fanfiction for our soul

Terbaru

For All My Beloved Reader :*


yuhuuuuuuuuuy *lamabai-lambai gaje* maaf banget yah soal keterlambatan pengumuman pemenang lomba FF Mimin disini lg sibuk semua jadi belum sempet mengurusi blog ini, But we back again dear.. thx bgt buat semua author dan reader yg mendukung blog ini sehingga blog ini bisa sebesar sekarang, ngga kerasa udah 1 thn blog ini ada dan juga semakin bertambah keluarga besar yaoi fanfiction ini, meskipun sudah bnyk bermunculan blog fanfic lainnya tapi kami adalah blog multi fandom yaoi pertama di dunia wordpress kami, buat yg bertanya pengumuman akan kami umumkan tgl 18september maaf banget jadi molor selama 1 bln *bow* ohh yah kami masih menirima jika ada reader yg ingin bergabung menjadi keluarga Besar author tetap looh ^^, silahkan hub no Admin hanae di author page tapi mohon maaf kami hanya menerima author tetap kami tidak menerima author freelanc,untuk syarat dan ketentuan silahkan ditanyakan ke admin hanae, Kami segenap keluarga besar Yaoi Fanfiction mohon maaf Lahir dan batinatas semua kesalahan kami dan Kami mengucapkan terima kasih kepadaa seluruh reader yg masih setia bersama Yaoi Fanfiction

with love

ADMIN TERCINTA

Reader dilarang mengcopy paste fanfic di dalam blog ini!!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

How to get PASSWORD?

Mau dapet password?

Ikuti ketentuan dibawah.

1 koment di prolog atau chapter sebelumnya
(Yang belum di protect tentunya)

2. Hubungi author yang bersangkutan.
Beri user name yg biasa kalian pergunakan ketika comment di blog.

3.Kami akan memberikannya,jika anda memberikan komentar di chap sebelumnya.

karna banyak reader yg nanyain facebook sama twitternya ini admin masukin fb sama twitnya author tinggal di klik aja namanya, jangan lupa follow official twitt blog kita @yaoi_forfujodan

ini facebook para author

bangvip257

bluedevil9293

bunyfamily2321

jungryesun

febydyanna

hanaee777

intan9095

ka9uno

keyicha

lylyoonjae

roronoa4kwang

queenloveminho

ini twitternya

bangvip257

bluedevil9293

bunyfamily2321

jungryesun

febydyanna

hanaee777

rorona4kwang

queenloveminho



<3 FF 2Min <3 ‘U are so Beautiful’ [YAOI / Part 2]


Title : “U Are So Beautiful”

Main cast : 2Min

Length : Part 2 / YAOI

Author : Keyicha / Song Hyun In

#################################################################

Setelah kejadian ‘pencurian ciuman’ yang dilakukan oleh Taemin, Minho menjadi ‘sedikit’ aneh. Ia menjadi suka melamun dan terkadang tersenyum2 sendiri seraya menyentuh bibirnya. Onew yang sering memergoki tingkah aneh Minho menjadi heran sendiri.

“Hey~! Minho! Apa yang terjadi denganmu, eoh? Kau senyum2 sendiri seperti orang gila”, tanya Onew suatu hari yang sangat penasaran akan sikap Minho saat istirahat. Minho hanya menoleh sebentar, lalu kembali dengan aktivitas ‘daydreaming’nya. Onew geleng2 kepala. “Kurasa kau sudah gila”, ucap Onew lalu pergi meninggalkan Minho.

“Gila?? Apa aku gila??”, Minho bertanya pada dirinya sendiri. ‘Hey~! Minho..! Bukankah kau sudah tahu kalau Taemin itu tidak seperti yang kau kira? Mengapa sekarang kau menjadi sering memikirkannya?’, seperti ada suara hati yang berusaha mengingatkan Minho. ‘Aahh.., itu tidak penting, Minho. Sepertinya Taemin yang cantik itu menyukaimu. Buktinya ia menciummu. Sudah.. kau kejar saja namja cantik itu!’, suara yang lain membujuk Minho. Kepala Minho miring ke kiri dan ke kanan seperti orang ling-lung.

“Aarrgghh..!!! Sepertinya aku memang benar2 sudah gila”, Minho mengacak2 rambutnya kesal lalu berjalan keluar kelas.

Minho sedang berbelok ke koridor yang menuju ke kantin ketika ia melihat hal itu. Ia melihat hal yang entah mengapa membuat amarah dan rasa cemburunya membuncah. Lee Taemin, namja cantik yang kemarin mencuri ciuman pertamanya sedang berciuman dengan seorang namja di sudut koridor yang agak gelap. Minho mengepalkan tangannya. Tanpa disadarinya, dan entah setan dari mana yang merasuki dirinya, tiba2 saja, Minho mendorong namja yang mencium Taemin, dan secepat kilat menarik Taemin pergi.

“Hey…lepaskan aku..!”, Taemin berusaha menarik tangannya dari genggaman Minho, namun tidak berhasil. Minho mencengkeram tangan Taemin erat dan terus menyeretnya menyusuri koridor menuju atap sekolah dengan diam.

—–

Brakk~!!

Minho menendang pintu atap sekolah. Detik berikutnya, ia menarik dan mendorong Taemin kasar ke sudut tembok, lalu memenjaranya dengan kedua tangannya. Napas Minho naik-turun. Ia juga menatap Taemin tajam.

“Ya!! Kau ini kenapa? Apa maksudmu melakukan ini?”, Taemin berusaha memberontak. Ia memukul2 bahu Minho, tapi Minho terlalu kuat. Tangan kekar Minho mencengkeram kedua tangan Taemin dan menempelkannya ke tembok. Ia lalu mendekatkan wajahnya. Taemin sedikit takut.

“Aa… Apa maumu?”

Minho terus saja menatap Taemin dengan mata elangnya. Seperti ada api yang berkobar terpancar dari mata lebar Minho.

“Kau… Mengapa kau mencium namja tadi, huh?”, Minho akhirnya mengeluarkan suara bass-nya.

“Mwo??”, Taemin tidak mengerti.

Minho berdecak kesal, “Ck…, jangan pura2 bodoh”.

Taemin semakin bingung. Kesabaran Minho mulai habis. “Bukankah kemarin kau menciumku? Mengapa tadi kau mencium namja lain? Apa maksudmu melakukan itu, huh?”, Minho menarik kerah baju Taemin. Entah mengapa ia menjadi posesif seperti ini. Taemin sangat terkejut akan perkataan Minho. ‘What?! Jadi karena itu?’, Taemin membatin antara kesal, marah dan senang. Ia yakin kalau Minho cemburu. Taemin pun mengeluarkan ‘smirk’-nya.

“Oohh.., jadi karena itu. Lalu apa masalahmu? Bukankah itu terserah aku? Kau tidak berhak mengaturku. Kau bukan siapa2ku. Pacar juga bukan”, ucap Taemin menantang. Minho menggertakkan giginya, “Kau..!!”

Taemin tersenyum penuh kemenangan. “Wae?? Apa kau cemburu, huh”.

Minho semakin kesal dibuatnya. Tanpa berpikir panjang, tiba2 ia memegang dagu Taemin dan menciumnya telak. Taemin sangat terkejut akan serangan tiba2 itu, namun ia juga tidak menolaknya. Ia bahkan menikmati setiap hisapan dan kecupan yang diberikan Minho, meskipun pada awalnya ciuman Minho agak kasar. Justru itulah kenikmatan yang dirasakan Taemin dari bibir Minho. Minho memang berbeda dari namja2 lain yang pernah berciuman dengannya.

Cukup lama Minho dan Taemin berciuman. Hingga ketika Taemin kehabisan napas dan akan membuka mulutnya untuk memberikan ruangan yang lebih, Minho melepas ciumannya. Taemin agak kecewa. Di lihatnya, Minho menatapnya lagi, seperti merasa melakukan hal yang bodoh.

“itu…bukan apa2. Kita impas. Kau menciumku dan aku balas menciummu. Dan itu…itu juga berarti kalau kau tidak boleh mencium namja lain lagi. Arasseo?!”, setelah mengatakan itu, Minho pergi meninggalkan Taemin yang mematung antara heran dan bingung.

“Ck…, apa maksudnya? Seenaknya saja membuat keputusan”, Taemin menggumam kesal. Ia lalu menyentuh bibirnya dan tersenyum, “Tapi.. Aku sangat menyukai bibirnya”. *Gubrak*.

### TBC ###
Part selanjutnya pake NC. ^_^v
Hoho… :p

<3 FF 2Min <3 ‘U are so Beautiful’ [YAOI / Part 1]


Title : “U Are So Beautiful”

Main cast : 2Min

Length : Part 1 / YAOI

Author : Keyicha / Song Hyun In

#################################################################

“Omo..!!Cantik sekali..!!Siapa dia?”,Minho tidak bisa menutup mata dan mulutnya.Bahkan matanya yang besar semakin melebar bagaikan keroro.

“Oh..!Kau tidak tahu.Itu Lee Taemin,kekasih Kim Jonghyun yang terkenal itu.Kemana saja kau,eh?”,heran Onew akan kelakuan Minho yang menurutnya berlebihan.Tentu saja karena memang yang ada di mata Onew hanya Key,kekasìhnya seorang.

“Aku tidak tahu.Selama ini tiap istirahat aku selalu tidur di atap sekolah”,jawaban Minho membuat Onew geleng2 kepala.Mengapa namja di depannya ini begitu aneh?Padahal kalau diperhatikan,Minho cukup tampan.Bahkan lebih tampan dari dirinya yang berpipi gendut dan bermata sipìt.Selain itu,Minho juga tinggi dan berhidung mancung.Tapi semua keistimewaan itu menjadi tidak berarti karena sifat Minho yang pemalas.

“Ya!! Mengapa kau melihatku seperti itu?Jangan2..,kau naksir padaku”,kata Minho tiba2 seraya menyilangkan kedua tangannya di dada yang sontak membuyarkan lamunan Onew.

“Mwo??Aku naksir kau.Tsk..,yang benar saja.Najis tau..”,Onew bergidik lalu pergi meninggalkan Minho dengan sebal.

“Aku kan cuma bercanda.Pemarah sekali dia”,Minho mengedikkan bahunya.Ia lalu memasang earphone di telìnganya dan berjalan ke tempat favoritnya,atap sekolah.

—–

Minho membuka pintu atap sekolah.Ia terkejut ketika mendapati seorang namja sedang tidur di pojok tempat ia biasanya membaringkan tubuhnya.

“Bukankah dia….”

Minho mendekati namja itu dan mengamati setiap inci wajah namja tersebut. Ia tidak sadar kalau hidungnya bahkan sudah menempel di atas hidung namja itu.

“Neomu yeppeo…”, ucap Minho masih menatap namja itu lekat2 tanpa berkedip sedikitpun. Hingga akhirnya….

Namja itu membuka matanya.Biasanya seseorang yang sedang tidur dan ditatap seperti itu,pasti orang tersebut akan terkejut dan berteriak. Namun,lain halnya dengan namja satu ini. Ia hanya diam saja dan detik berikutnya ia malah memegang kedua pipi Minho.

“Kau… Apa kau tertarik padaku?”,tanya namja cantik itu tiba2 dengan penuh percaya diri. Minho ternganga akan pertanyaan itu. What the…?? Apa yang dikatakan namja ini?? Minho pun segera menjauh.

“Mwo? Apa maksudmu? Percaya diri sekali kau..”, Minho berusaha mengelak. Bagaimanapun ia harus sedikit jual mahal,bukan? Meskipun ia adalah namja yang serampangan dan malas,tapi ia tidak ingin dipandang sebagai cowok gampangan atau apa. Laki2 harus memiliki harga diri dan juga prinsip. Paling tidak itulah yang selalu dipegang teguh Minho sampai sekarang. *bagus Menong,lanjutkan..!! XD*.

“Huh.. Kau bohong. Aku tahu bagaimana semua namja di sekolah ini menilaiku”, namja cantik itu tidak mau kalah. Ia menatap Minho tajam. “Aku tahu kalau semua namja di sekolah ini sangat mengidolakan seorang Lee Taemin,dan aku tahu kau pasti salah satu dari namja2 tersebut”,namja cantik bernama Lee Taemin itu berkata dengan angkuhnya. Sepertinya Minho telah salah menilai.

‘Uapaa..? Yang benar saja..’. Minho menjadi kecewa dan sedikit emosi.

“Hey..,dengar ya. Aku bukan namja2 itu,dan aku juga bukan salah satu dari mereka”, ujar Minho ketus dan akan berlalu pergi ketika tiba2 Taemin menarik tangan Minho dan ….

CHU~PP!!

### ToBeContinued ###

NB : Comment n Like, please~!! >__<

S.E.C.R.E.T (Part 1)


Title : S.E.C.R.E.T
Genre : romance, comedy, m-preg, boyxboy, YAOI, sedikit CANON, OOC, etc
Length :
Author : LaillaMP
Main Cast :
-    Park Geonil
-    Kim Sungje
Other Cast :
-    Kim Kwangsu
-    Yoon Sungmo
-    Song Jihyuk
A/N : ada yang sering main ke kumpulan fanfic? pasti liat ff ini. hehehe XDXD maap ya udah lama ga share ff disini :D lagian kayaknya pada belom tau couple ini sih… biar saya kenalkan. look at the photo yaa :)
Cerita ini murni fiksi dan dari otak gue tanpa paksaan siapapun. Gue bikin ff ini bukan untuk menjelekkan mereka, atau mengharap mereka beneran jadian atau kawinan. Sekali lagi ini FIKSI!!!!
Kalo ada ff yang sama kayak ff ini, itu bukan kesengajaan. Karena gue belum pernah baca ff yang kayak begini.

WARNING!!!
FF INI HARUS DIBACA OLEH ORANG YANG MENGERTI ANTARA FIKSI DAN NONFIKSI!! GUE GA NERIMA KOMENTAR BASHING!! INI CUMA FIKSI!!!!!!! OKAY???

***

Baca kelanjutan halaman ini »

MyungJong/One-Shoot/PG-13


ANyeong yeorobun #SUJUD ,Mianhe lama gak muncul yah #Mewek,Specialy buat Ahjuma yang udah berbaik hati jadiin gw Admin walo jarang muncul #grin,gw kira gw udah di pecat lowh dari admin,rupanya kaga,makasih pokonya buat ahjuma

N buat yang mau contac ane silahkan sms ke 085350049112,just sms yah :D

Main Pair : MyungJong Infinite Couple (Myungsoo (L) & Sungjong)

Gendre : Angst,Romance

 

************************************************************************************************************************

Namja Cantik itu tersenyum memperhatikan Namja tampan di depanya,mereka berdua sedang duduk berhadapan di sebuah cafe di salah satu jalan di Seoul

 

Namja tampan itu menyadari tatapan dari Namja cantik di depanya,”Waeyo?”,ucapnya sambil mengangkat kepalanya dari buku tebal di tanganya

 

“Aniyo,hanya memandangmu saja”,Jawab Namja Cantik bernama sungjong

 

Namja tampan bernama L itu menaikan alisnya,”Ada sesuatu di wajahku?”

 

“Ani,tak ada apa-apa di wajahmu”,Gelengnya

 

L tersenyum kecil,”Aneh”,Gumanya lalu kembali menekuni buku yang di bacanya

 

Sungjong terus tersenyum,perasaannya menghangat setiap melihat wajah tampan kekasihnya,mengalahkan dinginnya hawa hujan yang mengguyur kota Seoul

 

‘Drrt….Drrt….Drrt…’

 

Melihat Handphone nya bergetar,di ambilnya oleh L,lalu di lihatnya sms siapa yang masuk ke Handphonenya,Lalu Ia mengertukan dahinya bingung

 

“Nugu?”,Penasaran Sungjong

 

L dengan wajah tersenyum menatap ke arah Sungjong,”Ani,Hanya teman sekampus saja”,Jawabnya sambil jari-jarinya dengan lincah membalas Sms

 

Sungjong mengangguk,”Umm….,Arraso”,Gumanya sambil tersenyum kecil

 

‘You Know Hyung~…,I know who Your Friend,I know that and I just close my mouth’

 

———————————————————–

 

“Hyung Odie?”,Tanyanya sesaat sang kekasih mengangkat telponya

 

“Aku sedang di rumah,Mianhe aku tak bisa menemanimu jalan-jalan Ne?, kepalaku tiba-tiba sakit”,Jawang Kekasihnya

 

Sungjong mengulum senyum,”Sudah minum obat?,Apakah aku perlu ke sana?”,Ucapnya

 

“Gwenchana Baby,Aku hanya sakit kepala biasa saja,sebaiknya kau diam di rumah saja Ne?,Udara dingin,nanti kau Flu”,Jawabnya

 

Sungjong kembali tersenyum,”Nde Hyung,Arraso cepat sembuh Ne?,Saranghae~”,Ucapnya pelan

 

“Umm,Nado saranghae”,Balas L,lalu mematikan Handphonenya

 

Mata Sungjong berkaca-kaca

“Bila kau mengatakan kau sedang di rumah,lalu siapa orang yang sedang ku lihat di sana?,Bila kau sedang sakit siapa orang yang sedang berjalan di sana itu?,Bila kau memang mencintaiku,mengapa harus ada orang lain di sisimu?”,Gumanya dengan linangan air mata di pipinya,terasa hangat namun dingin dan sakit di saat bersamaan

 

Siapa yang tak sakit hati bila melihat kekasihmu berjalan sambil bergandengan tangan dengan seorang Yeoja cantik di sisinya

 

‘I know U lie,But I’am Still Love You,But I can’t hold my tears anymore,I just Can close my Eye’

 

———————————————————–

 

‘From : Sungjong

To : Nae L-Hyung

 

Hyung kau berada di mana?’

