fanfiction for our soul

SINGLE DAD IN LOVE {YUNJAE COUPLE STORY} CHAPTER 1/? YAOI


title : single dad in love

 

author: jung rye sun

 

length: 1/?

 

rate:  NC 17, PG-13

 

genre: AU, romance, NC17, fluff, smut, angst, mpreg …..

 

WARNING!!! don’t read this! if u don’t like yaoi!

 

 

 

Annyeong!!!

Author bodoh ini kembali lagi dengan ff baru,

Setelah PB gk kelar2 krn kehilangan inspirasi,

Saya melanjutkan ff baru, yang….

Heummm………… saya ingin mencoba family romance, hehehe…….

Tapi klo gk romantic, saya gk tauk dah!

#stupid author

Aku hanya berharap dalam doaku, kalian menyukainya

Hahaha……….. #kabur

 

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

 

If there were no words

No way to speak

I would still hear you

If there were no tears

No way to feel inside

I’d still feel for you

 

And even if the sun refused to shine

Even if romance ran out of rhyme

You would still have my heart until the end of time

You’re all I need, my love, my valentine

 

~~~

 

*jaejoong POV*

 

“appa!!”

Teriakkan seorang anak kecil membangunkanku dari tidur lelapku di hari minggu tenang ini.

“yak! Waeyo?”

Anak itu menghampiriku dan melemparkanku pakaian.

“kau berjanji akan bermain football denganku kan?”

Hamper saja aku lupa pada janji yang kubuat sendiri. Aku memang berjanji akan bermain dengannya pada weekend kali ini. Kutatap anak kecil itu yang menatapku dengan pandangan kesalnya.

“ne, arraseo!”

Dengan malas aku berjalan menuju kamar mandi. Anak kecil itu hanya menatapku dengan tatapan mengejek dan tertawa kecil

 

Anak kecil tadi merupakan anakku, putra semata wayangku. Namanya  kim jae bum, dia anakku dari pernikahanku dengan wanita yang sangat kucintai hingga detik ini. Wanita yang telah pergi untuk selama-lamanya meninggalkan kami, sosok sempurna itu hanya mampu menemaniku dalam sebuah jalinan cinta singkat selama 5 tahun. Jika mengingatnya terkadang aku berfikir, dia sangat sempurna.

Dia ibu dari anakku, anak semata wayang kami. Satu-satunya harta yang dia tinggalkan padaku.

Aku mencintai wanita itu, istriku yang telah berada di surga, kondou miharu……

Bukankah itu nama yang indah? Seindah wajahnya yang bagaikan seorang malaikat.

Wanita jepang yang kunikahi  15 tahun silam, setelah mengalami masa penjajakan selama  kurang lebih 1 tahun, saat itu aku memberanikan diri mengatakan cinta padanya. Pada gadis yang digilai para pria jepang itu.  Wanita yang memberikan aku keturunan itu harus meninggalkanku, akibat kecelakaan hebat yang terjadi beberapa tahun lalu, yang menyebabkan anakku harus menjadi seorang piatu.

Dan sejak saat itu, aku harus menjalani masa-masa beratku menjadi seorang single parent. Menjadi seorang ayah sekaligus ibu untuk anakku.

 

Aku hanya dapat berdoa kepada tuhan,

Suatu saat akan datang seseorang yang dapat menemaniku dalam kesendirian ini. Seseorang yang akan menemaniku di saat senang maupun sedih, diantara tawa ataupun duka.

Seseorang yang akan mendampingiku hingga masa kematianku tiba.

 

~~~

 

BUGGH,

Bola itu dengan cepat melesat kearahku, jae bum menatapku sembari tertawa kecil.

“yak! Kau mau membuat wajahku memar hah?”

Dia hanya tertawa kecil mendengar kata-kataku.

“bukan salahku, appa yang sejak tadi diam saja!”

Kutatap anak itu tajam, dan kulempar bola itu cukup keras hingga melesat jauh dari controlnya.

“yak!”

Anak itu menatapku dengan tatapan kesal.

“wae? Kekuatan mu dalam ketepatan dan kecepatanmu masih kurang, kau masih harus berusaha lebih keras, kau bilang mau masuk tim football kan?”

Ujarku sedikit menggodanya, dia hanya mendengus kesal dan menatapku tajam.

BUGGH,

Bola itu kembali melayang kearahku, namun dengan kilat kutangkap bola itu.

“kau tak asyik appa!”

Anak itu meninggalkanku dan beranjak menuju tepi danau di taman ini.

Kususul dirinya yang sedang terduduk lesu menatap ke danau itu dengan tatapan kosong.

Dia terlihat sangat kesal dan sedih, aku tak tahu omongan apa yang salah saat kami bermain tadi…

“kau kenapa?”

Ujarku sembari merangkul pundaknya yang mulai semakin kekar. Tentu saja, karena anakku sudah mulai dewasa, dia telah mengalami masa pubertas.

