fanfiction for our soul

WITH ME/ONESHOOT (Sequel of FOOL AGAIN)


Tittle : WITH ME

Author : LYunjae aka Lyl-Yunjaeholic

Rating: PG 13

Length: 1 S/ 10 Ms.Word

Genre : YAOI/Straight/ Angst, Lil bit Mistery *maybe Creepy*

Cast: Jung Yunho and Kim Jaejoong

Other Cast : Go Eun Ah


===============

Malam nampak semakin larut. Suara-suara jangkrik yang terdengar disetiap sudut membuai setiap insan semakin dalam pada bunga tidurnya. Tak terkecuali insan yang tengah tenggelam dalam kasur king size dan selimut tebalnya. Wajah tidurnya nampak semakin tampan dikala pancaran sinar bulan menerpa wajah itu melalui celah tirai kamar.

Tidurnya nampak begitu nyenyak. Entah apa yang dimimpikannya sehingga dirinya tak menyadari sedikitpun kehadiran seseorang yang sejak 20 menit lalu hanya duduk di sisi ranjang tanpa melakukan apa-apa. Sosok itu hanya menatap wajah damai sang pria dengan tatapan yang tak dapat diartikan. Perlahan sosok itu mengangkat tangan kanannya yang pucat. Menyentuh pipi pria tampan yang masih tenggelam dalam bunga tidurnya. Tiba-tiba pria tampan itu bergerak, merasakan akan adanya sentuhan dingin dipipinya. Sedikit demi sedikit matanya terbuka. Rasa kantuk yang masih mendera membuat matanya terasa berat, namun rasa ingin tahunya akan sentuhan dingin itu memaksanya untuk tetap membuka mata.

Minimnya penerangan kamar membuat pria tampan mengerjap-ngerjapkan matanya. Merasa akan hadirnya seseorang, pria tampan menyalakan lampu kecil yang berada di atas meja disamping ranjang untuk melihat lebih jelas sosok yang tengah duduk di sisinya. Pria itu menggosok-gosok matanya demi memperjelas penglihatan. Sejurus kemudian pria tampan nampak sangat terkejut saat dilihatnya wajah sosok itu. Meskipun terlihat samar-samar namun pria tampan sangat mengenali tekstur wajah itu. Wajah seorang pria yang dulunya selalu terlihat cantik dan merona kini terlihat pucat dan datar tanpa ekspresi.

“Jae…” panggilnya lirih hampir tak bersuara.

Sosok yang dipanggil itu hanya terdiam. Matanya tak sedikitpun beralih dari pria tampan di depannya dengan pandangan yang sama. Datar.

“Jaejoong~ah…kau kah itu?” pria tampan kembali memanggilnya. Namun panggilan itu terdengar seperti pertanyaan untuk dirinya sendiri.

Lagi-lagi Jaejoong hanya terdiam tak menanggapi, namun Jaejoong malah beranjak dari duduknya tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari pria tampan yang tak lain adalah YunHo. Tubuhnya mundur beberapa langkah. Menciptakan jarak diantara keduanya.

YunHo yang masih tak percaya akan sosok di hadapannya, kini menggosok kembali matanya. Dan sosok pucat itu masih berada disana. Berdiri didepan lemari kaca sambil memandangnya dengan tatapan yang tak dapat diartikan oleh YunHo. Kembali YunHo menepuk-nepuk pipinya, berharap dirinya akan segera terbangun dari tidurnya. Namun sosok berpakaian serba putih itu tetap berdiri tak jauh dari ranjangnya. Nampak begitu nyata.

Berbagai perasaan muncul dihati YunHo. Antara senang, sedih, rindu, sekaligus…takut.

“Tapi ini tak mungkin…” bisiknya. Meyakinkan diri bahwa ini semua hanyalah mimpi. Bahwa sosok pucat itu hanyalah halusinasi.

“Yun…”

DEG!!

Jantung YunHo seakan berhenti berdetak dikala mendengar suara parau yang keluar dari bibir pucat Jaejoong. Suara itu sangat terdengar jelas di telinga YunHo meskipun Jaejoong memanggilnya dengan lirih.

YunHo hanya dapat mematung. Tubuhnya serasa terpaku diranjang king sizenya.

“Aku mencintaimu Yunnie~ah…”

Hati YunHo mencelos mendengar pernyataan sosok pucat itu. Entah mengapa YunHo merasa bahwa dari suara itu mengandung berbagai arti. Kebahagiaan, kesedihan, kejujuran dan juga kekecewaan.