 

‘From : Sungjong

To : Nae L-Hyung

 

Kau sedang sibuk kah?’

 

‘From : Sungjong

To : Nae L-hyung

 

Hyung~……,Kau sedang di mana?,Mengapa tak membalas SMS ku?’

 

Sudah berpuluh-puluh SMS yang di kirim Sungjong untuk kekasihnya,namun tak ada satupun yang di balas oleh L,Di cobanya untuk menelpon namun hasilnya tetap sama

 

“Hyung,Odieseyo?”,Gumannya lirih,sambil memegang Kue tart bertuliskan ‘Happy B’day Nae L’ di atasnya,tanpa lilin,karena Ia takut lilinya akan meleleh sampai habis,Sudah dua jam Ia berdiri di depan apartemen Kekasihnya,mengapa tak naik lalu pencet bel saja?,Takutkah?,Mungkin ia takut bila mendapati sang kekasih tak membukakan pintu untuknya,Mungkin karena tak ada di rumah atau terlalu sibuk dengan urusanya sendiri

 

“Hyung,Jebal~…,Ku mohon kau angkat”,Gumanya dengan Handphone berada di teliganya,Namun nihil kembali tak ada jawaban

 

Di bulatkannya tekatnya,lalu di langkahkan kaki ringkihnya menaiki lift menuju lantai apartemen kekasihnya,Saat Lift terbuka di langkahkan kakinya menuju Apartemen sang kekasih

 

Ia ragu apakah ia harus mengetuk,menekan bel,atau langsung masuk?,Dan ia lebih memilih langsung memasuki Aprtemen itu,dan Itu adalah keputusan yang salah

 

“Hyung~”,Gumanya pelan menatap nanar sepatu Yeoja bertengger manis di samping sepatu kekasih

 

Ia masuk,menatap nanar pakaian Yeoja dan Namja yang berserakan di lantai,di langkahkannya kakiknya pelan menuju ke kamar kekasihnya,tiga langkah sebelum kamar itu,Ia melihat pemandangan yang sejujurnya sudah di duganya karena Pintu kamar yang setengah terbuka,lalu Ia tersenyum masam,Ia ambil langkah Mundur secara perlahan,di pasangnya kembali kedua sepatunya,di tutupnya kembali pintu Apartemen sang kekasih

 

“Saengil chukka hamnida,Saengil Chukka hamnida,saengil chukkae Nae L-Hyung,Saengil chukka hamnida”,Nyanyinya pelan dengan sungai yang menghiasi kedua matanya,di letakannya Kue ulang tahun di tanganya di depan pintu Apartemen L kekasihnya

 

“Semoga di antara kalian tak ada yang menginjaknya”,Doanya kembali tersenyum lalu pergi dari tempat itu

 

‘I can’t Close my eye anymore,but I just can walking away’

 

———————————————————–

 

“Yoboseyo,Baby?”

 

“Nde Hyung,wae?”,balas Sungjong sambil duduk bersandar di tempat tidurnya

 

“Minahe ne,kemari aku berjiarah ke makam orang tuaku,dan Handphone ku rupanya mati,jadi aku tak tahu kau menelpon dan meng’sms ku”,Ucapnya

 

Sungjong tersenyum lemah,’Kebohongan baru lagi’,Katanya dalam hati,”Gwenchana Hyung”

 

“Dan terimakasih atas Kue nya yah,maaf aku baru melihatnya saat pulang ke Apartemenku tadi siang”,Ucap L

 

“Gwenchana Hyung,Gwenchana,Aku mengerti”,Lirih Sungjong sambil memejamkan matanya

 

“Kau di mana Baby?”

 

Sungjong tampak berpikir sebentar,”Aku ke rumah orang tuaku Hyung,Nunna ku sebentar lagi mau menikah jadi aku dalam beberapa hari ini mungkin tak akan berada di Seoul”,Jawabnya

 

“Jinjjayo?,Kapan Nunna mu menikah?”,Ragu L

 

“Mungkin tanggal 3, Uhuk Atau 4 entahlah masih belum mereka tentukan”,Jawabnya sambil terbatuk kecil

 

“Kau sakit Baby?”

 

“Ani Hyung,Cuman sedikit batuk”

 

Hening melandan,”Hmm….,Arraso jaga kesehatan mu ne?,Saranghae”

 

Sungjong tersenyum kecil,”Nde Hyung,Nado saranghae”,Ucapnya

 

Kembali kedua sungai itu menghiasi wajahnya,Dia sudah cukup merasa sakit,apakah sakit itu harus di tambah lagi dengan kebohongan-kebohongan kekasihnya?

 

‘What must I do?,I can’t walk away,I can’t close my eye,I can’t close my Mouth Anyomore,Please tell me what must I do Hyung’

 

———————————————————–

 

“Nugu?”,Ucap Sungjong pelan dengan senyum menghiasi wajahnya

 

“Nugu?,apa maksudmu?”,Balas L

 

Mereka saling berhadapan,menatap ke dalam mata masing-masing di bawah guyuran Hujan salju

 

“Yeoja-chingumu kah?”

 

L mengerutkan dahinya,”Yeoja-Chingu siapa?”

 

Sungjong kembali tersenyum,”Hyung Kau kira aku tak tahu siapa yang selalu meng’sms mu?,Kau kira aku tak tahu siapa yang bergandengan tangan dengan mu,Dan apa kau kira aku tak tahu dengan siapa kau menghabiskan hari ulang tahunmu?,Hyung aku lelah”,Seru Sungjong sambil menangis

 

L terdiam,”Mianhe Sungjongie”,Ucapnya pelan

 

Sungjong tertawa pelan,”Aku lelah Hyung,selama dua tahun aku berjuang supaya kau menyukaiku,Selama tiga bulan aku merasakan kebahagian itu,dan selama lima bulan aku merasakan sakit kau Hianati”,diambilnya helaan napas panjang,”Lalu kau hanya berkata Mianhe?”

 

L memejamkan matanya,”Kau tahu sungjongie,Aku ini normal,Aku menyukai Yeoja,dan asal kau tahu alasan ku menerimamu hanyalah khasian”,Serunya sambil menujuk-nunjuk Sungjong,”Yeoja itu adalah kekasihku yang memutuskanku,Aku masih menyukainya”

 

Sungjong terpaku,Jadi inilah jawaban dua tahun perjuangannya,dan lima bulan rasa sakit hatinya?,Ia tertawa keras,”Mianhe Hyung,Aku terlalu bodoh untuk menyadari kalau kau tak pernah mencintaiku,Aku terlalu bodoh kalau kau hanya meng’khasianiku,,Mianhe Hyung”,Katanya sambil tertunduk di tanah bersalju

 

L terdiam,ia merasa lega mengeluarkan semua isi hatinya,namun ia merasa sakit di saat bersamaan melihat namja di hadapanya tersakiti olehnya

 

“Minhe Hyung,aku menyita waktumu,Hyung pergilah lebih dahulu,aku bisa pulang sendiri”,Lirih Sungjong tanpa bisa mengangkat kepalanya

 

“Mianhe atas perlakuanku selama ini,Dan Gumawo atas perhatianmu selama ini”,Ucapnya lalu berbalik pergi

 

Sungjong terpaku,matanya nanar menatap punggung Namja yang di cintainya berjalan menjauhinya,Ia sungguh mencintai Namja itu,sangat-sangat mencintainya,Ia kira ia yang di sakiti,namun bukankah Yeoja itu yang lebih tersakiti bila tahu Namja-chingunya menjalin hubungan dengan sesama Namja?

 

Ia tak merasakan dinginya salju yang membelai tubuhnya,Bibirnya membiru,namun ia tak mempunyai tenaga untuk mengerakan kedua kakinya,Ia sudah terlalu lelah

 

‘What I must I do is Just Leave You Hyung~,Thank’s For always beside me,and Honestly I really love you,Trully from bottom of my Heart’

 

———————————————————–

 

L berjalan pelan,kakinya terasa berat meninggalkan namja yang menghiasi hari-harinya selama beberapa bulan ini

Alasan kenapa ia menerima Namja cantik itu adalah karena Yeoja yang di sukainya tiba-tiba meminta putus darinya,Lalu Namja cantik itu datang dengan ketulusan hatinya,Mencintainya sepenuh hati

Awalnya Ia ingin mulai belajar mencintai Namja cantik itu,Namun tiba-tiba Yeoja itu kembali masuk ke kehidupanya,Ia bimbang namun ia masih mencintai Yeoja itu

ia menjalani kehidupan asmara yang membingungkan,Antara kesetiaan dan kesabaran Sungjong dan Juga Kesabaran dan kecintaannya terhadap Yeoja itu

 

L menghentikan langkahnya,Ia kembali berpikir

Di saat kedua orang tuanya meninggal siapa yang berada di sisinya?,di saat ia sakit dan membutuhkan tempat bersandar siapa yang ada di sisinya?,Dan siapa yang tulus mencintainya?

 

L terpaku,di kepalanya muncul memori-memori yang di lalui nya bersama Namja kecilnya,dan sadar atau tidak Ia selalu tertawa bila berada di samping Namja cantik itu,tersenyum dan saling bercerita

 

Dia teringat akan berbagai memori yang tak pernah di lakukannya dengan Yeoja-chingunya,Sungjong mau menerima segala kekuranganya,Mau mengerti dirinya,Hobbynya,kehidupanya

 

Namun Yeoja-chingunya hanya mencintai kesempurnaannya dan Hartanya

 

Rasa cintanya dulu kepada yeoja itu membutakan matanya,Ia sadar rasa cinta itu mulai memudar,digantikan oleh Nafsu semata

 

Tapi bila bersama Sungjong,Ia tersenyum tulus,tertawa lepas,Ia bisa dengan bebas menunjukan sifat ke’kanak-kanakannya,Ia bisa menjadi dirinya sendiri

 

Dan L menyadari hatinya sudah beralih ke Namja cantik itu,ia sempat goyah lima bulan yang lalu dan ia menyesalinya,Dan ia tak ingin menyesali hal itu lagi

 

L berbalik lalu ia berlari sekenjangnya menuju ke arah tubuh ringkih sungjong yang masih duduk bersimpuh,Di peluknya tubuh itu

 

“Mianhe Sungjongie,Mianhe,Aku mencintaimu,Aku sungguh-sungguh mencintaimu”,Ucapnya sambil terisak menangisi kebodohannya

 

Sungjong terpaku,’Benarkah kau memelukku kembali Hyung?’,Gumannya pelan

 

“Mianhe,Mungkin kau tak akan mau memaafkanku,namun aku bersungguh-sungguh mencintaimu”,Ucapnya sambil menciumi telinga dan rambut sungjong

 

Sungjong tersenyum,”Nde Hyung,Tapi aku tak ingin di sakiti lagi,Aku sudah lelah hyung”,Ucapnya sambil mendorong L pelan

 

L terdiam lalu di ambilnya Handphone di sakunya

 

“Yoboseyo?,Waeyo Honey?”,Suara genit seorang Yeoja menyapa gendang telinga Sungjong

 

“Hanul-ah,Mianhe sebaiknya kita akhiri hubungan ini”,Kata L membuat sungjong membulatkan matanya

 

“WAE?,Kau tak bisa begitu saja memutuskan hubungan kita oppa”,Tak terima Yeoja itu

 

“Mianhe,Aku sudah mencintai seorang Namja Cantik yang berada di hadapanku ini,Aku sudah melupakan rasaku padamu”,Jawabnya

 

“Namja?,Oppa kau pacaran dengan Namja?,Itu menjijikan”,Ucap orang di seberang telpon

 

L tersenyum lembut,”Gwenchana,Terserah kau menganggap ku apa.Aku sudah terlanjur mencintai Namja cantiku”,Ucapnya sambil membelai pipi Sungjong lembut,”Mianhe ne,Kau bisa menghapus nomorku bila mau”,Di matikanya Handphoenya lalu di lemparkanya Handphonenya ke arah lautan luas

 

“Hyung,Apa maksud semua ini?”,Lirih Sungjong

 

“Aku mencintaimu,Aku sadar akan kebodohan ku,Aku juga sadar tak kan semudah itu kau memaafkanku,tapi aku bisa menunggu,bahkan aku mampu menunggu dan membuatmu kembali membukakan hatimu untukku,walau harus memakan waktu hingga berpuluh-puluh tahun”,Ucapnya sambil menyatuka kedua dahi mereka

 

Sungjong menangis,”Aku percaya padamu Hyung,Ku mohon jagalah kepercayaanku ini”

 

L mencium bibir sungjong Lembut,”Pegang omonganku kali ini,bila aku melanggarnya kau boleh mencari selingkuhan kok”

 

Sungjong tertawa pelan,”Berarti aku perlu menyimpan nomor baru orang lagi ne?”

 

L mengerutkan dahinya bingung,”Nugu?,Pacar barumu?”,Kesalnya

 

Sungjong tertawa semakin lebar,”Nde…..,Karena bodohnya Namja baruku itu membuang Handphonenya ke laut”

 

L mengerti,lalu ia kemudian ikut tertawa,”Kajja kita pulang,nanti kau semakin kedinginan,Lihat saja bibirmu sudah membiru”,Ucapnya pelan sambil menatap khawatir wajah kekasihnya

 

“Kita pulang ke mana,Hyung”,Katanya sambil naik ke gendongan L

 

“Kita ke Apartemen mu saja Otte?,Ku rasa nanti saja aku mengambil barang-barangku di apartemen ku,Ku yakin nenek sihir itu ada di sana”,Jawabnya membuat sungjong terkekeh

 

“Siapa yang membolehkan mu tinggal Di Apartemenku?”,Candanya

 

“Aku sudah meminta ijin kepada kekasihku,dan dia sudah mengijinkan tuh”,Enteng L

 

“Aniyo,Aku tak pernah memberikan ijin”,Kekeh Sungjong

 

“Ku rasa pacarku sedang terkena Amnesia,makanya Ia lupa kalau kekasihnya ini sudah punya kunci duplikat apartemenya”,Jawab L sambil memutar-mutarkan badanya

 

“Hya…,Hyung berhenti”,Teriak Sungjong di acuhkan oleh L,Lalu mereka berdua tertawa bersama

 

‘If you leave me,I will catch you and Hug you thig,and I wouldn’t leave you anyomore nae Sungjongie,Nae Baby’

 

 

Banjai Selesai udah satu FF,Just Short FF,pengennya bikin full angst,but saya lagi baik jadi end nya rada ancur berantakan deh :D #Plak

Time To Love Part 4


Title : “Time To Love” *ga tau dah ni nyambung apa kagak ==”
Genre : comedy (?), romance (?), family, shonen-ai, yaoi, mpreg
Length : ga banyak-banyak (?)
Cast :
-    park geonil *Cho Shin Sung*
-    kim sungje *Cho Shin Sung*
-    other Cho Shin Sung members~
Summary : kim sungje, namja cantik yang kaya dan terhormat meminta tolong kepada park geonil, si kutu buku yang menyukainya untuk mengakui anak di dalam kandungannya itu sebagai anaknya, dengan jaminan sungje akan belajar mencintai geonil dan menerima apa adanya. Maukah geonil mengakui anak itu setelah sungje menolak cintanya mentah-mentah?
Disclaimer : all cast in this ff is belong to me *digaplak* and the story also mine. Jadi kalo ternyata ada ff yang mirip ama ff ini, itu bukan kesengajaan ^^
A/N : wahahaaaaaaa gue lupa akhirnya sama ff yang udah lumutan ini. kalo sering ke blog gue pasti udah tau sampe part 7. kkk
kalo ada yang lupa ceritanya, monggo di review~ Prolog | Part 1 | Part 2 | Part 3
yang mau tau siapa castnya, mohon maaf saya belom bisa kasih fotonya *lupa kebawa -_-

***

 

<< previous

“ya Tuhan.. hari ini aku masih bisa menikmati ini..” ucap sungje dalam hati.
Kini masalahnya bertambah lagi. Selain karena kehamilannya, tapi juga karena umurnya. Sungje tidak mempunyai penyakit khusus yang mematikan seperti kanker, stroke, atau jantung. Tapi.. ini tidak ada di dunia medis. Terlalu sulit bagi orang selain keluarganya memaklumi ini.
“sungje-ah!” panggil geonil karena sungje tidak bergeming dari tadi.
Angin sepoi-sepoi itu seakan menina-bobokannya. Membawa pergi suara-suara dan juga masalah-masalahnya ke tempat mereka berada.
Dengan cepat geonil langsung menangkap tubuh sungje yang ambruk. Dengan hati-hati ia mendudukannya ke atas kursi. Dengan kaki panjangnya, geonil mengambil kursi lainnya untuk didudukinya.
Mata itu terpejam sempurna. Nafasnya masih teratur. Wajahnya menunjukkan kelelahan yang amat sangat. Sungje tertidur.
Geonil menyandarkan kepala istrinya ke bahunya. Lalu mengelusnya dengan sayang.
“sweet dream, my prince..” kata geonil pelan. “mimpiin aku yaa..”