“aniya……”

Dia menjawabku dengan suara lemahnya. Dia terlihat sangat tidka bersemangat dan tidak punya gairah hidup.

“hey, masalah apa? Ceritakan saja padaku, aku akan menjadi tong sampahmu”

Dia tertawa kecil mendengar perkataanku, kami memang ayah dan anak. Namun kehidupan kami lebih kepada persahabatan. Karena, aku berusaha menjadi sahabat terbaik untuk anakmu.

Menjadi pendengar terbaiknya saat dia membutuhkan untuk di dengarkan.

“sulit appa…….”

Kutatap matanya yang rapuh itu dengan tatapan tajam.

“sesulit apa sampai kau tak bisa mengatakannya padaku, hah?”

Dia membalas tatapanku takut-takut dan memalingkan wajahnya sejenak.

“ok, baiklah……..”

Dia mulai memulia ceritanya, dia menceritakan semua hal yang membuatnya merasa terbebani akhir-akhir ini. Jika dia perempuan mungkin dia sudah menangis di pelukanku sekarang. Tapi aku bangga pada anakku yang tumbuh menjadi sosok yang kuat.

 

Dia mulai bercerita mengenai ketakutannya yang terancam gugur menjadi anggota tim football sekolah, tim yang begitu digilai anak laki-laki di setiap high school, semua anak laki-laki menginginkan menjadi anggota tim tentu karena jika mereka masuk tim, mereka akan terlihat keren, dan otomatis mereka akan menjadi popular. Hal yang sama yang dulu aku lakukan semasa high school. Dia juga bercerita tentang dirinya yang mulai menanam perasaan cinta pada seseorang, meskipun dia enggan mengatakan siapa orang tersebut.  Permasalahan yang sama yang selalu dialami anak seusianya, karena dulu aku juga mengalaminya. Sebagai ayah yang baik, aku hanya bisa menuntun apa yang sudah menjadi jalannya.

Aku tak bisa mengontrol anakku karena dia bukan anak kecil, namun aku hanya bisa memberikannya arahan dalam menjalani kehidupannya saat ini.

 

“sudahlah, biarkan semuanya mengalir seperti air….tak usah kau pusing memikirkannya,”

Kurangkul erat tubuhnya dalam dekapanku, dia hanya tersenyum kecil membalas perkataanku.

“kau tahu nak, hidup it uterus berjalan….kau tak bisa terus menerus melihat kebelakang dan menunggu hal yang tak pasti, karena mau tak mau kau akan terus melaju mengarungi kehidupanmu selanjutnya, jadi jangan kau anggap itu beban yang berat, karena kau hanya perlu melakukannya sesuai kemapuanmu, dan berdoa agar tuhan memberikan yang terbaik”

Aku tersenyum manis membangkitkan semangatnya, dia menatapku dengan tatapan kagum.

“appa, kau tahu?”

Kutatap wajahnya dengan tatapan bingung.

“aku tak tahu kau bisa sebijaksana ini…… hahaha, kau lucu appa!”

Dia tertawa terbahak-bahak melihatku, apa yang lucu dariku??

Aku kan sedang berusaha jadi ayah yang bijak,

“aku terkadang tak percaya, appaku yang biasanya kekanak-kanakn berbicara seperti orang dewasa”

Aissh, aku kan memang orang dewasa, dasar anak bodoh.

“tapi kau terlihat lumayan keren, hahaha……”

Aku hanya mendengus kesal mendengar ocehannya,

“appa….”

Kutatap wajahnya seakan berkata ada apa?

“mengapa kau tidak pernah berniat mencari istri baru??”

DEG,

“sudah berapa lama kau menduda?? Kupikir itu sudah sangat lama, kenapa kau betah menjadi single parent??”

Dia menatapku seakan berkata, ‘appa aku butuh pengganti umma ‘

“ehemmm……”

Aku tak tahu dan tak pernah bisa menjawab setiap dia berkata mengapa padaku. Bukan aku tak mau, aku ingin sangat ingin. Tapi nampaknya keberuntungan dalam cinta tak pernah menghampiriku.

Ya, jika kau bertanya mengapa, mungkin aku terlalu lelah mencintai seseorang. Aku lelah mencintai dan belajar dicintai. Aku lelah akan semua hubungan cintaku yang harus kandas ditengah jalan. Lelah akan suatu kehilangan besar. Karena, setiap aku menjalin hubungan cinta semuanya selalu gagal.

Terutama perjalanan cinta yang pernah kulalui semasa aku remaja, dengan sosok itu.

Sosok yang tak pernah bisa kulupakan rupanya, dia yang masih membayangiku hingga detik ini.

Namun cinta kita tak akan bisa bersatu hingga kapanpun, karena cinta kami hanyalah cinta terlarang.

Sosok lain yang masih kurasakan kehadirannya selain mendiang istriku.

