fanfiction for our soul

FOOL AGAIN/ ONESHOOT


Tittle : Fool Again

Author : LYunjae aka Lyl-Yunjaeholic

Rating: PG 13

Length: 1 S/ 8 Ms.Word

Genre : YAOI/ Straight/ Angst *maybe hehe*

Cast : Jung YunHo and Kim JaeJoong! ^^

Theme Song : Fool Again by Westlife

Baby…

I know the story,

I’ve seen the picture

It’s written all over your face

Tell me

What’s the secret

That you’ve been hiding

And who’s gonna take my place

Angin malam sungai Han terasa dingin meresap hingga ke pori-pori kulitku. Namun tubuhku tak sedikitpun beranjak. Aku tetap duduk diatas kap mobil dan berusaha menikmati indahnya malam di pinggiran sungai Han. Sesekali kupejamkan mataku saat angin dingin itu menerpa lembut wajahku.

”Jae ayo kita pulang” pria tampan disampingku yang sedari tadi hanya diam membisu itu bersuara. Perlahan kubuka mataku dan menatapnya manja.

”Yunnie~ah ini masih pukul 8 malam, kenapa kita harus buru-buru pulang?” tanyaku. Kuedarkan pandanganku kesekeliling pinggiran sungai Han yang tampak semakin ramai.

”Aku ada urusan” jawabnya datar tanpa memandangku. Aku menatapnya heran.

”Sepenting itukah urusanmu itu sampai-sampai aku dinomor dua kan huh?” kesalku. Kutarik tanganku yang sedari tadi memeluk lengan kekarnya sambil menggembungkan pipi.

”Lagipula ini adalah hari istimewa kita. Hari jadi kita yang kedua Yun. Aku masih ingin berdua denganmu” imbuhku.

”Aish! Kau jangan seperti anak kecil! Bukankah setiap hari kita sudah bertemu? Apa itu masih kurang cukup bagimu Kim Jaejoong?!? ” bentaknya. Aku terlonjak kaget. Yunho, kekasih yang sangat kucintai itu telah membentakku.

Kutatap wajah marahnya. Seketika nyaliku ciut juga. Aku, Kim Jaejoong tak pernah berani melawan kekasihnya saat marah. Akhirnya aku mengangguk lemah tanpa berani menatapnya. ”Ne, kita pulang”.

===

Yunho melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Matanya menatap lurus kedepan tanpa sekalipun memandang bahkan melirikku. Selama perjalanan pulang, Yunho tak mengajakku bicara sedikitpun. Entah mengapa aku merasa akhir-akhir ini sikapnya berbeda. Dia tak lagi bersikap lembut padaku. Dia tak lagi hangat seperti dulu.

Kulirik Yunho melalui sudut mataku. Kedua tangannya mencengkeram erat kemudi mobil. Ah—Tangan itu! Biasanya Yunho selalu menggenggam erat tanganku menggunakan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya tetap pada kemudi. Bibirnya tak henti-hentinya mengucapkan rayuan-rayuan mautnya padaku. Namun kini berbeda. Sangat berbeda. Dia hanya terdiam membisu dan berkutat dengan pikirannya sendiri. Sepertinya dia tak menganggapku ada. Yunho~ah ada apa denganmu?

===

I should have seen it coming

I should’ve read the signs

Anyway…

I guess it’s over

Kuraih ponsel hitam milik Yunho yang tergeletak di atas sofa. Perlahan kubuka flipnya dengan hati-hati. Terlihat foto Yunho yang sedang bertelanjang dada sebagai wallpapernya. Aku tersenyum geli. Kemudian kubuka camera album pada ponsel itu. Kubuka satu persatu foto disana. Berbagai pose dan mimik wajahku bersama dengannya memenuhi album itu. Yunho yang memelukku dari belakang. Yunho yang menciumku secara tiba-tiba. Yunho yang tersenyum lembut dan menatapku dengan mesra. Yunho yang menyandarkan kepalanya dipundakku dengan manja. Dan masih banyak lagi foto kami berdua.

