fanfiction for our soul

FF oneshoot : “but i love u” (GTOP)


ANNYEONG… ANNYEONG..

laila balik lagi post 2 ff *maruk* takut ga bisa ol lagi ntaran.. hahaha..

umm.. kaya’a saya disini blom pernah baca ff GTOP.. ada ga sih ?? blon nyari aye !! #platak ni ff pernah saya share d fb loh.. hohoho..

ok,, enakan baca ff ini smbil dengerin lagu bigbang trutama haru haru.. hehe..

Title: “but I love u”

Genre : tak bisa dijelaskan (?) yg penting YAOI but niatnya sad romance *pasaran amat yak!

Rate : G

Length : oneshoot

Author : lailla mustika pertiwi

Pairing : G-dragon-TOP

Terinspirasi dari lagu “but I love u”-nya g-dragon yg bener” saya suka! Denger deh lagunya..! #promo

***

Cinta itu bukan hanya sebuah perasaan main-main. Tetapi benar-benar serius menyayangi orang itu. Cinta itu menguatkan. Setidaknya jika orang yang dicintai itu benar-benar merasakan perasaan itu.

***

“seung hyun, kamu tuh sayang nggak sih sama aku?!” bentakku kesal.

Seung hyun menatapku. Terlihat jelas pancaran kasih sayang dari matanya. Aku tidak bisa berkutik lagi kalau dia sudah menatapku begitu. Matanya menghipnotis. Ya! Aku selalu merasa lebih baik kalau menatap mata sendunya itu. Seung hyun tersenyum lalu mengusap rambutku lembut.

“kalau aku sayang kenapa?” tanyanya lembut.

Aku tidak bisa menjawab lagi. Seung hyun sudah ada di depanku. Berlutut di depanku sambil menggenggam erat tanganku.

“hyunnie, kau mau mati? Kau mau orang-orang tahu hubungan ini?” bisikku di kupingnya.

“aku ingin membuktikan cintaku padamu. Jadi, aku harus melakukannya!” seung hyun menyandarkan kepalanya di atas pahaku. Orang-orang menatap kami dengan tatapan heran. Aku selalu takut dengan tatapan ini.

Aku dan seung hyun adalah sepasang kekasih dari 3 bulan lalu. Tidak ada yang tahu hubungan ini kecuali teman dekat seung hyun. Kenapa teman dekatnya? Karena aku tidak punya teman. Aku tidak tahu kenapa aku tidak mempunyai teman padahal sikapku sudah cukup baik pada orang. Aku cukup sopan dan berbudi luhur. Sejak aku dekat dengan seung hyun hidupku berubah. Aku jadi termotivasi untuk belajar, aku jadi sering tersenyum, dan aku sering menciptakan lagu. Seung hyun adalah orang yang tampan, baik, supel, perhatian, dan pintar. Ia tidak pernah melarangku melakukan hubungan lain selain dengannya. Aneh? Ya! Aku saja bingung kenapa. Tapi dia selalu bilang kalau itu adalah untuk kebaikanku. Kebaikan? Itu malah membuatku merasa kalau dia tidak mencintaiku! Apakah dia punya simpanan lain? Aku tidak tahu. Tetapi seingatku dia hanya punya aku. Di HP-nya tidak pernah tersimpan pesan dari perempuan kecuali ibunya. Hal ini malah membuatku bertambah bingung. Bagaimana mungkin ada orang yang bilang ‘sayang’ tetapi membiarkan orang yang disayang itu pergi atau berhubungan dengan orang lain.

“kau sudah rasakan cintaku kan?” tanya seung hyun membuyarkan lamunanku tentang dirinya.

“umm.. yeah!” jawabku seadanya.

Seung hyun bangun dari duduknya. Lalu mengecup keningku. Bisa kurasakan mukaku memerah karena malu. Mukaku panas karena bibirnya menyentuh keningku ini. Seung hyun lalu mengulurkan tangan untuk menyuruhku pergi dari kantin ini untuk kembali ke kelas.