 

~~~

 

“appa!”

Anakku tiba-tiba menepuk-nepuk punggunku saat aku sedang memasakkan makan malam untuknya.

“waeyo?”

Ujarku sembari membawa makanan itu ke meja makan.

“ini untukmu….”

Dia menyodorkanku sebuah amplop putih yang kuyakin isinya surat.

“apa ini?”

Kuatatap bingung dirinya, dia hanya menaikkan bahunya tanda tak tahu. Dan langsung menyantap makanan yang baru saja kuletakkan.

Kubaca perlahan isi surat itu, ternyata isinya hanya tentang rapat siswa wali murid. Ohh, aku sangat malas menghadiri rapat-rapat seperti itu. Aku bahkan datang kesekolahnya hanya jika pembagian raport tiba.

“haruskah aku datang?”

Dia hanya menatapku cuek dan mengacuhkanku dengan makanannya. Jika dia bertindak seperti itu tandanya aku memang harus menghadirinya.

“huffftt………baiklah,”

Aku mengambil posisi duduk dihadapannya dan menyantap hidangan makan malam yang baru saja kumasak. Sedikit beruntung aku bisa memasak, masakkan enak untuk anakku karena aku cukup terampil mengolah bahan-bahan mentah yang tersedia menjadi makanan lezat, thaks to my mother yang dulu mengajariku memasak.

“heumm, bagaimana kimchi jiggae buatanku enak tidak?”

Ujarku sembari tersenyum konyol padanya, dia hanya menatapku sebentar lalu mengangguk sedikit dan tetap focus melanjutkan makanannya.

aku hanya tertawa kecil melihat tingkahnya, aku ingat saat jae bum kecil dia sering memuji masakanku yang katanya sangat enak, tapi sekarang dia tak pernah memujiku lagi, bahkan bersuara sedikit saja tentang rasanya. Mungkin karena dia terlalu jaga image, huffttt…… susahnya punya anak remaja.

 

~~~

 

“appa cepat! Aku akan terlambat!”

Aku buru-buru mengambil tas kerja dan perlengkapan yang kubutuhkan dengan buru-buru.

Jae bum yang sudah menunggu dengan wajah kesal di depan mobil menatapku tajam.

“kau tak akan membuatku telat dan dihukum mr.killer kan appa?”

Aku hanya menatapnya kesal, karena dia sangat bawel!

Buru-buru kunyalakan mesin mobil dan menjalankannya. Beruntung untuk kami karena jalanan kota lumayan sepi hari ini, jadi tidak begitu takut akan terkena macet seperti yang biasa terjadi di kota seoul di pagi hari.

Sepanjang perjalanan kami asyik dengan pikiran masing-masing hanya kesunyian yang ada diantara kami. Karena bosan jae bum memasang headset  ipod -nya, dan aku menyalakan tape menyetel lagu-lagu kesukaanku.

 

Play: boom boom pow by black eyed peas

 

“appa kecilkan volumenya,”

Ujarnya sembari memutar volume itu hingga tingkat medium. Dan dia kembali asyik dengan lagu yang dia dengarkan. Terpikir ide jahil di otakku. Kuputar tape itu hingga volume high.

Sehingga mobil sedikit bergoyang karena  volume tape yang terlalu keras.

Dengan kesal dilepasnya headset yang dia kenakan dan menatapku kesal. Aku hanya tertawa kecil melihatnya. Dilemparnya ipod tersebut ke jok belakang dan mendengus kesal sambil terus menggerutu tak jelas. Hahaha……

Entah, kenapa aku senang menggoda anakku yang satu ini. Jika dia memberikan pout lucu padaku membuatku sedikit senang dan menurutku itu sangat imut. Sesekali taka pa melihat anakku yang sudah remaja kembali terlihat seperti anak kecil.

 

Kupakirkan mobilku di pekarangan sekolah yang sepi itu. Masih sedikit mobil yang terparkir di lahan itu.

Kupikir mungkin baru beberapa wali murid yang hadir di sekolah ini.

Kumasuki kawasan sekolah yang sangat besar ini, jae bum bersekolah di international seoul high school.

Termasuk sekolah bonavit yang berada di korea dan terkenal dengan lulusannya yang rata-rata menjadi siswa cumlaud di universitas negeri di korea. Itu mungkin adalah sebagian dari keberuntungan anakku yang bisa diterima di sekolah ini, mengingat aku jarang mengontrol nilainya dan aku tak begitu tahu dia anak cerdas atau bukan di sekolahnya.

 

Aku mengikutinya menuju gedung barat tempat berlangsungnya rapat tersebut. Beberapa temannya terlihat segan dengannya dan menyapanya ramah. Beberapa anak perempuan juga terlihat berusaha menarik perhatiannya dan melayangkan tatapan aneh ke arahku.

 

“appa, aku harus ke kelas sekarang, bye!”

Dia melambaikan tangannya dan pergi menjauh. Kulihat ruangan rapat yang masih lumayan sepi.

Jadi kuputuskan untuk melihat-melihat sekitar dulu.

