fanfiction for our soul

songfic : “i have nothing” part 3 (end)


mian apdetnya kecepetan coz tinggal hari ini saya ga sibuk.. hoho…

 

“APPA!!!!”

Terlambat. Semua sudah terlambat. Mobil sedan hitam yang dikendarai oleh young woon dan jae joong tertabrak truk gandeng berkecepatan tinggi. Mobil sedan hitam itu ringsek. Young woon tewas ditempat. Sedangkan jae joong yang mengalami luka yang lumayan parah karena terjepit di antara ringsekan mobil itu.

 

*yunho POV*

 

Aku melihat jae joong yang berada di new york! Aku melihat joongie kecilku! Itu dia. Ya.. itu dia! Tapi kenapa dia ada disitu? Kenapa ia dimasukkan ke ambulance? Aku langsung melihat ke penjuru tempat. Aku melihat ada sebuah mobil sedan ringsek akibat tabrakan. Ada seorang laki-laki yang tewas disitu.

“joongie..” panggilku pelan. “joongie..” panggilku dengan suara yang lebih kencang. “JOONGIE!!”

Aku tersadar dari mimpi burukku. Aku memegang dadaku yang sesak karena detakan jantung yang lebih cepat dari biasanya. Aku memegang kepalaku yang sakit karena memikirkan kejadian di mimpi itu.

“yun, gwaenchana?” tanya omma sambil memberikan segelas air putih kepadaku.

Aku menerimanya dan meminumnya. Perasaanku sedikit tenang sekarang. Omma menyuruhku menceritakan semua mimpiku. Tapi aku hanya diam. Aku tidak mau menceritakannya! Aku takut. Sungguh! Perasaanku tidak enak sekarang. Aku ingin ke phila! Semoga saja joongie masih disana.

“omma keluar. Kau tenangkan pikiranmu ya!” kata omma sambil menepuk pundakku.

Tidak mungkin joongie ada di new york! I a kan ada di philadelphia. Aku tahu phila dan new york dekat. Tetapi tak mungkin kan dia ada disana? Ahh.. hanya mimpi. Tak usah dipikirkan!

 

***

 

“omma, appa, aku mau ke new york, ya? Please?” pintaku. “aku ingin belajar film disitu. Omma, appa..”

“yun, kau—“ appa membelai kepalaku lembut. “ok. Kapan kau mau berangkat?”

“besok?”

“ok! Yong hwa, pesan tiketnya sekarang juga!” kata omma sambil tersenyum. “cepat!!”

“i-iya..” appa langsung mengambil telepon genggamnya di meja. Ia lalu menelpon petugas bandara untuk memberinya tiket.

“gomapsemnida, omma, appa!” kataku senang.

“omma ikut senang! kau ada semangat lagi.” Kata omma sambil membelai lembut rambutku.

“ne, omma.”

“kau siapkan barang-barangmu. Appa sudah dapat tiketnya!” kata appa setelah menutup teleponnya.

Yes! Aku berhasil! Aku bisa ke new york! Aku langsung masuk kamar untuk mengemas pakaian. Aku ingin cepat-cepat hari esok!

Terhitung sebulan setelah aku mendapatkan mimpi buruk itu. Aku ke new york bukan karena aku ingin bertemu joongie. Tetapi aku ingin lebih mendalami perfilman. Inilah cita-citaku dulu. Aku pernah menceritakannya pada orang masa laluku itu. sekarang, aku akan mewujudkannya. New york, wait me!

 

=================================================

 

(lanjut lah pas yun sampe new york)

 

Aku menginjakkan kaki di bandara new york. Beda sekali rasanya dengan di korea. Kebetulan sekarang adalah musim gugur. Dinginn.. sekali udaranya. Ahhh…..

 

*author POV*

 

Yunho sampai di bandara new york *gw lupa nama.a, anggep aja ada!*. ia menikmati semua yang ada. Bandaranya bersih, besar, dan bagus. Udara disitu lebih dingin dari di tempatnya.

Yunho keluar dari bandara sambil membawa satu tas besar dan koper untuk dibawa ke dalam taksi. Tapi belum sampai masuk taxi ada seseorang yang mencoba mengambil dompet yunho yang ada di saku belakang celananya.

“hey!” bentak yunho sambil meraih tangan lelaki itu.