***

>> part 4 <<

— tiga minggu setelah menikah —

“Kau sudah mencari rumah baru?” tanya Sungje pada Geonil ketika lelaki itu sedang asyik mengotak-atik rumus untuk mencari jawaban.
Geonil tetap asyik pada pekerjaannya. Tidak mempedulikan Sungje yang sedari tadi terus membicarakan tentang rumah baru.
“GEONIIIIIIIIIL!!!!!” teriak Sungje jengkel sambil melempar tempat pensil ke kepala Geonil.
“Aaaah!!!” Geonil mengelus kepalanya. “Sakit tahu!!”
“Aku tidak peduli!” kata Sungje sambil memalingkan muka. “Kau harus mencari rumah baru!”
“Untuk apa?” tanya Geonil bingung. Pandangannya masih ke rentetan soal fisika yang memuakkan.
“UNTUK DIMAKAN!!” jawab Sungje jengkel.
Geonil meletakkan pulpennya. Lalu menatap Sungje dengan penuh perhatian bak seorang suami dari negeri dongeng (?)
“Bukankah rumah ini sudah menjadi milik kita? Eum?” tanya Geonil lembut.
“KATA SIAPA?! INI RUMAH HANYA UNTUK SEBULAN DITUMPANGI!!” Sungje menjawab dengan suara meninggi.
Geonil mengusap kupingnya. Kebiasaan Sungje selama 3 minggu ini kalau tidak makan bulgogi atau kimchi, ya.. marah-marah. Dan marah-marahnya itu bisa membuat gendang telinga pecah saking kerasnya suara dia.
“Ara.. Ara.. kenapa kau tidak memberitahuku dari kemarin-kemarin? Biar aku mencari pekerjaan dan—“
“DARI KEMARIN JUGA AKU SUDAH BILANG!! KAU TERUS PACARAN DENGAN RUMUS-RUMUS TAK JELAS ITU!!!!” teriak Sungje emosi.
“Hyung, jangan marah-marah! Nanti anak kita—“
“ANAKMU?!! SEJAK KAPAN?! INI ANAKKU DAN—“
“alright! Alright!” Geonil mengusap kupingnya lagi. “Aku akan mencari tempat tinggal besok.”
Geonil duduk di sebelah Sungje. Dengan tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya ke wajah Sungje. Wajah Sungje langsung memerah. Geonil tertawa dibuatnya.
“Kalau kau sering berteriak, aku akan menciummu! Camkan itu!” kata Geonil sambil berlalu ke kamarnya.
Sungje menatap Geonil sampai bayangannya hilang ditelan ruangan yang ia masuki. Ia lalu mengusap bibirnya. Memberi mantra agar tidak tersentuh sedikitpun oleh namja aneh dan gila bernama Park Geonil.
Tapi sebenarnya Geonil itu namja yang berani. Berani mengambil resiko. Ia berani menikah dengan Sungje yang berstatus sudah dihamili pria lain. Ia juga berani jujur pada ayah dan ibu Sungje tentang kondisi keluarganya. Orangtuanya sudah meninggal ketika ia masih 10 tahun. Tapi Geonil tidak pernah menceritakan tentang warisan yang ia terima. Juga tentang hubungannya dengan pria yang menghamili Sungje.
“Mau kemana? Malam-malam begini…” Sungje menatap bingung ke arah Geonil yang sudah rapi memakai celana panjang dan jaket tebal.
“Mencari pekerjaan. Siapa tahu ada.” Jawab Geonil sambil tersenyum manis.
“Untuk?”
“Kita perlu tempat tinggal kan? Makannya aku akan mencari pekerjaan.”
Sungje menatap keluar. Langit malam yang tidak berhias bintang. Dan sepertinya sebentar lagi akan turun hujan deras.
“Kenapa harus malam-malam?!” tanya Sungje. Ada sedikit nada khawatir di dalam pengucapannya. Dan Geonil menyadarinya.
“Siang-siang banyak yang melamar. Kalau malam hanya 1% yang berani melamar. Dan itu aku!” Geonil menghela nafas. “Ah.. boleh aku keluar, istriku?”
Badan Sungje mendadak panas dingin. Geli dengan perkataan Geonil yang menyebutnya sebagai ‘istri’-nya. Padahal ia tidak menganggap Geonil apa-apa.
“Boleh tidak? Sebagai suami yang baik, aku harus meminta izin pada istriku untuk pergi keluar!” kata Geonil lagi.
Sungje menghela nafas. “Terserah!”
“Terserahnya.. err.. sepertinya kau tidak menginginkanku keluar rumah. Okay. Aku disini saja! Lagian sudah mendung. Pasti hujan!”
Tepat sedetik kemudian terdengar suara gaduh rintikan air hujan diluar. Geonil tersenyum. Lalu menunjuk jendela.
“Untung aku minta izin! Kalau tidak, aku yakin aku pasti sakit besok! Ada ulangan biologi. Aku tidak mau izin.”
Sungje diam. Tapi dalam hati ia lega. Setidaknya ia tidak sendiri di rumah di saat hujan seperti ini. Sungje menatap keluar. Hujan semakin deras. Hatinya kembali mensyukuri perkataannya tadi. Kalau Geonil sakit, siapa yang akan menjaganya?
“ANI!!!!! Aishhh apa yang kupikirkan?!” Sungje merutuki dirinya sendiri. “Ah.. lapar! Ingin kimchi buatan nenek!”

****

Sudah pukul 12 malam. Semakin sepi dunia luar. Mungkin hanya ada satu-dua kendaraan yang lewat.
Sungje menatap keluar kamar. Pintunya sengaja tidak ia tutup karena hujan lebat diluar membuatnya takut sendiri. Geonil menawari jasa menjaga Sungje dari luar. Tentu saja Sungje menyetujuinya. Asalkan tidak masuk ke kamar dan tidur bersamanya.
Kriuuukkk..
Perut Sungje berbunyi. Hanya satu yang ia ingini. Kimchi buatan sang nenek! Tapi bagaimana ia memintanya? Tidak mungkin ia pergi keluar sendiri. Yang ada nanti keluarganya marah, belum lagi omelan Geonil yang pastinya lebih panjang dari sabang sampai merauke. Bisa-bisa anaknya lahir baru selesai marah-marahnya.
“Biasanya juga tega!!” malaikat jahat di sebelah kiri Sungje berbisik.
“Jangan! Lelaki berhati cheonsa itu sedang tidur. Tidak mungkin kan kau membangunkannya?” malaikat baik di sebelah kanannya ikut berkicau.
“Biasanya juga tega! Memangnya baru sekali kau menyuruhnya?” malaikat jahat kembali memanasi.
“Kim Sungje, apa kau pernah memperlakukan orang dengan sebaik-baiknya? Sekaranglah saatnya..”
Sungje mengacak rambutnya. “KENAPA KALIAN HARUS ADA DUA?! DAN KALIAN JUGA BERBEDA PENDAPAT?! AKU KAN BINGUNG!!!” teriak Sungje tanpa sadar.
“Eunggghhhh..” terdengar lenguhan panjang dari depan. Geonil bangun!!
“Gawat!!!” Sungje kembali membaringkan dirinya di kasur. Lalu menutup tubuhnya dengan selimut. Dua malaikat berbeda jenis itu tertawa cekikikan.
“Sialan! Bukannya membantu malah tertawa!!” ucap Sungje dalam hati.

*improvisasi gagal*

%%%

“Kenapa tidak bilang? Aku akan kesana kok!” kata Geonil sambil tersenyum. Walaupun terlihat lelah.
“Tidak usah kalau kau tidak bisa! Kau pasti lelah kan?” kata Sungje.
Geonil menggeleng. “Kau tunggu sini saja. Nenek pasti memaklumi cucunya yang suka kimchi kan?”
“Tapi…”
Geonil menghela nafas. “Apa? Kan kau yang selalu bilang ‘nanti anaknya ileran kalau tidak di turuti permintaannya’.”
“Jarak—“
“Tidak usah memikirkan jarak. Aku bisa berjalan saja. Kau menunggu disini saja.”
“Benar?” Sungje memasang raut wajah tak yakin.
Geonil mengangguk. “Keurom!”
“Kau disini saja. Jangan kemana-mana! Aktifkan terus HP-mu, kalau ada apa-apa telepon aku, ne?”

—- 4 jam kemudian —-

“Ini benar-benar buatan nenek!!” Sungje melahap kimchi buatan neneknya yang langsung dari sang nenek dengan penuh nafsu.
Geonil menghela nafas lega. Usahanya tidak sia-sia. Berjalan lebih dari satu jam pulang pergi, ditambah menunggu sang nenek membuat kimchi yang terkenal enak seantero keluarga dengan porsi yang banyak. Sebenarnya bahan pembuatan kimchi yang terkenal enak itu tinggal sedikit. Untungnya keluarga Sungje mempunyai tanah luas yang berisi (?) berbagai sayur dan buah-buahan. Kembali lelaki itu harus berjalan lima menit untuk mencapai kesana.
“Apa ada halangan?” tanya Sungje sambil terus melahap kimchi-nya. Kali ini di mangkuk yang ketiga.
“Err.. tidak.” Jawab Geonil.
“Bahan makanan tidak habis kan?”
Geonil tertawa kecil. “Kalau habis aku akan menjitakmu dengan cintaku!” *anjirrrr gombal gagal!! #digamparG
Sungje mendengus kesal. Lalu menjitak Geonil dengan sendok yang ada di tangannya. Geonil mengelus kepalanya kesakitan.
“Gombalanmu bikin sakit perut! Nih!! Lanjutkan makan! Aku mau tidur!” kata Sungje sambil melahap sisa kimchi di mangkuk ketiga.
Geonil mendengus. “Apa yang bisa dimakan?! Mangkuknya? Ckck..”

******

“Kau… kelas 2?” tanya Sungje heran ketika melihat Geonil melangkahkan kakinya ke kelas 2-1.
“Ne!” jawab Geonil dingin. “Baru tahu ya?”
Sungje mengangguk polos.
“Kelas 3-1 ada di atas kan? 10 menit lagi bel masuk!” kata Geonil membuyarkan lamunan Sungje. “Kalau kau merindukanku, tinggal ke atas. Tapi tunggu aku menyelesaikan ulangan biologiku!”
Sungje menggerutu geli di dalam hati. Lalu segera pergi dari hadapan si namja dingin bernama Park Geonil, bukan namja penuh perhatian Park Geonil.

&&&

“Dia benar-benar kelas 2?! Berarti dia adik kelasku? Dia lebih muda dariku? Aishhh jinjja!!” Sungje terus memikirkan kejadian tadi pagi.
Memang sudah hampir sebulan pernikahan itu berjalan. Dan Sungje tidak pernah sekalipun mau tahu urusan Geonil. Kelasnya, hobby-nya, makanan kesukaannya, minuman kesukannya. Yang ia tahu hanyalah Geonil menyukainya, dan pernah menyatakan cintanya dan ditolak mentah-mentah.
Angin sepoi-sepoi bertiup melewati balkon atas. Sungje menghela nafas. Membayangkan anak yang ada di kandungannya ikut pergi bersama angin kencang itu. Tapi kemudian ia sadar, tidak mungkin ia menyingkirkannya karena anak itu hadir karenanya. Karena kesalahannya.
“Jihyuk-ah, odiya?” gumam Sungje merindukan sosok itu. Lelaki tampan yang menjadi pujaannya. Yang sedang menempuh pendidikan kedokterannya di luar negeri.
“Aku akan kembali. Berjanjilah kau akan selalu ada untukku!” kata Jihyuk waktu itu. Sungje menatap langit nanar. Hanya jihyuk yang bisa memeluknya hangat di saat seperti ini.
“Disini dingin,” kata seseorang sambil memakaikan jaketnya di badan Sungje. “Kau bisa sakit. Anakmu juga ikut merasakan sakit. Tapi akulah yang lebih sakit karena melihat orang yang kusayangi sakit.”
Sungje menatap Geonil. Lalu kembali memalingkan muka. Wajah Geonil yang terlihat dingin tapi penuh perhatian itu membanjiri pikirannya.
“Aku ingat Jihyuk pernah bilang kalau ia akan kembali, dia juga memintaku untuk selalu ada untuknya..” kata Sungje sambil menerawang ke langit.
“Tapi akhirnya dia tidak kembali kan?” Geonil mengernyit kesal.
“Belum!”
“Tapi kau sudah milikku sekarang. Kau tidak boleh ada untuknya.”
Sungje menatap Geonil kesal. “Mwo?!”
“Kau ingat perjanjian kita? Jika aku mengakui anak di dalam kandunganmu itu sebagai anakku, maka kau akan belajar mencintaiku. Apa kau sudah lupa?”
Sungje diam.
“Karena kau sudah berjanji, aku akan selalu menagihnya. Janji itu utang, bukan?” tanya Geonil dingin. “Aku akan mencari pekerjaan nanti. Kau pulang sendiri, ya? Ini uang untuk membeli makan. Aku kan belum memasak!”
Sungje menghela nafas. Lalu menerima uang yang dipegang Geonil dan memasukkannya ke saku jas-nya. Setelah itu Geonil pergi. Bersama angin siang yang panas.

****

Malam hari, jam 12 malam…

Sungje menunggu dengan cemas. Dari tadi ia mencoba memejamkan mata. Tapi akhirnya ia membuka matanya lagi dan keluar kamar. Keadaan masih sama. Akhirnya ia memutuskan untuk menonton tv.
Tapi perhatiannya tidak terpusat pada layar tv yang menampilkan drama yang diulangi terus menerus. Perhatiannya lebih ke pintu jati berwarna cokelat.
“Aish.. aku mau kimchi yang dibuat Geonil..” tiba-tiba pikiran Sungje melayang jauh. Bawaan bayi selalu aneh-aneh.
“Geonil mana sih? Sudah jam 12 malam malah belum pulang!” ucap Sungje sambil mengerucutkan bibir.
“Ada yang kangen nih!” ucap seseorang. Sungje hampir terlonjak kaget mendengarnya. “Tadi kau mau apa? Kimchi buatan siapa?”
Geonil kembali menggoda Sungje. Penyakit lamanya kumat. Sungje kembali menelan ludah pahit mendengar godaan Geonil.
“Tadi mau kimchi buatan siapa? Tidak mungkin kan aku mendengar suara zombie?” goda Geonil lagi.
“Buatan nenek!!” jawab Sungje gondok.
“Eum? Kudengar.. dia mengucapkan nama.. G-Ge… nuguya?”
“GEONIL!! PUAS?!”
Geonil tersenyum manis sambil mengangguk senang. Rasa lelahnya setelah bekerja setelah pulang sekolah terbayar sudah.
“Kau menungguku?” tanya Geonil lembut. “Mau kimchi?”
“Buatanmu! Aku ingin masakanmu!” ucap Sungje jujur.
Geonil menghela nafas. “Tapi aku tidak punya bahan untuk membuatnya. Dan pasar juga… mana ada yang buka malam-malam begini?”
“Kau bisa mengambilnya di kebun milik keluargaku kan?”
“Kita sudah dewasa. Tidak bisa terus-terusan bergantung pada orang lain. Terutama orangtua.”
Sungje menghela nafas. “Lalu bagaimana?”
Geonil kembali menggoda Sungje. “Molla~ biarkan saja anaknya ileran!”
“AISHHHH GEONIIIIIIIIL!!!!!” Sungje menonjok Geonil dengan kepalan tangannya. Geonil tetap tertawa kecil sambil menangkis tinju-tinju yang dilontarkan Sungje.