“Tapi kau tak mencintaiku” tambahnya. Wajahnya yang semula tak berekspresi apa-apa, kini nampak begitu sedih. Membuat hati YunHo sakit. Ingin rasanya dia berlari untuk merengkuh tubuh Jaejoong yang nampak rapuh, namun entah kenapa tubuhnya serasa tak dapat digerakkan sama sekali.

“Kau salah… Aku—aku sangat mencintaimu”

”Bohong!!” sahut Jaejoong dingin. Raut wajahnya kini nampak murka. Mata besar yang dulu selalu bercahaya dan lembut kini berubah menjadi tajam dan menusuk.

”Kau…pembohong…”desis Jaejoong. Matanya berkilat seperti mata seorang pembunuh. Mematikan setiap gerakan jantung YunHo.

YunHo hanya dapat menelan ludah. Bibirnya terasa kelu. Hatinya terasa di tusuk belati mendengar sosok yang dicintainya berkata demikian. Di sisi lain, perasaan takut semakin menjalari dirinya. YunHo mulai menggigil.

”Aku tak berbohong…aku masih mencintaimu Joong—” Belum sempat YunHo menyelesaikan, Jaejoong sudah memotongnya.

”KAU PEMBOHONG…” Jaejoong kembali menekan perkataannya. Terdengar begitu tajam. Tatapan dinginnya tak sedikitpun beralih dari YunHo.

YunHo merasa dadanya makin sesak. Perasaan bersalah muncul dihatinya. Perlahan dirabanya dada kirinya, semua terasa amat sangat sakit bagi YunHo. Dalam hitungan detik, bulir-bulir keperakan nampak muncul di sudut matanya.

”Mianhae…Jeongmal mianhae Jaejoongie…” suara YunHo terdengar serak. Kerongkongannya terasa sangat kering. Setetes air mata mengalir di pipinya. Nampaknya kantung matanya sudah tak mampu membendung bulir-bulir keperakan itu.

”Kau pembohong Jung YunHo…”

”Tidak Jae…percayalah padaku”

”Kau pembohong…”

”Tidak…tidak…” YunHo terlihat semakin menggigil.

Kau pembohong…kau pembohong…kau pembohong…kau pembohong…kau pembohong…kau pembohong…

”TIDAAAAAKK!!!” YunHo berteriak sambil menutup telinganya dengan kedua tangan besarnya. Kepalanya menggeleng dengan cepat. Berusaha untuk menghilangkan suara dingin Jaejoong yang menggema di tiap sudut kamarnya.

BRAKK!!

Terdengar suara pintu dibuka dengan kencang. Nampak sosok wanita cantik dengan benjolan kecil diperutnya berdiri diambang pintu sambil menatap heran YunHo yang berteriak seperti orang pesakitan.

”Oppa ada apa?!?” wanita itu menghampiri YunHo dan duduk di sisi ranjang. Tangannya terulur hendak menyentuh lengan kekar YunHo, namun dengan cepat YunHo menampik tangan itu dengan sikunya.

“Jangan katakan itu lagi! Aku tak ingin dengar! Aku bukan pembohong! Aku bukan pembohong!!” YunHo kembali berteriak sambil terus menutup sepasang telinganya.

”Oppa sadarlah! Kau pasti sedang bermimpi buruk” wanita itu kembali berusaha menenangkan YunHo. Tangannya menepuk-nepuk pipi YunHo.

Merasa sudah tak mendengar lagi suara menggema itu, YunHo membuka matanya. Dilihatnya seorang wanita cantik duduk menghadapnya. Seketika YunHo melepaskan kedua tangan dari telinganya setelah disadari kehadiran wanita yang sudah 4 bulan ini menjadi istrinya.

”Eun Ah…” panggil YunHo lirih. Wanita yang dipanggil Eun Ah itu pun tersenyum padanya sambil mengangguk. Tampak kekhawatiran tergambar diwajah cantiknya.

“Kau mimpi buruk Oppa??”tanya Eun Ah lembut.YunHo menggeleng.

”Aku—aku melihat Jaejoong! Dia ada disini…” jawab YunHo. Nadanya terdengar seperti seorang yang ketakutan. Eun Ah menutup mulutnya. Terkejut akan hal yang baru saja YunHo katakan. Namun dengan cepat Eun Ah menguasai dirinya.

”Kau pasti bermimpi Oppa…”ujar Eun Ah meyakinkan. YunHo menggeleng cepat.

”Tidak! Aku tidak bermimpi! Dia—dia ada disana!” sahut YunHo sambil menunjuk ke arah lemari kaca yang berada di sisi kiri kamarnya.