Lelaki itu panik. Keringat dingin mengucur deras. Matanya yang besar makin membesar dan tangannya gemetar.

‘kenapa dia seperti jae joong?’ gumam yunho dalam hati.

“a-apa maumu?” tanya lelaki itu.

Yunho langsung melepaskan tangan lelaki itu. Getaran tangannya masih terasa di tangan yunho.

“harusnya aku yang tanya!” jawab yunho.

Lelaki itu menghembuskan nafas panjang dan menatap yunho dengan tatapan polosnya.

“tangkap aku. Biarkan aku hidup di penjara!” kata lelaki itu sambil menyerahkan tangannya.

Yunho menatap lelaki itu dengan tatapan seperti mengingat sesuatu. Tetapi ia benar-benar tidak bisa mendeskripsikannya!

“aku tidak akan membawamu ke kantor polisi!” kata yunho kalem sambil tersenyum. “jangan kau ulangi lagi perbuatanmu!”

Lelaki itu tersenyum senang. Ia lalu mengucapkan terima kasih sambil membungkuk. lalu pergi dari hadapan yunho.

“maaf tuan, saya telat!” kata seorang supir taxi yang yunho pesan tadi.

“ohh. Tidak apa-apa!” jawab yunho.

Supir taxi itu keluar lalu membawa koper besar yunho ke bagasi. lalu yunho masuk ke dalam taxi.

“sepertinya anda sedang memikirkan sesuatu.” Kata supir taxi itu memulai pembicaraan di dalam taxi.

“iya. Saya memikirkan anak tadi!” jawab yunho sambil membayangkan wajah manis lelaki itu.

“itu anakku. Kim jae joong!”

Deg—

“jae joong??” tanya yunho kaget. Ia lalu mendekatkan badannya ke si supir yang ada di depan. “jadi.. kau—young woon ajusshi?” tanya yunho dengan bahasa korea.

“aku bukan orang korea! Namaku jack layton.” Jawab supir itu. “young woon sudah meninggal karena kecelakaan!”

“lalu kenapa kau bilang jae joong anakmu? Jelas-jelas jae joong anak KIM YOUNG WOON!”

Supir taxi itu menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Ia menatap yunho yang meminta jawaban dengan tatapan misterius.

“young woon meninggal sebulan lalu saat perjalanan dari philadelphia ke new york! Ia tewas di tempat karena tergencet. Sedangkan yoo jin, istrinya selamat bersama jae joong. Young woon meninggal tanpa meninggalkan warisan apapun. Jae joong dan ibunya terlunta di jalanan. Aku merawat mereka dan akhirnya aku menikahi yoo jin.” Supir taxi yang bernama jack itu berhenti sebentar untuk mengambil nafas. “jae joong kehilangan ingatan. Ia hanya ingat tentang dirinya dan ibunya. Lalu aku masuk ke kehidupannya dan ingin mencoba mengembalikan ingatannya. Yoo jin menyinggung masalah young woon yang meninggal dan—kau jung yunho.” Kata jack.

“lalu apa yang dia ingat?”

Jack layton menggelengkan kepala. “ia tidak ingat itu! Yang dia tahu akulah ayahnya. Yoo jin-lah ibunya, dan kibum-lah kakaknya!”

Deg—

Jantung yunho berdegup kencang. Ia memegangi dadanya yang sakit. Lalu ia menenangkan dirinya dan berhasil.

“sekarang, kemana kibum?” tanya yunho.

“kibum tidak mau mengakui bahwa aku ayahnya, yoojin ibunya, dan jae joong adiknya!” jawab jack sedih. “ia menjadi preman yang bermarkas di tempat yang tertutup.”

“dimana itu?”

Jack menggeleng. “aku tidak tahu! Jae joong sering kesana membawakan makanan untuk kibum.”

“untuk kibum?”

“ia sangat menyayangi kibum.” Jack tersenyum pahit. “padahal anak itu tidak perlu disayang!”

Fuck you kibum! Kata yunho dalam hati.

Jack kembali mengemudikan taxinya. Ia mengemudikan dengan kecepatan sedang sampai ke sebuah rumah yang sedang. Rumah yang cocok untuk menampung banyak orang.

“aku kan tidak pesan disini!” kata yunho.

