fanfiction for our soul

ff : “dangerous friendship” part 3


ga jadi saya protect deh.. haha.. lagi cepet” ni karna bentar lagi UTS. doain ya moga lancar… *digampar

 

“jae hyung! Apa.. apa.. apa yang kau lakukan?” tanyaku kaget.

“lihat tubuhmu!” katanya.

“heh?”

“lihat tubuhmu!”

Aku membuka selimutku. Benar-benar tak bisa dipercaya! Bukannya tadi aku tidur di sofa ruang tamu? Kenapa sekarang aku ada di kasur? Di kamarku? Dan yang lebih tak bisa dipercaya, aku TELANJANG!! BUFF!!

“a.. apa yang kau lakukan padaku?” tanyaku. Rasanya aku ingin menangis. “apa.. apa yang.. kau perbuat? Bagaimana kalau.. ketahuan.. oleh.. yun—“ dia langsung menciumku ganas. Dia menindih tubuhku. Sakit! Apakah ini yang dirasakan jae hyung atau yunho hyung? Dia terus menciumku. Lidahnya mendorong-dorong mulutku untuk membukakan pintunya (?). Aku tetap bertahan dengan mulut tertutup walaupun aku kesulitan bernapas. Tangan jae hyung menyelinap di selimutku. Dia meremas juniorku dan..

“AUU..” pekikku pelan. Jae hyung memanfaatkan kesempatan ini. Lidahnya bergerak-gerak bebas di dalam mulutku. Lidahnya menelusuri setiap ruang di mulutku. Dia mencari-cari lidahku. Oh.. lidahku ketemu! Lidahku dan dia bertarung menentukan pemenangnya!

“Aggghh..” dia menggigit bibir bawahku. Bisa kupastikan bibirku berdarah karna jae hyung menjilatinya.

Hosh.. hosh.. hosh..

Kita berdua sama-sama kehabisan nafas. Aku merubah posisi jadi duduk sambil menutupi tubuh telanjangku ini dengan selimut.

“buka!” kata jae hyung dengan tatapan killer. “BUKA!!”

“n.. ne..” aku terpaksa menurutinya. Aku membuka selimutku perlahan. Perlahan hanya terlihat dadaku. Jae hyung menatapku napsu. Dia lalu melingkarkan tangannya ke leherku sedangkan lidahnya terus menjilatiku. Please jae hyung.. stop it!! Pasti besok aku langsung dibunuh yunho hyung! Oh tuhan.. dia terus menjilati dadaku. Mungkin untuk membuatku terangsang.

“delicious!” kata jae hyung. Dia tersenyum napsu padaku. Oh tuhan.. “kenapa tak terangsang?”

“aku tak mempan dengan laki-laki!” alasanku.

Setelah puas menjilati dadaku, jae hyung berdiri dan membuka bajunya. Oh hyung.. jangan bilang kau mau melakukan adegan yang biasa kau lakukan dengan yunho hyung padaku!!

“buka selimut itu!” perintahnya.

“ani!” bantahku.

“buka!!”

“ani..”

Jae hyung dengan paksa menarik selimut lembutku yang membuat seluruh badanku terlihat sexy (?) jae hyung kembali menatapku penuh napsu. Dia menyuruhku berdiri. Sebenarnya aku malas. Tapi daripada dia menarikku paksa seperti selimut tadi, mendingan aku berdiri. Ternyata dia menyuruhku berdiri untuk mengocok junior yang lumayan ini (?)

“ah… hyung!!!” desahku. “sakit hyung!!”

“ok. Sekarang manjakan dia!” jae hyung menunjukkan junior kecilnya.

Aku terpaksa menurutinya. Toh tidak akan kenapa-napa. Jae hyung sering melakukannya dengan ‘suaminya’ selesai itu, dia mendorongku ke tempat tidur. Aku yang kaget hanya menurutinya.

“masukkan punyamu ke punyaku!!” kata jae hyung.

“m.. what did you mean, hyung? I don’t understand!”

“changmin..”

