fanfiction for our soul

Kuingin kau tau


Title : Ku ingin kau tau

Author : Queenloveminho aka Dian

Genre : Romance and cri tw ndri ea^^

Rating : PG-15

Length : Oneshoot

Cast :

Jung Jinyoung ( Youngie )

Choi Minho ( Minho )

Other Cast :

Kim Kibum ( Key )

Lee Chan Hee ( Chunji )

yang laen cri tw ndri ea^^

Disclaimer : Cast and other cast milik aku.. hehehe.. murni hasil imajinasiku loh.. jangan di Copas tanpa ijin.. jangan ngebash ea.. hargailah aku berkarya.. walau aq trbilang mzi bru dalam mnulis ff.. hehehehe😀

NB: Ini FF oneshoot aku, sebelumnya aku adalah readers juga, ingatkah dengan ID ‘Queenloveminho’ ini adalah ID aku disetiap coment^^ , awalnya jadi pembaca setia FF tapi karna aku juga pengen coba jadi penulis, jadi terciptalah FF ini, mianhae kalo belum sempurna, namanya juga mazih baru dalam dunia tulis menulis FF^^ Ada lirik lagu favoritku yg aq masukin ke ceritanya.. *So sad bgt lgux bwt aq#gtw klo bwt reader* aq pke  MinYoung couple^^ FFnya juga pernah aku publish d WP aq (http://queenloveminho.wordpress.com/

***^_^_^_Happy Reading_^_^_^****

Youngie’s PoV

“Ya! Chunji-ah, jangan mengodaku.. #pletakk# ini hadiah untukmu..” marahku padanya sambil menghadiahkan sebuah jitakan keras tepat dikepalanya.

Sambil mengusap2 kepalanya dia mengomel “Huh, kenapa kau selalu memukul kepalaku sih, memang salah jika aku berkata seperti itu padamu, kau ini namja babo sih..dasar!” ucapnya menoyor pelan kepalaku.

“Yak! Beraninya kau padaku, salah sendiri kau punya mulut tapi tidak bisa diam.. selalu saja mengejekku karna itu..” ujarku kesal menatapnya.

Sambil terkekeh dia mencibir “Dasar namja.. menyukai namja saja tidak mau mengakuinya, malah sekarang kesal sendiri karna namjanya sudah memiliki kekasih.. kau memang bodoh, lelet sekali sih.. akhirnya kau didahului olehnya..kasian kasian*ala upin ipin#kok tw ya si chunji#abaikan saja* kalo sudah begini kau sendiri yang menyesal kan..”

“Sudah cukup!! jangan menceramahiku seperti itu donk, telingaku jadi panas mendengarnya.” teriakku menatap tajam kearahnya.

“Lebih baik kau jadian saja denganku, daripada kau terus memandangnya yang tak pernah memandangmu, apa kau tidak lelah terus mencintainya diam-diam seperti ini, aku saja lelah setiap hari terus melihatmu yang hanya bisa memandangnya saja dari kejauhan.” sahutnya padaku.

“Huh.. semudah itukah kau mengatakan itu semua padaku, sepertinya otakmu harus di restart ulang agar kau tidak melantur seperti ini, kau kan sudah mempunyai L.Joe, apa kau tidak mengingatnya, itu urusanku jika aku bersikap seperti itu, tak usah mempermasalahkannya lagi.” sungutku kesal.

“Aisshh.. tentu saja aku selalu mengingatnya, tidak mungkin aku melupakan namjachingu ku sendiri, walaupun kau sangat cantik, hajiman kau sedikit cupu dan babo tentang perasaanmu itu, kenapa tidak di ungkapkan saja sih, kenapa repot-repot tetap menyimpannya sendiri..” gerutunya panjang lebar padaku.

“Sudahlah. Jika waktunya sudah tepat, pasti aku akan menyatakan perasaanku padanya, kau tak perlu khawatir padaku, gumawo chunji-ah, kau sahabatku satu-satunya yang paling mengerti aku, pulanglah, aku ingin sendirian sekarang.” balasku padanya.

Kulihat dia menghela nafasnya sejenak “Baiklah jika itu maumu, aku juga tidak bisa memaksamu, aku hanya ingin kau segera menemukan kebahagiaanmu, aku pamit pulang.” setelah membelai lembut kepalaku dia langsung menghilang dibalik pintu kamarku.

“Hati-hati.” ucapku walau tidak terdengar olehnya.

Sekarang disinilah aku, sendirian memikirkan semua yang chunji katakan padaku, aku memang namja babo, aku tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan perasaanku pada Key, iya key adalah namja yang aku cintai selama 3tahun ini, aku hanya bisa memandangnya saja tanpa menyatakan perasaan yang aku miliki untuknya, aku memang menyesal karna tidak secepatnya mengungkapkan cintaku padanya, sampai akhirnya dia sekarang telah menerima namja yang bernama Lee taemin itu sebagai namjachingu nya, Lee Taemin adalah namja yang mengejar-ngejarnya selama beberapa bulan terakhir, rasanya memang menyakitkan menerima kenyataan pahit ini, tapi aku pun tak bisa melabraknya karna aku bukan siapa-siapa key, mungkin yang dia tau aku hanyalah seorang namja cupu yang kutu buku, dia tidak pernah memandangku, hanya aku saja yang menatapnya dari kejauhan, melihat tingkah lakunya yang sangat cerewet, dan tentang ketertarikannya pada fashion, juga keahliannya dalam memasak, begitu sangat beruntung taemin menjadi kekasihnya, mungkinkah aku bisa menyatakan perasaanku padanya? Aku juga tidak bisa selamanya memendam cinta ini untuknya, karna ini juga sangat menyakitkan untukku, semoga saja aku bisa melakukannya.

************^_^_^_^_^_^_^***************

Chunji’s PoV

 

Aku tidak habis pikir kenapa youngie bodoh sekali mencintai namja yang bernama key itu selama 3tahun ini tanpa menyatakan perasaannya itu, apa hebatnya namja itu, youngie selalu saja memandang kearah namja itu, padahal namja itu tidak pernah sekalipun memandangnya, aku selalu saja mengodanya karna kebodohannya itu, aku ingin dia segera menemukan kebahagiaannya tanpa harus terus memendam cintanya pada key, huh.. namja itu juga kini sudah memiliki kekasih, benar-benar memprihatinkan sekali nasib cinta youngie, tidak seperti nasib cintaku bersama L.Joe namjaku yang selalu dihiasi kebahagiaan, walau aku sudah mempunyai kekasih, aku tetap memperhatikan youngie sahabatku, dan berusaha menasehatinya agar tidak perlu repot-repot mencintai namja bernama key itu, tapi selalu berakhir seperti ini, iya dia selalu menyuruhku untuk meninggalkannya sendiri dulu, aku berpikir sebenarnya dia mendengarkan ucapanku selama ini atau tidak sih, kenapa dia tetap saja memendam cintanya yang sia-sia itu pada namja yang bernama key itu.

“Ommo!! Aku jadi telat nih.. aigoo.. aku harus menjemput dia sekarang, jika tidak namja itu pasti akan melemparku ke segitiga bermuda.” gerutuku sendiri.