****

Malam telah larut. Seperti tidak ada kehidupan. Geonil terus mengayuh sepeda bututnya untuk mencari pasar yang buka.
Kakinya berhenti mengayuh setelah melewati sebuah rumah besar berlantai 3 dengan gaya classic berwarna cokelat putih yang besar dan sangat mewah. Ingatannya kembali melayang ke umur 10 tahun. Ketika keluarganya masih lengkap. Ia mempunyai ayah, ibu dan seorang kakak perempuan. Hidup dalam buai kasih sayang yang melimpah, fasilitas yang amat sangat lengkap tanpa ada batasan dan kebahagiaan yang tidak terkira. Tapi itu semua sudah tidak berlaku sejak kecelakaan di umurnya yang baru saja menginjak 10 tahun. Kala itu kedua orangtuanya dan kakaknya ingin memberikan surprise untuk Geonil di suatu tempat. Mata Geonil ditutup. Ia tidak tahu apa-apa kecuali rasa gugup dan penasaran.
“Apakah kalian pikir ini tidak terlalu cepat? Kenapa kalian meninggalkanku dan kehidupan lamaku?” Geonil berbicara sendiri. Menggumam tepatnya.
Angin malam berhembus. Seakan bersimpati pada Geonil yang kehilangan keluarganya dengan mata tertutup di umur 10 tahun. Tapi itu lebih baik. Daripada melihat tubuh keluarganya terpanggang kena kobaran api dari mobil. Geonil satu-satunya korban selamat dalam ledakan mobil sedan mewah ayahnya itu.
Orang-orang bilang, ia anak ajaib. Anak yang sangat beruntung karena bisa selamat dari maut. Entah bagaimana caranya, padahal matanya ditutup. Tapi bagi Geonil kecil tidak. Ia merasa Tuhan sangat jahat padanya. Mengambil semua yang ia punya.
Geonil tersenyum lemah. Lalu mengayuh kembali sepedanya dan membuang gambar-gambar tentang masa kecilnya dari pikirannya. Geonil tidak mau memikirkannya lagi. Karena sekarang ia punya Sungje. Walaupun Sungje juga tidak berjanji untuk selamanya. Setidaknya ia berjanji akan mencintainya. Dan selalu ada..

***

“Aku pulang!!” teriak Geonil setelah pulang dari pasar pukul 3 pagi.
Tidak ada jawaban. Tentu saja karena Sungje tertidur pulas di sofa tanpa mematikan tv. Tidak ada acara lagi sekarang. Geonil menaruh sayur-sayuran yang dibelinya tadi ke dapur. Lalu mematikan tv di ruang keluarga.
“Ckckck.. Sudah dibelikan malah tidur!” Geonil tersenyum kecil. Kali ini ia benar-benar merasa beruntung. Merasa Tuhan adil padanya.
Geonil mengangkat tubuh besar Sungje ke kamar. Lalu menyelimutinya sampai menutupi badannya. Kemudian ia tersenyum. Dan kembali mensyukuri nikmat Tuhan yang paling indah ini.
“Saranghae~” ucap Geonil. Sangat tulus dari hatinya.

***

Sungje terbangun lebih dulu daripada Geonil. Ia berjalan keluar kamar dan langsung melihat Geonil tertidur di sofa seperti biasa. Memeluk dirinya sendiri karena tidak ada selimut.
“Ah~ what the hell aku bangun jam 8!” Sungje menggelengkan kepalanya. Lalu berjalan mendekati Geonil yang sedang tertidur pulas.
“Kau pasti lelah! Iya kan?” Sungje menyibak rambut Geonil yang menutupi wajahnya. “Tampan~”
Hup!!
Sungje menutup mulutnya. Tidak percaya kalau ia mengatakannya! Mengatakan bahwa Geonil tampan, memang tampan, dan amat sangat tampan dilihat dari dekat. Sungje segera berlari ke kamar. Menutup wajahnya yang memerah karena malu dan takut akan kejahilan Geonil yang diluar batas.
Tapi untungnya Geonil tidak membalas apa-apa. Ia masih tidur. Sangat pulas. Akhirnya Sungje memberanikan diri keluar kamar.
Perhatiannya langsung tertuju pada tas yang ada tak jauh dari sofa. Ia membuka tas hitam besar itu. Di dalamnya ada handphone, baju, handuk, buku, dan album foto. Sungje mengambil album foto itu pelan-pelan. Lalu membukanya pelan-pelan pula. Takut ketahuan.
Foto pertama.. Geonil kecil sedang tersenyum
Foto kedua… Geonil kecil lagi, sedang tersenyum sambil melambaikan tangan pada kamera
Foto ketiga.. Geonil mengerucutkan bibirnya. Sangat manis! Terlihat sangat kekanakan. tidak sepertinya sekarang, dingin dan misterius.
Foto keempat.. Geonil bersama seorang perempuan kecil, tapi umurnya sepertinya lebih tua dari Geonil.
Foto kelima.. Geonil sedang berenang. Begitupun sampai foto ke-limabelas. Foto-foto Geonil waktu kecil sedang berenang. Ada yang bersama gadis kecil itu, lalu sedang memeluk ibunya, membawa piala dengan keadaan badan yang masih basah. Tapi satu yang menjadi pusat perhatiannya. Foto Geonil kecil dengan seorang anak laki-laki kecil, bergigi kelinci dan berambut panjang. Berkulit putih dengan badan yang berisi.
“Ck! Seperti mengenalnya…” gumam Sungje. “Ngapain dia bawa album foto ini? Isinya foto kecil semua!”
Saat Sungje sedang memikirkan anak kecil yang berada di samping Geonil kecil, album foto itu terangkat. Diangkat tepatnya.
“G-Geonil…”
“Siapa yang menyuruhmu mengacak tasku?” Geonil menatap Sungje tajam. Sangat tajam. Membuat Sungje bergidik ngeri.
“A-Aku…”
Geonil langsung membawa album foto itu ke belakang. Sungje tidak mengikutinya. Ia tidak berani menampakkan dirinya di depan Geonil yang sedang marah.
Kali ini Geonil benar-benar misterius. Tidak seperti waktu kecil yang terlihat selalu tersenyum, bahagia dan tertawa. Geonil membuatnya penasaran. Sangat penasaran!!

TBC

otte?? leave some comment yaa !!
adn follow my twitter @geooniil2 ^^

Saranghae Kim Mingsoo (Part 1)


 

Title : Saranghae Kim Mingsoo (Part 1)

 

Author : Queenloveminho aka Hyo

 

Genre : Romance, M-preg n cri tw ndri..ok^^

 

Rating : PG-15 – NC-21 ^^

 

Length : 1-?

 

 

WARNING!! YAOI, Shoneun-ai, Boys love, BoysXBoys, typo, gaje, and M-PREG .. GA SUKA JGN DBCA Say.. DILARANG BASHING karna ga cocok ma COUPLE nya.. Harus tinggalkan KOMEN ok ^^

 

Cast :

 

Lee Sungyeol ( Yeollie )

 

Kim Myungsoo ( Myungsoo / Mingsoo / Myungie / L )

 

 

Other Cast :

 

Lee Sungjong ( Sungjong )

All member Infinite ( Sunggyu, Woohyun, Hoya, Dongwoo )

dLL..

 

Disclaimer : Cast and other cast punya aku#plakk# cerita murni hasil pikiran aku.. jangan di  CoPas yo.. jangan bashing ok^^ ..

 

 

NB : Ini FF baru aku. Semoga menarik dan banyak yang suka.. ^^ MyungYeoL lagi deh pokoknya.. hehehe..  Disini Myungsoo lebih muda dari sungyeol*emang aslinya gitu kan*plak* Namun Myungsoo lebih tinggi dari sungyeol*obsesi bgt buat jadi lebih tinggi nih dia*plakk* juga si Sungjong disini juga lebih tinggi dari sungyeol. Myungsoo dan sungyeol adalah anak tunggal ya disini. Kekeke :D

 

 

<3∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞HAPPY READING∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞<3

 

 

∞Other Side∞

 

Matahari mulai beranjak dari singgasananya untuk menerangi seluruh penjuru kota Jepang. Hari yang cerah dan sejuk untuk menjalani aktifitas sehari-hari. Begitu pula halnya dengan keluarga Tuan Lee. Mereka sedang menikmati sarapan pagi dengan suasana yang tenang.

“Sungyeol, kau tidak ke kampus nak?” tanya Mrs. Lee pada anak semata wayangnya yang sangat cantik walau dia seorang namja.

 

“Uhm. Ne umma. Aku akan kekampus hari ini. Setelahnya aku akan mampir ke ‘Kafe Cappucino Paradise’ untuk menikmati cappucino coffe disiang hari.” Sahut sungyeol tersenyum manis pada Mrs. Lee.

“Baiklah. Habiskan dulu sarapanmu chagi.” Balas Mrs. Lee mengusap kepala anaknya.

“Anak appa kini sudah dewasa ya. Sudah masuk universitas sekarang. Kau senang tinggal di jepang selama 6 tahun ini?” ujar Mr. Lee tersenyum.

“Ya begitulah appa. Tapi aku juga merindukan Seoul.” Ucap sungyeol sedikit sedih.

“Wae chagi? Adakah seseorang yang kau rindukan selama ini?” tanya Mr. Lee mengusap pipi sungyeol.

“Uhm. Anni. Gwaenchana appa. Oya, aku akan pergi kekampus dulu. Annyeoong.” Pamit sungyeol pada bumonimnya. Walau tinggal menetap di jepang, tata bahasa yang sungyeol gunakan pada kedua orangtuanya tetap menggunakan bahasa korea namun berbeda jika dia berbicara dengan orang lain yang mengharuskannya untuk menggunakan bahasa jepang.

Sungyeol adalah seorang namja yang diwarisi kecantikan luar biasa. Dia anak tunggal keluarga Lee. Dia anak yang pandai dan suka memasak. Namun tak banyak orang yang dia kenal karna dia orang yang sangat tertutup. Apalagi tentang perasaan cintanya.

Setelah kepergian sungyeol, Mr. lee dan Mrs. Lee mulai memperbincangkan sesuatu yang mungkin akan membuat sungyeol bahagia.

∞∞∞Y

 

“Huh! Aku merindukanmu nae mingsoo! Kau dimana sekarang? Seperti apa kau sekarang? Apa semakin tampan seperti waktu dulu? Maaf telah meninggalkanmu dulu. Aku sampai saat ini masih sangat merindukanmu.” Ujar sungyeol sambil mengenggam kalung pemberian seseorang yang dia cintai di masa kecilnya.

∞Flashback∞

“Yeollie, tunggu. Ada sesuatu untukmu.” Ucap namja tampan berusia 5 tahun kepada seorang namja cantik yang lebih tua 1 tahun darinya.

“Ada apa mingsoo-ah? apa itu?” ucap sungyeol menengadahkan kedua tangannya kearah namja kecil bernama mingsoo.

“Ini. cantik kan. Ini untukmu.” Seru mingsoo meletakkan kalung bintang yang dihiasi sayap itu ditangan sungyeol.

“Neomu yeppeo. Aku akan menjaganya dan selalu menyimpannya dengan baik. Gumawo mingsoo-ah.” ucap sungyeol memeluk mingsoo erat.

∞End Flashback∞

 

“Maaf telah pergi tanpa pamit padamu. Aku menyesal telah meninggalkanmu waktu itu. Aku tidak berani untuk kembali ke Seoul, karna aku takut kau akan membenciku mingsoo-ah. Aku harus bagaimana?” ucap sungyeol dalam hati memandang hamparan taman bunga yang indah dihadapannya sekarang.

 

∞Flashback∞

“Chagi, appa akan mengajak kita untuk pindah ke Jepang malam ini. umma sudah menyiapkan semuanya. Kita hanya tinggal berangkat saja ke jepang.” Ucap umma sungyeol mengusap kepala sungyeol sayang.

“Umma, aku belum berpamitan dengan mingsoo. Mingsoo sedang pergi bersama keluarganya ke Busan. Besok saja ya perginya.” Sahut sungyeol dipelukan ummanya.

“Tidak bisa chagi. Perusahaan appa sedang mengalami krisis dan harus segera diselamatkan. Tidak bisa menunggu untuk besok chagi, karna kita harus segera sampai dijepang besok pagi. Ayo chagi.” Seru umma sungyeol menggendong sungyeol.

“Umma. Turunkan aku..  Aku tidak mau pergi..  Aku mau bertemu mingsoo dulu..  HUUKS!! Turunkan aku umma.. HUUKKSS!! Aku tidak mau pergi.. Aku tidak mau meninggalkan mingsoo.. HUUKKSS!!!.” pinta sungyeol meronta dalam gendongan ummanya.

“Yeobo, tolong aku menggendong sungyeol. Dia terus meronta di dalam gendonganku.” Seru umma sungyeol kepada suaminya.

“Sungyeol-ah, dengan appa ne. kau tidak boleh seperti ini. Ayolah chagi kau tidak boleh menangis dan memberontak seperti ini. Malam ini kita harus segera berangkat ke jepang. Kau sudah besar dan kau tidak boleh bersikap kekanak-kanakan lagi.” Ujar appa sungyeol sedikit tegas langsung menggendong sungyeol ke mobil untuk segera menuju ke Bandara Incheon.

“Mingsoo-ah.. HUUKS!! Mingsoo-ah.. HUUKKS!! Mianhae..” sungyeol menangis tersedu-sedu.

∞End Flashback∞

“Maafkan aku telah mengingkari janjiku untuk selalu ada disampingmu.” Ucap sungyeol mengenggam kalung miliknya.

“Sungyeol-kun. Sedang apa sendiri disini. Tidak mengikuti kelas seni.” Tanya temannya yang bernama Yuichi.

“Ah. Yuichi-kun. Membuatku kaget saja. Aku sedang malas untuk masuk kelas. Bagaimana jika kita ke ‘Kafe Cappucino Paradise’ saja.” Sungyeol menepuk pundak yuichi pelan.

“Ide yang bagus. Ayo kita kesana.” Seru yuichi merangkul pundak sungyeol.

Sudah 6 tahun ini keluarga sungyeol tinggal di Jepang di karenakan perusahaan keluarga sungyeol yang berpusat di jepang. Hal itu pula yang membuatnya harus berpisah dengan namja benama mingsoo. Keluarga sungyeol adalah keluarga kaya. Pemilik Lee corp. di jepang dan telah menjadi perusahaan yang terkemuka di Jepang dan juga Korea. 6 tahun yang lalu mereka pindah dari Seoul ke Jepang di karenakan krisis perusahaan yang dialami Mr. Lee . bersyukur karna perusahaan yang dia bangun tidak sampai mengalami kebangkrutan.

∞∞∞∞Y

 

“Mingsoo-ah. Aku merindukanmu.. Aku sangat merindukanmu..” Seru sebuah suara yang merdu, suara seseorang yang sangat dia rindukan.

“Yeollie!!” sahut namja bernama myungsoo itu terbangun dari tidurnya.

“L-ah. kau baru bangun. Kenapa berkeringat seperti ini.” ujar sunggyu kebingungan menatap dongsaeng satu grupnya yang basah kuyup karna keringat.

“Ah. gwenchana hyung. Aku tadi hanya sedang bermimpi tentang seseorang.” Sahut myungsoo beranjak dari ranjangnya.

“Oh ya, L-ah, kau bisa pergi bersama sungjong dan hoya untuk berjalan-jalan dulu sebelum konser kita besok. Aku ingin kau menyegarkan dirimu dengan berjalan-jalan untuk menikmati keindahan kota jepang ini.” ucap sunggyu menyarankan pada myungsoo.

“Anni hyung. Aku akan berlatih saja untuk besok. Aku sedang malas untuk pergi keluar walau hanya untuk berjalan-jalan saja.” Ucap myungsoo memasuki kamar mandi meninggalkan sunggyu yang tadi bersamanya.

“Sudah sering kali dia bermimpi seperti ini.” sunggyu memandang kearah kamar mandi dan beranjak keluar dari kamar myungsoo.

∞∞∞Y

 

“Yeollie. Kau tega padaku. Kenapa kau pergi tanpa berpamitan denganku. Kenapa kau melupakan janjimu.” Seru myungsoo memegang sesuatu yang ada di lehernya. Sebuah kalung yang sangat special baginya, kalung berukiran namanya ‘Mingsoo’ nama yang diberikan oleh namja cantik yang dia cintai dimasa kecilnya.

∞Flashback∞

“Yeollie, berjanjilah akan selalu ada disampingku. Jangan meninggalkan aku sendiri. Karna aku sangat mencintaimu. Aku janji jika kita sudah dewasa, aku akan menikahimu.” Seru namja tampan berumur 12 tahun tersenyum bahagia kepada namja cantik yang lebih tua 1 tahun darinya.

