engklek sama tetangga sebelah, katanya kalau main begituan malam-malam, keringat yang keluar engga akan ngejeblak terus terbentuknya otot-otot akan lancar, itu sih katanya.. hehe, lumayan berkeringat ‘kan hyung? Tidak hitam pula. Tapi sayang langsung di lempar pentongan sama satpam! Gara-gara berisik, uhm, pengen lagi, kurang banyak nih keringatnya! Oh! Hyung! Bantu aku betulkan keran di kamar mandi dong! Aku engga bisa mandi! Tapi, kalau hyung mau, aku boleh ya, numpang mandi di kamar mandi hyung?? Hehehe,”

Yunho diam sejenak. Mencerna apa yang di katakan Changmin barusan baik-baik, ia berbicara layaknya kereta express. Tiba-tiba sebuah ide yang entah dari mana induknya berasal muncul…

“Ehm, omong-omong tentang kamar mandi aku memang tidak bisa berurusan dengan keran, lagian aku ada permainan untukmu! Mau? Dan memang masih jaman ya main engklek? =_____=; bagusan main gaplek *sama aja!!*” Yunho mendekati Changmin…

Changmin mengedipkan matanya dua kali tanda tak mengerti, “Permainan apa??! Kayaknya menarik! EH?? Walau engga jaman tapi masih enak di mainin tahu!” ia manyun. Yunho yang melihatnya terlihat tak tahan untuk mencubit pipi Changmin yang begitu menggemaskan ‘omo~ manis sekali magnae satu ini! Pantes ibu-ibu jahe itu iseng-iseng nyicipin anak ini, ternyata~ ah! Udah engga tahan!’ batin Yunho mulai jengah melihat Changmin siap ‘makan’ itu, tiba-tiba ia sudah tepat berdiri di belakang Changmin, sangat dekat sampai junior Yunho bertemu dengan bokong Changmin *saya tulis bokong ya cz pantat cmn sebutan buat jujun =o=a*..

Changmin terkejut, “Hyu-hyung?!”

“Permainanya menarik banget! Nah, kamu masih mau berkeringat lebih engga? Dari pada mandi sekarang, percuma lho~ penyakitnya masih hajatan tuh, mending di keluarin cepet-cepet! Dari pada K.O beneran? Ya engga?” Yunho mulai berjinjit *dia kependekan dari min =.=* lalu menaruh dagunya di bahu kiri Changmin, kedua tanganya yang bebas mulai melingkari pinggang Changmin ‘masih basah ternyata’ pikir Yunho.

“EEEEHHH?! Aku engga mau K.O sekarang! Aku belum membalaskan dendamku sama pantat bebek itu!!”

“Yaudah, jadi mau engga??” Yunho mulai mengecup leher jenjang Changmin, bibirnya terasa basah karena masih ada sisa keringat di leher tersebut, tidak menjijikan, justru itu menambah jiwa hasrat Yunho.

“Ennggh…” ini dia suara yang di tunggu-tunggu Yunho! “Ma-mau sih, tapi sebelumnya, eerr… ah!? APA YANG SEDANG HYUNG LAKUKAAAAAN?!!” seru Changmin begitu ia benar-benar fokus pada cermin di hadapanya dan ia dapat melihat lehernya sendiri sedang di ciumi penuh nafsu oleh sahabatnya sendiri. Pikiran Changmin mulai IYA-IYA.

Tidak memperdulikan teriakan Changmin, Yunho semakin menjadi, tangan kirinya ia masukan kedalam kaos Changmin lalu meraba-raba apa yang ada di sana, dari perut, bermain-main dengan udelnya hingga membuat Changmin melenguh pelan dan naik keatas, keatas hingga mencapai dua titik sensitive di dadanya, memelintirnya…

“Aaahhh, hyu-hyung…”

Yunho menyeringai, ia menarik Changmin ke pinggir ranjang lalu melemparnya –dengan sekuat tenaga- hingga terbaring di sana, Yunho langsung merangkak penuh horror kearah Changmin yang tengah bergidik sampai akhirnya Yunho berada tepat di atas si tiang listrik itu *di hajar FG MAX*.

