fanfiction for our soul

Terbaru

For All My Beloved Reader :*


yuhuuuuuuuuuy *lamabai-lambai gaje* maaf banget yah soal keterlambatan pengumuman pemenang lomba FF Mimin disini lg sibuk semua jadi belum sempet mengurusi blog ini, But we back again dear.. thx bgt buat semua author dan reader yg mendukung blog ini sehingga blog ini bisa sebesar sekarang, ngga kerasa udah 1 thn blog ini ada dan juga semakin bertambah keluarga besar yaoi fanfiction ini, meskipun sudah bnyk bermunculan blog fanfic lainnya tapi kami adalah blog multi fandom yaoi pertama di dunia wordpress kami, buat yg bertanya pengumuman akan kami umumkan tgl 18september maaf banget jadi molor selama 1 bln *bow* ohh yah kami masih menirima jika ada reader yg ingin bergabung menjadi keluarga Besar author tetap looh ^^, silahkan hub no Admin hanae di author page tapi mohon maaf kami hanya menerima author tetap kami tidak menerima author freelanc,untuk syarat dan ketentuan silahkan ditanyakan ke admin hanae, Kami segenap keluarga besar Yaoi Fanfiction mohon maaf Lahir dan batinatas semua kesalahan kami dan Kami mengucapkan terima kasih kepadaa seluruh reader yg masih setia bersama Yaoi Fanfiction

with love

ADMIN TERCINTA

Reader dilarang mengcopy paste fanfic di dalam blog ini!!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

How to get PASSWORD?

Mau dapet password?

Ikuti ketentuan dibawah.

1 koment di prolog atau chapter sebelumnya
(Yang belum di protect tentunya)

2. Hubungi author yang bersangkutan.
Beri user name yg biasa kalian pergunakan ketika comment di blog.

3.Kami akan memberikannya,jika anda memberikan komentar di chap sebelumnya.

karna banyak reader yg nanyain facebook sama twitternya ini admin masukin fb sama twitnya author tinggal di klik aja namanya, jangan lupa follow official twitt blog kita @yaoi_forfujodan

ini facebook para author

bangvip257

bluedevil9293

bunyfamily2321

jungryesun

febydyanna

hanaee777

intan9095

ka9uno

keyicha

lylyoonjae

roronoa4kwang

queenloveminho

ini twitternya

bangvip257

bluedevil9293

bunyfamily2321

jungryesun

febydyanna

hanaee777

rorona4kwang

queenloveminho



Saranghae Kim Mingsoo (Part 1)


 

Title : Saranghae Kim Mingsoo (Part 1)

 

Author : Queenloveminho aka Hyo

 

Genre : Romance, M-preg n cri tw ndri..ok^^

 

Rating : PG-15 – NC-21 ^^

 

Length : 1-?

 

 

WARNING!! YAOI, Shoneun-ai, Boys love, BoysXBoys, typo, gaje, and M-PREG .. GA SUKA JGN DBCA Say.. DILARANG BASHING karna ga cocok ma COUPLE nya.. Harus tinggalkan KOMEN ok ^^

 

Cast :

 

Lee Sungyeol ( Yeollie )

 

Kim Myungsoo ( Myungsoo / Mingsoo / Myungie / L )

 

 

Other Cast :

 

Lee Sungjong ( Sungjong )

All member Infinite ( Sunggyu, Woohyun, Hoya, Dongwoo )

dLL..

 

Disclaimer : Cast and other cast punya aku#plakk# cerita murni hasil pikiran aku.. jangan di  CoPas yo.. jangan bashing ok^^ ..

 

 

NB : Ini FF baru aku. Semoga menarik dan banyak yang suka.. ^^ MyungYeoL lagi deh pokoknya.. hehehe..  Disini Myungsoo lebih muda dari sungyeol*emang aslinya gitu kan*plak* Namun Myungsoo lebih tinggi dari sungyeol*obsesi bgt buat jadi lebih tinggi nih dia*plakk* juga si Sungjong disini juga lebih tinggi dari sungyeol. Myungsoo dan sungyeol adalah anak tunggal ya disini. Kekeke :D

 

 

<3∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞HAPPY READING∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞<3

 

 

∞Other Side∞

 

Matahari mulai beranjak dari singgasananya untuk menerangi seluruh penjuru kota Jepang. Hari yang cerah dan sejuk untuk menjalani aktifitas sehari-hari. Begitu pula halnya dengan keluarga Tuan Lee. Mereka sedang menikmati sarapan pagi dengan suasana yang tenang.

“Sungyeol, kau tidak ke kampus nak?” tanya Mrs. Lee pada anak semata wayangnya yang sangat cantik walau dia seorang namja.

 

“Uhm. Ne umma. Aku akan kekampus hari ini. Setelahnya aku akan mampir ke ‘Kafe Cappucino Paradise’ untuk menikmati cappucino coffe disiang hari.” Sahut sungyeol tersenyum manis pada Mrs. Lee.

“Baiklah. Habiskan dulu sarapanmu chagi.” Balas Mrs. Lee mengusap kepala anaknya.

“Anak appa kini sudah dewasa ya. Sudah masuk universitas sekarang. Kau senang tinggal di jepang selama 6 tahun ini?” ujar Mr. Lee tersenyum.

“Ya begitulah appa. Tapi aku juga merindukan Seoul.” Ucap sungyeol sedikit sedih.

“Wae chagi? Adakah seseorang yang kau rindukan selama ini?” tanya Mr. Lee mengusap pipi sungyeol.

“Uhm. Anni. Gwaenchana appa. Oya, aku akan pergi kekampus dulu. Annyeoong.” Pamit sungyeol pada bumonimnya. Walau tinggal menetap di jepang, tata bahasa yang sungyeol gunakan pada kedua orangtuanya tetap menggunakan bahasa korea namun berbeda jika dia berbicara dengan orang lain yang mengharuskannya untuk menggunakan bahasa jepang.

Sungyeol adalah seorang namja yang diwarisi kecantikan luar biasa. Dia anak tunggal keluarga Lee. Dia anak yang pandai dan suka memasak. Namun tak banyak orang yang dia kenal karna dia orang yang sangat tertutup. Apalagi tentang perasaan cintanya.

Setelah kepergian sungyeol, Mr. lee dan Mrs. Lee mulai memperbincangkan sesuatu yang mungkin akan membuat sungyeol bahagia.

∞∞∞Y

 

“Huh! Aku merindukanmu nae mingsoo! Kau dimana sekarang? Seperti apa kau sekarang? Apa semakin tampan seperti waktu dulu? Maaf telah meninggalkanmu dulu. Aku sampai saat ini masih sangat merindukanmu.” Ujar sungyeol sambil mengenggam kalung pemberian seseorang yang dia cintai di masa kecilnya.

∞Flashback∞

“Yeollie, tunggu. Ada sesuatu untukmu.” Ucap namja tampan berusia 5 tahun kepada seorang namja cantik yang lebih tua 1 tahun darinya.

“Ada apa mingsoo-ah? apa itu?” ucap sungyeol menengadahkan kedua tangannya kearah namja kecil bernama mingsoo.

“Ini. cantik kan. Ini untukmu.” Seru mingsoo meletakkan kalung bintang yang dihiasi sayap itu ditangan sungyeol.

“Neomu yeppeo. Aku akan menjaganya dan selalu menyimpannya dengan baik. Gumawo mingsoo-ah.” ucap sungyeol memeluk mingsoo erat.

∞End Flashback∞

 

“Maaf telah pergi tanpa pamit padamu. Aku menyesal telah meninggalkanmu waktu itu. Aku tidak berani untuk kembali ke Seoul, karna aku takut kau akan membenciku mingsoo-ah. Aku harus bagaimana?” ucap sungyeol dalam hati memandang hamparan taman bunga yang indah dihadapannya sekarang.

 

∞Flashback∞

“Chagi, appa akan mengajak kita untuk pindah ke Jepang malam ini. umma sudah menyiapkan semuanya. Kita hanya tinggal berangkat saja ke jepang.” Ucap umma sungyeol mengusap kepala sungyeol sayang.

“Umma, aku belum berpamitan dengan mingsoo. Mingsoo sedang pergi bersama keluarganya ke Busan. Besok saja ya perginya.” Sahut sungyeol dipelukan ummanya.

“Tidak bisa chagi. Perusahaan appa sedang mengalami krisis dan harus segera diselamatkan. Tidak bisa menunggu untuk besok chagi, karna kita harus segera sampai dijepang besok pagi. Ayo chagi.” Seru umma sungyeol menggendong sungyeol.

“Umma. Turunkan aku..  Aku tidak mau pergi..  Aku mau bertemu mingsoo dulu..  HUUKS!! Turunkan aku umma.. HUUKKSS!! Aku tidak mau pergi.. Aku tidak mau meninggalkan mingsoo.. HUUKKSS!!!.” pinta sungyeol meronta dalam gendongan ummanya.

“Yeobo, tolong aku menggendong sungyeol. Dia terus meronta di dalam gendonganku.” Seru umma sungyeol kepada suaminya.

“Sungyeol-ah, dengan appa ne. kau tidak boleh seperti ini. Ayolah chagi kau tidak boleh menangis dan memberontak seperti ini. Malam ini kita harus segera berangkat ke jepang. Kau sudah besar dan kau tidak boleh bersikap kekanak-kanakan lagi.” Ujar appa sungyeol sedikit tegas langsung menggendong sungyeol ke mobil untuk segera menuju ke Bandara Incheon.

“Mingsoo-ah.. HUUKS!! Mingsoo-ah.. HUUKKS!! Mianhae..” sungyeol menangis tersedu-sedu.

∞End Flashback∞

“Maafkan aku telah mengingkari janjiku untuk selalu ada disampingmu.” Ucap sungyeol mengenggam kalung miliknya.

“Sungyeol-kun. Sedang apa sendiri disini. Tidak mengikuti kelas seni.” Tanya temannya yang bernama Yuichi.

“Ah. Yuichi-kun. Membuatku kaget saja. Aku sedang malas untuk masuk kelas. Bagaimana jika kita ke ‘Kafe Cappucino Paradise’ saja.” Sungyeol menepuk pundak yuichi pelan.

“Ide yang bagus. Ayo kita kesana.” Seru yuichi merangkul pundak sungyeol.

Sudah 6 tahun ini keluarga sungyeol tinggal di Jepang di karenakan perusahaan keluarga sungyeol yang berpusat di jepang. Hal itu pula yang membuatnya harus berpisah dengan namja benama mingsoo. Keluarga sungyeol adalah keluarga kaya. Pemilik Lee corp. di jepang dan telah menjadi perusahaan yang terkemuka di Jepang dan juga Korea. 6 tahun yang lalu mereka pindah dari Seoul ke Jepang di karenakan krisis perusahaan yang dialami Mr. Lee . bersyukur karna perusahaan yang dia bangun tidak sampai mengalami kebangkrutan.

∞∞∞∞Y

 

“Mingsoo-ah. Aku merindukanmu.. Aku sangat merindukanmu..” Seru sebuah suara yang merdu, suara seseorang yang sangat dia rindukan.

“Yeollie!!” sahut namja bernama myungsoo itu terbangun dari tidurnya.

“L-ah. kau baru bangun. Kenapa berkeringat seperti ini.” ujar sunggyu kebingungan menatap dongsaeng satu grupnya yang basah kuyup karna keringat.

“Ah. gwenchana hyung. Aku tadi hanya sedang bermimpi tentang seseorang.” Sahut myungsoo beranjak dari ranjangnya.

“Oh ya, L-ah, kau bisa pergi bersama sungjong dan hoya untuk berjalan-jalan dulu sebelum konser kita besok. Aku ingin kau menyegarkan dirimu dengan berjalan-jalan untuk menikmati keindahan kota jepang ini.” ucap sunggyu menyarankan pada myungsoo.

“Anni hyung. Aku akan berlatih saja untuk besok. Aku sedang malas untuk pergi keluar walau hanya untuk berjalan-jalan saja.” Ucap myungsoo memasuki kamar mandi meninggalkan sunggyu yang tadi bersamanya.

“Sudah sering kali dia bermimpi seperti ini.” sunggyu memandang kearah kamar mandi dan beranjak keluar dari kamar myungsoo.

∞∞∞Y

 

“Yeollie. Kau tega padaku. Kenapa kau pergi tanpa berpamitan denganku. Kenapa kau melupakan janjimu.” Seru myungsoo memegang sesuatu yang ada di lehernya. Sebuah kalung yang sangat special baginya, kalung berukiran namanya ‘Mingsoo’ nama yang diberikan oleh namja cantik yang dia cintai dimasa kecilnya.

∞Flashback∞

“Yeollie, berjanjilah akan selalu ada disampingku. Jangan meninggalkan aku sendiri. Karna aku sangat mencintaimu. Aku janji jika kita sudah dewasa, aku akan menikahimu.” Seru namja tampan berumur 12 tahun tersenyum bahagia kepada namja cantik yang lebih tua 1 tahun darinya.

“Ne. Mingsoo-ah. Aku mau menikah denganmu. Aku berjanji akan selalu disampingmu untuk bersamamu. Ini untukmu. Jangan melepas kalung ini dari lehermu ne. Ini sebagai bukti jika aku sangat mencintaimu.” Sahut sungyeol memakaikan kalung tersebut pada myungsoo.

“Wah ini kalung ukiran namaku ‘Mingsoo’. Gumawo yeollie-ah. Kalung dariku juga harus selalu kau pakai. Jangan ingkari janjimu ne.” myungsoo mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking sungyeol.

∞End Flashback∞

 

“Aku menjadi terkenal seperti ini karna aku berharap bisa bertemu denganmu. Aku sangat merindukanmu yeollie-ah. Kapan kau akan kembali. Aku selalu menunggumu untuk kembali disampingku.” Myungsoo menangis dibawah siraman air yang mengalir dari shower.

Keluarga myungsoo adalah Pemilik Kim corp. sebuah Perusahaan terkemuka di korea dan jepang. Myungsoo memutuskan untuk mengikuti sebuah audisi pencari bakat agar dia bisa terkenal dan bisa bertemu lagi dengan sungyeol. Suatu keberuntungan yang dia dapat sampai akhirnya dia diterima saat audisi oleh Woollim Entertainment dan bergabung bersama dengan peserta training lainnya untuk debut sebagai Boyband baru dibawah naungan Woollim Entertainment. Myungsoo debut bersama 6 orang dalam boybandnya yang bernama ‘INFINITE’. Kini dia mempunyai nama panggungnya L. Nama dari L Lawliet karakter anime Death Note yang menjadi favoritnya. Myungsoo adalah namja yang baik namun sayangnya dia sedikit dingin dan menutup dirinya. Sifatnya menjadi dingin karna dia kehilangan seseorang yang selalu ada disampingnya. Seseorang yang hingga kini masih sangat dia cintai. Cinta pertamanya ‘Lee Sungyeol’namja cantik di masa kecilnya.

“Hyung. Kenapa L hyung tidak mau ikut. Kan asyik jalan-jalan untuk menghilangkan stres. Ayo masuk ke kafe itu hyung.” Seru namja cute bernama sungjong pada namja bernama hoya, lalu dia menarik tangan hoya untuk memasuki kafe.

“Molla. Wah disini kafe coffe ya. Wah harum sekali sungjong-ah.”  sahut hoya duduk di meja yang di tempati sungjong.

“Iya hyung. Wangi sekali kan.” Balas sungjong menghirup wangi khas aroma kopi.

“Wah. Yeppeoda!” seru sungjong tiba-tiba melihat seorang namja cantik yang duduk di bagian pojok ‘Kafe Cappucino Paradise’ ini. membuat hoya menoleh kearah namja cantik yang sungjong lihat.

“Benar. Memang cantik. apa dia seorang yeoja? Namun pakaiannya namja. Wah ternyata namja yang ada di Jepang cantik juga.” Sahut hoya menepuk pundak sungjong.

“Hyung. Kita kesana yuk. Aku ingin berkenalan dengannya.” Sungjong menarik tangan hoya untuk mengikutinya.

“Aiissh. Kau ini sungjong-ah.” ujar hoya menggelengkan kepalanya bingung dengan sikap maknaenya.

“Hai. Boleh kami duduk disini. Aku Lee Sungjong. Senang berkenalan denganmu. Boleh aku tau namamu?” seru sungjong tiba-tiba menyodorkan tangannya kearah namja cantik bernama sungyeol.*Pura2nya Pakai bahasa jepang ini*

“Silakan. Senang berkenalan denganmu Sungjong-san. Aku Sungyeol dan ini temanku yuichi.” Sungyeol menggapai tangan sungjong untuk membalas perkenalan singkat ini.

“Ah. aku hoya. Senang berkenalan denganmu Sungyeol-san, Yuichi-san.” Sahut hoya juga mengenggam tangan sungyeol dan yuichi secara bergantian.

“Sungyeol-san. Apakah kau seorang pelajar. Kalo boleh tau kau kelas berapa?” tanya sungjong tersenyum kearah sungyeol.

“Maaf sungjong-san. Aku adalah seorang mahasiswa jurusan seni di ‘Universitas Nakamura’.” Jawab sungyeol tersenyum menawan kearah sungjong. Membuat sungjong terpana akan senyumannya.

Kill my soul, kill my name, kill my pain, a good for me~
Wonhago wonhaetjiman naegen niga eobseo ojig neoui gieogppuninde~
Kill my soul, kill my name, kill my pain, a good for me~
Wae nae mameun ireoke neoegero oh no~

“Yeobosseo. Ne umma. Arrayo. Baiklah aku akan segera pulang. PIIP.” Sungyeol mengakhiri panggilan dari ummanya.

“Sungjong-san. Maaf aku harus pergi. Aku ada urusan mendadak.” Pamit sungyeol menarik pelan tangan yuichi.

“Tunggu. Sungyeol-san. Apa kau orang korea?” pertanyaan sungjong membuat sungyeol berbalik.

“Ne. aku berasal dari korea. Annyeoong.” Ujar sungyeol lalu tiba-tiba menghilang saat dia memasuki taksi. Setelah kepergian sungyeol, sungjong tersenyum bahagia kearah hoya.

“Hyung. Aku sudah menemukan bidadariku hyung. Aku sedang jatuh cinta hyung. Aku jatuh cinta pada sungyeol-san. Dia namja yang sangat cantik. Dia adalah namja yang mampu menggetarkan hatiku saat pertama jumpa tadi hyung.” Seru sungjong bersemangat kearah hoya.

“Apa itu artinya kau jatuh cinta padanya saat pandangan pertama?” ucap hoya menepuk pundak sungjong.

“Keroum. Hah! Jantungku masih berdetak kencang hyung. Semoga aku bisa bertemu dia lagi ya hyung.” Ucap sungjong berharap.

“Semoga saja.” Ucap hoya menimpali.

∞∞∞Y

 

“Ne. umma. Aku pulang ke Seoul setelah ‘Konser Leaping Over’ selesai. Memangnya ada apa umma? Aissh. Kenapa tidak langsung saja mengatakannya lewat telepon? Baiklah umma. Arrayo. Ne. ne. Aku akan segera pulang kerumah setelah sampai di Bandara Incheon lusa.PIIP.” myungsoo memasukkan ponselnya ke kantong celananya dan berjalan santai keruang latihan.

“L-ah. Kau mau latihan? Disini masih tidak ada sungjong dan hoya. Mereka sedang jalan-jalan.” Sunggyu berjalan mendekati myungsoo.

“Aku bisa berlatih sendiri dulu hyung. Bolehkan?” tanya myungsoo berjalan kearah namja bernama woohyun yang sedang duduk dilantai.

“Keroum. Ayo latihan saja denganku.” Sahut woohyun berdiri dan menepuk pundak myungsoo.

“L-ah. kenapa wajahmu sedikit muram.” Tanya namja bernama dongwoo yang ada disamping woohyun.

“Anni. Hanya saja tadi umma meneleponku.” Ujar myungsoo singkat.

“Memangnya ada apa L-ah? Apa ada masalah yang sedang kau alami?” tanya sunggyu yang sekarang berjalan kearah woohyun, dongwoo,dan myungsoo.

“Anni hyung.” Sahut myungsoo sambil menggelengkan kepalanya.

“Kami kembali.” Seru hoya dan sungjong tiba-tiba memasuki ruang latihan.

“Aish.. mengagetkan saja kalian ini.” sahut woohyun sebal.

“Hehe. Mian hyung.” Cengir sungjong menunjukkan tanda V pada tangannya.

“Sungjong. Kenapa hari ini kau ceria sekali. Berbeda sekali dengan L.” sahut dongwoo menunjuk wajah myungsoo.

“Dia sedang jatuh cinta hyung. Dia terkena love at first sight hyung. Namja itu sangat cantik hyung.” Seru hoya kepada semua member.

“Aish. Hoya hyung. Kau ember sekali sih. Iya aku sedang jatuh cinta dengan namja cantik yang tinggal di jepang ini, namun dari logat bicaranya dia adalah orang korea asli. Cantik sekali hyung.” Seru sungjong tersenyum bahagia.

“Sudah-sudah, ayo kita latihan demi kesuksessan konser kita besok. Hwaiting ^^P” sunggyu mengepalkan tangan keatas diikuti member lainnya.

∞∞∞∞∞∞Y

 

“Aku pulang. Umma . Ada apa menyuruhku untuk cepat pulang. Biasanya kan aku akan pulang kerumah tanpa ditelepon oleh umma.” Ucap sungyeol langsung duduk di sofa rumahnya.

“Ah. anak umma sudah pulang. Sini duduk dekat umma.” Pinta umma sungyeol pada anaknya.

“Loh, appa tidak masuk kerja hari ini. Kenapa masih ada dirumah?” sungyeol kaget melihat appanya yang kini sudah duduk manis di depan sungyeol.

“Ada sesuatu yang ingin umma dan appa bicarakan denganmu.” Ujar appa sungyeol menatap wajah cantik anaknya.

“Memangnya ada apa appa? Apa ada hal gawat yang sedang terjadi.” Tanya sungyeol dengan ekspresi bingung.

“Hmm. Lusa. Kita sekeluarga akan pindah ke Seoul. Kau senang kan? ” seru Mr. Lee ceria.

“Eh! Pindah ke seoul. Jinjja? Lalu bagaimana dengan kuliahku?” sahut sungyeol dengan ekspresi sedikit bingung.

“Kau kan bisa pindah ke Universitas ternama di seoul chagi. Kenapa wajahmu terlihat seperti orang bingung.” Sahut Mrs. Lee merangkul bahu sungyeol.

“Anni umma. Hanya saja aku pikir ini sedikit mendadak.” Sungyeol memeluk ummanya erat.

“Kami sudah merencanakan untuk kembali ke seoul dan kembali kerumah lama kita chagi. Apa kau senang?” tanya appa sungyeol menanti jawaban dari anaknya.

“Keroum. Neomu haengbokhae appa, umma.” Sahut sungyeol menganggukkan kepalanya didalam pelukan ummanya.

“Mingsoo-ah. Apa kau akan memaafkan aku, jika aku kembali ke seoul?” ucap sungyeol dalam hati.

 

∞∞∞∞∞∞Y

“Yuichi-kun. Aku akan pindah ke seoul. Jaga dirimu baik-baik disini. Aku senang berteman denganmu selama ini. annyeoong.” Sungyeol memeluk  namja cantik bernama yuichi, teman terbaiknya selama dia tinggal di jepang.

“Kau juga hati-hati sungyeol-kun. Semoga kau bisa bertemu dengannya.” Ucap yuichi ditelinga sungyeol. Sungyeol tersenyum miris menanggapi ucapan yuichi.

“Sungyeol-ah. ayo nak. Nanti kita ketinggalan pesawat. Jaga diri baik-baik yuichi-kun.” Seru umma sungyeol menepuk pundak yuichi pelan.

“Ne. mrs. Lee. Semoga perjalanan kalian ke seoul menyenangkan.” Ujar yuichi mengangguk kearah orangtua sungyeol.

“Hati-hati sungyeol-kun.” Ujar yuichi melambaikan tangannya kearah sungyeol dan keluarganya yang telah masuk kedalam mobil.

∞∞∞∞∞Y

 

“L-ah. Kau pulang kedorm bersama kami atau pulang kerumahmu. Hari ini konser kita berakhir dengan sukses. Pasti kau sangat lelah.” Ujar sunggyu pada myungsoo.

“Umma menyuruhku untuk segera pulang selesai konser ini hyung. Jadi aku akan pulang kerumah dulu.” Ujar myungsoo memasuki mobil van hitam yang akan membawanya dan member INFINITE menuju ke bandara.

“Yeollie-ah. Aku ingin bertemu denganmu. Jika kita bertemu lagi. Takkan kubiarkan kau pergi lagi dari sisiku.” Ujar myungsoo didalam hatinya.

∞∞∞∞∞∞∞Y

“Umma. Aku pulang.” Seru myungsoo langsung berjalan kearah kamarnya yang ada dilantai 2.

“Myungsoo. Kenapa langsung masuk kedalam kamar chagi? Kau tidak mau makan dulu?” tanya umma myungsoo mengusap kepala anak semata wayangnya.

“Aku lelah umma. Aku ingin istirahat dulu.” Ujar myungsoo merebahkan tubuhnya ke ranjang king sizenya.

“Baiklah. Nanti malam kau ikut makan malam dengan kami ne. Selamat beristirahat nae aegya.” Ucap umma myungsoo mencium kening myungsoo.

“Ne. umma.” Sahut myungsoo yang kini sudah terlelap dalam tidurnya.

“Mana myungsoo? Kenapa tak kembali bersama dia yeobo?” tanya Mr. Kim kepada istrinya. Mereka sedang duduk diruang tengah.

“Sebaiknya memberitahunya nanti malam saja pada saat kita akan pergi kesana. Aku takut myungsoo akan menolak semua ini sebelum pertemuan saat makan malam nanti.” Ucap Mrs. Kim menepuk pundak sang suami.

“Baiklah jika itu maumu. Aku akan menelepon Lee Minha dulu.” Ucap mr. kim menekan beberapa angka di ponselnya.

“Yeobosseo. Minha hyung, bagaimana dengan dirimu. Apakah sudah berada di seoul? Ah. begitu rupanya. Baiklah hyung. Sampai bertemu nanti malam.

∞∞∞∞Y

“Umma. Kenapa aku harus berpakaian seperti ini. Aku bukan yeoja umma. Aku pakai baju ini saja.” Sahut sungyeol menunjukkan baju pink polos dan cardigan berwarna pink miliknya dan membuang kearah ranjangnya semua gaun yang diberikan ummanya. Kini mereka telah berada di sebuah hotel bintang 5 di seoul. Mr. Lee memutuskan untuk singgah terlebih dahulu di hotel miliknya.

“Umma. Ingin sekali kau memakai gaun ini. kau akan terlihat sangat cantik saat memakai gaun ini. ayolah chagi, umma ingin melihatmu memakai gaun berwarna pink ini. ini warna kesukaanmu kan. Lagipula ini sangat pas dengan tubuh rampingmu. Pakai gaun ini ya.” Ujar umma sungyeol sedikit memaksa sungyeol sambil tetap menyodorkan gaun pilihannya.

“Ah. baiklah. Aku akan memakainya.” Sahut sungyeol pasrah. Bukan salahnya juga jika dia mempunyai tubuh ramping seperti yeoja. Mungkin saja memang sang umma menginginkan anak yeoja namun malah lahir seorang namja yang sangat cantik melebihi seorang yeoja.

“Umma. Bagaimana? Apakah bagus? Aku risih sekali memakainya.” Ujar sungyeol menarik bagian gaunnya yang sangat pendek.

“Wah. Yeppeo. Ayo chagi kita berangkat.” Ujar umma sungyeol memakaikan jepitan bermotif bunga di rambut milik sungyeol.

“Aishh. Umma. Kita mau kemana? Kenapa tidak bilang jika akan pergi. Penampilanku tidak cocok umma. ” Sungyeol mengerutu sebal.

“Sudah. Kau sudah sangat cantik. jangan mencoba untuk melepas jepitan itu.” Sungyeol sedikit ciut saat melihat ummanya menatapnya tajam.

“Uhm. Baiklah.” Sahut sungyeol masuk kedalam mobil yang ternyata sudah ada sang appa yang duduk manis disana.

∞∞∞∞Y

“Myungsoo. Bangun chagi. Ayo bangun. Segera mandi dan pakai pakaian ini.” umma myungsoo menarik tangan anaknya untuk bangun dari tidurnya.

“Aish. Umma. Memangnya kita mau kemana. Kenapa harus pakai kemeja dan juga jas ini.” seru myungsoo masuk kedalam kamar mandi.

“Sudah mandi saja dulu dan pakai pakaian itu. Kita akan menghadiri makan malam.” Sahut umma myungsoo di depan pintu kamar mandi myungsoo.

“Ah. umma. Memangnya kita mau kemana? Aku tidak ikut saja ya.” Seru myungsoo yang sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian yang diberikan ummanya tadi.

“Sudah. Jangan terlalu banyak bicara ne. Kau harus ikut dengan umma dan appa. Tidak ada acara menolak Kim Myungsoo.” Sahut umma myungsoo ketus pada anaknya.

“Ne. baiklah. Aku pakai sepatu dulu.” Balas myungsoo malas dan pasrah pada ummanya. Setelah dia selesai merapikan dirinya dan memakai sepatu. Ummanya langsung mengandeng tangan myungsoo menuju ke mobil.

“Wah. Anak umma sangat tampan sekali.” Seru umma myungsoo tersenyum senang kearah myungsoo.

“Pak Choi. Ayo jalankan mobilnya menuju ‘Restaurant Wonderfull’.” Ujar appa myungsoo pada supir pribadinya.

“Memangnya untuk apa kesana appa?” tanya myungsoo singkat.

“Untuk bertemu dengan calon istrimu chagi. Kami sudah menjodohkanmu dengan anak sahabat kami. Dan kami akan segera menikahkanmu dengan anak sahabat kami setelah pertemuan nanti.” Ucap appa myungsoo to the point, membuat myungsoo sangat terkejut mendengarnya.

“MWOO?? Aku dijodohkan? Akan segera dinikahkan? Appa jangan bercanda.” Teriak myungsoo kaget.

“Tidak perlu kaget chagi. Kami melakukan semua ini demi mempererat hubungan persahabatan kami dengan mereka.” Seru umma myungsoo menimpali kata-kata suaminya.

“Aku tidak mau umma. Aku saja belum pernah mengenalnya.” Sahut myungsoo menolak.

“Apapun yang kau ucapkan, tidak akan mengubah pendirian appa. Begitu juga dengan ummamu. Kami hanya ingin kau bahagia.” Seru appa myungsoo tegas.

“Huh! Menyebalkan sekali.” Myungsoo mendengus sebal.

 

∞∞∞∞Y

“Umma. Kita menunggu siapa disini.” Ujar sungyeol malas.

“Kita sedang menunggu calon suamimu.” Sahut umma sungyeol singkat. Membuat sungyeol terbelalak kaget.

“MWOOO?? Calon suami?? Ommo!! Shireo!! Itukah sebabnya umma memaksaku memakai gaun ini. aish. Menyebalkan! Pokoknya shireo!!” ucap sungyeol berdiri dari duduknya.

“Eh! Sungyeol-ah, jangan merusak dandananmu chagi. Kami menjodohkanmu dengan seseorang yang baik dan sangat cocok denganmu.” Sahut umma sungyeol menahan tangan sungyeol.

“Itukan menurut umma. Pokoknya aku gak mau. Aku kan tidak pernah berkenalan dengannya.” Balas sungyeol sewot.

“Sungyeol-ah, duduklah chagi. Appa dan umma hanya ingin kau bahagia. Appa yakin dia bisa menjagamu dengan baik.” Seru appa sungyeol menatap sungyeol lekat.

“Baiklah aku mengalah.” Ucap sungyeol pasrah pada keputusan kedua orangtuanya.

“Mingsoo-ah. Mianhae.” Ujar sungyeol dalam hati. Dia merasa jahat karna dulu dia sudah berjanji untuk menikah dengan mingsoo-nya. Namun dia sekarang malah pasrah untuk di jodohkan dengan namja yang belum dia kenal.

“Mian. Kami terlambat. Jalanan sangat macet. Annyeong hyosang onnie.” Seru yeoja yang berumur sekitar 40an kepada yeoja yang lebih tua darinya.

“Annyeong Sungyoung-ah. Bagaimana kabarmu.” Sahut hyosang berdiri memeluk yeoja bernama sungyoung itu.

“Aku baik-baik saja onnie. Mana sungyeol?” tanya sungyoung pada hyosang.

“Ini sungyeol. Dia tetap cantik kan, sama seperti saat dia masih kecil dulu.” Sahut hyosang merangkul bahu sungyeol.

“Benar onnie. Meski dia adalah seorang namja, namun kecantikannya tidak kalah dengan yeoja lainnya. Malah lebih cantik sungyeol.” Seru sungyoung senang.

“Ayo kemari nak. Kenapa appa harus memaksamu terlebih dahulu sih.” Tiba-tiba suara berat  seorang namja berusia 40an mengagetkan semua orang yang ada disana.

“Aishh. Appa, jangan menarikku seperti ini. Aku sudah dewasa jang…” ucapan myungsoo terhenti saat melihat sosok sungyeol didepannya.

“Ah. Myungsoo. Lama sekali kau berjalan sampai kemari. Ini sungyeol sudah menunggumu dari tadi.” Seru umma myungsoo menarik tangan anaknya untuk duduk didekatnya.

“Sungyeol? Yeollie? Benarkah itu dirimu yeollie? Bisakah kami bicara hanya berdua saja?” tanya myungsoo menatap lekat wajah yeollie dan beralih menatap wajah kedua orangtuanya.

“Baiklah. Mungkin kalian membutuhkan waktu untuk bicara berdua.” sahut umma myungsoo diikuti anggukan kepala orangtua sungyeol dan appa myungsoo.

“Sungyeol-ah. ikutlah dengan myungsoo.” Pinta umma sungyeol menatap sungyeol yang masih terdiam semenjak tadi. Mungkin sungyeol sedikit syok dengan pertemuan mendadak dan tak terduga ini.

“Ayo yeollie.” Ujar myungsoo mengandeng tangan sungyeol untuk berjalan mengikutinya.

Mereka berjalan ke arah atap restaurant. Sungyeol berjalan mendahului myungsoo yang ada dibelakangnya. Sesampainya mereka disana. Tiba-tiba myungsoo langsung memeluk sungyeol dari belakang.

“Yeollie-ah. Bogoshiposoo!! Aku sangat-sangat merindukanmu.” Seru myungsoo meletakkan  kepalanya di antara leher dan pundak sungyeol dan tangannya merekat erat dipinggang ramping milik sungyeol.

“Kenapa kau diam? Kau tidak rindu denganku? Kenapa meninggalkanku saat itu?” ucap myungsoo mulai mencium tengkuk sungyeol lembut.

“Mingsoo-ah. mianhae. Jeongmal mianhae. Aku sangat-sangat merindukanmu. Namun aku merasa sangat bersalah padamu. Aku sampai takut untuk kembali ke seoul lagi. Aku takut kau akan membenciku karna aku mengingkari janjiku padamu.” Sahut sungyeol berbalik dan memeluk myungsoo dengan sangat erat. Tubuh ini lama sekali tak dia peluk lagi semenjak 6 tahun lalu.

 

“Aku tidak akan membencimu yeollie-ah. Justru aku selalu menunggu kau kembali lagi ke seoul. Aku selalu memimpikan yeollie yang berumur 13 tahun karna aku begitu sangat merindukanmu. Hati ini sangat hampa dan sangat kesepian tanpa cintamu. Saranghae.” Ujar myungsoo memeluk sungyeol lebih erat lagi.

“Saranghae yeollie-ah.” seru myungsoo melepas pelukannya dan mulai mendekatkan wajahnya kearah wajah sungyeol.

“Nado saranghae mingsoo-ah.” balas sungyeol menutup kedua matanya.

‘CHU’

Bibir myungsoo merekat indah di bibir sungyeol. Memberikan ciuman penuh cinta pada sungyeol. Sungyeol pun membalas ciuman myungsoo. Dia mengalungkan tangannya ke leher myungsoo. Myungsoo menarik tengkuk sungyeol untuk memperdalam ciuman mereka. Myungsoo melumat bibir sungyeol dengan lembut dan mulai menerobos bibir sungyeol untuk saling bertukar saliva, menikmati ciuman ini dengan segenap cinta yang mereka punya. Dan ciuman ini adalah ungkapan rasa rindu mereka. Ciuman pertama sungyeol dan juga myungsoo. Setelah cukup lama berciuman, akhirnya mereka melepaskan ciuman mereka karna kebutuhan oksigen yang sudah menipis di paru-paru mereka.

“Aku bahagia bisa di jodohkan denganmu yeollie-ah. Kau ingat janjiku dulu padamu. Aku akan menikahimu. Dan itu akan segera kubuktikan padamu sekarang.” Seru myungsoo mencium kening sungyeol.

“Aku juga tidak menyangka jika orangtuaku akan mempertemukan kita lagi. Aku juga sangat bahagia saat tau jika namja yang menjadi calon suamiku adalah kau nae mingsoo.” Sahut sungyeol bahagia.

“Kau masih tetap memakai kalung pemberianku waktu dulu.” Ujar myungsoo tersenyum melihat kalung bintang dengan hiasan sayap yang melingkar indah di leher mulus milik sungyeol.

“Apa kau masih menyimpan kalung dariku.” Sahut sungyeol menatap myungsoo lekat.

“Keroum. Ini. kalung ini selalu terpasang dengan indah disini.” Myungsoo menunjukkan kalung yang menghiasi lehernya.

“Aku bahagia bersamamu mingsoo-ah.” ucap sungyeol memeluk myungsoo.

“Maka dari itu, Menikahlah denganku chagi? Kau mau kan?” tanya myungsoo membalas pelukan sungyeol.

“Ne. Aku mau nae mingsoo.” Ucap sungyeol melepas pelukannya dan menatap mata elang myungsoo dengan lekat.

“Kau. Takkan kubiarkan lagi untuk menghilang maupun pergi lagi dari sisiku tanpa seijinku. Tetaplah tinggal disisiku chagi. Kau adalah semangatku, kebahagiaanku juga hidupku.” Ujar myungoo mencium kening sungyeol.

“Kau juga adalah nafasku mingsoo-ah. Aku berjanji akan selalu disampingmu.” Balas sungyeol mencium kening myungsoo.

“Ayo kita kembali bersama umma dan appa. Mereka pasti cemas karna kita tidak kembali daritadi.” Seru myungsoo mengandeng mesra tangan sungyeol.

“Ne.” jawab sungyeol menganggukkan kepalanya.

“Mereka kembali!!” seru appa myungsoo senang.

“Chagi. Bagaimana keputusan kalian?” tanya umma myungsoo saat myungsoo dan sungyeol berrdiri dihadapan mereka.

“Kalian menerima perjodohan ini kan? Kalian maukan untuk kami nikahkan? Sungyeol mau kan menikah dengan myungsoo?” tanya umma sungyeol menatap wajah myungsoo dan sungyeol.

“Yeobo. Lihat saja tangan mereka saja menyatu begitu erat. Itu saja sudah menjadi jawaban yang sangat jelas bahwa mereka menerima semua ini.” ujar appa sungyeol menunjuk tangan myungsoo dan sungyeol yang masih berpegangan tangan satu sama lain.

“Aku menerima perjodohan ini karna aku bersungguh-sungguh mencintai yeollie. Dan aku juga sudah berjanji untuk menikahinya waktu kami masih kecil.” Seru myungsoo meletakkan tangannya di pinggang sungyeol. Membuat sungyeol tersipu malu

“Sungyeol mau kan menjadi menantu umma?” tanya umma myungsoo mengusap kepala sungyeol.

“Ne. umma. Aku mau. Aku juga sangat mencintai mingsoo.” Jawab sungyeol menganggukkan kepalanya.

“Baiklah. Aku akan membicarakan hal ini pada CEO Woollim Entertainment dan juga manajermu nak. Appa yakin semuanya akan berjalan dengan baik. Kami akan segera menyiapkan pernikahan kalian.” Seru appa myungsoo menepuk pundak myungsoo.

“Gomawo appa.” Myungsoo tersenyum kearah appanya.

“Yeollie. Besok ikut aku ke dorm INFINITE ya. Aku akan memperkenalkanmu dengan semua member INFINITE.” Pinta myungsoo menatap wajah cantik sungyeol.

“Ne.” sahut sungyeol hanya mengangguk.

“Member INFINITE itu siapa mingsoo-ah?” tanya sungyeol dengan wajah polosnya.

“Kau tidak pernah menonton TV ya chagi? Kau juga tidak tau bahwa aku adalah salah satu member dari Boy group bernama INFINITE? Boybandku sudah terkenal loh. Masa kau tidak mengetahui tentang hal itu.” Ungkap myungsoo menatap wajah imut sungyeol yang sedikit mengerjapkan matanya bingung.

“Anni. Aku jarang melihat TV. Selama ini aku tidak pernah bergaul dengan banyak orang. Karna pikiranku hanya tersita untuk memikirkanmu. Mian.” Ucap sungyeol menundukkan wajahnya.

“Hmm. Gwaenchana. Aku sangat bahagia karna kau hanya memikirkanku selama ini. maka dari itu besok aku akan mengajakmu untuk bertemu mereka.” Ujar myungsoo memeluk sungyeol gemas setelah mendengar jawaban sungyeol.

∞∞∞∞∞∞Y

“Annyeong hyung. Aku pulang. Yeollie, ayo masuk.” Ujar myungsoo mengandeng tangan yeollie.

“Sudah pulang L-ah. Eh! Siapa namja cantik ini.” seru woohyun menghampiri myungsoo dan sungyeol.

“Yang lainnya mana hyung? Kenapa dorm ini sepi sekali?” tanya myungssoo heran.

“Oh. Sunggyu hyung dan dongwoo hyung ada dikamar. Hoya dan sungjong sedang keluar membeli makanan ringan.” Jelas woohyun pada myungsoo.

“L-ah. kau belum menjawab pertanyaanku. Siapa namja cantik ini.” tuntut woohyun pada myungsoo.

“Dia ini…”

“L-ah. sudah kembali ke dorm ya. Wah siapa namja cantik ini?” tanya sunggyu yang tiba-tiba keluar kamar bersama dongwoo.

“L. dia sangat cantik. kekasihmu kah?” tanya dongwoo berdiri disamping woohyun.

“Dia adalah calon istriku hyung. Namanya Lee Sungyeol.” Seru myungsoo tersenyum kearah ketiga hyungnya.

“Mwo?? Calon istri? Kenapa baru bilang L-ah? Anyeoong. Kim sunggyu imnida.” Ucap sunggyu tersenyum ramah kearah sungyeol.

“Ah. kalo aku Jang Dongwoo imnida.” Ucap dongwoo ceria.

“Hai. Namaku Nam Woohyun imnida. ” woohyun membungkukkan badannya kearah sungyeol.

“Annyeonghaseyo. Lee Sungyeol imnida. Bangapseumnida.” Ujar sungyeol membungkukkan badannya kearah sunggyu, woohyun, dan dongwoo.

“L-ah. kenapa tidak cerita jika kau sudah memiliki calon istri? Kau ini dibalik sikap dinginmu, ternyata menyimpan sesuatu rahasia ya.” Woohyun menepuk pundak myungsoo.

“Aku saja baru bertemu dengannya lagi setelah 6 tahun lamanya kami tidak bertemu. Walau pertemuan yang tak terduga, mungkin ini sudah takdir tuhan hyung. Untuk mempersatukan aku lagi dengan seseorang yang ku cintai hyung.” Sahut myungsoo meletakkan tangannya dipinggang sungyeol.

“Mian. Aku bingung kenapa kalian memanggil mingsoo dengan nama L.” seru sungyeol tiba-tiba membuat sunggyu menoleh kearahnya.

“Mingsoo?? Siapa mingsoo?” tanya sunggyu dengan raut wajah bingung.

“Haha. Chagi. Nama panggungku adalah L. Dan sunggyu hyung, mingsoo itu adalah nama panggilan special dari nae yeollie.” Sahut myungsoo terkekeh sambil mengusap pipi yeollie.

“Kalian ini membuat kami iri saja.” Sahut woohyun manyun.

“Kapan rencana pernikahan kalian.” Tanya dongwoo pada myungsoo.

“Kami akan menikah dalam waktu dekat hyung. Appa akan membicarakan hal ini dengan CEO kita.” Jawab myungsoo memandang kearah hyungnya.

“Wah cepat sekali L-ah. Kami hanya bisa berharap agar Inspirit bisa menerima pernikahanmu ini.” sunggyu menepuk pelan pundak myungsoo.

“Aku juga akan mempublikasikan pernikahanku ini hyung. Aku juga ingin dunia tau jika aku menikahi seseorang yang sangat aku cintai hyung. Aku tidak akan menyembunyikan pernikahanku hyung.” Sahut myungsoo tegas.

“Aku harap semua Inspirit di dunia ikut bahagia dan merestui pernikahan kami hyung.” Ujar myungsoo tersenyum kearah sunggyu.

“KAMI PULANG!! Ada tamu ya hyung?” seru hoya dan sungjong bersamaan.

“Sungyeol-san.” Seru sungjong kaget.

“Sungjong-ah. ini sungyeol, calon istri L. cantik kan calon istrinya.” Ujar woohyun membuat sungjong dan hoya terbelalak kaget.

“Calon istri??” sungjong seperti tersambar petir mendengar penyataan woohyun tadi.

“Eh! Jongie. Kau mau kemana? Kau belum berkenalan dengan sungyeol.” Panggil dongwoo namun tak dihiraukan oleh sungjong yang berlari memasuki kamarnya.

“Kenapa dia? Sikapnya aneh sekali.” Bingung mereka semua menatap kepergian sungjong.

“Ckck. Kasian maknae jongie. Cintanya tiba-tiba bertepuk sebelah tangan. Ternyata sungyeol calon istri L.” hoya hanya bisa diam dan merasa kasihan pada namja yang sudah dia anggap adiknya sendiri.

∞∞∞∞∞∞Y

“Annyeoong. Apa yang akan kalian ucapkan pada uri Kim Myungsoo aka L Infinite untuk pernikahannya.?” Tanya seorang pembawa acara ternama di korea bernama yoo jaesuk kepada para tamu yang datang.

“Annyeong. Kami member Boyfriend mengucapkan selamat atas pernikahan L. semoga bahagia.”

“Annyeoong. Kami member B1A4 mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk pasangan L dan juga sungyeol.”

“Sungyeol adalah kakak sepupu saya. Semoga kau bahagia sungyeol-ah.” Ujar sandeul pada yoo jaesuk dan mengarahkan tangannya ke kamera Live.

 

“Annyeoong. Kami member TeenTop mengucapkan selamat atas pernikahan L dan sungyeol. Semoga kalian langgeng.”

“Sungyeol hyung, aku tak menyangka kau akan menikah secepat ini. aku bahagia hyung.” Seru chunji dengan mata berkaca-kaca.

“Wah. Tunggu. Disana ada rombongan member Super Junior, SHINee, dan Infinite. Mari kita wawancarai mereka.” Ucap jaesuk menghampiri member Suju, SHINee dan Infinite.

“Hai. Silakan sampaikan doa kalian untuk Uri L..”

“Hai L, kami member Suju.. Dan SHINee berharap kau langgeng dengan sungyeol. “seru member suju dan SHINee bersamaan.

“Dongsaeng kami menikah di usianya yang masih muda. Kami hanya berharap dan selalu berdoa untuk kebahagiaannya.” Seru sunggyu diikuti anggukan kepala member Infinite lainnya kecuali sungjong.

“L-ssi. Jangan lupa untuk segera memberi keponakan pada kami semua. Hahaha.” Seru leeteuk dan eunhyuk secara tiba-tiba. Membuat sungjong yang berada disekitar mereka merasa gerah. Dan memilih untuk menghilang darisana.

Semua para artis yang di undang pun sudah mengucapkan semua doa untuk pasangan L dan sungyeol. Tak luput juga para Inspirit yang menangis karna terharu dengan pernikahan myungsoo dan juga ada Inspirit yang menangis sedih karna mengetahui myungsoo akan menikah. Namun mereka sudah merelakan myungsoo untuk menikah dengan sungyeol, karna para Inspirit juga ingin melihat idola mereka bahagia. Saat ini berlangsung sebuah upacara pengucapan janji pernikahan mereka.

“Saya, Kim Myungsoo. Bersedia menerima Lee Sungyeol menjadi istriku, Mencintainya saat suka maupun duka, Menjaganya saat sakit maupun  sehat, Selalu melindunginya disaat miskin maupun kaya. Sampai maut memisahkan cinta kami.” Seru myungsoo tegas mengangkat tangannya keatas mengahayati janji dan sumpah pernikahannya. Setelahnya dia menatap sungyeol sambil tersenyum menawan. Sungguh tampan senyum itu.

 

“Saya, Lee Sungyeol. Bersedia menerima Kim Myungsoo menjadi suamiku, Mencintainya saat suka maupun duka, Menjaganya saat sakit maupun sehat, Selalu setia padanya disaat miskin maupun kaya. Sampai maut memisahkan cinta kami.” Seru sungyeol mengangkat tangannya mengahayati sumpah pernikahannya.

