fanfiction for our soul

FF : “bad boy good boy” part 3


Title : “bad boy good boy”

Genre : yaoi, comedy (garing), crazy lah pokonya (?)

Rate : PG 13

Length : chaptered (3/??)

Main cast : GD X TOP

HHHOOOAAA… ANNYEONG..!!!! *tereak ampe kaca pecah

Udah lama nih ga ngeksis di blog ini.. hhe.. pada kangenkah ?? *dimuntahin

Masih pada ingatkah dengan FF gaje ini ?? kalo ngga baca lagi ya..

Oh ya, smua bahasa ancur ini saya sengajain !! kalo pada ga suka ya ga usah baca, trus bilang deh “ngga usah dilanjutin dong ff-nya.. jelek banget! Ngotorin blog” gitu aja.. gampang kan?? Saya ga marah kok!! Ok.. nikmati^^

OH MY GOD..!!!

Seung hyun langsung menyambar kunci mobil yang tadi ia lemparkan ke sofa merah kecil dan keluar menemui mobil sport-nya. Seung hyun berkeliling kota mencari sosok mungil suami/istrinya (author juga gatau siapa yg mau dijadiin istrinya)

“ji yong, kemana sih lo?? Nanti gue yang dijadiin tumbal sama mami!!!” gumam seung hyun sambil mengacak-ngacak rambutnya.

“G H E T T O E L E C T R O—“

HP seung hyun berdering keras membuyarkan lamunannya. Ia lalu memasang headset dan langsung berbicara tanpa melihat siapa yang menelpon.

“bisa kau telpon aku nanti? Aku sedang mencari—“

“kau sibuk, hyun?” tanya orang di seberang.

Seung hyun langsung mengenali suara ini. Reflek ia menghentikan mobilnya di samping jalan. Ia lalu menegakkan posisi duduknya, dan berkali-kali menghembuskan nafas untuk menenangkan diri.

“ya sudah, aku—“

“aniyo, noona!!” akhirnya seung hyun berbicara. “aku hanya sedang berlatih drama. Kenapa?”

Orang diseberang terdengar menghembuskan nafas dari mulut. “drama apa lagi? Kau memang jago dalam drama!”

Seung hyun menjalankan mobilnya perlahan. Tangannya masih bergetar saking gugupnya karena bertelponan dengan orang yang disukainya dari dulu sampai sekarang.

“kali ini judulnya ‘rainy blue’ aku ditarik-tarik anak drama untuk memerankan tokoh mario maurer. Katanya karena aku memenuhi kriteria itu!” seung hyun menggembungkan dua pipinya mengingat masa saat ia ditarik-tarik anak drama untuk memerankan mario. *tunangannya author tuh mario maurer.. *dateng yah ke pernikahan kami berdua!! *plakk

“kau kan tampan, tinggi, kaya, dan—“ orang diseberang menghembuskan nafas dulu sebelum menyambung kata-katanya. “MANJA!”

Seung hyun langsung menampilkan ekspresi kesalnya. Untungnya tidak ada yang tahu.

“aku bercanda!!” katanya.

“ne, arasso!”

Sekian lama dua orang itu berdiam-diaman. Akhirnya orang diseberang menyampaikan maksud menelponnya.

“aku ingin bertemu denganmu sekarang bisa?”

Deg—

Jantung seung hyun serasa berhenti berdetak. Dunia ini terasa begitu indah mendengar maksud narsha. Tanpa babibu langsung saja ia mengiyakan. Dan sambungan telepon pun diputus.

@ ji yong place

Selama ini hanya melihat kegiatan seung hyun, sampai lupa dengan cast yang satu ini. Yang manis, imut, dan lucu.

Ji yong sampai di rumah dengan perasaan senang karena berhasil mengibuli seung hyun. I-podnya hanyalah pemberian orangtuanya saat ji yong berumur 14 tahun. Hanya saja ia menempelkan label ‘brian mc knight’ untuk membuat orang-orang percaya kalau ia pernah bertemu idolanya.

“akhirnya sendirian juga. Nggak ada yang ganggu kan?? Huhh.. berapa tahun harus kulewatkan untuk menikmatinya??” ji yong menjatuhkan diri di sofa merahnya dan menyetel TV. Tidak lupa mengambil es krim yang barusan dibelinya.

