fanfiction for our soul

AKU PULANG, JUNSU-AH


Disclaimer : I do not own them.
Warning : Alternative Universe, Hurt/Comfort/Tragedy/Romance, PG-15
Main pair : (silahkan di baca, baru ketahuan pairnya XD)
Author : Intan9095

cekidot!😀



“Maaf, tidak bisa bulan ini. Mungkin bulan depan.”

Lagi-lagi jawaban itu. Memuakkan. Sudah genap empat tahun aku menunggumu sejak terakhir kita berpisah di pertengahan kelulusan, jawabanmu begitu santai dan tenang. Bahkan sekarang saja itu terjadi. Aku menghela nafas panjang. Mencoba menetralkan penat dari berbagai macam hal-hal buruk tentang keadaanya.

“Jawabanmu begitu lagi. Sudah, maaf kalau aku menganggumu.” Aku menekan tombol merah pada ponsel lalu membantingnya keras pada lantai. Tak peduli bagaimana mengerikan bentuknya sekarang. Aku benar-benar sudah kacau saat ini. Segera ku merebah diri pada ranjang, berguling-guling di sana sampai seluruh tubuhku sukses terbalut oleh selimut. Tiba-tiba pintu kamarku berbunyi, ada yang mengetuknya. Tanpa pikir panjang, aku menyeru kencang, “Buka saja!”

Pintu membuka, muncul seorang pemuda berambut gondrong, Changmin menyembulkan kepala di balik daun pintu. Dia teman lamaku sejak lulus SMA. Satu-satunya orang yang menemaniku tinggal di rumah sendirian setelah kepergian keluargaku. Menyedihkan. Sampai Changmin mau membujuk orang tuanya agar dapat tinggal bersamaku. Tidak tahu aku harus membalas apa padanya sampai sekarang.

“Sampai kapan kamu mau merajuk seperti itu, Junsu? Kamu sudah dua puluh empat tahun, masih saja bersikap seperti anak kecil. Ckckck.” Ia menutup pintu lalu mendekati ranjang. Duduk di pinggiran tepat di samping kepalaku berada. Ia mengacak-acak rambutku lalu memutar tubuhku dengan kedua tanganya. Kini aku berbaring—masih dalam bentuk kepongpong oleh selimut—mengarah ke atas dengan kedua bahu di tahan oleh kedua tangan Changmin. Ia tersenyum menyebalkan-menurutku-..

“Jangan cemberut! Yoochun akan pulang cepat kok. Aku juga merindukanya sangat. Haha! Ayo kebawah, aku sudah membuat makan malam!” ia tersenyum lebar. Begitu cerah-berlebihan?-.

Ia selalu merasa senang setiap hari, sepertinya. Jarang sekali aku lihat dia sepertiku yang tiada hari tanpa menekuk wajah di balik buku saat sedang mengajari murid SMA. Sebenarnya mereka bukan mau memintaku menjadi guru bimbingan di rumahnya, hanya perempuan-perempuan itu memang genit padaku, mungkin aku memang tampan dan ya… merekapun tahu aku ini memang terlalu ‘silau’. Eukyangkyang~~

Sebagaimana aku masih bisa memuji-muji diri di saat seperti ini, huufft.

Perjalanan menuju ruang makan rasanya seperti mengelilingi dunia bagiku. Suara denyut kayu sedikit membuatku bergidik ngeri. Rumah tua ini semakin lama semakin terlihat keroposnya-maksudnya mulai tidak begitu layak untuk di huni. Aku takut esok hari rumah ini sudah menjadi debu—ok, itu hanya fantasi saja, mana mungkin akan terjadi. Aku terus mengikuti jalan Changmin di belakang dengan menggigit pipi bagian dalam hingga pipi luarku terlihat cekung.

“Jujur saja. Aku masih belum bisa melupakanya.”

