fanfiction for our soul

PLAYBOY BOYFRIEND { YUNJAE COUPLE STORY } CHAPTER 5/? YAOI


title : playboy boyfriend

author: jung rye sun

length: 5/?

rate: maybe NC 17..

genre: AU, romance, NC17, and a little bit straight…

WARNING!!! MPREG!!!don’t read this! if u don’t like yaoi!

 

***************************************************************

*jaejoong POV*

 

hari ini aku pulang dari rumah sakit.

akhirnya setelah beberapa hari dirumah sakit yang sangat membosankan ini aku bisa pulang.

tapi rasa takut malah menyelimutiku.

takut kalau appa nanti akan marah besar padaku.

mungkin, jika appa akan menghapusku dari daftar keluarga aku harus menerimanya dengan lapang dada.

ini semua gara-gara si brengsek itu.

ahh….

aku beci sekali padanya.

setiap melihat wajahnya dihadapanku rasanya nafsu untuk meninju wajahnya hingga babak belur kembali.

tapi aku masih punya akal sehat, jadi ku urungkan niat jahatku itu.

entah, kenapa meski aku selalu bersikap menyebalkan padanya dia tetap tenang-tenang saja.

tak pernah dia berbalik marah padaku,

seperti dulu sering dia lakukan.

entah, setan baik apa yang merasuki tubuhnya.

“jae, ayo kau sudah siap?!”

ujarnya sembari mengepack pakaianku.

“iya!”

jawabku malas-malasan.

aku keluar dari kamar mandi.

“jae…”

“hmmm….”

“kenapa wajahmu murung begitu??”

“ani….”

“iya! kau murung! kau kenapa?”

“bawel! kubilang tidak!”

ujarku membentaknya.

“oh, ok!”

jawabnya santai.

tak tahu kenapa aku selalu emosi jika ditanya olehnya.

“yun, kapan appaku pulang?”

“hmmm…. katanya hari ini! mungkin nanti sore!”

DEG,

“sore ini??!!”

dia menganggukan kepala.

“kau bercanda!! aku bisa gila!!!”

dia menatapku bingung.

“wae?”

tanyanya polos.

“wae kau bilang!!! tentu saja karena… aku… ahh, kau tahu lah!”

aku sulit mengatakan kalimat hamil.

“lalu…”

wajah bodohnya benar-benar membuatku ingin meninjunya.

“aishh, kau ini bodoh sekali!

tentu saja aku panik! aku harus bilang apa pada appaku nanti??!

apa aku harus bilang ‘appa aku hamil oleh anak buah kesayanganmu jung yunho!’

kau bercanda?!! appa akan murka padaku! ditambah aku namja!”

aku benar-benar frustasi sekarang.

rasanya aku ingin ditelan bumi saja.

yunho menatap prihatin padaku.

“aku tahu! aku sudah memikirkan hal itu!

tapi… cepat atau lambat dia pasti akan tahu tentang hal ini!”

yunho mendekat ke arahku.

“aku tahu ini berat, terutama untukmu!

mungkin kata maaf tak akan cukup! tapi aku hanya ingin mencoba membantu dan bertanggung jawab atas segalanya,

terlebih kau membawa anakku sekarang!”

dia menatapku dengan matanya yang menunjukkan kesungguhan, dan tangannya bergerak menggenggam tangaku.

aku tak tahu harus bersikap bagaiman lagi padanya.

tatapannya selalu membuat hatiku lunak.

terlebih genggaman tangannya yang hangat.

“kita akan melewatinya bersama! trust me!”

dia tersenyum manis padaku.

