fanfiction for our soul

YOU ARE MINE {YUNJAE COUPLE STORY} CHAPTER 4/5 END


title : you are mine
author: jung rye sun
length : 3/?
rate : PG13 NC 17
genre: AU, romance,nc17…
WARNING!!! MPREG!!!
don’t read this! if u don’t like yaoi!

*jaejoong POV*

“yun, sepertinya kita harus memberitahukan kehamilanku pada orang tuaku!”
yunho terdiam sejenak.
“emmm… kupikir begitu!”
dia memberikan senyum kecil padaku.
“yun. aku takut!”
“tenang saja boo aku ada disampingmu!”
dia menggenggam tanganku erat.
“kita akan lalui ini bersama! aku tak akan meninggalkanmu! kau percaya padaku bukan?”
“ne…saranghae yun!”
“na do saranghae boo!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

aku memutuskan menelepon ummaku. jantungku berdetak cepat saat aku mulai mengangkat gagang teleponnya. hufftt….
“yooboseyo?!”
terdengar suara lembut dari seberang sana.
“yobboseyo??”
ulangnya.
“u..umma!”
“joongie?? ini kamu nak?!”
suara terdengar sangat senang dari seberang sana.
“ne, umma! ini joongie!”
“hwaa…. my joongie!!! umma kangen sekali sama kamu nak!!! bagaimana keadaanmu disana??”
“aku baik umma! bagaimana keadaanmu?”
“aku baik! appa mu sudah sangat kangen padamu! kapan kau mau mengunjungi kami disini??”
“ne, mungkin besok…”
“benarkah?!!… waah… baguslah kalau begitu!! umma dan appa sudah sangat kangen padamu! noona mu juga menanyaimu terus!”
“ne, umma!” ujarku pelan.
“joongie?”
“ne…”
“apa kau sedang ada masalah honey??”
tanyanya penuh selidik.
“emmm…. aniya!”
“joongie…”
“aku baik umma!”
“joongie… jangan bohong pada umma! umma tahu ada sesuatu yang kau sembunyikan! ayo bilang pada umma! ada apa honey??”
“aniya umma! aku tak apa-apa!”
aku berusaha meyakinkan.
“tapi feeling umma! kau sedang menyembunyikan sesuatu! kalau kau ada masalah ceritakan pada umma! umma akan mendengarkannya!”
“aniya umma! aku tak apa kok!”
“benar???”
ujarnya tak yakin.
“ne, benar!!!” ujarku meyakinkan.
“baiklah! ohya! besok kau akan datang kan??”
“ne, umma tapi bolehkah aku membawa temanku??”
“hmm… boleh saja! hayoo! siapa itu?? pacarmu?? apa dia tampan??”
keluargaku memang sudah mengetahui kecendrunganku yang menyukai pria. mereka sudah tahu aku gay. meski awalnya appa marah berat padaku bahkan sampai mengusirku. tapi karena dia terlalu meyayangiku akhirnya dia merelakan keputusanku. aku adalah anak laki-laki satu-satunya dari 8 bersaudara kakak perempuanku. aku benar-benar membuat appaku kecewa saat itu. kalian tahu itu berat bukan, saat anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga menjadi seorang gay.
“hmm… kau bisa melihatnya besok! hehehe…”
“ahh… jongie mulai main rahasia-rahasiaan dengan umma ya!” ujarnya ngambek.
“hehehe…. umma! jangan marah ok! besok aku janji akan membawanya dan kau bisa bertemu dengannya secara langsung! dan kau bisa menilai bagaimana dia! ok!”
“baiklah….aku menunggumu besok honey! appamu pasti akan senang mendengar ini”
kudengar yunho memanggilku.
“umma sudah dulu yah! aku ada keperluan”
“oh, ok! take care honey!”
“ne, umma!”
finally, aku menutup teleponku, dan menghampiri yunho.