LEMBAGA SENSOR FILM MENYATAKAN “POCONG MINTA DUIT” NYARIS LULUS SENSOR…

Tulisan itu membuat ji yong deg-degan. Hatinya terasa cenat-cenut seperti lagu boyband indonesia yang nada awal lagunya mirip banget sama lagu 1TYM yang disukai author *naon sih??*

“hhwaa..!! pocong!!!!” teriak orang di dalam film itu yang bernama mimin.

Ji yong mengemut es krimnya tanpa rasa takut. Dan saat pocongnya muncul tiba-tiba bersamaan dengan perempuan sexy setengah telanjang yang diselingkuhi sang pocong, seung hyun datang dengan wajah ditekuk yang membuat ji yong menghentikan aktivitasnya.

“KEMANA AJA KAMU??!!!!” tanya seung hyun langsung dengan nada tinggi yang membuat sang perempuan sexy dalam film itu langsung mati di pangkuan pocong.

Ji yong berbalik ke arah seung hyun. “kangen?”

Seung hyun langsung tersenyum sinis. Mungkin inilah senyumnya yang biasa di balik wajah manisnya.

“ini bukan waktunya bercanda!” desis seung hyun. “KEMANA SAJA KAMU?!!!!”

Ji yong terlonjak kaget. “umm.. aku—“

Tanpa komando apapun, seung hyun mengeluarkan CD pincess hours, dan menaruhnya di CD player. Ji yong langsung pindah ke sofa yang satunya setelah layar TV menampilkan tulisan episode. Dan drama korea pun dimulai..

“sini dong, yong!” kata seung hyun sambil menepuk tempat di sebelahnya.

Ji yong membatin sambil menatap wajah lelaki manja itu. ‘ini orang cepet amat ngubah mood-nya! Jangan-jangan lagi jatuh cintrong lagi!’

“EH! Jangan terpesona gitu deh!” kata seung hyun yang membuat ji yong sepenuhnya sadar betapa bodohnya ia membatin di saat seung hyun sedang memperhatikannya. Sudah jelas seung hyun adalah peledek ulung yang tak pernah puas dengan ledekannya kepada satu orang.

“siapa yang terpesona?? Ckck..” balas ji yong.

“yong, kesini atau kamu kucekek!!”

Ji yong tak bisa membayangkan bagaimana rasanya dicekek anak manja berbadan besar itu. Menurut cerita ibu seung hyun, yang dua hari lalu menelpon ji yong, seung hyun pernah mencekik seorang anak laki-laki yang menodong temannya sampai anak laki-laki itu pingsan, dan seung hyun dikeluarkan dari sekolah. Makanya, ji yong langsung menuruti saja apa kata seung hyun.

“kamu mau episode berapa?” tanya seung hyun pada ji yong.

“siapa yang mau nonton?” tanya ji yong balik.

“ok. Episode 12!!”

Jreng.. jreng.. *backsound*

Aku tak mau kalau aku dimadu.. eng.. eng.. *author ngaco*

Back to FF..

Ji yong terlihat mengantuk saat adegan shin-chae kyung sedang berada di kamar yang sama, kamar lee shin. Saat itu chae kyung dengan manjanya menirukan orang yang sedang flu. *episod favorit saya loh!!*

“sini..” kata shin pada chae kyung.

Shin menepuk tempat kosong di sisi kirinya setelah ia bergeser beberapa senti. Chae kyung menoleh kaget pada shin.

“disini hangat!” kata shin.

Chae kyung langsung naik ke tempat tidur shin. Dan merasakan keempukkan kasur yang beda dari kasurnya yang ada di sebelah kamar shin. Ia menarik selimut sampai badannya hangat dan tertidur. Shin memusatkan perhatian pada istrinya. Tangannya lalu menyelinap ke bawah leher chae kyung untuk memberikan istrinya yang cantik itu alas tidur. Shin lalu mengelus lembut rambut chae kyung sampai akhirnya..

*author dimarahin readers gara” nyeritain episode 12 princess hours bukannya bad boy good boy. Mianhe.. ga bakal diulangi deh (kalo ga lupa) !!*

Back to GTOP

“yong!!” panggil seung hyun tanpa mengalihkan perhatian dari TV. “yong..!!” panggil seung hyun lagi. Kali ini nadanya agak di tinggikan tapi.. tetap saja pelan. “ji yong..”