“ada yang perlu yoo jin bicarakan padamu!” kata jack.

 

*yunho POV*

 

Aku keluar dari taxi dan memasuki rumah itu. Pekarangan rumahnya dihiasi dengan taman yang indah. Aku suka desainnya! Mr jack lalu membawaku ke dalam. Di ruang tv ada seorang wanita paru baya duduk dengan manis di sofa. Aku disuruh mr jack mendekatinya.

“annyeong, tante!” sapaku ramah.

Wanita itu menatapku. Ia tersenyum ramah.

“yunho? Kamu udah gede banget!!” kata yoo jin ajumma.

“ne.. hehe..”

Yoo jin ajumma menanyakan segala tetek bengek padaku. Dari mulai kabarku selama jae joong tinggal, kabar omma dan appa selama putus kontak, dan tentang tujuan kedatanganku kesini.

“bantu tante ya?” tanya yoo jin ajumma.

“buat?” tanyaku balik.

“kembaliin ingatan jae joong!”

“mwo? Mana bisa? Ih.. tante aneh-aneh aja!”

“kamu pasti bisa!”

“tante, jae joong tuh udah ngelupain aku! Gimana caranya coba bisa ngembaliin pikirannya?”

“kamu masih sayang jae joong kan?”

Pertanyaan yoo jin ajumma benar-benar membuatku bingung! Aku tidak tahu apakah aku masih mencintainya atau tidak.

“tante tahu yun..” kata yoo jin ajumma. “jae joong itu sekarang memperlakukan kibum seperti memperlakukan kamu!”

Berarti—jae joong masih menyayangiku? Dia masih ingat rasa sayangku, tetapi ia tidak ingat siapa aku!

“ok. Aku bakal bantu tante!” jawabku mantap.

“besok tante anter kamu ke tempat dimana biasanya kibum sembunyi!” kata yoo jin ajumma.

Uhh.. aku tidak sabar besok! Aku ingin melihat joongie lagi, aku ingin mengembalikan semua yang jae joong lupa!

Setelah berbincang-bincang dengan yoo jin ajumma aku kembali ke tujuan. Aku mau ke penginapan untuk mahasiswa. Aku kembali menaiki taxi bersama mr jack.

“mr jack, kenapa kau tahu kalau aku yunho?” tanyaku di dalam taxi.

“aku punya semacam kelebihan untuk mengetahui orang. Aku tahu orang di masa lalunya. Dan aku tahu kau yunho karena aku melihat ekspresi jae joong yang sepertinya bilang kalau dia mengingat seseorang. Dan itu kau, jung yunho!”

Aku tidak mengerti ucapannya! Sungguh! Apakah karena bahasanya yang bagus?

“bukan begitu. Kau bisa tahu nanti jung yunho!”

 

Besok paginya…

 

*Author POV*

 

Yunho siap dengan bajunya yang santai. T-shirt hitam dan celana jeans yang ketat. Ia membawa sebatang coklat yang pernah ia berikan pada jae joong sehari sebelum dipisahkan. Setelah berdandan yunho keluar. Diluar, seorang wanita cantik dengan kemeja putih dan celana panjang ketat. Gayanya seperti anak muda sekarang.

“kau siap??” tanya yoo jin pada yunho.

“siap!!” jawab yunho lalu masuk ke dalam mobil yoo jin.

 

Don’t make me close one more door

I don’t wanna hurt anymore

 

@ town park (?)

 

*yunho POV*

 

Yoo jin ajumma menemukan jae joong di taman kota. Jae joong sedang diam disana sambil memainkan HP-nya. Aku ijin untuk mendekatinya dan berbicara dengan jae joong. Aku duduk di sebelahnya.

“kau mau menagih?” tanyanya sambil melepaskan headsetnya. “aku tidak mengambil apapun darimu!”

“arasso!” jawabku dengan bahasa korea.

“kau orang korea??” tanya jae joong heran.

“yeah, begitulah!” jawabku dengan bahasa korea juga.

“ok, aku akan memakai bahasa ibu!”

Kita berdua diam dengan pikiran masing-masing. Jae joong kembali memasang headset-nya dan mengikuti irama lagu.

“hey!” kataku. Jae joong melepas headset-nya dan menatapku kesal. “siapa namamu?”