“yun…”
“hmmm…”
“besok kita ke rumah ku ya!”
“eee??”
“aku tadi menelepon umma dan janji akan datang besok bersamamu! kau mau kan??”
“hmmm… baiklah!” ujarnya lemah.
“kenapa yun??”
dia terlihat tidak bersemangat.
“aniya…”
“apa kau tidak siap bertemu orang tuaku??” tanyaku menyelidik.
“hmmm… hanya sedikit takut!” dia memberi senyum kecil padaku.
kugenggam tangannya.
“yun, kalau kau tak mau ikut! biar aku saja sendiri! mungkin kau belum siap…”
“aniya! aku tak apa! aku akan ikut denganmu!” jawabnya mantap.
“gomawo yun!” kucium pipinya.

*yunho POV*

“yoochun!!! kau harus menolongku! bagaimana ini besok adalah hari pertemuanku dengan keluarga jaejoong!!! aku akan melamarnya!!! aku bisa gilaa!”
aku menelepon yoochun sahabatku untuk meminta nasihat.
“aigoo… kau heboh sekali!”
kudengar suara junsu mendesah disampingnya. kupikir sekarang mereka sedang making love.
“kau gila chun! besok adalah hari yang sangat menakutkan untukku! aku akan melamar jaejoong! bagaimana aku harus bilang kalau aku menghamili jaejoong dan bersedia bertanggung jawab!! bagaimana kalau mereka tak terima?! bagaimana kalau mereka menentang? bag-”
“yun! tenang saja!!! kau pasti bisa menaklukan mereka!”
“apa kau bilang?!! menaklukan gimana??”
“hmmm…. apa keahlianmu??” ujarnya.
keahlianku?? hmmm… aku seorang aktor yang cukup terkenal. aku bisa dance sedikit dan aku bisa nyanyi. paling gak suaraku gak fals.
“entahlah chun!”
“hmmm… kau bisa menyanyi bukan??”
“hmmm… sedikit!”
“kau lamar dengan nyanyian saja!”
“kau gila chun!!! bagaimana kau berpikir tentang hal itu?? ini pertemuan keluarga resmi yoochun! bukan sedang konser!!!”
“kupikir semua orang akan terpesona mendengar suaramu yun! hahaha….”
“ahh, kau tidak membantu chun! aku serius!!!” aku mulai panik.
“tenang bro! bayangkan saja kau sedang menyatakan cinta pada kekasihmu! apa yang akan kau lakukan saat itu?!”
“hmmm…. entahlah!” ujarku polos.
“aishh… kau ingat apa yang kau lakukakan saat menyatakan cinta pada mantan-mantanmu!”
“ne,.. aku menyanyikan mereka sebuah lagu kesukaan mereka!”
“yup! itu maksudku! lakukan apa yang biasa kau lakukan untuk memikat orang lain! dan hal yang akan kau lakukan untuk memikat jaejoong serta keluarganya! give their ur charming!”
“hmmm…. baiklah!”
saran yang aneh! tapi mungkin bisa kucoba.

~ke esokkan harinya~

sekarang kami berada di perjalanan menuju kediaman jaejoong di chungnam. perjalanannya cukup memakan waktu sekitar 2 jam. tanpa terasa kini kami semakin dekat dengan rumah jae. ya tuhan jantungku mau copot rasanya. aku merasa jantungku berdetak sangat kencang seperti mau keluar saja.
“yun, kita sampai!”
suara jaejoong membuyarkan lamunanku. apakah kita sekarang sudah sampai…. oh tidak!
aku memarkirkan mobilku di depan sebuah gerbang yang besar.
“ayo, yun!”
jaejoong menarik tanganku.
dia memencet bel rumah.
“ting…tong…”
keluarlah sesosok bapak tua mengahmpiri kami.
“tuan jaejoong!!”
dia terlihat sangat kaget, sekaligus senang. kupikir dia mungkin pelayan atau apalah.
“hi ahjussi!!” balas jaejoong dengan senyum lebarnya.
“ini pasti teman tuan jaejoong itu bukan?? dia sangat tampan!”
“ne ahjussi! dia kekasihku!”
“perkenalkan aku jung yunho! kau bisa memanggilku yunho saja!”
ujarku sembari menjulurkan tangan.
“ne, saya lee hyuk jae! anda bisa memanggil saya eunhyuk! saya kepala pelayan disini!”
“ne…”
“tuan dan nyonya sudah menunggu kedatangan kalian sejak tadi! ayo mari silahkan masuk!”
saat aku mulai memasukki pekarangan rumah. kulihat sebuah rumah yang sangat besar dengan bangunan vintage berdiri kokoh disana. dikelilingi oleh taman yang dipenuhi beraneka ragam bunga yang berwarna warni. seperti menandakan kehidupan dirumah besar itu penuh dengan kehangatan.
taman bunganya ditata dengan sangat rapi. di tengah-tengah taman itu terdapat sebuah air mancur dengan para cupid mengelilinginya. aku tak pernah tahu jaejoong ternyata berasal dari keluarga kaya raya.