Seung hyun menoleh ke arah ji yong yang kepalanya sudah tidak tentu arah. Kepalanya bergerak ke depan, ke belakang, ke kanan, ke kiri, ke atas, ke bawah, dan lain-lain. Akhirnya adegan princess hours ketiga pun dimulai. Seung hyun mengambil alih (?) kepala ji yong dan menyandarkannya ke dadanya. Dielus-elusnya rambut lembut ji yong, dan diakhiri dengan kecupan singkat di atas kepalanya. Dada seung hyun terasa sakit. Degupan keras membuatnya sulit bernafas. Berkali-kali ia melakukan terapi yang dipelajari neneknya dulu, sampai ibunya, dan akhirnya seung hyun yang mewarisinya.

Paginya..

“hhooammm…” ji yong terbangun dari tidur panjangnya. Ia melihat TV masih menampilkan adegan demi adegan dalam drama princess hours yang berating tinggi itu.

“aku dimana?” ji yong mengedarkan pandangan ke penjuru rumah. Dilihatnya seung hyun yang tertidur pulas tanpa sehelai benangpun *ralat* tanpa satu benda tidur seperti bantal, guling, atau boneka yang paling disayanginya, mario maurer eh mario bros.

“tampangnya tidur kok innocent gini ya??” gumam ji yong sambil mendekat ke wajah seung hyun yang sedang tertidur. Nafas lelaki itu terasa menyapu lembut wajah ji yong. Kemudian, seung hyun terbangun..

“hooaammm..” seung hyun mengangkat kedua tangan besarnya ke atas. Lalu memfokuskan pandangan. Di sebelahnya, ia sudah melihat ji yong, yang dengan polos menatapnya.

“ehm.. udah mulai terpesona ya??” goda seung hyun, masih setengah sadar.

Ji yong langsung menginjak kaki seung hyun. “hello?? Ingatkah siapa yang masih diajak ngobrol olehmu??”

Seung hyun tersenyum manis. Perhatiannya lalu tertuju pada jam yang ditunjukkan oleh jam digital berwarna hitam di atas TV, yang masih menampilkan adegan demi adegan drama princess hours.

“KITA TELAT?!!”

***

“kalian kemana saja?” tanya kim ki bum, kepala sekolah yang paling cerewet yang pernah ada. Mungkin kalau ada kontes nyolot atau semacamnya, kepala sekolah ini harus diikutsertakan. Dan tanpa doapun, pastilah ia menang. Lihat saja bibirnya yang agak-agak (?) *ditampar kibum loper

“kalian tahu sekarang jam berapa?” tanya kibum sonsaengnim.

“ne, sonsaengnim..” jawab ji yong dan seung hyun.

“11.45!!!” kepala sekolah itu berdiri dari tempatnya. Lalu kembali jatuh terduduk karena ia baru ingat, kalau penyakit tulangnya kambuh lagi. Tapi masih tetap saja ia marah-marah. “kalian tahu kan jam berapa kalian harus masuk ke kelas ini? Harusnya malah datang lebih awal! Kalian ini dasar ya bla bla bla bla~”

Kuping seung hyun dan ji yong sudah panas. Bahkan kalau di film-film kartun, pasti sudah mengeluarkan asap dari kuping dan kepala. Lalu ada dua tanduk di kepalanya yang masing-masing ada di kanan dan kiri.

“oke. Kalian beruntung karena hari ini bebas!” katanya menutup pembicaraan.

“APA?!!!”

GUBRAK!!!!

“kenapa tidak daritadi saja? Pakai harus mendengar omelannya yang begitu memekakan telinga selama 2 jam?! Shit!! Pabo..!!!!” geram ji yong sambil menendang tembok. Tapi si tembok malah memberikan dorongan yang kuat. Jadi, bisa dipastikan kaki lelaki kecil itu sakit.

“sakit?” tanya seung hyun polos.

Ji yong menatapnya sinis. “nggak! Sama sekali nggak.”

“oh. Jadi aku tak perlu menggendongmu kan?”

Ji yong menoyor kepala seung hyun. “gendong saja si kibum jelek itu! Bawa ke segitiga bermuda biar kumpul dengan komunitasnya!”

“maksudmu??”

#plakkkkk

@@@

Anak-anak kelas 2 berkumpul di aula serbaguna. Entah ada pengumuman apa yang akan disampaikan. Biasanya di aula itu ada pengumuman penting yang disampaikan. Mungkin ujian? Sepertinya masih lama. Masih dua semester lagi! Pemilihan ketua OSIS baru? Masa jaya ketua OSIS belum berakhir sampai sekarang. Pergantian kepala sekolah? Berdoa saja semoga benar.

“SEMUANYA, ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WA BARAKATUH..” *loh.. loh.. kenapa jadi islam gini??* “ADA PENGUMUMAN!!”