Aku berhenti melangkah. Tepat di samping pintu kayu berwarna coklat di dominasi hitam. Terpampang dengan jelas sebuah papan nama tergantung bertuliskan…

Mr. CHUN ROOM! X)

Aku masih mengingat jelas saat masa-masa dulu di mana ia menetapkan diri di rumahku, tinggal di sini bersama kami. Bagiku, kepergianya memang lebih menyakitkan di banding mengakhiri hubungan dengan kekasih ternyata, huft.

Changmin berbalik, memijit pelipisnya, sebelah alisnya terangkat, “Aku heran padamu. Seberapa rindu kamu padanya sampai sulit sekali untuk melupakanya sedikit saja.” desisnya lalu berbalik. Ia kembali melangkah yang sudah hampir mendekati induk tangga, ia menoleh sejenak.

“Dan aku tidak akan pernah sanggup membayangkan bagaimana jadinya dirimu nanti bila suatu saat Yoochun benar-benar tidak akan pernah pulang.”

Bagai petir menyambar, begitu menyengat dan perih. Jantungku memompa darah terlalu cepat. Menarik sel-sel hemoblogin dari mata kaki sampai pada umbun-umbun. Paru-paru seperti sudah digeroyoti timah hitam. Lebih menyakitkan ketimbang di jadikan bulan-bulanan penjahat ulung. Segelintir keringat keluar dari setiap pori-pori kulit. Aku merasa mulai mengalami hipertensi berat.

Aku menoleh, melihat nanar pada pintu. Pintu yang sudah bertahun-tahun tidak pernah di sentuh oleh yang punya. Seseorang yang amat aku rindukan dan membuatku mati gila karena tidak ada lagi yang memberi guyonan dan menyemangatiku dan… mendekapku.

“Aaah,” kaki melemas dan jatuh. Ada apa? Kepalaku serasa teriris hebat, aku sudah tidak dapat mencerna pengelihatan yang mulai memburam. Menyender pada pintu sembari meremas rambutku sendiri, tangan lainya bertumpu di belakang punggungku dan…

gelap.


1 tahun kemudian…

“Balonku ada dua, ada dua warnanya. Hanya hijau dan ungu, kupegang erat-erat. Hmhmm~”

Yoochun mengeratkan genggamanya pada pinggiran kursi roda. Menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan. Merapatkan kedua bibirnya. Ia merasa benar-benar lumpuh saat ini. Sepasang pupilnya semakin memerah. Entah apa yang harus dikatakanya saat ini pada Changmin di belakangnya sekarang. Ia benar-benar merasa sangat hina, kecewa, sungguh. Ia tak pernah membayangkan hal ini akan terjadi.

“Dia benar sudah kehilangan segalanya. Setiap hari yang dia lakukan hanya berusaha untuk menghubungimu. Demi Tuhan, aku menyesal sangat karena telah menutupi ini semua. Aku benar-benar menyesal.” Changmin berucap getir, suaranya mulai serak. Air mata menggenang di kedua kelopak matanya, ia hanya bisa menatap nanar pada sosok di ujung sana.

Tepat saat malam itu, Changmin dibuat khawatir penuh melihat Junsu limbung. Changmin langsung membawa Junsu ke kamarnya dab memeriksa suhunya yang masih menunjukan normal. Awalnya, Changmin hanya menganggap Junsu terlalu banyak pikiran-salah satunya tentang Yoochun yang membuatnya seperti ini. Ya, awal dari kesalahan besar.

Sejak saat itu Junsu terus mengurung diri dalam rumah. Hampir sebulan tidak pernah mau untuk melangkahkan kaki ke luar pintu rumahnya sendiri. Semakin lama Junsu semakin terlihat aneh. Mulai berbicara sendiri dan terus menerus menghubungi Yoochun yang sama sekali tidak daya. Berlanjut dengan ia jatuh sakit dan mengalami demam tinggi hebat kerna frustasi yang di alaminya. Tidak lama setelah itu mendadak Junsu membaik.

