fanfiction for our soul

PLAYBOY BOYFRIEND { YUNJAE COUPLE STORY } CHAPTER 4/? YAOI


title : playboy boyfriend

author: jung rye sun

length: 4/?

rate: maybe NC 17…genre: AU, romance, NC17, and a little bit straight…

WARNING!!! MPREG!!!don’t read this! if u don’t like yaoi!

**************************************************************************************************

*yunho POV*

wajahnya pucat pasi.

kupikir dia akan sangat cantik jika dia wanita.

mungkin jika dia wanita aku sudah menyukainya.

tapi, karena dia pria itu sangat tidak mungkin akumenyukainya.

aku masih normal, aku bukan gay.

lagipula, dia juga pria normal yang masih menyukaiwanita.

tapi aku akui, aku telah mengambil harta dirinya yangpaling berharga.

tapi apakah aku harus tanggung jawab?

menikahinya??

itu sangat tidak mungkin apa kata dunia.

aisshh…..

aku pusing setiap kali bayangan malam itu terlintaskembali di otakku.

mungkin jaejoong tak akan memaafkan aku lagi, tapi jika itu yang terbaik aku tak masalah..

sudah seharian aku menunggu jaejoong di rumah sakit.

aku harus menungguinya sampai tuan kim datang menjenguk.

karena dia begini karena aku.

“yunho!”

ternyata tuan kim sudah tiba bersama beberapaassistennya.

“bagaimana keadaan jaejoong? apa yang terjadidengannya??”

dia terlihat panik.

“hmmm…. saya tidak tahu tuan! menurut dokter kitamasih harus menunggu hasil test nya!”

dia terlihat frustasi.

“bagaimana ini! aku tak mungkin bisa menjaganya dirumah sakit!

karena hari ini aku harus berangkat ke jepang! apa akuharus membatalkannya?!”

“ehmm…. tuan! sebaiknya jangan! saya tahu tugasitu sangat penting untuk perusahaan!

sebaiknya anda pergi saja! masalah jaejoong jika sayamampu saya yang akan menjaganya!”

ujarku mantap.

tuan kim langsung tersenyum cerah padaku.

“gomawo yunho! saya tak tahu harus bagaimana jikatak ada kau!

tolong jaga dia baik-baik ya selama saya tugas!”

“with my pleasure!”

dia kembali tersenyum padaku.

“baiklah! kalau begitu saya bisa cukup legasekarang! jam berapa kita akan berangkat?”

dia bertanya pada salah satu assistennya.

“setengah jam lagi tuan!”

ujar assistennya sembari melihat jam tangannya.

“yunho, mungkin saya harus berangkat sekarang kebandara! tolong jaga jaejoong, mungkin dia akan banyak merepotkanmu!”

aku hanya tersenyum kecil sembari mengangguk.

tuan kim langsung meninggalkan rumah sakit bersama assistennya menuju bandara.

tiba-tiba seorang dokter yang menangani jaejoongmenghampiriku.

“apakah anda orang yang membawa tuan kim jaejoong kesini?”

“ne, ada apa ya?”

“bisakah kami bertemu orang tuanya? atau orang yang bertanggung jawab atas dia?”

tanya dokter itu.

“hmmm….. orang tuanya menitipkan jaejoong pada saya!”

“baiklah! siapa nama anda tuan?”

“saya…. jung yunho!”

“baik! tuan hasilnya sudah keluar mari kita bicarakan di ruangan saya!”

“oh, ne…”

aku mengikuti dokter itu menuju ruangannya.

“silahkan duduk tuan jung!”

ujarnya mempersilahkanku duduk.

“kami sudah mendapatkan hasil dari tuan kim jaejoong!”

“eh, ada apa dengan dia dokter?!”

“dia hanya terlalu kelelahan, dan sepertinya dia sedang depresi berat,

lalu hal itu juga karena kadar alkhohol dalam tubuhnyasangat tinggi! sehingga berpengaruh pada lambungnya!”

“tapi dia tak apa-apa kan dok?”

