fanfiction for our soul

STILL HAVE DOLPHIN


Disclaimer : I do not own them.

Warning : PG-13, Shou-ai.

Note : Yoosu drabble fict😀 (berusaha buat yg vers. Yunjae tpi kagak bisa T^T)

Author : Intan9095

“Malam, my dolphin.”

Lagi, menarik nafas, memejam mata lalu menghela nafas panjang. Kedua sudut bibirku seakan telah kelu untuk ditariknya demi sosok yang begitu tidak mengharapkan—yang semua makhluk punya—emosional. Ia begitu rajin menyebutku lumba-lumbanya. Entah apa yang semalam ia pikirkan untuk memulai tingkah konyol ini. Apapun itu sekarang, aku tetap harus di sampingnya. Setiap detik mengumbar segala ekspresi yang—menurutnya—manis.

Aneh, aku tidak peduli, dia sudah menganggapku panutan hidup terakhirnya pada masa berkepanjangan ini. Ha, untuk yang barusan memang terlalu berlebihan.

Ia memilih untuk duduk di dekatku, menaruh ponsel dan kunci mobil sampai hal selalu ia bawa sejak dulu, yang sudah susah payah aku buat agar ia tak membawanya—dan itu berhasil—dan sekarang itu terjadi lagi. Rokok. Mengadahkan kepala, lagi-lagi tampang yang aku benci. Aku berkata datar…

“Kamu lagi.”

Ia tersenyum kecut. Jari-jari kirinya memijit-mijit kening. Aku baru menyadari ia begitu kusut, sangat kusut, tak selayaknya penerus Mobiletic Corp berpenampilan seperti ini. Aku mengernyitkan dahi begitu ia menyentuh simpul dasinya, membukanya dengan acak lalu melonggar. Dua kancing teratas meja sengaja terbuka. Aku tak melihat jasnya, sepertinya sudah ia simpan di mobil. Rambut jingga kecoklatan kesayangnya yang biasanya selalu rapih kini sepantaran dengan sekumpulan rakyat jelata di jalanan.

Hanya satu hal terpenting yang tak akan merubah dari pesonanya. Pesona yang mampu mengikat gender apapun itu, pria maupun wanita.

Termasuk aku?

“Tak ada aturan kau mengatakan ‘kamu lagi’ pada saat tamu datang mau meminta sebuah layanan memuaskan di sini.” Ia menatap dalam pada kedua mataku. Aku segera memalingkan wajah. Sudah seharusnya aku tidak bersikap seperti barusan. Ia tamu dan harus diperlakukan seperti raja. Aku kembali menghela nafas dan berbalik setelah menyimpan handuk kecil di atas meja panjang ini. Terdengar ia tertawa, “Bahkan aku dilupakan pula di sini.”

‘Sudah mabuk duluan ‘kah ia?’ pikirku seraya membawa sebuah botol dan gelas. Mendekatinya dan segera menaruh kedua benda tersebut di hadapanya tanpa melepas genggamanku pada kedua benda tersebut. Mengamatinya baik-baik dan dia memang lebih kacau lagi dengan wajah memerah serta bulir-bulir keringat menyusuri pelipisnya.

“Untuk apa kamu datang kemari? Jika jawabanmu adalah demi menikmati minum, aku anggap itu bohong. Kamu sudah mabuk, tahu.” Tanpa menatapnya, aku mengedarkan pandanganku pada sekeliling dan mendapati seseorang yang tersenyum aneh padaku.

Ia tersenyum lebar dengan mengangkat tangan kirinya, jari-jarinya ia lipat dan bersisa ibu jari tanda thumbs untukku. Aku menatapnya horror, ia segera kembali bertaut pada tamu-tamunya sebelum ku lempar ia dengan kursi.

Ia kembali meracau, “Tidak, tidak. Aku mabuk dengan tidak ikhlas. Jadi, aku datang untuk mencicipi hal baru di sini, juga…” aku mengangkat sebelah alis. Guyonan dari mana sampai ada kata ‘mabuk tidak ikhlas’ barusan? Tolol. Aku terlalu terhanyut menatapnya lekat-lekat, ia justru sudah kembali memusatkan perhatianya padaku lalu tersenyum. Kali ini senyuman yang termasuk dalam paket hal yang aku suka darinya.