 

“Dan dengan Cincin yang tiada pangkal dan tiada ujung ini dapat melambangkan cinta kalian selamanya!” ucap pastur, myungsoo pun memasangkan cincin itu dijari manis sungyeol, begitu pula sebaliknya yang sungyeol lakukan, yaitu memasangkan cincin itu dijari manis myungsoo.

“Dengan ini saya nyatakan kalian sebagai suami istri!” ucap pastur diikuti tepuk tangan dari para tamu undangan.

“Silakan mencium pasangan masing-masing sebagai tanda cinta kalian!” kata pastur pada sungyeol dan myungsoo.

‘CHU’

Myungsoo memegang pinggang ramping sungyeol mesra sambil terus mencium sungyeol.

∞∞∞∞∞∞∞Y

“Mingsoo. Tolong buka  resletingnya. Gaun ini membuatku gerah.” Seru sungyeol saat mereka sampai di kamar myungsoo.

“Baik. Aku akan melakukan apapun yang kau mau chagi.” Ucap myungsoo mencium punggung sungyeol sambil membuka gaun sungyeol sampai kebawah.

“Kau sepenuhnya milikku mulai malam ini.” Ujar myungsoo agresif mendorong pelan tubuh sungyeol kearah ranjang.

“Lakukan apapun yang kau mau mingsoo-ah.” sahut sungyeol dengan nada menggoda.

“Dengan senang hati yeobo.” Myungsoo mulai memposisikan dirinya diatas sungyeol. Dia mulai mencium bibir sungyeol lembut, melumatnya serta menghisap lembut bibir sexy milik sungyeol. Myungsoo menuntut ciuman yang lebih dari sungyeol. Dia semakin menerobos bibir sungyeol. Beradu lidah dan berbagi cinta yang mereka punya. Setelah lama berciuman. Myungsoo mulai melepas semua pakaiannya dan melepas cd sungyeol.

Myungsoo memberikan tanda cinta di leher sungyeol. Tak ada satupun yang terlewatkan oleh myungsoo. Semua dia tandai dengan tanda merah keunguan yang dia buat pada tubuh sungyeol juga paha sungyeol pun tak luput dari sentuhan bibir dan lumatan myungsoo. Myungsoo melebarkan kaki sungyeol dan mendekatkan tubuhnya kearah sungyeol.

“AKKKHH!!! APPOOOO!! HUUKKS!! MINGSOO.. APPOO!!” sungyeol mencakar bahu myungsoo saat myungsoo tiba-tiba saja sudah memasukkan kepala juniornya tanpa aba-aba dan persiapan sebelumnya. Membuat myungsoo sedikit meringis karna cakaran sungyeol pada bahunya. Myungsoo juga tidak tega pada istrinya yang kini tengah mengeluarkan airmatanya.

“Mian. Yeollie. Jeongmal mianhae. Ini adalah yang pertama bagiku. Aku belum berpengalaman. Mian jika menyakitimu. Aku akan pelan-pelan ne. Ulljimaa ne.” sahut myungsoo menenangkan sungyeol dan mengusap wajah cantik sungyeol.

“HUUKS! Ne. pelan-pelan mingsoo-ah. Appo..” balas sungyeol mengangguk kearah myungsoo.

“Tahan ne. Sebentar lagi juniorku akan masuk sepenuhnya kedalam tubuhmu. Jika aku keluarkan lagi, itu akan membuatmu lebih sakit yeobo.” Ucap myungsoo mencoba untuk fokus pada juniornya.

“Aku masukan ne? tahanlah yeobo.” Sungyeol hanya mengangguk sambil mengigit bibir bawahnya untuk menahan sakit.

“AKKKKKHHH!! JLEBBBB!!! APOOO!!” teriak sungyeol memeluk tubuh myungsoo.

“Tenang chagi. Aku yakin sebentar lagi kau akan baik-baik saja.” Myungsoo mempercepat gerakannya untuk memaju mundurkan juniornya didalam lubang ‘perawan’ sungyeol.

“AHH!! Hmm. Disitu mingsoo. Terasa nikmat!” desah sungyeol saat myungsoo menyentuh titik spotnya.

“AHH.. AHH.. terus mingsoo..” sungyeol terus mendesah dengan semua sentuhan yang myungsoo berikan.

“AKKHH!!” sungyeol mencapai klimaksnya, cairannya keluar membasahi tubuh myungsoo.

“AH.. AH.. AH.. AKHHH!! SARANGHAEE!!” myungsoo akhirnya mencapai klimaksnya dan menyemburkan spermanya kedalam tubuh sungyeol.

“Aku mencintaimu yeollie-ah.” ujar myungsoo mencium bibir sungyeol.

“Aku juga sangat mencintaimu mingsoo-ah. AKHH!!” sahut sungyeol sedikit meringis saat myungsoo tiba-tiba mengeluarkan juniornya dari lubang ‘perawan’nya. Nampak sisa sperma myungsoo keluar bersamaan dengan darah ‘perawan’ sungyeol.

∞∞∞∞∞∞∞Y

 

“Aku tidak akan melepaskan cintaku padamu sungyeol hyung. Aku sangat mencintaimu. Aku akan perjuangkan cintaku.” Seru sungjong menerawang langit.

“Lupakan cintamu pada sungyeol. Dia milik L. dia sekarang adalah istri L.” seru hoya menepuk pundak sungjong.

“Sungjong-ah. kau mencintai sungyeol?” tanya sunggyu kaget mendengar kata-kata sungjong.

“Benar hyung. Aku memang mencintainya.” Jawab sungjong jujur.

“Tapi dia sudah menikah dengan L.” ujar dongwoo memandang sungjong.

“Dia namja cantik yang waktu itu di Jepang. Dia sudah membuatku jatuh cinta padanya hyung. Aku akan berusaha mendapatkan cintanya. Aku tidak peduli meskipun dia sudah menjadi istri L hyung.” Seru sungjong tegas pada hyungdeulnya.

“Sungjong. Relakan sungyeol. Aku takut kau akan sakit nantinya karna cintamu tak terbalas.” Sahut woohyun mengusap kepala sungjong.

“Biarkan aku berusaha hyung. Jangan melarangku.” Sahut sungjong meninggalkan hyungdeulnya.

“Apa dia bersungguh-sungguh dengan kata-katanya.” Ujar woohyun tiba-tiba menatap wajah 3 member lainnya.

“Molla.” Jawab semuanya kompak.

 

∞∞∞∞∞∞Y

 

“PERHATIAN SEMUANYA!! Aku akan mengumumkan sesuatu pada kalian. Aku harap kalian senang mendengarnya.” Seru manajer Infinite memasuki ruang latihan Infinite.

“Ada apa hyung?” sahut sunggyu penasaran. Begitu juga 5 member lainnya yang ada disana sangat penasaran dengan apa yang akan disampaikan manajer mereka.

“CEO kita akan memasukkan 1 member baru di Infinite. Dan dia akan menjadi member ke 7 di grup kita. Dan dia akan debut pada 7 Januari bersama kalian dengan membawakan lagu “Before The Dawn” dari album mini kedua kalian yang berjudul Evolution.” Seru manajer mereka bersemangat.

“Siapa namja itu hyung? Apa kami mengenalnya?” tanya woohyun penasaran.

“Keroum. Dia adalah Lee Sungyeol.”

“MWOOOO???”

 

 

~TE~BE~CE~

Akhirnya tebece juga.. Nah. Nah bagaimana dengan ff  baru saya?? Apakah tidak menarik?? Apakah ceritanya gak seru?? Mian saya sudah berusaha semaksimal mungkin agar ff ini sukses. Semoga banyak yang suka.. hehe..

 

R~C~L ea.. Mau di lanjutin kan??

 

Gumawo.. Annyeooong^^

 

 

 

 

 

 

Because I Love You Part 1 #MyungYeol <3#


Title : Because I Love You (Part 1)

 

Author : Queenloveminho aka Hyo

 

Genre : Little angst, Romance, M-preg n cri tw ndri..ok^^

 

Rating : PG-15 sekarang NC-21 ditunggu aja ^^

 

Length : TBC

 

 

WARNING!! YAOI, Shoneun-ai, Boys love, BoysXBoys, typo, gaje, and M-PREG .. GA SUKA JGN DBCA Say.. DILARANG BASHING karna ga cocok ma COUPLE nya.. Harus tinggalkan KOMEN ok ^^

 

Cast :

 

Lee Sungyeol ( Yeollie )

 

Kim Myungsoo ( Myungsoo )

 

Nam Woohyun ( Woohyun ) *blm wktunya muncul*

 

Other Cast :

 

Shin Hyosang ( Yeollie’s Umma )

 

Lee Minha ( Yeollie’s Appa )

 

Kim Jongki ( Myungsoo’s Appa )

 

Lee Hoya ( Yeollie’s Friends )

 

Chunji & L.joe ( Woohyun’s Friends ) *blm waktunya muncul*

 

Jang Dongwoo ( Myungsoo’s Friends )

 

Kim Sunggyu ( Myungsoo’s Friends )

 

Lee Sungjong ( Myungsoo’s Boyfriend ) *blm wktunya muncul*

 

 

 

Summary: “Apapun yg aku lakukan semua karna aku mencintaimu” Berawal dari pertemuan Yeollie, Myungsoo, Woohyun yang menghasilkan kejadian yang tak terduga untuk Yeollie. Kisah cinta, cemburu, marah, sedih, kecewa yang akan mewarnai kehidupan cinta mereka. Akankah kisah cinta Yeollie berakhir bahagia??? Nantikan saja.. *sok sinetron nih*plakk*

 

 

Disclaimer : Cast and other cast punya aku#plakk# cerita murni hasil pikiran aku.. jangan di  CoPas yo.. jangan bashing ok^^ ..

 

 

NB : Ini FF chap pertama aku, semoga suka dan menarik.. ^^ myungyeol lagi deh pokoknya.. hehehe.. ini ff yang aku repost ulang dengan beberapa pemain dan cerita yang aku ubah dan aku tambahin.. sebelumnya ini ff couple straight.. namun aku ubah ke yaoi pertama kali pake minkey couple.. dan ini ff pke cast myungyeol yang bener2 aku ubah dari awal cerita dan banyak aku tambahin.. maaf jika ada ketidaksempurnaan.. mungkin aja banyak typonya..  Disini Myungsoo lebih tua 1 tahun dari Sungyeol. Juga myungsoo lebih tinggi dari sungyeol.  Saya mau ralat, Hyosang itu bukan namja cz dia yeoja. Keke*author ikut maen dsini*plakk*

 

Tambahan: Because I love you yang MinhoJinyoung ga aku lanjutin dan aku ganti castnya aja buatt aku lanjutin..

 

 

 

♥∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞HAPPY READING∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞♥

 

Authors PoV

 

Matahari mulai beranjak dari singgasananya untuk menyinari seluruh penjuru Seoul, tampak seorang namja kecil nan cantik yang masih terlelap dalam dunia mimpi indahnya, dari arah pintu terdengarlah suara seseorang yang memutar kenop pintu dan berjalan memasuki kamar yang bernuansa biru perpaduan sweet pink & blue sky yang sangat indah & cantik.

 

“Yeollie-ah, ayo bangun chagi , nanti kamu akan terlambat ke sekolah jika terus bermalas-malasan seperti ini, dan cepatlah mandi sayang.” kata hyosang pada yeollie anaknya dengan senyum menawannya.

 

“Ne umma.” kata yeollie sambil beranjak ke kamar mandi.

 

 

@Diningroom

 

“Pagi Umma, Pagi Appa.” ujar yeollie mencium kedua pipi umma & appanya kemudian mulai duduk menghadap meja makan dan kemudian memakan sarapannya.

 

“Pagi juga sayang” ujar hyosang tersenyum manis pada anaknya.

 

“Pagi Princess” sahut minha tersenyum lebar pada namja cantik didepannya yang tak lain anaknya sendiri.

 

 

“Enak sekali umma sarapannya.” seru yeollie seraya tersenyum lebar, tak lama kemudian yeollie selesai makan & segera pamit pada ummanya untuk berangkat kesekolah.

 

“Umma, aku sudah selesai sarapan, aku mau berangkat kesekolah.” Ujar yeollie setelah selesai meminum susu coklatnya.

 

“Yeobo, aku berangkat ke kantor ya?”  ucap minha seraya mencium kening hyosang.

 

“Yeollie-ah, ini bekal makan siangmu, jangan lupa untuk memakannya ya?” ujar hyosang  sambil menyunggingkan senyum termanisnya.

 

“Ne umma. gumawo ummaku yang cantik.” sahut yeollie smbil mencium pipi ummanya.

 

“Hati-hati di jalan ya..  jangan terlalu ngebut.”  seru hyosang pada suaminya.

 

“Ne yeobo. aku berangkat dulu.”  sahut minha lalu masuk ke mobil.

 

“Appa kkaja aku takut terlambat ke sekolah.” ujar yeollie lalu duduk manis di samping appanya.

 

“Sippo.. kita berangkat.” Sahut minha semangat.

 

End Pov

 

∞∞♥∞∞

 

 

Yeollie’s PoV

 

@Inspirit Elementary School

 

“Kkaja kita sudah sampai disekolah, selamat belajar Princess.. nanti appa jemput yah. I love u princess.” ujar appa menyunggingkan senyuman padaku.

 

“Gumawo appa.  Hati-hati di jalan?” ujarku mencium pipi appa.

 

“Ne princess. selamat belajar.” ujar appa kemudian berlalu menjauh mengendarai mobilnya.

 

@Classroom 3A

 

“Yeollie-ah, selamat pagi.” ucap hoya sahabat kecilku.

 

“Pagi Hoya-ah.” sahutku pada hoya.

 

Pelajaran dimulai setelah bel berbunyi. Ahn seonsaengnim, guru sekaligus wali kelas 3A mengabsen para murid.

 

“Lee Sungyeol” ‘hadir’ , “Lee Hoya” ‘hadir’ dst.. kemudian memulai pelajaran. tak terasa jam istirahat berbunyi…

 

TING!

 

TING!

 

 

@Canteen

 

“Kita duduk disana saja.” ujarku pada sahabatku hoya, langsung di ikuti anggukan kepala olehnya. tak lama kemudian bel masuk pun berbunyi. tanpa terasa pelajaran berakhir dan waktunya untuk pulang.

 

End Pov

 

∞∞♥♥∞∞

 

 

Minha’s PoV

 

@Kantor

 

“Yeollie aegyku. namja kecilku yang sangat cantik juga pintar, permata hatiku juga princess ku yang sangat aku sayangi, begitu pula Hyosang adalah cinta pertama sekaligus cinta sejatiku yang kini telah menjadi Anae ku.” batinku sendiri.

 

“Aku sangat mencintai dan menyayangi kalian berdua, semoga keluarga kita selalu di lindungi tuhan, dihiasi keceriaan dan dipenuhi kebahagiaan.” ucapku seraya memandang foto keluarga kecilku yang ada dimeja kantor.

 

“Oh iya, aku harus segera menjemput Yeollie pulang sekolah, aku tidak mau princessku itu menunggu lama.” ucapku seraya mengendarai mobil.

 

Aku memang dari dulu sudah terbiasa memanggil anakku dengan sebutan princess, karna walaupun dia namja tapi anakku itu sangat cantik seperti ummanya. Walau ummanya orangnya pendiam, tapi yeollie memiliki sifat ceria sepertiku juga sifat ummanya yang penyayang dan keahlian ummanya dalam memasak.

 

Tidak menunggu waktu lama aku sampai di depan sekolahnya, ku edarkan pandanganku mencari sosok princess mungilku dan akhirnya aku menemukannya, lalu aku mnghampirinya.

 

“Yeollie-ah, kkaja kita pulang princess?” ucapku seraya menggandeng tangan mungilnya.

 

End Pov

 

∞♥∞

 

Yeollie’s PoV

 

@Inspirit Elementary School.

 

 

“Yeollie-ah, kkaja kita pulang princess?” ucap appa seraya menggandeng tangan mungilku.

 

“Appa, cepat sekali sudah datang menjemputku.” ucapku tersenyum sambil mengenggam tangan appa.

 

“Hoya-ah, aku pulang dulu ya, Annyeoong.” ucapku sambil tersenyum dan berlalu meninggalkannya.

 

Tak lama kemudian aku dan appa sampai dirumah.

 

“Umma, Yeobo, kami pulang.”  ucapku dan appa bersamaan.

 

“Chagi, kamu sudah pulang? cepat ganti baju dan segeralah makan.” pinta umma sambil melepaskan dasi appa.

 

“Ne umma.” sahutku langsung berlalu masuk kekamarku dilantai atas.

 

End Pov

 

∞∞∞∞

 

 

Hyosang’s PoV

 

@Home

 

“Aku sangat bahagia memiliki anak yang cantik imut seperti Yeollie walau dia namja tapi dia sangatlah cantik melebihi yeoja kecil lainnya, juga Minha oppa Namphyon yang sangat mencintaiku,  aku sangat mncintai keluargaku ini, semoga hidup kami bertiga selalu diberi kebahagiaan.” ujarku dalam hati sambil tersenyum.

 

“Yeobo. Waeyo? Senyum-senyum sendiri.” ucap minha oppa mengagetkanku.

 

“Aa..aniyo oppa.. hanya saja kau sangat tampan.” ujarku sehingga rona merah terpancar dikedua pipiku kemudian aku menundukkan wajahku yg memerah.

 

Kemudian aku merasa tangannya mendongakkan daguku dan mendekatkan wajahku kearahnya, lebih tepatnya ke arah bibirnya, kurasakan hembusan nafasnya sangat dekat. CHU.. tersadar dari ciumannya, aku segera mencubit perutnya dan membuatnya mengerang kesakitan.

 

“Ya! yeobo.. Appoyo.” erangnya sambil memegang perutnya.

 

“Oppa, kau ini mesum sekali!! bagaimana jika yeollie melihat kejadian tadi?” seruku pura-pura marah, kulihat dia memanyunkan bibirnya, membuat wajahnya semakin terlihat imut dimataku.

 

End Pov

 

 

∞∞∞♥♥∞∞∞

 

 

 

Author’s Pov

 

Ada tiga namja kecil yang sedang berjalan kaki pulang sekolah. Mereka adalah Myungsoo, Dongwoo, Sunggyu.

 

“Myungsoo-ah, lomba yang diadakan antara sekolah kita Infinite Elementary School dengan Inspirit Elementary School, apakah kau akan ikut lomba lari estafet?” tanya sunggyu pada myungsoo.

 

“Yoo seonsaengnim sudah mendaftarkanku. Jadi aku akan ikut dalam lomba itu.” Sahut myungsoo sedikit menerawang pada taman yang ada didepannya.

 

“Hmm. Yeppeo. Neomu yeoppeo.” Gumamnya memandang namja mungil cantik yang sedang duduk manis dibangku taman.

 

“Kau bilang apa tadi myungsoo-ah?” tanya dongwoo penasaran. Mukanya lucu sekali.

 

“Anni.” Jawab myungsoo singkat. Dia tetap mengarahkan pandangannya pada namja cantik itu.

 

“Aissh. Kau lihat apa sih? Serius sekali.” Tanya sunggyu sambil mengerutu.

 

“Aku sedang melihat seorang princess disana.” Ujar myungsoo menunjuk namja mungil yang sangat menawannya sedari tadi.

 

“Benar. Yeoja kecil itu cantik sekali.” Dongwoo mengarahkan pandangannya pada seseorang yang ditunjuk myungsoo. Sunggyu mengangguk mengiyakan kata-kata dongwoo.

 

“Tapi, kenapa dia tidak memakai rok. Lihat dia memakai seragam Inspirit Elementary School. Apakah dia itu namja?” sunggyu mengamati namja cantik itu dengan seksama.

 

“Iya. Kau benar sunggyu-ah, dia adalah namja. Namja mungil yang sangat cantik.” Dongwoo membenarkan kata-kata sunggyu. Myungsoo hanya menatap lekat namja cantik itu.

 

“Aku tidak peduli dia adalah namja ataupun yeoja. Karena dia tetaplah seorang Princess dimataku. Ayo kita pulang.” Ujar myungsoo membuat sunggyu dan dongwoo tersenyum dan beranjak pergi dari taman.

 

“Aku berharap kita bisa bertemu kembali.” Myungsoo menoleh kebelakang dan memandang namja cantik itu singkat dan kemudian berjalan mengikuti sahabat-sahabatnya.

 

End Pov

 

∞∞∞♥♥∞∞∞

 

 

Myungsoo Pov

 

“Appa.. aku pulang..” seruku memasuki rumah.

 

“Hai jagoan. Sudah pulang sekolah ya. Bagaimana harimu disekolah.” Appa mengendongku.

 

“Seperti biasanya appa. Oh ya appa, besok aku akan mengikuti lomba disekolah. Appa bisa datang kan?” tanyaku pada appa. Apa menurunkanku dari gendongannya.

 

“Mianhae. Appa tidak bisa datang chagi. Appa harus menghadiri rapat di Busan besok. Maafkan appa ne.” Ucap appa sedih.

 

“Gwaenchana. Semoga besok aku menang ya appa.” Ujarku pada appa.

 

“Pasti. Kau pasti akan menang myungsoo-ah.” sahut appaku semangat.

 

“Baiklah aku pergi kekamar dulu.” Pamitku pada appa. Appa hanya mengangguk.

 

Aku menaiki tangga dan berjalan membuka kenop pintu kamarku yang bernuansa biru laut dan putih.

 

“Aku merindukan umma. Umma sedang apa diatas sana. Aku kasihan melihat appa tidak ada yang mengurus. Sedangkan myungsoo hanya sendiri disini. Myungsoo ingin punya umma lagi. Apa umma mengijinkan appa mencari umma baru untuk myungsoo.” Tanyaku memandang langi-langit kamarku. Aku seakan berbicara pada umma. Ummaku meninggal saat melahirkan aku. Selama ini aku hanya bisa memandang pigura yang berisi foto appa dan umma sewaktu umma sedang mengandungku.

 

∞♥♥∞

 

@Infinite Elementary School.

 

@Classroom 4 A.

 

“Anak-anak, sudah siap untuk perlombaan hari ini. Ayo kita segera menuju lapangan.” Seru Yoo seonsaengnim dengan semangat.

 

“Siaaap.. seonsaengnim..” seru teman-teman sekelasku senang.

 

“Myungsoo, kau siap unttuk lomba lari estafet nanti?” tanya yoo seonsaengnim padaku.

 

“Ne. Aku sangat siap seonsaengnim.” Seruku senang.

 

“Ayo kita kelapangan. Murid dari Inspirit Elementary School sudah ada dilapangan sekarang.” Ujar yoo seonsaengnim padaku. Aku hanya mengangguk.

 

“Myungsoo, semangat ya. kau kan cepat sekali jika berlari, aku yakin kau akan menang.” Seru dongwoo semangat.

 

“Dongwoo, kecilkan suaramu. Kau ini berisik sekali.” Marah sunggyu pada dongwoo.

 

“Aku kan tidak bicara denganmu sunggyu.” Dongwoo mengerucutkan bibirnya kearah sunggyu.

 

“Sudahlah kalian ini jangan ber….. uhm. Yeppeo.” Ucapku tanpa sadar memotong perkataanku pada sunggyu dan dongwoo.

 

“Kau bilang yeppeo pada siapa?” tanya sunggyu bingung memandangku.

 

“Dasar aneh..” seru dongwoo memandangku.

 

“Namja itu, aku bertemu dia lagi. Dia ada disana.” Aku menunjuk namja yang sedang berdiri bersama teman-temannya dilapangan.

 

“Ah. namja cantik yang kau panggil dengan sebutan princess itu kan.” Ucap sunggyu tersenyum senang.

 

“Apa dia ikut lomba juga. Siapa namanya ya? sepertinya dia satu tingkat dibawah kita.” Ujar dongwoo membuatku menatapnya.

 

“Ayo kita caritau saja pada yoo seonsaengnim.” Ajakku pada mereka.

 

“Seonsaengnim, kami mau bertanya.” Ucapku serempak bersama sunggyu dan dongwoo.

 

“Silakan. Apa yang akan kalian tanyakan?” sahut seonsaengnim.

 

“Uhm. Siapa saja yang ikut lomba lari estafet dari Inspirit Elementary School seonsaengnim?” tanyaku singkat.

 

“Yang ikut serta dalam lomba ini adalah kelas 3 A dua orang dan kelas 4 A tiga orang. Begitu sebaliknya dengan Infinite Elementary School. Ada apa memangnya?” jelas yoo seonsaengnim pada kami.

 

“Anni. Gamsahamnida seonsaengnim.” Ucapku pada seonsaengnim lalu menarik kedua sahabatku meninggalkan yoo seonsaengnim.

 

“Kenapa tidak bertanya siapa saja nama mereka myungsoo?” tanya sunggyu bingung padaku.

 

“Aku akan mencari tau sendiri.” Ucapku singkat.

 

“Kau aneh.” Dongwoo bingung menatapku.

 

∞∞♥∞∞

 

“Peserta diharapkan segera menempati posisinya, lomba akan segera dimulai.” Seru panitia lomba.

 

HANA!

 

DUL!

 

SET!

 

Aku berlari secepat mungkin melewati peserta lainnya. Namun saat aku akan sampai pada garis finish. Namja cantik itu tiba-tiba terjatuh. Aku menghentikan lariku dan berbalik berlari kearah namja cantik itu.

 

“Neo, gwaenchana?” aku mengarahkan tanganku untuk membantunya berdiri.

 

“Uhm. Gwaenchana. Gumawo.” Ucapnya sambil tersenyum lembut padaku.

 

“Ayo kita lari bersama.” Ajakku pada namja cantik itu.

 

“Ne.” Jawabnya singkat.

 

Lomba tadi akhirnya dimenangkan oleh sekolahku. Aku lihat namja cantik itu berjalan kearahku.

 

“Ini untukmu.” Ucapnya menyodorkan botol air mineral padaku.

 

“Gomawo.” Sahutku singkat.

 

“Sekolahmu yang menang. Chukkahamnida.” Dia mengarahkan tangannya padaku.

 

“Gomawo. Kau tidak apa-apakan tadi.?” Balasku menggapai tangannya. Dan tanyaku singkat padanya.

 

“Ne. Aku baik-baik saja. Oya, aku Lee Sungyeol. Namamu siapa.” Ucapnya padaku.

 

“Aku Kim Myungsoo.” Sahutku tersenyum kearahnya.

 

“Baiklah aku pergi dulu. Kedua orangtuaku sudah menungguku. Annyeoongg..” dia berpamitan padaku.

 

“Ne. Annyeoong.” Balasku padanya.

 

“Bagaimana, kau sudah tau siapa nama namja cantik itu.” Tanya dongwoo padaku.

 

“Tentu saja.” Jawabku senang.

 

“Kau menyukainya??” tanya sunggyu penasaran.

 

“Aku juga tidak tau.” Ucapku pada sunggyu. Dongwoo dan sunggyu hanya geleng-geleng mendengar jawabanku.

 

End Pov

 

∞∞∞♥∞∞∞

 

 

Minha’s PoV

 

@Livingroom

 

“Bagaimana jika akhir pekan besok kita ke Jeju Island?” ucapku sambil menatap wajah anak dan istriku bergantian.

 

“Aku mau appa. pasti sangat menyenangkan disana.” sahut yeollie sambil tersenyum. aku menatap wajah istriku untuk mendapat persetujuannya.

 

“Baiklah. aku pasti ikut.” ujar hyosang sambil tersenyum.

 

End Pov

 

****∞∞****

 

Yeollie’s PoV

 

@Saturday

 

“Umma, Appa, ayo kita segera berangkat.” ucapku sambil membawa bekal yang disiapkan umma kedalam mobil.

 

“Kkaja, kita berangkat.” sahut umma dan appa bersamaan lalu masuk ke mobil.

 

“Kim Myungsoo, apakah kita akan bertemu lagi.” Gumamku pelan menatap jalan.

 

End Pov

 

****∞∞****

 

 

Authors PoV

 

@Diperjalanan

 

Yeollie duduk dibelakang bersama ummanya hyosang dan minha appanya sedang menyetir di depan kemudi mobil, suasana hati yeollie yang tadinya ceria dan sangat bersemangat mendadak berubah dan yeollie merasakan perasaannya berubah menjadi tidak enak dan jantungnya berdegup dengan kencang.

 

“Ada apa ini?  Kenapa perasaanku jadi seperti ini?” ucap yeollie di dalam hati menatap kearah appa dan ummanya.

 

“Yeollie-ah, kau kenapa chagi? Gwaenchana? Apa kau tidak menikmati perjalanan ini eoh?” tanya hyosang pada yeollie sambil memeluk erat anaknya.

 

“Annio. Gwaenchana umma, hanya saja perasaanku tidak enak.” jawab yeollie sedikit khawatir.

 

“Istirahat saja princess.  nanti juga akan segera sampai.” seru minha di depan kemudi.

 

 

Tak lama kemudian ada sebuah Truck melaju dengan cepat dari arah berlawanan, truck itu seakan oleng ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya melaju kencang ke arah mobil yang di kemudikan Minha beserta istri dan anaknya.

 

“AWASSS APPAAAAAA!!!! teriak yeollie dan Ummanya, dengan cepat Minha membanting stir ke kiri, namun na’as mobilnya menghantam pohon dengan sangat keras.

 

 

 

∞∞TBC∞∞

 

 

RCL ea… ga RCL dosa…. hehehehehe :D D ^^V

 

 

Mian lam ea publishnya. Habis saya lagi sibuk dikampus*alasan klasik* saya juga mau ujian nih.. ^^V.. hehe.  Mau dilanjut kagak ( ? ) ayo coment-coment…  habis baca coment lalu di like sekalian dunk….  Oce ^^ Annyeong..  ^^

 

[FF/YAOI/NC/KwangMin/ONESHOOT] I Love You A Thousand Times


Title : I Love You A Thousand Times
Genre : shonen-ai, YAOI, NC, comedy, romance,  friendship
Length : oneshoot
Cast :
-    Lee Kwang Haeng / Rascal Kwanghaeng *CO-ED school / SPEED*
-    Choi Sung Min / Solid Sungmin *CO-ED school / SPEED*
-    Other Co-Ed boys members~
A/N : kyaaaaaaaaaaaaaaa I’m back !!!!!! #tebarmenyan
gue balik lagi !! author gila yang jarang ngeshare ff~ jujur, pikiran gue kebanyakan straight sekarang u,u

adakah yang merindukan diriku??? #digampar semoga ada !! ini ff co-ed school yaoi pertama gue !! jadi mohon maaf kalo ada sedikit kesalahan di ff ini XDD *sedikit? banyak kaliii!!
Okay, lets read~!!

***

TEEEEETTTTTTTTTTTTTT
Anak-anak terlonjak kaget sekaligus senang karena akhirnya sekolah berakhir. Murid-murid dari SMA khusus laki-laki itu langsung berlari keluar kelas.
Lee Kwanghaeng, salah satu murid dari SMA itu dengan cepat menghilang dari pandangan. Berlari ke gedung di samping, gedung SMP yang se-yayasan dengan SMA-nya.
“Hai Sungmin!!” sapa Kwanghaeng ketika seorang lelaki cantik berpakaian khas SMP keluar dari gerbang.
“Hai juga, Kwang hyung!!” balas lelaki cantik itu sambil tersenyum manis.
“Kau pasti lelah.” Tebak Kwanghaeng, sekedar untuk berbasa basi.
“Hmm.. Nee.. Hyung juga kan?”
Kwanghaeng mengangguk. Lalu mengajak lelaki cantik bernama Sungmin itu keluar gedung sekolah.
Kwanghaeng sudah lama menyukai Sungmin. Hanya saja ia tidak berani menyatakannya. Perbedaan umur Kwanghaeng dan Sungmin yang terpaut 5 tahun lebih membuatnya ragu. Sekarang Sungmin baru kelas 1 SMP. Masih terlalu kecil untuk dipacari. Makanya Kwanghaeng hanya memendam perasaannya. Kasus yang terlalu ‘basi’ dan sering di kalangan anak labil seumurannya.
“Tadi belajar apa?” tanya Kwanghaeng lagi. Maksudnya lagi-lagi hanya berbasa basi.
“biologi, fisika, olahraga, dan bahasa. Memang kenapa?” jawab Sungmin, yang akhirnya juga melempar pertanyaan lagi.
“Gwaenchana. Hanya bertanya. Memang tidak boleh?” Kwanghaeng mengedipkan sebelah matanya.
“Sendirinya hyung belajar apa?” tanya Sungmin pula.
“emm.. apa ya? Hampir sama. Tapi ga ada biologinya. Hehe..”
“Ohh..”
Kwanghaeng mengambil motornya dari parkiran. Lalu menstarter motornya dan memanaskannya sebentar.
“Naik!” kata Kwanghaeng pada Sungmin.
“Emm.. nee..” Sungmin menaiki motor gede milik Kwanghaeng.

***

“Makasih ya, hyung udah nganterin.” Ucap Sungmin sambil tersenyum manis.
“Slow aja kali. Iya sama-sama. Hati-hati ya, Sungmin!” kata Kwanghaeng.
“Ah hyung! Tinggal masuk ke rumah aja kok pake ucapan hati-hati..”
“Nanti kalau Sungmin jatuh di kolam, gimana?”
“Cuma kolam ikan kan? Jatuh juga lecet dikit.”
“Kan sakit. Ga pernah kan nyemplung ke kolam ikan? Malu tahu sama ikannya!! Masa manusia ga bisa bedain kolam renang sama kolam ikan?”
Sungmin tertawa geli menanggapi candaan Kwanghaeng yang menurutnya lucu. Dari dulu malah. Makanya Sungmin lebih suka main bersama Kwanghaeng daripada yang lain.
“Besok mau berangkat bareng gak?” tanya Kwanghaeng.
“Kalo nggak ngerepotin sih.. yaa…” Sungmin mengangguk. “Ya udah.”
“Oke deh!! Bye, Sungmin!! Jangan lupa liat jalan! Nanti malu sama ikan!”
Sungmin tersenyum. Lalu melambaikan tangannya dan masuk ke dalam rumah. Masih dengan perasaan berbunga-bunga.

***

“Masih ngejar sepupu gue?” tanya seseorang ketika Kwanghaeng menunggu di depan rumah Sungmin.
“Eh Noori! Sejak kapan lo dateng?” tanya Kwanghaeng balik pada Noori, sahabat kecilnya.
“Tadi malem. Mumpung libur. Bosen di asrama. Mampir deh ke rumah om Choi!” jawab Noori. “Eh, lo masih suka tuh main sama Sungmin? Ga malu lagi?”
Kwanghaeng mendengus kesal. “Gue udah SMA, dia SMP. Buat apa gue malu? Cuma beda dikit!”
Ya, Kwanghaeng dulu malu dekat dengan Sungmin yang umurnya beda jauh. Waktu itu Sungmin masih SD, sedangkan Kwanghaeng sudah SMP.
“Noori hyung, ngapain disini?” tanya Sungmin kesal melihat sepupunya ada di dekat Kwanghaeng.
“Oke, gue mau nganter Sungmin ke sekolah. Bye!!” Kwanghaeng langsung menggas motornya dengan kecepatan diatas rata-rata. Reflek Sungmin berteriak sambil memeluk pinggang Kwanghaeng.
“Ckck.. cari kesempatan aja tu anak!” umpat Noori sambil menggelengkan kepala melihat sahabat kecil dan sepupunya itu berangkat bersama.

***

“Hai Sungmin!! Udah pulang?” tanya Kwanghaeng ketika Sungmin lewat di depannya begitu saja.
“Eeeeh Kwang hyung! Sudahlah!! Kalau belum kenapa aku disini?” tanya Sungmin balik.
Kwanghaeng menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Begini nih rasanya jatuh cinta! Begitu pikir Kwanghaeng.
“Mau pulang?”
Sungmin mengangguk. “Iya. Udah ngantuk!”
“Ya udah. Sungmin tunggu sini, aku jemput motor dulu ya!”
Beberapa menit kemudian, Kwanghaeng kembali ke hadapan Sungmin. Sungmin hendak naik. Tapi Kwanghaeng mencengkram tangannya dan mendekatkan wajahnya. Sungmin hampir berteriak. Tapi tidak bisa menolak juga. Ia malah menutup matanya.
“Mau jalan-jalan gak? Malam minggu. Sayang kalau tidak dimanfaatkan!!” kata Kwanghaeng sambil menaikkan kedua alisnya.
Fiuhhh~
Sungmin bernafas lega karena ternyata Kwanghaeng tidak berniat menciumnya. Ia pun segera naik ke motor gede Kwanghaeng yang harganya ratusan juta itu.
“Mau gak? Kan belum dijawab tadi!” tuntut Kwanghaeng setengah memaksa.
“I-iya deh.” jawab Sungmin akhirnya.
Kwanghaeng melepas jaketnya. Lalu memberikannya pada Sungmin.
“Pakai! Malam ini dingin. Aku mau ngebut!” kata Kwanghaeng.
Sungmin menerima jaket Kwanghaeng. Setelah memastikan Sungmin memakainya, Kwanghaeng melajukan motornya perlahan. Makin lama makin kencang. Seperti debaran di hatinya.
“Kwang hyung, jangan ngebut banget dong!!” pinta Sungmin setengah panik.
Kwanghaeng tentu tidak mendengarnya karena ia memacu motornya dengan kecepatan tinggi, ditambah melawan arus angin. Jadilah suara Sungmin yang tergolong kecil itu terbawa angin tanpa terdengar oleh Kwanghaeng yang memakai helm.
Sungmin mengeratkan pelukannya di pinggang Kwanghaeng. Ia menutup matanya. Takut akan sesuatu yang terjadi. Ia benar-benar panik dan menyesal. Kenapa mau menerima ajakan Kwanghaeng begitu saja? Padahal Kwanghaeng itu kalau menyetir.. lebih dari kesetanan!
Makin lama motor itu berkurang kecepatannya. Berkurang juga erat pelukan Sungmin pada pinggang Kwanghaeng.
Ngeeeeeek~ (?)
Kwanghaeng mendengus kesal. Motornya berhenti tepat di tepi jalan. Kwanghaeng membuka helmnya. Lalu turun dari motor dan memeriksa bensinnya. Sungmin ikut turun tanpa melakukan apapun.
“Aishhhhh jinjja!! Kenapa harus hari ini?!! Saekki!!” Kwanghaeng menendang motor gedenya itu tanpa perasaan. Benar-benar kesal ia sekarang.
“K-kenapa hyung?” tanya Sungmin hati-hati.
Suasana hati Kwanghaeng perlahan membaik. Ia menatap Sungmin dengan tatapan madesu-nya sambil menunjuk panah bensinnya.
“Abis ya hyung?” kata Sungmin dengan nada sedih. Padahal dalam hati ia bersyukur, karena Kwanghaeng pasti akan lebih pelan-pelan lagi menjalankan motornya.
“Cari tukang bensin dimana ya? Ishhhh!!” Kwanghaeng mengacak rambutnya yang sudah berantakan.
Sungmin mengamit tangan Kwanghaeng. Berusaha menenangkannya. Kelemahan Sungmin dari dulu itu takut dengan ekspresi orang marah. Apalagi di dekatnya. Bisa-bisa dia loncat ke jurang saking ngerinya.
Kwanghaeng membalas mengamit tangan Sungmin. Lalu tersenyum sambil mengacak rambutnya.
“Kita dorong? Ah.. aku aja deh. Aku nggak mau bikin Sungmin capek.” Kwanghaeng menarik standar. Lalu mendorongnya pelan-pelan. Dibantu Sungmin di belakang.
“Sungmin, nggak usah! Biar aku aja..” kata Kwanghaeng menyuruh Sungmin untuk tidak mendorong motornya.
“Emang kenapa? Kan aku tadi naik juga.”
“Ya udah deh. Kalo capek bilang ya..”

***

Setelah motor terisi bensin, Kwanghaeng mengajak Sungmin ke danau. Membeli es kelapa muda langganannya dari dulu.
“Enak kan?” tanya Kwanghaeng bangga.
Sungmin hanya mengangguk karena mulutnya penuh kelapa dan airnya. Kwanghaeng tertawa kecil.
“Sungmin belum pernah kesini?” tanya Kwanghaeng, berbasa-basi seperti biasa.
Sungmin menggeleng. Mulutnya masih penuh.
“Jadi ini pertama kali?”
Sungmin mengangguk lagi. Sebenarnya ia enggan menjawab. Karena Kwanghaeng basa basinya terlalu—ahh.. membuatnya pusing pokoknya!
“Sungmin pernah pacaran?”
Sungmin menggeleng. “Nggak.”
“Kenapa? Sungmin kan…”
“Masih gantengan hyung kemana-mana! Harusnya hyung yang punya pacar! Hyung juga udah SMA.”
Kwanghaeng blushing. Hatinya berbunga-bunga. Dunia di sekelilingnya berubah drastis. Bukannya malam yang penuh bintang dan penuh masalah, tapi pagi hari di musim semi.
“Hyung kenapa belum pacaran?” tanya Sungmin, ganti berbasa-basi.
“Karena…” Kwanghaeng menggantungkan perkataannya. Lalu menatap Sungmin dengan tatapan nakalnya seperti biasa. “Aku mencintai seseorang. Dan dia… masih kecil dan.. sama sekali belum mengerti dunia dewasa.”
Sungmin mengangguk. Dalam hati ia bertanya-tanya, siapa orang itu? Kenapa seberuntung itu?
“Tapi.. hyung udah menyatakan cinta?”
Kwanghaeng menggeleng. “Nggak berani. Dianya masih polos. Aku suka sama kepolosannya. Takutnya kalau aku pacarin.. ilang polosnya!”
Sungmin mengangguk lagi. Kali ini wajahnya ditekuk. Kwanghaeng sebenarnya menyadarinya. Hanya saja ia tidak mau menarik kesimpulan.
“Aku juga suka sama orang. Dia tampan, pintar, jago main basket, jago nyanyi, jago dance, baik…”
Giliran Kwanghaeng yang penasaran. Siapa orang itu? Kenapa bisa seberuntung itu mendapatkan hati Sungmin?!
“Sungmin, mau jadi pacarku nggak?” kata Kwanghaeng cepat.
Sungmin langsung tersedak mendengar ucapan Kwanghaeng. Dengan panik Kwanghaeng mencari cara untuk menghentikan sedakan (?) Sungmin.
“Sungmin nggak papa kan?” tanya Kwanghaeng panik.
Sungmin mengangguk. “Hyung sih ngomongnya pas aku lagi makan! Kan kaget~”
Kwanghaeng mengerucutkan bibir. “Kan aku takut keduluan orang. Makanya aku langsung nyatain.”
Sungmin menghela nafas. Speechless. Entahlah ia tidak tahu apa yang harus dijawabnya.
“Mau nggak? Keburu aku diambil orang!” kata Kwanghaeng, super duper ge-er.
“Iya deh!” jawab Sungmin langsung sambil menunduk. Menyembunyikan wajah memerahnya.
“Jawabnya yang ikhlas dong! Masa Cuma ‘iya deh’. Maksa banget!!”
Sungmin mengernyit kesal. “Iya, aku juga mau jadi pacar hyung!!”
“Masih maksa nadanya!”
“aku mau jadi pacar hyung!!”
“Apa??”
“AKU MAU JADI PACAR HYUNG!! PUAS?!” Sungmin berteriak. Membuat perhatian orang-orang tertuju pada mereka. Sungmin panik. Sedangkan Kwanghaeng tetap stay cool. Ia malah mengorek-ngorek buah kelapa yang masih ada.
“Ada syaratnya!!” kata Kwanghaeng setelah menelan air kelapa yang terakhir.
“Apa?”
“Panggil aku chagi!”
“Ani!”
Kwanghaeng menatap Sungmin marah. Hanya untuk menjahilinya, tentu saja.
“Wae??”
“Aku lebih suka memanggil hyung, karena… kita lebih dekat dengan panggilan itu.”
Kwanghaeng mengangguk senang. Lalu mengelus rambut Sungmin sayang. Setelah itu mengecup keningnya.
“Saranghae, Sungmin sayang…”

***

— Dua minggu kemudian —

Sungmin tersenyum senang setelah keluar dari kelas. Ia membawa surat pemberitahuan tentang camp gabungan dari SMP dan SMA Co-Ed. Seperti biasa ia menunggu di depan pintu gerbang. Menunggu kekasih barunya datang.
“Hai sungmin!!” kata Kwanghaeng sambil tersenyum—terpaksa.
“Hyung…”
“Kenapa Sungmin?”
Sungmin menatap Kwanghaeng dengan wajah polos dan penuh perhatiannya. Lalu menggenggam tangan Kwanghaeng yang dingin.
“Hyung sakit?”
Kwanghaeng menggeleng. “Nggak..”
“Terus?”

*

Sungmin tertawa kecil mendengar alasan Kwanghaeng tidak semangat hari itu. Kwanghaeng menceritakannya di tempat pertama mereka menyatakan cinta.
“Kok kamu ketawa? Seneng ya liat pacarnya menderita!” Kwanghaeng memasang wajah cemberut.
Sungmin menghentikan tawanya. Lalu menatap Kwanghaeng dengan mata penuh rasa kecewa. “Seneng gimana? Nanti aku disana sama siapa? Masa sendirian?”
“Kamu ikut?”
Sungmin mengangguk.
“Yaudah. Kalo gitu aku ikut!!” ucap Kwanghaeng langsung.
“Jinjja?!!”
Kwanghaeng mengangguk. Lalu Sungmin tersenyum senang sambil bersorak girang. Kwanghaeng menyukai saat ini. Saat Sungmin tersenyum karenanya.

***

“Gila!! Ini tenda apa rumah? Gede banget!!” tanya Kangho, teman Kwanghaeng, takjub.
Kwnghaeng tersenyum sambil menatap Sungmin penuh cinta.
“Gila!! Gue ikut ya?” pinta Yoosung sambil menatap heran ke tenda yang dibawa Kwanghaeng.
“NGGAK!! Enak aja ikut-ikut!” tolak Kwanghaeng mentah-mentah.
“Sejak kapan lo jahat sama gue, Kwang?”
Kwanghaeng merangkul Sungmin di sebelahnya. “Sejak gue jadiin Sungmin pacar gue! Mau apa lo?!”
Yoosung dan Kangho mendengus kesal.
“Terus gue sama siapa?” tanya Kangho bingung.
“Tuh sama si Yoosung aja! Apa susahnya sih?” jawab Kwanghaeng disambut sambitan topi dari Yoosung.
“Ogah gue sama orgil kayak dia!” kata Yoosung. Lalu berjalan mencari tempat untuk membuat tenda.
“Oke. Silakan berduaan!!” Kangho melambaikan tangan. Lalu ikut berjalan ke arah Yoosung.

***

“Kenapa temen hyung ga disini aja? Kan biar rame. Lagipula.. ini gede banget!” kata Sungmin setelah duduk di dalam tenda besar Kwanghaeng.
“Rame sih ada mereka. Tapi.. NGEGANGGU!! Berisik tau!!” kata Kwanghaeng.
“Tapi kan seru..”
“Seru apanya? Enakan berdua kayak gini!” Kwanghaeng memeluk tubuh Sungmin dari belakang. Lalu menyandarkan kepalanya ke dadanya.
“Kamu denger gak?”
“Denger apa?” tanya Sungmin bingung.
“Denger detak jantung aku. Bisa kamu sembuhin gak?”
Sungmin tersenyum malu di dada Kwanghaeng. Wajahnya memerah. Hatinya berbunga-bunga. Dunia di sekelilingnya benar-benar indah sekarang.
“Eh, pacaran mulu!” Kangho membuka tenda Kwanghaeng tanpa permisi. “Cari kayu bakar buat api unggun nanti!”
“Iya ntar gue cari. Lo duluan aja! Ganggu aja!” kata Kwanghaeng kesal.
Kangho tersenyum bodoh. Lalu kembali menutup pintu tenda Kwanghaeng dan Sungmin. Tapi..
“Udah disuruh!! Cepetan!!” kata Kangho lagi.
“Ah!! Ganggu aja lo!” Kwanghaeng akhirnya menarik tangan Sungmin paksa. Mengajaknya mencari kayu bakar.
“Ehhhh kamu ngapain bawa anak SMP nyari ke hutan?” tanya Han sonsaengnim, guru Kwanghaeng.
“Daripada saya bawa anak tuyul mendingan bawa anak SMP kan saem? Tapi dijamin aman deh!!” Kwanghaeng memberi jaminan.
“Ya sudah. Cari yang banyak! Kalau bisa buat sampe minggu depan.” Kata Han sonsaengnim lagi.
“Bukannya kita lusa pulang ya? Buat apa banyak-banyak? Bapak ngarang bebas deh!” Kwanghaeng langsung membawa Sungmin kabur, karena Han sonsaengnim sering menyambit muridnya yang tidak patuh dengan sepatu.