eunhyuk membawa kami ke rumah utama.
dia mengetuk pintunya dan keluarlah sesosok wanita yang sangat cantik. awalnya kupikir dia mungkin noona nya jae karena dia memiliki banyak sekali noona. tapi…
“umma!!!”
jaejoong langsung menghambur kepelukkan wanita itu.
umma dia bilang?? bukankah wanita itu terlihat terlalu muda untuk memiliki 9 orang anak???!!!
“oh, honey!!! aku kangen sekali denganmu!!!”
dia memeluk jaejoong layaknya jae seorang anak berusia 10 tahun.
“aku juga umma!!! aku kangen umma!!!”
“honey! ini siapa?? temanmu itu??”
“ne, umma! dia yang aku bicarakan kemarin pada umma!!”
jaejoong terlihat seperti anak kecil.
wanita itu memberikan senyuman padaku.
“siapa namamu?”
“jung yunho ahjumma!”
“ooo… yunho sshi!”
dia memberikan senyuman manis padaku.
“kau sangat tampan yunho sshi! pantas jaejoong bersedia membawamu kesini!”
aku memeberikan senyum kecil.
“mari masuk!” ujar wanita itu.

kami berkumpul bersama seluruh keluarga jaejoong di sebuah ruangan tamu yang sangat besar. mungkin karena keluarganya adalah keluarga besar. ayah jaejoong memiliki wajah yang sangat tampan dia juga terlihat sangat kebapakkan. ibunya pun juga sangat cantik mirip dengan jaejoong. orang tuanya terlihat sangat serasi. meskipun sudah tua tapi mereka masih sangat mesra. aku berharap semoga nanti kalau aku dan jaejoong sudah tua, kami bisa seperti orang tua jae yang masih mesra. kakaknya jaejoong mereka semua juga cantik-cantik, beberapa dari mereka sudah ada yang menikah bahkan punya anak. namun tetap saja diantara semuanya jaejoong ku yang paling cantik. entah kenapa dia terlihat bersinar saat dia sedang berbincang-bincang dengan keluarganya. dia terlihat sangat senang dapat berkumpul dengan keluarga besarnya. noona nya terlihat sangat menyayangi jaejoong dia sepertinya memang sangat dimanja. mungkin karena dia anak laki-laki satu-satunya dan dia juga anak bungsu.

“semuanya makanan telah siap!” eunhyuk sshi mempersilahkan kami ke ruang makan.
ruang makannya sangat besar terdapat sebuah meja yang sangat panjang diisi dengan sekitar 20 kursi. di langit-langit ruang makan terdapat lukisan-lukisan bernilai seni tinggi. dan di sudut ruangan terdapat sebuah grand piano berwarna keemasan. aku hanya bisa mengatakan satu kata MEWAH itu kata yang paling tepat melukiskan tempat ini.
aku duduk disamping jaejoong dan disamping kanan ku adalah noona nya jae yang bernama taeyoon
dia adalah kakak tertua jaejoong. dia memiliki wajah yang mirip dengan jaejoong dia juga cantik. dia sudah menikah dan memilki satu orang putri.

