fanfiction for our soul

XIAH “also kill the bastard like you”


Warning : Alternative Universe, Out Of Character.
Disclaimer : I do not own them.
Genre : Action, Romance, Suspense.
Note : Sho-ai and Straight, Adult (18+)
Main pair : JunChun
By : Intan9095

##############

Prolog  1

13 tahun lalu…

3 Februari 1994, Seoul, Korea Selatan.


“Keparat!”

Lagi.

Satu jeritan dari sekian kali terjadi terulang. Hal yang sudah sangat rutin terjadi dan mungkin telah di jadwal oleh keluarga Kim. Dari seumur hidupnya, ia hanya perlu duduk rapih di depan laptop dengan sepasang headseat dan memutar volume sekencangya ketika musik di putar.

Kim Junsu, bocah berumur 12 tahun yang hanya menamatkan SD dan menghabiskan hari-harinya dengan ‘membiasakan’ pada benda-benda berbahaya—sejenis senjata api kini tengah memijit kening dengan telunjuk dan ibu jarinya. Kedua matanya terpejam. Sekeras apapun suara yang di hasilkan oleh speaker headseat, tetap semua jeritan ibu dan ayahnya terus menusuk hingga ke pangkal otaknya.

Tiba-tiba suatu firasat muncul. Jemari-jemari Junsu yang bebas terdiam di atas keyboard bergerak seiring langkah ayahnya yang mendekati laci kecil di samping kulkas. Perlahan, kedua mata oniksnya tampak, memicing tajam pada sosok di belakangnya dari sudut matanya. Sosok pria pendek dengan aura gelap mendekati sang istri…

“Mianhae, chagya.”

Tiga kata terucap dengan sangat menjijikan -begitu yang di dengar Junsu- sembari mengelus rambut ibu, tersenyum sejenak, senyuman untuk mengakhiri segalanya.

“AAKKH!!”

Setelah jemari Junsu yang barusan berada di keningnya telah ia turunkan, cukup membuatnya harus mengepalkan tangan kirinya, cukup membuatnya harus berpura-pura tuli setiap efek  suara yang di timbulkan dari sebilah pisau daging merobek kulit serta daging, cukup  membuatnya harus menahan nafas ketika bau menusuk dari darah ibunya menyengat hidung  dan..

Cukup membuatnya gamang, gamang atas keputusan-Nya pada kehidupan keluarga Kim, termasuk Junsu sendiri.

Ibunya, mati dibunuh oleh ayah, ayah yang sangat tidak ia kenali sejak kelahiranya, ayah yang akan muncul hampir 3 bulan sekali di hadapanya, ayah yang membuatnya menatap dunia adalah sebagai neraka, ayah yang senantiasa menusuk jiwanya dalam-dalam.

Junsu tersenyum tipis, ia berbalik untuk mengerahkan senyum terakhirnya pada ayah. Terakhir dan pertama kalinya di perlihatkan pada iblis.

“Pulanglah bersama ibumu, anakku.” ucap ayah dingin, di angkatnya pisau tinggi-tinggi.

“Sebaliknya, iblis.” balas Junsu sarkasme. Kedua mata oniksnya tetap terarah  pada kedua mata yang baginya sangat busuk dari ayah, memberi pesan terakhir dalam kebisuan. Ayah hanya tersenyum kecut.

TANG!

Ketika ujung pisau terayun mendekati wajah Junsu, sebuah remote televisi di keluarkanya dari balik punggung Junsu dan menangkis pisau. Tangan lainya segera meraih gelas kaca di meja  setelah ia bangkit berdiri dan menerjang ayah, menghimpitnya antara tembok dan tubuh Junsu ketika berhasil mendorongnya kesamping.

“Jangan lupakan ini,” desis Junsu mempertemukan oniks dan kebusukkan dari tatapan ayah. Tersirat kebencian  dan penuh dendam.

“Appa.” dan memecahkan gelas pada tebok di samping ayahnya. Ya, tatapan  mematikan yang tidak akan pernah ayah lupakan setelah di rasakan perutnya robek hingga  mengeluarkan banyak darah dan ia yakin beberapa organ di dalamnya terkoyak oleh pecahan  gelas.

#

7 tahun kemudian…

29 Juli 2001, Washington D.C, USA.

“Kim Junsu, apa anda bersedia menerima Krystal sebagai istrimu dan bersumpah untuk selalu  berada di sisinya dalam suka maupun duka, kaya maupun miskin, sakit maupun sehat, sampai  maut memisahkan kalian?”