“Nah, permainanya di mulai… sekarang.” Ucap Yunho setengah berbisik dengan senyum penuh ‘maksud’ lalu menautkan bibirnya pada bibir Changmin. Awal, saling menekan dengan lama dan berakhir dengan saling beradu lidah…

##

13.25 AM

-ANCOL, JAKARTA-

“BRENGSEK ENTE!! NGAPAIN ANE DI BAWA-BAWA KE TEMPAT GINIAN?!!” pekik Junsu saat mendapati dirinya sudah berada di kerumunan orang-orang berkulit sawo matang dan kebanyakan wajah tak terurus sampai ada yang berukulit hitam mengkilat yang ternyata sedang manteng di samping Junsu dengan mengalungkan kardus bekas yang berisi Rokok, Air mineral dan sebagainya. Junsu menatapnya ngeri begitu bapak-bapak tersebut mulai mengedipkan matanya genit kearah Junsu serta menyeringai lebar yang memperlihatkan gigi hancur gingsul sana-sini sampai ada yang item-item.

“AIGOOO~!!!” Junsu langsung mengapit kedua tanganya pada sebelah tangan Yoochun yang masih berkutat pada cilok di depanya. Ia begitu serius menatap sang abang yang tengah membentuk si aci menjadi bulatan sedang dan di lemparnya ke wajan berisi kolam minyak HITAM.

“Yoochun! Yoochun-ah!! Ayo pergi! Aku engga tahan!” Junsu menarik-narik lengan Yoochun dengan langkah kaki besar bersiap kabur dari tempat perkumpulan abang-abang pedagang kaki lima di atas jembatan warna-warni yang sempit di atas sungai belukar yang HIJAUnya semakin membuat Junsu memperbesar mulut nga-nga-nya, alisnya mengangkat seketika.

“Ahh~ Junsu-ah, ini menarik! Mereka tidak mengenal kita sebagai TVXQ! Jadi kita bebas, sudah di sini aja! Lihat! Sepertinya abang-abang itu tertarik denganmu! Ayok dekati! Haha!” Yoochun tertawa renyah dengan teganya sambil menunjuk a’a yang giginya tak kalah mengerikan di mata Junsu dan lagi salah satunya entah itu engkong-engkong atau apa yang jelas pria gendut dengan perut sebesar gaban dan tanpa mengenakan baju mengelus-elus perutnya lalu menaikan sebelah tanganya member isyarat pada Junsu untuk ‘mendekat’ padanya.

“ANDWAEEE!!! YOOCHUN-AH!! JANGAN BERGURAU!! AKU TAKUT!!”

“Aissh, kalau kamu takut melihat mereka, kenapa kamu engga takut waktu berpapasan dengan orang gila di dekat PRJ yang lagi bugil? Aku lihat kamu malah nafsu melihatnya, aigo~ Junsu mulai nakal ya?!! Hahaha!!!” Yoochun semakin menambah Junsu naik darah dengan kata-katanya yang membuat abang cilok di hadapan mereka ikut-ikutan terkikik pelan.

Junsu manyun, “I-itu ‘kan wajar! Pasti selain akupun yang melihatnya akan langsung….langsung… err…” Junsu menunduk, wajahnya memerah malu, tidak tahu apa alasan tepat atas perbuatan memalukanya barusan. Yoochun tertawa.

“Ohh, jadi menurutmu itu wajar kalau tiba-tiba melihat orang bugil langsung terangsang? Bahkan orang yang tak terurus juga? Kalau begitu, nanti setelah dari sini kamu harus melihatku bugil ya, aku mau melihat reaksimu kalau terangsang dengan melihat pemuda yang begitu tampan dan memiliki perfect body ini… ehmm..” Yoochun mendekatkan wajahnya sembari menahan tawa begitu melihat reaksi Junsu berubah menjadi seperti lumba-lumba kecil yang wajahnya entah berekspresi terkejut atau duplikat setan *kabur sebelum dibacok FG XIAH*.

“Ehem, maaf akang, ini ciloknya, 3 ribu. Mau pakai saos apa aja?” dan abang cilok pun memecah dunia YOOSU. Di sini YOOSU dapat berbicara bahasa Indonesia dengan fasih setelah belajar selama 2 hari *bhs Indo di mata mereka terlalu gampang -.-* namun untuk bahasa daerah seperti ‘AKANG’ barusan belum mereka mengerti –khusus buat yoochun, junsu lumayan tuh-.