“Ne. Mingsoo-ah. Aku mau menikah denganmu. Aku berjanji akan selalu disampingmu untuk bersamamu. Ini untukmu. Jangan melepas kalung ini dari lehermu ne. Ini sebagai bukti jika aku sangat mencintaimu.” Sahut sungyeol memakaikan kalung tersebut pada myungsoo.

“Wah ini kalung ukiran namaku ‘Mingsoo’. Gumawo yeollie-ah. Kalung dariku juga harus selalu kau pakai. Jangan ingkari janjimu ne.” myungsoo mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking sungyeol.

∞End Flashback∞

 

“Aku menjadi terkenal seperti ini karna aku berharap bisa bertemu denganmu. Aku sangat merindukanmu yeollie-ah. Kapan kau akan kembali. Aku selalu menunggumu untuk kembali disampingku.” Myungsoo menangis dibawah siraman air yang mengalir dari shower.

Keluarga myungsoo adalah Pemilik Kim corp. sebuah Perusahaan terkemuka di korea dan jepang. Myungsoo memutuskan untuk mengikuti sebuah audisi pencari bakat agar dia bisa terkenal dan bisa bertemu lagi dengan sungyeol. Suatu keberuntungan yang dia dapat sampai akhirnya dia diterima saat audisi oleh Woollim Entertainment dan bergabung bersama dengan peserta training lainnya untuk debut sebagai Boyband baru dibawah naungan Woollim Entertainment. Myungsoo debut bersama 6 orang dalam boybandnya yang bernama ‘INFINITE’. Kini dia mempunyai nama panggungnya L. Nama dari L Lawliet karakter anime Death Note yang menjadi favoritnya. Myungsoo adalah namja yang baik namun sayangnya dia sedikit dingin dan menutup dirinya. Sifatnya menjadi dingin karna dia kehilangan seseorang yang selalu ada disampingnya. Seseorang yang hingga kini masih sangat dia cintai. Cinta pertamanya ‘Lee Sungyeol’namja cantik di masa kecilnya.

“Hyung. Kenapa L hyung tidak mau ikut. Kan asyik jalan-jalan untuk menghilangkan stres. Ayo masuk ke kafe itu hyung.” Seru namja cute bernama sungjong pada namja bernama hoya, lalu dia menarik tangan hoya untuk memasuki kafe.

“Molla. Wah disini kafe coffe ya. Wah harum sekali sungjong-ah.”  sahut hoya duduk di meja yang di tempati sungjong.

“Iya hyung. Wangi sekali kan.” Balas sungjong menghirup wangi khas aroma kopi.

“Wah. Yeppeoda!” seru sungjong tiba-tiba melihat seorang namja cantik yang duduk di bagian pojok ‘Kafe Cappucino Paradise’ ini. membuat hoya menoleh kearah namja cantik yang sungjong lihat.

“Benar. Memang cantik. apa dia seorang yeoja? Namun pakaiannya namja. Wah ternyata namja yang ada di Jepang cantik juga.” Sahut hoya menepuk pundak sungjong.

“Hyung. Kita kesana yuk. Aku ingin berkenalan dengannya.” Sungjong menarik tangan hoya untuk mengikutinya.

“Aiissh. Kau ini sungjong-ah.” ujar hoya menggelengkan kepalanya bingung dengan sikap maknaenya.

“Hai. Boleh kami duduk disini. Aku Lee Sungjong. Senang berkenalan denganmu. Boleh aku tau namamu?” seru sungjong tiba-tiba menyodorkan tangannya kearah namja cantik bernama sungyeol.*Pura2nya Pakai bahasa jepang ini*

“Silakan. Senang berkenalan denganmu Sungjong-san. Aku Sungyeol dan ini temanku yuichi.” Sungyeol menggapai tangan sungjong untuk membalas perkenalan singkat ini.

“Ah. aku hoya. Senang berkenalan denganmu Sungyeol-san, Yuichi-san.” Sahut hoya juga mengenggam tangan sungyeol dan yuichi secara bergantian.

“Sungyeol-san. Apakah kau seorang pelajar. Kalo boleh tau kau kelas berapa?” tanya sungjong tersenyum kearah sungyeol.

“Maaf sungjong-san. Aku adalah seorang mahasiswa jurusan seni di ‘Universitas Nakamura’.” Jawab sungyeol tersenyum menawan kearah sungjong. Membuat sungjong terpana akan senyumannya.

Kill my soul, kill my name, kill my pain, a good for me~
Wonhago wonhaetjiman naegen niga eobseo ojig neoui gieogppuninde~
Kill my soul, kill my name, kill my pain, a good for me~
Wae nae mameun ireoke neoegero oh no~

“Yeobosseo. Ne umma. Arrayo. Baiklah aku akan segera pulang. PIIP.” Sungyeol mengakhiri panggilan dari ummanya.

“Sungjong-san. Maaf aku harus pergi. Aku ada urusan mendadak.” Pamit sungyeol menarik pelan tangan yuichi.

“Tunggu. Sungyeol-san. Apa kau orang korea?” pertanyaan sungjong membuat sungyeol berbalik.

“Ne. aku berasal dari korea. Annyeoong.” Ujar sungyeol lalu tiba-tiba menghilang saat dia memasuki taksi. Setelah kepergian sungyeol, sungjong tersenyum bahagia kearah hoya.

“Hyung. Aku sudah menemukan bidadariku hyung. Aku sedang jatuh cinta hyung. Aku jatuh cinta pada sungyeol-san. Dia namja yang sangat cantik. Dia adalah namja yang mampu menggetarkan hatiku saat pertama jumpa tadi hyung.” Seru sungjong bersemangat kearah hoya.

“Apa itu artinya kau jatuh cinta padanya saat pandangan pertama?” ucap hoya menepuk pundak sungjong.

“Keroum. Hah! Jantungku masih berdetak kencang hyung. Semoga aku bisa bertemu dia lagi ya hyung.” Ucap sungjong berharap.

“Semoga saja.” Ucap hoya menimpali.

∞∞∞Y

 

“Ne. umma. Aku pulang ke Seoul setelah ‘Konser Leaping Over’ selesai. Memangnya ada apa umma? Aissh. Kenapa tidak langsung saja mengatakannya lewat telepon? Baiklah umma. Arrayo. Ne. ne. Aku akan segera pulang kerumah setelah sampai di Bandara Incheon lusa.PIIP.” myungsoo memasukkan ponselnya ke kantong celananya dan berjalan santai keruang latihan.

“L-ah. Kau mau latihan? Disini masih tidak ada sungjong dan hoya. Mereka sedang jalan-jalan.” Sunggyu berjalan mendekati myungsoo.

“Aku bisa berlatih sendiri dulu hyung. Bolehkan?” tanya myungsoo berjalan kearah namja bernama woohyun yang sedang duduk dilantai.

“Keroum. Ayo latihan saja denganku.” Sahut woohyun berdiri dan menepuk pundak myungsoo.

“L-ah. kenapa wajahmu sedikit muram.” Tanya namja bernama dongwoo yang ada disamping woohyun.

“Anni. Hanya saja tadi umma meneleponku.” Ujar myungsoo singkat.

“Memangnya ada apa L-ah? Apa ada masalah yang sedang kau alami?” tanya sunggyu yang sekarang berjalan kearah woohyun, dongwoo,dan myungsoo.

“Anni hyung.” Sahut myungsoo sambil menggelengkan kepalanya.

“Kami kembali.” Seru hoya dan sungjong tiba-tiba memasuki ruang latihan.

“Aish.. mengagetkan saja kalian ini.” sahut woohyun sebal.

“Hehe. Mian hyung.” Cengir sungjong menunjukkan tanda V pada tangannya.

“Sungjong. Kenapa hari ini kau ceria sekali. Berbeda sekali dengan L.” sahut dongwoo menunjuk wajah myungsoo.

“Dia sedang jatuh cinta hyung. Dia terkena love at first sight hyung. Namja itu sangat cantik hyung.” Seru hoya kepada semua member.

“Aish. Hoya hyung. Kau ember sekali sih. Iya aku sedang jatuh cinta dengan namja cantik yang tinggal di jepang ini, namun dari logat bicaranya dia adalah orang korea asli. Cantik sekali hyung.” Seru sungjong tersenyum bahagia.

“Sudah-sudah, ayo kita latihan demi kesuksessan konser kita besok. Hwaiting ^^P” sunggyu mengepalkan tangan keatas diikuti member lainnya.

∞∞∞∞∞∞Y

 

“Aku pulang. Umma . Ada apa menyuruhku untuk cepat pulang. Biasanya kan aku akan pulang kerumah tanpa ditelepon oleh umma.” Ucap sungyeol langsung duduk di sofa rumahnya.

“Ah. anak umma sudah pulang. Sini duduk dekat umma.” Pinta umma sungyeol pada anaknya.

“Loh, appa tidak masuk kerja hari ini. Kenapa masih ada dirumah?” sungyeol kaget melihat appanya yang kini sudah duduk manis di depan sungyeol.

“Ada sesuatu yang ingin umma dan appa bicarakan denganmu.” Ujar appa sungyeol menatap wajah cantik anaknya.

“Memangnya ada apa appa? Apa ada hal gawat yang sedang terjadi.” Tanya sungyeol dengan ekspresi bingung.

“Hmm. Lusa. Kita sekeluarga akan pindah ke Seoul. Kau senang kan? ” seru Mr. Lee ceria.

“Eh! Pindah ke seoul. Jinjja? Lalu bagaimana dengan kuliahku?” sahut sungyeol dengan ekspresi sedikit bingung.

“Kau kan bisa pindah ke Universitas ternama di seoul chagi. Kenapa wajahmu terlihat seperti orang bingung.” Sahut Mrs. Lee merangkul bahu sungyeol.

“Anni umma. Hanya saja aku pikir ini sedikit mendadak.” Sungyeol memeluk ummanya erat.

“Kami sudah merencanakan untuk kembali ke seoul dan kembali kerumah lama kita chagi. Apa kau senang?” tanya appa sungyeol menanti jawaban dari anaknya.

“Keroum. Neomu haengbokhae appa, umma.” Sahut sungyeol menganggukkan kepalanya didalam pelukan ummanya.

“Mingsoo-ah. Apa kau akan memaafkan aku, jika aku kembali ke seoul?” ucap sungyeol dalam hati.

 

∞∞∞∞∞∞Y

“Yuichi-kun. Aku akan pindah ke seoul. Jaga dirimu baik-baik disini. Aku senang berteman denganmu selama ini. annyeoong.” Sungyeol memeluk  namja cantik bernama yuichi, teman terbaiknya selama dia tinggal di jepang.

“Kau juga hati-hati sungyeol-kun. Semoga kau bisa bertemu dengannya.” Ucap yuichi ditelinga sungyeol. Sungyeol tersenyum miris menanggapi ucapan yuichi.

“Sungyeol-ah. ayo nak. Nanti kita ketinggalan pesawat. Jaga diri baik-baik yuichi-kun.” Seru umma sungyeol menepuk pundak yuichi pelan.

“Ne. mrs. Lee. Semoga perjalanan kalian ke seoul menyenangkan.” Ujar yuichi mengangguk kearah orangtua sungyeol.

“Hati-hati sungyeol-kun.” Ujar yuichi melambaikan tangannya kearah sungyeol dan keluarganya yang telah masuk kedalam mobil.

∞∞∞∞∞Y

 

“L-ah. Kau pulang kedorm bersama kami atau pulang kerumahmu. Hari ini konser kita berakhir dengan sukses. Pasti kau sangat lelah.” Ujar sunggyu pada myungsoo.

“Umma menyuruhku untuk segera pulang selesai konser ini hyung. Jadi aku akan pulang kerumah dulu.” Ujar myungsoo memasuki mobil van hitam yang akan membawanya dan member INFINITE menuju ke bandara.

“Yeollie-ah. Aku ingin bertemu denganmu. Jika kita bertemu lagi. Takkan kubiarkan kau pergi lagi dari sisiku.” Ujar myungsoo didalam hatinya.

∞∞∞∞∞∞∞Y

“Umma. Aku pulang.” Seru myungsoo langsung berjalan kearah kamarnya yang ada dilantai 2.

“Myungsoo. Kenapa langsung masuk kedalam kamar chagi? Kau tidak mau makan dulu?” tanya umma myungsoo mengusap kepala anak semata wayangnya.

“Aku lelah umma. Aku ingin istirahat dulu.” Ujar myungsoo merebahkan tubuhnya ke ranjang king sizenya.

“Baiklah. Nanti malam kau ikut makan malam dengan kami ne. Selamat beristirahat nae aegya.” Ucap umma myungsoo mencium kening myungsoo.

“Ne. umma.” Sahut myungsoo yang kini sudah terlelap dalam tidurnya.

“Mana myungsoo? Kenapa tak kembali bersama dia yeobo?” tanya Mr. Kim kepada istrinya. Mereka sedang duduk diruang tengah.

“Sebaiknya memberitahunya nanti malam saja pada saat kita akan pergi kesana. Aku takut myungsoo akan menolak semua ini sebelum pertemuan saat makan malam nanti.” Ucap Mrs. Kim menepuk pundak sang suami.

“Baiklah jika itu maumu. Aku akan menelepon Lee Minha dulu.” Ucap mr. kim menekan beberapa angka di ponselnya.

“Yeobosseo. Minha hyung, bagaimana dengan dirimu. Apakah sudah berada di seoul? Ah. begitu rupanya. Baiklah hyung. Sampai bertemu nanti malam.

∞∞∞∞Y

“Umma. Kenapa aku harus berpakaian seperti ini. Aku bukan yeoja umma. Aku pakai baju ini saja.” Sahut sungyeol menunjukkan baju pink polos dan cardigan berwarna pink miliknya dan membuang kearah ranjangnya semua gaun yang diberikan ummanya. Kini mereka telah berada di sebuah hotel bintang 5 di seoul. Mr. Lee memutuskan untuk singgah terlebih dahulu di hotel miliknya.

“Umma. Ingin sekali kau memakai gaun ini. kau akan terlihat sangat cantik saat memakai gaun ini. ayolah chagi, umma ingin melihatmu memakai gaun berwarna pink ini. ini warna kesukaanmu kan. Lagipula ini sangat pas dengan tubuh rampingmu. Pakai gaun ini ya.” Ujar umma sungyeol sedikit memaksa sungyeol sambil tetap menyodorkan gaun pilihannya.

“Ah. baiklah. Aku akan memakainya.” Sahut sungyeol pasrah. Bukan salahnya juga jika dia mempunyai tubuh ramping seperti yeoja. Mungkin saja memang sang umma menginginkan anak yeoja namun malah lahir seorang namja yang sangat cantik melebihi seorang yeoja.

“Umma. Bagaimana? Apakah bagus? Aku risih sekali memakainya.” Ujar sungyeol menarik bagian gaunnya yang sangat pendek.

“Wah. Yeppeo. Ayo chagi kita berangkat.” Ujar umma sungyeol memakaikan jepitan bermotif bunga di rambut milik sungyeol.

“Aishh. Umma. Kita mau kemana? Kenapa tidak bilang jika akan pergi. Penampilanku tidak cocok umma. ” Sungyeol mengerutu sebal.

“Sudah. Kau sudah sangat cantik. jangan mencoba untuk melepas jepitan itu.” Sungyeol sedikit ciut saat melihat ummanya menatapnya tajam.

“Uhm. Baiklah.” Sahut sungyeol masuk kedalam mobil yang ternyata sudah ada sang appa yang duduk manis disana.

∞∞∞∞Y

“Myungsoo. Bangun chagi. Ayo bangun. Segera mandi dan pakai pakaian ini.” umma myungsoo menarik tangan anaknya untuk bangun dari tidurnya.

“Aish. Umma. Memangnya kita mau kemana. Kenapa harus pakai kemeja dan juga jas ini.” seru myungsoo masuk kedalam kamar mandi.

“Sudah mandi saja dulu dan pakai pakaian itu. Kita akan menghadiri makan malam.” Sahut umma myungsoo di depan pintu kamar mandi myungsoo.

“Ah. umma. Memangnya kita mau kemana? Aku tidak ikut saja ya.” Seru myungsoo yang sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian yang diberikan ummanya tadi.

“Sudah. Jangan terlalu banyak bicara ne. Kau harus ikut dengan umma dan appa. Tidak ada acara menolak Kim Myungsoo.” Sahut umma myungsoo ketus pada anaknya.

“Ne. baiklah. Aku pakai sepatu dulu.” Balas myungsoo malas dan pasrah pada ummanya. Setelah dia selesai merapikan dirinya dan memakai sepatu. Ummanya langsung mengandeng tangan myungsoo menuju ke mobil.