“kuharap begitu…”

jwabku pelan.

~~~~

yunho tidak langsung membawaku pulang.

dia membawaku ke tepi sungai han.

“hoahhmmm…. udaranya sejuk!”

wajahnya lucu dan polos.

tapi hatiku masih belum tenang.

aku masih khawatir bagaiman caranya aku menyampaikan hal ini pada appa.

“kenapa kau murung lagi jae??”

aku menggelengkan kepalaku.

“tenanglah! tak usah kau pikirkan lagi!”

ujarnya santai.

“kau bisa saja bilang begitu! tapi aku??

dia appaku dia pasti akan membunuhku jika tahu hal itu!

lagipula, kau pasti senang kan! karena kemungkinan besar jabatan direktur itu akan jatuh ketanganmu!”

dia menatap kaget padaku.

“k-kau ini! disaat seperti ini kau masih memikirkan hal itu?!!

asal kau tahu saja! aku tak pernah sama sekali berniat dan mengincar jabatan itu! tapi appamu yang menyalonkanku!”dia menatapku penuh emosi.

aku hanya bisa menundukkan wajahku tak berani menatapnya.

“jae, mengapa kau selalu menjadi orang yang egois! tak pernah mau memikirkan orang lain!

seakan dunia ini milikmu sendiri! aku harap kau bisa belajar agar bisa lebih dewasa!”

dia menatap serius padaku.

“ehm… ya, itu memang sudah dari sananya! aku juga tak tahu!”

jawabku santai.

“kenapa kau bertanya seperti itu padaku??”

“hmm, tidak! hanya saja….”

“kau takut aku tak akan bisa jadi orang tua yang baik?!

aku bisa! dan jangan mencoba meragukanku!”

aku menatapnya tajam.

“baiklah! aku hanya bisa berharap kau jadi umma yang baik!”

umma??

“aku bukan umma! aku appa!!!

aku tak mau anakku memanggilku umma!”

dia menatapku terkejut.

“tapi kau kan memang ibunya! kau yang mengandung dan melahirkan jadi secara biologis kau ibunya!!”

“ANDWE!! aku tak mau! aku kan namja! jadi aku masih appanya! bukan umma! kalau kau mau kau saja yg jadi ummanya!”

dia menatapku pasrah.

“baiklah! terserah kau! jadi anak itu tak akan punya umma!”

“yup! tapi kan dia punya 2 appa!”

jawabku santai.

“ahh…. up to you!”

aku menyunggingkan senyum kemenangan padanya.

~~~~

“yunho…”

“wae?”

“jangan antar aku pulang kerumahku!”

“eee, wae?”

“kumohon!”

aku menatapnya dengan wajah memelas.

“ee, yaya! tapi kenapa?”

“aku tak mau bertemu appa dulu!”

“t-tapi!”

“please!!!”

“tapi jae! ak-”

“ok! baiklah! besok kau boleh pulangkan aku! tapi aku tidak mau sekarang!”

“baiklah!”

jawabnya pasrah.

~~~

aku memintanya mengantarku ke apartemennya.

habisnya aku tidak tahu lagi mau kemana.

aku tidur di kamar terpisah dengan yunho.

tentu saja, masak kami satu kamar.

-pagi hari-

“hoahmmm….”

aku menguap lebar karena masih ngantuk.

tiba-tiba aku merasa sangat lapar.

aku langsung turun dari tempat tidur dan keluar kamar.

tiba-tiba aku mencium bau masakan dari dapur.

aku memutuskan pergi ke dapur.

kulihat yunho sedang memasak sesuatu.

“yun….”

dia berbalik menengok ke arahku.

“oh, kau sudah bangun jae?!”

“ehmmm….”

“bagaimana tidurmu? nyenyak?!”

aku mengangguk kecil.

“kau masak apa?”

tanyaku bingung.

hanya kimchi stew dan sup miso.

“ooo…”

aku membulatkan bibirku.

“jae…”

“wae…”

“kalau kita menikah nanti, kau yang harus memasak!”

memasak??

“eee… kenapa aku?!”

tanyaku polos.

“jelaslah! kau kan seorang istriku! kau harus bisa memasak untuk suami dan anak-anakmu!”

jawabnya santai.

“sejak kapan aku jadi istrimu?! aniya! aku tak mau jadi istri aku mau jadi suami saja!”

“hah, dasar kau ini!! terserahlah!!”

ujarnya pasrah dan kembali memasak.

~~~

yunho sudah selesai memasak dan membawanya ke meja makan.

aku yang dari tadi menunggunya hanya menatap tidak sabar.