“tidak, kondisinya masih cukup normal! tapi diaharus banyak istirahat!”

“oh, baik! terima kasih dok!”

“ne,…”

aku meninggalkan ruangan dengan perasaan lega karena jaejoong tidak apa-apa.

*jaejoong POV*

sebuah sinar yang menyilaukan menerpa wajahku.

perlahan aku mulai membuka mataku dan menyesuaikannya dengan cahaya.

“jae….”

rasanya kepalaku pusing sekali, perutku juga perih.

dan samar-samar kulihat wajah seseorang yang kukenal dihadapanku.

“jae, kau sudah sadar…”

yunho, ngapain dia disini?

aku memandang tak suka padanya.

“hmmm…. kau mau minum?”

tanyanya padaku.

namun, aku mengacuhkan dirinya.

“jae…. aku tahu kau marah padaku! mianhe…”

aishh…. gampang sekali dia bilang maaf.

“mana appa?”

tanyaku mencari appaku.

“hmmm….tadi pagi di berangkat pergi tugas kejepang! dia menitipkanmu padaku!”

apa?

tugas lagi?

selalu saja begitu,

mengapa dia selalu menitipkanku pada orang lain.

selalu pekerjaannya yang lebih penting daripada aku.

mengapa dia tak bisa disisiku sekali saja saat aku butuh…

aku benci appa!

dan kenapa dia harus menitipkanku pada si brengsek ini?!!

“jae…”

tanpa terasa sebulir air mata menetes di pipiku.

“kau menangis?”

yunho bertanya penuh kekhawatiran.

“ada yang sakit?”

dia mencoba menyentuhku, tapi kutepak tangannya.

“ani…”

aku langsung berbalik memunggunginya.

dokter memberitahuku bahwa aku masih harus menetap dirumah sakit sampai 5 hari lagi.

padahal aku sudah sangat bosan disana.

apalagi si brengsek itu tak pernah absen datang ke rumahsakit.

setiap hari dia membawakan bermacam-macam barang mungkin untuk menyogokku agar tidak marah lagi.

tapi itu tak akan berhasil padaku.

seperti hari ini.

“hi, jae!”

sapanya dengan ceria saat masuk ruanganku.

dan seperti biasa aku akan mengacuhkannya.

namun, seperti biasa dia akan membalasnya dengan senyuman manis.

“jae, lihatlah aku bwa apa?!”

aku tetap asyik membaca majalah tanpa menghiraukannya.

tiba-tiba….

ZLEP,

dia menarik majalah yang sedang kubaca.

“KEMBALIKAN!!”

aku menggapai-gapai tangannya yang memegang majalahku.

“no!”

“YUNHO!!!”

aku mulai emosi.

“ok! ok, baiklah! aku akan mengembalikannya! asal kau mau main denganku!”

“ani… lebih baik tak usah kau kembalikan!!”

jawabku tegas.

dia mengeluarkan nafas berat.

“jae! ayolah! aku bosan kau acuhkan terus! aku kan sudah minta maaf!”

dia menatapku dengan wajah puppy eyes nya.

aishh….

aku benci jika dia menatapu begitu.

“jae, kali ini saja! please! aku janji tak akan mengganggumu lagi setelah itu! bagaimana??”

dia kembali memohon padaku dgn mata puppy eyes nya.

“huh,…”

aku menahan nafas berat.

“jae…?”

“baiklah….”

ujarku pasrah.

sungguh dia memang orang aneh yang menyebalkan.

dia membawa permainan sudoku.

hello! aku sudah 25 tahun.

dia kira aku anak sekolah dasar.

“ayolah jae! kau kan tadi sudah janji!”

“ani….”

“jae-ah….”

urghh…. aku benci wajah puppy eyesnya.

“joongie…”

“yak, jangan memanggilku begitu!!”

