fanfiction for our soul

XIAH “also kill the bastard like you”


Warning : Alternative Universe, Out Of Character.
Disclaimer : I do not own them.
Genre : Action, Romance, Suspense.
Note : Sho-ai and Straight, Adult (18+)
Main pair : JunChun
By : Intan9095


Chapter one (A) : Old memorials.


3 tahun kemudian…

5 Januari 2007, Tokyo, Jepang.

Semenanjung pelangi membentang sebagai ungkapan hati para penghuni langit setelah mengirimi hujan lebat yang tak sampai 1 jam. Sebentar lagi musim semi, akan semakin banyak yang mengadakan festival-festival di sebagian kota, salah satunya yang cukup terkanal adalah Osaka dan Tokyo. Jalanan yang masih basah membuat para pejalan kaki maupun kendaraan lainya harus lebih hati-hati. Sebagian bocah kecil berlarian ke sana kemari dengan memainkan kubangan air bersama kawan, mengabaikan keprihatinan orang tuanya yang jauh lebih menyayangi pakaian ketimbang kesehatan anak. Sepintas terlihat harmonis rakyat-rakyat di sini. Bersama selalu dengan kawan dan kekasih serta keluarga. Walau beberapa orang banyak lebih terlihat gelisah di kejar deadline kantor—sudah jelas kumpulan pria-pria tinggi dan tegap terus memandangi arlojinya.

Sepasang oniks memandangi itu semua tanpa ekspresi yang tergambar di wajah stoicnya kini. Duduk di halte bis dalam keadaan becek di mana-mana sampai kursipun berlumuri lumpur. Sangat tidak menyenangkan. Tapi inilah yang harus ia lakukan, di beri hukuman oleh istri untuk pulang tanpa menggunakan mobil audi hitamnya hanya karena menghabiskan bensin pada mobil milik Krystal.

Tidak habis pikir mengapa Junsu, pemuda pirang berumur 24 tahun dengan memakai seragam seperti biasa; kemeja putih berbalut rompi warna gading, jas hitam motif bervariasi dan celana kain hitam agak mengetat dan sepatu hitam mengkilat berpantovel 2cm ini memilih bis umum ketimbang taksi atau kereta express.

Paling tidak, ini sudah menjadi bukti dia adalah warga sederhana tanpa menonjolkan sisi highclass walau tanpa di beritahupun semua orang juga akan tahu Junsu adalah rakyat kalangan atas. Menunggu bis datang, ia memojok dengan berkutat pada ponsel.

Keputusan untuk tinggal di Jepang adalah keputusan Krystal. Sebenarnya Junsu berharap bisa tinggal di Amerika untuk selain bisa terbiasa dengan bahasanya, juga jauh dari hal yang bencinya. Namun gadis keturunan Wanshington dan Amerika Serikat tersebut mengatakan untuk lebih strategis memilih ini. Junsu sendiri belum mengerti apa maksudnya. Apa mungkin Krystal memiliki suatu organisasi juga di sini?

Bis datang. Junsu kembali menaruh ponsel di saku celana dan meraih tas resminya dan mendekati pintu bis. Tidak mau harus berdesak-desakan, ia memilih jalan duluan setelah sempat mendorong salah seorang ‘calon’ penumpang dengan cepat. Ha! Seperti yang telah diduga, semua kursi penuh. Apa iya harus berdiri lama memegang gantungan handel?

Junsu menghela nafas panjang dan melangkah semakin dalam. Langkahnya pelan sementara orang-orang sudah mengantri di belakang, oh Junsu dirimu membuat antrian sembako kali ini. Berhenti, setelah semua penumpang naik, pintu di tutup dan Junsu masih terpaku di tempat. Ia menemukan beberapa pria besar dengan pakaian amat formal dan bertampang liar memandanginya tajam.

Junsu menyadari jika mereka bersenjata, ia harus bersikap tenang. Seseorang menarik ujung lengan jasnya, seketika Junsu menoleh dan menatap sosok itu siapa-yang-berani-menyentuh-ku.

“Aku mau menawarkan kursi yang kosong di sampingku, tidak perlu se-mengerikan itu.”

Merah bertemu Hitam.

Memiliki mata rube, style pakaian yang sangat anak muda dan santai. Sebuah headseat menggantung di leher dan tas selempang di atas pahanya yang talinya masih melingkari pundak ke perut. Sebuah senyum hangat diberikan. Junsu masih menatap rube di hadapanya lekat, mencari kebenaran apa pemuda ini memang bermaksud baik atau ia akan diam-diam menusuknya atau malah merampoknya dengan berpenampilan dan memasang wajah polos.