Setelah dua jam kemudian akupun sampai ke bandara internasional incheon, dan mengarahkan pandanganku keseluruh penjuru bandara yang nampak ramai ini “aissshhh… dimana sih dia, apa dia sudah pergi sendiri karna terlalu lama menungguku.” gerutuku sedikit kesal.

“Ya! Kau ini lama sekali sih! Aku sudah 6 jam menunggumu disini tau! Kau kemana saja daritadi tidak datang-datang juga untuk menjemputku..hah.” bentaknya menoyor kepalaku keras.

“Huh. Appoyo hyung, mianhae hyung.” erangku mengusap-usap kepalaku sambil meminta maaf padanya.

“Huh. Aku selalu saja menerima hadiah yang menyakitkan dikepalaku ini, padahal tadi kepalaku sudah sakit karna dijitak dengan keras oleh youngie sekarang kau juga ikut-ikutan hyung.” sungutku kesal pada namja yang kupanggil hyung ini.

“Salah sendiri, kau yang memulainya tau, rasakan saja jika begitu, apa hubungannya aku ikut-ikutan dengan siapa yang kau bilang tadi? Memangnya karna apa dia menjitakmu?” tanyanya penasaran.

“Namanya youngie, dia sahabatku, sudahlah aku tidak mau panjang lebar bercerita padamu.” putusku padanya.

“Ya sudah kalo begitu, sekarang kau angkat semua koper-koperku dan bawa masuk kemobil, ppali..” suruhnya padaku.

“Huh. Menyusahkan saja kau ini hyung, memangnya berapa lama kau akan tinggal dikorea? Banyak sekali barang-barangmu ini.” sahutku sebal.

“Mungkin saja selamanya, menurutku lebih enak tinggal dikorea daripada tinggal di perancis, lagian umma dan appaku juga tidak mempermasalahkannya, karna mereka menitipkan aku pada kedua orangtuamu selama aku disini, dan kau.. apa kau keberatan jika aku tinggal menetap dikorea?” balasnya padaku.

Sambil mengemudikan mobil aku menjawab “Aku tentu saja senang jika kau disini hyung, lagian juga ide yang bagus jika kau menetap di korea, kau akan kuliah disini kan?” tanyaku singkat.

“Ne. lihat saja nanti, bagaimana dengan sekolahmu disini, apa kau sudah mempunyai kekasih disini?” katanya singkat.

“Baik-baik saja hyung, Kalo aku pastinya sudah punya hyung, namanya L.Joe, kami berpacaran sudah cukup lama, bagaimana dengan kau sendiri hyung, apa disana kau tidak mempunyai kekasih?” tanyaku ingin tau.

“Anni. Aku ingin mencari di korea saja, aku tidak terlalu berminat mencari kekasih perancis.” ucapnya seraya menyunggingkan senyuman.

3 jam kemudian kami sampai dirumah, karna jalanan tadi sedikit macet, jadi kami sampai agak malam dirumah.

“Umma, aku pulang..” ujarku singkat memasuki rumah bersama dengan hyungku, agak kerepotan karna barang-barangnya berat sekali.

“Aigooo, putra kecilku telah datang, kau sangat tampan sekali sekarang nak.. iyakan appa?” ujar umma mengusap kepala hyungku.

“Ne. Dia sekarang sudah menjadi namja dewasa yang sangat tampan.” ujar appa mengiyakan kata-kata umma.

“Huh. Selalu saja aku dilupakan jika minho hyung datang ke korea, aku merasa menjadi anak angkat saja disini, sebenarnya anak umma dan appa itu aku atau dia sih, lagian juga aku tidak kalah tampannya dengan minho hyung, malah aku jauh lebih tampan darinya.” rajukku pada mereka.

“Kau ini tidak tampan, tapi kau ini sangat cantik.” seru umma sambil terkekeh.

“Aiishh, anak appa ini, pada kakak sepupu sendiri saja sudah iri, kami kan sudah lama tidak bertemu dengan minho, jelas saja kami rindu sekali padanya yang sudah kami anggap anak sendiri, sudah antar minho kekamarnya, dan biarkan dia istirahat sekarang.” terang appa padaku.

“Iya appa, ayo hyung.” ucapku pada appa dan langsung mengantar minho hyung menuju kamarnya.

“Selamat datang ke kamarmu hyung, kamar ini selalu dibersihkan umma, walau kau tidak ada disini, sekarang istirahatlah, aku juga sudah capek” ucapku berlalu meninggalkannya.

“Gumawo chunji-ah, besok akan kuantar jemput kau kesekolah sebagai gantinya, otthe?” ucapnya menahanku.

“Ne, cheonmaneyo hyung. Memangnya kau bisa bangun lebih pagi dariku, aku malah takut jika aku akan terlambat untuk menunggumu bangun.” kekehku pelan padanya.

“Lihat saja besok chunji-ah, kau pasti akan kaget karna aku sudah bangun duluan sebelum kau.” balasnya menatapku tajam.

“Ya sudahlah, aku mau tidur.” ucapku benar-benar berlalu meninggalkannya sendiri dikamarnya.

Dia adalah kakak sepupuku, anak dari bibi yuri adik perempuan appa, namanya Choi Minho, namja kyeopta yang jago basket, bertubuh lebih tinggi dariku.

**************^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_***********

Youngie’s PoV

Ku ingin kau tau..

didalam hatiku telah lama tersimpan rasa cinta untukmu..

walau kau takkan pernah tau..

masihkah mungkin hatimu kan jadi milikku..

akankah kau mengerti perasaanku padamu..

walaupun kau takkan pernah tau..

mengertilah cinta ini tlah lama kupendam..

hanyalah kepadamu..

didalam hatiku..

haruskah ku ucapkan..

kata hati ini padamu..

atau hanya bermimpi hatimu untukku..

 

angin malam sampaikan..

kepada dirinya..

kuhanya bermimpi yang mendambakanmu..

 

Saranghaeyo key❤

 

kuhapus air mataku setelah selesai menulis ungkapan hatiku padanya di dalam buku diary ku, iya selama ini aku hanya mengungkapkan betapa diriku mencintainya didalam diary ini, dia adalah cinta pertama untukku, apakah aku harus berubah agar dia memandangku, pagi ini seperti biasanya aku selalu menulis diary dulu sebelum berangkat kesekolah walau pada akhirnya air mataku selalu jatuh tanpa aku perintahkan, aku berjalan mendekat pada kaca besar dikamarku, memandang wajahku sendiri dan bergumam “Sepertinya kata-kata L.Joe ada benarnya juga, baiklah lebih baik aku sedikit merubah penampilanku” aku melepaskan kacamata tebalku, dan aku menganti kacamataku dengan softlens yang diberikan L.Joe padaku. Hmm.. nampak berbeda saat tak menggunakan kacamata, tapi lebih baik aku tak menggunakannya saja, kemudian aku pun sedikit memoles wajahku dengan pelembab wajah dan menyisir rambut blondeku ini yang selalu terlihat culun agar terlihat lebih lebih imut*gyahahaha narsisnya*, akupun langsung keluar dari kamarku dan turun kebawah menuju meja makan.

“Pagi, umma, appa..” ucapku sambil mencium pipi umma dan appa secara bergantian.