“biarin! bwee…”

huh,

menyebalkan!

akhirnya aku terpaksa menuruti kemauannya.

terkadang aku bermain curang juga,

hahaha….

tapi mungkin agar aku senang dia membiarkannya.

entah, kenapa aku mulai melupakan rasa benciku padanya.

meski rasa itu masih ada dan sulit untuk dilupakan.

lama-lama kami terbawa suasana,

perlahan aku mulai membuka diri lagi dengannya.

kami kembali bercanda layaknya dulu kami berteman.

sejak kejadian kemarin, hubunganku dengan yunho mulai membaik.

meski dia masih sering membuatku kesal, dia melupakan janjinya.

tapi paling tidak sekarang aku tidak sekasar kemarin padanya.

jujur saja aku juga capek terus-menerus bersikap seperti itu padanya.

hari ini adalah hari ke 3 aku dirawat dirumah sakit.

aku ingin sekali pulang tapi dokter belum membolehkan.

aku sudah benar-benar bosan disini.

kubolak-balik majalah yang genggam, melemparnya lalu mengambilnya lagi.

aku benar-benar bosan disini.

“jae….”

“hmmm….”

“kau kenapa?”

“aniya….kau tidak kerja?”

tanyaku membuka pembicaraan.

“oh, itu! sudah tak ada pekerjaan dikantor! jadi aku kesini saja!”

jawabnya cepat.

“ooo….”

aku kembali asyik membolak-balik majalah.

“kau mau keluar sebentar??”

tanyanya padaku.

“maybe, aku mau!”

“baiklah! tunggu sebentar!”

dia kembali membawa kursi roda.

“yak, kau kira aku orang cacat! aku tak mau pakai kursi roda!”

“t-tapi….”

“aku tak mau titik!!!”

“ok, baiklah!”

jawabnya pasrah.

kami berjalan beriringan, menuju taman di dalam rumah sakit.

kurapatkan sweater abu-abuku.

udaranya terasa dingin, mungkin karena habis hujan.

“kau kedinginan?”

“aniya…”

dia hanya mengangguk-angguk saja.

kami duduk di sebuah kursi panjang.

taman ini cukup luas dan bagus.

ada banyak beraneka macam tanaman, dan bunga yang berwarna-warni.

selain itu udara disini sangat sejuk.

rasanya aneh duduk berdampingan dengan yunho.

dia juga menatapku aneh sejak tadi.

“yak, jangan menatapku seperti itu!”

aku merasa risih sejak tadi.

“oh, eh, mianhe….”

akhirnya kami kembali dalam kesunyian.

tapi tiba-tiba entah mengapa aku merasa sakit kembali di perutku.

aku meremas perutku yang kesakitan.

“jae, kau kenapa?!”

yunho mulai panic.

aku berusaha menenangkan diriku.

rasanya perutku seperti ditendang-tendang.

“ahh,… bawa aku kembali ke kamar!”

“baik! ayo!”

dia memapahku yang sejak tadi kesakitan memegangi perutku.

setelah sampai kamar dia membaringkanku di tempat tidur.

“tunggu sebentar aku akan memanggil dokter!!”

namun, tiba-tiba aku merasakan mual di perutku.

“hoekkss….hoeekks….”

aku memuntahkan isi perutku.

perutku rasanya seperti diaduk-aduk.

kepalaku juga pusing.

tak terasa aku menangis.

yunho tidak jadi meningglkanku memanggil dokter.

“jae!”

dia langsung memelukku untuk menenangkanku.

dia memencet tombol darurat.

rasanya tubuhku lemas, aku tak kuasa melakukan apapun.

aku hanya bisa memeluk yunho erat.

pelukannya terasa menghangatkan tubuhku.

tak lama kemudian dokter datang.

dia langsung menyuruh yunho meninggalkan ruangan.

rasanya berat jauh darinya, aku ingin dia disampingku.

*yunho POV*

oh, tuhan!

ada apa dengan jaejoong?

semoga dia baik-baik saja.

aku benar-benar panik saat dia muntah tadi.

wajahnya sangat pucat, tubuhnya juga dingin.

apalagi dia menangis kesakitan.

aku bahkan merasakan saat aku memeluk tubuhnya dia mendekapku sangat erat.

sampai-sampai aku sulit bernafas.

tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan.