“Wah. Anak umma sangat tampan sekali.” Seru umma myungsoo tersenyum senang kearah myungsoo.

“Pak Choi. Ayo jalankan mobilnya menuju ‘Restaurant Wonderfull’.” Ujar appa myungsoo pada supir pribadinya.

“Memangnya untuk apa kesana appa?” tanya myungsoo singkat.

“Untuk bertemu dengan calon istrimu chagi. Kami sudah menjodohkanmu dengan anak sahabat kami. Dan kami akan segera menikahkanmu dengan anak sahabat kami setelah pertemuan nanti.” Ucap appa myungsoo to the point, membuat myungsoo sangat terkejut mendengarnya.

“MWOO?? Aku dijodohkan? Akan segera dinikahkan? Appa jangan bercanda.” Teriak myungsoo kaget.

“Tidak perlu kaget chagi. Kami melakukan semua ini demi mempererat hubungan persahabatan kami dengan mereka.” Seru umma myungsoo menimpali kata-kata suaminya.

“Aku tidak mau umma. Aku saja belum pernah mengenalnya.” Sahut myungsoo menolak.

“Apapun yang kau ucapkan, tidak akan mengubah pendirian appa. Begitu juga dengan ummamu. Kami hanya ingin kau bahagia.” Seru appa myungsoo tegas.

“Huh! Menyebalkan sekali.” Myungsoo mendengus sebal.

 

∞∞∞∞Y

“Umma. Kita menunggu siapa disini.” Ujar sungyeol malas.

“Kita sedang menunggu calon suamimu.” Sahut umma sungyeol singkat. Membuat sungyeol terbelalak kaget.

“MWOOO?? Calon suami?? Ommo!! Shireo!! Itukah sebabnya umma memaksaku memakai gaun ini. aish. Menyebalkan! Pokoknya shireo!!” ucap sungyeol berdiri dari duduknya.

“Eh! Sungyeol-ah, jangan merusak dandananmu chagi. Kami menjodohkanmu dengan seseorang yang baik dan sangat cocok denganmu.” Sahut umma sungyeol menahan tangan sungyeol.

“Itukan menurut umma. Pokoknya aku gak mau. Aku kan tidak pernah berkenalan dengannya.” Balas sungyeol sewot.

“Sungyeol-ah, duduklah chagi. Appa dan umma hanya ingin kau bahagia. Appa yakin dia bisa menjagamu dengan baik.” Seru appa sungyeol menatap sungyeol lekat.

“Baiklah aku mengalah.” Ucap sungyeol pasrah pada keputusan kedua orangtuanya.

“Mingsoo-ah. Mianhae.” Ujar sungyeol dalam hati. Dia merasa jahat karna dulu dia sudah berjanji untuk menikah dengan mingsoo-nya. Namun dia sekarang malah pasrah untuk di jodohkan dengan namja yang belum dia kenal.

“Mian. Kami terlambat. Jalanan sangat macet. Annyeong hyosang onnie.” Seru yeoja yang berumur sekitar 40an kepada yeoja yang lebih tua darinya.

“Annyeong Sungyoung-ah. Bagaimana kabarmu.” Sahut hyosang berdiri memeluk yeoja bernama sungyoung itu.

“Aku baik-baik saja onnie. Mana sungyeol?” tanya sungyoung pada hyosang.

“Ini sungyeol. Dia tetap cantik kan, sama seperti saat dia masih kecil dulu.” Sahut hyosang merangkul bahu sungyeol.

“Benar onnie. Meski dia adalah seorang namja, namun kecantikannya tidak kalah dengan yeoja lainnya. Malah lebih cantik sungyeol.” Seru sungyoung senang.

“Ayo kemari nak. Kenapa appa harus memaksamu terlebih dahulu sih.” Tiba-tiba suara berat  seorang namja berusia 40an mengagetkan semua orang yang ada disana.

“Aishh. Appa, jangan menarikku seperti ini. Aku sudah dewasa jang…” ucapan myungsoo terhenti saat melihat sosok sungyeol didepannya.

“Ah. Myungsoo. Lama sekali kau berjalan sampai kemari. Ini sungyeol sudah menunggumu dari tadi.” Seru umma myungsoo menarik tangan anaknya untuk duduk didekatnya.

“Sungyeol? Yeollie? Benarkah itu dirimu yeollie? Bisakah kami bicara hanya berdua saja?” tanya myungsoo menatap lekat wajah yeollie dan beralih menatap wajah kedua orangtuanya.

“Baiklah. Mungkin kalian membutuhkan waktu untuk bicara berdua.” sahut umma myungsoo diikuti anggukan kepala orangtua sungyeol dan appa myungsoo.

“Sungyeol-ah. ikutlah dengan myungsoo.” Pinta umma sungyeol menatap sungyeol yang masih terdiam semenjak tadi. Mungkin sungyeol sedikit syok dengan pertemuan mendadak dan tak terduga ini.

“Ayo yeollie.” Ujar myungsoo mengandeng tangan sungyeol untuk berjalan mengikutinya.

Mereka berjalan ke arah atap restaurant. Sungyeol berjalan mendahului myungsoo yang ada dibelakangnya. Sesampainya mereka disana. Tiba-tiba myungsoo langsung memeluk sungyeol dari belakang.

“Yeollie-ah. Bogoshiposoo!! Aku sangat-sangat merindukanmu.” Seru myungsoo meletakkan  kepalanya di antara leher dan pundak sungyeol dan tangannya merekat erat dipinggang ramping milik sungyeol.

“Kenapa kau diam? Kau tidak rindu denganku? Kenapa meninggalkanku saat itu?” ucap myungsoo mulai mencium tengkuk sungyeol lembut.

“Mingsoo-ah. mianhae. Jeongmal mianhae. Aku sangat-sangat merindukanmu. Namun aku merasa sangat bersalah padamu. Aku sampai takut untuk kembali ke seoul lagi. Aku takut kau akan membenciku karna aku mengingkari janjiku padamu.” Sahut sungyeol berbalik dan memeluk myungsoo dengan sangat erat. Tubuh ini lama sekali tak dia peluk lagi semenjak 6 tahun lalu.

 

“Aku tidak akan membencimu yeollie-ah. Justru aku selalu menunggu kau kembali lagi ke seoul. Aku selalu memimpikan yeollie yang berumur 13 tahun karna aku begitu sangat merindukanmu. Hati ini sangat hampa dan sangat kesepian tanpa cintamu. Saranghae.” Ujar myungsoo memeluk sungyeol lebih erat lagi.

“Saranghae yeollie-ah.” seru myungsoo melepas pelukannya dan mulai mendekatkan wajahnya kearah wajah sungyeol.

“Nado saranghae mingsoo-ah.” balas sungyeol menutup kedua matanya.

‘CHU’

Bibir myungsoo merekat indah di bibir sungyeol. Memberikan ciuman penuh cinta pada sungyeol. Sungyeol pun membalas ciuman myungsoo. Dia mengalungkan tangannya ke leher myungsoo. Myungsoo menarik tengkuk sungyeol untuk memperdalam ciuman mereka. Myungsoo melumat bibir sungyeol dengan lembut dan mulai menerobos bibir sungyeol untuk saling bertukar saliva, menikmati ciuman ini dengan segenap cinta yang mereka punya. Dan ciuman ini adalah ungkapan rasa rindu mereka. Ciuman pertama sungyeol dan juga myungsoo. Setelah cukup lama berciuman, akhirnya mereka melepaskan ciuman mereka karna kebutuhan oksigen yang sudah menipis di paru-paru mereka.

“Aku bahagia bisa di jodohkan denganmu yeollie-ah. Kau ingat janjiku dulu padamu. Aku akan menikahimu. Dan itu akan segera kubuktikan padamu sekarang.” Seru myungsoo mencium kening sungyeol.

“Aku juga tidak menyangka jika orangtuaku akan mempertemukan kita lagi. Aku juga sangat bahagia saat tau jika namja yang menjadi calon suamiku adalah kau nae mingsoo.” Sahut sungyeol bahagia.

“Kau masih tetap memakai kalung pemberianku waktu dulu.” Ujar myungsoo tersenyum melihat kalung bintang dengan hiasan sayap yang melingkar indah di leher mulus milik sungyeol.

“Apa kau masih menyimpan kalung dariku.” Sahut sungyeol menatap myungsoo lekat.

“Keroum. Ini. kalung ini selalu terpasang dengan indah disini.” Myungsoo menunjukkan kalung yang menghiasi lehernya.

“Aku bahagia bersamamu mingsoo-ah.” ucap sungyeol memeluk myungsoo.

“Maka dari itu, Menikahlah denganku chagi? Kau mau kan?” tanya myungsoo membalas pelukan sungyeol.

“Ne. Aku mau nae mingsoo.” Ucap sungyeol melepas pelukannya dan menatap mata elang myungsoo dengan lekat.

“Kau. Takkan kubiarkan lagi untuk menghilang maupun pergi lagi dari sisiku tanpa seijinku. Tetaplah tinggal disisiku chagi. Kau adalah semangatku, kebahagiaanku juga hidupku.” Ujar myungoo mencium kening sungyeol.

“Kau juga adalah nafasku mingsoo-ah. Aku berjanji akan selalu disampingmu.” Balas sungyeol mencium kening myungsoo.

“Ayo kita kembali bersama umma dan appa. Mereka pasti cemas karna kita tidak kembali daritadi.” Seru myungsoo mengandeng mesra tangan sungyeol.

“Ne.” jawab sungyeol menganggukkan kepalanya.

“Mereka kembali!!” seru appa myungsoo senang.

“Chagi. Bagaimana keputusan kalian?” tanya umma myungsoo saat myungsoo dan sungyeol berrdiri dihadapan mereka.

“Kalian menerima perjodohan ini kan? Kalian maukan untuk kami nikahkan? Sungyeol mau kan menikah dengan myungsoo?” tanya umma sungyeol menatap wajah myungsoo dan sungyeol.

“Yeobo. Lihat saja tangan mereka saja menyatu begitu erat. Itu saja sudah menjadi jawaban yang sangat jelas bahwa mereka menerima semua ini.” ujar appa sungyeol menunjuk tangan myungsoo dan sungyeol yang masih berpegangan tangan satu sama lain.

“Aku menerima perjodohan ini karna aku bersungguh-sungguh mencintai yeollie. Dan aku juga sudah berjanji untuk menikahinya waktu kami masih kecil.” Seru myungsoo meletakkan tangannya di pinggang sungyeol. Membuat sungyeol tersipu malu

“Sungyeol mau kan menjadi menantu umma?” tanya umma myungsoo mengusap kepala sungyeol.

“Ne. umma. Aku mau. Aku juga sangat mencintai mingsoo.” Jawab sungyeol menganggukkan kepalanya.

“Baiklah. Aku akan membicarakan hal ini pada CEO Woollim Entertainment dan juga manajermu nak. Appa yakin semuanya akan berjalan dengan baik. Kami akan segera menyiapkan pernikahan kalian.” Seru appa myungsoo menepuk pundak myungsoo.

“Gomawo appa.” Myungsoo tersenyum kearah appanya.

“Yeollie. Besok ikut aku ke dorm INFINITE ya. Aku akan memperkenalkanmu dengan semua member INFINITE.” Pinta myungsoo menatap wajah cantik sungyeol.

“Ne.” sahut sungyeol hanya mengangguk.

“Member INFINITE itu siapa mingsoo-ah?” tanya sungyeol dengan wajah polosnya.

“Kau tidak pernah menonton TV ya chagi? Kau juga tidak tau bahwa aku adalah salah satu member dari Boy group bernama INFINITE? Boybandku sudah terkenal loh. Masa kau tidak mengetahui tentang hal itu.” Ungkap myungsoo menatap wajah imut sungyeol yang sedikit mengerjapkan matanya bingung.

“Anni. Aku jarang melihat TV. Selama ini aku tidak pernah bergaul dengan banyak orang. Karna pikiranku hanya tersita untuk memikirkanmu. Mian.” Ucap sungyeol menundukkan wajahnya.

“Hmm. Gwaenchana. Aku sangat bahagia karna kau hanya memikirkanku selama ini. maka dari itu besok aku akan mengajakmu untuk bertemu mereka.” Ujar myungsoo memeluk sungyeol gemas setelah mendengar jawaban sungyeol.

∞∞∞∞∞∞Y

“Annyeong hyung. Aku pulang. Yeollie, ayo masuk.” Ujar myungsoo mengandeng tangan yeollie.

“Sudah pulang L-ah. Eh! Siapa namja cantik ini.” seru woohyun menghampiri myungsoo dan sungyeol.

“Yang lainnya mana hyung? Kenapa dorm ini sepi sekali?” tanya myungssoo heran.

“Oh. Sunggyu hyung dan dongwoo hyung ada dikamar. Hoya dan sungjong sedang keluar membeli makanan ringan.” Jelas woohyun pada myungsoo.

“L-ah. kau belum menjawab pertanyaanku. Siapa namja cantik ini.” tuntut woohyun pada myungsoo.

“Dia ini…”

“L-ah. sudah kembali ke dorm ya. Wah siapa namja cantik ini?” tanya sunggyu yang tiba-tiba keluar kamar bersama dongwoo.

“L. dia sangat cantik. kekasihmu kah?” tanya dongwoo berdiri disamping woohyun.

“Dia adalah calon istriku hyung. Namanya Lee Sungyeol.” Seru myungsoo tersenyum kearah ketiga hyungnya.

“Mwo?? Calon istri? Kenapa baru bilang L-ah? Anyeoong. Kim sunggyu imnida.” Ucap sunggyu tersenyum ramah kearah sungyeol.

“Ah. kalo aku Jang Dongwoo imnida.” Ucap dongwoo ceria.

“Hai. Namaku Nam Woohyun imnida. ” woohyun membungkukkan badannya kearah sungyeol.

“Annyeonghaseyo. Lee Sungyeol imnida. Bangapseumnida.” Ujar sungyeol membungkukkan badannya kearah sunggyu, woohyun, dan dongwoo.

“L-ah. kenapa tidak cerita jika kau sudah memiliki calon istri? Kau ini dibalik sikap dinginmu, ternyata menyimpan sesuatu rahasia ya.” Woohyun menepuk pundak myungsoo.

“Aku saja baru bertemu dengannya lagi setelah 6 tahun lamanya kami tidak bertemu. Walau pertemuan yang tak terduga, mungkin ini sudah takdir tuhan hyung. Untuk mempersatukan aku lagi dengan seseorang yang ku cintai hyung.” Sahut myungsoo meletakkan tangannya dipinggang sungyeol.

“Mian. Aku bingung kenapa kalian memanggil mingsoo dengan nama L.” seru sungyeol tiba-tiba membuat sunggyu menoleh kearahnya.

“Mingsoo?? Siapa mingsoo?” tanya sunggyu dengan raut wajah bingung.

“Haha. Chagi. Nama panggungku adalah L. Dan sunggyu hyung, mingsoo itu adalah nama panggilan special dari nae yeollie.” Sahut myungsoo terkekeh sambil mengusap pipi yeollie.

“Kalian ini membuat kami iri saja.” Sahut woohyun manyun.

“Kapan rencana pernikahan kalian.” Tanya dongwoo pada myungsoo.

“Kami akan menikah dalam waktu dekat hyung. Appa akan membicarakan hal ini dengan CEO kita.” Jawab myungsoo memandang kearah hyungnya.

“Wah cepat sekali L-ah. Kami hanya bisa berharap agar Inspirit bisa menerima pernikahanmu ini.” sunggyu menepuk pelan pundak myungsoo.

“Aku juga akan mempublikasikan pernikahanku ini hyung. Aku juga ingin dunia tau jika aku menikahi seseorang yang sangat aku cintai hyung. Aku tidak akan menyembunyikan pernikahanku hyung.” Sahut myungsoo tegas.

“Aku harap semua Inspirit di dunia ikut bahagia dan merestui pernikahan kami hyung.” Ujar myungsoo tersenyum kearah sunggyu.

“KAMI PULANG!! Ada tamu ya hyung?” seru hoya dan sungjong bersamaan.

“Sungyeol-san.” Seru sungjong kaget.

“Sungjong-ah. ini sungyeol, calon istri L. cantik kan calon istrinya.” Ujar woohyun membuat sungjong dan hoya terbelalak kaget.

“Calon istri??” sungjong seperti tersambar petir mendengar penyataan woohyun tadi.

“Eh! Jongie. Kau mau kemana? Kau belum berkenalan dengan sungyeol.” Panggil dongwoo namun tak dihiraukan oleh sungjong yang berlari memasuki kamarnya.

“Kenapa dia? Sikapnya aneh sekali.” Bingung mereka semua menatap kepergian sungjong.