“yong, maaf nanti aku nggak bisa nganter kamu pulang. Maaf banget ya!” ujar seung hyun penuh penyesalan.

Aku tidak heran! Dia selalu sibuk pada hari-hari seperti ini. Ia punya segudang kegiatan yang wajib dilakukan seperti bimbel, nge-band, dll. Hampir tidak ada waktu untukku tetapi dia tetap menyisakan waktu untukku. Aku senang walaupun aku harus mendapatkan waktu sisa.

“kamu marah ya?” tanya seung hyun. “aku harus bimbel yong. Aku kan sudah kelas 3, sebentar lagi aku kan masuk college. Kamu juga sebentar lagi!”

Aku mengangguk memaklumi. Lalu masuk ke kelasku tanpa pamit. Aku yakin seung hyun pasti hanya tersenyum penuh pikiran positif.

@besoknya@

Aku kembali ke sekolah. Biasanya aku bertemu dengannya di gerbang ini. Tetapi sekarang kenapa dia tidak ada? Apakah ia telat? Ohh.. mungkin benar! Be positive yong! Aku ingat kata-kata ini. Kata-kata positif yang diberikan seung hyun ketika aku benar-benar merasa kesepian karena tidak ada orang di rumah. Karena tidak menemukan seung hyun, aku akhirnya masuk ke dalam.

“ji yong,” panggil yong bae, teman se-band seung hyun.

“ne?”

“umm.. seung hyun mana?” tanyanya sambil menengok ke kanan dan kiri mencari seung hyun.

“aku tidak tahu!” jawabku seadanya. “aku harus ke kelas hyung. Umm.. annyeong.”

Aku langsung berjalan ke kelas tanpa mempedulikan yong bae hyung yang sepertinya bingung dengan keadaan seung hyun. Ia memang selalu datang ke sekolah. Jadi, sangat mengherankan kalau dia tidak masuk. Dia itu salah satu murid teladan! Semua penghargaan tentang IPA dan matematika pasti ia sabet! Tidak pernah pulang dengan tangan kosong kalau ia sudah mengikuti lomba itu. Itulah yang membuatku benar-benar bangga padanya!

Saat istirahat, aku mencari seung hyun ke kelasnya. Tetapi dia tidak ada. Katanya ia ijin. Dan aku tanya yong bae hyung, ia bilang juga tidak tahu ijin apa. Mungkin lomba? Ahh.. mungkin! Be positive yong!

“yong bae hyung!” panggilku saat aku melihat yong bae hyung di kantin.

“ne?” tanya yong bae hyung.

“apa seung hyun bilang padamu kemana ia ijin?”

Yong bae hyung menggeleng. “aku juga tidak tahu!” yong bae hyung menepuk pundakku. “sabar! Seung hyun akan kembali. Jangan takut, ok?”

Aku mengangguk saja sambil tersenyum. Senyum paksaan. Ya.. aku memaksakan senyum ini! Aku tidak mau yong bae hyung tahu kalau aku benar-benar cemas tentang seung hyun.

Besoknya, aku kembali mencarinya ke kelasnya. Tetapi tetap saja aku tidak menemukannya. Hyunnie, kau kemana??

Tepat seminggu setelah hari dimana seung hyun menyatakan kalau ia benar-benar menyayangiku. Aku menyerah. Aku menyerah mencari keberadaannya. Harusnya aku mencari ke rumahnya! Tapi bagaimana jika aku tidak tahu? Aku benar tidak tahu dimana tempat tinggalnya. Bahkan anggota keluarganya pun aku tak tahu. Yang kutahu hanya seung hyun. Choi seung hyun.

Aku duduk di bangku taman yang biasa aku dan seung hyun duduki kalau mengunjungi tempat ini. Aku menikmati angin sepoi-sepoi ini sendirian. Tanpa seung hyun yang bisa dijadikan sandaran kalau aku ngantuk akibat angin ini.