Aku berhenti di tempat sebuah madding, disitu ada berbagai macam karya sastra hasil anak murid dan beberapa kerajinan tangan yang dipamerkan sehingga mading terlihat menarik.

“heumm, annyeong….”

Seorang pria yang sebaya denganku menghampriku,  kuamati wajah itu dengan tatapan bingung.

Entah, rasanya aku pernah melihat wajahnya.

“a-annyeong……”

Dia menatapku tajam dengan sorot matanya yang bagaikan elang itu.

“kau……kim jaejoong-sshi??”

Kuamati ulang tatapan mata elangnya itu, oh no! aku tahu dia sekarang.

“ehh, ne….”

Dia tersenyum kecil dan menjabat tanganku pelan.

“kau masih ingat aku? Jung yunho?”

Aku hanya tertawa kecil sembari mengangguk, bagaimana mungkin aku bisa melupakannya.

“kau, sedang apa disini jaejoong-sshi?”

Dia menatapku dengan tatapan bingungnya.

“errr, menghadiri rapat wali murid….”

Dia menatapku kaget dan sedikit shock mendengarnya.

“anakmu?”

Aku mengangguk, tentu saja anakku.

“kau sudah menikah? Wow……”

Dia membulatkan mulutnya dan terlihat sedikit kaget, apa yang kau kagetkan pada pria berusia 34 tahun yang sudah menikah??

“ne, kau sendiri sedang apa yunho-sshi?”

Ujarku mengalihkan pembicaraannya.

“oh, aku guru disini,”

WHAT!!!

Aku menatapnya dengan tatapan tak percaya, bagaimana bisa seorang jung yunho menjadi guru?

Bukannya tidak yakin, hanya saja personality orang yang kukenal ini sangat tidak mungkin rasanya menjadi seorang guru.

“jae?? Hello??”

Dia melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.

“ehh, mian….”

Dia hanya tersenyum manis.

“nampaknya rapat sudah dimulai, lebih baik kita masuk dulu”

Ujarnya seakan mengikutiku dari belakang, seperti menuntunku.

 

Seperti rapat-rapat yang dihadiri orang tua biasa, hanya membahas tentang kinerja sekolah dan sikap anak-anak selama ini, sekaligus sebagai bahan pelajaran bagi para guru agar muridnya menjadi lebih baik dan berkualitas. Yang menjadi pembicaranya adalah kepala sekolah, tapi dia memiliki pembicara lain, seperti assistennya, dan kau tahu itu siapa? Ya, jung yunho……

Aku tak percaya rasanya, jung yunho yang dulu kukenal jauh dari kata baik-baik dan bijaksana bisa berbicara sebagus itu di depan umum, jika dia berbicara suaranya yang lantang seakan membuat kami terdiam dan mau mendengar pembicaraan yang dia bicarakan. Kuakui dia terlihat sangat charming di usianya yang tak muda lagi, tapi semangat produktivitasnya masih sangat tinggi. Tubuhnya juga sangat atletis, bahkan dia tak terlihat telah berusia kepala tiga.

 

~~~

 

Aku berjalan keluar ruangan rapat dengan malas, tiba-tiba…..

“hey, jaejoong-shhi!”

Yunho menghampiriku sembari menepuk bahuku pelan. Dia tersenyum manis padaku.

“eumm, bagaimana jika kita ngobrol-ngobrol sebentar??”

Aku berpikir sejenak dan sesekali menatap wajahnya yang memelas padaku.

“ayolah, kita kan sudah lama tak bertemu……”

Kulihat jam tanganku yang menunjukkan pukul 10, taka da kerjaan penting hari ini, hanya rapat yang akan diadakan pada jam makan siang. Akhirnya kuanggukan kepalaku tanda setuju atas usulnya.

Dia langsung tersenyum manis padaku dan menarik tanganku lembut. Seperti ada sengatan listrik yang mengalir di tubuhku saat kulitnya bersentuhan dengan kulitku.

 

~~~

 

Yunho mengajakku mampir kesebuah coffee shop dekat sekolah. Disana cukup ramai sehingga kami akhirnya mengambil tempat duduk di pojok ruangan yang mengarah ke jalanan kota yang ramai.

Seorang waitress menghampiri kami,

“ya, silahkan ingin pesan apa?”

Dia menyodorkanku buku menu,

“cappuccino latte satu,”

Aku masih sibuk dengan minuman yang harus kupilih. Akhirnya aku memesan minuman kesukaanku.

“saya pesan green tea saja, tapi—“

“gulanya 1 sendok saja, jangan terlalu manis……iya, kan jae?”

Aku menatapnya kaget, impossible!

Dia menatapku sembari menyunggingkan senyum konyolnya.

Dia masih mengingat hal itu?

“k-kau ingat??”

Dia hanya mengangguk pelan,

“entahlah aku tak bisa melupakannya……”

Aku tertawa kecil mendengar ucapannya. Aku tak tahu rasanya ada kenyamanan saat mengetahui dia masih mengingatku hingga detik ini. Dia tak pernah melupakanku…..