“tuan jung, kami sudah menenangkan tuan kim! dia sudah tertidur!”

rasanya perasaanku lega sekali mendengarnya.

“dapatkah anda ikut ke ruangan saya? ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan anda!”

“baik….”

aku berjalan mengikuti dokter itu ke ruangannya.

aku tak tahu ada seseorang yang mengikutiku.

“ada apa dok?”

tanyaku khawatir.

“hmmm… begini tuan jung! ahh, saya bingung menjelaskannya!”

dokter itu terlihat frustasi.

“jadi, ehmm…. begini! sebelumnya bolehkah saya bertanya pada anda?”

“ne…”

“apa status anda dengan tuan kim jaejoong?”

apa maksudnya?

“s-saya tidak mengerti maksud anda?”

dokter itu semakin terlihat stress.

“baiklah! jadi begini tuan jung!

ehmm…. kami menemukan adanya kehidupan di dalam tubuh tuan kim!”

kehidupan?

kehidupan apa??

“maksud anda?”

“maksud saya, tuan kim jaejoong sekarang sedang mengandung!

kami sudah melakukan pemeriksaan beberapa kali dan hasilnya sama!

positif, awalnya kami mau langsung memberitahukan kemarin, tapi karena kami belum yakin,

jadi kami menunggu gejala-gejalanya dulu!

dan sepertinya gejala kehamilannya mulai terlihat sekarang!”

apa?? hamil??

bagaimana bisa??

dia pria!!

dan jika dia hamil berarti…..

anak itu milikku….

“kami menemukan adanya rahim kecil dalam tubuh tuan kim jaejoong jadi dia hamil dan juga menghamili!”

aku benar-benar bingung.

apa yang harus kulakukan sekarang?

jaejoong hamil anakku….

BRAKK…

terlihat jaejoong yang berlari meninggalkan ruangan.

pasti dia mendengar pembicaraan kami tadi.

tanpa babibu aku langsung mengejarnya.

dan benar saja dia kembali ke kamar.

perlahan kubuka kamar tempat jaejoong dirawat.

kulihat sosok itu begitu terpuruk.

mianhe, jae….. mianhe…..

*jaejoong POV*

aku tak percaya dengan apa yang kudengar tadi.

dokter itu bercanda kan??

aku, aku tak mungkin hamil!

tak mungkin dan tak boleh terjadi!!

aku tak rela mengandung anaknya! aku tak mau!!!

“tokk…tokk….”

pasti itu si brengsek itu.

aku benci melihat dia, melihat wajahnya.

dia masuk perlahan.

“jae….”

“keluar kau!!”

“jae, ak-”

“KELUAR KUBILANG!!!!”

aku melemparinya dengan semua barang yang ada di dekatku.

“AKU BENCI KAU!!! PERGI KAU BRENGSEK!!!”

caci maki terus keluar dari mulutku.

“AKU TAK MAU BAYI INI!!! GUGURKAN SAJA!!! AKU TAK MENGINGINKANNYA!!!”

aku terus memukul perutku membabi buta.

“JAE!!!”

“DIAM! AKU BENCI ANAK INI!!! ANAK INI TAK BOLEH HIDUP!!!”

PLAKK…

sebuah tamparan menyakitkan melayang di pipiku.

“tutup mulutmu jae!!! kau tak pantas berbicara seperti itu!!! dia anakku juga!!!”

aku menatapnya bengis.

“aku tak perduli!!! aku akan menggugurkannya!!!”

“BAIK!!! SILAHKAN!!! KAU MENCOBA MENGGUGURKANNYA AKAN KU BUNUH KAU LEBIH DULU!!!”

dia menatapku dengan tatapan murka.

aku tak menyangka dia berbicara seperti itu padaku.

dan pertama kalinya aku melihat tatapan marahnya dia benar-benar menyeramkan.

aku hanya bisa jatuh terduduk lemas di lantai.

rasanya aku seperti mayat hidup sekarang.

ingin rasanya aku lenyap ditelan bumi.

kurapatkan kedua kakiku dan kudekap erat.

aku hanya bisa menangis sekarang menyesali semua yang terjadi.

yunho, perlahan menghampiriku.