Setelah merasa puas membuka-buka foto itu, tanganku mulai membuka folder bertuliskan ’inbox’. Senyumku semakin mengembang saat kulihat ID ’My Boojae’ memenuhi inboxnya. Ternyata Yunho masih menyimpan hampir semua pesanku.

Tanganku masih saja terus menekan tombol navigator ke bawah, sampai akhirnya tanganku terhenti pada satu pesan masuk dengan ID yang-menurutku-aneh diantara pesan-pesan singkat dariku. ID yang tak tersusun dengan salah satu huruf alfabet, hangul maupun angka. Melainkan ‘koma’. Ya, hanya sebuah koma. Salah satu tanda baca selain titik, tanda seru, tanda tanya, maupun tanda petik.

Dengan penasaran akhirnya kutekan tombol ‘view’ sehingga terbukalah sebuah pesan singkat itu…

From : ,

Received : 3 April 22.45

Ok Yunnie selamat tidur ya sayang. Aku mencintaimu…

Gud nite! Mmmuaaahhh❤ ^^

“Jae apa yang kau lakukan?!?” terdengar suara teriakan Yunho mengagetkanku. Segera ku tutup pesan masuk itu dan menutup kembali flip ponselnya. Kudongakkan kepalaku. Terlihat Yunho yang berdiri diambang pintu kamar mandi masih setengah telanjang dan hanya menggunakan handuk menutupi pinggangnya.

“Eh—oh—a—aku—hanya melihat-lihat foto kita Yun. Ya, foto kita” jawabku gugup. Namun sedetik kemudian Yunho sudah berada dihadapanku dan merebut ponselnya dengan kasar dari tanganku. Matanya menatap tajam mataku.

“Jangan asal buka Jae! Seharusnya kau izin dulu padaku!” bentaknya padaku. Aku hanya menunduk dalam-dalam.

”Ne, mianhae Yun… A—aku tak akan mengulanginya lagi” ucapku takut-takut. Yunho~ah kenapa kau membentakku seperti itu? Bukankah dulu tiap kali aku membuka ponselmu kau tak pernah melarangku?

===

Can’t believe that I’m the fool again,

I thought this love would never end

How was I to know?

You never told me,

Can’t believe that I’m the fool again

And I who thought you were my friend,

How was I to know?

You never told me

Kulirik Rolex ditangan kananku. Jarumnya menunjuk pada angka 5 sore. Segera kupercepat langkahku memasuki sebuah apartemen mewah didepanku. Ku peluk erat kantung belanjaan yang penuh dengan bahan-bahan masakan. Malam ini aku akan memasak masakan yang spesial untuk Yunho. Aku yakin, mungkin dengan cara ini Yunho pasti akan senang dan tak membentakku lagi seperti kemarin siang.

Bayangan Yunho yang sedang menciumku mesra berkelebat diotakku. Membuat semakin bersemangat untuk segera sampai di apartemennya. Kulangkahkan kakiku yang terasa ringan keluar dari lift sambil bersiul-siul kecil. Namun langkahku terhenti saat kulihat pemandangan ’indah’ didepanku. Kuhentikan siulan kecil yang keluar dari bibirku. Langkah yang semula ringan kini berubah menjadi terasa berat.

Jung Yunho, kekasihku. Sedang berciuman mesra dengan seorang wanita didepan pintu apartemennya. Sungguh pemandangan yang begitu menyakitkan hati sekaligus mataku. Kututup rapat-rapat mataku sambil menggelengkan kepala dengan cepat, berusaha untuk menghilangkan bayangan buruk itu. Perlahan kubuka kembali mataku. Namun tetap saja bayangan itu tak dapat hilang. Dapat kulihat dengan jelas, Yunho sangat menikmati ciuman itu sampai-sampai tak menyadari keberadaanku.