YunHo tercekat saat pandangannya jatuh pada lemari kaca yang ditunjuknya. Jantungnya terasa berdetak semakin cepat. Napasnya pun terdengar semakin tak beraturan. Keringat dingin mulai membanjiri seluruh tubuhnya.

‘Tidak mungkin’ batin YunHo

“Aish Oppa kau sedang bermimpi. Lihatlah tak ada siapa-siapa disana” ujar Eun Ah meyakinkan.

”Aku yakin sekali Jaejoong tadi berdiri disana! Dan itu bukan mimpi Eun Ah! Itu nyata!” YunHo tetap bersikeras meyakinkan Eun Ah bahwa yang dilihatnya tadi adalah Jaejoong.

”Oppa…sudahlah. Relakan kepergian Jaejoong. Dia sudah tenang di alamnya” Eun Ah menepuk-nepuk lengan YunHo. Wajahnya nampak sedih melihat YunHo yang masih belum bisa menerima kematian Jaejoong 4 bulan yang lalu.

”Tapi—tapi aku tidak bohong…dia benar-benar ada” bisik YunHo sambil menangkupkan wajahnya dengan kedua tangannya. Punggungya terlihat bergetar. Yunho terisak kembali.

”Ssstt Oppa mungkin itu hanya halusinasimu saja. Kau ingat kan kalau hari ini tepat 100 hari kematian Jaejoong? Aku yakin yang kau lihat tadi adalah halusinasi dan itu sebagai peringatan untukmu agar mendoakannya” jelas Eun Ah dengan sabar.

”Bagaimana kalau besok pagi kita mengunjunginya dan berdoa untuknya?” lanjut Eun Ah. Yunho mengangkat wajahnya. Nampak air mata telah membasahi wajah tampannya. Yunho pun mengangguk, menyetujui rencana Eun Ah.

Hati Eun Ah terasa sakit saat melihat sosok yang biasanya tegar itu terlihat begitu muram dan sedih. Eun Ah tahu, YunHo masih menyimpan perasaan bersalah pada Jaejoong. Namun bukan hanya YunHo, Eun Ah pun merasa sangat bersalah pula pada Jaejoong karena telah merebut YunHo darinya. Meskipun kematian Jaejoong sudah menginjak 4 bulan tetapi Eun Ah masih merasa bahwa dirinya lah yang menyebabkan kematian Jaejoong.

’Seandainya aku tak pernah mencintai YunHo, pasti ini semua tak akan terjadi’ batin Eun Ah.

”Sebaiknya Oppa tidur kembali. Lihat! Ini sudah pukul 2 malam. Bukankah besok kita harus mengunjungi Jaejoong?” ujar Eun Ah sambil membaringkan Yunho perlahan. Diselimutinya tubuh YunHo yang masih bergetar.

”Selamat tidur Oppa…semoga mimpi indah” Eun Ah mematikan lampu kecil yang semula dinyalakan YunHo. Setelah memastikan YunHo telah tertidur, Eun Ah beranjak keluar menuju kamarnya yang berada di sisi kamar YunHo. Ya, meskipun mereka suami istri, namun YunHo menolak untuk sekamar dengan Eun Ah. Sedangkan Eun Ah hanya dapat menerimanya karena dia tahu bahwa YunHo masih belum bisa melupakan Jaejoong.

Sepeninggal Eun Ah, Yunho hanya terdiam. Eun Ah salah jika mengira YunHo telah tertidur. Matanya masih belum terpejam. Kejadian beberapa menit yang lalu masih teringat jelas diotaknya. Yunho yakin itu bukan mimpi. Jaejoong benar-benar ada disini untuk menemuinya. Bahkan tatapan dingin dan suaranya masih melekat kuat diingatannya.

’Tapi kenapa? Kenapa saat Eun Ah datang tiba-tiba sosoknya menghilang begitu saja?’ YunHo bertanya-tanya dalam hati.

Sedetik kemudian, YunHo merasakan angin dingin menerpa tengkuknya. Bersamaan dengan sebuah bisikan yang membuat tubuhnya terpaku pada posisinya.

Kau pembohong Jung YunHo…

===========

YunHo memandangi batu nisan didepannya dengan tatapan terluka. Sejak kejadian semalam, perasaan bersalah atas kematian Jaejoong semakin tertancap kuat dihatinya. Berkali-kali dia merutuki dirinya sendiri. Menyalahkan semua kebodohannya. Namun apa daya, sekeras apapun YunHo menyalahkan dirinya toh itu tetap tak akan membuat Jaejoong kembali padanya.