Dari saat itu, Changmin mulai mengetahui hal apa yang akan terjadi pada Junsu, firasatnya membuatnya semakin pesimis.

Dan pada kenyataanya, Junsu pulang ke rumah lalu mulai mengacak-acak segalanya. Sampai merasa bosan, ia pergi ke lantai dua dan tiba-tiba duduk di depan pintu kamar Yoochun. Bergumam kecil lalu tiba-tiba masuk ke dalam kamar tersebut. Sampai pagi menjelang, Changmin terus mencoba menahan tangisnya seraya menelepon Yoochun.

Ya, semenjak malam Junsu limbung. Sebenarnya Yoochun mengalami kecelakaan besar hingga mengalami koma berbulan-bulan. Kepergianya untuk bersilahturami pada keluarga besar yang masih bisa mengontak dirinya dan sekembalinya kecelakaan itu menimpanya saat berada dalam pesawat. Setelah dirinya siuman dan mulai agak membaik, saat itu ia mulai memutus segala informasi dan segalanya sampai menonaktifkan diri dari situs-situs dan memblokir seluruh kartu dan lainya pada bank dan menarik kembali uangnya agar dirinya tidak di ketahui siapapun. Termasuk Junsu, Yoochun tidak mau bila harus melihat apa reaksi Junsu melihatnya harus bergantung pada kursi roda nanti.

Karena Yoochun menyayangi Junsu, dia tidak akan mau menjadi faktor yang merepotkan Junsu dan merugikanya dengan memiliki seseorang sepertinya yang belum jelas akan sembuh atau akan lumpuh total pada kedua kakinya.

“Sudah sejak kapan ini terjadi?”

Changmin sedikit terhenyak, “Setahun, ini bulan kelima.”

Dan Changmin dapat melihat kini Yoochun tengah menyeka air matanya. Ia menunduk. Tidak mampu apa yang di lihatnya sekarang. Seorang pemuda yang begitu ceria dan komedian. Berprestasi tinggi yang tidak pernah mengeluh pada setiap pekerjaanya, bersemangat dan jarang sekali ia menitikkan air mata. Tampan dan sungguh kadang bersikap seperti anak hilang-maksudnya imut. Tidak peduli dirinya yang yatim piatu. Ia hanya ingin membanggakan keluargnya yang sudah ada di alam lain.

“Bawa aku ke hadapanya.”

Changmin berani bersumpah, dari suara Yoochun barusan, dia benar-benar memerintahnya dengan penuh penekanan. Changmin langsung mendorong kursi roda untuk mendekati tempat Junsu berada. Mendekati kursi panjang di tengah-tengah rerumputan. Memegangi dua balon bertuliskan nama ‘Su-ie’ dan balon lainya ‘Chun-ie’ yang ia pegang sembari berloncat-loncat di atas kursi.  Kelopak matanya mulai menghitam. Ia terlihat sangat kurus dari biasanya yang dulu berisi dan lumayan bisep. Ia berhenti berjingkrak-jingrak begitu melihat dua orang telah ada hadapanya. Ia menaikkan sebelah alis lalu berjongkok.

“Hai.” Sapa Yoochun tersenyum kecut. Kedua matanya masih sembab. Hidungnya memerah.

Junsu memiringkan kepalanya, “He? Siapa kamu? Uhm… kamu menangis ‘kah?” tanyanya antusias dan lembut. Bukan, bukan lembut. Tetapi seperti anak-anak biasanya. Yoochun mengangguk lemah.

Tiba-tiba Junsu menyodorkan balon berwana hijau, bertuliskan ‘Su-ie’ di sana, “Ini untukmu! Jangan menangis! Jelek tahu! Eukyangkyang~”

Yoochun terhenyak. Mengangumi pancaran dari kedua mata oniks Junsu yang terlihat bersinar di bawah terik sang suryai sekarang. Perlahan Changmin melepaskan genggamanya pada dua genggaman kursi lalu beranjak dari tempat untuk memecah tangis, Changmin sudah tidak sanggup untuk menahanya.