“jae….”

aku tak menjawab hanya tangisan yang dapat keluar dari diriku.

“aku akan bertanggung jawab! aku akan menikahimu!”

dia menatapku serius.

dia bercanda?

tak mungkin! dia menikahiku apa kata dunia?!

“menikah kau bilang?! semudah itu kau mengajakku menikah??

lalu, apa yang harus kukatakan pada orang tuaku dan orang tuamu??

anaknya gay? dan sekarang aku mengandung anakmu?!

lalu dunia akan menertawakan kita!!”

dia hanya bisa menundukkan kepalanya.

“aku tahu ini sulit! tapi kita harus mencoba!”

ujarnya meyakinkanku.

“bagaimana kita mau menikah jika kita tak saling cinta!

kau tidak mencintaiku bukan?!”

tanyaku meledeknya.

dia hanya bisa tertunduk lesu.

“ya! aku akui aku sekarang mungkin tidak mencintaimu!

tapi aku akan mencoba mencintaimu! demi kau dan anak kita!”

ujarnya meyakinkanku.

aku melihat matanya yang hitam legam disana berusaha membuatku percaya padanya.

“aku tahu kau tidak mencintaiku yunho! kau menginginkan anak ini saja….

iya kan?!”

aku berusaha menyangkalnya, meski hatiku sakit.

“jae, aku memang tak bisa memaksamu!

tapi aku hanya dapat berjanji, bahwa aku akan berusaha mencintaimu

dan anak kita! aku tak akan lari jae! aku tak akan jadi pengecut seperti yang kulakukan kemarin!

aku akan berada disampingmu sampai anak kita lahir!”

matanya seakan berbicara padaku.

betapa dia sangat menginginkan aku percaya padanya.

aku ingin percaya! tapi aku takut.

aku taku akan sakit lagi, aku takut dia tak akan berada disampingku lagi nanti.

“jae, kumohon…. aku akan berusaha jae! untukmu dan anak kita!”

rasanya tembok besarku runtuh saat dia menatap dalam diriku.

tatapannya membuatku tak bisa menolaknya.

“jae…”

“baiklah…. aku memberimu kesempatan!”

aku menjawab pasrah.

senyumnya langsung mengembang di wajahnya.

“gomawo jae! gomawo!!!”

tiba-tiba dia langsung memelukku erat.

perlahan dia melepaskan pelukannya.

wajah kami sudah sangat dekat sekarang.

bahkan bau tubuhnya sangat tercium olehku.

perlahan bibir kami bertautan.

“hhmmmpphhh….ahh….mmmpphh….”

dia mengulum bibirku dalam-dalam.

lidahnya mulai mencoba mencari-cari lidahku.

ciumannya semakin dalam dan cepat dia seakan dibakar nafsunya.

perlahan tangannya mulai menggerayangi bagian tubuhku lainnya.

tangannya bergerak nakal membuka satu-persatu kancingku.

tidak! tidak sekarang aku tak siap!!

BRAKK….

aku spontan langsung mendorong yunho menjauh dariku.

“tidak!! tidak sekarang yun! aku tak siap!!!”

aku menatapnya takut-takut.

“baik! aku mengerti ini salahku!”

dia tersenyum kecil padaku.

perkataanya seakan dia mengerti maksudku.

semoga, dia menjadi sedikit menakutkan dimataku.

apa tadi ciuman sungguhan atau hanya nafsu semata??