***

“Hyung baru pertama kali ikut camping ya?” tanya Sungmin polos setelah anak-anak santap malam. Kwanghaeng dan Sungmin sama-sama membawa kopi cappucino. Mereka menyeduhnya dengan sisa air yang teman-temannya buat.
“Ne.. dan itu semua karena kau!” Kwanghaeng mengacak rambut Sungmin gemas. Lalu mengecup pipinya kilat. Tapi walaupun begitu, wajah Sungmin tetap menampakkan rona merahnya.
Sungmin menyandarkan kepalanya di lengan Kwanghaeng. Lalu mencari tangannya di tengah kegelapan. Setelah itu menggenggamnya penuh kehangatan.
“Tangan hyung hangat~” ucap Sungmin, polos!
“Baru sadar, eoh?” tanya Kwanghaeng jahil. “Lebih hangat mana dengan ini.” Kwanghaeng menyambar bibir tipis Sungmin. Melumatnya lembut tanpa mendapat perlawanan. Sungmin tidak tahu harus berbuat apa. Nafasnya tercekat. Oksigennya hampir habis.
“Hmmmmppppphhhhh…” desah Sungmin di tengah ciuman mereka.
Kwanghaeng memperdalam ciumannya. Ia menekan kepala Sungmin dan mendekatkan tubuhnya ke tubuh kecil Sungmin.
“hosh.. hosh.. hosh…” Sungmin langsung mengambil nafas dalam-dalam setelah ciuman itu dilepaskan. Kwanghaeng puas. Hasratnya terpenuhi.
“Hyung…” Sungmin menatap Kwanghaeng. Tatapannya tidak bisa di artikan. “Hyung…”
Kwanghaeng terdiam. Baru datang rasa itu. Rasa menyesal. Itu ciuman pertama Sungmin! Bisa dipastikan Sungmin tidak bisa terima.
“Ya!! Cepat tidur!” teriak salah satu guru SMP. Kwanghaeng menatap sekeliling. Tidak ada makhluk lain yang terlihat kecuali dua guru laki-laki yang sedang berjaga malam.
“Tidur yuk. Udah malem.” Kwanghaeng mengajak Sungmin ke dalam.

***

Sungmin terus bergerak mencari tempat untuk tidur yang nyaman. Ia tidak bisa tidur dari tadi. Entah apa penyebabnya. Apakah karena kopi cappucino yang tadi ia minum bersama Kwanghaeng atau… ciumannya dengan Kwanghaeng?
Sungmin terus memegangi bibir merahnya. Tidak percaya kalau Kwanghaeng menciumnya! Lama!! Kalau ia boleh jujur, ia ingin melakukannya sekali lagi.
“Kok belum tidur?” tanya Kwanghaeng lembut dengan suara bergetar.
“Nggak bisa tidur.” Jawab Sungmin sambil membalikkan badan menghadap Kwanghaeng.
“Mau kupeluk eoh?” tanya Kwanghaeng menggoda. Wajah Sungmin memerah lagi.
“Hyung…” Sungmin memanggil Kwanghaeng. “Aku mau ciuman lagi..”
DUAGHHHHHHHHH!!!
Kwanghaeng seperti ditonjok. Matanya 100% melebar. Rasa kantuknya hilang ditelan pernyataan Sungmin.
“Ciuman itu enak. Pengen lagi..” kata Sungmin polos.
Kwanghaeng tersenyum. Lalu menatap Sungmin lekat-lekat. Ia mengelus pipi mulus Sungmin.
“Kita lebih aja. Mau?” tanya Kwanghaeng.
Sungmin tidak mengerti. Terlalu polos bagi anak umur 14 tahun untuk mengerti itu. Tapi Sungmin penasaran. Lagipula ia percaya Kwanghaeng tidak akan melakukan yang terburuk untuknya.
Perlahan Kwanghaeng mendekatkan wajahnya ke wajah Sungmin. Lalu meraih bibir Sungmin dengan bibirnya. Awalnya memang lembut. Sangat lembut. Sampai-sampai Sungmin terbuai dan ikut menggerakkan bibirnya. Ia membuka bibirnya sedikit. Lalu dirasakannya sebuah benda berliur mengelilingi rongga mulutnya.
“mmmpphhhhhhh.. ckck… mpphhhh…” desah mereka berdua pelan.
Perlahan Kwanghaeng bangun dari posisinya tanpa melepas ikatan bibir mereka. Sungmin merasakan bagian bawahnya mulai tegak sempurna. Sungmin mengeliat. Ingin ‘membenarkan’ posisi junior kecilnya.
Ciuman Kwanghaeng perlahan turun ke lehernya. Sungmin terkikik geli ketika Kwanghaeng menghisapnya pelan. Kemudian hisapannya tambah dalam dan meninggalkan bekas kemerahan. Sungmin meringis pelan.
“Tenanglah. Tidak akan lama.” Kata Kwanghaeng lembut. Lalu membuka satu persatu kancing kemeja Sungmin.
Sungmin sempat bingung. Tapi akhirnya ia menerima saja. Apalagi setelah Kwanghaeng menghisap putingnya. Langsung terasa nikmat sampai seluruh badan.
“Ahhhh…” desah Sungmin tanpa sadar. Kwanghaeng tersenyum. Lalu kembali melumat dan menghisap puting kanan Sungmin. Tangan kirinya bertugas memelintir puting Sungmin satu lagi. Kembali Sungmin merasa darahnya berdesir dari atas kepala sampai ujung kaki.
“Hyung-ahhhhhhh… shhhhhh… mpphhhhhhh…” Sungmin menutup rapat pahanya. Tapi senjatanya yang terbungkus celana jeans itu menyembul. Kwanghaeng pun juga.
Kwanghaeng melepas celananya yang sesak. Lalu memperlihatkan junior besar nan tegaknya pada Sungmin. Tanpa disuruh Sungmin langsung bangun dan memijat pelan junior super Kwanghaeng.
“Kyeoptaa~” ucap Sungmin. Lalu memainkannya dengan jarinya sambil tertawa.
“Ya!! Hisaphhhh… ahhhkuuuuu… ahhh…” belum sempat Kwanghaeng menyelesaikan kalimatnya, seorang guru datang dan berteriak dari luar. Bayangannya tercetak di dalam tenda.
“Kalian sudah tidur?” tanya guru itu. Kwanghaeng langsung menaikkan selimut dan menundukkan paksa kepala Sungmin dan menutupi tubuh keduanya dengan selimut. Takut ketahuan.
“Oh.. ternyata sudah!” ucap guru itu akhirnya. Lalu kembali ke tempatnya berjaga.
Kwanghaeng dan Sungmin sama-sama menghela nafas lega. Mereka saling bertatapan. Kwanghaeng lalu tertawa kecil sambil mencubit pipi Sungmin.
“Mau lanjut lagi?” tanya Kwanghaeng menawarkan.
Sungmin mengangguk.
“Tapi jangan bersuara ya..” bisik Kwanghaeng lembut. Lalu kembali membuka selimut yang menutupi tubuh mereka berdua dan melanjutkan permainan.
Sungmin mulai memainkan junior besar Kwanghaeng di mulutnya. Ia menyedotnya kuat dan menggigit pelan ujung juniornya. Kwanghaeng hanya bisa menggigit bibir bawah sambil meremas selimut untuk mengekspresikan rasa nikmatnya.
“Hyunghhh.. mau keluar!!” kata Kwanghaeng pelan sambil menahan desahannya.
Crooot~~
Cairan sperma dari junior Kwanghaeng menyembur memenuhi mulut Sungmin. Sungmin langsung memuntahkannya karena kaget.
“Mianhae..” kata Kwanghaeng sambil mengelus tengkuk Sungmin.
“Gwaenchana…” balas Sungmin lemas.
“Adikmu mau..” Kwanghaeng mengelus junior kecil Sungmin yang masih berbalut kain.
Sungmin tersenyum. Hampir saja ia mengeluarkan suara kalau Kwanghaeng tidak menempelkan jari telunjuknya ke bibir Sungmin. Kwanghaeng kembali mencicipi bibir Sungmin. Sambil berciuman Kwanghaeng membuka pakaian yang melekat di tubuh Sungmin. Sungmin juga membantu Kwanghaeng membuka pakaiannya. Tanpa mereka sadari mereka sudah benar-benar bersih. Tidak ada sehelai benangpun melekat di tubuh mereka. Kini posisi mereka seperti di awal. Kwanghaeng on top.
Kwanghaeng menggenggam junior Sungmin yang lebih kecil darinya. Lalu mengocoknya pelan.
“Ahhh.. ahhh hyunggggghhhhh… shhhhhhh….” Kwanghaeng sudah tidak mempedulikan lagi desahan Sungmin yang terdengar keras itu. Baginya suara desahan Sungmin itu manis.
Kwanghaeng terus memainkan junior kecil Sungmin di tangannya. Ketika junior Sungmin mulai berkedut, Kwanghaeng memasukkan juniornya ke mulutnya.
“Hyungggg… mauu pipisssssshhhhhhhh… ahhhhhhh…”
Sungmin mencoba menahan rasa ingin ‘pipis’nya itu. Wajahnya pucat. Tapi Kwanghaeng tidak berkomentar dan melepaskan juniornya dari mulutnya.
“Hyunggggg akuuuuuu mau pipisssshhhhhh ahhhhhhhhh…” tanpa bisa ditahan, Sungmin mengeluarkan cairannya. Tubuhnya menegang. Hatinya lega. Raut wajahnya juga ikut lega. Kwanghaeng terus meminum cairan sperma yang di keluarkan Sungmin.
“Hyung minum…” Sungmin menatap tak yakin ke arah Kwanghaeng yang sepertinya masih mencari sisa-sisa cairan keluaran Sungmin di sekitar mulutnya.
“Itu sperma. Cairan laki-laki. Bukan air kencing. Kalau kau merasa mau pipis, berarti kau akan orgasme.” Kwanghaeng tersenyum lembut. “Mau ke bagian inti?”
Sungmin mengangguk. Lalu membenarkan posisinya dan melebarkan pahanya. Entah ia dapat ide darimana untuk melebarkan paha. Kwanghaeng pun tidak bisa bersabar. Ia langsung memasukkan juniornya ke hole Sungmin tanpa pemanasan.
“Hyuunnngggggggg sakiiiiiiiiittttttt!!!!!” teriak Sungmin tanpa sadar. Kwanghaeng langsung menutup mulut Sungmin paksa. Langkah seseorang terdengar mendekat. Kwanghaeng kembali menarik selimut menutupi tubuh telanjang mereka berdua.
“Sepertinya mengigau!” lapor guru yang mengamati tenda Kwanghaeng. Lalu kembali berjaga di tempat guru satunya lagi berjaga.
“Mian hyung..” Sungmin memasang wajah bersalah.
“Gwaenchana. Aku juga salah.” Kwanghaeng mengelus pipi Sungmin lagi. Kembali ia mengarahkan bibirnya ke bibir Sungmin.
Sungmin terbawa suasana. Ia membalas pagutan bibir Kwanghaeng. Mereka beradu lidah dan bertukar saliva. Beberapa liur ada yang keluar dari bibir keduanya.
“errghhhhhhh…” Sungmin mengerang pelan ketika bibirnya digigit pelan oleh Kwanghaeng untuk menghentikan ciumannya. Kwanghaeng kembali memberikan bekas cium di leher Sungmin sambil memelintir putingnya lagi. Lalu kembali mencoba menerobos hole Sungmin yang belum pernah dimasuki oleh siapapun.
“Shhhhh…” rintih Sungmin pelan untuk menjaga suasana.
Kwanghaeng mencoba memasukkan junior besarnya ke lubang Sungmin. Ia menggerakkan pinggulnya.
“Ahhh… ahhhh… hyuuuungggggg-ahhhhhhh…”
“Waittttt….” Kwanghaeng akhirnya bisa memasukkan junior besarnya ke lubang Sungmin selang 7 menit. Ia beristirahat sejenak. Kembali mencicipi bibir Sungmin. Menghisap bibir atasnya kemudian menggigit bibir bawahnya.
Kwanghaeng menaikkan tubuhnya perlahan. Lalu mempercepat genjotannya sampai membuat tubuh Sungmin ikut bergetar. Tangan Kwanghaeng bertumpu pada pundak Sungmin.
“ahhhhhh shhhhhhhhhhhh… mmmppppphhhhhhh….. hhhhhhhhhaahhhhhhh…” Sungmin terus mendesah dengan suara kecil yang hanya terdengar di kupingnya dan juga kuping Kwanghaeng. Ia tidak tahan menahan rasa nikmat ini.
Croooootttt~
Tanpa pemberitahuan lebih dahulu junior Sungmin dan Kwanghaeng mengeluarkan cairan di waktu yang sama. Sungmin merasa kehangatan di dalam dirinya. Kwanghaeng lalu ambruk di tubuhnya. Tubuhnya yang basah penuh keringat terasa sangat lengket. Tapi itu tidak masalah bagi Sungmin.
“Gomawo.” Kata Kwanghaeng setelah mencabut juniornya dan kembali merebahkan diri di sebelah Sungmin.
“Untuk apa?” tanya Sungmin bingung.
“Untuk semuanya.” Jawab Kwanghaeng lagi. Ia mengambil pakaian yang berceceran di dalam tenda. Lalu menepikannya. Setelah itu ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya.
“Saranghae~” ucap Kwanghaeng sambil menutup matanya. Mengantuk, tapi masih sempat tersenyum.
Sungmin membalas senyum manis Kwanghaeng. “Na do saranghae, Kwanghaeng hyung.”
Sungmin memejamkan matanya perlahan. Menggeser tubuhnya agar makin dekat dengan Kwanghaeng. Mendengar lagu pengantar tidurnya, detak jantung Kwanghaeng.

***

“KWANGHAENG, SUNGMIN, BANGUN!!!!!!!!!!” teriak orang dari luar.
“YAA!! KWANGHAENG BANGUUUUUUN!!!!!” sahut yang lainnya.
Kwanghaeng membuka matanya perlahan. Lalu menyesuaikan matanya dengan cahaya matahari yang ada. Sayup-sayup suara teriakan orang diluar memanggil namanya terdengar.
“Chagi, ireona!!” Kwanghaeng menggoyangkan tubuh Sungmin pelan. “Sungmin sayaaang, kita dalam masalah.” Bisiknya.
Sungmin melenguh pelan. Hal yang dirasakan pertama kali adalah sakit di bagian bawahnya. Tapi ia berusaha bangun dan memakai pakaian yang semalam melekat di tubuhnya.

*

“Sakit..” rintih Sungmin ketika sedang memancing di sungai yang tak jauh dari tenda mereka.
“Awalnya begitu. Aku juga sakit.” Jawab Kwanghaeng sambil terus memperhatikan pancingannya.
“Tapi hyung terlihat biasa.”
Kwanghaeng tersenyum lebar. “It’s because of you..”
Sungmin menyandarkan kepalanya ke pundak Kwanghaeng. Ia memperhatikan pancingannya. Berharap ada ikan yang tertarik pada umpannya.
“Cepat beritahu aku apa yang terjadi semalam!!” bisik Yoosung yang tiba-tiba datang di samping Kwanghaeng.
Kwanghaeng dan Sungje sama-sama kaget.
“Palli!! Aku akan menjaga rahasia!!” timpal Kangho di belakangnya.
Kwanghaeng menatap Sungmin. Kali ini wajahnya terlihat panik. Terlebih Sungmin. Ia takut sesuatu akan terjadi.
“Kalau tidak, kalian bisa kan jelaskan siapa yang mendesah malam-malam?”
DUARRRRRRRRRRRR!!!!!
Sungmin dan Kwanghaeng sama-sama mengatupkan bibir.

*******

END

NC-nya kurang ya? Romancenya kurang ya? Komedinya kurang ya? Ahhh endingnya ancur yah???
Maafkan saya !!
Ini kemauan saya, bang rascal dan mas solid XDD

<3 FF OnKey <3 "Saranghae" [YAOI/Short One Shoot]


Title : Saranghae

Main cast : OnKey

Length : Short One Shoot / YAOI

Author : Keyicha / Song Hyun In

 

#################################################################

 

“Key hyung, kau serius mau mendekati namja bernama Lee Jinki itu”, Taemin berbisik pelan. Taemin dan Key, dua orang namja cantik tengah memperhatikan seorang namja tampan berpipi chubby yang sedang duduk di bangku yang terletak di sudut perpustakaan sambil membaca buku amat tebal berjudul ‘Hal2 Penting dalam Dunia Kedokteran’,dan sesekali ia membetulkan letak kacamatanya yang sedikit melorot.

“Tentu saja. Wae?”, Key agak heran dengan pertanyaan Taemin. Taemin memandang Key tidak percaya, “Eng…dia agak aneh, hyung. Bukankah banyak namja tampan yang menyukaimu, eoh? Mengapa kau malah memilih namja gendut dan aneh itu?”. Pertanyaan Taemin sungguh tidak sopan. Key jadi tersinggung karenanya.

“Hey..baby Taeminku sayang, cinta bukan melihat dari penampilan luarnya saja, tapi juga dari hati”, Key memegang dadanya dramatis saat mengatakannya. “Lee Jinki itu unik dan beda dari semua namja yang aku kenal. Suatu saat kau pasti akan mengerti”, ucap Key masih dengan gaya melodramanya, lalu beranjak dari tempat duduknya. Taemin hanya bisa menganga melihat sikap Key. Ini seperti bukan Key yang ia kenal. Apa itu semua karena ‘cinta pada pandangan pertama’ seperti yang pernah Key bilang padanya? Molla…?

—–

Lagi2 Key memperhatikan Jinki secara diam2. Kali ini Jinki sedang membaca buku kumpulan puisi di balkon sekolah. Key menarik nafasnya dalam. Sungguh ini bukan seperti dirinya. Biasanya ia adalah namja yang sangat percaya diri. Tapi mengapa ketika melihat sosok Jinki yang bahkan jauh dari kata ‘cool’ membuat keberaniannya menciut? Key menghembuskan nafas lagi.

‘Ok Key…yakin lah dan percayalah. Yup..semangat!!’, Key menyemangati dirinya dan berjalan mendekati Jinki. Di lihatnya Jinki sedang duduk di sudut balkon dan masih membaca, namun mimik mukanya terlihat penuh kelembutan dan sudut bibirnya membentuk senyuman kecil yang membuatnya terlihat tampan. Dan kali ini ia juga tidak memakai kacamata. Mata sipitnya yang bening penuh pesona dan rambutnya yang berkibar tertiup angin membuat Key semakin terpesona.

“Ehm… Jinki!”, Key memanggil Jinki ragu.

Jinki mendongakkan kepalanya. Ia seperti sedikit terkejut akan kedatangan Key. “Eh.., kau..?”, tiba2 saja pipi gembil Jinki memerah.

“Maaf mengejutkanmu”, Key merasa tidak enak. “Eerrr…aku cuma mau bilang…aku…ehm…aku.. menyukaimu”, Key mengucapkannya pelan dengan nafas tertahan. Ia menunggu..,menunggu reaksi Jinki. Bagaimanapun, ia harus siap dengan jawaban penerimaan ataupun penolakan. Tiba2, ia melihat Jinki menjatuhkan bukunya. Jinki hanya diam membisu dengan mulut menganga. Ok… Key mencoba berpikiran positif. Mungkin Jinki kaget dengan pernyataannya barusan.

“Ah..jeongmal mianhae..aku tìdak bermaksud..ehm aku..”, Key bingung harus berkata apa. Ia lalu mengambil buku Jinki dan akan memberikannya ketika ia melihat coretan2 dan tulisan2 di buku itu yang memuat namanya.

#Key…nama yang cantik sesuai dengan wajahmu yang memang amat cantik. Aku sangat menyukaimu.. Tapi mungkin aku hanya bisa mengagumimu dari jauh saja.
Key…ingin sekali aku mengenal dan bicara denganmu. Tapi aku takut..takut jika kau menolakku. Apa aku terlalu pengecut, eh?#

Key membaca kalimat2 indah yang penuh kejujuran itu. Ia tidak menyangka kalau ternyata Jinki juga menyukainya.

“Jinki ini…??”, wajah Jinki semakin memerah. Pipinya yang gendut semakin kelihatan seperti tomat rebus. Detik berikutnya, Jinki mengangguk dan berbisik pelan, “Saranghae..”

### The End ###

=..=” Eerrr… Crita yang aneh. TwT

Comment please..!!! >___<

[Fanfiction] YUNJAE/LOVE. SIN/ CHAPTER 12


[Fanfiction] YUNJAE/LOVE. SIN/ CHAPTER 12

Annyeong…saya dang lagi ..hahahha :D

Title     : LOVE . SIN

Pairing : Yunjae

Rated   : NC 17

Genre   : angst, romance, tragedy

Lenght : Chapter 12/of ?

Yoo~~~ saya datang sebulan lebih cepat…*halah* tetep lama yah*pout*

Baru sadar sekarang..akhir chapter 11 benar-benar aneh binti geje yah….dan waktu mau nulis chapter ini aku udah gregetan sendiri pingin ganti akhir chap 11, tapi ya sudalah…Jung Yunho sudah bersama Kim Jaejoong (apadah)/ maksudnya nasi sudah menjadi bubur…biarlah kegejeaan saya merajarela…

Oh sekali lagi mau kasih tau email saya –> Jung_chiferkyoka@ymail.com…maaf kalu mau minta pw jangan ke fb yah..bingung jadinya saya..hahahha..lagian emang belum ada yang di pw juga….tenang aja….saya baik kuq reader-deul *apa dah*

Dari pada banyak ngomong..sebelumnya maaf kalu makin geje dan makin aneh..belum lagi ngebosenin masih amatiran..*nunduk* sok lah…silahkan…

_Douzo_

LOVE.SIN

“satu…dua…” Yunho mulai menghitung, diarahkan tepat revolver itu ke kepala Jaejoong, semua harus terlihat meyakinkan, Yunho yang terlihat bernafsu membunuh Jaejoong. Jaejoong di sebrang sana tak bergerak, dia menatap nanar Yunho yang terlihat bersungguh-sungguh.

‘semudah itukah?’

Yunho tersenyum kecil saat Jaejoong mulai mengangkat revolver di tanganya, tapi matanya terbelalak kaget saat bukan kerahnya revolver itu di arahkan melainkan ke kepala Jaejoong sendiri.

“sudah ku bilang aku tidak mau! Jangan memaksaku Jung Yunho!!” bentak Jaejoong dengan air mata yang makin mengalir.

‘DORRRR!!!”

Suara tembakan yang memecah keheningan di tempat pemakaman itu…

End of Chapter 11

—————————-

Chapter 12

‘Plak!’

Yunho melayang tamparannya di pipi namja cantik yang terduduk lemas di rerumputan pemakaman itu. Untung saja tadi dengan sigap Yunho melemparkan senjatanya ke arah tangan Jaejoong sehingga tembakan itu melesat jauh.

“DASAR BODOH!!!” teriak Yunho kencang. Jaejoong masih menundukan kepalanya. Tangannya pasti akan membekas memar terkena lemparan senjata Yunho tadi. Diraihnya senjata milik Yunho yang terlempar di samping tubuhnya itu dan membuka magazinenya. Dia tertawa mencibir. Isi revolver itu kosong. Dia menatap balik Yunho dengan tajam.

“kau, ingin mati di tanganku dengan sengaja?” Jaejoong mengucapkanya pelan.

Yunho masih menatap nyalang Jaejoong. Kemarahannya perlahan mereda.

“kau pernah tersenyum tanpa aku sebelum kehadiranku, jadi tak akan sulit untukmu melakukannya lagi” Yunho mengucapkannya pelan. Jaejoong berdiri cepat dan menghantam wajah Yunho dengan tinjunya.

“dasar bodoh!! Sekarang sudah tidak sama lagi babo!!!” Jaejoong berteriak geram. Semudah itu Yunho mengatakan alasan konyol itu. Jaejoong mengepalkan tangannya keras. Sedikit linu karena tadi memukul wajah Yunho dengan tangannya yang memar. Dia harus tenang, jika tidak, cegukannya tidak akan berhenti.

“kau itu lebih berharga dari kata berharga itu sendiri. Entah sejak kapan keberadaanmu menjadi salah satu komponen udara untuku bernafas. Menjadi 21% oksigen dan menjadi 79% nitrogen yang bercampur dengan oksigen” lirih, Kalimat itu terucap dari bibirnya. Kalimat klise yang entah darimana datangnya tapi langsung terlintas dalam pikirannya. Terdengar klise namun itulah yang dirasakan Jaejoong saat ini.

“aku mencintai seorang Jung Yunho, calon penyelamat  untuk manusia, Dokter Jung Yunho…tetapi aku juga mencintai seorang Shine, pembunuh berdarah dingin bayangan dari para iblis… Jung Yunho yang seorang Shine” tiupan angin sepoi di padang luas itu seakan menerbangkan kalimat Jaejoog ke seluruh area pemakaman itu. berbisik lirih di telinga Yunho yang mematung.

Yunho masih menunduk di sisi Jaejoong. membiarkan Jaejoong terdiam sembari memandanginya. Berharap respon positive dari Yunho. Setelah semua yang diungkapkannya, semua perasaanya bahkan yag paling tidak mungkin diucapkan telah dia lontarkan. Kim Jaejoong yang selalu terlihat cool  dan berwibawa. Ketua klub yang paling di segani karena kehebatannya kini sedang memperjuangkan keberadaan seorang Jung Yunho di sisinya.

Tetap tak mengatakan apapun, Yunho beranjak dari tempatnya berjalan menjauh ke arah sebuah kolam ikan buatan dengan pancuran air di pinggir sebuah pohon rindang yang teduh. Entah apa yang dilakukannya. Jaejoong masih menatap punggung tegak yang kini terlihat rapuh itu. Ada beban berat yang dipikulnya. Jaejoong menggigit bibir bawahnya cemas. Berfikir mungkin saja Yunho akan meninggalkannya di pemakaman ini sendirian. Terlebih lagi Jaejoong sama sekali tak tau arah pulang ke seoul. Oh tidak!!! Tanpa sadar dia jadi memejamkan matanya dengan wajah tertunduk, sangat tidak lucu jika dia harus bermalam di tempat seperti ini hingga ada yang mau mengantarkannya nanti jika Yunho memang benar-benar meninggalkannya.

Masih bergelut dengan pikirannya, hingga rasa dingin tiba-tiba menyentuh kulit tangannya yang memar. Sebuah saputangan putuh yang basah menempe nyaman di punggung tangannya. Di depannya Yunho, masih tanpa sepatah katapun kini membalut tangan putih yang terlihat memerah itu dengan sapu tangan yang tadi dibasahinya.

“aku hanya akan membuatmu menderita. Hidup di samping manusia berdosa sepertiku hanya akan membuatmu dibenci tuhan dan para malaikat surganya” lirih namun menyakitkan. Kalimat per kalimat yang keluar dengan sendu dari pemilih suara bass itu.

“kau akan selalu berada dalam baha—“

“aku tidak peduli!!” Jaejoong memotong ucapan Yunho segera. Yunho mengangkat kepalanya setelah sejak tadi hanya memperhatiakn tangan Jaejoong yang di balutnya.

“nyawamu dan Orang tuamu…

Jaejoong mematung. Orang tuanya…appa..umma…

“Teman-temanmu…Junsu, Yoochun dan Changmin” Yunho melanjutkan ucapannya. Menatap Jaejoong yag malah terdiam mematung dengan tatapan kosong. Sebuah senyum tipis tertarik di bibir Yunho. Tatapan yang sarat dengan kesedihan serta luka yang terbuka kembali. Jangan sampai Jaejoong-nya bernasib sama seperti Seul Gi. Yunho melirik jam tangannya sebelum menghela nafas pelan.

“ 15 menit sekali akan ada bus yang berhenti di depan jalan besar setelah jalan setapak yang kita lewati tadi. Bus itu menuju terminal seoul, kau bisa pulang dengan itu. Aku sebaiknya tidak mengantarmu pulang Jaejoong-ssi” Salam perpisahannya dengan Jaejoong— dia membelai pelan rambut Jaejoong yang sudah cukup berantakan karena angin tadi. Menyingkirkan poni yang mengalangi kening dan mata Jaejoong yang masih menatap kosong.

“ lebih baik seperti ini Kau dengan Duniamu dan Aku dengan DuniaKu”

Yunho menegakkan tubuhnya setelah tadi berjongkok cukup lama. Menepuk pelan celana jeans yang dipakainya dan beranjak pergi dari pemakaman itu. Tanganya yang sejak tadi terkepal terasa sakit karena kuku-kuku yang menusuk telapak tangannya, seolah meneriakan keputusasaannya.

====================================================================================================================================================================

Entah sudah berapa lama Jaejoong terdiam seperti patung di sana. Masih tak menggerakan satupun persendiannya. Hari sepertinya beranjak sore dan pemakaman itu kini benar-benar hening. Jika tadi masih ada suara percakapan dia dan Yunho, kini sudah tak ada suara apapun. Hanya gemericik air dan gesekan dedauan di pohon yang tertiup angin. Jaejoong termenung,

Dia kalah!!

Kim Jaejoong benar-benar kehilangan Jung Yunho-nya. Padahal tadi Jaejoong sudah sangat yakin apapun yang terjadi dia akan meyakinkan Yunho tentang perasaanya dan kesungguhannya. Apapun yang menghalangi, bahkan walau ada seratus pembunuh yang mengintainya dia akan mengabaikannya. Tapi tidak jika yang harus dipertaruhkan adalah kedua orang tuanya. Teman-temannya yang tak tau apa-apa. Yunho memang berharga, tapi dia tak mungkin mengabaikan begitu saja keberadaan umma dan appanya. Darah itu lebih kental daripada air. Bahkan untuk seribu tahunpun mungkin Jaejoong tak akan bisa membalas semua kebaikan umma dan appanya. Kasih sayangnya, perhatiaan dan semua hal mengenai Jaejoong yang selalu di nomor satukan dibandingkan kepentingan mereka sendiri.

Anak macam apa dia jika mengabaikan orang tua yang begitu menyayanginya karena orang asing yang bahkan tak memiliki ikatan darah.

Tapi…orang asing itu adalah nafasnya, udaranya…

Jaejoong menarik nafas frustasi..“kenapa jadi seperti ini, kau membuatku sesak Jung Yunho” Jaejoong menengadahkan kepalanya ke atas, menatap awan biru yang berarak menutupinya dari matahari. Menahan sesuatu yang seperti mengedor untuk keluar dari kedua mata besarnya.

“seharusnya…aku tak pernah mengenalmu Jung Yunho” gumamnya pelan saat sebulir air mata perlahan turun dari kelopak matanya disusul oleh bulir lainnya.

====================================================================================================================================================================

Yoochun menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang king sizenya. Matanya melirik jam di samping foto ukuran besar miliknya yang tertempel di dinding. Jam 8 malam. Baru saja tadi dia mendapatkan telpon dari umma Kim perihal tingkah aneh Jaejoong sepulangnya tadi sebelum waktu makan malam. Jaejoong yang langsung pergi ke kamarnya tanpa menyapa umma appanya. Dan sepanjang makan malam hanya terdiam dengan tatapan kosong. Umma Kim sedikit khawatir dengan tingkah Jaejoong sehingga menghubungi Yoochun Yoochun sendiri juga tak bisa memberikan jawaban apapun, karena dia memang tidak begitu yakin alasan Jaejoong jadi seperti itu. setahunya kemaren Jaejoong masih baik-baik saja walau sedikit lesu dan tak bersemangat. Bersyukur dengan IQ nya yang cukup tinggi, Yoochun yakin ini ada kaitannya dengan Yunho dan perihal ‘Shine’ itu.

Yoochun berguling pelan kesamping. Meraih ponselnya yang terletak di atas nakas, mendial nomor yang cukup diingatnya tanpa melihat phone book.

“Yoboseo..”

“Jaejoong, besok tunggu aku menjemputmu. Kita pergi kuliah dengan mobilku”

“ye…jaljayo”

Telepon itu terputus terlebih dahulu dari sebrang sana. Nada suara Jaejoong memang terlihat aneh. Intonasi yang datar. Alasan yang aneh juga, mengingat Jaejoong memutuskan sambungan karena sudah mengantuk. Kim Jaejoong yang bahkan sanggup begadang semalaman karena  esok harinya ada segudang ujian di kampus setelah sorenya dia melakukan pertandingan taekwondo mengeluh mengantuk? Sangat mencurigakan!!

======================================

“anyeong umma Kim” yoochun memamerkan senyum ramahnya saat yeoja paruh baya itu membukakan pintu untuknya.

“anyeong Yoochunie! Jaejoong masih sarapan, kau juga ayo ikut!” sapa Mrs. Kim ramah. Yoochun menggelng pelan.

“tidak, umma Kim. Tadi aku sudah sarapan. Akh, apa ada yang aneh dengan Jaejoong pagi ini?” tanya yoochun penasaran. Mrs. Kim menganggukan kepalanya pelan. Tatapan kawatir terlihat dari mata besarnya.

“tapi saat turun dari kamarnya, Jaejoong sudah kembali ceria lagi. Akan tetapi tetap saja seperti ada yang salah, hmm…tapi umma sendiri tidak tau apa yang salah itu..hah…” Mrs. Kim menghela nafas pelan. Mereka jadi bercakap-cakap di depan pintu sembari menunggu Jaejoong selesai sarapan.

************************

“Jaejoong, apa ada masalah?” yoochun bertanya hati-hati. Takut-takut kalimatnya membuat Jaejoong tak nyaman. Jaejoong yang sejak tadi asik dengan pemandangannya di kaca mobil jadi menoleh menatap yoochun yang juga tengah menatapnnya. Sebuah senyum tersungging di wajahnya.

“ani” singkat dan Jaejoong kembali menatap ke jendela mobil di sampingnya.

“dengan Yunho?” kali ini suara Yoochun sedikit pelan. Ragu-ragu, dilihatnya Jaejoong yang kembali menatap ke arahnya. Masih dengan senyum yang sama.

“ani” singkat lagi dan suasana di mobil menjadi hening kembali. Yoochun sendiri tak berani bertanya selanjutnya. Kendati ada senyum secerah apapun, yoochun bisa melihat tatapan berkaca-kaca Jaejoong sejak masih di rumah keluarga Kim. Dan tatapan itu menjadi lebih sendu setelah jawaban kedua Jaejoong.

‘aku terlalu mengenalmu hyung, kau tidak pandai berbohong’ batin yoochun.

==================================================================================

“hmm…memang ada yang salah dengan Jaejoong hyung kan?” bisik Changmin pada Junsu dan Yoochun. Junsu menganggukan kepalanya berkali-kali. Sejak kemarin sikap Jaejoong memang sedikit berubah. Di kelas hingga sekarang saat gladi resik turnamen dia memang sudah merasa ada yang aneh dengan Jaejoong. tapi sekeras apapun Junsu berpikir dia tidak mengerti apa yang salah pada Jaejoong. hah~~…

‘kenapa aku begitu lambat’ batinnya sebal.

“yoochun Hyung, apakah Jae hyung sedang bertengkar dengan Yunho hyung?” tanya Changmin lagi.

“akh..tapi tadi Jaejoong hyung bilang tidak, dia juga sempat menyapa Yunho hyung tadi pagi…arghh!!! lalu apa yang salah yah??” Changmin berteriak sendiri. Dirinya jadi sebal sebenarnya apa yang salah dengan Jaejoong. Yoochun yang melihatnya hanya mengangkat bahu tidak mengerti. Jangan tanyakan itu padanya, karena Yoochun saja sampai sekarang masih bertanya-tanya apa sebenarnya yang salah.

“AKH!!!!” Yoochun dan Changmin serentak menoleh pada Junsu berserta seluruh penonton yang menyaksikan gladi resik. Teriakan Junsu cukup lantang untuk di dengar orang sekelilingnya termasuk Jaejoong.

“aku harus kesuatu tempat!!” seru Junsu kemudian menegakan tubuhnya dan berlari keluar ruangan. Seluruh penonton menautkan keningnya bingung namun tak lama mereka terlarut kembali saat terdengar nama Jaejoong dipanggil untuk bertanding. Memang hanya pertandingan latihan antar sesama anggota. Mengingat sebentar lagi turnamen antar universitas akan di adakan. Jangan harap Jaejoong mau menundukan kepalanya tanda menyerah hanya karena kurang latihan jika tim mereka sampai kalah. Dan entah sejak kapan juga, gladi resik yang diperuntukan untuk anggota itu jadi tontonan menarik tiap tahunnya. Ckk…club ini memang cukup terkenal.

Gemuruh tepuk tangan dan siulan terdengar saat Jaejoong menjatuhkan lawan tandingnya. Tentu saja, sabuk hitam yang di peroleh Jaejoong bukan hanya hiasan semata. Dirinya sudah setaraf sabeum jika soal tehnik dan kekuatan. Baru saja lawan keduanya akan berjalan ke matras suara lengkingan Junsu kembali terdengar.

“hyung, aku membawa lawan tanding untukmu” ucap Junsu tersendat, dirinya terlihat sedang menarik-nari seseorang untuk masuk ke ruangan itu.

====================================================================================================================================================================

Baru saja Yunho membelok di koridor langkahnya langsung terhenti saat melihat Junsu merentangkan tangannya lebar-lebar di depannya. Nafasnya putus-putus karena berlari.

“Yunho hyung, maukah kau membantu universitas ini?” Junsu bertanya langsung. Tangannya masih menopang tubuhnya di antara lutut. Yunho tak mengerti, dia hanya menaikan sebelah alisnya bingung.

“jika universitas kita menang, jasamu pasti tak akan dilupankan” kini kening Yunho yang mengernyit. Ucapan junsu seperti jendral yang meminta prajuritnya untuk berjuang dalam perang dan rela mati untuk negara. Menggelikan.

“yah, jika aku bisa membantu” jawab Yunho pelan. Teman sekelasnya yang satu ini memang sulit di tebak, sama halnya seperti Jaejoong. hmm, mengingat Jaejoong membuat hatinya kembali bergemuruh.

Tanpa menjawab ucapan Yunho, Junsu langsung menarik tangan Yunho untuk berlari bersamanya. Perasaan Yunho sudah tidak enak saja saat melihat rute tempatnya berlari dengan junsu.

‘Oh, jangan bilang ruang olah raga!!’ batinnya cemas.

Dan ternyata benar saja, Junsu malah berteriak ke dalam ruangan dan mengatakan bahwa dia membawa lawan untuk Jaejoog. Baru selangkah Yunho ingin kabur Junsu sudah mencengkram tangannya dan memaksa Yunho untuk mengikutinya masuk. Sebenarnya bisa saja Yunho membanting Junsu atau memutar tangannya, tapi jika itu dilakukan, tak tau lagi keributan suara junsu yang seperti apa yang akan menarik perhatian seluruh orang di dalam ruang olahraga itu, belum lagi mahasiswa yang berlalu-lalang di sekitar tempat itu. terlalu beresiko.

‘kau terjebak dengan bebek menyebalkan ini Yunho’ batinnya kesal. dan dengan amat sangat terpaksa akhirnya Yunho mengikuti langkah Junsu. Dia bisa melihat raut terkejut Jaejoong walau hanya beberapa saat.

Pagi ini dia dan Jaejoong memang seperti orang asing,  tidak!! Lebih tepatnya seperti teman sekelas yang tidak begitu akrab. Menyapa seperlunya tapi sama-sama mengabaikan keberadaan masing-masing.

‘kau adalah aktor yang hebat Yunho, tunjukaan siapa Jung Yunho yang dingin dan tak berperasaan itu’ batin Yunho keras.

Wajahnya yang datar dan tanpa ekspresi berjalan mendekat ke arah semua orang yang berkumpul di ruangan itu. jika Kim Jaejoong bisa bersikap biasa, lalu mengapa Yunho tidak?

“Jaejoong, bukankah Yunho yang waktu itu menyelamatkanmu dari para preman. Jadi pasti Yunho sangat hebat, dia adalah lawan yang cocok untuk berlatih. Benarkan Yunho?””seru Junsu yang hanya dijawab gumaman pelan Yunho.

Suasana kembali hening, di tengah sana, Yunho dan Jaejoong saling berhadapan. Yunho sempat menganti bajunya dulu dengan seragam latihan. Mereka terlihat benar-benar serius.

====================================================================================================================================================================

“ternyata benar dugaanku” gumam Junsu pelan. Matanya masih memandang lekat ke depan.

“mereka berdua memang sedang ada masalah, Jaejoong sedang mencoba mengabaikan Yunho” Junsu bergumam lagi. Di sampingnya Yoochun dan Changmin hanya mengangguk-anggukan kepalanya setuju.

“sepertinya ada sesuatu yang membuat mereka harus berpisah..memaksa Jaejoong untuk mengabaikan Yunho” gumamn Junsu lagi.

Di depan sana, di atas matras. Kim Jaejoong sedang berusaha berdiri dengan bertumpu pada kedua lututnya. Matanya menatap nanar sosok tegak Yunho yang masih tanpa ekspresi sejak dimulainya pertandingan. Entah sudah berapa kali tubuh Jaejoong terbanting di matras tipis itu dan entah sudah berapa kali pula tubuhnya terjerembab karena serangan Yunho sedangkan semua serangannya hanya menjadi angin lewat. Dia jadi merasa sabuk hitam di pingangnya hanya hiasan tak bermakna, teknik dan kekuatan yang selama ini dibanggakannya seperti hanya gertakan anak kecil di depan Yunho. Jangankan terbanting ke matras bergerak saja Yunho hanya sesekali.  Dan paling membuatnya kesal adalah tatapan dingin Yunho. Tatapan yang mengintimidasinya dan seakan menamparnya berkali-kali agar kembali ke duania nyata. Tatapan itu seolah tengah berdeis di telinganya

“inilah perbedaan dunia kita, kau hanya akan mati konyol jika memaksa memasuki duniaku yang tanpa belas kasihan ini! berhentilah berharap Kim Jaejoong”

Dengan membabi buta Jaejoong menerjang Yunho, melayangkan pukulannya yang hanya di sambut angin dan kembali terjatuh ke matras. Tak mempedulikan tatapan orang yang melihat ngeri sosoknya yang seperti orang lain itu. Kim Jaejoong yang tenang dan hebat, kemana sosok itu?

“menyeralah Jaejoong-ssi” ucap Yunho pelan. Masih dengan tubuh yang terngkurap di matras kepalanya menengok menatap Yunho. Namja di depannya ini, baru saja— seakan dia bisa melihat dinding tebal diantara mereka. Dadanya serasa sesak, udaranya…udaranya seakan terhalang untuk memasuki hidungnya dan melegakan paru-parunya. Dilihatnya sosok tinggi itu membalikan tubuhnya, berjalan menjauh, menyisakan siluet punggung yang menjauh dan semakin kecil hingga terlihat memburam di matanya. Jaejoong kembali menelungkupkan kepalanya di matras mengigit bibirnya kuat-kuat agar isakannya tak terdengar.

‘Kim Jaejoong telah kehilangan Jung Yunho’

==================================================================================

Yunho terduduk lemas di aspal. Menyandarkan tubuhnya di samping mobilnya yang masih berada di parkiran kampus. Menyembunyikan tubuhnya di balik body mobilnya. Tangannya mencengkram erat rambut burnettenya. Meremasnya pelan. Sakit kepala itu kembali lagi dan kali ini di sertai rasa sesak di hatinya. Dia telah mempermalukan Jaejoong. menelan kekalahan di depan teman-teman dan anggota klubnya. Membiarkannya menahan tangisan yang pasti langsung tumpah saat Yunho pergi. Masih diingatnya mata bulat yang tergenang cairan itu bertahan sekuat tenaga agar tak menangis.

Di rogoh saku celanya dan mengeluarkan beberapa pil dari tempatnya dan menelannya tanpa air. Menyandarkan kepalanya di body mobilnya.

‘Jung Yunho telah melepaskan Kim Jaejoong’

====================================================================================================================================================================

“hyung, gwechana?” tanya Changmin khawatir. Jaejoong hanya tersenyum lemah menjawabnya. Setelah tadi Jaejoong langsung meninggalkan ruang olahraga dengan handuk menutupi kepalnya Yoochun, Junsu dan Changmin memang langsung menyusulnya. Menunggu hyungnya ini hampir dua jam di depan ruang ganti. Mereka sekarang berada di cafe tempat biasa. Niatnya tadi ingin menghibur Jaejoong yang menerima kekalahan telak tapi malah berakhir dengan keheningan yang aneh. Tidak ada yang bersuara. Jaejoong sendiri malah asik menatap keluar sembari memainkan sedotan milk shakenya. Kali ini memang mereka tidak memilih tempat duduk dengan pemandangan taman di jendela samping. Mengingat ini adalah waktunya para mahasiswa pulang dan dimulainya kelas malam, kantin jadi sangat ramai. Tempat yang tersedia adalah di bagian pojok dengan sisi jendela yang menghadapa tempat parkir. Bukan pemandangan yang bagus tapi tidak buruk juga.

“hyung, kau putus dengan Yunho hyung? Benarkan??” Changmin akhirnya tak tahan juga dan malah bertanya langsung seperti itu. sebenarnya sedikit takut juga tapi sudah terlanjur terucap mau bagaimana lagi?

“hmm”

Gumaman pelan dan kembali hening. Hah..ternyata hyungnya ini memang sedang patah hati.

“kau tidak mau berpisah kan Jae? Kalau begitu kenapa harus berpisah? Apakah Yunho yang meninggalkanmu?” kali ini Yoochun yang bersuara. Dia jadi khawatir juga melihat sahabat kecilnya jadi pendiam seperti ini. semua pasti karena identitas Yunho, Yoochun yakin itu.

“sudah tidak ada harapan lagi” lirih Jaejoong pelan. Wajahnya menundung memainkan gelas kosong milkshakenya. Jaejoong malah jadi merutuki dirinya sendiri. Kenapa dia jadi selemah ini?

“Jaejoong, pernah dengar cerita ini? seorang anak kecil miskin yang mengalahkan dokter yang paling hebat di seluruh negeri” ujar Junsu lembut. Dia menatap Jaejoong dengan senyuman lucunya.

“di negeri yang entah ada dimana, seorang anak menangis tersedu di depan rajang sang ibu yang terbaring tak berdaya dengan masker oksigen dan peralatan penunjang lainnya. Anak itu menangis sembari memegang tangan sang ibu dan menciuminya dengan sayang. Hanya sang ibu yang dimilikinya di dunia ini. di rumah sakit itu ada seorang dokter yang sangat terkenal dengan kehebatannya. Dokter itu bilang bahwa ibu sang anak itu tidak bisa selamat. Separuh organ dalamnya sudah tak berfungsi dan jika di pertahankan hanya akan membuang biaya dan menambah penderitaan sang ibu. Tapi, sang anak tidak percaya, dia tetap yakin ibunya akan bangun dan kembali ke sisinya. Setiap hari, siang, pagi dan malam sebelum bekerja dan mengunjungi ibunya anak itu selalu datang ke gereja dan berdo’a pada tuhan untuk ibunya. Pihak rumah sakit sudah tak bisa memberikan biaya gratis untuk pengobatan sang ibu dan bermaksud untuk mencabut semua alam medis, tapi sang anak memohong dan terus memohong. bulan berganti tetapi sang ibu masih tertidur di atas ranjang rumah sakit tanpa pernah membuka matanya. Sang dokter tetap bersikerah untuk mencabut alat medis agar sang ibu dapat beristirahat dengan tenang, hingga terjadi sedikit konflik antara anak itu dan sang dokter. Di tengah keributan sesuatu terjadi, ibu itu…dia membuka matanya, menggumamkan nama anaknya perlahan. Sang dokter dan pihak rumah sakit tidak percaya dengan semua itu, bahkan hingga ibu itu sehat total tanpa kurang apapun mereka masih tidak mempecayai kejadian itu. tidak masuk diakal dan tak ada dalam ilmu kedokteran. Itulah yang disebut keajaiban dari sebuah harapan dan do’a” Junsu mengakhiri cerita panjangnya. Jaejoong masih terbengong tak mengerti. Apa hungungan cerita itu dengan dirinya?

“tuhan itu tidak pernah tidur, di dunia ini tak ada yang namanya tidak mungkin. Bagaimana kau bisa percaya tuhan jika kau membenarkan kata tidak mungkin. Tuhan itu ada dan nyata, semua orang di seluruh dunia tak ada yang meragukan itu. kenapa kau bilang tak ada harapan? Sesuatu yang sangat mustahil yang dialami sang ibu saja bisa terjadi bagaimana dengan kisahmu yang bahkan tidak terlalu berat seperti yang dialami sang anak” Junsu menghela nafasnya pelan sebelum melanjutkan ucapannya.

“putus asa adalah sesuatu yang di dengungkan pikiran jahatmu agar kau berhenti berusaha dan berharap. Berhenti untuk mempercayai bahwa sesuatu yang tidak mungkin dan tak mempunyai harapan itu sebenarnya bisa terwujud”

Changmin dan yoochun hanya melongo ditempat, masih tidak percaya junsu bisa mengucapkan kata-kata bijak seperti itu. terlalu mustahil!!

Jaejoong masih terdiam..merenungkan ucapan Junsu….perkataan Junsu seperti menamparnya pelan. Bukankah Jaejoong sendiri yang sejak awal mengetahui identitas Yunho tetap tak mundur sedikitpun, tapi kenapa sekarang dia yang harus merasa putus asa. Sebuah senyum tertarik di bibirnya. Senyum seorang Kim Jaejoong. Dengan reflek Jaejoong jadi memeluk Junsu yang duduk di sebelahnya. Sahabatnya ini memang yang paling hebat. Selalu membuat suasana di sekelilingnya menjadi nyaman dan damai. Changmin dan Yoochun hanya tersenyum kecil, mereka percaya dengan namanya keajaiban, buktinya ada di depan mata mereka sendiri. Kim Junsu yang dewasa…ckkk….