“Kamu tidak ingat aku? Sama sekali tidak?” lagi-lagi Junsu hanya bisa diam. Menopang dagu. Menggemaskan sekali. Kini air mata Yoochun benar-benar jatuh, ia mengadah melihat langit yang mendadak menghitam, tanda hujan akan turun.

“Aku masih ingat janji dari seseorang yang begitu cerewet dulu. Saat aku akan pergi untuk pulang ke Virginia, ia mengejarku dan mengatakan untuk tidak melupakan ikatan istimewa di antara kami. Oh, dia juga sepeti apa saja dengan menggunakan puppy eyenya. Dia juga memberiku sebuah hadiah yang bagiku ini adalah hadiah keramat loh, haha.” entah apa yang membuat Yoochun tiba-tiba saja langsung berceloteh panjang mengenai pertemuan terakhirnya di bandara waktu itu. Ada sedikit senyum di wajahnya.

Yoochun POV

“Wah? Apa itu apa?” Junsu memasang wajah penuh penasaran. Menatapku lekat-lekat. Aku tersenyum simpul,

“Balon. Dan balon itu sedang kamu pegang.” Waktu seakan berhenti. Dunia di tumpahi jutaan air dari langit. Membasahi mereka berdua yang terdiam lama di bawah guyuran hujan. Kedua tangan tangan Yoochun terangkat, memegangi kedua bahu Junsu…

“Kini dia ada di hadapanku, lho. Aku sudah menepati janjinya untuk pulang, tapi ternyata aku sudah menyakitinya duluan. Benar-benar ‘calon kekasih’ yang tidak pantas. Menyedihkan.” Aku memeluknya perlahan, aku terus mencoba untuk tidak meledak saat ini, sangat ingin tenang tetapi, errh..

“A-aku… aku pulang, Junsu-ah.”

Sudah tidak bisa di tahan! Tangisku pecah seketika. Aku semakin mengeratkan pelukan, mungkin ini memalukan bagi seorang pria yang bisa menangis sekencang ini. Mungkin setelah ini, Junsu akan mendorongku dan berlari ketakutan, ya pasti. Tinggal menunggu hal itu terjadi.

.

.

.

.

“Akhirnya, aku dapat melihatmu lagi, Yoochun-ah.”

… membalas memelukku.

E.N.D
ada yg bisa tebak maksud crita ini Junsu kmana? sbenarnya sya ndak rela buat crita kyk gini, apalagi settingnya Junsu di RSJ T_T *disate* tapi, tapi… endingnya ndak jelek ‘kan? ya ya??😀 *maksa* komennya please m(_ _)m

35 responses

  1. kacin su,,

    kenapa kalau aye baca ff dbsk yaoi pasti jae su slalu menderita,,

    tp d sni dia gag trlalu mndrita soalanya chun jga mndrita..

    Intan ff AKBLY dlanjutin abis ulangan yak

    1 Oktober 2010 pukul 22:59

    • intan9095

      iyo, su klo mnderita keren jugak *dibunuh*
      akbly? mksudnya ff xiah? O,o
      iyo… abis ulangan bebas dan lanjutan!😄 wkwkwk

      1 Oktober 2010 pukul 23:12

  2. akbly=also kill bastard like you…

    bqin ff yaoi yunjaeyoosumin dongk saii…

    kangen liat mreka brsama lagi

    1 Oktober 2010 pukul 23:43

  3. iia,, akbly=also kill bastard like you…

    bqin ff yaoi yunjaeyoosumin dongk saii…

    kangen liat mreka brsama lagi

    1 Oktober 2010 pukul 23:44

    • intan9095

      ini lgi di buat … wkwkwk
      agak lama ya -,- soal’e ribet antara plot sma polesannya buatnya aga ribet wkwkwk X)) dirimu juga buat dong yunjaeyoosumin heheh