Jae hyung lalu kembali duduk di kasur kesayanganku ini. Dia menangis!

“don’t you know, changmin-ah. I love you! I just love you! I love you more than yunho!”

What’s mean jae hyung? Dia lebih mencintaiku daripada yunho hyung? Lalu kenapa dia mau melakukan yang seperti itu pada yunho hyung?

“aku hanya ingin dekat dengannya demi kau! Kau adalah temannya. Jadi pasti ada harapan untukku untuk mendekatimu jika aku mendekatinya.” Dia kembali menangis. Aku memeluknya untuk menenangkannya. Dia terus menangis di dadaku. Jam berapa ini? Kenapa jae hyung bisa kesini? Oh god! Jam 2!!

“changmin-ah,” panggil jae hyung. “aku mohon!” dia menatapku dengan tampang memohon.

Otokke? Aku melakukannya, berarti aku mengkhianati persahabatanku dengan yunho hyung! Aku juga harus berurusan dengan yoochun hyung! Kalau aku menolak, mungkin aku bisa bebas walaupun belum tentu aku bisa tenang. Lalu, apa yang kupilih???

“jae hyung-ah,” panggilku ragu. “benarkah kau mau melakukan ini padaku?” mungkin mukaku memerah karna malu sekarang. My god.. bagaimana ini??

“iya. Aku ingin melakukan ini padamu!” jawab jae hyung dengan senyum.

“tapi, aku kan tak berpengalaman seperti yunho hyung.”

“ya.. makannya aku mau mengajarkanmu! Bagaimana?”

Oh my.. dia memberikan pertanyaan lagi! Pilihan lagi. Kalau aku melakukan, aku mungkin akan mendapat pelajaran tentang ini. Kalau aku menolak, jae hyung akan marah, dan dia akan mengadukan pada yunho hyung. Mungkin dia akan memutar balikkan fakta –aku sudah berpikir soal ini—dan yunho hyung akan membunuhku dalam semenit dengan botol sojunya!

“min..?” jae hyung membuyarkan lamunanku.

“umm??” oh.. salting again!

“maukah?”

“umm..” kembali berpikir. Aku antara mau dan tidak. Kalau tidak mau ya tadi. Aku harus berurusan dengan suaminya! Dan kalau iya, inilah pengalaman terburuknya!

“kau harus berpikir positif!” kata jae hyung. “ini untuk menambah pengalamanmu!” satu lagi. Kalau aku melakukannya, aku juga tak ada ruginya. Toh dia tak akan hamil. Aku pun tidak! Aku dan dia sama-sama laki-laki. Keren pula!

“apa kau akan tutup mulut jika aku melakukannya?” aku harus mengajukan permintaan ini karna aku takut dia nanti akan bercerita.

“tentu saja! Tak ada untungnya aku mengadukan pada yunho! Kalau kau keluar dari geng shinki aku juga akan ikut!”

Segitu cintakah kau denganku hyung? Kenapa kau melakukan ini pada adik kecilmu ini?

“ok, hyung.” Aku agak ragu. “ka—“

Jae hyung kembali melahap bibir sexy-ku ini (?) dia melumatnya dengan penuh napsu. Dia mendorongku hingga aku benar-benar jatuh ke kasur empukku. Dia terus melumatnya dan menggunakan kesempatan karna mulutku tak sempat kututup. Kita lembali beradu lidah. Adegan ini kita pertahankan sampai kira-kira 7 menit. Lalu kita kehabisan nafas.

“dasar banci!” ejek jae hyung sambil menyunggingkan senyum evil. “masa baru segitu sudah kehabisan nafas!”

“MAKANNYA, JANGAN LAKUKAN INI PADA ANAK 14 TAHUN! SUDAH TAHU AKU BERBEDA DENGAN SUAMIMU!!” kataku marah.

“suami? Maksudmu yunho? Oh min.. kau sudah dengar rupanya!”

“m-mwo?”