”Jaejoong~ah…mianhae kami jarang mengunjungimu. Kami terlalu sibuk. Yah kau tahu kan perutku sudah semakin membesar, susah sekali rasanya jika bepergian. Padahal usia kandunganku baru 6 bulan, tapi aku sudah sangat kewalahan. Umm bagaimana kabarmu Jae? Aku berharap semoga kau baik-baik saja” terdengar suara Eun Ah yang berdiri disampingnya sambil mengusap perutnya. YunHo hanya terdiam mendengarkan Eun Ah. Lalu Eun Ah meletakkan sebuket mawar hitam kesukaan Jaejoong didepan nisan.

”Oppa ayo kita berdoa untuk Jaejoong…”

Yunho mengangguk kecil, kemudian sepasang suami istri itu mulai mengatupkan kedua tangannya. Mata mereka terpejam. Larut akan seuntaian doa yang mereka tujukan untuk Jaejoong.

Beberapa menit kemudian Eun Ah membuka matanya pertanda selesai berdoa. Diliriknya YunHo yang masih memejamkan mata. Eun Ah tersenyum. Perlahan Eun Ah berjalan meninggalkan YunHo yang masih khusyuk berdoa. Tanpa suara, Eun Ah melangkah menuju mobilnya. Dia ingin memberikan YunHo waktu untuk sendiri.

Sepeninggal Eun Ah, YunHo masih memejamkan matanya. Terasa semilir angin pagi menerpa wajah tampannya. Memainkan rambut kecoklatan YunHo, sehingga YunHo terbuai akan suasana. Namun terpaan angin itu kini berubah menjadi sentuhan dingin dipipinya. Sentuhan yang dirasa sama dengan sentuhan semalam. YunHo membuka matanya perlahan.

”Joo—joongie?”

YunHo terkejut bukan main saat dilihatnya sosok Jaejoong tengah berdiri didepannya. Raut wajahnya masih sama seperti semalam. Datar dan dingin.

”Kau datang?” tanya Jaejoong dingin. Entah mengapa YunHo merasa bahwa setiap perkataan yang meluncur dari bibir Jaejoong sejak semalam selalu terdengar begitu dingin dan tajam. Berbanding 180° dari Jaejoong yang dulu YunHo kenal.

YunHo hanya mengangguk. Kemudian pandangan YunHo menyapu sekelilingnya. Mencari Eun Ah yang tiba-tiba tak ada. Perasaan khawatir mulai menjalarinya.

”Kau begitu mencintainya”

Seakan dapat membaca pikiran YunHo, Jaejoong kembali membuka suara. Wajah pucatnya kini menyiratkan kekecewaan, namun bagi YunHo tatapan mata Jaejoong masih terasa menusuk. Entahlah, YunHo sendiri tak tahu akan air muka Jaejoong yang dapat berubah-ubah tapi dengan tatapan yang sama.

Lagi-lagi YunHo hanya terdiam tak dapat mengatakan apa-apa. Baginya semua ini begitu membingungkan dan tak masuk akal.

’Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal dapat kembali lagi?’pikirnya.

”Kau tak mencintaiku” tambah Jaejoong. YunHo tersentak.

”Aku mencintaimu Jae. Sangat mencintaimu…” entah mendapat dorongan dari mana, YunHo dapat membuka mulutnya.

”Bohong”

Kembali YunHo mendengar satu kata itu meluncur dari bibir Jaejoong. ’Joongie~seburuk itukah aku sampai-sampai kau tak mempercayaiku?’batin YunHo.

”Tolong percayalah padaku Jae…aku sangat mencintaimu, aku merindukanmu, aku ingin kau kembali kesisiku”

YunHo memandangnya lembut dan berusaha untuk meyakinkan Jaejoong. Perlahan YunHo melangkah maju, mendekati sosok pucat yang hanya memandangnya dengan tatapan dingin. Kemudian YunHo mengangkat kedua tangannya, hendak merengkuh tubuh Jaejoong. Namun disaat tangannya mencoba merengkuh Jaejoong, YunHo merasa tangannya hanya memeluk angin dingin. YunHo terkejut. Kembali dia mencoba merengkuh Jaejoong, tapi lagi-lagi yang dia dapatkan hanyalah angin dingin menyelubungi tangannya.

’Bagaimana bisa?’batin YunHo sambil memandang kedua tangannya seakan tak percaya pada apa yang baru saja dia lihat.