      2 Oktober 2010 pukul 00:49

  4. Vyho

    Lmyn sedih ne crta,brasa lyat kisah yunjae skrg yg ge trpisah,,,T.T
    abis ne c su balik normal ato ttp gila tuh?
    Klo d jddin crta pnjg bsa mewek aq,,

    2 Oktober 2010 pukul 06:19

    • intan9095

      hehhe, diriku sndiri jg ndak tau O,o
      wkwk

      4 Oktober 2010 pukul 20:11

  5. riri

    Tragis😦 ksian su.pa ampe kya gt mnggu chun.pa hkz hkz hkz…

    jdi kngen su.pa ktwa “eu kyang kyang ~”
    yoosu hwaiting! yunjae hwaiting!

    2 Oktober 2010 pukul 12:57

    • intan9095

      heheiyo iyo
      lah? minnie kmana dong klo yunjaeyoosu hwaiting smua? XDD

      4 Oktober 2010 pukul 20:12

  6. ellYChun9

    Author gak rela buat crita gini,tp ak rela bacanya,bagus bgt Suerr takewer kewer =.=v

    INi oneshoot ya? Endingnya tu Junsu lgsg sadar dan ingat ma chun,trus dy sembuh gak giLa lagi?*author:pikir sndiri!!*

    2 Oktober 2010 pukul 15:18

    • intan9095

      makasi😀
      emng kaga rela awalnya tpi mlh buat jgak wkwk
      hmm, mngkin -.-sya sndiri msih bimbang endingnya *plaak

      4 Oktober 2010 pukul 20:14

  7. udh sai cma bqin lnjtannya ituu moodnya lg gag enak

    2 Oktober 2010 pukul 16:56

    • intan9095

      hoee bgitu toh -.-

      4 Oktober 2010 pukul 20:15

  8. Nanda

    Ya allah mojokerto ..

    Saya bingung loh ..
    Junsu stress gitu ??

    Kenapa ya ?? Ka ada aku

    2 Oktober 2010 pukul 19:25

    • intanMYCdolphinne

      iyo frustasi khilangan laki😄 *plaak

      6 Oktober 2010 pukul 22:50

  9. riananotraina

    nice ff..
    junsu gila..??
    *ga bisa bayangin*
    yg ada junsu telah membuat diriku gila..
    *plaaak*
    _abaikan saja_

    3 Oktober 2010 pukul 05:54

    • intan9095

      makasi ^^
      iyo… tpi blom gil bnr2… ya gjala frustasi berat bgitula wkwk
      yg ada chun yg mmbuatku gila LOlXD

      4 Oktober 2010 pukul 20:16

  10. ieie041093

    oh junsu jadi gila
    *swear, q mewek bacanya*
    kenapa ceritanya begitu ngena c
    huhu
    apalagi pas junsu limbung huhu
    kenapa dia jadi gila
    hoho
    ternyata chun jg kecelakaan y?
    Huwaaa itu smw slhmu miiin…
    Hrsnya g ush ngomong gtu
    haha

    endingnya…
    Mantap
    udh nyeces duluan T.T

    bikin yoosu yang banyaaaaak
    hoho

    3 Oktober 2010 pukul 08:29

    • intan9095

      hehe makasi😀
      yak kcelakaan gra2 ga nurut BINI XDD
      yak, bkal buat yoosu yg bnyak dah wkwk X)

      4 Oktober 2010 pukul 20:18

  11. kyori-san

    maaf sblmnya.bingung ngomongny gmn tp ff ini mirip ato bsa diblng sama persis kyk ff yg aq bca be2rapa minggu yg lalu di salah 1 forum…

    3 Oktober 2010 pukul 09:51

    • intan9095

      iyaa~ ini intanMYC d forum MI
      wkwkwk😄
      nmanya jg intan kok
      btw, prnh bca d forum? kok ga d komen?
      *cry cry cry*ToT