“nah, sekarang ayo makan!”

ujarnya yang terlihat sudah kelaparan.

aku mulai makan,

masakannya enak juga.

meski dia namja tapi dia bisa masak mungkin karena terbiasa tinggal sendiri.

“bagaimana enak tidak??”

“hmm… lumayan!”

jawabku pelan.

tiba-tiba aku merasakan mual di perutku.

“jae…kau kenapa?”

dia menatapku khawatir.

aku langsung berlari ke toilet.

“hoekks….hoekks….”

dia langsung menghampiriku dan membantuku memuntahkan isi perutku.

“jae! kau tak apa-apa??!!”

tanyanya panik.

“wajahmu pucat sekali! kita ke dokter saja yah?”

“aniya… tak usah! bawa aku ke tempat tidur saja!

mungkin aku hanya butuh istirahat!”

ujarku lemah.

rasanya aku lelah tiap hari harus menahan sakit seperti ini.

dia membantuku berdiri.

“kau yakin tak apa-apa?”

tanyanya dengan tampang sangat khawatir.

“ani…”

aku memberi senyum kecil.

dia membaringkanku di tempat tidur.

rasanya kepalaku pusing dan perutku sakit sekali.

“jae, kita ke dokter saja ya?!”

“aniya! aku tak mau yun!”

“baiklah!”

dia menatap pasrah padaku.

“apa itu sakit?”

dia menunjuk perutku.

tanyanya polos padaku.

“ne, sedikit!”

jawabku pelan.

“boleh aku menyentuhnya?”

dia menatapku memohon.

“ne…”

dia meletakkan telapak tangannya di perutku dan mengelusnya pelan.

“kenapa perutmu masih rata?”

tanyanya polos.

“tentu saja bodoh! kandunganku kan baru sekitar seminggu!”

dia mengangguk kecil.

wajahnya lucu juga. dia kadang menyeramkan, kadang menyebalkan,

tapi kadang juga menyenangkan.

“hari ini kita akan bertemu tuan kim bukan?”

“ne…”