YunHo mendongakkan kepalanya, dan untuk kesekian kalinya YunHo terkejut. Jaejoong tak lagi ada di depannya…

==========

”Oppa…kenapa kau hanya diam saja dari tadi huh? Apa ada masalah?” tanya Eun Ah saat mereka sudah kembali kerumah.

Eun Ah nampak begitu khawatir melihat suaminya yang tiba-tiba menjadi aneh sepulang dari makam Jaejoong. Yunho hanya terdiam tak menjawab satu kata pun.

”Oppa…” panggil Eun Ah sembari mengguncang pelan tubuh YunHo.

”Aku—aku bertemu dengannya lagi” kata YunHo. Eun Ah memandangnya tak mengerti.

”Dengannya?? Siapa maksudmu?”

”Jaejoongie…”

Seketika mata Eun Ah membulat. Tak percaya pada apa yang YunHo katakan.

”Aish Oppa sudahlah! Kau jangan mengada-ada. Kau mulai berhalusinasi lagi” sahut Eun Ah dengan sedikit ketakutan dihatinya.

”Ini benar-benar nyata…aku tak mengada-ada!” YunHo mencengkeram erat Pundak Eun Ah. Eun Ah nampak kesakitan dan berusaha melepaskan cengkeraman YunHo namun tenaga YunHo jauh lebih kuat dari dirinya.

”Oppa sadar! Jaejoong sudah mati!” ujar Eun Ah setengah berteriak. YunHo langsung melepaskan cengkeramannya dari pundak Eun Ah dan memandang wanita hamil itu dengan murka.

”Jaejoong belum mati! Dia masih hidup! Dia masih hidup!!!” bentak YunHo. Eun Ah terperanjat saat menyadari akan amarah YunHo. Selama 6 bulan dia hamil, baru kali ini YunHo berani membentaknya. Seketika air mata Eun Ah tak dapat dibendung. Dia berlari menuju kamarnya dengan terisak.

Sedangkan YunHo yang baru menyadari atas apa yang dilakukannya, dia membanting tubuhnya pada sofa diruang tamu. Kedua tangannya mengusap-usap wajahnya dengan kesal namun gerakannya terhenti saat dirasakannya angin dingin kembali menerpa tengkuknya.

Kau pembohong Jung YunHo…

===========

”Aku juga mencintainya” ujar YunHo lirih. Dia memandang Jaejoong dengan pandangan sedih.

Untuk ketiga kalinya YunHo bertemu Jaejoong. Karena pertengkaran kecilnya dengan Eun Ah, YunHo memutuskan untuk pergi ke sungai Han. Tempat dimana Jaejoong selalu menjernihkan pikirannya dulu.

Dan kini YunHo kembali bertatap muka dengannya. Di tempat kesukaannya.

Raut muka Jaejoong kembali berubah, nampak murka dan dingin begitu mendengar pernyataan YunHo.

”Kau menyakitiku” desis Jaejoong.

”Tidak, aku tidak bermaksud menyakitimu Joongie. Aku—aku hanya mengungkapkan yang sesungguhnya. Aku sangat mencintaimu, tapi aku juga mencintainya, mencintai anak yang ada dalam perutnya”

Suara YunHo terdengar bergetar saat mengatakannya, namun itu tak sedikitpun berpengaruh pada Jaejoong yang masih menatapnya benci.

Terlihat sepasang kekasih sedang melewati mereka. Namun langkah mereka terhenti dan memandang YunHo dengan tatapan heran. Sang pria menunjuk YunHo yang dilihatnya tengah duduk sendiri. Sang pria membisikkan sesuatu pada sang wanita. Sedang sang wanita mengangguk-angguk menyetujui perkataan sang pria. Sepasang kekasih itu berusaha mencuri dengar pembicaraan YunHo.

”Aku tahu aku pria brengsek. Mencintai dua orang sekaligus. Tapi sungguh ini bukan keinginanku. Perasaan itu muncul tiba-tiba dan tak dapat ku hentikan. Aku sudah mencoba untuk melupakan salah satu diantara kalian tapi aku masih saja merasa membutuhkan kalian berdua. Aku membutuhkanmu dan juga dia”

Tiba-tiba sang wanita menarik paksa tangan sang pria. Mengajak sang pria segera menjauh dari sana dengan tatapan sinis pada sosok yang tengah duduk sendiri itu.

”Dia gila!” ujar sang wanita pelan namun masih dapat didengar oleh YunHo. YunHo mengacuhkannya.