“Saya bersedia.”

“Krystal, apa anda bersedia menerima Kim Junsu sebagai suamimu dan bersumpah untuk selalu  berada di sisinya dalam suka maupun duka, kaya maupun miskin, sakit maupun sehat, sampai  maut memisahkan kalian?”

Kedua mata oniks Krystal menutup, berpikir ulang apa yang akan di ucapkanya sebentar lagi  tidak akan membuatnya menyesal. Ia menghela nafas pendek sembari mempertemukan kedua  oniks, Junsu dan Krystal yang saling bertemu pandang. Seutas seringai tampak di wajah Krsytal  ketika ia dapati ancaman dari oniks Junsu.

“Ya, saya bersedia.”

Riuh tepuk tangan para undangan bergema di dalam gereja ketika seloji yang sudah menjadi  pasangan hidup semati di altar saling memakaikan cincin di jari terkasih dan kedua bibir saling  bertaut mengakhiri acara.

Dia, kini Kim Krystal. Gadis berumur 18 tahun dengan perawakan lembut dan memiliki sepasang  mata bagai permata, gerai panjangnya rambut hitam kelam berombak serta bentuk tubuh yang  ideal serta bahasa tubuh lainya; bibir, tangan, kaki, dan lainya bisa di sebut sempurna. Ya,  secara kasat mata seperti itulah Krystal.  Menyebutnya gadis manis dan baik hati, polos dan  perhatian. Namun, di balik topeng ada wujud asli yang tidak akan pernah orang tahu,  Krystal  sebenarnya.

Junsu (19), meraih lengan Krystal dan menariknya selembut mungkin untuk berjalan keluar di  atas karpet merah yang sudah di bumbui kelopak-kelopak bunga. Aura dingin masih belum lepas  dari Junsu. Kedua matanya masih terus bersiaga ke sekitarnya dengan tajam.

Saat detik-detik mereka akan menaiki mobil, saat itulah yang di tunggu-tunggu ketika salah  seorang undangan menerobos kerumunan para undangan wanita lalu berlari ke arah penganti  baru, merogoh sesuatu di balik punggung dan saat itu juga Junsu segera mendorong keras  Krystal masuk ke dalam mobil dan menutup pintu.

DOR!

Satu tembakan dari pistol Ruger Elsie untungnya dapat dihindari oleh Junsu dengan  melompat  ke samping, sebelah tanganya yang di buat menyangga tubuh, sebelah tangan lainya segera mengeluarkan pistol Desert Eagle 44 Magnum dengan cepat lalu terarah pada dada lawan,  tanpa basa-basi segera menekan pelatuk…

“Tahan di situ,” gumam si lawan cepat.

Ia masih menjaga posisi moncong pistol terarah pada  kepala Junsu yang masih terbaring di lantai jalan. Ia berjalan mendekati Junsu yang dengan  terpaksa menghentikan gerakanya, “Apa kau memang sudah lelah setelah bercumbu pada istri  barumu barusan sampai melupakan keberadaan agenku?” desis si lawan menyeringai puas  setelah membuat kedua mata Junsu melebar.

Terkejut.

Hal yang sangat jarang terjadi atau  bahkan tidak pernah di lakukan oleh Junsu.

Mesin mobil menyala, mobil di samping Junsu segera pergi meninggalkanya dengan cepat.  Beberapa kerabat si lawan muncul di balik pepohonan dan mengejar mobil.

“SHIT!!” umpat Junsu sembari menatap kepergian mobil yang membawa Krystal di dalamnya  dari sudut matanya.

“Injak gasnya lagi! Cepat!” seru Krystal pada supir yang sudah gelagapan antara kabur atau  mematuhi perintah majikanya dan terancam mati.

Tiba-tiba moncong pistol Springfield XD  menekan pelipis si supir.

“Aku ulangi, segera injak gasnya… atau akan kubuat kepalamu menjadi saluran pipa air.”

“Cepat kejar wanita itu!!”

Krystal menggigit bibir bawahnya, menyapu ke sekelilingnya dengan oniks, mendapati beberapa  lelaki besar yang jumlahnya semakin banyak menembaki mobilnya. Kedua oniksnya menutup,  lalu menghela nafas.