“Pagi princess, kau sangat cantik hari ini, sepertinya ada yang beda darimu pagi ini, tapi apa ya..” ujar appa menatapku.

“Wah.. anak umma sangat cantik tanpa memakai kacamata tebal itu, neomu yeppeo chagi, darimana kau mendapatkan ide memakai softlens, karna waktu itu saja kau umma suruh untuk mengganti kacamatamu dengan softlens tapi kau malah menolaknya.” sahut umma menatapku.

“Aku ingin sedikit merubah penampilanku umma, aku tidak mau terlihat selalu cupu..hehehe.. L.Joe   yang memberikan softlens ini untukku.” jawabku pada umma.

“Baiklah aku berangkat dulu umma, appa, kasihan lee ahjusshi yang menungguku daritadi didalam mobil.” pamitku mengigit rotiku, dan menyeruput susu buatan umma.

“Kkaja pak lee, kita langsung saja berangkat kesekolah.” ujarku pada pak lee sambil tersenyum.

“Tuan muda, hari ini anda sangat cantik sekali, saya senang sekali anda sudah tidak menggunakan kacamata itu lagi, lebih baik anda selalu seperti ini.” ujarnya jujur padaku, aku hanya menanggapi dengan senyum menawanku saja.

Tak perlu kaget jika semuanya berkata aku cantik, karna ini kelebihanku, aku diberi wajah yang lebih cantik dari semua yeoja, tapi sayangnya aku dulu sedikit culun dan menurutku panggilan princess tampaknya lumayan juga..hehe*kagak ada yg lucu oppa*.

Tak lama kemudian aku pun sampai didepan gerbang sekolah, waktu aku akan masuk ke dalam sekolah, ada yang memanggilku dari arah dalam mobil “Youngie-ah.” akupun menoleh kearah orang yang memanggilku, ternyata yang memanggilku adalah chunji.

“Eh, kau sudah sampai chunji-ah, tumben sekali kau diantar, biasanya kau kan membawa mobil sendiri.” tanyaku padanya.

“Ne, hyungku hari ini sudah berjanji akan mengantar jemputku kesekolah selama dia disini.” jawabnya sambil tersenyum.

“Hyung, sudah sana kau pergi untuk mendaftarkan diri di Universitas Konkuk, nanti terlambat.” ucapnya pada namja yang ada didalam mobil.

“Baiklah, selamat belajar chunji-ah.. hmm.. annyeoong..” ucap namja itu sambil menundukkan kepalanya kearahku, yang kutanggapi dengan senyumanku.

“Ckck, dasar hyungku itu, aku tidak menyangka jika dia banyak berubah setelah lama tak bertemu denganku, kkaja kita masuk.” ujarnya padaku sambil berjalan masuk kedalam sekolah.

“Dia itu hyungmu, setauku kau tidak mempunyai hyung juga dongsaeng, kau kan anak tunggal sama sepertiku, aku sangat kaget kau memanggilnya dengan sebutan hyung.” ujarku heran kepadanya.

Dia sedikit terkekeh lalu menjawab “Dia adalah kakak sepupuku, anak dari adik perempuan appa, namanya Choi Minho, selama ini dia tinggal di perancis bersama kedua orangtuanya dan juga hyungnya, sebenarnya dia orang korea, tapi karna appanya mengurus bisnis di perancis, dia dan keluarganya memilih pindah keperancis sejak dia masih SD, dan hanya mengunjungiku 1 tahun sekali, tapi kini dia akan tinggal menetap bersama dengan keluargaku di korea.” ujar chunji panjang lebar kepadaku, dan aku hanya menanggapi dengan ber ‘oh’ ria saja.

“Hari ini kau berbeda sekali, jauh lebih cantik dari sebelumnya, kau menerima saran L.Joe kemarin padamu, untuk menggunakan softlens dan sedikit memoles wajahmu itu, sungguh beruntung dirimu di anugerahi wajah secantik malaikat youngie-ah, jadi kau tak perlu susah-susah memakai kosmetik yang dapat merusak wajahmu itu, cukup sedikit memoles dengan pelembab saja sudah sangat cantik untuk dilihat.” ucapnya tersenyum bangga.

“Ne. Gumawo chunji-ah, kau dan L.Joe memang sahabat yang baik, tapi dimana dia sekarang, apakah belum datang.” ujarku pada chunji.

“Aku tidak tau, katanya tadi sih dia sudah ada dijalan menuju sekolah, nah itu dia baru keluar dari mobilnya, kita kesana dulu.” ucapnya sedikit menarikku kearah L.Joe.

“Annyeong chagi-ah, kau tampan sekali hari ini, aku semakin cinta padamu.” ucapnya entah itu rayuan atau kenyataan, aku tak mau ambil pusing melihat kemesraan kedua sahabatku ini.

“Annyeong chagi-ah, annyeong youngie-ah, wah kau cantik sekali hari ini yougie-ah, kau tidak perlu memakai kacamata itu lagi sekarang, softlens itu bisa bertahan lama, dan aku juga sudah menyiapkan banyak stok untukmu, hehehe, kau kan tau jika perusahaan appa ku adalah perusahaan softlens terbaik di dunia*rada ngaco ne orang*, kau pasti bisa menarik perhatian semua namja, asalkan jangan sampai menarik perhatian chunji dariku.” ucapnya panjang lebar memandangku, akupun menyipitkan mataku kearahnya dan dia hanya menanggapi dengan kekehannya “hehehe, aku bercanda youngie-ah, jangan dianggap terlalu serius kata-kataku yang terakhir tadi. ok..” dia tersenyum kearahku.

“Ya sudah kita masuk saja kekelas sekarang juga.” ucapku menarik tangan chunji sambil sedikit berlari.

“Ya! Jangan tinggalkan aku sendirian.” ucap  L.Joe mengejarku dan chunji.

“Brakkk.. brukkk… gedebak..gedebukk!! *suara orang jatuh* “ Huh, appoyo!” pekikku dan chunji bersamaan.

“Chagi-ah, kau tidak apa-apakan, kau juga kan youngie-ah?” tanya L.Joe padaku.

“Hmm.. mianhae.. aku tidak sengaja menabrakmu tadi, sini kubantu kau untuk bangun.” ujar key padaku sambil mengulurkan tangannya padaku. Benar namja itu adalah key, namja yang menabrakku dan chunji adalah key.

Sambil membalas uluran tangannya aku berkata “Gumawo ea, nado mianhae karna aku juga salah.” ucapku tersenyum padanya.

“Siapa namamu? aku belum pernah melihatmu disini sebelumnya, apa kau murid baru?” tanyanya padaku.

“Anni, aku bukan murid baru, namaku Jung Jinyoung.” ujarku padanya.

“Ya tuhan, selama ini aku hanyalah di anggap angin yang berlalu olehnya, mengenal namaku saja tidak, malang sekali nasibku.” batinku dalam hati, menahan sakit didalam hatiku yang tiba-tiba datang.

“Chagi-ah, sedang apa kau disini bersama dengan mereka, ayo kita segera pergi, kan kita ada urusan penting.” ucap namja itu yang tiba-tiba datang sambil mengerlingkan matanya kearah key, dan namja itu adalah taemin kekasihnya key.