“ji yong!”

Aku menengok ke arah suara dan mendapati yong bae hyung sedang tersenyum. Aku balas senyum. Lalu ia duduk di sampingku.

“kau mau tahu dimana seung hyun?” tanya yong bae hyung.

Aku tersentak. Lalu mengangguk. Aku menenangkan diriku dulu agar siap mendengar setiap kata tentang seung hyun dari mulut yong bae hyung.

“aku harap jangan marah!” kata yong bae hyung.

“pasti!” aku menganggukkan kepala sambil tersenyum.

Yong bae hyung memelukku erat. Aku terus memberontak untuk melepas pelukannya. Akhirnya yong bae hyung melepaskanku.

“ada apa dengan seung hyun?” tanyaku.

“maaf aku terpaksa berbohong.” Jawab yong bae hyung. “aku menyembunyikan sesuatu darimu.”

Apa sih maksudnya? Benar-benar orang ini ingin membuatku mati penasaran!

“seung hyun..” yong bae hyung menatap langit. “ia sedang melihatmu diatas!”

“ma-maksudmu—“

ia sedang melihatmu diatas! Apakah seung hyun—

“ia ada disana?” aku bertanya sekali lagi sambil menunjuk ke arah langit.

“ia kritis. Tidak ada harapan lagi untuknya!”

Deg—

“a-apa ma-maksudmu?” aku harus mengontrol bicaraku. Aku harus menahan air mataku.

Dddrrttt… dddrrrttt…

Getaran HP yong bae hyung terasa sampai tubuhku. Menggetarkan pertahananku sampai air mataku yang sedari tadi kutahan membanjiri pipiku. Yong bae hyung tersentak setelah menerima SMS yang dikirimkan orang di HP-nya. Lalu menarik tanganku tanpa menunggu persetujuanku. Aku hanya mengikutinya tanpa memberontak. Yong bae hyung membawaku ke mobilnya dan mengendarai mobil sampai ke rumah sakit besar. Ia lalu menggandengku masuk ke dalam RS itu sambil sesekali menyeka air mata. Sebenarnya apa yang terjadi dengan seung hyun-ku? Apakah ia mendapat kecelakaan yang sebegitu parah? Akhirnya yong bae hyung melepaskan pegangannya. Ia jatuh terduduk di depan dae sung, salah satu anggota band-nya juga yang sedang duduk di kursi depan ruang ICU.

“ma-mana seung hyun?” aku memberanikan diri bertanya.

Dae sung mendekatiku. Ia menepuk pundakku sambil memberikan sinyal untuk menguatkanku. Tetapi sama saja. Aku tidak merasakan apapun. Tidak ada energi positif yang bisa diambil dari tatapannya. Beda dengan tatapan seung hyun!

“ia lelah di dalam sana.” Kata dae sung. “ia menghembuskan nafas terakhir. Tepat setelah yong bae bilang ia dan kau sampai di RS ini!”

Deg—

Seperti ada yang mengganjal jantungku aku mendengar kata-kata ini. Seung hyun-ku, ia pergi! IA PERGI! Pergi jauh ke tempat yang tidak tahu ada dimana itu.

“be-benarkah?” tanyaku tak percaya.

Dae sung mengangguk. Lalu pintu ICU dibuka dan keluarlah beberapa orang dokter dan suster sambil membawa tempat tidur dorong yang diatasnya berbaring orang dengan selimut yang menutupi seluruh badannya.

“anda keluarga choi seung hyun?” tanya dokter itu pada aku, dae sung, dan yong bae hyung.

“aku temannya. Keluarganya tidak bisa kesini sekarang. Mereka—sedang pergi ke tempat yang jauh!” jawab dae sung hyung.