”Tapi aku membutuhkanmu” sahut Jaejoong

”Aku tahu…tapi maafkan aku karena saat itu aku lebih memilih untuk menikah dengan Eun Ah karena dia mengandung anakku. Darah dagingku”

”Kau tak mencintaiku”

”Kau salah Jaejoongie, aku mencintaimu. Sangat…sangat mencintaimu. Bahkan rasa cintaku padamu melebihi cintaku pada Eun Ah”

”Bohong”

Entah untuk keberapa kalinya YunHo selalu mendengar kata itu.

”Aku tak berbohong Joongie, percayalah padaku. Aku tahu aku salah. Tapi setelah kau pergi meninggalkanku, aku menyesal. Menyesal karena telah mengkhianatimu. Menyesal karena perbuatanku pada Eun Ah. Menyesal karena aku baru menyadari bahwa aku lebih mencintaimu dari pada Eun Ah. Tapi aku tak bisa lari dari tanggungjawab Jae… ”

”Aku kesepian YunHo” bisik Jaejoong. Wajah pucatnya nampak sedih tapi tak mengurangi sedikitpun pancaran mata tajamnya.

Yunho hanya terdiam. Tak tahu harus berkata apa. Sedetik kemudian suasana menjadi sunyi. Keheningan menyelimuti kedua makhluk berbeda dunia itu. Hanya suara riak air sungai Han yang terdengar. Yunho memalingkan wajahnya, menelusuri sekelilingnya. Sepi. Tak ada satu orang pun disana. Bahkan sepasang kekasih itupun sudah tak tampak lagi. Hanya ada dirinya dan Jaejoong.

“Aku ingin kau ikut bersamaku” suara parau Jaejoong memecahkan keheningan diantara keduanya. Seketika YunHo menoleh. Menatap wajah pucat Jaejoong.

“Maksudmu apa Joongie?” tanya YunHo tak mengerti akan pembicaraan Jaejoong.

“Aku ingin kau menemaniku” jawab Jaejoong. Wajah sedihnya kini berubah menjadi dingin.

“Aku—aku tak mengerti”

Jaejoong tersenyum penuh arti. Sementara YunHo hanya memandangnya tak percaya.

‘Apa mungkin dia ingin membawaku ke dunianya?’batin YunHo. Seketika tubuhnya menggigil. Bukan karena angin dingin sungai Han, melainkan karena tatapan mematikan Jaejoong.

==========

YunHo berlari meninggalkan Jaejoong. Entah mengapa melihat tatapan Jaejoong, perasaan was-was muncul dari dirinya. Yunho takut. Takut akan perkataan Jaejoong.

Aku ingin kau ikut bersamaku

Suara Jaejoong terngiang di kepalanya. Namun YunHo tak mengindahkannya. Dia terus berlari. Sedangkan Jaejoong masih duduk di tempatnya sambil menghadap sungai. Menatap arus kecil air yang disebabkan oleh angin. Tatapan matanya masih tetap sama. Dingin.

Aku ingin kau menemaniku…

Suara itu terus terdengar di telinga YunHo. Bagai suara guntur yang menakutkan baginya. YunHo berusaha menutupi telinganya dengan tangannya. Kakinya tak sedikitpun berhenti. Dia terus berlari menjauh dari sungai Han. Meninggalkan Jaejoong tanpa sedikitpun menoleh pada sosok pucat itu.

”Tidak” kata YunHo pada dirinya sendiri.

Aku ingin kau ikut bersamaku…

”Tidak bisa. Aku mencintaimu, tapi aku ingin menyelesaikan tanggungjawabku pada anak yang dikandung Eun Ah” YunHo berbisik disela-sela larinya. Tubuhnya menggigil ketakutan.

Aku mencintaimu…

YunHo semakin mempercepat larinya. Kepalanya tak henti-hentinya menggeleng. Berusaha menghilangkan suara itu.

YunHo berlari melintasi jalan raya. Tanpa YunHo sadari, sebuah truk besar melaju kencang dari arah barat.

Aku ingin kau ikut bersamaku…

BRAAKKK!!!

YunHo merasa tubuhnya terhantam benda keras. Tubuhya terpental sejauh 5 lima meter. Darah segar mengalir deras dari kepala dan mulutnya. Sakit. Itulah yang dirasakannya. Namun bibirnya terasa kelu, tak dapat mengatakan apa-apa.

Pandangan matanya nampak semakin buram oleh aliran darah. Tetapi YunHo masih dapat melihat sosok pucat Jaejoong kini tengah berdiri tak jauh darinya.