Seketika pandanganku menjadi kabur saat kusadari wanita yang berciuman dengannya itu. Wanita yang dulu pernah menghancurkan hidupku. Menghancurkan cintaku dan Yunho. Bibirku kelu. Tak mampu untuk mengucapkan satu kata pun. Aku tak kuat lagi. Kemudian kakiku bergerak, tapi tak bergerak maju. Melainkan mundur. Selangkah, dua langkah, tiga langkah. Sedetik kemudian aku berbalik dan berlari memasuki lift kembali.

Yun…Yunnie…Yunho… Jung Yunho…

Berkali-kali kusebut namanya. Dadaku terasa sesak. Sesak sekali. Sekuat tenaga kucoba untuk menahan air mataku agar tak jatuh. Aku tak ingin menangis. Aku tak mau menangis. ’Aku sudah berjanji padamu agar tak menangis lagi Yunho~ah. Dan aku tak ingin mengingkari janjiku. Tapi… Tapi kenapa justru kini kau yang sudah mengingkari janjimu itu? Janjimu tak akan mengulanginya lagi. Hatiku begitu sakit Yunho~ah. Sakit…sekali’

Seketika memori setahun lalu yang sudah kukubur dalam-dalam itu kembali berputar. Bagai slide tua yang sudah lama tak terputar…

~ Flashback ~

”Yun~ Yunnie~ah!” kuedarkan pandanganku disekeliling rumah besar miliknya. Tapi tetap tak ada jawaban. Sepi.

Aku mengerutkan keningku. Aneh. Bukankah ada tamu yang datang? Kulihat sebuah Audi hitam terparkir manis didepan rumahnya. Tapi kenapa tak ada orang?

Akhirnya kuputuskan untuk naik. Menuju kamarnya yang berada dilantai dua. Ketika aku sudah berada tepat didepan pintu kamarnya, samar-samar kudengar suara-suara aneh. Seperti suara…desahan. Ya, desahan.

”Akkhhh…ukhhh…terrruuuuss….Yunhhho…enghhhhh….”

”Ohhh…yeeaahhh….kau…sungguuhh…akhhh…nikkmmatt…sayang…”

I—itu suara Yunho!!

BRAKK!!

Kutendang pintu itu dengan sekuat tenaga. Seketika mataku terpaku menatap dua insan yang tak memakai sehelai benangpun di atas ranjang yang biasanya kupakai untuk bercinta dengan Yunho. Tanganku terkepal. Darahku rasanya naik hingga ke ubun-ubun. Terlihat kedua insan telanjang itu menatapku kaget. Kutarik paksa Yunho dari atas tubuh wanita yang tak lain adalah temanku sendiri. Aku memandangnya jijik.

”J—jae…” Yunho menatapku tak percaya. Pandanganku kini beralih pada sosok pria yang kucintai selama setahun itu. Tanganku mencengkeram erat pundaknya. Lalu tanpa aba-aba, kulayangkan pukulan tepat pada pipi kananya.

BUKK!!

”AKHH! Tung—tunggu dul—” belum selesai dia bicara, kembali kulayangkan pukulan pada pipi kirinya.

BUKK!!

Yunho meringis kesakitan, namun tak kuhiraukan. Dadaku naik turun menahan amarah. Terlihat darah segar telah menghiasi ujung bibirnya.

”Jae, tolong dengarkan penje—”

BAKK!!

Dan untuk ketiga kalinya aku memotong perkataannya dengan menonjok perutnya. Dia tersungkur tepat dibawah kakiku. Terdengar suara teriakan histeris wanita sialan itu.

”Mulai sekarang hubungan kita cukup sampai disini Jung Yunho!!” raungku. Lalu kulangkahkan kakiku hendak keluar dari kamar itu, namun tiba-tiba Yunho menahan langkahku. Dia memeluk erat kedua kakiku.

”Jae, mianhae. Tolong dengarkan aku dulu. A—aku mencintaimu” rintihnya.