“Ckck. Kasian maknae jongie. Cintanya tiba-tiba bertepuk sebelah tangan. Ternyata sungyeol calon istri L.” hoya hanya bisa diam dan merasa kasihan pada namja yang sudah dia anggap adiknya sendiri.

∞∞∞∞∞∞Y

“Annyeoong. Apa yang akan kalian ucapkan pada uri Kim Myungsoo aka L Infinite untuk pernikahannya.?” Tanya seorang pembawa acara ternama di korea bernama yoo jaesuk kepada para tamu yang datang.

“Annyeong. Kami member Boyfriend mengucapkan selamat atas pernikahan L. semoga bahagia.”

“Annyeoong. Kami member B1A4 mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk pasangan L dan juga sungyeol.”

“Sungyeol adalah kakak sepupu saya. Semoga kau bahagia sungyeol-ah.” Ujar sandeul pada yoo jaesuk dan mengarahkan tangannya ke kamera Live.

 

“Annyeoong. Kami member TeenTop mengucapkan selamat atas pernikahan L dan sungyeol. Semoga kalian langgeng.”

“Sungyeol hyung, aku tak menyangka kau akan menikah secepat ini. aku bahagia hyung.” Seru chunji dengan mata berkaca-kaca.

“Wah. Tunggu. Disana ada rombongan member Super Junior, SHINee, dan Infinite. Mari kita wawancarai mereka.” Ucap jaesuk menghampiri member Suju, SHINee dan Infinite.

“Hai. Silakan sampaikan doa kalian untuk Uri L..”

“Hai L, kami member Suju.. Dan SHINee berharap kau langgeng dengan sungyeol. “seru member suju dan SHINee bersamaan.

“Dongsaeng kami menikah di usianya yang masih muda. Kami hanya berharap dan selalu berdoa untuk kebahagiaannya.” Seru sunggyu diikuti anggukan kepala member Infinite lainnya kecuali sungjong.

“L-ssi. Jangan lupa untuk segera memberi keponakan pada kami semua. Hahaha.” Seru leeteuk dan eunhyuk secara tiba-tiba. Membuat sungjong yang berada disekitar mereka merasa gerah. Dan memilih untuk menghilang darisana.

Semua para artis yang di undang pun sudah mengucapkan semua doa untuk pasangan L dan sungyeol. Tak luput juga para Inspirit yang menangis karna terharu dengan pernikahan myungsoo dan juga ada Inspirit yang menangis sedih karna mengetahui myungsoo akan menikah. Namun mereka sudah merelakan myungsoo untuk menikah dengan sungyeol, karna para Inspirit juga ingin melihat idola mereka bahagia. Saat ini berlangsung sebuah upacara pengucapan janji pernikahan mereka.

“Saya, Kim Myungsoo. Bersedia menerima Lee Sungyeol menjadi istriku, Mencintainya saat suka maupun duka, Menjaganya saat sakit maupun  sehat, Selalu melindunginya disaat miskin maupun kaya. Sampai maut memisahkan cinta kami.” Seru myungsoo tegas mengangkat tangannya keatas mengahayati janji dan sumpah pernikahannya. Setelahnya dia menatap sungyeol sambil tersenyum menawan. Sungguh tampan senyum itu.

 

“Saya, Lee Sungyeol. Bersedia menerima Kim Myungsoo menjadi suamiku, Mencintainya saat suka maupun duka, Menjaganya saat sakit maupun sehat, Selalu setia padanya disaat miskin maupun kaya. Sampai maut memisahkan cinta kami.” Seru sungyeol mengangkat tangannya mengahayati sumpah pernikahannya.

 

“Dan dengan Cincin yang tiada pangkal dan tiada ujung ini dapat melambangkan cinta kalian selamanya!” ucap pastur, myungsoo pun memasangkan cincin itu dijari manis sungyeol, begitu pula sebaliknya yang sungyeol lakukan, yaitu memasangkan cincin itu dijari manis myungsoo.

“Dengan ini saya nyatakan kalian sebagai suami istri!” ucap pastur diikuti tepuk tangan dari para tamu undangan.

“Silakan mencium pasangan masing-masing sebagai tanda cinta kalian!” kata pastur pada sungyeol dan myungsoo.

‘CHU’

Myungsoo memegang pinggang ramping sungyeol mesra sambil terus mencium sungyeol.

∞∞∞∞∞∞∞Y

“Mingsoo. Tolong buka  resletingnya. Gaun ini membuatku gerah.” Seru sungyeol saat mereka sampai di kamar myungsoo.

“Baik. Aku akan melakukan apapun yang kau mau chagi.” Ucap myungsoo mencium punggung sungyeol sambil membuka gaun sungyeol sampai kebawah.

“Kau sepenuhnya milikku mulai malam ini.” Ujar myungsoo agresif mendorong pelan tubuh sungyeol kearah ranjang.

“Lakukan apapun yang kau mau mingsoo-ah.” sahut sungyeol dengan nada menggoda.

“Dengan senang hati yeobo.” Myungsoo mulai memposisikan dirinya diatas sungyeol. Dia mulai mencium bibir sungyeol lembut, melumatnya serta menghisap lembut bibir sexy milik sungyeol. Myungsoo menuntut ciuman yang lebih dari sungyeol. Dia semakin menerobos bibir sungyeol. Beradu lidah dan berbagi cinta yang mereka punya. Setelah lama berciuman. Myungsoo mulai melepas semua pakaiannya dan melepas cd sungyeol.

Myungsoo memberikan tanda cinta di leher sungyeol. Tak ada satupun yang terlewatkan oleh myungsoo. Semua dia tandai dengan tanda merah keunguan yang dia buat pada tubuh sungyeol juga paha sungyeol pun tak luput dari sentuhan bibir dan lumatan myungsoo. Myungsoo melebarkan kaki sungyeol dan mendekatkan tubuhnya kearah sungyeol.

“AKKKHH!!! APPOOOO!! HUUKKS!! MINGSOO.. APPOO!!” sungyeol mencakar bahu myungsoo saat myungsoo tiba-tiba saja sudah memasukkan kepala juniornya tanpa aba-aba dan persiapan sebelumnya. Membuat myungsoo sedikit meringis karna cakaran sungyeol pada bahunya. Myungsoo juga tidak tega pada istrinya yang kini tengah mengeluarkan airmatanya.

“Mian. Yeollie. Jeongmal mianhae. Ini adalah yang pertama bagiku. Aku belum berpengalaman. Mian jika menyakitimu. Aku akan pelan-pelan ne. Ulljimaa ne.” sahut myungsoo menenangkan sungyeol dan mengusap wajah cantik sungyeol.

“HUUKS! Ne. pelan-pelan mingsoo-ah. Appo..” balas sungyeol mengangguk kearah myungsoo.

“Tahan ne. Sebentar lagi juniorku akan masuk sepenuhnya kedalam tubuhmu. Jika aku keluarkan lagi, itu akan membuatmu lebih sakit yeobo.” Ucap myungsoo mencoba untuk fokus pada juniornya.

“Aku masukan ne? tahanlah yeobo.” Sungyeol hanya mengangguk sambil mengigit bibir bawahnya untuk menahan sakit.

“AKKKKKHHH!! JLEBBBB!!! APOOO!!” teriak sungyeol memeluk tubuh myungsoo.

“Tenang chagi. Aku yakin sebentar lagi kau akan baik-baik saja.” Myungsoo mempercepat gerakannya untuk memaju mundurkan juniornya didalam lubang ‘perawan’ sungyeol.

“AHH!! Hmm. Disitu mingsoo. Terasa nikmat!” desah sungyeol saat myungsoo menyentuh titik spotnya.

“AHH.. AHH.. terus mingsoo..” sungyeol terus mendesah dengan semua sentuhan yang myungsoo berikan.

“AKKHH!!” sungyeol mencapai klimaksnya, cairannya keluar membasahi tubuh myungsoo.

“AH.. AH.. AH.. AKHHH!! SARANGHAEE!!” myungsoo akhirnya mencapai klimaksnya dan menyemburkan spermanya kedalam tubuh sungyeol.

“Aku mencintaimu yeollie-ah.” ujar myungsoo mencium bibir sungyeol.

“Aku juga sangat mencintaimu mingsoo-ah. AKHH!!” sahut sungyeol sedikit meringis saat myungsoo tiba-tiba mengeluarkan juniornya dari lubang ‘perawan’nya. Nampak sisa sperma myungsoo keluar bersamaan dengan darah ‘perawan’ sungyeol.

∞∞∞∞∞∞∞Y

 

“Aku tidak akan melepaskan cintaku padamu sungyeol hyung. Aku sangat mencintaimu. Aku akan perjuangkan cintaku.” Seru sungjong menerawang langit.

“Lupakan cintamu pada sungyeol. Dia milik L. dia sekarang adalah istri L.” seru hoya menepuk pundak sungjong.

“Sungjong-ah. kau mencintai sungyeol?” tanya sunggyu kaget mendengar kata-kata sungjong.

“Benar hyung. Aku memang mencintainya.” Jawab sungjong jujur.

“Tapi dia sudah menikah dengan L.” ujar dongwoo memandang sungjong.

“Dia namja cantik yang waktu itu di Jepang. Dia sudah membuatku jatuh cinta padanya hyung. Aku akan berusaha mendapatkan cintanya. Aku tidak peduli meskipun dia sudah menjadi istri L hyung.” Seru sungjong tegas pada hyungdeulnya.

“Sungjong. Relakan sungyeol. Aku takut kau akan sakit nantinya karna cintamu tak terbalas.” Sahut woohyun mengusap kepala sungjong.

“Biarkan aku berusaha hyung. Jangan melarangku.” Sahut sungjong meninggalkan hyungdeulnya.

“Apa dia bersungguh-sungguh dengan kata-katanya.” Ujar woohyun tiba-tiba menatap wajah 3 member lainnya.

“Molla.” Jawab semuanya kompak.

 

∞∞∞∞∞∞Y

 

“PERHATIAN SEMUANYA!! Aku akan mengumumkan sesuatu pada kalian. Aku harap kalian senang mendengarnya.” Seru manajer Infinite memasuki ruang latihan Infinite.

“Ada apa hyung?” sahut sunggyu penasaran. Begitu juga 5 member lainnya yang ada disana sangat penasaran dengan apa yang akan disampaikan manajer mereka.

“CEO kita akan memasukkan 1 member baru di Infinite. Dan dia akan menjadi member ke 7 di grup kita. Dan dia akan debut pada 7 Januari bersama kalian dengan membawakan lagu “Before The Dawn” dari album mini kedua kalian yang berjudul Evolution.” Seru manajer mereka bersemangat.

“Siapa namja itu hyung? Apa kami mengenalnya?” tanya woohyun penasaran.

“Keroum. Dia adalah Lee Sungyeol.”

“MWOOOO???”

 

 

~TE~BE~CE~

Akhirnya tebece juga.. Nah. Nah bagaimana dengan ff  baru saya?? Apakah tidak menarik?? Apakah ceritanya gak seru?? Mian saya sudah berusaha semaksimal mungkin agar ff ini sukses. Semoga banyak yang suka.. hehe..

 

R~C~L ea.. Mau di lanjutin kan??

 

Gumawo.. Annyeooong^^

 

 

 

 

 

 

Because I Love You Part 1 #MyungYeol <3#


Title : Because I Love You (Part 1)

 

Author : Queenloveminho aka Hyo

 

Genre : Little angst, Romance, M-preg n cri tw ndri..ok^^

 

Rating : PG-15 sekarang NC-21 ditunggu aja ^^

 

Length : TBC

 

 

WARNING!! YAOI, Shoneun-ai, Boys love, BoysXBoys, typo, gaje, and M-PREG .. GA SUKA JGN DBCA Say.. DILARANG BASHING karna ga cocok ma COUPLE nya.. Harus tinggalkan KOMEN ok ^^

 

Cast :

 

Lee Sungyeol ( Yeollie )

 

Kim Myungsoo ( Myungsoo )

 

Nam Woohyun ( Woohyun ) *blm wktunya muncul*

 

Other Cast :

 

Shin Hyosang ( Yeollie’s Umma )

 

Lee Minha ( Yeollie’s Appa )

 

Kim Jongki ( Myungsoo’s Appa )

 

Lee Hoya ( Yeollie’s Friends )

 

Chunji & L.joe ( Woohyun’s Friends ) *blm waktunya muncul*

 

Jang Dongwoo ( Myungsoo’s Friends )

 

Kim Sunggyu ( Myungsoo’s Friends )

 

Lee Sungjong ( Myungsoo’s Boyfriend ) *blm wktunya muncul*

 

 

 

Summary: “Apapun yg aku lakukan semua karna aku mencintaimu” Berawal dari pertemuan Yeollie, Myungsoo, Woohyun yang menghasilkan kejadian yang tak terduga untuk Yeollie. Kisah cinta, cemburu, marah, sedih, kecewa yang akan mewarnai kehidupan cinta mereka. Akankah kisah cinta Yeollie berakhir bahagia??? Nantikan saja.. *sok sinetron nih*plakk*

 

 

Disclaimer : Cast and other cast punya aku#plakk# cerita murni hasil pikiran aku.. jangan di  CoPas yo.. jangan bashing ok^^ ..

 

 

NB : Ini FF chap pertama aku, semoga suka dan menarik.. ^^ myungyeol lagi deh pokoknya.. hehehe.. ini ff yang aku repost ulang dengan beberapa pemain dan cerita yang aku ubah dan aku tambahin.. sebelumnya ini ff couple straight.. namun aku ubah ke yaoi pertama kali pake minkey couple.. dan ini ff pke cast myungyeol yang bener2 aku ubah dari awal cerita dan banyak aku tambahin.. maaf jika ada ketidaksempurnaan.. mungkin aja banyak typonya..  Disini Myungsoo lebih tua 1 tahun dari Sungyeol. Juga myungsoo lebih tinggi dari sungyeol.  Saya mau ralat, Hyosang itu bukan namja cz dia yeoja. Keke*author ikut maen dsini*plakk*

 

Tambahan: Because I love you yang MinhoJinyoung ga aku lanjutin dan aku ganti castnya aja buatt aku lanjutin..

 

 

 

♥∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞HAPPY READING∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞♥

 

Authors PoV

 

Matahari mulai beranjak dari singgasananya untuk menyinari seluruh penjuru Seoul, tampak seorang namja kecil nan cantik yang masih terlelap dalam dunia mimpi indahnya, dari arah pintu terdengarlah suara seseorang yang memutar kenop pintu dan berjalan memasuki kamar yang bernuansa biru perpaduan sweet pink & blue sky yang sangat indah & cantik.

 

“Yeollie-ah, ayo bangun chagi , nanti kamu akan terlambat ke sekolah jika terus bermalas-malasan seperti ini, dan cepatlah mandi sayang.” kata hyosang pada yeollie anaknya dengan senyum menawannya.

 

“Ne umma.” kata yeollie sambil beranjak ke kamar mandi.

 

 

@Diningroom

 

“Pagi Umma, Pagi Appa.” ujar yeollie mencium kedua pipi umma & appanya kemudian mulai duduk menghadap meja makan dan kemudian memakan sarapannya.

 

“Pagi juga sayang” ujar hyosang tersenyum manis pada anaknya.

 

“Pagi Princess” sahut minha tersenyum lebar pada namja cantik didepannya yang tak lain anaknya sendiri.

 

 

“Enak sekali umma sarapannya.” seru yeollie seraya tersenyum lebar, tak lama kemudian yeollie selesai makan & segera pamit pada ummanya untuk berangkat kesekolah.

 

“Umma, aku sudah selesai sarapan, aku mau berangkat kesekolah.” Ujar yeollie setelah selesai meminum susu coklatnya.

 

“Yeobo, aku berangkat ke kantor ya?”  ucap minha seraya mencium kening hyosang.

 

“Yeollie-ah, ini bekal makan siangmu, jangan lupa untuk memakannya ya?” ujar hyosang  sambil menyunggingkan senyum termanisnya.

 

“Ne umma. gumawo ummaku yang cantik.” sahut yeollie smbil mencium pipi ummanya.

 

“Hati-hati di jalan ya..  jangan terlalu ngebut.”  seru hyosang pada suaminya.

 

“Ne yeobo. aku berangkat dulu.”  sahut minha lalu masuk ke mobil.

 

“Appa kkaja aku takut terlambat ke sekolah.” ujar yeollie lalu duduk manis di samping appanya.

 

“Sippo.. kita berangkat.” Sahut minha semangat.

 

End Pov

 

∞∞♥∞∞

 

 

Yeollie’s PoV

 

@Inspirit Elementary School

 

“Kkaja kita sudah sampai disekolah, selamat belajar Princess.. nanti appa jemput yah. I love u princess.” ujar appa menyunggingkan senyuman padaku.

