fanfiction for our soul

Ada Cassiopeia Dimatamu (OneShoot)


Tittle : Ada Cassiopeia Dimatamu

Author : LYunjae aka Lyl-Yunjaeholic

Genre : YAOI/ Fluff/ and Comedy

Rating : PG13

Cast : Park Yoochun and Kim Junsu

Other Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong and Shim Changmin

“Chunnie…” panggil seorang pria berwajah imut pada pria yang tengah memeluknya dari belakang.

“Hmm??”

“Boleh aku bertanya sesuatu padamu?” tanyanya kembali sembari sedikit memiringkan wajahnya agar dapat menatap wajah Yoochun -pria dibelakangnya-

“Tentu saja beib, kau mau tanya apa?” sahut Yoochun. Matanya yang semula terpejam karena menikmati semilir angin sore kini terbuka. Menatap balik Junsu –pria imut- itu.

“Apa yang paling kau sukai dari diriku?”

“Mmmm semuanya! Aku menyukai semua yang ada pada dirimu beib” jawab Yoochun jujur. Junsu mendengus kesal.

“Aku kan bilang ‘paling’ dan itu berarti kau harus menjawab satu saja. Jangan semua pabo!” protes Junsu. Tangannya mencoba melepaskan pelukan Yoochun. Yoochun terkekeh seraya membalikkan tubuh Junsu sehingga kini wajah mereka saling berhadapan.

“Baiklah kalau begitu aku paling suka dengan pantat bebekmu. Bagaimana?” goda Yoochun. Tangannya mencolek dagu Junsu dan dengan cepat Junsu menampiknya. Wajahnya semakin ditekuk.

“Aish kecuali yang satu itu Yoochun!” sungut Junsu.

“Oh oke, oke aku akan jawab jujur, aku paling suka dengan matamu” kata Yoochun lembut.

“Eh kenapa? Ada apa dengan mataku?”Junsu bertanya sembari mengerjap-ngerjapkan mata sipitnya.

“Karena matamu sangat indah dan karena matamu pula yang mampu menaklukan hatiku beib” Yoochun memandangnya dengan mesra.

“Tapi kata Yunho hyung, mata Jaejoong hyung lah yang paling indah” kata Junsu polos. Yoochun mendengus.

“Tentu saja dia bilang seperti itu, dia kan kekasihnya!” cibir Yoochun.

“Lalu menurutmu? Mata Jaejoong hyung bagus atau tidak?” Junsu kembali bertanya.

“Menurutku mata Junsuku lah yang paling indah dan bagus…” jawab Yoochun sambil mengusap pipi Junsu yang kini memerah.

“Chunnie kau gombal sekali!” Junsu mencubit pinggang Yoochun centil.

“Tapi kau suka kan?” goda Yoochun dan wajah Junsu kini semakin memerah hingga ke telinga. Sementara Yoochun terlihat begitu senang karena sukses menggoda kekasihnya itu.

“Ah Chunnie ini sudah sore, ayo kita segera kembali ke apartemen. Aku takut Yunho hyung marah-marah karena kita keluar tanpa izin padanya” seru Junsu yang sudah menghilangkan rona merah diwajahnya sambil menarik tangan Yoochun agar bangkit dari duduknya. Yoochun pun mengikutinya dan memasang masker untuk menutupi wajahnya dan memakai kacamata hitamnya agar tak dapat dikenal oleh orang lain. Mereka pun berjalan meninggalkan taman yang sepi itu menuju mobil mereka yang tengah terparkir dipinggir jalan sambil bergandengan tangan. Cukup sudah kencan mereka sore itu.

“Junsu hyung!” Tangan Yoochun yang hendak membukakan pintu mobil untuk Junsu berhenti begitu saja. Yoochun dan Junsu pun menoleh ke asal suara tersebut. Dilihatnya seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun yang masih memakai seragam sekolahnya lengkap, berdiri tak jauh dari mereka berdua.

“Junsu hyung!” anak kecil itu kembali memanggil sambil berlari mendekati keduanya. Tangan kecilnya pun melambai-lambai. Yoochun dan Junsu saling berpandangan. Heran. Bagaimana mungkin penyamaran mereka masih dapat diketahui oleh seorang anak kecil?