Perlahan kenangan-kenangan kami dulu kembali berputar di otakku.

 

~flashback~

 

Yunho mengalungkan lengannya yang kekar di pinggangku dan menatapku dengan mata elangnya.

Setiap dia menatapku seperti itu rasanya seluruh tubuhku tak bisa digerakkan.

Digenggamnya tanganku erat,

“jae, would you be mine??”

Aku menatapnya gugup, aku ingin sekali berteriak dan berkata ya! Aku mau….

Namun, hati kecilku terlalu takut mengatakannya.

Dengan menerimanya sama saja menghancurkan reputasi kita di mata masyarakat.

Aku egoist, aku tak ingin kepopuleran yang kudapatkan harus terenggut karena menjadi kekasihnya.

Aku dan yunho sama-sama siswa popular di sekolah kami.

Yunho merupakan kapten tim football dan juara kendo tingkat nasional di sekolah.

Dan aku merupakan bagian dari siswa popular sekolah, tentu saja karena ketampananku dan aku juga merupakan orang penting kedua setelah yunho dalam tim football sekolah.

Aku mulai dekat dengan yunho setelah aku menjadi bawahannya, kami seringkali menghabiskan waktu berdua hingga malam menjelang. Dan kamipun akhir-akhir ini mulai sadar, itu bukan sekedar rasa sayang persahabatan, tapi ada benih-benih cinta di dalamnya. Dan hari ini yunho mengajukan proposal itu untukku…….

“jae?….”

Kutatap wajahnya takut-takut,

“aku tak tahu ini salah atau benar, aku menyukai kau juga yun….a-aku juga ingin menjadi kekasihmu…..

Tapi……kita pria yun, d-dan aku pria juga,”

Digenggamnya tanganku erat dan diciumnya lembut jemari tanganku.

“aku tak perduli siapa kau, apa gendermu, sekalipun kau transsexual, aku hanya mencintaimu jae….. aku menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu…..”

Kutatap wajahnya yang mengandung makna ketakutan dan sedikit kekecewaan.

“aku tak tahu yun…..”

Tiba-tiba menunduk dihadapanku dan mengenggam tanganku sangat erat.

“kau tahu! Aku akan gila jika kau tak menerimaku jae……..”

Dia menatapku dengan tatapan marahnya, dia memang sangat menakutkan saat sesuatu yang dia harapkan tak dapat dimilikinya.

“b-baiklah…….aku mau,”

Dia langsung menatapku tak percaya. Dan berteriak kesenangan, dia memelukku begitu erat hingga rasanya aku tak sanggup bernafas. Sejak hari itu kisah kami dimulai.

 

Banyak cobaan yang harus kami lewati selama menjalani hubungan ini. Beberapa teman sekolah mulai mencium adanya hubungan terlarang antara aku dan yunho. Bahkan para jurnalis sekolah seringkali menguntit kami jika aku dan yunho pergi berduaan. Aku merasa sangat tidak nyama dengan semua itu,

Aku benci mereka yang selalu mengganggu kami berdua. Sejujurnya aku bukan gay, dan yunho pun tidak, hanya ada sesuatu yang aneh dalam diri kami yang membuat kami tertarik satu sama lain.

Aku menyukai yunho karena bagiku dia sosok yang sempurna, tanpa cela……

 

Tapi cinta itu tak bisa dipertahankan…….

Aku harus melepasnya, puncaknya saat itu guru bimbingan konseling mendapat laporan tentang hubungan kami dari seseorang, dia menunjukkan beberapa buktinya pada kami berdua.

Saat itu hubungan sesame jenis sangat ditentang. Bahkan pria yang bertingkah feminine sangat dilarang.

Dan mau tak mau hubungan itu harus kandas, apalagi tak lama kemudian aku dan yunho lulus dan mulai memasuki jenjang kehidupan baru yaitu di universitas, dan saat itu aku memutuskan untuk kuliah di jepang. Sekaligus melupakan dia tentunya. Karena aku merasa tak akan bisa melupakannya jika menetap di korea.

 

“jae, kau benar akan pergi??”

Aku mengangguk pelan, dia menatapku dengan tatapan pilu.

“why??”

Kutatap matanya dengan tatapan tajam.

“kita tak bisa selamanya harus bersama yun, kau dan aku….. memiliki masa depan yang masih panjang, kau masih memiliki cita-cita yang harus kau kejar, akupun begitu…..”

Dia hanya terdiam dan menatapku dengan tatapan kosong.

“aku tahu itu hanya omong kosongmu jae, kau hanya ingin menjauh dariku bukan? Haha…..”

Dia tertawa sinis menatap wajahku, aku hanya terdiam dan memalingkan wajahku.

“jika iya kenapa? Apa masalahnya?”

Dia menatapku kesal dan menarik kerah bajuku kasar.

“kau tahu aku menginginkanmu bodoh!! Aku mencintaimu!!! Aku tak bisa melihatmu menjauh dariku!! Mengapa kau begitu buta jae!! Look at me!! Kau egoist!!”