Krystal langsung melompat ke arah kursi kemudi dan membuka pintu secara menjablak di  samping supir setelah membuka kedua matanya, “Dasar tidak berguna.” ucapnya dingin lalu  mendorong supir tua itu jatuh terguling di lantai. Ia mengambil alih kemudi lalu memutar stir,  berbalik ke arah lawan.

Melihat lawan tengah lengah melihat sesuatu yang ‘menarik’, Junsu segera bangkit  menerjangnya. Merampas pistol dari genggaman lawan lalu menonjok pelipisnya dan  menendang tulang kering kakinya.

DOR DOR!

Junsu mengalihkan pandanganya dan melihat mobil yang sudah na’as tersebut mendekati Junsu  dengan kecepatan tinggi. Beruntung setiap tembakan tidak melukai Krystal. Krystal  memberhentikan mobil dan menyeringai puas, “Lihat bagaimana seorang wanita dengan  mudahnya menghindar dari kerumunan gorila.” Krystal lalu menarik ‘kekasih’ masuk ke mobil  menempati kursi di samping pengemudi.

“Biarkan aku duduk di tempatmu, tidak pantas jika ‘istri’ yang mengantar ‘suami’ pulang ‘kan?”

“Mungkin.”

Krystal turun dari mobil yang sudah tidak memiliki pintu lagi lalu menyingkap gaun,  memperlihatkan lekuk kaki indah Krystal yang putih bening. Cukup sebagai senjata pertama  untuk para pria besar yang malah terfokus pada kakinya dengan tatapan bergairah, namun ternyata sudah terbelit sebuah  pistol yang jenisnya sama seperti milik Junsu di pahanya oleh tali hitam, menariknya lalu  menodongkan ke arah mereka dan segera menarik pelatuk. Mengarah ke jantung lawan.

“Wow~” takjub Junsu dengan membulatkan mulutnya dengan ekspresi sok kagum setelah lawan  besarnya tumbang. Krystal berjalan ke arah pintu mobil yang di pinta Junsu yang masih di  tempati oleh Junsu sendiri.

“Hei, hei! Cepat pindah!”

Junsu menoleh, mempertemukan kembali sesama oniks. Berekspresi datar sembari pindah ke  tempat pengemudi.

“Aku tidak menyangka, ternyata dari awal kau sudah lebih tahu keberadaan mereka.”

Of course, master. Haha, because this country including the my neighborhood, any agent who  dared to raise his weapon in front of me, i’ll kill them,” Krystal menutup pintu mobil.

Menoleh  lagi ke arah Junsu. Menatap jatam pada oniksnya,

And should, also kill you.”

Semilir angin memainkan rambut pirang Junsu ketika keheningan menjalar di antara keduanya.  Tidak ada keterkejutan ataupun ketakutan tampak sangat jelas pada mimik Junsu. Hanya datar  dan tetap dingin, mulutnya membuka lalu menjilat bibirnya yang mulai mengering,

“Sepulangnya dari sini, ajari aku lebih baik tentang bahasa asing di sini, aku tidak mengerti apa  yang kau ucapkan kecuali…” Junsu menjalankan mobil dan menatap Krystal sekilas dengan  senyuman nakal, “Ancamanmu yang terakhir. Atau itu adalah ungkapan cinta untuk malam  pertama nanti?”

“Ha, funny.” balas Krystal sarkasme.

Oh, ada hal yang terlupakan. Ternyata temapt ini sudah sangat sepi  sejak aksi liar dari pemuda  ‘gorila’ barusan hingga para undangan berhambur meninggalkan tempat dengan ketakutan.

###########To be continued#########

17 responses

  1. pertamaxkah???

    keren ffnya aku suka bgt karakter junsu d sni…

    bda ma ff yoosu lainnya

    16 September 2010 pukul 22:02

  2. HE’mm,q kaget,,tpi emang agak maksa karakter junsu y biasanya funny2 gmana gtyu.. tpi tetep lanjut ya..D TGU bgt lh0.jngan kelamaan

    17 September 2010 pukul 08:19

  3. Kim Yuki

    hahahahaha…junchan npa brubah jd dgin gne? Biasax kuonyol, klo ma uchun jd mnja. Tp d cne….wow…kyen!! ^0^

    ayo cpt d lnjtin y!!
    Sgngat….!!