“Eh kau siapa?” tanya Junsu setelah anak kecil itu berada dihadapannya. Anak itu tersenyum lebar. Memperlihatkan sederetan giginya yang ompong.

“Perkenalkan Moonbin imnida, umurku 10 tahun, aku bersekolah di Seoul Elementary School, anak ketiga dari 3 bersaudara, menyukai warna merah, hobiku menyanyi, menari dan mendengarkan lagu-lagu DongBangShinKi, aku fans berat Xiah Junsu, member DongBangShinKi yang suka sekali bermain sepak bola dan memiliki suara seperti lumba-lumba, aku sangat—”

“Cukup! Cukup!” potong Junsu cepat.

‘Cerewet sekali’ batin Junsu. Junsu berjongkok dihadapan anak kecil itu, mencoba mensejajarkan diri dengan tinggi anak si bocah.

“Bagaimana kau tahu kalau aku Xiah Junsu?” tanyanya seraya mengedarkan pandangan disekelilingnya. Was-was jika ada orang lain yang mendengar.

“Tentu saja aku tahu, aku kan fans berat Junsu hyung. Meskipun hyung menyamar seperti lumba-lumba pun aku pasti tahu” jawabnya bangga. Junsu mendengus. Diliriknya Yoochun yang terkikik disampingnya. Kemudian dipandanginya bocah 10 tahun itu dengan sebal. Matanya bertatapan langsung dengan mata Moonbin yang berbinar-binar. Namun entah mengapa tiba-tiba Junsu melotot dan cepat-cepat mengalihkan pandangannya dari Moonbin dan menegakkan kembali tubuhnya.

“Hyung aku minta tanda tangan dong. Supaya besok bisa aku perlihatkan ke teman-teman sekelasku. Ya? Ya?” Moonbin menarik-narik ujung jaket Junsu.

Junsu kembali melirik Yoochun yang langsung mengangguk cepat. Junsu menggerak-gerakkan matanya, nampak memberi petunjuk pada Yoochun akan sesuatu. Sementara Yoochun yang tak tahu hanya menggerakkan dagunya. Memerintah Junsu untuk menuruti perkataan si bocah. Junsu pun mengalah dan mengulurkan telapak tangan kanannya didepan Moonbin tanpa memandang bocah itu sedikitpun. Bagaimanapun juga fans harus dihormati bukan? Tak peduli berapa pun usianya. Namun entah mengapa sikap Junsu kali ini terlihat sangat tak menyenangkan sekali dimata Yoochun.

Bocah itu tersenyum senang dan segera mengeluarkan buku tulis beserta pensil dari tas punggung sekolahnya dan menyodorkannya pada Junsu. Junsu dengan cepat meraihnya dan membubuhkan tanda tangannya disalah satu halaman buku tulis yang kosong kemudian menyerahkan kembali buku itu pada Moonbin. Senyum Moonbin semakin melebar setelah melihat tanda tangan itu dan cepat-cepat memasukkan buku itu kedalam tasnya.

“Yess! Pasti besok teman-teman akan iri padaku” gumamnya sendiri.

“Sudah kan? Baiklah kalau begitu aku pergi dulu. Ayo Chunnie!” seru Junsu sambil menarik tangan Yoochun dengan paksa.

“Tunggu hyung!” Moonbin kembali memanggilnya. Menghentikan langkah Junsu dan Yoochun.

“Ada apa lagi??” Junsu memutar bola matanya. Dongkol.

“Aku mau foto bareng. Boleh kan?” tanya Moonbin penuh harap. Ditangannya kini terdapat ponsel yang entah milik siapa. Junsu memandang ponsel yang ada ditangan anak itu. Heran. Anak kecil 10 tahun jaman sekarang sudah memiliki ponsel? Ckckck hebat!

“Mianhae tapi aku sedang terburu-buru, lain kali saja ya” tolak Junsu, tetap tanpa menatap anak itu. Yoochun yang sejak tadi berdiri disampingnya kini mengerutkan kening. Yoochun benar-benar merasa sangat aneh dengan sikap Junsu kali ini. Terkesan angkuh.

“Tapi hyung, aku tak tahu kapan kita akan bertemu lagi” kata Moonbin sedikit kecewa.