“Untuk bertemu denganmu. Junsu.”

“Apa?”

Ia menahan tawanya seketika. Jelas saja, tiba-tiba aku bertanya cepat begitu ia menyebut namaku dengan suara serak dan setengah berbisik itu. Kebahagiaan untukku karena aku normal, jadi aku tidak akan pingsan di tempat dengan wajah seperti kepiting rebus ketika ia mengeluarkan suara seperti barusan. Suara dalam sekali dan teristimewa di antara suara lainya demi mendapati ‘mainan’ barunya. Tentunya ia tak akan menjadikanku hal itu, ia tak akan pernah melakukanya, aku percaya.

“Lupakan.” Ucapnya seraya merampas kedua benda di tanganku dengan tidak sabar. Menuangkan Tequila pada gelas berisi balok-balok es barusan lalu meminumnya dengan brutal.

“Tidak sedang tournament saja, cara meminum sudah kacau. Ceritakan padaku sekarang, apa yang membuatmu seperti gembel sekarang?”

Great.

Tangan lainya langsung menjitak keningku. Ya, pukulan kecil dan dia tertawa. Ia menyimpan gelasnya. ‘bahkan sedang tertawapun, sebenarnya ia sudah membuang jauh-jauh sifat manja yang satu itu’ pikirku. Akupun ikut tertawa. Tak berapa lama setelah itu kami terdiam. Ia kembali meneguk minumanya lalu menatapku kembali, “Duduklah. Aku mau bercerita.”

Tanpa pikir panjang, aku langsung keluar dari tempat dalam bar dengan meloncati meja lalu duduk di kursi tepat di sampingnya. Ia memutar kursi dan kini kami saling berhadapan. Lengan kananya masih bertumpu pada meja. Kini ekspresi yang sangat aku benci ia keluarkan, muram.

“Besok pernikahanya. Seseorang tanpa nama mengirimiku undanganya. Cocok sekali dengan keadaan hidupku sekarang. Sudah menjadi yatim piatu, malah kembali bujangan lagi. Lebih menyakitkan lagi, ia tidak mengabariku dan langsung mengambil keputusan.”

Bagus. Ternyata ia masih ingat dengan perempuan tak berlatar keluarga itu. Hampir dua tahun aku di buat heran. Bagaimana bisa ia sampai menaruh hatinya pada gadis—pelacur jelata yang memang berniat mengambil posisi menjadi istrinya lalu merasakan glamor besar dari harta gudangnya. Aku menggaruk kepala yang tak gatal mencari kata-kata…

“Aku baru menyesal. Mengapa tidak sejak dulu saja aku menuruti kata-katamu? Ah, aku sudah di pelet oleh wanita itu mungkin. Junsu, apa menurutmu ini adalah kutukan dari Tuhan atas selama ini? Jangan diam saja, hey!” ia memegang kedua bahuku, menggoyangkanya dengan hebat. Tidak tahu musti berkata apa lagi. Yang terbesit di benakku sekarang hanya para cara termudah untuk membuatnya melupakan wanita tersebut dan dapat kembali seperti dulu.

“Dengarkan aku, Yoochun-ah…”

Entah ini di sengaja atau tidak. Suasana yang begitu berisik sekarang melembut dengan musik yang di putar dari DJ di ujung sana. Tidak seperti biasanya PUB ini memasang lagu seperti di cafe-cafe. Aku melepas kedua tanganya dari bahuku lalu menaruh di kedua pahanya, aku berdecak agak kesal juga karena Changmin—temanku yang barusan— melewati lantai dansa dengan nampan minumnya sambil bersiul-siul entah apa maksudnya yang jelas itu tertuju padaku. ‘Akan ku hajar bocah itu setelah ini’ pikirku lalu kembali pada Yoochun.

“Kamu masih punya warisan untuk menjadi penerus—”

“Sudah aku berikan pada adikku.”

“Well, Kamu masih memiliki banyak kemampuan pada bidang apapun. Tanganmu lihai saat berada di atas tuts grandpiano, sudah dapat aku pastikan kamu dapat menjadi pianist besar la—”

“Tidak semahir Jaejoong yang mampu membuat lima instrument dalam tiga hari.”

“Ya, ya.” Kedua bola mataku memutar, menyebalkan juga anak ini. Selalu memotong apa yang aku katakan.