Yoochun mengerutkan alis, “Akang? Maksudnya?”

Abang cilok menghela nafas yang membuat Junsu langsung menutup hidungnya dengan sebelah tanganya, ‘baunya mematikan!’ pikir Junsu.

“Akang itu ya akang, situ kan cowok, jadi di panggilnya akang, situ juga udah besar, jadi di panggilnya Akang. Masa ndak tahu?” abang cilok geleng-geleng kepala sok ngeguru yang kecewa pada muridnya.

“Eehh? Gitu ya? Ok! Aku mengerti!” Yoochun menjentikan jarinya tanda mengerti lalu tersenyum lembut pada abang cilok. “Hmm… tadi nanya apa ya?” dan itu sukses membuat bang cilok klepek-klepek setengah hidup mendapatkan senyuman maut yang memabukan dari seorang PARK YOOCHUN. Junsu mual.

“Yoochun,, dari pada kamu kebanyakan tepar pesona, mendingan cepat pesan ciloknya! Aku sudah engga tahan tahu!!” hardik Junsu mulai melepas lengan Yoochun lalu memunggunginya sembari melipat kedua tanganya di dada.

Yoochun tidak memperdulikanya, ia masih saja berkutat pada abang cilok yang menurutnya lebih menarik dari pada Junsu. ‘pasti Su-ah lagi PMS, ckck.’ Batin Yoochun mengada-ngada.

“EH MAS! CAKEP AMAT SIH?!! SINI DONG TEMANI SAYA~ huhuhuu!” tiba-tiba sosok waria muncul dengan pakaian mininya yang menampakan kaki kerempeng berkerut dan wajah yang naudzubillah hampir saja Junsu stroke di tempat ketika telunjuk waria tersebut mencoel dagu Junsu dengan genitnya.

“JAUH-JAUH KAU!!” Junsu mendorong waria itu sekuat mungkin.

“Aaaahh! Jahat dueeh! Jangan dorong-dorong duoonk!” bukanya takut atau lari, waria tersebut semakin kegatelan dan tiba menggandeng lengan Junsu seenaknya. Junsu membelak.

“HEEY!! BENCONG GIGI TONGGOS!! LEPASIN!! SAYA MASIH SUCI!! AAAAAHH!!” seru Junsu di sertai pekikan khas lumba-lumbanya mulai menarik-narik lenganya yang terbilang bisep tersebut. Ia memang hanya menggunakan kaos cotton zebra tanpa lengan dan memakai celana coklat terang yang panjang dan sabuk besar bertuliskan XIAH. Satu hal yang membuat abang-abang di sana nafsu melihat Junsu adalah kaosnya yang agak ketat sampai memperlihatkan lekuk tubuhnya yang… woooww itu dan di masukan ke dalam celana, mana lagi celananya juga lumayan ketat yang memperlihatkan PANTAT BEBEK JUTAAN DOLLAR kebangganya semakin menggiurkan. Jalan sedikit saja pantatnya goyang sana sini, aaahh saya jadi ikut-ikutan O///O *di tojos pembaca*.

Abang cilok yang memerhatikan adegan tak layak itu langsung mengadu pada Yoochun yang tengah asik menggoreng aci yang sudah di bulatkan –ingin nyoba katanya-.

“Mas! Itu temanya engga di tolong? Itu warianya bahaya lho, dengar-dengar waria itu pernah memerkosa orang! Gawat tuh mas!”

Jinjja? Ahh, kalau begitu bagus, jadi saya tidak perlu harus membeli film porno pada sohib saya, tinggal melihat teman saya saja di perkosa waria itu. GRATIS.” Jawab Yoochun santai yang masih berjongkok dengan tangan kananya mengaduk-aduk aci di kolam minyak tersebut. Tangan kirinya sudah di gantungi 2 tas milik Yoochun sendiri dan Junsu.

Abang cilok melotot, mulutnya nganga 20,5cm begitu mendengar jawaban Yoochun.