“Ehm ne chagi, kkaja, jinyoung-ssi aku pergi dulu, oya, namaku key.” ucapnya berlalu meninggalkanku dengan chunji dan L.Joe.

Tak lama kemudian setelah kepergian key, kurasakan airmataku jatuh tanpa kuperintah membasahi pipiku.

“Youngie-ah, jangan menangisinya lagi, sia-sia semua yang kau lakukan kini, sudahlah lupakan dia, kau dengar sendiri kan, dia tadi tidak mengenalmu sama sekali, aku tidak tau karna apa dia tidak mengenalmu walau kau sudah berubah sedemikian mungkin seperti saat ini, padahal selama ini kau selalu memandangnya, dia benar-benar namja yang babo.” ujar L.Joe  agak kesal padaku.

“Sudah joe-ya, jangan seperti ini pada youngie, ulljima youngie-ah, jangan menangisinya lagi, anggap saja kau tidak bertemu dengannya hari ini.” ucap chunji memelukku.

“Lebih baik nanti kau pulang saja denganku juga hyungku, aku akan mengantarmu pulang, dan sekarang lebih baik kau hapus airmatamu ini, kau sudah aku anggap sebagai Hyung ku selain sahabatku, ayo kita masuk kekelas sekarang.” ujar chunji mengelus puncak kepalaku.

**************^_^_^_^_^_^_^_^_^_^*************

Minho’s PoV

 

Namja tadi sangat cantik sekali, dadaku bergetar menatapnya, wajahnya yang memang sudah dianugerahi kecantikan luar biasa oleh yang maha kuasa, tadi chunji memanggilnya youngie, berarti dia adalah sahabat chunji, aku tidak sabar bertemu dengannya lagi nanti, semoga saja chunji mengenalkannya denganku, aissshhh… kenapa aku ini, kenapa jadi senyum-senyum sendiri seperti ini, apakah aku terkena love at first sight.. hahahaha..ada-ada saja, tidak mungkin ah, tapi aku lihat saja nanti, apakah benar yang sedang terjadi padaku kini. Diparis tidak ada yang membuat dadaku bergetar, mungkin saja getaran ini adalah getaran cinta.

Setelah selesai urusan pendaftaranku sebagai mahasiswa di Universitas Konkuk, akupun langsung menjalankan mobilku menuju Seongji High School yang menjadi sekolah chunji, nampaknya aku tidak terlalu lama membuatnya menungguku, karna aku baru lihat jika sekumpulan anak sekolah sedang berjalan keluar sekolah yang menandakan mereka sudah pasti pulang sekolah, akupun keluar dari mobil, dan menunggunya sambil berdiri disisi kiri mobilku, ea mobilku sendiri yang langsung dikirimkan appa lewat jasa pengiriman seminggu sebelum aku datang ke korea, tak lama kemudian chunji pun menghampiriku bersama dua namja disampingnya.

“Hyung, kau menunggu lama ya?” tanyanya padaku.

“Anni. Aku juga baru datang kok, hmm.. namja-namja disampingmu ini siapa chunji-ah? Kau tidak mau mengenalkannya padaku.” ujarku sambil mengarahkan pandanganku pada 2 namja didepanku.

“Owh ini hyung, yang ini namanya L.Joe dan dia adalah namjachingu ku dan yang ini adalah youngie sahabatku.” kata chunji padaku.

“Annyeong, choi minho imnida. Mannasseo bangapseumnida.” ucapku pada mereka.

“Annyeong hyung, L.Joe imnida.” ucapnya sambil membungkukkan sedikit badannya.

“Hmm.. annyeong hyung.. Jung Jinyoung imnida.” ucap namja ini pelan sekali sambil membungkukkan badannya.

“Hyung, kita antar L.Joe pulang terlebih dulu ya.” ucapnya langsung duduk dibelakang bersama youngie.

“Youngie-ah, sudahlah tidak perlu menangisinya lagi, dia tidak pantas untukmu, jika kau terus seperti ini, kau sendiri yang akan terluka, lupakan saja dia, aku yakin nanti kau akan mendapatkan namja yang lebih baik darinya, jadi jangan penuhi pikiranmu dengan segala hal tentangnya lagi.” ujar chunji sambil memeluk youngie.

“Youngie-ah, sebenarnya aku ingin sekali memukul namja itu, namja yang telah membuat sahabatku menangis seperti ini, aku sarankan agar kau segera melupakannya karna sekarang dia telah memiliki kekasih, aku yakin kau pasti akan segera menemukan kebahagiaanmu youngie-ah.” ucap L.Joe pada youngie.

“Sebenarnya ada apa sih ini, aku jadi bingung sendiri dengan arah pembicaraan mereka bertiga, sepertinya aku harus menanyakan tentang hal ini nanti pada chunji.” batinku menatap youngie dari kaca mobilku.

“Hyung, belok kiri, rumah besar itu hyung tolong berhenti didepannya.” ujar chunji padaku.

“Chagi-ah, aku pamit ya, youngie-ah, ingat kata-kataku ea, hyung aku pamit, gumawo ea hyung, semuanya, annyeoong.” ucap L.Joe keluar dari mobilku.

“Bye chagi.” ucap chunji singkat.

Kulihat youngie hanya diam saja daritadi, tidak bicara sepatah kata pun.

Sesaat kemudian ada yang memegang pundakku “Minho hyung, chunji-ah, tolong bawa aku ke sungai han sekarang juga.” pinta youngie padaku dan chunji.

“Hyung, kita ke sungai han sekarang, ppali hyung.” pinta chunji padaku.

“Ne. Kita akan segera sampai disana.” balasku padanya.

@Sungai Han

 

Sesampainya di sungai han, youngie langsung berlari kebangku taman dan menangis disana, aku yang tak tau apa-apa mencoba mendekatinya, dan sepertinya chunji mendukungku, jika aku saja yang menghampirinya sendiri, perlahan tapi pasti, aku mendekat kearahnya dan duduk tepat disampingnya.

Sedikit mengamati matanya yang sembab karna menangis, aku pun mulai bersuara “Youngie-ah, neo gwaenchana? Aku bisa meminjamkan dadaku untuk tempatmu menangis dan menjadi tempatmu bersandar.”  ucapku padanya.

Tak lama kemudian dia sudah menangis dipelukanku, kurasakan kemejaku agak basah karna airmatanya, melihatnya seperti ini, membuatku ingin tetap selalu disampingnya, entah apa yang aku rasakan padanya kini, perasaan yang tulus dari hatiku kurasakan padanya, mungkinkah aku benar-benar jatuh cinta dengannya, jika memang benar semua yang terjadi padaku ini adalah cinta, aku bersedia mencintainya dan menjaganya agar tak terlukai lagi.

“Ulljima youngie-ah, aku memang tidak tau apa-apa tentang yang kau alami saat ini, hajiman, jika kau membutuhkan tempat untuk bersandar, aku dengan senang hati bersedia menjadi sandaranmu, tidak perlu sungkan padaku, dan sekarang cobalah untuk melupakan segala sesuatu yang akan membuatmu terluka, aku yakin kau pasti bisa jika kau mempunyai keinginan dan niatan yang sungguh-sungguh.” ujarku mempererat pelukanku padanya dan membelai lembut rambut blondenya ini.