‘Akh…Junsu, aku berhutang padamu’batin Jaejoong

*******************

“Junsu darimana kau mendengar cerita anak kecil dan dokter itu?” tanya Changmin penasaran. Di Mobil sekarang hanya ada Junsu, Yoochun dan Changmin. Sebelumnya tadi mereka mengantarkan Jaejoong dulu. Tentu saja penasaran. Seorang Kim Junsu..

“eh…tidak dari mana-mana. Aku mengarangnya..hehehhe” Jawab Junsu dengan cengiran lebarnya. Jawabannya itu malah semakin membuat Yoochun dan Changmin melongo. Akh…Kim Junsu memang penuh kejutan.

“habis aku sebal melihat Jaejoong seperti itu…entahlah nasihatku tadi benar apa tidak,  nanti aku akan mencari di buku pepatah” Junsu malah jadi mengurut dagunya pelan membuat Yoochun dan Changmin malah jadi terbahak mendengarnya. Dengan gemas Yoochun mengacak rambut Junsu yang duduk di sampingnnya.

“kami berhutang dengan ke-spontan-an (?) mu itu Junsu” ujar Yoochun geli. Mereka malah jadi tertawa-tawa di dalam mobil.

====================================================================================================================================

Ji Hoon, berjalan menyusuri koridor gelap dengan latar merah itu. Ornamen mewah dan unik yang familiar di matanya. Kakinya berhenti melangkah tepat di depan sebuah pintu ukiran yang cukup besar. Dengan pelan dia mengetukan bagian ring yang tertempel di pintu yang terbuat dari logam. Suara logam yang bertumbukan dengan kayu terdengar di koridor sepi itu. beberapa saat lalu, tuanya ini menghubunginya dan memintanya datang.

Sudah dapat di tebaknya pasti ada tugas yang menunggunya nanti. Bagaimanapun dia masih bawahan orang ini kendati mereka sebenarnya umur mereka tidak terlalu terpaut jauh. Hanya berbeda beberapa tahun saja, mungkin 3-4 tahun. Dia adalah Dagon, si licik dalam mitos Yunani. Bertarung dari jarak jauh untuk menghancurkan mangsanya. Mata-mata dari organisasi ‘εὐδαιμονία’.  ‘εὐδαιμονία’, “Kebahagian” kata yang sering dikemukakan filsuf yunani dan pemikir agama. Dengan lambang organisasi iblis yang berputar bersama malaikat dengan gerbang neraka di bagian atas dan surga di bawah. Ambigu sebenarnya, Kerajaan iblis yang menari di atas para mayat manusia. Itulah ‘εὐδαιμονία’ arti kebahagian sebenarnya untuk organisasi ini. mengerikan.

“ada apa kau memanggilku?”tanya Ji Hon begitu dia memasuki ruangan yang tak asing lagi itu. seseorang tengah menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi di belakang meja kerja itu. Menatapnya dengan tangan yang menggoyangkan gelas wine pelan.

“ada tugas untukmu” ucap Young Min tenang. Di sesapnya aroma harum yang memabukan dari wine kualitas tinggi itu. mengocoknya pelan sebelum kembali mencium baunya dan meminumnya pelan. Memberi isyarat dengan tangan lainya agar Dagon duduk.

“memata-matai atau membunuh?” tanya Ji Hoon penasaran. Tubuhnya merilekskan diri di sofa putih itu. Sofa di ruangan ini memang yang paling nyaman.

“Tergantung targetmu nanti, jika dia mengusik miliku maka kau harus langsung melenyapkannya, tapi jika tidak terserah padamu apa yang akan kau lakukan, silahkan bermain sesukamu” Youn Min beranjak dari kusinya. Membalikan tubuhnya pada pemandangan malam di belakang tubuhnya. Siluet kota seoul yang megah dengan lampu dan gedung pencakar langit.

“Ikuti ‘Shine’” ucanya lagi. Kali ini menimbulkan kerut bingung di wajah Ji Hoon. Mengikuti Shine? Kenapa? Jangan bilang Young Min bosan dan memutuskan untuk membunuh Shine. Terlalu mustahil!!

“kenapa? Suruh saja orang-orangmu yang melakukannya” sebuah senyum tertarik di bibir Young Min mendengar jawaban Dagon.

“kau tidak mengenal Shine-ku itu, dia akan langsung menghabisi siapapun yang terlihat mengikutinya. Karena itu aku tak pernah memata-matainya, itu hanya akan menghamburkan anak buahku sia-sia. Sekalinya aku melakukan itu adalah saat dia tiba-tiba menghilang misterius, dan kau tau? anak buahku langsng mati keesokan harinya setelah menemukan Shine. Jika itu kau, dia mungkin tak akan merasakan keberadaanmu”

“kenapa?” pertanyaan yang sama dari Ji Hoon.

Shine-ku sekarang melemah. Dia seperti kembali ke dirinya saat bertemu yeoja peyakitan itu. semakin sedikit pekerjaan yang diambilnya dan dia semakin menghilang dalam bayangan. Seakan menjauh dari dunia dimana dia dibesarkan. Temukan penyebabnya, dan jika memang ada yeoja penyakitan kedua yang menyebabkannya, jangan ragu untuk membunhunya” ucap Young Min lagi, kali ini tatapannya langsung menatap tajam Dagon. Mengintimidasinya hanya lewat tatapan. Tatapan tajam yang sama dengan seoarang Shine.

‘mereka memang sedarah’ batin Ji Hoon sebal.

Ji Hoon beranjak dari duduknya. Merapikan jasnya yang sedikit kusut sebelum beranjak pergi.

“jangan kecewakan aku seperti Eric, jangan buat aku turun langsung untuk menyingkirkan pesakitan itu” desis Min young pelan. Ji Hoon mengepalkan jarinya kuat. Dadanya bergemuruh keras. Dia kesal. kebenciannya pada namja paruh baya itu semakin menjadi-jadi.

“kita lihat saja nanti” ucapnya pelan sebelum menghilang di balik pintu yang sama yang membawanya masuk.

‘tunggu saja takdirmu nanti Min Young, aku akan membalasmu’

============================================================================================================================================

Yunho menatap datar botol obat di tangannya. Pillnya yang berwarna putih sekarang berganti menjadi merah muda. Ada tambahan dosis di dalamnya. Semakin lama kepalanya memang semakin sering sakit hingga akhirnya dokternya (Mr. Kim) memberikan tambahan dosis dalam resepnya. Baru saja tadi Yunho menebusnya di apotik. Dirinya jadi harus membolos kuliah hari ini mengingat hanya satu mata kuliah yang terjadwal hari ini. Kembali, tadi Mr. Kim memintanya untuk segera menjalani operasi. Jika memang semudah membalikan tangan melakukan operasi pasti akan dilakukan. Lagipula, Yunho akan menerima hukuman tuhan ini, biar dia mati perlahan.

Langkahnya terhenti tepat di depan belokan koridor menuju apartmentnya. Seseorang yang tak akan disangkanya datang lagi kini muncul kembali di hadapannya. Seperti biasanya jika sedang menunggu Yunho. Jaejoong duduk bersandar pada pintu apartment. Mengerucutkan bibirnya dan mendumel sembari sesekali melihat jam tangannya.

“kenapa kau disini?” intonasi yang begitu datar. Jaejoong menengadahkan kepalanya ke atas. Menatap Yunho yang memandangnya datar. Sebenarnya jantungnya berdetak cepat, antara gugup dan senang.

Disisi lain Yunho mencengkram erat botol obat di tangannya menyembunyikannya dari pandangan Jaejoong. dengan cepat dimasukan ke dalam saku saat Jaejoong menatap jam tangannya sebentar.

“emm…aku sudah memikirkannya dan aku tak bisa kehilanganmu, Yunho” Jaejoong mengucapkannya mantap, menatap langsung mata tajam yang menatapnya datar.

“kau masih belum mengerti perbedaan kita? Semua hal di sekitarmu akan hancur, kau mengerti maksudku?” sedatar dan sedingin mungkin. Berharap Jaejoong bergeming dan kembali menjauhinya. Tapi ditihatnya Jaejoong hanya menghela napas berat sebelum kembali memandang Yunho tegas.

“jika yang kau maksud orangtuaku dan teman-temanku, aku percaya bahwa tuhan sangat mencintai mereka jadi mereka akan selalu aman. Lagipula aku yang akan melindungi mereka dengan tanganku sendiri. Aku akan melindungi mereka dan tetap berada di sisimu!” tegas dan jelas. Tatapan tanpa keraguan. Sempat membuat Yunho bergeming namun kembali di tepisnya keraguan itu. ini bukan persoalan mudah, bukan mainan anak kecil.

“kau? Huh” ucap Yunho meremehkan.

“melawanku saja kau tak berdaya, bagimana kau melindungi keluargamu dari orang-orang itu? jangan bercanda!! Pulanglah!!” suruh Yunho lagi. Mencengkram lengan Jaejoong dan menyeretnya menyingkir dari depan pintu. Tapi Jaejoong malah merentangkan tangannya dan tak beranjak.

“tidak akan!! Sudah kukatakan sebelumnya bukan, aku bukan Bae Seul Gi, aku tidak akan mati dengan mudah!!!”teriak Jaejoong kesal.

“kau memang bukan dia, jadi jangan bertindak konyol sepertinya!!! Duniaku bukan duniamu, kau hanya akan mati konyol!!” bentak Yunho tak tahan. Sikap yang sudah lama tak membuatnya iritasi. Kekeras kepalaan Kim Jaejoong.

“ada kau di sampingku!! Kita akan melawan mereka bersama, berada disisimu membuatkau menemukan banyak keajaiban!!” Jaejoong menatap Yunho. Adu tarik-menarik mereka berhenti. Yunho hanya terdiam, menatap dalam kedua iris hitam Jaejoong. Menyelaminya dan tak menemukan keraguan di dalamnnya.

“kau percaya keajaiban? Aku percaya, tuhan akan membantuku!!” Jaejoong menatap Yunho lembut. Menyampaikan kesungguhannya.  Yunho tersenyum sinis dengan tatapan meremehkan.

“kau pikir tuhan akan membantu kita? Kita ini pendosa Jaejoong, hubungan terlarang dan dibenci tuhan! Bagaimana mungkin dia akan menolong pendosa, apalagi mahluk sepertiku” Yunho mengucapkannya sinis. Bukannya tidak percaya pada Tuhan, sekalipupun memang ada, dirinya tetap bukan hamba yang baik. Dia pendosa, bahkan mungkin keberadaanya adalah sebuah kesalahan.

“ka…kalau begitu aku akan meminta keajaiban dari iblis!! Apapun itu, aku telah mempertaruhkan segalanya! Jauh sebelum hari ini..saat aku mengetahui aku mencintaimu, aku sudah mempertaruhkan segalanya” Jaejoong mengucapkannya lirih namun yakin.

Yunho masih tak bergerak, Jaejoong perlahan tertunduk lesu. Matanya yang berbinar redup seketika. Usahanya untuk meyakinkan Yunho gagal sudah. Dia harus menerima hari-hariya yang akan penuh sesak seperti beberapa hari lalu. Kakinya sudah siap untuk melangkah pergi saat sebuah tangan menariknya dalam ciuman panjang.

Bibirnya bertemu lagi dengan bibir tebal itu, bertemu lagi dengan harum nafas segar mint itu, dan bertemu lagi dengan mata tajam itu. Perlahan Jaejoong mengalungkan tangannya dileher jenjang itu, menariknya lebih dekat dan lebih rapat. Ikut melumat bibir yang dirindukannya sejak beberapa hari lalu. Desahan halus lolos dari bibirnya saat merasakan lidah Yunho menyeruak masuk, mengabsen setiap jengkal rongga mulutnya. Meautkan kedua lidah itu. ransa nyaman yang lama menghilang kini memenuhi Jaejoong, baru Jaejoong akan merapatkan tubuhnya ciuman itu telah terlepas paksa. Meninggalkan setaut saliva yang mengantung di dagunya.

Yunho mengusapnya perlahan, senyum menggoda yang beberapa hari ini hilang kini muncul kembali.

“jangan pernah berkata menyesal, karena aku tidak akan membiarkanmu pergi kemana-mana” tangannya membelai lembut kening Jaejoong, menyingkirkan beberapa rambut yang menghalangi pandangannya dari iris hitam itu. Jaejoong reflek memejamkan matanya, merasakan kelembutan sentuhan Yunho, sentuhan yang tidak akan pernah gagal membuatnya berdebar.

“Kau membuatku tak bisa melepaskanmu Kim Jaejoong” ucap Yunho posesive sebelum kembali melumat liar bibir Jaejoong. Membiarkan keluhan nyaman keluar dari bibir kissable Jaejoong. Lalu perlahan menuntun keduanya memasuki apartment yang memang menjadi sarang memadu kasih mereka.

======================================================================

Lift itu terbuka pelan, seseorang dengan ponsel di telinganya nampak berjalan tenang keluar. Sebuah map biru tercengkram di tangannya. lambang rumah sakit swasta yang cukup terkenal.

“kau benar! ada seseorang yang membuat Shine lemah, tapi dia bukan seorang yeoja, dia namja” ucap namja itu pada seseorang di sebrang telepon.

Namja itu memasuki sebuah mobil sport merah mewah. Menyalakan starternya.

“yah, aku akan menghubungimu lagi setelah aku mendapatkan data lengkapnya” setelahnya sambungan telepon itu terputus.

Ji Hoon menatap kosong sebuah map biri yang ada ditangannya. Didalamnya ada beberapa kerta biodata dan keterangan kesehatan serta sebuah map coklat hasil ct scan.

“Kau menyembunyikan ini dariku, Jung Yunho” desahnya pelan.

Tbc…

Hah….saya gak guna sekali..udah lama update pendek pula…..sebenarnya mau ditambah lagi biar agak panjangan..tapi gimana gitu…udah asik tbc nya pas scene yang ini…hahhaha..

Seperti biasa minta permohonan maafnya kalu telat update….gak bisa janjiin bakal cepet up date juga..dan ohh!!! Minta maaf lagi, karena sepertinya partnya bakal nambah..hhoohoho….

Sampe sekarag masih ragu-ragu mau ada adegan YooSu atau YooMin..*buka kartu* Oppsss!!! Dua-duanya ada feelnya nieh…yah….

Buat cerita itu..aslinya sereal-realnya saya ngarang bebas itu..hahahhah LOL….Buat Chater depan kayanya bang Min baru bakal nyadar soal Yunho aka Shine….kalu makin geje dan berantakan harap dimaklumi…saya manusia mood swing…hhohoho…

Mind to comment???

Review FF : “Dangerous Friendship”


Err.. sebenernya ga ada guna juga saya bikin beginian.. hoho~~

Cuma pengen ngingetin aja sama ff yang udah lumutan ini. Tiba-tiba mood ngajak saya nyelesein ff ini yang baru sampe part 7 di blog yaoiff dan part 9 di blog pribadi dan facebook ==” ckck..

 

Adakah yang mau baca lanjutannya?? So, saya akan mengingatkan anda (?) dengan ff nista ini !! xDD

 

***

 

Apa yang terbesit di pikiran mendengar kata “friendship” atau “persahabatan”? pastinya pertemanan yang indah, yang mengerti perasaan satu sama lain, menjadi teman yang bisa diandalkan.

Tapi pertemanan sebuah geng yang bernama “Shinki” tidak seperti itu. Pertemanan ini adalah pertemanan yang paling suram dari pertemanan lainnya. Digawangi jung yunho sebagai pemimpin, geng ini berkuasa atas hak di DongBang high school. Ada kim jae joong, lelaki cantik pujaan jung yunho yang tidak bisa dipisahkan darinya. Lalu ada park yoochun, si playboy kelas kakap yang bisa menggaet ribuan wanita dalam satu malam. Kemudian ada kim junsu, murid dongbang yang berprofesi sebagai bartender bar. Dan yang menjadi tokoh utama, shim changmin, anak 15 tahun yang sangat pintar. Ia akan menceritakan semua yang terjadi di dalam persahabatan, cinta dan keluarganya..

 

_review_

 

PART 1

 

Diawali dengan 4 anggota shinki yang sedang bersenang-senang di bar yang telah disewa yunho, changmin menceritakan tentang yunho yang senang bercumbu dengan jae joong. Tidak peduli tempat dan waktu, mereka melakukannya.

Yoochun yang dari awal menyukai jae joong, tidak mau melihat adegan itu dengan keadaan sadar. Ia meminum banyak soju dan menantang changmin untuk melihat adegan ‘panas’ itu. Hadiahnya, changmin akan diberikan pasangan oleh yoochun.

Yoochun menepati janjinya untuk memberi changmin pasangan keesokan harinya. Seorang laki-laki manis, dengan wajah seperti bayi dan bersuara seperti lumba-lumba diberikan yoochun. Changmin jelas menolaknya karena ia masih normal. Tapi yunho mengancamnya keluar dari geng itu kalau ia tidak mengajak junsu kencan.

 

PART 2

 

Changmin mengajak junsu berputar di kota dengan mobil sportnya. Awalnya tidak ada tujuan sampai changmin mengajaknya ke pantai. Lalu mereka mengisi tenaga di restoran terdekat. Setelah itu mereka bermain dance floor dan jalan santai sampai malam, sesuai permintaan sang ketua.

Malamnya, seorang yang tidak diharapkan changmin datang ke rumahnya ketika ia tidur. Ketika changmin membuka mata, ia melihat jae joong bertelanjang dada. Ah.. tidak. Telanjang bulat! Dan disitulah changmin menyadari..

 

 

Part 3

 

Paginya, kedua orangtuanya pulang dan membawa seorang ‘teman’ untuk changmin. Tapi changmin tidak mau tahu dan pergi ke sekolah tanpa mempedulikan kedua orangtuanya.

Changmin tidak pernah tahu kalau junsu juga murid dongbang high school. Ia juga sering mengunjungi balkon saat jam pelajaran. Kebetulan changmin datang di saat jam pelajaran, dan bertemu dengan junsu disana. Mereka pun bertukar cerita dan memulai pendekatan.

 

Part 4

 

Terhitung 3 bulan junsu masuk ke geng shinki. Perubahan mulai muncul dari geng itu. Perasaan changmin juga berubah terhadap junsu. Apalagi saat ia dan junsu dikurung di studio fotografi milik yoochun.

Changmin mulai merasakan getaran berbeda saat dekat dengan junsu. Apalagi ketika melihat junsu tidur. Wajah innocent-nya makin terlihat innocent. Dan disitu, changmin benar-benar yakin dengan perasaannya terhadap lelaki manis yang dijodohkan dengannya.

 

Part 5

 

Hari ulangtahun changmin makin dekat. Anggota geng shinki berusaha memberikan surprise untuk si magnae yang satu itu dengan meminta bantuan dari yunhwa sonsaengnim.

Perasaan changmin pada junsu makin menunjukkan kebenaran. Getaran saat menatap wajah manis junsu membuatnya semakin yakin bahwa itu cinta, dan changmin harus menyatakannya di hari ulang tahunnya!

Ternyata junsu juga mempunyai perasaan yang sama seperti changmin. Malah junsu duluan yang menyatakan perasaan itu pada changmin. Akhirnya tanggal 18.02.11 mereka resmi jadian!

Tapi ada juga pihak yang tidak suka dengan kejadian ini. Hanya satu orang, tapi ia mempunyai hak atas ‘dunia’ sebanyak beberapa persen. Ia memberikan ‘hadiah’ yang lebih special pada changmin.

 

Part 6

 

Hari pertama setelah changmin dan junsu jadian sangat menyenangkan. Dengan penuh canda tawa tanpa rayuan gombal mereka menjalani hubungan itu.

Tapi hubungan mereka tidak berjalan mulus sampai hari ketiga. Seseorang yang tidak merestui hubungan itu menyiksa junsu dan membuatnya harus menyerahkan changmin ke orang itu. Changmin dan junsu pun bertengkar hebat.

Disinilah persahabatan yang tidak diinginkan itu dimulai..

 

Part 7

 

Selama bertengkar dengan junsu, changmin selalu dihantui mimpi-mimpi buruk. Dan hampir semuanya menjadi nyata!!

Makin lama formasi geng shinki makin berkurang. Awalnya minus yoochun yang entah kenapa kematiannya. Disusul junsu yang masuk penjara karena tuduhan pembunuhan yang tidak dipercayai changmin. Tidak hanya itu, junsu juga mengalami gangguan jiwa di penjara sana. Changmin menyalahkan jae joong di kejadian ini. Tapi ia tidak punya bukti dan alasan untuk menyalahkan jae joong. Hanya dari mimpi ia percaya jae joong pelakunya..

Kehidupan changmin pun berubah total. Tapi yunho selalu ada disampingnya dan menjadi tutor hidup. Padahal hidup yunho tidak jauh berbeda dengan changmin. Malah masalah yang dihadapinya lebih berat..

 

***

 

Gimana???

Apakah sudah merangsang ingatan tentang ff ini ?? hehehe..

Mau tau lanjutannya???

Saya kasih deh kisi-kisi (?) – nya!!

 

Part 8

 

Yunho menceritakan masalahnya pada changmin tentang jae joong. Dan disitulah fakta mencengangkan tentang perasaan yunho diungkap. Tetapi sebelum changmin bisa mencerna fakta itu, masalah keluarga yang sangat berat kembali datang. Sungmin meninggal karena ditabrak mobil. Ibunya menuduh changmin membunuhnya karena masalah dendam. Dan disitulah, ibunya mengungkap rahasia aslinya.

Junsu menjadi lebih gila. Ia sering berteriak tidak jelas dan mengatakan ada orang lain di sel-nya. Padahal hanya dia yang ada di penjara itu.

sebenarnya, apa yang terjadi pada junsu? adakah kaitannya dengan persahabatannya ini?

 

***

 

Err.. makin aneh ya??

Mian banget yah!!

Oh iya, di part lanjutan bakal ada bahasa-bahasa yang tidak berkenan di hati. Makanya saya mau protect aja biar yang baca orang tertentu aja, yang mau menerima bahasa-bahasa yang agak kasar ^^

Kirim mention atau DM ke @geooniil2 aja !! xDD jangan lupa follow!! Mention juga ya kalo mau follback.. nambahin followers gitu :D gue bakal follback kok kalo disuruh !! XD

Kalo mau di pesbuk bisa add akun Laila Mustika Pertiwi atau Laila Mustika Pertiwi II

Gomaptaaa ^^

Time To Love part 3


Title : “Time To Love” *ga tau dah ni nyambung apa kagak ==”
Genre : comedy (?), romance (?), family, shonen-ai, yaoi, mpreg
Length : ga banyak-banyak (?)
Cast :
-    park geonil *Cho Shin Sung*
-    kim sungje *Cho Shin Sung*
-    other Cho Shin Sung members~
Summary : kim sungje, namja cantik yang kaya dan terhormat meminta tolong kepada park geonil, si kutu buku yang menyukainya untuk mengakui anak di dalam kandungannya itu sebagai anaknya, dengan jaminan sungje akan belajar mencintai geonil dan menerima apa adanya. Maukah geonil mengakui anak itu setelah sungje menolak cintanya mentah-mentah?
Disclaimer : all cast in this ff is belong to me *digaplak* and the story also mine. Jadi kalo ternyata ada ff yang mirip ama ff ini, itu bukan kesengajaan ^^
A/N : mian ya semuanya, part ini lama banget munculnya !! sampe di todong sayah #plaak
mulai part ini, bahasa akan disesuaikan (?) jadi bahasanya ga kayak di 2 part sebelumnya.. XD

kalo ketinggalan bisa baca : prolog | part 1 | part 2
***
<< prev
Pulang sekolah..
Sungje lebih dulu sampai di tempat janjian. Sekarang, tepat 8 menit ia menunggu kedatangan geonil dan juga ayahnya.
Suasana sore di kota seoul itu terlihat sangat sibuk. Kendaraan melimpah ruah di jalanan seperti sampah. Cahaya pudar matahari tenggelam dan lampu kota bercampur menjadi pemandangan indah menyinari kota.
Sungje mengalihkan pandangannya ke samping. Toko bulgogi. Tiba-tiba perutnya berbunyi. Cacing perut dan anaknya menginginkan makanan itu.
“mau kemana?” tanya seseorang dengan suara berat khas-nya yang membuat sungje tidak jadi melangkahkan kakinya.
Sungje menatap geonil dengan tatapan memohon. Jari telunjuknya menunjuk satu toko pinggiran yang menjual bulgogi. Geonil menghela nafas.
“ayolaah.. aku benar-benar ingin! Anak ini juga ingin..” kata sungje.
Geonil mengangguk. Lalu berjalan di belakang sungje, mengikutinya. Sungje memesan bulgogi banyak sekali. Geonil saja sampai tidak berkedip memandang seplastik sedang penuh (?) bulgogi.
“ada appa!!” pekik sungje ketika keluar dari toko bulgogi itu. Ia menyerahkan plastik hitam itu ke geonil untuk di amankan.
“aku titip, ok?” kata sungje sambil berjalan dengan cool-nya ke mobil BMW ayahnya.
“apa itu?” tanya ayah sungje menunjuk bungkusan plastik.
“bulgogi.” Jawab geonil jujur sambil tersenyum. “aku sudah lama tidak memakannya..”
“oh..” mr kim tidak berkomentar lebih. Ia menyuruh sungje dan geonil masuk ke dalam mobil dan membawa mereka ke rumah untuk memberitahukan semua yang sudah direncanakannya dan juga istrinya.
Part 3 >>
Geonil mengangguk-anggukan kepalanya ketika ibu sungje memberitahukan semua rencananya. Sedangkan sungje terus menggerutu karena tidak mau mendengar penjelasan orangtuanya lebih jauh.
“ya sudah. Sekarang kalian tidur di satu kamar. Kamarnya nanti ditunjukkan .” Kata ayah sungje ramah. “ikuti saja wanita itu.”
Geonil mengangguk. Lalu berdiri sambil menggandeng sungje. Sungje terpaksa mengikuti. Daripada nanti masalahnya tambah panjang.
“kami pamit..” kata geonil sambil menundukkan kepala hormat. Lalu merangkul pundak sungje sampai di luar.
Ngapain sih pake acara peluk-peluk gini?! Kalo tau bakal gini kejadiannya mendingan ga usah ngelibatin geonil deh!! Dumel sungje dalam hati. Geonil malah makin mengeratkan rangkulan pundaknya diluar. Pinter banget cari kesempatan!
Sampai di kamar yang ditunjukkan pengurus rumah keluarga kim, sungje dan geonil masuk ke kamar itu. Kamarnya benar-benar rapi. Sudah diberi hiasan-hiasan seperti bunga dan balon. Ada satu tulisan besar ditulis diatas kain besar, “SELAMAT DATANG KELUARGA BARU!!”
Geonil tersenyum. Keluarga baru?
“puas?!” kata sungje sambil menutup pintu.
Geonil mengangguk. “sangat! Akhirnya orang yang kucintai kudapatkan juga!”
PLAAK!!
“auwww…” rintih geonil karena punggungnya dipukul sungje dengan kencang. “aishh.. hamil saja masih kuat!”
“hahaha.. kau belum tahu siapa KIM SUNGJE yang sebenarnya kan? Inilah kenyataannya!!” sungje membanggakan dirinya. “mau melihat kamarku? Biar kutunjukkan!”
Sungje membuka pintu. Lalu pergi ke arah kamarnya. Geonil yang punggungnya masih kesakitan karena cambukan ayah sungje tempo hari, ditambah pukulan mematikan sungje masih mengelus punggungnya. Tapi akhirnya ia mengikuti langkah panjang sungje ke kamarnya.
“ini koleksi pialaku..” pamer sungje sambil menunjuk satu lemari besar berisi piala dari berbagai kejuaraan..
“taekwondo?” geonil mengernyit sendiri mendengar kata-katanya.
“iya! Makanya, jangan macam-macam! Walaupun perutku membesar juga aku akan tetap melakukan jurus-jurus mematikan taekwondo!!” balas sungje sambil membusungkan dada.
“bangga?” tanya geonil jahil.
“iyalah.. kasiaan deh nggak punya sesuatu untuk dibanggain!”
“siapa bilang? Belum liat isi rumahku kan?”
Sungje berakting mengingat-ingat. “ehm.. setahuku di rumah itu hanya ada perabotan yang reot, hampir rusak semua, tidak ada yang layak, makanan hanya seadanya, baju tidak ada yang stylish, lalu—“ sungje menggeleng. “just that. No more..”
Geonil tersenyum sambil menggeleng. “mau ke rumahku besok? Eum?”
“ani!! Kawasan kumuh. Mana mau aku kesana? Ckck..” kata sungje.
Geonil menggeleng. “that’s not mine..”
*
Pagi-pagi sekali geonil sudah bangun. Bukan pagi. Masih dinihari. Pukul 3 pagi.
Namja tampan itu menatap seseorang di seberang. Di atas kasur. Ia tertidur. Manis sekali. Geonil sampai terpesona. Ah.. memang sering terpesona ia oleh kecantikan sungje.
“do you know, aku benar-benar menyesal pernah menunjukkan kau padanya.” Gumam geonil. “tapi kini aku di dekatmu, walaupun kau tidak pernah menganggapku..”
Geonil berdiri dari sofa. Ia lalu duduk di atas kasur. Menatap wajah manis sungje yang tertidur pulas karena letih. Tangannya mengelus pipi mulus sungje.
“aku yakin, waktu pasti akan mengizinkanmu mencintaiku..” geonil merapikan rambut sungje. “good night, my prince..”
*
Pernikahan ini di desain khusus (?) oleh keluarga sungje karena ini pernikahan yang tidak biasa, laki-laki dengan laki-laki. Disini kedua laki-laki sama-sama memakai tuxedo. Tidak ada yang memakai gaun. Tamu yang datang pun bukan
Setelah pemberkatan selesai, sungje dan geonil menyalami
“ini suaminya sungje? Ganteng banget!!” kata nenek sungje pada geonil.
“gamsahamnida, halmeoni..” geonil mengangguk sopan.
“udah.. biasa aja! Ga usah pake bahasa resmi. Udah jadi keluarga kok..” kata nenek sungje.
Geonil mengangguk sambil tersenyum. “ne..”
“oh ya, orangtua kamu mana?” tanya nenek sungje.
“mampus!!” pekik geonil dalam hati. Akhirnya pertanyaan yang tidak diinginkan meluncur juga dari mulut orang yang telah menjadi keluarganya. Padahal mama papa sungje tidak pernah membicarakan tentang orangtuanya.
Sungje yang disebelahnya menatap geonil iba. Geonil sudah bilang tadi malam tentang keluarganya ketika sungje sudah menutup matanya lebih dari setengah. Jadi ia tidak tahu pasti apa yang geonil bicarakan tadi malam.
“halmeoni, kimchi buatan halmeoni mana? Aku mau!!” kata sungje mengalihkan perhatian sang nenek.
“aduh.. cucu nenek ini masih suka kimchi toh! Yaudah, ayoo!!” nenek memeluk lengan (?) sungje yang lebih tinggi darinya. Lalu membawanya ke tempat kimchi berada XD
Geonil menghembuskan nafas lega setelah sungje membawa neneknya ke tempat yang jauh darinya. Ia memang sudah menceritakan masalah keluarga pada sungje ketika sang istri setengah sadar, agar tidak menolaknya. Tapi kemungkinan besar sungje tidak mengerti apa masalahnya. Untungnya, sungje mengerti arti wajah khawatirnya tadi.
Geonil bersikap sopan ketika keluarga sungje menyalaminya satu persatu. Membungkukkan badan, tersenyum dan mengucapkan salam. Sungje yang melihatnya hanya bisa menahan muntah saking muaknya dengan sikap geonil yang sok sopan itu.
“cih!! Sok banget!!” umpat sungje dalam hati.
“kenapa, je? Cemburu ya geonil-nya dikerebungin sepupu kamu?” tanya sang nenek mencoba menebak.
Sungje tercekat. Ingin tertawa keras menanggapi dugaan sang nenek. Tapi kimchi di mulutnya masih penuh dan harus segera di telan sebelum meledak bersama tawanya.
“cemburu? Ga salah?” kata sungje setelah menelan kimchi-nya.
“lagian muka kamu pedes banget gitu. Ahh.. halmeoni juga pernah kok! Persis kayak kamu. Sampe malem pertama gagal karna halmeoni cemburu duluan!” curhat sang nenek.
Sungje tertawa kecil. Geli. Tapi dalam hati ia berharap, ‘malam pertamanya’ akan gagal seperti sang nenek. Daripada ia harus meladeni gombalan-gombalan geonil yang ‘garing’ dan memuakkan.
“perut kamu nambah gede, Je! Kamu juga belum lulus kan?” kata nenek sambil mengelus perut sungje yang agak membesar.
“iya!” sungje memasukkan sesendok kimchi ke mulutnya.
“maafin halmeoni ya, Je..” nenek memasang wajah menyesal.
“aniyo!! Bukan salah halmeoni kok!! Emang udah takdirnya begini, mau diapain? Mau bantah omongan Tuhan?”
“aku.. mengganggu ya?” geonil tiba-tiba datang. Membuat sungje mulai bad mood.
“ganggu banget!!” jawab sungje dongkol.
Geonil tersenyum pada nenek sungje. “annyeonghaseyo, halmeoni..”
“ya ampun.. kamu kok sopan banget sih? Sungje beruntung banget punya kamu..” kata nenek sungje sambil mengusap kepala geonil yang jauh lebih tinggi darinya (?) *itu tuh laki gue neneeeeek !!!!!!!! #gandenggeonil #digamparinmilkyway
Sungje menutup mulutnya. Bersiap memuntahkan makanan yang sudah ia telan dari tadi pagi.
“ya udah deh. Halmeoni pergi aja. Ga mau ganggu kalian.” Halmeoni menepuk pundak sungje dan geonil bergantian. “jaga sungje baik-baik ya, Nil. Dia kan lagi hamil..”
Geonil kaget. Jelaslah. Kenapa sang nenek bisa tahu??
“ga usah sok kaget gitu deh!” kata sungje kesal. “halmeoni nyalahin diri sendiri mulu tau!”
“kok—“
Sungje langsung pergi dari hadapan geonil sebelum lelaki itu menyelesaikan pertanyaannya. Tapi geonil tidak mengejar. Ia hanya menghela nafas dan diam di tempat. Mengamati sungje yang sedang bercengkrama dengan sepupu-sepupunya.
“geonil oppaaaaaa…” tiba-tiba beberapa keponakan sungje berkumpul di depan geonil. Dengan senyum gugup geonil membalasnya.
Seseorang tiba-tiba menepuk pundak geonil. Reflek geonil langsung berbalik untuk mengetahui siapa yang menepuk pundaknya.
“masih ingat?” tanyanya sambil mengedipkan satu matanya. Lalu mengajak geonil ke tempat yang sepi sambil makan-makan.
*
“jadi kau sepupunya sungje? Tapi kenapa dia memperlakukanmu seperti budak di rumah sakit?” tanya geonil bingung.
“haaah..” kwangsu menghela nafas. “aku juga bingung. Ya.. dia memang selalu begitu. Aku terus yang selalu dijadikan sasarannya!!”
Geonil meminum jus apelnya. “lalu kenapa kau juga pasrah diperlakukan begitu?”
Kwangsu menggelengkan kepala. “dia cucu kesayangan nenek. Kalau dia sampai terluka karena aku, bisa-bisa namaku dicoret dari daftar keluarga ini!”
Geonil ikut menggelengkan kepala. “kau bisa jaga rahasia kan, kalau anak di dalam kandungan sungje bukan anakku? Tapi anak jihyuk?”
Kwangsu mengangguk. “sekarang aku bisa menjaga mulutku kok. Kau tenang saja!!”
Geonil tersenyum sambil mengangguk. “gomapta..”
“ne..”
Hening~ dua laki-laki itu sama-sama tidak bicara. Mereka sibuk dengan makanan dan minuman masing-masing. Juga pikirannya.
“jaga dia ya..” pesan kwangsu memecah kesunyian.
Geonil mengangguk.
“buat dia luluh. Dia itu sebenarnya tidak peka. Jadi.. susah untuk mendapatkan hatinya.”
Geonil tertawa kecil. “tapi kenapa jihyuk yang bodoh itu bisa mendapatkannya? Ck!! Dunia memang tidak adil!”
“hanya Tuhan yang adil di dunia ini.”
Geonil mengangguk. Mengiyakan. Lalu mencoba mencari sungje di tengah kerumunan keluarganya.
“aku tidak melihat keluargamu..” kata kwangsu lagi.
“kalau kau bisa menjaga rahasia, aku bisa ceritakan sekarang.” Balas geonil.
***
Akhirnya malam pertama itu datang juga. Sungje dan geonil tinggal di tempat yang sudah disediakan oleh keluarga sungje. Hanya rumah biasa. Tidak bertingkat, tapi mempunyai taman yang lumayan luas untuk bermain. Disitu tersedia ring basket.
Tapi malam pertama itu tidak seindah yang dibayangkan. Hanya ada kesunyian dan keheningan yang menghias. Sungje dan geonil sama-sama larut dalam pikiran masing-masing.
“kenapa nenekmu bisa tahu kalau kau hamil?” tanya geonil memecah keheningan malam pertama mereka.
Sungje tetap fokus pada laptopnya, bermain starcraft. Geonil hanya bisa pasrah. Tidak mungkin mengganggunya yang sedang berkonsentrasi pada game.
Setelah mem-pause game-nya, sungje menatap geonil. “mau tahu??”
Geonil mengangguk.
Sungje tersenyum mengejek. Lalu kembali memfokuskan diri ke komputernya. Game starcraft berlanjut lagi.
“aku pikir kau tidak akan percaya ini..” kata sungje sambil terus mengotak-atik keyboard laptopnya.
“aku tidak akan percaya kalau kau belum cerita, nyonya park!!”
Sungje kesal. Ia kembali mem-pause gamenya dan menatap geonil dengan tatapan dongkol. Nyonya park??
“aku bukan nyonya, bakka!!” kata sungje.
“apa? Tuan kim? Itu berlaku kalau kau tidak hamil diluar nikah seperti ini, nyonya~” balas geonil sambil mengambil salah satu buku pelajarannya. Lalu membacanya tanpa konsentrasi tinggi.
“so what?! Ini kan takdir!! Aku mempunyai rahim dan aku bisa menyimpan bayi di dalam sini!”
“maka itu! Kau tahu kalau kau punya rahim dan bisa menyimpan bayi, kenapa kau meremehkannya dan malah menghadirkannya lebih awal?”
Sungje mulai geram. Ia menatap geonil yang wajahnya ditutupi buku sejarah itu dengan kesal. Namja cantik itu bangkit. Lalu membanting kasar buku sejarahnya ke bawah.
“itu terserah aku, kapan aku mau menghadirkannya, kapan aku mau membuangnya jauh-jauh! Kau tidak ada urusannya dengan ini!”
Geonil tertawa kecil. “tapi karena kau sekarang istriku, dan aku sudah dititipi banyak amanat untuk menjagamu, jadi urusanmu juga urusanku.”
Sungje sebenarnya ingin menampar pipi geonil kencang-kencang. Kalau perlu sampai berbekas dan tidak bisa hilang. Tapi ia mengurungkan niatnya. Ia takut kalau membenci geonil. Kata halmeoni, “kalo kamu benci orang pas hamil, bisa-bisa anaknya mirip orang yang kamu benci!”. Dan sungje tidak mau itu terjadi. Disaat ibu-ibu dan perempuan lain memimpikan geonil untuk menjadi menantu atau suami idaman untuk memperbaiki keturunan, sungje tidak. Lebih baik mirip kwangsu yang ‘rada-rada’ daripada mirip geonil yang ‘sok’ dan ‘belagu’-nya tingkat dewa. *author dibakar milkyway
“urusanmu belum selesai denganku, nyonya~” goda geonil saat sungje beranjak dari hadapannya.
“berhenti panggil aku itu! Aku bisa menceraikanmu hari ini juga, dan membencimu selamanya!”
“ok, kim sungje.” Kata geonil. “park sungje maksudnya.”
Sungje menghela nafas untuk menenangkan diri. Lalu masuk ke kamar yang seharusnya di tempatinya bersama geonil.
***
Geonil mengucek matanya yang masih ditutupi kabut tebal dreamland. Sinar matahari mencoba masuk dan menerobos dinding pertahanan dreamland. Tapi kabut dreamland masih sangat pekat untuk bisa dimasuki sinar matahari. Jadilah geonil baru bisa bangun setelah sungje menepuk pipinya berkali-kali.
“emang enak tidur di sofa dari kemaren!” kata sungje dengan senyum dinginnya.
Geonil tersenyum. “asalkan dibangunin sama kamu, semuanya enak!”
Sungje menampar pelan pipi geonil. Lalu berdiri untuk memperlihatkan kerapiannya pada geonil.
“sekarang jam berapa?” tanya geonil.
“liat aja sendiri!” jawab sungje galak. “aku berangkat!”
Sungje langsung berjalan keluar. Meninggalkan geonil yang masih setengah sadar di atas sofa.
***
Geonil datang ke sekolah telat. Tentu saja karena sungje membangunkannya 20 menit sebelum bel masuk. Perlu waktu 15 menit dari rumah barunya itu untuk sampai ke sekolah. Untung saja geonil hanya telat beberapa menit. Ia pun bisa langsung masuk dengan mudahnya tanpa harus berurusan dengan guru piket.
Tidak ada yang berubah di diri geonil setelah menikah dengan sungje. Tidak ada juga yang berubah dari diri teman-temannya. Padahal ia sudah resmi menjadi suami untuk kim sungje, namja cantik nan terhormat yang paling diminati anak-anak sekolah ini.
Tapi teman-temannya baru menyadari, kalau geonil si kutu buku yang teladan itu, DATANG TERLAMBAT! Tidak seperti biasanya..
Tapi tidak ada yang berani protes atau menegurnya. Karena selain tertutup, geonil itu dingin dan mempunyai ‘hak’ untuk melakukan apapun di sekolah ini.
Ada banyak hal yang belum diketahui sungje dari geonil. Pertama, bahwa geonil itu bukan anak miskin yang mempunyai rumah di tempat kumuh seperti yang geonil tempati itu. Kedua, geonil mempunyai hak dan kekuasaan atas balkon atas sekolah untuk merenung dan melakukan apa saja. Bahkan ia bisa tidur dengan nyenyak disitu. Ketiga, geonil juga mempunyai kekuasaan terhadap perpustakaan. Ia bisa meminjam banyak buku tanpa harus mengembalikan dengan tepat waktu. Keempat, sungje tidak tahu dimana kelas geonil, jangankan itu. Sungje saja tidak tahu di tingkat berapa geonil berada. Kelima, sungje tidak tahu kapan geonil menyukainya. Dan poin-poin tak penting lainnya yang belum diketahui sungje.
Pelajaran pertama adalah biologi. Tidak biasanya geonil ada di kelas ketika pelajaran ini. Paling hanya numpang duduk dan tidak melakukan apapun. Geonil memang paling membenci pelajaran ini. Tapi setiap ulangan, pasti mendapat nilai yang tinggi. Anak-anak sekelas tidak ada yang percaya kalau itu nilai murni. Paling itu nilai hasil sogokannya bersama guru tua bergelar doktor itu.
*
Sementara itu di kelas 3-1, sungje mencoba berkonsentrasi dengan pelajaran yang diberikan oleh gurunya. Biologi. Setiap kata-kata yang keluar dari mulut sang guru tidak ada artinya bagi sungje. Ia tidak bisa mendengarnya dengan jelas karena rasa kantuk yang amat sangat mengganggunya.
“aih.. lapaaar!!” gumam sungje pelan sambil mengelus perutnya. Ia baru sadar kalau hari ini Tuhan masih membiarkannya menyimpan janinnya.
“oh tuhan.. apakah semuda ini aku harus melihatmu??” gumam sungje sambil menggeleng.
***
Istirahat tiba. Sungje keluar kelas tanpa merapikan alat-alat tulisnya yang berserakan di atas meja. Hanya satu yang bisa ia jadikan tujuan sekarang. Balkon atas sekolah.
Melewati tangga yang letaknya tertutup dan tidak diketahui anak-anak, sungje dengan sigap naik. Tanpa disadarinya, seorang lelaki juga mengikutinya.
“kangen yaa?” tanya geonil setelah sungje baru saja menginjakkan kaki di lantai balkon atas.
Reflek sungje membalikkan badan. Rasa kaget membuatnya kehilangan keseimbangan. Tanpa bisa mencengkram kuat besi pembatas sungje jatuh. Mengikuti arah gravitasi. Tapi letak geonil yang tidak jauh dari sungje membantunya menangkap lelaki cantik itu. Badan tegap geonil yang sudah ‘siap’ dengan beban baru itu berhasil mempertahankan keseimbangannya di atas anak tangga yang lumayan sempit untuknya.
“kalo terpesona nggak usah gitu juga dong.. untung tempat ini tertutup. Jadi ga ada yang tau kalo kamu terpesona duluan sama aku..” kata geonil menggoda.
Sungje kembali menyeimbangkan dirinya. Ia berdiri di atas anak tangga diatas geonil. Lalu menjitaknya keras.
“siapa yang terpesona?? Ngimpi!!” balas sungje tak terima.
“oh ya??” geonil tersenyum sambil berkacak dada. “terus ngapain disitu?”
“mau kesana aja..”
“ehem?? Mau kesana aja? Atau mau kesana ketemu geonil??”
Wajah sungje memerah menahan amarah. Enak aja dibilang mau ketemu geonil!! Dengusnya dalam hati.
“udah ketauan, sayang.. udah yuk, kesana aja! Disana banyak makanan baru loh!!” geonil naik ke anak tangga tempat sungje berdiri. Lalu merangkulnya dan berjalan bersamanya. Walaupun dengan sedikit pemaksaan, sungje akhirnya ikut naik.
Sesampainya di balkon atas, sungje langsung berdiri di tembok pembatas gedung (?). Angin sepoi-sepoi berhembus melewati wajahnya. Angin itu menyibakkan rambut sungje ke belakang. Membuatnya terlihat lebih ‘fresh’ daripada tadi.
Sungje menghembuskan nafas panjang berkali-kali. Lalu menunduk kemudian mendongak lagi. Lalu tersenyum sambil menghela nafas lega.
Semua adegan itu terekam di otak geonil tanpa terkecuali. Setiap inchi gerakannya terpotret jelas dan dibingkai dengan indah di dalam memori otaknya. Senyum lelaki cantik yang sedang menikmati angin yang berhembus itu menjadi daya tariknya sendiri. Senyum itu.. bukan senyum biasa. Tapi.. senyum luar biasa..
*
“ya Tuhan.. hari ini aku masih bisa menikmati ini..” ucap sungje dalam hati.
Kini masalahnya bertambah lagi. Selain karena kehamilannya, tapi juga karena umurnya. Sungje tidak mempunyai penyakit khusus yang mematikan seperti kanker, stroke, atau jantung. Tapi.. ini tidak ada di dunia medis. Terlalu sulit bagi orang selain keluarganya memaklumi ini.
“sungje-ah!” panggil geonil karena sungje tidak bergeming dari tadi.
Angin sepoi-sepoi itu seakan menina-bobokannya. Membawa pergi suara-suara dan juga masalah-masalahnya ke tempat mereka berada.
Dengan cepat geonil langsung menangkap tubuh sungje yang ambruk. Dengan hati-hati ia mendudukannya ke atas kursi. Dengan kaki panjangnya, geonil mengambil kursi lainnya untuk didudukinya.
Mata itu terpejam sempurna. Nafasnya masih teratur. Wajahnya menunjukkan kelelahan yang amat sangat. Sungje tertidur.
Geonil menyandarkan kepala istrinya ke bahunya. Lalu mengelusnya dengan sayang.
“sweet dream, my prince..” kata geonil pelan. “mimpiin aku yaa..”
***
TBC
HUAHAAHAHAHAHAAAA AKHIRNYA !!!!!!!
Akhirnya chapter 3 muncul juga dah ni di blog !! fiuhhhh~~ #buangnapaslega
Mian ya kalo ga memuaskan. Saya lagi marahan ama GeonJe gara-gara mereka tebar pesona mulu di depan saya ==
Okeeeh, mian ya kalo chap ini kependekan XDD

Ku ingin kau tau//MyungYeol Ver.


 

 

Title : Ku ingin kau tau

 

Author : Queenloveminho aka Hyo

 

Genre : Romance and cri tw ndri ea^^

 

Rating : PG-15

 

Length : Oneshoot

 

Cast :

 

Lee Sungyeol ( Yeol )

 

Kim Myungsoo ( L )

 

Other Cast :

 

Nam Woohyun ( Woohyun )

 

Lee Howon ( Hoya )

 

Kim Sunggyu ( Gyu ) *nyempil dkit*

 

Jang Dongwoo ( Dongwoo )

 

WARNING!! YAOI, Shoneun-ai, Boys love, BoysXBoys, typo, gaje.. GA SUKA JGN DBCA Say.. DILARANG BASHING karna ga cocok ma COUPLE nya.. Harus tinggalkan KOMEN ok ^^

 

Disclaimer : Cast and other cast milik aku.. hehehe.. murni hasil imajinasiku loh.. jangan di Copas tanpa ijin.. Hargailah aku berkarya.. jangan lupa habis Read Coment n juga Like ea….. hehehehe :D

 

NB: Ini FF oneshoot aku, Ada lirik lagu favoritku yg aq masukin ke ceritanya.. *So sad bgt lgux bwt aq#gtw klo bwt reader* aq lagi demen bgt MyungYeol couple^^ FFnya juga pernah aku publish d WP aq (http://queenloveminho.wordpress.com/ dan Hanaee Fanfic dengan versi couple BB laen.