“akhirnya kita semua dapat berkumpul bersama disini! bersama dengan jaejoong dan kekasihnya!” appanya membuka pembicaran yang sukses membuat aku dan jaejoong salting.
“yunho sshi! kami persilahkan anda untuk memperkenalkan diri!” ujarnya.
DEG…
“eee?? saya??” ujarku polos.
“ya, silahkan yunho sshi!” dia mempersilahkanku berdiri dari bangkuku.
jaejoong tersenyum manis untuk mensupport ku.
aku berdiri tegap meskipun kakiku sedikit gemetaran.
“hmmm…ehemm… annyeonghaseyo! nanun jung yunho imnida! saya adalah kekasih jaejoong sekaligus calon suaminya!” spontan jaejoong langsung salting. dia terlihat sedikit malu. pipinya memerah lucu.
seluruh keluarganya spontan tersenyum padaku.
“saya disini dalam rangka untuk melamar kim jaejoong putra bungsu dari keluarga ini sebagai kekasih saya sehidup semati!”
ruangan hening seketika.
“hmmm… tuan kim! bolehkah saya meminjam grand piano anda??”
dia terlihat sedikit kaget.
“ee…ohya! silahkan yunho sshi!”
“kamsahamnida!”
ujarku sembari membungkukkan badan.
perlahan aku dekati grand piano itu.
saat duduk rasanya jantungku berdetak-detak tak karuan. aku berusaha mengambil nafas sedalam mungkin. aku benar-benar nervous.

“lagu yang akan saya nyanyikan kupersembahkan untuk orang yang paling berarti dalam hidupku! orang yang selalu ada saat aku membutuhkannya! orang yang selalu kubuat kecewa, tapi dia akan memaafkanku begitu saja! orang yang bersedia memberikan jiwa dan raganya untukku, dan dia juga adalah orang yang akan memberikanku malaikat kecil yang selalu kunantikan! for my belove partner kim jaejoong!”
aku mulai memainkan tuts…tuts piano tersebut, ruangan hening tak ada seorangpun yang berbicara. dan aku mulai bernyanyi…

My love,

There’s only you in my life

The only thing that’s bright

My first love,

You’re every breath that I take

You’re every step I make

And I

I want to share

All my love with you

No one else will do…

And your eyes

They tell me how much you care

Ooh yes, you will always be

My endless love

Two hearts,

Two hearts that beat as one

Our lives have just begun

Forever

I’ll hold you close in my arms

I can’t resist your charms

And love

Oh, love

I’ll be a fool

For you,

I’m sure

You know I don’t mind

‘Cause you,

You mean the world to me

Oh

I know

I’ve found in you

My endless love

I’ll be that fool

For you,

I’m sure

You know I don’t mind

And, YES

You’ll be the only one

‘Cause NO one can deny

This love I have inside

And I’ll give it all to you

My love

My love, my love

My endless love

denting piano terakhir telah berhasil kumainkan. mataku yang terpejam mulai membuka perlahan.
dan kulihat di sekelilingku ibu dan kakak-kakaknya jae terdengar seperti menangis. dan aku memandang wajah jaejoong yang tersenyum begitu cerah padaku. aku berdiri dan membungkukan badanku.