“hubunganku dan yunho lebih dari teman. Kau tahu? Aku selalu melakukan itu dengannya! Sebenarnya aku sudah menikah dengannya tanpa restu kedua orangtua!”

“h-hyung? Kau—kau tidak bercanda, kan?”

“yunho pernah minta ayahnya untuk segera menikah! Dan dia menunjukku. Tapi ayahnya melarangku menikah dengannya karna ini hanya akan merusak nama baik keluarga jung!” itu kau tahu hyung!! Dia melanjutkan. “akhirnya aku menikah sendiri. Aku punya cincinnya di rumah! Dan aku juga punya bukti nikah kita!”

“apa itu asli?”

“tidak!” dia menjawab dengan tenang. “kau tahu kan, yunho punya segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau!” aku mengangguk. Dia menjelaskan. “dia menyuruh percetakan membuat surat nikah. Kalau orang itu tak mau, yunho akan melaporkannya pada polisi!”

Andaikan aku seperti yunho hyung yang bisa mendapatkan apa yang dia mau. Please hyung.. jangan ceritakan itu lagi padaku! Karena itu akan membuatku iri! Aku juga ingin menikah!! *ayo min ama gw aja!!*

Jae hyung menatapku sambil tersenyum. Baru kali ini aku melihat senyum indah itu! “kapan mau melakukannya?”

“umm.. terserah kau!” jawabku pasrah.

“kau mau aku yang melakukan atau kau yang melakukan?” lagi-lagi pertanyaan ini! Kapan akan berakhir???

“karna aku masih junior, aku tak mau melakukannya duluan!”

“ok..” jae hyung kembali mendorongku ke belakang. Dia mengendus di leherku. Apakah kissmark akan diberikan oleh jae hyung?

“jae hyung-ah,” panggilku lirih. “aku mohon, jangan beri kissmark!” aku hampir menangis. Oh tuhan. Akhirnya ini terjadi lagi! Memalukan!

“ini kan tanda cinta, changmin-ah!” kata jae hyung. Cinta? Love? Sarang? Ai? All of them are bullshit!

“hyung-ah, jebal!” aku benar-benar menangis sekarang.

“kau belum pernah mimpi basah kan?”

Pertanyaan ini sering membuatku mual! Kenapa di umurku yang segini aku belum mendapatkannya? Aku juga penasaran apa mimpi itu! Apakah mimpi yang seperti ini? Tapi ini bukan mimpi! Iya kan?

“changmin-ah..”

“hyung—“

“calm.. you will get the best!”

What’s mean?? You will get the best? What the best? Oh.. god! Help me to past it all!! *sok inggris kambuh

“changmin!!” jae hyung melakukannya! Dia memberi tanda yang tak akan bisa hilang–dan mungkin—selamanya! Dia lalu menjilati darah yang keluar dari leherku ini. Auuu.. benar-benar sakit rasanya! Aaarrrggghhh…

 

***

 

“changmin-ah, kenapa? Changmin!” aku membuka mataku perlahan. Kejadian bodoh itu ternyata hanya mimpi! Tapi kejadian yang ini, sepertinya ini benar kejadian! Aku tidak bermimpi! Dan sekarang aku benar-benar ada di kasurku!

“appa? Omma? Kalian pulang?” tanyaku tak percaya.

“aku takut kau kenapa-napa!” kata appa.

“ternyata kau sudah besar ya!” timpal omma.

“baru sekarang kalian peduli pada anakmu ini?” tanyaku kesal. Ternyata, sudah 11 tahun mereka tak pulang! Imagine it! 11 tahun anak sepertiku yang hidup dikelilingi oleh kemewahan dikelilingi pula oleh kesendirian! Sekarang, mereka pulang! Dan hanya mengatakan itu! ‘aku takut kau kenapa-napa!’ dan juga ‘ternyata kau sudah besar ya!’

“kalian baru peduli?” ulangku. “kalian pulang hanya ingin mengatakan hal bodoh yang tak ingin aku dengar?”

“sepertinya kau tak mengharapkan kehadiran kami!” kata omma.