Sudah 2 jam berlalu dia masih dalam keadaan memelukku dengan erat, kulihat chunji yang sedang duduk dibangku depanku kini tersenyum lebar kearahku dan menggerakkan bibirnya seolah berkata ‘chukae’ , hah. Chukae untuk apa memangnya, aissshh.. dasar dongsaeng aneh.

“Hyung, gumawo, untuk semua ini.” kata youngie singkat padaku.

“Ye?” ucapku bingung.

“Jeongmal gumawo minho hyung, karna kau sudah meminjamkan dadamu untukku menangis, dan untuk semua kata-katamu, dan semoga aku bisa segera melupakannya dari hidupku.” ujarnya padaku.

“Ne. Cheonmaneyo. Aku sangat senang bisa membantumu youngie-ah.” balasku padanya sambil membelai lembut puncak kepalanya.

“Hyung, apakah aku boleh memelukmu seperti ini lagi nantinya?” tanyanya polos.

“Ne tentu saja boleh youngie-ah, kapanpun kau membutuhkanku, aku akan selalu siap siaga untuk menjadi sandaranmu, sudah sore lebih baik kita pulang sekarang.” ucapku padanya.

Sambil melepaskan pelukannya dia berkata padaku “Gumawo hyung, karna aku merasa sangat nyaman berada didalam pelukanmu.” ucapnya mengukir senyuman diwajah cantiknya. Aishhh cantiknya*cengar cengir#plakk*

“Apa kau mau aku gendong sampai ke mobil youngie-ah?” tanyaku padanya.

“Memangnya boleh hyung? Apa tidak merepotkanmu hyung?” tanyanya balik kepadaku.

“Anniyo, malah aku sangat senang sekali, kau kan bisa bersandar di punggungku nanti.” jawabku padanya.

“Geurrae hyung.” diapun langsung naik kepunggungku.

“Ehemm.. aku sampai dilupakan nih, kalian malah asyik-asyikan bergendong-gendong ria seperti ini.” ucap chunji mengagetkanku dan youngie. Aku saja sampai lupa jika masih ada chunji disini, karna terlalu asyik bersama youngie disampingku.

“Wah..wah.. jika seperti ini lebih baik kau jadian saja dengan hyungku youngie-ah, dia adalah namja yang sangat baik loh.” ucap chunji ‘lagi’ pada youngie.

“Eh.. youngie-ah, wajahmu kenapa jadi memerah seperti itu, hahahaha.. lucu sekali..” goda chunji pada youngie.

“Huh. Kau ini !!*Pletakk* rasakan ini..” ucap youngie dengan sukses melancarkan pukulan tepat dikepala chunji.

“Huuuaahh ummma, appoyo!! tega sekali kau menjitakku keras sekali youngie-ah, memangnya aku salah apa sampai-sampai kau memukulku seperti ini, sakit tau!” erang dan omel chunji memanyunkan bibirnya.

“Salah sendiri kau juga yang mengodanya sih. Jadi rasakan itu.” ucapku membela youngie.

“Huaahh.. kalian ternyata sama saja, kalian cocok sekali jika menjadi pasangan kekasih, kalian sama-sama sadis orangnya, suka sekali memukul kepalaku, nanti kalo aku gagar otak bagaimana?” seru chunji tidak terima.

“Memang otakmu harus di restart ulang agar lebih baik dalam berpikir, tidak tinggal enteng mengatakan sesuatu seperti itu.” balas youngie padanya.

“Sudah..sudah.. lebih baik kita pulang sekarang, daripada terus berdebat seperti ini.” ucapku menengahi mereka.

*^*^*^*^*^*^*

Youngie’s PoV

 

“Gumawo hyung, karna telah membuatku tidak bersedih lagi.” ucapku pada minho hyung.

“Chunji-ah, jeongmal mianhae ea.. nado gumawo..hehehehe..” cengirku pada chunji.

“Ne. Cheonmaneyo youngie-ah.” ucap minho oppa sambil tersenyum padaku.

“Youngie-ah, ingat ya, jangan memikirkan hal yang tidak penting lagi, arrasseo?” kata chunji padaku.

“Youngie-ah, masuklah sekarang, dan segeralah istirahat ya..” ujar minho oppa padaku.

“Ne hyung.” balasku sambil tersenyum.

“Kau sangat cantik jika kau selalu tersenyum youngie-ah.” ucap minho oppa, seketika wajahku memanas, mungkin saja saat ini semburat merah yang menghiasinya.

“Gumawo hyung, aku masuk dulu ya. Annyeong.” balasku singkat.

*^*^*^*^*^*^*^*

Keesokan harinya**

@School

Hari ini aku sudah bertekad akan menyatakan perasaanku pada key, aku tidak ingin terlalu lama lagi menyimpan rasa ini untuknya, aku tidak berharap dia membalas cintaku, karna aku tau diri jika dia kini sudah memiliki taemin, jadi aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku ini saja padanya tanpa mengharapkan balasan darinya.

Sesaat setelah sampai digerbang sekolah, ada yang memanggilku “Youngie-ah.” ternyata minho hyung, tapi aku tidak melihat chunji, kemana dia? Kulihat minho hyung berjalan menghampiriku.

“Hai hyung, chunji mana hyung?” tanyaku padanya.

“Chunji tadi sudah dijemput oleh L.Joe, katanya dia mau berangkat bersama namjanya saja, jadi dia tidak berangkat bersamaku.” jawabnya.

“Lalu ada apa hyung kemari jika tidak sedang mengantar chunji?” tanyaku ‘lagi’ pada minho hyung.

“Uhmm.. itu.. aku ingin menemuimu saja youngie, apakah hari ini perasaanmu sudah membaik youngie-ah?” ujarnya padaku.

“Sudah hyung, semua ini karna kau hyung, gumawo ea.” ucapku padanya.

“Ne youngie-ah.” jawabnya.

“Minho hyung, youngie-ah, annyeoong.” sapa L.Joe padaku.

“Ne. Pagi L.Joe.” ucapku dan minho hyung bersamaan.

“Ciyeee, kompak sekali sih kalian ini, sepertinya kalian berjodoh deh..” seru chunji menatapku dan minho hyung.

“Jangan menggodaku chunji-ah..” ucapku kesal padanya.

“*Pletakk* jangan menggoda youngie lagi chunji-ah..” ujar minho hyung setelah menjitak kepala chunji.

“Huuaahh.. appoyo hyung!!” erangnya sambil mengusap kepalanya.

“Ya! Hyung kau tega sekali menjitak kepala chunji-ku.” bela  L.Joe mengelus-elus kepala chunji.

“Sudah hyung, kasihan chunji dari kemarin sudah jadi bulan-bulanan kita, nanti dia bisa lupa ingatan jika terus mengalami jitakan..” ucapku pada minho hyung.

“Chunji-ah, Joe-ya , hari ini aku sudah bertekad akan menyatakan semuanya pada key.” kataku pada chunji dan L.Joe mantap.

“Kau yakin yougie-ah? Sudah mantap akan menyatakan semuanya pada key?” tanya chunji agak ragu.

“Ne. Sangat yakin.” ujarku singkat dan mantap.

“Lalu setelahnya, apa yang akan kau lakukan?” tanya L.Joe padaku.