“Junsu kau ini kenapa sih? Dia kan hanya minta foto bersama, apa susahnya?” Yoochun kini angkat suara. Tak tega melihat raut kecewa anak kecil didepannya. Junsu menatapnya tajam dan lagi-lagi matanya bergerak-gerak bersamaan dengan bibirnya yang bergumam tak jelas ditelinga Yoochun. Nampaknya dia memang hendak menyampaikan sesuatu namun Yoochun benar-benar tak tahu.

“Sudah sana cepat berdiri disamping Moonbin! Sini biar aku saja yang memotret” Yoochun mendorong tubuh Junsu mendekati Moonbin dan meraih ponsel yang Moonbin sodorkan.

“Junsu bungkukkan badanmu sedikit! Dan lebih merapat pada Moonbin!” Yoochun mengarahkan sambil menggerak-gerakkan tangannya. Junsu kembali menatap tajam dirinya, tetapi Yoochun sama sekali tak menggubrisnya.

“Junsu senyum! Jangan cemberut seperti itu! Jelek!” protes Yoochun. Junsu pun menarik bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman yang amat sangat dipaksakan. Sedangkan Moonbin memasang senyum lebar.

KLIK!

=====================

“Beib kau kenapa sih? Mukamu jelek kalau seperti itu!” tanya Yoochun setelah sekian menit berada didalam mobil dengan keheningan. Ya, entah mengapa Junsu diam saja sepulang dari taman tadi.

Junsu tak menjawab, melainkan hanya melirik Yoochun dari sudut matanya. Lirikan yang cukup mengerikan bagi Yoochun.

“Apa kau marah karena Moonbin tadi?” tanya Yoochun kembali. Junsu mendecakkan lidahnya dan membuang muka. Menatap jalanan sore yang begitu ramai. Yoochun menghela napas. Dia benar-benar tak tahu apa yang sebenarnya membuat Junsu seperti ini. Apa mungkin benar karena Moonbin? Tapi kenapa? Yoochun merasa tak ada yang salah dengan anak itu. Lantas kenapa Junsu merasa sangat menghindari anak 10 tahun itu? Bahkan dia tak memandangnya sedikitpun. Yoochun sangat tak suka sikap Junsu tadi. Dia kurang menghargai bocah tadi yang jelas-jelas fans beratnya.

“Beib sikapmu tadi benar-benar menyebalkan. Seharusnya kau lebih menghargai Moonbin meskipun dia masih 10 tahun, tapi setidaknya bersikaplah sedikit manis. Dia itu fansmu! Seharusnya kau senang!” kata Yoochun kesal.

“Bukan begitu Chunnie, tapi apa kau tak menyadari sesuatu pada anak itu?” jawab Junsu akhirnya. Yoochun mengangkat alisnya.

“Apa?” tanya Yoochun tanpa mengalihkan pandangan matanya dari depan. Dan lagi-lagi Junsu mendecakkan lidahnya.

“Mata anak itu…” gumam Junsu.

“Ada apa dengan matanya?”

“Aish Chunnie, apa kau benar-benar tak menyadarinya?” Junsu sedikit menaikkan suaranya sambil memiringkan sedikit tubuhnya. Menatap Yoochun yang tampak serius dengan kemudinya.

Yoochun pun mulai mengingat-ingat kembali wajah anak kecil yang baru beberapa menit lalu dikenalnya. Mencoba memikirkan akan maksud dari perkataan Junsu. Sementara Junsu menatapnya tak sabar.

Beberapa detik kemudian…

“AHA! AKU TAHU!!” seru Yoochun tiba-tiba.

“Apa?” tanya Junsu meminta pertanggungjawaban. Bukannya menjawab, Yoochun malah terkekeh. Junsu mengerucutkan bibirnya. Yoochun benar-benar berhasil menambah kedongkolannya.

“Ya Tuhan Kim Junsu! Jangan bilang kalau kau kesal karena Moonbin sakit mata?” tebak Yoochun disela-sela tawanya. Junsu mengangguk pelan.

“Memangnya kenapa kalau bocah itu sakit mata beib?” tambah Yoochun.

“Aku takut tertular”

“Bbbff—BHUAHAHAHAHAHHAHAH” kali ini Yoochun benar-benar tak dapat menahan tawanya. Perutnya terlihat naik-turun tak beraturan. Junsu memandangnya sebal.