Jae joong menatapku sinis. “kau benar-benar ingin memasukkanku ke penjara ya?”

“bukan begitu.. ashh..” aku mengacak rambutku kesal. “aku hanya ingin tahu namamu!”

“ohh. Aku jae joong. Kim jae joong! Kau?”

“aku jung yunho!”

“mom always told about you!”

“apa yang ia ceritakan?”

“katanya, kau adalah orang masa laluku. Benarkah?”

“umm..” aku mencari akal untuk menjawabnya. “aku memang pernah punya adik yang namanya sama sepertimu! Tapi, mungkin itu kebetulan!”

“tidak mungkinlah aku adikmu! Kakakku Cuma kibum!!”

“yeah,, aku tahu.” Kataku.

Kami kembali diam lagi. Jae joong tidak memasang headsetnya tetapi aku tidak berhenti berpikir untuk mengembalikan ingatannya.

“kau mau coklat?” tanyaku sambil menyodorkan sebatang coklat.

Jae joong menerima coklat itu dengan senyum mengembang. Persis seperti joongie kecilku dulu. Lalu melahapnya tanpa ampun seperti orang kelaparan.

“adikku dulu sangat menyukai cokelat!” curhatku padanya.

“aku juga!” jawab jae joong sambil terus memasukkan cokelat itu ke mulutnya.

“terakhir aku memberinya coklat 8 tahun lalu. Aku kehilangannya karena kegilaan orang tuaku!”

“maksudmu??”

“aku memberi coklat pada adikku saat aku baru pulang dari swiss. Ia sangat senang. Hari itu, ia mengajakku berpacaran. Ia sangat manis!”

“adikmu aneh!” jae joong membuang bungkus coklat itu ke depannya. “masa sesama saudara minta pacaran?!”

Kau yang aneh, joongie! Kataku dalam hati.

Aku kembali menatap wajah polosnya itu. Jung jae joong berbeda dari kim jae joong. Jung jae joong yang kukenal sama polosnya dengan wajahnya. Dan jung jae joong, mukanya polos. Hanya saja sifatnya tidak sepolos itu.

“kau fans beratku ya?” jae joong membuyarkan lamunanku. “kenapa melihatku seperti itu?”

Aku langsung mengalihkan pandang ke tempat lain. Lalu menggeleng keras.

“ok, lupakan saja! Ceritakan adikmu!”

Aku makin antusias. Semoga saja joongie ingat semuanya!

“kenapa kau dipisahkan olehnya?” tanya jae joong antusias.

Aku menghembuskan nafas panjang. Lalu mulai bercerita. “8 tahun lalu, tepat di hari adikku mengatakan cinta, omma pulang dan memberikan pengumuman kalau dia bukan adikku.”

“apakah omma-mu baik?”

“umm.. menurutku tidak juga!” jawabku. “aku dipisahkan oleh seseorang yang sudah aku sayang. Kau pasti bisa merasakannya kan?”

Jae joong mengangguk. “iya. Pasti sakit!” jawabnya. “apa kau tahu sebab orang tuamu menjauhkanmu dari adikmu itu?”

“aku tahu. Baru 2 tahun lalu aku mendapatkannya!” jawabku. “berawal dari keisengan orang tuaku dan orang tua kandung adikku yang ingin bertukar anak. yah, istilahnya saudara kontrak. Mereka berdua sama-sama cantik untuk ukuran laki-laki. Yah, akhirnya adik kandungku tinggal di phila dan adik tiriku tinggal di korea.”

“wow.. siapa nama adikmu?”

Aku berpikir sejenak. Haruskah aku bilang kalau nama adikku itu sama seperti namanya? Ah.. gwaenchana. Mungkin itu bisa memulihkan ingatannya! Ok, I’ll try it.

“mungkin ini sebuah kebetulan. Nama adikku kim—eh jung jae joong.” Jawabku.

“mungkin kebetulan!” kata jae joong. “margaku, kim. Dan adikmu, jung. Jadi beda lah!!”

Aku kembali berpikir untuk melanjutkan percakapan ini. Aku ingin hari ini diperpanjang agar aku mendapat kesempatan untuk dekat dengannya. Aku mencoba menanyakan hal yang menurutku tidak baik untuknya. Tapi aku harus menanyakannya! Ok, jung yunho, fighting!