“Aku tidak akan berharap dia membalas perasaanku ini, karna aku tau diri jika dia sudah memiliki taemin, aku akan berusaha melupakannya dari hidupku, melenyapkan rasa ini dari hati dan pikiranku.” ucapku dengan sangat yakin menatap kedua sahabatku.

“Aku akan selalu mendukungmu youngie-ah.” ucap chunji yang diikuti anggukan kepala L.Joe.

“Ayo kita masuk kedalam, biasanya key sudah datang lebih pagi dari taemin, jadi aku tidak perlu mengganggu jadwal mereka untuk berduaan, dan lebih baik aku langsung saja bilang padanya.” ujarku pada chunji dan L.Joe .

“Minho hyung, aku masuk dulu ya.” kataku sambil tersenyum padanya.

“Ne youngie-ah.” balasnya sambil tersenyum menawan padaku. Akupun langsung masuk menuju kedalam sekolah bersama L.Joe  berlalu meninggalkannya minho hyung dengan chunji.

Setelah sampai didepan kelas key, aku langsung menyuruh L.Joe untuk meninggalkanku sendiri, lalu akupun beranjak menghampiri key yang sedang duduk manis di bangkunya.

“Key-ssi, bisakah aku bicara denganmu? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.” kataku padanya.

“Ada apa jinyoung-ssi? Bicaralah disini saja.” ucapnya padaku.

Sesaat setelah kupastikan kelas itu masih sepi, aku pun membuka suara “Key, aku akan mengungkapkan sesuatu padamu, kuharap kau tidak kaget mendengarnya nanti..” setelah menghela nafas sejenak aku langsung melanjutkan kata-kataku tadi.. “Key, sudah 3 tahun ini aku mencintaimu, sejak pertama kali kita bertemu saat kau dan aku masih kelas 3 smp, mungkin saja saat itu dan sampai sekarang kau tidak pernah memandang kearahku, dan aku tidak berharap kau mau membalas perasaanku, karna aku sangat tau diri jika kau sudah memiliki kekasih, geurrae.. gumawo sudah meluangkan waktumu sedikit, untuk mendengarkan pernyataanku ini.” ucapku mengakhiri kata-kataku padanya dan berlalu meninggalkannya.

“Mulai hari ini, aku akan melupakan cintaku padamu key, dan membuka hatiku untuk cinta yang baru, selamat tinggal cinta pertamaku.” ucapku dalam hati.

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Minho PoV

“Hyung, nanti kau jemput youngie pulang sekolah ya.. aku takut dia kembali seperti kemarin lagi, karna hari ini adalah akhir penantian cintanya, dan kuharap dia bisa segera melupakan key, dan menemukan cinta sejatinya.” ujar chunji padaku.

“Ne. Pasti aku akan menjemputnya nanti, aku yakin dia pasti akan kuat chunji-ah.” balasku padanya.

Aku jadi ingat cerita chunji tadi malam tentang apa yang terjadi pada youngie, sehingga dia sangat rapuh seperti kemarin.

#Flashback#

 

“Hyung, kulihat tadi youngie sangat nyaman berada disampingmu, kuharap dia bisa secepatnya melupakan perasaannya pada key, kasihan sekali youngie itu hyung.” ujar chunji padaku.

“Memangnya apa yang terjadi pada youngie? Dan siapa itu key? Apa hubungan mereka berdua chunji-ah?” tanyaku ingin tau.

“Youngie, selama 3 tahun ini mencintai key tanpa mengungkapkan perasaanya pada key, youngie selalu saja memandang key dari kejauhan tanpa menyatakan cintanya pada key, sampai pada akhirnya beberapa waktu yang lalu key sudah mempunyai namjachingu yang bernama taemin, saat itu youngie sangat terluka, tapi dia masih saja memendam cintanya itu pada key, walau harus terluka karna melihat kemesraan key dan taemin didepan matanya,  akupun dan  L.Joe sudah menasehatinya agar menyatakan perasaannya itu, tapi youngie hanya bilang ‘jika waktunya sudah tepat, pasti aku akan menyatakan perasaanku padanya’ hanya itu yang dikatakannya pada kami, dulu youngie adalah namja cupu yang kutu buku, dia dulu memakai kacamata yang sangat tebal dan penampilannya pun biasa-biasa saja, padahal dia itu sangat cantik meskipun tidak terlalu memperhatikan penampilannya sendiri, mungkin saja karna itu key tidak pernah memandang kearah youngie, karna youngie hanya seorang namja cupu yang kutu buku, saat L.Joe menyarankan pada youngie agar merubah sedikit penampilannya agar key memandang youngie yang selama ini mencintainya, tapi itu semuanya jadi sia-sia, karna tadi sewaktu masuk kedalam sekolah youngie tak sengaja bertabrakan dengan key, saat itu juga youngie baru mengetahui kalo selama ini key tidak pernah menggangapnya ada, selama ini dia hanya dianggap seperti angin yang berlalu oleh key, dan ini adalah puncak kesedihan yang youngie rasakan.” ceritanya panjang lebar padaku sambil menitikkan airmatanya.

“What? Seorang chunji menangis? Memang sangat menyedihkan sekali kisah cinta yougie, wajar saja jika chunji sampai menangis menceritakan ini semua, chunji sebagai sahabatnya sangat prihatin dengan nasib cinta youngie, aku juga dapat merasakan apa yang chunji rasakan kini.” ucapku dalam hati.

“Jadi tadi itu dia menangis seperti itu karna key, seperti apa sih namja yang bernama key itu, tidak berperasaan sekali dia itu, menyakiti namja secantik dan sebaik youngie, aku ingin sekali membahagiakannya dan membuatnya melupakan namja sialan itu dari hidupnya.” ucapku pada chunji. *mian key oppa#jangan cincang aku#abaikan*

“Kau serius hyung, aku tidak mau kau nantinya malah menyakiti youngie juga.” tanyanya sedikit ragu.

 

“Ne. Sangat yakin, aku tidak menyakitinya karna sepertinya aku telah mencintainya saat jumpa pertama dengannya, dan sudah bertekad untuk menjaga dan mencintainya, setelah melihatnya sangat rapuh tadi.” ucapku sangat yakin.

 

“Aku percaya padamu hyung, aku berharap dia bahagia bersamamu, kau harus bersungguh-sungguh menjaga dan mencintainya, awas saja jika kau menyakitinya hyung, kau akan kulempar ke segitiga bermuda nantinya.” katanya padaku diakhiri nada mengancam.

 

“Pegang janjiku ini padamu, aku akan menjaga dan mencintainya, aku akan membuatnya selalu bahagia chunji-ah.” balasku mantap padanya.

 

“Gumawo hyung.” ujarnya sambil memelukku.

 

#End Flashback#

 

“Memang sudah seharusnya aku menjaga dan mencintai youngie setulus hatiku, namja sebaik dia memang tidak pantas untuk namja yang bernama key itu.” ucapku dalam hati.

“Hyung, minho hyung.. kau melamun ya.” panggil chunji menyadarkanku dari lamunanku sesaat tadi.

“Anni. Hanya sedang berfikir saja, oh ya, apa saja hal-hal yang disukai  youngie chunji-ah?” ucapku padanya.