“YOOCHUUUUUN!! HELEP MEH!!!” Junsu berteriak kencang sembari menganggapai-gapai Yoochun dengan bahasa asingnya yang asal-asalan. Ia mulai di tarik menjauh sedikit oleh waria tersebut. Abang-abang yang barusan ngumpul termasuk abang-abang perut buncit barusan tertawa terpingkal-pingkal melihat Junsu seperti wanita yang mau di perkosa beneran.

“Aissh, merepotkan! Yasudah, eh mas… saya beli lagi 20 biji, jadi berapa totalnya? 5 ratus rupiah aja ya? Duit saya di makan sama teman saya itu buat beli pembalut.” Yoochun bangkit berdiri lalu mengeluarkan uang logam senilai Rp.500.

“Engga bisa—“

CLING!

Yoochun menarik kedua sudut bibirnya dengan slowmotion, membentuk senyuman katagori PENAKLUK yang siapapun akan melayang melihatnya, tentunya abang cilok ini harus menelan ludah menyaksikan adegan slow dari Yoochun sampai sebuah senyum menyilaukan membuat abang cilok ini menerima gope-an dari Yoochun seperti terhipnotis. Yoochun membawa plastic hitam berisi banyak cilok lalu berbalik mendekati Junsu yang tengah berteriak kemana-mana.

“Ahh mas ini cantik juga! Ikut akyu yuk!! Kita jadi partner dalam  acara ‘MENCARI BRONDONG KOTA’ di sini, lumayan cakep-cakep lho!” waria itu mulai noel-noel Junsu lagi lalu menunjuk segerombolan abang-abang barusan yang mulai memasang wajah ‘maksud’ pada Junsu. Bulu-bulu kuduk Junsu seketika goyang Inul semua melihatnya.

“AAHH!! NOOO!!! ANDWAEE!! LEPASKAN!! HUEEEE~ ENYAAAAK!!! AAAHHHH!” dan perlu di perhatikan, pekikan Junsu pada saat ‘aah’ memang seperti lumba-lumba, namun patut di curigai, termasuk Yoochun yang mendengar hampir dalam teriakan Junsu dengan ‘aahh’seperti sedang… you know that. Sekarang Junsu mulai meraung-raung meminta di lepaskan dan itu membuat Yoochun jawsdrop mati-matian melihatnya. Bahkan beberapa ibu-ibu dan bapak-bapak sampai orok-orok yang lewat di jembatan tersebut di buat melotot melihat adegan di depan mereka, pemuda dengan tubuh perkasa bertingah seperti wanita saat mau di culik oleh waria kerempeng.

GLEP!

Tiba-tiba Yoochun menggenggam pergelangan Junsu yang sedang di apit oleh kedua tangan waria tersebut. Dengan sekali tarik yang menyakitkan, Yoochun melepaskan tangan waria tersebut lalu menarik Junsu keluar dari jembatan tersebut. Langkahnya cepat hingga membuat orang-orang di sana berpikir, ‘inikah telenovela yang biasa tayang di TV?’ .

“Engga nyangka, ternyata lumba-lumba berpantat montok ini sangat menggemaskan kalau sudah di ambang pencurian kesucianya, Hahaha!” Yoochun masih membawa Junsu ke area parkiran dan masih saja tertawa setelah mengucapkan kata-kata barusan.

“YA!! JANGAN TERTAWA!! Aku takut tahu!! Dasar brengsek! Cepat kita pulang!!!”

“Engga mau, masak udah di sini dengan gampang kamu bilang langsung pulang? Engga asik! Kita main-main dulu yuk di sini!”

“YOOCHUN!!” Junsu berusaha melepaskan diri.

“Ah, aku lupa! Kalau kita menginap di hotel Ancol itu, banyak bertemu fans pasti, kita menginap di motel pinggiran jalan aja yuk! Yang dekat-dekat sini aja, biar besok kita main ke dufan! Yuk!!!” Yoochun dengan gamblang berhenti melangkah hingga membuat Junsu tak seimbang dalam berdiri lalu ia menabrak Yoochun, dan kalian tahu apa yang terjadi?

TBC…

Author’s note: mohon komennya klo suka >< biar dilanjut, klo dikit, agak ciut juga >< Thx~

13 responses

  1. Dianavl

    Lanjut chingu…jangan lama2 ya :)….kasian junsu-nya ditarik-tarik sma waria ihhh….itu yoosu kissu bukan??