Semua anak kelas tiga menggumamkan satu kata yang pas. “YAIYADONG!!!”

“lusa..”

Sementara kita tinggalkan kelas 2 yang penuh keyadongan itu. Kita ke kelas 1, tepatnya kelas ji yong. Kelasnya tidak seramai biasanya. Karena biang keroknya sedang diare, dan dirawat di rumah sakit. Kelas itu langsung benar-benar sunyi ketika seorang perempuan, seksi, dan tinggi masuk bersama dengan seorang laki-laki, yang ternyata adalah pacar dari perempuan seksi itu.

“semuanya, kita akan bagikan pengumuman! Kalian jangan pada lupa kalau acaranya seru!” kata perempuan itu sambil membagikan selebaran yang diberikan dari sekolah.

Ji yong menerima selebaran itu dengan hati dag dig dug. Mungkinkah ini sebuah acara perkawinan salah satu guru? Jadi anak-anak bisa libur? Oh tidak mungkin! Mana ada orang kawinan di hari sekolah? Apakah camping? Mungkin..

@ home, 3.45 PM

“oh yeah!! Akhirnya hari ini tiba juga!!!” teriak ji yong setelah sampai di home sweet home-nya.

Seung hyun melempar tas besarnya ke penjuru ruangan. Lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa empuk besar yang menemani hari-harinya kalau sedang menonton.

“kamu mau ikut camping?” tanya ji yong dengan nada riang.

Seung hyun menggigit bibir bawahnya. Ia tidak mau kejadian camping beberapa tahun lalu kembali terulang.

“hyun??” panggil ji yong, untuk memastikan bahwa orang yang dijodohkan olehnya masih hidup.

“eh?” seung hyun langsung tersadar dari lamunannya. “kenapa? Mau magnum?”

Ji yong menggeleng kesal. “dasar!! Kenapa diam saja?? Kalau kau mati kan aku tidak mau menguburmu!!”

Seung hyun tersenyum. “oh.. jadi takut gitu sama mayat?”

Ji yong meringis. Mengingat masa-masa ‘indah’ bersama mayat di ruang mayat. Saat itu usia ji yong baru menginjak 8 tahun. Ia diajak neneknya untuk menjenguk kakek yang sedang sakit. Karena ji yong anaknya selalu penuh penasaran, akhirnya ia menghilang dari samping neneknya dan masuk ke kamar yang tidak dimasuki orang-orang. Dokter saja tidak ada disitu. Dan saat ia masuk kedalam, yang dilihatnya hanyalah kegelapan. Sebuah trolley pengangkut orang sakit meluncur bebas ke arah ji yong. Reflek anak laki-laki itu langsung menghindar. Dan saat menghindar itulah ia menabrak sesuatu. Tepatnya makhluk. Tangan makhluk yang ternyata sudah tak bernyawa itu menjulur keluar, seperti mengajak ji yong masuk. Tangannya penuh dengan luka. Dan beberapa belatung menikmatinya. Perut ji yong serasa diaduk-aduk. Ia ingin keluar. Tapi kakinya terasa berat. Seperti tertimpa benda yang sangat berat, yang sangat keras dan susah diangkut. Akhirnya ji yong menangis dan untungnya, seorang suster datang dengan neneknya. Disitulah awal ji yong takut dengan orang mati.

“heh!! Kok nangis??” tanya seung hyun yang melihat ji yong tiba-tiba berubah mood.

“hhuuee.. ini karna kau!!” jawab ji yong sambil memukul-mukul dada seung hyun.

Seung hyun yang tidak tahu apa-apa tentang perubahan mood ji yong langsung menghindar dari pukulan-pukulan yang mematikan itu. Tapi tetap saja terjamah oleh ji yong. Akhirnya seung hyun sendiri yang menghentikannya. Ia mencengkram dua tangan ji yong.

“kenapa? Cerita dong! Udah lama nggak dengerin curhatan orang.” Kata seung hyun sambil menghapus air mata yang masih menempel di pipi ji yong.

“EHH.. NGAPAIN PEGANG-PEGANG?!!!” teriak ji yong sambil menjauhkan diri dari seung hyun.

Seung hyun yang baru sadar langsung bersikap biasa. Ia mengambil remote TV dan menyalakannya. Tapi ternyata acara TV tidak ada yang bagus. Seung hyun mengambil i-pod dari sakunya dan menyetel lagu love song – rain *maklumi aja.. saya lagi demen ama rain*

@ 7.00 PM

“pizza.. pizza.. pizza..” gumam seung hyun sambil menatap iklan pizza hut di TV. Ji yong yang melihatnya hanya cekikikan.