“Youngie itu orangnya simple hyung, dia suka sekali bunga mawar putih, suka eskrim coklat vanilla, suka sekali dengan warna biru sepertimu hyung, suka boneka dolphin warna biru, kalau soal makanan dia tidak terlalu pemilih, asalkan makanan itu sehat dan bergizi.” ungkapnya padaku.

“Oh begitu ya, baiklah sampai jumpa nanti sore.” pamitku padanya.

“Hati-hati hyung.” balasnya.

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Youngie’s PoV

Akhirnya bel tanda jam pelajaran berakhir pun sudah berbunyi, chunji dan L.Joe pun menghampiri bangku ku.

“Youngie-ah, ayo kita pulang bersama.” ucap mereka serempak. Kami pun berjalan keluar kelas, tanpa sengaja aku berpapasan dengan key dan taemin yng sedang bergandengan tangan dengan mesra, chunji dan L.Joe pun langsung menarikku menjauh dari mereka berdua.

“Youngie-ah, neo gwaenchana?” tanya chunji padaku.

“Nan gwaenchana, ayo pulang.” jawabku berjalan menuju luar sekolah.

Kulihat dari arah parkiran ada minho hyung yang sedang melambaikan tangannya kearahku, aku, chunji juga L.Joe pun langsung menghampirinya.

“Annyeong youngie-ah, kau mau pulang ya? bagaimana jika aku yang mengantarmu pulang?” ucapnya padaku.

“Gumawo hyung, apa tidak merepotkanmu nantinya?” tanyaku.

“Anniyo, aku malah sangat senang mengantarmu pulang kerumah.” jawabnya sambil tersenyum.

“Sudah youngie-ah, jangan menolak tawaran hyungku, lebih baik kau pulang bersamanya saja.” sahut chunji padaku.

“Aissshh, ya sudah, aku pulang bersama minho hyung saja, aku tau kau sedang ingin pulang berdua saja dengan L.Joe , dasar kau ini.” ucapku padanya.

“Kkaja youngie-ah silakan masuk.” ujar minho hyung membukakan pintu untukku.

“Gumawo hyung.” sahutku.

“Chunji, L.Joe, aku pulang duluan ya.. annyeoong..” pamitku pada mereka berdua.

“Hyung, bisakah kau membawaku pergi ke sungai han sekarang juga?” tanyaku pada minho hyung.

“Ne. Kita akan kesana sekarang juga.” balasnya singkat.

***^^^***

@Sungai Han

 

Setelah menempuh perjalanan dari sekolah ke sungai han, akhirnya aku sampai juga disini, aku mengajak minho hyung duduk dibangku yang kemarin kami tempati, sejenak keheningan melanda kami berdua, sampai akhirnya aku berkata padanya “Hyung, aku sudah mengungkapkan semuanya padanya, ada rasa lega dalam hatiku ini hyung setelah aku menyatakan cintaku pada key, aku juga sudah bilang padanya jika aku tidak berharap dia membalas cintaku ini padanya, aku hanya ingin menyatakan cintaku saja kepadanya, dan aku akan berusaha melupakannya dari hidupku, melenyapkan semua rasa dan segala ingatan tentangnya dari hati dan pikiranku, aku yakin bisa melupakannya dan membuka hatiku untuk cinta yang baru hyung.” ungkapku panjang lebar pada minho hyung.

“Kau sungguh yakin dengan semua yang kau lakukan ini youngie-ah?” tanyanya padaku.

“Aku sangat yakin hyung. Bolehkah aku memelukmu hyung?” ujarku padanya.

Sambil merentangkan tangannya dia menjawab “Seutuhnya dada ini milikmu, kau boleh setiap saat memelukku jika kau mau.” lalu tersenyum.

Tak kusia-siakan aku pun langsung memeluknya “Gumawo hyung.” seruku dalam pelukannya.

“Ne, cheonmaneyo.” bisiknya ditelingaku.

“Youngie-ah, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” tanyanya masih memelukku.

“Silakan hyung.” jawabku singkat.

“Youngie-ah, bolehkah aku mencintaimu? Bolehkah aku menjagamu selamanya?” tanyanya yang langsung membuatku melepaskan pelukanku darinya.

“Hyung, kau jangan bercanda, ini tidak lucu tau.” kataku padanya.

“Anniyo, aku sangat serius dengan kata-kataku ini padamu.” jawabnya mantap.

Aku sangat kaget dia menanyakan hal ini, padahal kan aku baru bertemu dengannya, walaupun jujur aku akui jika aku sangat nyaman berada didekatnya, tapi aku tidak mau menjadikannya pelampiasanku saja karna key, itu sama saja dengan aku menyakitinya secara tidak langsung, apa aku harus mencoba membuka lembaran cerita baru dengannya, semoga saja jawabanku ini tidak menyakitinya.

“Hyung, aku tidak mau menyakitimu, kau tau kan jika aku baru saja menyatakan perasaanku pada key, aku tidak mau menjadikanmu sebagai pelampiasan semata.” ujarku padanya. Lalu dia mengenggam kedua tanganku dan menjawab “Youngie-ah, kau tadi kan bilang akan membuka hatimu untuk cinta yang baru, apa salahnya jika kita jalani dulu semua ini pelan-pelan saja, aku yakin jika kau bisa melupakannya dan setulusnya mencintaiku, kau mau kan menjadi namjachingu ku?” ucapnya padaku.

“Ne hyung, aku mau menjadi namjachingu mu, semoga aku bisa melupakan key dari hidupku mulai saat ini.” jawabku memeluknya dengan erat.

“Gumawo youngie-ah.” ujarnya sambil membelai lembut rambutku.

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*

Minho’s PoV

 

Akhirnya aku menyatakan perasaanku ini padanya, walau aku bukanlah orang yang romantis, dan mungkin saat itu adalah saat yang tidak tepat untuknya, tapi aku yakin itu adalah saat yang tepat untukku membuatnya selalu tersenyum.

Hari ini aku akan menjemputnya disekolah, dan tentang aku dan youngie kemarin, aku belum memberitahu chunji & L.Joe, aku akan memberi mereka kejutan nanti. Aku menunggu youngie pulang sekolah di tempat parkir seperti biasa, tapi karna aku penasaran bagaimana suasana didalam sekolahnya, akupun melangkahkan kakiku masuk menyusuri koridor sekolah, dari kejauhan kulihat youngie keluar dari kelasnya bersama chunji dan L.Joe, tapi dari arah belakang youngie, muncul namja yang memegang tangan youngie, dan mengajaknya berbicara, sejenak aku menghentikan langkahku dan bersembunyi dibalik dinding tepat dibelakang mereka.

“Jinyoung-ssi, aku ingin berbicara denganmu, apa kau ada waktu?” ucap namja itu pada youngie lalu melepaskan tangannya dari youngie-ku.

“Ada apa key-ssi? Bicara disini saja tidak apa-apakan?” ujar youngie singkat.

“Ne. Youngie-ah, mianhae karna selama ini aku tidak menyadari perasaanmu padaku, tapi apakah kau mau memberiku kesempatan untukku membalas cintamu padaku selama ini, maukah kau menerimaku sebagai namjachingu mu?” ucap namja yang bernama key itu pada youngie.