“oh ya, apa kau tahu kalau kau hilang ingatan?” tanyaku hati-hati.

Jae joong mengerucutkan bibirnya. Inilah ekspresinya kalau ia tidak yakin dengan jawabannya.

“ya, mungkin.” Jawab jae joong akhirnya. “tetapi sudah sembuh kok! Biasanya kan orang yang hilang ingatan akan sembuh seminggu setelahnya. Dan ini sudah sebulan sejak kejadian itu!”

“kau masih ingat dengan kejadian itu? Kejadian yang membuatmu hilang ingatan?”

“ya. Aku ingat betul kejadiannya! Itu di depan mataku. Huh—so poor me..”

Aku dan jae joong terlibat perbincangan panjang dan menarik sehari itu sampai-sampai kami tidak sadar kalau hari sudah gelap. Matahari yang tadi bersinar cerah sekarang tergantikan oleh cahaya bulan yang bersinar terang.

“Ahh.. sudah malam!” kata jae joong sambil menguap. “aku pulang ya!”

“mau ku antar?” tawarku.

“umm.. ani. Lain kali saja!” jae joong tersenyum manis lalu melambaikan tangannya dan berlari dengan langkah bahagia.

 

*jae joong POV*

 

Hari ini aku dikejutkan oleh berbagai kejadian menarik. Aku bertemu dengan seorang yang selalu omma ingatkan, jung yunho. Ternyata orang itu baik juga! Ia menceritakan pengalamannya yang kelam. Ia dipisahkan dari adiknya 8 tahun lalu karena keisengan orang tuanya. Dan selama 8 tahun itu ia harus hidup dengan adik kandungnya sendiri yang berbeda dari adik tirinya. Ia sudah menyayangi adik tirinya itu. Ahh.. tapi, aku merasa ada yang aneh! Jujur! Aku merasa sangat familiar dengan wajahnya yang kecil, tampan, dan senyumnya.. senyum manis itu tidak bisa kulupakan.

“jae joongie, kenapa kau ini? Apakah kau tidak normal??” aku mengutuk diriku sendiri yang sedari tadi berlari dengan langkah seperti orang gila.

Akhirnya aku sampai di home sweet home-ku. Aku langsung masuk ke dalam dan disambut omma yang sudah menunggu di meja makan.

“kau mau makan, nak?” tanya omma lembut.

“umm.. yeah..” jawabku lalu duduk di meja makan.

Omma mengambilkanku sup hangat di mangkuk. Lalu menyodorkan itu padaku. Aku menyuap sesendok kuah sup itu. Hangat, menyegarkan.. baru kali ini aku merasakan kenikmatan saat makan bersama omma.

“enak!” komentarku yang disambut senyuman manis omma. “oh ya, hyung dan appa mana?”

Walaupun aku tinggal di new york, aku masih memakai bahasa korea untuk berkomunikasi dengan omma-ku. Hyung-ku juga orang korea. Tetapi aku jarang berkomunikasi dengannya dengan bahasa korea. Ia selalu memakai bahasa inggris.

“kau sedang berbahagia, nak?” tanya omma lembut.

Aku mengangguk karena aku sedang mengunyah wortel di mulutku. Setelah selesai menelan aku baru menjawab,

“begitulah!” jawabku. “aku bertemu dengan orang yang mengubah hidupku.”

 

*yoo jin POV*

 

 

“begitulah!” jawab jae joong. “aku bertemu dengan orang yang mengubah hidupku.”

Aku tersentak mendengar perkataannya. Yunho berhasil! Berarti usahaku untuk berdoa sepanjang malam tidak sia-sia!

“jadi, kau sudah mengingat yunho??” tanyaku akhirnya.

“yunho?” jae joong menggeleng-gelengkan kepalanya. “tidak ada yang perlu diingat dari dia!”

Sia-sia lagi. Tapi lumayan, aku melihat perubahan pada dirinya.

“apakah ia akan menemuimu lagi besok?” tanyaku.

“mungkin tidak!” jae joong memasang raut sedih. “aku lupa minta nomornya!”