“aku selalu mengharapkannya. Tapi tak sekarang!” kataku.

“changmin-ah, kau tahu? Kita tak hanya pulang dengan tangan kosong!” kata appa. Sepertinya appa sudah bodoh! “kau sekarang punya teman!”

“tenanglah. Aku sudah tak butuh teman lagi! Aku sudah punya pergaulan sendiri!” kataku sambil tersenyum sinis.

“tapi ini teman di rumah! Dia manis, changmin-ah!” kata omma.

“manis? Semanis apa? Aku hanya ingin jun—eh berteman dengan orang-orang yang berkualitas!” hampir saja aku menyebut nama junsu! Kenapa anak itu selalu ada di pikiranku??

“dia adikmu!” kata appa. “umurnya hanya berbeda sedikit darimu!”

“berapa perbedaannya?”

“umm.. mungkin 6 tahun!”

“berarti dia 8 tahun!”

“bukan! Dia 11 tahun!”

Aku bangun dari tempat tidurku. Aku tak mempedulikan kedua orang tuaku yang menatap bingung ke arahku.

“kau mau kemana?” tanya appa.

“aku mau mandi dan pergi sekolah!” jawabku.

“untuk apa kau sekolah? Ini sudah jam 8!”

“sekolah akan menerimaku! Jam berapapun aku datang karna aku adalah murid yang tak bisa diragukan!”

“baguslah! Padahal aku harus mengenalkan adikmu padamu!”

“ah.. whatever!”

Aku keluar kamar menuju kamar mandi. Di kamar mandi aku terkejut karna ada banyak cairan yang membasahi celana dalamku.

“apa ini yang dinamakan mimpi basah? Dan sperma yang keluar?” aku benar-benar tak percaya. Tapi aku tak mempedulikannya sekarang. Aku langsung mencucinya –karna baunya aneh—dan mandi secepat mungkin meninggalkan neraka ini. Setelah mandi dan ganti baju, aku langsung berangkat ke sekolah dengan mobil sport-ku ini.

“mobil sport siapa itu?” tanya appa.

“aku tak punya bakat mencuri. Jadi ini adalah mobilku!” jawabku lalu masuk ke dalam mobil. Aku benar-benar kesal! Aku benar-benar ingin bunuh diri! Aku tak ingin lagi mempunyai teman di rumah!

 

@ school

Sekolah ini sepi! Yah.. mana ada murid yang berani keluar dari kelas jam segini kecuali penguasa SMA dong bang. Aku menyusuri setiap lorong sekolah ini. Sebenarnya aku tak mau masuk sekolah. Tapi karna kedua orang tuaku ada di rumah jadi aku memilih untuk pergi kesini. Mungkin aku akan mendapat ketenangan. Suasana sekolah ini seperti kuburan saja! Seperti tak ada penghuni! Lebih baik aku ke balkon atas menikmati angin.

“changmin!” panggil seseorang. Suaranya seperti suara junsu. Tapi mungkinkah anak ini sekolah disini? Aku berbalik badan untuk melihat siapa yang memanggil. Ternyata benar!

“ada apa?” tanyaku.

Junsu menggelengkan kepala. Dia lalu mendekatiku. Dia berdiri disampingku yang sedang berdiri di belakang tembok kecil balkon ini.

“kenapa baru datang?” tanyanya.

“memang kenapa?” tanyaku balik.

“aku tanya balas tanya!”

“oh ya, apa kau sudah mengalami mimpi basah?” tanyaku tanpa mengacuhkan pertanyaan junsu.

“umurku hampir 16 tahun, mana mungkin aku belum pernah! Wae?”

“umm.. ani.” Aku benar-benar salah tingkah. Haruskah aku ceritakan mimpiku tadi?

“kenapa? Kau belum ya?” tanya junsu.

“oh ya, kau bilang kau hampir 16 tahun kan? Berarti aku harus memanggilmu hyung!” lagi-lagi aku tidak mengacuhkan pertanyaan junsu.