    26 Juni 2011 pukul 12:57

  2. YunPpa JaeMma

    Sumpe sumpe deh gua ngakak mampuz baca neh ff, bhs author MANTAB!!! #jedotinpaladijidatyoochun

    26 Juni 2011 pukul 14:31

  3. ifawooyoung

    lanjut chingu ahahaha kocak banget dah ini ff coba ntu kl bnrn yoosu di pinggiran jembatan jakarta kaga kebayang hahahaha

    26 Juni 2011 pukul 17:19

  4. Yutzapricha

    Thor.. *toel2 author* Itu HoMin ngapain deh?? *masang muka so(k) polos*

    Hueee! WARIA LAKNAAAAT!! JAUHI LUMBA2KUUU!!!! #digamparxiahtic #dilemparpancisamayuchun

    Lanjut thor😄

    26 Juni 2011 pukul 19:09

  5. youngsu0307

    wah ada juga ff homin
    yunho gampang nepsong ya liat changmin bgtu aja lngsung d serang*d lempar yunnpa ke laut
    junsu d kejar2 waria omo…….
    lanjuti ya chingu
    kocak nih ff.a
    kkkk

    26 Juni 2011 pukul 19:34

  6. ini ff tergokil yang pernah aq baca..
    haha..
    wwih ada homin juga.. *akhirnya*
    setelah bertahun2 menunggu, bisa jg baca ff dg pair homin.. *lebay lu ahh*
    ehh thor, aci itu apaan sih?
    kalo cilok mah aq ngerti..
    terus kenapa digoreng? *gamudeng*
    soal.a di sini cilok.a pada dikukus sih..
    *malah ngomongin cilok* ==”
    junsu takut ama waria kerempeng??
    hahaha *ngakak*
    *sok padahal sendiri.a pasti udah pingsan duluan tuh*
    itu yoosu pasti bibir ketemu bibir, dibikin cipokan ya thor ya.. #plakk

    26 Juni 2011 pukul 21:40

  7. Qionnu

    Wkwk,,
    bru kalini nemu ff yg d.jkt trus kocak..
    Tuh waria napsu amat ama junsu..
    Wkwk.. Lanjut thor..

    27 Juni 2011 pukul 01:46

  8. yeaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah yoosu…

    nitip comment dulu yaah intan cantik~ nanti sblm tdr saya baca….

    27 Juni 2011 pukul 22:45

  9. ajulle

    ii lanjut dong penasaran juga itu lanjutannya kaya gimana
    emang apa yang terjadi ama Yoosu pas junsu jatuh ?? *pasang wajah innocent*
    *pura-pura ga tau*

    25 Agustus 2011 pukul 16:37

  10. Priskila_Minnie_Changminnie

    Anyeong…
    Numpang baca ya author,,,
    Kocak вªǟπğęt ni ff
    Si Uchun kliatannya nyantai amat.
    Junsu takut ama Waria n’ abang² d Ancol?
    Waduh,,, YunHo grepe² ChangMin.
    Gimana yaa kelanjutannya??
    FF ini patut diberi jempol.
    Lanjutkan! ^^

    2 Oktober 2011 pukul 19:34

  11. Rainny Lee

    sumpahhh~~~ kocak😄
    lanjut ya, chiguuu~~

    kayaknya si Yoochun bakat jadi tukang cilok hhe~

    pokoknya lanjutttt yaa,,, jangan lama-lama^^

    18 Desember 2011 pukul 22:18

  12. whoever

    Aigoo~ telat bgt bcanya…. #PLAK
    Tlg cpet lnjutin thor, bgus ffnya…
    Sumpah q ngakak ga ketulungan waktu baca… kekekeke~😄

    11 Januari 2012 pukul 16:27

  13. Jung Yunra

    intaaaaaaaaaaan~
    aku nimbrung baca ga pa2 ya? lagi ga ada kerjaan…*bo’ong banget orang pr numpuk gitu..-_-II
    asik….. Homin,hhhhaaaaa *pasang tampang bahagia…
    mana nih lanjutannya? kamu ini up-datenya kayaknya nunggu wangsit turun ya? lama amat?><

    20 April 2012 pukul 13:51

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s