”Cinta?!? Apa ini kau sebut cinta? Belum puaskah kau saat bercinta denganku sampai-sampai kau pun melakukannya juga dengan wanita itu?!”

”Padahal aku sudah melakukan apapun yang kau mau! Aku sudah memberikan semuanya untukmu! Hatiku, cintaku, bahkan tubuhku! Tapi kenapa kau masih belum puas dengan semuanya? Apa karena dia wanita sedangkan aku laki-laki heh?!” lanjutku tanpa sedikitpun menatapnya yang masih memeluk kakiku.

”J—jae, aku…”

”CUKUP!! Aku kecewa padamu Yunho! Aku sangat kecewa!” teriakku sambil menghempaskan tangannya dari kakiku dan segera berlari meninggalkan kamar itu.

Sekuat tenaga kucoba untuk menahan air mata yang hendak keluar dari pelupuk mataku. Namun tetap saja, air mata itu jatuh membasahi pipiku. Aku menghapusnya dengan kasar. Aku tak ingin menangisi pria yang sudah menyakitiku itu. Aku harus melupakannya. Ya, aku harus melupakannya.

Sejak peristiwa itu, aku tak pernah bertemu dengan Yunho lagi. Meskipun dia berusaha untuk menemuiku namun aku tak ingin menemuinya. Sehingga akhirnya kuputuskan untuk pergi meninggalkan Chungnam dan pindah ke Seoul. Mungkin dengan cara itu, aku bisa melupakan semua kenanganku bersama dengan Yunho…

====

Baby…

You should have called me

When you were lonely

When you needed me to be there

Sadly

You never gave me

Too many chances

To show you how much I care

I should have seen it coming

I should’ve read the signs

Anyway…

I guess it’s over

Kupikir dengan kepindahanku ke Seoul dapat membuatku tak akan bertemu lagi dengannya. Namun aku salah. Salah besar. Sudah selama 6 bulan aku tinggal di Seoul, aku sudah bisa melupakannya sedikit demi sedikit. Selama itu pula aku mencoba untuk mulai membuka diri pada seorang wanita. Ya, wanita. Aku tak ingin menjalin hubungan dengan pria untuk kedua kalinya. Tapi sayang, sekuat apapun usahaku untuk menjalin hubungan dengan wanita, aku tetap tak bisa. Entah mengapa aku tak tertarik sedikit pun pada makhluk ciptaan Tuhan yang satu itu.

Sampai suatu ketika, aku bertemu kembali dengannya. Jung Yunho. Aku tak tahu apa ini sudah takdir Tuhan? Yunho berusaha untuk mendekatiku lagi. Dia selalu meyakinkan diriku bahwa dia masih mencintaiku. Bahkan dia berani bersumpah tak akan menghianati cintaku lagi. Cinta? Ah, selama 6 bulan aku tak merasakan cinta. Apa aku masih bisa merasakan cinta? Berminggu-minggu kupikirkan pertanyaan itu. Sampai akhirnya aku menemukan jawabannya. Dan ternyata aku masih bisa. Aku masih merasakan cinta itu. Cinta untuk seorang Jung Yunho…

~ End of Flashback ~

===

’Kenapa kau mengingkari janjimu Yun? Kenapa? Apa yang masih kurang dariku? Apa salahku sehingga kau masih saja menghianatiku? Bahkan kembali pada satu orang yang sama. Orang yang dulu pernah merusak hubungan kita? KENAPA?!?’

Andai dapat kuulang waktu… Aku lebih memilih untuk tak kembali bersamamu. Andai ku tahu jadinya seperti ini, aku tak akan memutuskan untuk menerima cintamu lagi. Andai ku tahu kau masih menyimpan perasaan itu pada wanita itu, aku tak akan menyimpan sedikitpun perasaanku untukmu. Andai…

Menyesalkah aku?

Menyesalkah aku menerimamu lagi?