“terserah!” katanya. “hei, balas dulu pertanyaanku!!”

“ooh.. aku tak tahu ini bisa dikategorikan mimpi basah atau tidak!”

“kenapa?”

“waktu kau mimpi basah dulu, kau mimpi apa?”

“aku mimpi, umm..” dia berusaha mengingat. “antara aku dengan seorang perempuan. Tapi aku tak tahu perempuan itu! Yah.. seperti itulah!”

“apakah mimpinya berbau sex?”

“maksudmu?”

“apakah kau bermimpi sedang melakukan ‘itu’ dengan perempuan itu?”

“tidak!”

“aku bermimpi melakukan ‘itu’! tapi ini dengan laki-laki!”

“mwo?”

“ups..” aku menutup mulutku. Rrrggghh.. kenapa mulutku ini tak bisa menjaga perkataan??? Lalu junsu tertawa.

“haha.. itu bukan mimpi basah namanya!!” kata junsu.

“memang bukan!” jawabku salah tingkah. “tapi.. cairan menakutkan itu keluar!!”

“tunggu..” junsu seperti menerawang pada diriku. “suaramu sepertinya jadi lebih berat!”

Ehem… aku mencoba berdehem. Ternyata memang lebih berat! Kenapa aku baru sadar ya?

“haha.. kau sudah dewasa!” kata junsu. “tinggimu juga!”

“aku minum susu kemarin, makannya tinggi!”

Aku diam. Mencoba mengerti keadaan ini. Aku sudah mengalaminya! Tapi kenapa dengannya? Kenapa tak dengan perempuan lain?

“hyung—“ ups.. aku memanggilnya hyung!

“kenapa?”

“mulai sekarang aku akan memanggilmu hyung!” kataku.

“up to you!”

“aku mau tanya..” kataku lirih. Sepertinya sebentar lagi air mataku tumpah. “apakah.. perempuan.. yang.. ada di mimpi.. itu.. akan.. jadi.. pendamping kita nanti?”

“umm..” junsu menerawang ke langit biru. “tidak juga! Jodoh ada di tangan tuhan!”

Ffiiuuhh.. syukurlah! Aku tak akan jadi suami jae hyung! Lagian siapa juga yang mau dengan laki-laki seperti dia! *me : gue mau kok!! (bwa jeje lari ke KUA)*

“memang kenapa?” tanya junsu lagi.

“nothing!”

“oh ya, dari tadi kau bertanya! Sekarang aku mau bertanya!”

“apa?”

“kenapa kau bisa pintar?”

It’s a stupid question!

“tak ada lagi yang bisa kau tanyakan?” tanyaku.

“just kidding boy!” katanya sambil menepuk pundakku. “sebenarnya kau asli mana sih?”

“can you stop this stupid question??”

“lagian, bahasa inggrismu tak bisa diragukan!”

“just that?”

“yeah..”

Obrolan kita hanya sampai segitu. Kita tak meneruskan lagi. Seandainya tak ada junsu aku pasti bakal menangis.

“kenapa kau kesini?” tanya junsu memulai pembicaraan lagi.

“menenangkan diri!” jawabku singkat.

“kau ada masalah?”

“begitulah!”

“ceritakan!”

“tidak!”

“kenapa?”

“kau tak berhak tahu!”

“kenapa?”

“can you stop saying ‘why’ to me?”

“sorry~”

Aku tak mau menceritakan ini! This my problem! Jadi aku tak mau kalau semua orang tahu.

“kau sudah masuk geng shinki?” tanyaku.

“begitulah! Kenapa?” tanyanya lagi.

“umm.. nothing.”

“kau takut ya posisimu sebagai magnae diganti?”

“kata siapa? Masih banyak orang yang berumur lebih muda dariku!”

“kau mulai bisa mengalah!”

What??? Kenapa dia bisa tahu kalau aku adalah anak yang susah mengalah? Dan kenapa aku bisa saja mengalah seperti ini?

“kenapa? Kau kaget?” tanya junsu.