 

Disini L itu lebih tua 1 tahun dari Sungyeol,, juga Woohyun, Sunggyu, Dongwoo, Hoya yang masih anak SMA disini seumuran ma Sungyeol. Semoga sukses ini Fanfic saya dengan Couple Baru yaitu MYUNGYEOL COUPLE^^ <3

 

 

 

 

***^_^_^_Happy Reading_^_^_^****

 

 

Yeollie’s PoV

 

“Ya! Hoya-ah, jangan mengodaku.. #pletakk# ini hadiah untukmu..” marahku padanya sambil menghadiahkan sebuah jitakan keras tepat dikepalanya.

 

Sambil mengusap-usap kepalanya dia mengomel “Huh, kenapa kau selalu memukul kepalaku sih, memang salah jika aku berkata seperti itu padamu, kau ini namja babo sih.. dasar!” ucapnya menoyor pelan kepalaku.

 

“Yak! Beraninya kau padaku, salah sendiri kau punya mulut tapi tidak bisa diam.. selalu saja mengejekku karna hal itu..” ujarku kesal menatapnya.

 

Sambil terkekeh dia mencibir “Dasar namja.. menyukai namja saja tidak mau mengakuinya, malah sekarang kesal sendiri karna namjanya sudah memiliki kekasih.. kau memang bodoh, lelet sekali sih.. akhirnya kau didahului namja lain.. kasian kasian *ala upin ipin#kok tw ya si hoya# abaikan saja* kalo sudah begini kau sendiri yang menyesal kan..”

 

“Sudah cukup!! jangan menceramahiku seperti itu donk, telingaku jadi panas mendengarnya.” teriakku menatap tajam kearahnya.

 

“Lebih baik kau jadian saja denganku, daripada kau terus memandangnya yang tak pernah memandangmu, apa kau tidak lelah terus mencintainya diam-diam seperti ini, aku saja lelah setiap hari terus melihatmu yang hanya bisa memandangnya saja dari kejauhan.” sahutnya padaku.

 

“Huh.. Semudah itukah kau mengatakan itu semua padaku, sepertinya otakmu harus di restart ulang agar kau tidak melantur seperti ini, kau kan sudah mempunyai Dongwoo, apa kau tidak mengingatnya, itu urusanku jika aku bersikap seperti itu, tak usah mempermasalahkan hal itu lagi.” sungutku kesal.

 

“Aisshh.. tentu saja aku selalu mengingatnya, tidak mungkin aku melupakan namjachingu ku sendiri, walaupun kau sangat imut dan juga cantik menurutku, hajiman (Tetapi) penampilanmu sedikit cupu dan kau juga babo tentang perasaanmu itu, kenapa tidak di ungkapkan saja sih, kenapa repot-repot tetap menyimpannya sendiri..” gerutunya panjang lebar padaku.

 

“Sudahlah. Jika waktunya sudah tepat, pasti aku akan menyatakan perasaanku padanya, kau tak perlu khawatir padaku, gumawo Hoya-ah, kau sahabatku satu-satunya yang paling mengerti aku, pulanglah, aku ingin sendirian sekarang.” balasku padanya.

 

Kulihat dia menghela nafasnya sejenak “Baiklah jika itu maumu, aku juga tidak bisa memaksamu, aku hanya ingin kau segera menemukan kebahagiaanmu, aku pamit pulang. Bye.” setelah membelai lembut kepalaku dia langsung menghilang dibalik pintu kamarku.

 

“Hati-hati.” ucapku walau mungkin tidak terdengar jelas olehnya.

 

Sekarang disinilah aku, sendirian memikirkan semua yang Hoya katakan padaku, aku memang namja babo, yeah namja babo… huh.. ini karna aku tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan perasaanku pada Woohyun. Yeah.. Woohyun adalah namja yang aku cintai selama 3 tahun ini, aku hanya bisa memandangnya saja tanpa menyatakan perasaan yang aku miliki untuknya, aku memang menyesal karna tidak secepatnya mengungkapkan cintaku padanya, sampai akhirnya dia sekarang telah menerima namja yang bernama Kim Sunggyu itu sebagai namjachingu nya, Hmmm.. Kim Sunggyu adalah namja yang mengejar-ngejarnya selama beberapa bulan terakhir ini, rasanya memang sangat menyakitkan menerima kenyataan pahit ini, tapi aku pun tak bisa melabraknya karna aku bukan siapa-siapa Woohyun, mungkin yang dia tau aku hanyalah seorang namja yang berpenampilan cupu dan si kutu buku, dia tidak pernah memandangku, hanya aku saja yang dengan setia selalu menatapnya dari kejauhan tanpa berani mendekatinya, begitu sangat beruntung Sunggyu itu menjadi kekasihnya, mungkinkah aku bisa menyatakan perasaanku padanya? Aku juga tidak bisa selamanya memendam cinta ini untuknya, karna ini juga akan sangat menyakitkan untukku, semoga saja aku bisa melakukannya.

 

************^_^_^_^_^_^_^***************

 

 

Hoya’s PoV

 

Aku tidak habis pikir kenapa Yeollie bodoh sekali mencintai namja yang bernama Woohyun itu selama 3 tahun ini tanpa menyatakan perasaannya itu, apa hebatnya namja itu, Yeollie selalu saja memandang kearah namja itu, mencintai namja itu secara diam-diam padahal namja itu saja tidak pernah sekalipun memandangnya, aku selalu saja dengan sengaja terus-menerus mengodanya karna kebodohannya itu, aku ingin dia segera sadar dan menemukan kebahagiaannya tanpa harus terus memendam cintanya pada Woohyun, Huhh.. namja itu kini juga sudah memiliki kekasih, benar-benar memprihatinkan sekali nasib cinta Yeollie, tidak seperti nasib cintaku bersama Dongwoo namjaku yang selalu dihiasi kebahagiaan, walau aku sudah mempunyai kekasih, aku tetap selalu memperhatikan Yeollie sahabatku, dan berusaha menasehatinya agar tidak perlu repot-repot mencintai namja bernama Woohyun itu, tapi selalu berakhir seperti ini, iya dia selalu menyuruhku untuk meninggalkannya sendiri dulu, aku berpikir sebenarnya dia mendengarkan ucapanku selama ini atau tidak sih, kenapa dia tetap saja memendam cintanya yang sia-sia itu pada namja yang bernama Woohyun itu.

 

“Ommooo!! Aku jadi telat nih.. aigoooo.. bisa mati akuu!! aku harus menjemput dia sekarang, jika tidak namja itu pasti akan melemparku ke segitiga bermuda.” gerutuku sendiri.

 

Setelah dua jam kemudian akupun sampai ke bandara internasional incheon, dan mengarahkan pandanganku keseluruh penjuru bandara yang nampak ramai ini “aissshhh… dimana sih dia, apa dia sudah pulang sendiri karna terlalu lama menungguku.” gerutuku sedikit kesal menoleh kesana kemari tapi tetap tak terlihat wajahnya itu.

 

“Ya!! Kau ini lama sekali sih! Aku sudah 6 jam menunggumu disini tau!! Kau kemana saja daritadi tidak datang-datang juga untuk menjemputku.. Hahh.” bentaknya menoyor kepalaku keras.

 

“Huh. Appoyo hyung, mianhae hyung.” erangku mengusap-usap kepalaku sambil meminta maaf padanya.

 

“Huh. Aku selalu saja menerima hadiah yang menyakitkan dikepalaku ini, padahal tadi kepalaku sudah sakit karna dijitak dengan keras oleh Yeollie sekarang kau juga ikut-ikutan hyung.” sungutku kesal dan tidak terrima pada namja yang kupanggil hyung ini.

 

“Salah sendiri, kau yang memulainya tau, rasakan saja jika begitu, Heii.. apa hubungannya aku ikut-ikutan dengan siapa yang kau bilang tadi itu?? Memangnya karna apa dia menjitakmu?? ” tanyanya penasaran.

 

“Namanya Yeollie, dia itu sahabatku, sudah-sudah aku tidak mau panjang lebar bercerita padamu..” putusku padanya.

 

“Ya sudah kalo begitu, sekarang kau angkat semua koper-koperku dan bawa masuk kemobil, ppalii..” suruhnya padaku.

 

“Huh.. Menyusahkan saja kau ini hyung, memangnya berapa lama kau akan tinggal di Korea? Banyak sekali sih barang-barangmu ini.” sahutku sebal.

 

“Mungkin saja selamanya, menurutku lebih enak tinggal di Korea daripada tinggal di Perancis, lagian umma dan appaku juga tidak mempermasalahkannya, karna mereka menitipkan aku pada kedua orangtuamu selama aku disini, dan kau… apa kau keberatan jika aku tinggal menetap di Korea? Apalagi aku tinggal bersama keluargamu disini.” balasnya sambil mengarahkan tangannya kearahku.

 

Sambil mengemudikan mobil aku menjawab “Aku tentu saja senang jika kau disini hyung, lagian juga ide yang bagus jika kau menetap di Korea, kau akan kuliah disini kan hyung?” tanyaku singkat.

 

“Ne. lihat saja nanti, bagaimana dengan sekolahmu disini, apa kau sudah mempunyai kekasih disini?” katanya singkat.

 

“Baik-baik saja hyung, Kalo aku pastinya sudah punya hyung, namanya Jang Dongwoo, kami berpacaran sudah cukup lama, bagaimana dengan kau sendiri hyung, apa disana kau tidak mempunyai kekasih?” tanyaku ingin tau.

 

“Anni. Aku ingin mencari di Korea saja, aku tidak terlalu berminat mencari kekasih di Perancis.” ucapnya singkat seraya menyunggingkan senyuman khasnya.

 

3 jam kemudian kami sampai dirumah, karna jalanan tadi sedikit macet, jadi kami sampai agak malam dirumah.

 

“Umma, aku pulang..” ujarku singkat memasuki rumah bersama dengan hyungku, agak kerepotan karna barang-barangnya berat sekali. Huh.. Menyusahkan..!!

 

“Aigooo, putra kecilku telah datang, kau sekarang sangat tampan sekali nak.. iyakan appa?” ujar umma mengusap kepala hyungku.

 

“Ne. Dia sekarang sudah menjadi namja dewasa yang sangat tampan. Sangat menawan sekali.” ujar appa mengiyakan kata-kata umma.

 

“Huh. Selalu saja aku dilupakan jika L hyung datang ke Korea, aku merasa menjadi anak angkat saja disini, sebenarnya anak umma dan appa itu aku atau dia sih, lagian juga aku tidak kalah tampannya dengan L hyung, malah aku jauh lebih tampan darinya.” rajukku pada mereka.

 

“Kau ini tidak tampan chagi, tapi kau ini sangat manis dan cantik.” seru umma sambil terkekeh.

 

“Aiishh, anak appa ini, pada kakak sepupu sendiri saja sudah iri, kami kan sudah lama tidak bertemu dengan L, jelas saja kami rindu sekali padanya yang sudah kami anggap seperti anak kami sendiri, sudah-sudah sana antar L kekamarnya, dan biarkan dia istirahat sekarang.” terang appa padaku.

 

“Ne appa, kkaja hyung.” ucapku pada appa dan langsung mengantar L  hyung menuju kamarnya.

 

 

**

 

 

“Selamat datang ke kamarmu hyung, kamar ini selalu dibersihkan umma, walau kau tidak sering ada disini, sekarang istirahatlah, aku juga sudah capek” ucapku berlalu meninggalkannya.

 

“Gumawo Hoya-ah, besok akan kuantar jemput kau kesekolah sebagai gantinya, otthe?” ucapnya menahanku.

 

“Ne, cheonmaneyo hyung. Memangnya kau bisa bangun lebih pagi dariku, aku malah takut jika aku akan terlambat untuk menunggumu bangun dari tidur nyenyakmu hyung..” kekehku pelan padanya.

 

“Lihat saja besok Hoya-ah, kau pasti akan kaget karna aku sudah bangun duluan sebelum kau.” balasnya menatapku tajam.

 

“Ya sudahlah, aku mau tidur.” ucapku benar-benar berlalu meninggalkannya sendiri dikamarnya.

 

Dia adalah kakak sepupuku, anak dari bibi yuri adik perempuan appa, namanya Kim Myungsoo tapi kami lebih sering memanggilnya dengan nama L, namja berwajah kyeopta yang jago basket, bertubuh lebih tinggi dariku.

 

**************^_^_^_^_^_^_^_^_^_^_***********

 

 

Yeollie’s PoV

 

Ku ingin kau tau..

didalam hatiku telah lama tersimpan rasa cinta untukmu..

walau kau takkan pernah tau..

masihkah mungkin hatimu kan jadi milikku..

akankah kau mengerti perasaanku padamu..

walaupun kau takkan pernah tau..

mengertilah cinta ini tlah lama kupendam..

hanyalah kepadamu..

didalam hatiku..

haruskah ku ucapkan..

kata hati ini padamu..

atau hanya bermimpi hatimu untukku..

 

angin malam sampaikan..

kepada dirinya..

kuhanya bermimpi yang mendambakanmu..

 

Saranghaeyo Woohyun  <3

 

kuhapus air mataku setelah selesai menulis ungkapan hatiku padanya di dalam buku diary ku, iya benar jika selama ini aku hanya mengungkapkan betapa diriku mencintainya didalam diary ini, dia adalah cinta pertama untukku, apakah aku harus berubah agar dia memandangku, pagi ini seperti biasanya aku selalu menulis diary dulu sebelum berangkat kesekolah walau pada akhirnya air mataku selalu jatuh tanpa aku perintahkan, aku berjalan mendekat pada kaca besar dikamarku, memandang wajahku sendiri dan bergumam “Sepertinya kata-kata Dongwoo ada benarnya juga, baiklah lebih baik aku sedikit merubah penampilanku” aku melepaskan kacamata super tebalku, dan aku menganti kacamataku itu dengan softlens yang diberikan Dongwoo padaku. Hmm.. nampak berbeda saat tak menggunakan kacamata tebal ini, tapi lebih baik aku tak menggunakannya saja, kemudian aku pun sedikit memoles wajahku dengan pelembab wajah dan menyisir rambut blondeku ini yang selalu terlihat culun agar terlihat lebih imut*gyahahaha narsisnya*, akupun langsung keluar dari kamarku dan turun kebawah menuju meja makan.

 

“Pagi, umma, appa..” ucapku sambil mencium pipi umma dan appa secara bergantian.

 

“Pagi princess, kau sangat cantik hari ini, sepertinya ada yang beda darimu pagi ini, tapi apa ya..” ujar appa menatapku.

 

“Wah.. anak umma sangat cantik tanpa memakai kacamata tebal itu, neomu yeppeo chagi, darimana kau mendapatkan ide memakai softlens , karna waktu itu saja kau umma suruh untuk mengganti kacamata tebalmu dengan softlens tapi kau malah menolaknya.” sahut umma menatapku.

 

“Aku ingin sedikit merubah penampilanku umma, aku tidak mau terlihat selalu cupu..hehehe.. Dongwoo  yang memberikan softlens ini untukku.” jawabku pada umma.

 

“Baiklah aku berangkat dulu umma, appa, kasihan Choi ahjusshi yang menungguku daritadi didalam mobil.” pamitku mengigit rotiku, dan menyeruput susu buatan umma.

 

“Kkaja pak Choi, kita langsung saja berangkat kesekolah.” ujarku pada pak Choi sambil tersenyum.

 

“Tuan muda, hari ini anda sangat cantik sekali, saya senang sekali anda sudah tidak menggunakan kacamata itu lagi, lebih baik anda selalu tampil seperti ini.” ujarnya jujur padaku, aku hanya menanggapi dengan senyum menawanku saja.

 

Tak perlu kaget jika semuanya berkata aku cantik, karna ini kelebihanku, aku diberi wajah yang lebih cantik dari semua yeoja, tapi sayangnya aku dulu sedikit culun dan menurutku panggilan princess tampaknya lumayan juga..hehehe*kagak ada yg lucu oppa*.

 

Tak lama kemudian aku pun sampai didepan gerbang sekolah, waktu aku akan masuk ke dalam sekolah, ada yang memanggilku dari arah dalam mobil “Yeollie-ah.” akupun menoleh kearah orang yang memanggilku, ternyata yang memanggilku adalah Hoya.

 

“Eh, kau sudah sampai Hoya-ah, tumben sekali kau diantar, biasanya kau kan membawa mobil sendiri.” tanyaku padanya.

 

“Ne, hyungku hari ini sudah berjanji akan mengantar jemputku kesekolah selama dia disini.” jawabnya sambil tersenyum.

 

“Hyung, sudah sana kau pergi untuk mendaftarkan diri di Universitas, nanti terlambat.” ucapnya pada namja yang ada didalam mobil.

 

“Baiklah, selamat belajar Hoya-ah.. hmm.. annyeoong..” ucap namja itu sambil menundukkan kepalanya kearahku, yang kutanggapi dengan senyumanku.

 

“Ckck, dasar hyungku itu, aku tidak menyangka jika dia banyak berubah setelah lama tak bertemu denganku, kkaja kita masuk.” ujarnya padaku sambil berjalan masuk kedalam sekolah.

 

“Dia itu hyungmu, setauku kau tidak mempunyai hyung juga dongsaeng, kau kan anak tunggal sama sepertiku, aku sangat kaget kau memanggilnya dengan sebutan hyung.” ujarku heran kepadanya.

 

Dia sedikit terkekeh lalu menjawab “Dia adalah kakak sepupuku, anak dari adik perempuan appa, namanya Kim Myungsoo tapi kami lebih sering memanggilnya L, selama ini dia tinggal di Perancis bersama kedua orangtuanya dan juga hyungnya, sebenarnya dia orang Korea, tapi karna appanya mengurus bisnis di Perancis, dia dan keluarganya memilih pindah ke Perancis sejak dia masih SD, dan hanya mengunjungiku 1 tahun sekali, tapi kini dia akan tinggal menetap bersama dengan keluargaku di Korea.” ujar Hoyai panjang lebar kepadaku, dan aku hanya menanggapi dengan ber ‘OH’ ria saja… Hmmm… L nama yang sangat mudah untuk di ingat.” Gumamku tersenyum.

 

“Hari ini kau berbeda sekali, jauh lebih cantik dari sebelumnya, kau menerima saran Dongwoo kemarin padamu, untuk menggunakan softlens dan sedikit memoles wajahmu itu, sungguh beruntung dirimu di anugerahi wajah secantik malaikat Yeollie-ah, jadi kau tak perlu susah-susah memakai kosmetik yang dapat merusak wajahmu itu, cukup sedikit memoles dengan pelembab saja sudah sangat cantik untuk dilihat.” ucapnya tersenyum bangga.

 

“Ne. Gumawo Hoya-ah, kau dan Dongwoo memang sahabat yang baik, tapi dimana dia sekarang, apakah belum datang.” ujarku pada Hoya.

 

“Aku tidak tau, katanya tadi sih dia sudah ada dijalan menuju sekolah..  Nah,,  itu dia baru keluar dari mobilnya, kita kesana dulu.” ucapnya sedikit menarikku kearah Dongwoo.

 

“Annyeong chagi-ah, kau tampan sekali hari ini, aku semakin cinta padamu.” Ucap Hoya entah itu rayuan atau kenyataan, aku tak mau ambil pusing melihat kemesraan kedua sahabatku ini.

 

“Annyeong chagi-ah, annyeong Yeollie-ah, Wah kau cantik sekali hari ini Yeollie-ah, kau tidak perlu memakai kacamata itu lagi sekarang, softlens itu bisa bertahan lama, dan aku juga sudah menyiapkan banyak stok untukmu, hehehe… kau kan tau jika perusahaan appa ku adalah perusahaan softlens terbaik di dunia*rada ngaco ne orang*, kau pasti bisa menarik perhatian semua namja, asalkan jangan sampai menarik perhatian Hoya dariku.” ucapnya panjang lebar memandangku, akupun menyipitkan mataku kearahnya dan dia hanya menanggapi dengan kekehannya “hehehe, aku bercanda Yeollie-ah, jangan dianggap terlalu serius kata-kataku yang terakhir tadi. ok..” dia tersenyum kearahku.

 

“Ya sudah kita masuk saja kekelas sekarang juga.. Kkaja Hoya..!” ucapku menarik tangan Hoya sambil sedikit berlari.

 

“Ya! Jangan tinggalkan aku sendirian..!” ucap  Dongwoo mengejarku dan Hoya.

 

“Brakkk.. brukkk… gedebak..gedebukk!! *suara orang jatuh nih!! ==”* “ Huh, appoyo!” pekikku dan Hoya bersamaan.

 

“Chagi-ah, kau tidak apa-apakan, kau juga kan Yeollie-ah?” tanya Dongwoo padaku.

 

“Hmm… mianhae.. aku tidak sengaja menabrakmu tadi, sini kubantu kau untuk berdiri.” ujar Woohyun padaku sambil mengulurkan tangannya padaku. Benar namja itu adalah Woohyun, namja yang menabrakku dan Hoya adalah Nam Woohyun.

 

Sambil menggapai uluran tangannya aku berkata “Gumawo ea, nado mianhae karna aku juga salah.” ucapku tersenyum padanya.

 

“Siapa namamu? aku belum pernah melihatmu disini sebelumnya, apa kau murid baru?” tanyanya padaku.

 

“Aa- anni, aku bukan murid baru, dan namaku Lee Sungyeol.” ujarku padanya.

 

“Ya tuhan, selama ini dia tidak menganggapku ada.. apakah aku hanyalah di anggap angin yang berlalu olehnya, mengenal namaku saja tidak, malang sekali nasibku ini.” batinku dalam hati, menahan sakit didalam hatiku yang tiba-tiba datang.

 

“Chagi-ah, sedang apa kau disini bersama dengan mereka, ayo kita segera pergi, kan kita ada urusan penting.” ucap namja itu yang tiba-tiba datang sambil mengerlingkan matanya kearah Woohyun, dan namja itu adalah Sunggyu kekasihnya Woohyun.

 

“Ehm ne chagi, kkaja, Sungyeol-ssi aku pergi dulu, oh yeah, namaku Woohyun, Nam Woohyun.” ucapnya berlalu meninggalkanku dengan Hoya dan Dongwoo.

 

Tak lama kemudian setelah kepergian Woohyun, kurasakan airmataku jatuh tanpa kuperintah membasahi pipiku.

 

“Yeollie-ah, jangan menangisinya lagi, sia-sia semua yang kau lakukan kini.. Sudahlah lupakan dia, kau dengar sendiri kan, dia tadi tidak mengenalmu sama sekali, aku tidak tau karna apa dia tidak mengenalmu walau kau sudah berubah sedemikian mungkin seperti saat ini, padahal selama ini kau selalu memandangnya, dia benar-benar namja yang sangat  babo.” ujar Dongwoo  agak kesal padaku.

 

“Sudah Dongwoo-ya, jangan seperti ini pada Yeollie.. Ulljima Yeollie-ah, jangan menangisinya lagi, anggap saja kau tidak bertemu dengannya hari ini.” ucap Hoya memelukku.

 

“Lebih baik nanti kau pulang saja denganku juga hyungku, aku akan mengantarmu pulang, dan lebih baik sekarang kau hapus airmatamu ini, kau sudah aku anggap sebagai Hyung ku selain sahabatku, ayo kita masuk ke kelas sekarang.” ujar Hoya mengelus puncak kepalaku.

 

**************^_^_^_^_^_^_^_^_^_^*************

 

L’s PoV

 

Namja tadi sangat cantik sekali, dadaku bergetar hanya dengan menatapnya saja, wajahnya yang memang sudah dianugerahi kecantikan luar biasa oleh yang maha kuasa.. Hmmm.. tadi Hoya memanggilnya “Yeollie”, berarti dia adalah sahabat Hoya yang waktu itu pernah dia sebut, aku tidak sabar bertemu dengannya lagi nanti, semoga saja Hoya mengenalkannya denganku, aissshhh… kenapa aku ini, kenapa jadi senyum-senyum sendiri seperti ini, apakah aku terkena love at first sight.. hahahaha.. ada-ada saja, tidak mungkin ah, tapi aku lihat saja nanti, apakah benar yang sedang terjadi padaku kini. Di Perancis tidak ada yang membuat dadaku bergetar seperti ini, mungkin saja getaran ini adalah getaran cinta.

 

**

 

 

Setelah selesai urusan pendaftaranku sebagai mahasiswa di Universitas ini, akupun langsung menjalankan mobilku menuju Seongji High School yang menjadi sekolah Hoya, nampaknya aku tidak terlalu lama membuatnya menungguku, karna aku baru lihat ada sekumpulan anak sekolah sedang berjalan keluar sekolah yang menandakan mereka sudah pasti pulang sekolah, akupun keluar dari mobil, dan menunggunya sambil berdiri disisi kiri mobilku, ea Mobilku sendiri yang langsung dikirimkan appa lewat jasa pengiriman seminggu sebelum aku datang ke Korea, tak lama kemudian Hoya pun menghampiriku bersama dua namja disampingnya.

 

“Hyung, kau menunggu lama ya?” tanyanya padaku.

 

“Anni. Aku juga baru datang kok, hmm.. namja-namja disampingmu ini siapa Hoya-ah?  Kau tidak mau mengenalkannya padaku.” ujarku sambil mengarahkan pandanganku pada ke 2 namja didepanku.

 

“Owh ini hyung, yang ini namanya Dongwoo dan dia adalah namjachingu ku dan yang ini adalah Lee Sungyeol sahabatku.” kata Hoya padaku.

 

“Annyeong, Kim Myungsoo imnida. Panggil saja aku L .. Mannasseo bangapseumnida.” ucapku pada mereka.

 

“Annyeong hyung, Jang Dongwoo imnida.” ucapnya sambil membungkukkan sedikit badannya.

 

“Hmmm.. annyeong hyung.. Lee Sungyeol imnida.” ucap namja ini pelan sekali sambil membungkukkan badannya.

 

“Hyung, kita antar Dongwoo pulang terlebih dulu ya.” Ucap Hoya langsung duduk dibelakang bersama Sungyeol.

 

“Yollie-ah, sudahlah tidak perlu menangisinya lagi, dia tidak pantas untukmu, jika kau terus seperti ini, kau sendiri yang akan terluka, lupakan saja dia!! aku yakin nanti kau akan mendapatkan namja yang lebih baik darinya, jadi jangan penuhi pikiranmu dengan segala hal tentangnya lagi.” ujar Hoya sambil memeluk Sungyeol.

 

“Yeollie-ah, sebenarnya aku ingin sekali memukul namja itu tadi, namja yang telah membuat sahabatku menangis seperti ini, aku sarankan agar kau segera melupakannya karna sekarang dia telah memiliki kekasih, aku yakin kau pasti akan segera menemukan kebahagiaanmu Yeollie-ah.” ucap Dongwoo pada Sungyeol.

 

“Sebenarnya ada apa sih ini..?? ^^? aku jadi bingung sendiri dengan arah pembicaraan mereka bertiga, sepertinya aku harus menanyakan tentang hal ini nanti pada Hoya.” batinku menatap Sungyeol dari kaca mobilku.

 

“Sungyeol-ah,, Uljimmaaa baby” ucapku dalam hati sambil menatapnya dari arah kaca mobil.

 

“Hyung, belok kiri, rumah besar itu hyung tolong berhenti didepannya.” ujar Hoya padaku.

 

“Chagi-ah, aku pamit ya, Yeollie-ah, ingat kata-kataku ea, hyung aku pamit, gumawo ea hyung, semuanya, annyeoong.” ucap Dongwoo keluar dari mobilku.

 

“Bye chagi.” ucap Hoya singkat.

 

Kulihat Sungyeol hanya diam saja daritadi, tidak bicara sepatah kata pun.

 

Sesaat kemudian ada yang memegang pundakku “L hyung, Hoya-ah, tolong bawa aku ke sungai Han sekarang juga.” pinta sungyeol padaku dan hoya.

 

“Hyung, kita ke sungai Han sekarang, ppali hyung.” pinta Hoya padaku.

 

“Ne. Kita akan segera sampai disana.” balasku padanya.

 

@Sungai Han

 

Sesampainya di sungai Han, Sungyeeol langsung berlari kebangku taman dan menangis disana, aku yang tak tau apa-apa mencoba mendekatinya, dan sepertinya Hoya mendukungku, jika aku saja yang menghampirinya sungyeol sendiri, perlahan tapi pasti, aku mendekat kearahnya dan duduk tepat disampingnya.

 

Sedikit mengamati matanya yang sembab karna menangis, aku pun mulai bersuara “Yeollie-ah, Neo gwaenchana? Aku bisa meminjamkan dadaku untuk tempatmu menangis dan menjadi tempatmu bersandar.”  ucapku padanya.

 

Tak lama kemudian dia sudah menangis dipelukanku, kurasakan kemejaku agak basah karna airmatanya, melihatnya seperti ini, membuatku ingin selalu ada disampingnya, entah apa yang aku rasakan padanya kini, perasaan yang tulus dari hatiku kurasakan padanya, hanya untuknya..  mungkinkah aku benar-benar jatuh cinta dengannya, jika memang benar semua yang terjadi padaku ini adalah Cinta, aku bersedia mencintainya setulus hatiku dan menjaganya agar tak terlukai lagi. Dia terlalu berharga untuk di sakiti. Aku akan mencintaimu Sungyeol-ah…” ucapku dalam hati.

 

“Ulljima yeollie-ah, aku memang tidak tau apa-apa tentang yang kau alami saat ini, hajiman.. jika kau membutuhkan tempat untuk bersandar, aku dengan senang hati bersedia menjadi sandaranmu, tidak perlu sungkan padaku, dan sekarang cobalah untuk melupakan segala sesuatu yang akan membuatmu terluka lagi, aku yakin kau pasti bisa jika kau mempunyai keinginan dan niatan yang sungguh-sungguh.” ujarku mempererat pelukanku padanya dan membelai lembut rambut blondenya ini.

 

Sudah 2 jam berlalu dia masih dalam keadaan memelukku dengan erat, kulihat Hoya yang sedang duduk dibangku depanku kini tersenyum lebar kearahku dan menggerakkan bibirnya seolah berkata ‘CHUKAE HYUNG’ , Hah. Chukae untuk apa memangnya, aissshh… dasar dongsaeng aneh.

 

“Hyung, gumawo, untuk semua ini.” kata yeollie singkat padaku.

 

“Ye?” ucapku bingung.

 

“Jeongmal gumawo L hyung, karna kau sudah mengijinkanku meminjam dadamu untukku menangis, sampai membuat kemejamu ini menjadi basah dan Jeongmal gamsahamnida untuk semua kata-katamu, dan semoga aku bisa segera melupakannya dari hidupku.” ujarnya padaku.

 

“Ne. Cheonmaneyo. Aku sangat senang bisa membantumu Yeollie-ah.” balasku padanya sambil membelai lembut puncak kepalanya.

 

“Hyung, apakah aku boleh memelukmu seperti ini lagi nantinya?” tanyanya polos. Menggemaskan sekali.

 

“Ne tentu saja boleh Yeollie-ah, kapanpun kau membutuhkanku, aku akan selalu siap siaga untuk menjadi sandaranmu, sudah sore lebih baik kita pulang sekarang.” ucapku padanya.

 

Sambil melepaskan pelukannya dia berkata padaku “Gumawo hyung, karna aku merasa sangat nyaman berada didalam pelukanmu.” ucapnya mengukir senyuman diwajah cantiknya. Aishhh cantiknya*cengar cengir#plakk*

 

“Apa kau mau aku gendong sampai ke mobil Yeollie-ah?” tanyaku padanya.

 

“Memangnya boleh hyung? Apa tidak merepotkanmu hyung?” tanyanya balik kepadaku.

 

“Anniyo, malah aku sangat senang sekali, kau kan bisa bersandar di punggungku nanti.” jawabku padanya.

 

“Geurrae hyung.” diapun langsung naik kepunggungku.

 

“Ehemm.. aku sampai dilupakan nih, wah.. wah.. kalian malah asyik-asyikan bergendong-gendong ria seperti ini.” ucap Hoya mengagetkanku dan Yeollie. Aku saja sampai lupa jika masih ada Hoya disini, karna terlalu asyik bersama Yeollie disampingku.

 

“Wah..wah.. jika seperti ini lebih baik kau jadian saja dengan hyungku Yeollie-ah, dia adalah namja yang sangat baik loh.” ucap Hoya ‘lagi’ pada yeollie* ini mah Promosi* #plakk#.

 

“Eh.. Yeollie-ah, wajahmu kenapa jadi memerah seperti itu, terlihat seperti kepiting rebus tau..>,< hahahaha.. lucu sekali..” goda Hoya pada Yeollie.

 

“Huh.. Kau ini !!*Pletakk* rasakan ini..!” ucap Yeollie dengan sukses melancarkan pukulan tepat dikepala Hoya.

 

“Huuuaahh ummma, appoyo!! tega sekali kau menjitakku keras sekali Yeollie-ah, memangnya aku salah apa sampai-sampai kau memukulku seperti ini, sakit tau!” erang dan omel Hoya memanyunkan bibirnya.

 

“Salah sendiri kau juga yang mengodanya sih. Jadi rasakan itu.” ucapku membela Yeollie.

 

“Huaahh.. kalian ternyata sama saja, sama-sama ‘Devil’ kalian cocok sekali jika menjadi pasangan kekasih, kalian sama-sama sadis orangnya, suka sekali memukul kepalaku, nanti kalo aku gagar otak bagaimana?” seru Hoya tidak terima.

 

“Memang otakmu harus segera di restart ulang agar lebih baik dalam berpikir, tidak tinggal enteng mengatakan sesuatu seperti itu.” balas Yeollie padanya.

 

“Sudah..sudah.. lebih baik kita pulang sekarang, daripada terus berdebat seperti ini.” ucapku menengahi mereka.

 

*^*^*^*^*^*^*

 

Yeollie’s PoV

 

“Gumawo hyung, karna telah membuatku tidak bersedih lagi.” ucapku pada L hyung.

 

“Hoya-ah, jeongmal mianhae ne.. nado gumawo..hehehehe..” cengirku pada Hoya.

 

“Ne. Cheonmaneyo Yeollie-ah.” ucap L hyung sambil tersenyum padaku.

 

“Yeollie-ah, ingat ya, jangan memikirkan hal yang tidak penting lagi, arrasseo?” kata Hoya padaku.

 

“Yeollie-ah, masuklah sekarang, dan segeralah istirahat ya..” ujar L hyung padaku.

 

“Ne hyung.” balasku sambil tersenyum.

 

“Kau sangat cantik jika kau selalu tersenyum Yeollie-ah.” ucap L hyung. Seketika wajahku memanas mendengar kata-katanya itu, mungkin saja semburat merah yang menghiasi wajahku saat ini.

 

“Gumawo hyung, aku masuk dulu ya. Annyeoong.” balasku singkat. Mempercepat sedikit langkahku, aku tidak mau dia melihat wajahku yang memerah ini..

 

*^*^*^*^*^*^*^*

 

Keesokan harinya**

@School

 

Hari ini aku sudah bertekad akan menyatakan perasaanku pada Woohyun, aku tidak ingin terlalu lama lagi menyimpan rasa ini untuknya, aku tidak berharap dia membalas cintaku, karna aku tau diri jika dia kini sudah memiliki Sunggyu, jadi aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku ini saja padanya tanpa mengharapkan balasan darinya.

 

Sesaat setelah sampai digerbang sekolah, ada yang memanggilku “Yeollie-ah.” ternyata L hyung, tapi aku tidak melihat Hoya, kemana dia? Kulihat L hyung berjalan menghampiriku.

 

“Hai hyung, Hoya mana hyung?” tanyaku padanya.

 

“Hoya tadi sudah dijemput oleh Dongwoo, katanya dia mau berangkat bersama namjanya saja, jadi dia tidak berangkat bersamaku.” Jawabnya cepat.

 

“Lalu ada apa hyung kemari jika tidak sedang mengantar Hoya?” tanyaku ‘lagi’ pada L hyung.

 

“Uhmm.. itu.. aku ingin menemuimu saja Yeollie-ah, apakah hari ini perasaanmu sudah membaik Yeollie-ah?” ucapnya padaku.

 

“Sudah hyung, semua ini karna kau hyung, gumawo ea.” balasku padanya.

 

“Ne Yeollie-ah.” Jawabnya memamerkan senyum itu lagi. Senyum yang membuat hatiku nyaman ketika berada di sampingnya. *neomu neomu kyeopta*

 

“L hyung, Yeollie-ah, annyeoong.” sapa Dongwoo padaku.

 

“Ne. Pagi Dongwoo-ya.” ucapku dan L hyung bersamaan.

 

“Ciyeeee…  kompak sekali sih kalian ini, sepertinya kalian berjodoh deh..” seru Hoya terlihat heboh  menatapku dan L hyung.

 

“Jangan menggodaku Hoya-ah..” ucapku kesal padanya.

 

“*Pletakk* Jangan menggoda Yeollie lagi Hoya-ah..” ujar L hyung setelah menjitak kepala Hoya.

 

“Huuaahh.. appoyo hyung!!” erangnya sambil mengusap kepalanya.

 

“Ya! Hyung kau tega sekali menjitak kepala Nae Hoya.” bela  Dongwoo mengelus-elus kepala Hoya.

 

“Sudah hyung, kasihan Hoya dari kemarin sudah jadi bulan-bulanan kita, nanti dia bisa lupa ingatan jika terus mengalami jitakan..” ucapku pada L hyung.

 

“Hoya-ah, Dongwoo-ya , hari ini aku sudah bertekad akan menyatakan semuanya pada Woohyun.” kataku pada Hoya dan Dongwoo mantap.

 

“Kau yakin Yeollie-ah? Sudah mantap akan menyatakan semuanya pada Woohyun?” tanya Hoya agak ragu.

 

“Ne. Sangat yakin.” ujarku singkat dan mantap.

 

“Lalu setelahnya, apa yang akan kau lakukan?” tanya Dongwoo padaku.

 

“Aku tidak akan berharap dia membalas perasaanku ini, karna aku tau diri jika dia sudah memiliki Sunggyu, aku akan berusaha melupakannya dari hidupku, melenyapkan rasa ini dari hati dan pikiranku.” ucapku dengan sangat yakin menatap kedua sahabatku.

 

“Aku akan selalu mendukungmu Yeollie-ah.” ucap Hoya yang diikuti anggukan kepala Dongwoo.

 

“Ayo kita masuk kedalam, biasanya Woohyun sudah datang lebih pagi dari Sunggyu, jadi aku tidak perlu mengganggu jadwal mereka untuk berduaan, dan lebih baik aku langsung saja bilang padanya.” ujarku pada Hoya dan Dongwoo .

 

“L hyung, aku masuk dulu ya.” kataku sambil tersenyum padanya.

 

“Ne Yeollie-ah.” balasnya sambil tersenyum menawan padaku. Akupun langsung masuk menuju kedalam sekolah bersama Dongwoo  berlalu meninggalkan L hyung dengan Hoya.

 

Setelah sampai didepan kelas Woohyun, aku langsung menyuruh Dongwoo untuk meninggalkanku sendiri, lalu akupun beranjak menghampiri Woohyun yang sedang duduk manis di bangkunya.

 

“Woohyun-ssi, bisakah aku bicara denganmu? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.” kataku padanya.

 

“Ada apa Sungyeol-ssi? Bicaralah disini saja.” ucapnya padaku.

 

Sesaat setelah kupastikan kelas itu masih sepi, aku pun membuka suara “Woohyun-ssi, aku akan mengungkapkan sesuatu padamu, kuharap kau tidak kaget mendengarnya nanti..” setelah menghela nafas sejenak aku langsung melanjutkan kata-kataku tadi.. “Woohyun-ssi, sudah 3 tahun ini aku mencintaimu, sejak pertama kali kita bertemu saat kau dan aku masih kelas 3 Smp, mungkin saja saat itu dan sampai sekarang kau tidak pernah memandang kearahku, dan aku tidak berharap kau mau membalas perasaanku ini, karna aku sangat tau diri jika kau sudah memiliki kekasih, geurraeyo… gumawo sudah meluangkan waktumu sedikit, untuk mendengarkan pernyataanku ini.” ucapku mengakhiri kata-kataku padanya dan berlalu meninggalkannya sendiri. Entah mengapa dia tidak mengejarku, tapi itu semua sudah tidak penting lagi untukku.

 

“Mulai hari ini, aku akan melupakan cintaku padamu Woohyun-ah, dan aku akan mulai membuka hatiku untuk cinta yang baru, selamat tinggal cinta pertamaku.” ucapku dalam hati dan sedikit mengusap mataku yang berkaca-kaca.

 

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

 

L’s PoV

 

“Hyung, nanti kau jemput Yeollie pulang sekolah ya.. aku takut dia kembali down seperti kemarin lagi, karna hari ini adalah akhir penantian cintanya, dan kuharap dia bisa segera melupakan Woohyun, dan segera menemukan cinta sejatinya. Orang yang benar-benar tulus mencintainya” ujar Hoya padaku.

 

“Ne. Pasti aku akan menjemputnya nanti, aku yakin dia pasti akan kuat Hoya-ah.” balasku padanya.

 

Aku jadi ingat cerita Hoya tadi malam tentang apa yang terjadi pada Yeollie, sehingga dia sangat rapuh seperti kemarin.

 

#Flashback#

 

“Hyung, kulihat tadi Yeollie sangat nyaman berada disampingmu, kuharap dia bisa secepatnya melupakan perasaannya pada Woohyun, kasihan sekali Yeollie itu hyung.” ujar Hoya padaku.

 

“Memangnya apa yang terjadi pada Yeollie? Dan siapa itu Woohyun? Apa hubungan mereka berdua Hoya-ah?” tanyaku ingin tau.

 

“Yeollie, selama 3 tahun ini mencintai Woohyun tanpa mengungkapkan perasaanya yang sesungguhnya pada Woohyun. Yeollie selalu saja dengan setia memandang Woohyun dari kejauhan tanpa menyatakan cintanya pada Woohyun, sampai pada akhirnya beberapa waktu yang lalu Woohyun sudah mempunyai namjachingu yang bernama Sunggyu, saat itu Yeollie sangat terluka, tapi dia masih saja memendam cintanya itu pada Woohyun walau harus terluka dan menagis karna melihat kemesraan Woohyun dan Sunggyu didepan matanya,  akupun dan  Dongwoo sudah menasehatinya agar menyatakan perasaannya itu secepatnya, tapi Yeollie hanya bilang ‘jika waktunya sudah tepat, pasti aku akan menyatakan perasaanku padanya’ hanya itu yang selalu dikatakannya pada kami, dulu Yeollie adalah namja yang berpenampilan cupu dan si  kutu buku, dia dulu memakai kacamata yang sangat tebal dan penampilannya pun biasa-biasa saja, padahal dia itu sangat cantik sayangnya dia tidak terlalu memperhatikan penampilannya sendiri, mungkin saja karna itu Woohyun tidak pernah memandang kearah Yeollie, karna Yeollie hanya seorang namja cupu yang kutu buku, saat Dongwoo menyarankan pada Yeollie agar merubah sedikit penampilannya agar Woohyun memandang Yeollie yang selama ini mencintainya, tapi itu semuanya jadi sia-sia, karna tadi sewaktu masuk kedalam sekolah Yeollie tak sengaja bertabrakan dengan Woohyun, saat itu juga Yeollie baru mengetahui kalo selama ini Woohyun tidak pernah menggangapnya ada, perasaanya itu hanya sia-sia saja selama ini dia hanya dianggap seperti angin yang berlalu begitu saja oleh Woohyun, dan ini adalah puncak kesedihan yang Yeollie rasakan.” ceritanya panjang lebar padaku sambil menitikkan airmatanya.

 

“What? Seorang Hoya menangis? Demi apa dia menangis? Memang sangat menyedihkan sekali kisah cinta Yeollie, wajar saja jika Hoya sampai menangis menceritakan ini semua, Hoya sebagai sahabatnya sangat prihatin dengan nasib cinta Yeollie aku juga dapat merasakan apa yang Hoya rasakan kini.” ucapku dalam hati.

 

“Jadi tadi itu dia menangis seperti itu karna Woohyun, seperti apa sih namja yang bernama Woohyun itu, tidak berperasaan sekali dia itu, menyakiti namja secantik dan sebaik Yeollie, aku ingin sekali membahagiakannya dan membuatnya melupakan namja sialan itu dari hidupnya.” ucapku pada Hoya *mian namo oppa#jangan cincang aku# abaikan*

 

“Kau serius hyung, aku tidak mau kau nantinya malah menyakiti Yeollie juga.” tanyanya sedikit ragu.

 

“Ne. Sangat yakin, aku tidak menyakitinya karna sepertinya aku telah mencintainya saat jumpa pertama dengannya, dan sudah bertekad untuk menjaga dan mencintainya, setelah melihatnya sangat rapuh tadi.” ucapku sangat yakin.

 

“Aku percaya padamu hyung, aku berharap dia bahagia bersamamu, kau harus bersungguh-sungguh menjaga dan mencintainya, awas saja jika kau menyakitinya hyung, kau akan kulempar ke segitiga bermuda nantinya.” katanya padaku diakhiri nada mengancam.

 

“Pegang janjiku ini padamu, aku akan menjaga dan mencintainya, aku akan membuatnya selalu bahagia Hoya-ah. Ini janjiku sebagai seorang namja yang tulus akan selalu setia mencintainya.” balasku mantap padanya.

 

“Gumawo hyung.” ujarnya sambil memelukku.

 

#End Flashback#

 

“Memang sudah seharusnya aku menjaga dan mencintai Yeollie setulus hatiku, namja sebaik dia memang tidak pantas untuk namja yang bernama Woohyun itu.” ucapku dalam hati.

 

“Hyung, L hyung.. kau melamun ya.” panggil Hoya menyadarkanku dari lamunanku sesaat tadi.

 

“Anni. Hanya sedang berfikir saja, oh ya, apa saja hal-hal yang disukai  Yeollie? hoya-ah.” ucapku padanya.

 

“Yeollie itu orangnya simple hyung, dia suka sekali bunga mawar putih, suka eskrim coklat vanilla, suka sekali dengan warna biru sepertimu hyung, suka boneka dolphin warna biru, kalau soal makanan dia tidak terlalu pemilih, asalkan makanan itu sehat dan bergizi.” ungkapnya padaku.

 

“Oh begitu ya, baiklah sampai jumpa nanti sore.” pamitku padanya.

 

“Hati-hati hyung.” balasnya.

 

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

 

Yeollie’s PoV

 

Akhirnya bel tanda jam pelajaran berakhir pun sudah berbunyi, Hoya dan Dongwoo pun menghampiri bangku ku.

 

“Yeollie-ah, ayo kita pulang bersama.” ucap mereka serempak. Kami pun berjalan keluar kelas, tanpa sengaja aku berpapasan dengan Woohyun dan Sunggyu yang sedang bergandengan tangan dengan mesra, Hoya dan Dongwoo pun langsung menarikku menjauh dari mereka berdua.

 

“Yeollie-ah, Neo gwaenchana?” tanya Hoya padaku.

 

“Nan gwaenchana, ayo pulang.” jawabku berjalan menuju luar sekolah.

 

Kulihat dari arah parkiran ada L hyung yang sedang melambaikan tangannya kearahku.. Aku, Hoya juga Dongwoo pun langsung menghampirinya.

 

“Annyeong Yeollie-ah, kau mau pulang ya? bagaimana jika aku yang mengantarmu pulang?” ucapnya padaku.

 

“Gumawo hyung, apa tidak merepotkanmu nantinya?” tanyaku.

 

“Anniyo, aku malah dengan senang mengantarmu pulang kerumah.” jawabnya sambil tersenyum.

 

“Sudah Yeollie-ah, jangan menolak tawaran hyungku, lebih baik kau pulang bersamanya saja.” sahut Hoya padaku.

 

“Aissshh, ya sudah, aku pulang bersama L hyung saja, aku tau kau sedang ingin pulang berdua saja dengan Dongwoo , dasar kau ini.” sahutku padanya.

 

“Kkaja Yeollie-ah silakan masuk.” ujar L hyung membukakan pintu untukku.

 

“Gumawo hyung.” sahutku.

 

“Hoya, Dongwoo, aku pulang duluan ya.. annyeoong..” pamitku pada mereka berdua. Mereka hanya melambaikan tangan kearahku. Mobil pun berlalu menjauh dari dua insan yang tengah bertabur bunga cinta yaitu DongYa.

 

“Hyung, bisakah kau membawaku pergi ke Sungai Han sekarang juga?” tanyaku pada L hyung.

 

“Ne. Kita akan kesana sekarang juga.” balasnya singkat.

 

***^^^***

@Sungai Han

 

Setelah menempuh perjalanan dari sekolah ke Sungai Han, akhirnya aku sampai juga disini, aku mengajak L hyung duduk dibangku yang kemarin kami tempati, sejenak keheningan melanda kami berdua, sampai akhirnya aku berkata padanya “Hyung, aku sudah mengungkapkan semuanya padanya, ada rasa lega dalam hatiku ini hyung setelah aku menyatakan cintaku pada Woohyun, aku juga sudah bilang padanya jika aku tidak berharap dia membalas cintaku ini padanya, aku hanya ingin menyatakan cintaku saja kepadanya, dan aku akan berusaha melupakannya dari hidupku, melenyapkan semua rasa dan segala ingatan tentangnya dari hati dan pikiranku, aku yakin bisa melupakannya dan membuka hatiku untuk menerima cinta yang baru hyung.” ungkapku panjang lebar pada L hyung.