 

“Gumawo appa.  Hati-hati di jalan?” ujarku mencium pipi appa.

 

“Ne princess. selamat belajar.” ujar appa kemudian berlalu menjauh mengendarai mobilnya.

 

@Classroom 3A

 

“Yeollie-ah, selamat pagi.” ucap hoya sahabat kecilku.

 

“Pagi Hoya-ah.” sahutku pada hoya.

 

Pelajaran dimulai setelah bel berbunyi. Ahn seonsaengnim, guru sekaligus wali kelas 3A mengabsen para murid.

 

“Lee Sungyeol” ‘hadir’ , “Lee Hoya” ‘hadir’ dst.. kemudian memulai pelajaran. tak terasa jam istirahat berbunyi…

 

TING!

 

TING!

 

 

@Canteen

 

“Kita duduk disana saja.” ujarku pada sahabatku hoya, langsung di ikuti anggukan kepala olehnya. tak lama kemudian bel masuk pun berbunyi. tanpa terasa pelajaran berakhir dan waktunya untuk pulang.

 

End Pov

 

∞∞♥♥∞∞

 

 

Minha’s PoV

 

@Kantor

 

“Yeollie aegyku. namja kecilku yang sangat cantik juga pintar, permata hatiku juga princess ku yang sangat aku sayangi, begitu pula Hyosang adalah cinta pertama sekaligus cinta sejatiku yang kini telah menjadi Anae ku.” batinku sendiri.

 

“Aku sangat mencintai dan menyayangi kalian berdua, semoga keluarga kita selalu di lindungi tuhan, dihiasi keceriaan dan dipenuhi kebahagiaan.” ucapku seraya memandang foto keluarga kecilku yang ada dimeja kantor.

 

“Oh iya, aku harus segera menjemput Yeollie pulang sekolah, aku tidak mau princessku itu menunggu lama.” ucapku seraya mengendarai mobil.

 

Aku memang dari dulu sudah terbiasa memanggil anakku dengan sebutan princess, karna walaupun dia namja tapi anakku itu sangat cantik seperti ummanya. Walau ummanya orangnya pendiam, tapi yeollie memiliki sifat ceria sepertiku juga sifat ummanya yang penyayang dan keahlian ummanya dalam memasak.

 

Tidak menunggu waktu lama aku sampai di depan sekolahnya, ku edarkan pandanganku mencari sosok princess mungilku dan akhirnya aku menemukannya, lalu aku mnghampirinya.

 

“Yeollie-ah, kkaja kita pulang princess?” ucapku seraya menggandeng tangan mungilnya.

 

End Pov

 

∞♥∞

 

Yeollie’s PoV

 

@Inspirit Elementary School.

 

 

“Yeollie-ah, kkaja kita pulang princess?” ucap appa seraya menggandeng tangan mungilku.

 

“Appa, cepat sekali sudah datang menjemputku.” ucapku tersenyum sambil mengenggam tangan appa.

 

“Hoya-ah, aku pulang dulu ya, Annyeoong.” ucapku sambil tersenyum dan berlalu meninggalkannya.

 

Tak lama kemudian aku dan appa sampai dirumah.

 

“Umma, Yeobo, kami pulang.”  ucapku dan appa bersamaan.

 

“Chagi, kamu sudah pulang? cepat ganti baju dan segeralah makan.” pinta umma sambil melepaskan dasi appa.

 

“Ne umma.” sahutku langsung berlalu masuk kekamarku dilantai atas.

 

End Pov

 

∞∞∞∞

 

 

Hyosang’s PoV

 

@Home

 

“Aku sangat bahagia memiliki anak yang cantik imut seperti Yeollie walau dia namja tapi dia sangatlah cantik melebihi yeoja kecil lainnya, juga Minha oppa Namphyon yang sangat mencintaiku,  aku sangat mncintai keluargaku ini, semoga hidup kami bertiga selalu diberi kebahagiaan.” ujarku dalam hati sambil tersenyum.

 

“Yeobo. Waeyo? Senyum-senyum sendiri.” ucap minha oppa mengagetkanku.

 

“Aa..aniyo oppa.. hanya saja kau sangat tampan.” ujarku sehingga rona merah terpancar dikedua pipiku kemudian aku menundukkan wajahku yg memerah.

 

Kemudian aku merasa tangannya mendongakkan daguku dan mendekatkan wajahku kearahnya, lebih tepatnya ke arah bibirnya, kurasakan hembusan nafasnya sangat dekat. CHU.. tersadar dari ciumannya, aku segera mencubit perutnya dan membuatnya mengerang kesakitan.

 

“Ya! yeobo.. Appoyo.” erangnya sambil memegang perutnya.

 

“Oppa, kau ini mesum sekali!! bagaimana jika yeollie melihat kejadian tadi?” seruku pura-pura marah, kulihat dia memanyunkan bibirnya, membuat wajahnya semakin terlihat imut dimataku.

 

End Pov

 

 

∞∞∞♥♥∞∞∞

 

 

 

Author’s Pov

 

Ada tiga namja kecil yang sedang berjalan kaki pulang sekolah. Mereka adalah Myungsoo, Dongwoo, Sunggyu.

 

“Myungsoo-ah, lomba yang diadakan antara sekolah kita Infinite Elementary School dengan Inspirit Elementary School, apakah kau akan ikut lomba lari estafet?” tanya sunggyu pada myungsoo.

 

“Yoo seonsaengnim sudah mendaftarkanku. Jadi aku akan ikut dalam lomba itu.” Sahut myungsoo sedikit menerawang pada taman yang ada didepannya.

 

“Hmm. Yeppeo. Neomu yeoppeo.” Gumamnya memandang namja mungil cantik yang sedang duduk manis dibangku taman.

 

“Kau bilang apa tadi myungsoo-ah?” tanya dongwoo penasaran. Mukanya lucu sekali.

 

“Anni.” Jawab myungsoo singkat. Dia tetap mengarahkan pandangannya pada namja cantik itu.

 

“Aissh. Kau lihat apa sih? Serius sekali.” Tanya sunggyu sambil mengerutu.

 

“Aku sedang melihat seorang princess disana.” Ujar myungsoo menunjuk namja mungil yang sangat menawannya sedari tadi.

 

“Benar. Yeoja kecil itu cantik sekali.” Dongwoo mengarahkan pandangannya pada seseorang yang ditunjuk myungsoo. Sunggyu mengangguk mengiyakan kata-kata dongwoo.

 

“Tapi, kenapa dia tidak memakai rok. Lihat dia memakai seragam Inspirit Elementary School. Apakah dia itu namja?” sunggyu mengamati namja cantik itu dengan seksama.

 

“Iya. Kau benar sunggyu-ah, dia adalah namja. Namja mungil yang sangat cantik.” Dongwoo membenarkan kata-kata sunggyu. Myungsoo hanya menatap lekat namja cantik itu.

 

“Aku tidak peduli dia adalah namja ataupun yeoja. Karena dia tetaplah seorang Princess dimataku. Ayo kita pulang.” Ujar myungsoo membuat sunggyu dan dongwoo tersenyum dan beranjak pergi dari taman.

 

“Aku berharap kita bisa bertemu kembali.” Myungsoo menoleh kebelakang dan memandang namja cantik itu singkat dan kemudian berjalan mengikuti sahabat-sahabatnya.

 

End Pov

 

∞∞∞♥♥∞∞∞

 

 

Myungsoo Pov

 

“Appa.. aku pulang..” seruku memasuki rumah.

 

“Hai jagoan. Sudah pulang sekolah ya. Bagaimana harimu disekolah.” Appa mengendongku.

 

“Seperti biasanya appa. Oh ya appa, besok aku akan mengikuti lomba disekolah. Appa bisa datang kan?” tanyaku pada appa. Apa menurunkanku dari gendongannya.

 

“Mianhae. Appa tidak bisa datang chagi. Appa harus menghadiri rapat di Busan besok. Maafkan appa ne.” Ucap appa sedih.

 

“Gwaenchana. Semoga besok aku menang ya appa.” Ujarku pada appa.

 

“Pasti. Kau pasti akan menang myungsoo-ah.” sahut appaku semangat.

 

“Baiklah aku pergi kekamar dulu.” Pamitku pada appa. Appa hanya mengangguk.

 

Aku menaiki tangga dan berjalan membuka kenop pintu kamarku yang bernuansa biru laut dan putih.

 

“Aku merindukan umma. Umma sedang apa diatas sana. Aku kasihan melihat appa tidak ada yang mengurus. Sedangkan myungsoo hanya sendiri disini. Myungsoo ingin punya umma lagi. Apa umma mengijinkan appa mencari umma baru untuk myungsoo.” Tanyaku memandang langi-langit kamarku. Aku seakan berbicara pada umma. Ummaku meninggal saat melahirkan aku. Selama ini aku hanya bisa memandang pigura yang berisi foto appa dan umma sewaktu umma sedang mengandungku.

 

∞♥♥∞

 

@Infinite Elementary School.

 

@Classroom 4 A.

 

“Anak-anak, sudah siap untuk perlombaan hari ini. Ayo kita segera menuju lapangan.” Seru Yoo seonsaengnim dengan semangat.

 

“Siaaap.. seonsaengnim..” seru teman-teman sekelasku senang.

 

“Myungsoo, kau siap unttuk lomba lari estafet nanti?” tanya yoo seonsaengnim padaku.

 

“Ne. Aku sangat siap seonsaengnim.” Seruku senang.

 

“Ayo kita kelapangan. Murid dari Inspirit Elementary School sudah ada dilapangan sekarang.” Ujar yoo seonsaengnim padaku. Aku hanya mengangguk.

 

“Myungsoo, semangat ya. kau kan cepat sekali jika berlari, aku yakin kau akan menang.” Seru dongwoo semangat.

 

“Dongwoo, kecilkan suaramu. Kau ini berisik sekali.” Marah sunggyu pada dongwoo.

 

“Aku kan tidak bicara denganmu sunggyu.” Dongwoo mengerucutkan bibirnya kearah sunggyu.

 

“Sudahlah kalian ini jangan ber….. uhm. Yeppeo.” Ucapku tanpa sadar memotong perkataanku pada sunggyu dan dongwoo.

 

“Kau bilang yeppeo pada siapa?” tanya sunggyu bingung memandangku.

 

“Dasar aneh..” seru dongwoo memandangku.

 

“Namja itu, aku bertemu dia lagi. Dia ada disana.” Aku menunjuk namja yang sedang berdiri bersama teman-temannya dilapangan.

 

“Ah. namja cantik yang kau panggil dengan sebutan princess itu kan.” Ucap sunggyu tersenyum senang.

 

“Apa dia ikut lomba juga. Siapa namanya ya? sepertinya dia satu tingkat dibawah kita.” Ujar dongwoo membuatku menatapnya.

 

“Ayo kita caritau saja pada yoo seonsaengnim.” Ajakku pada mereka.

 

“Seonsaengnim, kami mau bertanya.” Ucapku serempak bersama sunggyu dan dongwoo.

 

“Silakan. Apa yang akan kalian tanyakan?” sahut seonsaengnim.

 

“Uhm. Siapa saja yang ikut lomba lari estafet dari Inspirit Elementary School seonsaengnim?” tanyaku singkat.

 

“Yang ikut serta dalam lomba ini adalah kelas 3 A dua orang dan kelas 4 A tiga orang. Begitu sebaliknya dengan Infinite Elementary School. Ada apa memangnya?” jelas yoo seonsaengnim pada kami.

 

“Anni. Gamsahamnida seonsaengnim.” Ucapku pada seonsaengnim lalu menarik kedua sahabatku meninggalkan yoo seonsaengnim.

 

“Kenapa tidak bertanya siapa saja nama mereka myungsoo?” tanya sunggyu bingung padaku.

 

“Aku akan mencari tau sendiri.” Ucapku singkat.

 

“Kau aneh.” Dongwoo bingung menatapku.

 

∞∞♥∞∞

 

“Peserta diharapkan segera menempati posisinya, lomba akan segera dimulai.” Seru panitia lomba.

 

HANA!

 

DUL!

 

SET!

 

Aku berlari secepat mungkin melewati peserta lainnya. Namun saat aku akan sampai pada garis finish. Namja cantik itu tiba-tiba terjatuh. Aku menghentikan lariku dan berbalik berlari kearah namja cantik itu.

 

“Neo, gwaenchana?” aku mengarahkan tanganku untuk membantunya berdiri.

 

“Uhm. Gwaenchana. Gumawo.” Ucapnya sambil tersenyum lembut padaku.

 

“Ayo kita lari bersama.” Ajakku pada namja cantik itu.

 

“Ne.” Jawabnya singkat.

 

Lomba tadi akhirnya dimenangkan oleh sekolahku. Aku lihat namja cantik itu berjalan kearahku.

 

“Ini untukmu.” Ucapnya menyodorkan botol air mineral padaku.

 

“Gomawo.” Sahutku singkat.

 

“Sekolahmu yang menang. Chukkahamnida.” Dia mengarahkan tangannya padaku.

 

“Gomawo. Kau tidak apa-apakan tadi.?” Balasku menggapai tangannya. Dan tanyaku singkat padanya.

 

“Ne. Aku baik-baik saja. Oya, aku Lee Sungyeol. Namamu siapa.” Ucapnya padaku.

 

“Aku Kim Myungsoo.” Sahutku tersenyum kearahnya.

 

“Baiklah aku pergi dulu. Kedua orangtuaku sudah menungguku. Annyeoongg..” dia berpamitan padaku.

 

“Ne. Annyeoong.” Balasku padanya.

 

“Bagaimana, kau sudah tau siapa nama namja cantik itu.” Tanya dongwoo padaku.

 

“Tentu saja.” Jawabku senang.

 

“Kau menyukainya??” tanya sunggyu penasaran.

 

“Aku juga tidak tau.” Ucapku pada sunggyu. Dongwoo dan sunggyu hanya geleng-geleng mendengar jawabanku.

 

End Pov

 

∞∞∞♥∞∞∞

 

 

Minha’s PoV

 

@Livingroom

 

“Bagaimana jika akhir pekan besok kita ke Jeju Island?” ucapku sambil menatap wajah anak dan istriku bergantian.

 

“Aku mau appa. pasti sangat menyenangkan disana.” sahut yeollie sambil tersenyum. aku menatap wajah istriku untuk mendapat persetujuannya.

 

“Baiklah. aku pasti ikut.” ujar hyosang sambil tersenyum.

 

End Pov

 

****∞∞****

 

Yeollie’s PoV

 

@Saturday

 

“Umma, Appa, ayo kita segera berangkat.” ucapku sambil membawa bekal yang disiapkan umma kedalam mobil.

 

“Kkaja, kita berangkat.” sahut umma dan appa bersamaan lalu masuk ke mobil.

 

“Kim Myungsoo, apakah kita akan bertemu lagi.” Gumamku pelan menatap jalan.

 

End Pov

 

****∞∞****

 

 

Authors PoV

 

@Diperjalanan

 

Yeollie duduk dibelakang bersama ummanya hyosang dan minha appanya sedang menyetir di depan kemudi mobil, suasana hati yeollie yang tadinya ceria dan sangat bersemangat mendadak berubah dan yeollie merasakan perasaannya berubah menjadi tidak enak dan jantungnya berdegup dengan kencang.

 

“Ada apa ini?  Kenapa perasaanku jadi seperti ini?” ucap yeollie di dalam hati menatap kearah appa dan ummanya.

 

“Yeollie-ah, kau kenapa chagi? Gwaenchana? Apa kau tidak menikmati perjalanan ini eoh?” tanya hyosang pada yeollie sambil memeluk erat anaknya.

 

“Annio. Gwaenchana umma, hanya saja perasaanku tidak enak.” jawab yeollie sedikit khawatir.

 

“Istirahat saja princess.  nanti juga akan segera sampai.” seru minha di depan kemudi.

 

 

Tak lama kemudian ada sebuah Truck melaju dengan cepat dari arah berlawanan, truck itu seakan oleng ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya melaju kencang ke arah mobil yang di kemudikan Minha beserta istri dan anaknya.

 

“AWASSS APPAAAAAA!!!! teriak yeollie dan Ummanya, dengan cepat Minha membanting stir ke kiri, namun na’as mobilnya menghantam pohon dengan sangat keras.

 

 

 

∞∞TBC∞∞

 

 

RCL ea… ga RCL dosa…. hehehehehe :DD ^^V

 

 

Mian lam ea publishnya. Habis saya lagi sibuk dikampus*alasan klasik* saya juga mau ujian nih.. ^^V.. hehe.  Mau dilanjut kagak ( ? ) ayo coment-coment…  habis baca coment lalu di like sekalian dunk….  Oce ^^ Annyeong..  ^^

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 172 pengikut lainnya.