“Ya Yoochun pabo! Kenapa kau malah tertawa?!?” Junsu berteriak kencang. Tangannya memukul-mukul lengan Yoochun. Yoochun berusaha berkelit. Bagaimanapun saat ini dia sedang mengemudi.

“Mianhae beib, mianhae hehehe. Lagipula kau itu seharusnya jangan begitu. Beruntung Moonbin masih kecil, tak begitu menanggapi sikapmu tadi. Coba kalau dia berusia 17 tahun, pasti dia akan membencimu karena dia memiliki idola yang angkuh dan sombong”

“Tapi aku tak mau tertular! Aku tak mau mataku memerah dan bengkak seperti itu!” sanggah Junsu.

“Ssstt jangan bicara seperti itu, nanti kau malah tertular beneran loh!” goda Yoochun.

“Iiihh amit-amit deh!” Junsu bergidik. Sementara Yoochun hanya tersenyum simpul

============================

Malam harinya…

“Junsu kalau menonton televisi jangan terlalu dekat, nanti matamu sakit!” Jaejoong yang tengah menyiapkan makan malam mencoba mengingatkan Junsu yang sedang asyik menonton televisi sendirian dengan jarak tak sampai satu meter.

”Hmmm” sahut Junsu namun tak sedikitpun beranjak dari layar datar 21 inchi didepannya. Jaejoong hanya memanyunkan bibirnya karena tak ditanggapi, kemudian Jaejoong beranjak menuju kamarnya dan memanggil Yunho yang tengah membaca buku sambil bersandar pada ranjang untuk makan malam. Kemudian dia memanggil Yoochun dan juga Changmin

“Beib ayo makan!” ajak Yoochun begitu keluar dari kamar, pada Junsu yang masih asyik menonton televisi. Junsu hanya mengangguk sekilas tanpa mengalihkan pandangannya.

“Beib jangan menonton televisi terus dan oh! Kenapa kau tak memakai kacamatamu?” menyadari sesuatu, Yoochun mendekati Junsu dan membalikkan wajah pria imut itu untuk menghadap wajahnya.

“Memangnya kenapa?” tanya Junsu polos. Yoochun mendengus.

“Bodoh! Aku sudah berapa kali bilang, jangan lupa pakai kacamatamu tiap kali kau menghadap televisi agar kau tak perlu menonton televisi sedekat ini! Matamu bisa sakit Junsu!” ujar Yoochun. Kesal.

“Eheheh mianhae Chunnie aku lupa. Lagipula lihat, mataku tak apa-apa kan?” sahut Junsu tenang sambil membuka kelopak matanya menggunakan jari telunjuk dan ibu jarinya.

“Awas kalau kau sampai sakit mata, jangan salahkan aku!”

====================

Jarum jam kini menunjuk pada angka 2 malam. Sepi. Tentu saja. Selarut ini semua orang sudah bergumul dengan mimpi-mimpinya. Namun tidak bagi pria imut itu, berulang kali tidurnya terasa sangat terganggu. Entah apa yang mengganggunya. Junsu berguling kekanan dengan mata setengah terpejam. Sesekali tangannya mengucek-ngucek matanya. Gatal. Itulah yang dirasakannya. Sedetik kemudian Junsu berguling kekiri hingga tubuhnya membentur tubuh yang tengah tertidur disampingnya.

“Ung…” lenguh Junsu masih dengan mata terpejam. Tangannya kembali mengucek-ngucek matanya.

Merasa terganggu dengan gerakan-gerakan tubuh Junsu, Yoochun yang tidur disampingnya pun terjaga, namun dengan kesadaran yang belum pulih 100% tentu saja.

“Hmmm beib kau kenapa sih?” tanya Yoochun dengan mata setengah terpejam. Dilihatnya Junsu yang tertidur dengan posisi berbalik 90° dari posisinya semula.

“Eng…” Junsu hanya menjawabnya dengan gumaman tak jelas. Tangannya kini berhenti mengucek mata dan kembali berguling kekanan, sehingga pria itu kini tengkurap. Mata terpejamnya berkedip-kedip, tampak seperti orang yang kelilipan.

Yoochun yang memang mengira tak ada apa-apa dengan Junsu pun akhirnya tertidur kembali.