      6 Oktober 2010 pukul 15:32

  12. kyori-san

    jgn2 authornya sama ya?yg kubaca namanya intan jg.hehe mian ya kl slh

    3 Oktober 2010 pukul 10:00

    • intan9095

      iyo… d forum MI ya??
      iya ntuh diriku .. intanMYC XDD
      d baca tah d forum? kok gak di komen?? TT__TT
      *cry*

      6 Oktober 2010 pukul 15:31

      • kyori-san...

        hehehe ternyata org yg sama ya…
        hehehe lg mian wktu itu saia ga ngerti jln certitanya gmn apa lg si junchan jd aneh gt..bru ngertinya pas bca lg disini…*mian saia lemot hahaha* plakk*langsung digmpar intan*

        6 Oktober 2010 pukul 16:40

  13. Kim Yuki

    yunjae g nongol??
    Gpp lah, yoosu jga lucu koq!

    Keren…menyedihkan…mengharukan…

    Hiks..hiks..hiks..kcian bgt nsib kmu su..!
    +bc epep d pjokan kmar smbil nangis bareng yunjae+

    minnie knpa pke ngmong g2 ke junchan sich? Leatlah akibtx!! #jitak minnie.

    Truz knpa kmu g ju2r ja sich chun k junchan? Dya g bkal ngrasa tbebani koq!! Dya pzti akan mnrimamu apa adax!!

    Truz ending.a 2 junchan g blik jd gila lg kan?

    Dah dlu cment yg g pnting ne!!

    SEMANGAT BWT SMUA AUTHOR!!!

    3 Oktober 2010 pukul 14:12

    • intan9095

      makasi😀
      tar yunjae nongol kok taun depan *plaak
      X))
      min syg junchan tuh XDD

      6 Oktober 2010 pukul 22:46

  14. Nanda

    Junsu gila ??

    #tutup mulut#

    3 Oktober 2010 pukul 16:27

  15. Sedh skali mpe mw nang!s.. Hehe, tp untung happy ending.

    6 Oktober 2010 pukul 12:51

  16. bonsay

    waaaahhhh……………..
    junsu kok gila…..
    kasian bgt….
    sampai nangis gaje baca’a….
    ada sequel’a kah chingu….
    masih gantung nich….
    hehehehe…

    15 Oktober 2010 pukul 17:50

  17. Eizu

    Betapa besarnya rasa cinta junsu pda uchun *halah*

    kasian su masuk RSJ,
    tpi berhubung berakir bahagia jadi no problemo~~

    nice ff. ! ^^b

    5 Desember 2010 pukul 04:52

  18. kasian banget sih junsu oppa….
    tiap nemu ff ttg junsu, kalo ga junsu patah hati, d khianatin, sakit keras, gila, mati….
    aduh….

    tapi keren deh…. hehe….

    3 Februari 2011 pukul 18:41

  19. aw, this fic is so sweet, Mrs. Park. I love it!
    The scenes were amazing. The way you wrote it… ah, so good.
    I love the last sentence,

    “Akhirnya, aku dapat melihatmu lagi, Yoochun-ah.”

    hope i can read more of ur ff mrs. Park ^^

    11 April 2011 pukul 20:14

  20. Gee Love Korea

    brati Junsu gk jadi gila waktu liat Yoochun dateng n meluk Junsu??
    yay,,,,
    *lompat-lompat sambil tepuk tangan*

    cintany Yoosu emang tak terkalahkan…..
    Yoosu 4ever lah,,,,

    2 Juni 2011 pukul 12:07

  21. kasian bnget junsu😦
    msa sih dya gila !!!
    huaa gg rela😦

    15 Juni 2011 pukul 09:05

  22. lee

    hiks-hiks*nangis dengan banjir air mata ala anime jepang*,, sedih banget

    1 September 2011 pukul 13:03

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s