    17 September 2010 pukul 10:07

  4. YJ-unior5

    Sbnrny ff ny bgus chingu,
    tp cra pnyampaian situasiny bnyk yg susah dimengerti, mw nya detail mlah jd ngebingungin pnjlasannya
    Dark nya jd krg dpet chingu
    Hehe, ini cma pndptku lho..
    gpp ya di kritik..
    Tp crtany bgus kok^^

    17 September 2010 pukul 14:21

  5. ieie041093

    wuow…kereeeen
    su d sni g manja XDD
    haha
    tumben
    *hug su*

    btw mrk sbnrnya sapa c?
    Q penasaran…
    Lanjuuuut

    18 September 2010 pukul 10:30

  6. Annyeong~~
    Saya nggak sengaja nyasar ke sini. Tapi seneng, kok, nemu bacaan baru😀

    Mengenai fanficnya, bagus kok ^^. Penulisannya juga rapi, bikin betah baca.
    Tapi, yg kurang enak di sini, tuh pengulangan kata-kata ‘oniks’. Bukan apa-apa sih, cuma kurang enak aja, diulang beberapa kali. Kan ada kata ganti lain, untuk mata😉
    Ini cuma sekadar saran aja, mian kalo enggak berkenan m(_ _)m

    boleh tau, pairnya siapa? YooSu-kah? O.o

    Keep writing, sajalah ^.~
    update, nyo~

    19 September 2010 pukul 20:26

  7. hana_fangster

    annyeong🙂
    junsuuuuuuu ^^ kereeen hehe
    lanjuuuuut😀

    21 September 2010 pukul 22:30

  8. hanajj

    Wuach….Kaga’ bisa bayangin…
    Junsu kenapa jadi kaya gitu…..
    like it…
    Lanjut ~

    23 September 2010 pukul 10:51

    • intan9095

      oke sip😄

      24 September 2010 pukul 16:47

  9. intan9095

    @hanaee
    pertamax?? paan tu? O,o
    makasi❤
    XDD junsu kubuat jdi garang XDD

    @wenny
    d sini junchan (bgian prolog ini) emng aneh -,- tpi tar klo dah msuk cerita jdi ga aneh lagi kok, wkwk, ok😀

    @kim yuki
    ho'oh, kubuat jdi garang dah XDD *disate*
    yak sip😀

    @YJ-unior
    yak, aku lupa warn, klo prolog ini belum sluruhnya bgian cerita, smacam bagian lampau aja kok ^^ (kyk trailer XDDDD) nnti klo dah msuk crita smuanya bkal jls hehe, pndapatnya mmbangun ^^
    makasi❤

    @ieie041
    soal'e diriku liat su yg sesungguhnya lbih 'manly' dri pda chun yg gokil abis XDD
    mreka manusia lah *plak

    @hikarucchi
    makasi❤ mkasi jg saranya, mmbangun!😀
    tar oniksnya diriku kurangi, hehe
    pair? hehe, klo di kasih tahu skrg, gak rame dong?
    wkwkwk😀
    sip!

    @hana_fang
    makasi dah mau komen ^^
    sip ~

    23 September 2010 pukul 17:56

  10. pertamax itu artinya…

    comment pertama….

    24 September 2010 pukul 16:13

  11. mey_rin

    wew….
    rada njelimet klo nurut saya,,,penyampaiannya aga susah di mengerti….
    ini kisahnya mereka agen gtu ya??kayak mision imposible gtu???
    keren sih,jrg yg model begini…
    keep postiing chingu…..

    12 November 2010 pukul 12:37

  12. Kims

    Wah ceritanya seru nich
    ga nyangka si junsu ma krystal bisa bgitu

    21 Februari 2011 pukul 22:39

  13. Jung Dede

    gak bs berkata2..junsuku yg polos jd seperti ini😦

    3 Mei 2011 pukul 13:31

  14. huaaa krakternya junchan beda bnget ma biasanya….
    pdhl biasanya sllu ceria, penuh cnda tawa………. jd pnsaran gmn lnjtnnya…..

    30 Juli 2011 pukul 22:19

  15. huaaa krakternya junchan beda bnget ma biasanya….
    pdhl biasanya sllu ceria, penuh cnda tawa………. jd pnsaran gmn lnjtnnya……

    30 Juli 2011 pukul 22:21

  16. han aram

    waeeee..
    junsu jadi pembunuh bayaran euy..
    krystal jadi asisten nha gitu?
    kenapa ga yoochunnie aja?

    22 September 2011 pukul 09:54

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s