======================

Keesokan paginya…

Junsu terbangun dari tidurnya begitu mendengar suara ribut-ribut diluar kamarnya. Didengarnya Changmin yang merengek pada Jaejoong untuk meminta porsi sarapan lebih dan suara Yunho yang memarahi sang magnaenya itu. Junsu melirik jam weker berbentuk bola disisi ranjangnya yang menunjukkan pukul 7 pagi. Junsu menggerutu kesal karena merasa tidurnya terganggu oleh orang-orang diluar sana. Matanya pun terasa masih sangat berat untuk dibuka. Tampaknya semalam dia benar-benar tak dapat tidur dengan nyenyak. Junsu hendak memejamkan kembali matanya namun menyadari ranjang disampingnya yang sudah kosong, dia pun mengurungkan niatnya.

“Kemana Chunnie?” gumamnya pada diri sendiri sambil duduk ditepian ranjangnya. Matanya berkedip-kedip saat cahaya matahari pagi menerobos tirai kamarnya. Pria imut itu mengangkat kedua tangannya, meregangkan otot-ototnya. Dengan masih setengah terpejam, Junsu menyeret kakinya menuju kamar mandi. Mendadak kepalanya terasa berat begitu tubuhnya berdiri. Matanya pun terasa amat berat sebelah.

Junsu membuka pintu kamar mandi dan masuk dengan terseok-seok. Nampaknya nyawa pria itu belum utuh sepenuhnya. Junsu berjalan mendekati wastafel, berniat untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Masih dengan setengah terpejam, Junsu berdiri didepan kaca wastafel sambil menggaruk-garuk perutnya yang dirasa gatal. Perlahan matanya sedikit terbuka, menatap kaca wastafel didepannya. Tiba-tiba Junsu tersenyum pada bayangannya sendiri, dilihatnya rambutnya yang acak-acakkan dan bahkan ada beberapa rambutnya yang berdiri. Kemudian pandangannya beralih pada tangannya yang masih menggaruk perut buncitnya.

Krucuuukk~

Lagi-lagi Junsu tersenyum sambil memandangi perutnya –yang baru saja bersuara- dari pantulan kaca. Kemudian pandangannya kini beralih ke bibirnya, dilihatnya samar-samar garis mengering disudut bibir sampai pipinya. Lalu pandangannya beralih semakin keatas, mulai dari hidungnya, kemudian matanya…

1 detik… Junsu mulai mengerjap sekali

2 detik… Junsu mengerjap untuk yang kedua kali

3 detik… Junsu kembali mengerjap ketiga kali

4 detik…

“HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA CHUNNIEEEEEEEEEEE!!!”

“Uhuk!” Yunho yang tengah menikmati secangkir kopinya mendadak tersedak.

Duk!

“Aduuhh!” Changmin yang sedang memungut koran yang dijatuhkannya di bawah meja makan, kepalanya terbentur ujung meja.

Praaaang!

Jaejoong yang membawa piring, menjatuhkan piring-piring itu dari tangannya begitu saja.

Brak! Byuuurr!

Sedangkan Yoochun yang hari ini mendapat giliran mengepel apartemen, tiba-tiba terpeleset karena kakinya menginjak kain pelnya sendiri dan menyenggol bak berisi air bekas pel.

Menyadari suara teriakan histeris sang kekasih, Yoochun pun cepat-cepat berdiri dan berlari menuju kamarnya. Pinggangnya terasa amat sakit.

“Beib ada apa?” tanya Yoochun penuh khawatir setelah menemukan Junsu yang tengah berdiri didepan kaca wastafel sambil menutupi  wajahnya dengan kedua tangannya. Yoochun mendekat dan membalikkan tubuh pria imut itu untuk menghadapnya.

“Kau kenapa beib?” tanya Yoochun kembali dengan tangan menyentuh pundak Junsu. Junsu menggeleng-geleng cepat, masih dengan tangan yang menutupi wajahnya.

“Su kau kenapa sih?” tanya Yunho yang kini sudah berada dikamar mandi YooSu bersama Jaejoong dan Changmin dibelakangnya.

“Pagi-pagi sudah bikin orang serumah jantungan!” sahut Jaejoong. Lagi-lagi Junsu hanya menggeleng-geleng. Yoochun, Yunho, Jaejoong dan Changmin mendengus kesal.