Satu-satunya orang yang tidak menangis. Ia masih bisa tegar di depan kami semua. Dae sung memang orang yang tidak mau menampilkan kesedihannya di depan orang. Cukup ia dan tuhan yang boleh tahu kesedihannya.

“ji yongie, ini seung hyun-mu!” kata dae sung.

Aku langsung mendekati jasad yang ada di atas tempat tidur itu. Aku membuka kain yang menutupi kepalanya itu dan melihat seorang lelaki dengan tampangnya yang polos tertidur di kasurnya. Melepas lelah akibat bebannya di dunia selama ini. Matanya yang menghipnotis tertutup karena lelah melihat keadaan ini. Bibirnya yang selalu melantunkan lagu-lagu dan kata-kata indah tertutup karena lelah berbicara. Aku menurunkan kain itu sampai ke pinggangnya. Ku genggam tangannya yang biasa menggenggamku kalau aku sedang membutuhkannya. Ku berikan kehangatanku berharap ia akan bangun lagi.

“hyun,,” aku menggenggam tangannya yang dingin itu. Lalu menangis di sampingnya. “kenapa kau meninggalkanku secepat ini?” tanyaku lirih. “kenapa???”

Dae sung dan yong bae hyung menepuk pundakku. Yong bae hyung lalu membisikkan sesuatu kepadaku.

“aku akan tunjukkan sesuatu padamu. Peninggalan seung hyun!” bisik yong bae hyung. “aku akan tunjukkan setelah seung hyun dimakamkan.”

Seung hyun dikebumikan keesokkan harinya. Aku menonton prosesi pemakamannya dari jauh. Aku tidak tega melihatnya dimasukkan ke liang lahat. Aku tidak menangis! Ya. Aku tidak menangis. Kata yong bae hyung, seung hyun tidak mau melihatku menangis saat ia tak ada. Makanya, saat aku mencarinya seminggu lebih yong bae hyung menemaniku terus. Ia memang sahabat yang baik! Setelah selesai, yong bae hyung mengajakku ke rumah seung hyun. Ke kamarnya. Kamar ini belum pernah ku masuki. Dindingnya berwarna pink. Di kamarnya penuh dengan mainan dan komik. Yah.. singkatnya dia menyukai semua itu. Aku lalu berjalan mengitari kamar yang luas itu. Wow.. di dindingnya ada banyak kertas bertuliskan :

“kwon ji yong, I love you!!!”

“kwon ji yong, saranghaeyo!!”

“kwon ji yong, you’re my life!”

“ji yong-ah, naega jeongmal saranghaeyo!” *ngasal

Kebanyakan bertuliskan seperti itu. Tetapi ada yang mencolok dari situ. Di kertas yang ditempelkan di lemarinya adalah kertas besar yang digambar 2 orang lelaki yang ceria sedang menikmati hidup. Mereka bergandengan tangan. Dan di bawahnya ada tulisan “choi seung hyun & kwon ji yong

Best new couple”

Aku tersenyum melihat gambar itu. Aku mendekatinya dan mengelus gambar itu. Membayangkan itu adalah aku dan seung hyun-ku.

“buka itu!” bisik yong bae hyung.

Aku lalu melepaskan gambar itu dan membaca huruf yang di lukis di belakang kertas itu. Tulisan itu ditulis menggunakan cat air berwarna merah muda yang bertuliskan “ji yong-ah, jeongmal mianhae aku tidak memberitahumu soal ini. Bukannya aku tidak menyayangimu. Justru malah aku menyayangimu makanya aku merahasiakannya. Ji yong-ah, kau tahu bagaimana rasanya kalau kau menjadi aku? Bagaimana rasanya kalau kau mempunyai penyakit yang akan merenggutmu kapan saja disaat kau sedang mencintai orang? Itulah aku. Mianhe aku menyembunyikannya. Aku punya penyakit yang menakutkan bagiku. Kau tahu kanker hati kan? Itulah penyakitnya! Semoga kau memakluminya ya. Tapi kalau kau tidak bisa memaklumi, aku bisa memakluminya kok. Kau tenang saja!