 

*yoo jin POV end*

 

*author POV*

 

Besoknya, jae joong kembali mendatangi taman. Entah kenapa ia merasa membutuhkan lelaki itu dibanding kakaknya. Biasanya pagi-pagi begini ia sudah menjadi babu di depan kakaknya. Ia terus menunggu sampai akhirnya ia menyerah karena lelaki yang ditunggunya itu tidak datang.

“percuma. Aku tidak akan bertemu dengannya lagi.” Sesal jae joong sambil tersenyum.

Ia pun berjalan dengan langkah lunglai dan entah kenapa kakinya mengajaknya ke markas kecil kakaknya, kibum.

“kemana saja kau, bocah kecil?” bentak kibum kesal. “harusnya kau bantu aku disini! Mana makananku??”

Jae joong diam. Ia menundukkan kepalanya. Ia tidak mau menatap mata seram kibum yang telah mengajarkan dan menghadapkannya ke dalam masalah yang besar. Kibum tersenyum sinis melihat adiknya yang biasanya penurut itu sekarang hanya diam tanpa melakukan apapun.

“ya!!” kibum menonjok jae joong sampai jae joong terjengkal ke belakang. “kenapa-kau diam saja??” kibum menghujamkan banyak pukulan ke wajah cantik jae joong.

Jae joong hanya bisa pasrah. Ia menerima saja pukulan-pukulan mematikan yang diberikan kakaknya itu kepada dirinya.

“crazy!” kibum langsung menendang kepala jae joong dengan keras sehingga membuat lelaki manis itu mengerang kesakitan.

“aarrgghh..”

Jae joong melihat berbagai macam kejadian yang berkelebat seperti film yang belum selesai di edit. Alurnya tidak jelas. Ia terus memegang kepalanya yang terus berdenyut kencang. Penderitaannya tidak berhenti disitu. Kibum memberikan pukulan terakhir untuk adiknya di bagian sensitive-nya, pinggang.

“aarrggghhh…” erang jae joong.

“kau mau lagi, hah? Ok!” kibum hendak menendang jae joong kembali kalau saja lelaki tak diundang yang berbadan lebih kekar darinya tidak datang.

“lepaskan joongie!!” kata lelaki itu, jung yunho.

“oh.. kau ternyata masih hidup ya tanpa adikku ini!” balas kibum sinis.

Yunho melakukan hal yang kibum lakukan pada jae joong tadi. Ia menonjok, menendang, dan ia menambahkan kata-kata makian pada kibum.

“kau tidak sadar kalau dia menyayangimu! Kau tidak sadar kalau dia butuh kau, kau tidak sadar kalau dia ingin hidup dekat denganmu!” kata yunho. “mulai sekarang, menjauhlah dari jae joong. Sedetik saja kau mendekatinya, MATI KAU!”

 

Stay in my arms if you dare

Or must I imagine you there

Yunho langsung mendatangi jae joong yang terkapar tak berdaya di bawah. Yunho mengangkat kepala jae joong ke atas pahanya. Jae joong menggumamkan kata-kata yang bisa di dengar yunho dengan jelas.

“yunho hyung..” katanya. “kau hyung-ku!”

“diam! Aku akan membawamu ke rumah sakit secepatnya!! Bertahanlah..!!”

Yunho langsung mengangkat jae joong ke mobil sewaannya untuk membawa adiknya itu ke rumah sakit. Jae joong terus mengerang sambil mengigaukan kata “yunho hyung”.

Kau anak yang kuat! Kau harus bertahan, joongie kecilku! Kata yunho dalam hati.

Akhirnya yunho sampai di rumah sakit. Jae joong langsung dibawa ke ruang UGD untuk mendapatkan perawatan darurat. Yunho menunggu sambil berdoa di depan ruang UGD.

 

Don’t walk away from me

I have nothing, nothing, nothing..

If I don’t have you

Sebulan kemudian.. *ketauan authornya males*

 

“yunho hyung, kau masih ingat itu ya??” kata lelaki cantik polos di dekapan lelaki kekar tampan.

Lelaki tampan itu tersenyum menggoda. “ya iyalah. Kau mengatakan cinta di saat umurmu masih 8 tahun!”

Jae joong tersenyum. Yunho lalu melepaskan pelukannya agar jae joong bersandar di pundaknya sambil menikmati pemandangan indah, matahari tenggelam di ufuk barat.