kuharap appa mau mengerti dan semoga dia mau menerima ini semua.

~~~

kami tiba di depan gerbang rumahku.

rasanya kakiku berat sekali memasuki rumahku sendiri.

ada atmosfer yang berbeda disana.

“jae…”

“hmmm…”

“ayo masuk!”

yunho menggenggam tanganku erat berusaha meyakinkanku.

aku hanya bisa mengannguk pelan.

kupencet bel rumah.

“ting…tong….”

sesosok wanita paruh baya muncul membukakan pintu.

“tuan muda!”

dia adalah pelayan di rumahku sekaligus pengasuhku sejak kecil.

“ahjumma…”

dia langsung menyunggingkan senyum bahagia padaku.

“tuan kemana saja? appa khawatir pada tuan!”

aku hanya tersenyum kecil padanya.

“tuan bersama siapa ini?”

tanyany bingung.

“dia temanku, jung yunho”

“ooo, ayo silahkan tuan-tuan mari masuk! appa menunggu tuan sejak tadi!”

jantungku semakin berdetak keras tak karuan.

“silahkan duduk, saya akan memanggil tuan besar!”

aku duduk perlahan di sofa.

rasanya aneh berada disini meski ini rumahku sendiri.

“jae…”

dia menatapku dalam.

“jangan takut! ada aku!”

tatapannya mengurangi kekhawatiranku sedikit.

“kim jaejoong!”

appa akhirnya datang juga kehadapan kami.

“kau ini kenapa tidak langsung pulang kemarin? kau kemana hah?!”

wajah appa terlihat sedikit marah.

“mianhe…”

jawabku pelan.

“tuan, jaejoong kemarin menginap di apartemen saya!”

ujarnya membelaku.

“apa dia merepotkanmu disana?!”

tanya appa khawatir.

“tidak tuan! dia sama sekali tidak merepotkan saya!”

jawab yunho sembari tersenyum.

“gomawo yunho!”

appa kembali memalingkan wajahnya menatapku.

“kau tidak mau masuk ke kamar?”

tanya appa kepadaku.

“a-aku mau memberitahu sesuatu padamu!”

appa menatapku bingung.

“apa itu?”

dia menatapku tajam.

rasanya aku mau mati sekarang.

bibirku terasa kelu, dan aku bingung mau berkata apa sekarang.

“tuan kim, sebelumnya saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya pada anda,

saya mungkin telah membuat kesalahan yang sangat fatal. saya harap anda tidak menyalahkan jaejoong!

dia tidak bersalah atas ini semua, jaejoong-”

“aku hamil appa!’

ujarku tegas.

“mianhe….”

appa menatapku tak percaya dan memandangku aneh.

“apa maksudmu kim jaejoong??!!”

dia menatapku bingung.

“aku hamil! dan anak ini milik yunho!”

rasanya aku ingin di kubur hidup-hidup saja sekarang.

“k-kau…. tak mungkin!!! impossible!!!”

dia masih tak percaya padaku.

“itu benar tuan kim! jaejoong mengandung anak saya sekarang!

oleh karena itu saya akan bertanggung jawab!”

“k-kau!!! BAGAIMANA BISA??!! KAU LAKI-LAKI KIM JAEJOONG!!!!”

wajahnya benar-benar sangat menakutkan dimataku.

kemarahan yang begitu besar terlihat disana.

aku tahu semua akan begini.

appa pasti akan marah besar padaku.

mianhe appa….mianhe….

tak terasa air mata jatuh di pipiku.

“mianhe appa…. kumohon maafkan aku!!”

aku jatuh terduduk memohon di kaki appaku.

“k-kau….”

appa masih bingung mencerna semuanya.

“jae… jangan sperti itu”

yunho berusaha menenangkanku.

“appa kumohon maafkan aku!! aku tahu aku salah! aku tak mau kau membenciku!

aku tahu aku memang anak yang menyebalkan! tapi aku tak punya siapapun lagi!

aku hanya punya kau appa, kumohon jangan benci aku!”

hanya air mata yang bisa mengalir di pipiku.

“berdiri!”

“aniya, aku tak mau berdiri sebelum kau memaafkanku!”

“BERDIRI, kim jaejoong!!!”

appa menarikku berdiri.

sekarang aku berhadapan dengan wajahnya langsung.

aku tak berani sedikitpun memandang wajahnya.

“tatap mataku!!!”

dia memaksaku menatap matanya.

kulihat dimatanya guratan kekecewaan, kebingungan, kemarahan, ada disana.

namun, disana juga masih terselip kehangatan dan kelembutan.

“benarkah semua itu? jawab appa!”

aku mengangguk pelan.

“mana buktinya?!”

aku memandang appaku ketakutan.

yunho menyodorkan selembar kertas yang kuketahui itu dari dokter.

appa membuka kertas itu perlahan, dan tak lama kemudian dia menatapku pasrah.

“jadi itu benar?!”

aku mengangguk pelan.

“hah, aku tak tahu apa yang harus kukatakan padamu!

segalanya sudah terjadi! kalian yang melakukan, maka kalian pula yang harus menanggung resikonya!”

appa berkata tegas.

“apa kau marah??”

tanya masih sambil menangis.

dia menatapku dalam.

“apa gunanya aku marah! toh, hal ini sudah terjadi dan tak akan bisa diulang kembali!

ini mungkin memang sudah jalan hidup kalian, aku tak bisa berkata marah atau tidak!

aku kecewa tentu saja, anak lelaki ku satu-satunya hamil! bagaimana perasaanku sebagai orang tua!

aku merasa gagal! dan aku tak tahu harus bilang apa pada umma mu!”

aku hanya bisa tertunduk mendengar jawaban appa.

“tapi meski kau selalu membuatku kesal, marah, jengkel. kau tetap anakku! dan hubungan itu tak dapat terhapuskan!

karena kau masih anakku!”

aku tersenyum kecil pada appaku.

hal ini pasti sangat berat untuknya.

tapi aku salut dia dapat menerima dengan lapang dada.

“gomawo…”

bisikku pelan.

“dan kau jung yunho!”

appa berbalik menatap yunho.

“kau sudah membuat anakku seperti ini! kau harus bertanggung jawab! nikahi dia!”

ujar appa tegas.

“ne, saya akan menikahinya tuan! terima kasih atas pengertian anda!”

dia mengangguk pelan.

“tapi aku bersyukur! karena jaejoong akan bersama orang yang tepat!

kuharap kau bisa menjaganya dan tentunya cucuku dengan baik! aku akan

membunuhmu jika kau melukai little joongie!”

appa tersenyum kecil padaku.

sejak aku kecil appa memanggilku little joongie.

dia terus memanggilku begitu hingga usiaku 17 tahun.

aku malu, jadi aku bilang padanya tak mau dipanggil begitu lagi.

tapi sekarang aku bahagia dia memanggilku seperti itu.

“pasti! aku akan menjaga jaejoong dengan baik!”

kuharap begitu yunho.

aku tahu hingga detik ini dia belum mencintaiku.

tapi kuharap dia bisa mencintaiku.

mungkin suatu saat nanti…..