“yunho sshi you have a wonderful voice!!”
appa jaejoong langsung menyambutku.
“kamsahamnida tuan kim!”
sembari menundukkan kepalaku.
umma jae menghampiriku.
“yunho sshi kau sangat tampan! kau hebat! darimana kau mempelajari piano?”
“hmmm… aku pernah belajar piano saat aku kecil!”
seluruh kakak jae berbisik-bisik sepertinya mereka membicarakan aku.
“jae kemari sweetheart!”
umma jae memanggil jae.
yoona noona membimbing jae maju kedepan.
jae berdiri disampingku. dia menggenggam tanganku.
“untuk kalian berdua! appa dan umma beserta seluruh keluarga disini telah memutuskan ntuk merestui hubungan kalian! kuharap kalian berdua dapat hidup bahagia bersama! dan yunho sshi tolong jaga jaejoong kami!”
aku tersenyum padanya.
“bolehkah saya memberitahukan sesuatu tuan kim??”
“oh… tentu! silahkan!”
“saya ingin memberitahukan kalian semua ini mungkin kabar baik atau sebaliknya! sekarang jaejoong sedang mengandung anak saya! dan saya meminta maaf karena membuat jaejoong seperti ini!”
aku berusaha tetap cool.
seluruh orang yang ada diruangan syok mendengarku.
“benarkah itu jae??”
umma jae bertanya pelan.
“ne…umma! mianhe…”
jae menundukkan kepalanya.
“kenapa kau malah meminta maaf jae?”
“ee… kupikir umma dan appa marah padaku??”
umma jae tersyum manis.
“untuk apa kami marah? bukankah seharusnya kami bahagia? karena kami akan mendapat cucu lagi dari little joongi?!”
jae langsung memeluk ummanya.
“gomawo umma! appa kau tidak marah kan??”
tuan kim terliahat bingung.
“eee…”
dia menatap jaejoong dan aku dalam.
“apakah aku harus marah pada kalian??”
kami menundukkan wajah kami.
“joongie, kau adalah malaikat kecilku! kau tumbuh sangat cepat! aku masih merasa kau baby kecilku tapi… aku sadar suatu saat aku akan melepaskanmu! dan kau yunho sshi aku masih merasa jaejoong terlalu muda untuk memiliki anak! tapi…. aku tak bisa berbuat banyak! aku tak marah pada kalian, aku hanya berpesan cinta adalah hal yang abadi dan tak akan pernah dapat terganti! maka itu jagalah cinta itu dengan baik!”
“appa! gomawo… aku sayang appa!”
“kamsahamnida tuan kim!”
“jadi kapan kalian akan menikah?!”
ujar umma jae.
“hmmm… kami tak tahu umma! mungkin nanti saja!”
“kalian tak akan menunggu sampai bayinya lahir kan??”
“aku akan menikahi jaejoong minggu depan!” ucapku tegas.
‘mwoo…”
jae terlihat kaget.
“ya, aku akan menikahimu minngu depan!”
ujarku sembari tersenyum.
“hwaaa…. bagus-bagus!!! kalian akan menikah! yee!!!” noona jae kompak bersorak-sorak kegirangan.
“pokonya kami semua yang akan menyiapkan segalanya! jadi kalian tak perlu capek!”ujar umma jae.
“tapi umma! aku tak mau merepotkan kalian semua!”
“tak apa jae! kau tinggal memilih cincin nikahnya saja! ok!”
“baiklah!”
“nah, sekarang untuk merayakan kehamilan jae sekaligus rencana pernikahan mereka ayo kita berpesta malam ini!”
“yeee!!!”
seisi ruangan langsung ramai mendengar kata pesta.
jae, sebentar lagi kau akan jadi milikku! milikku sepenuhnya!