Ah tidak, tidak bisa. Dirinya terlalu terhanyut dengan pesona si rube, merah kelam tengah menatapnya tenang. Merah….merah yang ia benci, merah yang ia kagumi…tidak bisa dicakap. Saling berucap tanpa suara, melalui insting masing-masing, senyuman itu memudar.

“Aku anggap itu ‘ya’, sekarang duduk ayo!” tanganya terulur meraih lengan Junsu, segera di tepis dengan kasar oleh yang bersangkutan.

Junsu tidak membalas sama sekali. Matanya beralih ke luar jendela berpikir lagi apa dia harus mencurigainya atau tidak. Junsu pun menyadari adanya pria-pria barusan yang duduk paling belakang masih memandanginya. Jika mereka adalah segerombolan musuhnya, maka ia harus menghindar dahulu karena sekarang pertahananya tidak cukup dengan membawa tidak sampai 3 buah senjata.

Lagipula, dalam bis bisa memakan korban banyak—sebagian besar adalah wanita. Ha, Junsu kembali menatap si pemilik rube yang memandangnya keheranan, sepertinya harus bisa sedikit berpikir optimis dari sekarang.

Arigatou.”

Kakinya melangkah masuk ke sebelah kursi pemuda tersebut yang bersampingan dengan jendela. Perlahan dengan posisi horizontal yang berarti berhadapan dengan pemilik rube ini terus menggeser. Lagi-lagi ia dapati senyum itu, tidak…harus tetap berjaga.

“Omong-omong, boleh aku tahu namamu?”

“Hn.”

Cengok.

Pemuda berambut agak berbentuk raven pendek memiringkan kepalanya tanda tak mengerti. Mungkin seharusnya dia memperkenalkan diri dahulu.

“Ehm, aku Micky. Bekerja di agency Kudou, bisa kamu tanyakan di bagian costumer info dalam kantor Kudou tentang aku dan aku bukan orang jahat.”

Micky mengulurkan tangan salam perkenalan, sementara Junsu masih memandang jauh keluar jendela tanpa mempedulikan siapa di sampingnya. Ia sudah terbiasa bersikap dingin pada siapapun tanpa perlu seorang teman atau kenalan, itu memang tidak perlu. Ia hanya butuhkan beberapa orang untuk menjadi orang dalam organisasinya saat ini, bukan kenalan—tunggu, Micky?

Junsu menoleh, “Kau bukan warga negara Jepang?” tanyanya datar tanpa ekspresi. Membiarkan tangan itu tetap di sana tanpa menyalaminya. Micky mengangguk masih dengan posisi tangan yang sama.

“Aku asal Virginia, kau tahu?”

“Hn.”

Apa itu jawaban atau tidak, Junsu hanya membalas apa yang ia mau dan menoleh lagi ke jendela memandangi jalanan. Pikiranya larut kembali pada kenangan itu, saat ia menaiki bis bersama ibu, saat ibunya merengkuh Junsu penuh kasih sayang…jangan, harus dilupakan, harus. Sudah waktunya sekarang mengambil jalan kehidupan baru, sudah berada di sini maka harus melupakan yang lalu. Kakinya terangkat sebelah dan melipatnya di atas sebelah kakinya lagi, menyender pada sandaran kursi dan tangan kananya terangkat memijat keningnya, kepalanya terasa pusing, menjadikan pinggiran jendela sebagai menopangnya siku tangan.

Sepertinya… ada yang terlupakan. 5 menit berlalu, Junsu baru ingat hal itu. Ia kembali menoleh dan mendapati sebuah tangan masih terulur padanya. Ia menatap Micky yang tengah menatapnya juga, pandangan mereka bertemu. Sudah berapa lama ia seperti ini? Setelah berpikir panjang, akhirnya ia buka suara.

“Kim Junsu, pemilik rumah makan Masashii Mai di jalan hara blok 9A. Asal Seoul.”

Hanya seperkian detik setelah itu, Junsu langsung membalas uluran tangan Micky. Keduanya saling memandang satu sama lain dilingkupi keheningan, larut pada dunia mereka. Ah, Junsu yang sekarang bukan si pirang lagi, rambutnya kini senada dengan si mata. Keputusan yang baik untuk menutup kemungkinan musuhnya akan mengenalinya,

#

Sebuah peluru menembus foto berukuran 4×4 besarnya yang bergelantung di atas obor api. Entah sudah berapa lubang yang di buat pemuda ini untuk melampiaskan dendamnya pada sosok yang berada pada foto. Moncong pistol mengarah pada ujung foto yang di sangkut oleh kawat tipis dan tanpa segan-segan menembakinya. Jatuh mengambang, terbakar bara api meluap-luap. Lolite gelap, tidak lepas dari foto yang tinggal setengahnya hangus. Remang-remang ratusan lilin mengiasi ruangan tanpa marmer maupun cat tembok, hanya batu-batu gelap yang di pondasi oleh kayu besar.