“mau?” tanya ji yong sambil duduk di sebelah seung hyun, lalu mengambil alih remote dan mengganti channelnya dengan film horror yang berjudul “pocong keramas”

“eh, siapa suruh ngambil-ngambil?!!” tanya seung hyun sambil mencoba mengambil remote dari tangan ji yong.

“tanganku.. weekk :P” ji yong menjulurkan lidahnya sambil terus menggoda seung hyun.

“balikin..!!” seung hyun berdiri di depan ji yong sambil terus mencoba merebut remote yang sedang di pegang ji yong.

“tangkep dong!! Masa’ badan gede nggak bisa ngambil remote?” goda ji yong.

Seung hyun tersenyum jahil. Lalu duduk di tempatnya tadi. Tapi ji yong dengan jahilnya mendorong pantat seung hyun sampai kepala seung hyun terbentur meja.

“auuww..” rintih seung hyun sambil memegangi jidatnya.

Ji yong yang melihatnya hanya pura-pura tak bersalah. Padahal ia merasa bersalah. Ia memusatkan perhatian pada film “pocong keramas” yang sudah mulai preview.

“oh em ji!!!” teriak seung hyun kaget. Reflek ji yong langsung menengok ke arah seung hyun.

“ya ampun..!!” ji yong berlari ke dapur untuk mengambil kain, es batu, dan alat P3K lainnya.

“mau ngapain??” tanya seung hyun takut-takut.

Kepalanya memang pusing. Tapi seung hyun terus menghindar dari uluran tangan ji yong yang membawa es batu yang dibalut kain warna putih.

“hhuuuee.. mami..!!” teriak seung hyun tanpa sadar.

Seung hyun menelungkupkan posisinya karena rasa pusing luar biasa yang menyerangnya akibat benturan keras tadi. Air matanya tidak bisa terbendung lagi. Ji yong yang melihatnya benar-benar merasa bersalah. Bagaimana tidak? Jidat seung hyun yang tadinya rata jadi ada benjolan sedikit.

Seung hyun langsung bersikap seperti laki-laki jantan. Ia menatap ji yong yang tangannya sedari tadi masih mengangkat es batu yang dibalut kain itu.

“diem aja. Sakit kan??” tanya ji yong sambil mendekat ke arah seung hyun.

Seung hyun langsung mundur beberapa senti. Diikuti ji yong yang juga maju beberapa senti. Saat hampir mendekat, jiyong tersandung kaki seung hyun! Dan..

Mereka terdiam beberapa saat. Tidak ada yang menyadari kalau mereka sudah melupakan dunia masing-masing. Kali ini hanya ada dunia mereka berdua. Tidak ada yang sadar kalau ternyata mereka baru bersentuhan bibir setelah beberapa lama menikah..

Mereka berdua langsung bangkit dari posisinya sambil memegang bibir masing-masing. Mereka berdua juga saling tatap. Suasana menjadi lebih dingin dari biasanya.

“mi-mian-mi—“ kata ji yong membuka percakapan.

“aku tahu..” kata seung hyun. Untuk beberapa saat ia lupa kalau kepalanya benjol. “TAPI BISA KAN KALAU TIDAK MELAKUKAN INI?!!”

Ji yong tersentak mendengar seung hyun berteriak seperti itu di depannya. Ia sempat mundur beberapa senti saking kagetnya.

“a-aku..”

“DIAM!!” bentak seung hyun. “segera keluar dari sini dan jangan kembali lagi!”

“hah?”

“KELUAR DAN JANGAN KEMBALI LAGI..!!!”

Ji yong menghembuskan nafas panjang sambil tersenyum terpaksa. Lalu berdiri dan melangkahkan kaki kecilnya keluar. Seung hyun memandanginya dengan pandangan biasa. Setelah itu kepalanya kembali berdenyut. Sakit.. sangat sakit..

“arrrggghhh..” rintih seung hyun sambil memegangi kepalanya. “ji yong-ah, mana es-nya??”

Sunyi~

Seung hyun baru ingat kalau ia baru saja mengusir ji yong. Seung hyun meraba-raba lantai untuk menemukan benda kecil yang dibalut kain putih itu. Akhirnya ia menemukannya. Dan langsung menempelkannya di kepalanya.