Ji yong-ah, wasurenaide, aku akan mengingatmu. Aku akan terus menyayangimu. Aku akan terus menjagamu dari tempat lain. Ji yong, saranghae!”

Aku menutup mulutku menahan tangis. Yong bae hyung dengan sigap langsung memelukku erat tidak mau melihatku menangis. Setelah aku merasa sedikit tenang, yong bae hyung memberikan sebuah CD padaku.

“lihatlah disitu! Itu curahan hatinya mengenai apa yang ia rasakan dan yang belum bisa ia katakan padamu.” Kata yong bae hyung.

Aku memasukkan CD ke DVD player untuk mengetahui isinya. Aku dan yong bae hyung duduk di sofa putih miliknya.

“annyeong, ji yong-ah!”

Terlihat seorang lelaki tampan yang pucat sedang mencoba untuk tersenyum. Untuk keberapa kalinya aku menitikkan air mata melihat seung hyun disana. Background-nya adalah dinding rumah sakit. Ia sedang duduk di kasur inapnya (?)

“ji yong, kau pasti mencariku kan beberapa hari ini? Aku jamin itu! Kau pasti penasaran juga dengan apa yang kumaksud dulu, yang kubilang itu untuk kebaikanmu! Maksudku itu, aku ingin membiarkanmu hidup dengan yang lain dan melupakanku karena hidupku tidak lama lagi. Kau tahu yong, sakiiit banget deh dada aku! Aku benar-benar ingin memelukmu lagi, menciummu lagi, dan melantunkan lagu indah lagi. Oh ya, aku punya lagu jika aku tidak ada nanti!

‘dorabojimalgo tteonagara tto nareul chatjimalgo saragara

neoreul saranghaetgie huhoeeopgie johatdeon gieongman gajyeogara

geureokjeoreok chamabolmanhae geureokjeoreok gyeondyeonaelmanhae

neon geureolsurok haengbokhaeyadwae haruharu mudyeojyeogane

oh boy i cry cry yo my all say good bye bye
oh my love don’t cry cry yo my heart (say good bye)’ *ada prubahan dikiiiitt

yong, don’t cry again! Don’t cry if I passed away, ok? Jangan menangis.. kau tahu, hatiku yang sudah tidak sesempurna dulu ini juga merasakannya.” Seung hyun berhenti sebentar. Ia menutup mukanya karena menangis. Lalu ia melanjutkan, “ji yong, jangan terus-terusan memikirkanku, ok? Maaf aku membuatmu menangis terus. Ohh.. terlalu banyak kata maaf. Aku jamin kau tidak bisa memaafkannya! Ji yongie, saranghaeyo!” seung hyun tersenyum pucat sambil membentuk tangannya menjadi bentuk ‘love’. Aku merasa ia benar-benar ada disini. Aku merasa choi seung hyun yang tadi dimasukkan ke peti, ke liang lahat, itu hanya mimpi!

“itu rekamannya sebelum ia koma!” jelas yong bae hyung. “ia menyuruhku untuk merahasiakan ini. Seung hyun tidak mau melihatmu menangis. Ia selalu berpesan padaku untuk selalu ada disampingmu jika kau menangis.”

“ok, aku tidak mau menangis lagi!” kataku sambil memaksakan untuk tersenyum.

“aku akan membantumu!”