”Jae—joongie…”

Itulah kata terakhir yang hanya dapat diucapkannya. Sedetik kemudian, perlahan YunHo memejamkan matanya. Namun satu hal yang membuatnya bahagia sebelum menutup mata untuk selamanya. Jaejoong tersenyum manis padanya dengan tatapan penuh cinta…

THE END

hueheheh mianhae…jeongmal mianhae…niey ceritaNa mank ane sengaja bQind metongNa appa sama ma metongNa Umma hehe biar sehati gt wkwkkw *d gampar* okeh jgn lp komen hehe ^^

25 responses

  1. towewew

    aku reader bru nih, maaf numpang rcl, kyaaa kok umma horor gt sih hiy serem, tapi aku suka wkwkwk #plak appa baek2 ya sama umma disana XDD

    12 September 2010 pukul 18:21

  2. Rinrin'Joongie

    Yess.. yess.. yess..
    Appa sm umma bersatu lg.
    horeeee😀

    kasian deh eun ha ditinggal mati yun. :p

    keren chingu ff-nya🙂

    kalo hantunya kaya umma, aku rela dah didatengi tiap malem.. hehe..

    share more cinguuuuu..😀

    12 September 2010 pukul 19:09

  3. meita

    Waaaa~ pada matong smua.

    Saya merinding2-sedih baca fic ini, kasihan ma jaeuma, hiks,hiks,hiks, tu kan masih nangis.
    Author, saya suka fic’y. Angst’y bener2 ngena. Dan syukurlah jaeuma ga sendiri lagi, mreka bisa bersama2 lagi di afterlife.
    Sobs,sobs~

    Nice story *thumb up*

    12 September 2010 pukul 19:43

  4. sora yagami

    baguuus!!
    drpd leat yun yun ma cwek lain,mending dbwa aja dah ma jae jae..
    4 thumbs up bwt jae jae..
    +apa siiih+
    author,nice story..

    12 September 2010 pukul 20:16

  5. Kim Yuki

    hiks.,hiks..hiks..knpa yunnie ekot shi? Ha..ha..ha. Tp gpp, drpda hruz idup ma 2 cwe, mndgan idup ma joongie d alam sna!!!!*sarapx kumat*

    jae, yun kan dah g bsa kau hantuin lg, dteng k rmahq gih, g bkal q tlantarin. Suer!!*plaakk#d gmpar yunnie. Yun: w dah mti biar bsa ma jae, knpa jae kmu ajak plg?*

    he..he..he..chingu..crita yg dlu cpt d lnjtin y!! Dah banyak bgt readeq yg nguin!!

    Love this story*12 thumb 4 author*#pnjem jmpol oppa2 dbsk#

    12 September 2010 pukul 20:18

  6. @Towewew: heheh makasi chingu ^^

    @Rinrin: wkwkwkwk bnrn nih kalo hantu jaema yg dateng, amu gag takut?? hihihihi

    @Meita: cup cup cup *usapin ingus mei pke kolor yunjae* udaa jgn mewek tyuz ntr banjir loh! hahhahah ^^v makasi yah. . .

    @Sora: Makasi…makasii banget ^^

    @Kim Yuki: siaaappp!! sbnrNa FF yg ntu uda kelar kug cm nunggu wkt yg tepat ajah wad ngepostNa hehe. Ditunggu ajah yah. En makasi ^^

    12 September 2010 pukul 22:02

  7. unnie~,q reader bru,,sneng bgt klo aqhirny yunpa and jaema dead,kesan’x emank kya shdup smati,q pngen ff angst lg.. q tgu y unnie~..

    12 September 2010 pukul 22:07

  8. chiyohae~

    pertama baca,qw lgsung brtanya tanya,,ni bener jaemaqw???
    jaema nyeremin n mnurutqw rada maksa!*dgampar umma*
    apalagi yg wktu ‘kau harus ikut bersamaqw’ …
    haduuuuuh,,,kasian yunpa yg stiap wktu merinding mulu ddatengin jaema…
    *jae:heh!kau itu brada dpihak mana sih*
    #dgeretjaemakekuburan
    ummaaaa..aq gag maw mati duluuu,qw blom ngerasain yg nama.na kawin!!!
    #plaakplakplak
    *dtabok readers*

    nice ff ^^

    13 September 2010 pukul 06:13

  9. HyoEun

    Mereka b2 bsatu tpi d’alm laen, emang bsa yak? Hehe

    Ne ff endingnya sad ato happy sih?
    Gw bingung hehe
    klo happy ending koq gw nangis gag rela hiks *author: lo aja yg cengeng!!*

    gw yakin c’eunAh sepeninggal yunho dy kawin lagi,, ciih

    met lebaran,, mohon maaf lahir batin klo komen aq gag berkenan di hati author *halah*

    13 September 2010 pukul 07:57

  10. Nanda

    Yahh . 2 2 nya mati ya ???