“Aisshh, apa yang namja itu lakukan, seenaknya saja pada namjaku.” batinku. Aku ingin melangkah mendekati mereka, tapi kata-kata youngie membuatku menghentikan niatku itu.

“Mianhae key-ssi, aku tidak bisa, karna aku sudah mempunyai namjachingu , bukannya waktu itu aku sudah bilang padamu jika aku tidak mengharapkan balasan cinta darimu, lagian juga kau sudah mempunyai taemin disampingmu.” tuturnya sangat jelas terdengar olehku.

“Aku dan taemin sudah putus kemarin, setelah aku menyadari semua ini, menyadari bahwa kau mencintaiku, kau pasti berbohong, kau tidak mempunyai namjachingu kan? tidak mungkin jika namja ini kekasihmu kan?” ujarnya menunjuk L.Joe.

“Anni. L.Joe bukan namjachingu ku, dia adalah sahabatku dan juga namjachingu chunji sahabatku, dan kenapa kau harus putus dengan taemin? memangnya aku menyuruhmu untuk memutuskannya dan menerima cintaku, begitu kah? penyesalan pasti akan datang belakangan, lebih baik kau kembali saja dengan taemin.” jawab youngie menatap key.

“Jangan seperti ini youngie-ah, aku yakin kau masih mencintaiku kan?” ucap key lalu memeluk youngie.

“Lepaskan aku key-ssi.” ujar youngie mencoba melepas pelukan key darinya.

“Ya! Lepaskan namjachingu ku.. seenaknya saja kau memeluknya..” teriakku langsung melepas pelukan key dari youngie-ku.

“Chagi-ah, neo gwaenchana?” ucapku khawatir memegang wajah youngie.

“Nan gwaenchana hyung.” jawab youngie tersenyum padaku.

“Hyung, kau dan youngie.. kalian berdua.. wahh.. chukae hyung.” ujar chunji & L.Joe bersamaan.

Aku tidak menjawab kata-kata chunji & L.Joe, akupun langsung menatap tajam ke arah key.

“Key-ssi, mudah sekali kau berubah pikiran, kemana saja kau sebelumnya, kau pun tidak pernah merasakan bahwa ada seseorang yang mencintaimu yang sudah lama memendam cintanya padamu, dan sekarang dengan mudahnya kau memintanya menjadi kekasihmu, kau ini laki2 macam apa? lebih baik kau urusi saja namjamu yang bernama taemin itu, jangan pernah mengganggu YOUNGIE-ku lagi.” ujarku menekankan nama youngie dan menatapnya tajam dengan mata elangku*key oppa, mianhae:) jangan bantai saya#ppopo oppa#abaikan*

“Ayo youngie-ah jangan perdulikan dia lagi.” ucapku menarik tangan youngie menjauh dari key.

“Jjakanman hyung, aku hanya ingin mengucapkan sesuatu padanya.” pinta youngie padaku.

“Ne.” jawabku singkat.

“Key-ssi, mianhae, semua yang kau lakukan kini sia-sia saja, aku sudah memiliki namja yang tulus mencintaiku, aku tidak bisa menerimamu menjadi kekasihku, itu semua karna kesalahanmu sendiri. Annyeooong.” ucap youngie beranjak meninggalkan key, dan langsung menggandeng tanganku.

Sesampainya di parkiran, kulihat wajah chunji dan L.Joe  menatap kami penasaran.

“Ya! Apa yang kalian lihat sih? Kenapa menatapku seperti itu?” ucapku pada mereka.

“Hyung, youngie-ah, kalian sudah resmi jadian sejak kapan? Kenapa tidak memberitauku sih..” tanya chunji padaku.

“Iya hyung, youngie-ah, kenapa kami malah baru tau sekarang, wahh, chukaeyo ea? Aku senang sekali melihatmu kini bersama minho hyung, hyung, jagalah youngie baik-baik ea?” ujar L.Joe semangat.

“Pasti. Aku akan menjaga dan mencintainya setulus hatiku.” ucapku mantab. Kulihat wajahnya bersemu merah.

**

“Youngie-ah, masuklah kedalam rumah, dan istirahatlah chagi.” ucapku pada youngie setelah mobilku sampai didepan rumahnya.

“Ne chagi, gumawo. CHU..” jawabnya lalu mencium pipiku, lalu beranjak membuka pintu mobilku.

“Jjakanman, yongie-ah, saranghae nae chagi..” ucapku menahannya pergi dan langsung membelai lembut wajahnya.

Pelan tapi pasti, kudekatkan wajahku kearah wajahnya, menatap lembut matanya, hidungnya, lalu menyentuh lembut dagunya, mendekatkannya kearahku, dan sedetik kemudian bibir tebalku telah menempel dengan sempurna dibibir mungilnya, mengecap dan melumatnya dengan lembut dan lama.

“Saranghae youngie-ah.. jeongmal saranghae.” ucapku sambil melepaskan ciumanku pada bibirnya. Kulihat wajahnya sangat merah.

“Nado saranghae minho hyung..” ucapnya mengukir senyuman padaku.

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Youngie’s PoV

 

Mulai hari itu aku sedikit demi sedikit melupakan perasaanku pada key, dan akhirnya setelah 5 bulan aku mengenal minho hyung, perasaanku pada key, yang semula sangat mendalam, lama kelamaan pun pudar bersama dengan rasa sakit yang aku alami, aku mencoba untuk merelakan key bersama dengan taemin, ya walaupun cinta pertama itu tidak mudah untuk dilupakan. Tapi kini aku telah memiliki minho hyung disisiku, minho hyung yang kini aku cintai setulus hatiku. Namja yang akan kucintai untuk selamanya.

“Minho hyung, saranghaeyo..”

The end …..

wkwkwkwkwkwkwk… endingnya rada gaje ya.. tak apalah.. kepanjangan bgt ya… mian kalo ada miss typo dll.. jangan lupa RCL..  ok readers….

RCL.. RCL *Joget Bonamana Bareng wookie oppa, kyu oppa, minnie oppa, hae oppa, wonnie oppa* gyahhahahaha … gumawo ea… sampai jumpa lagi… *peluk cium smuax* annyeooong..

2 responses

  1. GeeLoveKorea

    Buseeeet,,,,
    ini eph2 tpanjang yg prnah ak baca….
    Kanap gk djadiin 2shoot ajh unn??
    Critanya bagus bnget kq unn cm klo ak gk gtu dpet feelx coz ak 2min shipper n cast lainny gk gitu familiar…
    Kekekeke,,,,,,
    mian y unn,,jeongmal mianhe….
    Tp klo jalan ceritany udah bgus kq..

    Semangat y unn……
    (^o^)/

    16 Juni 2011 pukul 05:55

  2. annyonghaseyoo~….
    haahhh~ ceritanya panjang buat mataku berair tapi tak bela belain bacanya…abis lagi doyan (?) hehehe…
    apalagi ma couple yang baru aku tau….
    ceritanya gax kecepetan jadi dpt feel’na tapi….
    karna aku gax tau yang namanya jung jinyoung jadi agak gax gimana….
    ini bukan salahnya autor kok cuman akunya aja….
    semangat buat ff lagi ne….
    anyong….^^…

    16 Juni 2011 pukul 17:29

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s