Menyesalkah aku bersamamu lagi?

Menyesalkah aku mencintaimu lagi?

TIDAK!

Tidak sama sekali!

Aku sadar Yunho~ah… meskipun kau sudah menyakitiku, aku masih tetap mencintaimu. Meskipun aku berandai-andai seperti itu, aku tak dapat membohongi diriku. Aku mencintaimu Yunho~ah. Mencintai semua yang ada pada dirimu. Mencintai kekurangan dan kelebihanmu. Mencintaimu sepenuh hatiku. Apapun resikonya…

===

About the pain and the tears,

oh oh oh,

If I could I would,

Turn back the time

Ooh yeah!

I should’ve seen it coming

I should’ve read the signs

Anyway…

I guess it’s over

Hari ini kuputuskan untuk bertemu dengan Eun Ah. Temanku di bangku SMA dulu. Teman yang telah merebut cinta Yunho dariku. Teman yang mengkhianatiku.

Aku ingin mengetahui kebenaran yang selama ini tersimpan antara dirinya dengan Yunho.

Butuh waktu limabelas menit untuk menunggu kedatangannya, sampai akhirnya wanita bertubuh mungil itu sudah duduk dihadapanku. Mataku tak sedikitpun beralih dari matanya.

“Jaejoong~ah ba—bagaimana kabarmu?” tanyanya basa-basi. Aku tahu, dia terlihat begitu gugup karena tatapanku. Aku tersenyum tipis.

”Baik” jawabku singkat.

”Um—sebenarnya dari mana kau tahu aku ada di Seoul?” tanyanya lagi.

“Yunho” terlihat Eun Ah semakin gugup setelah mendengar jawaban asalku itu. Dia membenarkan posisi duduknya.

”Sebenarnya ada apa lagi antara kau dengan Yunho?” tanyaku tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun darinya. Sedangkan Eun Ah hanya menunduk dalam-dalam, tak berani menatapku.

”A—aku…hamil Jaejoong~ah. Usia kandunganku sudah 2 bulan” bisiknya lirih namun masih bisa kudengar dengan jelas.

”MWO?? KAU HAMIL???” aku menatapnya tak percaya. Eun Ah mengangguk kecil.

”Apakah YunHo yang…” aku tak sanggup meneruskan kata-kataku. Karena bagiku berita ini sangat membuatku shock.

Eun Ah kembali mengangguk. ”Mianhae Jaejoong~ah, jeongmal mianhae…aku sudah menyakitimu karena merebut YunHo darimu. Untuk itu, aku meminta restu darimu. A—aku akan menikah dengan Yunho dua minggu lagi” isaknya.

Tiba-tiba saja kepalaku terasa berat. Aku tak menyangka seperti ini jadinya. Rencanaku untuk merebut kembali Yunho dari Eun Ah tiba-tiba sirna. Aku tak mungkin bisa mempertahankan Yunho lagi, karena pada kenyataannya Yunho tetap milik Eun Ah. Bukan milikku.

Dengan berat, akupun menganggukkan kepalaku dan mencoba untuk tetap tersenyum pada wanita itu. ”Tentu, semoga kalian berbahagia” entah mendapat dorongan darimana kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirku.

”Eun Ah~ mulai sekarang aku menitipkan YunHo padamu. A—aku mencintainya. Sangat mencintainya. Tapi aku tak ingin merusak kebahagiaannya. Berjanjilah padaku untuk terus menjaganya” kuarahkan jari kelingkingku didepan wajahnya. Dia menatapku bingung. Namun perlahan tangannya terangkat dan mengaitkan jari kelingkingnya dengan kelingkingku.

”Yakso?” tanyaku

”Yakso” jawabnya lirih. Aku tersenyum lega. Kemudian dengan sisa-sia tenagaku, aku bangkit. Kakiku bergetar, namun sekuat tenaga aku berusaha menahan tubuhku.