    Kasian eun ah😦

    anaknya .. Huaa .. Sini tak urus anakmu ..

    Haahaha ..

    Bagus . Lanjut ff bru ching

    13 September 2010 pukul 13:21

  11. heum..

    Eumm…

    Ni ff sad ending versi happy iia? *apasih hanee gag jelas deh*

    pkk y like this laah…

    13 September 2010 pukul 21:49

  12. ana

    .whaaaaa ..

    .knp umma ma appa mati ..

    .aq kgak rela mah ..

    .hiks .. hiks .. hiks ..

    .kgak pda ksian apa ma umma ..

    .aq tak bisa brkata apa2 lgi ,krna ni ff bkin aq mewek ..

    15 September 2010 pukul 01:49

  13. TVXQangel

    sumpah ngeri bgt gw bcanya secara bcany jam 11mlm coba.
    Btw pendatang bru.salam kenal.

    21 September 2010 pukul 23:07

  14. mey_rin

    buseeettt
    horror banget eh ni sekuel…..
    merinding disko bulu kudukku….
    hoohohoho

    bagus loh chingu……tp alurnya gampang ketebak……hohoho
    itu menurutku……
    tetep 4 jempol buat chingu….wkwkwkwk

    8 November 2010 pukul 20:38

  15. eka u-know

    hiks… knpa kuq jae kayanya jahat ma yunpa,,
    khan kacan anaknya yunpa ma istrnya…

    gmana nieh aku seneng yunpa meninggal biar ketemu jonggie tapi juga sedih coz dia ninggalin anaknya…

    24 November 2010 pukul 20:17

  16. weh,bgs ….

    7 Desember 2010 pukul 07:51

  17. chicken861015

    tuhkan appa..
    Rasain.. Skur dah kmu matti na am kyk jae umma.. Coz q gga rela qlo yunppa am yg laen..
    Pkok na yunjae the best..

    19 Desember 2010 pukul 21:39

  18. Kereen huwa. . . . Kata2ny sampe menusuk jantung(lebee) tp emang bgs berasa bca n0vel pendek :D Sedih jj na mati tp bahagia jo0ngie ga bakal kesepian lg karena ada yunie yang nemenin

    Putri4lief.blogspot.com

    12 Januari 2011 pukul 16:08

  19. KarinSuju

    Kasian jongie umma n yunnie oppa…
    Mereka harus sama2 tsiksa d duniany masing2….
    Meski akhirny mereka bsatu….

    Klo eun ha mah biar ajh…
    Dy kn udah tega ngrebut oppa dr umma jdi biar ajh dy sendirian….
    Hwehehehe,,,,

    27 Mei 2011 pukul 15:49

  20. H_n

    Huealah…..bru nyadar ne sequel….pdahal aq blom bca yg fool again….XP

    Jd critany umma metong trus ngantuin appa??
    Huealah….
    Kali ini aq mrah bneran ne ma appa yg lbih mlih yeoja lain ktimbang umma….
    Tp yg penting appa sm umma udh berstu lg….
    Aq mw bca fool again dlu biar ngeh m critany…..

    8 Juni 2011 pukul 19:23

  21. niiz

    Thor gua salah apa sih sama lo kenapa si lo bikin gua nangis terisak kayak orang nangisin orang mati beneran😥 alhamdullillah yunppa ikut jaemma😀 eh untung gua ga kenal sama tu cewek kalo kenal pazti gua udah jadi haternya dia😀.

    26 Juli 2011 pukul 21:59

  22. SusuPisangRasaAyam

    Kasian si eun ah wkwk

    13 Agustus 2011 pukul 10:14

  23. DewiAriyani

    Menyesal gak ada gunanya yunpa…
    Yunpa egois banget d sini maunya kedua2nya…pokoknya gak suka dgn karakter yunpa d sini…
    Kayaknya penderitaan yunpa belum sebanding dgn apa yg JJ rasain..>,<

    23 Oktober 2011 pukul 13:44

  24. ury

    haduuuuhhh…. aq merinding bacanya….

    14 Desember 2011 pukul 22:32

  25. faiz

    umma gk bkal baik2 aj klo sndrian d sana, eun ha
    appa gmna sih, hrus tegas mlih x dong appa, tapi syukur lh skrang appa sama umma🙂

    8 Juni 2012 pukul 19:26

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s