“kita berhasil melewati rintangan ini!” kata yunho sambil menggenggam tangan indah jae joong. “selama 8 tahun, hidup di masa yang kelam, tanpa orang tercinta di sekitar kita..”

“ya! Aku beruntung hilang ingatan!” balas jae joong. “akhirnya aku bertemu denganmu! Aihh.. bodohnya aku!!” jae joong mengutuki dirinya sambil memukul kepalanya dengan kepalan tangannya.

“kekuatan cinta membuatmu hidup. Cinta itu menguatkan. Tapi bisa juga melemahkan pertahanan. Seperti kau, yang sembuh dari hilang ingatan itu hanya sehari berkat aku!”

“so, you proud of your game?”

Yunho tersenyum jahil. “of course! I’m so proud.”

Dua sejoli yang dipertemukan kembali setelah 8 tahun dipisahkan itu menikmati pemandangan akhir perjuangannya. Matahari tenggelam dengan sempurna di bawah laut. Yunho mengangkat jari-jari kecil nan indah milik jae joong ke atas. Mencakar langit.

“joongie, jangan tinggalkan hyung!” kata yunho sambil mengecup satu persatu jari indah jae joong.

“yunho hyung, I have nothing.. I have nothing if I don’t have you!” balas jae joong sambil menatap wajah yunho.

“you wanna some—“

“no, hyung.”

“really?”

“oh, ok. I want it!”

Yunho mendekatkan wajahnya ke wajah cantik jae joong. Jae joong memejamkan mata untuk menikmati nikmatnya hari itu.

Cup..

Sebuah ciuman singkat mendarat di bibir cherry jae joong. Yunho hanya tersenyum memandang jae joong yang kesal karena hanya mendapat sedikit ciuman itu.

“ok ok.. perasaanku tidak bisa kuluapkan dalam sebuah ciuman! Aku akan melakukannya di lain waktu.” Kata yunho mengobati kekecewaan jae joong.

“yakso??” jae joong mengangkat kelingking kecilnya.

“yakso!!” yunho mengaitkan kelingking besarnya pada kelingking jae joong.

 

*yunho mind : sebuah cinta yang telah lama hilang akhirnya kembali muncul. Terima kasih tuhan kau telah memberikan jae joong untukku..*

 

*jae joong mind : sebuah cerita yang tidak bisa dijelaskan dalam satu halaman. Tidak cukup ribuan bahkan ratusan lembar. Life like a fairytale! Penuh rintangan, dan the end is happily ever after*

 

^END^

 

*ketawa ngakak* gimana ?? gaje yah ?? *pasti!* maap kalo endingnya ga sesuai ama yang diinginkan (?) karna saya ga bisa bikin yang excited (?).. haha..

Gomawo buat yg udah baca dari part awal sampe part 3 ini >v< en makasih buat yg udah komen en kritik.. kritik kalian sangat membantu.. saya akan berusaha membuat yg lebih baik dari yg ini.. hohoho.. GOMAPSEUMNIDA.. *bow wit YG family (?) *kabur sbelum dilempar baskom

17 responses

  1. eka u-know

    alurnya terlalu cepet, jadi sedikit pusink..
    v endingnya aku suka..happy ending*curcol kguk bisa buat yang happy end

    ada sekuelnya dunk..khan Yuna bilang ‘aku akan melakukan lebih lain kali’
    itu maksudnya NC kahn..hehehe (yadong mode:on)

    20 Februari 2011 pukul 14:40

  2. hehehe… biar cepet slese onn.. hehe.. #plakk
    pengen sih buat sekuelnya.. tpi ga tau ni otak nd tangan mo di ajak kerja sama or kaga.. haha.. untuk urusan NC, aye belon bisa yg hot” gitu.. kan otak aye masih bersih (?)
    gomawo udah baca ff ga jelas ini.. hehe..

    20 Februari 2011 pukul 14:58

  3. Kim Cherry

    annyeong..
    seSUJU ama koment yg d_atas.. alur ny terlalu cepet jadi kesan ny kaya tergesa gesa gitu..
    terus aku pikir bakal ada konflik lebih,ternyata ngg.. jdi ending nya kya kepaksa*mian yaa*(^_^)v
    tapi syukur deh happy ending..hihi
    dtunggu lho karya selanjutny..