“kenapa kau bisa masuk shinki dengan cepat?” tanyaku tanpa mengacuhkan pertanyaannya.

“yah.. begitulah!”

“kenapa?”

“kau benar-benar ingin tahu?”

“tidak juga!”

“kenapa kau bertanya?”

“hanya ingin tahu!”

“kenapa—“

“BERHENTI BERTANYA ‘KENAPA’!!!” teriakku.

“ok.. ok.. sorry”

“aku mau masuk!”

 

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

 

“hello min!” sapa yunho hyung saat aku ke markas shinki.

“hai!” jawabku lesu.

“kok lesu?” tanya yunho hyung sambil memeluk pundakku.

“ani. Gwaenchana.” Jawabku mencoba tersenyum.

“umm.. junsu mana?”

“aku tak bersamanya!”

“jae joong juga mana ya dia?”

Please hyung! Stop to say that name!! I hate it!

“aku telpon dia dulu ya! Kau telpon yoochun dan junsu, ok?”

Heu.. dasar hyung pelit!! Masa uangnya hanya diberikan pada jae hyung!!

“hyung, aku pulang ya! Aku tak enak badan!” kataku. Benar! Aku tak enak badan!

“eh, telpon junsu dan yoochun dulu!” kata yunho hyung.

“shit!”

“changmin!!!”

“ne..”

Setelah aku menelpon dua orang itu, aku langsung keluar. Aku memang sudah izin ke yunho hyung. Untungnya dia mengizinkan. Aku menyetir mobil ini dengan kecepatan tinggi sambil memikirkan orang yang dibawa omma dan appa. Sampai di pagar rumah, mood-ku untuk mencari tahu hilang. Aku kembali melajukan mobil ke pantai tempatku biasa menghilangkan stress. I want to scream! Aku mau berteriak! Suara rock-ku hilang!! Suara indahku hilang! Otokke? Ottokke? Tapi pantai ini tak cocok untuk berteriak. Yang ada aku yang jadi sasaran amuk orang-orang. Setelah pikiran burukku hanyut terbawa ombak –walaupun tak semuanya—aku kembali pulang ke rumah. Aku pulang dengan pikiran yang sedikit kosong! Orang-orang penghipnotis pasti gampang menghipnotisku.

TOK.. TOK..

Aku mengetuk pintu rumah yang terbuat dari jati ini. Betapa terkejutnya aku ternyata yang membuka adalah seorang lelaki manis yang tak ku kenal.

“siapa kau?” tanyaku sinis.

 

TBC

 

siapakah dia ?? adakah yg mo nebak ?? hahaha..

21 responses

  1. Luph yunjae Yongwonhi

    Apakah aq yg pertama?? Phuiiih…hampir aj jantungku copot*lebayy*smp aq ga tega baca’y,kirain beneran jae sm min nc an,untung’y cmn mimpi,selamet selamet…jd ff ni nyeritain metamorfosis’y minnie yh?*emang minnie kupu2*tp aq binun kan umpa’y min bw plng ade’y min,trs ktny umur ny,11 th,tp beda 6 th sm min,tp kn min 14th,jd mksd’y gmn tuh?ap mgkn sbnerny min tu dh 17 th??penasaran sm lnjutan’y,next chap’y dtunggu yah…n bwt author ny,smga dapat nilai yg bagus2 yah…

    11 Maret 2011 pukul 18:13

  2. Rin

    kkkk~~ wah, min dah dewasa y
    btw, sapa ank tu~~?? yg mo d knalin ma appa nd eommany min y~??

    11 Maret 2011 pukul 19:55

  3. sheyoon galz

    aigooo,,ternyata cuma mimpi????syukurlah…hehehe…

    stress bgt kayaknya changmin sama mimpinya itu..sampe2 males ktemu jaejoong..tp knapa dalam mimpinya itu mau2 aja ngelakuin itu sm jae..dasar changmin..^^

    changmin mulai suka junsu yah???tp knapa ketus gtu sm junsu??

    itu sp jg orang yg dibawa appa sm umma-nya changmin untuk nemenin changmin dirumah??