“Beib…” Yoochun mencoba menarik tangan Junsu dari wajahnya, dan perlahan Junsu pun menurutinya, membuka tangan yang semula menutupi wajahnya

“Hiks Chunnie…mataku…” Junsu menunjuk mata kanannya yang terlihat merah dan bengkak.

Yunho, Jaejoong dan Changmin terdiam dan saling berpandangan, namun dalam hitungan detik…

“BHUAHAHAHAHHAHAHA” ketiga orang itu tertawa terpingkal-pingkal secara bersamaan. Sementara Yoochun berusaha untuk menahan tawanya. Bagaimanapun dia tak tega melihat wajah menangis Junsu.

“Sudah kubilang kan, ini pasti karena kau kena omonganmu sendiri kemarin” kata Yoochun sambil menepuk-nepuk lengan Junsu. Sedangkan Junsu masih menangis sesenggukan.

“Hyung seharusnya kau senang memiliki warna mata merah seperti itu!” celetuk Changmin disela-sela tawanya.

“Senang kenapa *sob* ?” tanya Junsu sambil sesenggukan

“Merah kan Cassiopeia!” tambah Changmin cepat. Sontak ketiga hyungnya pun tertawa, kecuali Junsu tentunya…

==FIN==

Huahahahhaha bnrn gejeeeeeeeeeehhh bgd kan??sumpah aku gag tw napah isa bQind FF kyk begini, aneeeeeehh bgd hahhahaha. Ini FF Yoosu pertamaku en jg FF yg pertama aku post disini ^^

Maap yah kalo ngecewain, abizNa otatQ agy eror! Okeh d tggu commentNa hehe ^^

8 responses

  1. wagh sie lyl udah jaoin
    heheh

    met gabung ^^
    lum bc ntr deh yah koment nya nyusul #plakk

    27 Agustus 2010 pukul 20:57

  2. sora yagami

    bwahahahaha..
    +ngakak+
    luchuuuu…
    byangin mata junsu yg imut2 tu bngkak gr2 skit mata!!
    hwahahahaha..
    +ngakak lgi+
    Aduuh..perut q sakit!

    27 Agustus 2010 pukul 21:51

  3. Kim Yuki

    mkax su, jgan ska ngmong yg aneh2!! Kna ndri kan gtahx!! Pzti kren 2 mta ada cassienya!*ngakak*
    #plakk# *d gmpar yoosu*

    q lpa mngnalkan driq!! Annyeong…yuki imnida. Sya istrinya jaejoong *d gbukin istri JJ yg laen*

    ayo ngpost FF yg laenx ya unnie!!

    27 Agustus 2010 pukul 22:09

  4. hanaee777

    huaaaahahaha…

    kacian ci su…
    seruu ada ff yg bginian di marii…

    bis isinya yaoi angst klu bca ff macem nii menghibur jga..

    28 Agustus 2010 pukul 15:35

  5. Zeedictator

    muahahaha.. kalo gt JYJ ama homin dibuat sakit mata aja ya biar keinget ama cassiopeia, trus balik lg berlima.. *ngarep.co.kr

    saran ni buat author klo mo bikin ff baru, si changmin dipairing ama sapa gt kek, masa jomblo mulu. ama kyuhyun, kibum, ato minho gt (ato ama saya aja #dijotos changmin)

    ditunggu ff lainnyaaaa..

    29 Agustus 2010 pukul 20:41

  6. Vichyunjaelf

    Junsu pa lucu bnget,haha btl jga kta minie mrah kan cassie

    17 Desember 2010 pukul 01:03

  7. KarinSuju

    Huwaaaaa,,,,
    meski akhirny junsu oppa pnya warna cassiopeia tp gk rela klo junsu oppa hrus sakit…..
    Cassie gk akan rela klo junsu oppa smpe harus sakit……
    Kan ksian junsu oppa n yoochun oppa jdi gk bs bilang klo matany junsu oppa yg pling bagus donk…..

    Harusny dbikin pantatny ajh yg merah…..
    *dtendang junsu*

    1 Juni 2011 pukul 06:52

  8. Kekekekkee,,,ada cassiopea d matamu..
    Cinta sih cinta tp kasian amat lumba2ny kena penyakit mata..
    Kekekeke,,,,

    2 Oktober 2011 pukul 01:23

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s