    20 Februari 2011 pukul 15:28

  4. hehehe…
    emang sngaja saya cepetin soal.a besok” udah mulai sibuk lagi.. hoho…
    gomawo y udah baca karya geje-ku ini.. *bow

    20 Februari 2011 pukul 16:00

  5. Hehehe
    q jg sama,, stuju ama komen2 yg di atas,,,
    alurnya kecepetan,,
    tp gpp, yg pnting happy ending,,,

    20 Februari 2011 pukul 18:02

  6. Tanjunxiu

    So swee…t ^^ aq seneng akhr.y yunpa isa ngembalik in ingatan jaema.
    Sebener.y kurang panjang thor…..
    bkin aq pgn ketawa waktu author nulis tante, emg di new york ada ya?? Ckckck
    bikin sekuel.y dong thor? NC yach?! ¤ pasang puppy eyes¤ ~_~

    21 Februari 2011 pukul 14:55

  7. Laila_VIP257

    Yahh, anggep ajalah tante” gitu.. Kan biar ada unsur ngasalnya gitu (?) pengen sih buat sekuel. Tapi ntar dulu ah.. Lg byk tugas #tumben mikir tugas

    Gomawo y udah baca..

    21 Februari 2011 pukul 17:56

  8. Sheyoon Galz

    Ya ampun 2 keluarga itu bnr2 gila kali yah??tukeran anak hnya krn iseng2 aja??aigooo..
    Akhirx msalahx jelas jg d part akhir ini..^^..tp stuju sm komen d atas,endingx kcepetan,author..brasa buru2 bgt mau ditamatin FF ini..jd krg brasa romantisx ujung2 prtemuan yunjae pas ingatan jae udh kmbali..^^
    Ditunggu FFx yg lain yah..^^

    21 Februari 2011 pukul 22:59

  9. allaboutstory

    Lala..your ff so,so good
    Bagus la..tp kyk.a kecepetan hehehg.. ƪ(‾ε‾“)ʃ

    22 Februari 2011 pukul 17:51

  10. wah.. endingx keren.. kibum kgak brubah te2p jhat e.a.

    23 Maret 2011 pukul 17:51

  11. Dewishinoda

    Aish saia suka ff ini ending.na bagus tk kirain mlah bkal.an jdy angst…..

    18 April 2011 pukul 14:20

  12. ayhucassie22

    Hanya 1 kata yg bisa aq tulis….
    Kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn……………….^^

    critanya bgus……
    krn aq gk sk yg rting NC nya…jd mlih crita yg ringan N rmntic kaia gni……….. best d crtany…^^

    21 April 2011 pukul 15:48

  13. RethWookieThePooh

    Kok pada bilang alurnya terlalu cepat???
    Aku justru suka yg kaya gini!!~ singkat , padat dan jelasss…
    Ceritanya romantic, cute, dan mengharukan.
    Jarang banget ada yg bikin ff tentang persaudaraan udah gitu ada pesan2 nya lagi!!
    Hwaaa..Daebakk!! dehh buat author.🙂 jadi envyyy kok author nya pinter banget sihh bikin ceritanya…
    Dan satu lagi…. *dari mayora* #plak
    Ending nya romantic banget dengan kecupan kecil😀 sukaaa
    untuk terdengar Romantis kan gk harus NC!!~ TWO THUMBS author🙂

    3 Juli 2011 pukul 19:17

  14. nana

    cerita yang so sweet, romantis, kesannya imuuuuuut banget, kecupan singkat, tapi berjuta arti, kalo dalam fashion mah elegan. Daebak author. terus bikin ff yah…..

    17 September 2011 pukul 20:14

  15. han aram

    akhir nha so sweet..
    kok kibum nha ga d bawa k kntor polisi yah?
    kan jeje udah disiksa tuh..

    21 September 2011 pukul 09:51

  16. DewiAriyani

    Kayaknya alur nih cerita agak kecepetan pas chap ini ampe aku rasa feelx kurang dapet….
    Endingnya bagus cuma kurang wow gitu…hehehehehe ^^

    16 Oktober 2011 pukul 13:42

  17. ChanNuriza

    endingnya kurang menantang tp udah bagus kok.. karya lain ditunggu ^.^

    29 Januari 2012 pukul 21:49

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s