 

“Kau sungguh yakin dengan semua yang kau lakukan ini Yeollie-ah?” tanyanya padaku.

 

“Aku sangat yakin hyung. Bolehkah aku memelukmu hyung?” Ungkapku padanya.

 

Sambil merentangkan tangannya dia menjawab “Seutuhnya dada ini milikmu, kau boleh setiap saat memelukku jika kau mau.” Balasnya lalu tersenyum.

 

Tak kusia-siakan aku pun langsung memeluknya “Gumawo hyung.” seruku dalam pelukannya.

 

“Ne, cheonmaneyo.” bisiknya ditelingaku.

 

“Yeollie-ah, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” tanyanya masih memelukku.

 

“Silakan hyung.” jawabku singkat.

 

“Yeollie-ah, bolehkah aku mencintaimu? Bolehkah aku menjagamu selamanya?” tanyanya yang langsung membuatku melepaskan pelukanku darinya.

 

“Hyung, kau jangan bercanda, ini tidak lucu tau..” kataku padanya.

 

“Anniyo, aku sangat serius dengan kata-kataku ini padamu.” jawabnya mantap menatap tepat pada mataku.

 

Aku sangat kaget dia menanyakan hal ini, padahal kan aku baru bertemu dengannya, walaupun jujur aku akui jika aku sangat nyaman berada didekatnya, tapi aku tidak mau menjadikannya pelampiasanku saja karna Woohyun, itu sama saja dengan aku menyakitinya secara tidak langsung, apa aku harus mencoba membuka lembaran cerita baru dengannya, semoga saja jawabanku ini tidak menyakitinya.

 

“Hyung, aku tidak mau menyakitimu, kau tau kan jika aku baru saja menyatakan perasaanku pada Woohyun, aku tidak mau menjadikanmu sebagai pelampiasan semata.” ujarku padanya. Lalu dia mengenggam kedua tanganku dan menjawab “Yeollie-ah, kau tadi kan bilang akan membuka hatimu untuk menerima cinta yang baru, apa salahnya jika kita jalani dulu semua ini pelan-pelan saja, aku yakin jika kau bisa melupakannya dan setulusnya mencintaiku, kau mau kan menjadi namjachingu ku?” ucapnya menyakinkanku.

 

“Ehmmm.. Ne hyung, aku mau menjadi namjachingu mu, semoga aku bisa melupakan Woohyun dari hidupku mulai saat ini.” jawabku memeluknya lagi dengan erat.

 

“Gumawo Yeollie-ah.” ujarnya sambil membelai lembut rambutku dan mengecup puncak kepalaku.

 

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*

 

L’s PoV

 

Akhirnya aku menyatakan perasaanku ini padanya, walau aku bukanlah orang yang romantis, dan mungkin saat itu adalah saat yang tidak tepat untuknya, tapi aku yakin itu adalah saat yang tepat untukku membuatnya selalu tersenyum ketika di sampingku.

 

Hari ini aku akan menjemputnya disekolah, dan tentang aku dan Yeollie kemarin, aku belum memberitahu Hoya & Dongwoo, aku akan memberi mereka kejutan nanti. Aku menunggu Yeollie pulang sekolah di tempat parkir seperti biasa, tapi karna aku penasaran bagaimana suasana didalam sekolahnya, akupun melangkahkan kakiku masuk menyusuri koridor sekolah, dari kejauhan kulihat Yeollie keluar dari kelasnya bersama Hoya dan Dongwoo, tapi dari arah belakang Yeollie, muncul namja yang memegang tangan Yeollie-KU, dan mengajaknya berbicara, sejenak aku mulai  menghentikan langkahku dan bersembunyi dibalik dinding tepat dibelakang mereka.

 

“Sunyeol-ssi, aku ingin berbicara denganmu, apa kau ada waktu?” ucap namja itu pada Yeollie-KU lalu melepaskan tangannya dari Yeollie-KU.

 

“Ada apa Woohyun-ssi? Bicara disini saja tidak apa-apakan?” ujar Yeollie singkat.

 

“Ne. Yeollie-ah, mianhae karna selama ini aku tidak menyadari perasaanmu padaku, tapi apakah kau mau memberiku kesempatan untukku membalas cintamu padaku selama ini, maukah kau menerimaku sebagai namjachingu mu?” ucap namja yang bernama Woohyun itu pada yeollie-KU.

 

“Aisshh, apa yang namja itu lakukan, wah.. wah.. seenaknya saja pada namjaKU.” batinku.

 

Aku ingin melangkah mendekati mereka, tapi kata-kata Yeollie membuatku menghentikan niatku itu.

 

“Mianhae Woohyun-ssi, aku tidak bisa menerimamu, karna aku sudah mempunyai namjachingu , bukannya waktu itu aku sudah bilang padamu jika aku tidak mengharapkan balasan cinta darimu, lagian juga kau sudah mempunyai Sunggyu disampingmu.” tuturnya sangat jelas terdengar olehku.

 

“Aku dan Sunggyu sudah putus kemarin, setelah aku menyadari semua ini, menyadari bahwa kau mencintaiku, kau pasti berbohong, kau tidak mempunyai namjachingu kan? tidak mungkin jika namja ini kekasihmu kan?” ujarnya menunjuk Dongwoo.

 

“Anni. Dongwoo bukan namjachingu ku, dia adalah sahabatku dan dia adalah namjachingu Hoya sahabatku, dan kenapa kau harus putus dengan Sunggyu? Memangnya aku menyuruhmu untuk memutuskannya dan menerima cintaku, begitu kah? penyesalan pasti akan datang belakangan, lebih baik kau kembali saja dengan Sunggyu.” jawab Yeollie menatap Woohyun.

 

“Jangan seperti ini yeollie-ah, aku yakin kau masih mencintaiku kan?” ucap Woohyun lalu memeluk Yeolli-KU.

 

“Lepaskan aku Woohyun-ssi.” ujar Yeollie mencoba melepas pelukan Woohyun darinya.

 

“YA!!! Lepaskan namjachingu ku.. seenaknya saja kau memeluknya..” teriakku langsung melepas pelukan Woohyun dari Yeollie-KU.

 

“Chagi-ah, Neo gwaenchana?” ucapku khawatir memegang wajah Yeollie.

 

“Nan gwaenchana hyung.” jawab Yeollie tersenyum padaku.

 

“Hyung, kau dan Yeollie..  kalian berdua.. wahh.. chukae hyung.” ujar DongYa bersamaan.

 

Aku tidak menjawab kata-kata DongYa Couple, akupun langsung menatap tajam ke arah Woohyun.

 

“Woohyun-ssi, mudah sekali kau berubah pikiran, kemana saja kau sebelumnya, kau pun tidak pernah merasakan bahwa ada seseorang yang mencintaimu dan sudah lama memendam cintanya padamu, dan sekarang dengan mudahnya kau memintanya menjadi kekasihmu, kau ini laki-laki macam apa? lebih baik kau kembali saja pada namjamu yang bernama Sunggyu itu, jangan pernah mengganggu SUNGYEOLLIE-KU lagi.” ujarku menekankan nama Sungyeol dan menatapnya tajam dengan mata elangku*Woohyun oppa, mianhae:) jangan bantai saya#ppopo oppa# abaikan*

 

“Ayo Yeollie-ah jangan perdulikan dia lagi.” ucapku menarik tangan Yeollie menjauh dari Woohyun.

 

“Jjakkanman L hyung, aku hanya ingin mengucapkan sesuatu padanya.” pinta Yeollie padaku.

 

“Ne. Silakan chagi” jawabku singkat.

 

“Woohyun-ssi, mianhae, semua yang kau lakukan kini sia-sia saja, aku sudah memiliki namja yang tulus mencintaiku, dan dia adalah L hyung .. aku tidak bisa menerimamu menjadi kekasihku, itu semua karna kesalahanmu sendiri. Annyeooong.” ucap Yeollie beranjak meninggalkan Woohyun, dan langsung menggandeng tanganku.

 

Sesampainya di parkiran, kulihat wajah DongYa Couple  menatap kami penasaran.

 

“Ya! Apa yang kalian lihat sih? Kenapa menatapku seperti itu?” ucapku sedikit risih pada mereka berdua.

 

“Hyung, Yeollie-ah, kalian sudah resmi jadian sejak kapan? Kenapa tidak memberitauku sih..” tanya hoya padaku.

 

“Iya L hyung, Yeollie-ah, kenapa kami malah baru tau sekarang, wahh, chukaeyo ea? Aku senang sekali melihatmu kini bersama L hyung, hyung, jagalah Yeollie baik-baik arra?” ujar Dongwoo semangat.

 

“Pasti. Aku akan menjaga Sungyeol dan mencintainya setulus hatiku.” ucapku mantab. Kulihat wajahnya bersemu merah.

 

**

 

“Yeollie-ah, masuklah kedalam rumah, dan istirahatlah chagi.” ucapku pada Yeollie setelah mobilku sampai didepan rumahnya.

 

“Ne chagi, gumawo. CHU..” jawabnya lalu mencium pipiku, lalu beranjak membuka pintu mobilku.

 

“Jjakkanman,Yeollie-ah, Saranghae Nae Chagi..” ucapku menahannya pergi dan langsung membelai lembut wajahnya.

 

Pelan tapi pasti, kudekatkan wajahku kearah wajahnya, menatap lembut kedua matanya yang indah, hidung mancungnya, lalu menyentuh lembut dagunya, mendekatkannya kearahku, dan sedetik kemudian bibirku telah menempel dengan sempurna dibibirnya, mengecap dan melumatnya dengan lembut dan lama.

 

“Saranghae Yeollie-ah.. Jeongmal Saranghae.” ucapku sambil melepaskan ciumanku pada bibirnya. Kulihat wajahnya yang sangat merah.

 

“Nado saranghae L hyung..” ucapnya mengukir senyuman padaku.

 

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

 

Yeollie’s PoV

 

Mulai hari itu aku sedikit demi sedikit melupakan perasaanku pada Woohyun, dan akhirnya setelah 5 bulan aku mengenal L hyung, perasaanku pada Woohyun, yang semula sangat mendalam, lama kelamaan pun pudar bersama dengan perginya rasa sakit yang aku alami, semua ini karna L hyung yang dengan sabar menantiku untuk sepenuhnya mencintainya seorang.. HANYA MYUNGSOO SEORANG DIDALAM HATIKU, JIWAKU DAN HIDUPKU mulai saat ini.. aku mencoba untuk merelakan Woohyun bersama dengan Sunggyu, ya walaupun Cinta Pertama itu tidak mudah untuk dilupakan. Tapi kini aku telah memiliki L hyung disisiku, L hyung yang kini aku cintai Setulus Hatiku. Namja yang akan ku Cintai untuk Selamanya.

 

“L hyung, saranghaeyo..”

 

 

 

 

 

The end …..

 

 

 

 

 

 

wkwkwkwkwkwkwk… endingnya rada gaje ya.. tak apalah.. kepanjangan BANGET kaya kereta  ya… mian kalo ada miss typo dll.. jangan lupa RCL..  ok readers….

 

RCL.. RCL *Joget Bonamana Bareng wookie oppa, kyu oppa, minnie oppa, hae oppa, wonnie oppa* gyahhahahaha … gumawo ea… sampai jumpa lagi di ff selanjutnya… *peluk cium smuax* annyeooong..

Lagu Cinta Untukmu//Sungyeol Ver.


Title : Lagu Cinta Untukmu

Author : Queenloveminho aka Hyo

Genre : SAD and cri tw ndri ea^^

Rating : PG-15

Length : 1-2

Cast :

 

Lee Sungyeol ( Yeol )

 

Kim Myungsoo ( L )

Other Cast :

Nam Woohyun ( Woohyun ) *muncul dikit*

Lee Sungjong ( Sungjong ) *muncul dkit*

WARNING!! YAOI, Shoneun-ai, Boys love, BoysXBoys, typo, gaje.. GA SUKA JGN DBCA Say.. DILARANG BASHING karna ga cocok ma COUPLE nya.. Harus tinggalkan KOMEN ok ^^

Disclaimer : Cast and other cast milik aku.. hehehe.. murni hasil imajinasiku loh.. jangan di Copas tanpa ijin.. Hargailah aku berkarya.. jangan lupa habis Read Coment n juga Like ea….. hehehehe :D

NB: Ini FF curcol … aku buat untuk ungkapan cinta aku buat seseorang,  Huft… tp ending nyata aq ma dy sad ending.. :’(  py q g suka sad ending.. jdi crita ini aq buat happy ending bwt MyungYeol…..  aq lagi demen bgt MyungYeol couple^^

Ini ff comeback saya.. MyungYeol Couple.. Disini semuanya masih anak SMA…. yeeyyee^^  ini Sungyeol Pov… ntar ada Myungsoo pov.. maybe dtambah pov dua2x sekalian jdi satu ma Myungsoo pov.. aku mau nambahin NC d bagian pov mreka brdua.. pada mau kagak readers.. Hehehehe*evil smile*

HaPpy ReadiNg ^^

Yeol Pov

Wajah itu..

Senyum itu…

Begitu indah bagiku..

Kau begitu mempesona.. ^^

*#Jbuuukkkkk#*

Akkkkhhh…..

Lamunanku hancur karna bola yang sudah mendarat bebas diwajahku yang mulus ini.

“Huh…. Apppooooyoo….” pekik ku menahan sakit sambil memegang hidungku.

“Hmmm.. Neo gwaenchana?? Mianhaeyo.. aku tidak sengaja tadi..” ucapnya mensejajarkan dirinya di depan diriku yang jatuh terduduk setelah terkena bola yang terbang nyasar ke arahku.

“Wajah ini.. yeah benar!.. ini adalah wajah itu… wajah namja yang aku sukai… a..anniya.. aku cintai..” ucapku dalam hati.

Terpaku beberapa detik menatap wajah itu dari jarak sedekat ini.. tiba-tiba tersadar oleh tepukan halus di pundakku. Sedikit kaget, namun aku sadar bahwa dialah yang menepuk pundakku.

“Neo, jaljinaesseo ?? ( Kau baik2 saja ??) apakah hidungmu sakit??” tanyanya padaku.

“Gwaenchana.. memang sedikit appo..” jawabku cepat.

“Hidungmu berdarah!! Ayo kita obati hidungmu di UKS sekolah..” ajaknya memegang tanganku dan langsung mengendong tubuhku.

Aku hanya menurut akan kata-katanya padaku.. mataku ini tak luput memandang wajahnya dari dekat.. wajah tampan ini!! apalagi dalam kondisi aku yang sedang di gendong olehnya. Aku hanya terpaku memandang wajah itu sampai-sampai aku tidak sadar jika dia sudah mendudukanku di ranjang yang ada di ruang UKS.

“Sini aku obati hidungmu..” ujarnya dengan membawa kapas dan betadine ditangannya.

“Dokternya sedang tidak ada, jadi aku saja yang mengobatimu.. duduklah di dekatku..” pintanya padaku.

“Aku sungguh minta maaf karena bola itu terlempar kearahmu dan membuatmu terluka..” ucapnya lirih.

“AAAkkkhh…Appoo..” ucapku sedikit memanyunkan bibirku kearahnya.

“Uhhmm.. mian.. mian.. aku tidak sengaja..” dia menunduk minta maaf padaku.

“Ne , gwaenchana..” aku menjadi kaku di depannya. Kenapa aku tidak bisa berbicara banyak padanya, padahal ini saat-saat yang aku  tunggu..

“Yuupzz.. sudah selesai…” serunya senang.

“Gomawo..” ucapku tersenyum lembut padanya.

“Cheonma..” dibalasnya dengan senyuman khasnya.

“Jika terjadi sesuatu padamu setelah kejadian ini, kau bisa menghubungiku. ” ucapnya padaku. Aku hanya menggangguk mengiyakan.

“Mana ponselmu? Aku akan memberimu nomerku untuk kau simpan.. untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu padamu..” pintanya padaku.

“Ini ponselku..” aku memberikan ponselku padanya.

“Ini nomerku.. ehmm tunggu… nah sudah… ini hpmu..” dia menggembalikan ponselku setelah mencoba memiscal nomor ponselnya tadi.

“Baiklah, sampai jumpa.. Lee Sungyeol…” dia menyebut namaku dan akan beranjak pergi dari UKS, tapi aku menahannya.

“Jjankanman..” cegahku.

“Kau tau namaku dari mana..??” tanyaku penasaran menatapnya.

“Aku tau namamu dari name tag mu ini..” ucapnya sambil menunjuk name tag ku yang tertera di sebelah kiri dadaku..

“Namamu Lee Sungyeol,  benar bukan??” dia mengulangi menyebut namaku..

“Iyya benar.. Aku kira kau.. uppsss.. bukan…” hampir saja aku ceroboh..

“Ada apa sungyeol-ah..? kau kira apa tadi.. kenapa memutus kata-katamu tadi..” tanyanya curiga.

“Aniyeyo!” balasku cepat..

“Ohya sudah, Ommoo.. aku belum memberitau namaku padamu.. Hmm..  Aku Kim Myungsoo.. baiklah aku pergi dulu.. annyeoong..” ucapnya lalu berlalu pergi meninggalkanku sendiri di UKS.

Sayang sekali kenapa aku tidak bisa berkata banyak padanya.. padahal di sudah ada di depan mataku. Aku ingin sekali mengucapkan “Aku mencintaimu Myungsoo-ah”. Batinku dalam hati. Aku sudah tau namamu sebelumnya,, karna selama ini aku diam-diam memperhatikanmu tanpa kau sadari..

**

Setelah kejadian itu memang benar aku dan dia menjadi teman yang sangat dekat.. dimanapun ada dia , di sana juga ada aku… semua hari-hariku penuh dengan warna, aku jalani semua hari-hariku dengan indah bersamanya.. sudah 1 tahun lebih 6 bulan aku mengenalnya. Dia sangat baik dan perhatian sekali padaku.. Apakah dia juga MENCINTAIKU..

*waktu aku skipp*

sampai 1 bulan yang lalu sesuatu yang menyakitkan terjadi setelah aku tau bahwa ternyata dia telah memiliki seseorang yang telah menjadi ratu di hatinya. Sakit .. sungguh menyakitkan memang.. jika ternyata kau baru tau bahwa orang yang kau cintai sudah mempunyai seseorang yang telah dicintainya.. dia memiliki kekasih tanpa kau ketahui.. aku mungkin memang bodoh.. karna aku terlalu larut oleh perasaanku terhadapnya.

*FLASBACK*

“Kkaja yeollie-ah.. kita pulang..” ajaknya padaku.

“Ne kkaja.” Sahutku padanya.

“Myungsoo hyung….!!” panggil seseorang dari arah koridor sekolah. Aku dan myungsoo menoleh pada sosok yang tengah berlari kearah kami.

HUUUPPP!!

“Chagiya, Bogoshippooyoo …” seru namja cantik itu sambil memeluk myungsoo sangat erat.

JLEEBBBB!!! APPOOOO!!!

“Chagiya?? Dia kekasihmu myungie-ah??” tanyaku tak percaya pada myungsoo.

Dia hanya mengangguk mengiyakan pertanyaanku.

“Nado Bogoshipooo chagi…” balas myungsoo pada namja cantik itu sambil membalas pelukan namja itu dengan erat.

Sakit sekali hatiku ini melihat adegan romantis ini di depan mataku.. Oh tidak…. Air mataku tiba-tiba jatuh menetes di kedua pipiku tanpa aku sadari.. aku tidak mau ketauan menangis…. aku pun menyingkir dari sana dan berjalan dengan cepat kearah gerbang sekolah.. tapi ada yang memanggilku.. aku mengusap dengan cepat airmata yang ada di kedua pipiku lalu menoleh kearah belakang

“Yeollie-ah… jjankanmannyoo..” cegah myungsoo padaku..

“Ehmmm.. Waeyo Myungie-ah?” tanyaku singkat.

“Kau kenapa pergi begitu saja..?? kenapa tidak menungguku ??” balasnya bertanya padaku.

“Aku tidak mau mengganggu kalian tadi, jadi aku berinisiatif untuk pulang sendiri..” jawabku berbohong mencari alasan padanya. Tidak mungkin jika aku bilang aku sakit hati melihatnya berpelukan dengan namja lain, meskipun itu kekasihnya.

“Yeollie-ah, maaf tidak memberitaukannya padamu, maaf aku tidak memberitaumu jika aku sudah mempunyai namjachingu.” Ujarnya lirih.

“Dia selama ini tinggal di Taiwan bersama keluarganya.. kami berpacaran 6 bulan yang lalu dan kami juga jarang bertemu beberapa bulan ini.. aku kaget tiba-tiba dia sudah ada disekolah ini tadi.” terangnya lagi padaku.

“Gwaenchana, lagian itukan hakmu.. yeah itu adalah hakmu untuk tidak memberitauku jika kau sudah punya namjachingu. Lagian kan aku bukan siapa-siapamu.. aku hanya kau anggap sebagai teman..” Sahutku sedikit tersenyum kearahnya. Senyum yang sedikit kupaksakan.

“Myungsoo hyung, dia siapa hyung?” tanya namja cantik itu. Tidak tau sejak kapan dia ada dibelakang myungieKU..

“Ah.. ini Lee Sungyeol.. teman baikku chagi.. kenalkan yeollie-ah.. ini Lee Sungjong..” ujar myungsoo menunjuk kearahku.

“Lee Sungjong imnida ^^ namjachingu myungsoo hyung.. bangapseumnida.” Dia membungkuk memperkenalkan dirinya padaku. Suaranya lembut dan ramah.

“Ngg.. aku Lee Sungyeol.. nado bangapseumnida..” menundukkan wajahku sedikit kearahnya.

“Hyung ayo kita pergi, kau kan sudah janji padaku akan mengajakku jalan-jalan jika aku pulang kesini. Kkaja chagiya.” Pinta namja itu dengan tangan bergelayut manja di lengan myungie.

“Ehmm.. sungyeol-ah.. aku .. aku.. tidak bisa pulang bersamamu hari ini.. mianhae.. jeongmal mianhae sungyeol-ah..” dia memegang lembut pundakku.

“Algesseumnida. ( aku mengerti.) pergilah dengan namjachingumu, aku akan pulang sendiri..” sahutku sedikit mengangguk lalu mendongakkan kepalaku sambil tersenyum lembut padanya.

“Mau aku panggilkan taksi untukmu sungyeol-ah??” tawarnya padaku.

“Dwaesseo.( Tdk prlu.) aku bisa memanggil taksi sendiri.. sudahlah.. Jalka. ( pergilah.) dia sudah menunggumu..” aku tersenyum menjawabnya.

“Geurraeyo. (baiklah.) aku pergi dulu sungyeol-ah… annyeoong..” pamitnya padaku..

“Ne.. hati-hati myungie-ah..” ucapku melambaikan tanganku kearahnya.

Mobilnya telah berjalan jauh kearah luar gerbang sekolah dan tak terlihat lagi olehku.. Perih sekali hatiku ini.. sakit yang aku rasa saat ini apakah kau tau myungie-ah..

Aku berjalan dengan pandangan kosong kearah luar gerbang sekolah, aku melangkahkan kakiku tanpa arah, aku tetap berjalan kemanapun kaki ini akan melangkah, tak bisa lagi kutahan airmataku ini yang seakan terbendung sejak tadi di pelupuk mataku, aku masih sangat terkejut dengan apa yang terjadi hari ini. Hatiku sangat sakit mengetaui ini semua. Tangisku semakin menjadi dan memecah keheningan di sekitarku. Tiba-tiba hujan turun dengan lebat.. tak sadar jika aku telah menangis sedari tadi di tengah-tengah hujan yang tengah mengguyur basah tubuhku.. yeah biarlah hujan ini meredam tangisku kini.. hujan ini yang setia menemaniku yang sedang terluka hatinya setelah mengetahui kenyataan pahit ini..

“Oh, chuwo. (Oh dnginx.) cuacanya dingin sekali..” ucapku sedikit mengigil.

“ Oh Tuhan, aku mohon padamu jaga dia yang aku cintai..” ucapku dalam hati.

TIIINN…..TIIIINN…

Brukkkkkkkkkkkk..

Mobil yang ada di depanku tidak sampai menabrakku.. hanya saja aku yang sudah duduk terjatuh di depan mobil itu..

“Neo, jaljinaesseo? ( kau baik2 sja? ) apa kau terluka??” tanya namja tampan itu, tapi dia tidak setampan myungie-ku. Dia menghampiriku dan dia membantuku berdiri juga memakaikan jaketnya padaku..

Dia membantuku masuk kedalam mobilnya. Dia lalu masuk kedalam mobilnya agak sedikit basah kuyup.

“Aku akan mengantarkanmu pulang.. maaf kalo tadi aku hampir menabrakmu. Aku Nam Woohyun.. Dimana alamat rumahmu..” ujarnya padaku dan aku hanya diam menanggapi kata-katanya.

Dia mengarahkan pandangannya kearahku dan menunduk di depan wajahku. Sedikit mengoyangkan tangannya di depan wajahku. Hingga aku refleks memeluknya.

“Apppoo… neomu appooyoo!! Hikz.. hikz.. hikz..” aku mengadu padanya dan menangis dipelukannya.

“Hmm.. Waeyoo?? Museun ilisseo? (Ad mslah ap?.)” tanyanya sambil mengusap lembut punggungku.

“Gwaenchanha. Mianhae. Aku memelukmu tiba-tiba..” ucapku menyadari  apa yang barusan aku lakukan.

“Namaku Lee Sungyeol..”ucapku singkat.

“Ne. Baiklah jika kau tidak mau bercerita padaku.. tapi kau harus memberitauku alamat rumahmu.. tidak mungkin jika aku mengantarmu tapi aku tidak tau tempat yang ku tuju.” Balasnya mengusap puncak kepalaku lembut.

“Eummm.. aku tinggal di ******** no *** kau tau kan??” ujarku padanya.

“Baiklah.. aku akan mengantarmu pulang.. kasian namja secantik dirimu hujan-hujanan dijalan dan hampir tertabrak olehku.. tubuhmu mengigil dan bibir serta wajahmu pucat sekali. Kau harus segera sampai dirumah.  Jika tidak kau akan sakit nantinya.” Ucapnya khawatir..

“Gumawo..” ucapku lirih menundukkan kepalaku dan menatap keluar jendela.

“Myungsoo-ah.. bahagiakah dirimu dengannya… ??” gumamku sangat lirih.

***END FLASHBACK***

Setelah hari itu akupun ijin tidak masuk sekolah selama seminggu.. dengan alasan aku yang sedang sakit.. Myungsoo pun sebenarnya ingin menjengukku, tapi aku selalu beralasan padanya, aku tidak mengijinkannya untuk menemuiku karna aku takut merepotkannya dan aku juga tidak ingin ketauan olehnya.. lagian juga selama ini aku tidak pernah memberitaukan alamat rumahku yang sebenarnya padanya. Aku ingin dia mengenalku sebagai Lee Sungyeol yang sederhana bukan Lee Sungyeol  dari keluarga yang sangat berada. Yeah memang benar aku terlahir dari keluarga yang Kaya Raya.  Ayahku pemilik dari Lee Corp. Perusahaan yang sangat sukses di mancanegara. Sehingga hanya ada aku sendirian di dalam rumah mewahku ini ditemani oleh para maid saja karna kedua orangtuaku sibuk dengan bisnis mereka. Karna itulah selama ini aku selalu bilang pada myungsoo jika aku hanya tinggal di apartemen kecil dipinggir kota bersama kedua orangtuaku karna aku adalah anak tunggal. Yeah aku sedikit berbohong padanya. Maafkan aku myungsoo..

Aku telah mengetahui semuanya, tentang dia dan Sungjong.. tapi diriku belum siap menerima kenyataan ini.. aku berharap ini hanyalah mimpi,, tapi sayangnya semua ini adalah kenyataan.. karna sekarang yang aku tau myungsoo sudah mempunyai kekasih.. yaitu namja yang bernama Lee Sungjong.

Setelah kejadian itu hubunganku dan myungsoo tetap berjalan seperti biasa, akupun juga mulai masuk sekolah kembali. tapi kali ini ada hal yang membuat semuanya berbeda yaitu namja yang bernama Lee Sungjong, namjachingunya myungsoo itu telah menjadi siswa baru di sekolah ini. Dia pindah sekolah disini agar lebih dekat lagi dengan myungsoo katanya. Dan juga namja tampan yang kutemui di tengah hujan waktu itu, dia Nam Woohyun ternyata juga murid baru di kelas myungsoo. Lengkap sudah hari-hariku kini di hiasi pemandangan yang membuatku terluka. Aku tidak tau apakah myungsoo sadar atau tidak jika aku disini lebih dulu mencintainya. Yeah aku yang lebih dulu bertemu dengannya.. Dan akulah yang mencintainya lebih dulu dibanding Sungjong..  Bisakah tuhan membuat Myungsoo dan Sungjong berpisah sekarang juga.. Ahh.. Aku tidak boleh egois.. HUH.. malang sekali nasib cintaku..

**~~~~***

JRREENGG….

Kupetik gitarku sambil duduk di tengah taman yang di hiasi pepohonan yang sangat rindang ini.. yeah.. disini sangat sejuk dan nyaman untuk menyelesaikan laguku.. Benar.. Sebuah lagu yang aku ciptakan untuk dia.. untuk Myungsoo namja yang sangat aku cintai..

JRREEENGG~~~

Pertama kali bertemu~

Ku selalu ingat dirimu~

Meski hanya dalam angan~

Kau selalu terbayang~

 

 

Engganku melupakanmu~

Karnaku mencintaimu~

Meski hanya dalam mimpi~

Hiasi tidurku~

 

 

Hanya dirimu kasih~

Buatku bahagia~

Meski kau tlah berdua~

Ku kan menanti~

 

 

Hadirmu selalu membuat ku tabah tuk menjalani semua derita~

Meski kau telah berdua dan berlalu~

Namun ku kan berdoa selamanya untukmu~

 

 

Senyummu selalu terbayang~

Hiasi indah hariku~

Meski terkadang perih~

Menusuk kalbu~

 

 

Hanya harap dan doa~

Moga engkau bahagia~

Lagu ini tercipta~

Hanya untukmu sayang~

 

 

By:  Lee Sungyeol

 

JRREENGG~~~~

Aku mengakhiri petikan tanganku di gitarku dan mengusap airmata yang ‘lagi-lagi’ suka sekali menghiasi wajahku ini. Aku cengeng sekali sih.. Aku selalu menangis karna dia.. karna dia tidak peka pada perasaanku ini.. menyakitkan sekali semua ini.. apa aku harus berteriak di depannya jika aku MENCINTAINYA.. AKU MENCINTAIMU MYUNGSOO-AH..” ucapku didalam hati.

“Annyeooong ^^ bolehkah aku duduk disampingmu..?” tanya namja itu tersenyum manis. Namja yang sudah kukenal. Dia woohyun.

“Ne. Duduklah Woohyun-ah..” sahutku padanya.

“Aku jarang melihatmu tersenyum.. dan yang kulihat jika kau sedang tersenyum itu sepertinya kau paksakan sekali.. tidak baik jika kau hanya memaksa dirimu tersenyum sedangkan hatimu saja menangis.. apa kau tersenyum seperti itu untuk menunjukkan kau yang bahagia..?? menurutku itu malah sangat menunjukkan sekali jika hal itu terpaksa kau lakukan.. Kau Mencintai Myungsoo kan..??” ujarnya panjang lebar padaku.. dan kata-kata terakhirnya benar-benar membuatku mencelos..

“Anniya..! Jangan sok tau… kau tidak tau apa-apa tentang aku!!.. jadi jangan bicara seenaknya padaku..!!” ucapku mengelak atas peryataannya itu..

“Lagu itu.. Lagu yang kau nyanyikan tadi.. Lagu yang kau ciptakan untuknya kan… Lagu untuk Myungsoo kan??!! Keujyo! (Bnar, kan!.)” tanyanya menatapku tajam sambil memegang erat pundakku.

“Ya!! Museun soriya? (Ap yg kw bcrakan?.) aku sudah bilang padamu jangan sok tau.. kau itu tidak berhak mencampuri urusanku!! Kenapa memaksaku untuk menjawab pertanyaanmu yang sangat sok tau itu sih!! Lepaskan aku!!” balasku ketus menatapnya tajam dan melepas tangannya dari pundakku.

Saat aku akan berbalik kembali ke kelas.. Tanpa aku sadari ada seseorang yang menguping di balik pohon.. Gawat !! sebelum aku mengejarnya,, dia sudah menghilang.. Siapa dia tadi??  Apakah dia mendengar apa yang aku bicarakan dengan Woohyun..??

END.. OR LANJUT..

Read Coment Like … mau tau kelanjutannya kan..  *di lempar bom ma readers* cerita ini tadinya Cuma segini hanya sedikit aku masukin curhatku,,, karna endingku sad… huhuhu.. aku mau myungyeol endingx happy.. akan aku lanjutin jika ada yang mau lanjut… OKE.. Annyeoooongg ^^

Lagu Cinta Untukmu//Myungsoo Ver.


Title : Lagu Cinta Untukmu

Author : Queenloveminho aka Hyo

Genre : Sad, Romance and cri tw ndri ea^^

Rating : PG-15 – NC-21

Length : 2-2

Cast :

Lee Sungyeol ( Yeol )

Kim Myungsoo ( L )

Other Cast :

Lee Hoya ( Hoya ) *minjem nama*

Nam Woohyun ( Woohyun ) *muncul dikit*

Lee Sungjong ( Sungjong ) *muncul dikit*

Dll..

WARNING!! YAOI, Shoneun-ai, Boys love, BoysXBoys, typo, gaje.. GA SUKA JGN DBCA Say.. DILARANG BASHING karna ga cocok ma COUPLE nya.. Harus tinggalkan KOMEN ok ^^

Disclaimer : Cast and other cast milik aku.. hehehe.. murni hasil imajinasiku loh.. jangan di Copas tanpa ijin.. Hargailah aku berkarya.. jangan lupa habis Read Coment n juga Like ea….. hehehehe :D

NB: Ini FF curcol … aku buat untuk ungkapan cinta aku buat seseorang,  Huft… tp ending nyata aq ma dy sad ending.. :’(  py q g suka sad ending.. jdi crita ini aq buat happy ending bwt MyungYeol…..  mav kalo rada Gaje juga puanjaaaanggg banget yeah..  Disini semuanya masih anak SMA…. yeeyyee… ^^

♥∞∞HapPy ReadiNg∞∞♥

Myungsoo Pov

JRREEEENNGGG~~

Kupetik gitarku perlahan merangkai nada indah untuk mengiringi lagu ciptaanku untuknya.. meskipun dia mungkin tidak akan pernah mendengarnya..

Ini karena kamu datang kepadaku~

 

Untuk tinggal di hatiku siang dan malam~

 

Dunia mempunyai jalan~

 

Dunia mempunyai tangga~

 

Mempunyai cinta dan hati~

 

Yang mempertemukan kita~

 

 Di dunia ini kita berdua~

 

 

By : Myungsoo

 

Lagu sederhana yang aku buat untukmu sungyeol-ah.. yeah .. namja cantik nan imut yang sudah menarik perhatianku sejak pertama kali dia bersekolah di Infinite High School.. sosoknya yang pendiam dan suka menyendiri membuatku penasaran dengan namja ini.. aku selalu mengikutinya tanpa dia ketahui.. mungkin hanya di dalam sekolah saja aku selalu mengamatinya.. aku takut tertangkap olehnya jika saja aku terus mengikutinya selama 24 jam..

Sudah lama aku menyukainya.. lebih tepatnya aku sudah jatuh hati padanya, hatiku sudah terpaut padanya seorang sejak awal bertemu dengannya.. dialah orang yang aku cintai.. lucu sekali aku mencintainya tapi aku hanya bisa memendam cintaku padanya..

Aku meletakkan gitarku diranjang yang ada di kamarku, aku beranjak berjalan mendekati jendela kamarku.. menatap bintang yang sedang bertaburan dengan indahnya di atas sana.. menulis namanya diatas sana, disekitar bintang yang bersinar  gemerlap dengan indahnya  bertaburan di angkasa luas.. menulis nama orang yang ku cintai.. dia cinta pertamaku.. Lee Sungyeol <3 Saranghae..

JRRREEENGGG~~~~~

Aku kembali memetik senar pada gitarku untuk menghasilkan nada sederhana lagi untuk dia yang aku cinta.. walau tercipta dari kata-kata yang sederhana, bagiku ini adalah ungkapan perasaanku untuknya.. Lee Sungyeol..

Satu-satunya bintang~

Yang selalu kutunggu setiap hari~

 

Aku ingin bintang yang sama..~

 

Yang juga sedang kau lihat~

 

Hanya bintang itu~

By : Myungsoo

Hanya bisa merangkai nada-nada sederhana untuknya.. tanpa bisa mengutarakan padanya.. bodohnya diriku ini.. sepertinya aku memang benar-benar bodoh hanya bisa menatapnya saja tanpa bisa menyapanya, memang benar aku sungguh mencintainya.. tapi kapan aku bisa mendekatinya secara langsung.. walaupun tidak mungkin untuk aku bisa  menjadi kekasihnya.. yang penting aku bisa selalu ada didekatnya menjadi temannya, aku sudah bersyukur..

Yeah.. inilah aku Kim Myungsoo.. aku adalah seorang namja yang terbilang tampan namun dingin dan cuek dengan apa yang ada disekitarku.. Aku masuk kedalam tim basket tapi aku tidak mau menjadi ketuanya, itu karna aku tidak terlalu terobsesi pada basket, aku bermain basket untuk sekedar menyalurkan hobiku saja. Dan satu lagi alasanku masuk kedalam tim basket.. yaitu untuk menarik perhatian Sungyeol seorang. Mungkin saja dengan cara ini aku bisa menarik sedikit perhatiannya padaku walaupun aku tidak yakin dia akan meresponnya. Aku tidak terlalu suka jika para yeoja selalu mengejar-ngejarku, mereka sungguh membuatku risih dibuatnya. Imageku yang dingin dan cuek ini membuat para yeoja jarang ada yang mau menempel padaku. Aku tidak akan merespon apapun yang yeoja-yeoja itu katakan. Meskipun mereka akan berteriak-teriak  tidak jelas saat aku sedang latihan basket di lapangan basket, namun sepertinya sangat membuat telingaku iritasi mendengar teriakannya itu.

*waktu aku skipp*

Apa usahaku ini membuahkan hasil yang membahagiakan bagiku.. jawabannya adalah Yeahh memang benar . Sudah satu tahun ini aku memperhatikannya dan menatapnya secara diam-diam. Tuhan mendengarkan doaku ^^ thanks GOD.

Saat itu saat aku sedang latihan basket bersama tim basketku.. sengaja aku mengoper bola kearah temanku Hoya, namun tak kusadari bahwa lemparan itu terlalu jauh sehingga terbang melesat kearah namja cantik yang sedang berdiri tidak jauh dari lapangan.

*#JBBUUKKKKKK#*

Terdengar pekik kesakitan dari arah namja cantik itu. Aku hampiri namja yang sedang jatuh terduduk di lantai itu sambil memegangi hidungnya yang berdarah, dari arah samping sepertinya aku mengenali siapa namja ini. Setelah berada di depannya pun aku sedikit berdebar-debar, ternyata namja yang terkena lemparan bolaku adalah sungyeollie-KU.. oomooonaaa.. pasti sakit sekali. Cerobohnya aku ini.. kenapa sampai mengenai hidungnya yang mancung itu, sehingga membuatnya sedikit berdarah.. aku dekati namja itu dan mensejajarkan tubuhku menunduk di dedepannya.

“Huh…. Apppooooyoo….” pekiknya kesakitan.

Mian nae sungyeol, aku benar-benar tidak sengaja. Wajahnya sangat cantik dan sungguh mulus terlihat sedekat ini.

“Hmmm.. Neo gwaenchana?? Mianhaeyo.. aku tidak sengaja tadi..” ucapku menunduk memandang wajahnya yang cantik.

Kenapa dia diam saja menatapku seperti itu, apakah dia akan memarahiku. Ku ulangi lagi bertanya padanya. Sedikit menepuk pundaknya untuk memastikan dia tidak marah padaku.

“Neo, jaljinaesseo ?? ( Kau baik2 saja ??) apakah hidungmu sakit??” tanyaku memegang pundaknya.

“Gwaenchana.. memang sedikit appo..” jawabnya cepat.

Ommonaa.. dia manis sekali.. kenapa hanya berkata seperti itu.. hidungnya pasti sangat sakit terkena lemparanku yang terbilang sedikit sadis itu.

“Hidungmu berdarah!! Ayo kita obati hidungmu di UKS sekolah..” ajakku memegang tangannya dan langsung mengendong tubuhnya ini yang terbilang ringan dan ramping untuk ukuran seorang namja.

Apa ini hanya perasaanku saja jika dia sedang menatapku yang sedang mengendongnya. Ahh sudahlah mungkin ini hanya perasaanku saja yang sedikit berlebihan.

Aku mendudukannya diranjang yang ada didalam UKS sekolah ini secara perlahan.

“Sini aku obati hidungmu..” ujarku dengan membawa kapas dan betadine ditanganku.

“Dokternya sedang tidak ada, jadi aku saja yang mengobatimu.. duduklah di dekatku..” pintaku lembut padanya. Memang pas sekali dokter yang berjaga di UKS sekolah ini sedang tidak masuk. Jadi aku bisa mengobati sungyeol dengan tanganku sendiri.

“Aku sungguh minta maaf karena bola itu terlempar kearahmu dan membuatmu terluka..” ucapku lirih. Mana tega aku melempar bola sialan itu kearah sungyeol yang aku cintai.

“AAAkkkhh…Appoo..” ucapnya sedikit memanyunkan bibirnya kearahku.

Hmmm.. yeppeo.. bibir itu manis sekali jika sedang mengerucut seperti itu. Tanganku ini tidak hati-hati sehingga aku tidak sengaja menekan hidungnya yang terluka. Mian nae sungyeolliee:(.

“Uhhmm.. mian.. mian.. aku tidak sengaja..” aku menunduk minta maaf padanya. Bodohnya aku membuatnya kesakitan lagi.

“Ne , gwaenchana..” dia menjawab singkat. Daritadi dia tidak banyak bicara padaku. Membuatku merasa sangat bersalah padanya. Akan ku obati hidungmu ini perlahan-lahan. Sungyeol-ah.

“Yuupzz.. sudah selesai…” seruku agak senang. Aku ingin memastikan dia tidak marah padaku. Karna aku sudah selesai mengobati hidungnya itu dengan lembut dan hati-hati.

“Gomawo..” ucapnya tersenyum lembut padaku. Cantik.. Sungguh cantik sekali senyuman ini. Sedikit terpaku dengan senyumannya tapi langsung aku menjawabnya di selingi senyuman khas dariku.

“Cheonma..” balasku memamerkan senyumku yang indah bagiku.

Karna terlalu khawatir dan sengaja ingin berkenalan lebih dekat dengannya, akupun dengan sengaja membuat sedikit alasan untuk meminta nomornya.

“Jika terjadi sesuatu padamu setelah kejadian ini, kau bisa menghubungiku. ” ucapku padanya. Dia hanya menggangguk mengiyakan.

“Mana ponselmu? Aku akan memberimu nomerku untuk kau simpan.. untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu padamu..” pintaku padanya.

“Ini ponselku..” dia memberikan ponselnya padaku. Langsung saja dengan sangat senang hati aku mengetikkan nomorku di ponselnya ini.

“Ini nomerku.. ehmm tunggu… nah sudah… ini hpmu..” aku menggembalikan ponselnya setelah mencoba memiscal nomor ponselku tadi.

“Baiklah, sampai jumpa.. Lee Sungyeol…” ceplosku menyebut namanya. Bodohnya aku, bisa-bisa aku ketauan  menyebut namanya padahal kami belum berkenalan.

Aku ingin segera pergi sebelum dia menyadari jika aku memanggil nama lengkapnya namun saat akan beranjak pergi dari UKS, sungyeol menahanku. Apakah aku ketauan. Huh.. gawat.

“Jjankanman..” cegahnya padaku. Akupun menoleh kearahnya.

“Kau tau namaku dari mana..??” tanyanya penasaran menatapku. Ommoo.. dia menyadarinya..

“Aku tau namamu dari name tag mu ini..” ucapku sambil menunjuk name tagnya yang tertera di sebelah kiri dadanya.. iya kau benar myungsoo. Kau  memang pintar mengelak. Hehe.

“Namamu Lee Sungyeol,  benar bukan??”aku mengulang menyebut namanya untuk meyakinkannya..

“Iyya benar.. Aku kira kau.. uppsss.. bukan…” aku penasaran karna dia tidak meneruskan kata-katanya.

“Ada apa sungyeol-ah..? kau kira apa tadi.. kenapa memutus kata-katamu tadi..” tanyaku sedikit curiga jika dia tau aku sedang berbohong.

“Aniyeyo!” balasnya cepat.. berarti tidak ada masalah.

“Ohya sudah, Ommoo.. aku belum memberitau namaku padamu.. Hmm..  Aku Kim Myungsoo.. baiklah aku pergi dulu.. annyeoong..” ucapku lalu berlalu pergi meninggalkannya sendiri di UKS. Hampir saja aku lupa memperkenalkan diriku padanya, apa jadinya jika tadi aku lupa menyebut namaku padanya.

Semenjak hari itu, aku dan sungyeol pun sering smsan dan telepon, bahkan kami disekolah sudah menjadi teman yang sangat dekat & akrab. Hari-hariku semakin indah kujalani dengannya.

Kemanapun aku pergi aku selalu mengajaknya, seperti saat ini. Aku sedang mengajaknya makan di kedai kecil di pinggir jalan.

“Ahjumma aku pesan mie ramyeon dan kimchi 2 porsi ea?” teriakku pada ahjumma penjual makanan.

“Ne. Akan segera datang.” Sahut ahjumma menanggapiku.

Aku berjalan kepojok kedai ini untuk mengambil 2 botol air mineral untukku dan sungyeol.

“Myungie-ah, kau suka makan di pinggir jalan juga ea?” tanyanya padaku.

“Ne. Asalkan makanan itu sehat dan membuatku kenyang, tidak masalah bagiku makan ditempat seperti ini.” Jawabku tersenyum kearahnya.

“Waeyo yeollieh-ah?” tanyaku ‘lagi’ padanya. Yeah .. aku memanggilnya ‘yeollie’ agar lebih terasa dekat denganku. Akupun menyuruhnya memangilku ‘myungie’ saja. Manis sekali kan..:)

“Aniyo. Gwaenchana.” Balasnya tersenyum kearahku.

“Ahjumma, aku mau tumis cumi-cumi sekalian juga ea?” yeollie memesan pada ahjumma penjual makanan juga.

“Ne. Segera siap..”  sahut ahjumma itu.

Beberapa menit kemudian..

“Ini makanannya sudah datang.. silakan dinikmati..” ujar ahjumma itu menaruh pesanan kami di meja.

“Myungie-ah, Kau ingin makan cumi-cumi?” tanya yeollie padaku.

Tidak menjawabnya, akupun malah bertanya balik padanya.

“Pernakah kau mendengar cerita tentang cumi-cumi?” tanyaku padanya.

“Tidak pernah.” Jawabnya singkat padaku.

“Baiklah, Aku akan menceritakannya padamu..” tuturku padanya. Dan dia hanya mengangguk saja.

“Pada suatu waktu. Ada dua ekor cumi-cumi. Mereka telah melakukan perjalanan sampai akhirnya bertemu. Kemudian, mereka jatuh cinta dan mereka menjadi pasangan sampai akhirnya mereka menikah. Pada hari pernikahan. Pendeta cumi menyuruh mereka untuk berpegangan tangan. Jadi, mereka saling berpegangan tangan.” Aku akhiri ceritaku.

“Memegang tangan..   berpegangan tangan ..  memegang tangan.. berpegangan tangan.. memegang tangan..” aku mengucapkannya sambil merekatkan kedua tanganku satu persatu.

“Myungie-ah, kau  gila ya.. tapi lucu..” ujarnya padaku.

“Yang menceritakan atau cumi-cuminya..?” tanyaku memastikan dan sedikit mengodanya.

“Yang menceritakan..  eh. Cumi-cuminya.. umm.. aku bingung.” Ucapnya membuatku tersenyum dibuatnya. Namja ini selain cantik juga manis sekali.

“Aku jadi tidak mau memakannya..” ujarnya menatapku.

“Aku tidak pernah lagi makan cumi-cumi sejak aku mendengar cerita ini..” sahutku padanya.

“Jadi..  Apakah kau pernah memegang tangan seseorang seperti cumi-cumi tadi?” tanyanya padaku. Aku sedikit menerawang memandang jalan lalu beralih memandangnya.

“Sekali. Dengan seorang namja berwajah cantik yang hidungnya terluka saat dia jatuh karna terkena lemparan bolaku..  jadi aku memegang tangannya, Hmm.. aku bahkan menggendongnya..” ungkapku padanya.