Hari ini aku mendapatkan banyak pelajaran tentang perasaan. Tentang seseorang yang ingin menjaga perasaan pasangannya agar pasangannya itu tidak sakit hati. Tetapi kenyataannya itulah yang membuat pasangan itu sakit. Seung hyun mencoba menjaga perasaanku. Ia menyayangiku sedangkan aku tidak pernah percaya kalau ia benar-benar menyayangiku. Seung hyun selalu percaya kalau di kehidupan lain aku dan dia akan bertemu. Aku sangat mengharapkan itu. Seung hyun pernah bertanya padaku, apa yang terjadi kalau dirinya pergi secara mengejutkan dari hadapanku? Dan aku menjawab kalau aku akan merelakannya kalau itulah yang membuatnya bahagia. Dan sekarang aku harus merelakannya demi kebahagiannya. Setidaknya ia tidak akan merasakan sakit lagi. Dan ia juga tidak bertemu dengan orang secerewetku lagi.

***

Tak terasa telah setahun seung hyun pergi. Sekarang aku adalah murid kelas 3 SMA yang akan menghadapi ujian nasional. Aku pergi kesana tanpa ditemani dengan orang lain. Termasuk dengan pacarku yang sekarang, dong yong bae.

“hyunnie, kau bahagia?” aku memulai pembicaraanku sambil menaburkan bunga diatas makamnya. “kalau kau bahagia, aku juga! Hyunnie, kau tahu, berkat ajaranmu dulu aku bisa mengikuti jejakmu! Aku bisa mengikuti lomba-lomba yang biasa kau ikuti. Kau pasti tidak percaya. Dari seorang anak laki-laki yang cengeng dan tak berkawan serta bodoh tiba-tiba menjadi anak yang tegar, terkenal dan pintar. Ji yong-mu ini telah menjadi manusia sungguhan!” aku mengecup nisan yang tertancap di atas makam seung hyun. “kau lihat aku kan? Kau jaga aku kan? Kau masih sayang aku kan? Maaf aku sekarang berjalan dengan yong bae hyung. Ia teman baikmu. Tapi perasaannya mengarah padaku. Kau juga bilang kan kalau aku boleh bermain dengan lelaki lain? Aku ingin mencoba mencintainya. Sifatmu dan dia ternyata hampir sama. Mata kalian berdua memberi sinar positif bagiku! Gomawo..”

Aku berdiri dari tempat terakhirnya. “aku membawa diary pink-mu. Aku sudah membacanya. Dan disaat aku membacanya pasti aku tertawa-tawa sendiri! Aku tahu kau mencintaku, tetapi jangan begitu caranya. Aku pasti akan menerimamu. Kelemahanmu, kelebihanmu, itulah hidupku! Ok? Seung hyunnie, bahagialah!”

^END^

Ya allah.. beneran deh ga tega jadiin GTOP couple begini..!! kesian laki gue mati! Kenapa laki gue mulu yang jadi korban kalo gini?? Ahh.. biasa deh! *digampar

Ditunggu komennya!!!

22 responses

  1. Kim Cherry

    annyeong…
    ff yg menguras air mata..
    kasian bgt tuh baru 3 bulan pacaran udah pisah..
    pergi ngg pamit lagi*kaya kemane aje*
    moga aja yongie bhgia ama yong bae..

    19 Februari 2011 pukul 21:21

  2. Rin

    MWO….!?
    bias aq mati lagi…!?

    19 Februari 2011 pukul 23:28

  3. Laila_VIP257

    @kim : gimana mo pamit orang si seung hyun ga jauh” dari yongie (?) hehe.. Gomawo udah baca..
    @rin : pantes sih mukanya dijadiin orang yg mati ! Haha.. #dilempar sendal ama top + Vip

    19 Februari 2011 pukul 23:49

  4. Sheyoon Galz

    Huaaa,,sedihx..knp akhirx mati??bnr2 menyesakkan bacax..T.T
    Padahal br mulai hubx tuh,udh kpisah gtu..seung hyun kyak sayaaang bgt sm ji yong..sampe dy ngijinin ji yong jln sm org lain slain dy,biar ji yong g ngrasa trlalu sedih ntar kl d tinggal seung hyun beneran..T.T

    20 Februari 2011 pukul 00:06

  5. Laila_VIP257

    Saya juga sbenernya ga tega jadiin hyunnie mati.. Hahaha.. Tpi ya emang harus digituin (?) gomawo udah baca..