~~~

 

*yunho POV*

 

aku dan jaejoong duduk di tepi sungai han.

pemandangan malam hari disini sangat indah.

jaejoong duduk tenang disampingku.

“jae…”

“hmmm…”

“aku bahagia appamu mau menerima kita!”

“ne…”

dia tersenyum kecil padaku.

“lalu, kapan kita akan memberitahu orang tuamu hal ini yun?”

aku tersenyum kecil padanya.

“tak perlu…”

“wae?”

tanyanya bingung.

“orang tuaku sudah meninggal jadi kita tak perlu dan tak akan bisa memberitahu mereka!”

“mianhe…”

ujarnya pelan.

“boleh aku tahu sejak kapan?”

tanyanya polos.

“hmmm….sejak aku berusia 10 tahun! mereka meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat!”

“ooo… mianhe!”

“tak apa!”

ujarku sembari tersenyum.

“lalu kau tinggal dengan siapa setelah itu?”

tanyanya penasaran.

“aku tinggal bersama nenekku! tapi 2 tahun yang lalu dia meninggal!”

ujarku tersenyum pahit.

“jadi kau sebatang kara??”

tanyanya prihatin.

“ne…”

jawabku pelan.

tiba-tiba dia menggenggam tanganku pelan.

“tenang saja! sekarang ada aku, jadi kau tak akan sendirian lagi!”

dia tersenyum manis padaku.

senyumnya begitu indah.

menghiasi wajahnya yang sangat cantik.

dia cantik, itu satu-satunya kalimat di pikiranku.

wajahnya seperti bidadari yang turun ke bumi.

mungkin aku dapat mencobanya,

mencoba untuk mencintai pria ini.

pria yang sekarang mengandung anakku.

“gomawo, jae…”

seperti ada suatu magnet pada dirinya.

aku langsung memeluknya erat.

dia terlihat sedikit kaget.

“ne…”

ujarnya pelan dan membalas pelukanku.

 

TBC

 

About these ads

24 responses

  1. Tanjunxiu

    Oh….so sweet?! YUNJAE emg romantis,g’ da yg bsa nandingin mereka ;-) pendek banget bu author??? Cpt dlnjut yah? dah g’ sbr nih nunggu little Jaejoong keluar.

    5 Desember 2010 pukul 17:14

  2. riananotraina

    appa cinta umma..
    cie,cie,
    update soon ya bu author..
    btw,, boleh daftar jd baby.a yunjae ga?
    *obsesi tersembunyi*
    haha

    5 Desember 2010 pukul 18:12

  3. mymy

    ye yey…
    uno cintilah jj scept’x.b
    hahaha..

    5 Desember 2010 pukul 18:51

  4. Jaeluphme

    Next chap yunjae wedding kah??

    Ah..bc yunjae jd ktwa ktwi sndri..yunjae emg so sweeet~

    5 Desember 2010 pukul 19:07

  5. wew,mn lanjuta.x nie ??

    penasaran…..

    7 Desember 2010 pukul 04:11

  6. Kim yuki

    Ayo cpt lnjudkan…cpt,cpt,cpet…pnsran stgah mampus ma ni crita.

    mr.jung emank appa yg baek. kau jg hruz jd appa yg baek kya g2 ya yun!!