“Hahahaha.. myungie-ah, kau ini lucu sekali..” sahutnya hanya tertawa menanggapi jawabanku. Itulah jawaban yang sebenarnya yeollie-ah. Kaulah yang menjadi pertama. Yang kupegang erat tangannya.

Apa dia mengira aku hanya bercanda dengan jawaban itu. Apakah dia tidak menyukaiku. Huh. Malangnya diriku.

**∞♥∞

♥waktu aku skipp♥

Sudah 1 tahun ini aku jalani setiap hariku dengannya, aku bahagia selalu dengannya walaupun mungkin dia tidak mencintaiku.. rasa cintaku ini tidak berkurang sedikitpun padanya. Aku tetap sangat mencintainya. Hingga suatu kejadian buruk menimpah keluargaku. Yang membuatku harus terpaksa menyimpan rapat-rapat rasa cintaku ini untuknya.

@Dirumah

Saat aku akan melangkah kedalam rumah, tidak sengaja aku mendengar percakapan appaku dengan seseorang.

“Kau harus segera mengembalikan uangku..!! perusahaanmu itu sudah bangkrut sejak dulu jika aku tidak menopang keuanganmu..!! jika kau tidak bisa mengembalikan secepatnya , anakmu harus menjadi kekasih anakku..!!” ujar namja tua dengan seenaknya pada appaku.

“Apa  maksudmu?? Dengan anakku harus menjadi kekasih anakmu hah..” sahut appa.

“Anakku Lee Sungjong itu sangat ingin mempunyai kekasih, dan setelah aku memperlihatkan foto anakmu yang tampan itu pada anakku, setelahnya dia bilang dia menyukai anakmu.. karna anakku itu masih SMA dan dia juga masih sangat muda, jadi aku putuskan untuk mengabulkan keinginan sungjong untuk menjadikan anakmu itu kekasih anakku. Jadi dengan begitu kupikir kita bisa tetap saling membantu.. bagaimana??” cerita namja tua itu padaku.

“Oh.. DAMN..!! apalagi ini.. kegilaan apa ini.. bisa-bisanya orang itu berkata seperti itu.” Makiku dalam hati.

“Anakku tidak  akan mau Lee Jongguk-ssi.. dia saja tidak pernah mengenal anakmu sungjong, bagaimana bisa myungsoo langsung mau menjadi kekasih anakmu..huh..” sahut apa pada namja tua yang bernama ‘Lee Jongguk’ itu.

“Hah.. terserah kau saja bodoh!! Asal kau tau saja Kim Minsuk, anakku itu sangat berharga untukku, aku tidak akan menyerahkannya pada namja yang asal-asalan..!! sudah untung aku memberikanmu kesempatan untukmu lepas dari jeratan hutang yang akan membuatmu bangkrut sampai keakarnya..!! tapi kau terlalu banyak alasan.. kau mau kubuat keluargamu bangkrut tak tersisa.. HAH !!” dibalasnya kata-kata appa lebih menyakitkan aku rasa.

Karna aku tidak tahan, akupun masuk kedalam rumah dan menghampiri appaku serta namja tua itu.

“Myungsoo-ah.. kau harus membantu appa nak? Appa sedang kesusahan.” Pinta appa padaku. Apakah aku harus mengorbankan perasaanku demi appa?? Baiklah, demi keluargaku, lagian sungyeol juga ternyata tidak mencintaiku. Dengan terpaksa aku akan menerima semua ini.

“Baiklah. Aku mau menurutimu Lee ahjussi.. tapi jangan kau coba menghancurkan perusahaan appaku.” Sahutku menatap wajah Lee jongguk ahjussi itu.

“Yeah.. baguslah.. anak pintar.. kau harus menjaga anakku dengan baik jika begitu.” Ujarnya terkekeh.

“Pertemukan dulu aku dengan anakmu lee ahjussi.. mana mungkin aku menjadi kekasihnya tetapi dia saja tidak ada disini.” Sahutku menatapnya.

“Besok anakku sungjong akan datang dari Taiwan langsung untuk menemuimu.. bersiap-siaplah untuk besok.. ” ucapnya tegas.

“Ne. Aku tunggu..” jawabku malas.

“Baiklah aku pergi dulu.. masih banyak urusan yang harus aku selesaikan..” pamitnya sedikit sombong.

Setelah kepergiannya, akupun hanya bisa diam.. menanti kemalanganku besok. Bagaimana bisa aku menjadi kekasih namja yang bernama Lee Sungjong itu, jika aku saja tidak mengenalnya, apalagi aku tidak mencintainya. Bagaimana dengan nasib sungyeol jika aku nantinya bersama dengan namja itu..

“Myungsoo-ah, maafkan appamu ini nak.. aku tidak bisa menjadi appa yang baik untukmu..” ucap appa dengan wajah sedihnya.

“Sudahlah appa.. aku hanya tidak ingin melihat keluarga kita menderita.. aku ingin bertemu umma.. dimana umma sekarang appa?”tanyaku pada appa.

“Ummamu ada dikamar nak, dia tadi sedikit syok melihat lee jongguk itu disini..” balas appa singkat.

“Baiklah, aku akan kekamar untuk menemui umma.” Ucapku langsung berjalan menaiki tangga untuk kelantai atas.

Aku berjalan perlahan mendekati kamar utama dirumah ini, kubuka perlahan pintu kamar umma, melangkahkan kakiku perlahan ketepi ranjang dimana ummaku tengah duduk membelakangiku sambil menangis. Kuhampiri ummaku dan akupun langsung mengambil tempat disampingnya.

“Umma, uljimaaa.. umma tidak perlu menangis lagi, umma tenang saja ne, aku akan membantu keluarga kita semampuku.” Ujarku pada umma.

“Dan mengorbankan hati serta cintamu untuk orang yang kau cintai selama ini myungsoo-ah.. untuk bersama dengan orang yang tidak kau cintai sama sekali..” sahut umma menatapku.

Umma tau segalanya tentang perasaanku pada sungyeol, aku selalu bercerita apapun itu pada umma mengenai aku dan sungyeol.

“Umma mendengar apa yang mereka bicarakan myungsoo-ah.. hati umma tidak rela jika kau menuruti permintaan lee jongguk itu.. umma ingin kau mengejar cintamu sendiri bukan malah menuruti keinginan lee jongguk itu.” Seru umma padaku.

“Gwaenchanayo umma, aku ingin berbakti pada kedua orang tuaku umma, aku tidak mau melihat kalian kesusahan. Lagian sungyeol tidak mencintaiku umma..” ucapku sedih pada umma.

“Waeyo.. Apa dia menolak cintamu myungsoo-ah??” umma bertanya padaku.

“Anni.. Aku bahkan tidak berkata apapun padanya tentang perasaanku ini umma..” ceritaku pada umma.

“Waeyo tidak menyatakan cintamu padanya myungsoo-ah.. apa kau tidak menyesal menerima semua ini. Umma takut kau nantinya akan menyesal dengan keputusanmu ini.” Ucap umma khawatir padaku.

“Gwaenchana umma, aku sudah bersiap untuk menghadapi ini semua, walau mungkin hatiku tak akan rela menerima ini semua” aku mengucapkan kata terakhir itu dalam hatiku.

Yeaaahh.. mulai hari ini hidupku akan berubah, apakah akan ada yang tersakiti dengan keputusanku ini.. aku juga tidak tau.

#Esoknya#

TINGTONG~~~

TINGTONG~~

TINGTONG~~~~

Suara bel mengusik keheningan yang ada didalam rumahku, apakah ada tamu. Oh ya aku lupa, anak lee jongguk ahjussi itu mungkin sudah datang. Aku berjalan menuruni tangga untuk segera membuka pintu dengan wajah malasku.

“Ne. Gidariseyo ! ( tunggu sebentar !).” aku berjalan mendekat kearah pintu.

Setelah membuka pintu, aku pun dengan santainya menyuruh namja itu masuk kedalam rumah dan menyuruhnya untuk duduk di sofa. Tetapi namja itu hanya diam saja berdiri mematung di depan pintu. Aisshh.. kenapa namja ini, wajahnya cukup cantik, tapi tidak ada yang bisa menandingi kecantikan sungyeollie-KU. Apa dia sedang terpaku menatapku , akupun sedikit menepuk wajahnya agar dia segera tersadar dari kekagumannya akan ketampananku ini.

“Masuklah.. jangan menatapku seperti itu.. kau bisa duduk disana..”ujarku padanya.

“Ehh.. ehmm .. Ne.” Dia hanya mengangguk saja. Dan segera melangkah masuk kedalam rumahku dan langsung mendudukan dirinya disofa ruang tamu.

“Sebentar, aku akan memanggil kedua orangtuaku.” Ucapku langsung melengos pergi meninggalkannya sendiri disana.

Tak lama kemudian akupun turun bersama dengan kedua orangtuaku dan langsung duduk berhadapan dengan namja cantik itu.

“Annyeong Ahjumma, Ahjussi, Kim Myungsoo hyung, Lee Sungjong imnida. Bangapseumnida.” Ucapnya tersenyum lalu membungkuk memperkenalkan dirinya padaku dan kedua orangtuaku.

“Ne.. nado bangapseumnida sungjong-ah..” ucap umma dan appaku. Aku hanya mengangguk saja menanggapi perkenalan dirinya tadi.

“Ahjumma, ahjussii, appaku tidak bisa datang kemari, karena beliau sedang menghadiri rapat di luar negeri.. appa bilang selama liburan 2 bulan ini, appa mengijinkanku untuk berlibur ke seoul untuk menemui myungsoo hyung disini. Tenang saja ahjumma, ahjussii, appaku telah menyiapkan sebuah apartemen yang akan kutinggali bersama dengan pelayanku untuk meenemaniku selama berada disini. Jadi aku tidak akan merepotkan kalian selama berada disini.” Ceritanya panjang lebar pada kedua orangtuaku. Ternyata namja ini agak cerewet rupanya. Semoga saja 2 bulan kedepan aku jalani dengan baik walau harus menutupinya dari sungyeol. Semoga saja tidak ketauan oleh sungyeol.

“Hyung.. myungsoo hyung..” dia menggoyang-goyangkan tanganku untuk menyadarkanku atas lamunanku sesaat tadi.

“Wae sungjong-ah?” tanyaku singkat. Sejujurnya aku malas berlama-lama dengannya. Tapi apa boleh buat, semua ini aku lakukan demi keluargaku. Aku tidak mau melihat keluargaku menderita karna appanya.

“Ayo hyung, kita pergi berjalan-jalan hari ini.. ini kan hari sabtu. Sekolahmu pasti libur kan.. ayolah hyung..”pintanya sedikit manja padaku.

“Baiklah, aku akan mengajakmu ke taman hiburan saja bagaimana sungjong-ah..” tawarku padanya.

“Kurasa itu ide yang sangat bagus hyung, ayo kita segera pergi..” ajaknya padaku.

“Tunggulah sebentar, aku akan berganti pakaian dulu, tidak mungkin aku keluar dengan pakaian rumah seperti ini..” ujarku padanya. Dia hanya mengangguk menanggapinya.

Tak lama kemudian akupun siap untuk pergi bersama sungjong ke taman hiburan yang ada di pusat kota seoul.

“Ayo sungjong-ah. Umma, appa, aku pergi ya. Annyeong..” pamitku pada kedua orangtuaku.

“Hati-hati myungsoo-ah.” Ucap umma dan appa bersamaan.

**##∞∞∞

“Hyung, aku mau naik yang itu hyung..” sungjong menunjuk permainan halilintar yang sedang naik turun diatas sana.

“Kau yakin ingin naik itu, aku takut terjadi apa-apa denganmu nantinya setelah naik itu.” Ucapku sedikit ragu menuruti keinginannya.

“Ani hyung. Aku tidak akan kenapa-napa jika kau selalu ada disampingku..” ucapnya mengenggam tangan kiriku.

“Baiklah, tunggulah ditempat tunggu didekat permainan itu, aku akan membelikan tiketnya untuk kita berdua..” ujarku padanya.

“Ne hyung. Aku tunggu disana ya.” Sahutnya tersenyum riang padaku.

“Huh. Dasar anak kecil.” Gumamku singkat menatapnya pergi ketempat yang kusuruh tadi.

∞∞∞

“Ini tiketnya sungjong-ah.. ayo kita naik.” Ucapku menarik tangannya masuk kearea permainan.

“Gumawo hyung.” Balasnya singkat padaku. Mukanya terlihat sedikit merona kulihat. Apa dia terlihat sedang malu.

Aku dan diapun segera duduk ditempat yang bersampingan setelah memberikan tiket masuk kepada petugas tadi.

HZZZEEEEPPP…. HHHAAAPPP… HZZEEEPPP.. *suara permainan halilintarnya ==” rada aneh suaranya*

Dia terlihat ketakutan sepertinya, karna dari awal halilintar ini bergerak naik turun, dia selalu memegang erat lenganku. Dan matanya pun dia pejamkan. Sesudahnya permainan ini selesai, aku pun segera beranjak pergi dari area tersebut bersamanya. Dan semakin kurasakan lenganku tetap dipegang dengan erat olehnya. Sedikit risih dan membuatku menoleh kearahnya.

“Ada apa sungjong-ah? Ommoo.. kau berkeringat banyak sekali.. ayo kita duduk disana.” Ajakku sedikit khawatir melihat keadaannya.

“Tunggu sebentar disini, aku akan membelikan minuman untukmu. Tunggu disini ne.” Dia hanya mengangguk menurut.

Apa dia sangat ketakutan naik permainan itu tadi, aisshh.. aku merasa sedikit bersalah padanya..

“Ini sungjong-ah.. minumlah..” aku menyodorkan minuman kearahnya. Aku berjongkok didepannya, dan mengusap keringatnya dengan sapu tanganku ini.

“Hyung, gomawo. Kau sudah perhatian padaku.” Dia mengulum senyum manis kearahku. Aku hanya menanggapinya dengan balas tersenyum kearahnya.

“Hyung, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.. bolehkah hyung?” dia meminta ijin padaku.

“Ne. Silakan saja sungjong-ah..” jawaabku singkat padanya. Aku tau kearah mana pembicaraan ini nantinya, aku sudah bersiap dengan semua yang akan terjadi setelah ini. Huft .. mian sungyeol-ah.. :(

“Myungsoo hyung, aku menyukaimu hyung.. aku mulai mencintaimu sejak melihat fotomu yang diberikan appa padaku sebulan yang lalu.” Ungkapnya dengan semburat merah menghiasi wajahnya.

Aku hanya diam menatapnya. Haruskah semua ini terjadi.

“Aku mau kau menjadi namjachinguku hyung.. kau mau kan hyung??” dia tersenyum menatapku.

Apa aku harus menjawab ‘iya’. Aku saja baru bertemu hari ini dengannya. Dan seharusnya dia tidak perlu secepat ini menyatakan cintanya padaku. Memang dasar lee jongguk ahjussi itu, kenapa dia seenaknya mengatur semua ini.

“Ne. Aku mau jongie-ah.. ayo kita pergi makan. Aku lapar jongie-ah..” ucapku menerima pernyataan cinta ‘sepihak’ nya padaku. Dia langsung berdiri dan memelukku erat.

“Gumawo myungsoo hyung. Kau memanggilku jongie tadi, berarti aku akan memanggilmu soo hyung, bagaimana..?” tanyanya padaku.

“Baiklah jongie-ah, ayo kita pergi sekarang juga. Aku benar-benar sangat lapar.” Ucapku mengalihkan sedikit perhatiannya untuk melepas pelukannya dariku.

“Wah hyung, ini adalah kencan pertama kita dong.” Ucapnya dengan semangat.

“Dari awal memang ini sudah kencan kita chagi..” ucapku tersenyum miris kearah lain. Oh haruskah aku meneruskan ini semua.. aku harus memanggilnya dengan sebutan chagi dan mengangapnya kekasihku.. padahal didalam hatiku sama sekali tidak rela.

*waktu aku skipp ea.. males nulis myungjong moment lama-lama ntar mlah bkin aku nangis sendiri*#mian readers-_-#

Sudah dua bulan berlalu,  hubunganku dengan sungyeol tetap berjalan seperti biasanya, tidak ada perkembangan apapun pada hubungan kami, hanyalah terjalin sebuah persahabatan seperti biasanya, hanya bedanya sekarang perasaanku sangatlah mendalam untuk sungyeol seorang dihatiku, bahkan cinta yang diberikan sungjong selama dua bulan ini pun tidak dapat menembus kedasar hatiku yang terdalam. Karna aku telah mengunci  hatiku dari cinta yang lain. Karna cintaku hanya untuk sungyeol seorang.

Hari ini sungjong akan kembali ke Taiwan untuk mulai masuk sekolah kembali setelah libur musim panasnya dilewatinya selama 2 bulan di korea bersamaku. Aku pun mengantarkannya kebandara untuk melepas kepergiannya yang mungkin untuk sementara waktu ini berpisah denganku. Aku sedikit lega sudah tidak melewati hari-hariku bersamanya lagi. Aku tidak perlu pulang cepat hanya untuk menemuinya lagi. Aku akan bisa melewati hari-hariku lagi dengan sungyeol disampingku. Kuakui memang aku tidak mencintai sungjong, tapi aku tetap menyayanginya seperti adikku sendiri.  Kuharap suatu saat dia mengerti. Dan tidak merasa sakit hati.

“Chagi-ah, jaga dirimu baik-baik disini.. arraa???” ucapnya memelukku.

“Ne. Aku akan baik-baik saja disini. Kau belajar yang rajin disana.” Balasku mengusap belakang kepalanya.

“Arrayo chagi. Annyeoongg..” dia mengangguk dan melepaskan pelukannya di tubuhku. Dan dia pun segera masuk keruang bording pass.

“Hmm.. aku merindukanmu yeolliee-ah…” gumamku menatap foto kami berdua yang sengaja kujadikan walpaper ponselku khusus sungyeol saja. Yeah benar aku mempunyai 2 ponsel yang kugunakan sekarang. 1 ponselku aku khususkan untuk menyimpan semua memori tentang aku dan yeollie. Dan 1 ponsel lagi untuk keluargaku dan sungjong. Agar aku lebih mudah untuk menghubungi sungyeol tanpa membuat curiga sungjong.

****###****

Sepulang aku dari bandara, akupun mengajak sungyeol untuk janjian bertemu di taman kota, aku ingin mengajaknya berjalan-jalan bersama.

To: Nae Yeollie

 

Yeollie-ah, ayo jalan-jalan siang denganku.. aku sedang ingin bersepeda hari ini..

Tak lama kemudian ponselku bergetar..

Dret..drett..dret..

: Nae Yeollie

Ayo myungie-ah.. sampai ketemu disana.. :)

 

Aku tersenyum sambil memasukkan ponselku kedalam saku celanaku dan langsung menuju parkiran dan segera menggendarai mobil audi hitamku ini kelokasi pertemuanku dengan sungyeol.

Lumayan lama juga aku sampai disana, dikarenakan jalanan yang sedikit macet. Aku langsung melangkahkan kakiku ketempat dimana  biasa aku duduk bersama sungyeol.

“Mianhe yeollie-ah.. aku terlambat lama sekali.. aku harus mengantarkan saudaraku kebandara dulu.. maaf sudah membuatmu menunggu lama.” Ucapku lirih menatap wajah cantiknya.

“Gwaenchana myungie-ah.. aku mengerti kok. Sudahlah, ayo kita bersepeda.. kau tidak lupa membawa sepedanya kan myungie..” ucapnya tersenyum padaku. Cantik sekali senyuman ini.

“Kkaja yeollie..” ucapku menggandeng tangan kirinya, menuntunnya berjalan kearah mobilku.

“Myungie, kau membawa apa saja.. masa kau hanya membawa sepeda saja..” tanyanya memanyunkan bibirnya yang imut itu kearahku.

“Tenang saja, aku membawa cukup uang untuk berjaga-jaga dijalan. Biarkan mobilku ini disini saja. Kita akan bersepeda tidak jauh dari sini.” Sahutku menatapnya gemas. Andai saja dia tau jika selama ini aku selalu bertahan didepannya, bertahan untuk tidak kehilangan akal saat bersamanya. Aku selalu saja ingin memeluknya, tapi aku urungkan niatku itu karna aku tidak ingin ketauan olehnya.

Aku membuka bagasi mobilku dan mengeluarkan sepeda lipat dari dalam sana. Sepeda mungil yang cukup dipakai berdua saja. Romantis kan. Meskipun kami bukan sepasang kekasih, aku harap semoga suatu hari nanti dia akan menjadi milikku untuk selamanya. *kita semua bilang ‘AMIEN’*

“Ayo naik.. kita mulai bersepedanya sekarang.. berpeganglah yang erat dipinggangku, jika perlu peluk saja aku dengan erat.” Ujarku santai kepadanya.

“Ne myungie-ah.. ayo jalan..” dia menuruti kata-kataku sambil mengeratkan tangannya melingkari pinggangku. Betapa senangnya hatiku ini.

Kami berkeliling memutari jalanan disekitar taman dengan penuh gelak tawa. Ini yang selalu aku kagumi dari sungyeol. Senyuman yang selalu membuatku bahagia hanya dengan menatap wajahnya. Aku sangat mencintaimu sungyeol-ah.

Tiba-tiba saja hujan turun dengan deras membasahi bumi, seketika itu juga membuatku dan sungyeol mau tidak mau terpaksa untuk bergerak cepat mencari tempat berteduh.

“Kenapa hujan turun dengan tiba-tiba sih.. membuat kita menjadi basah kuyup seperti ini.” Gerutuku sendiri.

“Myungie-ah, cuacanya dingin sekali.. aku kedinginan tau..” ucapnya semakin mengeratkan tangannya di pinggangku.

“Bagaimana jika kita terjang saja hujannya untuk segera sampai di mobilku. Biar kita sekalian berteduh disana.” Ujarku kepadanya.

Dan dia hanya diam menanggapi perkataanku tadi, tunggulah sungyeolliee.. aku akan mempercepat mengayuh sepeda ini. Setelah sampai di depan mobilku, aku membawa sungyeol masuk kedalam mobil dan aku segera melipat dan menyimpan sepedaku kembali kedalam bagasi mobil. Segera aku masuk kedalam mobil, dan kulihat sungyeol hanya menggigil tubuhnya karna kedinginan. Aku segera  memakaikan jaketku yang ada di jok belakang mobilku ke tubuh sungyeol. Terpaksa aku harus segera membawanya pulang kerumahku.

Sesampainya dirumah, akupun langsung menggendongnya masuk kedalam rumah tanpa menghiraukan umma yang sedang memanggilku. Ummaku akhirnya mengikutiku masuk kedalam kamar.

“Siapa namja yang kau bawa pulang ini myungsoo-ah??” umma bertanya padaku, meminta penjelasanku.

“Dia Lee Sungyeol umma, tadi kami kehujanan dijalan ketika sedang bersepeda. Karna aku tidak tau rumahnya, jadi aku membawanya pulang kemari. Sepertinya dia sedang kedinginan umma. Aku harus segera mengganti pakaiannya, agar dia tidak masuk angin.” Jelasku pada umma.

“Ommooo.. ini sungyeol itu kan.. dia yang kau… uuppsss.. umma hampir kelepasan” umma sedikit kaget hampir saja umma membuatku ketauan.

“Umma tolong buatkan sup untuk sungyeol.. aku akan membantunya berganti pakaian.” Umma menatap horor padaku setelah aku mengucapkan kata-kata yang terakhir.

“Ne. Arraso. Aku tidak akan menyentuhnya.. aku tidak akan melakukan apapun padanya disaat seperti ini umma.. jangan khawatir.” Ucapku meyakinkan umma.

“Aku hanya akan menyiapkan air hangat untuknya mandi, dan segera membawa baju ganti untuknya.” Ucapku ‘lagi’ memandang umma yang masih tak beranjak dari tempatnya.

“Ayolah umma. Aku tidak mau dia nanti menjadi sakit.” Akhirnya setelah sedikit memaksa ummapun segera turun kebawah dan membuatkan sup hangat untuk sungyeol.

Setelah menutup pintu kamarku, akupun beranjak kekamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk sungyeol mandi dan membawa sekalian baju ganti untuknya.

“Sungyeol-ah, mandilah dengan air hangat yang sudah aku siapkan untukmu dikamar mandi. Aku juga sudah menaruh baju ganti di rak kecil didalam sana untukmu.”pintaku pada sungyeol yang sedikit bergetar badannya mungkin karna efek dingin.

“Go..Gomawo myungie..” ucapnya lirih.

BLLAAMMMM…

Pintu kamar mandi sudah tertutup, dan itu tandanya sungyeol sedang mandi. Aku keluar meninggalkan kamarku dan membawa 1 stel baju untuk kubawa pergi mandi dikamar mandi yang ada di dekat ruang keluarga. Setelah selesai mandi, akupun menghampiri umma yang sedang membuat sup untuk sungyeol.

“Umma, apakah supnya sudah jadi?” aku bertanya pada umma. Umma hanya mengangguk dan memberiku nampan berisi semangkuk sup yang masih panas dan teh hangat.

“Gomawo umma..” ujarku tersenyum kearah umma.

Aku pun melangkahkan kakiku memasuki kamarku. Kulihat sungyeol yang sudah selesai mandi berdiri mengamati kamarku. Apa yang aneh dengan kamarku. Apakah dia menemukan sesuatu yang mencurigakan. Tidak. Tidak. Semua hal-hal yang akan membuatnya curiga sudah aku simpan rapi di dalam lemari rahasiaku. Jadi sepertinya tak ada yang terlewat olehku untuk disembunyikan. Aku melangkah mendekati meja yang ada di dalam kamarku dan meletakkan nampan itu disana.

“Waeyo yeollie-ah?? Apa ada yang aneh dengan kamarku??” aku bertanya sedikit penasaran padanya.

“Anni. Hanya saja aku sedikit kagum denganmu, karna kamarmu rapi sekali.. apakah kau yang membersihkan kamarmu sendiri..” ucapnya bertanya padaku.

“Ne. Tentu saja. Aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuh atau memindahkan barang yang ada didalam kamarku ini. Aku turun tangan sendiri untuk membersihkan kamarku. Maid hanya bertugas sesuai perintahku saja.” Ucapku menerangkan pada sungyeol.

“Ini supnya. Masih panas. Ummaku yang membuatkannya untukmu.. makanlah supaya badanmu terasa hangat.” Ucapku mengusap lembut puncak kepalanya.

“Ne. Gomawo myungie-ah..” dia tersenyum padaku. Lalu menyendokkan dan sedikit meniup sup dan dimasukkan kemulutnya. Aku rasa dia masih sangat merasa kedinginan sekarang.

“Apa kau kedinginan yeollie-ah..  sepertinya malam ini kau harus menginap disini. Aku tidak bisa membiarkanmu pulang dengan keadaan seperti ini.” Dia hanya diam mengangguk saja. Tiba-tiba saja dia menangkupkan wajahnya diatas meja. Apa yang dia lakukan.

“Yeollie-ah, kau ke….” ucapanku terpotong saat aku merasakan panas diwajah serta tubuhnya.

“Apakah dia demam..” gumamku sendiri. Akupun segera mengendongnya ke ranjang king size ku ini. Membaringkan tubuh rampingnya ini di ranjangku. Menyelimutinya dan segera mengompres panas nya dengan pengompres instan yang ada di dalam laciku.

Aku beranjak turun kebawah untuk mengambilkannya obat penurun panas serta memberitaukan pada umma keadaan sungyeol saat ini.

“Ada apa myungsoo-ah?” tanya umma khawatir.

“Dia sedang demam umma. Bisakah umma memberikanku obat penurun panas. Aku akan merawat dan menjaganya sampai dia sembuh.” Ujarku pada umma.

Aku kembali kedalam kamarku dengan membawa nampan yang berisikan es untuk mengompresnya sebagai pengganti pengompres instan tadi dan obat penurun panasnya. Aku memasangkan termometer untuk mengukur suhu panas tubuhnya dan membantunya untuk minum obat.

“Yeollie-ah, minum ini.. ayo aku bantu..” ucapku membantunya duduk untuk meminum obatnya. Setelah itu aku menyuruhnya kembali berbaring.

“Tidurlah lagi yeollie-ah, aku akan menjagamu disini.” Ucapku mengusap lembut wajahnya yang sedikit memerah karna suhu panas tubuhnya.

“Ah.. aku hampir lupa memeriksa suhu panasmu..” aku mengambil kembali termometer yang aku pasang untuk memeriksa panasnya.

“Ommooo.. Panasnya tinggi sekali.. 36°  ini panas sekali.. semoga kau cepat sembuh yeollie-ah..” aku menghidupkan penyejuk ruangan agar kamarku tidak terlalu lembab.

“Mungkin sekarang kau tidak akan sadar apa yang akan aku bicarakan. Mungkin saja kau akan lupa. Tapi aku hanya ingin bilang padamu. ‘Aku sangat mencintaimu’ Meski kau tak merasakan hal yang sama kepadaku. Cepatlah sembuh untukku.” Ucapku mencium keningnya, kedua matanya, kedua pipi chubinya, hidung mancungnya, dan yang terakhir. CHU!! Aku mencium bibirnya yang pucat ini.

Ini adalah ciuman pertamaku sungyeol-ah. Aku sengaja memberikannya padamu. Kau adalah yang pertama dalam hidupku. CHUU!! Aku mencium bibirnya kembali dan sedikit melumatnya dengan lembut sedikit agak lama. Namun tak lama kemudian aku akhiri karna aku takut ketauan olehnya. Biarlah hal ini hanya aku sendiri yang tau.

Setelah aku mengganti kompresnya, akupun tak bisa menahan kantukku lagi dan akhirnya akupun terlelap disampingnya.

∞∞♥∞∞

Paginya

“Uhm.. Hoooaaammmm..” aku menguap dan segera bangun dari tidurku, sedikit merenggangkan otot-otot tubuhku. Lalu segera menatap wajah cantik yang sedang tertidur dengan nyenyak didepanku. Akupun segera memeriksa keadaannya.

“Huh.. syukurlah.. panasnya sudah turun.. aku akan mengambilkan sarapan untuknya, karna ini sudah jam 7..” setelah aku memeriksa keadaannya akupun berniat akan pergi kedapur untuk membawakan sarapan untuknya. Tapi ada yang memegang tanganku. Aku menoleh kearahnya. Ternyata dia sudah bangun dari tidurnya.

“Kau sudah bangun yeollie-ah? Apakah ada yang sakit?” aku bertanya dengan nada yang khawatir padanya.

“Ehmm.. ne. Aku merasa masih sedikit agak pusing myungie-ah..” ucapnya sedikit lirih.

“Baiklah, akan kuambilkan sarapan dan obat untukmu. Tunggulah sebentar disini dan tetap berbaringlah dengan baik.” Ujarku lembut padanya.

“Uhm.. Ne myungie-ah.” Dia mengangguk dan segera berbaring kembali diranjang.

Akupun beranjak pergi dari kamar untuk pergi kedapur, aku melihat umma sedang ada didapur, aku langsung menghampiri umma.

“Umma, hari ini memasak apa? Umma, sungyeol masih merasa sedikit pusing jadi aku harus memberikan obat apa untuknya?.” Tanyaku pada umma.

“Ommoo.. berikan obat ini untuknya.. dan bawakan bubur juga susu hangat ini untuknya.” Umma beranjak ketempat obat dan langsung memberikan nampan yang sudah tersedia bubur serta susu hangat dan juga obat padaku.

“Ah.. gomawo umma. Umma memang selalu mengerti apa yang aku butuhkan.” Aku tersenyum simpul pada umma dan umma hanya mengangguk tersenyum padaku.

Aku membawa nampan tersebut langsung menuju kekamarku di lantai 2. Setelah sampai kamar, akupun segera mendudukan diriku ditepi ranjang dan berhadapan langsung dengan sungyeol.

“Yeollie-ah, aku membawakan sarapan daan obat untukmu. Ayo dimakan buburnya, umma membuatkannya untukmu. Apa aku perlu menyuapimu.” Dia mengangguk lemah, akupun segera menyuapinya.

“Buka mulutmu yeollie-ah.. Aaa.. Hmm.. apa buburnya rasanya enak..” aku sedikit bertanya padanya.

“Ne. Bubur buatan ummamu enak sekali myungie-ah.” Jawabnya singkat.

“Tentu saja yeollie-ah, umma memasaknya dengan penuh cinta sebagai bumbunya. Hehehehe..” ucapku sedikit terkekeh padanya. Namun kulihat dia terlihat murung mendengar jawabanku.

“Ada apa yeollie-ah? Kenapa kau jadi murung?” aku khawatir dengan perubahan sikapnya.

“Ani. Hanya saja aku sedikit iri denganmu, ummamu sangat menyayangimu. Dia selalu bisa membuat anaknya bahagia ada didekatnya. Berbeda sekali denganku. Sudahlah lupakan saja apa yang aku katakan barusan.” Ucapnya memotong kata-katanya tadi. Memang apa yang seedang terjadi padamu sungyeol-ah.

“Kau memangnya kenapa sungyeol-ah? Apa maksudmu dengan ‘berbeda sekali denganku’? berceritalah padaku.” Tanyaku dan pintaku padanya.

“Bukan apa-apa.. hanya saja ummaku selalu tidak ada dirumah begitu juga dengan appaku. Mereka jarang sekali ada didekatku. Jadi aku sedikit iri saja denganmu.” Ujarnya sedikit menerawang langit-langit kamarku.

“Tenang saja yeollie-ah, aku ada disini untukmu. Kau bisa menganggap ummaku sebagai ummamu sendiri, begitu juga dengan appaku. Umma dan appa pasti senang sekali memiliki anak secantik dirimu.” Ucapku langsung menaruh mangkuk bubur dimeja dan beralih memeluknya dengan erat. Kuusap punggungnya dengan tanganku dan menaruh daguku diatas kepalanya.

“Aku akan menjagamu yeollie-ah.. karna kau adalah sahabat terbaikku. Dan juga cintaku.” Janjiku padanya namun aku mengucapkan kalimat terakhir didalam hatiku. Aku berjanji tidak akan melukaimu yeollie-ah.

**∞∞**

*#waktu aku skipp lagi#*

Selama 4 bulan ini kujalani hariku dengan sungyeol yang selalu setia menemaniku setiap harinya disampingku. Mulai dari berangkat sekolah bersama, istirahat bersama, pulang sekolah bersama, bermain basket berdua, bermain-main di game centre, berjalan-jalan di taman hiburan bersama. Itu hal yang sangat menyenangkan untukku. Sampai akhirnya sesuatu yang tak terduga terjadi. saat yang mengejutkan untukku dan hari buruk dimana sebuah kenyataan terungkap.

Hari ini seperti biasa aku dan sungyeol bermain basket berdua setelah pulang sekolah, sebelumnya dia tidak bisa bermain basket dan akupun akhirnya mengajarinya bermain basket sampai akhirnya dia sudah bisa bermain basket seperti sekarang ini, namun sayangnya dia tetap belum bisa menyaingi permainan basketku. Hari sudah beranjak sedikit sore. Aku dan sungyeol pun segera bergegas merapikan barang-barang kami berdua dan ingin segera pulang.

“Kkaja yeollie-ah.. kita pulang..” ajakku padanya.

“Ne kkaja.” Sahutnya padaku.

Saat aku melangkahkan kakiku dan sungyeol berdampingan di koridor sekolah, tiba-tiba saja ada yang memanggilku.

“Myungsoo hyung….!!” panggil seseorang dari arah koridor sekolah. Aku dan sungyeol menoleh pada sosok yang tengah berlari kearah kami.

Namun tiba-tiba saja.

HUUUPPP!!

“Chagiya, Bogoshippooyoo …” seru namja cantik yang kukenal memelukku dengan erat. Dia adalah sungjong kekasih ‘sepihak’ ku. Akhirnya hal yang tak aku inginkan terungkap juga, apa yang aku harus katakan pada yeollie.

“Chagiya?? Dia kekasihmu myungie-ah??” tanyanya memandangku tak percaya. Aku tak bisa berbuat apapun dan aku hanya mengangguk saja menatapnya. Mianhae .. jeongmal mianhae sungyeol-ah.

“Nado Bogoshipooo chagi…” balasku pada sungjong sambil membalas pelukannya.

Tiba-tiba saat aku menoleh kearah sungyeol, sungyeol sudah tidak ada disampingku. Kulihat dia sudah melangkah jauh kearah gerbang sekolah pergi meninggalkanku. Langsung saja aku segera mengejarnya dan menahan kepergiannya.

“Yeollie-ah… jjankanmannyoo..” cegahku padanya.. setelah aku berada didepannya, diapun menoleh kearahku.

“Ehmmm.. Waeyo Myungie-ah?” tanyanya singkat.

“Kau kenapa pergi begitu saja..?? kenapa tidak menungguku ??” balasku bertanya padanya. Aku takut dia marah padaku karna membohonginya selama ini.

“Aku tidak mau mengganggu kalian tadi, jadi aku berinisiatif untuk pulang sendiri..” jawabnya padaku. Aku tidak mau dia salah paham padaku karna keberadaan sungjong.

“Yeollie-ah, maaf tidak memberitaukannya padamu, maaf aku tidak memberitaumu jika aku sudah mempunyai namjachingu.” Ujarku lirih. Akupun melanjutkan ceritaku.

“Dia selama ini tinggal di Taiwan bersama keluarganya.. kami berpacaran 6 bulan yang lalu dan kami juga jarang bertemu beberapa bulan ini.. aku kaget tiba-tiba dia sudah ada disekolah ini tadi.” Terangku menatapnya.

“Gwaenchana, lagian itukan hakmu.. yeah itu adalah hakmu untuk tidak memberitauku jika kau sudah punya namjachingu. Lagian kan aku bukan siapa-siapamu.. aku hanya kau anggap sebagai teman..” Sahutnya tersenyum kearahku. Aku terkejut dengan apa yang dikatakannya. Apakah selama ini kau hanya menganggapku sebagai teman saja. Apa dia tidak mencintaiku juga. Sedikit sakit mendengar penuturannya tadi padaku. Tak menyadari jika sungjong sudah ada di belakangku.

“Myungsoo hyung, dia siapa hyung?” tanya sungjong menunjuk sungyeol.

“Ah.. ini Lee Sungyeol.. teman baikku chagi.. kenalkan yeollie-ah.. ini Lee Sungjong..” ujarku mengenalkan sungjong pada sungyeol, begitupun sebaliknya pada sungyeol.

“Lee Sungjong imnida ^^ namjachingu myungsoo hyung.. bangapseumnida.” Dia membungkuk memperkenalkan dirinya pada sungyeol. Suaranya terlihat lembut dan ramah.

“Ngg.. aku Lee Sungyeol.. nado bangapseumnida..” dia menundukkan wajahnya sedikit kearah sungjong.

“Hyung ayo kita pergi, kau kan sudah janji padaku akan mengajakku jalan-jalan jika aku pulang kesini. Kkaja chagiya.” Pinta sungjong dengan tangan bergelayut manja di lenganku. Apa boleh buat, aku mau tak mau harus tetap menurutinya.

“Ehmm.. sungyeol-ah.. aku .. aku.. tidak bisa pulang bersamamu hari ini.. mianhae.. jeongmal mianhae sungyeol-ah..” aku memegang lembut pundaknya. Sebenarnya berat untukku meninggalkannya. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.

“Algesseumnida. ( aku mengerti.) pergilah dengan namjachingumu, aku akan pulang sendiri..” sahutnya sedikit mengangguk lalu mendongakkan kepalanya sambil tersenyum lembut padaku. Senyumanmu begitu sangat menyakitkan untukku. Karna dengan tidak sengaja kau  merestui hubunganku dengan sungjong.

“Mau aku panggilkan taksi untukmu sungyeol-ah??” tawarku padanya.

“Dwaesseo.( Tdk prlu.) aku bisa memanggil taksi sendiri.. sudahlah.. Jalka. (pergilah.) dia sudah menunggumu..” dia tersenyum ‘lagi’ menjawabku.

“Geurraeyo. (baiklah.) aku pergi dulu sungyeol-ah… annyeoong..” pamitku padanya..

“Ne.. hati-hati myungie-ah..” ucapnya melambaikan tangannya kearahku.

“Kau juga hati-hatilah yeollie-ah.” Jawabku dalam hati.

Setelah mobilku sudah berlalu menjauh dari gerbang sekolah, akupun tidak lagi melihat sosok namja cantik yang aku cintai. Aku hanya menfokuskan diriku untuk menyetir.

“Hyung, kita shopping yuk.. aku juga ingin bersamamu hari ini.” Ucapnya yang aku tanggapi dengan anggukan malas.

“Semua hal yang tak kuinginkan terjadi juga, kenapa sikap sungyeol hanya seperti itu saja. Padahal aku ingin dia menentang hubunganku dengan sungjong. Jika dia melakukannya, aku akan dengan senang hati meninggalkan sungjong. Haruskah aku tetap menjalani semuanya dengan sungjong.

**♥**

Sejak hari itu sungyeol tidak masuk sekolah, aku mencoba mencari tau pada wali kelasnya dikarenakan aku dan sungyeol berbeda kelas. Wali kelasnya berkata sungyeol sedang sakit dan ijin seminggu tidak masuk sekolah. Dia kenapa, apa yang terjadi padanya.

Sudah tiga hari berlalu diapun juga tidak masuk sekolah dan tidak sekalipun memberikan kabar untukku. Aku sudah hampir frustasi ditinggalkan olehnya tanpa kabar sedikitpun. Aku berulang kali mencoba menghubungi ponselnya tapi ponselnya tidak aktif. Aku juga mengirimkan pesan puluhan kali tapi tidak sekalipun dibalas olehnya. Kau kemana sungyeol-ah.

Saat ini sudah seminggu berlalu, dan sungyeol pun tetap tak ada kabar. Seminggu ini kulewati dengan hampa tanpa sungyeol disampingku. Setiap hari hanya ada sungjong yang menemaniku. Sepertinya keputusan sungjong akan pindah sekolah ke Infinite High School hanya makin memperkeruh suasana hatiku yang sedang kacau ini.

Aku sedang duduk memandang kearah jendelaku. Menatap bintang-bintang yang selalu menemani malamku yang terasa hambar tanpa sungyeol. Aku menyambar gitar yang kuletakkan disamping meja belajarku. Kemudian akupun mengambil buku laguku. Buku kumpulan lagu yang kubuat untuk sungyeol.

JJREEENGGG~~

JJREEENGGGG~~

Memetik senar gitar sedikit lirih dari sebelumnya.

Senin, aku menunggu~

 

Selasa, aku masih menunggu untuk melihat~

 

Melihat.. melihat.. apakah kau baik-baik saja~

 

Rabu, kau masih tidak di sini~

 

Pagi, atau nanti~

 

Kamis juga tidak ada~

 

 Jumat atau sabtu atau bahkan minggu~

 

Tiada hari aku tidak merindukanmu~

 

Tidak ada hari kau akan kembali~

 

Menjadi tua dalam hari-hari kita~

 

Hari dimana aku bertemu kau~

 

Hari dimana kau didekatku~

 

Hari dimana aku mencintaimu~

 

Hari dimana kita berpegangan tangan~

 

Hari dimana aku berbicara denganmu~

 

Hari dimana kau mendengarkanku~

 

Berapa lama akan seperti ini? Aku tidak tau.~

 

Berapa bulan atau tahun?~

 

Berapa banyak miliaran kenangan masa lalu kita?~

 

Aku selalu merindukanmu~

 

By : Myungsoo

 

JJREEENGG~~~~

Aku mengakhiri petikan pada gitarku. Kenangan-kenanganku bersamanya selama ini terlalu indah untuk dilupakan begitu saja. Kau dimana sungyeol-ah. Aku merindukanmu disini. Aku bodoh sekali karna selama ini aku tidak bertanya padamu dimana kau tinggal, itu juga karna kau selalu mengalihkan pembicaraan kita jika aku sudah bertanya tentang tempat tinggalmu. Aku juga begitu patuh padamu untuk tidak mengikutimu pulang sampai dirumah. Itu karna aku tidak ingin membuatmu marah dan pergi meninggalkanku. Apakah saat ini kau sedang marah padaku sungyeol-ah. Maka dari itu kau pergi menghilang tanpa memberiku kabar sampai hari ini.

****♥****

2 Hari Kemudian

“Myungsoo-ah, kau harus sarapan.. jangan pergi dulu, ini masih pagi sekali dan kau belum sarapan.” Tuntut umma padaku.

“Ne. Umma. Aku akan makan.” Sahutku langsung duduk dan memakan roti yang sudah umma siapkan. Hanya sekali suapan aku pun menyudahi sarapanku dan segera meminum habis susuku. Aku pun segera pamit pada umma.

“Umma, aku berangkat sekolah dulu. Annyeong.” Pamitku  pada umma.

“Myungsoo-ahh, kau harus habiskan sarapanmu nak..” ujar appa padaku.

“Aku sudah kenyang appa, aku pergi dulu.” Pamitku pada appa.

“Ya sudah, hati-hatilah dijalan.” Ucap umma dan appaku.

Aku mengendarai mobilku dengan perlahan memasuki halaman parkir sekolah, akupun segera beranjak pergi ke arah kelasku. Tapi aku memasuki kelas sungyeol terlebih dahulu, seperti biasanya, aku masih menunggunya untuk masuk sekolah. Hari-hari sebelumnya memang tak nampak sosoknya dikelas ini. Namun sedikit terkejut dengan apa yang aku lihat, akupun langsung berlari menghampiri sosok cantik itu. Sungyeol kini ada dihadapanku, aku tak menyia-yiakan waktu akupun langsung memeluknya dengan erat.

“Yeolliee-ah, Bogoshipoosoo..” aku mempererat pelukanku padanya. Aku begitu sangat merindukannya. Dia menghilang tanpa kabar selama seminggu lebih dan kini dia sudah kembali berada di dalam pelukanku.

“Uhm.. Nado Bogoshipoosoo. Rindukah denganku..” Ucapnya padaku.

“Neomu..neomu bogoshipoosoo.” Seruku yang masih memeluknya dengan erat.

“Sudah lepaskan, sesak sekali dipeluk seperti ini olehmu..” ucapnya memanyunkan bibirnya kearahku.

“Uhh.. kau tak merindukanku yeah.. kau jahat sekali padaku.. kenapa menghilang tiba-tiba.. aku selalu mencarimu tau..” ungkapku jujur padanya.

“Ne. Ne. Arraseo.. mana mungkin aku tidak merindukan sosok Kim Myungsoo ini.. Aku sakit selama ini dan aku juga tidak bisa mengabarimu karna orangtuaku membawaku ke Busan.” Jelasnya padaku. Sedikit tidak percaya, tapi untuk apa dipermasalahkan. Yang penting sungyeol sudah ada disampingku, itu sudah cukup untukku.

“Jangan pergi lagi tanpa memberi kabar padaku. Atau aku akan sangat marah padamu.” Titahku padanya.

“Ne. Algesseumnida.” Ucapnya tersenyum kearahku.

Aku juga merindukan senyuman ini. Senyuman cantiknya. Walau sedikit terlihat lain untukku.

***♥***

“Yeollie-ah, apa yang kau lakukan di Busan.” Aku bertanya padanya sambil meminum colaku. Saat ini aku ada di kantin bersamanya.

“Aku menjenguk saudaraku dan menemaninya disana. Dan aku juga ingin menyembuhkan sakitku.” Balasnya padaku.

Aku hanya ber ‘Oh’ ria saja menanggapinya. Kau tidak sakit karna aku kan yeollie-ah.

“Hyung, ternyata kau ada disini, aku mencarimu ke kelasmu tapi kau tidak ada.” Seru sungjong yang tak kusadari sudah ada disampingku.

“Aku sudah lapar, jadi aku mengajak sungyeol kemari. Maaf aku tidak tau jika kau mencariku tadi.” Sahutku santai padanya.

“Oh, sungyeol hyung, annyeoong..” sapanya membungkuk pada sungyeol.

“Ne. Annyeong.” Sahutnya singkat.

“Sungyeol hyung, kenapa tidak pernah kelihatan disekolah.” Tanyanya memandang sungyeol.

“Aku ada urusan penting. Lalu kenapa kau ada disini sungjong-ah?” sungyeol balik bertanya pada sungjong.

“Uhmm.. Choiyo( aku). Itu karna aku ingin selalu ada di dekat soo hyung.” Terangnya pada sungyeol.

“Maksudmu kau pindah sekolah kemari?. Soo hyung? apa itu myungsoo.” Tanya sungyeol yang hanya dibalas senyuman dan sebuah anggukan oleh sungjong.

“Sungjong benar-benar menggangguku saat ini. Apa yang harus aku jelaskan pada sungyeol.” Aku membatin.

“Chogiyo ( Permisi), boleh aku duduk disini..” sapa seseorang yang berdiri di belakang sungyeol.

“KAU!!… Kau namja itu kan.. kenapa kau ada disini..” sungyeol menatap kaget namja itu.

“Yeah.. ini aku.. Nam Woohyun.. apakah kau merindukanku Lee Sungyeol.. Aku bersekolah disini, dan aku satu kelas dengannya.” ucap namja itu dengan sangat PD pada sungyeol. Menunjuk diriku. Dan dia langsung mendudukkan dirinya disebelah sungyeol.

“Ani. Jadi kau murid disini dan sekelas dengan myungie.” Tanggap sungyeol mengerti.

“Apa kau sudah baikan.. Kau sudah tidak seperti kemarin lagi kan.” Dia bertanya pada sungyeol dan sedikit membuatku penasaran.