“ji yong-ah..” teriak seung hyun. “ji yong!!” panggil seung hyun. “JI YONG..!! KAJIMA..!!”

Seung hyun langsung berlari keluar setelah memastikan kepalanya tidak pusing lagi, dan juga setelah memakai pakaian ekstra hangat untuk menghangatkan tubuhnya di malam berhujan ini.

TeBeCe

Mampukah seung hyun menemukan ji yong lagi untuk membawa kembali ke rumah ???

Maap ni aye bikin jadi angst (?) gini di part 3.. kalo ga suka tinggal bilang aja nanti ga saya lanjut disini. Paling taroh di blog pribadi aja.. haha..

Gomawo buat yg udah ngikutin ni FF dari part 1 lalu *bow

15 responses

  1. Akhirnya,…… update juga setelah sekian lama di tunggu-tunggu, ku paling suka ff ini so… buat author cepet update chap 4 nya yach,yach,yach…

    8 Mei 2011 pukul 21:54

  2. akhir.a thor post jg, hahay ternyata 2 org ni hoby nntn yg 1 suka horor yg 1 suka drama ahihihi
    thor knp part 3nya g sepanjang part 1 ma 2
    *reader sok tau / perasaanq thor kekeke
    aq jg seneng PH thor paling seneng wktu Chae kyung ngagumin punggung shin lucu si meluk z bxk btl rintangan.a xD
    thor epep.a wajib dilanjoddd awas lo g lanjoddd!
    Next part gtop.a b1 dong thor, part ni angst next part fluff y n_n
    hwaiting!

    8 Mei 2011 pukul 22:37

  3. riwon

    wah pnasarn tu seunghyun b’hsl nemuin si jiyong g ya?? trs jiyong mau blk g ya???

    9 Mei 2011 pukul 00:39

  4. Dictavip (Sekar Arum)

    Daebak!

    9 Mei 2011 pukul 01:30

  5. youngsung

    wah mreka tuh pasangan aneh ya
    kayaknya g saling suka tp kok mesra bgt
    wkwkwkwk
    tp bgs kok thor lanjutin ya

    9 Mei 2011 pukul 10:50

  6. resa is vip

    ok …. ditunggu klanjutan na za ya ! inget GPL …..

    jdi pnasaran kisah slanjut na ….

    9 Mei 2011 pukul 15:42

  7. shin hyun mi

    sumpah author aku ngakak banget baca part ini!! XDDD
    sampe perutku sakit…author tanggung jawab!!!

    9 Mei 2011 pukul 17:05

  8. aq juga zka bgt ma princess hours.. zka bgt paz mreka tdur d satu kamar, ma mreka yg jd romance, aq jd ngiler tuh pngen ikutan meluk shin *nah loh mlah curhat* lanjutin ceritax.. gua suka gaya loe.. wkwkwkwk.. aq mw jd author d blog ini.. hehehe.. tnggu aja ea tnggal mainx.. *kyg film aja*

    10 Mei 2011 pukul 00:38

  9. Mincha

    Lanjut donk thor ff nya ..
    Bagus kooookkkk !!

    11 Mei 2011 pukul 20:09

  10. Gak jelek kok FF’y bagus menurutku walaupun bahasanya rada” aneh ‘n’ ngawur *PLAK diklasih Death glear ma Author.
    di tunggu lanjutannyaaaaaaaa…..!!!!!!!!!!

    17 Mei 2011 pukul 12:08

  11. Rin

    akhirny update juga (woy, loe aja g buka2 lgi ni wp kn)
    xixixi~ q tunggu ni fic gaje lama sih
    tpi finally baca juga..

    25 Mei 2011 pukul 22:33

  12. yaaah mana lanjutanya?

    16 September 2011 pukul 22:55

  13. DewiAriyani

    Jiyong sukanya ma film horor indo ya.??? Hahahahaha
    Pokoknya ngakak trus deh pas baca nih ff…
    Mereka berdua emang pasangan yg rada aneh juga ya..😀

    18 Oktober 2011 pukul 18:42

  14. FFnya bagus!😀 . Padahal aku biasa aja sama yang namanya (hubungan) GTOP. Tapi pas baca FF ini.. hahaha . GTOP tuh cocok mainin peran yang kayak gini😀

    13 November 2011 pukul 01:56

  15. Aku kurang nangkep sama ceritanya thor.. :3
    bingung gitu.. :3
    tapi..LUCU😄

    12 Februari 2013 pukul 18:27

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s