    20 Februari 2011 pukul 07:11

  6. nie ff bikin ingus gue kembali(jorok) lagi gara2 nangis melulu ………..
    kenapa jdi menyedihkan……^^

    23 Februari 2011 pukul 13:38

  7. ID

    Annyeong reader bru nich
    GTOP hwaaaaa pertama x liat ff ni seneng, jarang2 nemu ff couple bigbang xD, ni ff GTOP k2 yg we baca,,,,
    v end.a uri tabi mate’ T.T

    10 Maret 2011 pukul 22:16

  8. bru prtma bca GTOP couple ne.. sdih jg ngbyangin..

    23 Maret 2011 pukul 13:09

  9. Sunmi GDTOP saranghae :D

    *Bingung antara mau nangis atau ketawa* mau ngikut GD aja deh!! Harus selalu tersenyum buat TOP

    29 Maret 2011 pukul 02:55

  10. Ueee…..
    Dikirain
    happy
    story
    malah
    sad
    story
    ..

    16 April 2011 pukul 22:45

  11. Ksuju13

    Hiks,,hiks,,
    meski ak gk gtu familiar ma psangan gtop tp ff ini bisa bikin ak cukup terharu coz angst’x brasa bnget sedihx..

    Ffny keren bngte author..
    Daebak……
    ^o^

    26 Mei 2011 pukul 16:08

  12. Diyuntaechan

    ya ampyuuun (?) nangis sumpah deh baca ff ini.. terharu banget hoho
    KEREEN~
    Jiyong kasian.. yong bae baik banget u,u
    TOP juga kasiaan.. walaaa kasian dua-dua de wkwk
    nice ff author😀

    12 Juni 2011 pukul 04:43

  13. SusuPisangRasaAyam

    Top kasian bnget thor😥

    14 Agustus 2011 pukul 10:11

  14. dia

    Saya mewek apa gy yg seungri ver kalw nh kan top .ampun dh sakit bgt pasti

    13 September 2011 pukul 03:17

  15. DewiAriyani

    Sungguh menyayat hati nih ceritanya…sedih banget (╥﹏╥)
    Kereeeennnnn pokoknya…
    Daebak.!!!

    22 Oktober 2011 pukul 21:44

  16. Bg T.O.P metong omigot. . . . .
    Ak kira td pas d’gnggam bg jidi bg T.O.P ny idup lg #maksa
    bykin GTOP ny thor wkekeke #d’gampar

    18 Maret 2012 pukul 00:03

  17. kitty ai-chan

    .daebakk!!bikin aku hmpir nangis,,T^T(lgi g mood nangis soal’a,,hehe,coba kalo lgi galau,wuihh,menguras air mata tuh)
    .by d way,hajimemashite minna-san…!!*bow*^_^

    13 Agustus 2012 pukul 10:13

  18. KWKY

    sudah q duga critanya bakalan begini -_-

    18 Februari 2013 pukul 21:02

  19. Saya tau ini telaaaat pake banget ^^v
    tapi gapapa deh, daripada gatau #DOR

    Ini story sungguh menyesakkan.
    Kenapa GTOP dipisahkan dgn cara seperti itu? #DOR(lagi)
    but..
    This is nice strory..
    Keren!

    25 Maret 2013 pukul 10:11

  20. Gaho

    Hikz…hikz….
    knp kau Buat suamiku menderita thor?
    huhuhu

    18 Mei 2013 pukul 17:18

  21. ji yoo

    Ga tegaaa kasian yong yong :””’

    6 Juli 2013 pukul 08:30

  22. Minminne

    Perkenalkan aku reader baru
    maaf baru komen
    aku baru nemu
    kasian ji yong d’tingal gtu ama seung hyun
    gak tega aku bacanya

    23 Januari 2014 pukul 16:22

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s