*jaejoong POV*

yunho mengajakku ke toko berlian untuk membeli cincin pernikahan kami.
saat kami sedang asyik memilih-milih cincin tiba-tiba datang seorang wanita menghampiri yunho.
“oppa!!!”
dia langsung memeluk yunho dan bergelendotan mesra.
“oppa! aku kangen oppa! umma juga! oppa kemana saja sih?!”
“ahra lepaskan dulu pelukanmu! aku tak bisa nafas!”
aku hanya memalingkan wajahku dari adegan itu.
“ah, aniya! aku kangen oppa!”
akhirnya yunho melepas pelukkan wanita itu dengan kasar.
“ihh… oppa kenapa sih!”
lalu dia melihatku yang sedaritadi di samping yunho.
“sedang apa kau disini?!!”
dia memandangku dengan tatapan membunuh.
“kami sedang mencari cincin pernikahan!”
wanita itu terlihat syok.
“siapa yang mau menikah oppa?? kau kah???”
“ne… aku akan menikahi jaejoong!” ujar yunho tegas.
“andweee!!! tak boleh!!! oppa, kenapa kau malah memilih namja aneh ini ketimbang aku?! apa yang kau harapkan darinya! aku lebih cantik dari dia oppa! sadar itu!! lagipula kau bukan gay oppa!!!” dia berbicara sambil menunjuk-nunjukku.
“ahra! aku sudah bilang aku gay!!”
“bukaann!!!! kau bukan gay!!! bukan!!!”
“ahra ak-”
“kau bukan! kau calon suamiku jung yunho!!! apa kau tega membuat umma sakit hati!!! apa kau mau membuat umma cepat mati melihat tindakan bodohmu??!!”
“aku mencintainya ahra! dan aku yakin umma mengerti!”
“tidak!!! dia tak akan mengerti! dia membenci pria aneh itu!!!”
yunho terlihat berusaha menahan emosinya.
“jae ayo kita pergi saja kita cari do toko lain!”
dia menarik tanganku.
“oppa!!! kau mau kemana!”
wanita itu terus saja menggenggam tangan yunho.
“lepas ahra!!!”
“aniya!!!”
akhirnya yunho mendorong wanita itu hingga jatuh kelantai dan menarikku menjauh pergi.

“jae…”
“ne…”
“kau tak apa kan??”
tatapnya penuh kekhawatiran.
“ani yun!”
aku memberikan senyum kecil padanya.
“benar?”
“ne, benar!”
dia menggenggam tanganku perlahan.
“kau tahu aku mencintaimu bukan?”
“ne..”
“apa kau percaya padaku??”
aku menganggukkan kepalaku.
“gomawo jae! gomawo karena percaya padaku!”
“saranghae yun…”
kukecup bibirnya.
“na do saranghae kim jaejoong!”
dan bibir kami pun bertaut…

TBC

9 responses

  1. sora yagami

    hanya satu kata, bunuh ahra!!
    +ngpalin tangan+

    7 September 2010 pukul 21:27

  2. chiyohae~

    so sweeeeet..
    trnyata cow secool yunpa bisa grogi!!
    yaiyalaaaaah…ngelamar jaema gitu loooooo,,sapa juga yg gag grogi!tpi untungnya kluarga jae ramah2 ya…
    ahra dari dulu mpe skarang pgen qw tabokk!!

    8 September 2010 pukul 22:36

  3. leeeunhye aka hae's wife

    huueee….
    Romatiisssss bged…
    Q qra ortu jae umma gga bkal s’tuju..
    Huuhh tw na mrka smua stju…
    Yeyyyy…
    Ap2aan tu sii ahra.. Ngebetein..
    Unn chap ni ktmu stlah ngbek2 arsiip loh unn…
    Author : masa bodo..
    Hehehehehe…
    Pkok na qreen lah unn..

    19 Desember 2010 pukul 13:24

  4. ayo qta sate si ahra.. gnggu aja.. dzar pngganggu hrz dmuznahkan dri hdup yunjae..lanjud..

    4 Maret 2011 pukul 16:27

  5. EnnoKimLee

    Chukkae Umma.. Appa..
    Akhirnya nikah juga.

    Go Ah Ra..
    PergiLah Kau!!!
    Mengganggu saja, huu

    23 September 2011 pukul 22:09

  6. Ak rada bingung baca yang part ini..
    Mianhe thor….

    3 Oktober 2011 pukul 06:21

  7. DewiAriyani

    Wah asyik yunjae dapet restu dr ortunya jae…suka banget dgn cara ngelamarnya yunpa ama jae..(Mau dong dilamar kayak gitu) hehehehe😀
    Sih ahra emang cari mati nih…gak nyadar klo yunpa gak suka ama dy koq maksa banget sih…>,<
    Lanjutkan deh.!!!

    7 Oktober 2011 pukul 00:18

  8. jira

    ah ra ganjen banget ngenganggu yunjae aja

    25 Juni 2012 pukul 12:01

  9. jira

    ah ra ganjen banget ngeganggu yunjae aja

    25 Juni 2012 pukul 12:02

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s