 

TBC


21 responses

  1. Tanjunxiu

    Hore..hore..hore..*lompat2 dranjang Yunjae n senyum2 pervert* akhir.y Yunpa mw tggung jwb jga (hah..lega) seneng deh klo Jaema hamil, pa lgi ma Yunpa. Kpn nih kwin.y?? Aish…Yunpa dh g’ sbr tuh pgn grepe grepe Jaema. ;-D Next chap da nc.y g’ ching??😉 *reader prevert* “HWAITING”

    5 Desember 2010 pukul 16:54

  2. hohoho

    5 Desember 2010 pukul 17:32

  3. riananotraina

    uwooo..
    ntar nae dongsaeng cwo apa cwe yaa?
    appa baik2 ama umma ya..
    *terbang ke next chap*

    5 Desember 2010 pukul 17:59

  4. mymy

    oooo…
    jae hamil…
    ajip2…

    5 Desember 2010 pukul 18:39

  5. w what ???

    jae HAMIL ….

    7 Desember 2010 pukul 03:59

  6. Kim yuki

    Bagoez….jae hamil anak yun, truz mrka nikah, gya..,snanx!!

    8 Desember 2010 pukul 19:35

  7. mukti_hyuwon

    hah??jae hamil..
    yei,yei
    q dah nbak brstuny yunjae pzti gra2 jae ny hamil:)

    10 Desember 2010 pukul 13:30

  8. Ping-balik: Transcorp

  9. chicken861015

    yeyyyyy
    //joget…joget ala bonamana //nah??//
    akhr na yunpa mw tnggng jwb…
    Sbar ya jae umma,, q ykin yunpa bkal sdar nnti na..

    19 Desember 2010 pukul 20:03

  10. ellYChun9

    Yun sadis bnerrr.,brrrrr tatut aq bcaNa,smpe2 dy mo bunuh jae. . . . .
    Siiiiip YunJae mo kawin,ku tunggu undangannya^.~
    hahaha. . .

    24 Desember 2010 pukul 07:25

  11. tini1208

    gyaaaa~~ yunjae kwin. . .
    moga lnggeng ampe kake’ nene’ ea. . .
    lanjut~

    25 Desember 2010 pukul 07:08

  12. kha

    kya~
    jae bener hamil..
    ayo cepetan nikah..

    2 Januari 2011 pukul 02:05

  13. uknOw_herO

    Yay….
    Yunpa mw brtnggung jwb….

    Cpet nikah……..hohohohohoho

    9 Januari 2011 pukul 23:32

  14. hore .. jae umma hmil n mw nkah ma uno appa..

    7 Maret 2011 pukul 08:58

  15. Luph yunjae Yongwonhi

    Yeee yun mo tanggung jawab,dy g mencintai jae,tp ko pke cium2 sgl se…

    13 Maret 2011 pukul 20:08

  16. TaemiNica

    wah jae beneran hamil.
    Chukhae umma.hahaha.
    Yun dah mau b’tanggung jwab.
    Soal cnta bisa nyusul.
    Iya ga yun.
    Wadu,gmana kalo ayah jae tau ya. Bkal marah ga ya.

    30 Juni 2011 pukul 01:07

  17. yun ky.a cuma mo anak.a doang! Ego iis nah lo! Jaema moga bhgia deh!
    Next!yun ky.a cuma mo anak.a doang! Ego iis nah lo! Jaema moga bhgia deh!
    Next!

    4 Juli 2011 pukul 16:56

  18. niiz

    Eeh akhirnya dipukul juga si emmak😀 aduuuh aku selalu kbawa emosi sma ff bikinan kamuu😀

    23 Juli 2011 pukul 01:26

  19. princessradita

    Ommoooo~ jae umma hamil? Horaaay ╭(^▽^)╯
    Sking hepinya tuh yunho appa, mpe gk sadar cium umma di mana.. Ck~ck~ck

    9 Agustus 2011 pukul 21:20

  20. irma

    OMG. jae km harus kuat, km harus tetep smangat. km pasti bs menjalani semua’y. akhir’y yunho mau b’tanggung jawab

    23 Agustus 2011 pukul 11:25

  21. ChanNuriza

    kirain salah kalo jeje hamil tp ternyata bener.. dan untungnya yunho mau tanggung jawab.. siip siip..

    4 Februari 2012 pukul 14:54

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s