”Sudah saatnya aku pergi. Gomawo atas janjimu untuk menjaga Yunho. Selamat tinggal” kulangkahkan kakiku keluar dari Cafe tempat kami bertemu dengan lesu. Entah mengapa tubuhku terasa sangat berat. Ya Tuhan… aku sudah mengikhlaskan orang yang kucintai untuk mendapatkan kebahagiannya. Lalu bagaimana dengan diriku sendiri? Dimana kebahagianku? Kapan aku mendapatkan kebahagiaan itu? Kebahagiaan untuk tetap hidup bersama dengan orang yang sangat kucintai itu?

Tak terasa bulir-bulir bening telah membasahi pipiku. Aku mengusapnya dan melihat air yang kini berada diatas telapak tanganku.

”Maafkan aku Yunnie… Aku tak dapat memenuhi janjiku untuk tak lagi meneteskan air mata ini. Aku tak bisa jika tak meneteskannya. Karena air mata ini hanya tak menetes karenamu dan menetes juga karena dirimu Yun…” ucapku lirih.

Kakiku melangkah dan terus melangkah tak tentu arah. Sampai akhirnya tak kusadari aku berjalan ditengah jalan tanpa memperhatikan sekitar.

”JAEJOONGIE AWAS!!!”

’Yunnie…’ aku menoleh ke asal suara itu, namun…

BRAKK!!

Aku merasakan benda keras menabrak tubuhku hingga terpental, namun entah mengapa aku tak merasakan sakit sedikitpun. Yang kurasakan hanyala kedamaian.

’Yunnie…kau dimana? Kenapa semua menjadi gelap? Dan…mengapa tubuhku terasa ringan? Ringan dan begitu tenang….sekali. Yun~ah apa aku sudah mendapatkan kebahagiaanku?’

Can’t believe that I’m the fool again,

I thought this love would never end

How was I to know?

You never told me,

Can’t believe that I’m the fool again

And I who thought you were my friend,

How was I to know?

You never told me.

FIN

Heheheh gmn?? ini sebenernya uda pernah aku post d FB, tapi pgn aku post jg disini hehe. Okeh jgn Lp comment, ntr ada sekuelnya. . . ^^

25 responses

  1. BuNyELF

    lyl….
    Tnggung jwab!!!,smua ember D rmah gw udah aabis buat nmpung air mta gw,smpe umma gw ngmel” gra” bngung naro cucian D mna #Lebay

    ahh……sdih!!!,sad apa bdanya??,hahh……..yunho jung yunho cukkae anda sdah msuk dftar cow tkng slngkuh no 3,D bwah kibum N yoochun #Di gerek cassie N ELF

    ahh…abaikan coment geje saya ini!

    9 September 2010 pukul 22:32

  2. akakak w dagh prnah bc di ti nie lyl
    huhuhu sumpehhh nangis darah hahah
    palgi skalian dgeri lagu si westlife…

    sekuel nya ada kan???
    huhuhu

    yun2 ma jae2 kasian amet dsni huhuhu
    smua gara 2 wanita jalang itu!!!

    >>bunuhhhh ajj daghh<<<

    10 September 2010 pukul 00:42

  3. Rinrin'Joongie

    JUNG YUNHO BAKA.. BAKA.. BAKAAAAAAA !!
    Arggghhhh.. T___T
    jaema, malang nian nasibmu.. huhuhu😥
    sumpah, aku pengen bgt geplak pala.a yun.

    wanita sialan itu Go ara bkn? *siap2 bawa golok+granat buat musnain tu cewek*

    cinguuuu.. sequel.a yg happy ending ya??
    soalnya aku gg kuat kalo liat yunjae terpisahkan ky gitu😦
    plisssssssssss…
    *pasang puppy eyes-nya jaema*

    10 September 2010 pukul 06:31

  4. No Yue Lee

    YUNHO JAHATTT !!!
    Tega” na slngkuh dr JJ.

    Mank pha krg na jaema ?? Dy baek, pngertian, cntik, pntr msak.
    He is very perfect.