Kriet.

Suara derit pintu memecah dunia hitamnya, seseorang melangkah pasti menghampiri tempat pemuda ini, “Master, tamu anda—”

DBAK!!!

To Be Continued…

pendek yak? iyak XDD soal’e msih dlm editing dlo… jdi ini msih chap 1 bgian A, yg bgian B sya usahain pnjang *KLO MAU*😄 maap yak klo ‘membosankan’ m(_ _)m

13 responses

  1. ieie041093

    pendek bangeeeeeet
    btw yg chap ni kekna pnh bc
    pnh d share d fb kah?

    Q cinta junsu d sini
    kyakya
    dy udh py rasa ni ma yoochun XDD
    udh trlrt jg d dlm mata rubenya
    hahay
    q cinta ni epep

    d slsein mpe ending y…
    I LOVE YOOSU
    hehe

    6 Oktober 2010 pukul 17:45

    • intan9095

      iyo d FB! wkwk
      dirimu bca ffku d sna? O,o
      wow… apa kita tmenan?😄 wkwkwk
      iyo… smoga tamat dah ToT
      yoosu hint XXDD
      makasih yaa😀

      6 Oktober 2010 pukul 18:36

  2. riananotraina

    MAU,,MAU,,MAU,,
    yg B dibikin panjang..
    *maunya*😀
    walopun ni chap pendek,, tp keren..
    jun udah ketemu chun..
    *akhir.a*
    udah lama nungguin ini..
    saya ini reader yg ga sabaran ternyata..==a
    tp ya sudahlah…
    terakhir,, lanjutan.a jangan lama”..
    hehe..😀

    6 Oktober 2010 pukul 20:08

  3. ieie041093

    keknya engga deh…
    Engga tau mksdnya
    haha
    cz keknya q ngeadd qm, tpi g d approve2 pa y?
    *lupa mode on*
    nama fbmu pa y *lupa.com*

    6 Oktober 2010 pukul 21:06

    • intan9095

      nma fbmu apa?
      maklum aye org yg lgi mood2an klo approve org XDD *plaak

      6 Oktober 2010 pukul 21:28

  4. chiyohae~

    pendek ching,,,
    crita.na nge_dark bget pula…
    si su gag senyum sama skali!!!
    eh,lok nanti ma chun,si su bkal slingkuh dunk??
    waaaaaah,,,mantep!!!!

    lanjuuuut,cpetan chap 2b.na yg puaaaaaaanjang….
    :))

    7 Oktober 2010 pukul 07:07

  5. Kim Yuki

    Hahaha…g sah curiga ama chun lah, ntar jtuh cnta lho!!
    *su: emank dah cinta koq!*

    Junchan org yg sdrhna y!! Kya tp te2p mau naek biz umum.#patut d tiru#

    Crystal jd istri kjem bgt. Msa cma ngabisin bensin ja ampe d hkum g bleh bwa mbil!! #plak/ d gmpar crystal

    Ayo cpt d lnjtin y!! Q g sbar bc ni epep. Jrang sich epep yg junchan punya skap yg kya d cne.
    Dingin…. Gmpang curiga…d.el.el.

    Pkok.a cpet d lnjtin!!

    8 Oktober 2010 pukul 16:41

  6. Kim Yuki

    Hahaha…g sah curiga ama chun lah, ntar jtuh cnta lho!!
    *su: emank dah cinta koq!*

    Junchan org yg sdrhna y!! Kya tp te2p mau naek biz umum.#patut d tiru#

    Crystal jd istri kjem bgt. Msa cma ngabisin bensin ja ampe d hkum g bleh bwa mbil!! #plak/ d gmpar crystal

    Ayo cpt d lnjtin y!! Q g sbar bc ni epep. Jrang sich epep yg junchan punya skap yg kya d cne.
    Dingin…. Gmpang curiga…d.el.el.

    Pkok.a cpet d lnjtin ya!!

    8 Oktober 2010 pukul 16:42

  7. Kim Yuki

    nah lho, npa msuk 2??

    Mian…mian..mian…bwt para reader ma author, cment.a jd dobel!!
    +bungkukin bdan 90 drjad+

    8 Oktober 2010 pukul 16:46

  8. ieie041093

    nama fbQ okty fitria trus da tlsn hangul d blkgnya
    hehe

    9 Oktober 2010 pukul 11:26

  9. bngung mw kment aph..

    26 Maret 2011 pukul 16:04

  10. akhrnya chunnie ma suie ktemu… tp rada aneh mmg krkter junsu jd brbalik 180 drjt,….ckckc

    31 Juli 2011 pukul 11:12

  11. han aram

    pendek nih..
    tapi makasi bu author..

    junsu pindah lagi ya?
    trus jeje kmana?

    22 September 2011 pukul 10:07

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s