    8 Desember 2010 pukul 19:55

  7. mukti_hyuwon

    feelny jae n yun blum dpt chingu,
    jdiny krg brksan
    truz momen2 sweet ny yunjae jga jdi cpet gtu..

    11 Desember 2010 pukul 13:06

  8. Tarissa

    Aku suka banget chingu… Ceritanya keren … Lanjut dong …

    12 Desember 2010 pukul 10:01

  9. Jasmin

    Aaaa,.romantis jugaa,.aku suka,.aku suka,.aku suka,…Lanjuuuuuuuuuut !

    12 Desember 2010 pukul 13:36

  10. Suka suka . . *teriak pke toa* ,,ga sbr nnggu baby yunjae lahir ,,baby’y psti cntk kya umma’y n gntng kya appa’y ,,twit twit . . . yun dah mulai ska tuch ma jae ,,next chap jgn lma yach . . .

    13 Desember 2010 pukul 23:28

  11. chicken861015

    yeyy akhr na appa…
    Untng appa jae umma ngsh restu..
    Hufff…
    Lnjuut yoo unn…
    *bow*

    19 Desember 2010 pukul 20:15

  12. ellYChun9

    Yess!!!*plong*kirain bpkNa jae bkalan gak trima dg khmilan jae trus jae diusir dri rmh dan gak diakui jd anak bpk Kim dan jae kawin lari lalu hidup menderita bersama Yun di sebuah gubuk reot,,,SELAMANYA TT.TT*giLe,sadis bener*

    untung. . .untung*ngelus jidat chun*tu cm da dpkiran aq. . .
    Ayok dlanjot kykNa dah ada titik terang bwt YunJae!!!

    24 Desember 2010 pukul 23:02

  13. tini1208

    ciee~~~
    ciee~~~
    romantis euy. . .
    lanjot

    25 Desember 2010 pukul 07:52

  14. kha

    kirain appa jae bakal marah2 n ngusir jae..
    eh, ternyata malah ngerestuin yunja..
    sepertinya yun jg udah mulai suka ma jae..
    tinggal nikahnya aja ni..

    2 Januari 2011 pukul 02:20

  15. uknOw_herO

    Soooooooo sweeeeeeettt……^^

    9 Januari 2011 pukul 23:55

  16. prok..prok.. akhrx drestui jg ma appanya..

    7 Maret 2011 pukul 09:16

  17. Luph yunjae Yongwonhi

    Biasanya jae yg masakin bwt yun,tp skrg kebalik y,,jae berani bgt ga pke basa basi dlu bilang ma appa’y klo dya

    13 Maret 2011 pukul 20:12

  18. Luph yunjae Yongwonhi

    Biasanya jae yg masakin bwt yun,tp skrg kebalik y,,jae berani bgt ga pke basa basi dlu bilang ma appa’y klo dya lg ngandung anak’y yun,aq pikir appa’y jae g merestui,tp akhrny drestui jg,senangnya…

    13 Maret 2011 pukul 20:13

  19. TaemiNica

    di restui. Senangnya.
    Keluarga yun pada meninggal mua ya, tragis.
    Benih cnta mulai tumbuj d hati yun,.cihuy.?

    30 Juni 2011 pukul 01:23

  20. cie yunjae direstuin
    priwieet!
    Next!

    4 Juli 2011 pukul 17:11

  21. niiz

    Iddiih nek aku mewek bacanya :-D tp si jae ngarep bnget ya yunho bsa cinta sma dia :-D ni crt pst bnyak konflik cek ah ke part slanjutnya *lari ke part 6*

    23 Juli 2011 pukul 01:37

  22. princessradita

    Huuuffffhhh~ syukur laaa ayah naa jae merestui mereka :D
    Dikira ayah jae bakal ngamuk2 :p

    9 Agustus 2011 pukul 21:40

  23. SusuPisangRasaAyam

    Ecieeee pwit pwit

    13 Agustus 2011 pukul 11:06

  24. ChanNuriza

    benih2 cintrong muncul di hati jeje,, ihirrrrrrrrr… tapi konflik sebenernya belum muncul yak.. hehhe

    4 Februari 2012 pukul 15:02

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 182 pengikut lainnya.