    MENYESAL KAU YUNHO. .

    Oy saia new reader,
    No Yue imnida.
    Slma knal ea ^^

    10 September 2010 pukul 08:29

  5. sora yagami

    hue..hue..hue..
    sukses bikin bak kamar mandi q penuh!
    yun yun jahat!!
    Q benci yun yun!!
    tpiii…kl yun yun balik lgi ma jae jae..marah q ilang..
    mg2 mreka te2p bsama2..
    yunjae is real..😀

    10 September 2010 pukul 08:56

  6. yunhoooo *tereak -tereak bwa celurit*

    teganya teganya teganya dikau

    buat jaema merana…

    Lyl

    ffnya seudiih pisan pkknya sekuelnya jgn sad end iia…

    Cukup d sni ajj jaema menderita…

    10 September 2010 pukul 09:59

  7. chiyohae~

    aq…
    aq
    aq

    aaaargh!!!!!!!
    jgan buat jejehqw menderitaaaaaa!!!
    qw palink gag nahan bwat komen lok crita.na kayak gini…!!!
    sekuel.na si jejeh harus happy!!!
    harus!
    harus!
    harus!!!

    tumben cew pengacau.na bkan go ara…biasa.na kan lok crita bginian orang ke3.na pasti tu cew…
    hehehehhe…
    piiissssss…

    ayo author cepetan updet sekuel.naaa!!!

    10 September 2010 pukul 15:28

  8. Nanda

    Waahhh …

    Ada lagu westlife !! Oh my god … Westlife !!!!!
    Haha …. Gw jadi kangen BRIAN .. Huaaa . BRIAN ..kalo lo mau kmbali ke westlife gw bakal terima kok .

    *lanjut ke ff*

    yah mati ya jj nya ?? Gw kurang suka angst .haha … Tpi bagus . Ada westlife nya lagi

    11 September 2010 pukul 17:46

  9. jaEssy jOong

    Annyeong. .
    Chingu ya. . Anak TI jg yah?
    Aq pernah bC ni ff d TI.
    Aih. . Bete bner ma yunnie, babo yunho!
    Slalu buat gregetan. .
    *cakarin wajah yunho*

    11 September 2010 pukul 17:55

  10. @Bunny: Hahahah mianhae..minahe…ntr aku transfer ember selusin deh k rmhmu saii wkwkwkw😄. Makasi yah uda baca ^^

    @Febby: Hu’uh Feb ini jg pernah aku post d TI hehe ^^

    @Rinrin: Huwaaaa rin kalo ngamuk2 bQInd aku takut jg ini wkwk *ditabok* Hehehe happy ending bkn yah??ntr deh tggu ajah hohoho ^^v

    @No Yue: Hehehe lam kenal jg Yue… Lyl imnida cassie from Sby ^^ makasi yah uda mau mampir d FFku… ^^

    @Sora: Napah gag sekalian bikin kolam renang ajah saii??heheh *ditabok* yeaahh YUNJAE IS REAL!! ^O^

    @Hanae: Heheeheh cup cup saii..ntr agy ini mau aku post. Silahkan baca ajah wkwkwk

    @Chiyohea: huwaaaaaa aku dibantai hehehe ^^ iyaa sabar ching ini mau aku post

    @Nanda: hehehe makasii uda mampir ^^

    @Jaessy: heheh yupz! aku jg kdg ngepost d TI hehe ^^v

    12 September 2010 pukul 15:46

  11. HyoEun

    Yunhoo
    teganya dirimuuu

    lo ga bkal menderita kyag gini jae,, klo sebelum yunho ngajakin balikan, lo ketemunya ama gue wkwkwk *siap” kabur*

    sekuel uda apdet yoss gw tggl bca *kabuur*

    13 September 2010 pukul 07:31

  12. Zeedictator

    huhuhu.. kasian bener si jejung. uda jadi misuaku aja, jgn mau ama yunho lagi!! *geret jejung* :p

    ditunggu FF selanjutnya.. sad story lg jg gapapa. aku suka. tp ntar yg melas gantian si yunho aja, jgn jejung lagi. huahahah..