“Berbahasa Inggris, sangat fasih! Belum lagi hal lainya, aku yakin kamu sangat berbakat termasuk membuat sepuluh lirik lagu dalam seminggu dan itu tidak sangat sangat mudah.” Aku menyeringai dengan penuh penekanan di akhir kata. Kini ia yang tidak menatapku lalu kembali memutar kursi menghadap meja, meraih minumanya…

“Dan hal terpenting. Sebenarnya enggan aku katakan, tapi ya, uhm, kamu masih punya aku.”

Tolol!

Kenapa aku malah mengatakan hal ini, kalau aku lanjutkan, ia akan mengira yang tidak-tidak. Aku bisa di cap sebagai pria tidak normal kalau begini. Tapi, mengapa sekeras apapun aku meyakini diri seperti itu… jauh dalam relung hati, rasa lain melingkupi degup jantung tidak beraturan dalam dadaku? Apa mungkin…aku…

Dengan cepat ia menghabiskan minumanya lalu menggerling pandanganya padaku. Dahinya mengernyit.

“Jangan-jangan kau…”

“Ma-maksudku, jangan berpikir macam-macam dulu, Yoochun-ah! Err… arrgh! Menyebalkan! Berhenti menatapku seperti itu!” aku langsung menggebrak meja sangat kesal. Beranjak dari tempat kembali masuk ke dalam bar melewati pintu samping. Aku dapat mendengar ia tertawa keras melihat aku seperti kepiting rebus benar.

Aku—masih— normal! Dia tahu itu. Tapi kenapa seolah-olah ia melihatku bagai wanita merengek manja di mintai macam-macam? Oh, aku baru sadar. Sifatnya yang nakal itu tidak akan pernah lepas, bahkan sampai tatapanya itu. Aku masuk ke dalam dan berjalan melewatinya yang masih menatapku—setelah berhenti tertawa—dan aku berniat untuk mengusirnya setelah mengambil handuk yang ku taruh barusan. Niatku seketika hilang begitu melihatnya..

“Junsu. Sekarang, hanya ada kau yang mau menjadi temanku sampai saat ini. Aku berharap besar padamu dari saat ini sampai seterusnya, jangan tinggalkan aku. Aku… aku…”

Demi bumi! Air mata yang selama ini ia simpan bertahun-tahun sejak kematian orang tuanya, kini jatuh satu persatu, ia menangis. Aku berharap ini sebuah mimpi nista dari seorang Park Yoochun yang benci di juluki babycry oleh teman-teman semasa muda dulu dan kini di hadapanya seorang diri, disini…

Aku mendekatinya, menepuk kepalanya yang tengah menunduk.

“Menangislah, Yoochun. Keluarkan semua rasa penatmu. Aku akan tetap disini.” Aku menarik kembali tanganku lalu menarik kursi di belakang, duduk berhadapan denganya. Ia semakin terisak menangis. Aku mengerti sungguh! Sejak dua puluh dua tahun lalu aku terus di sampingmu sampai sekarang. Menemanimu menjadi wadah semua kisahmu dari berbagai emosi kamu tumpahkan. Aku tak akan pernah lupa hari terakhirmu menunjukan senyum dimana saat hari pemakaman orangtuamu berganti menjadi wajah stoic lalu menjadi begitu kacau sampai sekarang saat mengetahui kekasihmu mengkhianatimu.

Aku tahu semua tentangmu, semuanya dan permanen.
Aku tersenyum begitu ia sedikit terhenyak merasakan pelukanku padanya…

“Aku berani berjanji. Akan terus bersamamu dan mendukungmu.” Jeda sejenak.

“Sepertinya, aku memang tidak bisa lepas darimu, karena kamu berhasil menyelinap masuk ke hati… ini.”

Detik selanjutnya, ia berdiri dan membalas pelukanku.

Ya, malam ini tarik semua ucapanku barusan tentang normal itu. Toh aku sudah tidak peduli, Yoochun sudah mengubahnya. Ah, sepertinya pula besok harus ambil cuti kerja kalau tiba-tiba saja aku ditarik entah kemana.