Kutepis dengan kasar tangannya yang melekat di kerah bajuku.

“kau yang egoist jung yunho!!! Kau menginginkan sesuatu yang tak pasti!! Kita tak mungkin bersama yun! Kau harus sadar itu! Buka matamu lebar-lebar!! Jangan jadi orang bodoh hanya karena aku!!!”

Rasanya hatiku sakit harus mengatakan hal itu padanya. Aku bahkan mengkhianati hatiku sendiri.

Aku hanya tak mau mengakui apa yang kurasakan, karena aku tahu semuanya akan percuma.

Tiba-tiba…..

“cup….cupp…..”

Dia mencium bibirku dengan paksa, aku berusaha berontak dan keluar dari cengkramannya.

“hmmmpphhh………mmppph…….y-yun……..ahh………stop it, hmmmppph……….”

Dimasukkannya lidahnya kedalam mulutku dan dikaitkan lidah itu pada bibirku.

“yun…..hmmmpph……”

Pelukannya semakin menyesakkan, saat dia mulai melonggar kudorong tubuhku dengan sekali hentakkan hingga dia terjatuh ke lantai,

“BASTARD!!”

Dia tertawa sinis memandangku,

“jika kau ingin meninggalkanku, izinkan aku menikmatimu malam ini, paling tidak sebagai salam perpisahan jae…..”

Kugelengkan kepalaku kuat, aku tak mau memberikan kevirginanku padanya.

Karena dia buka orang yang ditakdirkan memilikinya.

“KAU BRENGSEK!!!”

Kuhempaskan kembali tubuhnya hingga membentur dinding, aku berlari…….

Berlari di tengah malam yang gelap dan berkabut tanpa seorangpun disisiku.

Aku benar-benar sendiri dan tak ada satupun yang perduli.

Kutatap gelang kayu yang pernah yunho berikan padaku. Gelang itu melelekat dengan manis di pergelangan tanganku. Namun, aku sudah lelah akan semuanya.

Perlahan kulepaskan gelang itu dan kulempar gelang itu ke alang-alang yang mengitariku.

Aku hanya berharap tak akan pernah mengingatnya lagi, meski akhirnya aku mengingkarinya.

Aku tetap mengingatnya, mengingat cinta pertamaku itu.

Aku tak akan pernah lupa pada semua masa-masa menyenangkan yang kulalui bersamanya.

Bahkan hingga detik ini aku masih mengingatnya. Aku sadar hidupku hanya kamuflase, semua kulakukan agar aku terlihat normal dimata orang lain. Namun, nampaknya tuhan masih menyayangiku dan membiarkanku bertemu kembali dengannya, meski sudah bertahun-tahun kemudian.

 

~end flashback~

 

Kami membicangkan banyak hal selama pertemuanku dengan ‘teman’ lamaku ini. Membincangkan kehidupan kami, aku tak tahu dia tak pernah menikah. Dan dia sangat terkejut dengan aku yang bahkan sudah memiliki anak remaja. Dia hanya lebih suka menanyakan tentang apa yang aku lakukan dan bagaimana dengan anakku kim jae bum, aku tak tahu jika mereka saling mengenal dekat. Dan menurutnya anakku sangat mirip denganku yang dulu. Aku hanya tertawa setiap kali dia menceritakan tingkahku saat di high school, aku terdengar sedikit ditaktor, tapi itulah aku yang dulu.

Dan aku menyadari satu hal,…… dia mengingat segalanya,

Mengingat saat-saat yang bahkan menurutku tak begitu penting. Dia masih menyimpan sebuah ruangan khusus untukku, karena aku bisa merasakannya.

 

“ahh, yun….nampaknya kita harus menyudahi pertemuan kita kali ini, aku ada rapat jam 12,”

Aku menatapnya memelas meminta izin, entahlah aku juga bingung kenapa aku begitu perduli padanya.

“oh, sure….. “

Dia tersenyum manis padaku.

“jae,”

Dia menatapku dalam dengan mata elangnya.

“terima kasih untuk waktumu hari ini……”

Aku hanya tersenyum canggung membalas ucapannya. Aku merasakan ada kesan tersirat di dalamnya.

Kulambaikan tanganku meninggalkan coffee shop duluan. Kuhampiri mobilku yang terparkir di lahan sekolah. Perlahan kujalankan mobil perlahan, aku tak pernah bisa berhenti tersenyum setelah meninggalkannya tadi. Aku hanya merasakan bahagia dengan hanya bertemu teman lamaku itu.

Teman special yang dulu pernah mengisi hariku.

Dan aku tak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, aku hanya merasakan sesuatu yang baik akan berpihak padaku kali ini, hanya sedikit keyakinan yang membangkitkan semangatku……

 

TBC

chap selanjutnya akan di protect, ini baru prolog…….