    11 Maret 2011 pukul 20:30

  4. ellena_choi

    siapa ya? siapa ya?
    kyuhyun kah?😀
    minkyu, minkyu,

    11 Maret 2011 pukul 20:35

  5. hyukiewife

    perasaan kyu ya
    kan couple minkyu hwehehe

    11 Maret 2011 pukul 21:19

  6. youngsung

    wah si min uda gede….

    tuh yg buka pintu yg mo d kenalin ma changmin kah???

    12 Maret 2011 pukul 01:17

  7. teuki

    kirain beneran taunya cma mimpi…huft*nafas lega*…
    Siapa ya yang dibawa…pnasaran…

    12 Maret 2011 pukul 07:32

  8. Zpa tUh?pnsaran wah,changmin udah besar,YEAH!;-D*lnjuT YAh thor, tbCnya jg kLmaan!

    12 Maret 2011 pukul 17:50

  9. Tanjunxiu

    Huffth…ternyata cuma mimpi, lega.y (?)
    wah, minnie skrg dah gede ya..?
    Mgkn tu org adlh adik.y minnie?

    12 Maret 2011 pukul 21:12

  10. huaa. . Q pikir changmin bkal ber nc dgn jae. . Trnyata tdak. .
    Jiah. . Tenang dah hati. .
    Hmp. . Siapa kah yg ada d rumah x changmin? Penasaran ni. . Crtax makin seru, cpat d lanjut yha author. . D tggu. . ^^

    13 Maret 2011 pukul 08:49

  11. ID

    y ampun cuma mimpi, pdhl dah mikir klo min ma jae bkalan ngelakuin n ngehianatin yunho ternyata wkwkwk
    sp adek.a min?
    Penasaran!
    Lanjoddd n,nb

    13 Maret 2011 pukul 11:37

  12. Risu_Shim

    Fuuhh….
    No comment buat part jaemin … Ckckckckck *tepar*

    omo.. Siapa adenya changmin ?? *saya !!*
    hehehe

    curious !

    20 Maret 2011 pukul 08:56

  13. cpa cwo it.. pnazaran aq..

    24 Maret 2011 pukul 10:28

  14. JungAngel_LovelyXiah

    siapakah gerangan anak umur 11 thn it??..ak bngung ma umurx min..adegan jaemin trnyt mmpi*swetdroped*.hore min dah gede.

    18 Juni 2011 pukul 09:16

  15. YunPpa JaeMma

    waa waa waa minnie mimpi basah #smangad45
    hihi si minnie akhr’a dewasa juga..
    tp kog mimpi basah’a ma jaemma iah???
    wah, pertanda minnie yaoi neh, haha..

    19 Juni 2011 pukul 09:29

  16. himeShara..

    untng cman mimpi..^^~
    *nepok.2 pundak yunpa*
    kalo beneran???
    pengen baca jga c..
    hahahha xD
    Akh kyak.na c kyuhyun deh^^~
    bingung kq yoochun ga suka.2 jga y ma c junsu @,@

    11 Juli 2011 pukul 21:59

  17. Park Hyo Ra

    mimpi basah ternyata…
    siapa itu yang buka pintu??
    makin penasaran.

    21 Oktober 2011 pukul 14:57

  18. Ping-balik: Review FF : “Dangerous Friendship” « Yaoi Fanfiction

  19. fhefheYJ

    y iy lh min, appa rela ngluarn uang x buat umma, kn umma istri x. mimpi aj kn adgan td, gk snggup baca yg td

    29 April 2012 pukul 08:53

  20. Mimpi kirain beneran untung cuman mimpii.. Kalo ga bisa” dibunuh tuh changmin sama yunho ._. Oke, lanjut lagiiii

    2 Mei 2012 pukul 14:41

  21. irxiahni

    huaaaa nih changmin mau digampar yunho yah? tp untung cuman mimpi..
    hohohoho minsu cute deh ^^

    18 April 2013 pukul 12:01

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s