E.N.D


36 responses

  1. fellyn

    crtanya baguus…
    di sini junchan ma yoochun teman lama ya??

    kelihatannya nasib yoochun tragis banget ya..

    lanjut chingu…
    ^^

    27 September 2010 pukul 21:51

    • intan9095

      makasi ><
      iyo btul~😀

      28 September 2010 pukul 20:01

  2. ch0i LovEr

    Baguss..
    Jadi disini yoosu dah brtman dri kcil toh?awalnya agak bingung jg sih,tp sampe ketengah jadi ga lg..

    Yoosu emg couple yg plg cute,kalo yunjae sih yg plg hot pasti..
    Chingu,keep writing y…

    27 September 2010 pukul 22:28

    • intan9095

      makasi❤
      yak btul ~
      hehe, tentunya cute jg gokil😀
      yea

      28 September 2010 pukul 20:03

  3. ellYChun9

    E.N.D???? Ni mksudnya tamat beneran???*dodoL kumat ketularan junsu/PLAK

    akhrny chun dpet junsu ya?
    Kasian chun dtinggal kawin ceweknya. Yg tabah ya. . .T_T*nyekar kuburan chun*
    chun: woy woy*triak2*gue masih idup

    27 September 2010 pukul 23:15

    • intan9095

      iyo, mau ada lanjutan?
      tar dah diriku buat sequelnya klo mau tpi lbih sadis XXXDD

      yap !😀

      28 September 2010 pukul 20:04

  4. so sweet,,

    dah c yoochun ngakunya normal tp ttp ajj mau sama junsu

    ckakakak

    28 September 2010 pukul 01:05

    • intan9095

      yg ngaku normal tuh junchan say~
      wkwkwk, nmanya jg udah kecimplung cinta wkwkwwk😄

      28 September 2010 pukul 20:05

  5. riananotraina

    kereen!
    so sweet sekali cerita.a.,
    udah tamatkah?
    ini oneshoot..?
    betewe,, saya mu tny
    drabble itu maksudny apa sih?

    28 September 2010 pukul 04:53

    • intan9095

      hehe makasi❤
      udah, mau di adin sequel yg mngkin ga akan trlalu nyambung sma ini krena hrus bisa d baca pisah sih ToT
      yak oneshoot ^^
      drabble itu jenis fanfict yg hanya 300-2000 kata aja.

      28 September 2010 pukul 21:39

  6. chiyohae~

    so sweeet bget!

    ehm ehm…
    mksutna ditarik ke entah kmana ntu apa?
    hkhkhkhkhk…

    drabble ntu apa?

    28 September 2010 pukul 07:16

    • intan9095

      kmana ya.. chun kan biasanya TIBA2 wkaka
      XDD

      drabble ntuh fanfic yg hnya 300-2000 kata aja, hrusnya sih ini ficlet fanfic krena lbih dri 2000 XDD

      28 September 2010 pukul 21:40

  7. emang y,YooSu couple tu sweet!!
    hahahaha..beda ma ortunx,YunJae yg jd psangan hot!
    ni end beneran???
    aish,pdhl kl dlnjutin kyknx seru tuh..
    XP

    28 September 2010 pukul 16:48

    • intan9095

      iyo betol wkaka
      iya end bnrn suer 5 kolor dongbang dah (=.=)v
      rencana mau buat sequel tpi kyknya kaga nyambung dkit dah XDD
      pkok’e yg main yoosumin lgi *lah? yunjae kmn?*

      28 September 2010 pukul 21:41

  8. YunJae_Five

    Emang so sweet….
    Yoosu couple>>>

    oow…Junsu ama Yoochun tu udh tmenan lama zaw??
    Kasian Chunnie,dkhianati cewenya,untung Junsu setia n mendukung Yoochun :))

    28 September 2010 pukul 18:13

    • intan9095

      yak, dri msih janin tuh wkwkwk
      iyak T^T
      makasih ya dah mau baca ^^

      28 September 2010 pukul 21:42

  9. SEQUEL NYA SAYA TUNGGU!!!!!!!

    *XD kbur dlu,sblum kna tmpu ahjuma*

    28 September 2010 pukul 20:32

    • intan9095

      oke oke sip😀

      4 Oktober 2010 pukul 20:01

  10. reva

    waaaaaa
    bagus cerita nya
    itu ending nya yoosu pacara ga sih??
    bikin sequel nya ya *maksa😄