33 responses

  1. Jaeluphme

    Wah..brarti di ep2 ni jae ma yun udah om2 y?Udah uzur..*plak!*

    yun msih cnta ya jae?dari bhsa tbuhnya kekny si yun msih mendam rasa tu~

    tapi jae…

    Ok crtnya bgus..next chapny cpet yow…ok2 author?xixixi…

    17 Februari 2011 pukul 21:59

  2. Zany

    Hai,aq reader br d sini. Jae ma yun d ff ni udh dwsa yah,udah ahjushi2… Yunho kyk na masih cinta ma jae,makanya gak nikah… Ku pnsaran bgt,gmn hub mereka nanti,,, tp yg plg pnasaran, siapa yg disukai ama anaknya jae. Jangan2 yunho lg. Kalo bner,bklan ad prsaingan cinta antra ayah n anakny. Seru tuh…

    17 Februari 2011 pukul 23:26

  3. bonsay

    cieeeeee…..
    Clbk nich…..
    Kasian yunnie…..
    Bener2 setia nunggu jae…..
    Sampe2 g nikah diumur segitu….
    Jd ingat ramalan….
    Tp terbalik….
    Klo diramalan yunnie yg bakal punya anak….
    N jae yg membujang sampai umur 37….
    Tp akhir’a nikah….
    Heheheheh

    18 Februari 2011 pukul 05:24

  4. RiezmaSuka-suka

    Kyaaa…!!CLBK ya?bagus nih alurnya,gak kcepetan.author emang dah profesional kyaknya.diprotect?trs gmn cara dpt paswordnya?reader baru nih.

    18 Februari 2011 pukul 08:46

  5. umur jae dah 34….tuer bgt…tpi yupa ttp setia y…dy ga nikah sma skali….aq tkut low yg d sukai anak na jeje it yunpa….wlwpun ank jeje it cwo…tpi kn ga ada yg ga mngkin…tpi jgn ampe dech….yunpa cma bwt jaema

    18 Februari 2011 pukul 09:53

  6. Jangan di protect ya…pliss, lagi seru2x ni..
    Sbnrx aq kcw sm jaema yg dah khianatin cintax yunpa..aq rsa jaema ktrlaluan deh nyktin hati appa q,, tp kyx crtx mulai brbh next chapx..pst bnyk yunjae m0mentx..^_^

    18 Februari 2011 pukul 12:03

  7. Kims

    Salam kenal, aku baru nich kl ga punya user name wordpress gimana caranya dapetin password nya yach? karna aku suka banget cerita yang ini
    ^_^

    18 Februari 2011 pukul 13:05

  8. taerin

    huaaa . bakal seru nih ceritanyaa😄
    suka deh suka deeeh . awawaw
    yunho setia sekali deh sm jae . yaampuun
    eh yg part selanjutnya akan di protect ?
    jangaan doong .
    tp kalo jadi di protect saya minta passwordnyaa yee . author baiik deh *puppy eyes*

    18 Februari 2011 pukul 13:50

  9. Tanjunxiu

    Jae dah punya anak? Tapi untung istri.y dah out duluan ¤ laugh devil¤ yunpa setia banget ma jae sampai2 g’ nikah walau dah cukup umur. Ayo YunJae kembalilah bersatu, HWAITING!

    18 Februari 2011 pukul 14:31

  10. merli

    YAAAAAAAAAAAAA lagi seru malah TBC ..
    jae udah punya anak sedangkan yunho ga , wow yunho setia banget nungguin jae kekeke .
    Part selanjutnya di proteck ya ? Apa aku boleh minta paswordnya ?

    18 Februari 2011 pukul 15:13

  11. Yaaa , ko aku udah coment ga ada ya ?

    18 Februari 2011 pukul 20:09

  12. bonita

    jaema jujurlah pada perasanmu.

    Udah CLBK AJA AMA yunpa dari pada cari penganti yang lain.

    18 Februari 2011 pukul 21:11

  13. aiyuuki

    g sabar tuk bca chap 2 ny,,
    tp, mrkany dah tua,,
    fufufu,, gpp dech,, slma msh pda cakep,,

    18 Februari 2011 pukul 21:26

  14. Kim Cherry

    annyeong…
    waduh.. jaema udh pnya anak..
    tapi udh single parent., ada kesempatan donk bwt yunpa CLBK lagi ma jaema..
    tapi kalo jae jadi appa terus yun jadi apa donk ??
    yg pasti ayo author bikin jaema ama yunpa CLBK…
    oh ya..kalo minta pw gmana cra ny ??

    19 Februari 2011 pukul 14:55

  15. dvcassieyunjaeboo

    just contact me on twitter @devtoxic or my phone, ada di list author ^^

    20 Februari 2011 pukul 18:05

  16. elin_lien

    waaah…
    ada ff yunjae yg kayanya seru nih…
    tapi qo udah 34 sih??
    jangan bilang yunpa belum nikah deh..
    itu, tadi aq liat ada tulisan mpreg
    siapa tuh??
    masa jaema ??
    kan udah kepala 3..
    lanjut-lanjut..