“YAK..!! YAK!! Sudah jangan dibahas lagi. Jaga mulutmu tuan Nam.” Ucap sungyeol langsung beranjak pergi meninggalkanku sendiri dikantin.

“Sungyeol-ah, tunggu aku..” aku tak menghiraukan sungjong dan namja yang bernama nam wooohyun itu. Aku segera mengejar sungyeol yang sudah pergi meninggalkannku.

Aku mengejar dia secepat mungkin. Akhirnya aku menemukannya berada sendirian di taman sekolah. Aku langsung menghampirinya.

“Kau kenapa pergi begitu saja..?  Dan ada hubungan apa kau dengan Nam Woohyun itu?” tanyaku dengan nada cemburu.

“Aku hanya ingin pergi ketaman. Karna aku sudah lama tidak kesini. Namja itu, aku tidak sengaja bertemu dengannya. Sudahlah tidak ada yang perlu dibahas. Dia bukan siapa-siapaku dan tidak ada hubungan apa-apa denganku.” Ujarnya padaku.

“Benarkah begitu? Aku pikir dia seseorang yang pernah kau cintai.” Ucapku sedikit melantur. Mana mungkin aku bilang jika saat ini aku sungguh sangat cemburu dengan kehadiran namja yang bernama Nam Woohyun itu.

“Tentu saja bukan, apa kau berharap seperti itu huh..” sahutnya sedikit jutek.

“Hahahaha.. Tentu saja tidak. Dia sama sekali tidak cocok denganmu.” Jawabku sedikit tertawa. Tentu saja hanya aku yang cocok denganmu.

“Menurutmu siapa yang cocok denganku.” Dia menembakku dengan pertanyaan yang membuatku sedikit gugup.

“Oh.. tentang hal itu aku juga tidak tau. Tapi hanya aku yang cocok berdampingan denganmu.” Aku mengungkapkan kata terakhir didalam hatiku.

“Aiisshh.. kau ini sungguh aneh.” Dia geleng-geleng menanggapi jawabanku.

****♥****

Hari ini aku sudah ada janji dengan sungyeol untuk pergi ketaman hiburan di pusat kota dengannya. Aku pun sudah bersiap-siap dari tadi. Aku sudah mempersiapkan diriku untuk berkencan dengan sungyeol. Yeah. Aku mengucapkan kata ‘berkencan’ karna menurutku ini adalah waktu berduaku dengannya. Karna selama ini ada sungjong diantara kami berdua. Aku sangat terganggu dengan kehadiran sungjong disaat aku berdua dengan sungyeol.

TOK…

TOK..

Siapa lagi itu yang datang mengetuk kamarku pagi-pagi seperti ini. Jangan-jangan sungjong lagi. Sepertinya dugaanku benar.

“Hyung, Soo hyung.. kau ada didalam hyung. Bolehkah aku masuk..” suara sungjong bergema didepan kamarku. Aisshh. Apa yang dia lakukan pagi ini disini. Dia selalu datang disaat yang tak tepat.

“Uhm.. kenapa kau ada disini jongie-ah? Aku akan pergi bersama sungyeol. Aku ada urusan penting dengannya.” Ujarku padanya setelah aku membuka pintu kamarku.

“Hyung tak bolehkah aku ikut denganmu hyung?” pintanya memelas padaku.

“Anniya. sungjong-ah, dari kemarin kita selalu pergi bersama. Apa kau tak bosan humm.” Ujarku agak malas padanya.

“Oh ayolah hyung, aku ingin ikut denganmu.” Dia merajuk padaku.

“Ani. Jebal  Sungjong-ah, Berikan aku waktu bersama dengan sahabatku. Mengertilah sedikit tentang  hal ini. Karna aku selalu mengertimu. Kita sudah sering pergi bersama. Tolong mengertilah.” Tuturku padanya.

“Tolonglah hyung, aku tetap ingin ikut denganmu. Yeah hyung. Aku ingin ikut denganmu..” sahutnya tetap memaksaku. Aku rasa aku sudah sangat sabar menghadapi sikapnya yang seperti anak kecil ini. Dia tetap selalu seperti ini. Apakah kedua orangtuanya terlalu memanjakannya.

“Aku sudah bilang tidak padamu. Tolong jangan buat aku marah padamu. Lagipula kau kan tau jika selama seminggu lebih aku tak bertemu sungyeol sahabatku. Aku juga ingin punya privasi sendiri. Jadi kumohon mengertilah aku.” Ujarku tegas padanya.

“Lebih baik kau pulang jongie-ah, hati-hati di jalan. Aku pergi dulu.” Ucapku agak lembut padanya. Aku mengusap puncak kepalanya sebelum aku pergi.

****♥****

To: Nae Yeollie

Yeollie-ah, ayo jalan-jalan ke taman hiburan di pusat kota. Aku akan menunggumu disana. Jadi cepatlah datang menemuiku.  Annyeongg^^

 

From: Nae Yeollie

Sippo Myungie-ah, tunggu aku disana.. See you^^

 

Aku memasukkan ponselku kedalam saku celanaku dan mulai mengendarai mobilku menuju ke pusat kota. Sesampainya disana, aku segera memarkir mobilku dan segera beranjak ke taman hiburan yang tak jauh dari sini.

“Kemana sungyeol.. apa dia belum datang.. baiklah akan kutunggu dia didepan sini.” Aku berdiri didepan pintu masuk sambil menunggu sungyeol datang.

“Myungie-ah, Annyeoong^^.. apa kau telah lama menungguku.. humm..” dia menepuk pundakku dari samping dan berkacak pinggang menatapku.

“Anni. Kkaja kita jalan-jalan..” sahutku sedikit mengacak-acak rambutnya.

“YAK! Rambutku jangan di acak-acak. Aku sudah susah-susah menatanya, tapi kau malah mengacak-acaknya.” Ucapnya mempoutkan bibir manisnya itu.

“Mian. Baiklah ayo kita naik kincir angin.” Ucapku langsung menariknya kearea permainan setelah sebelumnya aku membeli tiket masuk terlebih dahulu.

***♥***

“Hahaha.. kau kenapa myungie-ah.. wajahmu terlihat aneh jika seperti itu..”ujarnya mengejekku.

“Haiisshh.. kau ini jangan menertawakanku. Aku sedikit takut tau naik Roller Coaster setinggi itu..” aku memanyunkan bibirku kearahnya.

“Uhmm.. Kyeopta^^..” gumamnya pelan.

“MWOO..” aku pura-pura tidak dengar ketika dia memujiku.

“Ani. Hanya saja kkau terlihat lucu hari ini.” Sangkalnya tertawa kearahku.

“Gomawo. Aku senang sekali di puji olehmu.” Balasku tersenyum.

“Hehehe.” Dia tetap tertawa. Aku bahagia bisa membuatmu tetap bahagia disampingku. Aku rindu senyuman itu.

“Ayo Pulang.” Ujarku mengandeng tangannya. Dia hanya terdiam menerima sikapku ini. Namun tetap mengikutiku berjalan.

**

“STOPP.. aku turun disini saja. Aku akan naik bis untuk pulang.” Ucapnya memintaku berhenti di tempat pemberhentian bus.

“Eh.. Yeollie-ah, biarkan aku mengantarmu pulang kerumahmu.” Balasku padanya.

“ANDWEE!!.. aku bisa pulang sendiri.” Ucapnya menolak tawaranku.

“Waeyo?? Selama ini kau tidak pernah memperbolehkanku mengantarkanmu pulang.” Ujarku menuntut jawaban darinya.

“Uhm. Itu karna aku tidak mau kau tau. Sudahlah suatu hari nanti kau akan kuberitau tempat tinggalku. Tapi tidak untuk sekarang.” Jawabnya membuatku penuh dengan tanda tanya.

“Tapi sungyeol-ah.. aku..” ucapku terpotong oleh kata-katanya.

“Jangan mengikuti aku pulang!. Jika tidak aku akan benar-benar marah padamu!.” Ucapnya to de poin menatapku.

“Ne. Arrayo.” Ucapku mengangguk patuh padanya.

“Baiklah aku pulang dulu. Ingat apa yang aku katakan tadi padamu myungie-ah.” Pamitnya sedikit curiga padaku.

“Ne. Ne. Aku janji tidak akan mengikutimu.” Sahutku membuat tanda ^^V di tangan kananku.

“Bye.” Ucapnya menaiki bis yang lewat di depannya.

“Aisshh.. Lee sungyeol.. kau membuatku gila karnamu..” teriakku memukul kemudi mobilku.

###♥###

Sesampainya dirumah

“Aku pulang..” seruku memasuki rumah.

“Myungsoo-ah, kau tadi kemana.” Tanya umma padaku.

“Aku tadi pergi bersama dengan sungyeol umma..” jawabku pada umma.

“Kau tidak mengajak sungjong ikut bersamamu?.” Tanya umma ‘lagi’ padaku.

“Aku tidak mengajaknya pergi bersamaku. Aku tidak mau dia mengangguku saat bersama dengan sungyeol. Tadi dia memaksa untuk ikut tapi tetap aku tidak mengijinkannya untuk ikut denganku. Umma kan tau, jika selama ini aku selalu menuruti keinginannya. Tapi kali ini terpaksa aku tidak menurutinya. Dia selalu bersikap seenaknya padaku umma. Sungguh aku sangat lelah selalu mengalah untuk dia.” Ceritaku pada umma.

“Umma tau nak. Semoga saja appamu bisa segera melunasi hutangnya. Agar kau tidak menderita seperti ini lagi nak. Dan kau bisa mengejar cintamu sendiri. Tanpa harus menjalani hal seperti ini lagi.” Hibur umma padaku.

“Ne umma. Aku kekamar dulu umma. Kepalaku sedikit pusing.” Pamitku pada umma. Ditanggapi anggukan oleh umma.

Aku melangkahkan kakiku kedalam kamar. Mengambil gitarku dan aku petik senar-senarnya mengiringi nadaku ‘lagi’ . Aku tidak tau sampai kapan aku akan begini.

JRRENGG~~

Mencintaimu tetapi kau tidak tau.

 

Hanya menyimpannya di dalam hatiku.

 

Ingin kita bersama~

 

Mencintaimu tapi kau tidak tau.

 

Mencintaimu andai saja kau tau.

 

Mencintaimu tetapi kau tidak tau.

 

By : Myungsoo

 

Aku melanjutkan memetik gitarku, sungguh aku sudah ingin menyerah saja pada nasib cintaku yang bertepuk sebelah tangan padanya. Aku tidak sanggup ditolak olehnya. Maka dari itu selama ini aku hanya diam menunggunya membuka hatiku. Menunjukkan perasaannya padaku. Dan menentang hubunganku dengan sungjong. Apa aku hanya bisa bermimpi untuk memilikinya. Dan hanya bisa berharap dia menyadari cintaku ini dengan sendirinya. Hanya tuhan yang menentukan takdirku dengannya.

JREENGGGG~~~~

Tidak tau berapa lama itu~

 

Bahwa aku harus menolak segala sesuatu~

 

Menyembunyikan semua kebenaran di hati ku~

 

Setiap kali kita bertemu~

 

Setiap kali kau memandangku ~

 

Aku hanya berpura-pura bertahan~

 

Taukah kau betapa aku menahan diriku~

 

Dapatkah kau dengar itu?

 

Hatiku..~

 

Memberitaumu bahwa aku mencintaimu~

 

Tapi aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku yg sebenarnya~

 

Bisakah kau dengar itu?

 

Hatiku..~

 

Menanti kau membukanya~

 

Hanya dapat berharap kau mengetauinya~

 

Suatu hari~

 

Meskipun aku mencintaimu~

 

Walaupun aku merasakannya~

 

Tetapi jauh di dalam hati tidak cukup berani~

 

Setiap kali kita bertemu~

 

Setiap kali kau memandangku~

 

Aku hanya berpura-pura bertahan~

 

Tahukah kau betapa aku menahan diriku~

 

Dapatkah kau dengar itu?

 

Hatiku…~

 

Mengatakan padamu aku mencintaimu~

 

Tetapi aku tidak bisa mengutarakan perasaanku sebenarnya~

 

Bisakah kau mendengar hatiku..~

 

Menunggu kau membukanya~

 

Hanya dapat berharap kau akan mengetauinya~

 

Suatu hari~

 

 

“Yeollie-ah, maukah kau menjadi pacarku?

 

 

Bisakah..  kau mendengar itu?

 

Hatiku…~

 

Memberitaumu bahwa aku mencintaimu~

 

Tetapi aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku yang sesungguhnya~

 

Bisakah kau mendengar bahwa..?

 

Hatiku…~

 

Masih menunggu kau membukanya~

 

Hanya dapat berharap kau akan mengetauinya~

 

Bahwa aku disini untuk mencintaimu~

 

Aku memohon agar kau mengetauinya~

 

Suatu hari~

 

Dapatkah kau dengar itu?

 

Hatiku..~

 

Mengatakan bahwa aku mencintaimu~

 

Tapi aku tak bisa mengungkapkan perasaanku yang sesungguhnya~

 

Dapatkah kau dengar itu?

 

Hatiku….~

 

Masih menunggu kau untuk membukanya~

 

Hanya bisa berharap  kau akan mengetauinya~

 

Bahwa aku disini untuk mencintaimu~

 

Kumohon agar kau mengetauinya~

 

Suatu hari~

By : Myungsoo

 

Mungkin ini adalah lirik terpanjang yang aku ciptakan untukmu. Ini adalah ungkapan keseluruhan dari hatiku. Aku mencintaimu sungyeol-ah. Aku harap kau merasakannya juga. Aku mengusap air mataku ini yang tak terasa telah terbebas dengan indah menuruni kedua pipiku.

****♥****

“Hari ini aku tak melihat sungyeol dikelasnya dan dikantin, dimana dia..  baiklah akan kucari dia di taman sekolah.” Seruku dalam hati.

∞Taman Sekolah∞

“Nah, itu dia.. sedang apa dia memegang gitar.. kenapa tidak mengajakku..” saat aku ingin menghampirinya, tak sengaja aku mendengar nada yang mengalun dari gitarnya. Nada yang sangat sedih. Aku memutuskan tetap mengintai dan mendengarnya dari balik pohon tak jauh dari tempatnya duduk memainkan gitarnya mengiringi lirik yang sedikit membuatku mengerutkan dahiku.

JRREEENGG~~~

Pertama kali bertemu~

Ku selalu ingat dirimu~

Meski hanya dalam angan~

Kau selalu terbayang~

 

 

Engganku melupakanmu~

Karnaku mencintaimu~

Meski hanya dalam mimpi~

Hiasi tidurku~

 

 

Hanya dirimu kasih~

Buatku bahagia~

Meski kau tlah berdua~

Ku kan menanti~

 

 

Hadirmu selalu membuat ku tabah tuk menjalani semua derita~

Meski kau telah berdua dan berlalu~

Namun ku kan berdoa slamanya untukmu~

 

 

Senyummu selalu terbayang~

Hiasi indah hariku~

Meski terkadang perih~

Menusuk kalbu~

 

 

Hanya harap dan doa~

Moga engkau bahagia~

Lagu ini tercipta~

Hanya untukmu sayang~

 

Apa aku tak salah dengar. Lirik lagunya menggambarkan perasaannya pada seseorang. Saat aku ingin menghampirinya dan menanyakan tentang lagu itu, kulihat namja bernama woohyun itu mendahuluiku menghampiri sungyeol. Jadi kuputuskan ingin mendengarkan percakapan antara sungyeol dan namja itu dibalik pohon ini, siapa tau ada hubungannya antara woohyun dengan lagu yang sungyeol nyanyikan tadi.

“Annyeooong ^^ bolehkah aku duduk disampingmu..?” tanya namja itu tersenyum manis. Cih. Senyumannya membuatku ingin muntah*mian hyunnie oppa*

“Ne. Duduklah Woohyun-ah..” sahut sungyeol padanya.

“Aku jarang melihatmu tersenyum.. dan yang kulihat jika kau sedang tersenyum itu sepertinya kau paksakan sekali.. tidak baik jika kau hanya memaksa dirimu tersenyum sedangkan hatimu saja menangis.. apa kau tersenyum seperti itu untuk menunjukkan kau yang bahagia..?? menurutku itu malah sangat menunjukkan sekali jika hal itu terpaksa kau lakukan.. Kau Mencintai Myungsoo kan..??” ujarnya panjang lebar menatap sungyeol.. Aku sekarang baru menyadari senyumnya yang dulu seakan berbeda dengan yang sekarang. Karna aku merasa memang sedikit lain setiap melihat senyumnya. dan kata-kata woohyun benar-benar membuatku mencelos.. Benarkah yang dikatakan namja itu.

“Anniya..! Jangan sok tau… kau tidak tau apa-apa tentang aku!!.. jadi jangan bicara seenaknya padaku..!!” ucap sungyeol mengelak atas peryataan woohyun itu..

“Sungyeol-ah, tolong jangan buat aku kecewa mendengar jawabanmu itu.” Pintaku dalam hati.

Namja itu tetap saja memaksa sungyeol untuk menjawab pertanyaanya. Maksudku menjawab pertanyaannya tentang perasaan sungyeol padaku lebih tepatnya.

“Lagu itu.. Lagu yang kau nyanyikan tadi.. Lagu yang kau ciptakan untuknya kan… Lagu untuk Myungsoo kan??!! Keujyo! (Bnar, kan!.)” tanyanya menatap sungyeol tajam sambil memegang erat pundaknya.

“Kau mencintai MYUNGSOO kan??!! Keujyo! ” tanyanya ‘lagi’ menekankan namaku.

“YAA!! Museun soriya? (Ap yg kw bcrakan?.) aku sudah bilang padamu jangan sok tau.. kau itu tidak berhak mencampuri urusanku!! AKU MENCINTAINYA memang apa urusanmu.! Kenapa memaksaku untuk menjawab pertanyaanmu yang sangat sok tau itu sih!! Lepaskan aku!!” balas sungyeol ketus menekankan namaku sambil menatap woohyun tajam dan melepas tangannya dari pundaknya.

Aku langsung berlari meninggalkan taman sebelum sungyeol memergokiku sedang mengupingnya dan woohyun. Aku langsung berlari kearah kelasku secepat mungkin. Setelah sampai dikelas, aku putuskan untuk ijin pulang pada guru dengan alasan kepalaku sedang sakit. Karna memang sebenarnya aku sedang sakit tapi tetap kupaksakan masuk sekolah demi bertemu dengan sungyeol.*nasib orang kasmaran yeah*#di lempar bibir L#*dtendang jauh ma yeol*

****♥****

Sesampainya dirumah, akupun langsung menaiki tangga menuju kekamarku. Didalam kamar aku berlonjak-lonjak senang. Akhirnya sungyeol mengucapkan kata ‘keramat’ itu untukku. Dia juga mencintaiku. Hatiku sangat senang. Thanks woohyun telah tidak dengan sengaja menolongku membongkar perasaan sungyeol untukku. Maafkan aku sungjong, setelah ini aku tidak akan lagi meneruskan hubungan ini denganmu. Karna alasanku menerimamu menjadi kekasihku karna sungyeol tidak mencintaiku. Tapi ternyata aku salah menduganya, dan sekarang semuanya berbeda, ternyata sungyeol juga mencintaiku. Aku akan segera mengungkapkan perasaan ini pada sungyeol.

#####∞♥∞#####

“Mian sungjong-ah, aku tak bisa meneruskan hubungan kita lagi. Aku harap kau segera mendapatkan penggantiku dihatimu. Gumawo telah menemaniku selama ini. Kau adalah adik yang sangat baik. Mianhae , jeongmal mianhae. Jangan salahkan aku atas semua ini, salahkan saja keegoisan appamu itu, yang telah mengorbankan perasaan anaknya sendiri.” Ucapku menatap sungjong dengan pandangan sendu.

“Gwaenchana hyung, aku sudah tau yang sebenarnya. Mian telah memisahkanmu dengan cintamu. Kejarlah dia hyung. Aku akan mendukungmu sepenuhnya. Hwaiting!!” sahutnya tersenyum menatapku.

“Gomawo. Kurasa kau cocok dengan Woohyun. Cobalah mendekatinya. Dan kurasa dia juga menyukaimu.” Ucapku tersenyum padanya.*bisa2 aku dilempar pake wajan ma gyunie umma#piss umma ^^V*

“Kau bisa saja hyung. Baiklah akan kucoba..” dia tersenyum membalas ucapanku.

Masalah sungjong sudah beres, sekarang tinggal masalah pernyataan cintaku pada sungyeol. Besok adalah Hari ujian akhir sekolah (UNAS). Hari kelulusanku dan sungyeol tinggal sebentar lagi. Aku akan mengungkapkan perasaanku padanya. Lebih istimewanya lagi adalah aku akan melamar sungyeol menjadi istriku. Menjadikannya milikku untuk selamanya.

 

Myungsoo Pov End

∞∞∞♥∞∞∞

Yeollie Pov

Sampai sekarang aku masih tidak tau siapa orang yang telah menguping percakapanku dengan Woohyun saat itu. Sudah lewat 6 bulan tapi semuanya masih baik-baik saja. Hubunganku dengan myungsoo tetap berjalan dengan baik, bahkan sangat baik. Karna tiba-tiba saja aku mendapat kabar dari myungsoo jika dia dan sungjong sudah putus. Ini kabar yang sangat baik. Karna peluangku untuk mencintainya tidak ada lagi pesaing sekarang. Jadi mungkin saja orang yang mengupingku itu tidak mengenal myungsoo. Karna bisa saja setelah orang itu membeberkannya ke myungsoo otomatis hubunganku dan myungsoo akan buruk jadinya, bukan malah sebaliknya seperti sekarang ini. Kenapa harus myungsoo yang aku cintai.?? Aku juga tidak tau. Karna selama ini aku hanya mengikuti apa kata hatiku saja.

Tanganku mulai memetik senar pada gitarku untuk menghasilkan nada sederhana untuk mengiringi lantunan lirik yang kunyanyikan ini.

JREENGG~~~

Aku tidak tau~

 

Mengapa harus kamu~

 

Yang menjadi satu-satunya dalam hatiku~

 

Banyak orang yang kutemui~

 

Tetapi harus kau pada akhirnya~

 

Yang ada dihatiku~

 

Cinta~

 

Bukan suatu kebetulan~

 

Cinta~

 

Bisakah menghubungkanmu denganku~

 

Hanya hati yang tau jawabannya~

 

Siapakah yang ada di mimpiku~

 

Kamulah yang telah kutunggu-tunggu~

 

Karena hatiku meminta~

 

Karena hatiku berkata~

 

Ada untukmu selamanya~

 

Karena hatiku~

 

Tidak pernah bimbang~

 

Bahwa kaulah satu-satunya~

 

Tidak banyak alasan~

 

Itu hanya karena hatiku telah memilihmu~

 

By : Sungyeol

 

 

∞∞∞∞∞∞

Semakin dekat saja hari kelulusanku dari Infinite High School ini. Aku rasa tak punya waktu banyak lagi bersama myungsoo. Karna orang tuaku akan mengajakku tinggal dan melanjutkan kuliah ke Perancis. Aku takut tidak dapat bertemu dengan ‘Cinta Pertama’ ku lagi disini. Myungsoo-ah saranghae.

“Lee Sungyeol-ssi, cepatlah temui aku di lapangan.. ada hal penting yang akan kusampaikan padamu.” Seru seseorang dari arah Loudspeaker sekolah. Aku mengenalnya. Ini suara myungsoo. Aku yang merasa disebut namanya oleh myungsoo akhirnya menurut padanya dan segera menuruni tangga dan berlari kearah lapangan sekolah seperti apa yang dia suruh tadi.

“Hosh.hoosh.hosh.. huh. Ada apa  menyuruhku kemari?” aku mendongakkan kepalaku kearahnya dan betapa kagetnya aku melihat semua siswa-siswi disekolahku sudah memenuhi lapangan sekolah. Woaahhh.. ada apa ini, aku sampai tidak sadar jika lapangan ini dipadati oleh para murid satu sekolah. Mungkin tadi aku berlari tidak memperhatikan sekelilingku. Jadi aku tidak begitu melihat mereka yang tiba-tiba memberiku jalan menuju tempat myungsoo saat ini. Tak sengaja aku melihat sungjong dan woohyun di antara kerumunan siswa.

“Kau terlihat lelah sekali.. Ini minumlah dulu.. Kasian sekali kau sampai berlari seperti itu demi aku.” Ujarnya menyodorkan botol minuman kearahku. Aku hanya diam dan meneguk air dalam botol itu sampai habis.

“Yak!! Kau ini sudah membuatku berlari sejauh itu. Memangnya ada apa? Kenapa mereka semua ada disini?”sahutku ketus padanya. Aku sangat takut jika saja myungsoo memanggilku kemari hanya untuk meminta sungjong kembali padanya didepan mataku dan ratusan murid disekolah ini. Ommo.. aku tidak akan sanggup.>.<

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku sangat menyukaimu. Sudah mencintaimu selama 3 tahun ini. Tapi aku tau sekarang, bahwa hal yang seharusnya kulakukan. Dan harus sudah kulakukan dari dulu adalah memberitau kepadamu bahwa Aku  mencintaimu. Aku sangat bodoh harus membuatmu menunggu selama itu. Aku bahkan selalu menyatakan betapa aku mencintaimu dalam sebuah lagu yang kuciptakan untukmu.”

“Nae namjachin-guga doe-eojullaeyo? (maukah jadi pacar ku?). Saranghamnida.. (Aku cinta kamu).”Ungkapnya sangat jelas terdengar dengan indah di telingaku. Apa benar dia menyatakan cintanya padaku. Semua murid yang mendengarkannya hanya bersorak riuh makin membuat suasana semakin ramai untukku.

“Nan Mollayo. (Aku tidak tau.).” aku menjawabnya dan tiba-tiba saja aku memutus ucapanku. Dia hanya menatap terkejut kearahku.

“Yeollie-ah, aku tau jika kau juga mencintaiku. Kenapa kau sekarang hanya berbicara seperti ini padaku.” Ujarnya lirih menatapku. Sorakan semua murid sedikit redup. Aku pun melanjutkan kata-kataku yang sempat kuputus tiba-tiba.

“Nan Mollayo…  Eum..  Bagaimana aku bisa hidup tanpamu .! Jika aku tidak menerima cintamu myungie-ah. Aku bodoh telah jatuh cinta pada namja yang benama Kim Myungsoo. Namja yang mampu membuat aku selalu bahagia disampingnya. Juga mampu membuatku berurai airmata melihatnya bersama namja lain. Jangan buat aku kecewa lagi pada sikapmu selama ini yang seolah –olah tak mencintaiku myungie-ah. Kau membuatku sedikit frustasi tau.!! Aku sangat mencintaimu. Neomu-neomu saranghae.” Sahutku panjang lebar padanya. Dia langsung memelukku dengan erat. Seketika suasana lapangan sekolah menjadi sangat ramai akibat sorak sorai para murid tentang pernyataan cinta myungsoo padaku.

“Ya! Lepaskan aku. Disini banyak orang. Ayo cepat kita segera pergi dari sini.” Seruku padanya yang tetap memelukku dengan erat.

“Uhm.. Ne. Kkaja kita pergi.” Dia melepas pelukannya dari tubuhku dan segera mengengam tanganku. Membawaku pergi dari kerumunan para murid.

Sesampainya di mobilnya, kami segera masuk kemobil dan dia segera menggendarai mobil audi hitamnya keluar melewati arah gerbang sekolah.

“Kita akan kemana yeollie-ah?” tanyanya padaku. Tangannya mengenggam erat tanganku.

“Kkaja kita kerumahku myungie-ah.. Aku kan sudah berjanji padamu jika suatu saat nanti aku akan memberitaumu dimana aku tinggal.” Sahutku menjawab pertanyaannya itu.

“Jinjayo. Dengan senang hati chagi-ah.” Ucapnya membuat pipiku bersemu. Mendengar panggilan baruku setelah resmi menjadi kekasihnya. Romantis ataupun tidak saat dia menyatakan cintanya padaku, tapi aku tetap menikmatinya.

Yeollie End Pov

####♥####

Myungsoo Pov

Aku sampai di tempat yang selama ini sungyeol tinggali, rumah ini tidak seperti apa yang dia ceritakan padaku. Rumah ini sangat jauh dari perkiraanku. Rumah ini sangat mewah dan sangat besar 3x lipat dari rumahku. Jadi karna ini dia tidak memperbolehkanku untuk mengetaui tempatnya tinggal. Aku turun dari mobilku masih dengan wajah yang sedikit kaget dengan apa yang aku lihat. Dia mengandeng tanganku memasuki istananya yang sangat mewah ini. Melewati para maid yang hanya menunduk hormat saat aku dan sungyeol melewati mereka. Sungyeol langsung mengajakku kelantai atas rumahnya. Dan ternyata benar dugaanku. Dia membawaku masuk kekamarnya. Dan kamarnya pun sangat luas dan sangat indah dengan perpaduan Kuning dan Hijau menjadi warna kamarnya.

“Duduklah chagi, jangan menatapku seperti itu.” Mungkin dia merasa sedikit risih saat aku menatapnya dengan lekat. Dia menyuruhku duduk disofa didekat tempat tidurnya.

“Kenapa tidak jujur padaku tentang semua ini. Jadi karna ini kau selalu menolak ajakanku untuk mengantarmu pulang kerumah.” Ucapku pelan padanya. Dia hanya mengangguk mengiyakan.

“Aku hanya ingin kau tau jika aku adalah seorang Lee sungyeol yang sederhana bukanlah Lee sungyeol dari keluarga yang sangat berada. Aku tak  mau didekati banyak orang hanya karna aku berasal dari keluarga kaya. Aku menyembunyikannya darimu karna aku yakin suatu saat kau pasti akan tau dengan sendirinya.” Ceritanya padaku. Dia mendudukkan dirinya disampingku. Setelah tadi sempat menutup dan mengunci pintu kamarnya.

“Aishh.. kau ini.. tentu saja aku mencintaimu sangat tulus tanpa memandang statusmu chagi.” Ucapku mendekatkan wajahku kearahnya. Merekatkan hidungku tepat dihidungnya yang mancung. Memandang wajahnya mulai dari matanya yang indah, mengecupnya perlahan, dan meneruskan mencium kedua pipinya, mengesekkan hidungku kearah hidungnya. Merambat menuruni dagunya. Lebih tepatnya kearah dimana bibirnya singgah. Menciumnya perlahan. Seperti apa yang sudah aku lakukan sebelumnya. Lebih tepatnya kejadian yang tak dia ketaui. Saat itu aku menciumnya diam-diam. Aku menciumnya pelan dan sedikit melumatnya. Melumatnya dan sedikit mendorong lidahku memasuki mulutnya. Mengajaknya bertukar saliva melalui ciuman kami yang disebut battle tongue. Aku semakin mempererat pelukanku pada pinggang rampingnya itu. Dan tangannya yang semakin mengalung indah dileherku. Menarik tengkukku untuk memperdalam ciuman ini. Ciuman ini bertahan cukup lama dan semakin membuatku panas dibuatnya. Setelah berciuman cukup lama aku dan yeollie langsung menghirup udara banyak-banyak akibat ciuman panas tadi.

Sambil mengusap pipinya, aku berbisik ditelinganya “I love you nae sungyeol, i want you more..” menjilat tengkuknya.

*scene NC aku ambil dri ff Ncku seblumxdan sedikit aku ubah*

Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, seketika wajahku memanas saat aku mulai mendekatkan ‘lagi’ wajahku kearah yeollie, jarak wajah kami tidak ada sampai sejengkal, sungguh dekat sekali hingga aku bisa merasakan deru nafasnya menerpa wajahku, aku mendekatkan diriku lagi dan agak memiringkan kepalaku, dan kini puncak hidungku sudah menyentuh pipinya, spontan aku menutup kedua mataku dan dengan perlahan bibirku sudah menyentuh bibir manisnya, menciumnya dengan lembut dan lama, hingga aku mencoba untuk menerobos mulutnya dan menjelajahi mulutnya, lalu aku mencoba bermain dengan lidahnya, menghisap dan sedikit menggigit lidahnya,   dia pun membalas ciumanku dengan lembut dan saat ini lidahku sedang beradu dengan lidahnya, memainkan lidah kami berdua didalam mulutnya, bertukar saliva, menghisap dan melumat bibirnya dengan lembut lalu aku memperdalam ciuman kami dengan cara memegang tengkuknya, dan menciumnya sangat lama.

*^*^*^*^*^*^

Author’s PoV

Sampai akhirnya *skipp*

*maunya lanjut ato d skipp ne, aq sbnernya blm siap bkinnya tapi dcoba deh, mudah2an bagus n hot#plakk#* lanjut..

Myungsoo mengarahkan tangannya masuk kedalam kaos sungyeol dan menanggalkan pakaiannya, Myungsoo pun sedikit melepas ciumannya dan beralih keleher jenjang sungyeol ia menghisap titik sensitifnya sehingga meninggalkan bekas merah keunguan disana*warnanya kyg gtu kan*. Ia melihat bekas yang ia berikan pada sungyeol dan tersenyum bangga, kau adalah milikku, pikirnya. Secara sengaja sungyeol menggerakkan tubuhnya mendekat dengan myungsoo sehingga ia bisa merasakan junior mereka bersentuhan, mereka mendesah bersamaan. Ahhhh… mereka mulai menanggalkan pakaian masing-masing, dengan gerakan cepat myungsoo membantu sungyeol melepas celana sekolahnya dan boxer kuning yang berbalut indah ditubuhnya kemudian langsung melepas cd yang tersisa ditubuh sungyeol, sungyeol pun dengan sebaliknya yang dilakukan myungsoo padanya, ia pun melucuti boxer hijau yang dikenakan myungsoo, dengan cepat myungsoo memposisikan dirinya berada dibawah sungyeol, sungyeol menyengir lebar. Matanya menatap myungsoo manja.

Perlahan dengan pasti mereka berciuman lagi, bibir myungsoo langsung turun sambil mencium leher sungyeol, menambah koleksi tanda merah keunguan di leher jenjang sungyeol untuk memberi tanda bahwa sungyeol hanyalah miliknya dan lanjut bermain di nipple merah muda sungyeol, membuat sungyeol mendesah dan mencengkram rambut cepak myungsoo, myungsoo terus melanjutkan belaiannya dan turun mencium dan memberi tanda diperut sungyeol, mengusap-usap dan membelai lembut paha putih sungyeol dan juga memberi tanda yang sama dibagian paha mulus sungyeol, kemudian tangan myungsoo beralih meraih junior sungyeol, tanpa aba-aba langsung menggenggam erat junior sungyeol, sedikit memberi pijatan pada juniornya, meremas dan memasukkannya kedalam mulutnya, myungsoo memasukkan junior sungyeol kedalam mulutnya dan memberikan sensasi pada junior sungyeol, tangan kirinya sedikit meremas batang junior sungyeol, lalu tangan kanannya meremas bagian belakang ( ? ) sungyeol dengan sangat lembut yang menghasilkan desahan bertubi-tubi dari bibir manis sungyeol, yang membuat myungsoo semakin bersemangat, sungyeol menelan ludah, matanya terpejam erat menerima sentuhan lembut dari myungsoo.

“A-aahh..s-stop myungie-ahh …aa-akku mau kelluarr myungiee-ahh!”, teriak sungyeol, mencapai puncaknya, myungsoo menatap sungyeol lalu tersenyum dan mempercepat gerakannya.

“Croootttt” cairan manis sungyeol keluar dan memenuhi mulut myungsoo, dengan lahap myungsoo pun menelan semuanya, membuat desahan sungyeol semakin bergema dan sangat mengodanya.

“Sekarang gantian aku yeobo, aku ingin memakanmu” ujar sungyeol menyeringai menatap myungsoo yang sekarang sudah ada dibawahnya, mungkin memang bermain di atas sofa tidak begitu leluasa, tapi ini mengasyikkan sekali.

“Ahhhhh… ppali yeollie-ahh.. iya begitu.. terus yeollie-ahh..” racau myungsoo yang sedang dimanjakan oleh sungyeol.

“Aaaakhh.. chagiii….” teriak myungsoo karna sungyeol sedikit mengigit junior myungsoo.

“Mianhae yeobo” cengir sungyeol lalu melanjutkan permainannya pada junior myungsoo, junior myungsoo sangat besar dan panjang (?) lebih dari junior sungyeol, membuat sungyeol semakin bernafsu memuaskan myungsoo. Dengan cepat sungyeol memaju mundurkan kepalanya untuk menikmati junior myungsoo, tak lama kemudian myungsoo pun mencapai klimaksnya dan menyemburkan cairan manisnya didalam mulut sungyeol, membuat sungyeol kewalahan menelan semua cairannya dan mengakibatkan sungyeol sedikit tersedak karnanya.

Sungyeol memanyunkan bibirnya dan berkata pada myungsoo “Yeobo, kau ini!aku tersedak tau!.” marah sungyeol melepas junior myungsoo.

Myungsoo pun langsung beranjak dari posisinya dan langsung memeluk sungyeol dan melumat bibir sungyeol, hal ini membuat sungyeol langsung membalas ciuman myungsoo dengan ganas. *kekeke#plakk* myungsoo langsung mengangkat tubuh sungyeol dan menggendong tubuh sungyeol dengan bridal style lalu berjalan kearah ranjang kamar sungyeol tanpa melepas ciumannya, sesampainya diranjang sungyeol, myungsoo menidurkan sungyeol diatas ranjang king size milik sungyeol, dan memposisikan tubuhnya diatas sungyeol. Tanpa aba-aba lagi tangan myungsoo memasuki bagian belakang (?) sungyeol, membuat sungyeol sedikit berteriak kesakitan.

“AAAKKHH!”, sungyeol berteriak, ia terkejut, jari myungsoo sudah masuk ke lubang perawannya.#plakk#

“I wanna preparing you baby~..relax… mianhae, tunggu sebentar”, kata myungsoo lalu beranjak turun dari ranjang dan membuka tas sekolah miliknya mengambil lotion*ato semacamnya gitu, author kurang ngerti* myungsoo langsung berbalik menaiki ranjang dan menatap sungyeol dengan lembut.

“Aku akan menggunakan ini sebagai pelumas agar kau tidak merasa sakit chagi.” ujar myungsoo sambil mengoleskan lotion ke tangan kanannya dan lubang perawan sungyeol#plakk# myungsoo pun kembali memasukkan jarinya, membuat sungyeol sedikit berteriak lagi namun sedikit tertahan karena sentuhan myungsoo pada juniornya, myungsoo sedikit dapat bernafas lega, karna ini yang pertama bagi mereka, pastinya sungyeol akan merasakan sakitnya, myungsoo menambahkan jari yang lain dan menggerakkannya seirama, myungsoo mencium puncak kepala sungyeol untuk lebih tenang dan nyaman, perlahan sungyeol menegakkan tubuhnya.

“Chagi, kau sudah siap?”, tanya myungsoo, sungyeol mengangguk, myungsoo langsung mengeluarkan jarinya dan mengoleskan lotion pada juniornya dan langsung mengarahkannya masuk kedalam lubang perawan milik sungyeol, myungsoo memasukkan juniornya perlahan, sungyeol terlihat mendesis kesakitan, menggigit bibir bawahnya.

“AAAAKKHH… M-YUNGSOOO…”, sungyeol mencengkram seprainya setelah junior myungsoo masuk sepenuhnya kedalam tubuhnya dan sedikit mengeluarkan airmatanya. Dari arah lubang perawan sungyeol sedikit mengalir darah, membuat myungsoo sedikit menghentikan gerakannya dan membelai tubuh sungyeol untuk lebih relax.

“Chagi, apa masih terasa sangat sakit? Jika masih, aku akan mengeluarkannya saja …”, myungsoo berusaha mengeluarkan juniornya dari lubang perawan sungyeol, namun sungyeol menarik tubuh myungsoo untuk melanjutkannya  lagi.

“Anni, lanjutkan saja, nanti pasti tidak sakit lagi”, seru sungyeol, ia berusaha menegakkan tubuhnya, meraih tangan myungsoo untuk membelainya, dan dengan perlahan myungsoo menggerakkan tubuhnya memasukkan dan mengeluarkan juniornya, myungsoo memperhatikan wajah sungyeol yang meringis kesakitan, namun ia juga tidak bisa diam saja, ia juga membantu sungyeol untuk mengurangi rasa sakitnya dengan menggerakkan pinggulnya seirama. Perlahan tapi pasti tubuh sungyeol mulai relax dan hanya desahan yang bergema keluar dari mulut sungyeol, tangan myungsoo meneruskan bermain di junior sungyeol, membuat sungyeol merasa terbang melayang.

“Yeollie-ahh … nikmaat seekaaliii milikmuuu..”, desis myungsoo, sungyeol hanya tersenyum manis.

“A-aahhh … aaakuu…keluuarrr..myungiee.. AHHHHH…ahhh..ahh…”, sungyeol mendesah kencang, dan ia mencapai klimaks sehingga cairannya membasahi perut myungsoo, tidak lama kemudian myungsoo menyusulnya mencapai klimaks AAAHhhhh.. dan mengeluarkan cairannya ke dalam tubuh sungyeol.

“Hmm…nikmat sekalii sungyeol-ah”, puji myungsoo seraya mencium bibirnya, sungyeol hanya tersenyum dan langsung membalas mencium myungsoo.

“Kau juga yeobo…”, bisik sungyeol pada myungsoo, myungsoo tumbang disamping sungyeol, dan segera mengeluarkan juniornya yang membuat sungyeol sedikit meringis kesakitan, sedikit cairan myungsoo keluar bersamaan dengan darah perawan(?) sungyeol, myungsoo langsung memeluknya dengan erat dan perlahan, karena ia tahu badan sungyeol pasti sakit semua karna apa yang baru saja dia lakukan.

“I love you … nae myungsoo…kau sangat hebat”, puji sungyeol, myungsoo menggelengkan kepala.

“I Love you too… kau juga sangat nikmat sekali…”, puji myungsoo. Sungyeol tersenyum dan memukul dada bidang myungsoo.

“Tidurlah yeollie-ah, kau pasti sangat lelah.” ujar myungsoo sambil menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua.

“Saranghae baby…”, bisik myungsoo mencium bibir sungyeol, dan mereka terlelap dalam tidurnya.

Keesokan hari^^

Tubuh sungyeol dan myungsoo yang masih berbalut selimut dan masih memejamkan  matanya sampai cahaya yang begitu menyilaukan menerpa wajah sungyeol dan membuatnya sedikit membuka matanya, dan berbalik menghadap arah belakang dan melihat posisi nyaman myungsoo saat tertidur sambil memeluk pinggangnya dengan erat, memberi kecupan manis dibibir myungsoo yang membuat badan myungsoo menggeliat kecil dan sedikit membuka mata bulatnya “Morning chagi, apa tidurmu semalam nyenyak?” ucap myungsoo langsung mencium bibir sungyeol.

“Ne. Sangat nyenyak sekali saat kau peluk yeobo, aku mau mandi dulu yeobo, badanku sangat lengket sekali.” seru sungyeol langsung beranjak dari ranjang dengan tubuh telanjangnya yang membuat myungsoo sedikit tergoda, namun pada saat sungyeol akan melangkahkan kakinya untuk berjalan menuju kamar mandi tiba-tiba dia meringis kesakitan “Aaakkkhhh…” sambil memegang tubuh bagian belakangnya(?) dan seketika membuat myungsoo menghampirinya, “Wae chagi?” tanya myungsoo sedikit panik. Sungyeol menatap myungsoo sambil berkata “Aakkkhhh..appoo yeoboo..” membuat myungsoo tertawa kecil dan langsung menggendong tubuh ramping sungyeol kedalam kamar mandi, myungsoo memutuskan untuk mandi bersama sungyeol, myungsoo menyabuni tubuh sungyeol dengan lembut dan sedikit bermain dengan junior sungyeol, yang membuat sungyeol sedikit mendesah karna tindakan myungsoo ini, akhirnya sungyeol pun membalas mencium myungsoo dan…. TIITT.. *Ncx lanjutin ndri ya..wkwkwk#saya ga kuat ngetiknya#antara deg2an ma kepanasan ndri#plakk* setelah selesai bermain-main didalam kamar mandi tadi, akhirnya myungsoo dan sungyeol keluar dari kamar mandi berbalut handuk menutupi tubuh mereka, setelah berpakaian mereka memutuskan untuk sarapan bersama.

Sungyeol menyuruh maidnya untuk membawakan sarapan mereka kekamar, dia berbicara melalui telepon kamarnya, karna kondisi sungyeol yang sedikit susah berjalan myungsoo mengajak sungyeol untuk duduk disofa kamar sungyeol saja.

Pintu kamar sungyeol di ketuk oleh main yang membawakan sarapan kami. Aku beranjak kearah pintu untuk mengambil alih membawa nampan itu masuk kekamar. Langsng saja para maid kembali pada pekerjaannya.

Myungsoo menaruh nampan di meja. Dan menyerahkan sarapan milik sungyeol, sambil menikmati sarapan mereka berdua. Setelah selesai sarapan, sungyeol baru sadar dan nampak kaget melihat pakaian mereka berserakan dilantai dekat sofa, dan membuatnya bersemu mengingat apa yang tadi malam dan pagi ini mereka lakukan, sedikit menbersihkan pakaian mereka dan menaruhnya di keranjang baju kotor, sekarang sungyeol sedang memakai kaos yang nampak kebesaran ditubuh rampingnya dan memakai celana pendek miliknya, sungyeol dan myungsoo sedikit berbincang .

“Chagi-ah, sabtu besok kerumahku ne. Umma dan Appa ingin bertemu denganmu.” Ajakku padanya.

“Sippo ^^” balasnya tersenyum.

####∞∞♥∞∞####

“Umma, Appa, aku ingin menikahi sungyeol dan aku ingin menjadikan dia ibu dari anak-anakku kelak. Kami meminta restu pada kalian.” Ujar myungsoo pada umma dan appanya. Membuat sungyeol sedikit terkejut dengan ucapannya tadi.

“Tentu saja kami akan merestui kalian untuk menikah. Apa kalian ingin dinikahkan secepatnya.” Tuan Kim balik bertanya pada myungsoo dan sungyeol. Membuat pipi sungyeol merona merah.

“Secepatnya juga boleh appa.” Tanya myungsoo membuat sungyeol mengerutkan keningnya.

“Tentu saja boleh. Aku akan memberitau kedua orang tua sungyeol kalo begitu.” Ucap tuan kim girang menatap istrinya yang hanya mengangguk senang.

“Gumawo appa, umma. Oya aku dan sungyeol kekamar dulu ne.” Sahut myungsoo menarik sungyeol pergi dari ruang keluarga di kediaman keluarga Kim menuju kekamarnya.

Sesampainya dikamarnya, myungsoo langsung menutup serta mengunci pintu kamarnya dan sungyeol langsung membaringkan badannya di ranjang myungsoo.  Disaat sungyeol memejamkan matanya, dia tak menyadari jika myungsoo menatapnya sangat lekat dan mulai  menaikkan tubuhnya diatas tubuh ramping sungyeol, bibir tipis myungsoo langsung mencium bibir manis warna pink milik sungyeol, menjilat, mengulum dan sedikit mengigit, sungyeol pun tak tinggal diam, dia sudah membuka mulutnya untuk memberi ruang untuk myungsoo bermain didalam mulutnya, mereka bertukar saliva, saling mengulum satu sama lain, sungyeol menarik tengkuk myungsoo semakin dekat kearahnya dengan tangan kirinya dan tangan kanannya membelai lembut rambut myungsoo, merasakan sensasi lidah myungsoo yang bermain didalam mulutnya, perutnya serasa tergelitik dengan perlakuan myungsoo ini, detik kemudian myungsoo langsung menindih tubuh sungyeol yang ada dibawahnya, myungsoo masih mencium sungyeol dengan lembut dan penuh cinta, hal ini yang membuat sungyeol sangat mencintai myungsoo, selain namjanya ini tampan, dia adalah orang yang sangat baik dan tipe orang yang sangat lembut dan sangat setia padanya, myungsoo  berbisik ditelinga sungyeol membuat sungyeol tersipu malu ”Yeollie-ah, Selamanya aku akan mencintaimu, Akan selalu aku berikan cintaku padamu seutuhnya, Setulus hatiku Sepenuh jiwaku hanya untukmu sayang, Setelah lulus nanti aku akan langsung menikahimu, Aku akan membuat hari-harimu bahagia chagi, Karna satu cintaku hanya untukmu seorang, Hanya untuk Lee Sungyeol.” setelahnya myungsoo terus melanjutkan permainannya bersama sungyeol.

“YA! MYUNGSSOOO….AAAAAKKKHHHHH…… SAAAKKIIIIITTTTT!!” teriak sungyeol membahana diseluruh penjuru kamar myungsoo.

THE END ^^

Yuhuy… udah THE END… puanjanng bgt kan kayag kereta yang ga nyampe-nyampe.. hahaha.. mian kalo rada membosankan.. habis tangan pengen ngetik mulu. Hehehe.. ada yang mau sequel mereka yang nikah dan punya baby ga*evil smirk* kalo mau komen ea.. ntar saya buatin sequelnya. Dan lagi-lagi pasti ada aja Ncnya.. hehehehe *evil smile*  sippo.. gumawo.. Annnyeoooong^^

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 117 pengikut lainnya.