    28 September 2010 pukul 21:04

    • intan9095

      makasi ^^
      hmmm, sya jg ndak tau pcrn atau kaga *plaak
      yak, smoga sequelnya bnr2 jdi dah😀

      4 Oktober 2010 pukul 20:02

  11. Kim Yuki

    sora…q tlat bc!!*mwek dpan sora*

    yoosu emank d tkdirkan slalu bsama2.

    aish…knpa yoosu sweet bgt ya!! Mrka 2 psgan plg sweet d DBSK n Yunjae a/ psgan terhot d jgat raya!!*d cium yunjae*

    d bwt sequelx ya!! Kren 2 klo bsa lnjut!!

    29 September 2010 pukul 20:30

    • intan9095

      hee? O,o
      mreka emng sweet ntu ><
      iyoo d usahain ^^

      4 Oktober 2010 pukul 20:04

  12. Icha

    Co cweet
    bkn yunjae dounk,yg crtax dhanae yg msh coNtinoe lanjt y,dtUngG
    FFX kren2 ABZ..~

    29 September 2010 pukul 23:53

    • intan9095

      makasi ^^
      iya d usahain wkwkw😀

      4 Oktober 2010 pukul 20:04

  13. Vyho

    Aigoo,,,sweet bgt,,mank beda ye dr yunjae yg hot,,su nyangkal mati2an klo normal,,,eh giliran chun mao,,jd ikutan mao,,.
    Iya,,d tnggu sequel,y,,,

    2 Oktober 2010 pukul 06:08

    • intan9095

      tauk tuh junchan, LOL😄
      iya~ d usahain yoa kawan😀

      4 Oktober 2010 pukul 20:05

  14. ieie041093

    ini pnh d truh d forum y?
    *penah baca*
    tapi tetep ja q suka bacanya
    aku cinta ama yoosu
    ceritanya nyentuh
    bahasanya enak, walo ada sedikit typo
    tpi tetep enak

    share more y XDDD

    3 Oktober 2010 pukul 08:43

    • intan9095

      iyak, d forum MI XDD
      skrg diriku post d sini ma d fb aja… *beda2 loh kata2nya =.=*
      makasi😀 ada typo?!
      huee ToT maaf yaa~
      hehe arigatou ^^

      4 Oktober 2010 pukul 20:07

  15. nicky_reddevil

    unnie cerita udah cuma segitu duank?? aku ga ngerti… *di bantai author* harus lebih panjang dunk!! ga lucu akh yousu nya aku lebih suka kalo mereka itu lucu kalo FF yang ini terlalu serius unnie he he

    9 Oktober 2010 pukul 17:31

  16. aiih, tragis bneeer chunpa, wuiih junpa my hero *plakk …
    Sequel.a udah ada ini ?😄

    24 Desember 2010 pukul 06:42

  17. Aigooo~ Mrs. Park-ah🙂 this is soo good. i love it.
    Bahasanya bagus ^^ alur ceritanya juga menarik. Tingkatkan terus ya~

    11 April 2011 pukul 20:06

  18. KarinSuju

    Akhirny mngakui ke-‘normal-anny y…
    Keren bnet dc author..

    Feelny dapet bnget…
    Daebak….

    27 Mei 2011 pukul 12:48

  19. GeeLoveKorea

    kayae ak udah pernah comeng dsini tp via hp…
    tp kq kayae gk masuk y Unn??
    emang beda y kalo comeng pake lappi n pake hp??😦

    2 Juni 2011 pukul 04:19

  20. Gee Love Korea

    annyeong unnie,,,
    ff’ny keren dweh….
    bikin Yunjae jga y Unn….
    (^_^)

    2 Juni 2011 pukul 12:01

  21. cakep><

    it yoosu jadian pa tmn aj? aduh sweet bgt dh

    keren thor^^

    28 Juni 2011 pukul 21:43

  22. ms choi

    hohoohoho
    Annyeong , aku new reader disini😀
    ngubek ngubek eh ketemu blog ini terus nyari di index, eh ketemu ff ini *mian curcol

    Drabble ye??? Pendek. Tapi sweet
    Ih si junsu akhirnya narik kata katanya
    Emang mau dibawa kemana si ?? Junsunya sok tahu deh

    25 Agustus 2011 pukul 00:28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s