    21 Februari 2011 pukul 00:26

  17. rara_cassielf

    yuhuuuuuuuu…..setelah sekian tahun akhir.a yunjae dpertemukan kmbli

    jae kmbli lah pd yunho sprti.a perasaan.a tdk berubah pdmu, hehe

    wah…jgn dprotect donk author ntar gmn q mau bc *puppy eyes*

    22 Februari 2011 pukul 02:17

  18. viiminhoney

    wah da pada tua yee…masi imut kagak..haha kidding

    yunho masi blm nikahhh mungkin nunggu jae kli yhh…

    lanjut penasaran part selanjutnya jgn di proteck dong author,,yayay*puppy eyes

    22 Februari 2011 pukul 16:15

  19. sunhyun

    yunho setia sekali dirimu^^
    wkwkwk bakal seru ni cerita lanjut author^^

    22 Februari 2011 pukul 22:01

  20. teuk

    waa..mereka udah tua ya disini..yunho jadi duren aka duda keren..haha…CLBK gak ya??
    Lanjuut..

    23 Februari 2011 pukul 17:25

  21. annyong….aku baru d sini…salam kenal dulu deh
    ceritanya menarik udah pada tua, trus si jae udah punya anak….
    setelah baca ini, aku tu banyak berinspirasi pokoknya aku suka
    lanjutin ya…..
    di tunggu loohh…

    8 Maret 2011 pukul 17:59

  22. Luph yunjae Yongwonhi

    Awal’y ku pikir jaebum tu anak’y jae yg jae kandung,,tp tnyta jae dah nikah to ma ce,n skrg umur’y 34 th?om2 duong*plakkk*jae bijak bgt y pantes klo jd appa(eh jae pntesny jd umma deng,hehehe),,tnyt first luv ny jae tu yun y,n skrg mrk dpertemukan lg,seruuu lanjutkan author…

    11 Maret 2011 pukul 12:40

  23. ktmu ma cnta prtma lg.. part slanjutx dprotect lg.. za udh aq nti mnta pw bwt bca n cment.

    23 Maret 2011 pukul 12:47

  24. Qionnu

    Ntar akirnya yunjae b’1 ngga?
    Yun msi ska jae ya.. Smpe dah uzur gt blum nikah..

    27 Maret 2011 pukul 22:11

  25. Eve

    Hai, sy reader baru disini🙂
    cerita yg unik, baru kali ini baca ff yg Jeje jd appa!😀
    sdh mnduga sbelumnya, pasti yg mr.killer itu yunpa, wah kyaknya clbk nih
    ayo lanjutkan chap 2 nya🙂

    9 Mei 2011 pukul 09:27

  26. H_n

    appa stia bgt m umma….
    Sampe ga nikah2 gt….
    Appa pasti msh cinta bgt m umma….
    Kra2 mrk bkal jdian ga y??
    Pa ga bkal lbh sulit y?alny jae oppa udh puny anak gt…..

    8 Juni 2011 pukul 00:34

  27. himeShara..

    wew,, jaema ma yunpa udah tua…
    tp they still love each other…
    akh. jaema km jgn malu.2kucing lg..
    kalo suka terima aja…^^~
    yeiy hidup jaema en yunpa forever^^~

    13 Juli 2011 pukul 20:59

  28. hmmmmmmmmmm……. aq suka critanya… walaupun dc berlalu berthn2 tp ttp cnta sjti takan pernah pudar……
    moga z jaema brstu ma yunpa………

    3 Agustus 2011 pukul 05:05

  29. Jodoh emang g kmn,yunjae dah kepisah lama ttp ja ktmu lg.jae dah adjussi2 dah punya anak lg#plak
    Yun keliatan msh cinta bgt ma jae ampe ga nikah ma orang laen,jae jg msh da rasa gto ciee..cie… CLBK neh.
    Yunjae bersatu!!!

    12 Agustus 2011 pukul 17:35

  30. Ciel_

    Hihi lucunya tingkah appa-anak ini. Suka..suka bgd ceritanya. Palagi liat yunpa yg tetap setia pd jaema wlo udah pisah bertahun2. Mau baca kelanjutan ceritanya hoho.

    11 Oktober 2011 pukul 07:43

  31. firegirl97

    Hy author….
    Q tunggu u/ chap berikutx ya….
    Soalx saat q mbaca yg ini, q teringat ttg masa2 cinta q yg dulu… ^_^

    18 Maret 2012 pukul 21:44

  32. DEWImjjeje

    WAH PASTI SERU hehehe cinta lama bersemi kembali……yunjae memang sepertinya ditakdirkan selalu bersama *ngarep
    wah pengen baca kelanjutannya ><

    8 April 2012 pukul 20:59

  33. yunjae_lm

    asiik ni critanyaa….
    tapi klo jae ud jadi umma yun jdi ap donk?

    9 Juli 2012 pukul 12:01

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s