    gomawo~

    15 September 2010 pukul 07:17

  13. wah!
    kasihan bnget jae nya.. ><
    tapi aku suka yg sad"..🙂
    hehe

    21 September 2010 pukul 19:46

  14. hwaa…
    sedi banget critanya..
    kasihan Jae nya..
    tapi aku suka koq..🙂

    21 September 2010 pukul 19:52

  15. nicky_reddevil

    sedih kasian ma jae tapi kasian juga ma yunnie.. hiks hiks biarin yunjae bahagia dunk author…-_-

    8 Oktober 2010 pukul 18:08

    • hahahah uda bc sekuelNa kah??

      8 Oktober 2010 pukul 20:13

  16. mey_rin

    so far….
    sediiiiiiih……..huhu…..
    tega banget si yunho….
    ntar komennya ku lanjutin….baca sekuelnya dulu……
    hehehe

    but,so far so good……hoho

    8 November 2010 pukul 20:27

  17. Eka u-know

    Jdi, yunpa bnran selingkuh tanpa pnjelasan??

    25 November 2010 pukul 17:48

  18. JUNG YUNHO I HATE YOU….

    tega skl ma jaejong….
    kshan dya,tu jg cewk’x gak tau diri…

    ih,kalau aku jd jae gk bkl pernah aku maafin si yunho tuh…
    aku jg benci bgt ma cewk yg suka ngerebut cowk orang… kyk gk da cowk laen ja di muka bumi ini… dsr cewk murahan…

    huf ~~
    aku bener2 benci ….

    7 Desember 2010 pukul 09:28

  19. chicken861015

    huuhhh…
    Pkok na q bete…bete…bete.. Am yunppa..
    Kmu jhat…/gapen#plak..

    19 Desember 2010 pukul 21:27

  20. KarinSuju

    Hiks,,hiks,,T.T
    jaejoongny mninggal y unn??
    Hiks,,hiks,,
    gkr relaaaaaaaa…..

    27 Mei 2011 pukul 13:00

  21. H_n

    Bru smalam bca ttg umma yg slingkuh…skarang gliran appa….
    Tp appa lbih prah,slingkuh m tmenny umma n ngamilin t ce pla….mna 2 kali kepergok pla….
    N critany t lbih ngena pas umma yg mendrita kyk gni…..
    AQ BENCI APPA SM UMMA……*cma kalo lg slingkuh aj sh….*
    AQ JGA BENCI EUN AH…..
    Bsa2ny nusuk tmen sndr…..
    Ugh…..pengen q bejek2 t ce……

    Hah…akhirny ngeh jga sm critany…..*aq bca sequelny dlu sh….*

    8 Juni 2011 pukul 19:43

  22. niiz

    GUA PENGEN BUNUH CEWEG ITU, GUA PENGEN BUNUH YUNHO, GUA PENGEN GANTUNG AUTHOR YANG UDAH BUAD GUA NANGIS😥 GUA PENGEN MELUK JAE UMMA😥 GUAAAA BENCI YUNPPA😥

    26 Juli 2011 pukul 21:43

  23. DewiAriyani

    Yunpa jahat banget sih,,,,sebala sebal banget ama yunpa d sini
    Tega2nya hianatin JJ ampe 2 kali…
    Sungguh sedih n tragis nasib JJ..(╥﹏╥)
    Knpa juga JJ yg hharus menderita..andwe andwe gak trima aku ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)ʃ

    23 Oktober 2011 pukul 13:26

  24. faiz

    umma d khianati lagi !
    appa, ap sih niat mu minta umma kmbali klo appa msih aj slngkuh, nghamiln yeoja itu lagi

    8 Juni 2012 pukul 19:03

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s